Tag Archives: bitcoin

4 Jenis Stablecoin dan Perbedaannya dengan Aset Kripto Lain

Berbicara soal aset kripto memang tak bisa lepas dari pembahasan mengenai harganya yang mudah naik-turun. Aset kripto yang ada di pasaran hampir tidak bisa ditebak akan ke mana arahnya, mungkin saja saat harganya sedang naik, tidak butuh waktu lama harganya langsung turun bahkan anjlok. Tetapi, ada nih jenis aset kripto yang harganya stabil, namanya Stablecoin

Terus, apa sih penyebab harganya bisa stabil? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Apa itu Stablecoin?

Stablecoin adalah sederet aset kripto yang menawarkan nilai aset yang terus stabil dikarenakan sudah dijamin oleh aset-aset lain di belakangnya dengan rasio 1:1. Aset lain tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari uang fiat, sesama aset kripto lain, hingga komoditas.

Saat ini, stablecoin kerap menjadi buah bibir dan pilihan utama pegiat aset kripto. Selain karena harganya yang cenderung stabil dan berbeda dengan aset kripto lainnya, stablecoin juga dianggap lebih aman karena adanya aset lain yang menjaminnya.

4 Jenis Stablecoin

gambaran jenis jenis stable coin

Dalam dunia aset kripto, stablecoin dibagi lagi ke dalam empat jenis sesuai dengan cara kerjanya. Berikut adalah empat jenis stablecoin, lengkap dengan cara kerja dan contohnya, yaitu:

1. Fiat-collateralized 

Seperti namanya, fiat-collateralized berarti jenis stablecoin yang dijamin oleh uang fiat. Umumnya, uang fiat yang digunakan sebagai jaminan adalah uang yang harganya tergolong stabil di pasar, seperti Dollar AS dan Euro. Meski begitu, kini juga sudah ada stablecoin yang dijamin oleh uang fiat lain seperti Rupiah.

Beberapa contoh dari stablecoin berjenis ini adalah Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) yang memiliki nilai setara dengan Dollar AS, menjadi dua stablecoin yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Selain itu, dalam skala nasional juga hadir Rupiah Token (IDRT), yang nilainya dijamin oleh nilai Rupiah asli.

2. Commodity-collateralized

Jenis stablecoin selanjutnya ada commodity-collateralized, yaitu stablecoin yang harganya ditetapkan sesuai dengan harga komoditas, atau aset lain yang bisa dipertukarkan. Komoditas yang digunakan yaitu logam mulia seperti emas atau perak, tetapi ada juga yang menggunakan properti. Layaknya komoditas di dunia nyata, tidak menutup kemungkinan nilai stablecoin jenis ini bisa naik atau turun seiring berjalannya waktu.

Stablecoin berjenis ini antara lain adalah PAX Gold (PAXG), Tether Gold (XAUT), dan Digix Gold (DGX) yang harganya mengikuti pergerakan harga logam mulia emas. Ada juga Secure Coin (SRC) yang nilainya dijamin oleh portofolio properti di Swiss.

3. Crypto-collateralized

Selanjutnya ada stablecoin dengan jenis crypto-collateralized, di mana nilai stablecoin yang ada dijamin oleh aset kripto lainnya. Agar harga stablecoin yang dijamin tetap stabil, maka biasanya aset kripto yang menjaminnya sengaja disiapkan lebih banyak. Hal ini akan menghasilkan stablecoin dalam jumlah sedikit, tetapi harganya tetap stabil.

Misalnya, dalam menghasilkan stablecoin senilai 2500 USD, maka penerbit harus mempersiapkan aset kripto lain sebagai jaminan dengan nilai 5000. Dalam hal ini, stablecoin berhasil dijamin sebesar 200 persen. Contoh stablecoin berjenis ini adalah MakerDAO (DAI) yang harganya dipatok pada Dollar AS tetapi didukung oleh Ether (ETH).

4. Non-collateralized

Terakhir ada stablecoin dengan jenis non-collateralized alias tidak dijamin oleh aset apapun. Tapi, kok, harganya bisa tetap stabil? Sebenarnya, jenis ini tidak sepenuhnya sama sekali tanpa jaminan. Non-collateralized di sini maksudnya adalah tetap menggunakan mekanisme kerja atau algoritma selayaknya bank sentral, sehingga harganya bisa terus stabil.

Masih bingung? Sederhananya, seperti yang dahulu terjadi pada Dollar AS di mana nilainya sempat dipatok dengan nilai emas yang bertujuan untuk menstabilkan harganya. Namun, setelah tidak lagi dijamin oleh harga emas, ternyata harga Dollar AS tetap stabil karena masyarakat sudah percaya akan nilai dan impact yang dimilikinya. 

Sama seperti ilustrasi tersebut, ada jenis stablecoin yang dibangun menggunakan algoritma serupa. Akan tetapi, pada aset kripto, diperlukan juga penerapan smart contract pada sebuah platform terdesentralisasi terlebih dulu. Selain itu, untuk mempertahankan stabilitasnya, stablecoin jenis ini harus bisa menunjukkan pertumbuhannya dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Contohnya adalah Ampleforth (AMPL) yang menggunakan algoritma supply-demand. Jadi, apabila terjadi pembelian AMPL dalam jumlah besar, protokol akan secara otomatis meningkatkan supply AMPL agar harganya tetap stabil dan menimbulkan keseimbangan antara supply dan demand.

Baca juga: Kenalan dengan 5 Jenis Altcoin dan Cara Kerjanya

Perbedaan Stablecoin dengan Aset Kripto Lain

perbedaan stable coin dan

Lalu, apa saja sebenarnya yang membedakan stablecoin dengan aset kripto lainnya? Ada 2 perbedaannya, yakni:

1. Volatilitas

Perbedaan pertama adalah tingkat volatilitas masing-masing tipe aset kripto. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, stablecoin menawarkan aset kripto dengan tingkat volatilitas yang amat rendah alias harganya stabil. Hal ini membuat naik-turunnya harga stablecoin lebih mudah untuk diprediksi.

Berbeda dengan aset kripto selain stablecoin yang ada di pasar, di mana aset-aset tersebut memiliki tingkat volatilitas yang amat tinggi dan menyebabkan aset lebih mudah goyah, sehingga bisa naik-turun secara cepat serta arahnya cenderung sulit untuk diprediksi.

2. Penggunaan

Selanjutnya terletak pada penggunaannya. Stablecoin bisa digunakan untuk pembayaran di dunia nyata, tidak hanya di dunia digital. Hal ini bermula dari Visa yang memungkinkan para nasabahnya untuk menggunakan USDC dalam bertransaksi. Disusul oleh Mastercard yang bekerja sama dengan perusahaan penyalur stablecoin, Paxos dan Circle, dalam mendukung aktivitas transaksi menggunakan USDC.

Sementara itu, aset kripto lainnya sampai saat ini baru bisa digunakan sebatas transaksi digital saja. Misalnya seperti pertukaran atau jual-beli aset kripto pada exchange, aktivitas trading, pembayaran cross-border, serta pembayaran layanan yang ada pada blockchain.

Ternyata, cukup banyak ya stablecoin yang telah diterbitkan di pasar aset kripto. Tidak sedikit pula yang menarik perhatian para investor. 

Apakah Anda salah satu di antara mereka yang tertarik berinvestasi stable coin? Kalau iya, yuk langsung selesaikan KYC Anda dan beli stable coin hanya di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk gabung di Komunitas Tokocrypto untuk tahu lebih banyak soal dunia aset kripto, ya!



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal 5 Altcoin yang Diklaim Punya Kinerja Bagus di Awal 2022

Jika kembali ke tahun 2010, aset kripto yang terlintas di benak Anda sudah pasti adalah Bitcoin. Kini, satu dekade telah berlalu dan sudah semakin banyak aset kripto lain yang lahir. Aset kripto yang hadir setelah Bitcoin ini dikenal dengan julukan “altcoin” dan terdiri dari banyak jenis yang bisa dipilih. 

Sebelum melihat apa saja jenis altcoin yang ada, ketahui dulu yuk apa sebenarnya pengertian dari altcoin itu! 

Apa itu Altcoin?

Kata “altcoin” berasal dari gabungan dua kata, yaitu ‘alternative’ dan coin’, di mana definisi altcoin sendiri berarti koin atau aset kripto yang bisa dijadikan alternatif selain Bitcoin (BTC). Sebenarnya, framework yang digunakan oleh altcoin tidak jauh berbeda dengan Bitcoin. Hanya saja, banyak altcoin yang dengan sengaja dilengkapi dengan fitur-fitur yang tidak ada pada Bitcoin.

Sebagai contoh, kini sudah ada jenis altcoin yang menggunakan mekanisme Proof of Stake (PoS), di mana mekanisme penambangan ini dianggap lebih efisien dan eco-friendly. Selain itu, ada juga yang memberikan penawaran khusus bagi para pemiliknya berupa ekuitas, layaknya saham di pasar modal.

Dengan melakukan pendekatan yang berbeda dengan Bitcoin, altcoin semakin digemari khalayak hingga membentuk pasarnya sendiri. Bahkan, ada waktu-waktu tertentu di mana pasar aset kripto dikuasai oleh altcoin berkat performanya yang memuaskan. Peristiwa ini lah yang seringkali disebut dengan ‘Altcoin Season’.

Baca juga: Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

5 Jenis Altcoin

contoh jenis altcoin

Setelah membaca penjelasan mengenai altcoin di atas, apakah Anda penasaran apa saja jenis altcoin yang ada di pasar? Sebenarnya, altcoin sangat beragam jenisnya bergantung dengan tujuan dan cara kerjanya. Meski begitu, terdapat 5 jenis altcoin yang paling umum ditemukan di pasar nih, yaitu:

1. Stablecoin

Stablecoin merupakan aset kripto yang dirancang untuk bekerja mengikuti harga aset yang lain, seperti Dollar AS (USD), Euro, emas, hingga sesama aset kripto lainnya. Tujuannya adalah agar volatilitas yang kerap terjadi di pasar bisa berkurang dan membuat harga dari stablecoin terus stabil. Oleh karena itu, banyak orang yang lebih memanfaatkan stablecoin sebagai tabungan dibandingkan sebagai instrumen investasi.

Beberapa stablecoin besar di antaranya adalah Tether (USDT), MakerDao (DAI), hingga USD Coin (USDC). Hal ini dibuktikan dengan adanya perusahaan e-payment besar dunia seperti Visa dan Mastercard yang mengizinkan transaksi di jaringan pembayaran miliknya menggunakan stablecoin USDC pada 2021 lalu.

Baca juga: Yakin Tidak Berminat Investasi Dollar? Mari Simak Caranya!

2. Mining-based

Jenis altcoin selanjutnya adalah mining-based yang berarti aset kripto yang baru bisa diperoleh lewat proses mining atau penambangan, dengan menggunakan mekanisme Proof of Work (PoW). Proses penambangan ini mencakup aktivitas verifikasi transaksi yang terdapat dalam blockchain dengan cara memecahkan teka-teki matematika. Lalu, penambang yang berhasil akan diberikan reward berupa sejumlah aset kripto.

 Contoh altcoin yang dikategorikan sebagai mining-based antara lain adalah Litecoin (LTC), Monero (XMR), dan ZCash (ZEC). Pada awal kemunculannya, Ethereum (ETH) juga sempat termasuk ke dalam jenis altcoin mining-based sebab masih menggunakan mekanisme PoW.

3. Staking-based

Staking-based altcoin berarti aset kripto yang baru bisa diperoleh lewat proses staking dengan mekanisme Proof of Stake (PoS). Proses staking hampir mirip dengan mining yaitu bertujuan akhir untuk memverifikasi transaksi yang ada pada blockchain. Bedanya, pengguna yang melakukan staking sudah lebih dulu memiliki aset kripto untuk kemudian disimpan dan dikunci. Jika berhasil terverifikasi, nantinya pengguna akan mendapatkan reward tambahan.

Beberapa altcoin dengan jenis staking-based adalah Ethereum (ETH) yang baru-baru ini berpindah ke mekanisme PoS dan juga Peercoin (PPC).

Baca juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

4. Security token

Security token berarti aset kripto yang memang sengaja disambungkan dengan perusahaan ataupun bisnis, mirip dengan sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal. Security token juga menawarkan ekuitas seperti bentuk kepemilikan perusahaan hingga dividen. Makanya, security token umumnya diluncurkan bersamaan saat Initial Coin Offering (ICO) untuk menambah daya tarik suatu proyek kripto.

Hal inilah yang dilakukan oleh Exodus, sebuah perusahaan penyedia wallet aset kripto yang berhasil menjalankan Regulation A Tier 2 offering atau yang dikenal dengan ‘Reg A+’ pada Maret 2021 lalu, melansir CoinDesk. Exodus berhasil menjual saham sejumlah 75 juta USD yang bisa dikonversi menjadi sebuah aset kripto di platform Algorand.

jenis jenis altcoin5. Utility token

Jenis altcoin yang terakhir yaitu utility token. Utility token adalah aset kripto yang diluncurkan untuk menjalankan suatu jaringan kripto. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti digunakan untuk membeli item atau service, hingga membayar tagihan atau biaya yang dikenakan dalam jaringan. 

Meski sekilas mirip dengan security token, jenis altcoin yang satu ini tidak menawarkan ekuitas bagi para pemiliknya, karena pada dasarnya bersifat untuk crowdfunding. Contoh altcoin yang digolongkan sebagai utility token adalah Cardano (ADA), Filecoin (FIL), dan RippleNet (XRP).

Baca juga: Kenali jenis jenis stable coin

5 Altcoin yang Menarik Perhatian Selama Awal 2022

jenis altcoin yang menarik perhatian

Lantas, apa saja sih, altcoin yang wajib diwaspadai sepanjang tahun 2022 berkat performa yang memukau di awal tahun? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

1. Ethereum (ETH)

Altcoin pertama yang menarik perhatian selama awal 2022 masih diduduki oleh ETH, nih. Bagaimana tidak, aset kripto kedua terbesar setelah Bitcoin ini terus menunjukkan performa yang sangat baik. Terbukti per tanggal 15 Februari 2022, harga satu kepingnya mencapai 3,032.14 USD atau sekitar Rp43,346,56 mengutip dari CoinMarketCap. Sejak awal kemunculannya, ETH telah mengalami kenaikan harga hingga hampir 30,000 persen, lho!

Akan tetapi, kenaikan harga yang fantastis ini tentunya bukan tanpa alasan. Sebab, dalam perjalannya Ethereum kerap melakukan pengembangan dan pembaruan fitur pada blockchain. Seperti mekanisme PoS yang dijalankan, smart contract, hingga potensinya di dunia NFT. Alhasil, hal tersebut berpengaruh pada kualitas yang menambah nilai dari Ethereum itu sendiri. 

2. Tether (USDT)

Altcoin yang juga menarik perhatian di awal 2022 ini adalah USDT. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, USDT berkiblat kepada harga Dollar AS dan juga Euro. Dengan demikian, volatilitas yang dimiliki altcoin ini cenderung lebih rendah dibandingkan dengan altcoin yang lain. Hal ini yang membuat banyak investor mempertahankannya.

Saat ini, harga USDT berada di angka 1 USD atau sekitar Rp14,295,70, dikutip dari CoinMarketCap. Setelah sebelumnya sempat menyentuh 1.0026 USD pada 11 Februari lalu, tidak menutup kemungkinan harga USDT akan kembali meningkat meskipun tidak sedrastis jenis altcoin lain.

3. Cardano (ADA)

Selanjutnya ada altcoin ADA yang menarik perhatian di awal 2022. Setelah bersinar di sepanjang tahun 2021, ADA masih terus diminati oleh para investor aset kripto. Dapat dilihat dari harga per kepingnya saat ini, yaitu 1.07 USD atau sekitar Rp15.296,40 mengutip CoinMarketCap. Jika dibandingkan dengan harga awal kemunculannya, terjadi peningkatan lebih dari 5 persen.

Hal ini disebabkan oleh Cardano yang dianggap eco-friendly berkat mekanisme PoS yang digunakan. Cardano juga dianggap lebih aman karena pengembangannya dilakukan secara peer-reviewed oleh para ahli. Selain itu, smart contract yang baru-baru ini diluncurkan Cardano juga semakin menambah daya tarik altcoin yang satu ini. 

4. Solana (SOL)

SOL juga menjadi salah satu altcoin yang membuka tahun 2022 dengan performa yang baik. Tercatat saat ini harga satu keping SOL adalah senilai 101.46 USD atau sekitar Rp1.455.182,71, dilansir dari CoinMarketCap. Angka ini tergolong spektakuler, karena jika dibandingkan pada saat pertama kali diluncurkan, SOL hanya bernilai 0.77 USD saja.

Altcoin yang satu ini memiliki banyak kelebihan, di antaranya adalah mendukung penggunaan De-Fi, dApps, dan juga smart contract. Selain itu, blockchain Solana juga rajin melakukan pengembangan dan mencetak penemuan baru. Tak heran hingga kini, SOL masih terus diminati oleh para investor.

5. Terra (LUNA)

Altcoin terakhir yang juga menarik perhatian di awal tahun 2022 adalah LUNA. Harga LUNA mengalami peningkatan besar-besaran jika dibandingkan dengan awal peluncurannya di Januari 2021 lalu. Jika saat itu LUNA hanya bernilai 0.64 USD, mengutip CoinMarketCap, kini harga per kepingnya telah mencapai 55.04 USD atau sekitar Rp787.157,31 lho!

Hal yang membuat altcoin ini masih menjadi buah bibir di kalangan investor adalah karena semakin banyak pula pengguna yang menggunakan platform Terra. Dengan banyaknya pengguna tersebut, nilai LUNA juga ikut meningkat, bersamaan dengan partner-nya yaitu Terra stablecoin di mana salah satunya adalah TerraUSD (UST).

Gimana? Sudah mulai paham kan mengenai pengertian dan jenis altcoin yang ada di pasaran? Untuk informasi lain mengenai aset kripto hingga tips and trick trading, Anda bisa mengunjungi Tokonews dan gabung dengan Komunitas Tokocrypto, ya. 

Yuk, segera selesaikan KYC Anda dan langsung investasi altcoin di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 23 Februari 2022: Potensi saat Pasar Anjlok

Pasar kripto terus alami tekanan pada pekan terakhir bulan Februari 2022. Tampaknya siklus yang menyatakan Februari adalah bulan yang baik untuk market kripto terpatahkan untuk tahun ini.

Dalam jangka pendek, pasar crypto kemungkinan akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, isyarat dari Federal Reserve AS untuk pengetatan kebijakan moneter hingga stigma kinerja aset yang dianggap terlalu berisiko.

“Penurunan pasar crypto secara keseluruhan saat ini dapat dilihat sebagai reaksi spontan terhadap meningkatnya ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Jika ada perang antara dua hub crypto terbesar di dunia, itu bisa meningkatkan tingkat hash Bitcoin, dan ketakutan ini membuat pasar crypto tetap waspada,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Investor masih akan melindungi portofolio aset mereka terhadap penurunan harga lebih lanjut. Investor harus lebih cermat untuk aksi jual-beli mereka. Oleh karena itu, Tokocrypto Market Signal pekan ini hadir untuk memberikan referensi dalam melihat sejumlah kripto yang berpotensi bergerak naik dan juga mengarah sebaliknya.

 

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Chromia (CHR)

Ilustrasi Chromia (CHR).

Ilustrasi Chromia (CHR).

Chromia (CHR) adalah token cryptocurrency dan beroperasi pada platform Ethereum. CHR sempat melonjak lebih dari 4.900% pada tahun 2021, didukung oleh melonjaknya popularitas aplikasi terdesentralisasi (DApps), Non-Fungible Token (NFT), dan game play-to-earn berbasis blockchain.

Afid melihat CHR pekan ini akan berpotensi bullish disebabkan oleh proyek RPG Gaming Multiverse, Chain of Alliance telah mengumumkan niatnya untuk meluncurkan public beta di testnet Chromia pada 28 Februari 2022 mendatang.

“Chain of Alliance adalah RPG Gaming Multiverse yang dibangun di atas token Chromia. Baru-baru ini mereka dapat investasi awal $ 2,4 juta dan segera meluncurkan testnet publik yang bisa meningkatkan sentimen positifnya,” kata Afid.

Peringkat CHR di CoinMarketCap saat ini adalah #184, dengan kapitalisasi pasar US$ 222.096.076. Pasokan yang beredar 567.369.439 koin CHR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CHR.

 

2. Horizen (ZEN)

Ilustrasi Horizen (ZEN).

Ilustrasi Horizen (ZEN).

Horizen, sebelumnya dikenal sebagai ZenCash, adalah platform terdesentralisasi dan skalabel yang berfokus pada penyediaan bisnis dan pengembang dengan cara yang cepat dan terjangkau untuk membangun blockchain dan DApps mereka sendiri. ZEN adalah aset digital asli Horizen.

Menurut Afid, ZEN berpeluang bullish dipicu oleh developer mereka yang membagikan roadmap update dengan sejumlah kegiatan dan fitur baru untuk diluncurkan pada tahun 2022 ini.

“Terdekat ZEN akan meluncurkan Tokenization Platform V1 pada 28 Februari mendatang. Platform ini akan sangat membantu pengembangan project yang berjalan di atas jaringan ZEN,” ungkap Afid.

Peringkat ZEN di CoinMarketCap saat ini adalah #131, dengan kapitalisasi pasar US$ 423.633.560. Pasokan yang beredar 12.095.263 koin ZEN dan maksimal pasokan 21.000.000 koin ZEN.

Baca juga: 8 Cara Mudah Cuan dari Kripto

3. Polkastarter (POLS)

Ilustrasi Polkastarter (POLS).

Ilustrasi Polkastarter (POLS).

Polkastarter adalah platform blockchain yang dirancang untuk menyediakan landasan peluncuran yang mudah digunakan untuk kumpulan token dan lelang lintas blockchain. Ini paling sering digunakan oleh proyek-proyek blockchain tahap awal yang ingin meningkatkan modal dan dengan mudah mendistribusikan token mereka pada saat yang bersamaan. 

POLS adalah token utilitas asli dari platform Polkastarter dan memainkan sejumlah peran dalam ekosistemnya. POLS berpotensi bullish karena akan melakukan IDO (Initial dex offering) untuk game Mecha Morphing yang menggunakan jaringan POLS.

Game strategi pertempuran, Mecha Morphing sebelumnya telah melakukan testnet ke-2 dan tampaknya sukses. Kemudian, Polkastarter akan melakukan IDO pada 28 Februari sebagai proses dukungan pengembangan game tersebut,” tutur Afid.

Peringkat POLS di CoinMarketCap saat ini adalah #323, dengan kapitalisasi pasar US$ 124.522.098. Pasokan yang beredar 88.221.432 koin POLS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

 

4. BitTorrent chain (BTTC)

Ilustrasi BitTorrent Chain (BTTC).

Ilustrasi BitTorrent Chain (BTTC).

BitTorrent Chain (BTTC) adalah protokol interoperabilitas lintas rantai heterogen pertama yang dibangun di atas TRON, dikembangkan bersama oleh tim inti BitTorrent dan TRON. Kripto BTT akan menjadi BTTC setelah redenominasi kripto BitTorrent (BTT) dijadwalkan tuntas pada 12 Februari 2022. Semua pemegang kripto BTT wajib menukarnya menjadi versi baru, kelak bersimbol BTTC.

BTTC akan berpotensi bullish pekan ini akibat peluncuran BTFS 2.0 Mainnet yang dijadwalkan pada 22 Februari 2022. “Informasi mengenai rencana airdrop selama masa transisi dari BTFS 1.0 ke BTFS 2.0 meningkatkan sentimen positif pada BTTC, sehingga investor banyak tertarik untuk meng-hodl token tersebut,” kata Afid.

Peringkat BTTC di CoinMarketCap saat ini adalah #53, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.803.194.718. Pasokan yang beredar 932.497.500.000.000 koin BTTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

 

5. Ontology (ONT)

Ilustrasi Ontology (ONT).

Ilustrasi Ontology (ONT).

Ontology (ONT) adalah blockchain open source yang mengkhususkan diri dalam project data digital. Infrastruktur unik Ontology mendukung kolaborasi lintas blockchain yang kuat dan skalabilitas Layer 2. 

Ontology dirancang untuk memecahkan masalah sebagian besar bisnis yang ingin membuat dan melaksanakan smart contract. Perusahaan yang menggunakan teknologi Ontology bisa menghemat waktu dan biaya untuk membuat smart contract dalam skala besar.

“ONT akan melakukan Mainnet upgrade pada 28 februari 2022 untuk meningkatkan transaksi dan pencatatan data di jaringan blockchain. Berita ini disambut baik oleh investor yang memegang ONT, sehingga memberikan sentimen positif dan mungkin menaikan nilainnya,” kata Afid.

Peringkat ONT di CoinMarketCap saat ini adalah #128, dengan kapitalisasi pasar US$ 435.905.982. Pasokan yang beredar 875.249.524 koin ONT dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ONT.

Baca juga: Digandeng Game Blockchain, Persib Siap Masuk Dunia Crypto

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Ilustrasi Bitcoin (BTC).

Ilustrasi Bitcoin (BTC).

Pada pekan ini masih terdapat banyak kripto berkapitalisasi besar atau big cap yang berpotensi bearish, seperti Bitcoin (BTC). Harga Bitcoin telah sempat drop di bawah level support kuatnya di $39.600. Angka ini merupakan penurunan tertinggi sejak November tahun lalu.

Menurut Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, pada pekan ini pergerakan BTC berpotensi menurun setelah terkoreksi di area level harga $37.000-$39.000. Penurunan bisa mencapai 12 persen.

“Bitcoin masih akan terus turun, namun akan sedikit terkoreksi terlebih dahulu. Penurunannya, jika dilihat dari teknikal analisis bisa mencapai 12 persen. Bitcoin berpeluang turun di kisaran harga $ 32.000,” kata Afid.

Peringkat BTC di CoinMarketCap saat ini adalah #1, dengan kapitalisasi pasar US$ 791.730.821.444. Pasokan yang beredar 18.925.843 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

 

2. Ethereum (ETH)

Ilustrasi Ethereum (ETH).

Ilustrasi Ethereum (ETH).

Tidak berbeda jauh dengan Bitcoin, Ethereum juga masih berpotensi bearish. Afid melihat ETH dalam fase pemulihan yang tersendat. ETH sempat menembus dan ditutup di bawah level support kritis di $2,652 pada 20 Februari lalu.

“Tetapi investor tidak dapat memanfaatkan situasi tersebut. Ini menunjukkan pembelian yang kuat di level yang lebih rendah. Harga rebound tajam pada 21 Februari. Pekan ini kemungkinan masih akan turun sekitar 15 persen hingga di kisaran harga $ 2.285,” sebut Afid.

Peringkat ETH di CoinMarketCap saat ini adalah #1, dengan kapitalisasi pasar US$ 791.730.821.444. Pasokan yang beredar 18.925.843 koin ETH dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

 

3. Bitcoin UP (BTCUP)

Ilustrasi Bitcoin UP (BTCUP).

Ilustrasi Bitcoin UP (BTCUP).

Bitcoin UP (BTCUP) berpeluang mengalami penurunan pada pekan terakhir Februari 2022 ini. Menurutnya kondisi market kripto sekarang turut berpengaruh negatif pada BTCUP.

“Pergerakan BTCUP sudah menunjukan pola reverse cup and handle. Grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Ketika harga BTCUP tembus level bawah dari pegangan cangkir, keadaan ini merupakan sinyal bagi trader untuk keluar dari posisi long dan memasuki posisi short,” kata Afid.

BTCUP bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin naik. Sedangkan BTCDOWN bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

Peringkat BTCUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2936, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.206.430. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Faktor yang Buat Harga Aset Kripto Berubah

4. Terra (LUNA)

Ilustrasi Terra (LUNA).

Ilustrasi Terra (LUNA).

Terra adalah sebuah blockchain yang dibangun dengan tujuan menciptakan ekosistem pembayaran digital yang terdesentralisasi menggunakan aset kripto stablecoin, LUNA. Di penghujung tahun 2021, nilai LUNA sempat melonjak hingga mencapai Rp 1,2 juta dan berhasil menyalip Dogecoin. Namun, LUNA pekan ini berpotensi bearish.

“Sama seperti BTCDOWN, LUNA udah menunjukan pola reverse cup and handle. Ada kemungkinan nilai akan terus turun. Penurunannya bisa sekitar 13 persen di kisaran harga $ 48,” kata Afid.

Peringkat LUNA di CoinMarketCap saat ini adalah #9, dengan kapitalisasi pasar US$ 21.678.363.915. Pasokan yang beredar 386.681.821 koin LUNA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

 

5. API3 (API3)

Ilustrasi API3 (API3).

Ilustrasi API3 (API3).

API3 adalah token Ethereum yang digunakan untuk mendukung project API3 yang dapat masuk staking untuk menerima reward dan berfungsi sebagai jaminan untuk menjamin keamanan dalam jaringan. 

“Token API3 memiliki sentimen negatif untuk masuk fase bearish. Meski akan sedikit koreksi, tapi ada kemungkinan turun dari nilai sekarang, Selasa (23/2) $ 7 ke $ 5,” kata Afid.

Peringkat API3 di CoinMarketCap saat ini adalah #9, dengan kapitalisasi pasar US$ 291.199.472. Pasokan yang beredar 36.907.810 koin API3 dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Wajib Tahu! Inilah Faktor yang Buat Harga Aset Kripto Berubah

Di tengah hiruk-pikuknya investasi aset kripto yang kian booming di awal 2022, ternyata masih banyak orang yang ragu-ragu untuk memulai investasi jenis ini. Bukan tanpa alasan, harganya yang fluktuatif adalah salah satu faktornya. Ketidaktahuan atas penyebab dari naik turunnya harga aset kripto inilah yang menjadi kebimbangan bagi para calon investor. Padahal semua itu ada faktor yang memengaruhinya, lho!

Yuk, ketahui serba-serbi aset kripto beserta faktor yang menyebabkan naik turunnya harga asetnya!

Apa itu Aset Kripto?

illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto

Menurut bahasa, aset kripto atau cryptocurrency berasal dari dua gabungan kata, yaitu cryptography yang berarti kode rahasia, dan “currency” yang berarti mata uang. Mudahnya aset kripto adalah aset digital yang dirancang untuk bertransaksi virtual di jaringan internet menggunakan kriptografi yang kuat. Kriptografi ini dirancang untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol proses pembuatan unit tambahan, serta memverifikasi pengiriman tiap aset.

Asal Usul Aset Kripto  

Bermula pada tahun 1983, David Chaum seorang ahli kriptografi menciptakan alat kriptografi anonim, e-cash. Baru di tahun 1995, ia membuat dan mengimplementasikan alat tersebut menjadi DigiCash. Di mana ini merupakan awal pembayaran berbentuk kriptografi menggunakan perangkat lunak untuk menarik catatan dari bank dan menggunakan enkripsi sebelum dikirimkan ke penerima. Hal inilah yang membuat mata uang digital atau aset kripto ini tak bisa dilacak oleh bank penerbit, pemerintah, atau pihak ketiga. 

Selang setahun berikutnya, Laurie Law, Susan Sabett, dan Jerry Solinas meluncurkan artikel berjudul “How to Make a Mint: The Cryptography of Anonymous Electronic Cash” yang di dalamnya terdapat penjelasan tentang sistem cryptocurrency. Di tahun 1998, WeiDai mempublikasikan b-money yang merupakan sistem kas elektronik terdistribusi secara anonim. 

Tak sampai situ, aset kripto terus berkembang. Hingga sampai di tahun 2009, Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin yang di mana hingga sekarang menjadi salah satu aset kripto yang digilai dan punya harga yang sangat tinggi. 

Baca juga: Yuk, Pahami Pengertian Bursa Kripto dan Kegunaannya

Faktor yang Membuat Harga Aset Kripto Naik-Turun

1. Penawaran dan permintaan

Selayaknya hukum pasar, ketika semakin tingginya permintaan terhadap aset kripto maka harganya semakin melambung. Begitu pun sebaliknya, apabila banyak investor yang menjual aset kritpo tapi tak ada pembelinya, maka harganya akan turun. 

2. Jumlah dari ketersediaan aset kripto 

Tiap aset kripto memiliki ketersediaan yang terbatas dan persebarannya pun tidak merata. Mari kita ambil contoh pada Bitcoin yang hanya tersedia 21 juta koin saja. Saat ini, Bitcoin yang sudah beredar telah mencapai 90% dari total ketersediaannya. Nah, semakin sedikitnya jumlah yang tersedia, Bitcoin pun akan menjadi langka. Inilah yang membuat Bitcoin punya banyak peminat dan memengaruhi harganya. 

3. Biaya produksi 

Koin atau token baru dari aset kripto tercipta dari adanya proses penambangan atau mining. Setiap penambangan membutuhkan penggunaan komputer untuk memverifikasinya di blockchain. Aktifitas ini membutuhkan daya komputasi dan investor bersedia mengeluarkan uang lebih untuk peralatan yang mahal serta listrik agar penambangan bisa berhasil.

Misalnya Bitcoin dan Ethereum dengan sistem proof of work-nya. Semakin banyak persaingan untuk menambangnya, semakin tinggi pula kesulitannya. Miners berlomba-lomba untuk bisa memecahkan masalah matematika yang kompleks agar bisa memverifikasi blok tersebut. Makanya biaya mining semakin mahal sesuai dengan peralatan yang lebih canggih. 

Karena biaya mining yang meningkat maka diperlukan peningkatan nilai cryptocurrency agar para miners dapat terus melakukan penambangan dan biaya produksi yang dikeluarkan dapat seimbang. 

4. Regulasi Internasional

Walaupun aset kripto terdesentralisasi dan tak bisa diintervensi pemerintah manapun, tetap ini akan berdampak serius. Dilansir dari Coindesk, regulasi internasional berdampak serius pada harganya karena menentukan pasar mana yang bisa mengaksesnya, di mana perusahaan dapat mendirikan kantor, dan di mana penambang dapat beroperasi. Misalnya, dua pasar utama yang paling mempengaruhi harga Bitcoin adalah U.S dan China

5. Pemberitaan tokoh penting dan media 

tweet elon musk tentang aset kripto

Source: Tweet by Elon Musk

Pemberitaan tokoh penting dan media tak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor penyebab naik turunnya harga kripto. Elon musk merupakan salah satu tokoh yang berhasil mempengaruhi harga yang ada di pasar. Terbaru, pada pertengahan Januari tahun ini, ia menuliskan cuitan “Merchandise Tesla bisa dibeli dengan Dogecoin”. Sontak harga Dogecoin melesat 18% ke level $0,2. 

Sudah siap investasi cryptocurrency? Yuk, belajar, beli, jual dan investasi Bitcoin serta aset kripto dengan mudah dan amannya hanya di Tokocrypto

Tunggu apalagi? Selesaikan KYC Anda sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Pergerakan Kripto pada 24 September 2024

Selamat datang di Market Sinyal Harian. Hari ini Senin, 23 September 2024, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk lima pasangan kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

BNX/USDT (🔼 10,37%)

  • Entry: $1,1632
  • SL: $1,1298
  • TP: $1,2838

BNX menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan dengan target harga di $1,2838. Dengan stop loss di $1,1298, risiko dapat dikelola dengan baik. Pasangan ini menunjukkan momentum bullish yang kuat, didukung oleh volume perdagangan yang meningkat.

GRT/USDT (🔼 9,25%)

  • Entry: $0,1621
  • SL: $0,1573
  • TP: $0,1771

GRT berada dalam tren naik dengan target take profit di $0,1771. Pasangan ini memiliki potensi keuntungan sebesar 9,25% dari harga entry di $0,1621. Stop loss ditempatkan di $0,1573 untuk mengurangi risiko jika terjadi pembalikan arah.

ADA/USDT (🔼 9,52%)

  • Entry: $0,3552
  • SL: $0,3449
  • TP: $0,3890

ADA menawarkan peluang perdagangan dengan target take profit di $0,3890. Entry di $0,3552 dan stop loss di $0,3449 memberikan rasio risiko dan reward yang menarik. Pasangan ini menunjukkan tanda-tanda rebound dari level support.

BTC/USDT (🔼 6,84%)

  • Entry: $60,835
  • SL: $59,239
  • TP: $64,996

BTC memiliki potensi kenaikan hingga $64,996 dengan entry di $60,835. Pasangan ini menunjukkan momentum positif dan stabilitas di level harga saat ini. Stop loss ditempatkan di $59,239 untuk membatasi kerugian.

ETH/USDT (🔼 6,91%)

  • Entry: $2,561
  • SL: $2,497
  • TP: $2,738

ETH menunjukkan prospek keuntungan sebesar 6,91% dengan target take profit di $2,738. Entry di $2,561 dan stop loss di $2,497 menunjukkan pasangan ini memiliki potensi pergerakan yang solid. Volume perdagangan yang stabil mendukung sinyal ini.

Pasar kripto hari ini menunjukkan beberapa peluang perdagangan yang menarik. Pastikan untuk selalu menggunakan manajemen risiko yang tepat dan melakukan analisis tambahan sebelum memasuki perdagangan. Selalu perhatikan pergerakan pasar dan berita terbaru yang dapat mempengaruhi harga aset kripto di Market Sinyal Harian.

Selalu perhatikan pergerakan pasar dan berita terbaru yang dapat mempengaruhi harga aset kripto di Market Sinyal Harian. LAST CAL!!! Untuk terus mendapatkan market sinyal harian secara full segera join sebagai VIP Tokocrypto dengan isi form di bawah ini:

Baca juga: Tren Bitcoin 23-27 Sept 2024: Saatnya Inverse Data! By Hoteliercrypto


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Bitcoin Bersiap untuk Reli 171% di Q4? Inilah Faktor Kuncinya

Harga Bitcoin telah mengalami lonjakan lebih dari 8,5% dalam seminggu terakhir, mencapai $64.000. Investor kripto tampaknya sedang mempersiapkan diri untuk potensi kenaikan yang signifikan, yang bisa mendorong BTC hingga 171% selama kuartal keempat.

Akankah Bitcoin Mencapai $172.800 di Q4?

Setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin bulan ini, perhatian kini tertuju pada kinerja BTC di Q4 2024. Sejak peristiwa halving, Bitcoin telah diperdagangkan dalam rentang yang cukup ketat antara $50.000 hingga $70.000. Namun, dengan adanya stimulus likuiditas terbaru dari Fed, kemungkinan terjadinya reli besar di Q4 semakin meningkat.

Analis kripto ternama, Ali Martinez, mengamati bahwa BTC menunjukkan performa positif selama halving sebelumnya, yaitu pada tahun 2016 dan 2020. Di Q4 2016, harga BTC melonjak 61%, sementara di Q4 2020, harganya meroket lebih dari 171%. Jika pola ini terulang, kita bisa melihat Bitcoin mencapai antara $100.000 hingga $172.000 pada akhir tahun ini.

Peningkatan Metrik Bitcoin dan Dukungan dari Investor Besar

Laporan 10X Research terbaru mencatat bahwa struktur pasar telah menunjukkan perbaikan dengan lonjakan pencetakan stablecoin.
Laporan 10X Research terbaru mencatat bahwa struktur pasar telah menunjukkan perbaikan dengan lonjakan pencetakan stablecoin.

Baca juga: Altcoin dengan Kenaikan Terbesar di Minggu Ketiga September 2024

Metrik on-chain Bitcoin menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam beberapa minggu terakhir. Pemain besar seperti MicroStrategy terus membeli BTC, termasuk pembelian baru-baru ini senilai $450 juta, menegaskan keyakinan mereka terhadap masa depan Bitcoin.

Faktor-Faktor Kunci yang Mempengaruhi Harga BTC

Laporan terbaru dari 10X Research mencatat bahwa struktur pasar menunjukkan perbaikan dengan peningkatan pencetakan stablecoin dan penggunaan leverage berjangka. Mengacu pada siklus halving sebelumnya, laporan ini menyatakan bahwa peluang kenaikan harga BTC semakin besar saat kita memasuki kuartal keempat. Namun, untuk mencapai itu, Bitcoin harus melewati $65.000. Saat berita ini ditulis, harga BTC diperdagangkan di $63.549, naik 0,96%, dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,255 triliun.

Di sisi lain, bursa kripto yang mengalami kebangkrutan, FTX, bersiap untuk mendistribusikan $16 miliar kepada kreditor. Banyak analis percaya bahwa likuiditas ini akan kembali mengalir ke Bitcoin dan kripto lainnya, menciptakan kejutan di pasar.

Dengan kenaikan BTC, banyak analis yakin bahwa “Altseason” akan segera tiba. Ethereum juga menunjukkan kekuatan dengan harga yang naik 16% dalam seminggu terakhir. Namun, meningkatnya jumlah setoran Ethereum membuat analis bingung tentang arah pergerakan ETH selanjutnya.

Sementara itu, ETF Bitcoin juga mencatatkan kemajuan, dengan arus masuk sebesar $397 juta dalam minggu lalu, dipimpin oleh ETF Fidelity (FBTC).


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Nilai Bitcoin Anjlok di Bawah $40.000 Bikin Investor Panik

Nilai Bitcoin dan sejumlah besar aset kripto lainnya terpantau jatuh dalam 24 jam terakhir pada Senin (21/2). Pasar kripto nampaknya masih sensitif karena ketegangan geopolitik yang berasal dari krisis Rusia-Ukraina, sehingga membuat investor panik dan gelisah.

Dalam perdagangan, Bitcoin secara singkat mengalami tekan bahkan sejak akhir pekan lalu. Bahkan Bitcoin drop di bawah level support kuatnya di $39.600. Angka ini merupakan penurunan tertinggi sejak November tahun lalu.

“Selama seminggu terakhir, ketegangan yang meningkat di perbatasan Rusia-Ukraina telah mendominasi sentimen di seluruh pasar global. Hal tersebut telah menarik Bitcoin dari level tertinggi $44.627 ke level terendah hari Senin (21/2) di $39.745,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Ilustrasi market kripto Bitcoin anjlok.

Ilustrasi market kripto Bitcoin anjlok.

Baca juga: Market Kripto Membaik, tapi Belum Masuk Fase Bullish

Alternatif Koin Ikut Anjlok

Aset kripto lain seperti Ethereum, Solana, Cardano dan XRP juga bernasib buruk, masing-masing turun lebih dari 5%, menggarisbawahi volatilitas yang lebih tinggi. Turunnya BTC biasanya akan mempengaruhi altcoin (alternatif koin) lainnya.

Ketegangan yang terus terjadi antara Rusia-Ukraina bisa membuat Bitcoin berada di pekan yang sulit pada periode 21-27 Februari 2022 dan bisa jatuh lebih dalam atau bakal tertahan di antara $30.000-$36.800.

Bitcoin diharapkan bisa bergerak menuju level support-nya karena semakin lama harga bertahan di bawah $39.600, semakin besar kemungkinan pergerakan turun. Sementara untuk BTC masuk ke fase bullish harus melewati rintangan overhead di $45.821.

Baca juga: Kriptoversity, Aplikasi Belajar Kripto dan Blockchain dari Tokocrypto

“Apabila konfik ini masih tarik ulur atau bahkan pecah dan terjadi perang akan berdampak buruk, bisa saja market memasuki crypto winter. Crypto winter sendiri merupakan kondisi ketika nilai aset kripto mengalami penurunan drastis, bahkan di bawah nilai tren bullish normal. Namun, ada beberapa analis yang memprediksi dalam jangka panjang, pasar masih akan koreksi,” jelas Afid.

Ilustrasi Bitcoin.

Ilustrasi Bitcoin.

Investor Harus Waspada

Afid menjelaskan harga aset kripto terkait langsung dengan penawaran dan permintaan. Peristiwa yang berdampak pada ekonomi secara global menentukan kebutuhan orang untuk membeli atau memiliki aset digital tersebut. Selama periode ketegangan geopolitik, investor cenderung menghindari aset yang bergejolak dan menyimpan uang mereka di aset safe-haven seperti uang tunai dan emas.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

Di kala pasar kripto sedang turun, investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk. Namun, hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas kripto yang masih cukup tinggi dan belum ada katalis positif yang dapat mengangkat kembali performanya, walaupun sudah terlihat akan rebound.

Kembali lagi, menurut Afid, investor harus paham risiko investasi aset kripto. Lakukan analisa fundamental dengan mempelajari aset kripto, sebelum berinvestasi. Serta melakukan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli, menjual atau take profit aset.



Sumber : news.tokocrypto.com

Saatnya Inverse Data! By Hoteliercrypto

Artikel analisa Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Pada dasarnya analisa minggu ini cenderung 60% benar 50% salah.

Benar dalam artian data yang saya sajikan seperti Consumer Price Index (CPI) AS yang naik, reverse repo (RRP) yang naik, serta claim data yang turun.

Tetapi saya salah di pemotongan suku bunga yang dipotong 50bps padahal saya hanya mengharapkan 25bps. Saya juga salah di retail sales yang naik, tetapi perubahan angka sebelumnya dari 1% ke 1,1% adalah sebuah keniscayaan untuk tahu duluan.

Ilustrasi pergerakan BTC/USDT. Sumber: Hoteliercrypto.
Ilustrasi pergerakan BTC/USDT. Sumber: Hoteliercrypto.

Anyway, salah tetaplah salah, pelajaran yang saya ambil adalah tidak boleh all in dan kesalahan terjadi saat saya terlalu percaya diri. Tetapi data-data ini membuktikan bahwa Bitcoin bukan ponzi, Bitcoin tidak hanya digerakkan oleh bandar, namun semua yang berpengaruh terhadap inflasi dan membuat inflation hedge menguat adalah fundamental Bitcoin untuk Bullrun.

Sehingga saya berani mengatakan bahwa orang-orang yang mengatakan, “Bitcoin naik karena ada bandar beli dan turun karena bandar jual” hanyalah bentuk ketidakmampuan mencerna pasar. 

Dan saya termasuk yang belum mampu mencerna dengan sempurna efek dari data itu, but I am working on it and continue improving.

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan, Guidline-nya adalah Minyak akan Bullrun dan DXY akan Bullrun karena efek pemotongan suku bunga 50bps.

Senin, 23 September 2024

– 20.00 WITA: Fed’s Bostic Speaking.

– 22.00 WITA: S&P Global manufacturing PMI.

– 01.00 WITA: KASHKARI SPEAKING.

Ilustrasi data us manufacturing purchasing managers index. Sumber: Investing.com.
Ilustrasi data us manufacturing purchasing managers index. Sumber: Investing.com.

Jika S&P Global Manufacturing PMI naik, maka DXY naik. Dan prediksi saya akan naik karena pemotongan suku bunga akan memberikan stimulus ke pasar Industri dengan meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat akibat meningkatnya liquidity, sehingga rakyat memegang dolar AS lebih banyak. 

Sehingga saya prediksi Bitcoin akan turun di sini. Hal ini juga saya tautkan dengan kemunculan Kashkari, serta Bostic yang selalu hawkish. Bostic jam 20.00 WITA, S&P Global jam 21.45 WITA dan Kashkari jam 1.00 WITA pagi. Dari jam-jam ini saya dapat kesempatan menebak jam berapa market maker menggocek melalui pembacaan data.

Kira-kira begini candlenya: 

bitcoin
Ilustrasi pergerakan BTC/USDT. Sumber: Hoteliercrypto.

Selasa, 24 September 2024

– 22.00 WITA: Consumer Confidence Jam.

Ilustrasi data US Consumer Confidence Index (CCI). Sumber: Investing.com.
Ilustrasi data US Consumer Confidence Index (CCI). Sumber: Investing.com.

Consumer Confidence mengukur tingkat kepercayaan diri masyarakat akan kegiatan ekonomi. Semakin tinggi angkanya semakin optimis masyarakat dalam belanja. Jika Consumer Confidence naik maka DXY naik.

Karena ini akan naik, maka harga minyak akan naik akibat demand belanja yang optimis dan menyebabkan DXY naik, sehingga Bitcoin turun di sini.

Begini candlenya kira kira:

bitcoin
Ilustrasi pergerakan BTC/USDT. Sumber: Hoteliercrypto.

Rabu, 25 September 2024

– 22.00 WITA: New Home sales.

Ilustrasi data US New Home Sales. Sumber: Investing.com.
Ilustrasi data US New Home Sales. Sumber: Investing.com.

Ingat Guidelines-nya adalah DXY bullrun, tetapi inflation hedge juga naik. Inflation hedge juga termasuk rumah. Dan harga rumah tidak turun, malah naik sama dengan harga emas. Itu artinya dolar AS dicetak lebih banyak, karena penurunan suku bunga baru terjadi, seharusnya pembelian rumah baru tidak naik, new home sales harus turun, akibat tidak terjangkaunya harga untuk milenial. 

Andaikata ini naik maka tak dapat memberikan bensin DXY naik, karena siluman mana yg mampu beli rumah saat harganya puncak sedang inflasi kembali naik?

Jika New Home Sales naik maka DXY naik, saya prediksi New home sales turun sehingga DXY tertahan dan Bitcoin naik.

Begini Candlenya:

bitcoin
Ilustrasi pergerakan BTC/USDT. Sumber: Hoteliercrypto.

– 20.30 WITA: Claim data.

Setelah pemotongan suku bunga 50bps, pekerjaan akan melimpah sehingga claim data seharisnya dipoles turun apalagi menjelang turun.

Jika claim data naik maka DXY turun, jika Claim data turun maka DXY naik. Seperti biasa, angka sebeumnya akan ditambahin 1K.

Ilustrasi data US Initial Jobless Claims. Sumber: Investing.com.
Ilustrasi data US Initial Jobless Claims. Sumber: Investing.com.

Sebenernya saya mulai berpikir untuk meng-inverse rumus investing.com dengan “good news is good news” dan “bad news is bad news”, tapi saya mau mencoba seminggu lagi.

– 20.30 WITA: Durable Good Order.

Ilustrasi data US Durable Goods Orders. Sumber: Investing.com.
Ilustrasi data US Durable Goods Orders. Sumber: Investing.com.

Jika Durable Good Order naik maka DXY naik, Jika Durable Order turun maka DXY turun. Durable Order sudah naik 2 minggu lalu 9,9%, Jadi saya prediksi turun.

– 20.30: GDP.

Ilustrasi data US Gross Domestic Product. Sumber: Investing.com.

Jika GDP naik, maka Inflasi naik, memang begitu rumusnya. Kenapa? Karena untuk membasahi liquidity, pemerintah menggunakan uang yang sudah ada sebagai jaminan pembayaran hutang dan sebagai penyedia liquidity baru. Jika di dunia ini hanya ada saya dan kamu yang masing-masing punya Rp100 juta, maka di bank seharusnya hanya ada Rp200 juta, alih-alih Rp200 juta, di bank ada Rp350 juta, duit siapa itu? 

Laporan GDP naik, artinya inflasi naik, inflasi naik karena di bank ada duit yang lebih banyak daripada yang seharusnya ada walaupun market cap-nya gak naik.

Jika GDP naik, Bitcoin naik. Kenapa? Karena utang pasti naik dan M2 Supply pasti naik. Engga mungkin GDP naik lalu inflasi turun, nggak mungkin Pemerintah biasa tinggal di St Regis turun ke bintang 3, gatel kulitnya.

– 20.30 – 10.00: Powell dan Baar Speaking.

Setelah Kemaren Dovish dengan potong suku bunga, saya pikir Powell akan melanjutkan Dovish-nya untuk merangsang liquidity swasta turun kepasar dengan menggambarkan investasi di AS masih menguntungkan dan ekonomi tidak resesi. 

Jadi dari claim data, GDP, Durable, dan Pidato Powell, DXY akan cenderung melemah dan Bitcoin naik. 

Seperti ini Candle-nya.

bitcoin
Ilustrasi pergerakan BTC/USDT. Sumber: Hoteliercrypto.

Jum’at, 27 September 2024

– 20.30 WITA: Personal Consumption Expenditure (PCE).

Ini sudah dibocorkan sama 4 hari lalu, di subs.

Sama dengan inflasi secara YoY memang turun, tapi secara bulanan itu naik. PCE naik karena harga minyak turun. CPI naik pasti Personal Consumption Expenditures (PCE) naik. PCE adalah ukuran belanja masyarakat untuk barang konsumen sendiri. 

CPI mengukur kenaikan harga barang, PCE mengukur berapa belanja barang pribadi seseorang. Kalau naik artinya masyarakat masih punya uang, kalau turun artinya masyarakat perlu bantuan karena penghasilannya habis.

Ilustrasi data US PCE Price Index. Sumber: Investing.com.

Jika PCE naik, artinya inflasi naik, maka secara fundamental Bitcoin naik. Karena pemerintah harus mengupayakan penghasilan masyarakat naik.

– Personal income dan personal spending.

Ilustrasi data US Personal Income MoM. Sumber: Investing.com.
Ilustrasi data US Personal Spending MoM. Sumber: Investing.com.

Jika personal income dan personal spending naik maka DXY naik, sehingga Bitcoin belum bisa naik.

Kira-kira begini candlenya:

bitcoin
Ilustrasi pergerakan BTC/USDT. Sumber: Hoteliercrypto.

Baca juga: Melihat Donald Trump Beli Burger dengan Bitcoin di New York City

Tapi coba renungkan, gaji itu kan gak pernah turun, kalau ekonomi tumbuh, gaji naik, gak ada masalah. Kalau ekonomi tidak tumbuh bahkan digadang-gada resesi, gimana caranya gaji naik? Dari mana duitnya. Pemerintah potong suku bunga 50bps adalah tanda bahwa pemerintah mengakui ekonomi melambat padahal inflasi belum 2%. Core-nya masih 3%.

Artinya pemerintah membasahi liquidity kasinonya dari uang yang sudah ada, dianak-pinakan (multiply) tanpa market cap yang naik.

DXY memang akan naik, dan Bitcoin memang turun, tapi sampai kapan utang gak dibayar dan numpuk lalu M2 Supply naik.

Pada postingan saya sampaikan ini adalah bullrun, tetapi bull itu punya 4 kaki, bukan langsung god candle.

bitcoin

Jika Trada perhatikan jam-jam rilis data, kita dapat menemukan rencana gocekan bandar di mana. Ini memastikan ekspektasi kita untuk day trading lebih akurat.

Ingat, ini semua hanyalah analisa, tidak ada kepastian yang mendekati 100%, jika tiba-tiba ada roket, maka semua rencana Trading ini ini akan berantakan. Saya akan terus mengingatkan bahwa saya bukanlah Financial Advisor, Tidak Sekolah Ekonomi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi jika memanfaatkan dan menjadikan analisa saya sebagai acuan

Terima kasih sudah membaca, dan semangat cuan untuk bullrun ini. Pastikan cuan dibawa kedunia nyata, dan untuk tahu kapan keluar dari Crypto perhatikan M2 Supply.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.





Sumber : news.tokocrypto.com

Melihat Donald Trump Beli Burger dengan Bitcoin di New York City

Mantan Presiden AS, Donald Trump, kembali menjadi sorotan ketika ia membeli burger menggunakan Bitcoin di PubKey, sebuah bar di Greenwich Village, New York City. Trump mengklaim ini adalah pertama kalinya seorang presiden AS bertransaksi dengan mata uang kripto.

Acara ini berlangsung sebelum rapat kampanye dan menyoroti langkah terbaru Trump yang semakin mendukung penggunaan aset digital sebagai bagian dari strategi kampanye 2024.

Pemilik PubKey: Transaksi Trump Tanda “Kedewasaan” Bitcoin

Trump membayar burger seharga $998,70 menggunakan aplikasi pembayaran Strike yang berjalan di jaringan Bitcoin Lightning Network. Menurut PubKey, transaksi ini terjadi pada blok ke-861871.

PubKey adalah bar yang dikenal di kalangan penggemar Bitcoin dan sering mengadakan acara edukasi seputar kripto. Dengan desain bertema Bitcoin, bar ini menjadi latar yang pas untuk momen penting tersebut.

Baca juga: Pemangkasan Suku Bunga The Fed: Potensi Reli di Pasar Kripto

Baca juga: Thomas Pacchia, salah satu pemilik PubKey, menganggap transaksi Trump sebagai bukti semakin diterimanya Bitcoin secara luas. “Ini adalah momen penting bagi komunitas Bitcoin, terutama dengan keterlibatan seorang mantan presiden,” kata Pacchia, seperti dilansir Bloomberg.

Perubahan Sikap Trump terhadap Bitcoin

Selama masa jabatannya, Donald Trump pernah mengkritik Bitcoin, bahkan menyebutnya “hanya omong kosong” pada 2019. Namun, kini ia menerima donasi kripto untuk kampanye presidennya dan menunjukkan dukungan yang lebih positif terhadap industri ini.

Trump juga terlibat dalam proyek DeFi (keuangan terdesentralisasi) bernama World Liberty Financial (WLFI), yang dipimpin oleh Donald Trump Jr. dan Eric Trump. Proyek ini telah memicu perdebatan, dengan beberapa pihak skeptis terhadap niat Trump yang sebenarnya.

Meskipun begitu, keterlibatan Trump dalam dunia kripto telah menarik dukungan dari tokoh-tokoh penting, seperti Winklevoss bersaudara dan ekonom Peter Schiff. Apakah Trump benar-benar akan mempengaruhi penerimaan kripto secara lebih luas, masih harus kita lihat.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Reli di Pasar Kripto

The Fed Amerika Serikat baru saja mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 0,50%, sebuah langkah yang berpotensi memicu reli di pasar kripto. Namun, investor kini menunggu pidato dari Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan mendatang.

Pemangkasan suku bunga ini adalah yang pertama dalam empat tahun dan telah lama diantisipasi oleh pasar. Meskipun sesuai dengan ekspektasi, keputusan ini memberikan dorongan positif, dengan harapan dapat mendorong kenaikan di pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Dampak Pemangkasan Suku Bunga 0,50% pada Pasar

Dalam pengumuman terbaru dari Federal Open Market Committee (FOMC), The Fed menurunkan suku bunga sebesar 0,50%, lebih besar dari perkiraan sebelumnya yang hanya 0,25%. Langkah ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dengan mempermudah pinjaman dan meningkatkan konsumsi. Secara umum, suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan sentimen pasar, termasuk terhadap aset berisiko seperti saham dan kripto.

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

Namun, meskipun keputusan ini disambut baik oleh banyak pelaku pasar, masih ada ketidakpastian terkait pernyataan Jerome Powell. Jika Powell menunjukkan sikap hawkish atau memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan, hal ini bisa menurunkan optimisme yang ada.

Apakah Pasar Kripto Akan Menguat?

Setelah pengumuman FOMC, harga Bitcoin (BTC) melonjak 1,4% menjadi $61.000 sebelum mengalami sedikit penurunan. Dalam 24 jam terakhir, BTC turun 0,15%. Pasar saham AS juga merespons positif, dengan Nasdaq dan S&P mencatat kenaikan antara 0,6% hingga 0,8%.

Saham-saham terkait kripto mengalami kenaikan signifikan pada hari Rabu setelah keputusan suku bunga. MicroStrategy (MSTR) naik 3,77%, sementara saham Coinbase (COIN) dan Galaxy (GLXY) masing-masing naik 2,1% hingga 3%.

Pasar mengharapkan kebijakan moneter yang lebih longgar mulai September, setelah Jerome Powell mengindikasikan perlunya penyesuaian kebijakan karena penurunan inflasi dan peningkatan tingkat pengangguran. Sebelum keputusan hari Rabu, CME FedWatch Tool menunjukkan peluang 40% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps dan 60% untuk pemangkasan 50 bps.

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin dan tingkat suku bunga AS. Sumber: Crypto Rover.
Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin dan tingkat suku bunga AS. Sumber: Crypto Rover.

Baca juga: Tren Bitcoin 15-20 September 2024: BTC Akan Turun? By Hoteliercrypto

Ketidakpastian ini menyebabkan volatilitas pasar. Pembuat pasar kripto, Wintermute, memperkirakan bahwa harga Bitcoin bisa berfluktuasi 2%-3% ke kedua arah setelah keputusan tersebut.

Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, memperingatkan bahwa pemangkasan suku bunga dapat mempengaruhi pasar secara negatif. Penurunan perbedaan suku bunga antara dolar AS dan yen Jepang dapat menyebabkan investor menghentikan perdagangan berjangka berbasis yen, seperti yang terjadi pada 5 Agustus lalu ketika BTC sempat turun di bawah $50.000.

Keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 0,50% telah meningkatkan sentimen positif di pasar, termasuk kripto. Namun, investor perlu tetap waspada terhadap pernyataan Jerome Powell yang dapat mempengaruhi arah pasar. Mengingat volatilitas pasca-pengumuman suku bunga, disarankan agar investor melakukan analisis mendalam sebelum membuat keputusan investasi.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com