Tag Archives: bitcoin

Strategi Identifikasi Tren Harga dengan Trading Volume: On Balance Volume (OBV)

On Balance Volume (OBV) merupakan salah satu indikator yang berdasarkan pada trading volume — Inikator ini bisa kamu gunakkan sebagai indikator tambahan saat melakukkan trading, baik itu saham atau pun crypto. On Balance Volume (OBV) sendiri bekerja dengan menggabungkan volume dan pergerakan harga untuk membantu kamu mendeteksi kekuatan beli atau jual yang ada di pasar.

Mulai dari mengidentifikasi tren, divergence hingga mengidentifikasi bearish divergence bisa kamu lakukan dengan indikator OBV. Pelajari lebih lengkap pengertian hingga contoh penggunaannya di bawah ini.

Apa Itu OBV dan Bagaimana Cara Kerjanya?

On Balance Volume (OBV) adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur tekanan beli dan jual berdasarkan volume perdagangan. 

Indikator ini merupakan indikator kumulatif, cara kerjanya seperti ini—pada hari-hari di mana harga naik, volume hari tersebut akan ditambahkan ke total OBV kumulatif, namun jika harga turun, maka volume hari itu dikurangi dari total OBV.  Hasil perhitungan tadi lalu digambarkan dalam bentuk garis, yang dikenal dengan garis OBV.

OBV ini sering dipakai untuk membantu melihat arah tren harga, atau memperkirakan apakah harga akan berbalik arah kalau ada perbedaan antara gerakan harga dan garis OBV.

Baca juga: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

Kenapa OBV Dapat Mengidentifikasi Tren?

Indikator OBV dapat membantu mengungkap pergerakan “smart money“—seperti investor besar atau institusi—yang sering kali masuk pasar sebelum harga bergerak signifikan. Saat harga dan OBV naik bersama, itu menunjukkan bahwa tekanan beli mendukung kenaikan harga, menunjukkan tren naik yang sehat.

Namun, jika terjadi perbedaan arah—misalnya harga terus naik tapi OBV justru menurun—itu bisa menjadi sinyal peringatan. Artinya, volume tidak mendukung kenaikan harga, dan ada kemungkinan tren akan melemah atau berbalik arah.

OBV juga berguna untuk memperkuat sinyal dari indikator teknikal lainnya. Tapi seperti alat analisis lainnya, OBV sebaiknya tidak digunakan sendirian. Digunakan bersama indikator lain, OBV dapat memberikan gambaran yang lebih solid dan membantu pengambilan keputusan yang lebih matang.

Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

Sebelum mempelajari lebih lengkap mengenai cara menggunakan OBV, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di Bappebti, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Trading dengan deposit mulai dari Rp20.000 juga bisa lho!

Contoh Penggunaan On Balance Volume (OBV)

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan OBV yang umum dilakukan trader untuk mengidentifikasi tren, mendeteksi divergence, dan mengenali potensi pembalikan arah harga.

Sebagai Indikator untuk Mengidentifikasi Tren

Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) untuk mengidentifikasi tren.
Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) untuk mengidentifikasi tren.

OBV dapat digunakan untuk memastikan apakah tren harga saat ini memiliki dukungan dari volume. Jika harga bergerak naik dan OBV juga menunjukkan arah naik, ini mengindikasikan bahwa tekanan beli mendukung tren tersebut. Sebaliknya, jika harga turun dan OBV ikut turun, tekanan jual kemungkinan besar masih mendominasi pasar. Dengan kata lain, OBV membantu mengkonfirmasi kekuatan tren yang sedang berlangsung.

Indikator Divergence

Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai divergence untuk mengidentifikasi pergerakan harga.
Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai divergence untuk mengidentifikasi pergerakan harga.

Salah satu kegunaan OBV adalah untuk dalam mengidentifikasi pola divergence—perbedaan arah antara harga dan volume. Ketika harga menunjukkan pola tertentu, tetapi OBV bergerak ke arah berbeda, itu bisa menjadi sinyal bahwa perubahan tren sudah dekat.

Bearish OBV Divergence

Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai indikator untuk mengidentifikasi bearish divergence.
Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai indikator untuk mengidentifikasi bearish divergence.

Bearish divergence terjadi saat harga membentuk higher high (harga naik), tetapi OBV justru membentuk lower high (volume melemah). Ini menunjukkan bahwa meskipun harga naik, kekuatan pasar yang mendukung kenaikan tersebut mulai menurun. Kondisi ini sering kali menjadi tanda bahwa buyer mulai kehilangan minat, dan ada potensi koreksi harga atau bahkan pembalikan arah menjadi tren turun.

Baca juga indikator lainnya: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

Itu dia strategi untuk mengidentifikasi tren pergerakan harga pasar dengan menggunakan trading volume, On Balance Volume (OBV). Jangan lupa untuk kombinasikan OBV dengan analisa harga dan indikator teknikal lainnya supaya kamu bisa membuat strategi trading yang lebih akurat.

Masih bingung cara baca volume trading? Yuk, tanya-tanya langsung sama trader aktif lain di Telegram komunitas Tokocrypto melalui link berikut 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber: Trading View. “Volume Keseimbangan / On Balance Volume (OBV)”.



Sumber : news.tokocrypto.com

Arus Masuk Bitcoin Merosot, Whale dan Ritel Pilih Tahan Aset

Arus masuk Bitcoin (BTC) ke bursa kripto Binance mencatatkan penurunan tajam ke level terendah dalam siklus saat ini. Data dari platform analitik CryptoQuant menunjukkan bahwa baik investor besar (whale) maupun investor ritel menunjukkan aktivitas minim dalam memindahkan BTC ke bursa, menandakan sikap bertahan alih-alih menjual.

Menurut laporan tersebut, perilaku ini mencerminkan perubahan strategi signifikan di tengah ketidakpastian pasar. Biasanya, aktivitas serempak dari kedua kelompok investor ini mengiringi puncak pasar utama. Namun kali ini, arus masuk yang merosot tidak diikuti oleh lonjakan harga—mengindikasikan sentimen optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Baca juga: Tren Bitcoin 16-20 Juni 2025: FOMO TIMEEEEEE by Hoteliercrypto

Whale dan Ritel Sepakat: Tahan, Bukan Jual

Dilaporkan Coindoo, keselarasan yang jarang terjadi antara pemegang besar dan pedagang kecil ini dipandang sebagai sinyal kuat kepercayaan terhadap arah jangka panjang BTC. Keduanya tampak mengabaikan volatilitas jangka pendek dan memilih menunggu potensi reli di masa depan.

Selama siklus ini, tercatat baru dua kali whale dan ritel bertindak secara serempak—dan itu terjadi saat puncak pasar lokal. Kontras dengan saat ini, aksi kolektif tersebut lebih mencerminkan kesabaran dan ekspektasi akan katalis positif berikutnya.

Menunggu Sinyal Makroekonomi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan arus masuk ini juga dapat mencerminkan sikap hati-hati terhadap ketidakpastian ekonomi global. Banyak investor menunggu kejelasan dari faktor makro seperti data inflasi, arah kebijakan suku bunga bank sentral, dan dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Meski begitu, arus masuk yang rendah justru bisa menjadi kekuatan tersembunyi yang mendukung kenaikan harga. Dengan lebih sedikit pasokan BTC yang tersedia di bursa dan permintaan yang tetap solid, Bitcoin dapat terdorong lebih tinggi bila pemicu fundamental atau teknikal yang positif muncul.

Baca juga: Bitcoin Tembus $105.000: Menuju $175K atau Justru Jatuh ke $80K?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dominance Capai Level Kritis, Pertanda Musim Altcoin Segera Tiba?

Berdasarkan analisis terbaru dari firma on‑chain Alphractal, pasar altcoin menunjukkan tanda‑tanda siap untuk breakout besar.

Dua indikator dominasi utama kini menyentuh level support historis, area yang seringkali mendahului rally altcoin yang kuat .

Indikator Dominasi Altcoin Kritis

1. Altcoin Dominance (ex‑Stablecoins)

Saat ini berada di sekitar 25%, level yang dalam beberapa siklus sebelumnya menjadi titik bottom sebelum altcoin kembali meroket.

2. Dominasi Altcoin (tidak termasuk ETH & Stablecoins)

Sekitar 18%, level lain yang historis menjadi trigger bagi rotasi modal ke alt‑cap kecil, mengalahkan Bitcoin.

Alphractal menegaskan bahwa meski indikator ini tidak menjamin altseason, level‑level tersebut berulang kali menjadi titik awal rally altcoin dalam beberapa siklus pasar.

Apa Artinya untuk Pasar?

  • Jika Bitcoin terus naik atau bahkan koreksi, dominasi yang melemah akan membuka ruang bagi altcoin untuk tumbuh lebih agresif seperti dalam beberapa siklus sebelumnya.
  • Dominasi Bitcoin melemah → biasnya positif untuk altcoins; momentum besar saat masa konsolidasi Bitcoin.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin

Apa Sinyal Tambahan?

Menurut laporan dari AInvest:

  • 23% altcoin sudah mengungguli Bitcoin, menandakan pergeseran awal aliran dana ke altcoin (ainvest.com).
  • Ethereum juga menunjukkan pola cup-and-handle di chart ETH/BTC, sinyal kuat tengah menciptakan basis sebelum breakout lebih tinggi — juga membuka jalur lebih luas ke altcoin.
  • Total pendanaan Web3 mencapai $3,8 miliar hanya di Q1 2025, mayoritas mendukung proyek alt unggulan seperti AI, gaming, dan modular blockchain.
  1. Pantau dominasi altcoin: jika breakout di atas 25% (atau 18% tanpa ETH), ini sinyal kuat altcoin season.
  2. Perhatikan rotasi modal ke sektor spesifik seperti AI, gaming, modular chain—potensinya signifikan.
  3. Gunakan TA: garis support/resistance dominasi, pola teknikal ETH/BTC, serta volume dan RSI tiap altcoin.
  4. Diversifikasi portofolio: siapkan sebagian alokasi untuk altcoin kecil dan menengah yang memiliki potensial besar saat musim alt.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

  • False breakout: Dominasi bisa rebound kembali ke Bitcoin, memicu koreksi altcoin.
  • Volatilitas tinggi: Kondisi awal altcoin season biasanya ditandai dengan fluktuasi ekstrem.
  • Faktor eksternal: berita makro, regulasi, atau perubahan sentimen institusional bisa mengubah arah secara tiba‑tiba.

Baca Juga: Harga BNB Mendekati Rekor Tertinggi, Saat Altcoin Lain Masih Tertinggal

Musim altcoin bisa semakin dekat karena dua indikator dominasi altcoin saat ini sedang di area histori support penting (25% & 18%).

Lebih dari sepertiga altcoin sudah menunjukkan performa relatif baik dibanding Bitcoin, ditambah sinyal teknikal Ethereum dan meningkatnya pendanaan Web3 yang berfokus pada altcoins.

Semua ini menunjukkan bahwa pasar tengah memasuki fase persiapan rotasi modal besar.

Bagi investor dan trader, ini saatnya bersiap, baca chart dominasi, cermati tren pendanaan, dan jaga portofolio tetap variatif untuk memanfaatkan potensi keuntungan dari altseason yang mungkin segera datang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Menuju $175K atau Justru Jatuh ke $80K?

Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi pusat perhatian, melonjak ke kisaran $105.000 dan memicu perdebatan sengit di kalangan investor dan analis: Apakah ini awal dari reli menuju $175.000, atau hanya jeda sebelum jatuh ke bawah $80.000?

Optimisme Menuju $175K: Data Siklus dan Efek Pemulihan Perang

Dilaporkan Cryptopotato, para analis bullish melihat peluang besar. Salah satunya adalah Egrag Crypto, yang meramalkan bahwa BTC akan melonjak hingga 102% dalam beberapa bulan mendatang. “Rata-rata dari tiga kenaikan utama siklus ini menunjukkan target $175.000,” tulisnya di X (Twitter), sembari membandingkan pola saat ini dengan reli pasar sebelumnya.

Menurut Egrag, ketahanan Bitcoin terhadap gejolak geopolitik – seperti serangan Israel terhadap aset militer Iran baru-baru ini – menunjukkan bahwa pasar mulai kebal terhadap ketakutan makro. Meskipun harga sempat jatuh dari $108.500 ke $103.000, harga Bitcoin cepat pulih dan stabil di atas $105.000 hari ini.

Baca juga: Tren Bitcoin 16-20 Juni 2025: FOMO TIMEEEEEE by Hoteliercrypto

DeFiTracer, analis lainnya, menggarisbawahi bahwa kondisi perang di April dan Oktober 2024 juga sempat mengguncang pasar, namun diikuti oleh kenaikan tajam sebesar 48% dan 74%. “Penurunan 4% saat ini bukan sinyal bahaya, tapi justru bahan bakar untuk reli selanjutnya,” ujarnya.

Sisi Gelap: Aksi Jual Paus dan Risiko Koreksi

Namun, nada berbeda datang dari analis senior Ali Martinez. Ia mengingatkan bahwa BTC bisa jatuh hingga $78.500 jika support di sekitar $100.000 gagal dipertahankan. Dalam seminggu terakhir saja, para paus dilaporkan menjual hampir 30.000 BTC, mencerminkan potensi distribusi besar-besaran.

Sinyal kekhawatiran juga datang dari Michaël van de Poppe, yang melihat kegagalan BTC menembus $106.000 sebagai tanda kelemahan teknikal. Ia memperingatkan dua skenario utama: peluang beli di bawah $100.000 atau kelanjutan reli jika harga mampu bertahan di atas $102.500.

Axel Adler Jr., analis on-chain, menyatakan bahwa indikator On-Balance Volume (OBV) Bitcoin masih bertahan di zona negatif dekat $100.000. Ini menunjukkan bahwa meskipun harga naik, belum ada dukungan volume yang solid untuk reli besar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 15 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 15 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kesimpulan: Titik Kritis Menuju Bull atau Bear

Dengan tekanan dari sisi teknikal dan fundamental, Bitcoin kini berada di titik kritis. Optimisme tetap hidup dengan potensi menuju $175.000, namun aksi jual paus dan lemahnya dukungan volume dapat membuka jalan bagi koreksi tajam.

Bagi investor, ini saatnya untuk waspada dan rasional – entah melihat ini sebagai peluang beli di titik rendah, atau waktu untuk mengambil keuntungan sebelum badai berikutnya datang.

Baca juga: Harga Bitcoin Bakal Meroket Saat Rentang Bulanan Menyempit?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Bakal Meroket Saat Rentang Bulanan Menyempit?

Menurut analisis dari trader populer Daan Crypto Trades, Bitcoin kini berada di titik krusial setelah rentang trading bulanannya menyusut hanya sekitar 10,3 %.

Hal ini menandakan kondisi jenuh konsolidasi, sebuah sinyal klasik bahwa pergerakan besar kemungkinan akan segera terjadi.

Apa Artinya Rentang 10,3 %?

  • Rentang bulanan dihitung sebagai selisih antara harga tertinggi dan terendah sepanjang bulan. Rentang 10,3 % yang sempit menunjukkan bahwa volatilitas telah rendah dan harga stagnan.
  • Sepanjang empat tahun terakhir, Bitcoin hampir selalu menyelesaikan bulan dengan rentang lebih besar dari ini. Daan menyoroti bahwa pola ini biasanya diikuti oleh tren kuat, karena dipicu oleh breakout di salah satu sisi rentang.

Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke Level $104.000 Pasca Israel Serang Iran

Titik Kritis: High & Low Bulanan

  • Daan mengajak para trader untukmengawasi level high dan low bulan ini dengan cermat”.
  • Jika harga berhasil menembus ke atas high bulanan → kemungkinan volatilitas naik serta momentum bullish kuat.
  • Sebaliknya, tembus ke bawah low bulanan → berpotensi memicu penurunan tajam dan momentum bearish .

Pernyataan Daan tersebut menegaskan bahwa momen breakout ini sangat krusial, apabila level ini dilampaui, tren lanjutan bisa terbentuk dengan cepat.

Strategi Momentum untuk Trader

Daan menyarankan trader untuk mempertimbangkan strategi momentum setelah breakout terjadi. Meski begitu, ia menekankan perlunya konfirmasi breakout sebelum masuk posisi.

  • Entry Buy: jika harga breakout high bulanan dan terkonfirmasi (retest + candlestick breakdown/weekly close di atas).
  • Entry Sell: jika harga tembus ke bawah low bulan ini dan kembali di bawah setelah retest.

Dengan setup ini, trader bisa “naik kereta” momentum dari awal tren baru, memanfaatkan volatilitas yang kembali meningkat.

Kenapa Ini Penting untuk Investor dan Trader?

  1. Perubahan Volatilitas: Setelah periode “diam” panjang, pasar kemungkinan akan bergerak cepat dan ekstrem ke arah tertentu.
  2. Peluang Profit Besar: Momentum yang kuat setelah breakout bisa menghasilkan keuntungan signifikan – tapi juga membawa risiko jika salah arah.
  3. Tanda Pasar: Mulai dari tren datar ke tren tajam menandakan minat pasar yang baru — bisa karena faktor teknikal, sentimen, atau berita makro.

Apa Yang Perlu Dipersiapkan?

  • Pantau level kunci: high dan low bulan ini (dapat dilihat di chart trading harian/weekly).
  • Siapkan entry otomatis: menggunakan limit order / stop order di dekat dua level tersebut.
  • Terapkan manajemen risiko: gunakan size posisi yang sesuai, tambahkan stop loss di luar rentang breakout.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Riset Kripto 09-13 Juni 2025: Bitcoin Tertekan di Tengah Geopolitik

Bitcoin saat ini memasuki fase yang sangat penting: rentang trading menyempit berarti pasar “menahan napas” sebelum melakukan “peluncuran”. Jika harga breakout ke atas atau ke bawah rentang tersebut:

  • Breakout atas → momentum bullish sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat.
  • Breakout bawah → kemungkinan koreksi tajam dan tren bearish.

Trader dengan strategi momentum siap memanfaatkan momen ini dengan memasang entry setelah breakout dikonfirmasi, dan mengelola risiko secara disiplin.

Dengan kondisi pasar yang dinamis dan potensi pergerakan besar di depan mata, para pelaku pasar khususnya trader momentum patut mempersiapkan diri.

Tetap percaya pada analisis teknikal, perkuat pengelolaan risiko – dan penting: jangan biarkan emosi mengambil alih ketika pasar mulai bergerak.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 16-20 Juni 2025: FOMO TIMEEEEEE by Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Prediksi garis kita minggu ini cukup akurat, saya ingat sekali jaman dahulu tidak ada Crypto Twitter yang bahas economic macro disertai data serta penyederhanaan pengertiannya, sekarang banyak postingan timeline sudah banyak yang membahasnya, saya bangga menjadi bagian dari kemajuan pengertian pemahaman Kripto di Indonesia walaupun hanya sekian persen. 🤗🤗🤗🤗🤗

Secara data GDP Jepang yang membaik, akan mempengaruhi jumlah edar uang yang naik, tentu itu pasti berkaitan dengan stimulus pemerintah, Jika GDP Jepang naik maka DXY melemah, dilanjutkan dengan CPI dan PPI Tiongkok yang naik, memastikan bahwa Yuan dan Yen haruslah inflasi untuk menjaga pertumbuhan. Consumer Board Employment Index Amerika juga memberikan keraguan pada ekonomi AS karena angkanya turun.

Sedangkan Prediksi CPI turun tepat dalam artian Core CPI yang tetap pada 2.8% walau CPInya naik ke 2.4%. Jika CPI naik namun Corenya tidak naik bahkan turun maka artinya CPI turun karena core CPI adalah inflasi yang dikeluarkan komponen bensin dan makanan karena terlalu fluktuatif dan diluar kendali Fed. PPI juga sama, prediksi.

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin, 16 Juni 2025

10.00 WITA – House Price Tiongkok

Rumah adalah cerminan inflasi, jika harga rumah naik maka artinya inflasi naik. Jika harga rumah turun maka artinya deflasi terjadi. Rumah adalah Giffen Goods artinya semakin banyak dibangun, semakin banyak supplynya bukan menurunkan harganya tetapi malah menaikan harganya karena dari rumahlah pemerintah Tiongkok mencetak uang. Jika harga rumah naik maka inflasi Yuan akan naik dan Bitcoin naik. Prediksi saya karena ketegangan tariff sudah selesai maka House Price Tiongkok naik. 

10.00 WITA – Retail Sales Tiongkok

Didunia ini hanya ada dua negara soal urusan ekonomi, Jika AS maju maka Tiongkok tak bisa maju, jika Tiongkok maju maka AS mundur. Tidak bisa besar bersama karena pasarnya hanya satu. Penduduk dunia cuma itu-itu saja. Amatlah benar ketika Elon Musk menggagas eksplorasi luar angkasa karena itu adalah ekonomi baru.

Jika Retail sales AS naik maka Retail Sales Tiongkok turun. Jika Retail sales AS turun maka Retail Sales AS naik. Jika ada keadaan dimana keduanya naik maka salah satunya adalah dimanipulasi, cara membuktikannya adalah pada DXY. Aturan umumnya adalah jika Retail Sales AS naik maka DXY naik.

Jika Retail Sales AS naik namun DXY tidak naik maka angka Retail Sales AS pasti terdapat editan pada bulan-bulan sebelumnya. Prediksi saya Retail Sales Tiongkok naik dan DXY jatuh.

Kira-kira begini candle hari Senin:

Selasa. 17 Juni 2025

10.00 WITA – Penentuan Suku Bunga Bank Sentral Jepang

Jika BoJ menaikan suku bunga maka Yen akan menguat sedangkan level Carry Trade ada di 140 per dollar, kenaikan diatas 140 dapat menyebabkan keluarnya modal dalam negeri akibat margin carry trade. Carry trade adalah meminjam dana dari negara yang suku bunganya rendah ke negara yang suku bunganya tinggi.

Jepang bisa maju karena hutangnya terhadap GDP diperbolehkan hingga 263%. Sehingga mereka dapat memperbaiki ekonominya setelah perang dunia 2. Prediksi saya Bitcoin naik di Jam Asia dan Jam AS. Sedangkan kenaikan hari Senin hanya berupa wick karena Senin tak ada data AS.

20.30 WITA – RETAIL SALES AS

Jika Retail Sales Tiongkok naik maka Retail AS turun dan DXY drop lagi sehingga Bitcoin naik.

Retail sales adalah data belanja masyarakat, di AS retail sales dibagi dua, Tunai dan Kartu. Yang Tunai lupakan yang kartu di analisa bank. Dari data ini bank mengamati pergerakan ekonomi. Itu sebabnya jika retail sales naik mata uangnya menguat. Dan prediksi saya Retail Sales AS masih turun. 

22.00 WITA -NAHB Housing Index

National Association of Home Builders adalah persatuan kontraktor pembangunan rumah. Ini index perumahan paling awal, jika index ini naik maka artinya inflasi naik dan pemerintah mulai mencetak uang dari naiknya harga rumah. Angka 34 adalah sudah sangat rendah sekali jika ini tidak naik-naik menjadi pertanda bahwa AS masuk resesi dan mempertontonkan kemungkinan deflasi. Inflasi memang tidak bagus tetapi deflasi itu menghancurkan.

Jadi kira-kira Selasa Candle-nya begini:

Rabu, 18 Juni 2025

22.00 WITA – Housing Starts

Housing starts adalah jumlah rumah baru yang dibangun oleh kontraktor perumahan, jika Housing starts naik maka DXY naik karena artinya dollar punya hodler baru yaitu penunggu KPR. KPR adalah janji mati untuk setia memegang dollar dan menanggung inflasinya. Jadi setelah NAHB selanjutnya adalah Housing starts. Saya prediksi Housing starts naik dan DXY naik.

02.00 WITA – Penentuan suku bunga Fed (masuk tanggal 19 Juni 2025)

Penentuan suku bunga Fed memang penting tapi bukan itu yang utama untuk kali ini. Perhatikan postingan ini:

Jika Fed hold suku bunga, Bitcoin akan hanya koreksi sesaat dan membuat wick. Saya tidak memikirkannya. Jika Fed potong Bitcoin akan naik. Buat saya tidak ada pengaruh yang dalam antara hold dan potong walaupun saya mengharapkan pemotongan suku bunga di bulan Juni ini. Toh jumlah edar uang tetep naik. Saya prediksi FED akan potong karena kasnya Kemenkeu kering. 

Kira-kira begini candle hari Rabu:

Kamis, 18 Juni 2025

– PASAR AS LIBUR

Jika pasar libur altcoin naik. Kira-kira begini candle Bitcoin hari Kamis: 

Jumat, 19 Juni 2025

07.30 WITA – CPI Jepang

CPI Jepang naik, Bitcoin naik. Alasannya orang Jepang mengerti bahwa mereka adalah exit liquidity Yen. Sehingga banyak orang Jepang punya inflation hedge berbagai macam denominasi seperti Dollar Emas dan Bitcoin.

09.00 WITA – LOAN PRIME RATE TIONGKOK

Loan Prime Tiongkok diprediksi sama di 3% karena bulan lalu sudah diturunkan 0.1%. Dengan rate sama saja, Jumlah edar uangnya akan naik. 
Pada dasarnya ada lagi yang saya lebih tunggu yaitu Laporan M1 Tiongkok. 

Jika M1 Tiongkok naik maka Bitcoin naik. Tiongkok tuh tahu kita menunggu M1-nya. Seharusnya jadwalnya itu 10 Juni 2025. Sekarang tanggal berapa sudah, ga keluar-keluar. Kalau kita sedih dengan data AS karena dimanipulasi, kita akan jauh lebih sedih saat dunia dipegang Tiongkok. Sudah dimanipulasi datanya, PLUS ngaretnya satu minggu lebih. Pusing. 

20.30 WITA – Philly Fed Manufacturing Index

Philly Fed adalah ukuran untuk mengetahui tingkat kesibukan bisnis di Philadelpia. Ya itu kayak kalau dikita misalnya Surabaya sibuk maka bisnisnya bagus, sehingga secara keseluruhan ekonomi Indonesia baik. Karena industrinya banyak di Surabaya. Jika Philly Fed naik maka DXY naik dan Bitcoin turun.

Tapi lihat deh angkanya sudah minus. Kira-kira begini Candlenya: 

Terimakasih sudah membaca. Perang adalah urusan yang diatas, apalah saya hanya remahan rengginang. Selamanya saya tidak akan pernah berhasil menebak perang dan saya juga tak berusaha belajar itu. Ga penting. Itu adalah one time event. Tetaplah menganalisa walau salah, jika analisa saja salah apalagi ga analisa.

Jika pakai data saja salah apalagi ga pakai data. Jika analisanya salah kita tahu benarnya bagaimana namun jika analisanya benar kita belum tentu tahu salahnya dimana. Itu sebabnya jangan nebeng nasih, nanti kalau saya masuk sumur, 90ribu orang meningsoi. Namun berhenti posting bukanlah jawaban, jawaban yang terbaik adalah :

Yok belajar bersama dan saling menguatkan karena belajar sendiri nanti Gendeng.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Akses US Treasuries di XRP Ledger dengan RLUSD dan OUSG

Ondo Finance resmi meluncurkan produk tokenized US Treasury jangka pendek mereka, OUSG, di XRP Ledger (XRPL).

Integrasi ini memanfaatkan stablecoin RLUSD dari Ripple sebagai alat settlement, menyederhanakan akses institusional terhadap obligasi pemerintah AS—atau US Treasuries secara on‑chain.

Apa Itu OUSG dan RLUSD?

  • OUSG (Ondo Short‑Term US Government Treasuries) adalah produk tokenized yang memegang obligasi jangka pendek AS, dikelola oleh Ondo Finance, dengan TVL global mencapai $670–$690 juta.
  • RLUSD adalah stablecoin enterprise-grade milik Ripple, yang kini dapat digunakan untuk minting dan redeeming OUSG langsung di XRPL, hanya dalam satu kali transaksi, lengkap dengan finalitas tinggi—sekitar 3–5 detik.

Mekanisme Akses & Keunggulan XRPL

  1. Pemegang Qualified Purchasers (lembaga tertentu) bisa langsung mencetak (mint) atau menebus (redeem) OUSG menggunakan RLUSD tanpa batas waktu kerja.
  2. Sistem bersifat atomic settlement. Ini berarti, token OUSG otomatis dibakar atau dihasilkan bersamaan dengan transfer RLUSD, menghilangkan risiko settlement tertunda.
  3. XRPL sudah memiliki infrastruktur siap pakai: order book terdesentralisasi, biaya rendah, identitas terverifikasi (DID), dan dukungan untuk tokenisasi tanpa wrapper rumit.
Pergerakan harga Xrp (XRP/USDT) pada Kamis, 12 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Xrp (XRP/USDT) pada Kamis, 12 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Nyata: Likuiditas & Efisiensi Modal

  • Dengan integrasi ini, institusi kini dapat mengakses US Treasuries dan memutar modal kapan saja—tidak terikat batas jam bank tradisional—meningkatkan efisiensi modal intraday.
  • Ripple & Ondo sudah menyediakan likuiditas untuk pasangan RLUSD–OUSG dan RLUSD ke USD off-chain, menjamin spread rendah & stabilitas pasar saat peluncuran (ainvest.com).
  • Ini juga menjadi loncatan penting bagi XRP Ledger dalam menjembatani TradFi–DeFi, terutama produk fixed-income yang sangat dibutuhkan institusi.
  • Baca Juga: VivoPower Gelontorkan $121 Juta untuk XRP dalam Model Bitcoin

Pengembangan RWA dan Ekspansi Ekosistem XRPL

  • XRPL kini menjadi salah satu platform pilihan untuk tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). OUSG melengkapi peluncuran lain di ekosistem, seperti komersial paper oleh Guggenheim dan program fixed-income lainnya.
  • Ripple & Boston Consulting Group memproyeksikan bahwa pasar tokenisasi akan tumbuh hingga $19 triliun pada 2033, dengan US Treasuries sebagai entry point utama .

Risiko & Tantangan Ke Depan

  • Regulasi & KYC: Hanya Qualified Purchasers yang bisa akses, perlu sistem kepatuhan kuat seperti DID dan allow-list.
  • Volatilitas pasar treasury: Meskipun low-risk, obligasi jangka pendek tetap bisa mengalami fluktuasi suku bunga dan harga.
  • Kompetisi platform: Tokenisasi US Treasuries juga berjalan di Ethereum, Solana, dan lainnya—XRP Ledger perlu memenangkan adopsi lewat efisiensi biaya dan kinerja.

Baca Juga: XRP Berpeluang Melambung: Optimisme ETF Kripto Semakin Kuat

Secara keseluruhan, peluncuran OUSG di XRPL menggunakan RLUSD menandai terobosan penting dalam adopsi finansial institusional, menggabungkan obligasi US Treasuries dengan teknologi blockchain siap-pakai.

Ini memperlihatkan bahwa XRP Ledger bukan hanya alat pembayaran cepat, tetapi juga platform modern untuk manajemen aset institusional.

Dengan efisiensi settlement, likuiditas on-chain, dan dukungan dari lembaga besar, XRPL semakin matang sebagai jembatan antara TradFi dan DeFi.

Antisipasi selanjutnya: peluncuran pasar sekunder RLUSD–OUSG di DEX, integrasi sebagai jaminan dalam lending protocol XRPL, dan ekspansi tokenisasi aset lain seperti commercial paper dan surat daerah.

Transformasi tokenisasi ini menunjukkan potensi besar bagi investor besar, jika dijalankan dengan strategi compliance dan eksekusi teknis yang matang, XRPL bisa menjadi backbone pasar aset digital baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Alasan Mengapa Harga BTC, ETH, XRP, dan Altcoin Turun Hari Ini

Pasar kripto mengalami tekanan berat pada Jumat ini, dengan harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, dan berbagai altcoin lainnya anjlok tajam. Sejumlah faktor eksternal dan internal menjadi pemicu utama penurunan ini, mulai dari ketegangan geopolitik hingga aksi likuidasi besar-besaran di pasar derivatif.

Berikut lima alasan utama di balik kejatuhan pasar kripto hari ini:

1. Serangan Israel ke Iran Memicu Ketegangan Geopolitik

Dilaporkan Crypto Times, krisis geopolitik memanas setelah Israel melakukan serangan pendahuluan terhadap Iran, meningkatkan kekhawatiran global akan potensi konflik berskala besar di Timur Tengah. Gedung Putih memastikan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam keputusan tersebut.

Akibatnya, aset safe haven seperti minyak dan emas melonjak. JPMorgan bahkan memperkirakan bahwa jika konflik terus bereskalasi, harga minyak bisa menembus $120 per barel, mendorong inflasi AS kembali ke 5% dari sebelumnya 2,4%. Sentimen ini memicu aksi jual di pasar berisiko, termasuk kripto.

Baca juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin

2. Ancaman Tarif Baru dari Donald Trump

Rencana Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif sepihak terhadap mitra dagang juga meningkatkan ketidakpastian global. Meskipun Menteri Keuangan Scott Bessent menyebutkan bahwa tarif 90 hari saat ini mungkin akan diperpanjang, pelaku pasar tetap gelisah.

Ditambah lagi, Trump menyerukan penurunan suku bunga acuan The Fed hingga 100 basis poin. Spekulasi ini memengaruhi volatilitas di berbagai kelas aset, termasuk kripto.

3. Kedaluwarsa Opsi BTC dan ETH Senilai $3,7 Miliar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Hari ini, lebih dari $3,7 miliar dalam opsi Bitcoin dan Ethereum kedaluwarsa di bursa derivatif Deribit, mendorong volatilitas pasar ke level tinggi. Ini sering kali memicu pergerakan harga tajam karena para pedagang menyesuaikan posisi mereka.

  • Opsi Bitcoin: 28.000 kontrak BTC senilai lebih dari $3 miliar berakhir, dengan rasio put-call 0,95 yang mencerminkan sentimen bearish. Titik nyeri maksimum ada di $107.000.
  • Opsi Ethereum: 242.000 kontrak ETH senilai hampir $700 juta juga jatuh tempo, dengan rasio put-call 1,20. Titik tertinggi berada di level $2.700, menandakan potensi tekanan jual.

4. Likuidasi Massal Senilai $1,2 Miliar

Dalam 24 jam terakhir, pasar mencatat lebih dari $1,2 miliar likuidasi, termasuk $930 juta dalam posisi long yang terhapus hanya dalam 12 jam terakhir. Menurut data CoinGlass, lebih dari 247.000 trader mengalami likuidasi, termasuk satu order BTCUSDT senilai lebih dari $201 juta di Binance.

Bitcoin menyumbang hampir $445 juta dari total likuidasi, salah satu yang tertinggi yang pernah tercatat.

Baca juga: Harga BNB Mendekati Rekor Tertinggi, Saat Altcoin Lain Masih Tertinggal

5. Tekanan Tambahan dari Kehilangan Level Support Utama

Harga BTC sempat turun ke $102.822 sebelum sedikit pulih ke $104.358. Level support penting di $106K hilang, memicu aksi jual dari investor besar (paus) yang dilikuidasi secara on-chain.

Ethereum juga kehilangan support di $2.650 dan kini diperdagangkan di kisaran $2.443. XRP tak luput dari tekanan, turun ke $2,12 meskipun ada perkembangan positif terkait penyelesaian gugatan Ripple dengan SEC.

Kesimpulan

Pasar kripto tengah mengalami tekanan hebat akibat kombinasi faktor geopolitik, makroekonomi, dan teknikal. Investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan manajemen risiko yang baik, terutama di tengah volatilitas tinggi seperti saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pendukung Ethereum Yakin ETH Salah Harga

Sejumlah pendukung utama Ethereum meyakini bahwa harga ETH saat ini masih “sangat salah harga” (significantly mispriced).

Di kalangan komunitas pendukung Ethereum, hal ini dinilai mencerminkan belum sepenuhnya mencerminkan fundamental atau adopsi institusional yang telah berkembang signifikan.

Mengapa ETH Dinilai Salah Harga?

  • Kesalahpahaman institusional: Menurut laporan dari The Block, banyak investor institusional belum memahami secara penuh potensi ETH, baik sebagai aset digital, solusi infrastruktur blockchain, maupun sumber yield melalui staking dan DeFi.
  • Performa harga vs fundamental: Meskipun teknologi, ekosistem, dan dukungan Ethereum terus berkembang, harga ETH tidak meningkat seiring ekspektasi jangka panjang, yang mencerminkan gap antara pasar dan realitas proyek.

Baca Juga: Analis: Ethereum Hadapi Risiko Bearish Meski Reli 9%

Faktor Pendukung Fundamental ETH

  1. Ekosistem Layer‑2 yang berkembang
    Ethereum kini menjadi pusat bagi lebih dari 120 jaringan Layer‑2, seperti Optimism, Arbitrum, dan Base dari Coinbase.
  2. Jaringan ini telah meningkatkan throughput, menjaganya mencapai 300–450 juta transaksi per hari, dengan biaya transaksi di Layer‑2 yang rata‑rata di bawah satu sen per kali jalan.
  3. Tantangan skala teratasi
    Ciptaan awal Ethereum yang dikritik karena skalabilitas kini teratasi melalui strategi rollup-centric. Solusi ini diterima sebagai pendekatan modular yang memungkinkan peningkatan skala tanpa mengorbankan keamanan .
  4. Transisi ke PoS sukses
    Sejak The Merge (September 2022), Ethereum sukses menjadi blockchain Proof-of-Stake, mengurangi konsumsi energi hingga 99% dan meningkatkan beragam mekanisme insentif seperti staking dan yield on-chain.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pandangan Jangka Panjang: “Markets Will Catch Up”

Paul Brody (EY) dan Josh Stark (Ethereum Foundation) menyatakan optimisme bahwa pasar pada akhirnya akan mengenali nilai Ethereum.

Mereka menekankan bahwa Ethereum membutuhkan penyampaian narasi yang lebih jelas dan terkoordinasi agar fundamentalnya dapat dipahami benar oleh institusi dan publik.

Tantangan yang Perlu Diatasi

  • Masih ada persepsi kompleks
    Ethereum memang menawarkan utilitas yang luas—dari smart contract hingga DeFi—namun bagi investor institusi, narasi ini tampak rumit dibanding sekadar “digital gold”.
  • Fragmentasi ekosistem Layer‑2
    Kendati peluang, banyak Layer‑2 masih berada di tahap awal pengembangan. Arsitektur modular masih dihadapkan pada risiko keamanan dan fragmentasi yang harus terus dioptimasi.
  • Komunikasi dan kepemimpinan
    Para pendukung menilai bahwa Ethereum Foundation perlu memperkuat kepemimpinan roadmap dan menyampaikan keunggulan teknis secara lebih persuasif agar ekosistem tidak kalah dalam persaingan naratif.

Strategi & Outlook bagi Investor

Investor Strategi
Institusi Perlu mempelajari kreditasi teknis dan potensi hasil DeFi/staking; pertimbangkan alokasi ke ETH sebagai aset teknologi.
Trader jangka menengah Pantau adopsi Layer‑2 yang mendominasi volume; forecast breakout jika inflow ETF terus meningkat.
Investor ritel Gunakan penurunan sebagai peluang beli; fokus pada jangka panjang karena gas fee rendah dan yield on-chain.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 11 Juni 2025: Ethereum Tunjukkan Sinyal Bullish

Pandangan bahwa ETH saat ini sangat salah harga menegaskan bahwa pasar institusional belum sepenuhnya masuk, meski fundamental jaringan seperti Layer‑2, staking, dan pengesahan PoS sudah matang.

Tantangan berikutnya adalah menyelaraskan narasi teknis dengan pemahaman institusi dan investor arus utama.

Momentum adopsi on-chain yang didorong oleh penggunaan Layer‑2, ditambah inflow dari ETF, bisa menjadi katalis jangka menengah hingga panjang.

Pasar mungkin lambat merespons, namun jika fundamental terus diperkuat dan komunikasi dipoles, optimisme bahwa “markets will catch up” tampaknya bukan sekadar impian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Anjlok ke Level $104.000 Pasca Israel Serang Iran

Pasar mata uang kripto anjlok pada Kamis malam karena harga Bitcoin anjlok 4,5% dan Ethereum turun 10%.

Sentimen negatif ini muncul setelah Israel dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap Iran, yang mengintensifkan konflik regional dan memicu pelarian dari aset berisiko, seperti kripto.

Bitcoin turun 4,5% selama 24 jam terakhir, turun di bawah level $104.000 dan diperdagangkan pada $103.802. Sedangkan harga Ethereum turun 10% menjadi $2.497.

Baca Juga: Ethereum Ungguli Bitcoin dalam Kepercayaan Institusional

Pernyataan Israel

Penurunan pasar kripto terjadi setelah Israel melancarkan serangan udara di Iran dengan ledakan yang terdengar di Teheran, menurut laporan Associated Press.

Seorang pejabat militer Israel yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi kepada wartawan lokal bahwa serangan angkatan udara tersebut menargetkan infrastruktur nuklir dan militer Iran, kata laporan itu.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan keadaan darurat setelah “serangan pendahuluan” negara itu terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa “serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat,” demikian dilaporkan CNN.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Efek Domino

Tak hanya berpengaruh pada dunia kripto, konflik Israel – Iran ini juga berimbas pada harga minyak mentah yang meroket.

Berdasarkan catatan AS West Texas Intermediate, melonjak lebih dari 7% ke $72,98 per barel, sementara minyak mentah standar internasional Brent naik ke $74,23 per barel, atau naik 7%.

Baca Juga: Konflik AS-China Mereda, Mengapa Harga Bitcoin Melemah?

Analisis Pasar

Pasar mata uang kripto mengalami tekanan jual karena serangan Israel terhadap Iran mendorong investor menuju investasi yang lebih aman, kata Nick Ruck, direktur di LVRG Research.

“Meningkatnya risiko geopolitik telah mendorong peralihan ke aset yang lebih aman, dengan pelaku pasar mengantisipasi tekanan jangka pendek pada penilaian kripto,” kata Ruck sebagaimana dikutip dari The Block pada Jumat (13/6).

“Harga minyak telah melonjak melewati $70 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, dan pasar kripto mengalami aksi jual tajam,” tutup Min Jung, analis riset Presto Research, yang juga mengomentari dampak serangan udara Israel terhadap Iran.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com