Tag Archives: blockchain

Melihat Potensi dan Tantangan Besar Metaverse di Indonesia

Potensi perkembangan teknologi metaverse di Indonesia kembali menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Teknologi baru yang mulai populer sejak akhir tahun 2021 ini, mulai menarik perhatian semua pihak.

Dalam ajang Asia Tech Singapore (ATxSG) 2022 di Singapura, Selasa (31/5), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyebutkan potensi metaverse di Indonesia sangat besar. Menurut Sandiaga, metaverse harus dioptimalkan untuk kepentingan pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Metaverse bisa mendorong ekonomi digital di mana Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dengan 600.000 talenta digital per tahun. Dan ada potensi 30 juta UMKM serta kontribusi ekonomi yang diprediksi bisa mencapai 150 miliar dolar AS pada 2025.

“Indonesia memiliki potensi luar biasa dan ini jadi peluang usaha kita untuk bisa meningkatkan aktivitas pembiayaan dan usaha sehingga bisa membuka lapangan kerja baru dan salah satunya di space metaverse ini,” kata Sandiaga dikutip dari siaran pers Kemenparekraf.

Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
Ilustrasi dunia metaverse. Foto: Tokocrypto

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Kripto Mulai Stabil, Akankah Reli Kencang?

Senada dengan Sandiaga, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan metaverse adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya cepat atau lambat perkembangan metaverse akan begitu masif seiring dengan adopsi aset kripto dan blockchian yang bisa menjadi bagian dunia virtual yang dibangun nantinya.

“Adopsi kripto dan blockchain akan mempercepat pengembangan metaverse yang memiliki potensi besar di Indonesia. Bayangkan akan banyak inovasi yang muncul saat ini akan lari ke arah metaverse di masa depan. Apa yang kita rasakan di dunia nyata, semua akan bisa terjadi juga di metaverse,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Tantangan Metaverse di Indonesia

Lebih lanjut, Manda mengungkap metaverse bisa melahirkan inovasi yang membantu menciptakan pasar baru dari segala aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Indonesia bisa beradaptasi dan menggali potensi metaverse dengan baik, jika infrastrukturnya didukung sudah optimal dan literasi masyarakat soal metaverse sudah inklusif.

“Infrastruktur dan literasi masyarakat menjadi tantangan perkembangan metaverse ke depan. Metaverse akan optimal jika dapat dikombinasikan dengan adopsi kripto, blockchain, NFT hingga DeFi berjalan dengan baik. Misalnya, Web3 akan jadi bagian penting metaverse sebagai gambaran terbaru dari internet ciptakan ruang terdesentralisasi di mana pengguna memiliki lebih banyak otonomi, kontrol, dan peluang koneksi tanpa otoritas pusat,” jelasnya.

Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad, Platform IDO Pertama di Indonesia yang Baru Rilis

Sementara itu, pekerjaan rumah lainnya yang harus diselesaikan adalah pengembang dalam teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Riset PwC mengungkap teknologi VR dan AR untuk metaverse meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global US$ 1,4 triliun pada 2030. 

Selain kontribusi ke PDB global, perangkat VR dan AR, serta serta menggaet konten kreator untuk membuat program di metaverse bisa memberikan dampak ke pekerjaan baru di masa depan. Pengembangan teknologi ini dinilai mampu mendorong terciptanya 23,3 juta pekerjaan baru pada 2030.

Riset dari The Analysis Group, metaverse pada 2031 akan memiliki kontribusi terhadap perekonomian global mencapai US$ 3,01 triliun. Kajian yang bertajuk “The Potential Global Economic Impact of Metaverse” ini menyebut angka itu setara dengan 2,8 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia.

Menurut Manda, metaverse nantinya bukan hanya akan menjadi tren baru dalam dunia virtual untuk media sosial dan lainnya, tapi juga memunculkan solusi-solusi baru atas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.

Baca juga: Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain, Masih Menarik?



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

Bitcoin (BTC) yang harganya saat ini tengah berupaya pulih dari kisaran level psikologis $ 30.000 telah menjadi sorotan, baik para pengamat dan juga para analis teknikal.

Dalam pasar bearish yang mendalam ini, ada beberapa pihak yang kini telah melihat peluang dari aset crypto utama ini, untuk membeli di harga potensial, buy the dip, atau dalam diskon besar.

Rekt Capital ada di antara pihak yang melihat peluang tersebut, dengan menggunakan pendekatan analisis teknikal yang tampaknya patut dijadikan bahan pertimbangan dalam analisis jangka panjang.

Dalam buletin langganan Rekt Capital, pendekatan tersebut menggunakan indikator Moving Average 20 bulan, atau MA 20-bulan, untuk menemukan sudut pandang jangka panjang yang secara data, menarik untuk disimak.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fba66f85d-18da-4594-bf04-6760b63a5116_1800x1264.png

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Dengan melihat sejarah, penggunaan MA ini terlihat tepat untuk mengukur prospek tren pada Bitcoin, di mana ketika harga berada di bawahnya, ini berpeluang bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pemulihan.

Menariknya, MA ini ditembus dalam rentang 4 tahun sekali, dari 2014, 2018 dan 2020, dengan jarak penurunan yang kian mengecil dari masa ke masa, di 2014 (63%), 2018 (52%) dan 2020 (46%).

Dan saat ini, harga mengalami lebih cepat 2 tahun, di 2022, sehingga ini memiliki dua peluang, yaitu langsung membangun pemulihan, atau bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pijakan baru untuk reli.

Dalam strategi Rekt Capital, saat harga BTC semakin rendah dari MA 20-bulan, maka semakin besar pula peluang keuntungan yang akan didapat investor jangka panjang.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbf83baae-3e9a-44a7-8dee-370c5f173e8b_1862x1264.png

Baca juga: Aset Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022, Apa Dampaknya?

Dan pada gambar di atas, harga saat ini tampak telah mengikuti pergerakan pada 1 Mei 2020, yang keluar dari garis Channel. Ini bisa saja mengikuti pergerakan selanjutnya, yaitu membangun kenaikan dan bergerak lebih tinggi ke ATH yang baru. Tentu saja, ini berdasarkan sudut pandang teknikal, mengesampingkan sentimen fundamental yang ada.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fe02434e1-915a-464e-95b4-faca754ce016_1800x1264.png

Dan dari grafik Weekly di atas, harga tampak masih bertahan di wilayah Macro Range Low, yang bertindak sebagai Support Utama bagi BTC.

Peluang dari mampu tidaknya harga untuk pulih juga dapat diharapkan selama harga masih di dalam wilayah tersebut.

Kesimpulan

Selama Bitcoin di bawah 20 MA, ini adalah kesempatan untuk membeli. (beli sedikit demi sedikit)

Semakin dalam Bitcoin di bawah 20 MA, semakin bagus kesempatan untuk untung.

Ketika Bitcoin di atas 20 MA, HODL untuk beberapa Minggu atau bulan ke depan.

Namun, menurut Cryptoharian, harga yang paling bagus untuk membeli Bitcoin berada di sekitar $ 28.000-an Karena trader Cryptoharian prediksi Bottom Bitcoin berada di sekitar $ 22.000, terkecuali ada event black swan.

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Pulih ke $38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto

Di tengah kekhawatiran ekonomi yang menyusutkan selera risiko investor, CEO Celsius Network mengatakan bahwa pasar kripto dan Bitcoin akan bangkit, inflasi tidak akan menghentikannya.

Alex Mashinsky mengungkapkan pandangannya tersebut dalam sebuah wawancara bersama Kitco News, yang memperkirakan pasar kripto justru akan mulai pulih dari sini. Ia menambahkan:

“[Bahkan] JP Morgan… mengeluarkan laporan minggu ini yang mengatakan bahwa mungkin aksi jual crypto berlebihan, dan mereka melihat rebound ke level 38.000 [USD per Bitcoin] dari tempat kita hari ini… Jadi saya pikir kita akan melihat pembalikan atas akhir pekan dan minggu depan.”

Ia pun menilai bahwa, pasar Bearish saat ini memberi dampak baik untuk memisahkan para penipu dan spekulan dari industri kripto.

Menurutnya, pasar kripto memiliki dua jenis pelaku pasar, yakni HODLer seperti Michael Saylor, Komunitas Celsius dan lainnya, dan juga ada para investor yang bersifat spekulan.

Baca juga: Shiba Inu Dilepaskan Pendirinya!

Dengan kondisi bearish saat ini, para spekulan telah dihapuskan dari permainan, yang akan menghentikan aksi jual besar-besaran dan mulai beralih lagi ke kenaikan harga yang bagus. Ia mengatakan:

“Ingat, ketika Bitcoin pulih, awalnya pulih 5 hingga 8 kali dari tempatnya, atau bahkan lebih.”

Selain itu, Alex juga mengatakan bahwa ia masih percaya Bitcoin dapat menjadi aset pelindung nilai dari inflasi. Menurutnya, jika membandingkan periode satu dekade pada S&P versus inflasi versus Bitcoin, maka Bitcoin akan mengungguli keduanya.

Menanggapi potensi inflasi, Alex tidak melihat itu akan mereda, karena ia memperkirakan AS tengah menuju puncak dari inflasi dan akan butuh waktu lebih lama bagi ekonomi AS untuk pulih dan memperbaikinya.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Disisi lain, Alex juga mengatakan, inflasi harus dibawah 8% untuk Bitcoin rally dan jika inflasi masih diatas 8.3%, harga Bitcoin akan terus merosot.

Pada tanggal 14-15 Juni, The Fed akan melakukan meeting lagi. Semua trader masih menunggu tanggal tersebut.

Alex juga memberitahukan beberapa exchange yang dia ketahui sudah tidak melakukan likuidasi lagi dan banyak pengguna celsius menukarkan stablecoin mereka ke Bitcoin atau altcoin.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kazakhstan Kantongi US$ 1,5 Juta dari Sektor Tambang Kripto

Pemerintah Kazakhstan mengantongi US$ 1,5 juta, setara Rp 21,77 milyar, dari sektor tambang kripto pada kuartal pertama tahun 2022, berdasarkan laporan News Bitcoin. Dana tersebut berasal dari tagihan biaya listrik yang digunakan untuk menambang aset digital, pertama diterapkan pada Januari silam.

Kazakhstan mengumumkan telah menerima pemasukan besar tersebut dari sektor tambang kripto yang beroperasi secara legal di negara tersebut.

Kazakhstan Raup Pendapatan Besar dari Sektor Tambang Kripto 

Biaya listrik khusus kripto mulai diterapkan pada 1 Januari 2022 sebesar 1 tenge (mata uang Kazakhstan) per kWh listrik yang dipakai untuk penambangan aset kripto. Perusahaan yang menjalankan operasi penambangan wajib membayar tagihan listrik tersebut setiap tanggal 20 pada bulan pertama setelah kuartal berjalan.

Biaya itu belum termasuk aturan pajak resmi Kazakhstan. Pemerintah berencana menerapkan biaya bervariasi bergantung kepada harga listrik yang digunakan. Amandemen aturan tersebut belum lama ini telah mendapat persetujuan pada Dewan Perwakilan Rakyat Kazakhstan.

Langkah tersebut diperkirakan akan menambang pemasukan negara sekaligus membatasi konsumsi listrik oleh sektor produsen aset digital yang membutuhkan energi tinggi.

Kazakhstan menjadi pusat penambangan kripto menyusul pelarangan China terhadap sektor tersebut pada bulan Mei tahun 2021.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad, Platform IDO Pertama di Indonesia yang Baru Rilis

Maraknya penambangan kripto disebut sebagai penyebab defisit listrik di Kazakhstan. Akibatnya, lusinan fasilitas penambangan terpaksa menghentikan kegiatan, membongkar dan memindahkan peralatan dari lokasi. Sebagian perusahaan berpindah ke negara lain.

Sebagian perusahaan penambangan kripto yang menghentikan operasi terafiliasi dengan pengusaha asal Kazakhstan Alexander Klebanov dari wilayah Pavlodar, serta Bolat Nazarbayev, saudara dari mantan presiden Nursultan Nazarbayev.

Tokoh publik lain yang disebut terkait dengan investasi penambangan kripto mencakup mantan kepala perusahaan gas Kairat Sharipbaev dan Erlan Nigmatulin, pengusaha terkenal dari wilayah Karaganda.

Dalam rapat pemerintah pada bulan Februari lalu, Presiden Kassym-Jomart Tokayev menghimbau untuk melipatgandakan sanksi pajak terhadap penambangan kripto.

Ia juga memerintahkan pengawas kripto untuk mengidentifikasi semua fasilitas penambangan di negara itu dan memeriksa dokumen pajak serta bea cukai.

Baca juga: Binance Bentuk Tim Sidik Terkait Tudingan Terkait Terra LUNA

Pada awal bulan Mei, Kazakhstan memperluas aturan pendaftaran dan pelaporan bagi penambang. Usaha penambangan wajib menyerahkan serangkaian informasi, meliputi kebutuhan energi alat tambang, rencana investasi serta jumlah pegawai.

Sementara itu, auditor dari pemerintah berusaha menutup celah aturan pajak yang dimanfaatkan oleh sejumlah penambang. [ed]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad yang Baru Rilis

Akhirnya penantian panjang telah usai. Platform IDO (Initial DEX Offering), T-Launchpad akhir resmi meluncur pada Kamis (2/6). Untuk tahap pertama, T-Launchpad akan meluncurkan situs atau website resminya yang sudah bisa diakses di tlaunchpad.io.

Dikutip dari situs resminya, T-Launchpad menggambarkan sebagai platform IDO pertama di Indonesia. Mereka mengeklaim menjadi platform penggalangan dana desentralisasi dengan token lintas blockchain, seperti Binance Smart Chain, Solana dan Ethereum.

“T-Launchpad datang untuk membantu proyek crypto yang brilian untuk mendapatkan pengakuan dan kami meningkatkan kesadaran penggemar crypto dalam meningkatkan modal mereka. Juga setiap proyek mendapatkan eksposur untuk lebih dikenal dan T-Launchpad bertindak sebagai kapal untuk menjembatani sebagai proyek berkualitas tinggi oleh investor masa depan,” tulis pengembang T-Launchpad.

Tampilan website T-Launchpad.
Tampilan website T-Launchpad.

Lebih lanjut, T-Launchpad akan berperan sebagai wadah untuk menjembatani proyek-proyek yang berkualitas agar dapat lebih dikenal oleh investor. Pengembang juga akan berfokus pada proyek dengan sudut pandang Indonesia, baik dari pemilik proyek atau dari basis klien/investor target.

Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

Sempat Terlambat Dampak Market Crash

Peluncuran website T-Launchpad rupanya sempat terhambat akibat dampak market aset kripto yang mengalami crash. Namun, para pengembang terus fokus dalam menyempurnakan platform IDO ini.

“Akan tetapi, semangat dan antusias dari komunitas membuat kami terus berkomitmen untuk menyempurnakan platform ini. Kami sangat mengapresiasi bagi kalian yang turut berkontribusi pada survei kami sebelumnya. Hasil survei menunjukkan bahwa 68% suara memilih untuk ingin melanjutkan peluncuran T-Launchpad bersamaan dengan kami yang terus mencari proyek IDO baru hingga menunggu kondisi pasar semakin membaik,” tulis pengembang T-Launchpad.

Tampilan website T-Launchpad.
Tampilan website T-Launchpad.

Meski secara resmi website T-Launchpad telah diluncurkan. Para pengembang masih mencari proyek Web3 yang terbaik. Mereka mengajak para komunitas untuk mengirimkan informasi proyek yang punya potensi, agar dapat masuk ke dalam T-Launchpad. Semua syarat dan ketentuan serta langkah-langkah untuk mengirimkan proyek tersebut dapat dilihat melalui website resmi mereka.

Baca juga: Tokocrypto dan Nexticorn Gelar NXC Web3 Startup Competition 2022 Cari Project Lokal Terbaik

Tampilan Website T-Launchpad yang Futuristik

Kesan pertama ketika membuka website tlaunchpad.io adalah kentalnya nuansa futuristik. Halaman website didominasi oleh warna abu-abu, putih dan sedikit hijau. Untuk memudahkan pengguna dan investor, website mendukung dua bahasa, Inggris dan Indonesia.

Di halaman muka pengunjung website bisa melihat menu untuk mengetahui project IDO apa saja yang akan datang dan mendaftar project ke dalam platform. Kemudahan dan kenyamanan menjadi fokus utama pembuatan website T-Launchpad, hal tersebut juga tertuang dalam slogannya “Tempat yang aman bagi inovator, pengadopsi dan investor awal.”

Kemudian, hal pertama yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi disetiap IDO di T-Launchpad adalah menghubungkan digital wallet. Saat ini, T-Launchpad mendukung wallet dari Metamask, Trust Wallet, SafePal, dan lainnya secara bertahap ke depannya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto dan Nexticorn Gelar NXC Web3 Startup Competition 2022

Tokocrypto bersama dengan Nexticorn (Next Indonesian Unicorns) menggelar NXC Web3 Startup Competition sebagai bagian dari pra-event NXC Indonesia Summit 2022 yang digelar pada 31 Agustus-2 September 2022 di Bali. Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring 10 proyek Web3 lokal terbaik untuk nantinya diberi kesempatan tampil di ajang Summit nanti.

Perkembangan Web3 di Indonesia sendiri masih tahap early stage dan terus menunjukan pertumbuhan. Salah satu fokus dari acara NXC International Summit 2022 nanti adalah pembahasan dan pemahaman lebih mendalam tentang potensi teknologi Web3 dan turunannya.

Chief Summit Officer di NXC International Summit 2022, Edward Ismawan Chamdani, mengatakan di NXC International Summit 2022 akan ada area khusus yang disebut Experience Area, didedikasikan untuk para partisipan agar bisa merasakan pengalaman langsung dengan teknologi Web3. Selain itu, Nexticorn juga akan menghadirkan para penggiat Web3 ternama global termasuk para pemimpin pasar untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Melalui Nexticorn dan NXC International Summit 2022, kami percaya bahwa Web3 akan menjadi landasan atau launchpad bagi unicorn baru dari Indonesia. Dan ini selaras dengan misi kami untuk mendorong akselerasi industri teknologi Indonesia yang akan melahirkan unicorn-unicorn baru,” kata Edward dalam keterangan resminya.

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

Sementara itu, Tokocrypto sebagai salah satu pendukung acara NXC International Summit 2022 turut berpartisipasi dalam menggali para inovator Web3 di Indonesia untuk menunjukan project mereka ke panggung global melalui NXC Web3 Startup Competition.

“Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata ujar Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.

“Kerja sama strategis ini, sejalan dengan visi Tokocrypto untuk terus menjadi builder sekaligus leader di ekosistem kripto, blockchain, dan Web3 di Tanah Air, sekaligus membawa Indonesia menjadi barometer di kancah global.”

Kriteria dan kategori NXC Web3 Startup Competition

Gelaran NXC Web3 Startup Competition tidak hanya ditujukan untuk startup atau perusahaan, tetapi juga untuk tim pengembang atau siapa pun yang bekerja pada produk atau layanan bisnis komersial yang menggunakan konsep desentralisasi atau berteknologi blockchain.

Beberapa kriteria yang harus diperhatikan adalah:

  • Tim inti harus didominasi oleh warga negara Indonesia;
  • Proyek sudah berjalan minimal 3 bulan;
  • Memiliki dan dapat menunjukkan data traksi/penggunaan.
NXC Web3 Startup Competition
NXC Web3 Startup Competition. Foto: Nexticorn.

Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

Kompetisi Web3 ini dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:

  • DAO – Distributed Autonomous Organizations;
  • NFT – Non-fungible Tokens (with utilities or smart contracts);
  • dApps – Decentralized Applications;
  • Blockchain – Open Ledger dengan Blockchain.

Registrasi berlangsung dari tanggal 24 Mei-12 Juni 2022. Dilanjutkan dengan sesi penjurian oleh Edward Ismawan Chamdani selaku Chief Summit Officer NXC International Summit 2022 dan Tigran Adiwirya selaku VP of TokoLabs Tokocrypto, yang berlangsung selama 3 hari hingga 15 Juni 2022. Kesepuluh pemenang akan diumumkan pada tanggal 18 Juni 2022.

Untuk para penggiat teknologi yang sudah mulai meniti proyek Web3 dan ingin semakin mengembangkan inovasi teranyar ini, segera daftarkan diri. Pendaftaran akan segera ditutup tanggal 12 Juni 2022.

Informasi lebih lanjut terkait kompetisi dan pendaftaran tersedia di website Nexticorn dan NXC Web3 Startup Competition.

Baca juga: Tokocrypto Kenalkan Ekosistem Blockchain, TokoVerse Terdepan di Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Pemerintah Korea Selatan Gelontorkan Rp 1,6 Triliun Bangun Metaverse

Pemerintah Korea Selatan tampaknya serius untuk memasuki dunia virtual atau metaverse. Kabar terbaru, mereka mengalokasikan dana sebesar 223,7 miliar won (Rp 1,6 triliun) untuk mewujudkan metaverse sebagai benua digital yang belum dipetakan dengan potensi tidak terbatas.

Dilaporkan oleh CNBC, Menteri Sains dan ICT Korea Selatan, Lim Hyesook, mengatakan negaranya berencana untuk memulai industri metaverse dengan mendukung perusahaan teknologi yang ingin berpartisipasi mengembangkannya dan menciptakan lapangan kerja.

Investasi Korea Selatan sekitar Rp 1,6 triliun adalah salah satu investasi pertama dalam industri metaverse yang dibuat oleh pemerintah nasional dan merupakan langkah pertama dibanding negara lainnya.

Sampai saat ini, belum ada pemerintahan manapun yang secara resmi mengalokasikan dana untuk membangun dunia metaverse. Seiring berjalannya waktu, pmerintah Korea Selatan yakin metaverse dapat mendukung sektor usaha yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Di tingkat kota, pemerintah kota Seoul sedang membangun platform metaverse senilai 3,9 miliar won untuk memungkinkan warga mengakses layanan publik secara virtual. Itu semua cocok dengan konsep Web3, virtual reality (VR), augmented reality (AR) dan teknologi blockchain, serta aset digital seperti aset kripto dan non-fungible token (NFT).

ilustrasi metaverse
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Ketika NFT Masuk ke Ranah Politik di Korea Selatan

Masa Depan Metaverse di Asia

Langkah pemerintah Korea Selatan menandakan minat pada teknologi metaverse yang dapat menjadi pusat perhatian di tahun-tahun mendatang. Dan itu dapat memberikan cetak biru untuk diikuti oleh negara lain.

“Ini menarik, ini didominasi oleh sektor swasta dan inisiatif serta tren yang didorong oleh Big Tech. Pemerintah di luar Korea Selatan belum melakukan banyak hal,” Yugal Joshi, salah seorang mitra di firma riset Everest Group, mengatakan kepada CNBC.

Joshi yakin langkah pemerintah Korea Selatan akan membuat negara lain mulai menganggap ini lebih serius karena metaverse bisa menjadi platform tempat orang berkumpul. “Apa pun yang membuat orang berkumpul, itu membuat pemerintah tertarik.”

Joshi mengatakan bahwa di China, raksasa teknologi seperti Tencent dan Alibaba telah menunjukkan minat yang besar untuk mengembangkan produk metaverse, dengan yang terakhir baru-baru ini berinvestasi dalam startup pengembang kacamata AR.

gambaran bermain di metaverse
Ilustrasi Metaverse.

Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

Dia menambahkan bahwa aktivitas metaverse di Asia, sama seperti bagian dunia lainnya, masih dalam tahap awal, karena perusahaan menginvestasikan waktu dan uang untuk menemukan aplikasi yang bisa berjalan dengan baik dan menguntungkan.

Di samping itu soal regulasi juga menjadi penting, bagaimana teknologi metaverse akan menyatu dengan peraturan yang ada. Itu adalah di antara banyak pertanyaan yang harus dihadapi oleh pemerintah dan pembuat kebijakan di tahun-tahun mendatang.

Misalnya, NFT, komponen penting dari banyak perkembangan metaverse, tetap berada di wilayah abu-abu hukum di Korea Selatan dan tidak tunduk pada aturan yang sama dengan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Singapura Luncurkan Inisiatif Aset Digital

Singapura meluncurkan inisiatif aset digital demi menyelidiki potensi kegunaan tokenisasi aset dalam rangka menjadi pusat bagi keuangan desentralistik (DeFi) menyusul minggatnya sejumlah pelaku pasar industri kripto.

Singapura dan Inisiatif Aset Digital 

Inisiatif aset digital tersebut bernama Project Guardian, yang merupakan kerjasama antara Otoritas Keuangan Singapura (MAS) dan perusahaan keuangan besar. Proyek ini diharapkan menguji kelayakan aplikasi di bidang tokenisasi aset dan DeFi.

Tokenisasi adalah proses membuat wakil aset bernilai secara digital melalui smart contract pada blockchain. Melalui tokenisasi, aset bernilai ekonomis tinggi dapat dipecahkan dan dipertukarkan menggunakan internet dengan basis peer-to-peer.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Bloomberg melaporkan, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinasi Kebijakan Ekonomi Heng Swee Keat meluncurkan proyek tersebut pada acara Asia Tech x Singapore Summit pada Senin (31/05/2022) kemarin. Ia berkata Project Guardian akan mengelola resiko kripto terhadap integritas dan stabilitas keuangan.

Proyek itu bertujuan mengembangkan proyek rintisan di beragam bidang, termasuk jaringan terbuka yang interoperabel, trust anchor dan protokol DeFi bagi tingkat institusi.

Proyek rintisan pertama akan menjajaki potensi aplikasi DeFi bagi wholesale funding market.

Proyek ini dipimpin oleh Bank DBS, JPMorgan Chase & Co serta Marketnode Pte dan melibatkan pembuatan permissioned liquidity pool yang terdiri dari token obligasi serta deposit.

MAS termasuk regulator yang tanggap melihat teknologi blockchain. Singapura telah mendirikan kerangka lisensi kripto beberapa tahun lalu.

Kendati demikian, para pemohon lisensi kesulitan mendapatkan persetujuan dikarenakan proses yang lambat. Selain itu, pelarangan iklan kripto menjadi hambatan lain bagi kelancaran industri.

Baca juga: Tiongkok Awasi Stablecoin Pasca Keruntuhan Terra LUNA?

Beragam pelaku pasar kripto telah pindah domisili ke Dubai. Pemerintah Dubai secara aktif merayu perusahaan-perusahaan kripto untuk mendirikan markas di kota tersebut.

Salah satunya adalah bursa Bybit Fintech Ltd yang memindahkan markas dari Singapura ke Dubai. Perusahaan ventura Three Arrows turut pindah ke kota tersebut. Bursa terbesar Binance Holdings Ltd memindahkan operasional dari Singapura ke Dubai.

Sopnendu Mohanty, Kepala Fintech MAS, berkata, “Melalui eksperimen praktis dengan industri keuangan dan ekosistem secara meluas, kami berusaha mempertajam pemahaman kami soal ekosistem aset digital yang berkembang pesat.”

Ia menambahkan, hasil kajian Project Guardian akan memberi informasi bagi pembuat kebijakan soal kerangka regulasi yang dibutuhkan untuk menuai manfaat dari DeFi sekaligus memperkecil resikonya.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Kumpulkan Dana $ 500 juta untuk Investasi di Web3 dan Blockchain

Binance, platfrom exchange kripto terbesar di dunia, akhirnya berhasil mengumpulkan dana sebesar $ 500 juta atau setara Rp7,2 triliun untuk diinvestasikan ke sejumlah proyek dan startup yang dapat memperluas penggunaan aset kripto, mendorong adopsi teknologi web3 dan blockchain.

Dana tersebut dikumpulkan dan akan disalurkan melalui Binance Labs, modal ventura yang didirikan oleh Binance. Investor institusi global terkemuka seperti DST Global Partners, Breyer Capital dan beserta perusahaan lainnya turut terlibat dalam pengumpulan dana ini.

Dilansir Be[in]crypto, Founder dan CEO Binance, Changpeng ‘CZ’ Zhao, mengatakan dalam lingkungan web3, hubungan antara nilai, orang, dan ekonomi, sangat penting. Jika, ketiga elemen ini bersatu untuk membangun ekosistem, itu akan mempercepat adopsi massal dari teknologi blockchain dan kripto.

“Tujuan dari dana investasi yang baru ditutup (oleh Binance Labs ini) adalah untuk menemukan dan mendukung sejumlah proyek dan para pendiri dengan potensi untuk membangun dan memimpin Web3 di seluruh sektor DeFi, NFT, game, metaverse, sosial, dan banyak lagi,” kata CZ.

Changpeng Zhao, CEO Binance
Changpeng Zhao, CEO Binance. Foto: Getty Images.

Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

Investasi di Startup Web3 dan Blockchain

Binance Labs berencana menggunakan modal untuk berinvestasi di startup yang membangun Web3. Konsep Web3 sendiri mengacu pada masa depan dari internet yang lebih terdesentralisasi daripada platform online saat ini, dan menggabungkan blockchain.

Binance Labs berharap bisa memanfaatkan situasi market kripto yang sedang tumbuh ini untuk menemukan startup yang bisa mengembangkan penggunaan kripto dan adopsinya yang lebih luas. Investasi akan dibagi menjadi pre-seed, early-stage dan growth equity. Dana tersebut akan diinvestasikan dalam token serta saham.

“Kami mencari proyek dengan potensi untuk mendorong pertumbuhan ekosistem Web3,” kata Direktur eksekutif investasi dan M&A di Binance Labs, Ken Li dikutip CNBC.

Proyek tersebut dapat mencakup infrastruktur, NFT dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Binance memperkirakan saat ini ada sekitar 300.000 hingga 500.000 pengembang Web3 aktif, jumlah yang diharapkan akan tumbuh secara substansial.

apa itu web3
Ilustrasi Web3.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Teknologi Web 3.0 dan Penerapannya pada Crypto

Portofolio investasi Binance Labs termasuk majalah berita bisnis, Forbes dan Sky Mavis, perusahaan di balik permainan NFT populer, Axie Infinity. Binance juga merupakan investor di Terraform Labs, startup yang berbasis di Singapura di balik proyek stablecoin, Terra yang gagal.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC awal tahun ini, Zhao mengatakan Binance memiliki “miliaran miliaran dolar yang siap untuk diinvestasikan” di Web3. Tren ini telah disambut dengan skeptisisme dari beberapa tokoh terkemuka di bidang teknologi, termasuk Elon Musk dan salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey. Zhao mengatakan dia percaya pada konsep tersebut, tetapi akan membutuhkan waktu untuk mewujudkannya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank of America Tak Ingin Terburu-buru Masuk Kripto

Dalam acara Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss, CEO Bank of America (BoA) Brian Moynihan berkata bahwa bank tersebut tidak terburu-buru untuk memasuki sektor aset kripto.

Bank of America dan Keinginan ke Aset Kripto 

Kanal berita Yahoo Finance bertanya ke Moynihan apakah Bank of America merasa tertinggal sebab tidak berinvestasi di sektor kripto secara agresif.

Menanggapi pertanyaan itu, Moynihan menjelaskan BoA adalah bank yang diregulasi sehingga tidak diperbolehkan terjun secara mendalam ke aset kripto.

Ia berkata Bank of America sebaiknya terus memusatkan perhatian kepada misi utamanya, yakni menjadi bank yang mengusung kebebasan finansial.

“Misi kami adalah membantu konsumen Amerika membangun keuangan yang sukses,” jelas CEO Bank of America tersebut. Moynihan telah bertugas sebagai CEO selama 12 tahun dan menopang transformasi perbankan di AS.

Baca juga: PFP adalah Profile Picture: Bagaimana Tren Penggunaan PFP NFT Sebagai Avatar?

Produk perencanaan keuangan BoA yang memiliki empat hingga lima juta pengguna diluncurkan tiga tahun lalu. Moynihan menambahkan, tugas bank tersebut adalah membantu nasabah mempelajari cara berinvestasi demi meningkatkan mutu kehidupan.

Kendati kegunaan aset kripto adalah pembayaran antar negara, Moynihan berpendapat regulasi yang ketat bagi kripto dan ketidakjelasan panduan menyebabkan kelas aset tersebut tidak dapat berinteraksi dengan kelas aset lain.

Bank of America menyatakan pihaknya hanya diperbolehkan meriset tentang kripto. Bank tersebut mendirikan tim khusus kripto pada bulan Juli lalu.

Watcher melaporkan, laporan keuangan terbaru BoA mengungkap 53 persen transaksi nasabah berasal dari kanal digital. Moynihan menambahkan, bank tersebut memiliki 54 juta nasabah digital.

Baca juga: Terra 2.0 Meluncur, Peretas Ini Curi Kripto Setara Rp11,6 Milyar dari Anchor Protocol

Bank of America memiliki ratusan paten terkait blockchain menurut Moynihan. Paten terkait blockchain meningkat 86 persen pada tahun 2021. Kendati memegang paten banyak, BoA tidak berniat berinvestasi ke aset kripto secara besar-besaran.

Forum Ekonomi Dunia dihadiri oleh beragam perwakilan industri kripto, termasuk CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan Presiden bursa kripto FTX, Brett Harrison. Tetapi, Yahoo Finance melaporkan sebagian besar peserta forum tersebut masih bersikap skeptis terhadap aset digital.

Sikap skeptis tersebut disebabkan pasar aset kripto yang melesu. Saham perusahaan kripto seperti bursa Coinbase dan platform Robinhood mengalami penurunan besar. Kegagalan stablecoin Terra USD (UST) turut menjadi sorotan bagi para kritikus kripto, termasuk dari IMF. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com