Tag Archives: blockchain

Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin, Siapa Dalangnya?

Tragedi runtuhnya harga Terra (LUNA) dan TerraUSD (UST) membetot publik dunia, raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan Gemini malah dituding jadi dalangnya. Begitu naifkah Do Kwon, jikalau rumor ini terbukti benar?

Harga Terra (LUNA) jatuh sejadi-jadi sebesar 99,66 persen dalam 24 jam terakhir, kini sekitar US$0,01487, berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (13/5/2022) dini hari. Sedangkan stablecoin UST justru “labil”, turun lebih dari 42 persen di waktu yang sama, sekitar $ 0,3 saja. Ini situasi pelik nan rumit yang dimulai sejak 8 Mei 2022 lalu, bahkan blockchain Terra dipadamkan untuk sementara mulai kemarin. Sebelumnya, bursa kripto Binance dan Crypto.com sudah menangguhkan perdagangan aset yang terkait kedua kripto itu.

Sementara Do Kwon si Pendiri Terra jadi bulan-bulanan warganet pecinta kripto, karena dianggap gagal mengendalikan situasi, beredarlah kabar yang tak kalah derasnya, bahwa raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan bursa kripto Gemini adalah dalang dan otak di balik kekacauan ini.

Pun lagi, terkuak pula masa lalu Do Kwon yang disebut oleh mantan karyawan Terraform Labs sebagai otak di balik proyek stablecoin yang gagal, yakni Basis Coin.

Lantas, mengapa rumor BlackRock, Citadel dan Gemini dituding sebagai penyebab utama dan bukan pihak Terralabs? Ini fakta-faktanya.

Baca Juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Tragedi Terra (LUNA) Diduga Akibat Manipulasi Pasar Sistematis 3 Perusahaan Ini

Setidaknya ini semua berpangkal dari cuitan (lalu dihapus) Pendiri Cardano Charles Hoskinskon pada Rabu (11/5/2022) lalu. Ia mengunggah gambar berisikan teks tentang bagaimana cara ketiga perusahaan itu merusak harga Terra (LUNA) dan UST, termasuk Bitcoin secara sistematis. Gambar itu ia terlihat hasil screenshot dari aplikasi Telegram atas nama “Anna”.

Berikut ringkasan isinya: BlackRock dan Citadel meminjam 100 ribu BTC dari Gemini. Kedua perusahaan menukar (swap) 25 ribu BTC itu menjadi UST. Lalu menghubungi Do Kwon dan mengatakan ingin menjual banyak Bitcoin (BTC) menjadi UST.

Dengan alasan tak ingin mengguncang pasar Bitcoin dengan akan adanya transaksi jumbo itu, BlackRock dan Citadel meminta agar Do Kwon meminta potongan harga untuk UST itu. Kwon pun setuju dengan umpan itu dan mentransfer UST yang diminta, sehingga menekan tingkat likuiditas stablecoin itu.

Di titik itulah BlackRock dan Citadel menjual semua Bitcoin mereka, termasuk UST. Itulah yang menyebabkan slippage yang besar dan memicu efek domino yang memaksa tekanan jual kuat untuk kedua aset itu.

Pun lagi, baik BlackRock dan Citadel bahwa di aplikasi DeFi Anchor tersimpan banyak kripto Terra (LUNA) yang pada akhirnya mendorong pengguna menarik kripto mereka yang jumlahnya lebih besar daripada yang bisa diberikan oleh Anchor dalam imbalan.

Karena aksi jual kripto LUNA semakin deras, tidaklah heran UST kehilangan pasak utamanya dan menjadikan nilainya tak lagi 1 banding 1 lagi terhadap dolar AS.

BlackRock dan Citadel pun bisa membeli Bitcoin dengan harga diskon untuk membayar kembali pinjamannya kepada Gemini dan mengantongi selisihnya sebagai keuntungan. Ini jelas manipulasi pasar.

Baca juga: Portofolio Perusahaan Warren Buffett Ini Justru Berinvestasi di Perusahaan Kripto

Gemini dan BlackRock dan Sangkal Tuduhan Itu

Gemini yang didirikan oleh Winklevoss bersaudara itu pun langsung angkat bicara di Twitter dan menyangkal keras tuduhan itu.

Gemini menyangkal melakukan kesalahan dan secara tegas menyatakan, bahwa mereka tidak pernah memberikan pinjaman semacam itu kepada pihak mana pun yang disebutkan dalam screenshot yang beredar. 

“Kami membaca rumor yang merebak baru-baru ini, yang menggambarkan Gemini membuat pinjaman 100 ribu BTC ke perusahaan besar, membuat penjualan masif terhadap kripto LUNA. Gemini tidak pernah memberikan pinjaman seperti itu,” sebutnya.

BlackRock menyangkal lebih keras lagi. “Rumor bahwa BlackRock memiliki peran dalam runtuhnya UST adalah keliru. Kami tidak pernah menjual dan membeli UST,” kata Logan Koffler, juru bicara BlackRock kepada Forbes.

Kedua Perusahaan Semakin dalam di Bisnis Kripto

Baik BlackRock dan Citadel tak asing di bisnis kripto ini. BlackRock  misalnya memainakn sentimen pasar sejak tahun 2020 dengan memuji-muji keunggulan Bitcoin sebagai aset masa depan. Langkah terbaru BlackRock adalah berinvestasi di Circle sebesar $ 400 juta. Perusahaan penerbit stablecoin USDC ini dikelola oleh bersama dengan bursa kripto ternama asal AS, yakni Coinbase.

Sedangkan Citadel, pada Januari 2022, menerima investasi $ 1,15 miliar dari perusahaan ventura besar, yakni Sequoia Capital dan Paradigm, yang ingin menggunakan teknologi perusahaan untuk membawa kredibilitas ke pasar kripto.

Di atas itu semua, pertanyaan besarnya adalah, jika itu benar terjadi, apakah begitu naifnya seorang Do Kwon memakan umpan perusahaan yang sebagian rekam jejaknya juga hitam, seperti yang dipaparkan di sini?

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Blockchain Terra Kembali Produksi, Meski Harga LUNA Hancur

Validator blockchain Terra telah menghentikan sementara aktivitas jaringan pada hari Kamis malam, 12 Mei 2022 (sekitar pukul 23.20 WIB). Langkah ini diambil untuk mencegah serangan tata kelola setelah devaluasi parah token LUNA. 

Hal tersebut diumumkan melalui akun Twitter resmi jaringan Terra @terra_money. Akun tersebut membuat cuitan yang menyatakan bahwa jaringan blockchain dihentikan pada ketinggian blok 7.603.700.

Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

Langkah ini mengikuti serangkaian peristiwa yang memicu penurunan harga LUNA  dan stabelcoin UST yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Harga LUNA terpelanting sangat jauh dari harga tertingginya di bulan lalu. Pada saat laporan ini ditulis harga LUNA diperdagangkan di level $ 0,013 atau setara dengan Rp 190. Bahkan, di hari yang sama LUNA menginjak harga terendahnya di harga $ 0,01 (Rp 146).

Dalam kurun waktu sekitar satu bulan LUNA ambruk sekitar 98% dari harga tertingginya di level $ 119.

Berdasarkan data CoinGecko, harga UST saat penulisan berada di level $ 0,33, turun 49% selama 24 jam terakhir.

Baca juga: Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Update: Blockchain Terra telah melanjutkan produksi blok dengan penggabungan kode baru. Meski begitu harga LUNA tetap tertekan. Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 08.45 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,004592 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%.

Terlepas dari adanya berbagai upaya dari pihak Terra untuk mengendalikan masalah yang tengah mereka alami, nampaknya upaya tersebut masih belum membuahkan hasil juga.

Sementara itu, pertukaran crypto terbesar Binance mengumumkan akan menghapus kontrak berjangka Terra (LUNA) dengan margin Tether (USDT) menyusul penurunan harga lebih dari 99%.

Dalam posting blog hari Kamis, Binance mengatakan akan mengambil “tindakan pencegahan” di sekitar kontrak abadi LUNA/USDT, berniat untuk menghapus pasangan jika harga berada di bawah 0,005 USDT.

Artikel telah diperbarui dengan informasi tentang pembaruan blockchain Terra, yang memungkinkan produksi blok dilanjutkan. 

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Token STEPN (GMT) yang Telah Melonjak 30.000 Persen

Belum lama memasuki bulan April, kita telah dikejutkan oleh pertumbuhan hebat dari token STEPN (GMT), yang harganya telah bertumbuh hingga 30.000 persen hanya dalam 30 hari, sejak perilisannya di Binance Launchpad pada 2 Maret. Lalu, token apa STEPN (GMT) ini sebenarnya?

Apa Itu STEPN (GMT)?

STEPN adalah aplikasi Social-fi berteknologi crypto yang mengusung konsep Move-to-Earn ,yang dibangun di jaringan Solana.

Platform ini dipandang sebagai “aplikasi gaya hidup web3” yang memberikan hadiah kepada pengguna untuk mempertahankan gaya hidup sehat melalui jalan kaki, jogging, atau berlari.

Sama halnya seperti konsep Play-to-Earn, konsep yang bisa dibilang baru ini akan memberikan penghargaan kepada pengguna yang menjalani pola hidup sehat dengan bergerak. Ini juga mengadopsi Social-fi dan NFT.

Sejak peluncuran publik dari versi Beta-nya di bulan Desember 2021, STEPN telah meningkat dengan cepat, contohnya adalah jumlah pengguna aktif harian di platform, dari hanya 1.500 pengguna di bulan Januari, menjadi lebih dari 100.000 di bulan Maret.

Banyak pengguna bergabung dengan aplikasi STEPN karena mereka berharap itu akan menjadi “pencetus” ledakan di konsep Move-to-Earn, seperti halnya Axie Infinity di Play-to-Earn.

Baca juga: Goldman Sachs akan Menawarkan Layanan Investasi Crypto Tahun Ini

Mengapa Harganya Melonjak?

Sejak peluncuran token di Binance Launchpad, harga sudah naik sekitar 30.000 persen, memberikan keuntungan luar biasa bagi para investor awal yang mengikuti pembeliannya yang terbilang murah, meski melalui skema penjatahan (bukan beli langsung seperti ICO).

Apa yang menjadi alasan di balik kenaikan fantastis tersebut adalah karena adanya hype yang berharap, konsep Move-to-Earn akan menjadi besar dan banyak yang mengikuti seperti halnya kosnep Play-to-Earn yang membuat Axie Infinity menjadi sangat terkenal.

Hal ini membuat melonjak pengguna aplikasi STEPN dan meningkatkan peminat pada token GMT, sehingga harga terangkat dengan sangat luar biasa, meroket hingga puluhan ribu persen di kala pasar crypto yang tengah mencoba pulih juga.

Baca juga: Asosiasi ICCA dan PKHAKI Hadir Dukung Perkembangan Aset Kripto di Indonesia

Selain itu, STEPN juga telah memberi sinyal akan bekerjasama dengan merek olahraga terkenal, yang juga dengan membagikan karya seni digital yang berisi logo tersembunyi dari merek popular seperti Adidas, Nike, Asics, Head dan Binance.

Ini semakin membuat pasar panas dan akhirnya, meningkatkan minat yang lebih tinggi lagi pada token GMT.

Sumber

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Bisa Digunakan Sebagai Alat Pembayaran di Bioskop Ini

Adopsi kripto sebagai alat pembayaran tampaknya berjalan dengan baik di jaringan bioskop ternama asal AS, AMC Theatres.

Sang CEO, Adam Aaron, telah mengungkapkan total pembayaran kripto perusahaan di kuartal pertama, yang menyumbang lebih dari sepertiga pembayaran online mereka.

Saat ini, AMC telah menerima beberapa kripto untuk metode pembayaran online mereka, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Litecoin (LTC), Bitcoin Cash (BCH), Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB).

Tentu saja, jaringan bioskop ternama tersebut memulai dengan mengadopsi BTC, untuk membeli tiket online mereka, dan terus menambah jumlah aset, dengan yang terbaru hadir adalah SHIB.

Dalam panggilan pendapatan kuartal pertama perusahaan, Adam mengungkapkan bahwa aset kripto telah menyumbang 35% dari total pembayaran online untuk tiket.

Adam pun mengatakan:

“Secara keseluruhan, berbagai metode pembayaran baru ini, secara mengesankan, baru-baru ini mewakili sekitar 35% dari total pembayaran online kami.”

Baca jugaSerangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA) 

Selain pangsa pembayaran yang cukup besar dari kripto, AMC juga meraih peningkatan yang pesat, jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2021. Itu juga adalah andil dari pandemi yang menekan angka pada pendapatan tersebut.

Diketahui, total pendapatan tumbuh dari $ 148,3 juta menjadi $ 785,7 juta, sementara rugi bersih turun dari $ 567,2 juta menjadi $ 337,4 juta.

Tidak berhenti sampai di situ, Adam juga mengungkapkan bahwa AMC telah memiliki delapan program untuk menggandeng NFT.

Kemungkinan, awal proyek telah diluncurkan pada beberapa bulan lalu, dan akan ada lagi di masa mendatang, yang memperdalam AMC untuk menyelam ke industri crypto.

Baca juga: Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft

Kabarnya, dalam proyek NFT ini, AMC telah menawarkan 86.000 koleksi digital pada pembeli tike pre-sale film Spiderman tahun lalu.

NFT tersebut dihadirkan dalam 100 desain yang berbeda, yang kabarnya akan “ramah lingkungan” karena dibangun di atas jaringan blockchain WAX.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar NFT Diprediksi Tumbuh 35% ke Angka $ 13,6 Miliar pada 2027

Sebuah studi dari MarketsandMarkets memperkirakan pasar non-fungible token (NFT) akan meningkat hingga $ 13,6 miliar pada akhir 2027, atau naik dari $ 3 miliar pada tahun ini. Prakiraan ini didasarkan pada terus meningkatnya minat investor terhadap NFT.

Selama lima tahun ke depan, faktor utama yang mendorong pasar NFT masih tidak terlepas dari keterlibatan para influencer dan komunitas game, serta meningkatnya permintaan akan karya seni digital.

Perusahaan riset MarketsandMarkets juga menyebutkan faktor lain yang turut berkontribusi pada ledakan pertumbuhan NFT. Faktor tersebut yakni penggunaan NFT di dunia retail dan mode, perkembangan metaverse oleh raksasa media sosial seperti Meta, dan personalisasi NFT.

Global NFT market trends. Source: MarketsandMarkets
Global NFT market trends. Source: MarketsandMarkets.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Pada November 2021, Cointelegraph melaporkan adanya peningkatan minat investor dari Asia-Pasifik (APAC), karena penelusuran Google terkait NFT lokal melonjak di wilayah tersebut.

“Negara-negara APAC tengah menuju perkembangan konstan dan peluncuran marketplace di pasar tertentu bisa menciptakan peluang yang sama bagi kreator dan pembeli dalam ekosistem (NFT),” ungkap laporan MarketsandMarkets.

Salah satu alasan yang diduga menjadi pemicu meningkatnya pencarian terkait NFT di negara-negara seperti Hong Kong, Singapura, dan China adalah ketidakjelasan peraturan mengenai perdagangan atau penambangan kripto.

NFT marketplace, platform yang memungkinkan investor untuk membeli dan menjual NFT, saat ini diharapkan bisa memberikan kontribusi tinggi terhadap pertumbuhan ekosistem NFT.

Meski OpenSea masih menjadi marketplace terbesar, namun ada beberapa pemain baru yang siap meramaikan pasar, seperti Coinbase NFT, Binance dan TokoMall untuk pasar Indonesia.

Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Avarta dan Tokocrypto Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Avarta, startup berbasis teknologi blockchain asal Singapura, menjalin kerja sama strategis dengan Tokocrypto, salah satu pedagang aset kripto terbesar di Indonesia.

Sebagai mitra, Avarta dan Tokocrypto akan bekerja sama dalam serangkaian inisiatif pengembangan bisnis yang saling menguntungkan. Inisiatif tersebut, mulai dari pertukaran sumber daya, strategi pemasaran bersama untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis satu sama lain, serta membuat sektor industri aset kripto dan blockchain semakin maju di Indonesia.

Tokocrypto akan memberikan edukasi dalam pengenalan fitur Avarta kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Fitur tersebut adalah autentifikasi skor kepercayaan (Trust Score) dan wallet kripto berbasis sistem keamanan berbasis biometrik. 

Avarta akan menyesuaikan platformnya selaras dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Terlebih, Indonesia menjadi negara dengan perkembangan pasar kripto yang sangat pesat, di mana lebih dari 12,4 juta investor aset kripto per Februari 2022, melebihi jumlah investor pasar modal sebesar 7,3 juta.

“Sebagai platform crypto exchange pertama yang terdaftar resmi di Bappebti Kementerian Perdagangan RI, Tokocrypto selalu memprioritaskan keamanan. Maka dari itu sungguh luar biasa melihat bagaimana lanskap DeFi bisa menghasilkan inovasi penting, seperti apa yang dikembangkan oleh Avarta,” kata CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.

Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg
Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg

Baca juga: Game Duckie Land Tawarkan Cara Baru Bertani Virtual di Metaverse

Perluas Adopsi Blockchain di Indonesia

Kerja sama ini juga bertujuan untuk mengedukasi dan menyebarkan informasi yang lebih luas akan adopsi aset kripto ke seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, kerja sama ini juga akan mencakup pemasaran pada wallet kripto dan alat autentifikasi Avarta ke komunitas Web3 di Indonesia. 

Avarta sendiri mengadopsi teknologi autentifikasi canggih dan sistem skor kepercayaan (Trust Score) bagi pengguna blockchain dengan menyediakan lapisan pengenalan identitas yang tak tertandingi untuk mengakses aplikasi DeFi dan Web3.0. Teknologi ini memberikan keamanan tingkat tinggi kepada pengguna untuk melakukan transaksi digital dari perangkat seluler di manapun.

Avarta terpilih sebagai salah satu peserta pertama dalam program Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator, yang juga didukung oleh BRI Ventures. Sebelumnya, kedua perusahaan telah memperkuat aliansi mereka dengan Tokocrypto bertindak sebagai investor strategis di Avarta.

“Indonesia adalah salah satu pasar Web 3.0 dengan pertumbuhan tercepat secara global. Avarta sangat antusias dapat bermitra dengan Tokocrypto, salah satu nama crypto exchange terkemuka di Indonesia yang telah menumbuhkan ekosistem kripto,” kata Pangeran Brunei Brunei Darussalam & Chairman Avarta, Abdul Qawi.

platform yang dibuat Avarta
Ilustrasi platform yang dibuat Avarta. Foto: Avarta.

Baca juga: Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

Tokocrypto dan Avarta Kembangkan Bisnis Bersama

CEO Avarta, Matthew Ainscow, juga menyampaikan rasa senangnya dapat bekerja sama dengan penyedia ekosistem crypto terkemuka di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Melalui kerja sama ini, tujuan Avarta adalah untuk memastikan tingkat keamanan dan kepercayaan tertinggi di pasar.

Tokocrypto adalah mitra strategis untuk pengembangan bisnis dan teknologi Avarta. Sebelumnya, Tokocrypto juga sudah menjalin bekerja dengan beragam startup blockchain, seperti Avarik Saga, Nanovest, dan Play it Forward Dao di area GameFi dan DeFi. Bermitra dengan Avarta, membuat Tokocrypto pertama kalinya memperdalam keterlibatannya dalam sistem keamanan kripto.

Secara paralel, Avarta akan terdaftar sebagai proyek pertama di platform launhpad, bernama T-Launchpad yang dijadwalkan pada 24 Mei 2022 dan penjualan publik dengan metode IDO (Initial dex offering) pada 8 Juni 2022.

Baca juga: Tokocrypto & BRI Ventures Umumkan 13 Startup TSBA Angkatan Pertama

Penulis: Titi Husnul Khotimah



Sumber : news.tokocrypto.com

Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft

Divisi komputasi awan Google mengumumkan bahwa mereka sedang membangun unit baru untuk menjajal pengembangan Web3 dan bersiap menjadi rival AWS Amazon dan Microsoft Azure yang lebih dulu masuk ke internet generasi ketiga tersebut.

Google memutuskan masuk ke Web3 untuk mendukung pengembangan blockchain dan aplikasi berbasis blockchain yang semakin meningkat di industri kripto. Kebutuhan ini berkembang bersamaan dengan aktivitas dan adopsi Web3 dalam sektor ekonomi tradisional.

Wakil Presiden Google Cloud, Amit Zavery, dalam email-nya menjelaskan sementara sebagian besar dunia masih dalam tahap menjajaki Web 3.0, bagi Google ini adalah pasar dengan potensi ekonomi luar biasa. Zevery menyatakan banyak pengguna Google yang memintanya agar Google meningkatkan dukungan untuk teknologi Web3 terkait kripto.

Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)
Ilustrasi Google dan Bitcoin. FOto: Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Dengan membawa unit Web3 ke front line-nya, Google ingin menjadikan Google Cloud sebagai pilihan platform nomor satu bagi pengembangan blockchain. Google Cloud adalah rangkaian layanan komputasi awan mesin pencari. Semua proyek terkait Google berjalan di Google Cloud.

Zavery menambahkan bahwa Google akan menempatkan dirinya sebagai penyedia teknologi untuk aplikasi atau entitas berbasis blockchain secara keseluruhan. Sedangkan search engine-nya belum menjadi peserta langsung di bidang kripto.

Sementara CEO Google, Sundar Pichai, menyebut industri blockchain sebagai sesuatu yang “menarik dan kuat”. Google percaya bahwa aplikasi blockchain akan menemukan jalannya ke dalam layanan dan industri keuangan tradisional seperti yang dapat dilakukan Web3.

Baca juga: Tiga Alasan Kenapa Harga Aset kripto Turun di Awal Mei 2022

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tiga Alasan Kenapa Harga Aset kripto Turun di Awal Mei 2022

Harga Bitcoin mencapai $ 29.990 pada 10 Mei 2022, kenapa harga Bitcoin tiba-tiba turun?

1. Luna

BTC senilai $ 1,4 miliar dipindahkan dari sebuah dompet yang terikat dengan Luna Foundation Guard pada hari ini, bersamaan dengan runtuhnya harga Bitcoin.

Data dari blockchain bahwasannya LFG atau luna foundation ini mengahabiskan asset BTC nya sebesar 42.530 dari dompet LFG, dan belum diketahui tujuan dari LFG ini mengahabiskan asset BTC sebesar 42.530 ini.

Tetapi ada sebuah spekulasi bahwa dana tersebut dibagi menjadi 2 bagian dana, yang dimana 12.500 BTC dan 30.000 BTC melakukan pertukaran ke wallet cryptocurrency OKEX.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari satu hari.

Namun, sangat disayangkan bahwa UST hanya seharga 67 cents pada saat penulisan ini. Menurut beberapa riset, ada Whale yang menjual $ 285 juta UST pada 7 Mei, yang mengakibatkan UST menjadi $ 0 ,98. Harga Luna pun sudah turun 44.4%, menjadi $ 33,81.

Baca juga7 Cara Mendapatkan Uang dari Bitcoin, Dari Mining Hingga Airdrops

2. The Fed

Seperti yang diketahui FED atau biasa disebut dengan FederalReserve dari Bank sentral Amerika Serikat (AS) telah resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin atau 0,5 persen, yang diumumkan pada hari Rabu (4/5).

Kenaikan tersebut bisa dibilang merupakan kenaikan yang terbesar selama dua dekade itu dilakukan untuk mengatasi lonjakan inflasi harga yang merupakan tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

The Fed juga telah membeli saham obligasi untuk menjaga suku bunga rendah dan arus cash flow selama pandemi berlangsung, tetapi tetap saja lonjakan harga yang memaksa the fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat.

Maka sekarang bisa dikatakan untuk kenaikan suku bunga akan mendorong dana federal ke kisaran 0,75 persen sampai dengan 1 persen. Keputusan tersebut yang mengakibatkan kenaikan suku bunga.

Baca juga: Di Tengah Penurunan Pasar, El Salvador Borong 500 Bitcoin

3. Saham Amerika

Diketahui juga banyak saham tech yang anjlok akhir–akhir ini yang mengakibatkan penurun terhadap bitcoin juga. Itu berdasarkan selama ini orang–orang melakukan investasi untuk kripto karena lebih diunggulkan dan lebih terjamin tetapi itu merupakan sebuah hubungan yang dimana saham dengan sektor pengembangan teknologi dapat memengaruhi harga Bitcoin.

Dan tentunya kondisi ini bisa dikatakan gambling jika semuanya beralih ke kripto secara bersamaan. Karena disatu sisi pemilik saham harus memikirkan cara untuk menstabilkan harganya kembali agar terciptanya keseimbangan pasar di sektor teknologi.

Faktor utama yang mengakibatkan investor pindah haluan ke kripto ialah karena suku bunga The Fed atau bank sentral amerika mengalami kenaikan bunga menjadi 0,75 persen bahkan bisa sampai menjadi 1%.

Dalam analisa Cryptoharian, BTC sangat mungkin akan turun lebih dalam menjadi $ 29.000-an. Namun, $ 30.000 adalah support yang kuat dan jika bisa terpantul dari harga saat ini, $ 34.500 adalah target yang harus ditembus sebelum ke $ 37.000 dan $ 40.000.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Di Tengah Penurunan Pasar, El Salvador Borong 500 Bitcoin

Ketika grafik pasar kripto didominasi dengan warna merah, Presiden El Salvador, Nayib Bukele, menghabiskan $ 15 juta lagi dari dana negaranya untuk 500 Bitcoin (BTC).

Presiden El Salvador Nayib Bukele telah mengumumkan pembelian Bitcoin lainnya di tengah gejolak pasar kripto saat ini.

Melalui Twitter, Bukele mengklaim telah membeli tepat 500 Bitcoin dengan rata-rata $ 30.744 dolar masing-masing pada hari Senin.

Presiden, yang telah mengaku melakukan pembelian Bitcoin dari teleponnya menggunakan uang negara, menyebut pembelian itu sebagai “buy the dip”.

Pada hari ini, Bitcoin telah menutup grafik mingguan dengan harga berwarna merah ke-6 berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2014.

Ini juga mencapai titik harga terendah sejak Juli 2021 dan lebih dari 50% di bawah level tertinggi sepanjang masa.

Baca juga: Tertarik Bermain The Sandbox Game? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Bitcoin runtuh serendah $ 31.000 sebelumnya hari ini, menghapus $ 300 juta dalam minat terbuka dari pasar kripto dalam waktu satu jam.

Namun, Bukele tidak pernah menjadi orang yang takut pada pasar. Dia telah dikenal untuk membeli lebih banyak BTC setiap kali harganya turun, berniat mengumpulkan sebanyak mungkin.

Dana Moneter Internasional telah berulang kali meminta presiden untuk membatalkan adopsi BTC di El Salvador, dengan alasan volatilitas tersebut. Bukele telah memecat mereka di setiap kesempatan.

Pembelian Bitcoin besar terakhir El Salvador adalah pada bulan Januari ketika mengamankan 410 BTC seharga $ 15 juta.

Sebagai perbandingan, pembelian 500 koin hari ini berharga sekitar $ 15,3 juta. Ini membawa perkiraan kepemilikan Bitcoin negara itu menjadi sekitar 2301.

Baca juga: NFT Mulai Pudar? Volume Penjualan Mingguan Anjlok 30%

6 prediksi Presiden El Salvador untuk BTC

Pada 02 Januari 2022, Presiden El Salvador, Nayib Bukele, telah memberikan 6 poin prediksi positif untuk kinerja Bitcoin (BTC) di tahun 2022 ini pada 2 Januari melalui Twitter.

Tahun 2021, El Salvador menjadi negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di bawah kepresidenan Bukele.

Hal itu bertujuan sebagai tindakan balasan terhadap inflasi yang meningkat di negara yang di pimpin presiden Bukele, El Salvador.

Sejak legalisasi, presiden mengakuisisi sebanyak 1370 BTC untuk cadangan negara dan menginvestasikan kembali keuntungannya.

Investasi yang belum direalisasi ke dalam proyek-proyek infrastruktur baru termasuk rumah sakit dan sekolah di negara tersebut.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin adalah Aset yang Paling Tidak Berisiko dalam Portofolio Pensiun

Michael Saylor, Pendiri dari perusahaan MicroStrategy yang telah mengadopsi banyak Bitcoin dalam perbendaharaannya, mengatakan bahwa orang-orang harus menambahkan Bitcoin ke dalam portofolio pensiun mereka.

Pernyataan tersebut datang sebagai tanggapan Saylor atas keputusan perusahaan investasi kelas wahid, Fidelity Investments, untuk menghadirkan produk opsi Bitcoin untuk paket 401(k), alias paket rencana pensiun.

Pada konferensi pendapatan perusahaannya, Saylor pun menganggap Bitcoin sebagai aset yang jauh lebih baik daripada emas.

Ia pun menjelaskan:

“Menganggap (Bitcoin) sebagai emas digital adalah statement yang meremehkan. Ini benar-benar uang tersulit dalam sejarah dunia. Jika Anda mau meninggalkan sesuatu untuk cucu Anda atau jika Anda menginginkan dana pensiun, Apa yang saya mau adalah uang komoditas yang lebih baik daripada komoditas karena quantitas Bitcoin sangat limited.”

Michael Saylor, Pendiri MicroStrategy

Baca Juga: Maksimalkan Cuan dengan Beli Koin Duluan

Melihat kondisi ekonomi global yang meresahkan saat ini, ia menilai orang-orang masih takut untuk menanamkan uang mereka di pasar saham dan obligasi.

Dan dalam menanggapi itu, Saylor mengatakan bahwa Bitcoin merupakan aset yang paling tidak berisiko jika dijadikan bagian dari portofolio hari tua.

Langkah Fidelity adalah sebuah jawaban atas hal tersebut, yang dinilai akan mengubah cara orang merencanakan dana pensiun mereka dengan aset kripto. Ini minim risiko dalam jangka panjang.

Baca JugaPrediksi Harga Bitcoin: Analisa BTC Mingguan

Pada tanggal 31 Maret, Microstrategy memiliki sekitar 129 ribu Bitcoin yang setara dengan $ 4,6 miliar. Mereka tidak rugi karena membeli Bitcoin dengan rata-rata $ 31.000.

Michael Saylor juga menekankan bahwa perusahaanya, Microstrategy tidak akan menjual Bitcoin dan akan HODL aset ini untuk jangka panjang.

Memang, kehadiran produk dari perusahaan sekelas Fidelity tentu akan dapat perhatian lebih dari para perencana dana, sehingga porsi investasi pada aset kripto, terutama Bitcoin, akan meningkat dari sini. Dunia mulai bergeser ke arah industri kripto yang tahan banting dalam jangka panjang.

Jika dilihat dari teknikal analisis, Bitcoin masih tidak berperforma bagus. Di channel Youtube Cryptoharian, sudah menandakan penurunan lebih lanjut mungkin akan terjadi lagi.

Pada saat harga BTC berada di $ 36.000-an dan total kapitalisasi market berada di descending channel untuk 24 hari, yakni hanya sisa $ 1,65 triliun.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com