Tag Archives: cryptocurrency

Situasi Rusia-Ukraina Memanas, Pasar Kripto Tergeletak Lemas –

Nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya mengalami perubahan harga yang tajam selama 24 jam terakhir di tengah invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2). Kapitalisasi pasar di semua kripto turun ke $ 1.5 triliun, kehilangan hampir 9%.

Nilai Bitcoin bahkan sempat turun sebanyak 8% hingga menyentuh level terendah dalam sebulan, meskipun begitu BTC ini terpantau telah kembali di atas $ 38.000 pada Jumat (25/2). Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat Bitcoin sedang dalam koreksi singkat setelah ada penurunan tajam.

“Pasar keuangan global dan pasar crypto memang terpukul selama 24 jam terakhir, karena invasi Rusia ke Ukraina. Hal tersebut membuat investor berebut dan aksi jual terjadi di sebagian besar kelas aset. Namun, setelah ada informasi sanksi tambahan dari AS, membuat market crypto terkoreksi, namun ke depannya masih akan tertekan,” kata Afid.

chart aset kripto

Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: 8 Cara Mudah Cuan dari Kripto

Bitcoin masih bisa turun

Afid menambahkan saat ini 80 persen market crypto masih terjebak dalam situasi bearish. Ketegangan yang terus terjadi antara Rusia-Ukraina bisa membuat Bitcoin berada di masa yang sulit dan bisa jatuh lebih dalam atau bakal tertahan di antara $30.000-$36.800.

Bitcoin diharapkan bisa bergerak menuju level support-nya karena semakin lama harga bertahan di bawah $39.600, semakin besar kemungkinan pergerakan turun. Sementara untuk BTC masuk ke situasi bull harus melewati rintangan overhead di $45.821.

Overall market masih akan turun sampai bulan Maret. Tapi dari penurunan ini akan ada sedikit pullback, dilihat dari teknikal analisisnya hampir secara keseluruhan aset kripto, baik Bitcoin, Ethereum dan lainnya sudah menunjukan pola reverse cup and handle,” ujar Afid.

Pola reverse cup and handle sendiri adalah grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Ketika harga aset kripto tembus level bawah dari pegangan cangkir, keadaan ini merupakan sinyal bagi investor atau trader untuk keluar dari posisi long dan memasuki posisi short.

Cara Investasi Bitcoin

Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: 4 Jenis Stablecoin dan Perbedaannya dengan Aset Kripto Lain

Investor kripto cenderung wait & see

Afid menjelaskan harga aset kripto masih terkait dengan dominasi Bitcoin. Apabila Bitcoin terus alami penurunan dan tekanan, aset kripto lainnya atau yang biasa disebut altcoin akan bernasib sama atau bahkan lebih buruk. Maka dari itu muncul istilah Bitcoin sebagai Mother of Crypto.

Sementara itu, naik-turunnya pasar kripto juga secara langsung berkaitan dengan penawaran dan permintaan. Peristiwa yang berdampak pada ekonomi secara global menentukan kebutuhan orang untuk membeli atau memiliki aset digital tersebut. Selama periode ketegangan geopolitik, investor cenderung menghindari aset yang bergejolak dan menyimpan uang mereka di aset safe-haven seperti uang tunai dan emas.

Di kala pasar kripto sedang turun, investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk. Namun, hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas kripto yang masih cukup tinggi dan belum ada katalis positif yang dapat mengangkat kembali performanya, walaupun sudah terlihat akan rebound.

Kembali lagi, investor harus paham risiko investasi aset kripto. Lakukan analisa fundamental dengan mempelajari aset kripto, sebelum berinvestasi. Serta melakukan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli, menjual atau take profit aset.



Sumber : news.tokocrypto.com

Wajib Tahu! Inilah Faktor yang Buat Harga Aset Kripto Berubah

Di tengah hiruk-pikuknya investasi aset kripto yang kian booming di awal 2022, ternyata masih banyak orang yang ragu-ragu untuk memulai investasi jenis ini. Bukan tanpa alasan, harganya yang fluktuatif adalah salah satu faktornya. Ketidaktahuan atas penyebab dari naik turunnya harga aset kripto inilah yang menjadi kebimbangan bagi para calon investor. Padahal semua itu ada faktor yang memengaruhinya, lho!

Yuk, ketahui serba-serbi aset kripto beserta faktor yang menyebabkan naik turunnya harga asetnya!

Apa itu Aset Kripto?

illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto

Menurut bahasa, aset kripto atau cryptocurrency berasal dari dua gabungan kata, yaitu cryptography yang berarti kode rahasia, dan “currency” yang berarti mata uang. Mudahnya aset kripto adalah aset digital yang dirancang untuk bertransaksi virtual di jaringan internet menggunakan kriptografi yang kuat. Kriptografi ini dirancang untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol proses pembuatan unit tambahan, serta memverifikasi pengiriman tiap aset.

Asal Usul Aset Kripto  

Bermula pada tahun 1983, David Chaum seorang ahli kriptografi menciptakan alat kriptografi anonim, e-cash. Baru di tahun 1995, ia membuat dan mengimplementasikan alat tersebut menjadi DigiCash. Di mana ini merupakan awal pembayaran berbentuk kriptografi menggunakan perangkat lunak untuk menarik catatan dari bank dan menggunakan enkripsi sebelum dikirimkan ke penerima. Hal inilah yang membuat mata uang digital atau aset kripto ini tak bisa dilacak oleh bank penerbit, pemerintah, atau pihak ketiga. 

Selang setahun berikutnya, Laurie Law, Susan Sabett, dan Jerry Solinas meluncurkan artikel berjudul “How to Make a Mint: The Cryptography of Anonymous Electronic Cash” yang di dalamnya terdapat penjelasan tentang sistem cryptocurrency. Di tahun 1998, WeiDai mempublikasikan b-money yang merupakan sistem kas elektronik terdistribusi secara anonim. 

Tak sampai situ, aset kripto terus berkembang. Hingga sampai di tahun 2009, Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin yang di mana hingga sekarang menjadi salah satu aset kripto yang digilai dan punya harga yang sangat tinggi. 

Baca juga: Yuk, Pahami Pengertian Bursa Kripto dan Kegunaannya

Faktor yang Membuat Harga Aset Kripto Naik-Turun

1. Penawaran dan permintaan

Selayaknya hukum pasar, ketika semakin tingginya permintaan terhadap aset kripto maka harganya semakin melambung. Begitu pun sebaliknya, apabila banyak investor yang menjual aset kritpo tapi tak ada pembelinya, maka harganya akan turun. 

2. Jumlah dari ketersediaan aset kripto 

Tiap aset kripto memiliki ketersediaan yang terbatas dan persebarannya pun tidak merata. Mari kita ambil contoh pada Bitcoin yang hanya tersedia 21 juta koin saja. Saat ini, Bitcoin yang sudah beredar telah mencapai 90% dari total ketersediaannya. Nah, semakin sedikitnya jumlah yang tersedia, Bitcoin pun akan menjadi langka. Inilah yang membuat Bitcoin punya banyak peminat dan memengaruhi harganya. 

3. Biaya produksi 

Koin atau token baru dari aset kripto tercipta dari adanya proses penambangan atau mining. Setiap penambangan membutuhkan penggunaan komputer untuk memverifikasinya di blockchain. Aktifitas ini membutuhkan daya komputasi dan investor bersedia mengeluarkan uang lebih untuk peralatan yang mahal serta listrik agar penambangan bisa berhasil.

Misalnya Bitcoin dan Ethereum dengan sistem proof of work-nya. Semakin banyak persaingan untuk menambangnya, semakin tinggi pula kesulitannya. Miners berlomba-lomba untuk bisa memecahkan masalah matematika yang kompleks agar bisa memverifikasi blok tersebut. Makanya biaya mining semakin mahal sesuai dengan peralatan yang lebih canggih. 

Karena biaya mining yang meningkat maka diperlukan peningkatan nilai cryptocurrency agar para miners dapat terus melakukan penambangan dan biaya produksi yang dikeluarkan dapat seimbang. 

4. Regulasi Internasional

Walaupun aset kripto terdesentralisasi dan tak bisa diintervensi pemerintah manapun, tetap ini akan berdampak serius. Dilansir dari Coindesk, regulasi internasional berdampak serius pada harganya karena menentukan pasar mana yang bisa mengaksesnya, di mana perusahaan dapat mendirikan kantor, dan di mana penambang dapat beroperasi. Misalnya, dua pasar utama yang paling mempengaruhi harga Bitcoin adalah U.S dan China

5. Pemberitaan tokoh penting dan media 

tweet elon musk tentang aset kripto

Source: Tweet by Elon Musk

Pemberitaan tokoh penting dan media tak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor penyebab naik turunnya harga kripto. Elon musk merupakan salah satu tokoh yang berhasil mempengaruhi harga yang ada di pasar. Terbaru, pada pertengahan Januari tahun ini, ia menuliskan cuitan “Merchandise Tesla bisa dibeli dengan Dogecoin”. Sontak harga Dogecoin melesat 18% ke level $0,2. 

Sudah siap investasi cryptocurrency? Yuk, belajar, beli, jual dan investasi Bitcoin serta aset kripto dengan mudah dan amannya hanya di Tokocrypto

Tunggu apalagi? Selesaikan KYC Anda sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Badan Amal yang Buka Donasi Kripto, Ada Pelestarian Orangutan

Hadirnya mata uang kripto saat ini memang menjadi sorotan masyarakat. Di balik mengenai pro kontranya informasi mengenai cryptocurrency, ternyata ada fakta mengejutkan bahwa ternyata kini kripto sudah bisa digunakan untuk berdonasi.

Bahkan, sudah ada beberapa lembaga yang bersedia menampung donasi mata uang kripto ini untuk kemudian disalurkan pada target yang membutuhkannya. Dalam laporan perusahaan, The Giving Block, setidaknya ada enam badan amal yang mendapat manfaat dari mata uang kripto, karena volume donasi keseluruhan pada platformnya melonjak lebih dari 1.000% dari tahun ke tahun pada tahun 2021. 

Berikut adalah keenam badan amal di dunia yang terima donasi mata uang kripto berdasarkan laporan Cointelegraph.

She’s the First

Ilustrasi organisasi She's the First.

Ilustrasi organisasi She’s the First.

She’s the First, organisasi non-profit yang fokus pada pemberdayaan perempuan telah membuka donasi yang menerima mata uang digital atau kripto. Hasil penggalangan dana tersebut dalam mengirimkan lebih dari 1.400 makanan, air, dan perlengkapan menstruasi, serta menghubungkan lebih dari 6.000 remaja perempuan dengan pendamping atau mentor dari seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Pada tahun fiskal yang paling menantang dalam karir saya sebagai CEO nirlaba, saya menyadari bahwa saya harus menganggap serius crypto. Jika tidak, kapal akan berlayar tanpa kita dan, dengan itu, mengambil sumber daya yang dapat membantu gadis-gadis di dunia untuk mengakses pendidikan dan membuka impian mereka. Donasi kripto ini adalah hadiah terbesar kedua kami tahun ini, benar-benar mengubah pandangan saya tentang mata uang kripto,” kata Tammy Tibbetts, salah satu pendiri dan CEO She’s the First.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

CARE

Ilustrasi organisasi CARE.

Ilustrasi organisasi CARE.

CARE merupakan salah satu organisasi nirlaba tertua di dunia yang konsisten memerangi kemiskinan global. Mereka kini melihat sumbangan crypto meningkat dari sekitar 7.000 dolar AS pada tahun 2020 menjadi lebih dari 330.000 dolar AS pada tahun 2021.

Salah satu kampanye, paket NFT CARE untuk Afghanistan, bahkan mengumpulkan lebih dari 200.000 dolar AS dalam hitungan minggu untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan untuk keluarga di negara tersebut.

Orangutan Outreach

Ilustrasi organisasi Orangutan Outreach bikin lelang NFT.

Ilustrasi organisasi Orangutan Outreach bikin lelang NFT.

Organisasi Orangutan Outreach memilik program utama pelestarian orangutan, dan mampu mengumpulkan sumbangan crypto, lebih dari seluruh anggaran pendapatan mereka pada 2020 lalu. “Kami akan memasukkan crypto ke dalam semua program yang kami lakukan untuk bergerak maju, membuatnya lebih besar sehingga kami dapat melakukan lebih banyak pekerjaan yang baik,” kata Richard Zimmerman, Direktur Eksekutif Orangutan Outreach.

Tim Organtuan Outreach sendiri telah merawat orangutan yatim piatu dan terlantar di cagar alam yang dibangun khusus dengan tujuan akhir untuk melepaskan mereka kembali ke alam liar.

Baca juga: Daftar Kripto Diklaim Punya Fundamental yang Aman

Trees for the Future

Ilustrasi organisasi Trees for the Future.

Ilustrasi organisasi Trees for the Future.

Berkat kampanye donasi NFT, pertanian regeneratif dari lembaga nonprofit, Trees for the Future berhasil menanam 2,3 juta pohon yang diperkirakan menyerap lebih dari 80.000 metrik ton karbon dioksida selama 20 tahun.

“Kami dapat mengubah kehidupan 5.000 petani dan keluarga mereka dengan memberikan pelatihan dan memungkinkan mereka memiliki pekerjaan dan ketahanan pangan,” kata Alexa Castellano, rekanan di Trees for the Future.

University of Arizona

Ilustasi University of Arizona.

Ilustasi University of Arizona.

Lembaga pendidikan di University of Arizona mendapat lebih dari 20.000 dolar AS per bulan dalam volume sumbangan kripto. Uang tersebut digunakan untuk mendanai beasiswa, kegiatan mahasiswa, atletik, penelitian dan berbagai program akademik.

VIVE Church

Ilustrasi gereja VIVE Church.

Ilustrasi gereja VIVE Church.

Vive Church, komunitas gereja global dengan lokasi di seluruh Amerika Serikat dan Uni Eropa, berhasil mengumpulkan lebih dari 300.000 dolar AS dalam bentuk kripto untuk membayar uang muka gedung seluas 80.000 kaki persegi di Palo Alto untuk dapat menampung 2.000 orang di auditoriumnya. 

Crypto adalah satu-satunya kelas aset yang tampaknya sangat disukai orang. Saya terus-menerus menerima panggilan telepon dan SMS tentangnya dari para donatur. Saya tidak banyak berharap dengan hal itu. Tapi saya percaya bahwa itu adalah salah satu cara untuk memberi kemurahan hati,” kata Aaron Williams, direktur keuangan Vive Church.

Baca juga: 5 Software Tambang Kripto Terbaik



Sumber : news.tokocrypto.com

Bagaimana Volatilitas Crypto Mempengaruhi Performa AI Trading?

Pasar crypto dikenal dengan volatilitasnya yang sangat tinggi—harga bisa melonjak naik atau turun dengan tempo waktu yang cepat. Di satu sisi, volatilitas ini membuka peluang profit besar. Namun di sisi lain, juga membawa risiko, terutama bagi sistem trading berbasis AI. 

Artikel ini akan mengulas bagaimana volatilitas crypto mempengaruhi performa AI trading, beserta tips untuk mengatasinya.

Baca juga: Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

Apa itu Volatilitas?

Volatilitas adalah ukuran seberapa besar perubahan harga sebuah aset dalam periode waktu tertentu. Semakin cepat dan besar perubahan harga, semakin tinggi volatilitasnya. 

Volatilitas pasar crypto terkenal jauh lebih tinggi dibanding pasar saham atau forex karena industrinya yang masih baru, sehingga sentimen publik akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga yang mengakibatkan volatilitas.

Beberapa alasan lain mengapa volatilitas pasar crypto tinggi:

  • Kapitalisasi pasar relatif kecil sehingga mudah digerakkan oleh whale.
  • Belum ada regulasi ketat yang membatasi praktik manipulasi pasar.
  • Faktor FOMO (Fear of Missing Out) dan FUD (Fear, Uncertainty, Doubt).
  • Perdagangan 24/7 tanpa waktu tutup pasar.

Faktor-faktor di atas membuat harga Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lain terlihat lebih ‘liar’ dibanding pasar saham.

Tapi untuk kamu yang ingin berinvestasi aset crypto dalam jangka panjang, kamu tidak perlu khawatir. Soalnya, Tokocrypto punya fitur Dollar Cost Averaging (DCA) yang bisa buat harga rata-rata pembelian lebih stabil dan mengurangi risiko volatilitas pasar. Klik di sini untuk coba fitur DCA!

Baca juga: Perbedaan AI Trading di Pasar Crypto vs Saham

Dampak Volatilitas pada AI Trading

Meskipun algoritma AI mampu menganalisis data historis untuk mendeteksi pola pergerakan, AI yang dilatih dari data historis ini sering kali mengalami kendala ketika dihadapkan pada situasi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya atau bersifat spekulatif. 

Ketergantungan AI pada data masa lalu inilah yang membuat AI menjadi kurang responsif terhadap dinamika terbaru yang dipicu oleh faktor non-teknis seperti FUD, pump and dump, atau perkembangan regulasi.

Inilah mengapa, meski AI dapat menjadi alat pendukung analisis, tapi trader tetap perlu mengandalkan memiliki pemahaman terhadap kondisi pasar terkini untuk mengambil keputusan.

Keunggulan dan Kelemahan AI dalam Merespons Volatilitas

Meskipun volatilitas terkesan membawa hal negatif bagi para AI trader, volatilitas juga bisa memberikan keuntungan lho!

Keunggulan AI Saat Volatilitas Tinggi

  • AI bisa memanfaatkan fluktuasi harga jangka pendek untuk scalping atau arbitrage.
  • Kecepatan eksekusi AI dapat membantu merespons lonjakan harga secara instan.
  • AI dapat menyesuaikan strategi real-time berdasarkan pola harga terbaru.

Kelemahan AI Saat Volatilitas Tinggi

  • AI berbasis model historis sering gagal membaca pola baru, terutama saat pasar bergerak ekstrem.
  • Overfitting pada data lama bisa membuat AI salah prediksi arah harga.
  • Lonjakan volatilitas kadang dipicu oleh spekulasi yang ada di media sosial.

Baca juga: Risiko Menggunakan AI untuk Trading Crypto

Strategi AI Trading di Tengah Volatilitas Tinggi

Agar AI trading tetap efektif saat pasar crypto sedang volatil, berikut beberapa pendekatan yang bisa dilakukan:

  • Gunakan Stop-Loss & Take-Profit Otomatis: AI trading harus disertai dengan batas risiko yang jelas untuk mencegah kerugian besar saat harga bergerak tidak terduga.
  • Manfaatkan Volatilitas: Saat volatilitas tinggi, strategi scalping dengan time frame pendek dapat lebih menguntungkan daripada swing trading jangka panjang.
  • Analisis Sentimen & On-Chain Data: Manfaatkan AI untuk membaca sentimen publik dari aktivitas sosial media dan gunakan juga analisa on-chain untuk memahami alasan kenapa volatilitas terjadi
  • Uji Stress-Test AI Secara Berkala: Simulasikan skenario volatilitas ekstrem untuk memastikan apakah algoritma yang ada masih relevan.

Baca juga: Hybrid AI Trading: Solusi yang Lebih Efisien atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Kesimpulan

Volatilitas pasar crypto adalah pedang bermata dua bagi trader. Di satu sisi, bisa dimanfaatkan untuk profit cepat. Namun di sisi lain, bisa membawa kerugian.

Kuncinya adalah memilih strategi yang sesuai, menetapkan batas risiko, dan menggunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti analisis manusia sepenuhnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Shiba Inu

Shiba Inu (SHIB), salah satu meme coin terpopuler, kembali mencuri perhatian pasar karena terus menunjukkan tren positif.

Menurut data Tokocrypto pada Minggu (13/7), hargax saat ini berada di kisaran $0,00001176, dengan volume perdagangan harian yang sangat besar.

Harga Stabil pada Zona Support Psikologis

Tokocrypto mencatat SHIB diperdagangkan di sekitar $0,00001176, menandai area support penting yang menghentikan tekanan jual sebelumnya dan menciptakan dasar bagi rebound potensial.

Baca Juga: Whale Borong 700 Miliar SHIB! Shiba Inu Siap Meledak ke $0.000030

Kapitalisasi dan Likuiditas Tinggi

Meski Tokocrypto tidak mencatat market cap, data global dari CoinGecko menunjukkan SHIB dipatok pada angka $0,00001319, dengan kapitalisasi pasar sekitar m 7,8 miliar dan volume perdagangan harian lebih dari USD 200 juta.

Kombinasi tersebut menegaskan likuiditas tinggi dan ketahanan terhadap volatilitas ekstrem.

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 13 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 13 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Volume Besar – Sentimen Pasar Masih Positif

Volume 24 jam SHIB menembus $200– $,225 juta

Angka ini menunjukkan aktivitas yang tinggi—meski sempat koreksi sedikit (~‑0,7%), dominasi pasar masih kuat.

Tren Mingguan: Naik Signifikan

Selama seminggu terakhir, SHIB mencatat kenaikan sekitar +15–16%, melebihi performa banyak memecoin dan pasar kripto secara umum.

Tren positif ini menunjukkan momentum buy terus berlanjut.

Aktivitas Global Pasar – Konsistensi Harga

Data dari berbagai platform (Coinbase, Kraken, OKX) mencerminkan konsistensi harga SHIB di rentang $0,00001316–$0,00001321, serta volume besar dan pasar global yang stabil.

Lonjakan mingguan dan aktivitas on‑chain mendukung optimisme jangka pendek

Strategi dan Level Kunci Detail

Indikator Level Harga Strategi yang Disarankan
Support ~$0,0000115–$0,0000118 Entry jika ada koreksi
Resistance ~$0,0000132–$0,0000135 Waspadai rejection atau breakout
Volume > USD 200 juta Konfirmasi kekuatan breakout
Tren 7-hari +15–16% Momentum positif untuk swing trade
  • Support kritis: jika harga turun ke bawah $0,0000115, waspadai potensi koreksi lebih dalam.
  • Resistance utama: area support perlu ditembus untuk risiko breakout jangka pendek.
  • Volume perdagangan tinggi menjadi konfirmasi bahwa pergerakan harga bukan hanya noise.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

  • Volatilitas tinggi adalah karakter khas meme coin – SHIB bisa turun tajam jika sentimen negatif muncul.
  • Penurunan volume bisa mengurangi momentum dan menyebabkan stagnasi atau koreksi.
  • Manajemen risiko dengan penempatan stop-loss tepat sangat disarankan bila harga tembus support kritis.

Baca Juga: Beda Nasib Shiba Inu, Ethereum, dan Dogecoin Hari Ini

SHIB sedang berada di momentum kenaikan: harga stabil di support, volume tinggi, dan tren mingguan mencatatkan performa luar biasa.

Trader agresif bisa memantau breakout di atas $0,0000132–$0,0000135, sementara investor konservatif dapat melihat kesempatan entry di dekat support $0,0000115–$0,0000118.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perbedaan AI Trading di Pasar Crypto vs Saham

Dengan karakteristik yang berbeda antara pasar kripto dan saham—mulai dari struktur pasar, sumber data, hingga dinamika volatilitas. Pendekatan AI trading juga memiliki pendekatan yang berbeda bagi pasar kripto dan saham.

Artikel ini membahas perbedaan AI trading di pasar crypto dan saham beserta strategi yang umum digunakan.

Baca lebih lengkap mengenai AI trading: Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

Struktur Pasar

Perbedaan struktur pasar kripto dengan pasar saham membawa pendekatan berbeda bagi pengguna AI trading, salah satunya adalah peluang arbitrage atau arbitrase.

Arbitrase sendiri merupakan strategi trading yang memanfaatkan perbedaan harga antar pasar.

Misalnya ketika AI melihat ada peluang dari perbedaan harga dari exchange A dan exchange B, dimana harga Bitcoin di exchange A lebih murah dari exchange B. Maka ini kesempatan untuk membeli di exchange A dan menjualnya di exchange B.

Peluang arbitrase ini biasanya hadir lebih besar di pasar kripto karena terdesentralisasi, dengan ratusan exchange yang beroperasi secara independen. Berbeda dengan pasar saham yang menawarkan harga yang relatif seragam, meskipun begitu bukan berarti arbitrase saham mustahil dilakukan.

Sumber Data

Salah satu keunggulan AI di pasar kripto adalah kemampuan untuk memanfaatkan data on-chain, yang merupakan informasi transparan dan real-time dari blockchain

Data ini dapat mencakup volume transaksi DEX, aktivitas dompet besar (whale movements), staking patterns, dan aliran perpindahan aset, yang dapat memberikan insight lebih untuk memprediksi pergerakan harga.

Sedangkan, AI di pasar saham cenderung bergantung pada harga historis, indikator teknis, laporan keuangan perusahaan, dan berita ekonomi.

Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

Analisis Sentimen dan Media Sosial

Berita pasar kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen media sosial dan berita terbaru, AI dapat digunakan sebagai alat analisis data dari platform seperti Twitter, Reddit, atau Telegram untuk mengidentifikasi sentimen yang tengah terjadi. Hal ini akan sangat membantu trader dalam menentukan analisa arah pergerakan pasar ke depannya.

Sedangkan di pasar saham, analisa sentimen media sosial tidak memiliki peran yang penting dibandingkan dengan analisis fundamental, seperti laporan keuangan dan indikator ekonomi.

Penetrasi Trading Algoritmik

Menurut data dari riset Algorithmic Trading Market Size, Share & Trends Analysispasar Amerika Serikat secara mayoritas volume sudah dikuasai oleh AI, algoritma dan sistem otomatis—terutama di segmen institusional dan short-term trading.

Mayoritas volume ini berasal dari institusi seperti bank, hedge fund, dan advisor yang secara aktif menggunakan algoritma kompleks berbasis AI dan machine learning untuk analisis pola dan prediksi keputusan.

Di pasar kripto, trading algoritmik, termasuk AI, masih relatif baru dengan fokus pada strategi seperti arbitrage, trend following, dan hybrid trading terutama di kalangan trader ritel.

Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat? atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Korelasi Aset

Di pasar saham, korelasi antara aset lebih stabil dan didasarkan pada faktor seperti sektor industri, indeks (misalnya S&P 500), dan kinerja ekonomi. AI dapat memodelkan berdasarkan korelasi data tersebut dengan lebih mudah karena data historis yang panjang dan terstruktur.

Sedangkan di pasar kripto, korelasi pergerakan harga sering dipengaruhi oleh Bitcoin, yang cenderung memimpin pergerakan pasar kripto secara keseluruhan. Namun, beberapa token kripto tertentu terkadang memiliki karakteristik unik dan tidak berkaitan langsung dengan pergerakan Bitcoin, sehingga AI akan cenderung sulit untuk memprediksi pergerakan harga ditambah lagi dengan pola historis yang masih pendek.

Strategi AI Trading yang Digunakan

Meskipun AI di pasar kripto dan saham sama-sama menggunakan strategi berbasis data, tetapi strategi yang cocok digunakan tentu akan berbeda, berikut contohnya:

Crypto:

  • High-Frequency Trading (HFT): Eksekusi ratusan transaksi mikro dalam hitungan detik.
  • Sentiment Analysis: Membaca tren media sosial untuk sinyal awal pergerakan harga.
  • Arbitrage Cross-Exchange: Membeli di exchange dengan harga lebih rendah, menjual di exchange lain dengan harga lebih tinggi.

Saham:

  • Value Investing Signals: Mengidentifikasi saham undervalued atau overvalued berdasarkan fundamental.
  • High-Frequency Trading (HFT): Eksekusi ratusan transaksi mikro dalam hitungan detik.
  • Pair Trading: Membandingkan dua saham yang berkorelasi untuk memanfaatkan penyimpangan harga.
  • Algorithmic Market-Making: Menyediakan likuiditas dengan spread kecil di pasar yang lebih stabil.

Baca juga: Intip 4 Strategi AI Trading Crypto yang Bisa Dicoba!

Tantangan AI Trading di Masing-Masing Pasar

Crypto:

  • Data sering terdistorsi oleh praktik seperti wash trading.
  • Manipulasi harga lebih mudah dilakukan di token dengan kapitalisasi kecil.
  • Risiko keamanan seperti hacking API atau smart contract.
  • Volume palsu akibat spoofing bisa memicu pembelian di momentum yang salah.

Saham:

  • Data historis yang panjang dapat menyebabkan overfitting model AI.
  • Volatilitas yang rendah membuat profit kecil lebih sulit dioptimalkan.
  • Waktu pasar yang terbatas membatasi peluang intraday.

Siap untuk trading dengan bantuan AI? Yuk deposit di Tokocrypto mulai dari Rp20.000 dan pelajari cara mudah gunakan AI trading di sini: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indikator Trading Berbasis AI untuk AI Trading Crypto

Ingin membaca tren pasar kripto dengan lebih akurat dan adaptif? Tiga indikator berbasis AI dari LuxAlgo ini menggabungkan analisis teknikal dengan machine learning untuk membantu kamu mengenali arah tren, kekuatan sinyal, dan potensi pembalikan harga secara real-time lho!

Ketiga indikator yang akan dibahas adalah SuperTrend AI, AI Channels, dan Clustering Oscillator— Untuk tools yang kamu butuhkan, kamu hanya membutuhkan TradingView.

Tapi sebelum itu, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK agar aktivitas trading atau investasi kamu senantiasa aman.

Indikator SuperTrend AI (Clustering)

Indikator ini merupakan indikator teknikal yang menggabungkan SuperTrend dengan teknik machine learning bernama K-Means Clustering dengan tujuan membuat sinyal trading yang lebih adaptif dan cerdas berdasarkan performa historis.

Gambar penggunaan indikator SuperTrend AI.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

  1. Garis SuperTrend = Arah Tren + Support/Resistance

Jika harga berada di atas garis, tren dianggap naik (bullish) dan jika harga berada di bawah garis, tren dianggap turun (bearish).

Garis ini juga bisa digunakan sebagai trailing stop atau support/resistance dinamis.

  1. Angka 0–5 = Kekuatan Sinyal

Setiap sinyal dilabeli angka dari 0 sampai 5 dan Semakin tinggi angkanya, maka semakin kuat sinyal tren tersebut.

Nilai Pengertian
0–1 Sinyal lemah / potensi reversal
2–3 Sinyal sedang / perlu konfirmasi
4–5 Sinyal kuat / tren dominan
  1. Cluster = Kualitas Sinyal

AI membagi sinyal ke dalam 3 kelompok (cluster):

  • Best: sinyal paling andal
  • Average: sinyal sedang
  • Worst: sinyal lemah

Kamu bisa memilih ingin menggunakan sinyal dari cluster mana di pengaturan (default: Best).

Pengaturan

Nama Pengaturan Fungsi
ATR Length Seberapa sensitif garis tren terhadap volatilitas
Factor Range Rentang sensitivitas SuperTrend
Performance Memory Seberapa jauh data historis memengaruhi sinyal
From Cluster Pilih sinyal dari cluster terbaik, rata-rata, atau terburuk

Klik di sini untuk coba gunakan indikatornya.

Baca juga strategi AI trading lainnya: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula

AI Channels (Clustering)

Berbeda dari channel biasa (seperti Bollinger Bands), indikator ini mengelompokkan harga historis ke dalam beberapa cluster, lalu menghitung batas atas dan bawah berdasarkan rata-rata (centroid) dari kelompok harga tertinggi dan terendah.

Indikator ini menggunakan machine learning (K-Means Clustering) untuk membuat channel harga otomatis.

Indikator ini dapat membantu kamu dalam:

  • Menentukan arah tren
  • Melihat potensi breakout
  • Mengukur volatilitas pasar
Gambar penggunaan indikator AI Channels.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

  1. Channel Atas & Bawah = Batas Tren
  • Harga menembus batas atas → sinyal potensi uptrend
  • Harga menembus batas bawah → sinyal potensi downtrend
  1. Lebar Area = Volatilitas
  • Semakin lebar area channel, semakin tinggi penyebaran harga dalam cluster → artinya pasar sedang volatile
  • Semakin sempit, pasar cenderung stabil

Pengaturan

Nama Pengaturan Fungsi
Window Size Jumlah candle terakhir yang dianalisis (semakin besar = tren jangka panjang)
Clusters Jumlah kelompok harga (semakin banyak = channel lebih lebar & adaptif)
Denoise Channels Menghaluskan garis channel agar tidak terlalu “berisik”
As Trailing Stop Mengubah channel menjadi trailing stop otomatis
Max Iteration Steps Jumlah iterasi untuk menemukan centroid terbaik (pengaruh ke kecepatan)
Historical Bars Seberapa jauh data historis yang digunakan

Klik di sini untuk coba gunakan indikatornya.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan AI Trading, Bisa Bikin Rugi?

AI SuperTrend Clustering Oscillator

Indikator ini merupakan sebuah oscillator yang menampilkan nilai bullish, rata-rata, dan paling bearish, yang diperoleh dari berbagai versi selisih antara indikator SuperTrend dari LuxAlgo.

Fungsinya untuk:

  • Mengukur arah dan kekuatan tren
  • Menampilkan sinyal bullish, bearish, dan netral secara bersamaan
  • Mengidentifikasi potensi reversal atau retracement
Gambar penggunaan indikator Clustering Oscillator AI.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

Indikator Fungsi
Bullish Output  Garis tertinggi → sinyal tren naik paling kuat
Bearish Output Garis terendah → sinyal tren turun paling kuat
Consensus Garis tengah → sinyal utama, menunjukkan arah tren secara umum
Titik biru (Bullish) Titik biru merupakan cluster bullish
Titik merah (Bearish) Titik merah merupakan cluster bearish

Interpretasi

  • Consensus > 0 → tren naik (bullish)
  • Consensus < 0 → tren turun (bearish)
  • Bearish Output > 0 saat Consensus > 0 → tren naik sangat kuat
  • Bullish Output < 0 saat Consensus < 0 → tren turun sangat kuat
  • Jika Cluster Bullish dan Bearish saling bertolak belakang, itu menandakan tren yang kuat
  • Jika Consensus naik tapi Cluster Bullish turun, bisa jadi sinyal retracement atau reversal

Pengaturan

Pengaturan Fungsi
ATR Length Periode ATR untuk menghitung SuperTrend
Factor Range Rentang nilai faktor (min–max) untuk variasi SuperTrend
Step Jarak antar faktor (semakin kecil = lebih banyak variasi SuperTrend)
Smooth Menghaluskan garis output agar lebih mudah dibaca
Max Iteration Steps Jumlah maksimum iterasi untuk menemukan cluster terbaik
Historical Bars Seberapa jauh data historis yang digunakan untuk perhitungan

Klik di sini untuk coba gunakan indikatornya.

Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

Siap buat mulai eksplor strategi trading kamu dengan bantuan AI? Yuk, gabung juga dengan komunitas Tokocrypto untuk dapat insight lebih lanjut!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Intip 4 Strategi AI Trading Crypto yang Bisa Dicoba!

AI Trading merupakan metode trading yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kamu dalam proses pengambilan keputusan jual beli di pasar finansial.

Terdapat beberapa strategi utama yang umum digunakan dan dapat dioptimalkan oleh pemula maupun profesional, seperti Trend-Following, Mean Reversion, Sentiment Based, dan High-Frequency Trading

Yuk pelajari empat strategi populer yang sering digunakan dalam AI trading di bawah ini!

Baca lebih lengkap mengenai AI trading: Semakin Booming! Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

Trend-Following

Strategi ini fokus pada identifikasi tren yang sedang berkembang. AI dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi pergerakan harga yang mulai naik—biasanya dikombinasikan dengan indikator teknikal sehingga kamu dapat mengeksekusi buy sebelum harga benar-benar breakout.

Keunggulan AI dalam strategi ini adalah kemampuannya mengenali sinyal awal lebih cepat daripada manusia. Dengan kecepatan dan kemampuan menganalisa berbagai aset dalam waktu bersamaan, strategi ini cocok untuk market bullish dan strategi swing trading.

Baca juga: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

Mean Reversion

Pernah dengar istilah buy the dip? Dengan strategi ini AI bisa kamu gunakan untuk hal tersebut lho!

Berbasis pada teori Mean Reversion yang berarti: “Mean” = rata-rata dan “Reversion” = kembali ke titik asal, teori ini mengatakan bahwa harga akan cenderung kembali ke rata-rata historis setelah mengalami pergerakan signifikan, dan AI dapat digunakan untuk hal tersebut dengan mengidentifikasi kondisi oversold atau overbought melalui alat teknikal seperti Bollinger Bands atau RSI.

Contohnya, ketika harga turun jauh di bawah rata-rata dan volume tetap tinggi, AI dapat mengenali ini sebagai potensi “bounce back” dan merekomendasikan kamu untuk membeli aset tersebut.

Baca juga: Investasi atau Trading? Mana yang Lebih Menguntungkan?

Sentiment-Based Trading

Pasar kripto sangat sensitif terhadap isu yang ada di media sosial. Faktor seperti sentimen pasar, komunitas, hingga investor cenderung dapat mempengaruhi pergerakan harga ke depannya—terutama bagi aset kripto dengan kapitalisasi pasar kecil dan sedang.

AI dapat kamu gunakan sebagai alat untuk melakukan analisis sentimen pasar, dengan Natural Language Processing (NLP), AI bisa menganalisis jutaan postingan media sosial, berita, dan forum dalam waktu singkat—termasuk konteks, struktur, dan emosi yang tercurah. Sehingga kamu dapat memanfaatkan informasi berbasis sentimen ini untuk menentukan arah pergerakan harga ke depannya.

Misalnya, jika AI mendeteksi lonjakan sentimen negatif terhadap suatu aset, AI bisa memberikan sinyal jual sebelum harga turun drastis. Sebaliknya, jika sentimen publik berubah positif, AI dapat memberikan sinyal beli sebelum pasar merespon secara penuh.

Baca juga: Cara Analisis Sentimen Crypto untuk Pemula atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

High-Frequency Trading (HFT)

AI juga sangat unggul untuk digunakan dalam high-frequency trading, yakni strategi yang mengandalkan eksekusi transaksi dalam hitungan detik, mirip seperti scalping. 

Dengan algoritma yang super cepat dan latency rendah, AI bisa melakukan ratusan bahkan ribuan transaksi kecil per hari. Meskipun keuntungan per transaksi kecil, volume yang besar dan efisiensi waktu membuat strategi HFT ini sangat menguntungkan. 

Singkatnya, strategi ini seperti robot trading, namun dengan kemampuan analitik AI yang lebih canggih.

Siap untuk trading dengan bantuan AI? Yuk deposit di Tokocrypto mulai dari Rp20.000 dan pelajari cara mudah gunakan AI trading di sini: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Protokol Stablecoin Akan Bakar 6 Juta Token

Protokol stablecoin Resupply sedang menghadapi krisis kritis setelah terbaru dibobol sekitar $9,5 juta oleh peretas.

Menanggapi peristiwa tersebut, tim Resupply kini mengusulkan untuk membakar (burn) sebanyak 6 juta token guna menjaga stabilitas ekosistem dan memulihkan kepercayaan investor.

Bagaimana Eksploitasi Terjadi?

Pada empat hari lalu, peretas berhasil mengeksploitasi pasar berlikuiditas rendah di Resupply, memungkinkan mereka menguras dana senilai hampir $9,5 juta.

Serangan ini menggunakan mekanisme manipulasi harga exchange rate untuk menarik token lewat smart contract, sebuah vektor yang dikenal dalam DeFi dan stablecoin di mana mekanisme harga tidak cukup kuat untuk menangani pergerakan besar.

Baca Juga: Mengenal USD1: Stablecoin World Liberty Financial Bidik Pasar Institusi

Proposal Burn 6 Juta Token sebagai Jawaban

Sebagai langkah krisis, tim Resupply mengajukan usulan untuk melakukan token burn sebanyak 6 juta token sebagai bentuk emasif deflasi untuk membatasi supply dan diharapkan dapat meredam efek negatif dari kerugian akibat eksploit.

  • Itu setara dengan sekitar 60% dari supply yang dicuri, dan mewakili 85% dari volume exploit estimate berbentuk token.
  • Rencana tersebut masih dalam diskusi komunitas: tim pengembang menyiapkan forum voting dan audit tambahan untuk memastikan keamanan setiap tindakan.

Tujuan Utama dan Harapan Komunitas

Rencana pengurangan token ini bertujuan untuk:

  1. Menyeimbangkan supply agar eksposur modal tidak terlalu longgar akibat eksploit.
  2. Meningkatkan kepercayaan pasar, menunjukkan komitmen nyata tim meski krisis terjadi.
  3. Mengurangi tekanan jual dari akumulasi pendanaan yang tentang setelah exploit.

Banyak anggota komunitas dan investor menyampaikan dukungan terbatas, tetapi sebagian lainnya meminta audit tambahan dan transparansi penuh sebelum proses burn dilaksanakan.

Risiko dan Tantangan Proses Burn

Meski strategi token burn bisa membantu, ada banyak risiko yang perlu dihadapi:

  • Legal & compliance: Token burning memerlukan hoki pemangku kepentingan, termasuk investor tahap awal—tanpa dukungan mereka, tindakan ini bisa berujung sengketa hukum.
  • Efektivitas terbatas: Jika burn tidak cukup besar atau belum diikuti kepercayaan kembali, harga token bisa tetap tertekan.
  • Kerentanan kontrak: Setelah serangan baru-baru ini, audit smart contract lanjutan sangat penting agar token burn tidak menjadi tragedi berikutnya.

Proyeksi dan Prospek Pulih

Jika rencana burn disetujui:

  • Kejatuhan harga saat ini bisa dikendalikan karena supply turun drastis.
  • Token berpotensi naik kembali jika investor yakin exploit sudah ditangani dan ekosistem kembali stabil.
  • Adanya roadmap pasca-burn seperti penggantian protokol harga otomatis, audit berkelanjutan, dan peningkatan likuiditas menjadi kunci pemulihan jangka menengah.

Namun jika inisiatif abort atau gagal menaikkan kepercayaan, protokol bisa kehilangan integritas dan pengguna.

Baca Juga: Maple Finance Hadirkan Pinjaman Stablecoin Berbasis stETH

Serangan exploit senilai hampir $10 juta menjadi ujian besar bagi Resupply. Usulan burn 6 juta token menunjukkan tim berusaha mengambil langkah tanggung jawab untuk memulihkan ekosistem.

Namun rencana ini juga penuh tantangan legal dan teknis; audit dan transparansi penuh kini menjadi kebutuhan mutlak.

Apa yang perlu dilakukan selanjutnya:

  • Menyelesaikan voting komunitas dan persetujuan investor.
  • Melaksanakan audit smart contract menyeluruh.
  • Menerbitkan roadmap kepercayaan jangka panjang, termasuk peningkatan protokol harga dan likuiditas.

Protokol DeFi mana pun dapat belajar dari kasus ini: respons cepat dan transparansi publik adalah kunci untuk bertahan kala krisis tak terduga datang.

Resupply tampak berada di ujung jalan pemulihan—tapi apakah mereka dapat membuktikan kesiapan dan kredibilitasnya di mata komunitas? Waktu dan hasil burn akan menjadi jawabannya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

AI Trading vs Manual Trading: Mana yang Lebih Efisien?

AI mampu mengeksekusi order dalam milidetik dan menganalisis ribuan data secara real-time. Tapi apakah itu cukup untuk mengalahkan ketajaman skill dan insting manusia dalam menghadapi pasar yang penuh kejutan?

Artikel ini mengupas kelebihan dan kelemahan dari AI trading dan manual trading. Simak mana yang lebih efisien.

Perbedaan AI Trading dan Manual Trading

AI Trading bekerja dengan memanfaatkan algoritma untuk menjalankan atau melakukan analisis trading berdasarkan aturan yang telah diprogram, termasuk strategi machine learning dan deep learning.

Lalu apa bedanya dengan manual trading?

Manual Trading merupakan sistem trading sebagaimana pada umumnya trading dilakukan, yakni dengan menggunakan analisis langsung oleh trader manusia—mengandalkan skill, pengalaman, dan interpretasi kondisi pasar secara real-time.

Baca juga: Semakin Booming! Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

Kelebihan AI Trading

  • Kecepatan Eksekusi & Analisis Data Super Cepat: Dapat mengeksekusi ribuan order dalam milidetik dan memproses data besar secara bersamaan.
  • Tidak Melibatkan Emosi: AI dapat bertindak sepenuhnya rasional, sesuai aturan yang telah ditetapkan—mengeliminasi kesalahan emosional seperti FOMO atau panik.
  • Backtesting & Optimasi Otomatis: Strategi bisa diuji secara menyeluruh menggunakan data historis dan untuk mencari pola performa terbaik.
  • Operasional 24/7 & Skalabilitas: Sistem otomatis mampu trading nonstop dan memantau banyak pasangan aset sekaligus..

Kekurangan AI Trading

  • Kurang Fleksibel Terhadap Berita dan Sentimen Pasar: AI sering kesulitan menangkap dinamika pasar yang dipicu oleh berita mendadak, FUD, atau FOMO, terutama jika modelnya tidak ditopang oleh sistem analisis sentimen real-time.
  • Risiko Transparansi dan Bias Model: Banyak sistem AI merupakan “black box” yang sulit dipahami. Trader bisa kehilangan kontrol dan kejelasan soal bagaimana dan mengapa suatu keputusan diambil.
  • Biaya Infrastruktur & Pengetahuan Teknis: Startup sistem AI butuh modal untuk server, akses data real-time, dan pemeliharaan— sehingga perlu biaya.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan AI Trading, Bisa Bikin Rugi? 

Keunggulan Manual Trading

  • Fleksibilitas & Intuisi Manusia: Trader bisa merespon dengan cepat terhadap berita tak terduga, sentimen pasar, atau pola kompleks—sesuatu yang sering dilewatkan oleh AI .
  • Peningkatan Pemahaman Pasar:  Proses manual membuat trader belajar langsung, mengenali bias diri, dan memahami mekanisme pasar secara lebih mendalam.
  • Minim Biaya Teknis: Cukup dengan platform dan charting tools standar.

Kelemahan Manual Trading

  • Kecepatan Terbatas: Manusia tidak bisa bersaing dengan kecepatan pemrosesan data AI.
  • Rentan Emosi & Bias: Keputusan sering dipengaruhi oleh rasa takut, keserakahan, atau tekanan psikologis yang dapat menyebabkan bisa dan inkonsistensi .
  • Keterbatasan Skala & Waktu: Trader hanya bisa mengeksekusi sejumlah order dan membutuhkan waktu fokus penuh selama sesi trading .

Baca juga: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

Lalu Mana yang Lebih Efisien?

Gambar hybrid trading.

Banyak trader menggunakan strategi hybrid, yakni gabungan dari AI Trading dan Manual Trading untuk memaksimalkan efisiensi dalam trading. 

Pendekatan ini menggabungkan kecepatan dan akurasi dari sistem otomatis dengan kemampuan manusia membaca konteks pasar yang lebih luas. Contohnya seperti ini:

AI sebagai Filter & Market Scanner

Sistem otomatis berperan sebagai “co-pilot” dalam proses screening, seperti:

  • Mendeteksi volume spike yang bisa menandakan akumulasi atau distribusi,
  • Mengidentifikasi FVG (Fair Value Gap) dan area potensial order block,
  • Mendeteksi support/resistance dan breakout levels, serta
  • Menyaring aset berdasarkan preset tertentu seperti likuiditas atau volatilitas.

Setelah AI memberikan sinyal dari analisisnya, kemudian dikonfirmasi secara manual oleh trader.

Oversight Manual oleh Trader

Setiap sinyal yang dihasilkan AI tetap melalui proses validasi oleh trader. Evaluasi ini mencakup:

  • Analisis sentimen pasar terhadap berita terbaru atau regulasi yang berdampak,
  • Penyesuaian rasio risk/reward berdasarkan struktur pasar saat itu,
  • Pemahaman terhadap tren makroekonomi dan korelasi lintas aset (seperti crypto terhadap indeks saham atau komoditas).

Pendekatan ini dapat memberikan keseimbangan antara efisiensi dan kontrol, dari AI trading unggul dalam konsistensi dan kecepatan, tetapi manual trading tetap lebih unggul dalam fleksibilitas dan pemahaman konteks pasar.

Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat? atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Penutup

AI trading unggul dalam hal kecepatan dan konsistensi, sementara manual trading tetap tak tergantikan dalam fleksibilitas serta kemampuan memahami dinamika pasar secara kontekstual. Dengan menggabungkan kekuatan algoritma dan ketajaman analisis manusia, pendekatan hybrid dapat memberikan keseimbangan ideal antara efisiensi dan kontrol.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com