Tag Archives: cryptocurrency

Hindari Kesalahan Pemula Fatal Membaca Volume Trading

Volume trading bisa menjadi salah satu indikator penting saat melakukan trading atau investasi, tapi bagi pemula, banyak yang salah membaca dan menganggap bahwa volume trading bisa jadi satu-satunya indikator untuk mengambil keputusan beli atau jual, tanpa dilengkapi indikator lain.

Selain salah membaca, ada juga kesalahan lain yang sering dilakukan oleh pemula dalam membaca volume trading lho! Simak lebih lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

Tidak Memperhatikan Kedalaman Order Book

Kesalahan pertama adalah hanya fokus pada volume harian yang tinggi tanpa mengecek kedalaman order book (order book depth). Padahal order book ini bisa menunjukkan seberapa besar likuiditas yang benar-benar tersedia dan dicatat dalam permintaan beli (bid) atau jual (ask) yang siap dieksekusi di rentang harga terdekat tanpa mempengaruhi pergerakan harga secara signifikan.

Order book ini bisa mencerminkan dua hal:

  • Kesehatan likuiditas: seperti yang disebutkan di atas, order book ini mencerminkan likuiditas di rentang harga terdekat, dan bisa jadi pertimbangan apakah trader bisa masuk/keluar posisi tanpa menggerakkan harga secara ekstrem.
  • Kekuatan psikologis pasar: ekspektasi naik atau turunnya harga bisa tercermin dan dilihat langsung dari kedalaman sisi bid atau ask.

Misalnya, jika harga jual (ask) BTC saat ini di $100.000 dan terdapat banyak permintaan beli dan jual antara $100.000-101.000 maka bisa kedalaman order book dianggap tinggi. Dan pasar dianggap memiliki likuiditas yang baik sehingga trader bisa dengan mudah melakukan jual beli dalam rentang harga tersebut tanpa menggeser harga secara signifikan.

Sebaliknya jika terdapat permintaan beli dan jual yang sedikit kedalaman order book dianggap dangkal.

Simpelnya, bayangkan kalau kedalaman order book ini seperti lapisan yang harus ditembus oleh roket (market order). Kalau lapisannya tebal, roket bakal lambat karena harus melewati banyak lapisan (harga tetap stabil karena banyak order yang siap dieksekusi). Tapi, kalau lapisannya tipis, roket bisa langsung melesat (harga bisa naik/turun drastis karena sedikit order yang siap dieksekusi).

Pemula yang hanya memperhatikan volume trading tanpa membaca kedalaman order book bisa terjebak dalam manipulasi volume hingga mengalami perbedaan slippage yang cukup besar.

Mengabaikan Gap dan Ketidakkonsistenan Volume

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak memperhatikan gap atau ketidakkonsistenan dalam volume trading. Volume yang tiba-tiba menghilang lalu muncul kembali secara tidak teratur bisa menjadi tanda:

  • Server exchange mengalami downtime.
  • Market maker menarik likuiditas secara tiba-tiba.
  • Ada pihak sengaja melakukan wash trading untuk menciptakan ilusi volume.

Wash trading sendiri merupakan aktivitas jual beli aset yang sama oleh pihak yang sama untuk menciptakan ilusi seakan-akan memiliki volume yang tinggi. Tujuannya, tidak lain untuk membuat minat trader dan investor kembali atau masuk dengan perasaan FOMO.

Agar membantu kamu terhindar dari wash trading, yuk gunakan platform terpercaya seperti Tokocrypto yang telah berizin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa mulai investasi atau trading dengan deposit mulai dari Rp20.000 aja lho! 👉 Daftar di sini.

Tidak Melakukan Cross-Check Volume antar Exchange

Pemula seringkali lupa untuk membandingkan volume trading antar exchange. Aktivitas volume yang tinggi di satu exchange bisa saja tidak didukung oleh exchange lain, yang bisa jadi indikasi manipulasi lokal.

Cara Menghindari Kesalahan dalam Membaca Volume Trading

  • Gunakan Platform Analitik: Gunakan platform seperti CoinGecko, CoinMarketCap, atau CoinGlass untuk mendapatkan data komprehensif mengenai volume trading, dan kedalaman order book.
  • Gunakan Lebih dari Satu Sumber Data: Selalu gunakan lebih dari satu sumber data, karena adanya potensi manipulasi lokal.
  • Gunakan Indikator Volume Tambahan: Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan volume trading, gunakan indikator tambahan untuk membantu validasi analisis yang kamu miliki.

Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

Masih bingung gimana baca volume trading? Yuk, gabung bareng ribuan trader lainnya di komunitas Tokocrypto melalui link berikut 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

Pergerakan pasar secara sederhana mencerminkan aktivitas beli dan jual yang terekam dalam bentuk data candlestick—termasuk trading volume, yang dapat membantu trader untuk memahami aktivitas transaksi dan potensi perubahan tren.

Lalu bagaimana cara membaca data tinggi rendahnya trading volume? Simak pembahasannya di bawah ini.

Apa Itu Volume dalam Trading?

Volume trading merupakan indikator untuk mengetahui seberapa besar jumlah aset yang diperjualbelikan dalam periode waktu tertentu.

Pergerakan naik dan turunnya volume trading ini tentunya bukan hanya sebagai angka atau batang indikator saja, melainkan representasi dari aktivitas pasar dan investor pada periode waktu tersebut.

Volume tinggi menunjukkan bahwa banyak orang sedang aktif membeli dan menjual aset tersebut, menandakan minat yang besar. Sebaliknya, volume rendah berarti aktivitas perdagangan sedikit, menunjukkan minat yang sedang menurun.

Baca lebih lengkap: Apa itu Volume Trading: Maksud dan Kegunaannya

Kenapa Volume Penting dalam Analisis Pasar Kripto

Volume bisa jadi salah satu indikator yang penting untuk kamu gunakan karena dapat memberikan konteks terhadap pergerakan harga, serta membantu kamu mengenali momen breakout atau pembalikan tren (reversal) berdasarkan minat pasar.

Misalnya, ketika harga menembus resistensi tetapi volume tetap rendah, ada risiko bahwa breakout tersebut tidak didukung oleh partisipasi pasar yang cukup. Kurangnya beli di level tersebut bisa menyebabkan harga kembali turun, sehingga terjadi false breakout atau pembalikan tren.

Sebaliknya, jika harga menembus resistensi dengan volume tinggi, ini menunjukkan bahwa banyak trader dan investor mendukung kenaikan harga, sehingga breakout lebih valid dan berpotensi berlanjut.

Baca juga: Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

Cara Membaca Komponen Dasar Grafik Volume

Contoh grafik volume trading.
Contoh grafik volume trading.

Grafik volume biasanya ditampilkan di bagian bawah chart grafik harga. Tampilannya berupa batang vertikal berwarna:

  • Hijau: volume beli lebih besar dari volume jual.
  • Merah: volume jual mendominasi.

Semakin tinggi batangnya, semakin besar volume transaksi pada periode waktu tersebut. Batang volume ini tentunya harus dianalisis bersamaan dengan pergerakkan arah harga menggunakan indikator teknikal agar interpretasinya lebih akurat.

Contoh Cara Membaca Volume Trading

Berikut beberapa contoh pendekatan sederhana dalam membaca volume:

  • Kenaikan harga dengan volume tinggi → Bisa menunjukan tren bullish, karena banyak trader berpartisipasi dalam pembelian aset.
  • Kenaikan harga dengan volume rendah → Bisa menjadi pertanda bahwa tren kenaikan kurang didukung oleh partisipasi pasar, sehingga berpotensi mengalami pembalikan.
  • No Demand (tidak ada permintaan) → Harga mengalami penurunan dengan volume rendah, mengindikasikan kurangnya minat beli dan kemungkinan tren bearish.
  • No Supply (tidak ada pasokan) → Harga naik dengan volume rendah, mengindikasikan kurangnya tekanan jual dan potensi kenaikan harga lebih lanjut.
  • Volume tinggi dalam fase akumulasi → Investor institusional diam-diam membeli aset sebelum tren naik dimulai.
  • Volume tinggi dalam fase distribusi → Investor institusional mulai menjual aset mereka secara bertahap sebelum tren turun terjadi.

Perlu diingat, ini hanya interpretasi sederhana dalam penggunaan volume trading. Dalam prakteknya kamu perlu mengkombinasikan volume dengan indikator lain seperti support dan resistance, moving average, RSI, MACD atau indikator teknikal lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat

Baca juga: Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

Kesalahan Umum Pemula dalam Membaca Volume

Meskipun volume trading bisa mengindikasikan minat pasar pada suatu aset, bukan berarti volume trading ini bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk mengambil keputusan dalam trading. Kesalahan-kesalahan ini biasanya meliputi:

  • Mengabaikan volume saat menganalisis harga → Bisa menyebabkan kesalahan dalam menilai kekuatan tren.
  • Bereaksi terlalu cepat terhadap lonjakan volume → Tidak semua spike menandakan sinyal beli atau jual yang valid.
  • Tidak menggunakan indikator pendukung → Volume lebih efektif jika dikombinasikan dengan analisis teknikal lainnya.
  • Tidak memperhatikan berita dan sentimen pasar → Faktor eksternal seperti regulasi, adopsi institusional, atau sentimen sosial dapat mempengaruhi pergerakan harga.

Cara Menampilkan Trading Volume di Tokocrypto

Untuk menampilkan trading volume saat menggunakan aplikasi Tokocrypto ikuti beberapa — langkah mudah berikut.

Gambar grafik volume trading di aplikasi Tokocrypto.
  1. Masuk menu ‘Pasar
  2. Cari aset kripto — contoh: BTC/USDT
  3. Pilih ‘VOL’ pada bagian bawah chart harga
  4. Volume trading akan muncul di bagian bawah chart

Masih bingung cara baca volume trading? Yuk, tanya-tanya langsung sama trader aktif lain di Telegram komunitas Tokocrypto melalui link berikut: https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

Artikel ini bertujuan membantu kamu mengenali kapan volume bisa menjadi sinyal beli atau jual yang akurat — Dalam prakteknya, volume trading tidak hanya bisa digunakkan sebagai sinyal awal (leading indicator) melainkan juga sebagai sinyal konfirmasi (lagging indicator). 

Untuk mengetahui kapan volume trading bisa menjadi sinyal beli trading, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini dengan mempelajari jenis indikator trading volume yang biasa digunakkan oleh para trader.

Baca juga: Apa itu Volume Trading: Maksud dan Kegunaannya

Volume sebagai Sinyal Awal (Leading Indicator)

Sebagai leading indicator, volume dapat memberikan petunjuk awal tentang pergerakan pasar. Studi dari jurnal dengan judul “Bitcoin mempool growth and trading volumes” menunjukkan bahwa pertumbuhan volume trading sering kali mengiringi perubahan harga, tapi pertumbuhan trading volume ini sendiri tidak selalu diikuti oleh kenaikan, kadang malah diikuti oleh penurunan. Ini berarti volume bisa menjadi alarm dini bahwa tren besar akan terjadi.

Contoh praktis: ketika aset sedang konsolidasi dan tiba-tiba muncul lonjakan volume—tanpa disertai pergerakan harga signifikan—ini bisa jadi disebabkan oleh aksi institusional atau whale yang mulai melakukan akumulasi. Dengan kata lain, candle kecil disertai volume besar bisa  menjadi pertanda smart money mulai masuk.

Volume sebagai Konfirmasi (Lagging Indicator)

Sebaliknya, volume juga sering digunakan sebagai indikator konfirmasi setelah breakout. Misalnya, saat harga menembus level resistance, tetapi volume tetap rendah, breakout tersebut rentan gagal. Sebaliknya, breakout disertai volume tinggi menunjukkan validitas dan kekuatan tren—bisa membantu trader memastikan sinyal beli.

Salah satu contoh penggunaannya adalah dengan Volume Moving Average (VMA) yang merupakan hasil dari rata-rata volume dalam jangka waktu tertentu, misalnya 20 hari—untuk membantu memahami tren partisipasi pasar. VMA 20-hari ini akan merata-ratakan volume 20 hari terakhir dan menampilkannya sebagai garis pada chart. Saat volume  ini berada di atas garis VMA, maka dianggap sebagai konfirmasi, dan sebaliknya ketika volume trading berada di bawah garis VMA bisa menunjukkan kurangnya partisipasi pasar.

Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

Indikator Trading Volume yang Bisa Digunakan untuk Mengetahui Sinyal Beli yang Valid

 On‑Balance Volume (OBV)

Indikator On-Balance Volume atau OBV dan korelasinya dengan pergerakan harga.
Indikator On-Balance Volume atau OBV dan korelasinya dengan pergerakan harga.

On-Balance Volume atau OBV merupakan indikator volume yang menunjukkan apakah aliran uang sedang masuk atau keluar. Cara kerjanya, OBV akan menambahkan volume pada hari di mana harga penutupan lebih tinggi (up day), dan mengurangkan volume pada hari ketika harga penutupan lebih rendah (down day).

Ketika garis OBV terus naik, itu menandakan tekanan beli lebih kuat daripada tekanan jual, yang bisa menjadi sinyal tren naik (bullish). Sebaliknya, jika OBV menurun, itu menunjukkan tekanan jual yang dominan dan bisa mengindikasikan tren turun (bearish).

Accumulation/Distribution Line (A/D Line)

Garis akumulasi/distribusi (A/D Line) dan korelasinya dengan pergerakan harga.
Garis akumulasi/distribusi (A/D Line) dan korelasinya dengan pergerakan harga.

Garis akumulasi/distribusi (A/D Line) digunakan untuk mengukur aliran uang secara kumulatif yang masuk dan keluar. Cara kerjanya, indikator ini mempertimbangkan data harga dan volume sekaligus, sehingga bisa memberikan gambaran tekanan beli dan jual di balik pergerakan harga.

Kalau garis A/D naik, artinya sedang terjadi akumulasi—pembeli mendominasi pasar. Tapi kalau garis A/D turun, itu menunjukkan distribusi—penjual sedang menguasai. 

Indikator ini membantu trader menilai apakah pasar cenderung menyerap (accumulating) atau melepas (distributing), dan bisa jadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan entry atau exit.

Baca juga: Cara Menentukan Harga Entry dan Exit dalam Swing Trading

Chaikin Money Flow (CMF)

Chaikin Money Flow (CMF) dan korelasinya dengan pergerakan harga.
Chaikin Money Flow (CMF) dan korelasinya dengan pergerakan harga.

CMF memperkirakan arus uang (money flow) dalam periode tertentu—biasanya 21 hari—dengan membandingkan harga penutupan relatif terhadap kisaran harian dan volume, lalu hasilnya diberi bobot berdasarkan volume.

Jika nilai CMF bernilai positif, itu menunjukkan adanya tekanan beli yang kuat. Sebaliknya, jika nilainya negatif, berarti tekanan jual sedang mendominasi.

Volume Moving Average (VMA)

Volume Moving Average (VMA) dan korelasinya dengan pergerakan harga.
Volume Moving Average (VMA) dan korelasinya dengan pergerakan harga.

VMA adalah rata-rata volume selama periode tertentu (misalnya 20 hari), diplot sebagai garis pada grafik volume guna membantu mengenali tren.

Kalau volume saat ini secara konsisten berada di atas garis VMA, itu menandakan minat beli yang kuat dan bisa mengonfirmasi tren harga yang naik. Sebaliknya, kalau volume berada di bawah garis VMA, ini mengisyaratkan lemahnya tekanan beli atau mulai munculnya tekanan jual.

Jadi Kapan Volume Trading Jadi Sinyal Beli Trading Akurat?

Menggunakan beberapa indikator trading volume di atas bisa menjadi sinyal beli yang akurat, terutama saat indikator-indikator tersebut menunjukkan arah yang sejalan dengan pergerakan harga. 

Misalnya, ketika OBV menguat bersamaan dengan breakout harga, atau CMF menunjukkan arus uang positif yang konsisten, ini bisa menjadi indikasi kuat bahwa buyer mulai mendominasi pasar. Sebaliknya, jika volume melonjak namun harga mulai menurun dan A/D Line menunjukkan distribusi, itu bisa menjadi sinyal awal untuk bersiap melakukan aksi jual.

Namun, akurasi sinyal—baik untuk beli maupun jual, tidak hanya ditentukan oleh satu indikator saja. Analisis yang efektif membutuhkan kombinasi antara indikator volume, pola pergerakan harga, zona support dan resistance, serta pemahaman terhadap kondisi pasar yang sedang berlangsung. Dengan pendekatan menyeluruh seperti ini, volume trading dapat berperan sebagai alat penting untuk membangun strategi entry dan exit yang lebih valid.

Penutup

Meskipun indikator volume sangat membantu untuk membaca kekuatan pasar dan mendeteksi sinyal beli, volume saja tidak cukup untuk membuat keputusan trading yang solid. Volume perlu dikonfirmasi dengan indikator lain seperti struktur harga, area support dan resistance, serta indikator momentum seperti RSI atau MACD.

Selain itu, karena pasar kripto bergerak sangat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh berita-berita global yang bisa mengubah arah harga, penting bagi trader untuk terus memperbarui informasi dan terhubung dengan komunitas yang aktif.

Salah satu cara terbaik untuk tetap mendapatkan insight terbaru adalah dengan bergabung bersama komunitas Tokocrypto. Kamu bisa berbagi pengalaman, mengikuti analisis harian, serta memantau pergerakan pasar bersama ribuan trader lainnya–GRATIS!

Gabung di sini 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber:

Truedata. “Volume Analysis and Volume Indicators“. 2024.

Mikhaylova, et al. “Bitcoin mempool growth and trading volumes“. 2023.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dominance Capai Level Kritis, Pertanda Musim Altcoin Segera Tiba?

Berdasarkan analisis terbaru dari firma on‑chain Alphractal, pasar altcoin menunjukkan tanda‑tanda siap untuk breakout besar.

Dua indikator dominasi utama kini menyentuh level support historis, area yang seringkali mendahului rally altcoin yang kuat .

Indikator Dominasi Altcoin Kritis

1. Altcoin Dominance (ex‑Stablecoins)

Saat ini berada di sekitar 25%, level yang dalam beberapa siklus sebelumnya menjadi titik bottom sebelum altcoin kembali meroket.

2. Dominasi Altcoin (tidak termasuk ETH & Stablecoins)

Sekitar 18%, level lain yang historis menjadi trigger bagi rotasi modal ke alt‑cap kecil, mengalahkan Bitcoin.

Alphractal menegaskan bahwa meski indikator ini tidak menjamin altseason, level‑level tersebut berulang kali menjadi titik awal rally altcoin dalam beberapa siklus pasar.

Apa Artinya untuk Pasar?

  • Jika Bitcoin terus naik atau bahkan koreksi, dominasi yang melemah akan membuka ruang bagi altcoin untuk tumbuh lebih agresif seperti dalam beberapa siklus sebelumnya.
  • Dominasi Bitcoin melemah → biasnya positif untuk altcoins; momentum besar saat masa konsolidasi Bitcoin.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin

Apa Sinyal Tambahan?

Menurut laporan dari AInvest:

  • 23% altcoin sudah mengungguli Bitcoin, menandakan pergeseran awal aliran dana ke altcoin (ainvest.com).
  • Ethereum juga menunjukkan pola cup-and-handle di chart ETH/BTC, sinyal kuat tengah menciptakan basis sebelum breakout lebih tinggi — juga membuka jalur lebih luas ke altcoin.
  • Total pendanaan Web3 mencapai $3,8 miliar hanya di Q1 2025, mayoritas mendukung proyek alt unggulan seperti AI, gaming, dan modular blockchain.
  1. Pantau dominasi altcoin: jika breakout di atas 25% (atau 18% tanpa ETH), ini sinyal kuat altcoin season.
  2. Perhatikan rotasi modal ke sektor spesifik seperti AI, gaming, modular chain—potensinya signifikan.
  3. Gunakan TA: garis support/resistance dominasi, pola teknikal ETH/BTC, serta volume dan RSI tiap altcoin.
  4. Diversifikasi portofolio: siapkan sebagian alokasi untuk altcoin kecil dan menengah yang memiliki potensial besar saat musim alt.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

  • False breakout: Dominasi bisa rebound kembali ke Bitcoin, memicu koreksi altcoin.
  • Volatilitas tinggi: Kondisi awal altcoin season biasanya ditandai dengan fluktuasi ekstrem.
  • Faktor eksternal: berita makro, regulasi, atau perubahan sentimen institusional bisa mengubah arah secara tiba‑tiba.

Baca Juga: Harga BNB Mendekati Rekor Tertinggi, Saat Altcoin Lain Masih Tertinggal

Musim altcoin bisa semakin dekat karena dua indikator dominasi altcoin saat ini sedang di area histori support penting (25% & 18%).

Lebih dari sepertiga altcoin sudah menunjukkan performa relatif baik dibanding Bitcoin, ditambah sinyal teknikal Ethereum dan meningkatnya pendanaan Web3 yang berfokus pada altcoins.

Semua ini menunjukkan bahwa pasar tengah memasuki fase persiapan rotasi modal besar.

Bagi investor dan trader, ini saatnya bersiap, baca chart dominasi, cermati tren pendanaan, dan jaga portofolio tetap variatif untuk memanfaatkan potensi keuntungan dari altseason yang mungkin segera datang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Hadapi Risiko Bearish Meski Reli 9%

Ethereum (ETH) kembali mencuri perhatian setelah mengalami reli sekitar 9–10%, membawa harga mendekati $2.800.

Namun, dibalik euforia kenaikan tersebut, analis memperingatkan potensi arah berbalik yang didorong oleh dominasi strategi bearish di pasar opsi dan kekhawatiran kekuatan ETH menghadapi serangan altcoin ETF.

Minat Opsi Bearish: Hedge, Bukan Permainan Bulls Semata

  • Open interest (OI) di opsi Ethereum melonjak dari $6,3 miliar ke level $8,3 miliar sejak April yang merupakan indikator meningkatnya keterlibatan institusional.
  • Strategi populer seperti short risk reversal dan bear diagonal spread menandakan bahwa banyak trader mengambil posisi bearish, atau setidaknya bersiap menghadapi penurunan harga.
  • Kendati demikian, sebagian besar opsi put diarahkan pada strike price ≤ $2.700, dengan potensi kedaluwarsa kalau ETH tetap di atas level tersebut hingga expiry jatuh tempo 27 Juni.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dominasi Strategi Bearish – Meski Sentimen Umum Netral–Bullish

  • Rasio strategi bearish vs bullish di opsi ETH menunjukkan peningkatan, namun mayoritas indikator (seperti call option) masih berpihak ke arah netral–bullish.
  • Fenomena ini mencerminkan struktur hedge, bukan hanya pesimisme murni – para pelaku mungkin ingin mengunci keuntungan sambil mengantisipasi koreksi kecil .

Faktor Eksternal: Ancaman dari Altcoin ETF

  • Kenaikan minat pada altcoin lainnya, terutama jika disetujui sebagai ETF, bisa mengalihkan arus modal dari Ethereum.
  • Potensi migrasi dana ini disebut-sebut bisa menjadi hambatan bagi dominasi ETH dalam skema aset kripto institusional atau ritel .

Analisis Teknis: Resistensi Kuat di USD 2.800

  • Harga ETH sudah beberapa kali gagal melewati zona $2.800–$2.820, menandai area resistensi signifikan.
  • Jika ETH gagal tembus level ini, koreksi menuju $2.700 atau bahkan $2.600 bisa saja terjadi dalam waktu dekat—terutama jika para hedger mulai merealisasi keuntungan mereka.

Baca Juga: Rekor Baru, Staking Ethereum Nyaris Tembus $90 Miliar

Apakah Risiko Ini Layak Diwaspadai?

Elemen Dampak
Open interest tinggi Menandakan tekanan dari strategi bearish
Spike put options Ideal untuk hedge namun bisa jadi indikasi pasar berhati-hati
Resistensi teknikal di $2.800 Gagal break bisa memicu koreksi
Ancaman altcoin ETF Bila dana berpindah, bisa melemahkan ETH

Skenario Pasar ke Depan

  • Bullish hard: Jika ETH mampu bertahan di atas USD 2.800 hingga expiry opsi akhir Juni, kemungkinan reli lanjutan menuju $3.000–$3.200 tetap terbuka.
  • Bearish atau netral: Jika ditolak dari level resistensi, ETH bisa bergerak sideways, bahkan turun hingga zona $2.600–$2.700, sebelum menentukan arah berikutnya.

Tips untuk Investor & Trader

  • Trader jangka pendek: Perhitungkan risiko penolakan di resistensi dengan menetapkan stop-loss di bawah $2.750–$2.780.
  • Investor jangka panjang: Manfaatkan koreksi sebagai kesempatan akumulasi, tapi tetap waspadai tren makro seperti aliran ETF altcoin.
  • Pantau pasar opsi secara berkala: Volume outlier atau strategi baru bisa menjadi sinyal awal pembalikan harga.

Baca Juga: Upgrade Pectra Ethereum: Penilaian Setelah Sebulan Implementasi

Meskipun reli mendekati +10% dan harga mendekati level psikologis $2.800, kondisi pasar opsi ETH mengungkap adanya hedge besar oleh pelaku institusi.

Dominasi strategi bearish melalui opsi seperti short risk reversal menunjukkan kebutuhan untuk mengantisipasi potensi koreksi.

Ditambah risiko dari altcoin ETF yang dapat merebut perhatian investor, semua merangkai skenario pasar yang penuh ketidakpastian.

Bagi investor yang ingin tetap aman: lindungi posisi saat ini, pantau expiry akhir Juni, dan siapkan strategi cadangan jika terjadi penolakan atau tekanan jual mendadak.

Pasar Ethereum mungkin sedang diuji, namun kemampuan breakout atau breakdown-nya akan sangat bergantung pada tekanan opsi dan arus modal institusional dalam beberapa minggu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Panduan Lengkap Cara Trading Crypto bagi Pemula

Trading kripto adalah kegiatan yang semakin populer di kalangan pemula maupun investor berpengalaman.

Bagi pemula yang ingin memulai perjalanan mereka di dunia trading kripto, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami.

Dalam panduan cara trading crypto bagi pemula ini, kami akan memberikan penjelasan lengkap tentang trading kripto, termasuk konsep dasar, strategi perdagangan, manajemen risiko, serta tips dan trik yang berguna bagi orang yang belum pernah terjun dalam dunia trading crypto sama sekali.

Dengan pemahaman yang baik tentang trading kripto, Anda dapat meningkatkan peluang kesuksesan dan mengelola risiko dengan lebih baik dalam pasar yang penuh tantangan ini. Mari kita mulai!

Dasar-Dasar Trading

Apa itu trading?

Trading merupakan konsep ekonomi mendasar yang melibatkan pembelian dan penjualan aset. Aset ini bisa berupa barang dan jasa, di mana pembeli memberikan kompensasi kepada penjual. Di lain waktu, transaksi dapat melibatkan pertukaran barang dan jasa antara kedua belah pihak.

Dalam konteks pasar keuangan, aset yang diperdagangkan dikenal sebagai instrumen keuangan. Ini meliputi saham, obligasi, pasangan mata uang di pasar Forex, opsi, futures, produk margin, aset kripto, dan banyak lagi. Jika istilah-istilah ini masih asing bagi Anda, jangan khawatir – semuanya akan dijelaskan dalam artikel ini.

Istilah trading umumnya digunakan untuk merujuk pada perdagangan jangka pendek, di mana para trader aktif masuk dan keluar dari posisi dalam waktu relatif singkat. Namun, asumsi ini dapat sedikit menyesatkan.

Faktanya, trading dapat mencakup berbagai strategi, seperti day trading, swing trading, trading berdasarkan tren, dan banyak lainnya.

Namun, jangan khawatir, semuanya akan dibahas dengan lebih rinci nanti.

Apa itu investasi?

Investasi merupakan proses alokasi sumber daya (seperti modal) dengan harapan memperoleh keuntungan. Ini bisa berarti menggunakan uang untuk mendanai dan memulai bisnis atau membeli tanah dengan tujuan menjualnya di masa depan dengan harga yang lebih tinggi.

Di pasar keuangan, investasi biasanya dilakukan dalam instrumen keuangan dengan harapan menjualnya nanti dengan harga yang lebih tinggi.

Tujuan utama investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan (juga dikenal sebagai return on investment atau ROI).

Berbeda dengan trading, investasi umumnya menggunakan pendekatan jangka panjang terhadap akumulasi kekayaan. Investor berupaya membangun kekayaan mereka selama periode waktu yang panjang (bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun).

Ada banyak cara untuk melakukannya, namun investor biasanya menggunakan faktor fundamental untuk mencari peluang investasi yang menjanjikan.

Dalam pendekatan jangka panjang ini, investor umumnya tidak terlalu khawatir dengan fluktuasi harga jangka pendek. Oleh karena itu, mereka cenderung lebih pasif dan tidak terlalu terganggu oleh kerugian jangka pendek.

Apa perbedaan antara trading dan investasi?

Baik trader maupun investor bertujuan untuk mendapatkan keuntungan di pasar keuangan. Namun, metode yang mereka gunakan untuk mencapai tujuan ini sangat berbeda.

Secara umum, orang- orang melakukan investasi untuk memperoleh keuntungan dalam jangka waktu yang lebih lama, misalnya dalam periode tahunan atau puluhan tahun. Karena investor memiliki jangka waktu yang lebih panjang, target keuntungan dalam setiap investasi cenderung lebih besar pula.

Di sisi lain, orang melakukan trading untuk mendapatkan keuntungan dari volatilitas pasar. Mereka masuk dan keluar dari posisi lebih sering, dan mungkin mencari keuntungan yang lebih kecil dalam setiap transaksi (karena mereka sering melakukan banyak transaksi).

Manakah yang lebih baik? Manakah yang lebih cocok untuk Anda? Keputusan ini ada di tangan Anda. Anda dapat memulai dengan mempelajari pasar dan belajar sambil melakukan trading.

Seiring berjalannya waktu, Anda akan dapat menentukan mana yang lebih sesuai dengan tujuan keuangan, kepribadian, dan profil trading Anda sendiri.

Apa itu analisis fundamental (FA)?

Analisis fundamental adalah metode penilaian aset keuangan. Dalam analisis ini, seorang analis mempelajari faktor-faktor ekonomi dan keuangan untuk menentukan apakah nilai suatu aset layak atau tidak. Analisis ini dapat melibatkan kondisi ekonomi makro, kondisi industri, atau bisnis yang terkait dengan aset tersebut (jika ada). Indikator-indikator leading dan lagging sering digunakan dalam analisis ini.

Setelah analisis fundamental selesai, analis dapat menentukan apakah aset yang dinilai undervalued (di bawah nilai sebenarnya) atau overvalued (di atas nilai sebenarnya). Investor dapat menggunakan kesimpulan ini sebagai panduan dalam mengambil keputusan investasi.

Dalam dunia kripto, analisis fundamental juga dapat mencakup analisis data terkait blockchain publik yang disebut on-chain metrics.

Metrik-metrik ini dapat mencakup tingkat hash jaringan, pemegang aset utama, jumlah alamat, analisis transaksi, dan banyak lagi.

Dengan menggunakan berbagai data yang tersedia mengenai blockchain publik, analis dapat mengembangkan indikator teknikal yang kompleks untuk mengukur kesehatan jaringan secara keseluruhan.

Analisis fundamental banyak digunakan dalam pasar saham atau Forex, namun tampaknya kurang cocok untuk diterapkan pada aset kripto dalam kondisi saat ini.

Kelas aset kripto masih relatif baru, sehingga belum ada kerangka kerja standar dan komprehensif untuk menilai pasar. Terlebih lagi, sebagian besar pasar kripto didorong oleh spekulasi dan narasi.

Oleh karena itu, faktor fundamental biasanya tidak memiliki pengaruh yang kuat terhadap harga kripto. Namun, saat pasar matang, mungkin akan muncul cara yang lebih tepat untuk menilai aset kripto.

Apa itu analisis teknikal (TA)?

Analis teknikal menggunakan pendekatan yang berbeda. Prinsip utama dalam analisis teknikal adalah bahwa pergerakan harga di masa lalu dapat memberikan petunjuk tentang perilaku pasar di masa depan.

Analis teknikal tidak berusaha menentukan nilai intrinsik suatu aset. Sebaliknya, mereka menganalisis aktivitas perdagangan historis untuk mencari peluang berdasarkan pola yang muncul dari data tersebut.

Ini melibatkan analisis harga dan volume, pola grafik, penggunaan indikator teknikal, dan berbagai alat grafik lainnya. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengevaluasi kekuatan atau kelemahan pasar.

Oleh karena itu, analisis teknikal bukan hanya alat untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan, tetapi juga merupakan kerangka kerja yang berguna untuk manajemen risiko.

Karena analisis teknikal menyediakan model untuk menganalisis struktur pasar, trading dapat dilakukan dengan lebih jelas dan terukur.

Dalam konteks ini, mengukur risiko adalah langkah pertama dalam manajemen risiko. Itulah sebabnya mengapa beberapa analis teknikal tidak hanya dianggap sebagai trader, tetapi juga menggunakannya sebagai kerangka kerja untuk manajemen risiko.

Praktik analisis teknikal dapat diterapkan pada berbagai pasar keuangan, dan banyak digunakan dalam trading kripto.

Namun, apakah analisis teknikal bermanfaat? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penilaian pasar kripto sebagian besar didorong oleh spekulasi.

Inilah sebabnya mengapa analisis teknikal sangat efektif di dunia kripto, karena dapat berhasil hanya dengan mempertimbangkan faktor teknikal saja.

Analisis fundamental vs analisis teknikal: Manakah yang terbaik?

Jawabannya tergantung pada strategi trading Anda. Mengapa tidak menggunakan keduanya? Kebanyakan metode analisis pasar bekerja dengan baik ketika digabungkan dengan metode atau indikator lainnya.

Dengan cara ini, Anda memiliki peluang yang lebih baik untuk menemukan peluang investasi yang lebih andal. Menggabungkan berbagai strategi trading juga membantu menghilangkan bias dalam proses pengambilan keputusan.

Konsep ini sering disebut sebagai konfluens. Trader konfluens menggabungkan beberapa strategi menjadi satu untuk memadukan manfaat dari masing-masing strategi.

Ide di baliknya adalah peluang trading yang dihasilkan oleh strategi gabungan mungkin lebih kuat daripada yang ditawarkan oleh satu strategi saja.

Apa yang mempengaruhi pasar keuangan?

Harga suatu aset ditentukan oleh keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Dengan kata lain, harga ditentukan oleh pembeli dan penjual. Ketika pasokan bertemu permintaan, terbentuklah pasar. Tetapi apa lagi yang mempengaruhi nilai aset keuangan?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, ada faktor-faktor fundamental seperti kondisi ekonomi. Selain itu, ada juga faktor-faktor teknis seperti kapitalisasi pasar kripto. Selain itu, ada faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti sentimen pasar atau berita terbaru.

Namun, faktor-faktor tersebut hanyalah variabel yang perlu dipertimbangkan. Yang benar-benar menentukan harga suatu aset pada saat tertentu adalah keseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Apa itu tren pasar?

Tren pasar adalah arah pergerakan harga suatu aset secara keseluruhan. Dalam analisis teknikal, tren pasar biasanya diidentifikasi menggunakan aksi harga, garis tren, atau moving average utama.

Secara umum, ada dua jenis tren pasar utama: tren naik (bull market) dan tren turun (bear market). Tren naik terjadi ketika harga terus naik secara berkelanjutan, sementara tren turun terjadi ketika harga terus turun secara berkelanjutan. Selain itu, ada juga tren konsolidasi di mana tidak ada tren yang jelas.

Grafik Bitcoin di pasar Bull
Bitcoin berada di pasar bull sepanjang keberadaannya.

Perlu diingat bahwa tren pasar tidak berarti harga selalu bergerak searah dengan tren tersebut. Tren naik yang berkelanjutan tetap memiliki tren turun kecil di dalamnya, dan sebaliknya. Ini adalah sifat alami dari tren pasar.

Semuanya bergantung pada perspektif yang Anda gunakan. Tren pasar pada kerangka waktu yang lebih tinggi akan selalu memiliki signifikansi yang lebih besar daripada tren pasar pada kerangka waktu yang lebih rendah.

Satu hal yang menarik tentang tren pasar adalah tren hanya bisa diketahui secara pasti dengan melihat ke belakang.

Anda mungkin pernah mendengar tentang hindsight bias, yaitu kecenderungan orang untuk meyakinkan diri sendiri bahwa mereka dengan tepat meramalkan suatu peristiwa sebelum hal itu terjadi.

Bias ini dapat berdampak signifikan pada proses mengidentifikasi tren pasar dan pengambilan keputusan trading.

Apa itu siklus pasar?

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan “pasar bergerak dalam siklus”. Siklus pasar adalah pola atau tren yang muncul dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, siklus pasar pada kerangka waktu yang lebih tinggi lebih dapat diandalkan daripada siklus pasar pada kerangka waktu yang lebih rendah. Namun, siklus pasar kecil juga dapat ditemukan pada grafik waktu yang lebih pendek, seperti grafik per jam.

Pasar secara alami beroperasi dalam siklus. Siklus dapat menyebabkan kelas aset tertentu mengungguli yang lain. Pada segmen siklus pasar tertentu, kelas aset yang sama mungkin tampil lebih buruk dibandingkan dengan jenis aset lainnya karena kondisi pasar yang berbeda.

Namun, hampir tidak mungkin untuk menentukan di mana kita berada dalam siklus pasar saat ini. Analisis ini hanya dapat dilakukan dengan tingkat akurasi yang tinggi setelah bagian siklus tersebut selesai.

Selain itu, siklus pasar jarang memiliki titik awal dan akhir yang jelas. Oleh karena itu, berada di posisi saat ini adalah sudut pandang yang sangat bias di pasar keuangan.

Pasar Keuangan dan Instrumen Perdagangan

Apa itu instrumen keuangan?

Instrumen keuangan adalah aset yang dapat diperdagangkan. Contohnya adalah uang tunai, logam mulia (seperti emas atau perak), dokumen yang mengkonfirmasi kepemilikan atas sesuatu (seperti bisnis atau sumber daya), hak untuk mengirim atau menerima uang tunai, dan lain sebagainya.

Instrumen keuangan sebenarnya sangat kompleks, tetapi ide dasarnya adalah bahwa apa pun yang diwakili oleh instrumen keuangan dapat diperdagangkan.

Instrumen keuangan dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Salah satu klasifikasi yang umum digunakan adalah apakah instrumen tersebut merupakan instrumen tunai atau instrumen derivatif.

Instrumen derivatif, seperti namanya, mendapatkan nilainya dari aset lain (seperti aset kripto). Instrumen keuangan juga dapat diklasifikasikan sebagai instrumen berbasis utang atau berbasis ekuitas.

Jadi, di mana aset kripto termasuk? Kripto dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori, dan satu kripto dapat masuk ke dalam lebih dari satu kategori.

Salah satu klasifikasi yang sederhana adalah bahwa kripto adalah aset digital. Namun, jenis aset ini juga berpotensi membangun sistem keuangan dan ekonomi yang sepenuhnya baru.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa aset kripto membentuk kategori aset digital yang benar-benar baru.

Selain itu, seiring perkembangan ekosistem, muncul pula kategori-kategori baru. Contohnya adalah munculnya DeFi (Decentralized Finance) yang dapat kita lihat saat ini.

Pasar spot adalah tempat di mana instrumen keuangan diperdagangkan dengan metode “penyerahan langsung”. Penyerahan dalam konteks ini berarti menukar instrumen keuangan dengan uang tunai.

Mungkin perbedaannya tampak sepele, tetapi penting untuk diketahui bahwa tidak semua pasar menerima penyerahan langsung dalam bentuk uang tunai.

Sebagai contoh, pasar berjangka atau futures akan menyerahkan aset di tanggal yang ditentukan di masa depan (pada saat kontrak futures berakhir atau kedaluwarsa).

Secara sederhana, pasar spot dapat dianggap sebagai tempat di mana perdagangan dilakukan secara langsung atau “di tempat”. Karena trading dilakukan secara langsung, harga pasar aset saat ini sering disebut sebagai harga spot.

Jadi, apa artinya ini dalam konteks pasar kripto? Apa yang dapat Anda lakukan di pasar spot Tokocrypto? Anda dapat menukar koin secara langsung. Jika Anda ingin menukar BNB dengan BUSD, Anda dapat pergi ke pasar spot BNB/BUSD.

Dengan cara yang sama, jika Anda ingin menukar BNB dengan BTC, Anda dapat pergi ke pasar spot BNB/BTC. Setelah pesanan Anda terpenuhi, koin akan ditukar secara instan. Ini adalah salah satu cara paling mudah untuk melakukan trading kripto.

Apa itu trading margin?

Perdagangan margin adalah metode trading yang menggunakan dana pinjaman dari pihak ketiga. Dengan perdagangan margin, hasil trading diperbesar, baik ke arah positif maupun negatif.

Akun margin membantu pedagang mendapatkan modal lebih banyak dan mengurangi risiko counterparty.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pedagang dapat memperdagangkan ukuran posisi yang sama dengan menyimpan lebih sedikit modal di bursa kripto.

Dalam konteks trading margin, ada dua istilah yang sering muncul, yaitu margin dan leverage. Margin merujuk pada jumlah modal yang Anda masukkan (modal yang Anda miliki sendiri). Leverage mengacu pada jumlah yang digunakan untuk memperbesar margin. Misalnya, jika

Anda menggunakan leverage 2x, itu berarti Anda membuka posisi dengan memperbesar jumlah margin dua kali lipat. Leverage 4x berarti memperbesar margin empat kali lipat, dan seterusnya.

Namun, perlu diingat mengenai risiko likuidasi. Semakin tinggi leverage yang Anda gunakan, semakin dekat harga likuidasi terhadap harga entri Anda.

Jika terjadi likuidasi, Anda berisiko kehilangan seluruh margin Anda. Sebelum memulai trading margin, penting untuk mempertimbangkan risiko yang tinggi ini.

Perdagangan margin banyak digunakan di pasar saham, komoditas, dan Forex, termasuk pasar Bitcoin dan kripto lainnya. Dalam lingkungan tradisional, dana pinjaman disediakan oleh pialang investasi.

Namun, dalam kripto, dana biasanya dipinjamkan oleh bursa dengan biaya pendanaan. Dalam beberapa kasus, dana pinjaman juga dapat berasal langsung dari pedagang lain di platform.

Biasanya, dikenakan bunga variabel (biaya pendanaan), karena tingkat bunga ditentukan oleh pasar terbuka.

Kita telah menjelaskan secara singkat mengenai trading margin, tetapi masih banyak lagi yang perlu dipelajari. Jika Anda ingin membaca lebih lanjut, silakan lihat artikel Apa Itu Perdagangan Margin?.

Apa itu pasar derivatif?

Derivatif adalah aset keuangan yang nilainya didasarkan pada aset lain, baik itu tunggal maupun sekelompok aset. Jenis aset yang sering dijadikan dasar adalah saham, obligasi, komoditas, indeks pasar, atau kripto.

Produk derivatif pada dasarnya adalah kontrak antara beberapa pihak yang mendapatkan harganya dari aset dasar yang digunakan sebagai patokan.

Apapun aset yang digunakan sebagai patokan, konsep intinya adalah produk derivatif mendapatkan nilai dari aset tersebut. Beberapa contoh produk derivatif yang umum adalah kontrak futures, kontrak opsi, dan swap.

Pasar derivatif merupakan salah satu pasar terbesar yang ada, menurut beberapa perkiraan. Mengapa demikian? Karena derivatif dapat diterapkan hampir pada semua produk keuangan, termasuk produk derivatif itu sendiri.

Ya, derivatif dapat menghasilkan derivatif lainnya, yang kemudian dapat menghasilkan derivatif lainnya lagi, dan seterusnya.

Apakah ini terdengar seperti susunan rumah kartu yang rapuh dan rentan runtuh? Ya, memang ada kemungkinan hal tersebut terjadi. Beberapa orang berpendapat bahwa pasar derivatif memainkan peran utama dalam Krisis Keuangan 2008.

Apa Itu kontrak futures dan forward?

Kontrak futures adalah jenis produk derivatif yang memungkinkan pedagang berspekulasi terhadap harga aset di masa depan.

Prosesnya melibatkan kesepakatan antara dua pihak untuk menyelesaikan transaksi pada tanggal kedaluwarsa. Seperti yang telah dibahas dalam bagian mengenai derivatif, aset dasar untuk kontrak futures dapat berupa berbagai aset, seperti kripto, komoditas, saham, dan obligasi.

Tanggal kedaluwarsa kontrak futures adalah hari terakhir aktivitas trading berlangsung untuk kontrak tersebut. Pada akhir hari tersebut, kontrak berakhir dengan harga terakhir yang diperdagangkan.

Penyelesaian kontrak telah ditentukan sebelumnya, dan dapat dilakukan dengan penyerahan fisik aset atau dengan penyelesaian tunai.

Jika dilakukan dengan penyerahan fisik, aset dasar kontrak secara langsung ditukar. Sebagai contoh, beberapa barel minyak akan dikirimkan.

Jika dilakukan dengan penyelesaian tunai, aset dasar tidak ditukar langsung, tetapi hanya nilainya yang diwakilkan (dalam bentuk uang tunai atau kripto).

Apa itu kontrak futures perpetual?

Kontrak futures perpetual adalah produk derivatif yang memungkinkan pedagang tetap berada dalam posisi mereka bahkan setelah tanggal kedaluwarsa.

Perbedaan utama antara kontrak futures perpetual dengan kontrak futures reguler adalah bahwa kontrak perpetual tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Dengan demikian, pedagang dapat berspekulasi terhadap harga aset dasar tanpa harus khawatir dengan tanggal kedaluwarsa.

Namun, ada tantangan baru yang muncul. Bagaimana jika harga kontrak futures perpetual sangat berbeda dengan harga aset dasar? Karena tidak ada tanggal kedaluwarsa, pasar futures perpetual dapat memiliki perbedaan yang signifikan dan berkelanjutan dengan pasar spot.

Itulah mengapa kontrak futures perpetual menerapkan biaya pendanaan atau funding fee yang dibayarkan antar pedagang. Bayangkan jika pasar futures perpetual diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi dari pasar spot.

Dalam hal ini, tingkat pendanaan akan positif, yang berarti posisi long (pembeli) membayar biaya pendanaan kepada posisi short (penjual). Ini mendorong pembeli untuk menjual, yang kemudian menurunkan harga kontrak agar lebih mendekati harga spot.

Sebaliknya, jika pasar futures perpetual diperdagangkan dengan harga yang lebih rendah dari pasar spot, tingkat pendanaan akan negatif. Kali ini, posisi short membayar posisi long untuk mendorong harga kontrak naik.

Secara ringkas, jika pendanaan positif, pembeli membayar penjual. Jika pendanaan negatif, penjual membayar pembeli. Kontrak futures perpetual sangat populer di kalangan pedagang Bitcoin dan kripto lainnya. 

Apa itu kontrak opsi?

Kontrak opsi adalah jenis produk derivatif yang memberi pedagang hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual aset di masa depan dengan harga yang telah ditentukan.

Perbedaan utama antara kontrak opsi dengan kontrak futures adalah bahwa pedagang tidak diwajibkan untuk menyelesaikan kontrak opsi.

Ketika pedagang membeli kontrak opsi, mereka berspekulasi tentang arah harga. Terdapat dua jenis kontrak opsi, yaitu opsi panggilan (call options) dan opsi jual (put options). Opsi panggilan bertaruh bahwa harga akan naik, sementara opsi jual bertaruh bahwa harga akan turun.

Seperti halnya produk derivatif lainnya, kontrak opsi dapat didasarkan pada berbagai aset keuangan, termasuk indeks pasar, komoditas, saham, aset kripto, dan lain sebagainya.

Kontrak opsi memungkinkan strategi trading yang kompleks dan metode manajemen risiko, seperti hedging. Dalam lingkungan kripto, opsi dapat menjadi berguna terutama bagi penambang yang ingin melindungi kepemilikan aset kripto mereka yang signifikan.

Dengan cara ini, mereka menjadi lebih terlindungi dari peristiwa yang dapat berdampak buruk pada portofolio mereka.

Apa itu pasar valuta asing (forex)?

Pasar valuta asing (Foreign Exchange, Forex, FX) adalah tempat di mana pedagang menukar mata uang satu negara dengan mata uang negara lainnya. Secara sederhana, pasar Forex menentukan nilai tukar mata uang di seluruh dunia.

Kita sering menganggap mata uang sebagai aset “safe haven” yang stabil. Namun, pada kenyataannya, mata uang juga dapat mengalami fluktuasi pasar yang signifikan.

Nilai mata uang ditentukan oleh penawaran dan permintaan, serta dapat dipengaruhi oleh inflasi, faktor pasar global terkait trading dan investasi, dan faktor geopolitik.

Bagaimana pasar Forex bekerja? Pasangan mata uang dapat diperdagangkan oleh berbagai institusi keuangan, termasuk bank investasi, bank sentral, perusahaan komersial, perusahaan investasi, hedge fund, dan pedagang Forex ritel. Pasar Forex juga memfasilitasi konversi mata uang global untuk pembayarantrading internasional.

Pedagang valas biasanya menggunakan strategi trading harian, seperti scalping dengan leverage, untuk memperoleh keuntungan. Pasar Forex dapat dianggap sebagai salah satu pilar utama dari ekonomi global yang kita kenal saat ini. Sebenarnya, pasar Forex adalah pasar keuangan terbesar dan paling likuid di dunia.

Apa itu token leverage?

Token leverage adalah aset yang dapat diperdagangkan dan memberikan manfaat leverage terhadap harga kripto tanpa perlu mengelola posisi leverage secara langsung. Dengan kata lain, Anda tidak perlu khawatir tentang margin, jaminan, pendanaan, atau likuidasi.

Token leverage adalah produk keuangan inovatif yang ada berkat teknologi blockchain. Awalnya diperkenalkan oleh bursa derivatif FTX, sekarang ada berbagai implementasi alternatif dari token leverage. Namun, ide inti di balik token-token ini tetap sama, yaitu tokenisasi posisi leverage terbuka. Apa artinya ini?

Token leverage mewakili posisi futures perpetual yang sedang terbuka dalam bentuk token. Ingat bahwa derivatif dapat dibuat dari derivatif lainnya? Token leverage adalah contohnya, karena jenis token ini mendapatkan nilainya dari posisi futures, yang juga merupakan produk derivatif.

Strategi Trading dan Investasi

Apa itu strategi trading?

Strategi trading adalah rencana yang diikuti oleh seorang pedagang saat melakukan perdagangan. Tidak ada satu pendekatan trading yang benar mutlak, sehingga setiap strategi sangat tergantung pada profil dan preferensi masing-masing pedagang.

Apapun pendekatan Anda dalam berdagang, membuat rencana itu penting – dengan membuat rencana, Anda dapat mengartikulasikan tujuan dengan jelas dan mencegah terjebak dalam emosi.

Biasanya, Anda memutuskan apa yang akan Anda perdagangkan, bagaimana Anda akan memperdagangkannya, dan titik-titik di mana Anda akan masuk dan keluar.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa contoh strategi trading yang populer.

Apa itu manajemen portofolio?

Manajemen portofolio berhubungan dengan penciptaan dan pengelolaan berbagai investasi. Portofolio itu sendiri adalah kumpulan aset – dapat berisi segala sesuatu mulai dari Beanie Babies hingga real estat.

Jika Anda secara eksklusif trading kripto, maka portofolio Anda mungkin terdiri dari kombinasi Bitcoin dan berbagai koin digital dan token lainnya.

Langkah pertama Anda adalah mempertimbangkan apa yang Anda harapkan dari portofolio tersebut.

Apakah Anda mencari kumpulan investasi yang akan tetap terlindungi dari volatilitas, atau sesuatu yang lebih berisiko yang mungkin menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dalam jangka pendek?

Berguna untuk mempertimbangkan beberapa opsi tentang bagaimana Anda ingin mengelola portofolio Anda.

Beberapa orang mungkin lebih suka strategi pasif – strategi di mana Anda menetapkan investasi dan meninggalkannya. Orang lain mungkin mengambil pendekatan aktif, di mana mereka terus-menerus membeli dan menjual aset untuk mendapatkan keuntungan.

Apa itu manajemen risiko?

Manajemen risiko sangat penting untuk keberhasilan dalam trading. Dimulai dengan mengidentifikasi jenis risiko yang mungkin Anda hadapi:

  • Risiko pasar: potensi kerugian yang mungkin Anda alami jika aset kehilangan nilai.
  • Risiko likuiditas: potensi kerugian yang timbul dari pasar yang tidak likuid, di mana Anda tidak dapat dengan mudah menemukan pembeli untuk aset Anda.
  • Risiko operasional: potensi kerugian yang berasal dari kegagalan operasional, seperti kesalahan manusia, kegagalan perangkat keras/perangkat lunak, atau perilaku penipuan yang disengaja oleh karyawan.
  • Risiko sistemik: potensi kerugian yang disebabkan oleh kegagalan pelaku di industri tempat Anda beroperasi, yang berdampak pada semua bisnis di sektor yang sama. Seperti yang terjadi pada tahun 2008, kejatuhan Lehman Brothers berdampak buruk pada sistem keuangan global.

Seperti yang Anda lihat, mengidentifikasi risiko dimulai dengan aset dalam portofolio Anda, tetapi juga harus mempertimbangkan faktor internal dan eksternal agar efektif.

Selanjutnya, Anda harus mengevaluasi seberapa sering Anda akan berhadapan dengan risiko-risiko ini dan seberapa besar dampak yang mungkin terjadi.

Dengan mempertimbangkan risiko dan memahami potensi dampaknya terhadap portofolio Anda, Anda dapat menentukan tingkat risiko dan mengembangkan strategi serta penanganan yang tepat.

Misalnya, risiko sistemik dapat dikurangi dengan diversifikasi, dengan memiliki investasi yang berbeda, dan risiko pasar dapat dikurangi dengan menggunakan stop-loss.

Apa itu day trading?

Trading harian atau day trading adalah strategi di mana pedagang masuk dan keluar dari posisi dalam hari yang sama.

Istilah ini berasal dari pasar tradisional, yang merujuk pada kenyataan bahwa pasar hanya buka selama periode tertentu pada siang hari. Di luar periode tersebut, pedagang harian akan menutup posisi mereka.

Pasar kripto, seperti yang Anda ketahui, tidak memiliki waktu pembukaan atau penutupan. Anda dapat berdagang sepanjang waktu setiap hari sepanjang tahun.

Namun, trading harian dalam konteks kripto biasanya merujuk pada gaya trading di mana pedagang masuk dan keluar dari posisi dalam waktu 24 jam.

Dalam trading harian, Anda sering bergantung pada analisis teknikal untuk menentukan aset mana yang akan diperdagangkan.

Karena keuntungan dalam waktu singkat bisa sangat kecil, Anda mungkin memilih untuk berdagang dalam berbagai aset untuk mencoba memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu, beberapa pedagang mungkin secara khusus berdagang dengan pasangan trading yang sama selama bertahun-tahun.

Gaya ini jelas merupakan strategi perdagangan yang sangat aktif. Ini bisa sangat menguntungkan, tetapi juga memiliki risiko yang tinggi. Oleh karena itu, trading harian biasanya lebih cocok bagi pedagang berpengalaman.

Apa itu swing trading?

Dalam swing trading, Anda masih mencoba mendapatkan keuntungan dari tren pasar, tetapi dalam jangka waktu yang lebih lama – posisi biasanya dibuka selama beberapa hari hingga beberapa bulan.

Seringkali, tujuan Anda adalah mengidentifikasi aset yang terlihat undervalued dan cenderung meningkat nilainya. Anda akan membeli aset ini, kemudian menjualnya ketika harga naik untuk mendapatkan keuntungan.

Atau Anda dapat mencoba menemukan aset yang overvalued, yang cenderung mengalami penurunan nilai. Kemudian, Anda dapat menjualnya dengan harga tinggi, berharap untuk membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah.

Seperti day trading, banyak pedagang swing trading menggunakan analisis teknikal. Namun, karena strategi ini bermain dalam jangka waktu yang lebih lama, analisis fundamental juga dapat menjadi alat yang berharga.

Swing trading cenderung menjadi strategi yang lebih ramah bagi pemula. Terutama karena strategi ini tidak terjadi dalam trading yang cepat.

Trading cepat melibatkan pengambilan keputusan yang cepat dan menghabiskan banyak waktu di depan layar, sementara swing trading memungkinkan Anda untuk mengalokasikan waktu yang lebih fleksibel.

Apa itu position trading?

Position trading (atau tren trading) adalah strategi jangka panjang. Pedagang membeli aset untuk dibiarkan dalam jangka waktu yang lama (biasanya dalam hitungan bulan). Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dengan menjual aset dengan harga yang lebih tinggi di masa depan.

Apa yang membedakan position trading dari swing trading jangka panjang adalah alasan di balik penempatan trading.

Pedagang posisi memperhatikan tren selama periode yang lebih panjang – mereka berusaha mendapatkan keuntungan dari pergerakan pasar secara keseluruhan. Di sisi lain, pedagang swing trading cenderung mencoba memprediksi “ayunan” di pasar yang tidak selalu berkorelasi dengan tren yang lebih luas.

Tidak jarang melihat pedagang posisi menggunakan analisis fundamental, terutama karena jangka waktu yang mereka terapkan memungkinkan mereka mengamati peristiwa fundamental.

Namun, hal ini tidak berarti analisis teknikal tidak digunakan. Sementara pedagang posisi memperkirakan bahwa tren akan berlanjut, penggunaan indikator teknikal dapat memberi peringatan tentang kemungkinan pembalikan tren.

Seperti swing trading, position trading adalah strategi yang cocok bagi pemula. Lagi pula, jangka waktu yang lebih lama memberikan banyak kesempatan untuk mempertimbangkan keputusan.

Apa itu scalping?

Dari semua strategi yang dibahas, scalping terjadi dalam kerangka waktu yang paling sempit. Pedagang scalping berusaha memanfaatkan fluktuasi kecil dalam harga, sering masuk dan keluar posisi dalam hitungan menit (atau bahkan detik).

Dalam banyak kasus, pedagang akan menggunakan analisis teknikal untuk mencoba memprediksi pergerakan harga dan memanfaatkan spread bid-ask serta ketidaksempurnaan lainnya di pasar untuk menghasilkan keuntungan.

Karena kerangka waktu yang singkat, trading scalping sering memberikan persentase keuntungan yang kecil – biasanya kurang dari 1%. Namun, scalping adalah permainan angka, keuntungan kecil yang diulangi bisa menjadi besar seiring berjalannya waktu.

Scalping sama sekali bukan strategi untuk pemula. Pemahaman mendalam tentang pasar, platform trading yang Anda gunakan, dan analisis teknikal sangat penting untuk berhasil.

Oleh karena itu, bagi pedagang berpengalaman, mengidentifikasi pola yang tepat dan memanfaatkan fluktuasi jangka pendek dapat sangat menguntungkan.

Apa itu alokasi dan diversifikasi aset?

Alokasi dan diversifikasi aset sering dianggap sama. Anda mungkin telah mendengar pepatah “jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang.” Memiliki semua telur dalam satu keranjang menciptakan titik kegagalan tunggal – hal yang sama berlaku untuk kekayaan Anda.

Menyimpan semua investasi dalam satu aset akan membuat Anda berisiko mengalami kerugian jika aset tersebut mengalami masalah. Misalnya, jika aset tersebut adalah saham perusahaan tertentu yang kemudian bangkrut, Anda akan kehilangan uang dalam waktu yang sangat singkat.

Prinsip ini tidak hanya berlaku untuk aset tunggal, tetapi juga untuk kelas aset. Jika terjadi krisis keuangan, semua saham yang Anda miliki mungkin kehilangan nilainya. Ini karena aset-aset ini memiliki korelasi yang tinggi, yang berarti mereka cenderung mengikuti tren yang sama.

Diversifikasi yang baik bukan hanya tentang mengisi portofolio Anda dengan banyak aser digital yang berbeda.

Bayangkan jika terjadi suatu peristiwa di mana pemerintah dunia melarang aset kripto, atau komputer kuantum berhasil memecahkan skema kriptografi kunci publik yang kita gunakan.

Salah satu dari peristiwa-peristiwa ini akan memiliki dampak besar pada semua aset digital. Seperti halnya saham, aset-aset ini membentuk satu kelas aset tunggal.

Idealnya, Anda sebaiknya menyebarkan kekayaan Anda di berbagai kelas aset. Dengan cara ini, jika satu aset tampil buruk, itu tidak akan memberikan dampak merusak pada portofolio aset lainnya.

Harry Markowitz, penerima Hadiah Nobel, memperkenalkan konsep ini melalui Teori Portofolio Modern (MPT). Pada dasarnya, teori ini menjelaskan bagaimana mengurangi volatilitas dan risiko dengan menggabungkan aset yang tidak berkorelasi.

Apa itu Teori Dow?

Teori Dow adalah suatu kerangka kerja keuangan yang didasarkan pada ide-ide Charles Dow. Charles Dow adalah pendiri Wall Street Journal dan berperan dalam menciptakan indeks saham AS pertama, yaitu Dow Jones Transportation Average (DJTA) dan Dow Jones Industrial Average (DJIA).

Meskipun Teori Dow tidak pernah secara formal dijelaskan oleh Charles Dow, konsep-konsep dalam teori ini dapat ditemukan dalam tulisannya. Berikut ini adalah beberapa poin penting dari teori ini:

  • Semuanya tercermin dalam harga: Dow mendukung hipotesis pasar efisien (efficient market hypothesis/EMH), yang menyatakan bahwa harga aset mencerminkan semua informasi yang tersedia tentangnya.
  • Tren pasar: Dow dikenal karena memperkenalkan konsep tren pasar seperti yang kita kenal sekarang, yang membedakan antara tren primer, tren sekunder, dan tren tersier.
  • Fase tren primer: Dalam tren primer, Dow mengidentifikasi tiga fase utama, yaitu fase akumulasi, fase partisipasi publik, dan fase ekses dan distribusi.
  • Korelasi antar-indeks: Dow percaya bahwa tren dalam satu indeks tidak dapat dikonfirmasi kecuali tren tersebut juga terlihat dalam indeks lain.
  • Pentingnya volume: Tren juga harus dikonfirmasi oleh volume trading yang tinggi.
  • Tren berlaku sampai terjadi reversal: Jika tren dikonfirmasi, tren tersebut akan berlanjut sampai terjadi reversal atau pembalikan tren.

Perlu diingat bahwa ini hanyalah teori dan tidak selalu berlaku sepenuhnya. Namun, Teori Dow tetap menjadi pengaruh yang kuat dalam dunia trading dan banyak pedagang serta investor menganggapnya sebagai bagian penting dalam metodologi mereka.

Apa itu Teori Gelombang Elliott?

Teori Gelombang Elliott (Elliott Wave Theory/EWT) menyatakan bahwa pergerakan pasar mengikuti pola yang ditentukan oleh psikologi partisipan pasar.

Meskipun digunakan dalam banyak strategi analisis teknikal, teori ini bukanlah indikator atau teknik trading tertentu. Sebaliknya, teori ini merupakan cara untuk menganalisis struktur pasar.

grafik siklus gelombang elliot
Siklus Gelombang Elliott, dengan Gelombang Motif (biru) dan Gelombang Koreksi (kuning).

Pola Gelombang Elliott umumnya terdiri dari serangkaian delapan gelombang, yang terdiri dari lima Gelombang Motif yang mengikuti tren umum dan tiga Gelombang Koreksi yang bergerak melawan tren.

Pola ini juga memiliki sifat fraktal, yang berarti Anda dapat melihat pola Gelombang Elliott yang lebih kecil dalam satu gelombang, dan Anda juga dapat melihat pola Gelombang Elliott yang lebih besar dalam serangkaian gelombang.

Teori Gelombang Elliott menerima tanggapan yang beragam. Beberapa orang berpendapat bahwa metodologi ini terlalu subjektif karena pedagang dapat mengidentifikasi gelombang dengan berbagai cara tanpa melanggar aturan yang jelas.

Seperti Teori Dow, Teori Gelombang Elliott tidak bersifat mutlak dan tidak selalu berlaku sepenuhnya. Namun, banyak pedagang yang sukses telah menggabungkan Teori Gelombang Elliott dengan alat analisis teknikal lainnya.

Metode Wyckoff adalah strategi trading dan investasi yang luas yang dikembangkan oleh Charles Wyckoff pada tahun 1930-an. Karyanya dianggap sebagai landasan bagi analisis teknikal modern dalam berbagai pasar keuangan.

Wyckoff menyajikan tiga prinsip dasar dalam metodenya, yaitu hukum penawaran dan permintaan, hukum sebab akibat, dan hukum upaya vs. hasil.

Ia juga mengembangkan teori Composite Man yang berhubungan dengan tren utama yang dijelaskan oleh Charles Dow. Kontribusinya dalam bidang ini sangat berharga bagi trader kripto.

Secara praktis, Metode Wyckoff sendiri melibatkan lima langkah pendekatan trading. Berikut ini adalah rincian langkah-langkahnya:

  • Tentukan tren: Evaluasi tren saat ini dan arahnya.
  • Identifikasi aset yang kuat: Apakah aset tersebut mengikuti arah tren pasar atau bergerak berlawanan arah?
  • Temukan alasan yang memadai: Apakah ada alasan yang cukup untuk memasuki posisi tersebut? Apakah risiko yang diambil sebanding dengan potensi keuntungan?
  • Nilai kemungkinan pergerakan: Apakah ada tanda-tanda pergerakan potensial? Apa yang dapat dilihat dari harga dan volume? Apakah aset ini siap untuk bergerak?
  • Tentukan waktu untuk masuk: Bagaimana keadaan aset tersebut dalam kaitannya dengan pasar secara keseluruhan? Kapan waktu terbaik untuk memasuki posisi?
  • Metode Wyckoff telah diperkenalkan hampir satu abad yang lalu, namun tetap relevan hingga saat ini. Ruang lingkup penelitian Wyckoff sangat luas, dan deskripsi di atas hanya sekilas gambaran. Disarankan untuk mempelajari metode ini lebih lanjut karena memberikan pemahaman yang penting dalam analisis teknikal.

Apa itu “beli dan simpan” (buy and hold)?

Strategi “beli dan simpan” (buy and hold) mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Ini adalah pendekatan jangka panjang di mana investor membeli aset dan mempertahankannya tanpa memperhatikan kondisi pasar.

Di dunia kripto, istilah ini sering disebut sebagai “HODLing”, yang mengacu pada investor yang lebih memilih membeli dan menyimpan aset dalam jangka waktu bertahun-tahun daripada melakukan trading aktif.

Ini dapat menjadi pendekatan yang menguntungkan bagi mereka yang lebih suka berinvestasi jangka panjang tanpa harus khawatir tentang fluktuasi harga jangka pendek atau pajak capital gain.

Namun, strategi ini membutuhkan kesabaran dari pihak investor, dengan asumsi bahwa aset tersebut tidak akan kehilangan nilainya atau menjadi tidak berharga sepenuhnya.

Apa itu investasi indeks?

Investasi indeks dapat dianggap sebagai bentuk “beli dan simpan”. Sesuai dengan namanya, investor mencari keuntungan dari pergerakan aset dalam indeks tertentu.

Ini dapat dilakukan dengan membeli aset secara individu atau berinvestasi dalam dana indeks.

Sekali lagi, ini adalah pendekatan pasif di mana Anda dapat memanfaatkan diversifikasi dalam berbagai aset tanpa perlu terlibat dalam trading aktif.

Apa itu perdagangan simulasi (paper trading)?

Perdagangan simulasi atau paper trading adalah strategi di mana pedagang hanya berpura-pura membeli dan menjual aset tanpa menggunakan uang sungguhan.

Ini adalah pilihan yang baik bagi pedagang pemula (dan bahkan yang berpengalaman) untuk menguji keterampilan mereka tanpa mempertaruhkan uang sungguhan.

Misalnya, jika Anda memiliki strategi yang Anda yakini dapat menghasilkan keuntungan dari penurunan harga Bitcoin, Anda mungkin ingin mencoba menguji strategi tersebut sebelum mempertaruhkan uang Anda.

Dalam paper trading, Anda hanya perlu mencatat harga saat Anda “membeli” posisi jual pendek, dan mencatatnya lagi saat Anda “menutup” posisi tersebut. Ada berbagai jenis simulator yang dapat digunakan untuk meniru antarmuka trading yang populer.

Manfaat utama dari paper trading adalah Anda dapat menguji strategi tanpa risiko kehilangan uang jika Anda membuat kesalahan. Anda dapat mendapatkan pemahaman tentang kinerja Anda tanpa risiko.

Namun, perlu diingat bahwa paper trading hanya memberikan pemahaman terbatas tentang lingkungan trading sebenarnya. Sulit untuk meniru emosi nyata yang dirasakan ketika terlibat dengan uang sungguhan.

Paper trading tanpa menggunakan simulator nyata juga mungkin memberikan perkiraan yang salah tentang biaya terkait, kecuali jika Anda mempertimbangkannya dalam platform tertentu.

Dasar-dasar Analisis Teknikal

Apa itu posisi long?

Pada dasarnya, posisi long berarti membeli aset dengan harapan naik nilainya. Ini adalah strategi umum dalam produk derivatif, Forex, dan pasar aset lainnya. Jika Anda membeli aset di pasar spot dengan harapan harganya naik, itu juga dapat dianggap sebagai posisi long.

Mengambil posisi long dalam produk keuangan adalah pendekatan investasi yang umum, terutama bagi para pemula.

Strategi jangka panjang seperti beli dan simpan didasarkan pada asumsi bahwa aset yang dibeli akan meningkat nilainya. Dalam hal ini, beli dan simpan adalah contoh posisi long yang diambil untuk jangka waktu yang lama.

Namun, membuka posisi long tidak selalu berarti mengharapkan keuntungan dari kenaikan harga. Misalnya, token leverage BTCDOWN berkorelasi terbalik dengan harga Bitcoin.

Jika harga Bitcoin naik, harga BTCDOWN turun. Dalam hal ini, memasuki posisi long pada BTCDOWN berarti Anda mengharapkan harga Bitcoin turun.

Apa itu short?

Pada dasarnya, posisi short berarti menjual aset dengan harapan membelinya kembali nanti dengan harga lebih rendah. Posisi short erat kaitannya dengan trading margin, karena melibatkan peminjaman aset.

Namun, posisi short juga umum digunakan dalam pasar derivatif dan dapat dilakukan dalam perdagangan spot biasa. Bagaimana caranya?

Dalam trading spot, prosesnya cukup sederhana. Misalnya, jika Anda sudah memiliki Bitcoin dan memprediksi harga akan turun, Anda dapat menjual Bitcoin Anda untuk mendapatkan mata uang lain atau USD.

Nantinya, Anda dapat membeli kembali Bitcoin ketika harga rendah. Dalam hal ini, Anda mengambil posisi short pada Bitcoin dengan menjual di harga tinggi dan membeli kembali di harga rendah.

Konsep ini cukup mudah dipahami. Namun, bagaimana jika melibatkan peminjaman aset? Mari kita bahas lebih lanjut.

Pada posisi short dengan peminjaman aset, Anda meminjam aset yang Anda perkirakan akan turun nilainya, seperti saham atau aset kripto.

Kemudian, Anda menjualnya secara langsung. Jika pergerakan harga sesuai prediksi dan harga aset benar-benar turun, Anda dapat membeli kembali jumlah aset yang sama dengan yang Anda pinjam.

Setelah itu, Anda mengembalikan aset yang dipinjam (termasuk bunga) dan mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual awal dan harga beli kembali.

Jadi, bagaimana ini berhubungan dengan posisi short pada Bitcoin dengan peminjaman aset? Mari kita lihat contohnya. Misalkan Anda memberikan jaminan untuk meminjam 1 BTC, lalu langsung menjualnya dengan harga $10.000.

Sekarang, Anda memiliki $10.000. Jika harga turun menjadi $8.000, Anda dapat membeli kembali 1 BTC dan membayar kembali pinjaman 1 BTC beserta bunga.

Karena Anda awalnya menjual Bitcoin dengan harga $10.000 dan membelinya kembali dengan harga $8.000, Anda mendapatkan keuntungan sebesar $2.000 setelah mengurangi bunga dan biaya trading.

Apa itu order book?

Order book atau buku pesanan adalah kumpulan pesanan terbuka untuk suatu aset yang diatur berdasarkan harga. Ketika Anda menempatkan pesanan yang tidak langsung terpenuhi, pesanan tersebut akan masuk ke dalam order book dan tetap ada sampai dipenuhi oleh pesanan lain atau dibatalkan.

Setiap platform memiliki order book yang berbeda, tetapi secara umum, berisi informasi yang serupa. Anda dapat melihat jumlah pesanan pada tingkat harga tertentu.

Dalam perdagangan kripto dan trading online, pesanan dalam order book dipasangkan oleh sistem pencocokan yang disebut mesin pencocokan. Sistem ini memastikan bahwa trading dieksekusi dan berfungsi sebagai inti dari bursa elektronik.

Apa itu kedalaman order book?

Kedalaman order book (atau kedalaman pasar) merujuk pada visualisasi pesanan terbuka yang ada dalam order book saat ini. Biasanya, pesanan beli ditempatkan di satu sisi dan pesanan jual di sisi lain, dengan jumlahnya ditampilkan secara kumulatif pada grafik.

grafik siklus gelombang elliot
Siklus Gelombang Elliott, dengan Gelombang Motif (biru) dan Gelombang Koreksi (kuning).

Secara umum, kedalaman order book juga dapat mengacu pada jumlah likuiditas yang dapat diserap oleh order book. Semakin “dalam” pasar, semakin besar likuiditas yang ada dalam order book.

Pasar dengan likuiditas yang lebih tinggi mampu menyerap pesanan yang lebih besar tanpa mempengaruhi harga secara signifikan. Namun, jika pasar memiliki likuiditas rendah, pesanan dalam jumlah besar dapat berdampak signifikan pada harga.

Apa itu market order?

Market order adalah perintah untuk membeli atau menjual dengan menggunakan harga pasar terbaik yang tersedia saat itu. Ini adalah cara tercepat untuk masuk atau keluar dari pasar.

Dalam market order, Anda mengindikasikan keinginan untuk segera mengeksekusi order dengan harga terbaik yang tersedia saat itu.

Market order Anda akan terus terisi dari order book sampai pesanan selesai sepenuhnya. Hal ini dapat menyebabkan pedagang besar (atau “whale”) memiliki dampak besar pada harga ketika mereka menggunakan jenis pesanan ini. Pesanan pasar yang besar dapat menyerap likuiditas dalam order book. Mengapa? Jawabannya akan kita bahas saat membahas slippage.

Apa itu slippage dalam trading?

Ketika menggunakan market order, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu slippage. Ketika kita mengatakan bahwa market order terisi dengan harga terbaik yang tersedia, itu berarti pesanan akan terus terisi dari order book sampai pesanan selesai sepenuhnya.

Namun, apa yang terjadi jika tidak ada likuiditas yang cukup pada harga yang Anda inginkan untuk mengisi pesanan pasar yang besar? Dalam hal ini, bisa ada perbedaan yang signifikan antara harga yang Anda harapkan dengan harga yang sebenarnya terisi. Perbedaan ini disebut slippage.

Misalnya, Anda ingin membuka posisi long pada altcoin senilai 10 BTC. Namun, altcoin tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang relatif kecil dan diperdagangkan dengan likuiditas yang rendah.

Jika Anda menggunakan market order, pasar akan terus mengisi pesanan dari order book sampai pesanan 10 BTC terpenuhi sepenuhnya. Dalam pasar yang likuid, Anda dapat mengisi pesanan 10 BTC tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.

Namun, dalam kasus ini, likuiditas yang rendah berarti bahwa mungkin tidak ada pesanan jual yang cukup dalam order book pada kisaran harga saat itu.

Ketika pesanan 10 BTC terpenuhi sepenuhnya, Anda mungkin menemukan bahwa harga rata-rata yang Anda bayarkan jauh lebih tinggi dari yang Anda harapkan.

Dengan kata lain, kurangnya pesanan jual membuat pesanan pasar Anda terisi dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga awal yang Anda harapkan.

Ketika melakukan trading altcoin, penting untuk mewaspadai slippage karena beberapa pasangan perdagangan mungkin tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi pesanan pasar Anda.

Apa itu limit order?

Limit order adalah perintah untuk membeli atau menjual aset dengan harga tertentu atau lebih baik. Harga yang ditentukan ini disebut harga limit. Limit buy order akan terisi dengan harga limit atau lebih rendah, sedangkan limit sell order akan terisi dengan harga limit atau lebih tinggi.

Dalam limit order, Anda menunjukkan keinginan untuk mengeksekusi pesanan dengan harga tertentu atau lebih baik, dan tidak ingin harga yang lebih buruk dari itu.

Menggunakan limit order membantu Anda mengendalikan lebih baik entri atau keluar Anda dari pasar tertentu. Dalam hal ini, Anda memastikan bahwa pesanan Anda tidak akan pernah terisi dengan harga yang lebih buruk dari harga yang Anda inginkan. Namun, ada juga kelemahan.

Pasar mungkin tidak pernah mencapai harga yang Anda tentukan, dan pesanan Anda tidak terisi. Dalam banyak kasus, ini bisa berarti kehilangan peluang mendapatkan keuntungan dalam trading.

Keputusan untuk menggunakan limit order atau market order dapat bervariasi bagi setiap pedagang.

Beberapa pedagang mungkin hanya menggunakan satu jenis pesanan, sedangkan yang lain akan menggunakan keduanya tergantung pada situasi. Yang penting adalah memahami cara kerjanya sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

Apa itu stop-loss order?

Sekarang, mari kita bahas stop-loss order. Stop-loss order adalah jenis limit atau market order yang hanya diaktifkan ketika harga mencapai level tertentu yang ditentukan sebelumnya. Level ini disebut harga stop.

Tujuan stop-loss order adalah untuk membatasi kerugian. Setiap perdagangan harus memiliki titik invalidasi, yaitu level harga di mana Anda mengakui bahwa analisis awal Anda salah, dan Anda harus keluar dari pasar untuk menghentikan kerugian lebih lanjut. Dalam hal ini, titik invalidasi biasanya digunakan sebagai harga stop untuk stop-loss order.

Bagaimana cara kerja stop-loss order? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, stop-loss order dapat berupa limit order atau market order. Oleh karena itu, ada varian stop-limit order dan stop-market order.

Poin utama yang perlu diingat adalah bahwa stop-loss order hanya aktif ketika harga mencapai harga stop.

Ketika harga stop tercapai, pesanan limit atau market Anda diaktifkan. Dengan kata lain, Anda menetapkan harga stop sebagai pemicu untuk pesanan limit atau market Anda.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Kita tahu bahwa limit order hanya terisi dengan harga limit atau lebih baik, tetapi tidak pernah lebih buruk.

Jika Anda menggunakan stop-limit order sebagai stop-loss dan harga aset tiba-tiba turun dengan cepat, harga mungkin langsung melampaui harga limit Anda, sehingga pesanan Anda tidak terisi.

Dalam hal ini, harga stop akan memicu stop-limit order Anda, tetapi limit order tetap tidak terisi karena penurunan harga yang tajam. Oleh karena itu, stop-market order dianggap lebih aman daripada stop-limit order. Pesanan ini memastikan bahwa bahkan dalam kondisi pasar yang ekstrem, Anda akan keluar dari pasar segera setelah titik invalidasi Anda tercapai.

Apa itu maker dan taker?

Anda menjadi maker ketika Anda menempatkan order yang tidak segera terisi dan ditambahkan ke order book. Dengan menambahkan likuiditas ke order book, Anda adalah pembuat likuiditas atau “maker”.

Biasanya, limit order dieksekusi sebagai order maker, tetapi tidak selalu. Misalnya, jika Anda menempatkan limit buy order dengan harga limit yang jauh lebih tinggi dari harga pasar saat ini, order Anda akan dieksekusi dengan harga pasar (yang lebih rendah dari harga limit Anda).

Anda menjadi taker ketika Anda menempatkan order yang segera terisi. Order Anda tidak ditambahkan ke order book, tetapi langsung dicocokkan dengan order yang ada di order book. Karena Anda mengambil likuiditas dari order book, Anda disebut pengambil likuiditas atau “taker”.

Market order selalu menjadi taker, karena Anda mengeksekusi order Anda dengan harga pasar terbaik yang tersedia saat ini.

Beberapa bursa menggunakan model biaya bertingkat untuk memberikan insentif kepada pedagang yang menyediakan likuiditas.

Pada umumnya, maker membayar biaya yang lebih rendah daripada taker, karena mereka menambahkan likuiditas ke bursa. Bahkan, dalam beberapa kasus, bursa dapat memberikan potongan harga kepada maker.

Apa itu spread bid-ask?

Spread bid-ask adalah perbedaan antara harga penawaran tertinggi (bid) dan harga permintaan terendah (ask) dalam pasar. Dalam kata lain, ini adalah selisih antara harga tertinggi yang ditawarkan oleh penjual dan harga terendah yang diminta oleh pembeli.

Spread bid-ask dapat digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas pasar. Semakin kecil spread bid-ask, semakin likuid pasar tersebut. Spread bid-ask juga mencerminkan tingkat penawaran dan permintaan atas aset tertentu. Penawaran diwakili oleh sisi ask, sedangkan permintaan diwakili oleh sisi bid.

Ketika Anda menempatkan market buy order, order akan terisi dengan harga ask terendah yang tersedia. Sebaliknya, ketika Anda menempatkan market sell order, order akan terisi dengan harga bid tertinggi yang tersedia.

Apa itu grafik candlestick?

Grafik candlestick adalah representasi visual dari harga aset dalam periode waktu tertentu. Grafik ini terdiri dari kandil atau “candlestick” yang mewakili periode waktu yang sama. Misalnya, grafik dengan periode satu jam akan menampilkan kandil yang mewakili satu jam. Grafik dengan periode satu hari akan menampilkan kandil yang mewakili satu hari, dan seterusnya.

Grafik perdagangan Bitcoin harian
Grafik harian Bitcoin. Setiap kandil mewakili perdagangan satu hari.

Setiap kandil pada grafik candlestick memiliki empat data: Open, High, Low, dan Close (sering disingkat menjadi OHLC). Open dan Close adalah harga yang dicatat pada awal dan akhir periode waktu yang ditentukan, sedangkan High dan Low adalah harga tertinggi dan terendah dalam periode tersebut.

Grafik candlestick adalah salah satu alat yang paling penting dalam analisis teknikal. Candlestick diperkenalkan di Jepang pada abad ke-17 dan telah dikembangkan lebih lanjut pada awal abad ke-20 oleh tokoh-tokoh seperti Charles Dow.

Analisis grafik candlestick digunakan secara luas untuk menganalisis pasar Bitcoin dengan menggunakan analisis teknikal.

Grafik candlestick membantu pedagang dalam memahami struktur pasar dan mengidentifikasi apakah pasar sedang dalam kondisi bullish (naik) atau bearish (turun).

Grafik ini juga digunakan untuk mengidentifikasi level-level penting seperti support (dukungan) dan resistance (tahanan), serta potensi titik pembalikan harga. Level-level ini sering menjadi area yang menarik minat pedagang.

Beberapa pola candlestick yang umum digunakan antara lain formasi flag, triangle, wedges, hammer, star, dan Doji.

Jika Anda ingin mempelajari cara membaca pola candlestick, Anda dapat melihat 12 Pola Candlestick Populer yang Digunakan dalam Analisis Teknikal dan Panduan Pola Grafik Klasik bagi Pemula.

Apa itu garis tren?

Garis tren adalah alat yang banyak digunakan oleh pedagang dan analis teknikal untuk menganalisis pasar. Garis ini menghubungkan titik data tertentu pada grafik, yang umumnya merupakan harga. Namun, garis tren juga dapat diterapkan pada indikator dan osilator teknikal.

Tujuan utama dari menggambar garis tren adalah untuk memvisualisasikan aspek-aspek tertentu dari pergerakan harga. Dengan garis tren, pedagang dapat mengidentifikasi tren keseluruhan dan struktur pasar.

Harga Bitcoin menyentuh garis tren beberapa kali, menunjukkan tren naik.

Beberapa pedagang menggunakan garis tren untuk memahami struktur pasar yang sedang terbentuk. Sementara itu, yang lain menggunakan garis tren untuk menghasilkan ide trading berdasarkan interaksi antara garis tren dan harga.

Garis tren dapat diterapkan pada grafik dengan berbagai kerangka waktu. Namun, seperti alat analisis pasar lainnya, garis tren pada kerangka waktu yang lebih tinggi cenderung lebih dapat diandalkan daripada garis tren pada kerangka waktu yang lebih rendah.

Ketika menggambar garis tren, perlu dipertimbangkan kekuatan garis tersebut. Secara umum, garis tren dianggap valid jika harga telah mencapai garis tersebut setidaknya dua atau tiga kali. Semakin sering harga mencapai (menguji) garis tren, semakin valid garis tersebut.

Apa itu support dan resistance?

Support dan resistance adalah konsep dasar dalam trading dan analisis teknikal.

Support merujuk pada tingkat harga di mana harga cenderung “terdorong ke atas”. Dalam arti lain, support adalah area di mana permintaan kuat hadir, dengan pembeli masuk dan mendorong harga naik.
Resistance merujuk pada tingkat harga di mana harga cenderung “tertekan ke bawah”. Resistance adalah area di mana penawaran kuat hadir, dengan penjual masuk dan mendorong harga turun.

Level support (merah) diuji dan jatuh, berubah menjadi resistance.

Ketahui bahwa support dan resistance mencerminkan tingkat permintaan dan penawaran yang signifikan. Namun, banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi support dan resistance.

Indikator teknikal seperti garis tren, moving average, Bollinger Band, Ichimoku Cloud, dan Fibonacci Retracement juga dapat memberikan petunjuk tentang potensi support dan resistance.

Bahkan, aspek psikologis dalam perilaku manusia juga diperhitungkan. Itulah mengapa pedagang dan investor dapat menggunakan pendekatan yang berbeda dalam memasukkan support dan resistance ke dalam strategi trading mereka.

Indikator Analisis Teknis

Apa itu indikator analisis teknikal?

Indikator analisis teknikal menghasilkan metrik terkait instrumen keuangan. Perhitungan ini dapat berdasarkan harga, volume, data on-chain, minat terbuka, metrik sosial, atau indikator lainnya.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, analisis teknikal didasarkan pada asumsi bahwa pola harga masa lalu dapat mengindikasikan pergerakan harga di masa depan.

Oleh karena itu, pedagang yang menggunakan analisis teknikal mengandalkan berbagai indikator teknikal untuk mengidentifikasi potensi titik masuk dan keluar pada grafik.

Indikator teknikal dapat dikategorikan berdasarkan metode yang digunakan. Misalnya, ada indikator leading yang mengindikasikan peristiwa yang akan datang.

Ada juga indikator lagging yang digunakan untuk mengonfirmasi peristiwa yang sudah terjadi. Selain itu, ada indikator coincident yang memberikan informasi tentang peristiwa real-time.

Ada pula kategori indikator yang berfokus pada aspek tertentu dari pasar, seperti indikator momentum yang mengukur dan menampilkan momentum pasar.

Tidak ada indikator teknikal yang secara universal dianggap sebagai yang terbaik. Pedagang dapat menggunakan berbagai jenis indikator teknikal, tergantung pada strategi trading individu mereka.

Namun, untuk membuat pilihan tersebut, mereka perlu mempelajari indikator tersebut terlebih dahulu – dan itulah yang akan kita lakukan dalam bab ini.

Seperti yang telah dibahas, indikator yang berbeda memiliki kualitas dan kegunaannya masing-masing.

Indikator leading berguna dalam analisis jangka pendek dan menengah. Indikator ini digunakan ketika analis ingin mengantisipasi tren dan mencari alat statistik untuk mendukung hipotesisnya.

Indikator leading juga berguna dalam memprediksi periode resesi dalam konteks ekonomi.

Dalam trading dan analisis teknikal, indikator leading dapat memberikan perkiraan yang berguna.

Namun, tidak ada indikator tunggal yang dapat dengan pasti memprediksi masa depan, sehingga hasil prediksi perlu diperlakukan dengan hati-hati.

Indikator lagging digunakan untuk mengonfirmasi peristiwa atau tren yang sudah terjadi atau sedang berlangsung.

Meskipun tampak lebih sederhana, indikator lagging bisa sangat bermanfaat. Indikator lagging dapat membawa aspek tertentu dari pasar ke perhatian, yang mungkin terlewatkan jika tidak diungkapkan.

Oleh karena itu, indikator lagging umumnya digunakan dalam analisis jangka panjang pada grafik.

Apakah Anda ingin terus belajar tentang topik ini? Silakan lihat Penjelasan Mengenai Indikator Leading dan Lagging.

Apa itu indikator momentum?

Indikator momentum bertujuan untuk mengukur dan menampilkan momentum pasar. Momentum pasar dapat dijelaskan sebagai tingkat perubahan harga, yaitu seberapa cepat harga bergerak naik atau turun.

Indikator momentum digunakan untuk mengukur kecepatan pergerakan harga, dan biasanya digunakan dalam analisis jangka pendek oleh pedagang yang mencari peluang keuntungan dari volatilitas tinggi.

Pedagang yang menggunakan strategi momentum ingin masuk ke trading ketika momentum sedang tinggi, dan keluar saat momentum pasar mulai mereda. Ketika volatilitas rendah, harga cenderung berkisar dalam kisaran sempit.

Namun, saat volatilitas meningkat, harga seringkali membuat gerakan impulsif yang signifikan, bahkan melewati batas kisaran sebelumnya. Ini adalah saat-saat ketika pedagang momentum beraksi.

Setelah pergerakan selesai dan pedagang keluar dari posisi mereka, mereka beralih ke aset lain yang menunjukkan momentum tinggi dan mencoba mengulangi skenario yang sama.

Oleh karena itu, indikator momentum banyak digunakan oleh pedagang harian, scalper, dan pedagang jangka pendek yang mencari peluang trading cepat.

Apa itu volume trading?

Volume trading dapat dianggap sebagai indikator yang paling representatif. Indikator ini menunjukkan jumlah unit yang diperdagangkan untuk suatu aset dalam periode waktu tertentu.

Secara sederhana, volume trading mencerminkan seberapa banyak aset yang berpindah tangan dalam periode tersebut.

Beberapa orang bahkan menganggap volume trading sebagai indikator teknikal paling penting.

Ada ungkapan terkenal “volume mendahului harga” dalam dunia trading. Artinya, volume trading yang tinggi dapat menjadi indikator utama untuk pergerakan harga besar yang akan datang (baik naik maupun turun), terlepas dari arahnya.

Dengan menggunakan volume dalam trading, pedagang dapat mengukur kekuatan tren yang mendasari. Jika volatilitas tinggi disertai dengan volume perdagangan yang tinggi, ini dapat dianggap sebagai konfirmasi pergerakan yang kuat.

Hal ini masuk akal karena aktivitas trading yang tinggi harus sebanding dengan volume yang besar, karena banyak pedagang dan investor aktif pada tingkat harga tertentu. Namun, jika volatilitas tinggi tetapi volume rendah, itu dapat menunjukkan tren yang lemah.

Level harga dengan volume tinggi secara historis juga dapat memberikan titik masuk atau keluar yang baik bagi pedagang.

Karena sejarah cenderung berulang, level tersebut kemungkinan menjadi titik di mana ada peningkatan aktivitas trading yang lebih mungkin terjadi. Idealnya, level support dan resistance juga sebaiknya disertai dengan peningkatan volume, yang mengkonfirmasi kekuatan level tersebut.

Apa itu Relative Strength Index (RSI)?

Relative Strength Index (RSI) adalah indikator yang menunjukkan apakah suatu aset telah “terlalu dibeli” atau “terlalu dijual”. RSI adalah osilator momentum yang mengukur kecepatan perubahan harga dan menampilkan informasinya dalam bentuk garis pada grafik.

Ide di balik pengukuran momentum pasar adalah bahwa jika momentum meningkat saat harga naik, ini menunjukkan bahwa tren naik mungkin kuat. Sebaliknya, jika momentum menurun saat harga naik, ini menunjukkan bahwa tren naik mungkin lemah dan kemungkinan terjadi reversal.

grafik indikator RSI
Indikator RSI diterapkan ke grafik Bitcoin.

Mari kita lihat cara kerja RSI dengan interpretasi tradisionalnya. Ketika nilai RSI berada di bawah 30, aset dianggap “terlalu dijual” atau oversold. Sebaliknya, ketika nilai RSI berada di atas 70, aset dianggap “terlalu dibeli” atau overbought.

Namun, perlu diingat bahwa pembacaan RSI harus digunakan dengan kehati-hatian. RSI dapat mencapai nilai ekstrem selama kondisi pasar yang luar biasa, dan bahkan dalam kondisi tersebut, tren pasar masih dapat berlanjut untuk sementara waktu.

RSI merupakan salah satu indikator teknikal yang paling mudah dipahami, sehingga cocok bagi pedagang pemula. Jika Anda ingin membaca lebih lanjut, lihat Apa Itu Indikator RSI?.

Apa itu Moving Average (MA)?

Moving average membantu dalam meratakan aksi harga dan membuatnya lebih mudah untuk melihat tren pasar. Karena mengandalkan data harga masa lalu, moving average tidak memiliki sifat prediktif. Oleh karena itu, moving average dianggap sebagai indikator yang “terlambat”.

Moving average tersedia dalam beberapa jenis, dengan dua yang paling umum adalah simple moving average (SMA atau MA) dan exponential moving average (EMA). Apa perbedaannya?

Simple moving average dihitung dengan mengambil harga dari n periode sebelumnya dan menghitung rata-ratanya. Sebagai contoh, SMA 10-hari akan mengambil harga rata-rata dari 10 periode sebelumnya dan menampilkan hasilnya pada grafik.

contoh indikator Moving Average
Moving average 200-minggu berdasarkan harga Bitcoin.

Exponential moving average sedikit lebih kompleks. Ini menggunakan formula yang berbeda yang memberikan bobot lebih pada data harga terbaru.

Akibatnya, EMA bereaksi lebih cepat terhadap perubahan harga yang baru-baru ini terjadi, sementara SMA mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk menangkap perubahan tersebut.

Seperti yang telah disebutkan, moving average merupakan indikator yang “terlambat”. Semakin lama periode yang digunakan dalam moving average, semakin besar keterlambatannya.

Sebagai contoh, moving average 200-hari akan bereaksi lebih lambat terhadap pergerakan harga dibandingkan dengan moving average 100-hari.

Apa itu Moving Average Convergence Divergence (MACD)?

MACD adalah sebuah osilator yang menggunakan dua moving average untuk menggambarkan momentum pasar. Karena mencerminkan aksi harga yang telah terjadi, alat ini termasuk dalam kategori indikator yang “terlambat”.

MACD terdiri dari dua garis, yaitu garis MACD dan garis sinyal. Bagaimana cara menghitungnya? Anda dapat mendapatkan garis MACD dengan mengurangi nilai eksponensial moving average (EMA) 26 periode dari EMA 12 periode.

Kemudian, garis MACD tersebut akan dipasangkan dengan EMA 9 periode sebagai garis sinyal. Selain itu, banyak platform charting juga menampilkan histogram yang menggambarkan jarak antara garis MACD dan garis sinyal.

contoh indikator MACD
Indikator MACD diterapkan ke grafik Bitcoin.

Pedagang dapat menggunakan MACD dengan memperhatikan perpotongan antara garis MACD dan garis sinyal. Biasanya, perpotongan dua garis ini dianggap sebagai sinyal penting. Apabila garis MACD memotong garis sinyal dari bawah ke atas, ini diartikan sebagai sinyal bullish. Sebaliknya, jika garis MACD memotong garis sinyal dari atas ke bawah, ini diartikan sebagai sinyal bearish.

Apa itu alat Fibonacci retracement?

Alat Fibonacci Retracement (atau Fib Retracement) merupakan indikator populer yang didasarkan pada deret angka Fibonacci. Deret angka Fibonacci ini diperkenalkan oleh seorang ahli matematika Italia bernama Leonardo Fibonacci pada abad ke-13.

Angka-angka Fibonacci kini menjadi bagian dari banyak indikator analisis teknikal, dan Fib Retracement adalah salah satu indikator yang paling terkenal.

Indikator ini menggunakan rasio yang berasal dari angka Fibonacci sebagai persentase. Persentase tersebut kemudian diplotkan pada grafik, dan pedagang dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi potensi level support dan resistance.

Berikut adalah beberapa rasio Fibonacci yang umum digunakan:

  • 0%
  • 23,6%
  • 38,2%
  • 61,8%
  • 78,6%
  • 100%

Meskipun secara teknis 50% bukanlah rasio Fibonacci, banyak pedagang juga mempertimbangkannya saat menggunakan alat ini. Selain itu, terdapat juga rasio Fibonacci di luar kisaran 0-100% yang sering digunakan, seperti 161,8%, 261,8%, dan 423,6%.

contoh indikator Fibonaci
Level-level Fibonacci pada grafik Bitcoin.

Bagaimana pedagang menggunakan level Fibonacci Retracement? Ide utamanya adalah menemukan area-area yang menarik dengan merencanakan rasio persentase pada grafik.

Pedagang biasanya akan memilih dua titik harga signifikan pada grafik dan menghubungkannya dengan menggunakan alat Fib Retracement, menempatkan nilai 0 dan 100 pada titik-titik tersebut.

Rentang yang terbentuk di antara kedua titik ini dapat memberikan petunjuk tentang potensi titik masuk dan keluar, serta membantu menentukan penempatan stop-loss.

Stochastic RSI, atau StochRSI, adalah turunan dari RSI. Seperti RSI, tujuan utamanya adalah menentukan apakah suatu aset sedang dalam kondisi overbought atau oversold.

Namun, StochRSI tidak dihitung berdasarkan data harga, melainkan menggunakan nilai RSI sebagai dasar perhitungannya. Pada sebagian besar platform charting, nilai StochRSI berkisar antara 0 hingga 1 (atau 0 hingga 100).

StochRSI sangat berguna ketika nilainya berada di dekat batas ekstrem atas atau bawah. Namun, karena lebih cepat dan sensitif, indikator ini cenderung menghasilkan banyak sinyal palsu, yang dapat sulit untuk ditafsirkan.

Interpretasi tradisional StochRSI mirip dengan RSI. Apabila nilainya di atas 0,8, aset dapat dianggap sedang overbought. Sedangkan jika nilainya di bawah 0,2, aset dapat dianggap sedang oversold.

Perlu diingat bahwa ini bukanlah sinyal langsung untuk memasuki atau keluar dari trading. Informasi ini memiliki dasar yang kuat, tetapi tidak menjamin keakuratan sepenuhnya. Itulah sebabnya banyak alat analisis teknikal lebih efektif ketika digabungkan dengan teknik analisis pasar lainnya.

Apa itu Bollinger Bands (BB)?

Bollinger Bands adalah indikator yang dinamai dari John Bollinger. Indikator ini digunakan untuk mengukur volatilitas pasar dan sering digunakan untuk mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold.

Bollinger Bands terdiri dari tiga garis, yaitu pita tengah (SMA), pita atas, dan pita bawah. Pita-pita ini ditempatkan pada grafik bersama dengan aksi harga.

Ide di balik indikator ini adalah ketika volatilitas meningkat atau menurun, jarak antara pita-pita tersebut akan mengalami perubahan dan melebar atau menyempit.

Bollinger Bands pada grafik Bitcoin.

Mari kita bahas interpretasi umum Bollinger Bands. Ketika harga mendekati pita atas, kemungkinan besar aset sedang dalam kondisi overbought. Sebaliknya, ketika harga mendekati pita bawah, kemungkinan besar aset sedang dalam kondisi oversold.

Namun, perlu diingat bahwa harga umumnya akan berada di dalam rentang pita, meskipun terkadang dapat menembus di atas atau di bawahnya.

Apakah ini berarti sinyal langsung untuk membeli atau menjual? Tidak. Indikator ini hanya memberi tahu bahwa pasar sedang menjauh dari pita tengah SMA, mencapai kondisi ekstrem.

Pedagang juga dapat menggunakan Bollinger Bands untuk mencoba memprediksi kondisi pasar yang tertekan, yang juga dikenal sebagai Squeeze Bollinger Bands.

Ini terjadi saat periode volatilitas rendah di mana pita-pita tersebut sangat dekat satu sama lain dan “menekan” harga ke kisaran yang lebih kecil.

Ketika “tekanan” meningkat dalam kisaran yang kecil tersebut, pasar akhirnya akan “meledak” dan mengalami peningkatan volatilitas.

Karena pasar dapat naik atau turun, strategi squeeze ini dianggap netral dan tidak bearish atau bullish. Oleh karena itu, sebaiknya digabungkan dengan alat trading lainnya, seperti support dan resistance.

Apa itu Volume-Weighted Average Price (VWAP)?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, banyak pedagang menganggap volume trading sebagai indikator yang paling penting.

Apakah ada indikator yang berdasarkan volume? Volume-Weighted Average Price (VWAP) adalah salah satu yang digunakan.

VWAP menggabungkan volume dengan aksi harga untuk menghasilkan harga rata-rata tertimbang volume dalam periode waktu tertentu.

Dalam istilah yang lebih sederhana, VWAP adalah rata-rata harga aset yang diperhitungkan berdasarkan volume trading.

Dengan melibatkan volume, alat ini lebih bermanfaat daripada hanya menghitung harga rata-rata, karena juga mempertimbangkan tingkat harga di mana volume trading paling banyak terjadi.

Bagaimana pedagang menggunakan VWAP?

VWAP umumnya digunakan sebagai referensi untuk melihat kondisi pasar saat ini. Ketika harga berada di atas garis VWAP, dapat dianggap sebagai sinyal bullish.

Sebaliknya, jika harga berada di bawah garis VWAP, dapat dianggap sebagai sinyal bearish. Apakah Anda melihat kesamaan dengan interpretasi moving average?

VWAP memang dapat dibandingkan dengan moving average dalam beberapa hal, terutama dalam penggunaannya. Perbedaan utamanya adalah VWAP juga mempertimbangkan volume trading.

Selain itu, VWAP juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi area dengan likuiditas yang tinggi. Banyak pedagang akan menggunakan harga yang melewati garis VWAP sebagai sinyal untuk masuk atau keluar dari perdagangan.

Namun, biasanya mereka juga akan menggabungkannya dengan metrik lain dalam strategi mereka untuk mengurangi risiko.

Apa itu Parabolic SAR?

Parabolic SAR digunakan untuk menentukan arah tren dan potensi pembalikan harga. “SAR” merupakan singkatan dari Stop and Reverse atau Berhenti dan Berbalik. Ini merujuk pada titik di mana posisi long sebaiknya ditutup dan posisi short dibuka, atau sebaliknya.

Parabolic SAR terlihat sebagai serangkaian titik yang terletak di atas atau di bawah harga pada grafik.

Secara umum, jika titik-titik berada di bawah harga, itu menunjukkan bahwa harga sedang dalam tren naik (uptrend).

Sebaliknya, jika titik-titik berada di atas harga, itu menunjukkan bahwa harga sedang dalam tren turun (downtrend). Pembalikan terjadi ketika titik-titik berpindah ke “sisi lain” harga.

Parabolic SAR pada grafik Bitcoin.

Parabolic SAR dapat memberikan wawasan tentang arah tren pasar dan juga berguna dalam mengidentifikasi titik pembalikan tren. Beberapa pedagang juga menggunakan Parabolic SAR sebagai dasar untuk menentukan trailing stop-loss. Jenis order ini akan bergerak seiring dengan pasar untuk melindungi keuntungan selama tren naik yang kuat.

Parabolic SAR bekerja paling baik dalam kondisi pasar yang memiliki tren yang kuat. Selama periode konsolidasi, alat ini dapat menghasilkan banyak sinyal pembalikan yang palsu.

Ichimoku Cloud adalah indikator analisis teknikal yang menggabungkan beberapa indikator dalam satu grafik. Di antara indikator yang telah kita bahas, Ichimoku Cloud merupakan salah satu yang paling kompleks.

Pada pandangan pertama, formula dan mekanisme kerjanya mungkin terlihat rumit. Namun, dalam praktiknya, penggunaan Ichimoku Cloud tidak sesulit yang terlihat, dan banyak pedagang menggunakannya karena dapat memberikan sinyal trading yang unik dan terdefinisi dengan baik.

Seperti yang telah disebutkan, Ichimoku Cloud bukan hanya satu indikator, melainkan kumpulan indikator yang saling terkait.

Alat ini menggunakan lima rata-rata untuk memberikan wawasan tentang momentum pasar, level support dan resistance, serta arah tren.

Semua ini dihasilkan dengan menghitung rata-rata tersebut dan memplotnya pada grafik. Selain itu, Ichimoku Cloud juga menciptakan awan atau “cloud” dari rata-rata tersebut, yang dapat memberikan gambaran potensi area support dan resistance.

Meskipun rata-rata memiliki peran penting, cloud sendiri menjadi elemen utama dari indikator ini.

Secara umum, jika harga berada di atas cloud, itu menunjukkan bahwa pasar sedang dalam tren naik (uptrend). Sebaliknya, jika harga berada di bawah cloud, itu menunjukkan bahwa pasar sedang dalam tren turun (downtrend).

Ichimoku Cloud pada grafik Bitcoin, bertindak sebagai support, kemudian resistance.

Ichimoku Cloud juga dapat memperkuat sinyal trading lainnya. Meskipun dapat terasa sedikit rumit untuk dikuasai, setelah Anda memahami cara kerjanya, alat ini dapat memberikan hasil yang luar biasa.

Tips Trading Aset Kripto

Bagaimana cara memulai berdagang aset kripto?

Jika Anda memutuskan untuk memulai berdagang, berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Pertama, tentu saja Anda membutuhkan modal untuk berdagang. Jika Anda tidak memiliki tabungan dan memulai berdagang dengan uang yang jika hilang akan memberikan dampak buruk pada kehidupan Anda, itu dapat menjadi masalah.

Trading bukanlah hal yang mudah, dan sebagian besar pedagang pemula kehilangan uang. Anda harus menyadari bahwa uang yang Anda sisihkan untuk berdagang dapat hilang dengan cepat, dan Anda mungkin tidak dapat mengembalikan kerugian tersebut.

Oleh karena itu, disarankan untuk memulai dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu untuk menguji kemampuan Anda.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah strategi trading secara keseluruhan. Ada banyak pendekatan yang dapat digunakan untuk menghasilkan uang di pasar keuangan.

Bergantung pada waktu dan usaha yang dapat Anda dedikasikan untuk usaha ini, Anda dapat memilih di antara berbagai strategi yang ada untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

Terakhir, ini adalah poin tambahan. Banyak pedagang yang berhasil menghasilkan keuntungan terbaik ketika trading bukanlah sumber pendapatan utama mereka.

Dengan cara ini, beban emosional lebih mudah ditanggung daripada jika hidup sehari-hari Anda tergantung pada perdagangan.

Menghilangkan emosi adalah hal utama yang perlu dicapai oleh pedagang yang sukses, dan akan lebih sulit dilakukan jika trading menjadi satu-satunya mata pencaharian Anda.

Oleh karena itu, terutama saat Anda baru memulai, Anda dapat memandang trading dan investasi sebagai usaha sampingan.

Dan ingatlah untuk memulai dengan jumlah kecil untuk belajar dan berlatih. Mungkin juga bermanfaat untuk mencari cara menghasilkan pendapatan pasif dengan aset kripto.

Apa itu jurnal trading, dan apakah saya harus menggunakan jurnal trading?

Jurnal trading adalah dokumen yang mencatat aktivitas perdagangan Anda. Apakah Anda harus membuat dan menggunakan jurnal trading? Mungkin! Anda dapat menggunakan spreadsheet Excel sederhana atau berlangganan layanan khusus yang menyediakan jurnal trading.

Terutama untuk trading yang lebih aktif, beberapa pedagang mempertimbangkan pentingnya menjaga jurnal perdagangan untuk melacak kinerja trading yang konsisten menghasilkan keuntungan.

Jika Anda tidak mendokumentasikan aktivitas trading Anda, bagaimana Anda akan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Anda? Tanpa jurnal trading, Anda tidak akan memiliki gambaran yang jelas tentang kinerja Anda.

Ingatlah bahwa bias dapat mempengaruhi keputusan trading Anda, dan jurnal trading dapat membantu mengurangi bias tersebut.

Bagaimana caranya?

Nah, Anda tidak dapat bertengkar dengan data! Kinerja trading Anda bergantung pada angka-angka, dan jika Anda tidak melakukan sesuatu dengan baik, itu akan tercermin dalam kinerja Anda.

Dengan menyimpan jurnal trading secara cermat, Anda juga dapat melihat strategi mana yang paling berhasil.

Bagaimana menghitung ukuran posisi trading?

Salah satu aspek penting dalam trading adalah manajemen risiko. Bahkan, beberapa pedagang berpendapat bahwa ini adalah hal terpenting.

Itulah sebabnya mengapa Anda perlu menghitung ukuran posisi Anda menggunakan formula standar. Inilah caranya.

Pertama, tentukan seberapa besar akun yang Anda siapkan sebagai risiko dalam satu perdagangan.

Misalnya, 1%. Apakah itu berarti Anda harus masuk ke posisi dengan 1% dari total akun Anda? Tidak, itu berarti jika stop-loss tercapai, Anda tidak akan kehilangan lebih dari 1% dari total akun Anda.

Meskipun 1% mungkin terlihat sedikit, itu bertujuan untuk memastikan bahwa beberapa trading buruk yang mungkin terjadi tidak akan menghancurkan akun Anda.

Setelah Anda menetapkan persentase risiko, Anda perlu menentukan di mana stop-loss akan ditempatkan untuk setiap trading berdasarkan kondisi perdagangan masing-masing.

Misalnya, Anda memutuskan untuk menempatkan stop-loss 5% dari titik masuk Anda. Ini berarti ketika stop-loss tercapai dan Anda keluar dari posisi dengan kerugian 5% dari titik masuk, Anda akan kehilangan tepat 1% dari total akun Anda.

Misalnya, jika ukuran akun Anda adalah 1000 USDT dan Anda mengambil risiko 1% dalam setiap trading dengan stop-loss 5% dari titik masuk, berapa ukuran posisi yang harus Anda gunakan?

1000 * 0,01 / 0,05 = 200

Jadi, jika Anda hanya ingin kehilangan 10 USDT, yang merupakan 1% dari total akun Anda, Anda harus memasuki posisi dengan ukuran 200 USDT.

Software trading online yang direkomendasikan

Analisis grafik adalah inti dari setiap perangkat trading analisis teknikal. Namun, di mana cara terbaik untuk melakukannya?

Tokocrypto telah mengintegrasikan grafik TradingView ke platform mereka, sehingga Anda dapat melakukan analisis langsung di antarmuka web atau aplikasi seluler mereka. Anda juga dapat membuat akun TradingView dan memeriksa semua pasar Tokocrypto melalui platform mereka.

Selain itu, ada banyak penyedia perangkat lunak grafik online lain di pasaran, masing-masing dengan manfaat yang berbeda. Namun, biasanya Anda harus membayar biaya berlangganan bulanan. Beberapa perangkat yang fokus pada trading kripto antara lain Coinigy, TradingLite, Exocharts, dan Tensorcharts.

Apakah harus bergabung dengan grup trading berbayar?

Sebaiknya tidak. Ada banyak informasi gratis tentang trading yang dapat Anda manfaatkan, jadi mengapa tidak belajar dari sana? Selain itu, praktik perdagangan pribadi dapat membantu Anda belajar dari kesalahan dan menemukan strategi yang sesuai dengan Anda dan gaya trading Anda.

Bergabung dengan grup trading berbayar mungkin terlihat menarik sebagai alat pembelajaran, tetapi Anda harus berhati-hati terhadap penipuan dan iklan palsu.

Selain itu, perlu dipertimbangkan mengapa pedagang sukses ingin membuka grup berbayar. Meskipun penghasilan tambahan bisa menjadi alasan, tetapi jika mereka sudah sukses dalam trading, mengapa mereka perlu mengajarinya?

Beberapa pedagang sukses memang membuka komunitas berbayar berkualitas tinggi yang menawarkan layanan tambahan, seperti data pasar khusus.

Namun, berhati-hatilah dalam memberikan uang Anda, karena banyak grup trading berbayar yang bertujuan mengambil keuntungan dari pedagang pemula.

Apa itu Pump and Dump (P&D)?

Pump and dump adalah skema di mana harga aset meningkat berdasarkan informasi palsu. Ketika harga naik dengan signifikan (dipompa atau “pumped”), pelaku skema akan menjual aset dengan harga yang jauh lebih tinggi (membuang atau “dumped”).

Skema pump and dump umum terjadi di pasar kripto, terutama selama pasar bullish. Pada periode ini, banyak investor yang tidak berpengalaman masuk ke pasar, dan mereka lebih rentan untuk dimanfaatkan.

Penipuan semacam ini seringkali terjadi pada aset kripto dengan kapitalisasi pasar kecil, karena harganya lebih mudah untuk dipengaruhi oleh likuiditas pasar yang rendah.

Grafik pola harga skema pump and dump.
Pola harga yang umum dalam skema pump and dump.

Skema pump and dump sering kali diatur oleh “grup pump and dump” yang menjanjikan keuntungan mudah kepada anggotanya (biasanya dengan biaya tertentu). Namun, peserta sering kali dimanfaatkan oleh grup yang lebih kecil yang telah membangun posisi mereka sebelumnya.

Di pasar tradisional, orang-orang yang terbukti terlibat dalam skema pump and dump dapat dikenai denda besar.

Apakah Saya harus daftar ke program airdrop kripto?

Anda boleh mendaftar, tetapi tetap berhati-hati! Airdrop adalah cara baru untuk mendistribusikan aset kripto kepada masyarakat umum.

Airdrop dapat menjadi cara yang baik untuk memastikan bahwa kepemilikan aset kripto tidak terpusat di tangan segelintir orang. Kepemilikan yang beragam penting untuk menjaga jaringan yang sehat dan terdesentralisasi.

Namun, tidak ada makan siang gratis. Terkadang, ada kesempatan untuk mendapatkan sesuatu secara gratis, tetapi pada umumnya, para promotor airdrop ingin mengambil keuntungan dari Anda atau meminta imbalan tertentu.

Apa yang mereka minta? Salah satu hal yang sering diminta sebagai imbalan untuk airdrop adalah informasi pribadi Anda.

Apakah data pribadi Anda seharga 10-50 unit aset kripto yang sangat spekulatif? Keputusan tersebut ada pada Anda, tetapi ada cara lain untuk mendapatkan sedikit pendapatan tambahan tanpa mengorbankan privasi dan data pribadi Anda.

Itulah sebabnya Anda harus sangat berhati-hati saat mempertimbangkan mendaftar ke program airdrop kripto.

Kesimpulan

Dalam panduan cara trading crypto bagi pemula ini, kami telah membahas beberapa aspek penting.

Pertama-tama, penting untuk memahami konsep dasar trading kripto, termasuk analisis teknikal, indikator trading, dan strategi perdagangan yang berbeda.

Selain itu, manajemen risiko juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, dengan menentukan ukuran posisi dan menggunakan stop-loss yang tepat. 

Selain itu, penting juga untuk menggunakan platform trading yang handal dan melakukan riset yang cukup sebelum memasuki pasar.

Terakhir, disarankan untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan Anda tentang trading kripto, karena pasar ini terus berkembang dan selalu ada hal baru untuk dipelajari.

Dengan kesabaran, disiplin, dan pendekatan yang hati-hati, pemula dapat memulai perjalanan trading kripto mereka dengan baik. Selamat trading!

Sumber : Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Penyebab Harga Kripto Hari Ini Bisa Naik atau Turun dan Alasannya

Pasar kripto terkenal dengan pergerakan harganya yang sangat cepat dan tidak terduga. Tapi ternyata, perubahan harga ini bukan semata-mata kebetulan dan hanya berdasarkan pada spekulasi, namun banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik makroekonomi,mikroekonomi, opini KOL, hingga fundamental dari aset kripto itu sendiri.

Untuk membantu kamu memahami dinamika ini, berikut adalah faktor-faktor yang menentukan harga kripto hari ini naik atau turun — lengkap dengan penjelasan dan contoh konkretnya.

Perubahan Suku Bunga AS

Apa Itu Suku Bunga AS?

Suku bunga adalah tingkat biaya pinjaman uang yang ditetapkan oleh bank sentral. Salah satu faktor yang bisa menentukan pergerakan harga aset kripto adalah penetapan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat yakni, The Fed.

Bagaimana Perubahan Suku Bunga AS Memengaruhi Harga Aset Kripto?

Karena dolar AS adalah mata uang utama dalam perdagangan global dan digunakan sebagai pasangan utama di hampir semua exchange besar, keputusan suku bunga The Fed memiliki dampak signifikan terhadap pasar kripto.

Ketika suku bunga naik, biaya pinjaman dalam dolar AS menjadi tinggi, hal ini membuat para investor atau pelaku usaha menjadi lebih enggan untuk mengambil pinjaman karena biaya utangnya menjadi lebih mahal, dan cenderung memilih instrumen berisiko rendah seperti, obligasi pemerintah AS yang bunganya naik.

Sebaliknya, suku bunga rendah membuat biaya pinjaman menjadi lebih murah, mendorong bank untuk memberikan lebih banyak kredit dan meningkatkan likuiditas. Selain itu, imbal hasil dari deposito atau obligasi pemerintah juga menjadi kurang menarik, kondisi inilah yang mendorong pergerakan arus dana ke aset berisiko seperti kripto.

Contoh Kasus

Pada tahun 2022, The Fed secara agresif menaikkan suku bunga acuan hingga 11x untuk menekan laju inflasi Amerika Serikat yang mencapai rekor tertinggi 9.1% di bulan Juni 2022.

Kebijakan ini menyebabkan biaya pinjaman meningkat dan likuiditas di pasar keuangan menurun, sehingga investor cenderung menarik dana dari aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin

Akibatnya, harga Bitcoin dan sebagian besar altcoin mengalami tekanan jual yang besar dan memasuki fase bearish sepanjang tahun tersebut.

Baca juga: 5 Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed AS terhadap Pasar Kripto

Sentimen Pasar

Apa itu sentimen pasar?

Sentimen pasar adalah kondisi psikologis kolektif para investor terhadap pasar kripto secara umum, yang biasanya dipicu oleh berita, isu sosial, atau tren di media sosial.

Bagaimana Sentimen Pasar Memengaruhi Harga Aset Kripto?

Sentimen pasar memainkan peran penting dalam pergerakan harga aset kripto. Ketika terdapat berita positif, seperti karena adanya pengumuman kerja sama strategis, adopsi dari institusi besar, atau bahkan dukungan dari influencer ternama, biasanya menimbulkan antusiasme dan harapan besar di kalangan investor. 

Hasilnya, aksi beli yang masif pun terjadi, mendorong harga naik secara signifikan. Publikasi positif ini biasanya bisa berkembang semakin cepat melalui media sosial dan forum-forum komunitas, sehingga membangun gelombang optimisme yang sering kali menciptakan momentum pasar bullish.

Sebaliknya, berita negatif dapat membuat rasa takut mulai menyelimuti para investor dan memancing investor untuk melakukan panic selling untuk meminimalisir kerugian, yang dapat menyebabkan penurunan harga secara drastis.

Contoh Kasus

Sentimen pasar terhadap Dogecoin (DOGE) semakin positif ketika Elon Musk secara terang-terangan mendukung Dogecoin bahkan mengintegrasikan pembayaran Dogecoin dalam website Tesla. 

Lonjakan harga juga sering terjadi ketika sentimen positif muncul setelah tweet-tweet dukungan Musk, harga DOGE sempat naik hingga mencapai sekitar $0.40 dalam hitungan minggu dan kemudian mencapai all-time high sekitar $0.73 pada Mei 2021.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Sentimen Pasar Kripto? – Tokocrypto News

Pengaruh Tokoh Publik dan Media Sosial

Siapa yang dimaksud?

Tokoh publik seperti CZ, Elon Musk, Vitalik Buterin, atau akun besar di Crypto Twitter (CT) bisa sangat memengaruhi arus informasi dan keputusan investasi investor ritel.

Mengapa Pengaruh Tokoh Publik dan Media Sosial Memengaruhi Harga Aset Kripto?

Tokoh publik memiliki basis pengikut yang besar dan dipercaya sebagai sumber informasi. Ketika figur terkenal memberikan opini positif atau dukungan terhadap aset kripto melalui cuitan atau pernyataan singkat, hal itu sering dianggap sebagai validasi dari potensi keuntungan. 

Opini tersebut dengan cepat menular ke komunitas online, sehingga menciptakan aksi beli massal yang mendorong harga naik secara cepat.

Contoh Kasus

Koin dengan kapitalisasi pasar kecil biasanya menjadi sasaran. Seperti pada token SPX6900 (SPX), yang dilakukan oleh trader, analis meme coin, sekaligus tokoh Crypto Tweeter, Murad Mahmudov yang kerap memberikan opini tentang SPX melalui media sosial sehingga memicu kenaikan harga tinggi yang mencapai kapitalisasi pasar tertinggi di $1,4 miliar.

Baca juga: Altseason Selanjutnya Akan Didominasi oleh Memecoin – Tokocrypto News

Narasi dan Tren Investasi di Komunitas Kripto

Apa itu narasi pasar kripto?

Narasi dalam dunia investasi kripto merupakan cerita yang membentuk persepsi dan kepercayaan tentang sektor mana dalam investasi kripto yang akan dominan, seperti sektor AI, RWA, DeFI, DePIN dan lain sebagainya. Biasanya narasi ini juga dipengaruhi oleh teknologi yang sedang berkembang.

Mengapa Narasi Bisa Memengaruhi Harga Aset Kripto?

Ketika komunitas mempercayai bahwa sektor tertentu adalah “masa depan,” terbentuklah sebuah narasi yang memberi keyakinan bahwa inovasi di sektor itu akan membawa perubahan besar. 

Keyakinan ini mendorong mereka untuk mengakumulasi token atau aset yang berkaitan dengan sektor tersebut, dengan harapan bahwa adopsi massal di masa mendatang akan membuat nilai investasi tersebut melonjak.

Kenaikan permintaan yang tiba-tiba ini, yang seringkali melebihi pasokan yang tersedia, kemudian menyebabkan harga aset kripto terkait naik dengan cepat.

Contoh Kasus

Di akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025 menjadi tahun yang manis bagi sektor AI agent, hal ini karena adanya keyakinan bahwa AI akan merevolusi berbagai bidang dari analisis data dan pengambilan keputusan hingga pembuatan konten secara otomatis, mendorong investor untuk mengakumulasi aset kripto yang terkait.

Hasilnya banyak token dengan tema AI dan AI Agent mengalami kenaikan signifikan hingga ribuan persen.

Baca juga: Kenapa Kripto Naik? Ini dia 6 Faktor yang Perlu Kamu Lihat

Tokenomics dan Distribusi Suplai

Apa itu tokenomics?

Tokenomics merujuk pada cara sebuah token dirancang: berapa banyak total suplai, bagaimana distribusinya, apakah ada burning, vesting, atau mekanisme staking.

Mengapa Tokenomics dan Distribusi Suplai Bisa Memengaruhi Harga Aset Kripto?

Tokenomic ini bisa mempengaruhi harga kripto, karena tidak jarang aset kripto yang baru diluncurkan mengalami inflasi atau unlock agresif. 

Faktor tokenomics inilah yang membuat harga kripto mengalami penurunan, karena token dengan suplai besar dan unlock agresif (tanpa burn) cenderung inflatif dan berisiko koreksi harga saat investor awal menjual.

Sebaliknya, token dengan suplai terbatas (seperti Bitcoin dengan 21 juta unit) cenderung lebih diminati investor karena jumlahnya yang sudah pasti tidak akan bertambah, sehingga ketika permintaan naik, harganya cenderung melonjak.

Contoh Kasus

Token AEVO dan MANTA sempat mengalami tekanan jual besar karena unlock token dalam jumlah signifikan, yang membuat pasokan di pasar meningkat tajam tanpa permintaan sepadan.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Tokenomics dan Mengapa Ini Penting?

Regulasi dan Sikap Pemerintah

Mengapa Regulasi Penting dalam Kripto?

Karena kripto adalah aset digital yang belum diakui secara penuh di banyak negara, setiap kebijakan atau larangan dari pemerintah sangat berpengaruh pada kepercayaan pasar.

Dampak Terhadap Harga

Regulasi yang mendukung akan menarik minat institusi dan memperluas pasar. Sebaliknya, larangan atau pajak tinggi terhadap transaksi kripto bisa memaksa investor menarik dana mereka.

Contoh Kasus

China melarang semua aktivitas terkait kripto termasuk mining pada 2021. Akibatnya, harga Bitcoin sempat anjlok hampir 50% dalam waktu singkat karena tekanan jual besar dari penambang dan investor lokal.

Baca juga: Kenapa Kripto Turun? Ini 5 Faktor yang Membuat Harga Kripto Turun

Ketidakpastian Global dan Geopolitik

Apa Saja Ketidakpastian Global dan Geopolitik?

Perang, inflasi tinggi, resesi global, hingga pandemi bisa memengaruhi semua jenis pasar, termasuk kripto.

Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kripto?

Di satu sisi, kripto kadang dianggap sebagai lindung nilai. Tapi karena volatilitasnya tinggi, dalam kondisi ketidakpastian, investor cenderung menarik dana dari kripto ke aset yang lebih stabil.

Contoh Kasus

Saat awal pandemi COVID-19 pada Maret 2020, Bitcoin anjlok hingga 50% dalam beberapa hari, mencerminkan kepanikan global. Namun, saat stimulus ekonomi meluas, kripto kembali bangkit dan mencetak rekor harga sepanjang tahun berikutnya.

Dengan memahami faktor-faktor ini kamu bukan hanya bisa menambah wawasan, tapi juga tahu lebih dalam tentang alasan mengapa pasar kripto mengalami kenaikan atau penurunan dalam dinamika sehari-harinya.

Kalau kamu sudah siap memanfaatkan peluang pasar, dan ingin segera melakukan investasi atau trading aset kripto, kamu bisa mulai di Tokocrypto hanya dengan minimal investasi mulai dari Rp1.700 melalui fitur Beli/Jual lho!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ciri-ciri Exchange Crypto Aman: ISO 27001, PoR & Legalitas

Kalau kamu mau investasi di crypto, salah satu hal yang wajib banget diperhatikan adalah keamanan tempat kamu membeli dan menyimpan crypto, yang biasa disebut exchange. Exchange ini seperti “pasar online” tempat orang jual beli crypto. Tapi, sayangnya, tempat ini juga sering jadi sasaran orang jahat.

Kenapa Keamanan Exchange Itu Penting?

Karena exchange menyimpan banyak crypto di tempat yang terhubung ke internet, yang disebut “hot wallet”. Ini membuatnya rentan dibobol hacker. Kalau sampai terjadi, uang para pengguna bisa hilang dalam sekejap. Kasus besar seperti Coincheck sudah pernah jadi bukti betapa berbahayanya ini.

Coincheck, sebuah exchange asal Jepang, juga pernah menjadi korban serangan hacker besar pada tahun 2018. Saat itu, sekitar 530 juta dolar AS dalam bentuk token NEM dicuri karena lemahnya sistem keamanan mereka, memperlihatkan betapa pentingnya memilih exchange dengan sistem perlindungan yang kuat.

Ciri-ciri Exchange Terpercaya

Exchange dengan sistem keamanan tinggi biasanya memiliki sertifikasi internasional seperti ISO 27001 untuk keamanan informasi, rutin melakukan audit proof of reserve untuk membuktikan bahwa aset pengguna benar-benar ada, serta beroperasi di negara yang mengharuskan mereka mematuhi regulasi ketat dan memiliki lisensi resmi. Exchange yang transparan soal standar keamanannya biasanya jauh lebih terpercaya.

Baca juga: Tokocrypto Rilis Proof of Reserves Kuatkan Komitmen Transparansi

Bahaya Apa Saja yang Bisa Terjadi?

  • Pembobolan oleh Hacker: Hacker bisa menyerang server exchange untuk mencuri crypto.
  • Penipuan (Phishing): Ada juga yang pura-pura jadi pihak resmi untuk menipu kamu agar menyerahkan password.
  • Orang Dalam: Kadang, ada karyawan exchange yang menyalahgunakan aksesnya.
  • Kesalahan di Sistem: Bug atau kesalahan di aplikasi exchange bisa dimanfaatkan orang jahat.

Tips Agar Aman

  1. Pilih Exchange Terpercaya: Pastikan exchange yang kamu pakai punya izin resmi dan rekam jejak bagus.
  2. Gunakan 2FA (Two-Factor Authentication): Aktifkan pengaman tambahan supaya login tidak cukup hanya dengan password.
  3. Jangan Simpan Semua di Exchange: Hanya simpan crypto untuk trading aktif, sisanya lebih aman di tempat penyimpanan pribadi.
  4. Pakai Wallet Khusus: Untuk tabungan crypto jangka panjang, pakai “hardware wallet” yang tidak tersambung ke internet.
  5. Cek Riwayat Exchange: Cari tahu apakah exchange itu pernah kena hack atau punya masalah keamanan sebelumnya.

Kesimpulan

Risiko keamanan di exchange crypto itu nyata dan bisa sangat merugikan. Tapi kalau kamu paham bahayanya dan melakukan langkah-langkah pencegahan, risiko itu bisa dikurangi. Ingat, di dunia crypto, “Kalau bukan kamu yang pegang kuncinya, berarti bukan benar-benar milikmu.” Jadi, selalu utamakan keamanan ya!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Exit Pump: Peluang atau Jebakan Exit Liquidity Jelang Delisting?

Jika kamu merupakan seorang trader kripto atau sedang belajar mengenai kripto, pasti kamu pernah mendengar istilah exit pump, istilah exit pump merujuk pada strategi manipulasi harga di mana harga aset kripto sengaja dinaikan tanpa ada alasan yang jelas oleh pelaku pasar untuk menarik minat investor lain, sebelum akhirnya menjual aset mereka dengan keuntungan tinggi, meninggalkan investor baru dengan kerugian sebagai “bag holder” karena aset yang nilainya terus menurun.​

Fenomena ini sering kali terjadi menjelang peristiwa penting seperti delisting token dari bursa kripto. Investor yang tidak waspada dapat menjadi “exit liquidity”, yaitu pihak yang membeli aset pada harga tinggi, sehingga memungkinkan pelaku exit pump keluar dari pasar aset kripto yang delisting tersebut dengan keuntungan, meninggalkan harga aset tersebut yang kemudian anjlok. ​

Mari pelajari lebih lengkap mengenai exit pump agar terhindar dari exit liquidity melalui penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Exit Pump?

Exit pump merupakan skema yang biasanya terjadi ketika bursa besar mengumumkan delisting terhadap suatu aset kripto, dimana pihak dengan modal besar sengaja membuat harga sebuah aset kripto mengalami kenaikan tajam dalam waktu singkat agar investor retail menjadi FOMO (Fear of Missing Out) dan membeli, sehingga para pemodal besar tadi dapat menjual kepemilikan mereka sebelum likuiditas mengering.

Sederhananya, exit pump adalah skema di mana harga “diangkat” agar pihak dengan modal besar bisa keluar dengan keuntungan maksimal, sementara investor baru justru menjadi exit liquidity atau bahkan menjadi bag holder, memegang aset yang nilainya terus merosot tajam setelah likuiditasnya menghilang dari bursa.

Ciri-ciri Terjadinya Exit Pump

Agar bisa mengidentifikasi exit pump lebih awal, berikut tanda-tanda yang umum muncul:

  • Lonjakan harga mendadak tanpa berita positif yang jelas.
  • Volume transaksi meningkat drastis dalam waktu singkat.
  • Sentimen komunitas berubah dan banyak promosi berlebihan atau rumor positif yang mencurigakan.
  • Berita delisting sudah diumumkan secara resmi oleh bursa.

Mengapa Harga Token Bisa Naik Sebelum Delisting?

Meskipun intuitifnya harga token yang akan dihapus seharusnya jatuh, realitanya kadang justru sebaliknya. Ini alasannya:

Spekulasi Investor Ritel

Saat berita delisting muncul, sebagian investor ritel melihat peluang dan membeli aset yang jatuh, berharap menjualnya kembali dalam waktu singkat. Dengan pasokan yang menurun dan volume perdagangan lebih terkonsentrasi, aksi beli besar dapat mendorong harga naik sementara sebelum volatilitas meningkat.

Manipulasi Pasar (Whales, Early Investor dan Developer)

Pemain besar atau pihak internal proyek sering melakukan manipulasi harga  untuk menciptakan ilusi permintaan tinggi, lalu diam-diam melepas kepemilikan mereka di harga puncak sebelum likuiditas menghilang.

FOMO (Fear of Missing Out)

Dorongan emosional untuk tidak “ketinggalan kesempatan” saat harga tengah dimanipulasi membuat banyak trader pemula masuk tanpa berpikir panjang, memicu rally harga yang cepat di tengah para pemain besar melakukan penjualan untuk keluar dari pasar.

Short Squeeze

Ketika banyak trader memasang posisi short terhadap token yang akan delisting, lonjakan harga yang tak terduga dapat memaksa mereka membeli kembali token untuk menutup posisi, menciptakan tekanan beli yang semakin mendorong harga naik. Proses ini sering disebut short covering dan bisa menjadi pemicu short squeeze, menyebabkan harga melonjak lebih tinggi dalam waktu singkat.

Apakah Exit Pump Sebuah Peluang atau Jebakan Exit Liquidity?

Kenaikan harga yang cepat di tengah berita delisting yang membuat para holder panik memang tampak menggoda. Tapi, apakah ini peluang nyata atau sekadar jebakan?

Potensi: Keuntungan Besar dalam Waktu Singkat

Saat exit pump terjadi, harga sebuah aset kripto dapat mengalami lonjakan drastis, bahkan mencapai ratusan hingga ribuan persen hanya dalam hitungan jam atau hari. Pergerakan harga yang ekstrem ini menciptakan peluang trading jangka pendek yang sangat menggiurkan, terutama bagi para trader yang memiliki strategi scalping atau swing trading.

Trader yang bisa membaca momentum dengan tepat dapat membeli di fase awal kenaikan dan menjual di harga puncak sebelum aksi jual massal dimulai.

Namun, perlu diingat bahwa potensi keuntungan ini hanya bisa diraih dengan strategi trading yang tepat dan disiplin dalam menerapkan target profit maupun stop loss. 

Risiko: Menjadi Exit Liquidity dan Bag Holder

Salah satu risiko terbesar dalam exit pump adalah menjadi exit liquidity, yaitu investor yang membeli di puncak harga saat market maker atau whale melepas kepemilikan mereka. Setelah aksi jual besar-besaran terjadi, harga biasanya langsung anjlok tanpa perlawanan, meninggalkan investor yang baru masuk dengan kerugian besar.

Dalam situasi ini, investor yang terjebak sering dijuluki sebagai bag holder: mereka memegang aset yang nilainya jauh di bawah harga beli, dan enggan menjual karena percaya suatu hari nilainya akan naik kembali tanpa peluang pemulihan harga yang nyata karena aset telah mengalami delisting atau penurunan popularitas.

Strategi Aman Jika Terjebak Exit Pump

Lakukan beberapa tips berikut jika kamu sudah terlanjur masuk dan membeli koin dalam daftar delisting:

  • Jangan serakah dan ambil keuntungan cepat jika harga sudah naik signifikan.
  • Disiplin dalam stop-loss untuk membatasi kerugian.
  • Pantau jadwal delisting dan hindari hold terlalu lama.
  • Hindari mengikuti rumor dan terapkan strategi trading untuk keluar dari pasar.

Contoh Skema Exit Pump: Delisting Reef

Grafik exit pump and dump setelah delisting Reef. Sumber: TradingView.

Gambar di atas merupakan salah satu contoh skema exit pump yang pernah terjadi pada aset kripto Reef.

Reef termasuk ke dalam aset kripto yang mengalami delisting dari bursa global besar seperti Binance dan Tokocrypto pada pertengahan Agustus 2024. Lebih tepatnya 26 Agustus untuk delisting Tokocrypto: Tokocrypto Akan Menghapus Perdagangan CVP, EPX, FOR, REEF dan VGX pada 26 Agustus 2024.

Kenaikan harga berlangsung selama 4 minggu setelah delisting membuat harga aset kripto Reef pada saat itu meroket 2.300% atau 23x dari harga awal, sebelum akhirnya mengalami koreksi -95%

Momentum lonjakan harga yang dihasilkan dari skema exit pump ini nampaknya memang tidak bertahan lama dan nama Reef sendiri menjadi semakin redup karena volume perdagangan yang semakin rendah, dan likuiditas yang terbatas.

Tips Menghindari Exit Pump

  • Cek berita resmi dari aset kripto tersebut dan informasi dari bursa seperti Tokocrypto.
  • Waspadai lonjakan harga tiba-tiba tanpa fundamental.
  • Hindari membeli aset yang baru diumumkan akan delisting kecuali kamu benar-benar faham risikonya.
  • Fokus pada aset kripto potensial dan aset kripto terbaik yang terdaftar di bursa terpercaya seperti Tokocrypto.

Waspadai Exit Pump, Pilih Investasi dengan Bijak

Exit Pump memang bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan dalam waktu singkat. Namun, potensi jebakan menjadi exit liquidity di harga yang tidak sehat dan diikuti oleh penurunan tajam membuatnya menjadi strategi berisiko tinggi.

Jika kamu memahami risiko ini dan tetap ingin memanfaatkan peluang dari exit pump, kamu bisa mencoba trading dengan mudah di platform terpercaya seperti Tokocrypto, yang memiliki antarmuka yang mudah digunakan, fitur trading lengkap, dan biaya transaksi kompetitif.

Di sisi lain, jika tujuanmu adalah membangun portofolio aset kripto yang kuat, aman, dan berkelanjutan, maka memfokuskan investasi pada aset kripto dengan fundamental yang solid adalah pilihan yang lebih bijak. 

Mulai perjalanan investasi kamu di Tokocrypto untuk akses berbagai aset kripto potensial dengan minimum deposit Rp20.000 dan investasi mulai dari Rp1.700 aja!

Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

FAQ Seputar Exit Pump dan Delisting Token

Apakah semua token yang delisting mengalami exit pump?
Tidak. Beberapa token justru langsung jatuh tanpa pump terlebih dahulu.

Apakah exit pump bisa dimanfaatkan?
Bisa, tetapi resikonya sangat tinggi dan perlu eksekusi cepat.

Bagaimana cara tahu token akan delisting?
Ikuti pengumuman resmi Tokocrypto melalui sosial media, Tokonews, dan jangan lupa untuk aktifkan push notification.

Apakah altcoin dengan kapitalisasi pasar besar juga bisa mengalami exit pump?
Jarang. Exit pump lebih sering terjadi pada proyek kecil dengan likuiditas rendah.

Apakah ini sama dengan pump and dump biasa?
Ya, mekanismenya mirip, tetapi dipicu momen spesifik: delisting.

Kenapa harus menghindari membeli aset kripto yang mengalami exit pump?
Membeli aset yang sedang naik tinggi atau exit pump, tidak selalu memberikan keuntungan yang sebanding dengan potensi risiko seperti menjadi exit liquidity atau bag holder.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Catat Rekor Inflow Harian: 449K ETH Masuk ke Wallet

Ethereum berhasil mencatat rekor inflow harian terbesar dalam sejarahnya, dengan 449.000 ETH (sekitar $786 juta) masuk ke alamat akumulasi.

Lonjakan ini terjadi saat harga ETH turun ke $1.400, menandakan kepercayaan jangka panjang dari investor meskipun pasar sedang lesu.

Apa Itu Alamat Akumulasi?

Alamat akumulasi adalah dompet yang secara konsisten menambah saldo ETH tanpa melakukan penarikan dalam jangka waktu tertentu.

Biasanya, alamat-alamat ini dimiliki oleh investor institusional atau whale yang memiliki strategi investasi jangka panjang.

Lonjakan inflow ke alamat-alamat ini menunjukkan bahwa pelaku pasar besar melihat potensi pemulihan harga Ethereum di masa depan.

Baca Juga: Ethereum Mulai Dijauhi, Apa yang Terjadi?

Aktivitas Jaringan Meningkat

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 25 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 25 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Selain inflow besar ke alamat akumulasi, aktivitas jaringan Ethereum juga menunjukkan peningkatan.

Dalam rentang antara 20 hingga 22 April, jumlah alamat aktif naik 10%, dari 306.211 menjadi 336.366.

Peningkatan ini mencerminkan keterlibatan yang lebih besar dari pengguna dan dapat menjadi indikator positif untuk pertumbuhan jaringan.

DeFi Masih Lesu

Meskipun ada peningkatan dalam aktivitas jaringan, sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) di Ethereum masih menunjukkan kelesuan.

Data dari DefiLlama menunjukkan bahwa volume transaksi di bursa terdesentralisasi (DEX) tetap stabil pada rata-rata mingguan sekitar 1,3 juta transaksi.

Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap aplikasi DeFi belum sepenuhnya pulih.

Tantangan Harga dan Resistensi

Analisis teknikal menunjukkan bahwa Ethereum menghadapi resistensi kuat di level $1.895, di mana sekitar 1,64 juta ETH dibeli oleh investor pada November 2024.

Level ini dapat menjadi titik jual bagi investor yang ingin mencapai titik impas atau mengambil keuntungan.

Selain itu, harga ETH saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 hari, yang merupakan indikator penting untuk pembalikan tren. Jika harga gagal menembus EMA ini, tekanan jual dapat meningkat.

Baca Juga: Level Resistensi Tembus $2.330, Ethereum Beri Sinyal Bullish

Rekor inflow harian ke alamat akumulasi menunjukkan bahwa investor besar masih memiliki keyakinan terhadap masa depan Ethereum, meskipun harga saat ini berada di bawah harga realisasi sebesar $1.981.

Namun, dengan sektor DeFi yang masih lesu dan adanya resistensi harga yang signifikan, pemulihan harga Ethereum mungkin memerlukan waktu dan katalis positif tambahan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com