Tag Archives: featured

Apa Itu Kripto pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD)?

Dua aset kripto pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD) memiliki utilitas yang cukup baik. Keduanya punya project yang masih berkutat di dunia keuangan desentralisasi (DeFi).

Singkatnya, pNetwork memungkinkan penerbitan aset dengan komposisi lintas blockchain atau pToken, menggunakan Trusted Execution Environments (TEEs) dan jaringan yang didukung MPC untuk mengamankan aset dasar. Kemudian, Komodo adalah platform rantai pintar terbuka, dibangun di atas infrastruktur multi-rantai.

Penasaran dengan pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD)? So, mari berkenalan lebih jauh dengan kedua aset kripto tersebut yang sudah listing di Tokocrypto.

pNetwork (PNT)

Apa Itu Kripto pNetwork (PNT)?

pNetwork adalah protokol open-source multi-chain untuk menyediakan interoperabilitas di berbagai jaringan blockchain independen. Fungsionalitas lintas-blockchain ini memungkinkan, misalnya, pelepasan tokenwrapped” disebut pTokens yang bergantung pada pemeliharaan peg 1-to-1 di antara blockchain asli dan blockchain host (misalnya Bitcoin yang dibungkus untuk beroperasi pada blockchain Ethereum).

Proyek pNetwork diluncurkan pada akhir 2019 (awalnya disebut pTokens) sebagai solusi lintas rantai yang menghubungkan beberapa blockchain dan aset. Platform ini pernah menjadi solusi penghubung lintas rantai pertama yang menghubungkan Bitcoin dan Ethereum yang diproduksi langsung pada 5 Maret 2020.

Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT)
Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT).

Baca juga: Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

Project ini diikuti dengan peluncuran berbagai koneksi lintas rantai lainnya untuk memungkinkan pergerakan aset, NFT dan data lintas ekosistem. Saat ini, pNetwork memperkuat koneksi di lebih dari 15 jaringan (termasuk beberapa lingkungan blockchain yang sangat berbeda dan jaringan penskalaan Ethereum). Secara paralel, protokol mengalami evolusi selanjutnya dengan tujuan membuat sistem semakin terdesentralisasi.

Dengan dirilisnya pNetwork V2, pToken menjadi dapat dipertukarkan di seluruh rantai, yang berarti pengguna akan dapat memindahkan pToken mereka secara langsung ke semua rantai yang didukung tanpa perlu kembali ke blockchain asli.

Selain itu, jaringan yang telah di-upgrade ini bisa juga untuk peluncuran NFT dan transfer lintas rantai serta interaksi smart contract. Protokol telah memproses transaksi dengan nilai lebih dari 1 miliar.

Apa yang Membuat pNetwork (PNT) Unik?

Token pNetwork (PNT) berfungsi sebagai token tata kelola untuk pNetwork DAO. Kripto ini bisa jadi utilitas staking untuk node pNetwork dan rewards untuk layanan yang ditawarkan oleh node ini.

Sebagai arsitektur yang mendasari pToken, pNetwork menyediakan dasar untuk sistem yang benar-benar terdesentralisasi, dan pada kenyataannya, merupakan realisasi dari tujuan desentralisasi progresif. Jaringan ini juga merupakan peningkatan dari model awal karena memperkuat keamanan jembatan pToken, sekaligus meminimalkan berbagai risiko, karena jaringan didukung oleh banyak pihak.

Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT)
Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT).

Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Token pNetwork (PNT) akan diperkenalkan ke sistem sebagai cara untuk menerapkan tata kelola berbasis komunitas dan sebagai insentif bagi aktor dalam jaringan untuk menjalankan peran mereka.

Token PNT mewakili elemen kunci dari sistem karena menyelaraskan insentif untuk semua peserta. Faktanya, PNT dimanfaatkan secara internal oleh sistem pTokens untuk memungkinkan operasi bagi validator dan anggota DAO.

Peringkat PNT di situs CoinMarketCap pada Rabu (6/7) jam 08.00 WIB adalah #692, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 12.209.750. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 57.038.684 koin PNT dan maksimal pasokan 87.984.177 koin PNT.

Komodo (KMD)

Apa Itu Kripto Komodo (KMD)?

Komodo adalah penyedia teknologi open-source yang menawarkan solusi all-in-one blockchain untuk pengembang dan perusahaan. Komodo membangun teknologi yang memungkinkan siapa saja untuk meluncurkan pertukaran terdesentralisasi bermerek, aplikasi keuangan lintas-protokol, dan blockchain independen.

Aplikasi pengguna akhir unggulan proyek ini adalah AtomicDEX —dompet multi-koin non-kustodian, bridge dan DEX digabung menjadi satu aplikasi. AtomicDEX kompatibel dengan 99% aset kripto yang ada dan menawarkan dukungan perdagangan lintas-rantai, lintas-protokol terluas dari setiap pertukaran terdesentralisasi.

Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).
Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

AtomicDEX adalah aplikasi generasi ketiga dari teknologi atomic swap Komodo. Pada tahun 2016, Komodo pertama kali mengimplementasikan ide Tier Nolan tentang teknologi atomic swap. Sejak itu, Komodo terus mempelopori teknologi atomic swap dan menawarkan DEX atomic swap siap produksi pertama di industri.

AtomicDEX dibangun menggunakan protokol atomic swap peer-to-peer (P2P) dengan order book terdesentralisasi. Pengembang menggunakan API AtomicDEX open-source untuk membangun DEX lintas-protokol, dompet non-kustodian multi-koin, portal penawaran DEX awal (IDO), dan aplikasi terdesentralisasi lainnya.

Apa yang Membuat Komodo (KMD) Unik?

Komodo memiliki mekanisme konsensus unik yang disebut delay-Proof-of-Work (dPoW), yang menggunakan blockchain Bitcoin untuk membantu mengamankan blockchain Komodo. Didukung oleh Litecoin sebagai cross-notarizations dan jaringan notary node, dPoW saat ini mengamankan lebih dari 30 blockchain produksi.

Komodo juga menyediakan jaringan blockchain multi-rantai asli sendiri yang memungkinkan siapa saja untuk meluncurkan blockchain independen yang disebut Komodo Smart Chain (KSC), yang berjalan secara terpisah dari rantai KMD. Setiap KSC mendapatkan koinnya sendiri tanpa gas fee dan parameter yang dapat disesuaikan sepenuhnya. Komodo juga menawarkan Komodo Custom Contracts (CCs) — perpustakaan smart contract berbasis UTXO untuk membuat dApps lanjutan di KSC.

Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).
Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto IRISnet (IRIS) dan BitShares (BTS)?

KMD sendiri adalah aset kripto komunitas untuk ekosistem Komodo dan digunakan untuk transaksi yang terukur, cepat, murah, dan aman. Dalam kebanyakan kasus, 0,00001 KMD cukup untuk konfirmasi transaksi dalam beberapa detik. Pengguna yang memiliki lebih dari 10 KMD dalam dompet non-kustodian yang didukung dapat memperoleh APR 5,1% melalui Komodo Active User Reward.

KMD adalah salah satu pasangan yang paling aktif diperdagangkan di AtomicDEX. Ada juga diskon biaya perdagangan 10% untuk pesanan pengambil di AtomicDEX yang menggunakan KMD.

Peringkat PNT di situs CoinMarketCap pada Rabu (6/7) jam 08.00 WIB adalah #487, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 28.924.111. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 132.548.701 koin PNT dan maksimal pasokan 200.000.000 koin PNT.

pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD).

Trading PNT/BTC, PNT/USDT, KMD/USDT dan KMD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 05 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran PNT dan KMD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Rupiah Digital? – Tokocrypto News

Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital telah mencuri perhatian banyak bank sentral di berbagai negara, termasuk Indonesia. Keberadaan aset kripto juga melatarbelakngi bank sentral dalam menjajaki desain dan penerbitan CBDC.

Mayoritas bank sentral dunia telah mulai melakukan tahapan riset dan percobaan terkait desain CBDC sesuai dengan karakteristik negaranya masing-masing. Berbagai bank sentral berhati-hati dan terus mempelajari kemungkinan dampak dari CBDC tersebut, termasuk Indonesia.

Bank Indonesia terus mendalami CBDC dan akhir tahun ini berada pada tahap untuk mengeluarkan white paper pengembangan Rupiah Digital. Lantas, apa itu Rupiah Digital?

Apa Itu CBDC?

Sebelum melangkah lebih jauh membahas Rupiah Digital, sebaiknya kita tahu dulu apa itu CBDC? CBDC mewakili versi digital dari mata uang fiat suatu negara yang dikeluarkan oleh bank sentral masing-masing, baik itu menggunakan teknologi blockchain ataupun non-blockchain.

Secara tradisional, mata uang sebagian besar negara datang dalam bentuk uang kertas dan koin yang berfungsi sebagai alat pembayaran yang diterima secara umum di wilayah ekonomi. Namun, melalui kemajuan teknologi, penggunaan uang telah bergeser ke ranah digital.

Di permukaan, CBDC terlihat sangat mirip dengan uang digital saat ini, seperti yang ada di walllet GoPay, OVO, ShopeePay, Dana dan lainnya. Namun, mekanisme yang mendasarinya bekerja sangat berbeda.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

Berbeda dengan uang digital hari ini, CBDC mewakili kewajiban langsung bank sentral dan bukan bank komersial. Dengan demikian, mereka didasarkan pada kerangka kerja teknologi yang berbeda.

Meskipun tidak ada kerangka kerja umum untuk CBDC, sebagian besar penelitian dan eksperimen bank sentral berkisar pada teknologi yang diperkenalkan oleh Bitcoin pada tahun 2009.

Saat ini ada lebih dari 80 negara di seluruh dunia sedang meneliti atau mengembangkan CBDC, dan mereka berada di berbagai tahap proses. CBDC dapat menghasilkan transaksi yang jauh lebih cepat, lebih murah, dan lebih aman, yang menguntungkan semua orang yang terlibat.

“Dengan mengizinkan setiap individu untuk melakukan transaksi melalui CBDC akan sangat efisien dan hemat biaya dalam memediasi pembayaran antar bank dan transaksi pinjaman, mengurangi kebutuhan akan uang tunai, rekening bank tradisional, dan bahkan layanan pembayaran digital,” kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

Apa Itu Rupiah Digital?

Bank Indonesia (BI) mengatakan terdapat perbedaan CBDC alias Rupiah Digital dengan uang elektronik atau e-money. Secara sederhana, uang elektronik didefinisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk elektronik di mana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu.

Pengguna uang elektronik harus menyetorkan uangnya terlebih dahulu kepada penerbit dan disimpan dalam media elektronik sebelum menggunakannya untuk keperluan bertransaksi.

Sementara, CBDC adalah uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral, dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal. CBDC akan bertindak sebagai representasi digital dari mata uang suatu negara.

Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.

Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ryan Rizaldy, mengatakan perbedaan yang paling sederhana adalah Rupiah Digital diterbitkan Bank Indonesia selaku otoritas moneter, sementara uang elektronik bisa diterbitkan oleh pihak swasta atau lembaga non perbankan.

“Gampangnya kalau CBDC yang diterbitkan bank sentral. Kalau kartu debit itu uangnya bank umum. Kalau e-money, gopay, ovo ini kan diterbitkan lembaga non bank,” kata Ryan dalam Taklimat Media di Bali, Selasa (12/7).

Apa Keuntungan Rupiah Digital?

Ryan menjelaskan CBDC yang diterbitkan BI berisiko rendah. Oleh sebab itu, Rupiah Digital akan semakin dipercaya oleh masyarakat.

Di sisi lain, Rupiah Digital tidak akan menghilangkan keberadaan uang tunai dan uang elektronik. Rupiah Digital hanya akan menambah opsi transaksi selain dengan uang tunai dan uang elektronik. Harapannya, masyarakat bisa bertransaksi dalam berbagai situasi.

Ada eksplorasi penerbitan CBDC atau Rupiah Digital yang dilakukan berdasarkan enam tujuan yaitu:

  1. Menyediakan alat pembayaran digital yang risk-free menggunakan central bank money.
  2. Memitigasi risiko non-sovereign digital currency.
  3. Memperluas efisiensi dan ketahapan sistem pembayaran, termasuk cross border.
  4. Memperluas dan mempercepat inklusi keuangan.
  5. Menyediakan instrumen kebijakan moneter baru.
  6. Memfasilitasi distribusi fiscal subsidy.

Penerbitan CBDC juga membutuhkan tiga pre-requisite yang perlu dipastikan untuk dimiliki suatu negara:

  1. Desain CBDC yang tidak mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan. 2. Desain CBDC yang 3i (Integrated, interconnected, and Interoperable) dengan infrastruktur FMI-Sistem Pembayaran.
  2. Pentingnya teknologi yang digunakan pada tahap eksperimen untuk memahami bagaimana CBDC dapat diimplementasikan (DLT-Blockchain dan non-DLT).

Tantangan Penerbitan Rupiah Digital

Teguh mengharapkan CBDC bisa meningkatkan sistem moneter tradisional melalui transmisi kebijakan fiskal yang lebih mudah, sambil membantu market kripto dengan menjembatani kesenjangan antara layanan keuangan tradisional dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Selama ada interoperabilitas antara CBDC dan infrastruktur kripto yang ada, akan ada jalan tengah di mana keduanya dapat hidup berdampingan.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

“Seperti yang dikaji oleh beberapa bank sentral, termasuk Reserve Bank of Australia, sedang menjajaki pengembangan bentuk CBDC pada platform berbasis Ethereum. Artinya, CBDC bisa menggunakan blockchain sebagai infrastruktur tenologinya, sama seperti kripto,” jelasnya.

Maka dari itu, ASPAKRINDO sebagai pemain yang sudah familiar dengan teknologi blockchain, siap melakukan diskusi dengan stakeholder untuk tahap eksperimen memahami bagaimana CBDC dapat diimplementasikan, baik menggunakan teknologi DLT-Blockchain maupun non-DLT.

“Dengan terbitnya CBDC, masyarakat bisa mengenal lebih tentang aset kripto dan blockchain. Mereka bisa mengetahui soal regulasi dan tujuan dari penggunaan aset kripto di Indonesia yang hanya sebatas komoditi bukan alat pembayaran. Kripto dapat diperdagangkan sebagai instrumen investasi,” terangnya.

Risiko yang Perlu Diantisipasi Penerbitan Rupiah Digital?

Pertama, bisa dari penerapan teknologi yang digunakan, baik nantinya BI akan menggunakan teknologi blockchain (desentralisasi) atau konvesional (sentralisasi). Pemilihan teknologi ini akan berkaitan dengan sistem keamanan dan privasi, serta kecepatan transaksi.

“Selanjutnya, CBDC memerlukan kerangka peraturan yang kompleks termasuk perlindungan konsumen dan standar anti pencucian uang yang perlu dibuat lebih kuat sebelum mengadopsi teknologi ini. Misalnya aturan mengenai hak privasi konsumen, memberikan transparansi yang diperlukan untuk mencegah aktivitas kriminal, serta membangun model transaksi yang tepat, seperti verifikasi identitas,” ungkap Teguh.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: PBB Imbau Negara Berkembang Rancang Regulasi Kripto

CBDC sebagai alat pembayaran yang bisa diakses secara luas, harus bisa dengan mudah dipindahtangankan antara pelanggan/konsumen dari perantara berbeda. Sistem pembayaran yang lebih efisien ini memungkinkan uang bergerak bebas di seluruh sektor perekonomian.

Kemudian, satu hal yang menarik belajar dari CBDC yang di terbitkan oleh Baham yaitu Sand Dollar. CBDC mereka punya sistem fungsi offline, jika komunikasi antar pulau terputus. Ada perlindungan yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran dengan nilai dolar yang telah ditentukan sebelumnya, saat akses komunikasi ke jaringan Sand Dollar terganggu. Dompet akan diperbarui terhadap jaringan setelah komunikasi terjalin kembali.

“Bahama juga melakukan pembatasan CBDC hanya untuk penggunaan domestik. Sand Dollar hanya untuk penggunaan domestik dan dilarang diterima oleh penerima pembayaran non-domestik. Peredaran Sand Dollar juga dibatasi, hal ini untuk menjaga stabilitas keuangan,” pungkasnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Kripto Vite (VITE) dan New BitShares (NBS)?

Vite (VITE) dan New BitShares (NBS) memiliki project untuk mengembangkan smart contract dan infrastruktur blockchain di layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Menariknya keduanya dikembangkan untuk tujuan verifikasi dan mengoptimalkan kecepatan transaksi.

Misalnya saja, Vite mengoperasikan platform smart contract berbasis Directed Acyclic Graph (DAG) yang menampilkan transaksi tanpa biaya dan mengoptimalkan kecepatan, keandalan, dan keamanan.

Sementara, New BitShares (NBS) adalah cabang dari BitShares (BTS), infrastruktur blockchain publik Delegated Proof-of-Stake (DPoS) yang dimulai sebagai pertukaran aset kripto terdesentralisasi.

Nah! Penasaran dengan keunggulan dan keunikan aset kripto Vite (VITE) dan New BitShares (NBS) ini, bisa simak artikel di bawah ini ya!

Vite (VITE)

Apa Itu Vite (VITE)?

Vite telah membangun platform smart contract berbasis Directed Acyclic Graph (DAG), dengan struktur Snapshot Chain untuk memfasilitasi transaksi tanpa biaya dan mengoptimalkan kecepatan, keandalan, dan keamanan transaksi.

Snapshot Chain of Vite menggunakan Hierarchical Delegated Proof of Stake (“HDPoS”) untuk mencapai konsensus jaringan, sementara supernode hanya mengambil hadiah staking dan tidak ada biaya transaksi. Vite virtual machine mempertahankan kompatibilitas dengan EVM, dan menggunakan asynchronous smart contract language, Solidity++.

Ilustrasi aset kripto Vite (VITE).
Ilustrasi aset kripto Vite (VITE).

Baca juga: Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi di Indonesia

Token VITE adalah mata uang untuk transaksi token sederhana dan eksekusi smart contract di jaringan Vite, dengan pengguna staking VITE untuk kuota transaksi alih-alih mengonsumsi gas. VITE juga dapat digunakan untuk memilih Snapshot Block Producers (alias supernodes).

Selain itu, staker VITE dengan kuota transaksi yang tidak terpakai dapat menyewakan kuota tersebut ke dApps dengan imbalan token mereka. Misalnya, pengguna dapat staking VITE sebagai ganti token pertukaran terdesentralisasi asli ViteX, VX.

Apa yang Membuat Vite (VITE) Unik?

Produk Vite saat ini termasuk pertukaran terdesentralisasi (ViteX), aplikasi dompet serbaguna (Vite App), pembayaran (VitePay), dan aplikasi blockchain pemerintah/perusahaan (VitePlus):

  • ViteX adalah pertukaran terdesentralisasi dengan order book on-chain dan matching engine, dan saat ini mendukung 20+ aset digital.
  • Vite App adalah aplikasi seluler yang memungkinkan trading (ViteX), manajemen aset (wallet), dapps (misalnya game berbasis Vite) di satu tempat.
  • VitePay adalah solusi pembayaran cepat dan tanpa biaya, saat ini tersedia untuk digunakan di Ce La Vi Sky Bar dan layanan taksi Singapura di bawah jaringan Midwest Global – Pengguna dapat membayar pedagang dengan Vite wallet, yang pada gilirannya menerima pembayaran tanpa biaya dengan instan. VitePay juga terintegrasi dengan platform e-commerce OpenCart, dan seseorang dapat menggunakan VitePay di toko resmi Vite.
  • VitePlus adalah solusi blockchain perusahaan berbasis Vite untuk pemerintah dan perusahaan. Vite telah mengembangkan aplikasi percontohan, SyraCoin, untuk pemerintah Syracuse, yang memungkinkan donor dana perumahan kota untuk menerima kupon berbasis blockchain yang dapat ditukarkan dengan barang dan jasa dalam batas kota.
Ilustrasi aset kripto Vite (VITE).
Ilustrasi aset kripto Vite (VITE).

Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

Peringkat VITE di situs CoinMarketCap pada Senin (25/7) jam 08.00 WIB adalah #672, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 15.269.993. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 511.349.697 koin ACM dan maksimal pasokan tidak tersedia.

New BitShares (NBS)

Apa Itu New BitShares (NBS)?

New BitShares mengembangkan solusi Online Single Submission (OSS) untuk bisnis DeFi (keuangan terdesentralisasi) dan DEX (exchange terdesentralisasi) berdasarkan konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS) dan diimplementasikan dengan struktur manajemen organisasi decentralized autonomous organization (DAO).

DPoS adalah algoritma konsensus yang dikembangkan untuk mengamankan blockchain dengan memastikan representasi transaksi di dalamnya. DPoS dirancang sebagai implementasi demokrasi berbasis teknologi, menggunakan proses pemungutan suara dan pemilihan untuk melindungi blockchain dari sentralisasi dan penggunaan jahat. Teknologi graphene yang digunakan oleh NBS adalah salah satu teknologi blockchain paling canggih di pasar.

Teknologi NBS dibuat pada Juli 2014 dan merupakan gagasan pertama pendiri Steem, EOS dan CTO, Dan Larimer, bersama dengan salah satu pendiri Ethereum dan Cardano, Charles Hoskinson. Teknologi graphene yang digunakan oleh NBS dikembangkan oleh Dan Larimer.

Ilustrasi aset kripto New BitShares (NBS).
Ilustrasi aset kripto New BitShares (NBS).

Baca juga: Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

Sejak diluncurkan pada 10 September 2020, NBS telah mengikuti konsep menggunakan DeFi untuk mencapai situasi yang saling menguntungkan, merekonstruksi ekologi ekonomi public chain, dan menggunakan berbagi gratis untuk mencapai aplikasi inklusif DeFi.

NBS merevolusi penerapan smartcoin dengan memperkenalkan penambangan likuiditas berbasis mata uang dan berbasis koin serta pasar kontrak margin abadi di NBS DEX. Cross-chain (NBS-Connect), mesin oracle (NBS-Forcast), mesin virtual EVM dan NFT ditambahkan ke struktur graphene asli. Pada saat yang sama, sebagai infrastruktur DEX blockchain yang efisien, NBS sangat mengurangi ambang modal dan biaya perdagangan.

Apa yang Membuat New BitShares (NBS) Unik?

NBS adalah token utilitas asli yang digunakan untuk:

  • Biaya pemrosesan transaksi dan penyimpanan data.
  • Digunakan untuk suara tata kelola untuk menentukan bagaimana sumber daya jaringan dialokasikan.
  • Menawarkan kemampuan untuk meminjamkan kepemilikan NBS Anda dengan tingkat cadangan yang dapat disesuaikan.
  • Imbalan untuk sistem NBS Contributors termasuk saksi dan pekerja.
Ilustrasi aset kripto New BitShares (NBS).
Ilustrasi aset kripto New BitShares (NBS).

Baca juga: Kenal Kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

NBS tools meliputi:

  • NBS SDK yang mencakup struktur data standar dan alat pengujian.
  • NNS Wallet yang memungkinkan pengembang aplikasi menciptakan pengalaman pengguna yang efisien.
  • NBS Explorer untuk membantu debugging kontrak dan pemahaman kinerja jaringan.
  • NBS Command Line Tools untuk memungkinkan pengembang menyebarkan aplikasi dari lingkungan lokal.

Peringkat NBS di situs CoinMarketCap pada Senin (25/7) jam 08.00 WIB adalah #703, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 13.088.393. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.607.670.560 koin NBS dan maksimal pasokan 3.600.000.000 koin NBS.

Vite (VITE) dan New BitShares (NBS) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Vite (VITE) dan New BitShares (NBS).

Trading VITE/USDT,VITE/BTC, dan NBS/USDT dapat dilakukan mulai tanggal 22 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran VITE dan NBS di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

Trust Wallet dan MetaMask adalah wallet atau dompet digital tempat Anda dapat menyimpan, mengirim, menerima, menukar, dan membeli aset kripto. Kedua merupakan dua wallet kripto yang paling populer dan sering digunakan oleh banyak penggiat kripto. Pertanyaannya, mana yang lebih baik?

Baik, Trust Wallet dan MetaMask adalah platform sederhana dan ramah bagi pemula di dunia kripto. Keduanya dapat digunakan oleh investor atau traders untuk masuk ke market dengan mudah dan percaya diri.

Kedua dompet ini masing-masing juga memiliki aplikasi mobile, namun ada beberapa perbedaan antara keduanya. Yuk kita bahasa secara detail mengutip artikel dari Coindesk di bawah ini.

Apa Itu Trust Wallet?

Trust Wallet telah menjadi dompet terdesentralisasi resmi dari exchange kripto, Binance sejak diakuisisi pada November 2017. Trust Wallet secara luas dianggap sebagai dompet yang ramah pengguna, aman, dan mudah digunakan. Ini mendukung lebih dari 4,5 juta jenis aset kripto di lebih dari 65 jaringan blockchain.

Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.
Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.

Baca juga: Cara Menghasilkan Uang dengan Bermain Game Gods Unchained

Trust Wallet menyediakan lebih banyak fitur daripada sekadar menyimpan aset kripto pengguna. Anda dapat dengan mudah mengakses lebih dari 60 jaringan blockchain, seperti Ethereum dan Polygon dan menggunakan aplikasi terdesentralisasi (dapps) yang populer.

Platform dapps-nya bertindak sebagai jembatan sehingga pengguna bisa mendapatkan akses ke Decentralized Exchange (DEX) populer seperti PancakeSwap dan SushiSwap. Pengguna juga dapat membeli, menukar, dan staking kripto di dalam Trust Wallet.

Soal keamanan, Trust Wallet merupakan hot wallet, artinya terhubung langsung dengan internet. Trust Wallet, bagaimanapun, adalah dompet non-kustodian yang artinya hanya memungkinkan pemiliknya saja yang memiliki dan mengontrol kunci privat dan aset Anda di blockchain. Bagi pengguna yang menginginkan kontrol penuh terhadap dananya, dompet non-kustodian adalah pilihan terbaik.

Apa Itu MetaMask?

MetaMask memiliki konsep dan fungsi yang sama seperti Trust Wallet. MetaMask kompatibel dengan sistem operasi mobile, iOS dan Android, tetapi tidak seperti Trust Wallet, MetaMask juga dapat digunakan di perangkat komputer/laptop.

Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.
Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.

Baca juga: Jelang The Merge, Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Beli Ethereum

MetaMask memungkinkan pengguna berinteraksi dengan berbagai blockchain, seperti Binance Smart Chain dan jaringan Ethereum melalui browser desktop mereka. Sederhananya, ini adalah ekstensi browser web yang dapat terhubung ke dapps seperti platform decentralized finance (DeFi) yang berbeda dan pasar non-fungible token (NFT).

Secara standar, MetaMask dirancang untuk mengakses jaringan Ethereum dan terhubung ke platform, seperti Uniswap dan Compound. Ini mendukung standar token ERC-20, sehingga pengguna dapat menyimpan hampir semua token di jaringan Ethereum.

Salah satu fitur penting dari MetaMask adalah user interface (UI) atau antarmukanya yang sederhana untuk menukar aset kripto. Dari ekstensi atau aplikasi browser web, pengguna dapat mengeklik tombol “Swap” yang memungkinkan untuk menukar berbagai aset kripto dengan cepat dan mudah.

Untuk keamanan, MetaMask sama kuatnya dengan Trust Wallet karena non-kustodian dan hot wallet. Pengguna akan memerlukan dompet non-kustodian saat berinteraksi dengan bursa terdesentralisasi (DEX) atau aplikasi terdesentralisasi (DApp).

Trust Wallet atau MetaMask, Pilih yang Mana?

Pertimbangkan kebutuhan masing-masing pengguna akan mempengaruhi keputusan dalam memilih antara Trust Wallet atau MetaMask. Secara umum, Trust Wallet dan MetaMask berbeda dalam manfaat, fitur, dan pengoperasian.

Pengguna perlu membandingkan dan membedakan kedua dompet tersebut. Daftar ini akan membantu menganalisis dan memutuskan dompet mana yang cocok untuk Anda.

Trust Wallet

Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.
Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.

Dompet ini cocok untuk Anda, jika membutuhkan fungsi berikut:

  • Anda membutuhkan fleksibilitas untuk dapat menyimpan lebih dari 4,5 juta jenis aset kripto dan memiliki akses ke lebih dari 60 blockchain.
  • Anda menginginkan opsi untuk membeli aset kripto dengan kartu kredit.
  • Anda ingin mengakses berbagai macam aplikasi terdesentralisasi (dapps) secara langsung melalui aplikasi itu sendiri.

Keterbatasan untuk Dipertimbangkan

  • Tidak ada ekstensi desktop atau browser yang tersedia.

Baca juga: Menimbang Penghentian Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

MetaMask

Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.
Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.

Dompet ini cocok untuk Anda, jika membutuhkan fungsi berikut:

  • Anda terutama tertarik pada dapps berbasis Ethereum dan bertransaksi dengan jaringan Ethereum.
  • Anda memerlukannya agar kompatibel dengan sebagian besar browser dan perangkat mobile berbasis iOS dan Android.
  • Koneksi mudah ke platform, cepat, dan sederhana untuk mengirim ETH ke alamat mana pun dalam aplikasi dalam beberapa detik.

Keterbatasan untuk dipertimbangkan

  • Ekstensi MetaMask berfungsi di sebagian besar, tetapi tidak semua, browser web. Ini kompatibel dengan Chrome, Edge, Brave, dan Firefox.
  • Itu tidak memiliki menu dapps untuk dijelajahi.
  • Itu tidak mendukung Bitcoin.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu The Merge Ethereum? Potensi Selamatkan Market Kripto

Jaringan Ethereum akan melakukan The Merge, yaitu transisi ke algoritma konsensus Proof-of-Stake (PoS) setelah beroperasi sebagai blockchain Proof-of-Work (PoW) sejak 30 Juli 2015. Sementara perubahan itu mungkin berarti banyak bagi pengguna Ethereum dan investor, apa benar?

Baik, kita bahas soal The Merge Ethereum terlebih dahulu. Secara singkat, sekitar 15 September 2022, Ethereum akan menerapkan The Merge dan itu berarti rantai akan sepenuhnya mengubah mekanisme konsensus yang pernah digunakan.

The Merge adalah perpindahan protokol dari PoW ke PoS yang akan digunakan oleh Ethereum. Ini adalah langkah serius untuk mengatasi masalah skalabilitas, efisiensi, dan kecepatan transaksi.

Dalam metode PoS, pihak yang berperan sebagai validator transaksi nantinya hanya perlu mengunci (stake) sejumlah token ETH untuk berkontribusi. Ini jauh lebih efisien ketimbang harus menjalankan komputer dengan kartu grafis yang boros energi selama 24 jam nonstop untuk melakukan mining.

Gabungkan Dua Jaringan Konsensus

Untuk memulai proses ini, Ethereum akan mengintegrasikan dua rantai blockchain independen yang ada di ekosistem miliknya: Lapisan eksekusi yang masih PoW dan lapisan konsensus (Beacon Chain) yang sudah PoS. Maka, disebut merge (penggabungan) dua lapisan rantai dan sepenuhnya PoS.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Data Inflasi AS Guncang Pasar, Bitcoin dan Ethereum Jatuh

Beacon Chain adalah jaringan independen yang memungkinkan chain PoS untuk bekerja secara bersamaan dengan chain PoW tanpa memengaruhi yang lain. Beacon Chain sudah berjalan sejak Desember 2020.

The Merge sendiri secara khusus akan mengacu pada saat Beacon Chain yang beroperasi PoS sepenuhnya, menggantikan chain PoW sebagai mekanisme utama untuk konsensus dan validator.

Tentang The Merge Ethereum, Mengapa Ini Besar?

The Merge kemungkinan akan menjadi salah satu pemutakhiran yang paling dinanti dan dikenali yang telah dilihat blockchain sejak hard fork DAO. Saat The Merge berlangsung, Ethereum tidak akan bergantung pada penambang untuk memvalidasi transaksi.

Sebaliknya, transaksi jaringan akan divalidasi oleh entitas yang disebut validator. Dengan menggunakan mekanisme konsensus PoS, validator Ethereum dipilih dengan memiliki 32 ETH dan mereka diharuskan menjalankan tiga software berbeda yang mencakup validator, klien eksekusi, dan klien konsensus.

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: The Merge Ethereum Penting untuk Semua Orang di Kripto

Peta jalan blockchain Ethereum telah memiliki rencana untuk menjadi rantai PoS selama beberapa tahun. Ethereum Foundation memberikan enam alasan berbeda mengapa PoS merupakan peningkatan dan salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah “efisiensi energi yang lebih baik.”

Ringkasan Ethereum Foundation tentang transisi ETH ke PoS juga mengatakan bahwa mekanisme konsensus memberikan kemudahan transaksi karena hambatan yang lebih rendah dan tidak perlu hardware mahal untuk membuat blok baru.

The Merge bisa dibilang merupakan peningkatan besar pada jaringan Ethereum, karena secara langsung mempengaruhi proses otentikasi jaringan yang digunakan untuk memastikan keamanan blockchain.

Secara umum, peningkatan ini tidak akan mempengaruhi skalabilitas jaringan dalam jangka pendek, tetapi akan dirasakan di masa depan.

Seberapa Untung The Merge Ethereum?

Pendukung Ethereum mengatakan The Merge adalah momen monumental untuk sektor market kripto senilai US$ 1 triliun.

Para pendukung percaya bahwa The Merge akan membuat Ethereum lebih menguntungkan dibandingkan dengan Bitcoin saingan beratnya dalam hal harga dan kegunaan.

Hal itu bisa membuat aplikasi Ethereum menjadi lebih banyak digunakan. Investor bertaruh perubahan akan signifikan untuk harga ETH, yang telah naik lebih dari 50% sejak akhir Juni, dibandingkan dengan sedikit kerugian untuk Bitcoin.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kelas Kripto: Apa Itu Airdrop?

Aset kripto semakin populer dari waktu ke waktu. Persepsi umum tentang kripto dan istilah lainnya telah benar-benar meningkat selama dua tahun terakhir. Salah satu istilah yang sering terdengar adalah airdrop, apa itu?

Pada dasarnya, orang-orang mencoba mendapatkan aset kripto bisa berbagai cara. Jika kamu adalah seseorang yang tidak ingin mengeluarkan uang sepeser pun dan ingin memulai trading kripto, ada cara untuk mendapatkannya secara gratis.

Airdrop adalah istilah populer di dunia kripto. Secara harfiah apa arti istilah itu?

Pengertian Airdrop

Di ranah kripto, Airdrop umumnya berarti distribusi atau menjatuhkan token ke dompet atau wallet pengguna. Airdrop umumnya merupakan teknik pemasaran yang digunakan oleh perusahaan atau pengembang project aset kripto baru di pasar.

Ilustrasi apa itu airdrop kripto? Foto: Bitnovo.
Ilustrasi apa itu airdrop kripto? Foto: Bitnovo.

Baca juga: Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

Ini dilakukan terutama untuk tujuan promosi dan untuk menciptakan eksposur. Meskipun airdrop dilakukan oleh berbagai proyek secara berbeda, ada beberapa kriteria yang harus diikuti agar memenuhi syarat untuk mendapatkannya.

Ada berbagai jenis airdrop. Beberapa yang paling umum adalah holder drop dan general airdrop. Holder drop mengharuskan peserta untuk memegang koin atau token tertentu di wallet mereka agar memenuhi syarat untuk itu.

Ada airdrop lain yang hanya mengharuskan pengguna menyelesaikan beberapa tugas media sosial, termasuk mengikuti channel media sosial mereka, me-retweet, dan mengunduh aplikasi. Beberapa proyek juga melakukan airdrop, jika kamu telah menggunakan platform mereka, melakukan trading, dan sudah menjadi pengguna.

Proses Airdrop

Proses airdrop dimulai oleh proyek atau perusahaan yang ingin memberikan aset kripto secara gratis. Ini mungkin sebagai tanggapan terhadap strategi pasar, kesulitan dalam jaringan, atau untuk memberi insentif kepada investor yang sudah ada. Langkah awal adalah memilih bagaimana airdrop akan difasilitasi dan siapa yang memenuhi syarat.

Ilustrasi apa itu airdrop kripto? Foto: Esports.net.
Ilustrasi apa itu airdrop kripto? Foto: Esports.net.

Baca juga: Kelas Kripto: Memahami Perbedaan Koin dan Token

Langkah selanjutnya untuk general airdrop adalah mengumpulkan informasi untuk pihak yang menerima airdrop. Informasi seringkali terbatas hanya pada alamat dompet, meskipun perusahaan juga dapat mengumpulkan alamat email untuk mengembangkan daftar kontak mereka.

Jenis airdrop lain mungkin bergantung pada syarat yang berlaku, seperti proyek dapat melakukan snapshot untuk mengidentifikasi semua alamat yang menyimpan setidaknya 1.000 token pada tengah malam tanggal 31 Desember. Setiap transaksi yang terjadi setelah snapshot tidak akan memengaruhi hasil airdrop; oleh karena itu, harga koin atau token sering kali mengalami volatilitas sebagai respons terhadap pengambilan snapshot.

Setelah daftar penerima airdrop dipilih, airdrop sering difasilitasi melalui penggunaan smart contract. Perusahaan dapat memilih untuk menggunakan dompet Treasury mereka untuk memfasilitasi airdrop.

Perusahaan sering mempublikasikan blok transaksi untuk menunjukkan kesetaraan airdrop. Transaksi akan menunjukkan airdrop meninggalkan dompet perusahaan dan mendistribusikan ke penerima.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lebih Tepat! Apa Itu Proof of Reserves dengan Merkle Tree & zk-SNARKs?

Proof of Reserves (PoR) sangat penting bagi bursa kripto karena membantu meningkatkan kepercayaan pengguna, mengurangi risiko kecurangan, dan memastikan transparansi serta keamanan dalam penyimpanan aset kripto. Sebagai investor atau trader, tentu ingin dana investasi kripto tersimpan aman, transparan, dan mendapatkan pengelolaan yang baik.

Kasus runtuhnya salah satu bursa kripto, FTX mendorong pentingnya Proof of Reserves atau bisa disebut dana cadangan dalam industri aset digital. PoR dapat menciptakan transparansi dan meningkatkan keamanan dana nasabah dalam platform bursa kripto. Ibaratnya, bank memiliki laporan keuangan, sementara crypto exchange memiliki PoR untuk memastikan cadangan aset mereka.

Bagi pemula di dunia kripto, mungkin sulit memahami istilah PoR, di samping karena merupakan hal baru dan ini bersifat teknis. Artikel ini akan membahas tentang cara bagaimana memastikan Proof of Reserves di bursa kripto dan metode yang digunakan untuk meningkatkan akurasi, seperti penggunaan Merkle Tree dan zk-SNARKs.

Apa Itu Proof of Reserves?

Ilustrasi Proof of Reserve (PoR). Sumber: LeewayHertz.
Ilustrasi Proof of Reserves (PoR). Sumber: LeewayHertz.

Baca juga: Token Bitcoin BRC-20 Mendekati Kapitalisasi Pasar US$ 1 Miliar

Proof of Reserves adalah mekanisme verifikasi yang memungkinkan audit atas cadangan aset kripto yang dimiliki oleh bursa atau penyedia layanan keuangan lainnya. Tujuan dari PoR adalah untuk memastikan transparansi, keamanan, dan kepercayaan dalam penyimpanan aset kripto.

Dalam konteks bursa kripto, Proof of Reserves digunakan untuk menunjukkan bahwa bursa tersebut benar-benar memiliki cadangan aset kripto yang cukup untuk memenuhi klaim mereka dan memastikan bahwa dana pengguna aman. Mekanisme ini membantu mengurangi risiko kecurangan, manipulasi, atau insolvensi bursa yang dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna.

Untuk melaksanakan PoR, bursa atau penyedia layanan keuangan akan melakukan audit secara berkala atas cadangan aset kripto yang mereka miliki. Audit ini biasanya melibatkan pihak ketiga yang independen untuk memastikan integritas dan keakuratan hasil audit. Salah satu metode yang sering digunakan dalam Proof of Reserves adalah melalui penggunaan Merkle Tree, yang memungkinkan verifikasi cadangan aset secara efisien dan aman.

Proof of Reserves penting bagi industri kripto, karena meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap bursa atau penyedia layanan keuangan, memastikan keamanan dana pengguna, dan membantu mematuhi peraturan yang lebih ketat seiring berkembangnya industri ini.

Apa Itu Merkle Tree?

Ilustrasi Merkle Tree. Sumber: Binance.

Salah satu cara untuk mengimplementasikan Proof of Reserves adalah dengan menggunakan Merkle Tree. Dalam hal ini, Merkle Tree digunakan untuk membuktikan bahwa aset yang diklaim oleh bursa atau penyedia layanan memang ada dalam jumlah yang sesuai. Setiap simpul dalam Merkle Tree akan mencerminkan saldo akun pengguna dan hash dari saldo tersebut. Seluruh saldo kemudian digabungkan dalam Merkle Root yang dapat diverifikasi oleh auditor atau pengguna.

Merkle Tree adalah struktur data yang dikenal sebagai pohon hash dalam dunia kriptografi. Pohon ini diciptakan oleh Ralph Merkle pada tahun 1979 dan digunakan untuk memverifikasi dan mengamankan data secara efisien. Merkle Tree terdiri dari simpul (nodes), yang masing-masing berisi hash dari data. Hash ini kemudian digabungkan dengan hash dari simpul lainnya untuk membentuk hash baru, yang kemudian digabungkan lagi hingga mencapai simpul paling atas yang disebut Merkle Root.

Merkle Tree diaplikasikan dalam berbagai teknologi, termasuk blockchain. Dalam konteks blockchain, Merkle Tree digunakan untuk mengamankan transaksi yang ada dalam blok dengan mengurangi ukuran data yang perlu disimpan. Hal ini memungkinkan penambang untuk mengurangi waktu yang diperlukan untuk memverifikasi transaksi dan mengurangi ukuran blockchain itu sendiri.

Apa Itu zk-SNARKs?

Ilustrasi zk-SNARKs. Sumber: DCVX Blockchain Development.
Ilustrasi zk-SNARKs. Sumber: DCVX Blockchain Development.

Baca juga: Investor Kripto Indonesia Capai 17,14 Juta hingga Q1 2023, Transaksi?

zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge) adalah metode kriptografi yang memungkinkan satu pihak (pembuktian/prover) untuk membuktikan kepada pihak lain (verifikasi/verifier) bahwa mereka memiliki pengetahuan tentang suatu informasi atau pernyataan tertentu, tanpa perlu mengungkapkan informasi tersebut secara langsung. Ini merupakan bentuk bukti nol pengetahuan (zero-knowledge proof) yang ringkas dan tidak interaktif.

Konsep zero-knowledge proof ini sangat berguna dalam berbagai aplikasi privasi dan keamanan, termasuk dalam teknologi blockchain. Beberapa keunggulan zk-SNARKs adalah:

  • Privasi: Dengan menggunakan zk-SNARKs, transaksi dapat diverifikasi tanpa mengungkapkan informasi yang sensitif, seperti identitas pengirim, penerima, atau jumlah yang ditransfer. Hal ini memungkinkan penciptaan sistem keuangan yang lebih privat dan aman.
  • Efisiensi: Bukti yang dihasilkan oleh zk-SNARKs sangat ringkas dan mudah untuk diverifikasi. Hal ini mengurangi beban komputasi pada sistem dan meningkatkan efisiensi dalam validasi transaksi.
  • Skalabilitas: Karena zk-SNARKs memungkinkan verifikasi transaksi yang lebih cepat dan ringkas, mereka dapat membantu meningkatkan skalabilitas sistem blockchain dan mengatasi masalah kemacetan transaksi yang sering terjadi pada jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum.

Dengan menggabungkan Proof of Reserves dan zk-SNARKs, bursa atau penyedia layanan keuangan dapat melakukan audit cadangan aset mereka dengan cara yang aman dan efisien, tanpa mengungkapkan informasi yang sensitif kepada pihak ketiga atau publik. Selain meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna, penggunaan zk-SNARKs dalam PoR juga membantu menjaga privasi pengguna dan memastikan bahwa data mereka tetap aman selama proses audit.

Meskipun penggunaan PoR dengan zk-SNARKs belum umum diadopsi, kombinasi kedua teknologi ini menawarkan solusi yang menarik untuk meningkatkan keamanan, transparansi, dan privasi dalam industri kripto.

Kesimpulan

Penggunaan Proof of Reserves dengan Merkle Tree dan zk-SNARKs adalah hal yang positif, karena kedua teknologi ini menawarkan solusi yang efektif dan efisien untuk meningkatkan transparansi, keamanan, dan privasi dalam industri kripto.

PoR dengan Merkle Tree membantu memastikan bahwa bursa atau penyedia layanan keuangan memiliki cadangan aset yang sesuai dengan klaim mereka. Dengan menggunakan Merkle Tree, proses audit dan verifikasi cadangan aset menjadi lebih cepat dan hemat sumber daya, serta meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap bursa atau penyedia layanan.

Sementara itu, zk-SNARKs menawarkan solusi privasi yang kuat untuk transaksi kripto. Dengan menggabungkan zero-knowledge proof yang ringkas dan tidak interaktif, zk-SNARKs memungkinkan pembuktian pengetahuan tanpa mengungkapkan informasi yang sensitif. Ini sangat berguna dalam konteks transaksi kripto, di mana anonimitas dan privasi sangat penting.

Menggabungkan Proof of Reserves dengan Merkle Tree dan zk-SNARKs dapat menciptakan ekosistem yang lebih transparan, aman, dan privat dalam industri kripto. Dengan gabungan ini, bursa kripto yang menerapkannya ingin membuktikan dukungan 1:1 dari saldo pelanggan tanpa pengidentifikasian, namun tetap transparan. Selain itu, teknologi zk-SNARKs membuat pemalsuan data menjadi lebih tidak mungkin.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Floki (FLOKI), Aset Kripto yang Telah Listing di Tokocrypto

Floki Inu adalah aset kripto yang mengambil inspirasi dari Dogecoin dan Shiba Inu. Keduanya juga merupakan kripto yang sangat populer karena hubungannya dengan budaya meme. Floki Inu dinamai untuk menghormati anjing Shiba Inu milik Elon Musk, Floki.

Mirip dengan aset digital lainnya, Floki Inu dibangun di atas blockchain Ethereum dan menawarkan berbagai aplikasi di dunia ecentralized finance (DeFi), non-fungible tokens (NFT), dan metaverse. Penting untuk diingat bahwa seperti investasi apa pun, berinvestasi dalam kripto seperti Floki Inu memiliki risiko dan potensi keuntungannya sendiri.

Untuk informasi yang lebih baru atau spesifik, Anda dapat membaca lebih spesifik di artikel ini.

Apa Itu Floki (FLOKI)?

Floki adalah aset kripto yang awalnya dimulai sebagai meme coin berdasarkan anjing Elon Musk tetapi telah berkembang menjadi proyek web3 yang lengkap, mencakup DeFi, NFT , dan Metaverse. Sekarang disebut sebagai “The People’s Crypto,” tim di belakang proyek Floki telah mengubah meme coin yang dulunya tidak berguna menjadi sesuatu yang lebih.

Token yang terkait dengan proyek, FLOKI, adalah token multi-rantai yang beroperasi pada blockchain Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC), karena kompatibel dengan ERC-20 dan BEP-20. Token FLOKI dapat dijembatani antara dua rantai dengan mudah, memungkinkan pemegang FLOKI menggunakan salah satu blockchain untuk menyimpan dan bertransaksi dengan token mereka.

Perlu dicatat bahwa FLOKI memiliki pajak 3% yang dikenakan pada pembelian dan penjualan token, tetapi tidak pada transfer antara dua rantai. Pajak ini diarahkan ke perbendaharaan Floki Inu, yang menurut proyek akan digunakan untuk mengembangkan ekosistem lebih lanjut dan meningkatkan adopsi Floki. Menurut whitepaper, tim akan mengurangi pajak setelah bendahara mengumpulkan dana yang cukup. Namun, tidak ada target atau indikasi khusus kapan ini akan terjadi, atau berapa banyak yang akan diturunkan.

Ilustrasi aset kripto Floki (FLOKI). Sumber: Floki.
Ilustrasi aset kripto Floki (FLOKI). Sumber: Floki.

Baca juga: Kenal Open Campus (EDU), Token Blockchain Pendidikan Basis Web3

Sejarah Floki

Kelahiran koin Floki Inu dapat ditelusuri kembali ke Juni 2021, ketika Elon Musk men-tweet bahwa dia akan menamai hewan peliharaannya Shiba Inu “Floki.” Awalnya, proyek ini dimulai sebagai koin meme bertema anjing, seperti Dogecoin , dan dikenal sebagai Floki Inu. Namun, karena proyek tersebut berkembang dari meme-coin menjadi sesuatu yang lebih substansial, tim tersebut berganti nama menjadi “Floki.”

Versi terbaru proyek ini bertujuan untuk menyediakan utilitas dengan menciptakan ekosistem blockchainnya sendiri dan memberikan kembali ekosistemnya melalui inisiatif amal. Floki juga bekerja sama dengan Million Gardens Movement , sebuah kampanye berkebun yang didirikan oleh saudara laki-laki Elon Musk, Kimbal Musk. Pembuatnya mengklaim melihatnya sebagai sebuah gerakan, bukan hanya koin meme, dan memiliki visi untuk membangun sekolah di negara terbelakang.

Tiga Pilar Proyek Floki

Filosofi yang lebih luas dari koin berbasis anjing ini tercermin dalam tiga pilarnya: status meme, utilitas, dan amal. Floki mendefinisikan dirinya sebagai gerakan yang memberdayakan individu terlepas dari status sosial ekonomi atau usia mereka, berkat status meme-nya. Tim mengklaim tujuannya adalah untuk memantapkan dirinya sebagai aset kripto paling terkenal dan banyak digunakan secara global.

Pilar utilitas bertujuan untuk mengembangkan berbagai proyek, seperti Valhalla dan Flokiplaces, di mana pengguna dapat memanfaatkan FLOKI sebagai pembayaran untuk memperdagangkan NFT dan membeli barang fisik. Bagi mereka yang ingin menjelajahi pasar kripto lebih dalam, Floki Inu menawarkan Floki University, di mana pengguna dapat mempelajari lebih lanjut tentang blockchain dan kripto.

Pilar charitability atau amal didedikasikan untuk memberikan dampak positif bagi dunia dengan meningkatkan kehidupan masyarakat. Floki mengklaim mereka bertujuan untuk mendirikan sekolah di setiap benua, dimulai dari negara terbelakang.

Untuk Apa Floki Inu Dapat Digunakan?

Ilustrasi aset kripto Floki (FLOKI). Sumber: Floki.
Ilustrasi aset kripto Floki (FLOKI). Sumber: Floki.

Tim di belakang Floki sedang membangun utilitas untuk token FLOKI dalam ekosistemnya yang unik. Ekosistem Floki terdiri dari beberapa proyek berbeda yang masih dalam pengembangan, mencakup DeFi, NFT, dan metaverse. Sementara Floki mencoba untuk menggunakan token dalam ekosistemnya, ada sangat sedikit adopsi aset kripto di platform DeFi atau pasar NFT lainnya.

Valhalla

Floki Inu telah memasuki metaverse game NFT dengan game NFT miliknya sendiri bernama Valhalla. Pemain dapat memperoleh hadiah berdasarkan partisipasi dan memiliki kepemilikan penuh atas token FLOKI yang diperoleh dalam permainan. Token FLOKI berfungsi sebagai mata uang dalam game dan dapat digunakan untuk membeli aset.

FlokiFi

FlokiFi adalah nama payung ekosistem untuk rangkaian produk DeFi mendatang yang akan didukung oleh FLOKI. Produk pertama adalah “FlokiFi Locker,” yang diklaim sebagai protokol industri paling inovatif untuk mengamankan aset digital. Ada juga yang menyebutkan tentang produk baru yang terkait dengan staking; Namun, detailnya belum diselesaikan.

FlokiPlaces NFT dan Merchandise Marketplace

Membangun tren NFT, Floki Inu bermaksud memperluas pasar untuk NFT dan merchandise. Pasar FlokiPlaces bertujuan untuk memfasilitasi pembelian dan penjualan NFT dan produk digital lainnya serta memposisikan Floki Inu sebagai alternatif pembayaran untuk Bitcoin, Dogecoin, dan bahkan dolar AS.

Floki University

Floki Inu bertujuan untuk mengedukasi khalayak yang terus berkembang tentang kripto melalui universitas metaverse sambil meningkatkan kesadaran akan ekosistem Floki Inu. Sebagian besar kurikulum akan gratis, sementara beberapa kursus khusus mungkin memerlukan token FLOKI.

Apa Perbedaan FLOKI dari DOGE dan SHIB?

Meskipun merupakan proyek kripto yang relatif baru, Floki Inu mengklaim bahwa itu adalah pembunuh DOGE dan SHIB, yang bertujuan untuk menjadi salah satu dari 10 proyek kripto teratas di pasar dan memulai revolusi berikutnya.

Itu bermaksud untuk beralih dari narasi meme coin dan menjadi sesuatu yang lebih, termasuk menyediakan pasar asalnya yang dijuluki “FlokiPlace.” Dengan lebih dari 230.000 pemegang (pada saat penulisan ini), FLOKI bertujuan untuk menghubungkan basis pengguna yang berkembang pesat dan utilitas proyek.

FLOKI mengklaim fokus pada membangun utilitasnya dan menciptakan platform yang berguna sambil mengatur komunitas pemegang yang erat yang diberi imbalan karena mempertaruhkan token mereka.

Proyek ini saat ini sedang mengerjakan tiga utilitas andalan: metaverse game NFT, pasar NFT dan merchandise, dan platform pendidikan, yang diyakini akan sangat menarik minat investor.

Peringkat FLOKI di situs CoinMarketCap pada Senin (22/5) jam 08.00 WIB adalah #104, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 314.016,.058. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 9.711.318.411.813 koin FLOKI dan maksimal pasokan 20.000.000.000.000 koin FLOKI.

Pro dan kontra

Ilustrasi aset kripto Floki (FLOKI). Sumber: Floki.
Ilustrasi aset kripto Floki (FLOKI). Sumber: Floki.

Baca juga: 19 Calon Anggota DK OJK Awasi LKM dan Kripto Lolos Seleksi Tahap II

Tentu saja, ada dua sisi dari cerita setiap koin, dan, seperti semua proyek kripto, Floki hadir dengan daftar pro dan kontranya.

Pro:

  • Floki adalah token multi-rantai, memungkinkannya untuk digunakan pada platform Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC).
  • Ekosistem Floki memiliki rangkaian produk yang sudah ada dan yang akan datang yang berpotensi menambah nilai token.
  • Proyek ini telah bermitra dengan proyek terkemuka lainnya di industri ini.
  • Proyek tersebut mengklaim mendukung inisiatif amal.

Kontra:

  • Floki diciptakan sebagai koin meme dan masih bisa berfluktuasi sejalan dengan pendapat orang-orang berpengaruh, seperti Elon Musk.
  • Pasokan token Floki yang beredar sangat tinggi, menjaga harga per token sangat rendah.
  • Membeli dan menjual FLOKI memiliki pajak wajib sebesar 3%.
  • Di luar ekosistem Floki, token ini hanya memiliki sedikit kegunaan dan belum diadopsi oleh banyak platform DeFi.
  • Tim Floki bersifat anonim, yang menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan dengan proyek tersebut.

Kesimpulan

Jalan FLOKI masih panjang sebelum berpotensi menyaingi beberapa memecoin terkemuka, seperti Dogecoin dan Shiba Inu. Perlu dicatat juga bahwa seluruh tren memecoin mungkin juga akan terhenti, yang pasti akan berdampak pada FLOKI.

Berinvestasi dalam kripto semacam ini sangat berisiko, dan banyak dari mereka gagal memenuhi harapan. FLOKI sejauh ini telah membuktikan bahwa ia memiliki tim pemasaran yang patut dipuji, terutama mengingat iklannya terlihat di seluruh angkutan umum London.

Namun, penting untuk tetap berhati-hati dan tidak pernah mengambil risiko lebih dari yang Anda mampu untuk kehilangan investasi semacam ini.

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas dan menarik, seperti Floki (FLOKI).

Trading FLOKI/USDT & FLOKI/TUSD dapat dilakukan mulai hari ini, tanggal 19 Mei 2023 pukul 15.00 WIB. Kini pengguna dapat melakukan deposit/setoran FLOKI di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik Kecil Saat Hong Kong Umumkan Pelonggaran Peraturan

Bitcoin sempat mengalami lonjakan kecil setelah pengumuman bahwa Hong Kong akan melonggarkan peraturan. Harga Bitcoin (BTC) naik lebih dari 2%, dari sekitar US$ 26.800 menjadi US$ 27.384, mengikuti berita tersebut.

Terlepas dari perkembangan positif, Bitcoin menghadapi bulan yang lesu secara keseluruhan, berjuang untuk menembus angka US$ 27.000. Aset kripto tertua di dunia ini telah mengikuti tren negatif untuk sebagian besar selama bulan Mei ini.

Bitcoin juga tidak melihat lonjakan “Pizza Day” yang banyak diantisipasi . Bitcoin Pizza Day merayakan hari jadi tahunan transaksi dunia nyata pertama menggunakan BTC, di mana 10.000 unit ditukar dengan dua pizza pada 22 Mei 2010.

Namun, BTC masih melihat periode dominasi yang berkepanjangan dibandingkan dengan aset kripto lainnya, berada di atas 45% sejak awal Maret.

Hong Kong Izinkan Perdagangan Kripto

Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Bitcoin Bangkit: Investasi di 4 Altcoin Ini Jadi Pilihan Menarik

Hong Kong akan membuka aktivitas perdagangan kripto untuk investor ritel mulai 1 Juni 2023. Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong (SFC) telah merilis hasil makalah konsultasi tentang pengaturan aset kripto di negara tersebut.

Dalam sebuah pengumuman pada 23 Mei 2023, pengawas keuangan mengatakan telah menerima 152 pengajuan dari pemain kunci dalam industri, asosiasi profesional, dan perusahaan konsultan, menyetujui proposalnya untuk mengizinkan pertukaran kripto berlisensi untuk melayani investor ritel di Hong Kong.

Meskipun pedoman baru akan berlaku mulai 1 Juni 2023, kerangka peraturan yang akan datang akan mencakup aspek-aspek penting, termasuk persyaratan keselamatan penyimpanan aset, menghindari konflik kepentingan, pemisahan aset pelanggan, dan standar keamanan dunia maya.

Keputusan SFC untuk mengizinkan pertukaran resmi beroperasi di negara tersebut menandai langkah signifikan untuk meningkatkan integritas pasar dan membangun kepercayaan di dalam ruang tersebut. Melalui langkah ini, Hong Kong telah melangkah lebih jauh mencapai tujuannya untuk mengembangkan pusat aset virtual dan menjadi pusat inovasi teknologi.

Bitcoin Disetujui untuk Investasi Ritel Hong Kong

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sejarah dan Fakta Bitcoin Pizza Day

Menurut sebuah laporan, peraturan perdagangan kripto di Hong Kong mirip dengan yang sebelumnya dalam banyak aspek. Pemerintah Hong Kong menyebutkan bahwa aset kripto yang dibeli oleh investor ritel harus dimasukkan dalam dua indeks utama. Ini ditetapkan sebagai persyaratan minimum.

Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Litecoin (LTC), Bitcoin Cash (BCH), Polkadot (DOT), dan Solana (SOL) termasuk dalam setidaknya 3 indeks utama. Namun, koin lain yang ditambahkan hanya pada indeks yang dibuat ke dalam daftar adalah Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), Polygon (MATIC), dan Chainlink (LINK). Koin-koin ini diharapkan dapat didaftarkan dalam batch pertama pertukaran yang dipatuhi Hong Kong.

Sesuai SFC Hong Kong, token non-security harus memiliki latar belakang yang tidak buruk selama 12 bulan. Sementara itu, stablecoin saat ini bukan bagian darinya. Otoritas belum mengizinkan stablecoin dibeli oleh investor ritel.

Otoritas menambahkan bahwa earn dan layanan pinjaman tidak akan didukung. Sementara aktivitas periklanan yang terkait dengan beberapa aset digital tidak akan menjadi bagian darinya. Namun, perdagangan berpemilik dilarang dan platform tidak diizinkan untuk menyimpan aset kripto apa pun.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pepe (PEPE) Hanya Butuh 19 Hari Capai Kapitalisasi Pasar US$ 1 Miliar

Pepe (PEPE), aset kripto yang terinspirasi dari meme populer telah mencapai kapitalisasi pasar US$ 1 miliar hanya dalam 19 hari setelah diluncurkan. Prestasi menakjubkan ini adalah satu-satunya di bidang aset kripto karena mengungguli semua token terkemuka di dunia.

PEPE adalah aset kripto pertama yang menyentuh kapitalisasi pasar US$ 1 miliar dalam waktu singkat. Lebih cepat daripada Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), dan Shiba Inu (SHIB) dan kripto lainnya yang masuk dalam daftar 100 teratas dengan kapitalisasi market terbesar.

Sebagai gambaran Bitcoin butuh 1.579 hari pasca peluncuran untuk mencapai kapitalisasi pasar US$ 1 miliar pada 2019. Ethereum membutuhkan 287 hari untuk naik di atas kapitalisasi pasar US$ 1 miliar. Selain itu, Dogecoin pesaing Pepe membutuhkan 2.585 hari untuk menyentuh angka kapitalisasi pasar US$ 1 miliar. Di sisi lain, Shiba Inu membutuhkan waktu 279 hari untuk mencapai target yang sama.

PEPE yang Unik

Baca juga: Memecoin Pepe (PEPE) Tembus 100 Besar Aset Kripto Paling Berharga

PEPE dianggap sebagai aset kripto yang unik. Oleh karena itu, meme coin bertema katak yang baru melampaui semua aset kripto lainnya untuk mencapai sasaran dalam waktu kurang dari tiga minggu banayk diminati investor dan trader.

Sekarang kapitalisasi pasar PEPE mencapai US$ 684 juta, tidak ada jaminan bahwa itu bisa naik di atas US$ 1 miliar lagi. Meskipun demikian, kebangkitannya yang spektakuler akan dikenang di dunia kripto untuk waktu yang lama.

Setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di US$ 0,00000431 pada 5 Mei, harga Pepe coin anjlok dan jatuh ke level US$ 0,00000150. Itu turun hampir 63% dari ATH-nya dan bisa menuju ke selatan lebih jauh dalam beberapa hari mendatang.

Pada saat penulisan, Pepe coin diperdagangkan pada US$ 0,00000161 dan naik 4,9% dalam perdagangan 24 jam sehari. Ini turun 62,19% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 0,00000431, yang dicapai pada Mei 2023.

Analisis Harga PEPE

Grafik harian PEPE/USDT. Sumber: CoinMarketCap.
Grafik harian PEPE/USDT. Sumber: CoinMarketCap.

Baca juga: Ridwan Kamil Bicara Potensi Bitcoin untuk Merevolusi Ekonomi Indonesia

Koin meme baru telah memberikan hasil yang signifikan kepada investor awalnya hanya dalam beberapa hari sejak diluncurkan.

Bursa kripto terkemuka, termasuk Binance, juga melanjutkan daftar koin meme baru. Hal ini juga yang mendorong masyarakat untuk membeli PEPE. Harga Pepe Coin mengalami lonjakan yang luar biasa, dimulai dari titik terendah US$ 0,00000002764 pada 17 April 2023, dan mencapai titik tertinggi sepanjang masa di US$ 0,000004354.

Penurunan harga Pepe coin dan perdagangannya baru-baru ini telah menimbulkan pertanyaan apakah kegilaan koin meme sudah berakhir. Namun, saat ini tidak jelas karena PEPE berdiri bearish saat ini. Selain itu, seluruh ranah koin meme, termasuk Dogecoin dan Shiba Inu, juga diperdagangkan di zona merah. Agar harga melonjak lebih tinggi, pasar harus berakhir dengan baik.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com