Tag Archives: kripto

Inilah Cara Memperoleh Pasif Income Dari Aset Kripto

Ingin mempunyai penghasilan tanpa bekerja secara aktif? Yang kamu butuhkan adalah mempunyai pasif income. Pasif income atau pendapatan pasif adalah “Gaji” yang bisa didapatkan seseorang atas kegiatan ekonomi yang telah dia lakukan tanpa perlu aktif dalam kegiatan tersebut. Banyak orang bilang bahwa mempunyai pasif income merupakan kerja secara cerdas.

Namun, gimana sih caranya memperoleh pasif income? Pasif income hadir saat kamu sudah mempunyai aset dalam suatu bidang. Namun, untuk mencapainya anda juga perlu bekerja keras untuk membangun pasif income tersebut. Kegigihan untuk mencapai suatu titik demi mempunyai suatu pendapatan pasif akan lebih sulit, tapi akan sebanding dengan apa yang akan kamu dapat.

Dunia yang terus berkembang membuat anda mempunyai berbagai macam pilihan untuk membuat pasif income anda. Mulai dari menyewakan properti, membuat suatu brand sampai investasi pada jaringan mata uang kripto untuk mendapatkan pasif income tersebut.

Pasif Income Dari Aset Kripto

Staking Aset Kripto

Ya, salah satu pasif income yang bisa kamu dapatkan adalah dengan berinvestasi pada jaringan salah satu mata uang kripto, atau yang  biasa disebut dengan Staking Aset Crypto. Staking merupakan cara mendapatkan penghasilan tambahan dari aset crypto yang kamu punya. Caranya untuk mendapatkan aset kripto tersebut dengan mempertaruhkan sejumlah uang kripto yang dimiliki dan diberikan ke dalam sistem.

Mata uang kripto yang dikunci/disetorkan tersebut akan mendukung sistem untuk menyelaraskan ekosistem. Singkatnya adalah jika banyak user yang ikut staking pada suatu jaringan, maka jaringan tersebut akan lebih memiliki reputasi yang berkualitas. Begitu sebaliknya, jika banyak user melakukan jual-beli (trading) lalu pindah ke mata uang kripto lainya tanpa ikut staking maka jaringan tersebut tidak berkembang dan investasi anda akan merugi.

Proses Staking aset ini sederhana mirip seperti konsep deposito, dimana anda akan memberikan sejumlah uang kepada bank untuk dikelola dan anda nantinya akan dapat bunganya. Selain menambang, staking menjadi cara yang cukup mudah untuk mendapatkan pasif income dari mata uang kripto.

Menambang Aset Kripto

Menambang atau Mining Bitcoin secara sederhana merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang/kelompok untuk memecahkan atau memiliki blok mata uang kripto baru. Untuk mining, Penambang harus menggunakan perangkat software dan hardware, lalu penambang secara individu/berkelompok akan memecahkan sejumlah algoritma. setelah itu, penambang akan mendapatkan imbalannya berupa mata uang yang ditambang tersebut.

Lending Aset Kripto

Lending Aset Kripto adalah suatu pemberian pinjaman mata uang kripto anda kepada investor atau trader lainya. Ada beberapa platform lending p2 (per-to-per) yang memungkinkan anda untuk memberikan pinjaman pada periode tertentu. Sehingga anda bisa mendapatkan bunga dari pinjaman tersebut.

Program Afiliasi

Selanjutnya untuk mendapatkan pasif income dari mata uang kripto adalah dengan mengundang pengguna baru untuk berinvestasi pada jaringan marketplace kripto. Biasanya para exchange (marketplace) mata uang kripto akan memberikan reward untuk anda jika mengundang pengguna baru. 

Airdrops

Mirip seperti program afiliasi, Airdrops adalah strategi marketing para exchange (marketplace) mata uang kripto untuk mengembangkan bisnisnya. Biasanya perusahan exchange cryptocurrency memberikan tugas tertentu seperti melakukan follow, like dan comment ataupun bergabung dengan sebuah grup media sosial perusahaan tersebut kemudian membagikannya di Facebook atau platform media sosial yang lain. 

Setelah mengetahui beberapa poin diatas mengenai pasif income bitcoin atau mata uang kripto. Sekarang saatnya anda untuk melakukanya, segera mulai investasi cryptocurrency bersama Tokocyrpto dan dapatkan pasif income anda. Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi kami di media sosial @Tokocrypto atau melalui website www.tokocrypto.com



Sumber : news.tokocrypto.com

MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

Perusahaan investasi MicroStrategy kembali menyerok Bitcoin di saat harga aset ini tengah terseok-seok di area US$ 20.000. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini mengumukan telah membeli 480 BTC senilai US$ 10 juta atau sekitar Rp 148 Miliar.

Dalam sebuah surat pengumuman yang dikeluarkan oleh Komisi Sekuritas dan Exchanges (SEC) Amerika Serikat bertitimangsa 29 Juni 2022, MicroStrategy membeli 480 Bitcoin pada periode Mei-Juni 2022, pada titik harga rata-rata US$ 20.817.

“MicroStrategy memperoleh sekitar 480 Bitcoin untuk sekitar US$ 10,0 juta tunai, dengan harga rata-rata sekitar US$ 20.817 per Bitcoin, termasuk biaya dan pengeluaran,” tulis surat tersebut.

Pertanggal 28 Juni 2022, perusahaan ini memilki total aset BTC sebanyak 129.699 keping dengan nilai pembelian US$ 3,98 miliar. Total pembelian aset tersebut dibeli  dengan harga pembelian rata-rata US$ 30.664 perkeping. Artinya, pertanggal 29 Juni 2022,  Microstrategy tengah mengalami kerugian sekitar 34%.

CEO MicroStrategy, Michael Saylor, dikenal sebagai Bitcoin Maximalist. Ia selalu optimis terkait dengan masa depan Bitcoin. Bahkan, ia percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi penyelamat di tengah badai ekonomi yang ia percayai bakal segera tiba. 

Baca juga: 4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat

Saat diwawancarai oleh CNN pada 22 Juni 2022, ia mengatakan: “Bitcoin adalah sekoci, dilempar ke lautan badai, menawarkan harapan kepada siapa pun di dunia yang perlu turun dari kapal mereka yang tenggelam. Kita menyaksikan kelahiran industri baru selama krisis keuangan terburuk dalam hidup kita.”

Saat pembelian BTC oleh Microstrategy, pergerakan Bitcoin sedang dalam fase kritis. Aset kripto ini kembali tersungkur di bawah harga US$ 20.000. Meski dengan cepat memantul kembali ke harga US$ 20.000, pergerakan BTC terpantau sangat melemah. 

BTC Melemah

Analis Portalkripto, Arly Fauzi, mengatakan pergerakan volume BTC terus mengalami penurunan. Menurutnya, dalam kondisi ini Bitcoin berpeluang untuk terkoreksi lebih dalam lagi. 

“​​Untuk saat ini terlihat pergerakan harga Bitcoin sudah mulai melemah, terlihat dari volume yang terus turun, dan Moving Average (MA) 25 yang menunjukan akan cross dengan MA50 nya,” ujarnya.  “Skenario terburuknya apabila pergerakan harga Bitcoin memilih untuk breakdown support-nya, maka target penurunan akan berada pada Support Area sebelumnya pada area harga US$ 17.592-US$ 18.036.”

BTC/USDT 4Hour. By: Arly Fauzi

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 29 Juni 2022: Kripto Bergerak Stagnan

Pelemahan BTC saat ini terkonfirmasi dari aksi jual dan meningkatnya arus keluar investor institusional. Sebelumnya, perusahaan investasi asal Kanada Cypherpunk Holdings (HODL), menjual seluruh kepemilikan aset kripto yang mereka miliki. Langkah ini diambil perusahaan untuk meminimalisir risiko terburuk selama musim dingin kripto ini.

Cypherpunk diketahui menyimpan sejumlah aset kripto diantaranya Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Dalam rilis resminya, mereka telah menjual 205.8209 ETH, senilai US$ 227.000 dan 214.7203 BTC dengan harga sekitar US$ 4,7 juta. Total penjualan dari dua aset kripto teratas tersebut menghasilkan US$ 5 juta.

Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul “MicroStrategy Kembali Serok 480 BTC Senilai Rp 148 Milyar





Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Kripto Tertinggi di Dunia

Sebuah riset terbaru dari Gemini, platform perdagangan aset kripto global menyatakan Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kepemilikan aset kripto tertinggi di dunia. Masyarakat melihat kripto sebagai aset pelindung kekayaan terhadap inflasi di masa depan.

Laporan bertajuk “2022 Global State of Crypto Report” ini menemukan bahwa 41 persen orang Indonesia, berusia antara 18-75 tahun dengan pendapatan lebih dari $ 14.000 (setara Rp 200 juta) per tahun, memiliki aset kripto. Dalam penelitian tersebut juga menemukan bahwa 61 persen responden Indonesia setuju dengan anggapan bahwa kripto adalah masa depan investasi dan layanan keuangan.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan industri aset kripto yang eksponensial dalam 2 tahun belakangan ini.

“Secara umum, pandemi telah menggenjot agenda digitalisasi global, tidak terkecuali Indonesia. Dengan demikian, pandemi memang telah mendorong pertumbuhan pasar kripto Indonesia. Masyarakat kini lebih giat mencari informasi soal investasi, termasuk kripto sehingga menimbulkan ketertarikan untuk mendapatkan passive income,” kata Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda

Baca juga: 25% Milenial Berinvestasi di Crypto untuk Mendanai Masa Depannya

Penetrasi Internet dan Smartphone Tinggi

Selain itu, penetrasi pengguna internet yang masif juga turut andil dalam perkembangan adopsi aset kripto di Tanah Air. Menurut data We Are Social, ada 204,7 juta pengguna internet di Indonesia pada Januari 2022. Tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 73,7 persen dari total populasi pada awal tahun 2022.

“Industri aset kripto akan terus tumbuh. Dalam waktu 2-3 tahun bisa mencapai 30 juta investor. Masih ada banyak peluang yang bisa dioptimalkan. Jumlah investor baru 12,4 juta bandingkan dengan total penduduk Indonesia ada 277 juta jiwa,” ungkapnya.

Penetrasi pengguna smartphone juga memudahkan masyarkat dalam masuk ke industri investasi, seperti saham hingga kripto. Jumlah pengguna ponsel pintar mencapai 167 juta orang atau 89% dari total penduduk Indonesia. Hal ini membuat investasi kripto lebih bisa dijangkau semua kalangan.

Harga Bitcoin Bisa Gagal Menjadi US$13 Ribu, Ini Syaratnya
Illustrasi Bitcoin.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Bonus Demografi di Indonesia

Demografi Indonesia yang didominasi generasi muda. Jumlah penduduk Indonesia adalah 277,7 juta pada Januari 2022. Ada 39% didominasi gen Z dan milenial. Data Bappebti pada akhir 2021, saat ini ada 66% investor aset kripto di Indonesia didominasi oleh kedua generasi tersebut.
“Investasi aset kripto terbukti bisa bersaing dengan instrumen investasi lainnya yang sudah ada lebih dahulu. Kripto bisa menghasilkan imbal hasil yang lebih baik, meski high risk and high return. Dukungan pemerintah yang membuat industri aset kripto legitimate dan berada dijalur yang benar,” pungkas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kepemilikan aset kripto tertinggi di dunia. Masyarakat melihat kripto sebagai perlindungan aset terhadap inflasi di masa depan.

Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh Gemini, platform perdagangan aset kripto global, menemukan bahwa 41 persen orang Indonesia, berusia antara 18-75 tahun dengan pendapatan lebih dari $ 14.000 (setara Rp 200 juta) per tahun, memiliki aset kripto.

Laporan yang bertajuk “2022 Global State of Crypto Report” ini menempatkan Indonesia dengan Brasil di peringkat teratas dari 20 negara yang disurvei oleh Gemini. Survei ini melibatkan sekitar 30.000 responden di 20 negara antara November 2021 dan Februari 2022 untuk memberikan gambaran tentang ekosistem kripto yang berkembang pesat.

Masyarakat Indonesia Mulai Percaya Aset Kripto

Dalam penelitian tersebut juga menemukan bahwa 61 persen responden Indonesia setuju dengan anggapan bahwa kripto adalah masa depan investasi dan layanan keuangan. Bandingkan dengan 23 persen di negara maju, seperti Amerika Serikat, Prancis dan Jerman.

“Banyak investor di negara ini mungkin melihat kripto sebagai lindung nilai inflasi,” kata Plt. Direktur Pelaksana dan Direktur Perdagangan Gemini Asia Pasifik, Feroze Medora dikutip Jakarta Globe.

Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kepemilikan aset kripto tertinggi di dunia.
Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kepemilikan aset kripto tertinggi di dunia. Foto: Gemini “2022 Global State of Crypto Report”.

“Sudah lama dipercaya gagasan bahwa Bitcoin beroperasi sebagai semacam “emas digital.” Jika nilai Bitcoin atau kripto lain yang dipilih meningkat seiring waktu, ini akan melindungi penurunan daya beli mata uang yang diakibatkan oleh hilangnya nilainya.”

Baca juga: Asosiasi ICCA dan PKHAKI Hadir Dukung Perkembangan Aset Kripto di Indonesia

Perempuan Mulai Dominasi Investasi Kripto di Indonesia

Satu hal yang menarik dari temuan riset yang dilakukan Gemini adalah terdapat 51 persen pemilik aset kripto di Indonesia adalah perempuan. Kemudian, hanya dua negara lain dalam penelitian ini, Israel dan Nigeria, yang memiliki setidaknya jumlah pria dan perempuan yang sama dalam kepemilikan kripto.

“Laporan ini telah menantang keyakinan bahwa aset kripto adalah “klub anak laki-laki,” kata Medora.

“Pertumbuhan aplikasi platform perdagangan aset kripto telah membuat kripto lebih mudah diakses oleh semua orang, terlepas dari jenis kelaminnya. Selain itu, maraknya materi pendidikan kripto yang bisa diakses online, mungkin telah membantu mempersempit dan bahkan mengubah keseimbangan gender dalam hal investasi kripto,” ujarnya.

Perempuan Indonesia mulai melek investasi aset kripto. Foto: Gemini "2022 Global State of Crypto Report".
Perempuan Indonesia mulai melek investasi aset kripto. Foto: Gemini “2022 Global State of Crypto Report”.

Baca juga: Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%

Studi Gemini tidak sepenuhnya mewakili total populasi penduduk Indonesia dan negara yang menjadi lokasi penelitiannya. Dengan mempersempit objek penelitian dan menetapkan pendapatan tahunan sebesar Rp 200 juta, riset ini hanya mewakili mereka yang berpenghasilan tinggi di Indonesia.

Namun, laporan tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tingkat adopsi saat ini di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik yang lebih lua.

“Masyarakat Indonesia sudah dikenal melek teknologi, sehingga mereka beradaptasi dengan kelas aset digital yang relatif baru ini,” pungkas Medora.

Jumlah investor aset kripto di Indonesia meningkat dua kali lipat. Hingga Februari 2022 saja sudah ada lebih dari 12 juta investor, menurut data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti). Sebagai perbandingan, jumlah investor pasar saham Indonesia hanya di sekitar 8 juta.

Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Aturan Pajak Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

Pemerintah Indonesia akhirnya menerbitkan aturan pengenaan pajak atas transaksi perdagangan aset kripto. Namun, banyak analis menyebutkan beban pajak terlalu tinggi sehingga memberatkan bagi investor dalam negeri.

Perdagangan aset kripto di Indonesia akan mulai dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN dan Pajak Penghasilan atau PPh yang akan berlaku mulai 1 Mei 2022. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani pada 30 Maret 2022 dan diundangan pada hari yang sama.

Dalam aturan tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa aset kripto yang berkembang luas dan menjadi komoditas perdagangan merupakan objek PPN. Hal tersebut sejalan dengan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8/1983 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

“Bahwa untuk memberikan kepastian hukum, kesederhanaan, dan kemudahan administrasi pemungutan, penyetoran, dan pelaporan pajak atas perdagangan aset kripto, perlu mengatur ketentuan mengenai pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan atas transaksi perdagangan aset kripto,” tulis Sri Mulyani di aturan PMK) Nomor 68/PMK.03/2022.

market kripto bitcoin
Ilustrasi market kripto bitcoin.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Besaran Tarif Pajak Aset Kripto di Indonesia

Pemerintah mengatur penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) akan bertugas memungut, menyetor, dan melaporkan PPN terutang atas penyerahan aset kripto. PMSE merupakan penyelenggara kegiatan pelayanan untuk memfasilitasi transaksi aset kripto, termasuk perusahaan dompet elektronik (e-wallet).

Berikut besaran tarif PPN dan PPh untuk transaksi kripto yang ditetapkan PMK 68/2022:

  1. 1 persen dari tarif PPN dikali dengan nilai transaksi aset kripto, jika penyelenggara PMSE merupakan pedagang fisik aset kripto.
  2. 2 persen dari tarif PPN dikali dengan nilai transaksi aset kripto, jika penyelenggara PMSE bukan pedagang fisik aset kripto.
  3. Pph 0,1% dari nilai transaksi aset kripto, tidak termasuk PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), berlaku bagi penjual aset kripto, penyelenggara PMSE dan penambang aset kripto.
  4. Jika penyelenggara PMSE bukan pedagang fisik aset kripto, maka PPh pasal 22 bersifat final yang dipungut sebesar 0,2%.

Pajak Aset Kripto Dorong Penerimaan Negara

Aspakrindo (Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia) menyambut baik aturan pengenaan pajak aset kripto yang disahkan oleh Kemenkeu. Dengan aturan pajak ini akan industri aset kripto akan dipadang memiliki legitimasi yang kuat, seperti layaknya industri lainnya yang berkembang di Indonesia.

“Pemberlakuan pajak terhadap aset kripto sangat memungkinkan dan memberi dampak positif pada industri yang sudah berjalan baik saat ini. Namun, pemberlakuan pajak tersebut masih perlu pembahasan yang lebih fokus dengan unsur hati-hatian dan mendalam,” kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda

Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

Lebih lanjut, Manda menjelaskan pengaturan pajak bisa menguntungkan semua pihak dari pemerintah hingga investor. Sebagaimana yang telah kita ketahui perdagangan aset kripto dalam negeri saat ini tumbuh begitu pesat dalam 2 tahun terakhir.

“Industri aset kripto diestimasikan menghasilkan transaksi perdagangan bernilai setidaknya Rp 2,35 triliun per hari, atau Rp 859,4 triliun per tahun pada 2021. Hal ini menimbulkan potensi ekonomi, dan tentu saja, potensi penerimaan negara dari sektor perpajakan yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Pajak Kripto Terlalu Tinggi Beratkan Investor

Manda melihat aturan pengenaan pajak aset kripto yang disahkan oleh Kemenkeu dapat memberatkan investor dalam negeri. Pasalnya beban pajak yang ditetapkan terlalu tinggi.

Pengenaan pajak PPN dan Pph masing-masing 0,1%-0,2% dinilai terlalu tinggi untuk dibebankan pada industri aset kripto yang masih baru tumbuh di Indonesia. Dikhawatirkan potensi pertumbuhan ke depan akan berjalan lambat.

“Investor tentu akan antusias, jika dalam pengaturan pajak ini menguntungkan semua pihak. Namun di sisi lain, jika penerapan pajak yang terlalu tinggi dan membebani investor dapat menyebabkan potensi terhambatnya perkembangan industri aset kripto sendiri,” jelasnya.

Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%
Ilustrasi pajak aset kripto.

Bagi investor dalam negeri tentu dengan membayar pajak transaksi aset kripto bisa berkontribusi dalam pembangunan negara. Pajak memiliki manfaat untuk membiayai pengeluaran reproduktif yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Aset kripto termasuk komoditi di Indonesia, sehingga aturan pengenaan tarif PPN perlu dikaji ulang. Kemudian, perdagangan aset kripto di Indonesia terbilang masih baru,” tutur Manda.

Jika tarif PPh Final atas aset kripto 0,1 persen, maka akan membebankan investor dalam negeri. Padahal dengan keringanan perpajakan akan menjadi alasan kuat investor untuk bertahan di exchange lokal.

Baca juga: Peluncuran Bursa Kripto di Indonesia Resmi Mundur, Jadi Kapan?



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Aset Kripto yang Paling Banyak Dipegang Orang Indonesia

Sepanjang 2021, investor kripto di Indonesia meraup keuntungan yang direalisasikan sebesar $ 731 juta atau setara Rp 10 triliun. Secara global, investor kripto di seluruh dunia sukses dapat cuan sebesar $ 162,7 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun 2020 hanya $ 32,5 miliar.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Chainalysis bertajuk “2021 Chainalysis Global Crypto Adoption Index“, Indonesia menempati peringkat 44 dari 50 negara yang dirisetnya dalam perolehan keuntungan investasi kripto paling besar sepanjang tahn 2021 lalu. Posisi Indonesia paling bawah dibanding negara di Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.

Laporan Chainalysis juga mengungkap aset kripto yang paling banyak dipegang oleh investor di Indonesia. Disebutkan token yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Bitcoin, Ethereum, dan koin/token lainnya. Namun tidak dijelaskan secara rinci berapa persen jumlah penggunaan ketiga token tersebut.

Sementara itu, data lainnya yang dipaparkan Finder mengungkap dari 2.502 pengguna internet di Indonesia yang memiliki kripto paling banyak menjawab memiliki Bitcoin (36,7%), Dogecoin (29,4%), Ethereum (89,1%), Solana (28%) dan Ripple (24%).

jenis altcoin yang menarik perhatian
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Riset Ungkap Cuan Investor Aset Kripto di Indonesia Selama 2021, Berapa?

Bitcoin dan Ethereum Primadona

Menurut Chainalysis, secara umum sepanjang 2021, Ethereum menjadi raja mengungguli Bitcoin dalam total keuntungan yang direalisasikan secara global. Ethereum meraih $ 76,3 miliar, sementara Bitcoin $ 74,7 miliar.

Hal tersebut mencerminkan peningkatan permintaan Ethereum akibat dari kenaikan perkembangan DeFi di tahun 2021. Kenaikan ini dipicu karena sebagian besar protokol DeFi dibangun di atas blockchain Ethereum dan menggunakan Ethereum sebagai mata uang utama mereka.

Meski, kenaikan Ethereum ini terjadi di sebagian besar negara, namun ada beberapa pengecualian. Misalnya di Jepang, Bitcoin mendapatkan keuntungan lebih tinggi sekitar $ 4 miliar, dibandingkan dengan Ethereum di angka $ 790 juta.

Dalam kesimpulannya, Chainalysis menyatakan masih ada risiko yang harus diatasi oleh pelaku industri kripto. Data tahun 2021 tidak hanya menunjukkan bahwa harga aset kripto tumbuh, tetapi juga menunjukkan bahwa aset digital tersebut menjadi sumber peluang ekonomi bagi pengguna di pasar negara berkembang, seperti Indonesia.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Ahli Prediksi BTC dan ETH akan Tembus Level Tertinggi di Tahun 2022

Survei: Kepemilikan Kripto di Indonesia Turun

Laporan “Finder Cryptocurrency Adoption Index” untuk April 2022 ini juga menemukan tingkat kepemilikan kripto di Indonesia adalah 18,7%, di atas Ghana (18,3%) dan Hong Kong (18,1%). Namun, angka ini lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 14,6%.

Di sisi lain, sebenarnya kepemilikan kripto telah surut di Indonesia, dengan 16,1% responden mengatakan mereka memiliki kripto pada November 2021, 22,4% pada 22 Januari dan sekarang 18,7% mengatakan hal yang sama dalam laporan April.

Dari laporan Finder yang terbaru ini menemukan kepemilikan kripto di Indonesia, 62,3% adalah pria dan 37,7% adalah perempuan. Artinya pria kira-kira 1,7 kali lebih mungkin memiliki kripto daripada perempuan. Ada kesenjangan yang lebar dalam adopsi kripto antara pria dan perempuan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset Ungkap Cuan Investor Aset Kripto di Indonesia Selama 2021

Indonesia menjadi salah satu dari banyak negara yang merasakan gelombang pertumbuhan aset kripto selama tahun 2021 lalu. Aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum mampu membangun momentum positif yang diperoleh pada akhir tahun 2020 dan mencapai nilai tertinggi baru sepanjang masa pada tahun 2021.

Berdasarkan data Chainalysis, Indonesia masuk dalam daftar 50 negara teratas yang memperoleh keuntungan yang besar dari aktivitas investasi aset kripto yang direalisasikan. Riset tersebut mengungkap sepanjang 2021, investor kripto dari Indonesia total meraup keuntungan hampir $ 731 juta (setara Rp 10 triliun) selama tahun 2021.

Total keuntungan investor kripto di Indonesia masuk urutan ke-44 dari 50 negara. Indonesia masih kalah dari Malaysia ($ 811 juta), Thailand ($ 1,1 miliar), Filipina ($ 1,3 miliar) dan Singapura ($ 1,7 miliar). Namun, Indonesia menang dari Denmark ($ 690 juta), Uni Emirat Arab ($ 642 juta) dan Yunani ($ 619 juta).

Daftar 50 negara yang untung dari investasi aset kripto.
Daftar 50 negara yang untung dari investasi aset kripto. Foto: Dok. Chainalysis

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Aset Kripto yang Bikin Untung Investor di Indonesia

Dalam riset yang sama, terungkap juga aset kripto yang banyak memberi keuntungan bagi investor di Indonesia. Faktanya, Bitcoin, Ethereum dan koin/token lainnya menjadi aset kripto yang paling banyak bawa untung untuk investor.

Menurut Chainalysis, yang merupakan perusahaan analis blockchain, menjelaskan secara keseluruhan, investor di seluruh dunia meraih total keuntungan sebesar $ 162,7 miliar pada tahun 2021, dibandingkan dengan hanya $ 32,5 miliar pada tahun 2020.

Chanalysis menggunakan metode pengukuran aliran transaksi level makro on-chain dari semua aset kripto yang dilacak ke setiap bisnis mata uang kripto. Kemudian, mereka memperkirakan total, keuntungan kolektif yang dibuat pada setiap aset dengan mengukur perbedaan antara nilai dolar AS dari semua penarikan aset dan nilai semua simpanan aset.

Tim riset kemudian mendistribusikan keuntungan atau kerugian tersebut berdasarkan negara berdasarkan pangsa lalu lintas web yang dicatat setiap negara di situs web masing-masing bursa atau exchange.

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Alasan Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Kripto Tertinggi di Dunia

Amerika Serikat Paling Untung dari Investasi Kripto

Dalam 50 negara teratas, Amerika Serikat yang dapat keuntungan terbesar dari aset kripto, nilainya mencapai $ 46,9 miliar di sepanjang 2021 lalu. AS memang diibaratkan menjadi kiblat perkembangan dan pertumbuhan aset kripto.

Faktanya, hampir seluruh bursa kripto global berbasis di AS, atau paling tidak menjadikan AS sebagai pasar terbesarnya. Peningkatan keuntungan atas kripto di AS pada tahun lalu juga mencetak rekor. Sepanjang 2020 lalu, keuntungan investor kripto di AS hanya mencapai $ 8,1 miliar atau melesat 476%.

Negara berikutnya yang mengantongi keuntungan terbesar dari aset kripto setelah AS adalah Inggris. Keuntungan investor kripto di Inggris pada tahun 2021 lalu, mencapai $ 8,1 miliar.

Lalu, di posisi ketiga adalah Jerman dengan keuntungan investor kriptonya sepanjang tahun 2021 sebesar $ 5,8 miliar. Baik Inggris dan Jerman sepanjang tahun lalu membukukan pertumbuhan keuntungan sebesar 431% dan 423%.

Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Digital Dunia, Lewat Aset Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat

Level bottom atau dasar dari penurunan harga Bitcoin (BTC) saat ini menjadi hal yang paling nantikan. Pasalnya, bottom ini akan menjadi akhir dari penderitaan berlarut-larut, dan membawa angin segar ke industri kripto.

Secara fundamental, bangkitnya iklim industri dapat terealisasi pasca meredanya gejolak ekonomi, yang menumbuhkan selera risiko investor ke aset seperti saham dan kripto. Secara teknikal, analis dari Rekt Capital melalui laporan analisis teknikal bagi para pelanggannya, telah melihat adanya peluang bottom Bitcoin sudah dekat.

Log Channel Bitcoin 

Berdasarkan dua gambar pemetaan teknikal di atas, pada Log Channel harga BTC terlihat merosot sekitar 49%,. Hal itu juga terjadi di bulan Maret 2020, ketika Bottom pola Channel hilang sebagai Support kali pertama.

Potensi penurunan masih bisa terjadi lantaran Log ini terus menyoroti sisi Oversold dari harga kripto utama. Selain itu, semakin rendah harga maka semakin bersar peluang untuk pemulihan yang lebih kuat.

Tingkat Volume yang Ekstrim

Melirik indikator volune, saat ini harga di grafik Weekly telah melihat volume jual yang ekstrim. Ini sama seperti beberapa Bottom di masa lalu dan berpotensi bakal segera terbentuk, meski masih sekadar kemungkinan dari sudut pandang teknikal.

MA 200-Minggu

Saat berada di bawah MA 200-minggu dengan minus 14% hingga 28%, harga BTC biasanya akan bergerak naik lagi.

Dari grafik di atas, BTC telah memiliki dua penutupan mingguan di bawah MA ini, yang berperan sebagai Support. Ini bisa menjadi tanda upaya pemulihan dapat terjadi di sini. Apabila tidak, maka MA akan berubah menjadi Resistance, namun tidak akan turun terlalu jauh untuk penemuan Bottom selanjutnya.

RSI Bulanan

Terakhir, yakni indikator RSI bulanan (monthly), telah mencapai level terendah yang pernah ada. Hal ini menandakan sudah dekatnya pembentukan Bottom. Tentu saja, pemulihan tidak akan begitu fantastis karena akan menghadapi momen Halving terlebih dahulu yang biasanya akan berlanjut dengan penguatan. [st]

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat



Sumber : news.tokocrypto.com

Acara Penting di Dunia Kripto Selama Tahun 2022

Terdapat beberapa agenda dan momen besar yang berhubungan dengan pasar serta aset kripto global.

Agenda-agenda tersebut akan berdampak besar pada sejumlah aset kripto dan memberi gambaran strategis bagi investor hingga akhir 2022.

Beberapa agenda berfokus pada aset kripto tertentu. Sementara agenda lain seperti rapat atau pertemuan federsi akan berdampak pada pasar kripto secara global.

Transisi GBTC

Salah satu momen yang menjadi perbincangan utama adalah pergerakan GBTC yang berusaha masuk ke dalam jajaran spot ETF. Upaya tersebut berpotensi menempatkan GBTC pada posisi yang semakin strategis.

Babak akhir dari pengajuan tersebut akan bisa didapatkan pengamat dan investor paling lambat pada Rabu, 6 Juli 2022 mendatang. Meski begitu terdapat peluang SEC (Securities and Exchange Commission) dapat memberikan putusan lebih awal.

Dalam riwayat sebelumnya, terdapat catatan penolakan atas pengajuan GBTC sebagai spot ETF. Sehingga terdapat banyak pihak yang berasumsi tentang potensi keberhasilan upaya GBTC saat ini.

Meski begitu, sejumlah pengamat menilai terdapat dua kunci utama yang berperan sebagai dorongan terhadap kepercayaan publik atas GBTC yang diasumsikan memiliki masa depan cerah.

Komisaris SEC, Hester Pierce merilis pernyataan publik yang menghimbau lembaga tersebut untuk tidak menghalangi pengajuan spot ETF dari GBTC.

Ia juga mengatakan bahwa lembaga tersebut sebaiknya mulai mengambil langkah produktif dan kooperatif untuk meregulasi aset kripto dengan pendekatan regulasi nyata yang dapat diberikan.

“Dibanding asumsi pada aset kripto, merupakan tanggung jawab investor dan SEC untuk memberikan pendekatan yang lebih produktif,” ujarnya dikutip dari dokumentasi konferensi pers SEC.

Hal tersebut diungkapkannya sebagai pernyataan publik untuk mendapatkan dukungan terhadap proses yang kini sedang berjalan.

Dari sumber lain, investor bisa menemukan informasi yang bersebrangan tentang aset kripto tersebut. Hal tersebut menunjukkan peluang pembelian GBTC yang dapat sejajar dengan Bitcoin pada harga USD30 dengan kondisi penurunan terkini.

Nilai tersebut terhitung lebih murah meski tanpa opsi penjualan atau konversi langsung sebagai ETF. Selisih antara GBTC dan Bitcoin menjadi daya tarik investor untuk mendapatkan keuntungan besar yang sangat menjanjikan.

Secara umum, investor besar akan melihat peluang tinggi pada pengajuan ETF tersebut. Hal demikian akan berdampak pembelian besar-besaran GBTC. Meski akan berdampak pada terkikisnya selisih harga, hal tersebut bukan merupakan kekhawatiran besar.

Meski begitu, faktanya GBTC juga terus meningkat masuk ke jajaran aset kripto bernilai tinggi. Selain itu, terdapat komitmen tim legal yang memiliki proyeksi proses pengadilan apabila pengajuan spot ETF tersebut tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Digaet Binance, Cristiano Ronaldo Akan Luncurkan NFT Eksklusif

Pertemuan Federasi Reserve (FOMC Meeting)

Investor juga perlu mengamati beberapa momen dan agenda besar terkait FOMC (Federal Open Market Committee) serta berbagai rilis yang berhubungan dengan data perkiraan inflasi.

Dalam beberapa periode lalu, hal-hal tersebut tidak berdampak pada pasar kripto. Namun dengan semakin tertautnya aset kripto pada pasar tradisional, kondisi terkini pada sektor tersebut akan menjadi hal yang harus diantisipasi investor dan mendapatkan perhatian lebih.

Beruntungnya, terdapat beberapa jadwal yang telah dapat Anda akses dalam sejumlah agenda di masa depan. Sehingga investor dapat mempersiapkan strategi dan waktu. Dibanding hanya menyiapkan mental terhadap perubahan dan mengambil tindakan secara radikal.

Pertemuan FOMC berjalan delapan kali dalam satu tahun. Dalam catatan terkini, empat di antara pertemuan tersebut telah berjalan di tahun 2022. Masing-masing pertemuan umumnya berjalan selama dua hari penuh.

Namun, perhatian besar dapat ditempatkan pada hari kedua di masing-masing agenda. Momen tersebut menjadi rutinitas pengumuman perkembangan nilai tukar dan Ketua FOMC, Jerome Powel akan menyampaikan konferensi tentang ekspektasi ekonomi di masa depan.

Data inflasi juga dapat diketahui melalui penerbitan CPI setiap bulannya. Hal tersebut menjadi catatan penting atas performa satu bulan terakhir.  Data tersebut berhubungan erat dengan hal yang akan menjadi kebijakan FOMC pada setiap pertemuan.

The Merge

Agenda The Merge menjadi momen penting bagi pasar kripto yang belum diketahui secara pasti pelaksanaannya. Namun informasi teranyar mengungkapkan bahwa agenda tersebut akan digelar dalam beberapa bulan ke depan.

The Merge sebelumnya telah mengalami beberapa kali penundaan. Sehingga banyak pihak berspekulasi akan kepastian proses tersebut.

Proses yang dijanjikan dalam The Merge telah mencapai Robsten TestNet yang merupakan pengujian jaringan serupa dengan rantai utama Ethereum.

“Beberapa pihak menduga bahwa The Merge akan berjalan mendekati akhir tahun 2022,” dikutip dari Bloomber BNN Canada.

Penundaan tersebut menjadikan penantian terhadap proses The Merge yang dapat disaksikan publik kembali tertunda hingga Agustus 2022.

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin sebelumnya mengungkapkan bahwa Agustus 2022 menjadi ekspektasi terhadap The Merge apabila segala hal berjalan dengan baik. Namun ia juga mengungkapkan bahwa terdapat potensi penundaan hingga Oktober.

Meski begitu, agenda The Merge akan menjadi peningkatan terbesar bagi jaringan Ethereum sejak perilisannya. Pasalnya, hal tersebut tidak hanya mentransisikan ETH menjadi blockchain yang ramah investor dan hemat biaya pembakaran (burn fee).

Agenda The Merge akan menjadikan ETH lebih mudah diakses oleh institusi yang berkaitan dengan regulasi burn fee berskala rendah. Di saat yang sama, hal tersebut juga akan berdampak pada gejolak pasar.

Baca juga: Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

Setelah momen “The Merge”, isu tentang ETH diprediksi akan semakin menurun secara signifikan hingga titik burn fee tersebut akan mendorong deflasi pada token ETH. Meski begitu, prediksi kontradiktif beredar di komintas kripto.

Dalam perkiraan tersebut, pasar tidak akan secara spontan dibanjiri ETH merespon proses yang direncakan dalam The Merge. Saat ini terdapat sekitar 10% dari total pasokan yang terkunci dalam kontrak ETH.

Pihak ETH tidak akan merilis asetnya secara sporadis, justru aset kripto tersebut diprediksi bahwa baru kembali tersedia mengikuti peningkatan lanjutan dalam enam bulan berikutnya.

Lebih jauhnya, setelah agenda tersebut diperkirakan masih terdapat beberapa mekanisme lain yang menjaga pasokan agar tidak semua pihak meraup aset tersebut sekaligus.

Panic Dump Juli 2022

Agenda lain yang perlu diantisipasi oleh investor adalah histeria masal pada Juli 2022 mendatang. Asumsi tersebut berkembang dalam opini pada artikel yang dirilis oleh analis Arthur Hayes.

Momen tersebut diprediksi terjadi pada pekan perdana Juli 2022 mendatang. Dalam artikel tersebut, Hayes mengungkapkan akan adanya satu atau lebih histeria masal (panic dump).

Pekan tersebut menjadi babak akhir dari kuartal kedua tahun 2022. Bersamaan dengan momen tersebut, Juli 2022 juga menjadi agenda peningkatan utama dari bank sentral di Eropa.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada periode tersebut, federasi Amerika Serikat akan memulai proses penjualan aset. Hal tersebut berkaitan dengan penyesuaian neraca di pertengahan tahun.

Tidak hanya berdampak pada bursa tradisional, hal tersebut juga akan berkontribusi pada penurunan likuiditas Dollar Amerika Serikat dalam beberapa waktu.

Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

Apabila penurunan nilai yang terjadi saat ini terus berlanjut, maka sejumlah aset kripto dan platformnya berpotensi menutup penukaran dan transaksi pengguna. Alternatif lain juga mengindikasikan akan adanya penjualan holding kripto untuk meningkatkan fiat.

Umumnya, volume dan likuiditas menurun selama akhir pekan dan libur nasional. Sehingga dorongan lain seperti penutupan withdrawal atau likuidasi besar-besaran akan mengguncang pasar dan meyebabkan histeria masal.

Pada momen tersebut, lembaga perbankan tidak akan memiliki cukup fiat untuk menangani tekanan tersebut hingga sekitar 5 Juli 2022.

Meski hal tersebut masih bersifat spekulasi, namun tidak ada salahnya investor melakukan antisipasi apabila hal tersebut benar-benar terjadi.

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “Catat! Acara Penting Untuk Dunia Kripto Pada Tahun 2022



Sumber : news.tokocrypto.com

Persija Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Persija, menjadi klub sepak bola kedua di Indonesia yang bakal merilis Fan Token kripto. Sebelumnya, Persib sudah lebih dahulu menyatakan komitmen yang sama untuk mengadopsi aset kripto dan teknologi blockchain dalam bisnis mereka.

Persija menjalin kemitraan global dengan platform fans engagement berlabel Socios.com untuk menyambut Liga 1 2022/2023. Dalam kerja sama ini, Persija akan meluncurkan Fan Token, yaitu aset kripto yang memberikan akses kepada seluruh penggemar Persija ke layanan digital.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan Socios.com. Kami sangat terbuka dengan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan hubungan kami dengan para pendukung Persija,” kata Direktur Komersial Persija, Ivi Sumarna Suryana dalam keterangan resminya.

Persija bergabung dengan 150 klub besar dari berbagai belahan dunia lainnya yang telah bermitra dengan Socios.com. Dari mulai raksasa Eropa, seperti Paris Saint-Germain, FC Barcelona, ​​​​Valencia, Atlético de Madrid, Manchester City, Arsenal, Juventus, AC Milan dan Inter Milan, hingga klub dari Amerika Selatan, River Plate, Flamengo dan Korintus.

Persija
Klub sepak bola, Persija bakal rilis Fan Token kripto. Foto: Dok. Persija.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Banyak Benefit Pemegang Fan Token Persija

Socios.com memproyeksikan nantinya para pemegang Fan Token $PRSJ memungkinkan untuk mempengaruhi keputusan klub yang diambil dari suara pendukung tentang berbagai hal. Mulai dari desain jersey, pemilihan nomor punggung, dan lagu disaat klub merayakan kemenangan.

Para holder $PRSJ juga akan memberi penghargaan kepada lebih banyak penggemar. Sekitar 17.000 penggemar akan mendapatkan kesempatan menonton langsung pertandingan di periode 2022.

Pemegang Fan Token pun akan menerima hadiah yang unik, seperti aset digital, termasuk NFT, serta merchandise dan jersey pertandingan. Sementara yang memenuhi syarat bisa mengakses diskon eksklusif yang terkait dengan sponsor klub dan penawaran serta insentif khusus lainnya. Socios.com pun akan meningkatkan gamification pada aplikasi, meluncurkan berbagai game mobile bertema olahraga khusus untuk pemegang Fan Token.

“Kami senang menyambut Persija di Socios.com. Kami tahu ada banyak gairah untuk sepak bola di Indonesia dan platform kami memberikan akses kepada seluruh penggemar,” kata CEO Chiliz and Socios.com, Alexandre Dreyfus.

Persija
Klub sepak bola, Persija bakal rilis Fan Token kripto. Foto: Dok. Persija.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

“Kami berkomitmen untuk membangun jaringan di tingkat domestik dan menciptakan peluang keterlibatan dan pengalaman bagi para suporter Persija. Kami berharap dapat meningkatkan pengalaman penggemar Persija dan para pendukungnya,” tuturnya lagi.

Langkah Persija ini tidak hanya ditujukan untuk suporternya yang berada di Indonesia saja, namun dapat merangkul pendukungnya di seluruh dunia. Selain itu, memiliki peluang baru untuk mendapatkan keuntungan serta keakraban baru dengan para pendukung klub sepak bola asal Jakarta tersebut.



Sumber : news.tokocrypto.com