Tag Archives: kripto

Bitcoin Turun ke $66.741, Tekanan Menengah

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $66.741,36 per koin, melemah 0,99% dalam 24 jam terakhir.

Meski tekanan harian relatif tipis, data historis menunjukkan koreksi jangka menengah masih membayangi pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,33 triliun, Bitcoin tetap kokoh di peringkat 1 aset kripto global, menguasai sekitar 95,22% dari total suplai maksimum 21 juta BTC yang telah ditambang, dengan suplai beredar saat ini menyentuh 20 juta BTC.

Pergerakan Harga 24 Jam: Fluktuasi Terbatas

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat (2/3) bahwa BTC bergerak di rentang $65.076,73 hingga $67.550,66.

Rentang ini mencerminkan volatilitas moderat, dengan tekanan jual yang masih mampu ditekan oleh minat beli di area support psikologis $65.000.

Secara intraday, harga sempat mencatat kenaikan 0,31% dalam satu jam terakhir, mengindikasikan adanya upaya rebound jangka pendek. Namun secara keseluruhan, perubahan 24 jam masih berada di zona negatif.

Volume perdagangan harian tercatat sebesar $38,51 miliar, menunjukkan likuiditas tetap tinggi meski pasar sedang dalam fase konsolidasi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound ke $67.141, Bisa Bertahan?

Tekanan 30–90 Hari: Koreksi Masih Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa dalam periode lebih panjang, tekanan harga terlihat lebih signifikan.

Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin telah turun sekitar $17.199 atau setara 20,49%. Sementara dalam 60 hari, koreksi mencapai 23,72%, dan dalam 90 hari tercatat penurunan 23,37%.

Data ini mengindikasikan bahwa BTC masih berada dalam fase retracement dari level yang lebih tinggi sebelumnya.

Sebagai catatan, rekor harga tertinggi Bitcoin tercatat di $126.198,07, yang kini menjadi resistance psikologis jangka panjang.

Meski demikian, dalam 7 hari terakhir Bitcoin masih membukukan kenaikan 2,67%, yang bisa menjadi sinyal awal stabilisasi setelah tekanan panjang.

Struktur Pasar dan Sentimen

Dengan kapitalisasi pasar $1,33 triliun dan fully diluted market cap di kisaran $1,40 triliun, struktur fundamental Bitcoin tetap kuat.

Rasio suplai beredar yang sudah mencapai 95% dari maksimum 21 juta BTC mempertegas narasi kelangkaan (scarcity) yang selama ini menjadi daya tarik utama BTC sebagai “digital gold”.

Namun, koreksi jangka menengah menunjukkan investor masih berhati-hati, kemungkinan dipengaruhi sentimen makro global, kebijakan suku bunga, serta arus dana institusional.

Secara teknikal, area $65.000 menjadi support penting. Jika level ini ditembus dengan volume besar, BTC berpotensi menguji area psikologis berikutnya di kisaran $62.000–$60.000.

Sebaliknya, jika mampu bertahan dan menembus resistance $67.500 secara konsisten, peluang menuju $70.000 kembali terbuka.

Likuiditas dan Dominasi Pasar

Volume transaksi US$38 miliar per hari menunjukkan minat pasar terhadap Bitcoin tetap tinggi.

Likuiditas yang besar ini membuat BTC relatif lebih stabil dibanding altcoin, meskipun tetap sensitif terhadap arus keluar dana besar.

Dominasi suplai yang telah mencapai 20 juta BTC juga menjadi faktor penting. Dengan hanya sekitar 1 juta BTC tersisa untuk ditambang, tekanan pasokan jangka panjang cenderung terbatas.

Faktor ini sering kali menjadi katalis bullish dalam siklus berikutnya.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, harga BTC berada di fase konsolidasi dengan bias netral hingga sedikit bearish.

Penurunan harian 0,99% belum cukup untuk mengubah struktur besar, namun tren 30–90 hari masih menunjukkan tekanan.

Kunci pergerakan selanjutnya akan bergantung pada ketahanan support $65.000, volume beli saat mendekati area resistance $67.500, sentimen makro, dan arus dana institusi.

Jika BTC mampu mempertahankan kenaikan mingguan 2,67% dan memperluas momentum positif, peluang pemulihan menuju $70.000 tetap terbuka.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $67.699, Tekanan Jual

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jangka menengah meski fluktuasi harian relatif terkendali.

Dengan harga Bitcoin yang berada di level di $66.741 dan kapitalisasi pasar $1,33 triliun, BTC tetap menjadi aset kripto paling dominan.

Investor kini menantikan apakah Bitcoin mampu mempertahankan support krusial di $65.000 atau justru melanjutkan fase koreksi.

Dalam kondisi pasar yang dinamis, manajemen risiko dan pemantauan level teknikal menjadi kunci bagi pelaku pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,37% ke $0,169, Ini Faktor Penyebabnya

Harga Pi Network (PI) melemah 1,37% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169 menurut pantauan Coinmarketcap pada Senin (2/3).

Penurunan ini terjadi seiring dengan koreksi pasar kripto secara keseluruhan, di mana Bitcoin juga turun 1,13% dan total kapitalisasi pasar kripto menyusut 1,33% dalam periode yang sama.

Data tersebut menunjukkan bahwa pergerakan PI lebih dipengaruhi sentimen pasar global dibanding faktor fundamental atau katalis spesifik dari proyek itu sendiri.

Baca Juga: Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

Tekanan Jual Dipicu Sentimen Risk-Off

Penurunan harga PI mencerminkan pergeseran sentimen ke mode risk-off di pasar kripto.

Indikator CMC Fear & Greed Index saat ini berada di level 15 atau kategori “Extreme Fear”, menandakan investor cenderung defensif dan menghindari aset berisiko tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, aset dengan karakter beta tinggi, yakni aset yang cenderung bergerak lebih agresif mengikuti arah pasar biasanya mengalami tekanan lebih besar.

PI dalam 24 jam terakhir bergerak hampir seirama dengan Bitcoin dan total market cap, menunjukkan korelasi kuat terhadap sentimen makro kripto.

Artinya, penurunan ini bukan disebabkan oleh kabar negatif internal, melainkan karena arus keluar likuiditas secara luas dari pasar kripto.

Tidak Ada Katalis Spesifik

Berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan pengumuman kemitraan baru, pembaruan jaringan, atau lonjakan aktivitas on-chain yang dapat menjelaskan pergerakan independen harga PI.

Bahkan, volume perdagangan PI justru turun 42,9% menjadi US$12,1 juta dalam 24 jam terakhir.

Penurunan volume ini mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak disertai lonjakan likuiditas besar, melainkan lebih pada minimnya minat beli di tengah sentimen negatif.

Dengan kata lain, pelemahan harga terjadi dalam kondisi volume yang menyusut, yang biasanya mencerminkan kurangnya conviction atau keyakinan kuat dari pelaku pasar untuk melakukan akumulasi.

Level Kritis: Support $0,165

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 2 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Secara teknikal, level $0,165 menjadi support jangka pendek yang krusial.

Jika PI mampu bertahan di atas area ini, maka potensi konsolidasi masih terbuka sebelum menentukan arah selanjutnya.

Namun, apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus $0,165 dengan volume yang meningkat, maka potensi penurunan lanjutan ke area $0,16 menjadi skenario realistis.

Sebaliknya, untuk mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih positif, PI perlu merebut kembali area $0,175.

Level tersebut dapat menjadi sinyal awal pembalikan tren dan membuka ruang menuju kelanjutan tren naik 7 hari sebelumnya.

Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

Dalam jangka pendek, arah PI kemungkinan besar masih sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin.

Jika BTC berhasil menemukan titik keseimbangan dan memulihkan momentum, altcoin seperti PI berpotensi ikut rebound.

Namun jika Bitcoin melanjutkan koreksi, PI sebagai aset dengan likuiditas lebih tipis berisiko mengalami volatilitas lebih besar.

Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa faktor eksternal lebih dominan dibanding perkembangan internal proyek.

Hal ini menegaskan bahwa PI masih berada dalam fase sensitif terhadap dinamika makro kripto.

Outlook Jangka Pendek

Secara keseluruhan, tren jangka pendek PI cenderung bearish mengikuti tekanan pasar global.

Tanpa katalis baru yang mampu mendorong minat beli, harga kemungkinan akan tetap bergerak dalam bayang-bayang sentimen Bitcoin.

Faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar antara lain ketahanan support $0,165, perubahan indeks Fear & Greed dari “Extreme Fear”, stabilitas harga Bitcoin, dan kenaikan volume beli sebagai tanda akumulasi.

Jika sentimen pasar membaik dan volume mulai meningkat, peluang stabilisasi terbuka. Namun untuk saat ini, tekanan masih mendominasi.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 1,29% Saat Bitcoin Terkoreksi, Mengapa?

Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan bahwa penurunan 1,37% ke $0,169 merupakan bagian dari gelombang koreksi pasar kripto yang lebih luas. Tanpa katalis spesifik, PI bergerak mengikuti arah Bitcoin dan total market cap.

Dengan support penting di $0,165, pasar kini menanti apakah PI mampu bertahan dan berkonsolidasi, atau justru melanjutkan tren turun menuju $0,16.

Dalam kondisi “Extreme Fear”, disiplin manajemen risiko menjadi kunci utama bagi investor yang ingin tetap aktif di pasar kripto yang volatil.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Kripto 2 Maret 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Senin, 2 Maret 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

Edisi awal tahun ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Rangkuman Berita Hari Ini

  1. Bursa Saham UAE Ditutup Sementara
    Uni Emirat Arab akan menutup pasar sahamnya pada hari Senin dan Selasa akibat konflik yang sedang berlangsung di kawasan. Penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi volatilitas dan menjaga stabilitas pasar keuangan.
  2. Bitcoin Berpotensi Catat 6 Bulan Penurunan
    Bitcoin berpotensi mengalami enam bulan penurunan berturut-turut. Jika terjadi, ini akan menjadi periode merah terpanjang sejak siklus bearish 2018–2019.
  3. Ethereum Siapkan Native Smart Accounts
    Vitalik Buterin menyatakan Ethereum berencana meluncurkan native smart accounts dalam waktu sekitar satu tahun. Fitur ini bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna serta fleksibilitas penggunaan wallet di jaringan Ethereum.
  4. Vitalik Usulkan Peningkatan Execution Layer
    Vitalik Buterin mengusulkan penggunaan binary state trees dan RISC-V virtual machine. Solusi ini ditujukan untuk mengatasi bottleneck terbesar pada execution layer Ethereum.

Harga Minyak Naik Tajam
Harga minyak melonjak hingga sekitar 12% dan menembus US$75 per barel. Kenaikan ini dipicu konflik AS–Israel dengan Iran yang mengganggu jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

SIGN/USDT (🔼 +9.02%)

  • Entry: $0.02571
  • Stop Loss: $0.02451
  • Take Profit: $0.02803

SIGN/USDT timeframe 4 jam saat ini bergerak sideways setelah sebelumnya mengalami lonjakan harga yang signifikan dengan volume tinggi, menandakan volatilitas pasar meningkat. MACD mulai menunjukkan potensi koreksi, sementara RSI masih berada di atas 50 yang menandakan buyer sedikit lebih dominan.

Dengan kondisi ini, harga berpotensi bergerak sideways dengan peluang kenaikan terbatas menuju resistance. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah entry di 0,02571, stop loss di 0,02451, dan take profit di 0,02803 dengan tetap menerapkan manajemen risiko.

BABY/USDT (🔼 +6.93%)

  • Entry: $0.01130
  • Stop Loss: $0.01095
  • Take Profit: $0.01209

BABY/USDT timeframe 4 jam masih berada dalam tren downtrend yang cukup kuat, terlihat dari MACD yang masih berada di area negatif. Namun mulai muncul potensi reversal setelah adanya breakout kecil pada candle terakhir yang didukung oleh RSI yang mulai golden cross, sementara volume relatif stabil.

Sinyal ini masih membutuhkan konfirmasi lanjutan, tetapi membuka peluang rebound jangka pendek. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah entry di 0,01130, stop loss di 0,01095, dan take profit di 0,01209.

PUMP/USDT (🔼 +9.78%)

  • Entry: $0.001926
  • Stop Loss: $0.001838
  • Take Profit: $0.002120

PUMP/USDT timeframe 4 jam mulai menunjukkan potensi reversal dengan MACD yang bergerak ke area positif, menandakan momentum bullish jangka pendek mulai terbentuk. RSI juga berada di atas level 50 yang mengindikasikan dominasi buyer, sementara volume terlihat cukup meningkat sehingga mendukung peluang kenaikan lanjutan.

Dengan kondisi ini, PUMP berpotensi melanjutkan penguatan jika momentum tetap terjaga. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah entry di 0,001926, stop loss di 0,001838, dan target take profit di 0,002120.

Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Private Key Bocor, IoTeX Diretas, Dana Lebih dari US$2 Juta Dikuras

Blockchain layer-1 IoTeX mengalami insiden keamanan setelah private key yang terhubung dengan token safe dan infrastruktur bridge berhasil dikompromikan. Serangan tersebut memungkinkan pelaku memindahkan dana kripto lintas jaringan, dengan total kerugian terkonfirmasi sekitar US$2 juta.

Laporan awal dari peneliti keamanan blockchain sempat memperkirakan nilai dana yang dicuri melebihi US$8 juta. Namun, pihak IoTeX kemudian mengklarifikasi bahwa jumlah kerugian yang telah diverifikasi berada di kisaran US$2 juta dan menegaskan bahwa inti jaringan (core blockchain) tidak diretas.

Dana Dipindahkan Lintas Blockchain

Menurut tim IoTeX, insiden terjadi setelah private key yang mengontrol token safe berhasil diakses oleh pihak tidak berwenang. Dengan kunci tersebut, pelaku memindahkan aset dari sistem penyimpanan token yang terhubung dengan infrastruktur bridge.

Dilaporkan BeInCrypto, peneliti keamanan menyebut pelaku dengan cepat menukar token hasil curian menjadi ETH, lalu memindahkannya ke jaringan lain menuju BTC melalui layanan cross-chain. Strategi ini umum digunakan untuk menyamarkan jejak transaksi, karena pelacakan menjadi lebih kompleks setelah dana berpindah antarblockchain.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai bagaimana private key tersebut bisa terekspos. Penyebabnya masih dalam penyelidikan, apakah karena kesalahan manusia, celah perangkat lunak, atau metode lain.

Tim IoTeX menyatakan telah mengendalikan situasi dan bekerja sama dengan bursa kripto serta aparat penegak hukum untuk melacak dan membekukan aset yang dicuri.

Baca juga: Token IoTeX Melesat 57%: Menguak Potensi Besar di Balik IoT

Token IOTX Sempat Anjlok

Pergerakan harga IoTeX (IOTX/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga IoTeX (IOTX/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Reaksi pasar terjadi segera setelah kabar peretasan menyebar. Token IOTX tercatat turun sekitar 9%, dengan grafik menunjukkan penurunan tajam diikuti pergerakan yang masih fluktuatif.

IoTeX mengonfirmasi bahwa aset yang terdampak mencakup USDC, USDT, IOTX, dan WBTC. Namun perusahaan menegaskan bahwa jaringan utama tetap aman dan tidak mengalami kompromi.

Bridge Jadi Titik Lemah

IoTeX merupakan jaringan blockchain yang diluncurkan pada 2019 dan dirancang untuk menghubungkan perangkat dunia nyata seperti sensor, pelacak, dan mesin dengan aplikasi berbasis blockchain. Token IOTX digunakan untuk membayar biaya transaksi dan menjalankan aplikasi dalam ekosistem tersebut.

Sistem bridge yang memungkinkan perpindahan aset antara IoTeX dan jaringan lain seperti Ethereum diketahui sering menyimpan dana dalam jumlah besar. Infrastruktur semacam ini kerap menjadi target serangan karena potensi nilai aset yang tinggi.

Hingga proses investigasi selesai, fokus utama tim IoTeX adalah pemulihan dana dan peningkatan pengamanan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, eksploitasi pada level private key di infrastruktur bridge IoTeX menyoroti kerentanan titik tunggal kegagalan (single point of failure) yang masih menghantui ekosistem L1 non-mainstream.

“Penurunan token IOTX sebesar 9% hanyalah reaksi awal; dampak jangka panjangnya adalah erosi kepercayaan pada keamanan bridge lintas rantai yang menjadi tulang punggung utilitas DePIN mereka. Reputasi keamanan kini jauh lebih mahal untuk dipulihkan daripada nilai M yang hilang,” analisanya.

Baca juga: Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Melonjak 10%, Target $110 Terbuka, Apakah SOL Tembus $100?

Harga Solana (SOL) memimpin pemulihan pasar kripto dengan lonjakan 10% dalam 24 jam terakhir, memicu spekulasi bahwa level US$100 bisa segera tercapai. Sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan potensi kenaikan lanjutan menuju area US$110–US$115.

Pada perdagangan Rabu, SOL sempat menyentuh level intraday US$86, naik dari posisi terendah dua minggu di US$75 sehari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pemulihan pasar kripto secara keseluruhan.

Open Interest dan Likuidasi Short Meningkat

Reli harga SOL dibarengi lonjakan aktivitas derivatif. Open interest futures Solana naik lebih dari 5% menjadi US$5,27 miliar, mencerminkan meningkatnya partisipasi pasar.

Dalam 24 jam terakhir, likuidasi posisi short SOL tercatat mencapai US$15,4 juta. Tekanan likuidasi ini mengindikasikan dorongan beli yang kuat dari sisi permintaan.

Selain itu, ETF spot Solana berbasis Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sebesar US$40 juta sejak 9 Februari. Arus dana ini dinilai memperkuat sentimen positif terhadap SOL di tengah pemulihan pasar.

Secara umum, kapitalisasi pasar kripto global naik 4% menjadi US$2,28 triliun. Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$66.800 atau naik 5% dalam 24 jam, sementara Ether menguat sekitar 8% ke area US$1.990.

Baca juga: Solana ETF Masuk US$30 Juta Tertinggi 2,5 Bulan, Tapi Harga SOL Lemah?

Breakout Pola Segitiga Arahkan ke US$110

Dari sisi teknikal, grafik enam jam SOL/USD menunjukkan breakout dari pola symmetrical triangle. Pola ini sering diartikan sebagai sinyal kelanjutan tren setelah fase konsolidasi.

Dilaporkan Cointelegraph, untuk menjaga momentum kenaikan, harga perlu ditutup di atas simple moving average (SMA) 100-hari di sekitar US$86. Jika level ini mampu dipertahankan, target pengukuran pola mengarah ke US$110, yang bertepatan dengan SMA 50-hari. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 28% dari level saat ini.

Penutupan harian di atas exponential moving average (EMA) 20-hari di sekitar US$88 dapat membuka ruang menuju US$95 dan selanjutnya US$117.

Data distribusi harga realisasi dari Glassnode menunjukkan aktivitas beli historis di atas US$85 relatif terbatas. Artinya, hanya sedikit pemegang SOL yang memiliki harga pokok di atas area tersebut, sehingga potensi tekanan jual jangka pendek dinilai lebih rendah.

Level resistensi signifikan berikutnya berada di sekitar US$115, di mana sebelumnya sekitar 22 juta SOL sempat diakumulasi.

Dengan kombinasi breakout teknikal, arus masuk ETF, serta tekanan likuidasi short, Solana kini menjadi salah satu altcoin dengan momentum pemulihan paling kuat. Namun, keberlanjutan tren naik akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan area di atas US$86–US$88 dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, SOL kembali menunjukkan kekuatannya sebagai aset ‘high-beta’ yang paling responsif saat market rebound.

“Inflow ETF yang konsisten meskipun market sedang ‘Fear’ menandakan adanya akumulasi institusional yang kuat di ekosistem Solana. Secara teknikal, jalan menuju 10 terbuka lebar karena minimnya resistensi historis di area 5-15,” ungkapnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cardano Breakdown, Whales Angkat Kaki, Target US$0,23 Kian Dekat?

Harga Cardano (ADA) memasuki fase kritis setelah mengonfirmasi breakdown bearish dari pola head and shoulders. Di tengah tekanan tersebut, data on-chain menunjukkan kontras tajam: investor besar atau whales justru melepas kepemilikan sebelum penurunan terjadi, sementara investor ritel agresif membeli saat harga turun.

Dalam tujuh hari terakhir, harga ADA turun hampir 5% dan kehilangan level support penting di area US$0,266. Saat ini, Cardano diperdagangkan di kisaran US$0,265 dan belum menunjukkan pemulihan signifikan.

Whales Lepas 120 Juta ADA Sebelum Breakdown

Kelompok whale yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar ADA mulai mengurangi eksposur bahkan sebelum pola breakdown terkonfirmasi pada 22 Februari. Pada 19 Februari, kelompok ini tercatat memegang sekitar 2,54 miliar ADA. Namun pada 23 Februari, jumlah tersebut turun menjadi 2,42 miliar ADA.

Artinya, sekitar 120 juta ADA dilepas dalam beberapa hari, dengan nilai mendekati US$30 juta. Penjualan ini terjadi saat pola teknikal masih dalam proses pembentukan, mengindikasikan bahwa investor besar telah mengantisipasi potensi penurunan lebih lanjut.

Yang menjadi sorotan bukan hanya aksi jual tersebut, tetapi juga absennya aksi beli kembali. Biasanya, jika whale memperkirakan pemulihan harga, mereka mulai melakukan akumulasi di area support. Namun hingga kini, belum terlihat tanda-tanda akumulasi baru dari kelompok ini.

Baca juga: Cardano Anjlok ke US$0,25, Siap Tembus US$0,22?

Ritel Borong Dip, Outflow Melonjak 640%

Di sisi lain, data arus keluar dari bursa menunjukkan lonjakan signifikan aktivitas beli oleh investor ritel. Pada 21 Februari, total outflow ADA dari bursa tercatat sekitar US$344.450. Dua hari kemudian, angka tersebut melonjak menjadi US$2,55 juta, atau naik sekitar 640%.

Outflow dari bursa umumnya menandakan investor memindahkan aset ke dompet pribadi untuk disimpan, bukan untuk dijual. Ini mengindikasikan bahwa investor ritel tengah memanfaatkan penurunan harga untuk akumulasi.

Namun indikator lain menunjukkan risiko penurunan belum sepenuhnya selesai. Persentase total suplai yang berada dalam posisi profit sempat turun ke 6,06% pada 12 Februari, level terendah dalam tiga bulan. Angka tersebut kini berada di sekitar 8,45%, masih sekitar 40% lebih tinggi dari titik kapitulasi terakhir.

Secara historis, pasar sering kali masih melanjutkan penurunan selama tingkat profitabilitas belum mencapai level kapitulasi ekstrem.

Target US$0,23 Mengintai

Secara teknikal, breakdown dari pola head and shoulders pada grafik 8 jam memperkuat bias bearish. Indeks Smart Money (SMI), yang melacak pergerakan investor berpengalaman, juga menunjukkan divergensi negatif saat harga menembus support.

Support terdekat kini berada di area US$0,259. Jika level ini gagal dipertahankan, ADA berpotensi turun menuju US$0,233, atau sekitar 12% lebih rendah dari harga saat ini. Target tersebut sejalan dengan proyeksi penuh dari pola breakdown yang telah terkonfirmasi.

Sinyal pemulihan awal baru akan terlihat jika ADA mampu kembali menembus US$0,276. Namun pembatalan skenario bearish secara teknikal membutuhkan pergerakan di atas US$0,293.

Untuk saat ini, pasar Cardano menunjukkan perpecahan jelas antara strategi whale dan ritel. Ketika investor besar memilih menepi, investor kecil justru masuk agresif. Pertanyaannya, apakah ini momen akumulasi terbaik, atau justru awal dari leg penurunan berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, terjadi pembelahan pasar yang berbahaya di mana ritel agresif membeli ‘dip’ yang justru sedang dijauhi oleh smart money. Tanpa dukungan Whale, akumulasi ritel biasanya hanya bersifat sementara dan berisiko menjadi exit liquidity bagi distribusi besar berikutnya.

“Target tetap menjadi risiko nyata selama indikator Smart Money Index (SMI) belum menunjukkan pembalikan arah yang meyakinkan,” jelasnya.

Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tertekan, Analis Prediksi Harga Bisa Sideway Beberapa Pekan

Harga Ethereum (ETH) diperkirakan masih bergerak terbatas dalam beberapa pekan ke depan setelah berbagai risiko jangka pendek dinilai sudah tercermin dalam harga. Analis menyebut, tanpa katalis baru yang kuat, aset kripto terbesar kedua ini berpotensi diperdagangkan sideways.

Dilaporkan Cointelegraph, analis utama Swyftx, Pav Hundal, mengatakan bahwa banyak ketidakpastian jangka pendek sudah diperhitungkan pasar. “Banyak ketidakpastian dalam waktu dekat sudah tercermin di harga Ethereum. Saya tidak akan terkejut jika ETH tetap relatif lesu dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya.

Menurut Hundal, faktor geopolitik seperti ketegangan terkait Iran serta perkembangan regulasi di Amerika Serikat melalui CLARITY Act telah sebagian besar diantisipasi pelaku pasar. Kondisi ini membuat ruang pergerakan harga dalam waktu dekat menjadi terbatas.

Likuidasi 19 Miliar Dolar AS Masih Membayangi

Baca juga: Ethereum Target $2.000! Sinyal On-Chain Isyaratkan Bottom Terbentuk

Ethereum saat ini diperdagangkan di kisaran 2.021 dolar AS, jauh dari puncaknya pada Oktober lalu di sekitar 4.687 dolar AS. Sejak saat itu, ETH telah terkoreksi sekitar 56,8%. Dalam 30 hari terakhir saja, Ether turun 31,65%, menurut data CoinMarketCap.

Hundal menilai pasar masih dalam fase pemulihan pasca peristiwa likuidasi besar pada Oktober yang menghapus sekitar 19 miliar dolar AS dari pasar. “Ethereum menghadapi tekanan ganda dalam jangka pendek. Kaskade likuidasi Oktober menghapus 19 miliar dolar AS dari pasar, dan kini sentimen konsumen turun ke level yang belum terlihat sejak 2022,” katanya.

Indeks Crypto Fear & Greed yang mengukur sentimen pasar kripto menunjukkan skor 13 atau kategori “extreme fear”, mencerminkan kehati-hatian tinggi di kalangan investor ritel.

Sentimen Jadi Faktor Penentu

Di tengah fokus pelaku pasar terhadap potensi masuknya likuiditas baru, Hundal menilai sentimen justru menjadi faktor yang kurang mendapat perhatian. “Bagi saya, sentimen konsumen adalah cerita besar yang tidak banyak dibahas,” ujarnya.

Meski investor ritel cenderung berhati-hati, akumulasi oleh institusi masih berlangsung. BitMine Immersion Technologies, perusahaan treasury Ether terbesar, baru-baru ini menambah 45.759 ETH ke dalam portofolionya. Total kepemilikan perusahaan tersebut kini mencapai 4.371.497 ETH atau sekitar 3,62% dari total 120,7 juta ETH yang beredar.

Uji Kesabaran Investor

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sementara itu, Bitcoin justru mencetak rekor tertinggi baru di level 126.100 dolar AS, memperlebar jarak performa dengan Ether. Namun dalam tujuh hari terakhir, rasio ETH/BTC naik 3,58%, mengindikasikan sedikit penguatan relatif Ether terhadap Bitcoin.

Dalam jangka menengah, Hundal memperkirakan pergerakan Ether dapat menjadi ujian bahkan bagi investor berpengalaman. Ia menambahkan bahwa pasar perlu mencermati tanda-tanda awal jika Ether mulai mengungguli Bitcoin.

“Di titik itulah pergerakan bisa menjadi sangat agresif,” kata Hundal.

Untuk saat ini, tanpa katalis baru yang signifikan, Ether diperkirakan masih akan bergerak terbatas sembari menunggu pemulihan sentimen dan arah likuiditas pasar selanjutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun sentimen ritel di zona ‘Extreme Fear’ (Indeks 13), BitMine justru nambah muatan 45.759 ETH.

“Ada dikotomi: Ritel takut, institusi akumulasi. G-Protocol Filter: Pantau rasio ETH/BTC yang naik 3,58%, sinyal kekuatan relatif ETH mulai bangkit,” analisanya.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inggris Pertimbangkan Izinkan Kripto untuk Judi Online

Otoritas Perjudian Inggris (UK Gambling Commission) tengah mempertimbangkan kemungkinan mengizinkan penggunaan kripto sebagai metode pembayaran di kasino online berlisensi. Langkah ini muncul di tengah persiapan Inggris menerapkan rezim regulasi kripto baru yang dipimpin oleh Financial Conduct Authority (FCA).

Dilaporkan Cointelegraph, Direktur Eksekutif Riset dan Kebijakan UK Gambling Commission, Tim Miller, mengatakan pihaknya ingin mengeksplorasi “jalur potensial ke depan” agar aset kripto dapat digunakan sebagai opsi pembayaran konsumen untuk aktivitas perjudian online yang legal dan terdaftar di Inggris Raya.

Pernyataan tersebut disampaikan Miller dalam rapat umum tahunan Betting and Gaming Council di London. Menurutnya, meningkatnya minat pengguna terhadap kripto menjadi salah satu alasan regulator mulai membuka diskusi tersebut.

Tetap Wajib Lolos Uji Kelayakan

Miller menegaskan bahwa setiap implementasi nantinya tetap akan mewajibkan pemeriksaan ketat terkait kemampuan finansial (affordability) dan kesesuaian pelanggan. Selain itu, perusahaan yang menjalankan aktivitas kripto yang diatur harus memperoleh otorisasi dari FCA berdasarkan Financial Services and Markets Act 2000 (FSMA) ketika rezim baru mulai berlaku.

“Perusahaan yang melakukan aktivitas kripto yang diatur akan memerlukan otorisasi FCA,” ujar Miller.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya minat penjudi terhadap kripto mendorong regulator untuk mulai memetakan kemungkinan skema yang aman dan sesuai regulasi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ini menandai normalisasi utilitas kripto sebagai alat bayar di industri hiburan masif.

“Inggris memilih pendekatan regulasi proaktif daripada pelarangan total untuk menjamin keamanan konsumen. G-Protocol Filter: Kripto jadi standar baru pembayaran di sektor betting UK,” jelasnya.

Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Industri Diminta Petakan Opsi

Dalam kesempatan tersebut, Miller mengungkapkan bahwa ia telah meminta Industry Forum — kelompok penasihat yang mewakili pelaku industri perjudian — untuk mengeksplorasi opsi terbaik dalam menerima pembayaran kripto. Namun, belum ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk kajian tersebut.

Menurut Miller, salah satu alasan penting mempertimbangkan kripto adalah perlindungan konsumen. Riset pasar ilegal yang dilakukan regulator menunjukkan bahwa pencarian terkait kripto menjadi salah satu dari dua kata kunci terbesar yang mengarahkan penjudi Inggris ke situs ilegal.

Meski demikian, Miller menekankan bahwa membuka opsi pembayaran kripto tidak berarti kasino otomatis akan terhindar dari pengawasan ketat. Operator tetap harus memenuhi standar regulasi dan lulus pemeriksaan kesesuaian pelanggan.

FCA Targetkan Implementasi Penuh 2027

Langkah ini sejalan dengan perkembangan regulasi kripto di Inggris. FCA baru-baru ini merilis konsultasi final yang mencakup 10 proposal untuk pengaturan pasar kripto. Proses tersebut diperkirakan rampung pada Maret 2026, dengan implementasi penuh ditargetkan pada Oktober 2027.

Pada awal Januari, FCA menetapkan bahwa perusahaan harus mengajukan otorisasi penuh sebelum rezim baru berlaku pada 25 Oktober 2027. Periode pengajuan diperkirakan dibuka pada September 2026.

Penyedia layanan aset kripto (Crypto Asset Service Providers/CASPs) yang melewatkan periode pengajuan akan masuk dalam aturan transisi. Mereka masih dapat mempertahankan produk yang sudah ada, tetapi tidak diizinkan menawarkan produk baru.

Jika rencana ini terealisasi, Inggris berpotensi menjadi salah satu yurisdiksi besar pertama yang secara resmi mengintegrasikan kripto sebagai metode pembayaran dalam industri perjudian online yang diatur ketat.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Korea Selatan Wajibkan Influencer Kripto Bongkar Portofolio

Pemerintah Korea Selatan mengusulkan aturan baru yang mewajibkan influencer kripto mengungkap kepemilikan aset pribadi mereka, termasuk kompensasi yang diterima saat mempromosikan aset digital. Kebijakan ini disebut sebagai langkah tegas untuk meningkatkan transparansi dan melindungi investor dari potensi konflik kepentingan.

Mengutip laporan Herald Business, anggota parlemen dari Partai Demokrat sekaligus anggota Komite Kebijakan Nasional, Kim Seung-won, mengajukan amandemen terhadap Capital Markets Act dan Virtual Asset User Protection Act. Rancangan aturan tersebut menargetkan para “finfluencer” yang secara rutin memberikan rekomendasi investasi terkait kripto dan aset keuangan lainnya melalui media sosial, publikasi, maupun siaran.

Influencer Wajib Beberkan Kompensasi

Dalam proposal tersebut, influencer diwajibkan mengungkapkan segala bentuk kompensasi yang berkaitan dengan rekomendasi investasi yang mereka sampaikan. Selain itu, mereka juga harus membeberkan jenis serta jumlah aset kripto dan produk keuangan yang mereka miliki secara pribadi. Detail teknis mengenai mekanisme pelaporan akan diatur lebih lanjut melalui dekret presiden.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenai sanksi yang setara dengan pelanggaran di pasar modal, seperti manipulasi harga dan praktik front-running. Artinya, konsekuensi hukum bagi influencer yang tidak patuh dapat tergolong serius.

Baca juga: Warga Korea Selatan Kini Boleh Investasi Aset Kripto Luar Negeri

Kim Seung-won menyatakan bahwa inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas konflik kepentingan dan penyebaran informasi menyesatkan oleh figur media sosial yang belum berada di bawah pengawasan ketat regulator. Ia menilai sebagian influencer menyebarkan informasi tidak akurat dan melakukan transaksi untuk kepentingan pribadi yang berpotensi merugikan investor.

Atur Promosi Produk Keuangan

Langkah Korea Selatan ini sejalan dengan tren global dalam mengatur promosi produk keuangan oleh influencer. Otoritas Jasa Keuangan Inggris (FCA) sebelumnya telah membatasi promosi produk keuangan hanya kepada pihak yang memiliki persetujuan resmi, termasuk menerapkan aturan promosi khusus untuk aset kripto pada 2023 guna melarang iklan yang dianggap menyesatkan.

Di Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC) juga telah menjatuhkan denda kepada sejumlah selebritas dan influencer yang mempromosikan aset kripto tanpa mengungkapkan pembayaran yang mereka terima. Beberapa kasus besar melibatkan figur publik seperti Kim Kardashian dan mantan bintang NBA Shaquille O’Neal.

Jika disahkan, aturan di Korea Selatan ini berpotensi menjadi salah satu regulasi paling ketat terhadap influencer kripto di Asia, sekaligus menandai peningkatan pengawasan terhadap aktivitas promosi di era media sosial.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Korea Selatan makin ketat. Setelah bursa, sekarang giliran influencer yang dibidik.

“Ini bakal nge-filter influencer sampah yang cuma nyari exit liquidity dari follower-nya. Standar global buat ‘Finfluencer’ makin naik, transparansi bukan lagi pilihan tapi kewajiban hukum,” ungkapnya.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik 5%, Tapi Risiko Likuidasi Besar Mengintai di Pasar Futures

Perdagangan Bitcoin futures dilaporkan memasuki “zona bahaya” seiring meningkatnya frekuensi transaksi ritel dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memunculkan potensi squeeze di dua arah, baik short squeeze maupun long squeeze, di tengah volatilitas harga yang masih tinggi.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di kisaran 66.794,95 dolar AS per BTC atau sekitar 67.010,46 dolar AS, menguat lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar 1.335 miliar dolar AS dengan volume perdagangan harian mencapai 45,70 miliar dolar AS.

Menurut Tim Research Tokocrypto, market lagi ‘over-leveraged’ oleh ritel. Secara historis, kondisi ini adalah bahan bakar sempurna buat ‘Short/Long Squeeze’ yang brutal.

“Volatilitas bakal meledak dalam waktu dekat. G-Protocol Filter: Waspada sapuan harga dua arah (wipeout), jangan trading pake leverage tinggi saat ritel lagi fomo di futures,” ungkapnya.

Bitcoin Bergerak Naik

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang 63.388,87 dolar AS hingga 68.162,82 dolar AS. Secara mingguan, harga tercatat turun 1,7%, sementara dalam 30 hari terakhir Bitcoin masih terkoreksi 19,19%. Dalam periode 60 dan 90 hari, pelemahan masing-masing mencapai 24,34% dan 22,38%.

Dilaporkan Crypto Quant, lonjakan aktivitas ritel di pasar futures menjadi perhatian utama pelaku pasar. Meningkatnya frekuensi trading biasanya mencerminkan tingginya spekulasi jangka pendek, terutama saat harga bergerak agresif. Kondisi ini kerap memicu likuidasi massal ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi mayoritas trader.

Analis menilai risiko squeeze saat ini terbuka di dua sisi. Jika mayoritas pelaku pasar membuka posisi short dan harga terus menguat, potensi short squeeze dapat mendorong harga naik lebih tinggi dalam waktu singkat. Sebaliknya, jika dominasi terjadi pada posisi long dan harga tiba-tiba berbalik turun, long squeeze bisa mempercepat tekanan jual.

Baca Juga: Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental pasar, Bitcoin masih menjadi aset kripto paling populer dengan peringkat pertama berdasarkan kapitalisasi pasar. Saat ini, suplai yang beredar telah mencapai 20 juta BTC atau sekitar 95,22% dari total maksimum 21 juta BTC. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh tercatat sebesar 1.404 miliar dolar AS.

Perhatikan Fundamental

Meskipun harga mencatat kenaikan harian yang signifikan, tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan. Dalam 30 hari terakhir, harga BTC turun lebih dari 15.800 dolar AS, mencerminkan fase konsolidasi yang belum sepenuhnya pulih dari koreksi sebelumnya.

Pelaku pasar kini mencermati apakah penguatan 24 jam terakhir menjadi awal pembalikan tren atau sekadar rebound teknikal di tengah sentimen derivatif yang memanas. Dengan frekuensi trading futures yang tinggi, volatilitas diperkirakan tetap dominan dalam waktu dekat.

Investor dan trader disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko, terutama di tengah potensi pergerakan tajam akibat likuidasi beruntun di pasar futures.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com