Tag Archives: kripto

Harga Pi Network Hari Ini Naik 1,33% ke $0,171, Ikuti Reli Pasar Kripto

Harga Pi Network (PI) menguat 1,33% dalam 24 jam terakhir ke level $0,171 berdasarkan data Coinmarketcap pada Selasa (3/3).

Kenaikan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar kripto secara keseluruhan, dipimpin oleh penguatan Bitcoin yang naik 1,96% dalam periode yang sama.

Secara umum, pergerakan PI mencerminkan korelasi kuat terhadap pasar, bukan karena adanya katalis spesifik dari proyek itu sendiri.

Total kapitalisasi pasar kripto juga naik 1,46%, memperkuat indikasi bahwa reli ini bersifat broad-based atau menyeluruh.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,37% ke $0,169, Ini Faktor Penyebabnya

Mengikuti Beta Positif Pasar

Kenaikan harga PI dalam 24 jam terakhir menunjukkan karakter sebagai aset dengan beta tinggi, yakni bergerak searah dengan sentimen pasar yang lebih luas.

Perubahan sentimen dari “Extreme Fear” ke “Fear” pada indeks Fear & Greed turut memberikan dorongan psikologis bagi pelaku pasar.

Meski belum masuk kategori netral atau greed, pergeseran ini cukup untuk memicu aksi beli jangka pendek di sejumlah altcoin, termasuk PI.

Dengan kata lain, kenaikan 1,33% pada PI lebih dipicu arus modal yang kembali masuk ke pasar kripto secara umum, bukan oleh pengumuman kemitraan, upgrade jaringan, atau perkembangan fundamental baru.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Tidak Ada Katalis Spesifik

Berdasarkan data yang tersedia, tidak terdapat berita signifikan, aktivitas derivatif mencolok, maupun rotasi sektor tertentu yang dapat menjelaskan pergerakan independen PI.

Absennya katalis tambahan ini menegaskan bahwa reli PI masih sangat bergantung pada arah pergerakan Bitcoin dan sentimen global kripto.

Dalam situasi seperti ini, altcoin cenderung mengikuti arah BTC dengan volatilitas yang sedikit lebih besar. Jika Bitcoin stabil atau melanjutkan kenaikan, PI berpotensi ikut terdorong.

Namun jika BTC berbalik arah, tekanan jual dapat dengan cepat kembali mendominasi.

Level Teknis Penting: US$0,168 dan US$0,175

Secara teknikal, PI saat ini bergerak dalam rentang sempit antara $0,168 hingga $0,175. Area $0,168 menjadi support jangka pendek yang sudah diuji beberapa kali dalam beberapa hari terakhir.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang untuk menguji resistance di $0,175 tetap terbuka.

Breakout di atas $0,175 dengan volume yang meningkat dapat menjadi sinyal bullish lanjutan dan membuka ruang kenaikan lebih tinggi.

Sebaliknya, jika support $0,168 gagal dipertahankan, PI berisiko turun kembali ke area $0,162 sebagai target support berikutnya.

Pergerakan Bitcoin di atas level $68.500 menjadi salah satu pemicu eksternal yang perlu diperhatikan. Stabilitas BTC di atas area tersebut berpotensi memberikan tailwind tambahan bagi altcoin seperti PI.

Outlook Jangka Pendek: Netral Cenderung Bullish

Dengan kenaikan moderat dan struktur harga yang masih dalam fase konsolidasi, bias jangka pendek PI dapat dikategorikan netral hingga sedikit bullish.

Namun, karena tidak ada katalis independen yang mendorong pergerakan, arah harga tetap sangat bergantung pada kondisi pasar makro kripto.

Faktor yang perlu dipantau oleh investor antara lain ketahanan support $0,168, breakout valid di atas $0,175, volume transaksi yang meningkat sebagai konfirmasi tren, dan pergerakan harga Bitcoin sebagai indikator utama

Tanpa dukungan volume yang kuat, reli berpotensi menjadi sekadar pantulan teknikal dalam fase sideways.

Baca Juga: Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan bahwa kenaikan 1,33% ke $0,171 merupakan refleksi dari beta positif terhadap pasar kripto yang sedang menguat. Tidak ada katalis spesifik yang mendorong pergerakan independen PI.

Selama harga bertahan di atas $0,168, peluang menguji resistance $0,175 tetap terbuka. Namun jika sentimen pasar kembali melemah, risiko penurunan ke $0,162 harus diwaspadai.

Untuk saat ini, PI masih bergerak dalam range konsolidasi yang jelas, dengan arah selanjutnya sangat bergantung pada momentum Bitcoin dan sentimen pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 3 Maret 2026: Kembali ke Zona Hijau!

Pasar kripto hari ini, Selasa (3/3) kembali menunjukkan tanda rebound dengan sejumlah altcoin mencatat penguatan signifikan. FORM melonjak 28% ke level $0,278383, disusul NEAR yang naik 18% ke $1,385 dan AIXBT yang menguat 16% ke $0,0239. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat risiko di tengah sentimen pasar yang mulai stabil.

Di saat yang sama, reli emas turut merambah pasar kripto. Lonjakan harga emas akibat ketegangan geopolitik mendorong sebagian whale mengalihkan dana ke token berbasis emas seperti XAUT dan PAXG, dengan volume transaksi keduanya menembus US$1 miliar. Pergerakan ini menunjukkan investor mencari lindung nilai (hedging) namun tetap dalam ekosistem aset digital. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Saat Pasar Kembali Rebound

  • FORM melonjak 28% ke level $0,278383.
  • NEAR melesat 18% menyentuh $1,385.
  • AIXBT naik 16%, kini di harga $0,0239.

Reli Emas Merambah Kripto: Simak Penjelasannya

  • Emas melonjak akibat ketegangan geopolitik
  • Whale alihkan dana ke token berbasis emas
  • Volume XAUT dan PAXG tembus 1 miliar dolar AS

Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

3 Altcoin Potensial di Awal Maret 2026

  • Hardfork Polygon berpotensi picu volatilitas POL
  • Buyback Chiliz angkat harga di Tengah tren bearish
  • Unlock SUI $50 juta berisiko picu volatilitas.

Data Ekonomi AS Penentu Sentimen Bitcoin Minggu Ini

  • Data PMI berpotensi ubah proyeksi suku bunga AS.
  • Laporan tenaga kerja (ADP/NFP) uji ketahanan pasar kripto.
  • Ekonomi kuat tekan Bitcoin, ekonomi lemah picu reli.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Feb 2026: Bitcoin Menghijau!, We Are So Back?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 2 Maret 2026: Waspada Tekanan Perang Iran-Israel

Memasuki awal pekan, sejumlah altcoin menunjukkan performa positif di tengah pasar kripto hari ini, Senin (2/3) yang masih sensitif terhadap sentimen global. KNC memimpin kenaikan dengan lonjakan 18% ke $0,1653, diikuti ALICE yang naik 15% ke $0,1482 dan FORM yang menguat 12% ke level yang sama. Penguatan ini mencerminkan minat beli selektif meski kondisi makro masih dibayangi ketidakpastian.

Risiko geopolitik kembali menjadi perhatian setelah meningkatnya ketegangan AS–Iran. Potensi eskalasi konflik, termasuk serangan yang melibatkan AS dan Israel, dapat memicu aksi jual Bitcoin pada awal pekan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Awal Pekan Ini

  • KNC melonjak 18% ke level $0,1653.
  • ALICE melesat 15% menyentuh $0,1482.
  • FORM naik 12%, kini di harga $0,1482.

Konflik AS-Iran: Risiko Kripto Anjlok Senin Depan Meningkat

  • Serangan AS-Israel picu potensi aksi jual Bitcoin.
  • Ketegangan di Iran pacu volatilitas pasar kripto.
  • ETF dan dukungan teknis tahan kejatuhan kripto.

Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

Apa Buruan Whale Kripto demi Profit Maret 2026?

  • Whale Uniswap borong $1 juta UNI jelang penyelesaian transaksi.
  • Muncul pola bullish, whale BCH tambah dana $50 juta.
  • Harga melonjak, whale borong LINK senilai $3,5 Juta.

Perhatian! Agenda Kripto Utama Pekan Ini

  • Reli kripto dipicu redanya konflik dan arus modal institusi.
  • Putusan Clarity Act Minggu ini tentukan masa depan regulasi AS.
  • Data ekonomi mendatang bakal pacu volatilitas pasar kripto.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Feb 2026: Bitcoin Menghijau!, We Are So Back?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ketegangan AS–Iran Guncang Kripto, XRP Turun 4%: Potensi Naik?

XRP menghadapi potensi tekanan jual besar setelah lebih dari 472 juta token senilai sekitar US$652 juta dipindahkan ke Binance dalam sepekan terakhir. Lonjakan arus masuk ke bursa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu aksi jual di pasar kripto.

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan perpindahan dana tersebut menjadi periode inflow terbesar sepanjang Februari. Masuknya token dalam jumlah besar ke bursa kerap diartikan sebagai sinyal potensi tekanan jual, karena aset biasanya harus berada di platform perdagangan sebelum dapat dilepas ke pasar.

Ketegangan Geopolitik Picu Aksi Defensif

Eskalasi konflik di Timur Tengah disebut menjadi pemicu perubahan posisi investor. Laporan menyebut serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran terjadi tak lama setelah penutupan pasar keuangan tradisional, memperbesar ketidakpastian di aset berisiko termasuk kripto.

Situasi memanas setelah muncul laporan mengenai kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang diikuti peningkatan serangan balasan Iran ke Israel dan sejumlah negara Teluk. Kondisi ini menekan sentimen investor global.

Pasar kripto bergerak melemah seiring aset berisiko lainnya, sementara emas menguat sebagai aset lindung nilai. XRP turut terdampak dan tercatat turun lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran US$1,37 saat artikel ini ditulis.

Menurut Tim Research Tokocrypto, arus masuk masif ke bursa biasanya menandakan kesiapan untuk likuidasi.

“Di tengah ketidakpastian perang di Timur Tengah, whale lebih milih posisi likuid. Waspada tekanan jual jika tensi nggak mereda,” ucapnya.

Baca juga: ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?

Sinyal Distribusi atau Sekadar Reposisi?

Analis on-chain Darkfost menyebut arus masuk besar ke Binance mencerminkan sikap defensif pemegang XRP. “Ketika token dalam jumlah besar masuk ke bursa, itu sering kali mengindikasikan kesiapan untuk menjual atau setidaknya memposisikan likuiditas lebih dekat ke pasar,” ujarnya.

Meski demikian, inflow tidak selalu berarti aksi jual langsung. Perpindahan dana juga bisa mencerminkan reposisi likuiditas, strategi arbitrase, pengelolaan jaminan, atau langkah antisipatif di tengah volatilitas tinggi.

Data CryptoQuant menunjukkan cadangan XRP di bursa sebenarnya telah menurun secara umum sejak Oktober 2025. Arus masuk terbaru ini menjadi pembalikan moderat dari tren penurunan tersebut.

Pelaku pasar kini menanti apakah perpindahan US$652 juta XRP ini merupakan respons sementara terhadap krisis geopolitik atau awal dari fase distribusi yang lebih panjang. Dalam kondisi risiko global yang meningkat, volatilitas jangka pendek diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan harga XRP.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hacker Kripto Mendadak Sepi, Kerugian Anjlok 90% di Februari

Aktivitas peretasan kripto tercatat turun drastis pada Februari 2026. Total kerugian akibat eksploitasi hanya mencapai US$35,7 juta, merosot lebih dari 90% dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi bulan paling tenang bagi sektor keamanan kripto sejak Maret 2025.

Dilaporkan BeInCrypto, data dari firma keamanan blockchain CertiK menunjukkan penurunan tajam secara bulanan maupun tahunan. Sebagai perbandingan, Februari tahun lalu diwarnai peretasan besar senilai US$1,5 miliar terhadap bursa Bybit yang mendistorsi statistik keamanan tahunan.

Meski angka total menurun signifikan, serangan terarah tetap menguras jutaan dolar dari sejumlah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Serangan Oracle dan Private Key Jadi Sorotan

Baca juga: Bitcoin US$21 Juta Kembali ke Pemerintah Korsel, Hacker Panik

Insiden terbesar bulan ini terjadi pada 22 Februari di jaringan Stellar. Menurut Quill Audits, peretas mengeksploitasi pool YieldBlox Blend dan mencuri lebih dari US$10 juta melalui manipulasi oracle berbasis likuiditas tipis.

Pelaku melakukan satu transaksi abnormal di pasar USTRY/USDC yang sangat tidak likuid, sehingga harga token melonjak hingga 100 kali lipat. Manipulasi ini menipu sistem valuasi protokol dan memungkinkan pelaku melakukan pinjaman besar dengan jaminan yang tidak memadai.

Sehari sebelumnya, proyek blockchain Internet-of-Things IoTeX juga mengalami pelanggaran keamanan setelah private key dikompromikan. CertiK memperkirakan kerugian hampir US$9 juta, namun tim IoTeX menyebut angka yang terverifikasi mendekati US$2 juta.

Peneliti keamanan mencatat bahwa pelaku menggunakan private key tersebut untuk mengakses token safe, menukar aset curian menjadi ETH, lalu memindahkannya ke Bitcoin melalui bridge lintas jaringan guna menyulitkan pelacakan.

Insiden besar lainnya adalah eksploitasi senilai US$2,2 juta terhadap protokol privasi Foom.Cash. Dalam kasus ini, peretas memanfaatkan celah kriptografi untuk memalsukan bukti zkSNARK, sehingga dapat membuat kredensial digital palsu dan menarik token dalam jumlah besar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Penurunan hack kemungkinan besar karena volatilitas market yang bikin hacker ‘tiarap’. Jangan kendor pas market sepi, ‘drainer-as-a-service’ tetep ngincer wallet lo yang nggak dijaga ketat.

Phishing Masih Mengintai

Selain eksploitasi kontrak pintar, serangan phishing tetap menjadi ancaman utama dengan total kerugian US$8,5 juta sepanjang Februari.

Fenomena “drainer-as-a-service” turut mendorong maraknya phishing. Platform seperti Angel Drainer dan Inferno Drainer menyediakan perangkat lengkap bagi pelaku, mulai dari situs tiruan, akun media sosial palsu, hingga skrip kontrak pintar otomatis.

Model ini memungkinkan pelaku dengan keahlian teknis minim untuk menjalankan operasi penipuan skala besar. Operator layanan tersebut biasanya mengambil persentase dari dana yang berhasil dicuri.

Meskipun Februari menjadi bulan paling tenang dalam hampir setahun, para analis keamanan menilai ancaman belum sepenuhnya mereda. Serangan kini cenderung lebih terarah dan canggih, menandakan bahwa risiko di ekosistem kripto tetap perlu diwaspadai.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

X Buka Kembali Iklan Kripto, Influencer Wajib Pasang Label Khusus

Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) resmi mencabut larangan iklan kripto dan perjudian untuk promosi berbayar. Kebijakan baru ini membuka kembali peluang bagi influencer dan key opinion leader (KOL) untuk memonetisasi konten kripto, namun dengan syarat transparansi yang lebih ketat.

Dilaporkan BeInCrypto, perubahan tersebut menandai pembalikan kebijakan yang telah berlaku setidaknya sejak Juni 2024. Dalam pembaruan terbaru, kategori produk keuangan, termasuk pinjaman, layanan investasi, dan kripto, tidak lagi tercantum dalam daftar industri terlarang untuk promosi berbayar.

Wajib Gunakan Label “Paid Partnership”

Di bawah kerangka Paid Partnership yang baru, setiap konten promosi berbayar wajib mencantumkan label “Paid Partnership”. Influencer juga diwajibkan mengungkapkan hubungan kompensasi mereka dan memastikan konten mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk aturan Federal Trade Commission (FTC) terkait endorsement dan testimoni.

Head of Product X, Nikita Bier, menyatakan bahwa promosi tanpa pengungkapan dapat merusak integritas platform dan menurunkan kepercayaan pengguna. Dengan fitur baru ini, kreator diharapkan lebih transparan terhadap audiensnya.

Kebijakan terbaru juga membedakan antara Paid Partnership dan iklan standar melalui X Ads. Artinya, konten yang dilarang dalam skema Paid Partnership belum tentu otomatis dilarang dalam format iklan resmi platform.

Komunitas Kripto Terbelah

Langkah ini memicu beragam respons dari komunitas kripto. Sebagian menyambut positif karena membuka kembali jalur legal promosi proyek kripto di platform tersebut.

Namun, sejumlah analis mengingatkan dampaknya terhadap model bisnis influencer kripto. Analis Benjamin Cowen menilai banyak influencer harus menyesuaikan strategi mereka, terutama yang selama ini mengandalkan promosi proyek tanpa transparansi penuh.

Kekhawatiran juga muncul terkait penerapan aturan di lapangan. Beberapa pihak mempertanyakan bagaimana platform akan membedakan promosi berbayar dan opini pribadi, serta potensi risiko gelombang pembatasan akun jika terjadi pelanggaran.

Arah Baru Pemasaran Kripto di X

Secara umum, kebijakan ini dipandang sebagai upaya X menyeimbangkan kepatuhan regulasi dengan monetisasi kreator. Dengan aturan yang berlaku efektif segera, transparansi dan pelabelan yang jelas diperkirakan menjadi pilar utama strategi pemasaran kripto di platform tersebut ke depan.

Bagi brand kripto, kebijakan ini memberikan jalur promosi yang lebih jelas secara hukum, selama memenuhi ketentuan pengungkapan. Sementara bagi influencer, era promosi informal tanpa label tampaknya akan semakin dibatasi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini pedang bermata dua. Di satu sisi bursa dapet jalur legal buat kampanye, di sisi lain ini bakal jadi ladang ranjau ban buat influencer yang nggak transparan soal promosi koin sampah.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Reli Bitcoin Tertahan, Sinyal Peringatkan Tren Bearish Bisa Lebih Dalam

Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di bawah tekanan meski sempat mencatat reli jangka pendek. Hingga saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran US$66.443 dan belum mampu kembali menembus level psikologis US$70.000.

Struktur teknikal menunjukkan Bitcoin masih tertahan di bawah garis resistance menurun yang aktif hampir sebulan terakhir. Upaya penembusan berulang kali gagal, mencerminkan lemahnya momentum beli di tengah sentimen pasar yang belum pulih sepenuhnya.

Indikator Siklus Tunjukkan Fase Bearish Menengah

Dilaporkan BeInCrypto, data historis melalui Pi Cycle Top Indicator memberikan gambaran bahwa Bitcoin saat ini berada di fase konsolidasi bearish menengah. Indikator ini membandingkan rata-rata pergerakan 111 hari dengan dua kali lipat rata-rata 350 hari.

Dalam siklus saat ini, kedua rata-rata tersebut tidak menunjukkan kondisi ekstrem, baik overheat maupun undervalued. Posisi ini mengindikasikan pasar berada di pertengahan fase bearish yang lebih luas.

Secara historis, fase bearish di tengah siklus empat tahunan Bitcoin dapat berlangsung selama satu tahun atau lebih sebelum pemulihan terjadi. Divergensi saat ini antara 111-day SMA dan 350-day SMA x2 masih mencerminkan tekanan turun yang berlanjut.

Baca juga: Bitcoin Naik 5%, Tapi Risiko Likuidasi Besar Mengintai di Pasar Futures

Investor Masih Jual di Bawah Harga Beli

Indikator Spent Output Profit Ratio (SOPR) turut memperkuat pandangan hati-hati. SOPR yang berada di bawah level 1 menunjukkan banyak investor menjual dalam kondisi rugi.

Pembacaan yang terus bertahan di bawah angka 1 biasanya menandakan tekanan psikologis dan dominasi aksi jual berbasis ketakutan. Selama SOPR belum konsisten bergerak di atas 1, potensi kenaikan berkelanjutan dinilai terbatas.

Selain itu, Money Flow Index (MFI) menunjukkan arus keluar modal masih lebih dominan dibandingkan arus masuk. Ketidakpastian makroekonomi global dan ketegangan geopolitik turut memperkuat sikap defensif pelaku pasar.

Level Kritis di US$65.000

Secara teknikal, Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dalam waktu dekat. Penurunan di bawah US$65.000 dapat membuka jalan menuju support berikutnya di US$62.893. Level tersebut telah dua kali diuji pekan ini, sehingga semakin rentan jika tekanan jual meningkat.

Di sisi lain, jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$66.224 dan menarik arus masuk baru, harga berpeluang menguji resistance di US$68.830.

Penembusan tegas di atas US$70.000 akan membatalkan skenario bearish saat ini dan menandakan penguatan struktural baru. Namun hingga itu terjadi, indikator teknikal dan on-chain masih menunjukkan bahwa fase tekanan belum sepenuhnya berakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Jangan fomo sama pantulan kecil. Resiko turun ke $62K masih besar kalau support $65K jebol.

“Tetap main defensif sampe SOPR balik di atas 1 secara konsisten,” jelasnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga SOL Mengunci di Range Sempit, US$100 Kembali Terlihat?

Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda potensi lonjakan volatilitas setelah hampir empat pekan bergerak dalam rentang sempit. Saat ini, SOL diperdagangkan di kisaran US$85 dan masih terjebak dalam area konsolidasi antara US$77 hingga US$88.

Pergerakan sideways yang berkepanjangan ini membuat volatilitas semakin terkompresi. Analis menilai kondisi tersebut kerap menjadi fase sebelum terjadi pergerakan harga besar, baik ke atas maupun ke bawah.

Alamat Baru Naik 1,4 Juta

Data on-chain menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan Solana. Dalam 12 hari terakhir, jumlah alamat baru harian bertambah sekitar 1,4 juta, sehingga totalnya mencapai 8,6 juta alamat.

Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan partisipasi ini mencerminkan meningkatnya keterlibatan pengguna di ekosistem Solana. Masuknya pengguna baru berpotensi menambah likuiditas dan memperkuat fondasi fundamental, yang dapat mendukung upaya breakout harga jika tren ini berlanjut.

Di sisi lain, metrik HODLer Net Position Change menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang masih mempertahankan posisi mereka. Meskipun laju akumulasi melambat, tren keseluruhan tetap mencerminkan posisi bersih positif. Ketahanan investor jangka panjang ini membantu menjaga harga tetap stabil dalam fase konsolidasi.

Namun, perlambatan momentum beli menjadi catatan penting. Jika pemegang jangka panjang mulai beralih ke distribusi, tekanan turun dapat meningkat dan mengganggu keseimbangan harga saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, squeeze volatilitas biasanya jadi awal pergerakan besar. Kalau tembus 8, target berikutnya 7. Sebaliknya, kalau HODLers mulai distribusi, 7 jadi support kritis yang harus dijaga.

Baca juga: Solana Melonjak 10%, Target $110 Terbuka, Apakah SOL Tembus $100?

Bollinger Bands Isyaratkan Lonjakan Volatilitas

Dari sisi teknikal, indikator Bollinger Bands menunjukkan penyempitan (squeeze), sinyal klasik yang sering mendahului ekspansi volatilitas. Kondisi ini memperkuat kemungkinan terjadinya breakout dalam waktu dekat.

Jika momentum bullish muncul bersamaan dengan pelepasan volatilitas, SOL berpotensi menembus resistensi US$88 dan bergerak menuju US$97. Penembusan berkelanjutan di atas US$97 dapat membuka jalan kembali ke atas US$100, memulihkan sentimen positif yang lebih luas.

Sebaliknya, jika tekanan beli tidak cukup kuat, harga kemungkinan tetap bergerak dalam rentang saat ini. Penurunan di bawah support US$77 akan membuka ruang menuju US$67 sebagai level kunci berikutnya, sekaligus membatalkan skenario bullish jangka pendek.

Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan dan sinyal teknikal yang mengarah pada ekspansi volatilitas, pasar kini menantikan arah pergerakan berikutnya. Level US$77 dan US$88 menjadi batas penentu arah Solana dalam jangka pendek.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Uniswap Gelar UNIfication Jadi Mesin Pendapatan DeFi, Dampak Harga?

Uniswap Foundation resmi meluncurkan pemungutan suara (vote) kedua untuk aktivasi biaya protokol atau fee switch di delapan jaringan baru serta seluruh pool v3 yang tersisa.

Proposal ini dinilai sebagai langkah krusial dalam mengotomatisasi pendapatan protokol dan memperkuat model ekonomi jangka panjang ekosistem Uniswap.

Aktivasi fee switch menjadi topik yang telah lama dinantikan komunitas, mengingat potensi dampaknya terhadap token Uniswap (UNI) sebagai aset tata kelola utama dalam protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia tersebut.

Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Mekanisme Fee Switch

Fee switch adalah mekanisme yang memungkinkan sebagian biaya transaksi di protokol Uniswap dialokasikan langsung ke kas protokol atau pemegang token UNI.

Menurut laporan Coinmarketcal, selama ini sebagian besar biaya transaksi diberikan kepada penyedia likuiditas (LP).

Dengan mengaktifkan fee switch, protokol dapat mulai menghasilkan pendapatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Pendapatan tersebut berpotensi digunakan untuk berbagai skema seperti buyback, burn, atau distribusi nilai lainnya yang memperkuat utilitas token UNI.

Proposal terbaru ini memperluas aktivasi fee switch ke delapan jaringan tambahan (termasuk beberapa Layer-2) serta seluruh pool v3 yang belum terintegrasi dalam skema tersebut.

Strategi “UNIfication” dan Ekspansi ke L2

Ekspansi fee switch ke jaringan Layer-2 (L2) menjadi sorotan utama.

Aktivitas DeFi di jaringan L2 meningkat pesat berkat biaya transaksi yang lebih rendah dan kecepatan eksekusi yang lebih tinggi dibandingkan jaringan utama.

Tim Research Tokocrypto melihat langkah ini sebagai bagian dari transformasi fundamental UNI.

“Langkah menuju ‘UNIfication’. Aktivasi fee switch di L2 memperkuat narasi pendapatan UNI melalui buyback/burn. G-Protocol Filter: UNI beralih dari sekadar token tata kelola menjadi mesin pencetak uang nyata di ekosistem DeFi,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dengan demikian, aktivasi fee switch bukan sekadar perubahan teknis, melainkan potensi pergeseran paradigma dalam model ekonomi UNI.

Dampak terhadap Token UNI

Secara historis, UNI dikenal sebagai token tata kelola yang memberikan hak suara kepada pemegangnya dalam pengambilan keputusan protokol.

Namun, tanpa aliran pendapatan langsung, valuasi token sering kali bergantung pada spekulasi pertumbuhan ekosistem.

Jika fee switch diaktifkan secara luas dan konsisten, UNI berpotensi mendapatkan narasi baru sebagai token dengan arus pendapatan nyata (real yield narrative).

Beberapa implikasi potensial dari langkah Uniswap ini antara lain:

  1. Meningkatkan permintaan UNI – Jika ada mekanisme buyback atau distribusi nilai.
  2. Memperkuat fundamental jangka panjang – Karena protokol menghasilkan cash flow.
  3. Meningkatkan daya tarik institusional – Investor cenderung menyukai aset dengan model pendapatan jelas.

Namun, implementasi dan detail teknis tetap menjadi faktor penentu. Tanpa struktur distribusi yang transparan dan efisien, dampaknya terhadap harga bisa terbatas.

Tantangan dan Risiko

Meski prospeknya menjanjikan, aktivasi fee switch juga memiliki tantangan, seperti potensi resistensi dari LP jika insentif berkurang.

Selain itu, kemungkinan risiko regulasi terkait distribusi pendapatan token tetap masih ada. Begitu juga dengan ketergantungan pada volume transaksi DeFi.

Pendapatan protokol tetap sangat bergantung pada aktivitas perdagangan dan likuiditas di Uniswap. Jika volume DeFi menurun, pendapatan dari fee switch pun akan ikut terdampak.

Momentum Strategis di Tengah Kompetisi DEX

Persaingan antar DEX semakin ketat, terutama dengan munculnya protokol baru yang menawarkan model insentif agresif.

Dengan mengaktifkan fee switch secara lebih luas, Uniswap berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar sekaligus memperkuat loyalitas komunitas.

Langkah ini juga bisa menjadi preseden bagi protokol DeFi lain untuk mengadopsi model distribusi pendapatan serupa.

Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

Menuju Era Baru Ekonomi UNI?

Vote kedua aktivasi fee switch oleh Uniswap Foundation menandai fase penting dalam evolusi protokol.

Jika disetujui dan diimplementasikan secara efektif, langkah ini berpotensi mengubah UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan narasi pendapatan nyata.

Bagi investor, hasil pemungutan suara dan detail implementasi akan menjadi faktor kunci dalam menentukan prospek harga UNI ke depan.

Pasar kini menunggu hasil vote tersebut, apakah ini awal transformasi besar ekonomi Uniswap, atau sekadar penyesuaian teknis dalam ekosistem DeFi yang terus berkembang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aleo Luncurkan Kartu Pembayaran Kripto Berbasis Privasi, Seperti Apa?

Jaringan blockchain berbasis zero-knowledge, Aleo, resmi meluncurkan kartu pembayaran native pertama yang memungkinkan transaksi dunia nyata dengan pendekatan private-by-default.

Inovasi ini memanfaatkan teknologi ZK-proofs (zero-knowledge proofs) untuk melindungi data finansial sensitif pengguna saat bertransaksi di merchant fisik maupun digital.

Peluncuran Aleo Card menjadi langkah penting dalam evolusi penggunaan kripto untuk pembayaran sehari-hari, khususnya dalam menjawab isu privasi yang selama ini menjadi sorotan di industri aset digital.

Baca Juga: TON Bahas AI dan Pembayaran di Real Talk, Ada Kejutan untuk Harga?

Pembeda Aleo Card

Berbeda dari sebagian besar kartu kripto yang mencatat transaksi di blockchain publik, Aleo Card dirancang dengan sistem privasi bawaan. Artinya, detail transaksi pengguna tidak dapat diakses secara terbuka oleh publik.

Teknologi ZK-proofs memungkinkan validasi transaksi tanpa mengungkapkan informasi sensitif seperti jumlah dana, identitas pengguna, atau detail transaksi lainnya.

Konsep ini menjadikan privasi sebagai fitur utama, bukan tambahan.

Dalam ekosistem blockchain yang sebagian besar transparan secara default, pendekatan ini menawarkan solusi bagi pengguna yang menginginkan kerahasiaan dalam aktivitas finansial mereka.

Privasi Jadi Nilai Tambah di Era Transparansi Blockchain

Blockchain publik seperti Bitcoin dan Ethereum memungkinkan siapa pun melacak alamat dan riwayat transaksi.

Meski bersifat pseudonim, data tetap dapat dianalisis melalui alat pelacakan on-chain. Pasalnya, Aleo mengambil pendekatan berbeda dengan menjadikan privasi sebagai fondasi sistem.

Dengan kartu pembayaran native, pengguna dapat melakukan transaksi di dunia nyata tanpa mengekspos data finansial mereka ke publik.

Tim Research Tokocrypto menilai inovasi ini sebagai terobosan di segmen retail.

“Aleo memecahkan masalah privasi retail. Saat kartu kripto lain bersifat publik, Aleo kasih proteksi data di kasir. G-Protocol Filter: Privasi adalah kemewahan baru. Aleo Card bisa jadi standar baru buat user yang low-profile,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Garis besarnya bahwa di era digital seperti saat ini, privasi finansial semakin dianggap sebagai nilai premium.

Potensi Dampak bagi Industri Pembayaran Kripto

Kartu kripto telah menjadi jembatan penting antara aset digital dan ekonomi tradisional.

Namun, sebagian besar produk yang ada tetap bergantung pada sistem konversi ke fiat atau menggunakan blockchain publik untuk pencatatan.

Dengan pendekatan private-by-default, Aleo berpotensi menciptakan kategori baru dalam industri pembayaran kripto:

  1. Privasi sebagai fitur utama
  2. Transaksi retail tanpa eksposur data publik
  3. Penguatan narasi zero-knowledge sebagai solusi skalabilitas dan keamanan

Jika adopsi meningkat, Aleo Card bisa menjadi standar baru bagi pengguna yang mengutamakan anonimitas dan perlindungan data.

Tantangan Regulasi dan Adopsi

Meski inovatif, Coinmarketcal mencatat bahwa solusi berbasis privasi tinggi sering menghadapi tantangan regulasi.

Otoritas keuangan di berbagai negara cenderung berhati-hati terhadap teknologi yang mempersulit pelacakan transaksi, terutama dalam konteks anti pencucian uang (AML) dan pencegahan pendanaan terorisme.

Keberhasilan Aleo Card akan sangat bergantung pada keseimbangan antara privasi pengguna dan kepatuhan regulasi.

Selain itu, faktor adopsi merchant dan integrasi infrastruktur pembayaran juga menjadi kunci.

Tanpa dukungan luas dari ekosistem pembayaran, produk inovatif sekalipun bisa menghadapi hambatan penetrasi pasar.

Privasi sebagai “Kemewahan Baru”

Dalam lanskap digital yang semakin terbuka, data menjadi komoditas berharga. Banyak platform teknologi memonetisasi informasi pengguna, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Aleo memposisikan diri sebagai alternatif dengan filosofi bahwa privasi adalah hak dasar, bukan fitur tambahan.

Jika tren ini berlanjut, solusi berbasis zero-knowledge dapat menjadi fondasi generasi berikutnya dari aplikasi Web3.

Baca Juga: Starknet Gelar Private Trader Meetup, Ada Dampak ke Harga STRK?

Awal Era Baru Pembayaran Kripto

Peluncuran Aleo Card menandai langkah strategis dalam membawa teknologi zero-knowledge ke penggunaan sehari-hari.

Dengan sistem private-by-default, Aleo menawarkan pendekatan berbeda dibanding kartu kripto konvensional.

Bagi investor dan pengamat industri, produk ini dapat memperkuat posisi Aleo sebagai pemain utama di sektor blockchain berbasis privasi.

Ke depan, pasar akan menilai apakah Aleo Card mampu mencapai adopsi luas dan menjadi standar baru bagi transaksi kripto yang aman, privat, dan relevan untuk kebutuhan retail modern.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com