Tag Archives: kripto

Pasar Kripto Hari Ini 4 Maret 2026: Bitcoin Kembali Tunjuk Kekuatan

Bitcoin kembali menunjukkan kekuatan dengan menembus level $68.000, memicu lonjakan pada sejumlah altcoin di pasar kripto, hari ini Rabu (4/3). PHA memimpin penguatan dengan kenaikan 49% ke $0,0384, disusul AIXBT yang naik 23% ke $0,029421 dan FORM yang menguat 18% ke $0,3317. Momentum ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar saat BTC mampu bertahan di level psikologis penting.

Kenaikan Bitcoin terjadi di tengah aksi beli investor saat harga sempat terkoreksi, termasuk di tengah isu geopolitik terkait Iran. Dukungan arus ETF serta net flow negatif di bursa mengindikasikan akumulasi yang relatif stabil. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Saat Bitcoin Tembus $68.000

  • PHA naik tajam 49% hingga mencapai level $0,0384.
  • AIXBT melesat 23% dan kini menyentuh angka $0,029421.
  • FORM menguat 18% ke posisi harga $0,3317 saat ini.

Bitcoin Naik: Investor Borong Saat Harga Jatuh

  • BTC kuat di $68.000 berkat dukungan pembeli di tengah isu perang Iran.
  • Arus ETF dan net flow negatif sinyal akumulasi stabil BTC.
  • Risiko minyak naik di Selat Hormuz, namun kripto tetap stabil.

Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

3 Token RWA Potensial Maret 2026

  • RWA Stellar naik 25%, namun XLM anjlok 40%.
  • ETF Chainlink konsisten tanpa arus keluar bersih.
  • Inflow bursa Ondo anjlok 89% usai bullish divergence.

Prediksi Berani CEO VanEck: Bitcoin Sudah Dasar?

  • Jan van Eck: BTC capai dasar akibat siklus halving.
  • CryptoQuant: Dasar harga BTC diprediksi Juni-November 2026.
  • Analis debat: Adopsi institusi vs siklus halving.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Feb 2026: Bitcoin Menghijau!, We Are So Back?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar

Harga Solana (SOL) bergerak di kisaran US$83 setelah turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir. Meski terlihat lebih lemah secara harian, dalam sepekan terakhir SOL masih mencatat kenaikan hampir 8%, menunjukkan ketahanan relatif dibandingkan sejumlah aset kripto utama.

Dikutip BeInCrypto, sejumlah indikator teknikal dan data derivatif kini mengarah pada potensi rebound jangka pendek sekitar 5%. Namun, analis menilai satu level kunci akan menentukan apakah pantulan tersebut berhenti sementara atau berkembang menjadi reli lebih besar.

Pola Bullish dan Divergensi RSI Muncul

Pada grafik 12 jam, SOL membentuk pola inverse head and shoulders, struktur teknikal yang kerap muncul menjelang pembalikan tren turun. Setelah membentuk bahu kanan pada 28 Februari, harga sempat melonjak hampir 15% sebelum kembali tertahan di area resistance.

Level yang kembali menjadi penghalang adalah exponential moving average (EMA) 20 periode. Sejak akhir Januari, SOL beberapa kali gagal menembus garis ini. Satu-satunya penembusan bersih pada 25 Februari memicu reli sekitar 11%.

Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bullish divergence. Antara 31 Januari hingga 1 Maret, harga mencetak lower low, tetapi RSI justru membentuk higher low, mengindikasikan tekanan jual mulai melemah.

Selama SOL mampu bertahan di atas swing low terbaru di US$81, struktur pantulan jangka pendek masih dinilai valid.

Potensi Short Squeeze di Area US$85

Data likuidasi menunjukkan sekitar 63% posisi leverage satu hari di Binance berada di sisi short. Nilai potensi likuidasi short mencapai sekitar US$66 juta, dibandingkan posisi long sekitar US$39 juta.

Klaster likuidasi terbesar berada di sekitar US$85. Dengan harga saat ini di US$83, pergerakan naik menuju area tersebut dapat memicu short squeeze, yakni penutupan paksa posisi short yang justru mempercepat kenaikan harga.

Namun, reli berbasis likuidasi saja jarang berkelanjutan tanpa dukungan pembeli riil.

Holder Jangka Pendek Mulai Kembali

Data HODL Waves menunjukkan peningkatan kepemilikan pada kelompok holder 1 minggu hingga 1 bulan, serta 1 hari hingga 1 minggu. Kelompok ini kerap masuk mendekati titik dasar lokal sebelum terjadi pantulan harga.

Pola serupa terlihat pada 24 Februari, yang kemudian diikuti kenaikan dari US$79 ke US$88 dalam satu hari.

US$87 Jadi Garis Penentu

Level paling krusial kini berada di sekitar US$87. Area ini bertepatan dengan retracement Fibonacci 0,618 sekaligus klaster akumulasi sekitar 11,7 juta SOL di rentang US$86–US$87. Banyak pemegang berpotensi menjual di area tersebut untuk impas.

Jika harga tertahan di US$87, rebound sekitar 5% akan tetap terkonfirmasi. Namun jika level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, peluang terbuka menuju US$90 hingga US$93.

Di atas US$99, yang sejalan dengan neckline pola bullish, SOL bahkan berpotensi mengarah ke US$120 dalam skenario lanjutan.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$80 dapat melemahkan struktur bullish jangka pendek, dan penembusan di bawah US$75 akan membatalkan skenario rebound.

Untuk saat ini, pasar menanti apakah Solana hanya akan mencatat pantulan teknikal terbatas atau memulai fase reli yang lebih luas.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika reclaim EMA 20 dan tembus $85, squeeze bisa mempercepat rally; kalau $81 jebol, setup invalid dan downside lanjut.

“Konfirmasi terbaik datang dari breakout yang diikuti follow-through volume, bukan divergence doang,” ungkapnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

83,7% Suplai XRP Dikuasai Whales, Harga di Ujung Penentuan?

Konsentrasi kepemilikan XRP semakin terpusat di tangan investor besar. Data on-chain terbaru menunjukkan alamat yang memegang lebih dari 100.000 XRP kini menguasai 83,7% dari total suplai beredar. Di tengah tren turun yang masih membayangi harga, langkah akumulasi ini memunculkan pertanyaan: apakah reli berikutnya sedang dipersiapkan, atau justru distribusi besar akan terjadi?

Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,34 dan masih bergerak di bawah tekanan tren menurun yang membatasi kenaikan sejak awal 2026.

Whales Terus Akumulasi

Dilaporkan BeInCrypto, sepanjang Februari, dompet besar tercatat meningkatkan kepemilikan mereka. Konsentrasi suplai yang semakin tinggi ini menunjukkan keyakinan kuat dari pelaku bermodal besar.

Secara historis, whales cenderung mengakumulasi aset saat fase konsolidasi untuk mempersiapkan potensi kenaikan harga di masa depan. Akumulasi berkelanjutan juga dapat mengurangi suplai yang beredar di pasar dan membantu menstabilkan volatilitas.

Namun, konsentrasi tinggi juga meningkatkan sensitivitas harga terhadap keputusan kelompok ini. Jika arah berubah dari akumulasi menjadi distribusi, dampaknya bisa signifikan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, konsentrasi whale bisa jadi bantalan, tapi kalau mereka distribusi, drop bisa tajam karena supply efektif terpusat.

“Pantau realized profit dan inflow exchange sebagai early warning sebelum level teknikal jebol,” jelasnya.

Baca juga: Ketegangan AS–Iran Guncang Kripto, XRP Turun 4%: Potensi Naik?

Profit Taking Muncul

Di sisi lain, data menunjukkan lonjakan aktivitas realisasi keuntungan. Dalam 24 jam terakhir, metrik realized profit and loss melonjak hingga US$207 juta, menjadi gelombang profit-taking terbesar dalam hampir satu bulan.

Realisasi keuntungan dalam jumlah moderat biasanya dianggap sehat. Namun jika tren ini berlanjut dan berubah menjadi distribusi luas, potensi pemulihan harga bisa terhambat.

Selain itu, pertumbuhan alamat baru memberikan gambaran yang lebih berhati-hati. Sejak Desember 2025, pertumbuhan alamat baru bulanan XRP berada di bawah rata-rata tahunan. Kondisi ini mencerminkan perlambatan aktivitas jaringan dan berkurangnya partisipasi pengguna baru.

Minimnya ekspansi pengguna dapat membatasi arus modal segar, sehingga reli harga lebih bergantung pada pemegang lama dibandingkan permintaan baru.

Level Kritis di US$1,34

Secara teknikal, XRP masih tertahan di bawah resistance US$1,47 dengan garis tren menurun yang membatasi pergerakan naik. Level US$1,34 menjadi support kunci yang sedang diuji.

Jika tekanan jual meningkat dan support ini ditembus, harga berpotensi turun ke US$1,28 dan bahkan US$1,21, memperkuat struktur downtrend.

Sebaliknya, stabilisasi realisasi keuntungan dan kemampuan bertahan di atas US$1,34 dapat membuka peluang konsolidasi sehat. Penembusan tegas di atas US$1,47 akan membatalkan skenario bearish dan membuka jalan menuju US$1,58.

Dengan whales memegang mayoritas suplai dan sinyal on-chain yang saling bertolak belakang, arah harga XRP dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada apakah akumulasi berlanjut atau berubah menjadi distribusi.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Reli Cardano Gagal Total, Whales Jual Rp540 Juta Saat Ritel Borong Dip

Harga Cardano (ADA) sempat melonjak 24% setelah membentuk sinyal bullish divergence pada grafik harian, namun reli tersebut berakhir cepat. Dalam tiga hari, harga kembali terkoreksi 17% setelah aksi jual besar-besaran dari investor kelas kakap (whales) yang melepas sekitar 2,15 miliar ADA senilai kurang lebih US$540 juta.

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan bahwa lonjakan harga pada 25 Februari yang sempat membawa ADA menyentuh US$0,31 justru dimanfaatkan sebagai momentum distribusi oleh pemegang besar. Saat ini, ADA kembali diperdagangkan di sekitar US$0,27.

RSI dan MFI Sempat Beri Sinyal Positif

Secara teknikal, sejak akhir Desember 2025 hingga 24 Februari 2026, grafik harian ADA membentuk bullish divergence. Harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low, sinyal klasik pelemahan momentum bearish.

Indikator Money Flow Index (MFI), yang menggabungkan harga dan volume, turut mengonfirmasi adanya tekanan beli riil. Antara 24 hingga 28 Februari, harga dan MFI sama-sama bergerak naik tanpa divergensi negatif, menandakan aksi beli dengan dukungan volume.

Namun, meskipun sinyal teknikal valid dan ritel aktif menyerap tekanan jual, reli tetap gagal bertahan.

2,15 Miliar ADA Didistribusikan dalam 72 Jam

Data Santiment menunjukkan seluruh kelompok whale utama kompak mengurangi kepemilikan antara 24–27 Februari.

Kelompok pemegang lebih dari 1 miliar ADA mencatat penjualan terbesar dengan melepas sekitar 1,02 miliar token hanya dalam satu hari. Kelompok 100 juta hingga 1 miliar ADA juga mengurangi sekitar 860 juta token. Sementara itu, kelompok 10 juta hingga 100 juta ADA menjual sekitar 220 juta token, dan kelompok 1 juta hingga 10 juta ADA melepas sekitar 50 juta token.

Secara total, sekitar 2,15 miliar ADA didistribusikan dalam tiga hari. Dengan harga rata-rata sekitar US$0,27, nilai tekanan jual mencapai kurang lebih US$540 juta.

Tekanan ini melampaui daya serap pembeli ritel yang tercermin dalam indikator MFI.

Pasar Derivatif Melemah

Dari sisi derivatif, open interest futures Cardano telah turun drastis dari puncak US$1,95 miliar pada September menjadi di bawah US$450 juta pada pertengahan Februari. Artinya, leverage ritel sudah banyak berkurang sebelum reli terjadi.

Hal ini mengindikasikan pembelian yang terjadi lebih banyak berasal dari pasar spot, bukan dorongan leverage besar. Namun, pembelian spot tidak cukup untuk menahan distribusi masif oleh whales.

Level Kunci dan Sinyal Berikutnya

Menurut Tim Research Tokocrypto, sinyal teknikal bisa valid, tapi supply whale lebih kuat dari demand spot sehingga bounce berubah jadi exit liquidity.

“Pantau perubahan perilaku whale (berhenti distribusi/akumulasi) sebagai konfirmasi bottom yang lebih “real”,” katanya.

Secara struktur harga, tren lower low masih bertahan. Level US$0,31 menjadi resistensi utama setelah menjadi titik penolakan pada 25 Februari. Penutupan harian di atas level ini dapat membuka peluang menuju US$0,37.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,26, tekanan dapat berlanjut ke US$0,23 dan US$0,21. Jika US$0,21 gagal dipertahankan, level ekstensi Fibonacci di US$0,18 hingga US$0,15 menjadi area berikutnya.

Meski demikian, faktor paling krusial bukan semata level harga, melainkan perilaku whales. Hingga awal Maret, belum terlihat tanda-tanda akumulasi kembali dari pemegang besar.

Analis menilai reli berikutnya hanya akan lebih kuat jika disertai partisipasi whale sebagai pembeli, bukan penjual. Tanpa itu, struktur harga Cardano masih berisiko melanjutkan tekanan turun dalam jangka pendek.

Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam pembelian ke-101 mereka. Dalam laporan ke Securities and Exchange Commission (SEC) AS, perusahaan mengungkapkan telah membeli 3.015 BTC senilai sekitar US$204,1 juta dalam sepekan terakhir.

Pembelian dilakukan dengan harga rata-rata US$67.700 per BTC, lebih rendah dibandingkan harga rata-rata akumulasi perusahaan yang berada di US$75.985. Dengan tambahan ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 720.737 BTC.

Secara keseluruhan, Bitcoin tersebut diperoleh dengan total biaya sekitar US$54,8 miliar.

Beli di Bawah Harga Rata-Rata

Dikutip Cointelegraph, pembelian terbaru ini termasuk salah satu dari sedikit transaksi yang dilakukan di bawah harga rata-rata akumulasi perusahaan. Data dari SaylorTracker menunjukkan Strategy sebelumnya juga sempat membeli di bawah harga rata-rata pada Februari, ketika harga pasar turun di bawah US$76.000.

Situasi serupa pernah terjadi pada periode 2022–2023, saat harga Bitcoin jatuh di bawah biaya akumulasi perusahaan sekitar US$30.600. Pada periode tersebut, Strategy melakukan tujuh pembelian tambahan dengan total 28.560 BTC.

Langkah ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam strategi akumulasi jangka panjang, bahkan ketika harga bergerak di bawah rata-rata pembelian mereka.

Menurut Tim Research Tokocrypto, akumulasi korporat konsisten memperkuat narasi Bitcoin sebagai treasury asset, tapi bukan jaminan reversal harga.

“Hal yang paling penting adalah keberlanjutan akses pendanaan Strategy untuk tetap jadi buyer of size saat market melemah,” analisanya.

Saham MSTR Menguat Tipis

Di tengah aksi beli tersebut, saham Strategy (MSTR) mencatat kenaikan moderat pekan lalu, dari sekitar US$125 menjadi hampir US$130.

Sementara itu, harga Bitcoin relatif datar dalam periode yang sama. BTC sempat menyentuh US$69.000 sebelum kembali turun dan stabil di kisaran US$65.834 saat artikel ini ditulis.

Kabar ini juga muncul setelah Michael Saylor mengumumkan kenaikan dividen saham preferen STRC atau “Stretch” menjadi 11,50% untuk Maret 2026, naik dari sebelumnya 11,25%. Dana yang dihimpun melalui instrumen tersebut dapat digunakan untuk keperluan korporasi, termasuk potensi pembelian Bitcoin tambahan.

Dengan total kepemilikan melampaui 720.000 BTC, Strategy semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Terancam Likuidasi Besar Awal Maret, SOL Masuk Zona Rawan

Pasar altcoin menunjukkan tanda-tanda keseimbangan harga di tengah ketegangan geopolitik global. Namun, kondisi ini justru meningkatkan risiko terjadinya likuidasi besar pada posisi leveraged di awal Maret. Sejumlah analis menyoroti Solana (SOL), XRP, dan Tether Gold (XAUT) sebagai tiga aset yang berpotensi memicu gelombang likuidasi baik di posisi long maupun short.

Secara umum, total open interest pasar kripto turun dari lebih dari US$120 miliar di awal tahun menjadi sekitar US$94 miliar saat ini. Trader derivatif jangka pendek tampak mengurangi leverage dan lebih berhati-hati, sembari menunggu arah tren yang lebih jelas.

Solana (SOL): Breakout Bisa Picu Likuidasi Ratusan Juta Dolar

Dilaporkan BeInCrypto, SOL bergerak sideways di sekitar US$84 sejak awal Februari, mencerminkan fase kompresi volatilitas. Pola seperti ini sering kali mendahului pergerakan harga besar.

Indikator Buy/Sell Pressure Delta untuk Solana berubah negatif dan turun tajam. Secara historis, sinyal ini dapat menandai dua skenario: pembentukan dasar sebelum reli kuat, atau awal tren bearish signifikan seperti pada 2022.

Peta likuidasi tujuh hari dari Coinglass menunjukkan jika SOL turun ke US$74, potensi likuidasi posisi long bisa mencapai US$376 juta. Sebaliknya, jika harga melonjak ke US$95, likuidasi posisi short dapat menyentuh US$450 juta.

Baca juga: Whale Diam-Diam Borong 3 Altcoin Ini Jelang Maret 2026, Sinyal Reli?

XRP: Tekanan Jual dan Musim Kuat Bertabrakan

XRP saat ini bertahan di sekitar US$1,35 meskipun ada sentimen negatif dari ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Data historis menunjukkan Maret rata-rata memberikan imbal hasil 18% bagi XRP selama 12 tahun terakhir, menjadikannya bulan terkuat di kuartal pertama.

Namun, data on-chain mencatat 472 juta XRP senilai sekitar US$652 juta dipindahkan ke Binance dalam sepekan terakhir. Cadangan XRP di bursa menunjukkan tanda-tanda kenaikan setelah berbulan-bulan menurun.

Peta likuidasi menunjukkan jika XRP turun ke US$1,20, posisi long berpotensi dilikuidasi lebih dari US$125 juta. Sebaliknya, jika naik ke US$1,50, posisi short berisiko likuidasi lebih dari US$157 juta.

Tether Gold (XAUT): Lonjakan Emas Tingkatkan Risiko

Tether Gold (XAUT), token berbasis emas fisik, juga menjadi sorotan seiring kenaikan harga emas global. Total open interest XAUT baru-baru ini melampaui US$800 juta.

Karena harga XAUT sangat bergantung pada harga emas, peningkatan leverage di tengah reli emas meningkatkan potensi likuidasi. Di Bybit saja, jika XAUT menembus US$5.600 dan mencetak rekor baru, posisi short bisa menghadapi likuidasi lebih dari US$61 juta. Sebaliknya, jika harga turun ke US$5.000, posisi long berpotensi kehilangan lebih dari US$90 juta.

Jika data dari Binance turut diperhitungkan, nilai likuidasi bisa lebih besar lagi. XAUT bahkan telah masuk dalam 10 besar pasangan kontrak perpetual terpopuler di Binance.

Menanti Arah Tren Selanjutnya

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan prediksi arah, tapi peringatan bahwa break dari range sempit bisa memicu cascade dan slippage tinggi. Strateginya sizing/hedge dan waspada area “liquidation magnet” yang sering dituju harga jangka pendek.

Meskipun altcoin tidak mengalami arus keluar besar akibat ketegangan geopolitik akhir pekan lalu, kondisi harga yang berada di titik keseimbangan justru meningkatkan potensi pergerakan tajam berikutnya.

Dengan leverage yang terkonsentrasi pada aset kapitalisasi besar dan token berbasis aset nyata seperti emas, pasar tampak berada di ambang fase volatilitas baru. Pergerakan harga signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu likuidasi besar di kedua sisi pasar.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Magic Eden Tutup Pasar NFT Ethereum dan Bitcoin, Ada Apa?

Marketplace NFT ternama, Magic Eden, resmi menghentikan dukungan untuk pasar NFT berbasis EVM seperti Ethereum serta NFT berbasis Bitcoin.

Keputusan ini diambil demi mengalihkan fokus bisnis ke platform kasino dan sportsbook online milik mereka, Dicey.

Langkah drastis ini mencerminkan tekanan berat yang tengah dialami industri NFT global.

Magic Eden menyebutkan bahwa sekitar 80% biaya operasional perusahaan terserap untuk produk yang hanya menyumbang 20% dari total pendapatan.

Sebagaimana dilansir Cointelegraph pada Selasa (3/3), ketimpangan inilah yang memicu keputusan pivot strategis.

Baca Juga: Harga Magic Eden (ME) Menguat 12%, Awal Tren Baru?

Fokus Kembali ke Akar: Solana dan iGaming

Magic Eden awalnya dikenal sebagai marketplace NFT terbesar di ekosistem Solana.

Platform ini sempat menikmati masa kejayaan ketika volume perdagangan NFT memuncak pada 2021–2022.

Namun, seiring mendinginnya hype NFT dan menurunnya volume transaksi di berbagai jaringan, model bisnis marketplace NFT murni semakin tertekan.

Biaya infrastruktur, pengembangan produk lintas chain, serta operasional tim global tidak lagi sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan.

Kini, Magic Eden memilih untuk kembali fokus pada Solana sebagai basis utama NFT mereka, sekaligus mempercepat ekspansi ke sektor iGaming melalui Dicey—platform kasino dan sportsbook online yang dinilai memiliki arus kas lebih stabil.

Industri NFT Sedang “Berdarah”

Keputusan Magic Eden dinilai sebagai sinyal kuat bahwa sektor NFT tengah menghadapi fase sulit.

Sementara itu, tim Research Tokocrypto melihat pivot ini sebagai refleksi realita industri kripto saat ini yang menggerus segmen NFT.

“Sektor NFT lagi bener-bener berdarah. Magic Eden yang dulunya raksasa NFT milih buat ‘pivot’ ke judi (iGaming) yang profitabilitasnya jauh lebih pasti di tengah market yang lesu. Ini sinyal kalau marketplace NFT murni lagi berjuang keras buat cari model bisnis yang berkelanjutan,” tegas Tim Research Tokocrypto.

Volume perdagangan NFT global memang telah turun drastis dibanding puncaknya.

Banyak koleksi kehilangan likuiditas, floor price merosot, dan minat investor ritel menyusut seiring pergeseran fokus ke sektor lain seperti DeFi, AI crypto, dan memecoin.

Mengapa iGaming Lebih Menjanjikan?

Sektor iGaming menawarkan model bisnis yang lebih jelas dan terukur.

Tidak seperti NFT yang bergantung pada hype, tren, dan spekulasi koleksi, kasino dan sportsbook online menghasilkan pendapatan berbasis aktivitas pengguna yang konsisten.

Dalam kondisi pasar kripto yang volatil dan cenderung lesu, diversifikasi ke iGaming dinilai sebagai langkah defensif untuk menjaga profitabilitas perusahaan.

Selain itu, integrasi blockchain dalam industri perjudian online juga membuka peluang baru, seperti transparansi transaksi, sistem reward berbasis token, dan interoperabilitas aset digital.

Dampak bagi Ekosistem NFT

Penutupan pasar NFT Ethereum dan Bitcoin oleh Magic Eden dapat berdampak pada likuiditas di kedua ekosistem tersebut, meski kemungkinan tidak signifikan dalam skala global.

Namun secara simbolis, langkah ini memperkuat narasi bahwa model marketplace NFT lintas chain membutuhkan efisiensi tinggi agar tetap berkelanjutan.

Bagi Solana, keputusan ini bisa menjadi angin segar karena Magic Eden akan kembali memusatkan sumber daya dan inovasi pada ekosistem tersebut.

Akhir Era Marketplace NFT?

Tidak sepenuhnya. NFT masih memiliki utilitas potensial di sektor gaming, ticketing, dan identitas digital.

Namun, model spekulatif berbasis koleksi profil picture (PFP) tampaknya semakin sulit dipertahankan sebagai sumber pendapatan utama.

Marketplace NFT kini dituntut untuk berevolusi—baik melalui integrasi DeFi, model revenue sharing, atau ekspansi ke sektor lain seperti yang dilakukan Magic Eden.

Baca Juga: Token Magic Eden Melejit 28% dalam Sehari: Apa Kuncinya?

Keputusan Magic Eden menghentikan dukungan NFT Ethereum dan Bitcoin demi fokus ke Dicey menandai babak baru dalam strategi bisnis mereka.

Dengan 80% biaya operasional terkunci pada produk yang hanya menghasilkan 20% pendapatan, pivot ke iGaming dinilai sebagai langkah rasional.

Di tengah lesunya pasar NFT, langkah ini menjadi sinyal bahwa pemain besar pun harus beradaptasi untuk bertahan.

Bagi industri kripto, perubahan arah Magic Eden menjadi pengingat bahwa inovasi dan fleksibilitas model bisnis adalah kunci keberlanjutan di pasar yang terus berubah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Vibe Coding AI Bisa Percepat Roadmap Ethereum

Founder Ethereum Vitalik Buterin kembali memantik diskusi hangat di komunitas kripto setelah menyatakan bahwa konsep “vibe coding” dengan kecerdasan buatan (AI) berpotensi mempercepat roadmap pengembangan Ethereum secara signifikan.

Menurut Vitalik sebagaimana dikutip dari Cointelegraph pada Selasa (3/3), pemanfaatan AI dalam proses penulisan kode memungkinkan pengembang bergerak jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kode yang dihasilkan AI saat ini masih rentan terhadap bug kritis dan memerlukan pengawasan ketat.

Apa Itu ‘Vibe Coding’?

Istilah “vibe coding” merujuk pada pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan AI untuk menghasilkan kode secara cepat berdasarkan instruksi atau konteks tertentu.

Alih-alih menulis kode baris demi baris secara manual, pengembang dapat memanfaatkan model AI untuk mempercepat proses pembangunan fitur.

Dalam konteks Ethereum, hal ini berarti percepatan dalam pengembangan fitur-fitur penting seperti smart accounts, peningkatan skalabilitas, serta optimasi layer-2.

Namun, percepatan ini datang dengan konsekuensi. Vitalik menekankan bahwa kualitas dan keamanan tetap menjadi tantangan utama.

AI Percepat, Tapi Risiko Bug Masih Tinggi

Vitalik secara terbuka mengakui bahwa banyak kode yang dihasilkan AI saat ini masih mengandung bug serius, terutama dalam sistem kompleks seperti blockchain yang tidak mentoleransi kesalahan kecil sekalipun.

Karena itu, ia menyarankan agar komunitas pengembang mengalihkan fokus AI bukan hanya untuk menulis kode, tetapi juga untuk memperkuat keamanan melalui pembuatan test-case dalam jumlah besar serta verifikasi formal.

Pendekatan ini dinilai lebih strategis: AI digunakan untuk mempercepat pengujian dan meningkatkan ketahanan sistem sebelum implementasi ke mainnet.

Dampak pada Roadmap Ethereum

Jika tren percepatan ini berlanjut, roadmap Ethereum berpotensi melaju lebih cepat dari jadwal awal. Artinya, fitur-fitur canggih yang selama ini ditunggu pasar bisa hadir lebih cepat dari ekspektasi.

Tim Research Tokocrypto melihat perkembangan ini sebagai katalis besar bagi ekosistem Ethereum.

“AI bukan lagi sekadar alat bantu, tapi mesin utama yang bakal ngerubah fundamental pengembangan blockchain. Percepatan roadmap Ethereum berarti adopsi fitur-fitur canggih (kayak smart accounts) bakal dateng lebih cepet dari ekspektasi pasar. Ini katalis besar buat efisiensi jaringan di masa depan,” kata Tim Research Tokocrypto.

Smart accounts, misalnya, berpotensi menyederhanakan pengalaman pengguna melalui fitur seperti pemulihan akun tanpa seed phrase, pembayaran gas dengan token selain ETH, hingga sistem keamanan berbasis logika kustom.

Efisiensi dan Kompetisi Blockchain

Dalam lanskap blockchain yang sangat kompetitif, kecepatan inovasi menjadi faktor krusial.

Ethereum selama ini dikenal sebagai jaringan dengan keamanan tinggi, tetapi terkadang dianggap lambat dalam implementasi pembaruan besar karena proses audit yang ketat.

Dengan dukungan AI, proses pengembangan bisa menjadi lebih efisien tanpa harus mengorbankan keamanan, selama mekanisme pengujian dan verifikasi tetap diperkuat.

Jika Ethereum berhasil mengintegrasikan AI secara efektif dalam pipeline pengembangannya, hal ini dapat memperkuat posisinya sebagai infrastruktur utama Web3, sekaligus meningkatkan daya saing terhadap jaringan layer-1 lain.

Tantangan Keamanan Tetap Jadi Fokus

Meski optimistis, Vitalik tetap menekankan bahwa keamanan tidak boleh dikompromikan.

Blockchain adalah sistem keuangan terbuka yang mengelola miliaran dolar aset digital, sehingga kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

Penggunaan AI untuk membuat lebih banyak skenario uji (stress test), simulasi serangan, dan verifikasi formal dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko tersebut.

Pendekatan ini juga sejalan dengan tren global di industri teknologi, di mana AI tidak hanya digunakan untuk produktivitas, tetapi juga untuk meningkatkan keamanan sistem.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

Pernyataan Vitalik Buterin tentang “vibe coding” menegaskan bahwa AI akan memainkan peran sentral dalam masa depan pengembangan blockchain.

Meski kode AI saat ini belum sempurna, potensi percepatan roadmap Ethereum sangat nyata.

Dengan strategi yang tepat untuk menggabungkan percepatan pengembangan dan penguatan keamanan, Ethereum berpeluang menghadirkan inovasi lebih cepat dari ekspektasi pasar.

Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa integrasi AI dalam blockchain bukan lagi sekadar wacana, melainkan bagian dari transformasi fundamental yang sedang berlangsung.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Buterin Perkenalkan EIP-8141, Siap Ubah UX Ethereum

Pendiri Ethereum Vitalik Buterin kembali mengguncang ekosistem kripto dengan proposal terbaru bertajuk EIP-8141.

Proposal ini disebut-sebut sebagai langkah besar menuju implementasi account abstraction penuh di jaringan Ethereum.

Melalui konsep baru bernama “Frame Transactions”, dompet kripto tak lagi sekadar alat penyimpanan private key, melainkan dapat berfungsi sebagai program yang mampu melakukan batching atau penggabungan beberapa transaksi sekaligus dalam satu eksekusi.

Langkah ini dinilai sebagai revolusi pengalaman pengguna (user experience/UX) terbesar dalam sejarah Ethereum.

Baca Juga: Vitalik Usul Fitur Baru untuk Amankan Wallet Ethereum

Apa Itu EIP-8141 dan Frame Transactions?

EIP-8141 merupakan pengembangan lanjutan dari visi account abstraction, yaitu konsep yang memisahkan logika akun dari mekanisme bawaan jaringan.

Dalam model tradisional Ethereum, akun pengguna (Externally Owned Account/EOA) bergantung pada private key dan wajib membayar gas fee menggunakan ETH.

Melalui proposal ini, dompet dapat diprogram layaknya smart contract.

Artinya, pengguna bisa mengatur logika transaksi sesuai kebutuhan—mulai dari limit spending, otorisasi multi-tanda tangan, hingga batching beberapa aksi dalam satu klik.

Menurut laporan BeInCrypto, konsep “Frame Transactions” memungkinkan serangkaian aksi, seperti swap token, staking, dan transfer, dilakukan sekaligus tanpa perlu menandatangani setiap transaksi secara terpisah.

Hal ini berpotensi memangkas kompleksitas interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Bayar Gas Tak Harus Pakai ETH

Salah satu fitur paling menarik dari EIP-8141 adalah dukungan terhadap mekanisme “paymaster contracts”. Dengan fitur ini, pengguna dapat membayar biaya gas menggunakan token selain ETH.

Tim Research Tokocrypto menilai pembaruan ini sebagai langkah revolusioner bagi adopsi ritel.

“Ini perombakan UX terbesar Ethereum. Dengan ‘paymaster’ contracts, user bisa bayar gas pake token lain. Ethereum mau hapus kerumitan private key & gas fee ETH buat retail,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Jika diterapkan secara luas, mekanisme ini akan menghilangkan salah satu hambatan terbesar bagi pengguna baru: kebutuhan memiliki ETH hanya untuk membayar biaya transaksi.

Dampak bagi Adopsi dan Ekosistem DeFi

Account abstraction penuh dapat menjadi katalis besar bagi pertumbuhan ekosistem Ethereum, khususnya sektor DeFi, NFT, dan Web3 secara umum.

Selama ini, kompleksitas pengelolaan private key dan gas fee menjadi tantangan utama adopsi massal. Banyak pengguna awam kesulitan memahami konsep seed phrase, signing transaction, hingga manajemen gas.

Dengan dompet yang lebih fleksibel dan programable, Ethereum berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih mendekati aplikasi Web2, di mana pengguna cukup berinteraksi tanpa perlu memahami detail teknis di balik layar.

Selain itu, batching transaksi juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya dan waktu eksekusi, terutama di jaringan layer-2 yang sudah mengadopsi solusi skalabilitas.

Persaingan Blockchain dan Strategi Ethereum

Langkah ini juga mencerminkan strategi Ethereum untuk tetap kompetitif di tengah persaingan ketat dengan jaringan layer-1 lain yang menawarkan UX lebih sederhana.

Beberapa blockchain alternatif telah lama mengusung kemudahan transaksi tanpa kompleksitas gas seperti di Ethereum.

Dengan EIP-8141, Ethereum menunjukkan komitmennya untuk berevolusi tanpa mengorbankan desentralisasi dan keamanan.

Jika proposal ini diimplementasikan, Ethereum dapat memperkuat posisinya sebagai infrastruktur utama Web3 yang ramah pengguna sekaligus tetap modular dan fleksibel.

Tantangan Implementasi

Meski menjanjikan, implementasi account abstraction penuh bukan tanpa tantangan. Perubahan mendasar pada struktur akun membutuhkan pengujian keamanan ketat agar tidak membuka celah eksploitasi baru.

Selain itu, integrasi dengan wallet provider, bursa, serta protokol DeFi juga memerlukan adaptasi bertahap.

Namun, dengan rekam jejak Ethereum dalam melakukan upgrade besar seperti The Merge dan pembaruan skalabilitas lainnya, komunitas optimistis bahwa transisi ini dapat berjalan mulus.

Baca Juga: ETH Naik ke $2.092, Vitalik Tegaskan L2 Bukan Sekadar Solusi Scaling

Outlook Jangka Panjang

EIP-8141 berpotensi menjadi tonggak sejarah dalam evolusi Ethereum.

Dengan menghadirkan fleksibilitas dompet, pembayaran gas lintas token, dan batching transaksi, Ethereum semakin mendekati visi sebagai platform global untuk aplikasi terdesentralisasi yang mudah digunakan.

Jika berhasil diimplementasikan, upgrade ini bisa membuka gelombang adopsi baru, terutama dari pengguna ritel yang sebelumnya terhambat kompleksitas teknis.

Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini patut dipantau sebagai indikator arah inovasi Ethereum dalam mempertahankan dominasinya di dunia blockchain.






Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $68.110, Momentum Bullish?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menguat ke level $68.110,56 per koin, naik 2,03% dalam 24 jam terakhir menurut data dari Tokocrypto pada Selasa (3/3).

Kenaikan ini memperpanjang tren positif mingguan yang kini mencatatkan apresiasi 7,65% dalam tujuh hari terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,36 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $54,8 miliar, Bitcoin kembali menunjukkan dominasi kuat sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Pergerakan 24 Jam: Uji Level US$70.000

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga $65.303,14 hingga $70.044,00.

Level tertinggi harian tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin sempat menembus area psikologis $70.000 sebelum mengalami sedikit koreksi.

Kenaikan harian hampir 2% menandakan adanya minat beli yang cukup solid, meskipun dalam satu jam terakhir harga terkoreksi tipis sebesar 0,48%.

Fluktuasi ini mencerminkan aksi ambil untung jangka pendek setelah reli cepat mendekati resistance kunci. Secara teknikal, area $70.000 kini menjadi resistance penting.

Jika mampu ditembus dengan volume besar, BTC berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $72.000–$75.000. Sebaliknya, support terdekat berada di kisaran $65.000.

Tren Jangka Menengah Masih Dalam Fase Pemulihan

Meski performa harian dan mingguan terlihat positif, data jangka menengah menunjukkan Bitcoin masih dalam fase pemulihan dari koreksi sebelumnya.

Dalam 30 hari terakhir, BTC masih tercatat turun 13,50%. Bahkan dalam 60 hari dan 90 hari terakhir, penurunan masing-masing mencapai 23,09% dan 27,03%.

Hal ini menandakan bahwa reli saat ini berpotensi menjadi fase recovery rally setelah tekanan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagai pengingat, rekor harga tertinggi Bitcoin berada di level $126.198,07.

Dibandingkan dengan level tersebut, harga saat ini masih berada jauh di bawah puncaknya, sehingga ruang pemulihan jangka panjang masih terbuka.

Fundamental Tetap Kuat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental, struktur pasokan Bitcoin tetap menjadi daya tarik utama. Saat ini, suplai beredar telah mencapai 20 juta BTC atau sekitar 95,22% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dengan sisa kurang dari 1 juta BTC yang belum ditambang, narasi kelangkaan (scarcity) semakin menguat. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) tercatat di $1,43 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

Likuiditas yang tinggi, tercermin dari volume transaksi $54,7 miliar dalam 24 jam, juga menunjukkan partisipasi pasar yang aktif.

Sentimen Pasar dan Outlook

Kenaikan 7,65% dalam tujuh hari terakhir mengindikasikan pergeseran sentimen jangka pendek ke arah yang lebih positif. Investor mulai kembali masuk setelah fase koreksi panjang.

Namun, volatilitas tetap menjadi faktor utama. Koreksi intraday setelah menyentuh $70.000 menandakan adanya tekanan jual di area resistance.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat antara lain:

  • Kemampuan BTC menembus dan bertahan di atas $70.000
  • Volume beli yang konsisten di atas rata-rata
  • Stabilitas sentimen pasar makro dan arus dana institusional

Jika momentum bullish berlanjut, Bitcoin berpotensi membentuk struktur higher high baru dalam jangka pendek.

Namun jika gagal mempertahankan level saat ini, konsolidasi di kisaran US$65.000–US$68.000 kemungkinan terjadi sebelum arah selanjutnya ditentukan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound ke $67.141, Bisa Bertahan?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin kembali menunjukkan kekuatan dengan kenaikan 2,03% ke $68.110.

Dengan kapitalisasi pasar $1,36 triliun dan volume perdagangan tinggi, minat pasar terlihat kembali meningkat.

Meski tren jangka menengah masih dalam fase pemulihan, momentum mingguan yang positif membuka peluang bagi BTC untuk menguji kembali area US$70.000 dan melanjutkan reli.

Bagi investor, level support $65.000 dan resistance $70.000 menjadi titik krusial yang perlu dipantau dalam beberapa hari ke depan. Manajemen risiko tetap penting mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com