Tag Archives: kripto

Bitcoin Rebound $73K, Reli Lanjut?

Situasi pasar kripto, hari ini Kamis (5/3), Bitcoin melanjutkan reli dan menembus level $73.000, mencatat harga tertinggi dalam beberapa minggu terakhir. Penguatan ini didorong arus masuk ETF AS yang solid serta kembalinya minat beli investor seiring membaiknya likuiditas dan volume perdagangan. Sejumlah kripto utama pun ikut terapresiasi di kisaran 5%–8%, menandakan sentimen pasar yang kembali kondusif.

Seiring lonjakan BTC, beberapa altcoin mencuri perhatian. MANTRA melonjak 41% ke $0,02374, PHA naik 30% ke $0,049049, dan RIF menguat 16% ke $0,03616. Kenaikan tajam ini mencerminkan rotasi modal ke aset berisiko lebih tinggi saat momentum bullish kembali menguat. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Saat Bitcoin Tembus $73.000

  • MANTRA naik tajam 41% hingga mencapai level $0,02374.
  • PHA melesat 30% dan kini menyentuh angka $0,049049.
  • RIF menguat 16% ke posisi harga saat ini $0,03616.

Bitcoin Tembus $73.000 Berkat Arus ETF dan Aksi Beli

  • Bitcoin sentuh level tertinggi beberapa minggu terakhir di dekat $73.000.
  • ETF AS catat arus masuk kuat saat pendanaan dan minat pasar pulih.
  • Kripto utama naik 5%–8% seiring membaiknya likuiditas dan volume pasar.

Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

Prospek Dogecoin Saat BTC Tembus $73.000

  • Dogecoin melonjak 15% mengikuti kenaikan Bitcoin.
  • Pasar pulih, BTC dan ETH naik signifikan.
  • Dogecoin tembus $0,10, incar resistance $0,15.

Prediksi XRP: Reli Kripto Berkat Damai Iran-AS

  • XRP melonjak 7% ikuti optimisme pasar.
  • Arus ETF $7,53 juta dongkrak kepercayaan institusi.
  • Pasar berpotensi tembus resistensi $1,50.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Feb 2026: Bitcoin Menghijau!, We Are So Back?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Dekati US$70.000, Konflik Timur Tengah Jadi Penentu Arah

Pergerakan harga Bitcoin kembali mendekati level US$70.000, namun dinamika pasar kripto saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global, khususnya ketegangan di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz yang mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dunia mendorong harga minyak melonjak di atas US$77 per barel dan memicu tekanan baru di pasar keuangan global.

Dalam kondisi ini, Bitcoin yang diperdagangkan di kisaran US$69.500 dinilai bukan lagi faktor utama penggerak pasar. Sebaliknya, aset kripto terbesar tersebut menjadi bagian dari reaksi pasar terhadap guncangan makro yang dipicu oleh krisis energi dan risiko inflasi.

Dampak Makro Dominasi Pasar

Dilaporkan Crypto Quant, penutupan jalur strategis Selat Hormuz berpotensi meningkatkan biaya logistik global dan memperkuat tekanan inflasi. Kondisi tersebut membuat kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) semakin kecil dalam waktu dekat.

Tanpa katalis berupa pelonggaran kebijakan moneter, analis menilai fase pasar bearish berpotensi bertahan lebih lama. Faktor makro ini saat ini menjadi variabel utama yang membatasi pemulihan harga aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau premium AS tetap negatif, reli cenderung rapuh dan lebih reaktif ke headline makro dibanding arus struktural.

“Trigger pembalikan tren yang lebih nyata kemungkinan butuh kombinasi stabilisasi geopolitik + kelegaan ekspektasi rate cuts,” jelasnya.

Baca juga: Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

Aliran Dana On-Chain Terbatas

Di tengah tekanan makro tersebut, data on-chain menunjukkan arus masuk stablecoin sebesar US$2,06 miliar dalam sepekan terakhir. Rinciannya meliputi USDT sebesar US$1,06 miliar, USDC US$993 juta, dan DAI sekitar US$4,1 juta.

Meski terlihat signifikan, jumlah tersebut dinilai masih terlalu kecil untuk memicu reli pasar secara mandiri. Selain itu, indikator Coinbase Premium Index berada di level negatif -0,0276, menandakan minimnya permintaan dari investor institusi di Amerika Serikat.

Sementara itu, arus dana ke ETF Bitcoin spot di AS tercatat sekitar US$787,4 juta. Namun sebagian besar aliran dana ini terjadi sebelum eskalasi konflik, sehingga saat ini ETF lebih berfungsi sebagai penahan tekanan jual dibanding pendorong kenaikan harga.

Peran Investor Besar dan Level Kunci

Data on-chain juga menunjukkan perbedaan perilaku antara kelompok investor. Indikator Coin Days Destroyed yang mencapai 10,03 juta menandakan bahwa pemegang jangka panjang (long-term holders) belum melakukan aksi jual signifikan. Kelompok ini justru dianggap sebagai penopang struktural pasar.

Di sisi lain, indikator Exchange Whale Ratio berada di level 0,53 yang mengindikasikan potensi tekanan jual dari investor besar di area resistance US$70.000.

Pelaku pasar kini memantau level support penting di US$64.000, sementara area US$60.000 menjadi zona perlindungan kuat dari pasar opsi atau dikenal sebagai “put wall”.

Ke depan, arah pasar kripto diperkirakan tetap bergantung pada dua faktor utama, yakni stabilitas geopolitik dan meredanya tekanan inflasi global. Tanpa perubahan pada kedua faktor tersebut, potensi pembalikan tren besar pada Bitcoin dinilai masih terbatas dalam waktu dekat.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Transaksi Kripto RI Turun ke Rp29 Triliun, OJK Ungkap Penyebabnya

Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mengalami penurunan pada awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total transaksi kripto selama Januari 2026 mencapai Rp29,24 triliun, turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Dilaporkan Tempo, penurunan ini tercatat sebesar 10,53 persen secara bulanan dari posisi Desember 2025 yang mencapai Rp32,68 triliun. OJK menyebut pelemahan tersebut sejalan dengan tren penurunan harga sejumlah aset kripto utama di pasar global.

Penurunan Sejalan dengan Harga Global

Pejabat sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan bahwa pelemahan nilai transaksi terjadi seiring koreksi harga kripto di tingkat global.

“Ini sejalan dengan tren penurunan harga sejumlah aset kripto utama di kawasan global,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Meskipun nilai transaksi menurun, OJK menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk kripto, masih tetap terjaga.

Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK. Sumber: Antara.
Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK. Sumber: Antara.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan ini mencerminkan trend global di mana investor cenderung wait-and-see di midst ketidakpastian ekonomi.

“Koreksi harga Bitcoin dan aset kripto utama mempengaruhi sentiment pasar Indonesia,” analisanya.

Baca juga: Indonesia Masuk Era Transparansi Kripto, DJP Gandeng 117 Negara

Jumlah Investor dan Aset Terus Bertambah

Data OJK menunjukkan jumlah konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 20,70 juta pengguna pada Februari 2026. Angka ini meningkat 2,56 persen dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 20,19 juta konsumen.

Dari sisi aset, terdapat 1.457 aset kripto dan 127 aset derivatif aset keuangan digital (AKD) yang dapat diperdagangkan di pasar domestik.

Sementara itu, transaksi derivatif AKD juga mengalami penurunan. Nilai transaksi pada Januari tercatat Rp8,01 triliun, turun 6,88 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai Rp8,60 triliun.

29 Entitas Kripto Sudah Berizin, Termasuk Tokocrypto

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

OJK juga melaporkan bahwa hingga saat ini telah memberikan persetujuan perizinan kepada 29 entitas dalam ekosistem perdagangan kripto di Indonesia.

Entitas tersebut terdiri dari satu bursa kripto, satu lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, dua kustodian, serta 25 pedagang aset keuangan digital. Selain itu, OJK juga menyetujui delapan lembaga penunjang yang mencakup enam penyedia jasa pembayaran dan dua bank penyimpan dana konsumen.

Di sisi lain, OJK masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah permohonan izin baru yang mencakup dua calon bursa kripto, dua lembaga kliring, dua kustodian, empat calon pedagang aset kripto, serta satu penyedia jasa pembayaran.

Sepanjang Februari 2026, OJK juga menjatuhkan sanksi administratif berupa peringatan tertulis kepada empat penyelenggara di sektor inovasi teknologi keuangan dan aset kripto karena melanggar ketentuan yang berlaku.

Meski aktivitas transaksi sempat melemah, pertumbuhan jumlah pengguna dan penguatan regulasi menunjukkan bahwa ekosistem kripto di Indonesia masih terus berkembang.

Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Likuiditas Menyusut, XRP Bisa Bergerak Lebih Liar di Pasar

Likuiditas XRP di bursa kripto Binance dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru dari XRP Binance 30-Day Liquidity Index menunjukkan penurunan signifikan dalam aktivitas perdagangan relatif terhadap suplai yang tersedia di platform tersebut.

Indeks likuiditas saat ini berada di sekitar 0,097, sementara tingkat turnover 30 hari tercatat sekitar 7,02 miliar XRP. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, menandakan perlambatan aktivitas perdagangan XRP di salah satu bursa terbesar dunia.

Penurunan Aktivitas Sejak 2025

Dilaporkan BeInCrypto, indeks ini mengukur rasio antara volume perputaran token selama 30 hari dengan total suplai yang tersedia di platform. Dengan metode tersebut, indikator mampu menggambarkan tingkat aktivitas perdagangan relatif terhadap cadangan aset di bursa.

Pada periode 2022 hingga 2024, indeks likuiditas XRP sempat menunjukkan lonjakan kuat dengan nilai yang melampaui angka 3. Saat itu, volume turnover bahkan mendekati 180 hingga 240 miliar XRP.

Fase tersebut mencerminkan lingkungan perdagangan yang sangat aktif dengan spekulasi tinggi dan likuiditas yang kuat di pasar.

Namun kondisi mulai berubah sepanjang 2025. Aktivitas perdagangan mengalami penurunan bertahap, membuat indeks likuiditas turun di bawah 1 dan akhirnya mencapai level sangat rendah seperti saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, likuiditas yang rendah bisa menyebabkan volatilitas tinggi.

“Jika holder mulai distribusi, harga bisa mengalami tekanan jual signifikan,” katanya.

Baca juga: 83,7% Suplai XRP Dikuasai Whales, Harga di Ujung Penentuan?

Sensitivitas Harga Bisa Meningkat

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan likuiditas tidak selalu berarti harga akan langsung melemah. Namun, kondisi ini menunjukkan bahwa kecepatan perputaran suplai di bursa sedang menurun.

Dalam lingkungan likuiditas rendah, pergerakan harga cenderung menjadi lebih sensitif terhadap arus masuk atau keluar dana dalam jumlah besar. Artinya, transaksi berskala besar dapat memicu perubahan harga yang lebih tajam dibandingkan kondisi pasar yang sangat likuid.

Dengan indeks likuiditas yang kini berada di level terendah dalam beberapa tahun, pasar XRP dinilai berada dalam fase menunggu. Jika aktivitas perdagangan kembali meningkat dan turnover melonjak, perubahan tersebut dapat dengan cepat memengaruhi dinamika harga di pasar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Jual Solana Meningkat, Level US$77 Jadi Penentu Nasib Harga

Harga Solana (SOL) menghadapi tekanan jual yang semakin kuat setelah arus masuk ke bursa meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Jika level support penting di US$77 ditembus, analis memperingatkan bahwa harga SOL berpotensi turun hingga 38%.

Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar US$83 dan masih bergerak dalam rentang konsolidasi antara US$77 hingga US$87 selama beberapa minggu terakhir. Namun indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan risiko penurunan yang semakin besar.

Profit Holder Jangka Pendek Naik

Dilaporkan BeInCrypto, salah satu sinyal yang memicu kekhawatiran berasal dari indikator LTH vs STH Net Unrealized Profit/Loss (NUPL). Data menunjukkan keuntungan yang belum direalisasikan milik holder jangka pendek (short-term holders/STH) terus meningkat sejak Februari.

Kelompok investor ini dikenal cenderung menjual lebih cepat ketika berada dalam posisi profit. Kenaikan profit STH dapat memicu tekanan jual tambahan di pasar.

Sebaliknya, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) belum menunjukkan peningkatan profit yang signifikan. Kondisi ini berarti dukungan stabilisasi dari investor jangka panjang relatif terbatas.

Jika LTH ikut melakukan aksi jual, tekanan terhadap harga Solana dapat meningkat lebih tajam.

Baca juga: Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar

Arus Masuk ke Bursa Menguat

Indikator Exchange Net Position Change juga menunjukkan tren kenaikan arus masuk SOL ke bursa selama empat minggu terakhir. Peningkatan inflow ke bursa sering dianggap sebagai sinyal bahwa investor mempersiapkan penjualan.

Kombinasi meningkatnya profit holder jangka pendek dan arus masuk ke bursa memperkuat sentimen bearish terhadap Solana dalam jangka pendek.

Jika tren ini berlanjut, tekanan jual dapat semakin memperbesar kemungkinan penurunan harga.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika outflow bursa tidak berubah, potensi likuidasi jangka pendek meningkat. Level $77 harus defended agar tidak terjadi cascade selling.

Pola Bearish Flag Muncul

Secara teknikal, grafik Solana menunjukkan pola bearish flag, pola lanjutan yang sering mengindikasikan penurunan lanjutan setelah fase konsolidasi.

Jika harga turun di bawah support US$77, pola ini dapat mengarah pada penurunan sekitar 38%, dengan target harga di area US$51. Sebelum mencapai level tersebut, SOL kemungkinan akan menguji support di US$64 dan US$57.

Penurunan lebih lanjut bahkan dapat membawa harga menuju US$45 jika tekanan jual semakin kuat.

Namun skenario bearish ini dapat dibatalkan jika sentimen pasar berubah. Jika SOL berhasil menembus resistance di US$88 dan US$96, harga berpotensi kembali naik menuju US$100 dan mencetak level tertinggi bulanan.

Untuk saat ini, level US$77 menjadi batas krusial yang akan menentukan apakah Solana mampu mempertahankan konsolidasi atau memasuki fase penurunan yang lebih dalam.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasokan Ethereum di Bursa Menyusut Drastis, Apa Dampaknya ke Harga?

Aktivitas penarikan Ethereum (ETH) dari bursa kripto melonjak tajam sepanjang Februari 2026. Data terbaru menunjukkan total penarikan mencapai sekitar 31,6 juta ETH, menjadi angka tertinggi sejak November tahun lalu.

Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku investor sekaligus menandakan pergeseran dinamika suplai Ethereum di bursa terpusat (centralized exchanges). Ketika aset dipindahkan keluar dari bursa, jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung menjadi lebih terbatas.

Binance Pimpin Arus Penarikan

Dari sisi bursa, Binance mencatat volume penarikan terbesar dengan sekitar 14,45 juta ETH, hampir setengah dari total arus keluar. Dominasi ini mencerminkan posisi Binance sebagai bursa dengan likuiditas terbesar, sehingga aktivitas besar sering terpusat di platform tersebut saat terjadi perubahan struktur pasar.

Dilaporkan Crypto Quant, OKX menempati posisi kedua dengan penarikan sekitar 3,83 juta ETH. Sementara itu, Kraken berada di peringkat ketiga dengan total sekitar 1,04 juta ETH yang ditarik selama periode yang sama.

Konsentrasi aktivitas pada bursa besar seperti Binance, OKX, dan Kraken menunjukkan bahwa pergerakan dana skala besar sedang terjadi di ekosistem Ethereum.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Penarikan masif dari exchange bisa mendahului rally harga karena berkurangnya supply di bursa.

“Monitor apakah tren ini berlanjut untuk sinyal bullish,” jelasnya.

Sinyal Perubahan Dinamika Pasar

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penarikan aset dalam jumlah besar biasanya diartikan sebagai perpindahan dana ke dompet pribadi atau cold storage. Langkah ini sering diasosiasikan dengan strategi penyimpanan jangka panjang atau reposisi portofolio oleh investor.

Ketika arus keluar terjadi pada level harga yang sensitif, pergerakan tersebut dapat mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang atau strategi pengurangan eksposur perdagangan jangka pendek.

Dengan total penarikan lebih dari 31 juta ETH, pasar kini berada pada titik penting. Jika tren ini berlanjut, pasokan Ethereum di bursa dapat semakin menyusut, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan antara penawaran dan permintaan dalam waktu mendatang.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Menguat 0,80% Saat Pasar Lesu, Kenaikan Rapuh?

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan tipis 0,80% dalam 24 jam terakhir ke level $0,172, menurut catatan Coinmarketcap pada Rabu (4/3).

Penguatan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung datar hingga melemah, di mana Bitcoin justru turun sekitar 0,55% dan total kapitalisasi pasar kripto menyusut 0,61%.

Kenaikan Pi yang bergerak berlawanan arah dengan Bitcoin ini menunjukkan adanya aliran beli independen.

Namun, tanpa dukungan volume yang besar atau katalis fundamental yang jelas, reli ini dinilai masih tetap rapuh.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Naik 1,33% ke $0,171, Ikuti Reli Pasar Kripto

Kenaikan Terjadi di Tengah Volume Tipis

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Pi tercatat sebesar $11,27 juta, turun sekitar 8,77% dibanding hari sebelumnya. Artinya, meskipun harga naik, partisipasi pasar justru melemah.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan harga tidak didorong oleh lonjakan minat besar-besaran, melainkan kemungkinan akibat pembelian dalam kondisi likuiditas tipis (thin market).

Dalam situasi seperti ini, pergerakan harga relatif mudah terdorong naik atau turun dengan volume yang relatif kecil.

Secara teknikal, kenaikan tanpa dukungan volume sering kali tidak memiliki daya tahan kuat.

Pasar cenderung membutuhkan konfirmasi berupa peningkatan volume signifikan untuk memastikan momentum bullish yang berkelanjutan.

Level volume di atas $15 juta dinilai sebagai ambang awal untuk menunjukkan keyakinan beli yang lebih solid.

Tidak Ada Katalis Spesifik

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dari data yang tersedia, tidak terlihat adanya berita, pembaruan ekosistem, ataupun faktor eksternal yang secara langsung memicu kenaikan harga Pi. Tidak ada pula rotasi sektor besar di pasar altcoin yang bisa menjelaskan lonjakan tersebut.

Absennya katalis fundamental membuat kenaikan ini tampak sebagai pergerakan teknikal semata.

Dalam kondisi pasar kripto yang masih diliputi sentimen hati-hati, terutama dengan indeks ketakutan (fear index) berada di level tinggi, pergerakan tanpa dukungan narasi kuat biasanya rentan terhadap aksi ambil untung cepat.

Dengan kata lain, reli kecil ini belum mencerminkan perubahan tren.

Struktur Harga Masih Konsolidasi

Secara teknikal, Pi saat ini bergerak dalam rentang sempit antara support $0,168 dan resistance $0,175. Struktur ini menunjukkan fase konsolidasi, di mana pasar masih mencari arah berikutnya.

Level yang perlu diperhatikan dalam 24–48 jam ke depan:

  • Support kunci: $0,168
  • Resistance terdekat: $0,175
  • Target bawah jika breakdown: $0,16

Jika harga mampu bertahan di atas $0,168, peluang untuk menguji kembali area $0,175 cukup terbuka. Namun, jika support tersebut ditembus, tekanan jual bisa mendorong harga turun cepat ke kisaran $0,16.

Dalam kondisi konsolidasi seperti ini, arah pergerakan berikutnya sangat bergantung pada munculnya katalis baru atau lonjakan volume signifikan.

Decoupling dari Bitcoin: Sinyal Positif atau Sementara?

Salah satu aspek menarik dari pergerakan ini adalah decoupling sementara dari Bitcoin. Ketika BTC melemah, Pi justru mencatat kenaikan tipis.

Meski terdengar positif, decoupling dalam volume rendah belum tentu mencerminkan kekuatan fundamental. Bisa jadi ini hanya fluktuasi jangka pendek dalam pasar dengan likuiditas terbatas.

Untuk mengonfirmasi bahwa Pi benar-benar menunjukkan kekuatan relatif, diperlukan:

  1. Breakout tegas di atas $0,175.
  2. Volume meningkat secara konsisten di atas rata-rata harian.
  3. Stabilitas harga di atas resistance yang berhasil ditembus.

Tanpa faktor-faktor tersebut, kenaikan ini masih berisiko menjadi false breakout atau sekadar pantulan teknikal ringan.

Netral Cenderung Konsolidatif

Dalam jangka pendek, prospek Pi dapat dikategorikan sebagai netral. Tidak ada sinyal kuat yang menunjukkan pembalikan tren besar, namun juga belum ada tekanan jual agresif.

Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh dinamika volume dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Jika pasar global tetap berhati-hati dan tidak muncul katalis baru, Pi kemungkinan akan terus bergerak sideways dalam kisaran sempit.

Baca Juga: Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

Kenaikan 0,80% Pi ke $0,172 mencerminkan pembelian independen di tengah pasar kripto yang cenderung melemah.

Namun, dengan volume perdagangan yang justru menurun dan tanpa katalis jelas, reli ini masih tergolong rapuh.

Level $0,168 menjadi kunci pertahanan jangka pendek, sementara $0,175 menjadi gerbang menuju momentum bullish lanjutan.

Tanpa lonjakan volume dan dorongan fundamental, Pi kemungkinan tetap berada dalam fase konsolidasi dalam waktu dekat.

Investor disarankan memantau pergerakan volume sebagai indikator utama sebelum mengambil keputusan strategis.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Rebound Tipis ke Level $68.284

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $68.284,07 per BTC, mencatat kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (4/3), BTC menguat sekitar +0,37% hingga +0,61% dalam sehari, menunjukkan adanya upaya rebound meski tekanan jangka menengah masih terasa.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,36 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan dominasi suplai yang telah mencapai 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 4 Maret 2026: Bitcoin Kembali Tunjuk Kekuatan

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga terendah $66.237,61 hingga level tertinggi di $68.978,02.

Rentang volatilitas ini mencerminkan tekanan beli yang mulai muncul setelah harga sempat mendekati area support $66 ribuan.

Volume perdagangan harian tercatat di kisaran $49,56 miliar hingga $50,39 miliar, menunjukkan likuiditas pasar yang masih cukup solid.

Perubahan harga jangka pendek menunjukkan momentum positif:

  • 1 jam: +0,65%
  • 24 jam: +0,37%
  • 7 hari: +5,05%

Kenaikan mingguan sebesar 5% mengindikasikan adanya fase pemulihan teknikal setelah tekanan jual dalam beberapa bulan terakhir.

Tekanan 30–90 Hari Masih Terasa

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski BTC menunjukkan penguatan jangka pendek, tren 30 hingga 90 hari terakhir masih berada dalam fase koreksi:

  • 30 hari: -9,46% (-$7.127,25)
  • 60 hari: -24,21% (-$21.795,46)
  • 90 hari: -26,63% (-$24.755,17)

Penurunan hampir 27% dalam tiga bulan terakhir mencerminkan tekanan makro dan aksi ambil untung pasca reli sebelumnya.

Namun, stabilisasi di area $68 ribuan membuka peluang terbentuknya basis harga baru jika support mampu dipertahankan.

Kapitalisasi Pasar dan Fundamental

Bitcoin saat ini memiliki:

  • Kapitalisasi pasar: $1,364 triliun
  • Kapitalisasi terdilusi penuh (FDV): $1,432 triliun
  • Sirkulasi pasokan: 20 juta BTC (95,23% dari total maksimum)

Dengan hanya sekitar 1 juta BTC tersisa untuk ditambang, struktur suplai Bitcoin semakin ketat. Secara fundamental, hal ini memperkuat narasi kelangkaan (scarcity) jangka panjang.

Rekor harga tertinggi (All-Time High) Bitcoin sebelumnya berada di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih berada jauh di bawah puncaknya.

Ini berarti, secara historis, Bitcoin masih memiliki ruang pemulihan asalkan siklus bullish kembali terbentuk.

Analisa Teknis Singkat

Secara teknikal, area $66.000–$67.000 kini menjadi support penting jangka pendek. Jika BTC mampu bertahan di atas zona ini, potensi pengujian ulang resistance di $69.000–$70.000 terbuka lebar.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah $66.000, pasar bisa kembali menguji support psikologis di kisaran $64.000.

Volume yang tetap tinggi menunjukkan bahwa pelaku pasar masih aktif, sehingga pergerakan selanjutnya kemungkinan akan dipicu oleh sentimen makro, arus ETF, atau katalis eksternal lainnya.

Rebound atau Dead Cat Bounce?

Kenaikan 5% dalam sepekan terakhir memberi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda. Namun, dengan koreksi hampir 27% dalam 90 hari terakhir, pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar.

Untuk mengonfirmasi pembalikan tren (trend reversal), BTC perlu menembus dan bertahan di atas $70.000 yang disertai peningkatan volume beli berkelanjutan dan mendapat dukungan sentimen makro positif.

Tanpa konfirmasi ketiga faktor tersebut, kenaikan saat ini bisa dikategorikan sebagai rebound teknikal jangka pendek.

Baca Juga: Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin stabil di kisaran $68.284 dengan penguatan harian tipis dan kenaikan mingguan 5%.

Meski tekanan 30–90 hari terakhir masih membayangi, struktur suplai yang semakin ketat dan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun menegaskan posisi BTC sebagai aset kripto utama.

Investor kini menantikan apakah fase pemulihan ini akan berkembang menjadi tren bullish baru atau hanya jeda sementara dalam siklus koreksi yang lebih panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengadilan AS Tolak Gugatan Class Action terhadap Uniswap, Efeknya?

Kabar positif datang dari ranah hukum kripto Amerika Serikat.

Pengadilan federal AS resmi membatalkan gugatan class action terkait dugaan scam token terhadap Uniswap dengan prejudice, yang berarti gugatan tersebut tidak dapat diajukan kembali.

Dalam putusannya, pengadilan menyatakan bahwa para penggugat gagal menetapkan kewajiban hukum terhadap pengembang protokol atas tindakan pihak ketiga, termasuk penerbit token yang diduga melakukan penipuan.

Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam perdebatan panjang soal tanggung jawab hukum platform DeFi terhadap aktivitas pengguna di atas protokol terbuka.

Baca Juga: Uniswap Gelar UNIfication Jadi Mesin Pendapatan DeFi, Dampak Harga?

Inti Putusan Pengadilan

Gugatan class action sebelumnya menuduh bahwa Uniswap bertanggung jawab atas kerugian investor akibat token scam yang diperdagangkan melalui platform tersebut.

Namun, hakim menilai bahwa protokol terdesentralisasi seperti Uniswap tidak dapat secara otomatis dianggap bertanggung jawab atas token yang dibuat dan diterbitkan oleh pihak ketiga.

Pengadilan menekankan bahwa pengembang protokol tidak memiliki kontrol langsung atas tindakan individu atau entitas yang memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk tujuan ilegal.

Dengan pembatalan “with prejudice”, perkara ini secara hukum dinyatakan selesai, dan penggugat tidak dapat mengajukan ulang gugatan serupa dengan dasar yang sama.

Preseden Penting bagi Industri DeFi

Menurut laporan Cryptobriefing, putusan ini dipandang sebagai kemenangan signifikan bagi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Selama beberapa tahun terakhir, regulasi dan tekanan hukum menjadi salah satu risiko terbesar bagi protokol berbasis smart contract.

Keputusan pengadilan ini memperkuat pandangan bahwa protokol open-source tidak serta merta memikul tanggung jawab atas penyalahgunaan oleh pengguna, selama tidak ada bukti kontrol langsung atau keterlibatan aktif dalam aktivitas ilegal tersebut.

Hal ini dapat menjadi preseden penting bagi proyek-proyek DeFi lain yang menghadapi risiko hukum serupa di masa depan.

Dampak terhadap UNI dan Sentimen Pasar

Token UNI, yang menjadi aset tata kelola ekosistem Uniswap, berpotensi mendapat dorongan sentimen positif dari keputusan ini. Ketidakpastian hukum sering kali menjadi faktor penekan harga dalam industri kripto.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa putusan ini membantu mengurangi beban hukum dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis DeFi.

“Ini mengurangi beban hukum dan memperkuat preseden pro-DeFi yang bisa memperbaiki sentimen di sekitar UNI dan protokol sejenis. Dampak harga masih bergantung pada apakah aktivitas dan fee capture mengikuti, bukan sekadar headline hukum,” kata Tim Research Tokocrypto.

Artinya, meskipun kabar hukum ini positif, pergerakan harga UNI tetap akan ditentukan oleh fundamental seperti volume perdagangan, pendapatan protokol (fee capture), dan pertumbuhan pengguna.

Implikasi Regulasi Lebih Luas

Putusan ini juga menyoroti tantangan regulator dalam mengatur protokol terdesentralisasi.

Berbeda dengan bursa terpusat, protokol DeFi berjalan melalui smart contract yang bersifat permissionless dan tidak dikendalikan oleh satu entitas tunggal.

Jika pengembang tidak dapat secara langsung mengendalikan token yang diperdagangkan, maka menetapkan tanggung jawab hukum menjadi lebih kompleks.

Meski demikian, hal ini tidak berarti sektor DeFi sepenuhnya bebas dari risiko hukum.

Regulator masih dapat menargetkan individu atau entitas yang secara aktif mempromosikan, menerbitkan, atau memfasilitasi token ilegal.

Antara Hukum dan Fundamental

Dalam jangka pendek, keputusan ini dapat memperbaiki sentimen terhadap Uniswap dan sektor DeFi secara umum. Risiko litigasi yang berkurang berarti ruang inovasi yang lebih luas bagi pengembang.

Namun, untuk mendorong apresiasi harga yang berkelanjutan, Uniswap tetap perlu menunjukkan pertumbuhan aktivitas, peningkatan volume, serta optimalisasi mekanisme pembagian fee kepada pemegang UNI.

Jika pertumbuhan ekosistem sejalan dengan kepastian hukum yang lebih baik, maka keputusan ini bisa menjadi katalis jangka panjang bagi protokol DeFi.

Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

Pembatalan gugatan class action terhadap Uniswap oleh pengadilan federal AS menjadi preseden penting bagi industri DeFi.

Keputusan ini menegaskan bahwa pengembang protokol tidak otomatis bertanggung jawab atas aktivitas ilegal pihak ketiga di atas platform mereka.

Meski sentimen pasar berpotensi membaik, arah harga UNI tetap akan ditentukan oleh performa fundamental dan aktivitas nyata di dalam ekosistem.

Bagi industri kripto secara keseluruhan, putusan ini menjadi langkah maju dalam membangun kepastian hukum yang lebih jelas bagi inovasi berbasis blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Efek Instan! NEAR Melonjak 17% Usai Peluncuran Confidential Intents

Token NEAR Protocol mencatat lonjakan tajam 17% setelah peluncuran Confidential Intents, sebuah lapisan eksekusi privat opsional yang dirancang untuk mengurangi praktik front-running dan melindungi trader dari serangan sandwich attack.

Kenaikan ini memperpanjang reli mingguan NEAR yang sudah berlangsung kuat dalam beberapa hari terakhir.

Menurut laporan Coindesk, peluncuran fitur tersebut langsung memicu sentimen positif di pasar, dengan investor melihatnya sebagai langkah strategis untuk menarik partisipasi institusional melalui peningkatan privasi dan keamanan eksekusi transaksi.

Baca Juga: NEAR Protocol Luncurkan Near.com Super App, Jadi AI Financial Layer

Apa Itu Confidential Intents?

Confidential Intents merupakan fitur eksekusi privat yang memungkinkan pengguna menyembunyikan detail transaksi hingga proses finalisasi, sehingga meminimalkan risiko eksploitasi oleh bot MEV (Maximal Extractable Value).

Dalam ekosistem DeFi, front-running dan sandwich attack sering menjadi masalah serius. Bot dapat membaca transaksi di mempool publik dan mengeksekusi transaksi terlebih dahulu untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang diprediksi.

Dengan Confidential Intents, NEAR berupaya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil dan aman, terutama bagi pelaku pasar besar yang rentan terhadap manipulasi eksekusi.

Reli Dipicu Narasi Privasi, Bukan Lonjakan Pendapatan

Meskipun harga NEAR melonjak signifikan, data menunjukkan bahwa pendapatan on-chain dan metrik fundamental lainnya belum mengalami lonjakan berarti.

Aktivitas jaringan relatif stabil, tanpa lonjakan drastis pada volume transaksi atau fee yang dihasilkan.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa reli ini lebih didorong oleh narasi dan ekspektasi masa depan ketimbang perubahan fundamental saat ini.

“Ini katalis berbasis narasi (privasi eksekusi tingkat institusi), bukan infleksi pendapatan. Kalau adopsi/arus nyata tidak muncul, reli ini rentan koreksi,” kata Tim Research Tokocrypto.

Ini berarti, pasar merespons potensi jangka panjang dari fitur ini, bukan dampak langsung terhadap kinerja ekonomi jaringan.

Mengapa Privasi Eksekusi Penting?

Dalam beberapa tahun terakhir, isu MEV menjadi perhatian utama di berbagai blockchain.

Praktik front-running dan sandwich attack dapat menggerus keuntungan trader ritel maupun institusi, sekaligus menciptakan persepsi bahwa pasar tidak sepenuhnya adil.

Dengan menghadirkan lapisan eksekusi privat opsional, NEAR mencoba menempatkan diri sebagai jaringan yang ramah institusi, terutama bagi pemain besar yang membutuhkan perlindungan terhadap strategi perdagangan mereka.

Langkah ini juga membuat NEAR bersaing lebih langsung dengan blockchain lain yang menonjolkan fitur privasi dan efisiensi eksekusi.

Apakah Reli NEAR Berkelanjutan?

Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari perspektif teknikal, lonjakan 17% memperkuat momentum bullish jangka pendek dan memperpanjang tren kenaikan mingguan.

Namun, tanpa peningkatan signifikan pada Total Value Locked (TVL), volume DeFi, atau pendapatan protokol, reli ini berisiko mengalami koreksi.

Untuk mempertahankan momentum, NEAR perlu menunjukkan:

  1. Peningkatan adopsi Confidential Intents oleh aplikasi DeFi utama.
  2. Lonjakan volume perdagangan yang benar-benar memanfaatkan fitur privasi ini.
  3. Pertumbuhan fee dan pendapatan jaringan yang mencerminkan aktivitas ekonomi riil.

Jika fitur ini hanya menjadi headline tanpa penggunaan nyata, harga berpotensi kembali terkoreksi setelah euforia awal mereda.

Perspektif Pasar: Antara Harapan dan Realisasi

Pasar kripto sering kali bergerak berdasarkan ekspektasi masa depan.

Peluncuran fitur baru yang relevan dengan kebutuhan institusi dapat menjadi katalis kuat, bahkan sebelum dampaknya terlihat dalam data on-chain.

Namun, investor yang lebih konservatif kemungkinan akan menunggu konfirmasi berupa peningkatan aktivitas dan arus modal nyata sebelum menganggap reli ini sebagai tren jangka panjang.

Dalam konteks makro, sentimen terhadap sektor privasi dan perlindungan MEV juga berperan penting. Jika isu ini terus menjadi perhatian utama, NEAR bisa mendapatkan posisi strategis sebagai solusi eksekusi yang lebih aman.

Baca Juga: NEAR Turun ke $1,03, Nansen Rilis Fitur Pelacakan Wallet dan Token

Lonjakan 17% NEAR pasca peluncuran Confidential Intents menunjukkan kuatnya respons pasar terhadap inovasi yang menyasar privasi dan perlindungan eksekusi transaksi.

Namun, reli ini saat ini masih berbasis narasi, bukan peningkatan pendapatan atau aktivitas on-chain yang signifikan.

Keberlanjutan kenaikan harga akan sangat bergantung pada adopsi nyata dan pertumbuhan ekonomi jaringan.

Jika arus likuiditas dan penggunaan riil mengikuti, fitur ini bisa menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Sebaliknya, tanpa realisasi konkret, reli berisiko mengalami koreksi dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com