Prediksi kita minggu ini akurat sekali, Semakin lama seharusnya kita mampu mengerti bagaimana Bitcoin bekerja didapurnya, saya bangga sekali menjadi bagian dan penulis utama buku harian menemani Bitcoin menjadi kelas aset. Saya tidak mengurus tentang panggung percaturan politik dunia, Saya hanya memahami jalannya Bitcoin menjadi aset inflation hedge.
Secara data:
1. Durable Good Order tidak dirilis. Pada dasarnya ini memang membiaskan pembacaan pandangan ekonomi namun demikian, semakin lama Pemerintah AS Shutdown semakin kentara jika liquidity sangat dan hanya akan menjadi tambah kering dimakan bunga. Produktifitas akan turun, dan kebangkrutan AS akan semakin menyebar. Sehingga Durable Good Order yang tidak dirilis artinya angkanya buruk sekali.
2. House Price Index naik ✅
3. Conference Board (CB) Consumer Confidence turun ✅
4. New Home Sales Pending ☹️
5. M2 Supply naik ✅
6. Pending Home Sales turun ✅
7. FOMC potong 25 bps ✅
8. Suku Bunga Bank Sentral Jepang hold ✅
9. GDP Amerika Serikat
10. PCE
Data Minggu Depan
Mari kita bedah data minggu depan:
Senin 3 November 2025
9.45 WITA – Caixin Manufacturing PMI Tiongkok
Caixin Manufacturing PMI Tiongkok adalah survey yang dilakukan pada pabrik-pabrik untuk mengetahui seberapa banyak belanja industri di daerah itu. Kalau Manufacturing PMI itu menghitung diseluruh negeri, kalau Caixin menghitung Pabrik yang dominan ekspor. Jika Caixin Manufacturing PMI naik, artinya ada pasar baru yang dimakan dari pasar negara lain, dalam hal ini kita fokuskan porsi pangsa pasar AS.
Teorinya sama, jika Tiongkok maju maka AS mundur, karena pasarnya diambil oleh Tiongkok, maka itu jika Caixin Manufacturing naik, Penggunaan Yuan akan naik memangsa porsi penggunaan dollar sehingga liquidity dollar turun berpindah ke Yuan.
Apa yang melemahkan Dollar akan membuat Bitcoin naik, karena makanannya Bitcoin adalah Dollar. Angka netral Caixin Manufacturing PMI adalah 50, diatas 50 bagus, dibawah 50 artinya terkontraksi. Prediksi saya tetap naik diatas 51. Alasannya Laporan Profit Industri di Tiongkok juga Expornya ke ASEAN meningkat.
⚡#China‘s Jan-Sept #trade with ASEAN +9.6% y/y to 5.57 trillion yuan📈 🇪🇺EU +5.2% y/y to 4.4 trillion yuan 📈 🇺🇸US -14.9% y/y to 3.56 trillion yuan📉 🇰🇷S.Korea +2.0% y/y to 1.73 trillion yuan 🇯🇵Japan +5.9% y/y to 1.69 trillion yuan📈 2/n #China#trade
Secara Militer, didunia ini pemimpinnya adalah AS dan Rusia, Secara Ekonomi didunia pemimpinnya ada dua yaitu Tiongkok dan AS. Teorinya sama jika Tiongkok maju maka AS mundur, jika Caixin Manufacturing PMI Tiongkok naik, maka harus S&P Global Manufacturing PMI AS turun.
Jika ada keadaan Manufacturing PMI AS naik, maka harus dilihat pengaruhnya ke DXY. Jika DXY naik maka berarti data Tiongkok tidak menaikkan Yuan. Duit itu jujur dan menjadi cermin dari pemegangnya. Manipulasi pasar yang diiringi turunnya mata uang artinya liquidity-ya turun. Saya Prediksi Manufacturing PMI AS turun. Alasannya karena shutdown mengurangi belanja Pemerintah.
23.00 WITA – ISM Manufacturing PMI AS
S&P Global Manufacturing PMI adalah Survey pada perusahaan yang terdaftar di Standard and Poor 500 pada bursa Saham, sedangkan ISM adalah keseluruhan perusahaan-perusahaan dalam negeri. Dari S&P 500 Manufacturing PMI dapat menggambarkan keadaan perusahaan yang paling basah market capnya, sehingga mampu menggambarkan keadaan pabrik seluruh negeri.
Anyway kita tetap menganalisa dua-duanya dengan pendekatan yang sama, jika Pabrik di Tiongkok rame, maka Pabrik di AS sepi. Prediksi saya karena Pemerintah AS sedang shutdown maka saya pikir normal untuk pabrik turun karena pemerintah tidak belanja.
Jadi menurut saya kira-kira candle Bitcoin hari Senin akan hijau. Dan Minggunya juga akan curi start.
Selasa, 4 November 2025
20.30 WITA – Jumlah Lowongan (JOLTS)
Jolts adalah jumlah lowongan serta pergantian karyawan, jika Jolts naik maka DXY naik, jika Jolts turun maka DXY turun. Secara logika seharusnya Jolts turun karena PHK dimana-mana akibat pemerintah shutdown dan AI mengambil banyak pekerjaan. Tetapi rahasianya disini.
Ini kan bulan November 2025, seharusnya laporannya untuk bulan Oktober, tetapi perhatikan, laporan datanya itu masih bulan September yaitu sebelum shutdown, jadi menurut saya Jolts masih akan naik, dan Bitcoin koreksi tipis di hari Selasa:
Jika sampai Jolts ternyata turun, ya sudah sih Trada udah cerdas, ngga usah diajarin.
Rabu, 5 November 2025
21.15 WITA – Jumlah Karyawan Swasta (ADP)
Beda dengan Jolts, ADP yaitu jumlah karyawan Swasta akan dilaporkan actual untuk bulan Oktober 2025. Saya ingin sekali mengatakan bahwa ADP akan jatuh tetapi angkanya itu sudah -32K. Dan ini adalah laporan utuh tentang Pegawai Swasta bukan Pegawai Negeri, Sehingga menurut saya ditengah Trump yang koar-koar investasi luar negeri dari hasil lawatannya menghasilkan banyak pekerjaan.
Menurut saya ADP akan naik diatas -32K, tetapi tetap buruk dimata pasar untuk menyesuaikan narasi potong suku bunga karena ADP adalah ancaman pada mandat Fed tentang menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Sehingga saya prediksi Bitcoin naik disini. Berikut bocorannya: ADP akan naik tipis
ADP estimates that private sector payrolls expanded by 14,250 on average for the four weeks ended Oct. 11
The company says it will begin releasing such weekly estimates every Tuesday https://t.co/ARE4FtyicW
Jadi saya prediksi ADP naik tapi hina dan Bitcoin naik karena Blackrock Belanja Gede:
Kamis, 6 November 2025
– Tak ada data
Tak ada data ya tak ada yang dianalisa, tapi saya tetep optimis Bitcoin naik dihari tak ada data, karena Belanja Blackrock disini akan besar sekali.
Saya akan menambahkan analisa, investor untuk investasi dalam negeri itu tidak instant, setelah dapat, efeknya itu masih perlu beberapa tahun, contohnya investasi pembangunan pabrik mobil, membutuhkan waktu 5 tahun hingga produksi mobil pertama, Trump mengatakan bahwa boleh jadi di akhir periode kepemimpinannya yaitu 2028, Investasi itu sudah capai 21.2 Trillion dollar. Saat itu terjadi, saya yakin Fed sudah siap dan mungkin sudah menaikkan suku bunga, sehingga boleh jadi bear market sudah datang bahkan sudah jalan:
Prediksi Hari Kamis koreksi, karena claim data tak kunjung rilis dan Karena Belanjanya Blackrock dini hari, efeknya baru esoknya lagi.
Jum’at, 7 November 2025
22.00 WITA – Unmich
Minggu lalu saya tekankan bahwa Unmich akan sangat pandai menggambarkan inflasi setahun kedepan dan prediksi turun di 4,6%. Menurut saya dengan Pemerintah AS yang shutdown, saya pikir Unmich juga akan memprediksi bahwa inflasi AS akan turun lagi. Sehingga DXY menguat disini dan Bitcoin koreksi. Setiap hari Jumat selalu ada wick dikarenakan esoknya adalah weekend, Kira-kira begini Candle hari Jumat:
Hari Minggu pun Tiongkok Mengeluarkan data, duh. Minggu depan ajah bahas.
Terimakasih sudah membaca. Saya ingatkan sekali lagi, bahwa analisa saya selalu salah sehingga menyandarkan nasib pada saya akan dipastikan rungkad, analisa saya bukan untuk nasehat jual beli namun hanya memperkaya pendapat pasar yang sudah banyak. Tetaplah menganalisa sendiri dan jangan salahkan influencer. Yang mencet tombol jual beli adalah kita sendiri dan ini semua bukanlah nasehat keuangan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Riset kripto ini disusun oleh tim Research Tokocrypto sebagai panduan bagi investor dan pelaku pasar untuk memahami perkembangan terbaru dalam ekonomi global maupun industri aset digital.
Melalui analisis menyeluruh yang mencakup data makroekonomi, pergerakan harga kripto, hingga berbagai peristiwa penting di ekosistem blockchain, laporan ini menghadirkan wawasan mendalam mengenai tren utama yang berpotensi memengaruhi strategi investasi.
Dengan komitmen pada informasi yang akurat dan relevan, tim Research Tokocrypto berharap laporan ini dapat menjadi bekal bagi pembaca dalam mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Fokus Utama
Makroekonomi Global
The Fedmemangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% dan mengakhiri Quantitative Tightening (QT).
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Ketua Federal Reserve akan diganti dalam beberapa bulan kedepan.
AS akan menurunkan tarif impor Chinadari 57% menjadi 47%dengan dimulainya penyelesaian rare earths dan kedelai AS oleh China.
Makroekonomi Nasional
Indonesia menerbitkan obligasi negara (sovereign bonds) dalam mata uang yuan sebesar 6 miliar yuan (~$842 juta).
1.093 pekerja terkena PHK di Indonesia pada September 2025. Angka ini naik 20,21% tahun lalu dengan total pengangguran yang mencapai 7,28 juta.
Menko Perekonomianmenargetkan kontribusi ekonomi digital mencapai 15,5% – 19,6% terhadap PDB pada tahun 2045 yang didukung dengan rencana Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam menerbitkan stablecoinRupiah yang akan didukung oleh Surat Berharga Negara (SBN).
Performa Pasar Kripto
Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan Market Capnaik ke $3.75 triliun (+2.78%) dan CMC 100 Index menguat ke $227.15 (+3.40%). Sementara itu, Fear & Greed Index masih berada di zona ‘Fear’ (Ketakutan) di level 34, mencerminkan sentimen investor yang masih rapuh.
CMC Altcoin Season Index berada di 31/100, menegaskan bahwa ‘Bitcoin Season‘ masih berlangsung kuat. Ini mengindikasikan bahwa pemulihan pasar saat ini dipimpin oleh Bitcoin, sementara altcoin masih tertinggal.
Narrative utama: Sektor Clanker Ecosystem (+384%) dan Virtuals Protocol Ecosystem (+98.76%) mendominasi, menandakan momentum kuat pada narasi pada ekosistem Launchpad dan AI.
Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
Harga Bitcoin pada timeframe daily masih menunjukkan sideways di antara range(supply dan demand)yang ada meski makroekonomi sangat bullish.
Token Unlock: Sleepless AI (AI) dan COCA (COCA) → Risiko distribusi tinggi.
Binance BTC/Stablecoin Reserve Ratio → Menunjukkan ‘daya beli’ sangat tinggi di bursa.
📌 Kesimpulan: Pantau sektor Clanker Ecosystem dan Virtuals Protocol Ecosystem yang menunjukkan momentum dominan minggu ini. Hindari entry jangka pendek pada token dengan jadwal unlock besar (>10%) minggu depan seperti Sleepless AI (AI) dan COCA (COCA) kecuali ada katalis yang kuat. Gunakan unlock ringan (misalnya Berachain (BERA) atau Jto Labs (JTO)) sebagai peluang akumulasi pada proyek fundamental yang diyakini, karena volatilitasnya diperkirakan rendah. Mengingat pasar sedang dalam fase sideways dan sentimen ‘Fear’ (Ketakutan) masih dominan, disiplin risiko menjadi prioritas utama. Siapa pun yang bisa menjaga kapitalnya adalah yang akan menang di kondisi pasar apa pun.
Makroekonomi Global
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
The Fedmemangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% dan mengakhiri Quantitative Tightening (QT).
Bank of Canada (BoC) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%
Presiden AS Donald Trumpmenyatakan bahwa Ketua Federal Reserve akan diganti dalam beberapa bulan kedepan.
AS akan menurunkan tarif impor Chinadari 57% menjadi 47%dengan dimulainya penyelesaian rare earths dan kedelai AS oleh China.
AS dan Korea Selatanmencapai kesepakatan dagang dengan investasi $350 miliar di AS dan penurunan tarif timbal balik menjadi 15%.
Makroekonomi Nasional
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.
Indonesia menerbitkan obligasi negara (sovereign bonds) dalam mata uang yuan sebesar 6 miliar yuan (~$842 juta).
1.093 pekerja terkena PHK di Indonesia pada September 2025. Angka ini naik 20,21% tahun lalu dengan total pengangguran yang mencapai 7,28 juta.
OJK dan Satgas PASTI berupaya memberantas aktivitas keuangan ilegalpinjol & investasi bodong yang merugikan masyarakat hingga Rp6,1 triliundengan edukasi penindakan, pengawasan, dan perlindungan konsumen.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha lima bank (BPR; Dwicahaya Nusaperkasa, Disky Surya Jaya, dan Artha. Serta BPRS; Gebu Prima dan Gayo Perseroda) karena masalah permodalan dan likuiditas.
Menko Perekonomianmenargetkan kontribusi ekonomi digital mencapai 15,5% – 19,6% terhadap PDB pada tahun 2045 yang didukung dengan rencana Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam menerbitkan stablecoin nasional yang akan didukung oleh Surat Berharga Negara (SBN).
Kalender Makroekonomi
Oct 29, 2025
U.S. Pending Home Sales MoM
U.S. Pending Home Sales MoM (Penjualan Rumah Tertunda AS Bulanan) Actual: 0.0%Forecast: 1.6%Previous: 4.2% → Stagnasi pada penjualan rumah tertunda (0,0%) jauh di bawah perkiraan (1,6%) dan menunjukkan pelambatan tajam dari bulan sebelumnya (4,2%). Ini menandakan momentum di sektor perumahan telah terhenti, memberikan sinyal dovish bagi The Fed.
Oct 29, 2025
Fed Interest Rate Decision
Fed Interest Rate Decision (Keputusan Suku Bunga The Fed) Actual: 4.00%Forecast: 4.00%Previous: 4.25% → The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (0,25%), menurunkannya dari 4,25% menjadi 4,00%. Keputusan ini tepat sesuai dengan ekspektasi pasar. Ini adalah pemotongan kedua berturut-turut, mengonfirmasi siklus pelonggaran moneter.
Oct 30, 2025 (Sep)
U.S. Gross Domestic Product (GDP) QoQ
U.S. Gross Domestic Product (GDP) QoQ (Produk Domestik Bruto AS Kuartalan) Actual: –Forecast: 3.0%Previous: 3.8% → Jika data GDP dirilis lebih kuat dari perkiraan (3,0%), ini akan menjadi sinyal hawkish yang negatif bagi kripto karena akan mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga lebih lanjut, tetapi jika hasilnya lebih lemah, ini akan menjadi sinyal dovish yang positif.
Oct 31, 2025 (Sep)
U.S. Core PCE Price Index YoY
U.S. Core PCE Price Index YoY (Indeks Harga PCE Inti AS Tahunan) Actual: –Forecast: –Previous: 2.9% → Jika data Inflasi Inti PCE (Core PCE) dirilis lebih dingin dari perkiraan, ini akan menjadi sinyal dovishyang sangat positif bagi kripto karena akan mengunci ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut, tetapi jika hasilnya lebih panas, ini akan menjadi kejutan hawkish yang sangat negatif.
Kesimpulan
Data makroekonomi terbaru menunjukkan arah yang dovish bagi The Fed — penjualan rumah tertunda stagnan (0%), suku bunga sudah dipangkas ke 4,00%, dan pasar kini menunggu konfirmasi pelemahan lanjutan dari data GDP dan Core PCE. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut di tengah ancaman government shutdown AS karena aktivitas ekonomi yang melemah memberi alasan bagi The Fed untuk tetap berhati-hati dan menjaga likuiditas pasar tetap longgar guna menstabilkan sentimen dan mencegah perlambatan ekonomi semakin dalam. Meski demikian, beberapa data mungkin tidak akan dirilis karena pemerintah US masih dalam tahap Shutdown, bahkan sekelas Hoteliercrypto saja tidak bisa menganalisis karena tidak ada datanya apalagi penulis.
Perkembangan Regulasi Kripto
Kyrgyzstan
Regulator Nevada telah menutup perusahaan kripto, Fortress Trust,karena insolvensi (ketidakmampuan debitor membayar utang-utangnya).
New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq memberitahukan listing untuk empat ETF kripto spot baru (Bitwise Solana, Canary Litecoin, Canary HBAR, Grayscale Solana) yang akan mulai diperdagangkan minggu ini.
Kirgistanmempercepat regulasi keuangan digitalnya dengan peluncuran stablecoin nasional di BNB Chain, menyiapkan peluncuran CBDC, membentuk cadangan kripto nasional (termasuk BNB), dan memperkuat kemitraan dengan Binance.
Kanada dilaporkan mempercepat penyusunan peraturan stablecoinyang diharapkan akan diumumkan dalam anggaran federal 4 November.
Manajer ETP 21Shares telah mengajukan Formulir S-1 ke SEC untuk ETF Hyperliquid ($HYPE), serupa dengan Bitwise.
Adopsi Kripto oleh Institusi
Ilustrasi Standard Chartered. Sumber: Standard Chartered.
Western Union akan meluncurkan stablecoin U.S. Dollar Payment Token (USDPT) miliknya pada H1 2026 di atas blockchain Solana ($SOL).
Standard Chartered memproyeksikan adopsi pasar Aset Dunia Nyata (RWA) yang ditokenisasi (tidak termasuk stablecoin) akan meledak menjadi $2 triliun pada 2028.
Visa mengumumkan adopsi untuk mengintegrasikan stablecoin di empat blockchain berbeda guna meningkatkan penyelesaian (settlement) dan transfer dana.
Deutsche Digital Assets (DDA) dan Safello akan meluncurkan ETP Bittensor ($TAO) baru (Ticker: STAO) di SIX Swiss Exchange.
Kustodian kripto Korea Selatan, BDACS, berencana menerbitkan stablecoin berdenominasi won, “KRW1”, di blockchain Arc milik Circle yang baru diluncurkan.
Performa Pasar Kripto Mingguan
Pasar kripto minggu ini menunjukkan reli yang sangat terfokus, dengan narasi AI dan ekosistem Clanker. Kenaikan ini dipimpin oleh CLANKER yang meroket +385%, diikuti oleh VIRTUAL (+105%) dan H (+89.14%). Dari sisi sektoral, kemenangan berfokus pada Clanker Ecosystem (+384%) dan Virtuals Protocol Ecosystem (+98.76%) memimpin, bersama dengan kenaikan berbagai sub-sektor AI yang mendominasi 10 besar.
📈 Highlights:
Reli Token & Ekosistem 🚀 Minggu ini CLANKER (+385%) dan VIRTUAL (+105%) tidak hanya memimpin kenaikan token, tetapi sektor mereka (Clanker Ecosystem +384% dan Virtuals Protocol Ecosystem +98.76%) juga menjadi pemenang teratas. Ini menunjukkan keyakinan pasar yang tinggi pada proyek-proyek ini secara keseluruhan.
AI Merajaleladi Mana-Mana 🤖 Narasi AI benar-benar mendominasi minggu ini, terpecah menjadi beberapa sektor yang kuat: AI Agent Launchpad (+86.04%), AI Agents (+66.37%), AI Applications (+58.84%), dan Generative AI (+50.32%). Ini membuktikan bahwa modal tidak hanya masuk ke satu ide AI, tetapi ke seluruh narasi utilitasnya.
Narasi Sekunder Tetap Bertahan 🎭 Meskipun AI dan ekosistem spesifik mencuri perhatian, narasi spekulatif sekunder tetap bertahan. Sektor seperti Metaverse (+46.58%) dan berbagai tema meme (Celebrity Memes dan Political Memes) masih mencatatkan kenaikan yang solid, menunjukkan selera risiko pasar masih terjaga.
Pada minggu sebelumnya harga BTC diprediksi sideways dengan range yang sempit di antara supply dan demand nya. Ironisnya hal tersebut tetap berlangsung meski secara makroekonomi banyak katalis positif bagi aset beresiko seperti Bitcoin.
Saat ini pada timeframe daily harga menunjukkan adanya pelemahan dari Indikator KC dan fibonacci retracement 0.618 (117,096) yang ditarik dari titik Low ke titik Lower High yang dikhawatirkan lanjut menurun hingga Fibonacci 0.786 (105,361), hal ini didukung juga denganindikator RSI yang berada di bawah 50 dan garis MA nya. Akan tetapi, secara makroekonomi sangat bullish meski efeknya belum terasa secara jangka pendek karena perlu adanya konfirmasi untuk breakout dari zona sideways yang bisa lanjut hingga Fibonacci 1.272132,714.8 seperti analisa sebelumnya.
Pada timeframe weekly, harga masih menunjukkan bertahan di atas upper band indikator KC yang memandakan kenaikan yang kuat dalam jangka panjang. Meski pun patut diwaspadai dengan adanya penurunan seperti analisa pada timeframe daily sebab indikator RSI juga menunjukkan pelemahan dan turun dari garis MA meski belum menurun di bawah angka 50. Oleh karena itu, putusan untuk tetap hodlatau taking profit sama baiknya karena menjaga kekayaan jauh lebih sulit daripada mendapatkan kekayaan itu sendiri dari adanya volatilitas harga Bitcoin
Daily:
Harga Bitcoin pada timeframe daily masih menunjukkan sideways di antara range(supply dan demand)yang ada meski makroekonomi sangat bullish.
Weekly:
Harga Bitcoin pada timeframe weekly menunjukkan masih bertahan di atas upper band indikator KC yang mengindikasikan tren naik tetap kuat secara jangka panjang.
🔭 Short-Term Projection:
✅ Bullish Case:
Zona Demand / Support yang ada belum rusak meski sebelumnya sudah tersentuh dan terisi pada Wick yang ada. Sehingga harga terkesan Sideways meski ada katalis yang Bullish yang bisa mendorong Bitcoin naik hinggaFibonacci 1.272 (132,714.8) seperti analisa sebelumnya.
⚠️ Bearish Case:Harga menunjukkan pelemahan yang banyak didukung indikator KC dan RSI serta Fibonacci Retracment yang dikhawatirkan bisa lanjut menurun hingga Fibonacci 0.786 (105,361). Akan tetapi, hal tersebut bisa jadi manipulasi dari Whalesebab Makroekonomi sangat positif untuk aset beresiko seperti Bitcoin.
Analisis Data On-Chain Bitcoin
Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week
Peta likuidasi minggu ini menunjukkan pasar yang sedang membangun basis baru setelah mengalami koreksi tajam dari puncak sementaranya di ~$116.5k. Harga kini terjebak dalam rentang perdagangan yang lebih rendah, berkonsolidasi di antara dua zona likuiditas yang sangat padat. 📉
Zona$112.500 – $113.500 🧱terlihat jelas sebagai plafon likuiditas yang sangat tebal. Ini adalah rintangan utama dan “magnet” harga terdekat yang harus ditaklukkan bull jika ingin membalikkan keadaan.
Area $108.500 – $109.000 🛡️ telah menjadi fondasi support krusial yang menopang harga. Jika “zona kuning” ini gagal bertahan, target penurunan berikutnya adalah zona likuiditas di level yang lebih rendah.
🔍 Insight:Pasar sedang dalam mode ‘kompresi’ di antara resistensi (~$113.5k) dan support(~$108.5k). Penembusan dari rentang ini akan menentukan arah tren jangka pendek secara cepat dan volatil.
BTC: Illiquid Supply (BTC)
Data Glassnode menunjukkan Pasokan Tidak Likuid (Illiquid Supply)anjlok untuk pertama kalinya di 2025 sekitar 62.000 BTC dan menandakan bahwa koin yang sebelumnya ‘tertidur’ kini mulai bergerak. 📉
Pasokan Tidak Likuid Turun Tajam 📉 Grafik (garis oranye) menunjukkan penurunan tajam dari puncaknya, mengonfirmasi bahwa koin-koin Pemegang Jangka Panjang (LTH) mulai berpindah, sehingga meningkatkan pasokan yang likuid (siap dijual) di pasar.
Transfer Antar Dompet 🐳
Menariknya, penjualan ini didominasi oleh dompet menengah, BUKAN whale. Data menunjukkan whale justru mengakumulasi, menyerap pasokan yang dijual oleh kelompok yang lebih kecil ini.🔍 Insight:Penurunan pasokan illiquid ini adalah sinyal peringatan yang menciptakan ‘beban’ pasokan baru di pasar ⚠️
Bitcoin: Fund Flow Ratio – Binance
Data on-chain menunjukkan “Fund Flow Ratio” (FFR) di Binance telah anjlok ke level terendah dalam sejarah. Metrik ini, yang mengukur pergerakan dana nyata relatif terhadap aktivitas perdagangan, secara historis sering mencapai titik terendah di dekat puncak harga, mengindikasikan potensi kejenuhan pasar. 📉
Pola Puncak Historis? 🚩 FFR (garis ungu) yang sangat rendah seringkali menjadi sinyal peringatan bahwa pergerakan dana nyata melambat (relatif terhadap harga).
Sinyal yang Ambigu 🧐Meskipun FFR rendah adalah tanda top yang potensial, harga Bitcoin masih bertahan kuat di ~$115K. Ini menunjukkan bahwa whale belum melakukan aksi jual besar-besaran, menciptakan sinyal yang ambigu untuk saat ini.
🔍 Insight:FFR yang rendah adalah sinyal bahwa pasar mungkin jenuh, tetapi tanpa konfirmasi penjualan whale, tren masih bisa berlanjut atau ini adalah ‘tenang sebelum badai’.
Binance Bitcoin/Stablecoin Reserve Ratio
Sinyal bullish kuat datang dari Binance 📈. Rasio antara cadangan Bitcoin dan Stablecoin (garis biru) telah anjlok ke level terendah, memicu sinyal beli historis untuk ketiga kalinya dalam siklus ini. Ini mengindikasikan bahwa ‘daya beli’ di bursa sedang berada di puncaknya.
Daya Beli Tinggi 💰 Rasio yang anjlok berarti cadangan stablecoin (dry powder atau ‘amunisi’) di bursa jauh lebih besar daripada pasokan BTC yang siap dijual, menciptakan potensi tekanan beli yang masif.
Pola Reli Berulang 🔄 Grafik menunjukkan sinyal beli ini (ditandai hijau) telah muncul dua kali sebelumnya dalam siklus ini dan keduanya terbukti mendahului reli harga Bitcoin yang signifikan.
🔍 Insight: Dengan ‘amunisi’ (stablecoin) yang melimpah dan ‘stok’ (BTC) yang langka di bursa, kondisi ini sangat bullish dan seringkali menjadi pemicu supply squeeze. 🚀
Altcoin Update
Perkembangan Proyek Altcoin
Harga Zcash ($ZEC) melonjak lebih dari 750% dalam 3 bulan, dengan reli terbaru >20%.Hal ini didukung katalis lain seperti Grayscale ZEC Trust dan Halving, tetapi beberapa analis skeptis dan memperingatkan risiko exit liquidity. 🚀🧐
Bursa terdesentralisasi (DEX) perpetual futures baru bernama Astros telah diluncurkan di blockchain Sui setelah fase beta senilai ~$1 triliun yang bertujuan menjadi “tulang punggung likuiditas” untuk ekosistem DeFi Sui yang sedang berkembang pesat (TVL >$2,6 miliar).
Stablecoin USD1 (terkait World Liberty Financial/Trump) telah bermitra dengan Enso Finance untuk mengintegrasikan berbagai protokol DeFi, termasuk Dolomite untuk margin trading. Agar meningkatkan likuiditas, jangkauan pasar, dan menarik minat institusional terhadap USD1.
Blockchain Layer-1 Monad telah meluncurkan fase pengungkapan (reveal) untuk airdrop-nya. Peserta yang memenuhi syarat (dari Discord, Farcaster, testnet)dapat mengetahui alokasi token mereka dengan membuka kotak misteri.
Ondo Finance ($ONDO) memperluas platform sekuritas tokenisasinya, “Ondo Global Markets,” ke BNB Chain.
Analisis On Chain Altcoin
Data on-chain SOL menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Metrik supply in profit menunjukkan banyak pemegang yang mengakumulasi di dekat $200. Tetapi, aliran masuk inflow sekitar 1,5 juta SOL (~$300 juta) ke bursa menandakan adanya peningkatan tekanan jual.
Data on-chain pada perusahaan perbendaharaan XRP, Evernorth Holdings, dilaporkan telah mengakumulasi 388,7 juta XRP senilai ~$993,6 jutadan menurut data CryptoQuant telah mencatat keuntungan belum terealisasi sekitar $46 juta.
Data on-chain dari Binance menunjukkan adanya peningkatan aktivitas whale pada token Uniswap (UNI) yang ditandai dengan lonjakan aliran keluar (outflow) token dari bursa dan dapat diartikan sebagai sinyal akumulasi oleh investor besar.
Data on-chain pada ETF Solana spot pertama di AS dari Bitwise mencatat volume perdagangan hari pertama mencapai $56 juta, menjadikannya salah satu peluncuran ETF terbaik tahun 2025. Namun, harga token SOL justru mengalami penurunan pada hari yang sama.
Data on-chain pada pasar derivatif Dogecoin (DOGE) mengalami pendinginan tajam setelah aktivitas tinggi di awal Oktober. Data dari CoinGlass menunjukkan Open Interest (OI) untuk futures DOGE telah anjlok lebih dari 62% dari puncaknya, turun dari $5,03 miliar menjadi $1,88 miliar. Mengindikasikan mundurnya para trader leverage dan berkurangnya momentum spekulatif untuk meme coin tersebut.
Token Unlock
Memasuki awal November, kalender unlock token untuk periode 03-07 November mencatat 16 proyek yang akan merilis suplai baru. Minggu ini akan menjadi periode yang terfokus, dengan dua unlock berskala besar yang patut diwaspadai, sementara mayoritas sisanya adalah pelepasan token dalam jumlah ringan yang cenderung lebih rutin.
🔍 Highlight Unlock
🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Fokus utama pasar minggu ini akan tertuju pada Sleepless AI (AI) dengan unlock signifikan sebesar ~13.3% dan COCA (COCA) yang akan melepas suplai ~11.4%. Pelepasan token dalam proporsi sebesar ini membawa risiko tekanan jual yang tinggi dan berpotensi menciptakan volatilitas ekstrem pada kedua aset tersebut.
🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Menariknya, untuk minggu ini tidak ada proyek yang dijadwalkan melakukan unlock di kategori menengah. Ini menciptakan pasar yang ‘terbelah’, di mana fokus hanya akan terbagi antara unlock berisiko tinggi dan unlock berisiko rendah.
🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Sebagian besar unlock minggu ini (14 proyek) berada di kategori ringan. Proyek-proyek seperti CUDOS (~4.92%), Automata (ATA) (~4.29%), Berachain (BERA) (~2.81%), dan Jto Labs (JTO) (~2.87%) akan merilis porsi token yang relatif kecil. Pelepasan ini umumnya merupakan bagian dari emisi terjadwal dan diperkirakan tidak akan menyebabkan guncangan harga yang signifikan.
💡 Analisis untuk Investor/Trader:
Untuk unlock masif seperti Sleepless AI dan COCA, pendekatan yang sangat hati-hati sangat disarankan. Menunggu hingga tekanan jual mereda sebelum masuk ke pasar dapat meminimalisir risiko terjebak dalam penurunan harga.
Absennya unlock kategori menengah berarti lebih sedikit ‘arena bermain’ untuk swing trader yang mencari volatilitas sedang.
Pelepasan token minor seperti pada Berachain dan JTO kemungkinan tidak akan signifikan mempengaruhi pergerakan harga. Bagi investor jangka panjang, ini bisa dianggap sebagai non-event atau momen untuk mengakumulasi jika ada koreksi kecil yang tidak terduga.
Proyeksi & Analisis
Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan minggu ini, dengan Market Cap & Volume naikke $3.75 triliun.CoinMarketCap 100 Index menguat ke $227.15 (+3.40%). Namun, kenaikan harga ini tampaknya belum mampu memperbaiki sentimen pasar secara signifikan. Fear & Greed Index masih terjebak di zona ‘Fear’ (Ketakutan) di level 34, menandakan bahwa kecemasan investor masih mendominasi. Hal ini diperjelas oleh CMC Altcoin Season Index yang berada di 31/100,konfirmasi kuat bahwa ‘Bitcoin Season’ masih mendominasi penuh.
🔮Outlook Minggu Depan:
✅Harga Bitcoin masih menunjukkan adanya sideways di antara range(supply dan demandyang ada)
Bullish case:Zona Demand / Support yang ada belum rusak meski sebelumnya sudah tersentuh dan terisi pada Wick yang ada. Sehingga masih menunjukkan Sideways meski ada katalis yang Bullish yang bisa mendorong Bitcoin naik hinggaFibonacci 1.272132,714.8 seperti analisa sebelumnya.
Bearish case:Harga menunjukkan pelemahan yang banyak didukung indikator KC dan RSI serta Fibonacci Retracment yang dikhawatirkan bisa lanjut menurun hingga Fibonacci 0.786 (105,361). Akan tetapi, hal tersebut bisa jadi manipulasi dari Whale sebab Makroekonomi sangat positif untuk aset beresiko seperti Bitcoin
✅ Zona likuidasi & teknikal:
Zona $112.500 – $113.500 ➜ Menjadi tembok resistensi utama dan magnet harga terdekat.
Zona $108.500 – $109.000 ➜ Menjadi lantai support krusial yang menopang harga saat ini.
✅ Narrative utama:
Sektor Clanker Ecosystem (+384%) dan Virtuals Protocol Ecosystem (+98.76%) mendominasi, menandakan narasi yang sangat terfokus pada ekosistem Launchpad dan AI.
CLANKER memimpin dengan kenaikan harga (+385%). Disusul oleh VIRTUAL (+105%) dan H (+89.14%).
✅ On-chain Insight & Derivatif:
BTC: Illiquid Supply → LTH menjual, tetapi whale terdeteksi mengakumulasi pasokan tersebut.
Bitcoin: Fund Flow Ratio → Rasio anjlok mengindikasikan potensi kejenuhan pasar.
Binance BTC/Stablecoin Reserve Ratio → Menunjukkan ‘daya beli’ sangat tinggi di bursa.
Pantau sektor Clanker Ecosystem dan Virtuals Protocol Ecosystem yang menunjukkan momentum dominan minggu ini.
Hindari entry jangka pendek pada token dengan jadwal unlock besar (>10%) minggu depan seperti Sleepless AI (AI) dan COCA (COCA) kecuali ada katalis yang kuat. Gunakan unlock ringan (misalnya Berachain (BERA) atau Jto Labs (JTO)) sebagai peluang akumulasi pada proyek fundamental yang diyakini, karena volatilitasnya diperkirakan rendah.
Mengingat pasar sedang dalam fase sideways dan sentimen ‘Fear’ (Ketakutan) masih dominan, disiplin risiko menjadi prioritas utama. Siapa pun yang bisa menjaga kapitalnya adalah yang akan menang di kondisi pasar apa pun.
Edukasi Kripto
Mengenal Narasi “x402 Ecosystem”: Protokol Surga Para ‘Degen’.
Apa itu “x402 Ecosystem”? 🤔 Nama “x402” diambil dari kode error internet, “HTTP 402: Payment Required” (Pembayaran Diperlukan). Kode ini unik karena merupakan kode standar HTTP yang diciptakan di masa lalu tetapi tidak pernah digunakan secara luas. Protokol kripto x402 mengadopsi nama ini sebagai sebuah filosofi: ini adalah standar yang dirancang untuk financialization (finansialisasi) aset secara on-chain.
Bagaimana Sistem x402 Bekerja? x402 adalah protokol di chain Base yang memungkinkan siapa saja membuat token baru dengan cara mengunci aset jaminan (seperti $ETH). Harganya tidak diatur oleh pasar, melainkan oleh algoritma (disebut bonding curve): setiap pembelian akan menaikkan harga, dan setiap penjualan akan menurunkannya.
Mengapa Menjadi Top Gainer? “x402 Ecosystem” menjadi top gainer karena protokol ini memicu hype spekulatif yang masif. Banyak trader menggunakannya untuk meluncurkan ratusan token meme dan proyek baru secara cepat. Kenaikan tersebut adalah nilai gabungan dari semua token baru ini yang sedang diperdagangkan secara aktif.
Risiko dan Realitasnya
Popularitas ini datang dengan risiko yang sangat tinggi. Penting untuk memahami bahwa:
Sangat Eksperimental: Ini adalah teknologi yang sangat baru. Risiko kegagalan smart contract atau bug selalu ada.
Risiko Rug Pull Ekstrem: Siapa saja dapat membuat token x402, ini adalah surga bagi penipu. Seseorang dapat dengan mudah membuat token, mempromosikannya, menarik banyak jaminan $ETH, lalu menghilang (meskipun kurva ikatan dirancang untuk mencegah rug pull likuiditas tradisional, risiko lain tetap ada).
Volatilitas Masif: Mekanisme kurva ikatan berarti harga bisa naik sangat cepat, tetapi juga bisa jatuh ke nol sama cepatnya jika terjadi penjualan panik.
Kesimpulan ✅ x402 adalah standar eksperimental di chain Base untuk finansialisasi hiper-spekulatif. Ini memungkinkan pembuatan token baru dengan cepat yang didukung oleh jaminan dan diatur oleh algoritma harga otomatis. Kenaikannya sebagai “ekosistem” menunjukkan bahwa standar ini sedang menjadi tren dan digunakan untuk meluncurkan banyak aset baru, yang menarik volume perdagangan spekulatif yang besar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Transformasi energi global semakin terhubung dengan dunia aset digital. Terbaru, Thopen, perusahaan produsen tenaga surya di Brasil, sedang mengevaluasi peluang masuk ke industri penambangan Bitcoin (BTC) sebagai solusi inovatif untuk mengatasi surplus energi dari sektor energi terbarukan yang tengah berkembang pesat di negara tersebut.
CEO Thopen dan juga CEO perusahaan induknya, Pontal Energy, Gustavo Ribeiro, mengungkapkan dalam wawancara dengan BN Americas bahwa perusahaan melihat peluang strategis di sektor kripto.
“Kami sedang mempertimbangkan ekspansi ke penambangan Bitcoin,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Coinmarketcap pada Jumat (31/10).
Ia menyoroti bagaimana operasi tersebut dapat memanfaatkan energi berlebih yang saat ini belum terserap sepenuhnya oleh jaringan listrik nasional.
Brasil kini berada pada fase pertumbuhan pesat energi hijau, terutama dari tenaga surya dan angin. Namun perkembangan ini menghadirkan tantangan baru: kelebihan energi yang tak terserap.
Banyak produsen listrik mengalami pembatasan distribusi energi ke grid akibat kapasitas jaringan yang terbatas.
Ribeiro menilai penambangan Bitcoin sebagai solusi yang tepat, efektif, dan menguntungkan.
Dengan menempatkan pusat data dan rig penambangan di dekat sumber energi, Thopen dapat menyerap surplus listrik, energi yang jika tidak akan terbuang, dan mengubahnya menjadi aset digital bernilai tinggi.
“Konversi energi menjadi modal melalui penambangan Bitcoin menjadi strategi yang sangat menarik bagi sektor energi terbarukan,” tambah Ribeiro.
Ilustrasi penambang kripto sebabkan harga bitcoin naik-turun. Sumber: Shutterstock.
Tren Global: Energi ke Kripto Semakin Menguat
Langkah Thopen bukanlah fenomena tunggal. Tren “Energy to Crypto” atau konversi energi menjadi aset digital kini berkembang di berbagai negara.
Di Inggris, Union Jack Oil menginisiasi proyek “oil-to-crypto” dengan memanfaatkan gas alam untuk menyalakan fasilitas penambangan Bitcoin.
Sementara itu, Kanada melalui AgriFORCE Growing Systems menggunakan gas terdampar untuk menjalankan 120 rig penambangan BTC dengan rencana ekspansi lanjutan.
Inisiatif ini menunjukkan transformasi struktural: produsen energi mulai melihat Bitcoin sebagai mekanisme penyimpanan nilai energi, setara atau bahkan lebih efisien dibanding opsi ekspor atau distribusi konvensional.
Dukungan Kebijakan dan Dinamika Energi
Brasil juga merencanakan langkah strategis jangka panjang. Pemerintah setempat akan membuka dua tender energi baru pada 2026 untuk pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit listrik termal berbahan bakar fosil
Tujuannya adalah menyeimbangkan dan menstabilkan pasokan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada sumber intermiten seperti matahari dan angin.
Dalam konteks ini, penambangan Bitcoin dianggap sebagai buffer ekonomi dan teknis bagi fluktuasi pembangkitan energi.
Di level global, perhatian juga meningkat. Menteri Energi AS baru-baru ini mengusulkan akses grid yang lebih cepat untuk operasi AI dan penambangan kripto, menandai pengakuan resmi atas peran strategis konsumsi daya fleksibel.
Menguntungkan dan Ramah Lingkungan
Bagi Thopen, penerapan penambangan Bitcoin memberikan dua manfaat utama:
Mengurangi pemborosan energi terbarukan
Menghasilkan pendapatan baru tanpa menambah jejak karbon
Operasi penambangan yang fleksibel memungkinkan mesin menyala saat produksi energi berlebih dan berhenti ketika kebutuhan grid meningkat. Ini mendukung stabilitas jaringan dan profitabilitas energi terbarukan.
Potensi langkah Thopen juga mencerminkan dinamika industri penambangan global pasca halving Bitcoin.
Kapasitas produksi energi terbarukan kini menjadi keunggulan kompetitif baru bagi perusahaan penambang.
Ribeiro menegaskan bahwa perusahaan masih dalam tahap evaluasi teknis dan finansial sebelum mengambil keputusan akhir. Namun, jika terealisasi, Thopen berpotensi menjadi pelopor adopsi blockchain dan Bitcoin mining di sektor energi terbarukan Amerika Latin.
Strategi Thopen mencerminkan tren global di mana teknologi blockchain dan energi bersih mulai saling melengkapi, menjadikan Bitcoin bukan hanya aset digital, tetapi juga alat monetisasi energi dan solusi manajemen daya modern.
Seiring dunia bergerak menuju net-zero emission, model “energi ke kripto” berpotensi menjadi bagian penting ekosistem energi masa depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat naik 1,37% dalam 24 jam terakhir, hingga menembus level $110.046,36 per BTC.
Peningkatan ini disertai dengan volume perdagangan harian sekitar $69,07 miliar, menandakan minat beli yang mulai pulih setelah periode konsolidasi di bawah $108 ribu.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,19 triliun, Bitcoin masih mendominasi lebih dari 50% total nilai pasar kripto global.
Meskipun naik harian, performa jangka pendek Bitcoin masih menunjukkan volatilitas tinggi:
Periode
Perubahan Harga
Persentase
1 Hari
+$ 1.486,13
+1,37%
7 Hari
−$ 1.051,00
−0,95%
30 Hari
−$ 4.275,46
−3,74%
60 Hari
+$ 2.673,73
+2,49%
90 Hari
−$ 3.939,59
−3,46%
Dalam sebulan terakhir, Bitcoin masih terkoreksi sekitar 3,7%, menunjukkan fase konsolidasi setelah sempat menyentuh rekor tertinggi $126.198,07 beberapa bulan lalu.
Fluktuasi ini banyak dipengaruhi oleh arus keluar dari ETF spot, kekhawatiran suku bunga tinggi, dan aksi ambil untung investor institusional.
Analisa Teknikal: Area Support dan Resistance Kritis
Secara teknikal, BTC masih berada di fase sideways dengan kecenderungan bullish jangka pendek.
Support utama: $106.300 – level terendah 24 jam yang juga berdekatan dengan EMA 50 hari.
Resistance utama: $111.600 – level tertinggi 24 jam, yang menjadi kunci untuk menguji potensi reli berikutnya menuju $115.000.
Indikator RSI (14-hari): mendekati 54 — menunjukkan momentum netral ke positif.
MACD: mulai membentuk crossover positif, menandakan potensi lanjutan penguatan jika volume beli bertahan.
Jika Bitcoin mampu menembus resistance $111.600, peluang menuju $115.000–118.000 terbuka lebar.
Namun, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu koreksi ke kisaran $107.000–106.000 sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Faktor Fundamental: Dominasi & Sentimen Pasar
Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling populer dengan peringkat 1 di pasar dan tingkat sirkulasi 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC. Saat ini, sekitar 19,94 juta BTC sudah beredar di pasar.
Kenaikan harga hari ini dipicu oleh beberapa faktor:
Peningkatan permintaan institusional melalui ETF spot di AS dan Eropa.
Stabilisasi dolar AS, yang memberi ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk menguat.
Optimisme investor jelang keputusan The Fed mengenai potensi pemangkasan suku bunga di kuartal IV 2025.
Namun demikian, investor tetap berhati-hati karena volatilitas tinggi dan potensi aksi ambil untung menjelang akhir tahun.
Prospek ke Depan: Konsolidasi Sehat Sebelum Reli Baru?
Dengan posisi saat ini di atas $110.000, Bitcoin berada di fase krusial. Jika mampu bertahan di atas EMA 50 hari dan volume beli meningkat, peluang reli menuju $120.000 masih sangat terbuka.
Di sisi lain, tekanan makro seperti inflasi global dan keputusan suku bunga The Fed dapat menahan laju kenaikan.
Analis memperkirakan bahwa selama Bitcoin tidak menembus di bawah $106.000, tren jangka menengah tetap positif. Momentum bullish kemungkinan akan menguat kembali menjelang awal 2026, terutama jika ada konfirmasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Pergerakan Bitcoin hari ini menggambarkan fase recovery setelah koreksi singkat. Dengan kapitalisasi pasar yang solid dan fundamental yang tetap kuat, BTC masih menjadi pilihan utama investor kripto global.
Selama harga bertahan di atas area psikologis $100.000, tren jangka panjang Bitcoin tetap cenderung naik — meski jalan menuju rekor tertinggi baru kemungkinan akan disertai fluktuasi yang tajam.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Pi Network (PI) mengalami penurunan sekitar 5,26 % dalam 24 jam terakhir, jauh lebih dalam dibanding Bitcoin yang turun 1,71 % dan Ethereum yang melemah sekitar 5 %.
Penurunan ini terjadi setelah token tersebut mencatat kenaikan mingguan sekitar 21 % dan kini menghadapi sejumlah tekanan teknikal dan struktural.
Secara keseluruhan, Coinmarketcap melaporkan bahwa penurunan harga PI hari ini, Jumat (31/10) dipengaruhi oleh tiga faktor berikut:
Setelah rally yang kuat, pergerakan Pi mulai menunjukkan sinyal peringatan. Dimulai dengan indeks RSI 7-hari sempat menembus angka 71,39 yang menunjukkan kondisi overbought.
Histografi MACD menunjukkan crossover ke negatif (−0,0037), mengindikasikan momentum naik mulai melemah.
Harga menolak di area resistensi sekitar $0,28 (level Fibonacci 23,6 %) dan gagal bertahan di atas rata-rata eksponensial 200‐hari ($0,47) → sinyal bahwa tren naik jangka panjang sedang diuji.
Saat ini support kritis berada di $0,229; sebuah penutupan di bawah level ini dapat memicu turun tambahan ke area $0,209 (Fib 61,8 %) jika tekanan jual meningkat.
Itu berarti, traders yang telah menikmati keuntungan cepat mulai mengambil untung dan momentum baru belum cukup kuat untuk meneruskan kenaikan. Jika gagal menembus kembali ke $0,26, maka risiko retest ke level yang lebih rendah meningkat.
Satu faktor yang makin membayang: penguncian (lock‐up) token yang akan dibuka secara bertahap. Tercatat sekitar 1,27 miliar PI (dengan nilai sekitar US$ 315 juta) akan memasuki sirkulasi dalam 12 bulan ke depan.
Bahkan minggu lalu, ada arus masuk ke exchange sebanyak 86 juta PI (~US$ 21 juta) yang mengindikasikan bahwa sebagian pemegang bersiap menjual.
Analisis Harga Pi Network. Sumber: TradingView.
Padahal jika suplai bertambah tanpa lonjakan permintaan yang sebanding, maka tekanan jual akan makin terasa dan bisa memperpanjang periode penurunan.
3. Koreksi Lebih Luas pada Altcoin – Efek Market-Wide
Tekanan tak hanya berasal dari proyek tersebut saja, namun turut dipengaruhi dari token lainnya.
Harga Bitcoin jatuh sekitar 4 % ke $107,5 ribu pada 30 Oktober, yang memicu likuidasi besar—sekitar $1,1 miliar posisi long di pasar kripto.
Indeks rasa takut/serakah kripto (crypto fear/greed) turun ke sekitar 31 (“Fear”), menunjukkan kehati-hatian yang meningkat di kalangan investor.
Token seperti Pi dengan rasio turnover tinggi (volume/kap pasar ~0,031) makin rentan saat gelombang penjualan menyapu pasar altcoin.
Namun di sisi lain, perlu dicatat bahwa sebelum koreksi, Pi mencatat kenaikan mingguan sekitar 21 %—lebih tinggi dibanding BTC (−0,49 %) dan ETH (−6,16 %), sehingga masih ada sisi “membuang dulu karena sudah naik duluan”.
Penurunan Pi tampak sebagai kombinasi dari aksi ambil untung setelah lonjakan cepat, tekanan token unlock yang akan segera terjadi, dan koreksi pasar altcoin yang lebih luas.
Walau begitu, ada faktor jangka panjang yang mendukung, antara lain kemitraan baru serta integrasi ke standar ISO 20022 yang bisa memperkuat utilitas token. Hanya saja dalam jangka pendek, faktor‐headwind lebih dominan.
Dengan kondisi seperti ini, trader perlu memantau zona support di $0,229. Jika gagal, retest ke level $0,158 (yang pernah disentuh Oktober lalu) bisa saja kembali terulang.
Untuk arus masuk/keluar ke exchange, jika volume masuk besar menandakan pemegang siap jual, maka tekanan akan makin terasa.
Perhatikan juga keputusan kebijakan suku bunga dari Federal Reserve atau bank-sentral global bisa memicu volatilitas pasar kripto kembali.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pasar kripto merayakan Halloween dengan lonjakan altcoin yang mengesankan pada Kamis (31/10). JELLYJELLY melonjak 42% dalam 24 jam ke $0,1585, FLM naik 40% ke $0,0252, dan ADX menguat 15% ke $0,1402, menunjukkan potensi kenaikan lanjutan.
Sejarah menunjukkan bahwa beberapa altcoin cenderung diuntungkan pasca-Halloween, termasuk AAVE, Ethereum, dan Dogecoin. AAVE sempat naik 12% dalam seminggu setelah Halloween (2020–2024), sedangkan ETH dan DOGE biasanya pulih di awal November, menandai pola Reli Altcoin Season. Lihat lebih lengkap di bawah:
Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar di hari Halloween pada Kamis (31/10)
JELLYJELLY melonjak 42% (24 Jam), sentuh $0,1585.
FLM naik tajam 40%, diperdagangkan sekitar $$0,0252.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Indonesia selangkah lebih dekat menuju masa depan keuangan digital yang sepenuhnya berbasis blockchain. Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan inovasi besar: penerbitan surat berharga digital berbasis token yang didukung oleh obligasi pemerintah (SBN), sebuah terobosan yang disebut sebagai “versi stablecoin nasional Indonesia.”
Langkah monumental ini diungkap langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Festival Keuangan dan Ekonomi Digital Indonesia serta Fintech Summit 2025 di Jakarta.
“Kami akan menerbitkan surat berharga Bank Indonesia dalam bentuk digital, rupiah digital dengan underlying SBN, stablecoin versi nasional Indonesia,” ujar Perry.
Kombinasi CBDC dan Obligasi Pemerintah
Rencana ini merupakan bagian dari strategi besar BI untuk memperkuat CBDC Rupiah Digital. Nantinya, surat berharga digital ini akan diterbitkan dengan dukungan aset SBN, menjadikannya mirip dengan stablecoin yang nilainya stabil karena ditopang oleh instrumen keuangan negara.
Jika berhasil diimplementasikan, Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mengintegrasikan sistem blockchain langsung ke dalam kebijakan moneter nasional.
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.
Awal dari Integrasi Blockchain ke Sistem Moneter
Inisiatif ini sekaligus membuka jalan bagi penerapan blockchain di sektor keuangan nasional. Menurut laporan CNBC Indonesia, penerbitan surat berharga digital ini akan menjadi pondasi ekosistem digital BI, memperluas adopsi teknologi finansial di Indonesia.
Meski stablecoin belum diakui sebagai alat pembayaran sah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mulai mengawasi peredarannya. Kepala Divisi Kripto dan Aset Digital OJK, Dino Milano Siregar, menegaskan bahwa pihaknya menerapkan aturan kepatuhan Anti Pencucian Uang (AML) dan pelaporan berkala bagi entitas yang memperdagangkan stablecoin.
“Stablecoin digunakan sebagai alat lindung nilai karena lebih stabil dibanding mata uang kripto lain,” jelas Dino.
Indonesia di Peringkat 7 Dunia dalam Adopsi Kripto
Langkah BI ini juga sejalan dengan posisi Indonesia di panggung global. Berdasarkan Indeks Adopsi Kripto Global 2025 dari Chainalysis, Indonesia kini menempati peringkat ketujuh dunia, unggul dalam aktivitas DeFi dan nilai transaksi terpusat.
Bahkan, pada Agustus lalu, kelompok advokasi Bitcoin Indonesia mengungkap bahwa pemerintah sempat menjajaki kemungkinan menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan nasional, demi memperkuat ketahanan ekonomi digital negara.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Bersamaan dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%, The Federal Reserve (FED) resmi mengumumkan bahwa program Quantitative Tightening (QT) akan berakhir pada 1 Desember 2025.
QT sering dianggap sebagai sinyal bullish oleh para investor, karena karena tekanan pengetatan berkurang, sehingga modal bisa kembali mengalir ke aset berisiko.
Tapi apa itu Quantitative Tightening (QT) dan apa aartinya bagi pasar kripto? Apakah ini jadi pertanda bullish? Simak uraiannya di bawah ini.
Apa Itu Quantitative Tightening (QT)?
QT adalah kebijakan moneter di mana bank sentral Amerika (FED) mengurangi ukuran neracanya dengan tidak membeli kembali aset yang jatuh tempo, seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS). Ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dengan mengurangi uang beredar di pasar.
Sejak dimulai pada 2022, QT telah mengurangi neraca FED dari puncak $9 triliun menjadi sekitar $6.6 triliun saat ini, yang berarti sekitar $1 triliun likuiditas telah ditarik dari sistem keuangan.
Selain QT ada juga QE atau Quantitative Easing, QE adalah kebijakan lawan dari QT di mana bank sentral memperluas neracanya dengan membeli aset seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS) dari pasar.
Tujuan utamanya adalah untuk menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan, menekan suku bunga jangka panjang, dan merangsang aktivitas ekonomi.
The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember
Statement resmi FOMC dari laman The FED.
Pada tanggal 29 Oktober 2025 kemarin, The FED baru saja mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.75%-4% dalam sabda FOMC.
Dalam FOMC tersebut The FED juga mengumumkan bahwa pengurangan holding Treasury akan dihentikan mulai 1 Desember. Hal ini menjadi pertanda bahwa Quantitative Tightening (QT) yang telah berjalan dari Juni 2022 akibat tingginya angka inflasi pasca-pandemi, akan berakhir di Desember mendatang.
Dikutip dari Reuters, ketua FED Jerome Powell menekankan bahwa langkah diambil untuk menjaga likuiditas yang cukup guna mengendalikan suku bunga, di tengah tanda-tanda ketatnya pasar uang seperti kenaikan suku bunga jangka pendek dan penggunaan fasilitas repo FED.
Powell juga menyatakan bahwa FED mungkin perlu menambah holding sebesar $20 miliar per bulan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.
Korelasi Quantitative Tightening (QT) dengan Pasar Kripto
Penghentian Quantitative Tightening (QT) sering dilihat sebagai sinyal bullish untuk aset kripto, karena The Fed mulai berhenti menarik likuiditas dari pasar sehingga kondisi finansial terasa lebih longgar.
Berdasarkan data historis, penghentian Quantitative Tightening (QT) oleh The Fed tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pasar kripto.
Misalnya, ketika QT berakhir pada Oktober 2019, alih-alih mengalami lonjakan harga, aset kripto justru terkoreksi cukup dalam dengan penurunan sekitar-42% yang menunjukkan bahwa sekadar berakhirnya kebijakan pengetatan likuiditas belum cukup untuk memicu arus modal masuk ke aset berisiko seperti kripto.
Grafik harga total kapitalisasi pasar kripto setelah QT berakhir dan mulainya QE. Sumber: X @TedPillows
Reli besar baru terjadi setelah Maret 2020, ketika The Fed kembali meluncurkan Quantitative Easing (QE) sebagai respons terhadap pandemi yang membuat likuiditas membanjiri pasar.
Di Tengah siklus Halving Bitcoin yang tengah menuju masa akhir, QT seakan menjadi harapan para investor kripto untuk membuat sebuah keajaiban dimana siklus 4 tahunan ini bisa dipatahkan.
Percakapan di sosial media, khususnya X ramai membahas tentang efek QT terhadap aset kripto dan menunjukkan spektrum opini yang beragam.
QT is ending soon and the Fed is likely to start expanding its balance sheet in the coming months
But it’s NOT QE
It’s simply shifting from slow reduction (QT) to steady growth in line with GDP
Expect Treasury bill purchases, not long-duration QE
Ada yang skeptis, menilai bahwa sekadar berhentinya QT tidak cukup kuat untuk mendorong reli besar tanpa adanya stimulus nyata seperti QE.
Sebagian lain justru bullish, percaya bahwa berkurangnya tekanan likuiditas global akan membuka jalan bagi aliran dana baru ke aset berisiko, termasuk kripto.
In 8 hours, the FOMC will drop its decision, and while everyone expects a 25bps rate cut, that move is already priced in. The real game begins with Powell’s words. Here’s what 99% of the market doesn’t get: the end of QT doesn’t mean the start of QE.…
Sementara itu, kubu bearish mengingatkan bahwa euforia semacam ini sering dimanfaatkan oleh pelaku besar (whales) untuk melakukan distribusi, sehingga potensi koreksi tetap terbuka.
Periode QT dan QE disandingkan dengan dominasi Bitcoin (BTC.D). Sumber X @Brett_ETH
Altcoin di sisi lain, jika dilihat dari data historis sebelumnya, dominasi Bitcoin (BTC.D) cenderung turun di tengah berakhirnya QT dan mulainya QE. Menandakan bahwa altcoin menerima rotasi likuiditas dari Bitcoin dan guyuran likuiditas baru yang masuk ke pasar. Tapi, data historis tentu tidak bisa dijadikan patokan pasti.
Dengan demikian, efek QT terhadap pasar kripto masih sarat ketidakpastian karena, QT ≠ QE. Sebab jika QE berarti injeksi likuiditas baru yang langsung mendorong arus modal masuk ke aset berisiko, maka penghentian QT hanya sebatas menghentikan pengetatan—tidak serta-merta menambah suplai uang segar ke pasar.
Inilah sebabnya, meskipun sebagian investor berharap akhir QT bisa menjadi katalis bullish, dihentikannya QT seperti pada periode sebelumnya membawa respons pasar yang beragam, bahkan negatif dalam jangka pendek.
Oleh karena itu, investor kripto perlu lebih cermat membaca dinamika makro global, termasuk arah kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar, sebelum mengambil keputusan investasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sumber:
Reuters: Fed winding down balance sheet contraction amid tightening money markets. Diakses 30 Oktober 2025
Cmegroup: How the Fed Uses Quantitative Tightening to Address Inflation. Diakses 30 Oktober 2025
Investopedia: Understanding Quantitative Tightening: How the Fed Reduces Market Liquidity. Diakses 30 Oktober 2025
Ketika sebagian besar aset kripto utama sedang tertekan, harga Pi Network (PI) justru mencatatkan lonjakan yang signifikan sebesar 16,04% dalam 24 jam terakhir, berlawanan arah dengan pasar kripto yang secara keseluruhan turun sekitar 2,04%.
Kenaikan ini menjadi sorotan para investor dan analis, karena terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish. Berdasarkan analisis teknikal dan data on-chain, terdapat tiga faktor utama di balik penguatan harga PI, yakni:
Sinyal teknikal pembalikan arah (bullish reversal)
Secara teknikal, Pi Network mengalami rebound kuat dari area support penting di kisaran $0,20–$0,22, yang dikenal sebagai Golden Pocket pada level retracement Fibonacci 0.618.
Pada grafik 4 jam, muncul pola candlestick bullish engulfing, sebagai penanda adanya potensi pembalikan arah tren.
Indikator RSI berada di 60,81, keluar dari area jenuh jual, sementara histogram MACD berbalik positif untuk pertama kalinya dalam dua minggu terakhir. Ini menunjukkan peningkatan momentum beli.
Kenaikan harga juga menembus Simple Moving Average (SMA) 30 hari di $0.228, membuka potensi pengujian level resistensi berikutnya di $0.29.
Namun, hambatan besar bagi PI masih menanti di SMA 200 hari ($0.477) yang menjadi batas tren jangka panjang.
Jika PI mampu menutup harga harian di atas $0.26 (Fib 23.6%), maka konfirmasi pembalikan tren bisa semakin kuat.
2. Pasokan Menyusut di Bursa Kripto
Selain faktor teknikal, penurunan suplai token di bursa juga menjadi katalis utama lonjakan harga.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada Rabu (29/10), lebih dari 10 juta token PI telah ditarik dari bursa sepanjang pekan ini atau setara dengan penurunan 2,4% dari total pasokan yang tersedia.
Fenomena ini berbarengan dengan lonjakan volume perdagangan hingga 821% pada 27 Oktober, menandakan adanya fase akumulasi besar oleh investor.
Biasanya, penurunan cadangan token di bursa mengurangi tekanan jual jangka pendek dan mendorong harga naik.
Namun, perlu dicatat bahwa pada November mendatang akan ada pembukaan (unlock) sebesar 121 juta token PI. Jika permintaan pasar tidak cukup kuat, hal ini bisa memicu tekanan jual baru.
Dengan kata lain, momentum bullish Pi Network sangat bergantung pada keseimbangan antara permintaan baru dan token yang akan dilepas ke pasar.
3. Pembaruan Protokol: Integrasi Stellar dan DeFi
Dari sisi fundamental, Pi Network baru saja mengaktifkan Testnet2 versi 23 pada 28 Oktober, yang membawa integrasi penting dengan Stellar Consensus Protocol (SCP).
Pembaruan ini memungkinkan pengembangan fitur smart contract, transaksi KYC terdesentralisasi, serta kompatibilitas lintas rantai (cross-chain).
Meskipun dampak langsung terhadap harga belum terasa signifikan, peningkatan ini menunjukkan keseriusan tim Pi dalam memperkuat fondasi ekosistemnya.
Dalam jangka panjang, fitur DeFi dan interoperabilitas ini bisa menjadi daya tarik bagi pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApp).
Kenaikan tajam harga Pi Network saat ini merupakan hasil gabungan antara sinyal teknikal yang kuat, pengurangan pasokan di bursa, dan optimisme terhadap pengembangan ekosistem.
Namun, investor perlu berhati-hati karena risiko tetap tinggi, terutama terkait belum terbuktinya utilitas token PI, tingkat sentralisasi proyek, dan potensi tekanan jual dari token yang akan di-unlock.
Level penting yang perlu diawasi, apakah Pi mampu bertahan di atas $0.25 setelah periode unlock? Jika ya, tren bullish jangka menengah bisa terkonfirmasi. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, profit-taking berpotensi menekan harga kembali ke area $0.22.
Dalam waktu dekat, pergerakan aliran token di bursa (exchange flow) dan laju migrasi ke Mainnet akan menjadi indikator utama arah berikutnya bagi Pi Network.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Setelah sempat menembus level tertinggi harian di $116.078,99, harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat melemah 1,19% menjadi $112.601,02 per BTC.
Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (29/10), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,245 triliun, menjadikannya aset kripto nomor satu dunia dengan dominasi pasar terbesar.
Meskipun terjadi penurunan harga harian, performa Bitcoin dalam sepekan terakhir masih positif (+3,9%), menandakan adanya minat beli yang stabil dari investor ritel maupun institusional.
Namun, koreksi tipis ini menjadi perhatian karena muncul di tengah volatilitas tinggi pasar dan kenaikan tajam yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Berikut analisa harga BTC hari ini.
Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Bitcoin mencapai $65,93 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap solid meski harga melemah.
Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,94 juta BTC, atau sekitar 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.
Artinya, suplai Bitcoin semakin langka, faktor fundamental yang menjadi alasan banyak analis memandang koreksi saat ini sebagai bagian dari siklus sehat dalam tren naik jangka panjang.
Harga terendah harian tercatat di $112.111, sementara tertinggi mencapai $116.078,99. Dengan rentang pergerakan ini, volatilitas harian Bitcoin berada di kisaran 3,5%, cukup tinggi untuk ukuran aset berkapitalisasi besar.
Performa Jangka Pendek dan Menengah: Masih di Jalur Positif
Jika dilihat dari data historis:
Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin naik +0,79% atau sekitar $886,20.
Dalam 60 hari terakhir, BTC menguat +4,32%.
Namun dalam 90 hari terakhir, BTC sempat turun -4,91%, menunjukkan adanya fase konsolidasi setelah reli besar di kuartal sebelumnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski pasar kripto global sedang berfluktuasi, Bitcoin masih mempertahankan tren bullish jangka menengah. Banyak analis menyebut level $110.000–$112.000 sebagai zona support penting, di mana tekanan beli biasanya meningkat.
Analisis Teknikal: Koreksi Sehat Sebelum Lanjutan Kenaikan
Secara teknikal, Bitcoin sedang melakukan pullback sehat setelah reli signifikan yang membawa harga mendekati rekor tertinggi tahunannya di $126.198,07.
Indikator RSI (Relative Strength Index) cenderung menurun dari area overbought, menandakan adanya fase pendinginan pasar.
Sementara itu, struktur harga masih berada di atas rata-rata pergerakan 30 hari (SMA-30), yang secara historis menjadi area pantulan bagi tren naik.
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $111.500–$112.000, peluang rebound menuju area $116.500 hingga $118.000 masih terbuka lebar.
Namun, bila harga menembus di bawah support tersebut, potensi koreksi lebih dalam ke $108.000 bisa terjadi.
Faktor Fundamental: Likuiditas dan Sentimen Global
Kondisi pasar kripto saat ini juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global.
Sentimen investor terhadap aset berisiko sedang berfluktuasi akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga dan inflasi AS.
Meski demikian, Bitcoin tetap menjadi “safe haven digital” bagi sebagian investor, terutama setelah meningkatnya eksposur institusional melalui ETF spot.
Selain itu, pasokan Bitcoin yang semakin mendekati batas maksimum (21 juta BTC) menjadi katalis jangka panjang yang memperkuat narasi kelangkaan (digital scarcity).
Dengan hanya tersisa kurang dari 6% pasokan untuk ditambang, faktor ekonomi deflasi Bitcoin diperkirakan akan semakin kuat menjelang halving berikutnya.
Koreksi 1,19% yang dialami Bitcoin hari ini tampaknya merupakan fase konsolidasi alami setelah kenaikan tajam di bulan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan yang tetap tinggi menunjukkan bahwa pasar masih memiliki minat beli yang kuat.
Selama BTC mampu bertahan di atas level psikologis $110.000, prospek jangka menengah tetap positif dengan target jangka pendek di area $116.000–$118.000.
Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga jatuh di bawah $111.000, investor perlu mewaspadai potensi penurunan ke zona $108.000.
Untuk saat ini, pasar tampak menunggu katalis baru — baik dari sisi makro ekonomi global maupun perkembangan ETF Bitcoin yang bisa menjadi pemicu pergerakan besar berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.