Tag Archives: kripto

Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

Solana (SOL) mencatat pemulihan harga signifikan setelah melonjak sekitar 12% dari level terendah dalam waktu singkat. Kenaikan ini mendorong SOL menjauh dari area yang sebelumnya dianggap berbahaya oleh pelaku pasar. Namun, meskipun rebound terjadi cukup cepat, sejumlah analis masih menilai tren Solana belum sepenuhnya aman dan tetap berada dalam tekanan bearish.

Kondisi ini membuat proyeksi pergerakan SOL masih dipenuhi ketidakpastian, terutama karena munculnya satu sinyal yang dinilai dapat melemahkan peluang reli lanjutan.

Data On-Chain: Long-Term Holder Mulai Mundur, Sinyal Merah untuk SOL

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah melemahnya akumulasi dari investor jangka panjang. Berdasarkan data HODLer Net Position Change, terlihat bahwa aktivitas akumulasi long-term holders mulai melambat drastis setelah koreksi tajam yang terjadi pekan lalu.

Padahal, kelompok investor jangka panjang biasanya berperan sebagai penopang harga ketika pasar mengalami tekanan. Jika akumulasi mereka melemah, hal ini dinilai dapat mengurangi kekuatan support alami SOL dan menjadi sinyal negatif terhadap keberlanjutan pemulihan harga.

Money Flow Index Dekati Oversold, Potensi Seller Exhaustion Mulai Terlihat

Di sisi lain, indikator Money Flow Index (MFI) disebut mendekati level oversold di bawah 20. Level ini sering diartikan sebagai tanda bahwa tekanan jual mulai melemah atau mendekati fase seller exhaustion.

Dilaporkan Cryptonews, dalam catatan historis, Solana hanya mencapai kondisi oversold seperti ini sebanyak tiga kali dalam dua setengah tahun terakhir. Setiap kali indikator tersebut muncul, SOL cenderung mengalami stabilisasi harga atau bahkan reversal yang mampu mengejutkan pelaku pasar bearish.

Meski demikian, indikator oversold belum otomatis menjamin reli besar, karena pasar masih membutuhkan konfirmasi tambahan dari struktur teknikal.

SOL Masih Terjebak Tren Turun, Support $85–$90 Jadi Penentu

Secara teknikal, SOL masih berada dalam struktur descending channel dan belum menunjukkan pembalikan tren yang jelas. Harga bahkan dilaporkan sempat turun menembus struktur channel tersebut dan kini bergerak di area $85 hingga $90 yang berfungsi sebagai support jangka pendek.

Analis menilai bahwa tren besar SOL masih bearish karena pola lower highs dan lower lows masih terbentuk secara konsisten. Jika support $85–$90 gagal bertahan, maka target penurunan berikutnya diperkirakan berada di sekitar $70, yang dianggap sebagai zona demand kuat terakhir.

Resistance $100 dan $144 Jadi Kunci Pemulihan

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Untuk skenario pemulihan, resistance terdekat berada di sekitar $100. Namun, level yang dinilai paling penting berada di area $144. Analis menyebut bahwa penutupan harga harian di atas $144 akan menjadi sinyal kuat bahwa tren turun berpotensi berakhir dan SOL bisa memasuki fase bullish yang lebih nyata.

Dengan demikian, meski SOL berhasil memantul 12% dalam waktu singkat, pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan. Melemahnya akumulasi investor jangka panjang menjadi faktor risiko utama, sementara indikator oversold membuka peluang terjadinya stabilisasi atau reversal apabila tekanan jual benar-benar mulai mereda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, rebound cepat tanpa akumulasi volume seringkali rapuh. Trader harus waspada terhadap “bull trap” di mana harga naik sementara untuk menjebak pembeli FOMO sebelum koreksi berlanjut. Konfirmasi butuh penutupan candle harian kuat.

Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Bangkit dari Support $1.817, Level $2.200 Jadi Reli Selanjutnya

Pergerakan Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah aset kripto terbesar kedua ini berhasil memantul dari level terendah $1.817.

Rebound tersebut membuka peluang pemulihan lanjutan, dengan fokus pasar kini tertuju pada zona likuiditas krusial di $2.200.

Menurut laporan Coincu, level ini dinilai sebagai area penentu arah tren, di mana penembusan yang meyakinkan berpotensi memicu reli lanjutan menuju kisaran $2.600.

Pemulihan harga ETH ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih volatil.

Namun berbeda dengan sejumlah altcoin lain, Ethereum justru menunjukkan ketahanan fundamental yang relatif solid, terutama dari sisi aktivitas jaringan dan ekosistem DeFi yang tetap ramai digunakan.

Baca Juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Analisis Harga ETH: $2.200 sebagai Area “Make or Break”

Secara teknikal, rebound dari area $1.817 menandakan adanya minat beli yang kuat di zona support utama.

Area ini berfungsi sebagai dasar pemulihan jangka pendek setelah tekanan jual yang terjadi pasca puncak harga Ethereum di akhir 2025.

Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada level $2.200, yang dikenal sebagai zona likuiditas padat.

Di area ini, tersimpan konsentrasi order beli dan jual dalam jumlah besar, sehingga reaksi harga akan sangat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas $2.200 dengan dukungan volume besar, maka struktur teknikal berpotensi beralih ke tren bullish jangka menengah. Target kenaikan berikutnya diproyeksikan berada di kisaran $2.500–$2.600.

Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu fase konsolidasi lanjutan, dengan harga bergerak sideways sebelum menentukan arah baru.

Fundamental Ethereum Tetap Kokoh di Tengah Koreksi Harga

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berbeda dengan pergerakan harga yang sempat terkoreksi, fundamental jaringan Ethereum justru menunjukkan stabilitas yang kuat.

Data terbaru mencatat Total Value Locked (TVL) Ethereum bertahan di angka $57,28 miliar, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung utama ekosistem DeFi global.

TVL yang relatif stabil ini mencerminkan kepercayaan pengguna dan pengembang terhadap jaringan Ethereum, meskipun pasar sedang berada dalam fase penyesuaian.

Selain itu, jumlah alamat aktif Ethereum meningkat menjadi sekitar 906.700, menunjukkan pertumbuhan keterlibatan pengguna yang berkelanjutan.

Peningkatan alamat aktif ini mengindikasikan bahwa aktivitas transaksi, penggunaan aplikasi terdesentralisasi (dApps), serta interaksi DeFi dan NFT masih berlangsung secara konsisten. Dengan kata lain, utilitas jaringan Ethereum tetap tinggi meskipun harga belum sepenuhnya pulih.

Divergensi Positif: Harga vs Utilitas Jaringan

Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini sebagai divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan.

Saat harga ETH mengalami koreksi dari puncaknya, aktivitas on-chain justru menunjukkan tren yang berlawanan.

“Data ini mengonfirmasi divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan. Meskipun harga ETH terkoreksi dari puncaknya di akhir 2025, aktivitas pengguna justru tumbuh. Ini menandakan ekosistem DeFi dan aplikasi di atas Ethereum tetap ramai digunakan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Fenomena ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal pembentukan dasar harga (price base), di mana fundamental yang kuat berpotensi mendukung pemulihan harga dalam jangka menengah hingga panjang.

Volume Perdagangan Jadi Kunci Konfirmasi Tren

Meski prospek terlihat menjanjikan, Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa konfirmasi volume tetap menjadi faktor krusial.

Untuk memastikan bahwa breakout di atas $2.200 valid dan bukan false breakout, dibutuhkan lonjakan volume perdagangan yang signifikan.

“Bagi trader, level $2.200 adalah area make or break. Breakout di sini dengan volume tinggi, di atas $20 miliar, akan menjadi konfirmasi pembalikan tren yang valid. Sebaliknya, kegagalan menembusnya bisa berarti konsolidasi yang lebih lama,” tambah Tim Research Tokocrypto.

Tanpa dukungan volume, kenaikan harga berisiko bersifat sementara dan rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

ETH di Persimpangan Penting

Ethereum saat ini berada di fase penentuan arah. Rebound dari $1.817 membuka peluang reli lanjutan, namun zona $2.200 menjadi gerbang utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi perubahan tren.

Di sisi lain, fundamental jaringan yang tetap kuat—ditopang TVL besar dan peningkatan alamat aktif—memberikan dasar yang solid bagi potensi pemulihan jangka menengah.

Bagi investor dan trader, kombinasi antara analisis teknikal dan data on-chain menjadi kunci.

Jika Ethereum mampu memanfaatkan momentum ini dengan breakout yang disertai volume tinggi, maka reli menuju $2.600 bukanlah skenario yang mustahil.

Namun, kehati-hatian tetap diperlukan selama ETH masih berjuang di bawah area likuiditas krusial tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Era Baru Cross-Chain DEX Dimulai

SushiSwap, salah satu protokol decentralized exchange (DEX) di ekosistem DeFi, secara resmi mengumumkan peluncuran versi terintegrasi di jaringan Solana.

Kolaborasi dengan Jupiter Exchange ini aktif mulai 9 Februari 2026, dan merupakan langkah strategis yang memperluas kemampuan SushiSwap di luar jaringan Ethereum Virtual Machine (EVM) tradisional.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Selasa (10/2), langkah ini bukan sekadar pembaruan teknis biasa, tetapi juga menandai fase ekspansi penting bagi SushiSwap untuk menjadi multi-chain DEX yang dapat melayani pengguna lintas jaringan dengan lebih cepat, murah, dan efisien.

Baca Juga: Uniswap V3 Kalahkan SushiSwap, Raih Gelar Ini

Peluncuran SushiSwap di Solana: Apa Artinya?

Solana dikenal sebagai blockchain dengan throughput tinggi dan biaya transaksi rendah, seni teknologi yang semakin menarik bagi platform DeFi besar untuk memperluas jangkauan mereka.

SushiSwap di Solana akan memungkinkan pengguna melakukan swap aset secara langsung, memanfaatkan kecepatan jaringan Solana sekaligus tetap terhubung dengan aset dari EVM seperti Ethereum.

Kolaborasi dengan Jupiter yang merupakan agregator likuiditas terbesar di Solana, akan membantu SushiSwap mengakses likuiditas yang lebih luas, memudahkan transaksi lintas jaringan, dan memberikan pengalaman trading tanpa batas bagi pengguna DeFi.

Selain itu, peluncuran ini membuka peluang bagi pertukaran berbagai jenis token, termasuk meme tokens, aset tokenized, hingga token real-world assets (RWA), yang semakin populer di pasar kripto global.

Strategi Multi-Chain: Langkah Besar SushiSwap

SushiSwap selama ini dikenal sebagai protokol DEX multichain, beroperasi di lebih dari 40 jaringan blockchain dan menyediakan liquidity pool serta fitur swap yang terdesentralisasi.

Namun, integrasi resmi di Solana membawa ekspansi ini ke level yang lebih luas, terutama dengan dukungan lintas rantai (cross-chain) yang lebih efisien tanpa harus bergantung pada infrastruktur pihak ketiga yang lebih kompleks.

Integrasi ini juga sejalan dengan rencana besar SushiSwap untuk tahun-tahun mendatang, termasuk tujuan platform untuk menawarkan solusi DeFi yang lebih canggih melalui produk seperti Susa (order-book DEX on-chain) dan Kubo (alat peluncuran pasar dengan strategi delta-neutral), serta Blade, solusi automated market maker generasi baru.

Dengan memperluas ke Solana, SushiSwap tidak hanya memperluas pasar likuiditasnya tetapi juga menciptakan peluang bagi pengguna untuk berinteraksi dengan aset yang sebelumnya terbatas hanya pada jaringan tertentu.

Dampak untuk Pengguna dan Trader

Peluncuran SushiSwap di Solana diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengguna aktif, terutama bagi mereka yang mencari biaya transaksi rendah dan eksekusi cepat.

Solana telah menjadi magnet bagi aplikasi DeFi dan NFT berkat throughput jaringan yang tinggi, sebuah keunggulan kompetitif dibandingkan jaringan Ethereum yang sering mengalami biaya gas tinggi ketika volume aktivitas meningkat.

Trader juga bisa memanfaatkan fitur lintas jaringan yang lebih lancar, seperti swap otomatis dari aset Solana ke aset berbasis EVM dan sebaliknya.

Dengan ini, SushiSwap berpotensi menarik lebih banyak modal, terutama dari pengguna yang sebelumnya menghindari biaya tinggi atau kemacetan jaringan.

Meski masih dini, langkah ini bisa memicu volatilitas harga jangka pendek untuk token SUSHI maupun JUP (token dari Jupiter Exchange), karena trader mungkin akan melakukan spekulasi seputar likuiditas, volume perdagangan lintas jaringan, serta aktivitas pengguna baru setelah peluncuran.

Perspektif Industri: DeFi yang Semakin Multichain

Integrasi SushiSwap di Solana mencerminkan tren yang lebih luas di dunia kripto: DeFi menuju interoperabilitas yang sebenarnya.

Protokol besar kini tidak lagi terbatas pada satu ekosistem blockchain, tetapi membangun jembatan antar jaringan untuk menghadirkan layanan DeFi yang lebih inklusif dan efisien.

Solana, sebagai salah satu jaringan dengan pertumbuhan aktivitas signifikan, menjadi pilihan strategis.

Pendukungnya melihat potensi besar bagi protokol DeFi seperti SushiSwap untuk meraih pangsa pasar lebih luas berkat biaya rendah dan kecepatan tinggi.

Risiko dan Tantangan

Walaupun langkah ini memunculkan banyak potensi positif, Tim Research Tokocrypto menilai tetap ada tantangan dan risiko yang perlu diwaspadai.

“Pivot penting bagi SushiSwap yang selama ini EVM-centric. Masuk ke Solana (chain dengan volume DEX tertinggi saat ini) lewat Jupiter adalah cara cerdas untuk langsung dapat flow tanpa harus bootstrap likuiditas dari nol sendirian. Potensi re-rating jika volume yang diroute signifikan, ” tutur Tim research Tokocrypto.

Interoperabilitas lintas chain membawa kompleksitas teknis dan potensi risiko keamanan yang unik, seperti smart contract exploit atau manipulasi likuiditas jika tidak dikunci dengan baik.

Begitu pula, volatilitas jangka pendek setelah peluncuran bisa menjadi sangat tinggi karena sentimen pasar, spekulasi, serta fluktuasi permintaan atas token SUSHI dan JUP, terutama di hari-hari pertama setelah integrasi resmi diumumkan.

Baca Juga: Sushiswap Terbitkan Kontrak di 5 Blockchain, Apa Saja?

Era Baru SushiSwap di Ekosistem Solana

Peluncuran SushiSwap di jaringan Solana menandai tonggak penting dalam evolusi DEX multichain.

Dengan dukungan Jupiter Exchange, protokol ini siap menghadirkan pengalaman swap yang lebih cepat, murah, dan lintas jaringan bagi pengguna global.

Bagi pelaku pasar DeFi, event ini bukan hanya sekadar integrasi teknis, tetapi sinyal bahwa masa depan DeFi adalah interoperabilitas tanpa batas antara berbagai jaringan blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

VeChain Mulai Voting Tata Kelola di VeBetterDAO: Sinyal Kenaikan Harga?

VeChain (VET) kembali menjadi sorotan komunitas kripto global setelah memulai periode voting tata kelola baru di platform VeBetterDAO, yang berlangsung dari 3 hingga 9 Februari 2026.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Selasa (10/2), voting ini difokuskan pada proposal yang bertujuan meningkatkan insentif bagi partisipasi aktif serta memperbaiki kualitas alokasi dana dalam ekosistem VeChain.

Meski event tata kelola biasanya tidak memberikan dampak besar langsung ke harga token, terutama bila tidak menyentuh aspek tokenomics seperti mekanisme burn atau yield baru, momentum voting tetap menjadi indikator penting tentang kegiatan pengembang dan keterlibatan komunitas.

Baca Juga: Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

Apa Itu VeBetterDAO dan Mekanisme Governance?

VeBetterDAO merupakan sistem tata kelola terdesentralisasi (DAO) yang dibangun di atas VeChainThor, yang memberi suara kepada komunitas untuk memutuskan arah alokasi sumber daya dan pengembangan prospek ekosistem.

Partisipasi dalam governance dilakukan melalui dua token utama:

  • B3TR: Token insentif yang dibagikan kepada komunitas berdasarkan aktivitas mereka dalam ekosistem.
  • VOT3: Token tata kelola yang digunakan untuk memberikan suara dalam setiap voting DAO. B3TR dapat ditukar dengan VOT3 dalam rasio 1:1 untuk mendapatkan hak suara.

Pengguna yang ingin berpartisipasi harus menahan atau mengonversi token mereka ke VOT3, yang kemudian memberikan hak suara pada proposal yang diajukan oleh anggota DAO lain.

Mekanisme ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif daripada voting pasif, sehingga keputusan yang diambil lebih mencerminkan kebutuhan nyata komunitas.

Fokus Proposal: Reward Partisipasi dan Kualitas Alokasi

Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Periode voting ini diadakan untuk menilai sejumlah proposal yang bertujuan:

  • Memberi insentif lebih besar bagi partisipasi komunitas, sehingga pengguna lebih termotivasi untuk terlibat dalam tata kelola.
  • Meningkatkan kualitas alokasi dana ekosistem, sehingga keputusan pendanaan lebih mencerminkan kontribusi nyata.
  • Memperkuat sinyal tata kelola, yang memengaruhi bagaimana proyek-proyek di dalam ekosistem VeChain diprioritaskan dan didanai.

Sebelum voting dimulai, proposal ini memasuki fase pengumpulan dukungan awal, di mana anggota DAO harus menyumbangkan VOT3 untuk mencapai ambang tertentu agar proposal dapat lanjut ke tahap voting penuh.

Jika ambang dukungan tidak tercapai, proposal bisa gagal otomatis.

Dampak Voting terhadap Ekosistem

Menurut Tim Research Tokocrypto, event voting tata kelola umumnya memberikan dampak “soft” terhadap harga token, terutama bila tidak mencakup perubahan besar dalam tokenomics atau insentif ekonomi langsung.

Namun, keberadaan event ini tetap memiliki beberapa implikasi penting:

“Governance vote biasanya punya dampak “soft” ke harga kecuali ada perubahan tokenomics radikal (burn/yield). Namun, ini sinyal aktivitas dev/komunitas yang sehat. Perhatikan apakah voting ini memicu kenaikan staking rate VET/B3TR selama periode aktif,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dua aspek utama yang menarik perhatian pasar adalah:

  1. Partisipasi komunitas yang meningkat, yang bisa menjadi indikator kepercayaan jangka panjang terhadap proyek.
  2. Potensi efek psikologis kepada investor, karena semakin banyak suara yang dikeluarkan, semakin kuat sinyal bahwa komunitas peduli terhadap perkembangan ekosistem.

Mengapa Governance Penting di Era DeFi?

Dalam dunia kripto modern, tata kelola terdesentralisasi bukan sekadar teori, ia menjadi bagian penting dari keputusan strategis protokol.

Sistem seperti VeBetterDAO memungkinkan komunitas menentukan sendiri arah pengembangan, alokasi dana, dan prioritas pengembangan proyek berbasis konsensus.

Ekosistem yang memiliki mekanisme tata kelola fungsional sering kali menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil karena keputusan tidak sepenuhnya berada di tangan pengembang inti saja, tetapi juga disetujui bersama oleh kontributor dan pemangku kepentingan lainnya.

Ini menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama dalam komunitas.

Potensi Volatilitas Harga dan Sentimen Pasar

Meskipun governance vote biasanya tidak memicu reaksi harga besar secara langsung, event seperti voting VeBetterDAO sering kali menimbulkan buzz sosial di komunitas pengguna VET, B3TR, dan token terkait lainnya.

Trader sering memperhatikan metrik lain seperti:

  • Tingkat staking / partisipasi B3TR dan VET, karena ini bisa menunjukkan komitmen jangka panjang.
  • Volume transaksi dan likuiditas harian, yang dapat naik seiring peningkatan aktivitas jaringan.
  • Perilaku pasar sebelum dan setelah periode voting, terutama bila proposal yang disetujui memberikan perubahan signifikan di masa depan.

Baca Juga: VET Masih Merah di $0,0077! VeChain Gelar Voting Governance

Governance yang Menjadi Sinyal Kesehatan Ekosistem

Periode voting tata kelola VeBetterDAO pada 3–9 Februari 2026 bukan hanya rutinitas semata, tetapi menjadi sinyal bahwa ekosistem VeChain masih aktif bertransformasi melalui partisipasi komunitas.

Walaupun dampaknya terhadap harga mungkin bersifat soft, event ini mencerminkan adanya perhatian terhadap tata kelola yang lebih baik dan partisipasi yang lebih berkualitas, dua hal yang sangat penting dalam dunia kripto yang terus berkembang.

Bagi investor maupun pengguna jaringan VeChain, mengikuti hasil voting dan melihat bagaimana proposal yang diterima diimplementasikan bisa menjadi indikator penting tentang arah pengembangan jaringan dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 4%, Ini Analisis dan Level Kuncinya

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Selasa (10/2), PI tercatat turun 4,14% ke level $0,140, kinerja yang lebih buruk dibandingkan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan.

Penurunan ini mencerminkan kombinasi tekanan pasar makro kripto dan struktur teknikal PI yang masih rapuh.

Dalam kondisi pasar yang sedang berada di fase risk-off, aset kripto berisiko tinggi seperti Pi cenderung menjadi korban utama aksi jual, terutama ketika likuiditas pasar relatif tipis.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis 0,84% di Tengah Gejolak Extreme Fear

Sentimen Pasar Kripto Masih di Zona Extreme Fear

Tekanan terhadap harga PI tidak terjadi secara terisolasi.

Kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 2,01% dalam 24 jam, sementara Bitcoin (BTC) melemah 2,29% pada periode yang sama.

Indeks Crypto Fear & Greed saat ini berada di level 10, yang mengindikasikan kondisi “Extreme Fear” di kalangan pelaku pasar.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi dan memindahkan dana ke aset yang lebih defensif atau stablecoin.

Pi Network, yang memiliki karakteristik high beta, bergerak searah dengan pasar namun dengan volatilitas yang lebih besar.

Akibatnya, saat pasar turun, PI cenderung jatuh lebih dalam dibanding aset kripto utama.

Secara historis, altcoin dengan likuiditas terbatas memang lebih rentan terhadap tekanan jual saat sentimen pasar memburuk. Pergerakan PI kali ini mencerminkan pola tersebut.

Likuiditas Rendah Memperbesar Tekanan Harga

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor sentimen global, likuiditas PI yang relatif rendah turut memperparah pelemahan harga.

Volume perdagangan PI tercatat naik sekitar 28%, namun masih berada di kisaran $11,78 juta dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,25 miliar.

Ini menghasilkan rasio volume terhadap market cap hanya 0,94%, yang tergolong tipis.

Likuiditas yang rendah membuat pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap order jual dalam jumlah relatif kecil.

Dengan kata lain, tekanan jual yang tidak terlalu besar pun dapat mendorong harga turun lebih dalam.

Yang menarik, tidak ada katalis negatif spesifik seperti pengumuman proyek, perubahan fundamental, atau isu on-chain yang memicu penurunan ini.

Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga PI lebih didorong oleh aliran teknikal dan sentimen makro, bukan oleh faktor fundamental jangka pendek.

Struktur Teknikal Masih Lemah

Dari perspektif teknikal, Pi Network masih berada dalam tren turun yang kuat. Dalam periode 30 hari terakhir, harga PI tercatat sudah turun sekitar 33%, mencerminkan dominasi penjual yang belum mereda.

Level teknikal penting yang kini menjadi perhatian adalah area support di sekitar $0,135. Level ini merupakan titik terendah terbaru dan menjadi batas psikologis penting bagi pelaku pasar.

Jika tekanan jual berlanjut seiring bertahannya sentimen Extreme Fear, penembusan di bawah $0,135 berpotensi membuka jalan menuju area $0,130.

Sebaliknya, untuk skenario pemulihan jangka pendek, PI perlu kembali menembus dan bertahan di atas $0,145.

Reclaim level ini bisa menjadi sinyal awal stabilisasi, meskipun belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

Arah pergerakan PI dalam jangka dekat sangat bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan, khususnya Bitcoin.

Stabilisasi BTC di atas level $69.000 dipandang sebagai salah satu syarat penting untuk meredakan tekanan jual di altcoin.

Jika Bitcoin gagal menemukan pijakan dan sentimen pasar tetap berada di zona Extreme Fear, maka probabilitas kelanjutan tren bearish pada PI masih cukup besar.

Sebaliknya, perbaikan struktur pasar Bitcoin dan peningkatan selera risiko investor dapat membuka peluang rebound teknikal pada PI.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Koreksi ke $0,144, Tekanan Masih Jadi Beban

Tekanan Bearish Masih Dominan

Penurunan harga Pi Network ke $0,140 merupakan refleksi dari pasar kripto yang sedang diliputi ketakutan ekstrem, diperparah oleh likuiditas rendah dan struktur teknikal yang lemah.

Tanpa adanya katalis positif yang jelas, pergerakan PI masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makro dan arah Bitcoin.

Level kunci yang perlu diperhatikan investor adalah support di $0,135 dan resistance di $0,145.

Selama pasar belum menunjukkan tanda pemulihan yang solid, tekanan bearish pada PI masih menjadi skenario utama dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mengalami koreksi setelah gagal mempertahankan momentum penguatan.

Berdasarkan data pasar terbaru di Tokocrypto, Bitcoin diperdagangkan di level $69.658,46 per BTC, turun 1,65% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar kripto secara keseluruhan, sekaligus menegaskan bahwa fase konsolidasi menuju tren yang lebih jelas masih berlangsung.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,392 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia.

Namun, performa jangka pendek menunjukkan bahwa sentimen investor masih cenderung berhati-hati, terutama setelah penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

Pergerakan Harga BTC: Tekanan Masih Terasa

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $68.291 hingga $71.076.

Level ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi, meskipun belum menunjukkan adanya breakout yang meyakinkan.

Penurunan harian sebesar $1.169,92 menambah daftar koreksi yang telah terjadi dalam beberapa periode waktu sebelumnya.

Secara mingguan, harga BTC telah turun 11,17%, sementara dalam 30 hari terakhir Bitcoin terkoreksi cukup dalam hingga 23,17%.

Jika ditarik lebih jauh, penurunan mencapai 24,50% dalam 60 hari dan bahkan 32,56% dalam 90 hari terakhir.

Data ini mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih menjadi tema utama pergerakan Bitcoin dalam jangka menengah.

Koreksi ini juga membuat Bitcoin semakin jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, menandakan perubahan signifikan dalam struktur pasar dibandingkan euforia sebelumnya.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun harga melemah, volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat cukup solid di $49,14 miliar.

Angka ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap BTC masih tinggi, baik dari sisi trader jangka pendek maupun pelaku institusional.

Volume yang besar di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi atau reposisi portofolio, bukan sekadar pasar yang sepi aktivitas.

Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, faktor kelangkaan jangka panjang tetap menjadi narasi utama Bitcoin, meskipun belum cukup kuat untuk menahan tekanan harga dalam jangka pendek.

Analisis Sentimen dan Faktor Tekanan

Tekanan terhadap harga BTC tidak lepas dari kondisi pasar kripto global yang masih rapuh.

Ketidakpastian makroekonomi, ekspektasi kebijakan moneter, serta sikap risk-off investor turut memengaruhi pergerakan Bitcoin.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Pergerakan harga BTC yang turun 0,1% dalam satu jam terakhir juga menunjukkan bahwa tekanan jual masih terjadi secara bertahap, bukan panic selling besar-besaran.

Ini mengindikasikan pasar sedang mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah selanjutnya.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area $68.000 menjadi level support penting dalam jangka pendek.

Jika Bitcoin gagal bertahan di atas zona ini, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terbuka.

Sebaliknya, untuk mengembalikan sentimen positif, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas $71.000, yang sebelumnya menjadi batas atas pergerakan harian.

Selama harga masih bergerak di bawah level resistance tersebut, reli yang terjadi berisiko bersifat sementara dan rawan berbalik arah.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

Konsolidasi dengan Risiko Lanjutan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan bias bearish.

Penurunan 1,65% dalam 24 jam hanyalah bagian dari tren koreksi yang lebih luas dalam beberapa bulan terakhir.

Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat, pergerakan jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan faktor teknikal.

Bagi investor dan trader, penting untuk mencermati level support $68.000 dan resistance $71.000 sebagai penentu arah berikutnya.

Hingga ada konfirmasi pembalikan tren yang lebih kuat, kehati-hatian tetap menjadi strategi utama dalam menghadapi volatilitas Bitcoin saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 10 Februari 2026: Bitcoin Stabil di $70.000!

Pasar kripto hari ini, Selasa (10/2) mencatat rebound tipis dengan sejumlah altcoin berkapitalisasi kecil memimpin penguatan. NKN melonjak tajam hingga 78% ke level $0,0091, diikuti GPS yang menguat 39% ke $0,0148, serta ZKP yang naik 41% menyentuh $0,1115. Lonjakan ini mencerminkan kembalinya minat spekulatif jangka pendek, meski secara keseluruhan struktur pasar masih belum sepenuhnya pulih.

Di sisi utama pasar, Bitcoin cenderung bergerak mendatar di area $70.000. Tekanan jual yang masih tinggi membatasi ruang kenaikan, sementara akumulasi agresif dari whale membantu menahan harga pasca koreksi tajam sebelumnya. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Saat Pasar Rebound Tipis

  • NKN melonjak 78% hari ini, capai level harga $0,0091.
  • GPS tumbuh positif 39%, harga kini di level $0,0148.
  • ZKP catat kenaikan signifikan 41% sentuh $0,1115.

Bitcoin Stabil di $70.000: Akankah BTC Naik atau Turun?

  • BTC bertahan di $70.000, namun tekanan jual tinggi batasi kenaikan.
  • Akumulasi agresif para whale menopang harga pasca koreksi tajam.
  • ETF dan data on-chain menunjukkan pasar stagnan tanpa tren jelas.

Deposit & Trade $AT PART 2! Rebut Hadiah Rp400 JUTA*

Agenda Ekonomi AS Pekan Ini yang Bakal Gerakkan Bitcoin

  • Pidato Pejabat Fed Pengaruhi Likuiditas & Sentimen Jangka Pendek BTC.
  • Data Tenaga Kerja AS Bisa Picu Ekspektasi Penurunan Suku Bunga.
  • Data Inflasi CPI Jadi Penentu Arah Harga Kripto Selanjutnya.

Altcoin yang Patut Diperhatikan di Pekan Kedua Februari 2026

  • Axie Infinity naik 18%, menargetkan $1,65 jika momentum bullish bertahan.
  • Kite potensi cetak rekor tertinggi baru sepanjang masa.
  • Para pembeli KITE mempertahankan level support $0,150.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Skandal $44 Miliar di Bithumb, Korea Selatan Perketat Aturan Kripto

Otoritas pengawas keuangan Korea Selatan meningkatkan pengawasan terhadap industri kripto setelah insiden besar yang melibatkan exchange lokal Bithumb. Financial Supervisory Service (FSS) mengumumkan akan memperketat kontrol pasar aset digital beberapa hari setelah Bithumb secara keliru mengkreditkan sejumlah pengguna dengan bitcoin senilai miliaran dolar.

Dalam pernyataan resminya, FSS menyebut akan memulai investigasi terhadap praktik “berisiko tinggi” yang dapat merusak ketertiban pasar, termasuk manipulasi harga skala besar oleh whale, aktivitas trading yang berkaitan dengan penghentian deposit maupun penarikan, serta skema pump yang didorong informasi menyesatkan di media sosial.

FSS Siapkan Sistem AI Deteksi Pola Trading Mencurigakan Secara Real-Time

Ilustrasi NFT di Korea Selatan.
Ilustrasi NFT di Korea Selatan. Foto: RT Russia.

Dilaporkan Coindesk, FSS menyatakan pihaknya juga akan membangun alat pemantauan yang mampu mengekstrak pola perdagangan mencurigakan hingga level detik dan menit. Selain itu, regulator berencana menggunakan sistem analisis teks berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi potensi manipulasi pasar secara real-time.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko penyalahgunaan pasar kripto, termasuk praktik yang dinilai merugikan investor dan mengganggu stabilitas sistem keuangan digital.

Baca juga: Warga Korea Selatan Kini Boleh Investasi Aset Kripto Luar Negeri

Kesalahan Bithumb Diperkirakan Capai $44 Miliar, Bitcoin Sempat Drop 30%

Pengawasan ketat ini muncul setelah kesalahan sistem Bithumb pekan lalu menjadi sorotan publik. Dalam insiden tersebut, beberapa pengguna Bithumb secara tidak sengaja menerima setidaknya 2.000 BTC per orang, padahal seharusnya hanya menerima reward promosi dalam jumlah kecil. Kesalahan tersebut diperkirakan bernilai sekitar $44 miliar pada saat kejadian.

Akibat blunder itu, harga Bitcoin di Bithumb sempat anjlok hingga 30% di bawah rata-rata global ketika sejumlah penerima mencoba menjual aset yang masuk secara tiba-tiba. Bithumb dilaporkan langsung membatasi aktivitas trading dan penarikan untuk 695 pengguna terdampak dalam waktu 35 menit setelah distribusi keliru terjadi pada hari Jumat.

Pihak berwenang dijadwalkan akan melaporkan rincian lengkap insiden tersebut kepada Komite Urusan Politik Majelis Nasional Korea Selatan, menurut laporan media lokal.

Bithumb Bebaskan Fee dan Siapkan Program Kompensasi

Setelah insiden tersebut, Bithumb mengambil langkah pemulihan dengan membebaskan biaya transaksi selama satu minggu. Exchange tersebut juga menjalankan program kompensasi, termasuk pengembalian penuh serta tambahan 10% bagi pengguna yang menjual aset mereka karena panik saat harga Bitcoin jatuh drastis.

Regulator menyatakan insiden ini memperlihatkan adanya “kerentanan dan risiko” dalam aset virtual, sekaligus membuka peluang dilakukannya inspeksi langsung ke exchange apabila ditemukan kejanggalan pada sistem kontrol internal.

FSS juga menyoroti bahwa distribusi bitcoin yang salah tersebut melebihi total kepemilikan Bithumb hingga 10 kali lipat, sehingga memunculkan perhatian terkait aset yang tercatat di ledger namun tidak didukung cadangan nyata.

Korea Selatan Siapkan Denda IT dan Aturan Baru Aset Digital

Selain menarget manipulasi pasar, FSS menyatakan akan memperkenalkan denda yang lebih berat terhadap insiden teknologi informasi (IT) di sektor keuangan. Regulator juga akan meningkatkan tanggung jawab keamanan bagi CEO dan Chief Information Security Officer (CISO), kebijakan yang diperkirakan akan berdampak langsung terhadap exchange kripto.

FSS turut mengonfirmasi pembentukan tim persiapan untuk Basic Digital Asset Act, yang akan memperluas kerangka regulasi Korea Selatan melampaui fase awal aturan kripto yang telah berjalan.

Langkah pengetatan ini selaras dengan agenda Presiden Lee Jae-myung yang mendorong pemberantasan praktik keuangan yang dianggap merugikan masyarakat. Dalam agenda tersebut, FSS juga menyiapkan penguatan penegakan hukum terhadap fraud serta perluasan teknologi untuk memerangi kejahatan finansial seperti voice phishing.

Menurut Tim Research Tokocrypto, insiden ini berpotensi jadi katalis percepatan regulasi & audit kontrol internal exchange (termasuk inspeksi on-site dan sanksi atas insiden IT).

“Dalam jangka pendek, ini menambah headwind untuk exchange Korea (compliance cost naik) dan bisa memicu aturan lebih ketat untuk trading/withdrawal saat kejadian abnormal—relevan untuk risiko likuiditas pasar lokal,” jelasnya.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah

CEO Coinbase Brian Armstrong kembali menegaskan pandangan optimistisnya terhadap masa depan industri kripto, meski pasar tengah diliputi volatilitas tinggi. Dalam unggahan di platform X pada 7 Februari, Armstrong menyebut bahwa ketidakpastian harga merupakan hal yang lumrah dalam siklus kripto dan bukan sinyal adanya kelemahan struktural.

Armstrong menanggapi gejolak pasar terbaru, termasuk penurunan tingkat kesulitan mining Bitcoin sebesar 11,16%, yang merupakan penurunan terbesar sejak larangan penambangan kripto di China pada 2021, sebagai bagian dari dinamika pasar yang sudah berulang kali terjadi. Menurutnya, volatilitas jangka pendek tidak mengubah prospek jangka panjang industri aset digital.

Armstrong: Sulit untuk Tidak Bullish pada Kripto

Brian Armstrong, CEO Coinbase
Brian Armstrong, CEO Coinbase. Foto: Techcrunch.

Dalam pernyataannya, Armstrong menekankan bahwa tren adopsi kripto terus berjalan di berbagai sektor, mulai dari pembayaran, kustodi, hingga infrastruktur keuangan. Ia menyatakan bahwa perkembangan tersebut tetap berlangsung terlepas dari sentimen pasar jangka pendek.

Dilaporkan News Bitcoin, Armstrong mengatakan bahwa dirinya tidak melihat alasan untuk bersikap pesimistis terhadap kripto dalam jangka panjang. Ia menilai kripto berkembang sangat cepat dan mulai mengambil peran besar dalam layanan keuangan global. Menurutnya, teknologi blockchain secara perlahan “memakan” sistem keuangan tradisional dan mendorong perubahan struktural yang sulit dihindari.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 9 Februari 2026: Mulai Bangkit, BTC di Atas $70.000

Coinbase Tetap Bangun Infrastruktur di Tengah Volatilitas

Ilustrasi exchange Coinbase.
Ilustrasi exchange Coinbase.

Terkait strategi perusahaan, Armstrong menyebut bahwa Coinbase akan terus fokus membangun produk dan infrastruktur tanpa terpengaruh kondisi pasar. Ia menegaskan bahwa Coinbase memiliki misi jangka panjang untuk memperbarui sistem keuangan global yang dinilai sudah usang.

Armstrong menilai bahwa pembangunan infrastruktur kripto tidak bisa bergantung pada siklus harga. Karena itu, Coinbase akan terus meluncurkan produk dan mengembangkan teknologi sebagai bagian dari proses pematangan pasar kripto secara keseluruhan.

Kripto, AI, dan Masa Depan Sistem Keuangan

Optimisme Armstrong tidak hanya terbatas pada harga aset digital. Ia juga menyoroti peran kripto dalam era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, agen AI otonom di masa depan akan lebih cocok menggunakan uang yang dapat diprogram seperti stablecoin dan smart contract, dibandingkan rekening bank tradisional.

Dari sisi regulasi, Armstrong melihat perkembangan positif di Amerika Serikat. Ia menyinggung pengesahan GENIUS Act pada 2025 serta pembahasan CLARITY Act sebagai sinyal menuju aturan yang lebih jelas untuk stablecoin, kustodi, dan pengawasan pasar kripto. Meski begitu, Armstrong mengkritik versi terbaru CLARITY Act di Senat karena dinilai justru lebih buruk dibandingkan kondisi regulasi saat ini.

Base dan Visi “Everything Exchange”

Armstrong juga menempatkan peran strategis pada Base, jaringan Layer 2 milik Coinbase. Ia melihat Base sebagai fondasi untuk membangun super app on-chain yang mendukung transaksi murah dan penggunaan kripto sehari-hari. Dalam jangka panjang, Armstrong membayangkan Coinbase berevolusi menjadi “everything exchange” yang tidak hanya memperdagangkan aset kripto, tetapi juga saham yang ditokenisasi, prediction market, hingga komoditas.

Mengacu pada siklus pasar historis dan suplai tetap Bitcoin yang hanya 21 juta koin, Armstrong menilai bahwa volatilitas harga adalah bagian dari proses menuju adopsi massal. Menurutnya, meski pasar kerap mengalami reset, fondasi jangka panjang kripto sebagai infrastruktur keuangan global terus menguat.

Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, Visi Armstrong tentang AI Agents yang menggunakan uang yang dapat diprogram (programmable money) seperti stablecoin alih-alih rekening bank tradisional adalah poin paling futuristik di sini. Ini memvalidasi narasi “Agentic Economy” (ekonomi antar-robot) yang sedang tren.

“Selain itu, penolakan Armstrong terhadap draf CLARITY Act adalah sinyal penting bagi investor: tidak semua “regulasi” itu positif; industri membutuhkan aturan yang membebaskan inovasi, bukan yang membelenggu. Jika Coinbase sukses dengan Base, mereka tidak hanya akan menjadi bursa, tapi menjadi “App Store” bagi keuangan terdesentralisasi,” jelasnya.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

VET Masih Merah di $0,0077! VeChain Gelar Voting Governance

VeChain (VET) kembali mencuri perhatian setelah mengumumkan agenda Better Governance Vote yang berlangsung pada periode 3–9 Februari 2026. Voting ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif komunitas serta memungkinkan intent-staked Navigators meningkatkan kualitas alokasi dalam ekosistem VeBetter. Meski demikian, respons pasar terhadap agenda governance ini terbilang terbatas.

Berdasarkan data pasar terbaru, harga VET tercatat berada di kisaran $0,0077 atau turun sekitar 3,7% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar VeChain saat ini berada di level sekitar $667 juta, dengan volume perdagangan harian mencapai $19,36 juta.

Better Governance Vote Fokus Partisipasi, Detail Dampak Ekonomi Masih Minim

Proposal Better Governance Vote disebut berfokus pada peningkatan tata kelola jaringan dengan memberikan insentif bagi partisipasi aktif komunitas. Selain itu, mekanisme ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas alokasi melalui peran Navigators yang melakukan intent staking.

Namun, hingga saat ini belum ada rincian yang diungkap terkait dampak ekonomi dari proposal tersebut. Tidak terdapat kejelasan mengenai perubahan tokenomics, mekanisme burn, atau pergeseran insentif besar yang dapat memengaruhi permintaan token seperti VET, VTHO, B3TR, maupun VEUSD.

Baca juga: Inilah Serba-Serbi Serta Keunikan dari Blockchain VeChain

Dinilai Proses DAO Rutin, Dampak Harga Diperkirakan Terbatas

Dikutip Coinmarketcal, analisis menyebut bahwa agenda ini masih berada pada tahap awal sebagai bentuk dukungan tata kelola di ekosistem VeBetter. Tanpa kejelasan mengenai implikasi ekonomi yang signifikan, pasar cenderung memandang voting ini sebagai proses DAO rutin dan bagian dari upaya engagement komunitas.

Dalam kondisi seperti ini, agenda governance jarang memicu arus spekulatif yang kuat. Dampaknya diperkirakan hanya sebatas peningkatan aktivitas sosial dan diskusi komunitas dalam jangka pendek, tanpa mengubah narasi fundamental VeChain secara menyeluruh.

Harga VET Tertekan, Turun Hampir 55% dalam 90 Hari

Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah agenda governance tersebut, performa harga VET masih berada dalam tren bearish. Dalam 30 hari terakhir, VET tercatat turun sekitar 34,20%, melemah 33,88% dalam 60 hari, dan anjlok hingga 54,94% dalam 90 hari terakhir.

Dengan suplai beredar sebesar 85,99 miliar token dari total maksimum 86,71 miliar, pasar saat ini dinilai masih menunggu katalis yang lebih kuat dan berdampak langsung terhadap utilitas maupun ekonomi token. Tanpa perubahan fundamental yang jelas, agenda governance VeChain kali ini diperkirakan belum cukup untuk membalikkan tekanan harga VET dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, biasanya event governance cenderung jadi katalis “soft” (lebih ke engagement) kecuali ada perubahan tokenomics/incentive yang jelas.

“Dampak harga VET/VTHO/B3TR kemungkinan terbatas & jangka pendek; yang penting dipantau adalah hasil voting dan apakah ada perubahan mekanisme reward/allocations setelah periode vote,” tuturnya.

Baca juga: Apa Itu VeChain (VET)?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com