Tag Archives: kripto

CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

Upaya Amerika Serikat untuk menghadirkan kejelasan regulasi aset kripto memasuki babak baru setelah Komite Pertanian Senat AS secara resmi meloloskan Cryptocurrency Market Structure Act, yang dikenal sebagai CLARITY Act.

Seperti dilansir dari Coincu pada Minggu (1/2), Rancangan undang-undang ini disahkan melalui voting yang sangat ketat, 12 suara berbanding 11, mencerminkan perpecahan politik yang tajam antara Partai Republik dan Demokrat.

Seluruh senator dari Partai Demokrat menolak RUU tersebut, sementara Partai Republik solid memberikan dukungan.

Perbedaan sikap ini memperlihatkan bahwa meski ada dorongan kuat untuk kejelasan regulasi kripto, isu politik dan kepentingan domestik masih menjadi faktor penentu arah kebijakan.

Baca Juga: RUU CLARITY Act Masuk Fase Kritis, DeFi dan Stablecoin Jadi Sorotan

Apa Itu CLARITY Act?

CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka hukum yang lebih jelas terkait struktur pasar kripto di Amerika Serikat.

Salah satu fokus utama RUU ini adalah memperjelas pembagian kewenangan antara lembaga regulator, seperti Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), yang selama ini kerap tumpang tindih dalam mengawasi aset digital.

Dengan kejelasan tersebut, industri kripto diharapkan memiliki kepastian hukum yang lebih baik, mulai dari klasifikasi aset digital hingga aturan bagi bursa, broker, dan pelaku pasar lainnya.

Bagi pelaku industri, CLARITY Act dipandang sebagai langkah penting untuk mendorong inovasi sekaligus melindungi konsumen, tanpa mengekang perkembangan teknologi blockchain.

Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Voting Tipis dan Penolakan Demokrat

Meski berhasil lolos, hasil voting 12-11 menandakan bahwa dukungan terhadap CLARITY Act jauh dari kata bulat.

Seluruh anggota Demokrat di Komite Pertanian Senat menolak RUU ini dengan alasan utama kekhawatiran konflik kepentingan, khususnya yang dikaitkan dengan dugaan keterlibatan keluarga mantan Presiden Donald Trump dalam industri kripto.

Isu ini menjadi sorotan tajam dalam perdebatan, di mana Demokrat menilai regulasi yang disahkan tanpa pengawasan ketat berpotensi menguntungkan pihak-pihak tertentu secara tidak adil.

Di sisi lain, Partai Republik menilai fokus utama CLARITY Act adalah menciptakan kepastian hukum, bukan mengatur aktor politik tertentu.

Perbedaan pandangan ini mencerminkan bagaimana regulasi kripto di AS tidak hanya menjadi isu ekonomi dan teknologi, tetapi juga alat tarik-menarik politik.

Bukan Kemenangan Final

Tim Research Tokocrypto menilai lolosnya CLARITY Act di tingkat komite sebagai sinyal positif, namun belum dapat dianggap sebagai kemenangan final bagi industri kripto.

“Lolosnya CLARITY Act di komite adalah langkah maju untuk kejelasan regulasi aset digital di AS. Namun, perpecahan partisan yang ketat dan kontroversi konflik kepentingan menandakan bahwa perjalanan menuju undang-undang final akan penuh hambatan,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, pasar akan sangat memperhatikan tahapan berikutnya, terutama saat RUU ini memasuki voting penuh di Senat, di mana dinamika politik bisa berubah drastis.

Dampak Potensial ke Pasar Kripto

Dalam jangka pendek, lolosnya CLARITY Act di komite dapat memberikan sentimen positif moderat bagi pasar kripto, khususnya aset yang memiliki eksposur besar ke pasar AS.

Kejelasan regulasi sering dipandang sebagai katalis jangka panjang untuk adopsi institusional.

Namun, hasil voting yang tipis menunjukkan bahwa ketidakpastian masih tinggi.

Investor kemungkinan akan bersikap wait and see hingga ada kejelasan apakah RUU ini mampu melewati tahap berikutnya atau justru terhambat oleh perlawanan politik.

Selain itu, isu konflik kepentingan yang mencuat berpotensi memperpanjang proses legislasi dan memicu amandemen tambahan, yang bisa mengubah substansi RUU.

Jalan Panjang Menuju Undang-Undang Final

Secara historis, banyak RUU kripto di AS yang kandas atau mengalami revisi signifikan sebelum akhirnya disahkan.

CLARITY Act kini menghadapi tantangan serupa. Meski mendapat dukungan kuat dari Partai Republik, resistensi Demokrat membuat peluang kompromi menjadi kunci keberhasilan.

Bagi industri kripto global, perkembangan ini tetap penting untuk dipantau.

Amerika Serikat masih menjadi pusat likuiditas dan inovasi kripto dunia, sehingga arah kebijakan regulator AS dapat berdampak luas ke pasar internasional.

Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

Lolosnya CLARITY Act di Komite Pertanian Senat AS menandai kemajuan nyata dalam upaya menghadirkan kejelasan regulasi kripto.

Namun, voting tipis 12-11 dan perpecahan partisan yang tajam menunjukkan bahwa proses legislasi masih panjang dan penuh tantangan.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada pembahasan lanjutan dan voting penuh di Senat.

Apakah CLARITY Act akan menjadi fondasi regulasi kripto AS, atau justru terhambat oleh dinamika politik, masih menjadi tanda tanya besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Saat Bitcoin Melemah, Altcoin Baru Ini Malah Melonjak 60%

Altcoin Sentient (SENT) mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatatkan kenaikan harga lebih dari 60% di tengah pelemahan pasar secara keseluruhan. Saat mayoritas aset kripto terkoreksi hampir 5%, SENT justru bergerak berlawanan arah. Kenaikan tersebut terjadi meski token ini sempat mengalami koreksi tajam sekitar 18% setelah menyentuh level tertinggi di US$0,044.

Pergerakan ini menunjukkan volatilitas tinggi, namun juga menandakan daya tahan SENT yang relatif kuat untuk ukuran token baru. Sejumlah indikator on-chain dan teknikal mengungkap alasan di balik performa positif tersebut, sekaligus memperlihatkan risiko yang mulai muncul.

Penguatan SENT

Salah satu faktor utama penguatan SENT adalah korelasinya yang berlawanan dengan Bitcoin. Dalam beberapa hari terakhir, SENT mencatat korelasi -0,92 terhadap BTC. Artinya, ketika harga Bitcoin melemah, SENT justru cenderung menguat. Kondisi ini menarik minat trader yang mencari aset alternatif di luar pengaruh pergerakan Bitcoin.

Menurut Tim Research Tokocrypto, CMF di atas nol berarti buying pressure masih mendominasi selling pressure, big players belum berbalik ke mode distribusi.

“Pola exchange outflow yang konsisten (token keluar dari CEX) adalah sinyal akumulasi klasik. Sentient berhasil menghindari sell-off lebih dalam berkat keseimbangan supply-demand yang sehat,” jelasnya.

Aktivitas beli saat harga turun juga terlihat dari indikator Money Flow Index (MFI). Meski harga SENT sempat mencetak level tertinggi baru pada 29–30 Januari, MFI justru membentuk lower high yang memicu koreksi 18%. Namun, MFI tidak jatuh tajam dan tetap berada di atas garis tren naik, menandakan minat beli masih bertahan dan aksi akumulasi belum berhenti.

Selain itu, data spot market menunjukkan tekanan jual yang relatif rendah. Sejak peluncuran, arus keluar token dari bursa lebih dominan dibandingkan arus masuk, yang menandakan investor lebih memilih menyimpan aset ketimbang menjualnya. Pada 30 Januari saja, SENT mencatat outflow lebih dari US$4 juta, meski harga sudah berada di level tinggi.

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) juga masih berada di atas garis nol. Hal ini menunjukkan tekanan beli masih lebih kuat dibandingkan tekanan jual, meskipun laju akumulasi mulai melambat setelah puncak harga pada 29 Januari.

Indikator On-chain

Namun, di balik kekuatan tersebut, risiko mulai meningkat dari sisi pasar derivatif. Data menunjukkan posisi long dengan leverage mencapai sekitar US$7,96 juta, jauh lebih besar dibandingkan posisi short yang hanya sekitar US$1,15 juta. Ketimpangan ini membuat pergerakan harga menjadi rentan, karena penurunan kecil saja dapat memicu likuidasi paksa.

Dilaporkan BeInCrypto, sinyal kehati-hatian juga muncul dari indikator Relative Strength Index (RSI). Saat harga SENT mencetak higher high, RSI justru membentuk lower high, yang menandakan potensi pelemahan lanjutan. Untuk menjaga momentum bullish, SENT perlu mencatatkan penutupan harga 4 jam di atas level US$0,039.

Jika gagal bertahan di area tersebut, support terdekat berada di US$0,036. Penurunan ke bawah level ini berpotensi memicu likuidasi lanjutan dan membuka ruang koreksi lebih dalam menuju US$0,031 hingga US$0,022, terutama jika Bitcoin kembali menguat.

Kinerja SENT sejauh ini menunjukkan bahwa korelasi negatif dengan Bitcoin mampu menjadi katalis kenaikan harga. Namun, dengan leverage yang semakin berat sebelah, pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area kunci.

Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertahan di Bawah US$2, Data Ungkap Aksi Senyap Whale Besar

Harga XRP mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pergerakan yang relatif stagnan di bawah level US$2. Sepanjang Januari, aset kripto ini belum mampu membentuk tren yang jelas dan masih bergerak dalam rentang sempit. Namun, di balik kondisi harga yang tampak sepi, data on-chain menunjukkan adanya perubahan penting pada struktur kepemilikan XRP.

Berdasarkan data dari firma analitik on-chain Santiment, jaringan XRP mencatat penambahan bersih 42 wallet baru yang masing-masing menyimpan minimal 1 juta XRP sejak awal 2026. Kelompok alamat ini kerap disebut sebagai “millionaire wallets” dan umumnya diasosiasikan dengan investor bermodal besar atau whale. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak September 2025, terjadi di tengah harga XRP yang justru masih melemah secara tahunan.

Pola Akumulasi XRP

Santiment mencatat bahwa pola akumulasi oleh pemegang besar di tengah harga yang lemah kerap mengubah dinamika pasar secara internal. Akumulasi semacam ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal perubahan tren, terutama jika terjadi bersamaan dengan pengetatan likuiditas di sisi penawaran.

Secara teknikal, XRP masih berada dalam kondisi rapuh. Harga saat ini bergerak di kisaran US$1,80, jauh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$2,54. Jarak ini membuat gambaran jangka panjang XRP masih berada dalam fase korektif, sehingga banyak trader berbasis momentum memilih untuk menunggu konfirmasi breakout sebelum masuk ke pasar.

Dilaporkan Crypto Slate, data dari CryptoQuant turut mencerminkan kehati-hatian pasar. Rasio Sharpe 30 hari XRP tercatat sekitar 0,034, mendekati nol, yang menunjukkan imbal hasil belum cukup mengompensasi volatilitas. Sementara itu, Sharpe Z-Score berada di kisaran 0,70 dan Sharpe Momentum 7 hari sekitar 0,03, mengindikasikan fase konsolidasi atau pembentukan dasar, bukan awal tren naik yang kuat.

Di sisi lain, suplai XRP di bursa menunjukkan tanda-tanda pengetatan. CryptoQuant melaporkan bahwa proporsi XRP yang tersimpan di exchange saat ini berada di “zona bawah”, menandakan tekanan jual cenderung mereda setelah periode penarikan koin dari bursa. Secara historis, kondisi ini kerap mendahului kenaikan harga dengan jeda waktu tertentu, seperti yang terjadi pada periode Februari hingga April 2025.

Meski demikian, analisis tersebut juga menyoroti absennya peningkatan volume perdagangan. Tanpa ekspansi volume, potensi kenaikan harga dinilai masih berisiko berubah menjadi reli jangka pendek, bukan tren berkelanjutan. Pasar dengan likuiditas tipis memang bisa bergerak cepat saat permintaan muncul, namun juga rentan gagal menembus resistance jika tidak didukung pembelian lanjutan.

Baca juga: Pola XRP dalam 14 Bulan di Area $2 Jadi Sinyal Kuat Menuju $3

Aktivitas Jaringan XRP

Dari sisi aktivitas jaringan, XRP Ledger (XRPL) justru menunjukkan sinyal positif. Data CryptoQuant mencatat lonjakan signifikan aktivitas decentralized exchange (DEX) di XRPL. Rata-rata pergerakan 14 hari jumlah transaksi DEX mencapai sekitar 1,014 juta transaksi, tertinggi dalam 13 bulan terakhir dan menembus level yang bertahan sejak awal 2025.

Peningkatan berbasis moving average ini mengindikasikan partisipasi yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan sesaat. Hal tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya penggunaan dan likuiditas yang lebih “lengket” di dalam ekosistem XRPL, memberikan dasar fundamental di luar faktor spekulasi.

Melihat ke depan, manajer aset kripto 21Shares memproyeksikan sejumlah skenario untuk pergerakan XRP sepanjang 2026. Firma ini menyoroti peran permintaan dari ETF XRP spot di AS yang telah mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar aset dalam bulan pertama, disertai aliran dana masuk selama 55 hari berturut-turut.

Suplai XRP

Di sisi suplai, 21Shares mencatat cadangan XRP di exchange berada di level terendah dalam tujuh tahun, sekitar 1,7 miliar XRP, yang berpotensi menciptakan tekanan pasokan jika permintaan struktural terus meningkat. Dari sisi utilitas, pertumbuhan stablecoin RLUSD, peningkatan total value locked DeFi XRPL yang melampaui US$100 juta, serta fokus pada tokenisasi disebut sebagai faktor pendukung adopsi jangka panjang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pembentukan wallet millionaire baru saat harga sideways adalah sinyal klasik “smart money accumulation”.

“Whale tidak mengejar harga, mereka mengakumulasi saat retail kehilangan minat. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan begitu fase distribusi/akumulasi selesai,” tuturnya.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan skenario tersebut, 21Shares memodelkan harga puncak XRP di 2026 pada level US$2,45 untuk skenario dasar, US$2,69 untuk skenario bullish, dan US$1,60 untuk skenario bearish.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Kabur dari Bursa Kripto, Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi

Data on-chain menunjukkan terjadinya penurunan signifikan cadangan stablecoin dan Bitcoin di berbagai bursa kripto global di tengah meningkatnya risiko geopolitik dunia. Fenomena ini terjadi pada periode 18–24 Januari dan memunculkan spekulasi adanya pergeseran dana dari aset kripto ke instrumen safe haven tradisional.

Cadangan seluruh stablecoin berbasis ERC20 di bursa kripto tercatat turun dari 72,5 miliar dolar AS menjadi 67,8 miliar dolar AS. Penurunan juga terlihat jelas di level bursa, khususnya Binance, yang mengalami penyusutan cadangan stablecoin dari 48,5 miliar dolar AS menjadi 44,4 miliar dolar AS dalam periode yang sama.

Dalam kondisi normal, keluarnya stablecoin dan Bitcoin secara bersamaan dari bursa biasanya diartikan sebagai berkurangnya tekanan jual jangka pendek serta membaiknya struktur pasokan aset kripto. Namun, situasi makroekonomi global saat ini memberikan sinyal berbeda.

Harga Emas Tembus Rekor

Baca juga: Iran Bergolak, Emas Cetak Rekor $4.600, Sinyal Bitcoin Menuju $100K?

Pada periode yang sama, pasar logam mulia mencatat reli historis. Harga emas menembus rekor tertinggi baru di level 5.280 dolar AS per ons, sementara perak melonjak hingga 114 dolar AS per ons. Kenaikan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk risiko konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong investor masuk ke aset lindung nilai.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa sebagian arus keluar stablecoin,terutama dari bursa besar seperti Binance—merupakan indikasi rotasi modal dari pasar kripto ke emas dan perak, alih-alih dialokasikan kembali ke pasar spot kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi normal, outflow stablecoin + BTC dari exchange = bullish (kurangi sell pressure). Namun, konteks makro saat ini berbeda: Emas ATH $5.280, Perak $114, ini mengindikasikan rotasi modal ke safe-haven tradisional karena risiko geopolitik (konflik AS-Iran), bukan reinvestasi langsung ke crypto.

Meski penurunan cadangan aset di bursa masih dinilai positif secara struktural bagi pasar kripto, analis menilai konfirmasi tren bullish belum dapat dipastikan. Diperlukan validasi tambahan melalui peningkatan volume perdagangan spot, analisis arus modal lintas pasar, serta perkembangan sentimen risiko global.

Baca juga: Bitcoin Kalah di 2025, tapi 2 Tahun Terakhir Masih Imbang dengan Emas


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tersungkur ke $2.682, Level Ini Disebut Benteng Terakhir Whale

Harga Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan dan turun hingga ke level $2.682. Meski demikian, penurunan ini membawa ETH ke area yang dinilai sebagai support kuat, berdasarkan data on-chain dan pergerakan alamat akumulasi besar.

Level harga tersebut disebut bertepatan dengan realized price dari alamat-alamat akumulasi ETH, yaitu kelompok investor yang secara konsisten mengumpulkan Ethereum dalam jumlah besar. Dalam analisis sebelumnya, zona ini telah diproyeksikan sebagai garis support penting, dan kini harga ETH tercatat telah mencapainya.

Harga Beli Whale ETH

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Ethereum Kenalkan ERC-8004, Fondasi Baru untuk AI di Blockchain

Selain itu, harga beli para whale Ethereum juga berada di kisaran yang sama. Kondisi ini menjadikan area $2.682 sebagai level pertahanan yang signifikan, karena secara historis harga cenderung mendapatkan dukungan ketika mendekati rata-rata harga beli investor besar.

Data menunjukkan bahwa aktivitas pembelian oleh kelompok whale masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Tekanan jual yang ada sejauh ini belum mampu menembus level support tersebut secara signifikan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, support line yang kuat biasanya terbentuk dari akumulasi historis dan cluster order book yang padat.

“Jika ETH mampu mempertahankan level ini, potensi rebound teknikal meningkat. Namun, jika ditembus, risiko cascading liquidation dan penurunan ke support berikutnya juga signifikan,” jelasnya.

Selama kelompok alamat akumulasi tetap mempertahankan posisinya dan tidak melakukan distribusi besar-besaran, harga ETH diperkirakan masih akan mendapatkan dukungan di level saat ini. Namun demikian, pergerakan selanjutnya tetap akan dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan serta sentimen makro yang berkembang.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengumumkan calon Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada Jumat (30/1/2026) waktu setempat, di tengah meningkatnya spekulasi pasar terkait arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat ke depan.

Dilaporkan Coincu, pengumuman tersebut dilakukan dalam sebuah pertemuan kebijakan di Washington, D.C., dan akan menentukan pengganti Jerome Powell, Ketua The Fed saat ini yang kerap mendapat kritik dari Trump terkait kebijakan moneter, khususnya soal suku bunga.

Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat kuat, di antaranya Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett dan mantan pejabat The Fed Kevin Warsh. Trump menyebut sosok yang akan dipilihnya sebagai “orang yang sangat baik, dihormati, dan dikenal luas di dunia keuangan,” sebagaimana dikutip CBS News.

Kondisi Pasar Keuangan Global

Baca juga: Drama Tarif Trump Berlanjut, Bitcoin Kehilangan Level Kunci $90.000

Pasar keuangan global memantau ketat pengumuman ini karena Ketua The Fed memiliki peran strategis dalam menentukan kebijakan suku bunga, inflasi, serta stabilitas ekonomi. Perubahan kepemimpinan dikhawatirkan dapat memengaruhi independensi bank sentral Amerika Serikat yang selama ini dijaga ketat.

Dampak pengumuman ini juga berpotensi merembet ke pasar aset digital. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk cryptocurrency. Data CoinMarketCap per 30 Januari 2026 menunjukkan harga Ethereum berada di level USD 2.750,42 dengan kapitalisasi pasar USD 331,96 miliar, meskipun mengalami penurunan 6,96 persen dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, harga Bitcoin tercatat turun 28,83 persen dalam periode 90 hari terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, transisi kepemimpinan di The Fed selalu membawa volatilitas jangka pendek.

“Jika Warsh yang terpilih, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih hawkish (anti-inflasi) namun pro-inovasi finansial akan meningkat, sebuah kombinasi unik yang bisa menguntungkan Bitcoin sebagai hedge inflasi,” jelasnya.

Para analis menilai arah kebijakan moneter di bawah pimpinan baru The Fed akan sangat menentukan pengelolaan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat ke depan. Ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar bersikap waspada, seiring meningkatnya risiko volatilitas di pasar keuangan global.

Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Holder Setujui Buyback OP, Nilai Token Diperkuat: Harga Bakal Naik?

Komunitas Optimism (OP) resmi menyetujui proposal tata kelola yang dinilai sebagai salah satu perubahan tokenomics paling signifikan dalam sejarah proyek tersebut.

Melalui keputusan ini, The Block melaporkan bahwa 50% pendapatan protokol dari aktivitas sequencer akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) token OP di pasar terbuka.

Langkah ini menandai pergeseran strategi besar, dari model token yang selama ini berfungsi terutama sebagai governance token, menuju aset yang memiliki mekanisme penangkapan nilai (value accrual) langsung dari pertumbuhan jaringan.

Bagi banyak pelaku pasar, keputusan ini memperkuat daya tarik fundamental OP sebagai aset investasi jangka panjang.

Baca Juga: Riset Kripto 22-26 September 2025: Altcoin Solid, Altseason Masih Jauh?

Apa Isi Proposal Buyback Optimism?

Dalam proposal yang disetujui pemegang token, sebagian besar pendapatan jaringan Optimism yang dihasilkan dari biaya transaksi dan aktivitas sequencer, tidak lagi hanya dialokasikan untuk pengembangan ekosistem, tetapi juga dikembalikan ke pasar dalam bentuk buyback token OP.

Skema ini memastikan bahwa ketika aktivitas jaringan meningkat, pendapatan protokol ikut tumbuh, dan sebagian nilai tersebut langsung tercermin dalam permintaan token OP di pasar sekunder.

Dengan kata lain, semakin tinggi penggunaan Optimism dan Superchain, semakin besar pula potensi tekanan beli terhadap token OP.

Dari Governance Token ke Aset Bernilai Ekonomi

Pergerakan harga Optimism (OP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Optimism (OP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Selama ini, banyak token layer-2 dikritik karena minimnya hubungan langsung antara pertumbuhan jaringan dan nilai token.

Token sering kali hanya berfungsi sebagai alat tata kelola, tanpa mekanisme ekonomi yang jelas bagi pemegangnya.

Keputusan Optimism ini mengubah paradigma tersebut. Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai pivot tokenomics yang sangat bullish.

“Ini adalah pivot tokenomics yang sangat bullish. Mengubah OP dari sekadar ‘governance token’ menjadi aset yang memiliki mekanisme value accrual langsung dari pendapatan jaringan akan meningkatkan fundamental investasinya secara drastis di mata investor jangka panjang,” ujar tim research Tokocrypto.

Dengan mekanisme buyback, OP mulai menyerupai model ekonomi yang lebih matang, di mana pertumbuhan ekosistem berbanding lurus dengan nilai token.

Penyelarasan dengan Visi Superchain

Optimism tidak hanya berdiri sebagai satu jaringan layer-2, tetapi juga sebagai fondasi bagi Superchain, sebuah ekosistem rollup yang saling terhubung dan dibangun dengan teknologi Optimism.

Buyback OP dari pendapatan sequencer bertujuan untuk menyelaraskan kepentingan semua pihak: pengguna, developer, operator rollup, dan pemegang token.

Saat Superchain berkembang dan menghasilkan lebih banyak aktivitas ekonomi, pemegang OP turut menikmati manfaatnya secara langsung.

Hal ini dapat memperkuat loyalitas komunitas dan meningkatkan minat investor terhadap ekosistem Optimism secara keseluruhan.

Dampak terhadap Sentimen dan Harga OP

Secara historis, pengumuman buyback sering dipandang positif oleh pasar, karena menciptakan tekanan beli berkelanjutan dan mengurangi suplai token yang beredar.

Meski detail teknis implementasi buyback akan sangat menentukan dampak nyatanya, sentimen awal terhadap keputusan ini cenderung bullish.

Namun demikian, pasar juga akan memantau konsistensi pelaksanaan buyback dan transparansi penggunaan pendapatan protokol.

Buyback yang berkelanjutan dan terukur memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat kepercayaan investor.

Tantangan dan Risiko yang Perlu Dicermati

Meski menjanjikan, skema ini bukan tanpa tantangan. Mengalokasikan 50% pendapatan untuk buyback berarti Optimism harus memastikan sisa pendapatan cukup untuk mendukung pengembangan ekosistem, keamanan jaringan, dan insentif jangka panjang.

Selain itu, efektivitas buyback sangat bergantung pada pertumbuhan aktivitas jaringan.

Jika volume transaksi atau penggunaan Superchain melambat, dampak buyback terhadap nilai OP bisa menjadi terbatas.

Era Baru Tokenomics Layer-2?

Keputusan Optimism berpotensi menjadi preseden bagi proyek layer-2 lain.

Jika model ini terbukti efektif, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan diadopsi oleh ekosistem lain yang ingin meningkatkan daya tarik token mereka di mata investor.

Dengan menyelaraskan pendapatan jaringan dan nilai token, Optimism memperkuat posisinya sebagai salah satu layer-2 paling progresif dalam hal desain tokenomics.

Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!

Persetujuan proposal buyback OP menandai era baru tokenomics Optimism.

Dengan mengalihkan 50% pendapatan protokol untuk membeli kembali token OP, proyek ini menciptakan hubungan langsung antara pertumbuhan ekosistem Superchain dan nilai token.

Bagi investor jangka panjang, langkah ini memperkuat narasi OP sebagai aset yang tidak hanya berfungsi dalam tata kelola, tetapi juga menangkap nilai ekonomi nyata dari aktivitas jaringan.

Jika dieksekusi secara konsisten, kebijakan ini berpotensi menjadi katalis fundamental yang signifikan bagi Optimism ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $88.944,46, melemah tajam sekitar 6,71% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menempatkan Bitcoin sebagai salah satu aset kripto utama dengan performa tertekan, seiring memburuknya sentimen pasar secara keseluruhan.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (30/1), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1.641 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam melonjak ke $74,27 miliar.

Lonjakan volume ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas jual beli, yang umumnya mencerminkan fase volatilitas tinggi dan distribusi aset oleh pelaku pasar.

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC sempat bergerak di area terendah $81.071,47 dan tertinggi $88.330,04, sebelum akhirnya bertahan di kisaran USD 88 ribu.

Meskipun terdapat pemulihan kecil secara intrajam dengan kenaikan 0,74% dalam satu jam terakhir, tekanan jangka pendek masih terlihat dominan.

Secara mingguan, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 8,54%, sementara dalam periode 30 hari terakhir turun 7,18%.

Koreksi yang lebih dalam terlihat pada kerangka waktu lebih panjang, dengan penurunan 25,34% dalam 90 hari terakhir.

Angka ini menandakan bahwa BTC masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah gagal mempertahankan momentum bullish sebelumnya.

Jauh dari Rekor Tertinggi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Bitcoin saat ini diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Selisih yang cukup lebar ini memperkuat pandangan bahwa pasar masih membutuhkan katalis kuat untuk membalikkan tren turun yang sedang berlangsung.

Meski demikian, dari sisi fundamental, suplai Bitcoin tetap relatif stabil. Sirkulasi pasokan berada di angka 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,15% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Keterbatasan suplai ini secara historis menjadi salah satu faktor utama yang menopang nilai jangka panjang Bitcoin, terutama saat tekanan jual mulai mereda.

Volume Tinggi, Tanda Distribusi atau Akumulasi?

Lonjakan volume perdagangan ke atas $74 miliar menjadi salah satu sorotan utama hari ini.

Dalam banyak kasus, volume besar yang menyertai penurunan harga dapat menandakan dua kemungkinan: fase distribusi lanjutan atau awal dari proses akumulasi oleh investor besar.

Jika tekanan jual masih mendominasi, volume tinggi berpotensi mempercepat penurunan menuju level support berikutnya.

Namun, jika volume ini diiringi dengan stabilisasi harga, ada peluang bahwa pasar mulai membentuk dasar (bottom) jangka pendek.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sudut pandang teknikal, area $81.000–$83.000 menjadi zona support krusial yang perlu dijaga oleh Bitcoin.

Penembusan bersih ke bawah area ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan. Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen bullish jangka pendek, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas area $90.000.

Pergerakan harga saat ini masih menunjukkan dominasi seller, namun volatilitas yang tinggi membuka peluang bagi trader jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan cepat, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.

Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

Secara umum, kondisi pasar kripto saat ini masih dibayangi ketidakpastian. Koreksi Bitcoin yang cukup dalam turut memengaruhi altcoin, yang umumnya mencatatkan penurunan lebih tajam.

Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati dan menunggu konfirmasi arah tren berikutnya.

Meski tekanan jangka pendek masih kuat, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar dengan kapitalisasi pasar tertinggi tetap menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan, dengan penurunan harian, mingguan, hingga bulanan yang cukup signifikan.

Volume perdagangan yang tinggi menandakan meningkatnya aktivitas pasar, namun arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan BTC mempertahankan level support kunci.

Bagi investor, fase ini menjadi momentum untuk mencermati pergerakan harga dengan lebih disiplin, sementara trader jangka pendek perlu mewaspadai volatilitas yang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir, sebagaimana dilansir dari Coinmarketcap pada Jumat (30/1).

Token ini tercatat turun sekitar 2,55% ke level $0,162, di saat pasar kripto secara umum juga berada dalam tekanan.

Meski demikian, penurunan PI tercatat relatif lebih ringan dibandingkan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan yang mencapai 6,13% dalam periode yang sama.

Pergerakan ini memperpanjang tren negatif PI, yang masih kesulitan menemukan momentum pemulihan di tengah kombinasi tekanan makroekonomi, pasokan token yang terus bertambah, serta struktur teknikal yang belum menunjukkan tanda pembalikan arah.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 4,22% ke $0,167, Minimnya Utilitas Jadi Beban

Tekanan Makro Seret Altcoin

Salah satu faktor utama pelemahan harga PI adalah koreksi pasar kripto secara luas.

Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan menyusut sekitar $60 miliar, dipicu oleh respons pasar terhadap keputusan The Federal Reserve (FOMC) yang menahan suku bunga acuannya.

Bitcoin sebagai aset kripto terbesar sempat turun tajam hingga di bawah $88.000, atau melemah sekitar 6%.

Penurunan ini langsung berdampak pada altcoin, termasuk Ethereum dan BNB, yang masing-masing ikut terkoreksi lebih dari 2%.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dalam kondisi seperti ini, altcoin berkapitalisasi menengah dan kecil cenderung lebih rentan.

PI, yang masih membawa narasi spekulatif dan adopsi terbatas di mainnet, ikut terdampak arus risk-off ketika pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Indeks Fear & Greed kripto yang berada di level 28 (Fear) memperkuat gambaran bahwa sentimen pasar masih defensif, membuat minat beli terhadap token seperti PI semakin terbatas.

Token Unlock Masih Jadi Beban

Selain tekanan makro, token unlock berkelanjutan tetap menjadi beban struktural bagi harga Pi Network.

Sepanjang Januari 2026 saja, lebih dari 134 juta PI telah dilepas ke pasar, sebagai bagian dari total sekitar 1,2 miliar token yang dijadwalkan unlock sepanjang tahun ini.

Peningkatan suplai ini terjadi di saat permintaan pasar relatif lemah. Dengan volume perdagangan harian PI di kisaran $18,3 juta, likuiditas yang tersedia dinilai belum cukup untuk menyerap tambahan pasokan secara optimal.

Akibatnya, setiap gelombang token unlock berpotensi langsung menekan harga, terutama jika sebagian token yang dilepas segera berpindah ke bursa untuk dijual.

Kondisi ini membuat tekanan jual PI bersifat struktural, bukan sekadar fluktuasi jangka pendek.

Struktur Teknikal Masih Lemah

Dari sisi teknikal, pergerakan harga PI menunjukkan sinyal yang masih cenderung bearish.

Token ini telah menembus level support penting di $0,15895, yang sebelumnya berfungsi sebagai swing low berbasis Fibonacci.

Indikator RSI 7-hari berada di level sangat rendah, sekitar 12,17, menandakan kondisi oversold yang cukup ekstrem.

Namun, kondisi oversold ini sejauh ini belum mampu memicu rebound berarti, mencerminkan lemahnya minat beli.

Sementara itu, MACD histogram yang masih berada di zona negatif mengonfirmasi bahwa momentum penurunan belum sepenuhnya mereda.

Dalam skenario terburuk, jika tekanan jual berlanjut, area $0,150 berpotensi menjadi target support psikologis berikutnya.

Di sisi atas, rata-rata pergerakan SMA 30 hari di kisaran $0,196 kini berubah fungsi menjadi resistance kuat yang sulit ditembus dalam waktu dekat.

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Ke depan, pergerakan harga PI akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: stabilisasi pasar kripto global dan dinamika suplai akibat token unlock.

Jika Bitcoin mampu bertahan dan membentuk konsolidasi, PI berpotensi mengalami technical rebound jangka pendek.

Namun, tanpa katalis fundamental yang kuat—seperti peningkatan aktivitas mainnet atau adopsi ekosistem—setiap kenaikan berisiko bersifat sementara.

Baca Juga: Harga Pi Network Relatif Stabil di $0,1734: Tenang di Permukaan?

Penurunan harga Pi Network ke level $0,162 mencerminkan kombinasi tekanan makro, suplai token yang terus bertambah, serta struktur teknikal yang belum sehat.

Meski kondisi oversold membuka peluang pantulan jangka pendek, zona $0,15–$0,16 tetap menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Bagi investor dan trader, kehati-hatian tetap diperlukan sembari memantau stabilitas Bitcoin dan pergerakan arus masuk-keluar token PI di bursa sebagai indikasi apakah tekanan jual mulai mereda atau justru berlanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

INJ Menuju Ultra Deflasi Lewat Proposal Supply Squeeze

Komunitas Injective (INJ) resmi menyetujui proposal governance bertajuk “Supply Squeeze” (IIP-617) dengan dukungan hampir mutlak, mencapai 99,89% suara setuju.

Menurut laporan Cointelegraph, keputusan ini menjadi salah satu langkah paling agresif dalam sejarah Injective, karena secara langsung menargetkan pengurangan suplai token dan memperkuat mekanisme deflasi jangka panjang.

Proposal ini mencakup dua kebijakan utama: pemangkasan drastis tingkat penerbitan (issuance) token INJ dan percepatan mekanisme buyback-and-burn yang bersumber dari pendapatan protokol.

Dengan kombinasi tersebut, Injective berambisi menjadikan INJ sebagai salah satu aset paling deflasi di industri kripto.

Baca Juga: Top Token Ekosistem BNB Hari Ini: INJ, CAKE, FLOKI, hingga GALA

Apa Itu Proposal “Supply Squeeze” Injective?

IIP-617 dirancang untuk mengatasi salah satu isu klasik dalam tokenomics blockchain: tekanan inflasi akibat suplai token baru. Selama ini, sebagian token INJ dicetak sebagai insentif validator dan partisipan jaringan.

Meski penting untuk keamanan jaringan, mekanisme ini juga menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

Melalui proposal Supply Squeeze, laju pencetakan token baru akan dipangkas signifikan.

Di saat yang sama, Injective meningkatkan frekuensi dan skala pembakaran token (burn) yang berasal dari pendapatan protokol, seperti biaya transaksi dan aktivitas on-chain lainnya.

Hasil akhirnya adalah net supply growth yang jauh lebih rendah, bahkan berpotensi negatif jika jumlah token yang dibakar melebihi token yang diterbitkan.

Menuju “Ultra Sound Money” Versi Injective

Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Langkah ini langsung memunculkan perbandingan dengan konsep “Ultra Sound Money” yang populer di ekosistem Ethereum pasca EIP-1559.

Injective kini mencoba menerapkan filosofi serupa, namun dengan pendekatan yang lebih agresif.

Menurut analisa Tim Research Tokocrypto, keputusan komunitas ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan.

“Keputusan ini adalah langkah agresif menuju ‘Ultra Sound Money’ versi Injective. Dengan memangkas suplai baru dan membakar token dari pendapatan protokol, tekanan jual inflasi akan berkurang drastis. Jika demand penggunaan jaringan tetap stabil, kelangkaan token ini menjadi katalis positif bagi harga jangka panjang,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Narasi deflasi ini penting, terutama di tengah pasar kripto yang semakin selektif terhadap proyek dengan tokenomics berkelanjutan.

Dampak Terhadap Harga dan Sentimen Pasar

Secara historis, kebijakan deflasi sering dipandang positif oleh pasar, terutama jika didukung oleh aktivitas jaringan yang sehat.

Dengan suplai yang semakin terbatas, setiap peningkatan permintaan berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap harga.

Namun demikian, pasar juga akan mencermati implementasi nyata dari proposal ini. Investor tidak hanya melihat niat, tetapi juga eksekusi dan konsistensi burn mekanisme dari waktu ke waktu.

Dalam jangka pendek, pengumuman ini berpotensi memperkuat sentimen bullish terhadap INJ.

Sementara dalam jangka panjang, dampaknya akan sangat bergantung pada pertumbuhan ekosistem Injective—termasuk adopsi DeFi, volume trading derivatif, dan aktivitas aplikasi terdesentralisasi di atas jaringannya.

Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan

Meski terdengar sangat positif, kebijakan deflasi ekstrem juga membawa tantangan.

Pemangkasan issuance berarti insentif untuk validator dan partisipan jaringan berkurang, sehingga Injective perlu memastikan bahwa keamanan dan desentralisasi jaringan tetap terjaga.

Selain itu, narasi deflasi hanya efektif jika permintaan penggunaan jaringan tetap atau meningkat. Jika aktivitas on-chain menurun, efek positif dari pengurangan suplai bisa menjadi terbatas.

Injective Perkuat Diferensiasi di Tengah Persaingan L1

Dengan disetujuinya IIP-617, Injective semakin menegaskan posisinya sebagai Layer-1 yang fokus pada efisiensi pasar dan tokenomics disiplin.

Di tengah persaingan ketat antar blockchain, langkah ini menjadi diferensiasi penting dibandingkan proyek lain yang masih bergulat dengan inflasi token tinggi.

Keputusan hampir bulat dari komunitas juga mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap arah strategis Injective, sesuatu yang tidak selalu mudah dicapai dalam governance on-chain.

Baca Juga: Top Token Ekosistem BNB Hari Ini: INJ, CAKE, FLOKI, hingga GALA

Persetujuan proposal Supply Squeeze (IIP-617) menandai babak baru bagi Injective dan token INJ. Dengan suplai yang semakin ketat dan mekanisme burn yang dipercepat, INJ kini memasuki fase tokenomics deflasi yang lebih ekstrem.

Jika ekosistem Injective mampu mempertahankan pertumbuhan dan aktivitas jaringan, kebijakan ini berpotensi menjadi katalis positif jangka panjang bagi nilai INJ.

Namun seperti biasa di dunia kripto, efektivitasnya akan ditentukan oleh eksekusi nyata dan adopsi berkelanjutan, bukan sekadar keputusan governance di atas kertas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com