Tag Archives: kripto

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan ringan.

Berdasarkan data terbaru Tokocrypto pada Kamis (29/1), harga Bitcoin tercatat di $88.944,46 per BTC, melemah sekitar 1,14% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini terjadi seiring meningkatnya volatilitas pasar kripto global, di mana pelaku pasar terlihat mulai lebih berhati-hati setelah reli panjang yang membawa BTC mendekati area psikologis $90.000.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,77 triliun, Bitcoin masih kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Namun, dinamika jangka pendek menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi yang sensitif, di mana setiap tekanan jual relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang cukup signifikan.

Baca Juga: Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

Performa Harian: BTC Masih Bertahan di Atas $88.000

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang $87.612 – $90.439.

Level ini menandakan bahwa area $87.000–$88.000 mulai berperan sebagai zona support jangka pendek, sementara area $90.000 masih menjadi resistensi kuat yang belum berhasil ditembus secara meyakinkan.

Secara intraday, Bitcoin sempat mencatat perubahan harga satu jam sebesar +0,07%, menunjukkan adanya upaya pantulan kecil dari tekanan jual.

Namun secara keseluruhan, tekanan masih mendominasi, tercermin dari penurunan harian sekitar -1,24%.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat di kisaran $35,57 miliar hingga $43,92 miliar (bergantung pada agregator data), mencerminkan bahwa likuiditas pasar tetap tinggi.

Tingginya volume di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi aset, di mana sebagian investor memilih mengamankan profit atau mengurangi eksposur risiko.

Dari sisi suplai, jumlah BTC yang beredar saat ini sekitar 19,98 juta koin, atau sekitar 95,15% dari total maksimum 21 juta BTC.

Artinya, sebagian besar suplai Bitcoin sudah berada di pasar, dan laju inflasi tahunan BTC relatif sangat rendah dibanding aset kripto lain.

Faktor ini masih menjadi salah satu fondasi utama narasi jangka panjang Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

Kinerja Jangka Menengah: Sinyal Campuran

Melihat data historis, pergerakan BTC menunjukkan sinyal yang cukup beragam:

  • 30 hari: naik sekitar 0,91%
  • 60 hari: turun sekitar 3,03%
  • 90 hari: turun sekitar 19,54%

Penurunan hampir 20% dalam 90 hari terakhir menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di $126.198.

Koreksi sedalam ini secara historis bukanlah hal asing bagi Bitcoin, bahkan sering dianggap sebagai bagian dari siklus pasar.

Namun, data ini juga menunjukkan bahwa pemulihan jangka pendek masih rapuh.

Kenaikan tipis dalam 30 hari terakhir belum cukup untuk mengubah struktur tren yang cenderung melemah dalam horizon waktu lebih panjang.

Struktur Pasar dan Level Penting

Dari sudut pandang pasar, ada beberapa level kunci yang kini menjadi perhatian trader dan investor:

  • Support terdekat: area $87.000–$88.000
  • Support lanjutan: area psikologis $85.000
  • Resistensi utama: $90.000
  • Resistensi lanjutan: $94.000–$95.000

Selama BTC masih bertahan di atas area $87.000, peluang konsolidasi masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus dengan volume besar, pasar berpotensi menguji support yang lebih rendah.

Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen jangka pendek, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas $90.000.

Breakout yang valid di atas level ini dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan dan mengurangi tekanan psikologis di pasar.

Sentimen Investor: Menunggu Katalis

Pergerakan harga yang relatif datar dengan kecenderungan melemah menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru.

Baik faktor makro, aliran dana institusional, maupun perkembangan regulasi global masih menjadi variabel utama yang dapat mengubah arah harga secara signifikan.

Di sisi lain, fakta bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin tetap berada di atas $1,7 triliun menunjukkan bahwa minat jangka panjang terhadap BTC belum memudar.

Investor besar cenderung memandang koreksi sebagai bagian dari siklus, bukan akhir dari tren makro.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah ringan.

Harga di $88.944 menempatkan BTC tepat di area krusial antara support dan resistensi.

Dalam jangka pendek, pasar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin bertahan di atas $87.000 atau menembus kembali $90.000.

Bagi investor, periode seperti ini sering kali menjadi momen untuk lebih fokus pada manajemen risiko dan pemantauan level teknikal utama, sambil menunggu arah pasar yang lebih tegas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto dan tingginya tingkat adopsi stablecoin, banyak investor pemula yang masih bingung untuk membedakan antara stablecoin dan altcoin. Keduanya memang termasuk dalam kategori mata uang kripto atau aset kripto, namun ternyata stablecoin dan altcoin memiliki perbedaan lho! 

Sebelum kamu membeli dan berinvestasi ke aset kripto, khususnya stablecoin atau altcoin, mari pahami terlebih dahulu perbedaannya.

Apa Itu Stablecoin?

gambaran jenis jenis stable coin
Ilustrasi stablecoin.

Stablecoin adalah jenis aset kripto yang dirancang untuk memiliki nilai yang stabil, biasanya dipatok ke mata uang fiat seperti dolar AS atau aset lain seperti emas. 

Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi volatilitas yang sering terjadi di pasar kripto, sehingga cocok digunakan untuk transaksi sehari-hari, pengiriman uang, atau sebagai tempat penyimpanan nilai sementara.

Stablecoin pertama kali diperkenalkan melalui Tether (USDT) pada tahun 2014, dan sejak itu telah berkembang pesat. Menurut data pasar pada 2026, kapitalisasi stablecoin mencapai lebih dari Rp8.000 triliun secara global. Hingga saat ini banyak sekali aset kripto dalam bentuk stablecoin, berikut beberapa contoh stablecoin:

  • Tether (USDT): Stablecoin Dolar Amerika yang diterbitkan oleh Tether.
  • USD Coin (USDC): Stablecoin Dolar Amerika yang diterbitkan oleh Circle.
  • PAXGold (PAXG): Stablecoin emas yang diterbitkan oleh Paxos.

Stablecoin memiliki banyak jenisnya, mulai dari 1:1 backed oleh aset nyata, crypto-collateralized, hingga algoritmik stablecoin.

Baca juga: Mengenal Stablecoin dan Perbedaannya untuk Pemula

Apa Itu Altcoin?

Illustrasi altcoin mengelilingi Bitcoin.

Altcoin adalah istilah untuk seluruh aset kripto selain Bitcoin. Kata ini berasal dari “alternative coin” yang berarti koin alternatif dari Bitcoin, altcoin sebagai bentuk inovasi dengan fitur tambahan untuk mengatasi keterbatasan Bitcoin seperti kecepatan transaksi atau konsumsi energi.

Altcoin mencakup berbagai proyek dengan tujuan dan teknologi yang beragam, termasuk stablecoin, utility tokens, security tokens, dan jenis aset kripto lain selain Bitcoin. Contoh altcoin populer:

  • Ethereum (ETH): Platform untuk smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
  • Solana (SOL): Dikenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah.
  • Monero: Fokus sektor privasi sebagai alternatif Bitcoin.

Altcoin hadir sebagai solusi teknologi dengan fungsionalitas nyata, seperti mendukung DeFi (Decentralized Finance), NFT, atau gaming. Namun, harga altcoin bisa fluktuatif  karena dipengaruhi oleh tren pasar dan regulasi.

Baca juga: Satoshi Nakamoto Masih Jadi Raja Crypto, Total Kekayaan Capai Rp2 Kuadriliun

Apakah Stablecoin Termasuk Altcoin?

Ilustrasi perbedaan stablecoin (biru) dan altcoin dalam bentuk Diagram Venn.

Ya, stablecoin secara teknis termasuk dalam kategori altcoin karena merupakan alternatif aset selain Bitcoin dalam ekosistem kripto.

Namun, tidak semua altcoin adalah stablecoin ya! 

Altcoin adalah kategori luas yang mencakup stablecoin, meme coin, utility tokens, dan lainnya. 

Sedangkan stablecoin merupakan lingkaran kecil dalam stablecoin atau subset altcoin dengan fokus khusus pada kestabilan, mirip seperti meme coin yang juga bagian dari altcoin tapi dengan karakteristik unik.

Baca juga: Meme Coin vs Altcoin: Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

Mana yang Cocok untuk Investasi Jangka Pendek?

Jika kamu mencari investasi jangka pendek dengan risiko rendah, stablecoin adalah pilihan ideal. Stablecoin biasanya dijadikan hedging terhadap volatilitas pasar kripto karena harganya yang mengikuti aset nyata yang ditautkan. Contohnya seperti USDT sering digunakan trader untuk “parkir” dana selama bear market, sebelum akhirnya membeli kembali aset kripto tertentu dengan USDT saat harga dirasa cukup murah.

Meskipun memiliki risiko rendah dibanding altcoin lain, kamu wajib perhatikan faktor seperti transparansi cadangan dan regulasi terkini. 

Pastikan juga ketika kamu membeli stablecoin, beli di exchange yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan seperti Tokocrypto—hanya mulai dari deposit Rp50.000 kamu bisa langsung beli stablecoin aja lho!


Mana yang Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?

Sebagai opsi investasi jangka panjang, banyak altcoin lebih menjanjikan berkat inovasi teknologi dan adopsi massal. Proyek seperti Ethereum, Solana, XRP adalah contoh altcoin yang naik karena adopsi masal yang semakin tinggi terbukti dengan disetujuinya sebagai ETF di Amerika Serikat.

Namun meskipun punya potensi besar, investasi altcoin lebih baik sebagai investasi jangka menengah karena altcoin lebih berisiko dibanding stablecoin karena bisa turun dan naik dengan fluktuatif.

Selain itu banyak investor, sampai ahli menyarankan untuk berinvestasi di Bitcoin jika untuk investasi jangka panjang. Sebab pergerakan pasar kripto biasanya mengikuti pergerakan harga Bitcoin.

Sebelum membeli altcoin, pastikan pelajari roadmap proyek, tim developer, dan komunitas ya! Soalnya menurut Nolan Bauerle, direktur penelitian di CoinDesk, 90% aset kripto saat ini tidak akan bertahan dari crash jadi pastikan kamu benar-benar paham sebelum membeli.

Baca juga: Kenalan dengan ZachXBT, Sherlock Holmes Versi Dunia Kripto

Siap untuk Mulai Investasi?

Setelah memahami perbedaan antara stablecoin dan altcoin, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis aset kripto yang paling sesuai dengan tujuan keuangan kamu! 

Bagi kamu yang mengutamakan kestabilan dan penggunaan praktis, stablecoin bisa menjadi pilihan menarik! Terutama jika kamu ingin menghindari volatilitas tinggi dan fokus pada transaksi sehari-hari. 

Di sisi lain, jika kamu ingin lebih fokus membangun portofolio yang lebih potensial, altcoin selain stablecoin bisa menjadi pilihan yang lebih menarik karena harganya yang dapat naik. 

Mulai perjalanan investasi kriptomu sekarang di Tokocrypto, platform terpercaya di Indonesia yang menyediakan berbagai stablecoin dan altcoin terbaik, lengkap dengan fitur analisis, edukasi, dan dengan minimal deposit mulai dari Rp50.000 dan dapatkan potongan 20% biaya trading tiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran.

Jelajahi dan temukan stablecoin dan altcoin untuk investasi kamu di Tokocrypto dengan klik di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 29 Januari 2026: Tokocrypto Gelar ICO 2026

Pasca keputusan The Fed menahan suku bunga, pasar kripto hari ini, Kamis (29/1) merespons positif dengan sejumlah altcoin seperti WLD, SYN, dan JTO mencatat penguatan signifikan. Di sisi utama, Bitcoin bergerak stabil dengan struktur jangka pendek yang membaik, didukung kenaikan open interest yang membuka peluang reli pemulihan.

Menariknya, Tokocrypto menggelar Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026 yang membahas berbagai data dan insight penting terkait arah pasar kripto ke depan, lengkap dengan hadiah menarik bagi penonton di YouTube. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Tokocrypto Gelar Indonesia Crypto Outlook 2026 Nonton di Youtube!

  • Banyak data dan insight pasar penting diungkap di ICO 2026.
  • Bagi penonton di YouTube akan dapat hadiah menarik.
  • Nonton selengkapnya di sini youtube.com/@Tokocrypto.

Daftar Altcoin Potensial Pasca The Fed Tahan Suku Bunga

  • WLD melonjak 27% hari ini, capai level harga $0,5862.
  • SYN catat kenaikan signifikan 17% sentuh $0,0619.
  • JTO tumbuh positif 16%, harga kini di level $0,425.

Undang Teman Dapat Cuan Hadiah Rp50 Juta!

Bitcoin Stabil Karena Suku Bunga The Fed Tetap

  • Bitcoin tertahan di batas bawah saluran (support).
  • Kembali ke titik kendali memperbaiki struktur jangka pendek.
  • Kenaikan open interest sinyal potensi reli pemulihan.

Prediksi Meme Coin: DOGE, SHIB, PEPE, PUMP Siap Meluncur

  • Meme coin melonjak seiring membaiknya sentimen pasar.
  • Pasar pulih; BTC dan ETH tumbuh moderat.
  • DOGE, SHIB, dan PEPE berpotensi naik di tengah volatilitas.

Baca juga: Riset Kripto 19-23 Jan 2026: Bitcoin Kembali Anjlok! Kapan Usai?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

Token Solana Seeker (SKR) terus berada di bawah tekanan setelah anjlok hampir 70% dari puncak harga pasca-peluncuran. Lemahnya permintaan spot, sinyal teknikal bearish, serta meningkatnya suplai token di bursa memunculkan risiko penurunan lanjutan hingga 17% dalam waktu dekat.

Berdasarkan data pasar terbaru, harga SKR kini bergerak di kisaran US$0,024, jauh dari level tertingginya di sekitar US$0,067. Penurunan tajam ini menghapus sebagian besar antusiasme awal investor, sementara aktivitas beli terlihat minim meski harga sudah terkoreksi dalam.

Tekanan Jual Masih Dominan

Dilaporkan BeInCrypto, indikator teknikal menunjukkan tekanan jual belum mereda. Pada grafik 4 jam, Chaikin Money Flow (CMF) tercatat berada di bawah level nol sejak 24 Januari, menandakan arus modal yang keluar dari aset. Upaya pemulihan CMF pada 26 Januari gagal bertahan dan justru kembali melemah, memperkuat sinyal distribusi.

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik 1 jam membentuk bearish divergence. Meski harga sempat mencetak higher high, RSI justru mencetak lower high, yang mengindikasikan melemahnya momentum beli. Kondisi ini menjelaskan mengapa setiap reli jangka pendek SKR gagal berlanjut.

Baca juga: iPhone 17 Pro vs Solana Seeker Mana yang Lebih Bagus?

Data On-Chain: Tidak Ada Akumulasi

Tekanan juga terlihat dari data on-chain. Dalam 24 jam terakhir, saldo SKR di bursa meningkat 5,31% menjadi sekitar 467 juta token, atau setara dengan 23,6 juta SKR yang berpindah ke exchange. Pergerakan ini umumnya diartikan sebagai sinyal potensi penjualan.

Di saat yang sama, kepemilikan oleh investor besar (smart money) tercatat turun sekitar 4%, menunjukkan belum adanya minat akumulasi yang signifikan meski harga telah turun tajam.

Bear Justru Jadi Penentu Arah Harga

Menariknya, di tengah absennya pembeli spot, arah pergerakan SKR kini justru bergantung pada posisi trader derivatif. Data peta likuidasi menunjukkan dominasi posisi short di pasar perpetual SKR/USDT.

Di bursa Bitget, total leverage short mencapai sekitar US$3,06 juta, lebih dari dua kali lipat posisi long yang berada di kisaran US$1,49 juta. Jika harga SKR naik mendekati US$0,030, sekitar US$1,2 juta posisi short berpotensi terlikuidasi dan memicu short squeeze.

Namun analis menegaskan, reli akibat short squeeze bukanlah tanda kekuatan fundamental, melainkan pembelian paksa akibat likuidasi.

Jika tidak terjadi short squeeze, SKR berisiko menembus area support di sekitar US$0,019, yang berarti penurunan lanjutan sekitar 17% dari level saat ini.

Dengan kondisi tersebut, masa depan jangka pendek Seeker kini tidak lagi bergantung pada aksi beli investor, melainkan pada apakah para bear terjebak dalam posisi leverage mereka sendiri.

Baca juga: Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

BNB Chain Cetak Rekor US$20,9 Miliar, Harga BNB Bangkit ke US$860

Prediction market di jaringan BNB Chain mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir pekan lalu, total volume perdagangan kumulatif sektor ini resmi menembus US$20,91 miliar, menandai tonggak baru bagi ekosistem BNB Chain.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh BNB Chain pada Senin (27/1). Lonjakan ini didorong oleh semakin banyaknya platform prediction market yang beroperasi di jaringan tersebut, termasuk Opinion Labs, Probable, Myriad Markets, Predict.Fun, dan XO Markets.

Prediksi BNB Chain

Dalam blog resminya, BNB Chain menyebut prediction market sebagai sarana penting untuk memprediksi peristiwa dan mengelola risiko dalam skala besar. Mekanisme ini dinilai mampu mengubah informasi yang tersebar menjadi sinyal yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan, mulai dari sektor keuangan hingga tata kelola.

Dilaporkan Newsbtc, data dari Dune Analytics menunjukkan bahwa volume prediction market di BNB Chain melonjak hampir 89% hanya dalam satu bulan terakhir, dengan peningkatan signifikan sejak kuartal IV. Bahkan sejak awal 2026, BNB Chain tercatat memimpin volume perdagangan mingguan prediction market, mengungguli platform off-chain serta jaringan lain seperti Polygon, Solana, dan Base.

Sementara itu, data DeFiLlama mengungkapkan bahwa tiga platform prediction market di BNB Chain kini masuk lima besar dunia, hanya berada di bawah Kalshi dan Polymarket. Hal ini menandakan adopsi yang semakin luas terhadap ekosistem BNB.

Secara rinci, Opinion Labs menempati peringkat ketiga dengan volume perdagangan US$725,56 juta dalam tujuh hari dan US$3,35 miliar dalam 30 hari terakhir, serta open interest yang telah melampaui US$144 juta pada akhir Januari.

Di sisi lain, Probable mencatat volume US$558 juta dalam tujuh hari dan US$1,05 miliar dalam 30 hari, dengan total notional volume mencapai US$1,4 miliar dan lebih dari 17.000 pengguna, hanya satu bulan setelah peluncuran.

Baca juga: 5 Token di Ekosistem BNB yang Melesat Hari Ini: SOLV dan KERNEL

Dorong Harga BNB

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Pencapaian ini bertepatan dengan meningkatnya minat institusi terhadap token BNB. Pekan lalu, Grayscale mengajukan formulir S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan spot ETF berbasis BNB. Jika disetujui, produk bernama Grayscale BNB Trust (GBNB) tersebut akan memberikan eksposur terhadap BNB tanpa perlu kepemilikan langsung.

Dari sisi harga, BNB dilaporkan mulai pulih dari koreksi yang terjadi pada Minggu. Analis pasar Rose Premium Signals mencatat bahwa harga BNB memantul dari zona permintaan kuat di US$860 dan berhasil bertahan di area Fibonacci retracement utama, yang meningkatkan peluang reaksi bullish.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ledakan volume ini menandakan pergeseran user base dari mainnet Ethereum ke chain yang lebih efisien (low fee) untuk transaksi frekuensi tinggi seperti prediksi.

“Sektor ini berpotensi menjadi “Killer App” baru yang mendorong utilitas token BNB secara organik,” jelasnya.

Apabila BNB mampu merebut kembali level US$900 sebagai area support, analis memperkirakan potensi pengujian ulang ke level US$937 hingga US$980 dalam waktu dekat.

Baca juga: Kirgistan Kejutkan Dunia: Luncurkan Stablecoin di BNB Chain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Zcash Bersiap Tembus $500, Saldo ZEC di Bursa Anjlok Drastis 44%

Harga Zcash (ZEC) menunjukkan sinyal pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Data on-chain terbaru mengindikasikan potensi penguatan harga, seiring dengan penurunan tajam saldo ZEC di bursa kripto dan munculnya sinyal teknikal yang bersifat bullish.

Berdasarkan data pasar, saldo ZEC yang tersimpan di exchange tercatat turun hingga sekitar 44–48% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini mencerminkan aksi akumulasi besar-besaran oleh investor, yang memindahkan aset mereka ke dompet pribadi dan mengurangi pasokan yang siap dijual di pasar.

Anjlok Saldo Zcash

Dilaporkan BeInCrypto, anjloknya saldo di bursa umumnya dianggap sebagai sinyal positif karena menekan tekanan jual jangka pendek. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pemegang ZEC terhadap potensi kenaikan harga di level saat ini.

Dari sisi indikator teknikal, Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan divergensi bullish. Meski harga ZEC sempat mencetak level rendah baru, indikator CMF justru membentuk higher high. Pola ini mengindikasikan adanya arus dana masuk yang tersembunyi, menandakan akumulasi masih berlangsung di balik volatilitas harga.

CMF sendiri digunakan untuk mengukur kekuatan arus modal berdasarkan harga dan volume. Kenaikan CMF di tengah pelemahan harga sering kali menjadi sinyal awal pembalikan arah tren.

Saat ini, ZEC diperdagangkan di kisaran $380, bergerak dalam rentang konsolidasi antara $340 hingga $405. Pekan lalu, harga sempat menembus pola segitiga yang memunculkan proyeksi penurunan hingga 55% menuju area $170. Namun, perubahan kondisi pasar terbaru dinilai telah mengurangi peluang skenario bearish tersebut.

Baca juga: Monero (XMR) Tembus ATH Baru, Imbas Developer Zcash (ZEC) Resign?!

Analisa Teknikal ZEC

Pergerakan harga Zcash (ZEC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Zcash (ZEC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Analis menilai bahwa penembusan harga di atas $450 akan membatalkan potensi penurunan tajam dan membuka peluang reli lanjutan menuju $500. Target tersebut sejalan dengan meningkatnya akumulasi dan membaiknya arus modal.

Meski demikian, risiko penurunan masih tetap ada. Jika tekanan jual kembali meningkat atau kondisi pasar kripto global melemah, harga ZEC berpotensi turun di bawah $340 dan menguji area $300, yang dapat menunda proses pemulihan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penarikan besar-besaran dari exchange adalah sinyal akumulasi whales yang sangat bullish. Kelangkaan supply di pasar sekunder akan mendongkrak harga secara signifikan jika demand tetap stabil atau meningkat.

“Target $500 menjadi realistis dalam skenario supply shock ini,” jelasnya.

Untuk saat ini, pergerakan saldo bursa dan indikator arus dana memberi sinyal bahwa Zcash berpeluang keluar dari fase tekanan dan memasuki tahap pemulihan harga dalam waktu dekat.

Baca juga: Tim Developer Zcash Bubar! Gimana Nasib Proyeknya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pola XRP dalam 14 Bulan di Area $2 Jadi Sinyal Kuat Menuju $3

XRP kembali menjadi sorotan setelah membentuk base harga yang sangat kuat di area psikologis $2.00 selama kurang lebih 14 bulan terakhir. Pola ini dinilai bukan sekadar fase stagnan, melainkan akumulasi jangka menengah yang berpotensi mengakhiri tren turun dan membuka jalan bagi siklus bullish baru.

Sejumlah analis menilai bahwa struktur harga XRP saat ini mirip dengan fase pembalikan yang pernah terjadi pada April 2025, ketika tekanan short yang ekstrem justru menjadi bahan bakar reli harga.

Posisi Short XRP

Menurut analis kripto Darkfost, dominasi posisi short di pasar derivatif XRP menjadi katalis penting yang sering diabaikan. Data funding rate Binance menunjukkan bahwa sejak Desember lalu, funding rate XRP cenderung negatif, menandakan mayoritas trader berada di posisi short dengan leverage.

Kondisi ini secara historis sering memicu pergerakan harga yang berlawanan dengan konsensus pasar. Ketika harga mulai bergerak naik, likuidasi paksa dari posisi short dapat menciptakan efek short squeeze yang mendorong reli lebih agresif. Pola serupa sudah terjadi dua kali sejak 2024, yakni pada Agustus–September 2024 dan April 2025, yang keduanya diikuti oleh kenaikan harga signifikan.

Baca juga: XRP Tertekan di Bawah US$1,90, Risiko Penurunan 11% Mengintai

Secara teknikal, XRP saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi sehat setelah reli lebih dari 600% sejak November 2024, meski harganya masih sekitar 50% di bawah puncak $3.66 yang tercapai pada Juli 2025.

Dilaporkan Cryptonews, grafik mingguan menunjukkan kompresi harga di zona demand kuat $1.85–$2.00, area yang berulang kali menahan tekanan jual tanpa breakdown signifikan. Namun, tantangan utama XRP berada di area $2.50, yang berfungsi sebagai resistance horizontal sekaligus beririsan dengan garis tren turun dan level Fibonacci 0.786. Penutupan candle mingguan di atas level ini dipandang sebagai konfirmasi pembalikan tren, dengan target lanjutan di kisaran $3.00–$3.10.

Analisis Teknikal XRP

Indikator Relative Strength Index (RSI) turut memperkuat skenario bullish. Meski RSI masih berada di area rendah 40-an, indikator ini membentuk bullish divergence, menandakan melemahnya momentum penurunan harga.

Selama XRP mampu bertahan di atas support $1.85, bias pasar cenderung mengarah pada konsolidasi lanjutan yang diikuti upaya breakout bertahap. Sebaliknya, jika level $1.85 jebol secara meyakinkan, skenario bullish akan gugur dan membuka peluang koreksi lebih dalam menuju area $1.50.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur “14-Month Base” menunjukkan akumulasi jangka panjang yang sangat solid oleh smart money.

“Breakout dari fase konsolidasi panjang ini biasanya memicu pergerakan impulsif yang eksplosif, didukung oleh sentimen regulasi yang membaik pasca-gugatan SEC,” jelasnya.

Dengan struktur harga yang matang, tekanan short yang menumpuk, serta sinyal teknikal yang mulai berbalik arah, XRP berada di fase krusial. Breakout di atas $2.50 berpotensi menjadi pemicu reli besar berikutnya, sementara kegagalan mempertahankan support kunci akan mengubah arah narasi pasar secara drastis. Seperti biasa, pergerakan kripto tetap berisiko tinggi dan memerlukan manajemen risiko yang matang dari setiap pelaku pasar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ADA Tertekan di US$0,35, Analis Wanti-wanti Potensi Penurunan 43%

Harga Cardano (ADA) kembali berada di bawah tekanan setelah volume perdagangannya terus menyusut dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar terkait kelanjutan prospek bullish ADA pada siklus kripto saat ini.

Data terbaru dari platform analitik blockchain Artemis menunjukkan bahwa volume perdagangan mingguan ADA mengalami penurunan konsisten sejak peristiwa flash crash pada 10 Oktober lalu. Saat itu, aktivitas perdagangan sempat melonjak hingga mencapai US$15 miliar, sebelum akhirnya melemah secara bertahap.

Dilaporakn Cryptonews, seiring berkurangnya minat trader, momentum harga ADA ikut tertekan. Hingga saat ini, harga Cardano tercatat turun signifikan dari kisaran US$0,85 ke sekitar US$0,35. Penurunan tajam tersebut turut menyeret volume perdagangan mingguan menjadi hanya US$3,8 miliar pada pekan lalu, atau merosot sekitar 75% dibandingkan puncaknya.

Kondisi ini diperparah oleh minimnya katalis positif dari sisi institusional. Hingga kini, pelaku pasar Wall Street masih enggan meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Cardano, berbeda dengan beberapa aset kripto utama lainnya.

Baca juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!

Level Support Kritis Terancam Jebol

Berdasarkan analisis teknikal grafik harian, ADA saat ini kembali menguji level support penting di area US$0,35. Level ini sebelumnya menjadi zona akumulasi kuat pada 2024 dan berperan sebagai titik awal reli pasca pemilu.

Namun, situasi pasar kini dinilai jauh berbeda. Sentimen investor masih tertekan dan belum terlihat katalis kuat yang mampu mendorong pembalikan tren harga. Dalam skenario negatif, jika level US$0,35 gagal dipertahankan, ADA berpotensi turun hingga US$0,20—yang berarti risiko penurunan lanjutan sekitar 43%.

Menurut Tim Research Tokocrypto, volatilitas ekstrem ini menguji mental holder ADA. Penurunan ini bisa jadi shakeout sebelum reversal atau konfirmasi tren bearish lanjutan.

“Trader harus memantau level support kunci on-chain untuk melihat apakah whale mulai mengakumulasi lagi,” sarannya.

Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski demikian, jika area support tersebut mampu bertahan dan minat beli kembali muncul, harga ADA masih berpeluang mengalami pemantulan jangka pendek yang dapat memperlambat tren penurunan saat ini.

Di tengah melemahnya kinerja Cardano, perhatian sebagian investor mulai beralih ke proyek kripto tahap awal. Salah satunya adalah presale SUBBD (SUBBD), yang dilaporkan telah menggalang dana sekitar US$1,5 juta dengan menawarkan solusi monetisasi konten berbasis kecerdasan buatan generatif bagi kreator digital.

Baca juga: Pendiri Cardano Optimis! Selig Pimpin CFTC, Apakah Kripto Siap Naik?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

Proyek Layer 2 Bitcoin berbasis teknologi Zero-Knowledge (ZK), Citrea, kini secara resmi telah meluncurkan mainnet-nya.

Peluncuran ini sekaligus menandai tonggak penting dalam perkembangan teknologi scaling dan smart contract di jaringan Bitcoin.

Menurut laporan The Block pada Rabu (28/1), pengumuman ini menghadirkan optimisme baru di komunitas kripto karena membawa kemampuan eksekusi aplikasi kompleks, termasuk potensi DeFi, ke Bitcoin tanpa mengorbankan keamanan on-chain yang sudah menjadi fondasi kuat jaringan ini.

Baca Juga: Altcoin Season Melemah, DeFi Muncul Sebagai Penyelamat Harga

Apa Itu Citrea dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Citrea merupakan solusi Layer 2 yang dibangun di atas Bitcoin dengan memanfaatkan teknologi Zero-Knowledge Rollups (ZK-Rollup).

Secara teknis, Citrea memproses transaksi dan smart contract di luar jaringan Bitcoin (off-chain) menggunakan mesin virtual zkEVM, kemudian menghasilkan bukti kriptografis yang disimpan ke chain Bitcoin.

Proses ini memungkinkan throughput transaksi yang jauh lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan tetap mengandalkan keamanan jaringan Bitcoin sebagai anchor terakhir.

Dibandingkan dengan beberapa solusi lain yang bergantung pada mekanisme eksternal atau multi-signature tradisional, Citrea menggunakan Bitcoin secara langsung untuk settlement dan data availability, yang berarti setiap aktivitas Layer 2 dapat diverifikasi melalui data yang tersedia di blockchain Bitcoin.

ctUSD: Stablecoin yang Memperkuat Ekosistem

Bersamaan dengan peluncuran mainnet, Citrea memperkenalkan stablecoin native bernama ctUSD.

Stablecoin ini diterbitkan oleh MoonPay dan didukung infrastruktur oleh M0, dengan cadangan penuh berupa short-term U.S. Treasury bills dan kas.

Keberadaan ctUSD ini berfungsi sebagai jembatan finansial antara aktivitas DeFi di Citrea dan sistem fiat di luar jaringan, memberikan likuiditas yang stabil tanpa harus bergantung pada BTC yang volatile untuk setiap transaksi.

Dengan ctUSD, pengguna dapat melakukan lending, borrowing, maupun fungsi pasar modal lainnya dengan denominasi yang lebih stabil—suatu kebutuhan penting untuk adopsi DeFi yang lebih luas.

Mendukung Aktivitas Finansial Lanjutan di Bitcoin

Tim Research Tokocrypto menjelaskan, peluncuran mainnet Citrea membuka jalan bagi berbagai aplikasi Bitcoin-native seperti BTC-backed lending, structured products, dan aplikasi DeFi lain yang umumnya hanya tersedia di ekosistem lain seperti Ethereum.

Ratusan bitcoin capital yang selama ini “tidur” karena keterbatasan jaringan dasar Bitcoin kini berpeluang dialirkan ke aplikasi produktif di atas Layer 2.

“Peluncuran ini memperkuat narasi BTCFi (Bitcoin DeFi) yang sedang tren. Dengan membawa programabilitas (ZK-Rollup) ke Bitcoin, Citrea membuka jalan bagi aplikasi DeFi kompleks untuk dibangun di atas likuiditas aset terbesar di dunia (BTC), berpotensi menyaingi ekosistem L2 Ethereum,” papar Tim Research Tokocrypto.

Selain itu, Citrea sudah bermitra dengan sejumlah pelaku DeFi dan pasar modal, termasuk Morpho, UltraYield, dan Keyrock, yang mengembangkan infrastruktur bagi produk-produk finansial canggih yang berjalan langsung di atas Bitcoin.

Para pendukung juga melihat peluncuran Citrea sebagai penguat narasi BTCFi (Bitcoin DeFi), di mana Bitcoin tidak hanya berfungsi sebagai store of value (SOV) tetapi juga sebagai jaringan tempat modal dapat dikelola, dipinjamkan, dan diperdagangkan secara on-chain.

Tantangan & Potensi Adopsi

Meski potensi Citrea sangat besar, adopsi nyata masih menghadapi sejumlah tantangan.

Pertama, kehati-hatian developer dan pengguna terhadap keamanan serta pengalaman pengguna sangat penting karena teknologi ZK masih relatif baru di jaringan Bitcoin.

Sertifikasi dan audit sangat diperlukan agar jembatan seperti Clementine bridge serta sistem bukti ZK dapat beroperasi secara aman.

Kedua, meskipun strukturalnya kuat, ekosistem DeFi yang hidup dan dinamis memerlukan network effect.

Artinya, developer perlu terdorong untuk membangun aplikasi, dan pengguna harus merasa nyaman menggunakan sistem baru ini.

Kebijakan jembatan likuiditas dan integrasi dengan dompet serta bursa juga memainkan peran penting dalam adopsi jangka panjang.

Dengan peluncuran mainnet Citrea, Bitcoin mendapatkan momentum baru yang bergerak dari sekadar aset digital untuk disimpan, menuju sistem keuangan programmable yang dapat mendukung aplikasi kompleks secara native.

Hal ini menjadikan Bitcoin bukan hanya digital gold tetapi juga programmable financial infrastructure, yang dapat bersaing di ruang DeFi yang sebelumnya didominasi oleh jaringan lain.

Baca Juga: White Paper ⁠Bitcoin Mejeng di Bursa Efek New York

Peluncuran mainnet Citrea merupakan milestone besar dalam evolusi teknologi Bitcoin.

Dengan menghadirkan ZK-Rollup dan smart contract, serta stablecoin ctUSD, Citrea membuka jalan bagi era baru Bitcoin DeFi yang lebih fungsional dan terprogram tanpa meninggalkan keamanan jaringannya.

Meski masih banyak tantangan, langkah ini menjadi bagian penting menuju masa depan di mana Bitcoin berperan lebih luas dalam sistem keuangan terdesentralisasi global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

DAR Melonjak 8% di Tengah Kabar Delisting Dex-Trade

Bursa kripto Dex-Trade secara resmi mengumumkan akan melakukan delisting token DAR Open Network (D).

Keputusan ini berarti seluruh aktivitas perdagangan untuk token tersebut akan dihentikan di platform Dex-Trade.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Rabu (28/1), Pihak bursa juga menetapkan batas waktu penarikan (withdraw) hingga 28 Januari 2026, sebelum akses terhadap aset ditutup sepenuhnya.

Pengumuman ini langsung menjadi perhatian komunitas kripto, khususnya para holder DAR Open Network, karena delisting bukan hanya sekadar penghapusan pasangan perdagangan, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap likuiditas, aksesibilitas aset, dan persepsi pasar terhadap keberlangsungan proyek.

Baca Juga: ARDR Melonjak 14% Meski Terancam Delisting Binance

Apa Arti Delisting dari Dex-Trade?

Delisting terjadi ketika sebuah bursa memutuskan untuk menghentikan dukungan terhadap suatu aset kripto.

Alasan di balik keputusan ini bisa beragam, mulai dari rendahnya volume perdagangan, minimnya likuiditas, hingga isu kepatuhan, keamanan, atau kelangsungan pengembangan proyek.

Meskipun Dex-Trade tergolong sebagai CEX sekunder, langkah delisting tetap memiliki implikasi penting.

Pergerakan harga Dar Open Network (D/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dar Open Network (D/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Setiap pengurangan jumlah exchange yang mendukung suatu token akan mempersempit akses pasar, mengurangi volume perdagangan, dan berpotensi meningkatkan volatilitas harga.

Terkait pengumuman ini, tim Research Tokocrypto menilai keputusan tersebut sebagai sinyal yang tidak bisa diabaikan oleh investor.

“Delisting dari CEX sekunder seperti Dex-Trade adalah sinyal negatif kuat terkait likuiditas atau kepatuhan proyek. Holder harus segera memindahkan aset ke wallet pribadi atau exchange lain untuk menghindari kehilangan dana permanen,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa risiko terbesar bukan hanya pada pergerakan harga, tetapi pada kehilangan akses terhadap aset jika batas waktu penarikan terlewat.

Krusial bagi Holder

Dex-Trade memberikan waktu hingga 28 Januari 2026 bagi seluruh pengguna untuk menarik token DAR mereka.

Setelah tanggal tersebut, akses terhadap aset di akun Dex-Trade berpotensi ditutup sepenuhnya.

Dalam banyak kasus delisting, aset yang tidak ditarik tepat waktu bisa menjadi sulit atau bahkan mustahil untuk dipulihkan.

Karena itu, holder DAR yang masih menyimpan token di Dex-Trade disarankan untuk segera melakukan langkah mitigasi, antara lain:

  1. Menarik token ke wallet pribadi (non-custodial wallet) untuk memastikan kontrol penuh atas aset.
  2. Memindahkan aset ke exchange lain yang masih mendukung perdagangan DAR Open Network.
  3. Memantau pengumuman lanjutan dari Dex-Trade maupun tim DAR terkait perubahan kebijakan atau dukungan platform lain.

Menunda penarikan di tengah situasi delisting meningkatkan risiko teknis dan administratif yang dapat merugikan pengguna.

Dampak terhadap Likuiditas dan Kepercayaan Pasar

Delisting hampir selalu diikuti oleh penurunan likuiditas.

Ketika satu platform menghapus token, jumlah order book dan jalur keluar-masuk pasar menjadi lebih sempit.

Ini dapat menyebabkan spread harga melebar, volatilitas meningkat, dan kesulitan bagi holder untuk menjual atau menukar aset mereka dengan harga yang wajar.

Selain itu, secara psikologis, delisting sering dipersepsikan pasar sebagai indikator masalah internal proyek, meskipun tidak selalu demikian.

Bagi investor baru, pengurangan jumlah exchange yang mendukung sebuah token dapat menurunkan tingkat kepercayaan dan minat.

Jika delisting berlanjut di platform lain, tekanan terhadap harga dan adopsi token berpotensi semakin besar.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Selanjutnya?

Bagi holder DAR Open Network, fase ini seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali eksposur risiko. Investor disarankan untuk:

  • Mengikuti komunikasi resmi tim DAR Open Network, untuk mengetahui apakah ada klarifikasi, rencana restrukturisasi, atau upaya relisting di exchange lain.
  • Memantau likuiditas global DAR, bukan hanya di satu bursa.
  • Menilai ulang fundamental proyek, termasuk aktivitas pengembangan, kemitraan, dan roadmap.

Delisting tidak selalu berarti proyek akan gagal, tetapi dalam banyak kasus, ini adalah peringatan dini bahwa ekosistem token sedang menghadapi tantangan signifikan.

Baca Juga:Pi Network Resmi Luncurkan Open Network

Keputusan Dex-Trade untuk mendelisting DAR Open Network (D) merupakan sinyal penting bagi pasar. Dengan tenggat waktu penarikan hingga 28 Januari 2026, langkah paling rasional bagi holder adalah segera mengamankan aset mereka.

Di tengah industri kripto yang bergerak cepat, respons cepat terhadap pengumuman seperti ini dapat menjadi pembeda antara perlindungan aset dan potensi kerugian permanen.

Bagi investor, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa manajemen risiko tidak hanya soal harga, tetapi juga soal akses, likuiditas, dan keberlanjutan infrastruktur tempat aset disimpan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com