Tag Archives: kripto

Cara Lapor Penghasilan dari Transaksi Aset Kripto di SPT Tahunan

Mulai tahun 2023, masyarakat Indonesia yang sudah punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bisa memasukan bukti potong pajak transaksi aset kripto pada formulir pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan. Batas pengisian akhir untuk wajib pajak orang pribadi sampai dengan 31 Maret 2023.

Sekadar informasi, SPT adalah surat yang digunakan wajib pajak untuk melaporkan penghitungan pajak, penghasilan, harta, objek pajak, atau kewajiban pajak lainnya yang disebutkan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan.

Sejak 1 Mei 2022, pemerintah mulai memberlakukan aturan terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) atas transaksi Perdagangan Aset Kripto melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022. Aset kripto sendiri diatur sebagai barang komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Aturan Pajak Kripto

Ilustrasi pajak aset kripto.
Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Tanya Jawab Lengkap Aturan Pajak Aset Kripto yang Wajib Dipahami

Berdasarkan PMK 68/2022, transaksi aset kripto menjadi objek PPh Pasal 22 final dan PPN. Adapun, tarif PPN yang dikenakan ialah 0,11% dari nilai transaksi kripto. Sementara itu, untuk PPh 22 final dikenai tarif 0,1% dari nilai transaksi.

Untuk transaksi di Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang tidak terdaftar di Bappebti, maka tarif pajak yang dipungut berbeda. Yakni, dua kali lipat dari pedagang yang berlisensi atau berarti 0,22% untuk PPN dan 0,2% sebagai PPh.

Penyetoran pajak transaksi kripto akan dilakukan oleh pedagang aset kripto. Pedagang juga menyediakan bukti potong pajak yang akan menjadi salah satu instrumen pelaporan yang dibutuhkan dalam proses pelaporan SPT.

Tokocrypto telah menghadirkan fitur yang menyediakan laporan atas transaksi yang pengguna lakukan dan bukti pajak secara berkala sesuai dengan regulasi PMK 68 yang berlaku. Fitur Bukti Pajak ini juga menjadi bukti transparansi yang dijalankan Tokocrypto kepada seluruh pelanggannya.

Cara Pakai Fitur Bukti Pajak Tokocrypto

Fitur Bukti Pajak ini menyediakan perincian data seperti kelengkapan transaksi perdagangan yang dilakukan pelanggan Tokocrypto, mulai dari nama dan NPWP pengguna, ringkasan pemotongan pajak, total PPN dan PPh dalam bentuk Rupiah hingga rincian pajak transaksi per aset kripto. Fitur ini bisa diakses oleh pelanggan melalui platform desktop atau situs Tokocrypto.

Pengguna Tokocrypto akan mendapatkan bukti pajak dalam periode transaksi pada bulan Mei-Desember 2022, sesuai dengan ketentuan PMK 68 yang dimulai pada 1 Mei 2022. Format dokumen yang bisa di-download adalah PDF. Untuk menggunakan fitur Bukti Pajak ini bisa ikuti langkah berikut:

  1. Login akun Tokocrypto di website www.tokocrypto.com.
  2. Klik menu “Pesanan” pada kanan atas halaman.
  3. Pilih menu “Riwayat Pajak.”
  4. Pilih “Yearly IDR Summary Report.”
  5. Pilih “2022,” lalu klik “Generate PDF Report.”
  6. Download dan simpan file PDF “Bukti Potong Pajak.”
Tokocrypto hadirkan fitur Bukti Pajak kripto pengguna. Sumber: Tokocrypto.
Tokocrypto hadirkan fitur Bukti Pajak kripto pengguna. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

Cara Lapor Pajak Kripto di SPT

Setelah mendapatkan dokumen bukti potong pajak atas transaksi aset kripto, kamu sudah bisa mengisi pajak penghasilan dari kripto di formulir SPT secara online. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:

  • Masuk ke situs djponline.pajak.go.id.
  • Masukkan NIK/NPWP, password, dan kode keamanan.
  • Klik login dan pilih “Lapor” dan pilih layanan “E-Filing.”
  • Klik “Buat SPT” dan pilih form yang akan digunakan.
  • Isi data formulir yang berisi tahun pajak dan status SPT normal. Klik langkah selanjutnya.
  • Isi SPT sesuai formulir bukti potong pajak.
  • Isi lampiran II SPT 1770 S. Pada lampiran ini, silakan isi bagian A untuk mengisi penghasilan yang dikenakan PPh final dan/atau bersifat final dengan menekan tombol Tambah “+.”
  • Pilih sumber/jenis penghasilan “14 – Penghasilan Lain yang Dikenakan dan/atau Bersifat Final” dan isi kolom yang tersedia.
  • Lalu, tekan tombol Simpan. Berikutnya, tekan tombol Lanjut ke Daftar Harta. Pelaporan harta dapat dilakukan dengan menekan tombol Tambah “+.”
  • Isi kolom kode harta dengan jawaban “039 – Investasi Lainnya” dan laporkan aset kripto yang tersisa pada akhir tahun pajak dari bukti potong pajak yang sudah kamu download.
  • Klik Simpan. Jika sudah selesai mengisi lampiran II, tekan tombol Selanjutnya pada akhir halaman.
  • Lakukan langkah-langkah sesuai panduan pada e-filing.
  • Jika sudah, akan muncul ringkasan SPT dan pengambilan kode verifikasi.
  • Klik ‘Di Sini’ untuk pengambilan kode verifikasi.
  • Tunggu sampai kode verifikasi dikirim dan masukkan kode verifikasi yang sudah didapat.
  • Klik “Kirim SPT.”
  • Laporan SPT akan terekam dalam sistem DJP.
  • Bukti penyelesaian laporan akan dikirimkan melalui email.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sulit Menuju US$ 25.000 Imbas Krisis Credit Suisse

Harga Bitcoin (BTC) berada di bawah tekanan kuat pada hari Kamis (15/3) karena sektor perbankan mengalami tekanan yang signifikan imbas krisis Credit Suisse. BTC mundur dari level tertinggi tahun ini di US$ 26.548, ke level terendah US$ 24.326. Itu telah mundur sekitar 7,8% dari titik tertinggi pekan ini.

Bitcoin telah berada dalam tren bullish yang kuat dalam beberapa hari terakhir karena investor bereaksi terhadap kinerja yang sedang berlangsung di sektor perbankan. Setelah jatuh ke level terendah US$ 19.500 minggu lalu, BTC membuat pemulihan yang spektakuler saat melonjak ke level tertinggi US$ 26.548.

Reli ini terjadi setelah regulator Amerika memutuskan untuk menyelamatkan bank-bank utama, seperti Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank. Mereka memutuskan untuk menyediakan backstop bagi deposan mereka, banyak di antaranya adalah perusahaan di industri kripto.

Krisis Credit Suisse Semakin Dalam

Ilustrasi Credit Suisse. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Credit Suisse. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Daftar 10 Kripto yang Diproyeksikan Berkinerja Baik di Tahun 2023

Bagian terpenting dari bailout dua bank tersebut bisa menyelamatkan USDC, stablecoin terbesar kedua di dunia. Circle, perusahaan induk USDC, memiliki lebih dari US$ 3,3 miliar yang disimpan di Silicon Valley Bank. Jika gagal, efek domino pada industri kripto akan sangat mengerikan.

Sekarang, sepertinya situasi belum membaik dan kemungkinan akan mengalami krisis bank lagi. Harga saham Credit Suisse anjlok lebih dari 20% setelah perusahaan kehilangan kepercayaan dari investor kunci lainnya. Awal bulan ini, pemegang saham terbesar perusahaan, Harris Associates, memutuskan untuk menjual seluruh sahamnya.

Runtuhnya Credit Suisse akan memiliki beberapa hal positif untuk harga Bitcoin. Pertama, ini akan menyebabkan jeda kenaikan suku bunga oleh The Fed dan bank sentral lainnya.

Perkiraan Harga Bitcoin

Grafik harga bulanan BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga bulanan BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Cara Lapor Penghasilan dari Transaksi Aset Kripto di SPT Tahunan

Dikutip Coinjournal, harga BTC/USD melonjak ke level tertinggi US$ 26.548 pada hari Selasa (12/3) dan kemudian mundur ke level terendah US$ 24.102. Saat turun, BTC bergerak di bawah level support utama di US$ 25.275, titik tertinggi di bulan Februari.

Sebagai catatan positif, rata-rata pergerakan 50 hari dan 100 hari pasangan ini telah membentuk crossover bullish. Koin itu juga membentuk pola small head dan shoulders pattern.

Oleh karena itu, saya menduga bahwa itu akan terus turun di support kunci berikutnya di US$ 23.000. Pergerakan di atas titik resistensi utama di US 25.275 akan membatalkan pandangan bearish.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Market Aset Kripto Hijau, Harga Bitcoin Naik

Tingkat inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) akhirnya melandai dan membuat performa market aset kripto mengalami kenaikan. Tidak hanya itu harga Bitcoin (BTC) sempat tembus level US$ 26.000 untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir.

Dilansir Bloomberg, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) AS naik 6% pada Februari 2023 dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Tingkat inflasi AS ini lebih rendah dibandingkan inflasi Januari 2023 sebesar 6,4 persen yoy.

Dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom), inflasi AS Februari mencapai 0,4 persen, lebih rendah dari Januari 2023 dengan inflasi 0,5 persen. Angka ini berbeda dengan hasil konsensus IHK tahunan pada Februari 2023 yang diperkirakan naik 6 persen yoy, sedangkan IHK bulanan diperkirakan naik 0,4 persen.

Market Kripto Hijau

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Goldman Sachs Harapkan Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga AS di Maret

Data inflasi terbaru dari AS bersifat bullish bagi pasar kripto, karena dapat memberikan ruang bagi The Fed untuk menghentikan suku bunga atau bahkan memangkasnya. Dan harga Bitcoin segera bereaksi. Pada saat data inflasi keluar, BTC menembus resistensi yang sangat penting di US$ 25.200 dan mencapai US$ 26.278.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Indeks Dolar AS (DXY) juga mengalami penurunan setelah laporan pekerjaan AS yang beragam baru-baru ini dan masalah perbankan terbesar sejak krisis keuangan besar pada tahun 2008. Karena masalah intrinsik sistem perbankan dengan pemerintah AS obligasi dan “Bank Term Funding Program” baru dari Federal Reserve (Fed) AS, ekspektasi dovish telah meningkat secara besar-besaran.

Melalui program baru, The Fed menyelamatkan semua bank. Mereka dapat menjaminkan obligasi Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang saat ini merugi kepada Fed dengan harga beli saat itu, bukan nilai pasar saat ini dan menerima uang tunai sebagai imbalannya. Bagi banyak pelaku pasar, ini berarti Fed sekali lagi menghidupkan mesin pencetak uang sementara DXY bersiap untuk penurunan lebih lanjut.

Reli Melandai

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Analisis Harga Cardano (ADA) Pasca Raih TVL Tertinggi Sepanjang Masa

Reli market kripto kini telah melandai. Harga Bitcoin kembali ke posisi di kisaran level US$ 24.000. Terpantau pada situs CoinMarketCap, BTC hanya mengalami kenaikan 2,05% dalam 24 jam terakhir dengan harga US$ 24.756.

Aset kripto yang lebih kecil juga melonjak dan kemudian jatuh kembali sepanjang hari, termasuk Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), Polygon (MATIC) dan Polkadot (DOT). ETH, Dogecoin, Polygon, dan Polkadot semuanya turun antara 1-2%.

“Saya pikir itu adalah kemunduran yang sehat setelah reli khusus kripto yang euforia,” Riyad Carey, analis riset di firma data kripto, Kaiko dikutip CoinDesk.

“Saya masih terkejut betapa cepatnya pasar mengabaikan peristiwa akhir pekan.”

Carey menyoroti bahwa pasar masih tidak likuid, yang “membuat semua pergerakan ini lebih tajam.” Sementara itu, berita tentang jet tempur Rusia yang bertabrakan dengan drone Angkatan Udara AS di atas Laut Hitam, “menambah beberapa kegelisahan di semua pasar,” tambahnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Goldman Sachs Harapkan Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga AS di Maret

Goldman Sachs telah merevisi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed karena tekanan dalam sistem perbankan di Amerika Serikat. Bank investasi global itu bahkan tidak lagi mengharapkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada bulan Maret mendatang.

Proyeksi Goldman Sachs tersebut keluar setelah bank sentral AS mengumumkan langkah-langkah untuk menyelamatkan deposan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang gagal. Dalam sebuah catatan kepada klien pada hari Minggu (12/3), para ekonom bank, yang dipimpin oleh kepala ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, merinci:

“Mengingat tekanan dalam sistem perbankan, kami tidak lagi mengharapkan FOMC untuk memberikan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada 22 Maret,” jelasnya.

Harapan The Fed Melunak

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

Bulan lalu, FOMC menaikkan federal funds rate sebesar 25 basis poin ke kisaran target 4,5% hingga 4,75%, tertinggi sejak Oktober 2007.

Goldman merevisi ramalannya tak lama setelah Departemen Keuangan, Dewan Gubernur Federal Reserve System, dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengumumkan langkah-langkah penyelamatan untuk deposan dari dua bank gagal.

Regulator menutup Silicon Valley Bank pada hari Jumat (10/3) dan Signature Bank pada hari Minggu (12/3). Selain itu, Dewan Federal Reserve mengatakan hari Minggu bahwa dana tambahan akan tersedia untuk lembaga penyimpanan yang memenuhi syarat.

Ketidakstabilan Pasar

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Misteri Motif Vitalik Buterin Jual Kripto Shitcoin Senilai Rp 10,8 Miliar

Mengomentari keputusan Departemen Keuangan AS untuk menunjuk Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang gagal sebagai risiko sistemik dan pembentukan Bank Term Funding Program baru oleh Federal Reserve untuk mendukung institusi yang terpengaruh oleh ketidakstabilan pasar selanjutnya, para ekonom Goldman Sachs menjelaskan:

“Kedua langkah ini kemungkinan akan meningkatkan kepercayaan di antara para deposan, meskipun mereka menghentikan jaminan FDIC atas akun yang tidak diasuransikan seperti yang diterapkan pada tahun 2008,” jelasnya.

Dikutip Bitcoin.com, para ekonom lebih lanjut mencatat bahwa mereka masih mengharapkan Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Mei, Juni, dan Juli, dengan ekspektasi tingkat terminal 5,25% menjadi 5,5%.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

Bitcoin (BTC) mengalami peningkatan harga yang signifikan, hampir mencapai US$ 25.000 atau sektiar Rp 384 juta. Kenaikan harga BTC ini terjadi setelah Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank diselamatkan oleh regulator keuangan pemerintah Amerika Serikat (AS) setelah kedua bank ramah kripto itu jatuh.

Berdasarkan situs CoinMarketCap, harga Bitcoin dan Ethereum (ETH) mengalami lonjakan pada Selasa (14/3) pukul 10.00 WIB. BTC melonjak 9,51% dalam 24 jam terakhir berada di posisi US$ 24.510. Sementara, ETH mencapai level US$ 1.685, naik 5,25% sehari terakhir.

Bitcoin dan Ethereum (ETH) melihat lonjakan sekitar 20% sejak posisi terendahnya pada hari Jumat (10/3). Kenaikan mendadak ini terjadi setelah janji meyakinkan dari otoritas AS bahwa simpanan di Silicon Valley Bank dan Signature Bank yang gagal akan dilindungi, membuat banyak perusahaan terkait kedua bank ramah kripto tersebut bisa tenang.

Stablecoin USDC yang bermasalah juga menguat menyusul peningkatan akses pemberi pinjaman ke uang tunai cepat, yang disahkan oleh Federal Reserve dan USTreasury setelah pemerintah mengambil alih SVB dan Signature Bank.

Sentimen Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Market Watch: Pasar Kripto Bangkit, Harga Bitcoin Kembali Naik

Dikutip Utoday, ada tiga alasan terkait mengapa Bitcoin bergerak naik setelah mengalami pergerakan yang buruk pada pekan lalu. Alasan pertama adalah indeks Dolar AS yang mengalami depresiasi atau penurunan nilai sehingga membuat Bitcoin bergerak naik.

Berdasarkan grafik harian DXY, sejak akhir pekan lalu, Dolar AS terlihat bergerak turun. Perlu diketahui terjadi hubungan yang negatif antara kripto dan Dolar Amerika, kenaikan harga Bitcoin menjadi hal yang logis.

Alasan kedua adalah banyak akumulasi BTC yang dilakukan oleh investor dan trader. saat harga Bitcoin turun dan stablecoin USDC bermasalah, banyak wallet dengan kepemilikan Bitcoin sebanyak 10 BTC hingga 10.000 BTC melakukan pembelian yang mencapai total 40.557 BTC.

Pembelian Bitcoin yang naik tersebut juga terjadi bersama data USDC yang terlihat mengalami pergerakan masuk ke bursa kripto berpotensi untuk dijual yang lebih banyak dibandingkan yang keluar untuk disimpan di wallet, terutama saat terjadi depeg. Data tersebut menandakan adanya kemungkinan penjualan USDC membuat harga Bitcoin mengalami kenaikan, terutama di akhir pekan.

Pemulihan Market

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Binance Umumkan Konversi Dana Pemulihan US$1 Miliar

Alasan ketiga adalah banyaknya kabar positif terkait pemulihan SVB, Signature Bank dan USDC. Kenaikan nilai USDC membuat kepercayaan investor kembali terhadap kripto. CEO Circle, Jeremy Allaire, buka suara dan menyatakan bahwa dana yang menjaga nilai USDC akan tetap stabil dan masih terlihat aman.

Ditambah lagi dengan adanya pengumuman bahwa bank yang bermasalah seperti SVB dan Signature Bank yang akan diselamatkan oleh pemerintah Amerika Serikat, sentiment positif kembali bertebaran sehingga mendorong BTC naik.

Pertumbuhan eksplosif Bitcoin membawanya ke level resistensi kunci yang sama dengan penurunannya beberapa minggu lalu. Jadi, meskipun reli BTC disambut baik dan dialihkan dari jatuh di bawah US$ 20.000, BTC belum menembus kisaran yang ditentukan dari US$ 16.000-US$25.000.

Oleh karena itu, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini benar-benar pivot dari bearish ke bullish. Meskipun dengan cepat mendekati level resistance yang jika diambil akan menandakan hal itu.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Bangkit, Harga Bitcoin Kembali Naik

Pergerakan market kripto kembali bergairah, pasca diterjang kejadian dari Silvergate Bank, Silicon Valley (SVB) dan USDC. Harga Bitcoin (BTC) sempat turun ke harga US$ 19.600, namun kini, per hari Senin (13/3) pagi telah kembali meraih level US$ 22.000, dengan peningkatan lebih dari 8 persen dalam 24 jam.

Menurut situs CoinMarketCap, harga Bitcoin mencapai US$ 22.336, naik 8,19% pada Senin (13/3) pukul 11.00 WIB. Sementara, Ethereum bernasib sama mengalami kenaikan harga yang signifikan di posisi US$ 1.595 dengan kenaikan 7,73%.

Kenaikan agresif ini dipicu oleh sentimen kuat dari regulator keuangan pemerintah AS yang mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Minggu (12/3) untuk menyelamatkan setiap aset deposit terakhir di Silicon Valley Bank (SVB). Menanggapi berita tersebut, Bitcoin dan USDC dengan cepat kembali ke level harga mereka sebelum bank runtuh.

Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Stablecoin USDC Bangkit Setelah Terdampak Krisis Silicon Valley Bank

Stablecoin USDC juga mulai perlahan bangkit pada pasaknya terhadap dolar AS, yang sebelumnya hilang di tengah keruntuhan SVB dan bikin geger market kripto. Harga USDC sempat ​turun menjadi US$ 0,87 setelah Circle penerbitnya mengatakan punya US$ 3,3 miliar dari cadangan token disimpan di SVB.

Sentimen bull juga semakin kuat terlihat dari Bitcoin Fear and Greed Index, kini Senin (13/3) berada di level 49, kategori Neutral. Angka ini naik drastis dari hari sebelumnya yang berada di level Fear dengan angka 33. Kenaikan ini juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau terus melemah di level 104

Sentimen-sentimen tersebut membuat market kembali bergairah dan banyak perdagangan aksi beli terjadi. Kapitalisasi pasar kripto meroket capai nilai US$ 1 triliun, naik lebih dari 8%.

Analisis Teknikal

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin telah membuat bounce menuju resistance di US$ 22.800, setelah mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Titik support di level US$ 19.891 cukup solid untuk menahan penurunan harga BTC, bahkan berhasil membalikan arah tren dari turun menjadi naik.

Iustrasi aset kripto Bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

Indikator teknis berubah bullish, dengan perkiraan di bawah US$ 23.000. Jika pergerakan harga Bitcoin mampu bertahan untuk bergerak diatas uptrend line, kemungkinan akan kembali retest resistance pada US$ 22.698 dan bila tembus menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji level resistensi di US$ 23.380.

Sentimen pekan ini harus ramah kripto untuk mendukung reli yang diperpanjang. Diharapkan reaksi pasar positif lebih lanjut terhadap berita regulator AS menyelamatkan deposan SVB.Namun, investor harus terus memantau berita dan pembaruan dari kasus SEC v Ripple yang sedang berlangsung dan melihat respons pasar menjelang laporan CPI dan data inflasi AS pada hari Selasa (14/3).

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin USDC Bangkit Setelah Terdampak Krisis Silicon Valley Bank

Stablecoin USDC perlahan tapi pasti pulih kembali pasca terimbas runtuhkan Silicon Valley Bank yang dinyatakan bangkrut. Nilai USDC pada Senin (13/3) pagi mulai mencapai harga US$ 1 lagi, setelah sempat turun drastis sejak akhir pekan lalu.

USDC dikenal sebagai stablecoin, yang berarti nilai aset tersebut seharusnya dipatok ke mata uang referensi, yakni dolar AS. USDC dirancang untuk diperdagangkan pada nilai US$ 1, tetapi pada akhir pekan lalu turun di bawah 87 sen pada hari Sabtu (11/3), menurut data dari CoinDesk.

Penurunan nilai atau disebut depeg tersebut disebab oleh perusahaan pengembang USDC, Circle mengungkapkan bahwa mereka memiliki hampir 8% dari cadangan US$ 40 miliar yang disimpan di Silicon Valley Bank (SVB). Seperti yang diketahui, SVB telah dinyatakan bangkrut karena kesulitan likuidasi.

SVB Bangkrut

Regulator menutup SVB pada hari Jumat (12/3)dan menyita simpanannya. Peristiwa ini diklaim menjadi kegagalan perbankan AS terbesar sejak krisis keuangan 2008. Ledakan spektakuler perusahaan dimulai Rabu (10/3)malam ketika mengejutkan investor dengan berita bahwa SVB perlu mengumpulkan US$ 2,25 miliar untuk menopang neraca keuangannya. Yang terjadi selanjutnya adalah keruntuhan yang cepat dari bank yang sangat dihormati yang tumbuh bersama klien teknologinya.

Dalam tweet Jumat, Circle mengatakan memiliki US$ 3,3 miliar sisa cadangan di SVB. Perusahaan menyerukan kelangsungan bank dan mengatakan akan mengikuti panduan dari regulator.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Industri aset kripto masih mengambil bagian setelah keruntuhan tiba-tiba FTX tahun lalu , dan terobosan USDC dengan dolar AS dapat menandakan lebih banyak masalah di masa depan. Stablecoin, seperti bank, rentan untuk dijalankan.

Jika pemegang USDC ketakutan atau khawatir tidak ada cukup uang cadangan, mereka juga bisa terburu-buru menjual atau menukar koin mereka.

USDC Bangkit

Circle menyatakan akan menggunakan sumber daya perusahaan dan “modal eksternal jika perlu” untuk memastikan bahwa USDC dapat ditukarkan dengan Dolar AS. Dalam sebuah posting blog , Circle menulis bahwa perusahaan secara hukum berkewajiban untuk “berdiri di belakang” USDC dan akan menutupi kekurangan apa pun menggunakan sumber daya perusahaan—dan “modal eksternal jika perlu”—untuk memastikan bahwa stablecoin dapat ditebus dengan rasio 1:1 dengan Dolar AS.

CEO Jeremy Allaire menegaskan kembali komitmen tersebut dalam sebuah utas Twitter. Circle menegaskan kembali klaimnya bahwa USDC dijamin 100% dengan uang tunai dan Departemen Keuangan AS.

Baca juga: Bappebti: Transaksi BIDR Termasuk Pertukaran Antar Jenis Kripto

“USDC saat ini dijamin 77% ($32,4 miliar) dengan US Treasury Bills (dengan periode jatuh tempo tiga bulan atau kurang), dan 23% ($9,7 miliar) dengan uang tunai yang disimpan di berbagai institusi, di mana SVB hanya satu,” tulis pernyataan Circle.

Circle mengatakan 23% sisanya, sekitar US$ 9,7 miliar, dalam bentuk tunai, dan Circle menyetor US$ 5,4 miliar dengan BNY Mellon untuk “mengurangi risiko bank.” Perusahaan mengatakan bahwa Consumer Bank memiliki cadangan US$ 1 miliar lagi dalam USDC, menambahkan bahwa Circle mempertahankan rekening transaksi dan penyelesaian untuk USDC dengan Signature Bank.





Sumber : news.tokocrypto.com

Penyebab Harga Bitcoin Turun dan Proyeksi Pasar Kripto Hari Ini

Pasar kripto dan harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan pada hari Jumat (10/3) efek dari kejatuhan Silvergate Bank hingga gugatan regulator AS terhadap KuCoin yang membebani sentimen negatif investor.

Menurut data CoinMarketCap, Bitcoin melihat tekanan ke bawah yang berkelanjutan setelah penurunan harga BTC sebesar 5,5% pada 7 Maret. Harga BTC perpantau diperdagangkan pada level US$ 20.097 atau anjlok 7,71% dalam 24 jam terakhir pada Jumat (10/3) pukul 09.40 WIB. Sementara, Ethereum (ETH) juga bernasib sama dengan penurunan 7,33% di level US$ 1.429.

Dikutip Tim Riset Tokocrypto, mengatakan anjloknya market kripto pekan ini disebabkan beberapa hal. Mulai dari kebangkitan ketakutan akan inflasi yang tinggi di AS, Silvergate Bank yang likuidasi, transfer BTC yang dilakukan pemerintah AS hingga peraturan kripto yang diperketat.

“Sinyal kenaikan suku bunga dan ekspektasi pelemahan ekonomi membebani investor untuk bersemangat meramaikan pasar kripto. Sentimen seputar inflasi, memmbuat analisis bahwa AS akan mengalami resesi tajam di beberapa titik di tahun 2023,” jelas analisisnya.

Banyak Sentimen Buruk

Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun 5% dalam 60 Menit di Tengah Guncangan Silvergate

Kenaikan suku bunga The Fed yang akan datang adalah bagian terpenting dan teka-teki yang harus dipecahkan oleh investor dan trader kripto sebelum kembali melakukan akumulasi. Ketakutan pun semakin bertambah imbas salah satu bank kripto terbesar, Silvergate Capital harus tutup dan melikuidasi aset dan menghentikan operasionalnya.

Salah satu yang menyebabkan harga BTC turun juga berasal dari aktivitas mencurigakan terkait transfer aset yang disita dari peretas Silk Road, marketplace darkweb yang telah ditutup paksa FBI pada 2013. Pada Kamis (9/3) lalu beredar kabar wallet kripto yang terkait dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan transfer inflow ke bursa Coinbase sebesar 9.826 BTC senilai US$ 217 juta. Aksi ini memicu kekhawatiran akan aksi jual Bitcoin yang besar dari exchange kripto.

Pengetatan regulator AS masih membayangi pasar kripto. Terbaru gugatan terhadap exchange kripto, KuCoin perihal perdagangan aset kripto yang menyalahi aturan. Industri aset kripto dan regulator memiliki sejarah panjang yang tidak sejalan baik karena berbagai kesalahpahaman atau ketidakpercayaan atas penggunaan aset digital.

Berbagai macam sentimen buruk tersebut menimbulkan ketakutan pada pelaku pasar kripto. Bitcoin Fear and Greed Index merosot 10 poin, ditutup pada level 34 dengan kategori Fear. Hal ini menunjukan pasar kripto tidak sedang baik-baik saja yang diselimuti oleh banyak kabar fear, doubt and uncertainty (FUD).

Analisis Teknikal

Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Misteri Motif Vitalik Buterin Jual Kripto Shitcoin Senilai Rp 10,8 Miliar

Dari analisis teknikal, kripto Bitcoin kembali melanjutkan tren negatif. Ada kemungkinan banyaknya sentimen negatif yang bertebaran di pasar kripto BTC akan terus bergerak turun. Harga BTC masihbisa bergerak turun, keluar dari zona apresiasinya.

Dalam jangka pendek, kemungkinan besar harga BTC akan terus sideways dan retest untuk bertahan di daerah US$ 20,000 atau Rp 308,7 Juta yang merupakan level psikologis terkuatnya atau zona netral antara dorongan beli dan tekanan jual.

“BTC perlu bergerak melalui pivot US$ 20.768 untuk menargetkan level resistensi di US$ 21.449. Jika reli gagal untuk bergerak melalui pivot akan meninggalkan level support di US$ 19.699,” ungkap analisisnya.

Investor kripto harus waspada terhadap laporan Pekerjaan AS dan kabar bahwa pemerintah AS berencana untuk menghapus subsidi pajak yang berkaitan dengan transaksi terkait kripto. Dua hal tersebut dapat mendorong Bitcoin menuju level di bawah US$ 19.500.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Harga Cardano (ADA) Pasca Raih TVL Tertinggi Sepanjang Masa

Aset kripto Cardano (ADA) dilaporkan telah mencapai angka Total Value Locked (TVL) tertinggi sepanjang masa sebesar 341 juta ADA. Hal ini menunjukan peningkatan adopsi platform blockchain Cardano yang meluas.

ADA adalah token yang memperkuat blockchain kinerja tinggi Cardano yang mendukung kontrak pintar yang dipandang sebagai saingan blockchain Ethereum.

Dikutip Cryptonews, ekosistem Cardano mendapat dorongan awal tahun ini setelah peluncuran stablecoin algoritmik Djed, yang telah membuka kemungkinan yield farming hasil baru di ekosistem Cardano DeFi. Pasokan Djed yang beredar sudah sekitar 2,1 juta, sedangkan protokol memiliki rasio cadangan 471%, menurut situs web proyek.

Nilai TVL Cardano

Terlepas dari kenaikan baru-baru ini dalam nilai TVL Cardano (ADA), penurunan signifikan dalam harga ADA/USD dalam beberapa minggu terakhir membuat TVL dalam denominasi USD pada blockchain Cardano tetap jauh di bawah level tertinggi awal tahun 2022.

Cardano (ADA) dilaporkan telah mencapai angka Total Value Locked (TVL) tertinggi sepanjang masa sebesar 341 juta ADA. Sumber: DefiLlama.
Cardano (ADA) dilaporkan telah mencapai angka Total Value Locked (TVL) tertinggi sepanjang masa sebesar 341 juta ADA. Sumber: DefiLlama.

Baca juga: Penyebab Harga Bitcoin Turun dan Proyeksi Pasar Kripto Hari Ini

TVL Cardano tertinggi yang pernah dilihat adalah lebih dari US$ 430 juta sekitar 12 bulan yang lalu. Saat itu, harga Cardano mendekati US$ 3 per token.

Pada saat penulisan, ADA/USD berpindah tangan tepat di atas US$ 0,31, turun sekitar 90% dari tertinggi sepanjang masa, dan turun 25% sejak menemukan resistensi kuat di area US$ 0,42 pada awal Februari.

Penurunan agresif ADA dalam beberapa minggu terakhir terjadi di tengah pelemahan pasar kripto yang lebih luas sebagai akibat dari penguatan dolar AS, imbal hasil AS, dan kelemahan ekuitas karena para investor memperkirakan prospek pengetatan kebijakan The Fed yang lebih hawkish untuk tahun ini.

Kekhawatiran khusus kripto juga melanda pasar, seperti kejatuhan baru-baru ini dari Silvergate Capital, bank yang ramah kripto dan kegelisahan yang terus berlanjut tentang tindakan keras peraturan di AS.

Proyeksi Cardano (ADA)

Penurunan Cardano minggu ini berarti kripto tersebut telah jatuh di bawah semua rata-rata pergerakan utamanya. Selain itu, pasar kripto sekarang tampaknya berada dalam tren turun hingga Juni 2023.

Grafik harga bulanan BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga bulanan BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Burn Rate Shiba Inu (SHIB) Naik 840%, Apa Dampak Terhadap Harganya?

Kegagalan ADA/USD untuk menembus secara meyakinkan di atas 200-Day Moving Average bulan lalu adalah tanda lain bahwa tidak ada momentum yang cukup untuk perubahan positif yang signifikan dalam prospek harga jangka pendek.

Secara teknis, prospek ADA tidak terlihat bagus dalam waktu dekat, dengan fallback di bawah US$ 0,30 terlihat sangat mungkin terjadi. Itu akan membuka pintu untuk penurunan kembali ke posisi terendah akhir 2022 di area US$ 0,24, penurunan 24% lebih lanjut dari level saat ini.

Namun, mengingat Relative Strength Index (RSI) 14-day mendekati wilayah oversold, kemungkinan tidak akan menjadi garis lurus lebih rendah seperti yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Prospek jangka pendek Cardano terlihat lemah, dengan risiko kerugian jangka pendek lebih lanjut yang signifikan.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Misteri Motif Vitalik Buterin Jual Kripto Shitcoin Senilai Rp 10,8 Miliar

Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin telah melakukan penjualan besar-besaran, menukar token kripto senilai hampir US$ 700.000 atau sekitar Rp 10,8 miliar yang sebelumnya dikirimkan kepadanya untuk Ethereum (ETH).

Menurut Etherscan, wallet milik Buterin pada 7 Maret 2023 membongkar 500 triliun SHIKOKU (SHIK) untuk 380,3 ETH (US$ 595.448), hampir 10 miliar Cult DAO (CULT) untuk 58,1 ETH (US$ 91.021), dan 50 miliar Mops (MOPS) untuk 1,25 ETH (US$ 1.950).

Karena likuiditas token yang rendah, penjualan memiliki pengaruh besar pada harga mereka. Penurunan harga terbesar dari token adalah SHIK, yang mencatat penurunan 86% setelah penjualan Buterin menurut data CoinMarketCap.

Buterin mengonfirmasi bahwa dia memiliki wallet tersebut dalam tweet tahun 2018 setelah dia dituduh menimbun 75% pasokan Ethereum dengan sesama pendiri Ethereum, Joe Lubin selama penjualan pra-penambangan token.

Motif Buterin

Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

Beberapa dalam komunitas kripto berbagi rasa frustrasi mereka pada keputusan Buterin untuk menjual sejumlah shitcoin, mengingat efeknya yang sangat besar pada token. Beberapa pengguna kripto mempertanyakan motif di balik aksi jual Vitalik baru-baru ini.

Beberapa pengguna kripto percaya Vitalik menjual shitcoin untuk menghindari tanggung jawab pajak penghasilan. Ada berbagai spekulasi mengenai tujuan Vitalik menjual token. Sebagian dari komunitas kripto menganggap aksi jual itu karena situasi bear market.

Hal yang paling kuat adalah dugaan motif yang percaya vitalik melepas token untuk membebaskan dirinya dari tanggung jawab pajak penghasilan yang mereka tarik. Banyak yang menyarankan itu dimotivasi oleh implikasi pajak dari menerima airdrops, yang dikenakan pajak penghasilan di sebagian besar negara.

Tradisi Kripto

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Market Watch: Aset Kripto Stagnan, Bitcoin dan Ethereum Sulit Gerak

Ada kepercayaan di antara pengguna kripto bahwa para pendiri di industri ini, terutama proyek yang lebih kecil mempertahankan kebiasaan mengirimkan koin project ke Vitalik. Beberapa pengguna yang menanggapi aksi jual mengungkap para pendiri tersebut.

Seorang responden mempertanyakan logika di balik tindakan semacam itu, mencatat bahwa Vitalik juga dapat memilih untuk membodohi token kripto yang didapatnya gratis seperti itu, bisa dijual ketika proyek tersebut mulai berkembang.

Selain Mops, harga semua token lain yang dibuang oleh Vitalik mengalami penurunan sementara. Kultus turun lebih dari 8%, Shik hampir 70%, dan BITE lebih dari 6%. Dalam kasus Mops, harga naik 85%, dan terus melonjak, mencapai keuntungan 216% yang mengesankan dalam 24 jam. Terlepas dari aksi jual oleh Vitalik, token tersebut tampaknya mendapat manfaat dari perhatian yang dihasilkannya.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com