10 Rekomendasi Wisata Keluarga untuk Mengisi Liburan Umanis Galungan



Denpasar

Satu hari setelah Hari Raya Galungan, umat Hindu merayakan Umanis Galungan. Biasanya akan dirayakan dengan mengunjungi sanak saudara dan berlibur ke destinasi wisata.

Setiap 210 hari sekali atau setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Rabu Kliwon wuku Dungulan umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan. Menandakan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).

Hari Raya Galungan jatuh pada Rabu (28/02/2024). Satu hari setelahnya umat Hindu merayakan Hari Umanis Galungan. Saat hari inilah biasanya umat Hindu memanfaatkan momen untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara hingga berekreasi ke tempat wisata.

Jika traveler masih bingung memilih destinasi wisata untuk mengisi waktu Umanis Galungan, detikTravel punya rekomendasi, nih. Traveler bisa mengunjungi objek wisata alam hingga wisata buatan. Sip banget untuk wisata keluarga!

Berikut daftar destinasi wisata di Bali yang wajib traveler kunjungi saat libur Galungan:

1. Taman Safari Bali

Taman Safari Bali merupakan rumah bagi lebih dari 1.000 satwa yang terdiri dari 120 spesies. Taman Safari Bali menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan untuk keluarga. Seperti Feed The Predator, Jeep Safari, Jungle Hopper Legend, Elephant Safari, Night Safari, dan Water Play and Fun Zone.

• Lokasi: Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali.
• Harga Tiket: Safari Explorer mulai dari Rp 175.000/orang dan Safari Legend mulai dari Rp 275.000/orang.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA untuk Day Safari dan pukul 18.00 – 21.00 WITA untuk Night Safari.


2. Bali Bird Park

Bali Bird Park adalah tempat yang sempurna untuk keluarga yang menyukai burung-burung eksotis. Bali Bird Park juga menjadi media penangkaran berbagai jenis dan spesies burung dari Indonesia hingga mancanegara.

Traveler bisa menemukan berbagai wahana dan aktivitas menarik di dalamnya. Seperti Bali Rainforest, Basic instinct, wahana Guyu-guyu Corner, Feed the Lory, Papua Rainforest Feeding, Meet the Birdstar, Feed the Pelican, dan The Komodo Experience.

• Lokasi: Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Gianyar, Bali.
• Harga Tiket: Rp 385.000 untuk dewasa dan Rp 192.500 untuk anak-anak.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA.

3. Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran menawarkan pengalaman mendalam tentang kehidupan dan budaya Bali yang autentik. Salah satu hal yang membuat Desa Penglipuran begitu menarik adalah arsitektur tradisional Bali yang terpelihara dengan baik.

Desa Penglipuran mendapat julukan sebagai desa terbersih di dunia. Selain itu, tahun 2023 Desa Penglipuran masuk jajaran desa wisata terbaik di dunia.

Saat datang ke Desa Penglipuran traveler bisa langsung berkunjung ke Hutan Bambu juga loh.

• Lokasi: Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.
• Harga Tiket: Rp 15 ribu untuk WNI anak dan Rp 25 ribu untuk WNI dewasa. Harga tiket masuk untuk WNA anak sebesar Rp 30 ribu dan dewasa sebesar Rp 50 ribu.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 18.00 WITA.

4. Trans Studio Bali

Trans Studio Bali merupakan indoor theme park dengan konsep thematic, dimana pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menarik bukan hanya menikmati wahana dan pertunjukan yang ada tetapi juga mengabadikan momen di setiap sudut estetik theme park.

Traveler bisa merasakan berkunjung ke dalam 5 zona lengkap dengan wahana dan atraksi yang memukau. Port of Liverpool, Camera Zone, Culture Zone, Action Zone, dan Adventure Zone adalah 5 zona dengan konsep yang berbeda.

Beberapa rekomendasi wahana yang wajib traveler coba adalah Formula Kart, Boomerang Coaster, Flying Over Indonesia, The Forbidden Temple Rapid Adventure, dan Road Rage Wasteland Escape.

• Lokasi: Trans Studio Mall Bali, Jalan Imam Bonjol 440, Denpasar, Bali
• Harga Tiket: Domestik Dewasa KTP Bali: Rp 200 ribu/orang, Domestik Dewasa: Rp 225 ribu/orang saat weekdays dan Rp 275 ribu/ orang saat weekend, Domestik Anak-anak Usia 1-7 tahun: Rp 150 ribu/ orang, Asing Dewasa: Rp 500 ribu/ orang, dan Asing Anak-anak Usia 1-7 tahun: Rp 350 ribu/ orang
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 18.00 WITA saat weekdays dan pukul 11.00 – 19.00 WITA weekend.

5. Air Panas Penatahan

Air panas yang satu ini menjadi destinasi favorit keluarga ketika hari libur Galungan telat tiba. Sesuai dengan namanya, daya tarik utama dari destinasi ini adalah sensasi relaksasi dengan berendam di kolam air panas alami.

Daya tarik lainnya dari destinasi satu ini adalah adanya akses langsung ke sungai dengan air dingin yang segar dan bebatuan alami. Di sini terdapat beberapa jenis kolam, ada kolam air hangat dan air dingin.

• Lokasi: Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali
• Harga Tiket: Kolam umum: Rp 15.000/orang, Kolam privat: Rp 25.000/orang, Jacuzzi: Rp 40.000/orang
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA.

6. Big Garden Corner

Traveler yang tinggal di Denpasar wajib menghabiskan waktu di destinasi komplit satu ini. Namanya Big Garden Corner.

Big Garden Corner juga menawarkan berbagai wahana seru dan area spot foto yang instagramable. Penataan taman dibuat sangat menarik berpadu dengan berbagai patung-patung berukuran besar.

Beberapa spot favorit pengunjung di sini seperti terowongan cinta, art standing stones, miniatur Candi Borobudur, rumah pohon mini, patung membaca koran, dan butterfly park. Big Garden Corner juga memiliki playground dan waterpark untuk anak-anak.

• Lokasi: Jalan Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.
• Harga Tiket: Rp 50 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 150 ribu untuk wisatawan asing.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 18.00 WITA.

7. Taman Edelweis Bali

Di Bali Timur traveler bisa menemukan taman cantik dengan hamparan bunga edelweis. Spot fotonya pun juara. Taman Edelweis Bali, sip banget jadi pilihan destinasi wisata keluarga saat libur Galungan.

Taman Edelweis adalah taman wisata buatan yang menanam edelweis atau bunga kasna. Berada di kaki Gunung Agung, Taman Edelweis memiliki suasana alam yang spektakuler yang berpadu dengan udara sejuk khas pegunungan.

Di Taman Edelweis Bali traveler dapat mencoba berbagai spot foto yang cantik. Mulai dari bingkai love, ayunan dengan latar belakang pemandangan, papan nama, kincir angin, dan taman surga.

• Lokasi: Desa Temukus, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: Wisatawan lokal KTP Bali: Rp 20 ribu, Wisatawan domestik: Rp 30 ribu, Wisatawan asing: Rp 50 ribu, Anak-anak (5 – 10 tahun): Rp 10 ribu, dan di bawah 5 tahun: Gratis
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 18.00 WITA.

8. Taman Ujung

Taman Ujung merupakan destinasi bersejarah peninggalan Kerajaan Karangasem yang hingga kini masih eksis menjadi tujuan wisata. Taman Ujung memadukan tiga konsep arsitektur yaitu arsitektur Bali, Eropa, dan China. Estetik dan instagramable banget!

• Lokasi: Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: Domestik Dewasa: Rp 25 ribu, Domestik Anak-anak: Rp 15 ribu, WNA Dewasa: Rp 75 ribu, dan WNA Anak-anak: Rp 50 ribu.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 18.00 WITA.

9. Tirta Gangga

Taman air Kerajaan Karangasem ini tak pernah sepi akan pengunjung, apalagi ketika waktu libur tiba. Bukan cuma karena pemandangan kolam air dan mata airnya yang alami, Tirta Gangga juga sip menjadi destinasi keluarga karena terdapat kolam pemandian untuk anak-anak hingga orang dewasa.

Traveler juga bisa memberi makan ikan berukuran jumbo dan menaiki perahu mengelilingi kolam luas di Tirta Gangga.

• Lokasi: Jalan Raya Abang, Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: WNA Dewasa: Rp 50 ribu, WNI Dewasa: Rp 25 ribu, Anak-anak (5-12 tahun): Rp 15 ribu, dan Di bawah 5 tahun: Gratis.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 19.00 WITA.

10. Kebun Raya Bali

Jika traveler ingin menghabiskan waktu bersama keluar, Kebun Raya Bali menjadi destinasi sip di kala libur Galungan. Kebun Raya Bali memiliki hamparan rumput yang luas sehingga cocok untuk kamu yang ingin berlibur dan mengadakan piknik kecil-kecilan bersama keluarga.

• Lokasi: Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
• Harga Tiket: Untuk wisatawan akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 20.000 untuk Hari Senin-Jumat dan Rp 30.000 untuk Hari Sabtu, Minggu, atau hari libur nasional.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA.

Itulah 10 destinasi seru untuk menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur Galungan. Sudah tauh mau berlibur kemana? Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan selama liburan, ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Resep Pisang Ungu Bubur Spesial Untuk Takjil

Cara Membuat Pisang Ungu : 1. Siapkan Wadah. Masukkan Ubi Ungu yg sudah dihaluskan. Tambahkan Tepung Beras, Tepung Tapioka 2 sendok makan (sisanya disisihkan dl), Gula Pasir, Garam, Santan, Air dan Pewarna Makanan Ungu. Aduk rata 2. Siapkan Teflon. Agar adonan halus dan merata tuang Adonan sambil disaring. Masak dengan Api Sedang sambil diaduk terus hingga menggumpal 3. Masukkan Margarin. Aduk rata. Tambahkan sisa Tepung Tapioka. Aduk rata. Masak hingga kalis. Angkat. Sisihkan 4. Siapkan Pisang Raja. Ambil Adonan secukupnya (gunakan telenan, alasi dengan Plastik). Pipihkan Adonan. Letakkan Pisang Raja di bagian tengah, rapatkan dan bentuk menyerupai Pisang. Lakukan hingga semua Adonan habis 5. Panaskan Dandang. Alasi dengan Daun Pisang. Kukus Adonan Pisang dengan Api Sedang selama 15 menit. Angkat. Sisihkan Cara Membuat Bubur Candil : 1. Siapkan Wadah. Masukkan Ubi Ungu yang sudah dihaluskan. Tambahkan Tepung Tapioka, Gula Pasir, Garam, Air dan Pewarna Makanan Ungu. Aduk rata. Uleni hingga kalis 2. Ambil Adonan secukupnya, bentuk Bola2 kecil. Lakukan hingga Adonan habis 3. Siapkan Panci. Isi dengan Air. Tambahkan Gula Pasir, Garam, Vanili Bubuk dan Daun Pandan. Aduk rata. Masak dengan api sedang hingga mendidih 4. Masukkan Bola-bola Ubi. Masak hingga Bola-bola Ubi mengapung dan matang 5. Kecilkan Api. Tambahkan Tepung Tapioka yg sudah diencerkan. Masak sambil terus diaduk. Gunakan kembali Api Sedang. Masak hingga mendidih dan mengental. Angkat. Sisihkan Cara Membuat Bubur Sumsum : 1. Siapkan Panci. Masukkan semua bahan. Aduk rata 2. Masak dengan Api Sedang sambil diaduk hingga mengental dan meletup2. Angkat. Sisihkan Cara Membuat Bubur Sagu Mutiara : Gunakan metode 5.30.10.10 Cara Membuat Kuah Santan : 1. Siapkan Panci. Masukkan Santan, Garam, Air. Masak dengan Api Sedang sambil diaduk terus. Masak hingga mendidih 2. Tambahkan Tepung Maizena yg diencerkan. Aduk cepat hingga beberapa saat. Angkat. Sisihkan Cara Penyajian : 1. Siapkan Piring Saji/Mangkok. Tuang Bubur Sumsum di bagian bawah 2. Masukkan Pisang Ungu yang sudah dipotong sesuai selera di atasnya 3. Tambahkan Bubur Candil, Bubur Sagu Mutiara. Atur sesuai selera 4. Tuangi dengan Kuah Santan di bagian atasnya. PISANG UNGU BUBUR SPESIAL siap disajikan dan dinikmati



Sumber : food.detik.com

Tradisi Menginjak Api Menjelang Nyepi di Bali



Klungkung

Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, ada satu tradisi unik yang masih dilaksanakan masyarakat adat di Nusa Penida, yaitu menginjak-injak api. Seperti apa?

Di Desa Adat Pundukaha Kaja, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali ada tradisi unik yang setiap tahun dilaksanakan sebelum pelaksanaan Nyepi adat.

Nyepi adat beda dengan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu. Nyepi adat dilaksanakan secara khusus oleh desa adat setempat. Tidak semua desa adat di Bali memiliki perayaan Nyepi adat.


Nyepi di desa adat di Desa Adat Pundukaha Kaja dilaksanakan sehari setelah Purnama Sasih Kesanga (purnama bulan kesembilan). Rentetan Nyepi adat ini diisi dengan upacara mecaru, serta ritual nyekjek (menginjak-injak) api.

Tokoh Desa Adat Pundukaha Kaja, Jero Gede Mangku Dalem I Made Lastrawan mengatakan, prosesi diawali dengan melaksanakan upacara purnama kesanga. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pecaruan panca sata dengan menghaturkan segehan agung (sesajen besar) di perempatan desa.

“Segehan ini untuk menetralisir kekuatan bhuta (negatif) menjadi sifat dewa dengan tujuan kemakmuran, keselamatan, dan ketentraman bagi umat,” kata Lastrawan, Minggu (25/2/2024).

Prosesi ritual nyekjek api dalam rangka menyambut Nyepi adat di Desa Adat Pundukaha Kaja, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Minggu (25/2/2024). (Istimewa).Prosesi ritual nyekjek api (Istimewa). Foto: Prosesi ritual nyekjek api dalam rangka menyambut Nyepi adat di Desa Adat Pundukaha Kaja, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Minggu (25/2/2024). (Istimewa).

Ritual mecaru dilaksanakan dini hari sekitar pukul 03.00 Wita dan diikuti oleh semua umat. Prosesi ini diiringi suara kentongan dan denting genta para jero mangku di desa adat setempat.

Para Pria Mulai Menginjak-injak Api

Warga laki-laki kemudian menyalakan api dengan kayu bakar yang sudah disiapkan setelah proses mecaru rampung. Api yang menyala disebut Sanghyang Api dan digunakan untuk ritual nyekjek api.

Tradisi nyekjek api digelar di jabe Pura Puseh Bale Agung, di depan Pura Kepah Agung, desa adat setempat. Sesuai dengan namanya, nyekjek api, para pemuda akan menari-nari mendatangi api dan menginjak-injaknya.

Mereka seakan tidak takut terhadap panasnya api. Warga yang mengikuti ritual nyekjek api semakin lama kian bersemangat. Terlebih iringan gamelan gong yang menghentak. Ada berlari mengitari, memukul api dengan kayu, dan melompatinya.

“Di situlah uniknya ritual ini, meskipun mereka yang ikut menginjak api dalam keadaan sadar (tidak kesurupan), tetapi tidak ada rasa sakit yang dirasakan,” tambah Lastrawan.

Warga yang menginjak api sesekali diperciki tirta suci selama tradisi berlangsung. Tujuannya agar selalu mendapatkan kekuatan dan perlindungan.

“Tradisi ini sudah kami laksanakan turun temurun, dan terus kami gelar hingga saat ini,” tegasnya.

Prosesi Nyekjek api berhenti menjelang pukul 06.00 Wita. Seusai itu baru dilanjutkan dengan Nyepi adat sampai pukul 16.00 Wita.

Selama proses Nyepi adat dilarang ada kendaraan dari luar masuk menuju objek wisata. Larangan itu sebelumnya juga sudah disampaikan melalui surat pengumuman.

Proses Nyepi adat di Desa Adat Pundukaha Kaja hampir sama dengan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka. Masyarakat menggelar catur brata penyepian saat Nyepi adat, yakni amati gni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak beraktivitas), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menggelar hiburan). Semua warga desa adat wajib berada di rumah masing-masing.

——

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Resep Mie Tek-Tek ala Rumahan yang Gurih Mantap

Nostalgia jaman kuliah, malam-malam Bang Mie tek tek muter depan kost. Rame-rame pesan mie tek-tek yang rasanya legend banget, bisa request mau pedas, gurih saja atau godok nyemek, kali ini saking kangennya, bikin sendiri deh…Mie Tek-Tek Ala Rumahan. So pasti nggak bisa sama persis, dari rasa maupun suasananya. Tapi rasanya jelas nikmat berselera. Yuk simak dan cobain ya.



Sumber : food.detik.com

Kisah Dusun yang Hilang di Probolinggo, Kini Berubah Jadi PLTU Paiton



Probolinggo

Tak banyak yang tahu, sebelum berdiri PLTU Paiton, di lokasi tersebut ada sebuah dusun yang bernama Sumberglatik. Bagaimana kisah dusun yang hilang itu?

PLTU Paiton merupakan salah satu PLTU terbesar di Indonesia. Lokasinya berada di Probolinggo, Jawa Timur. PLTU ini memasok listrik sebesar 4.700 MW ke pulau Jawa, Madura, dan Bali.

Sebelum dibangun jadi PLTU seperti sekarang, lokasi tempat berdirinya PLTU Paiton dulunya merupakan sebuah dusun yang bernama Sumberglatik. Dusun Sumberglatik merupakan salah satu dari 4 dusun di Desa Binor.


Dusun itu diberi nama Sumberglatik, karena memang ada banyak burung glatik di dusun tersebut. Dusun itu ditinggali oleh 20 Kepala Keluarga (KK).

Mayoritas penduduknya merupakan warga pendatang dan bekerja sebagai penjaga ataupun polisi hutan di Desa Binor.

Kepala Desa Binor, Hostifawati mengisahkan, perencanaan pembangunan PLTU Paiton dimulai sekitar tahun 80-an. Tepat pada tahun 1981 dilakukan survei awal untuk pemindahan jalan raya.

Jalan raya tersebut akan dipindahkan dari bawah bukit menuju ke atas bukit. Pembangunan jalan selesai dan diresmikan pada tahun 1987 oleh Menteri Dalam Negeri era Presiden Suharto yakni Amir Machmud.

“Setelah berhasil memindahkan jalan utama, baru dimulai pembangunan PLTU-nya, dengan luas sekitar 450 hektar. Dan PLTU itu seingat saya beroperasi sekitar tahun 1994, untuk yang meresmikan itu presiden Suharto,” ujar Hostifawati, Kamis (22/2) lalu.

Hostifawati menjelaskan, pembangunan PLTU Paiton memakan korban satu dusun, yakni Dusun Sumberglatik. Saat PLTU Paiton dibangun, warga dusun itu pun berpindah ke dusun lainnya. Ada juga yang pulang balik ke kampungnya.

“Dulu ada 4 dusun, yakni Dusun Krajan, Dusun Pesisir, Dusun Klompangan, dan Dusun Sumberglatik. Dan sekarang hanya tersisa tiga, karena Dusun Sumberglatik sudah dipakai untuk pembangunan PLTU,” papar Hostifawati.

Dulu Lokasi PLTU Paiton Sangat Indah

Menurut tokoh masyarakat setempat, Suyono, dulu daerah PLTU Paiton merupakan pantai yang sangat indah, bahkan daratannya berbentuk huruf U dan menjulang ke laut.

Daerah itu sering digunakan para nelayan sekitar untuk menaruh perahunya agar terhindar dari amukan ombak laut. Di lokasi itu juga terdapat banyak pohon bakau yang dihuni sejumlah spesies burung, utamanya burung glatik.

“Saya waktu kecil suka mandi di laut PLTU itu, kalau sudah selesai baru bilas di sumber mata air yang tawar, jadi di sana memang sering dijadikan tempat bermain oleh anak-anak seusia saya dulu,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Binor itu.

Ada Sumber Mata Air Tawar

Di bibir pantainya terdapat sumber mata air tawar yang biasa digunakan warga setempat untuk mandi dan minum. Bahkan para pengendara yang melintas, baik dari arah Probolinggo-Situbondo atau sebaliknya, sering berhenti untuk sekadar mandi dan mengambil air minum di lokasi tersebut.

Uniknya, meski berada di bibir pantai, air tersebut tetap tawar dan sama sekali tidak terkontaminasi dengan air laut yang asin.

Ketika air laut pasang, sumber mata air itu seakan menutup agar air laut tidak masuk. Dan ketika surut, sumber air itu muncul kembali.

——

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Resep Gabin Vla Ubi Ungu yang Renyah Legit

1. Kukus ubi ungu yang sudah dikupas & dibersihkan, potong kecil-kecil agar cepat matang 2. Setelah matang, haluskan ubi ungu menggunakan potato smasher/ garpu hingga halus 3. Campurkan ubi ungu yang sudah halus dengan semua bahan (susu cair, gula pasir, tepung maizena & garam) 4. Masak di atas kompor dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga tercampur rata 5. Setelah adonan mengental matikan kompor & diamkan hingga dingin 6. Siapkan malkist crackers, lalu masukkan Vla Ubi Ungu, dipadatkan & tutup dengan malkist crackers lagi 7. Setelah semuanya selesai, jangan lupa goreng diminyak panas dengan api sedang 8. Gabin vla Ubi Ungu siap dinikmati



Sumber : food.detik.com

Sejarah Kelam Asrama TNI di Medan, Kini Jadi Cagar Budaya



Medan

Di Medan, ada sebuah bangunan Asrama TNI yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Di zaman dulu, asrama ini diliputi oleh sejarah kelam. Bagaimana kisahnya?

Bangunan cagar budaya yang dimaksud itu adalah Asrama TNI Glugur Hong yang berada di Jalan Karantina Ujung, Lingkungan XI, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan.

Kawasan itu ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2023 silam. Penetapannya diteken oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution berdasarkan surat keputusan Wali Kota Medan nomor: 433/29.K.


Surat tersebut ditandatangani Bobby pada 1 Februari 2023. Salah satu pertimbangan Bobby dalam menetapkan cagar budaya itu adalah surat rekomendasi dari Tim Cagar Budaya pada 12 Desember 2022.

Sejarah Kelam Asrama TNI Glugur Hong

Asrama TNI Gloegoer Hong dibangun pada tahun 1913. Kawasan tersebut diketahui menyimpan sejarah kelam saat masa pengembangan industri perkebunan di daerah Sumatera Timur, khususnya di Medan.

“Dulunya tempat karantina buruh kontrak sebelum bekerja di perkebunan di pesisir timur Sumatra,” kata Andi Winata Sitorus, Katim Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Kamis (22/2) lalu.

Asrama TNI Glugur Hong terbagi menjadi 2 kawasan, yakni asrama Glugur 1 dan asrama Glugur 2. Pada tanggal 12 April 1942-29 Mei 1942, asrama Glugur 1 merupakan bagian selatan pusat karantina buruh kontrak.

“Ketika berfungsi sebagai asrama penduduk sipil, isinya itu terdiri dari kalangan wanita dan anak-anak,” ucap Andi.

Pada tahun 1943-1945, Glugur I dan II menjadi tempat interniran untuk para tahanan perang atau Prisoners of War (POW). Kaum sipil yang tadinya bertempat di Glugur 1 kemudian dipindah ke kamp Poelaubrajan D.

“Jadi, masa itu kamp punya pimpinan dan pimpinan kamp Glugur I bernama Suster Bernardine,” sebutnya.

Sementara itu, Glugur II merupakan kamp untuk tahanan perang dari tanggal 26 Juni 1842 hingga Juni 1944. Selanjutnya, digunakan sebagai kamp bagi tahanan sipil pada tanggal 6 Juni 1944 hingga 17 Juni 1945.

Tahanan perang Glugur II berasal dari kamp Unie Kampong di Belawan yang terdiri dari barak keluarga, barak rumah sakit, dan bangunan luar dikelilingi tembok batu tinggi yang di atasnya diberi pecahan kaca.

“Setelah tawanan perang itu pergi, barak kuli yang ditinggalkan difungsikan sebagai kamp kaum wanita,” jelasnya.

Gedung Asrama Glugur Hong TNI berjarak kurang lebih 1 km ke arah timur jalan utama. Awalnya, bangunan tersebut dibangun pada 1913 untuk buruh kontrak AVROS di dekat jalan utama dan jalur kereta api menuju Belawan.

“Pada pertengahan Juli 1945, asrama Glugur Hong ini dikosongkan,” tuturnya.

Masih Ada Peninggalan Belanda di Asrama Glugur Hong

Menurut Fitri Sinaga, salah seorang warga di Asrama Glugur Hong, ada beberapa peninggalan yang masih bisa dilihat wisatawan di tempat itu.

“Ada peninggalan Belanda berupa tong air, rumah tinggi yang dulunya rumah sakit gila, dan kuburan di tanah kosong bagian belakang,” kata Fitri.

Menurut Fitri, terdapat beberapa perubahan di kawasan Glugur Hong TNI tetapi tidak meninggalkan keasliannya. Bangunan tidak sepenuhnya dipugar dan tong air di kawasan itu menjadi peninggalan asli dari zaman dahulu.

“Cucu-cucu penjajah kita dari Belanda datang ke sini dan melihat peninggalan kakeknya baru-baru ini,” ungkapnya.

Meski kawasan Asrama Glugur Hong TNI sudah ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Medan. Namun, sebagian besar warga ternyata masih belum tahu jika kawasan tempat tinggal mereka telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Kalau bisa Pemkot melirik kemari atau dibuat plakat cagar budaya biar masyarakat tahu, minimal diberi arahan dari instansi terkait,” pinta Fitri.

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Resep Goguma Latte with Jelly yang Legit Creamy

1. langkah pertama, jika ubi belum di kukus, kukus ubi selama 30 menit / hingga lunak 2. sambil menunggu ubi lunak, masukkan semua bahan jelly, masak sampai mendidih, sesekali di aduk 3. haluskan ubi (bisa menggunakan chopper/blender agar hasil sempurna). 4. jika sudah halus, tuang ke dalam wadah, lalu campurkan SKM, susu UHT dan creamer bubuk. 5. siapkan botol/gelas saji, masukkan adonan ubi, masukkan jelly baru tahap terakhir masukkan susu cair 6. tambahkan es batu agar lebih segar saat diminum, sajikan.



Sumber : food.detik.com

Monumen Bajra Sandhi di Malam Hari Tetap Cantik Jelita



Denpasar

Menikmati keindahan Monumen Bajra Sandhi nggak cuma bisa di siang hari. Di malam hari, monumen di Denpasar ini nggak kalah cantik.

Monumen Bajra Sandhi, bangunan simbol perjuangan rakyat Bali mempertahankan keutuhan NKRI. memiliki eksterior khas Bali. Monumen ini sarat akan makna dan filosofi ajaran Hindu. Bentuknya pun unik, bagaikan genta (bajra) raksasa yang sering digunakan oleh pendeta Hindu saat merapal mantra.

Monumen ini memiliki 17 buah anak tangga Kori Agung (pintu utama), delapan buah tiang Agung yang terdapat dalam gedung, dan tinggi monumen dari dasar sampai puncak 45 meter. Menunjukkan tanggal bulan dan tahun Proklamasi Kemerdekaan RI yaitu 17 Agustus 1945.

Di dalam monumen ini traveler juga bisa menemukan 33 diorama yang menceritakan kisah perjuangan rakyat Bali secara tiga dimensi. Traveler juga bisa menikmati keindahan sekitar monumen dari ketinggian di Ruang Peninjauan.

Keindahan dan keunikan Bajra Sandhi menarik wisatawan lokal dan turis asing untuk berkunjung, baik sekadar foto atau pun mengulik lebih dalam tentang fasad dan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa.


I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menuturkan setiap harinya monument itu dikunjungi sekitar 500 wisatawan.

Pengunjung yang berwisata ke Bajra Sandhi biasanya ramai datang dari pagi hingga sore hari, menyesuaikan dengan jam buka monumen. Namun tak banyak yang tahu bahwa keindahan arsitektur Bajra Sandhi juga bisa dinikmati di malam hari. Malah, monumen itu cantik dengan dengan lampu sorot.

Cahaya lampu yang dipancarkan secara artistik menggambarkan keagungan dan kebesaran monumen.

Kendati mayoritas pengunjung datang pada siang hari, namun pengalaman unik menjelajahi Monumen Bajra Sandhi di malam hari patut dicoba.

Namun perlu diingat ya traveler, pada malam hari pengunjung tidak dapat masuk ke area dalam Bajra Sandhi, hanya bisa menyaksikan monumen itu dari luar gerbang.

Jam operasional dan masuk ke Monumen Bajra Sandhi hanya hingga sore hari. Untuk hari Senin-Jumat traveler bisa masuk ke monumen mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

Mau mendapatkan penampakan Bajra Sandhi yang berbeda? Traveler wajib coba berkunjung ke Bajra Sandhi di malam hari. Nggak kalah cantik dan dijamin nggak bakal nyesel deh! Jangan lupa mengabadikan foto ya traveler.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Resep Mie Goreng Aceh Udang, Sedap dan Kaya Rempah!

1. Blender bumbu hingga halus 2. Rebus satu bungkus mie 3. Siapkan wajan yang sudah diberi minyak 4. Tumis irisan bawang merah, bawang putih dan potongan cabai rawit. 5. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan. Aduk hingga bumbu harum, jangan lupa tambahkan bumbu rempah yang sudah disiapkan 6. Lalu, masukkan udang yang sudah dicuci bersih. Masak hingga udang matang 7. Tuang air ke dalam wajan, tambahkan seasoning dan koreksi rasa. Tunggu hingga air mendidih 8. Kemudian masukkan satu bungkus mie yang sudah direbus, aduk hingga bumbu tercampur rata. 9. Tambahkan kecap manis agar rasa lebih lezat. Masukkan sawi dan tauge, masak hingga layu 10. Terakhir tambahkan potongan daun bawang dan seledri 11. Mie Goreng Aceh Udang siap dinikmati! Mie bisa disajikan dengan acar ataupun kerupuk emping.



Sumber : food.detik.com