Category Archives: Beasiswa

Pendaftaran KIP Kuliah Jalur SNBP Tutup 27 Februari, Buruan Sinkronisasi Data!



Jakarta

Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) ditutup 27 Februari 2024 besok. Dengan demikian, siswa diharapkan untuk segera menyelesaikan pendaftaran baik KIP ataupun SNBP.

Proses pendaftaran KIP Kuliah dibuka sepanjang proses seleksi penerimaan mahasiswa baru 2024, tepatnya hingga 31 Oktober 2024. Namun, ada penetapan buka-tutup pendaftaran KIP Kuliah, yakni setiap H-1 dari jadwal setiap jalur seleksi.

Dengan demikian, setiap H-1 pembukaan pendaftaran di setiap jalur baik SNBP, SNBT, dan mandiri, maka seleksi KIP Kuliah juga dibuka. Sedangkan H-1 penutupan pendaftaran di setiap jalur masuk perguruan tinggi menjadi waktu penutupan pendaftaran bagi KIP Kuliah pada jalur tersebut.


Sony Hartono Wijaya, Tim Teknis KIP Kuliah Kemdikbud menyarankan siswa untuk mendaftar seleksi KIP Kuliah sesuai periode pendaftaran setiap jalur seleksi. Setidaknya paling lambat satu hari agar mempermudah perguruan tinggi dalam melakukan sinkronisasi data.

“Disarankan ikut seleksinya sama seperti ikut seleksi nasional. Jadi tolong diisi, dipilih, selambatnya h-1 jadwal seleksi nasional karena pada hari-hari lain itu sistem untuk SNBP itu akan dilakukan proses sinkronisasi,” jelas Sony pada Sosialisasi Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka 2024, dikutip Senin (26/2/2024).

Ketika siswa mendaftar KIP Kuliah di luar jalur seleksi atau setelah pengumuman, tidak ada jaminan bila perguruan tinggi meluluskan aplikasi peserta. Alasannya karena kampus tidak punya pertimbangan.

Pendaftaran KIP Kuliah dan SNBP Harus Tersinkronisasi

Untuk menyelesaikan pendaftaran KIP Kuliah dan SNBP, pastikan kedua data tersebut telah tersinkronisasi. Berikut langkah-langkahnya dikutip dari Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka 2024, Pedoman Pendaftaran SNBP 2024 dan Youtube Dibidikmisicom.

1. Melakukan pendaftaran KIP Kuliah

  • Pendaftaran akun secara mandiri dilakukan melalui laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.
  • Klik tombol Login Siswa di pojok kanan atas website.
  • Masukkan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses yang didapatkan dalam proses pembuatan akun.
  • Siswa menyelesaikan proses pendaftaran di laman KIP Kuliah.
  • Pada dashboard peserta akan terdapat berbagai menu berdasarkan status akun kelayakan yang telah divalidasi sebelumnya.
  • Jika status akun tertera ≤ 4, maka peserta perlu mengisi data seperti biodata, keluarga, prestasi, dan rencana tinggal ketika kuliah serta mengunggah dokumen yang dibutuhkan.
  • Namun bila status tertera > 4 atau status akun “Belum Terdata DTKS”, maka kamu akan mengisi data seperti biodata, keluarga, ekonomi, rumah, aset, prestasi dan rencana tinggal serta mengunggah dokumen yang dibutuhkan.
  • Pilih jenis jalur penerimaan yang tengah ditempuh peserta yang terlihat pada menu Seleksi, lalu klik “Daftarkan Seleksi” pada kolom SNBP 2024.
  • Sistem akan memunculkan Konfirmasi Pilihan Seleksi, untuk diperhatikan proses ini hanya bisa diisi satu kali dan tidak dapat diubah. Sedangkan pilihan perguruan tinggi dan program studi terlihat pada pendaftaran SNBP.
  • Centang bagian Pakta Integritas.
  • Klik “Simpan Seleksi” untuk menyelesaikan pendaftaran KIP Kuliah.

2. Menyelesaikan pendaftaran SNBP

  • Pendaftaran dilakukan pada laman https://snbp-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/ ataupun https://portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/.
  • Login di menggunakan email dan password yang telah didaftarkan pada akun SNPMB.
  • Setelah login, siswa akan dialihkan pada halaman Profil. Cukup isi “Data Orang Tua” bagian jumlah tanggungan orang tua.
  • Pendaftaran SNBP dilakukan dengan isi pilihan prodi yang dipilih pada halaman Pilihan.
  • Unggah portofolio di halaman Portofolio jika prodi yang dipilih mensyaratkan adanya dokumen portofolio.
  • Isi prestasi di halaman Prestasi. Tahapan ini bersifat tidak wajib, namun jika ingin mengunggahnya peserta dibatasi maksimal 3 prestasi.
  • Lakukan finalisasi pada halaman Finalisasi jika sudah memeriksa semua data dan yakin tidak ada yang salah. Pastikan semua data sudah benar karena tidak bisa dibatalkan atau diubah.
  • Unduh dan cetak kartu peserta SNBP serta simpan dengan baik untuk keperluan lain seperti daftar ulang nantinya.

3. Proses sinkronisasi

Bila kedua proses pendaftaran telah selesai, maka secara otomatis data KIP Kuliah dengan SNBP 2024 akan tersinkronisasi.

Untuk memastikan hal ini bisa dilihat di laman KIP Kuliah, pastikan di menu seleksi bagian SNBP tertera keterangan “Sudah Terdaftar”. Selain itu ada menu tambahan dalam sistem yakni “Cetak Kartu Peserta” dan “Cetak Formulir”.

Jika diterima, peserta harus melakukan verifikasi lebih lanjut oleh perguruan tinggi sebelum diusulkan ke Puslapdik sebagai mahasiswa penerima KIP Kuliah Merdeka 2024.

Itulah informasi terkait pendaftaran KIP Kuliah 2024 yang tutup pada 27 Februari 2024 esok hari. Jangan sampai terlewat jadwal ya detikers!

(det/twu)



Sumber : www.detik.com

Dibuka hingga Seleksi Mandiri, Kapan Akhir Pendaftaran KIP Kuliah 2024?



Jakarta

Pendaftaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka 2024 memang resmi dibuka sejak (12/2/2024) lalu dan akan dibuka sepanjang proses seleksi penerimaan mahasiswa baru 2024. Berdasarkan jadwal resminya, pendaftaran KIP Kuliah 2024 akan berakhir pada 31 Oktober nanti.

Namun, pendaftaran tersebut tidak dibuka sepanjang waktu. Mengutip Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka 2024, Jumat (23/2/2024) dijelaskan bila ada proses buka-tutup pendaftaran di setiap jalur seleksi.

Proses ini terjadi setiap H-1 dari jadwal seleksi nasional. Sehingga, setiap H-1 pembukaan pendaftaran di setiap jalur baik SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri detikers bisa mengunjungi laman KIP Kuliah untuk mendapat informasi terbarunya.


Jadwal Seleksi KIP Kuliah 2024 di Setiap Jalur

Sebagai pengingat untuk detikers, berikut jadwal KIP Kuliah 2024 dan prakiraan buka-tutup pendaftaran di setiap seleksi jalurnya.

1. KIP Kuliah 2024

  • Registrasi/Pendaftaran Akun KIP Kuliah: hingga 31 Oktober 2024
  • Seleksi KIP Kuliah di Perguruan Tinggi: 1 Juli-31 Oktober 2024
  • Penetapan Penerima Baru: 1 Juli-31 Oktober 2024

2. SNBP

  • Pendaftaran SNBP: 14-28 Februari 2024
  • Pendaftaran KIP Kuliah jalur SNBP: hingga 27 Februari 2024
  • Pengumuman SNBP: 26 Maret 2024

3. SNBT

  • Pendaftaran SNBT: 21 Maret-5 April 2024
  • Pendaftaran KIP Kuliah jalur SNBT: 20 Maret-4 April 2024
  • Pelaksanaan UTBK gelombang I: 30 April dan 2-7 Mei 2024
  • Pelaksanaan UTBK gelombang II: 14-20 Mei 2024
  • Pengumuman hasil SNBT: 13 Juni 2024

4. Seleksi Mandiri

Jadwal terkait seleksi mandiri bergantung pada penyelenggaraan masing-masing kampus. Hingga saat ini, KIP Kuliah belum mengeluarkan jadwal resmi untuk pendaftaran di seleksi Mandiri. Meski begitu, batas akhir pendaftaran KIP Kuliah di tahun 2024 tetaplah 31 Oktober 2024.

Syarat Pendaftaran KIP Kuliah 2024

1. Lulusan SMA/SMK/sederajat yang lulus pada tahun berjalan atau maksimal lulus dua tahun sebelumnya. Dengan demikian, peserta yang bisa mendaftar tahun ini adalah lulusan 2024, 2023, dan 2022.

2. Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk baik S1 atau Vokasi.

3. Pendaftaran bisa untuk penerimaan mahasiswa baru di PTN atau PTS pada program studi yang telah terakreditasi secara resmi dan tercatat pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi.

4. Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin, yang dibuktikan dengan:

  • Mahasiswa pemegang atau pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP) pendidikan menengah.
  • Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima program bantuan sosial yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial seperti Bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), dan Bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
  • Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin maksimal pada desil ketiga Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang ditetapkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
  • Mahasiswa dari panti sosial/panti asuhan.

5. Pertimbangan khusus bisa dilakukan dengan mendukung bukti dokumen yang sah, seperti:

  • Bukti pendapatan kotor gabungan orang tua/wali paling banyak Rp 4 juta setiap bulan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp 750 ribu.
  • Bukti keluarga miskin dalam bentuk Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh pemerintah, minimum tingkat desa/kelurahan untuk menyatakan kondisi suatu keluarga yang termasuk golongan miskin atau tidak mampu.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/. Jadi, yuk segera mendaftar dan semoga berhasil!

(det/pal)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Persiapan Seleksi Masuk PT PBNU-Baznas 2024 Dibuka, Siswa Gap Year Bisa Daftar!



Jakarta

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali membuka beasiswa persiapan seleksi masuk Perguruan Tinggi (PT). Pendaftaran dibuka hingga 16 Maret 2024.

Beasiswa ini ditujukan bagi siswa sekolah/madrasah yang ingin melanjutkan pendidikan ke PT. Penerima beasiswa akan diberikan bimbingan persiapan untuk menembus perguruan tinggi unggulan.

Salah satu syarat pendaftaran adalah siswa merupakan lulusan 2022, 2023, dan 2024. Artinya, siswa yang lulus pada tahun berjalan maupun gap year bisa mendaftar.


Selain tahun kelulusan, apa saja syarat Beasiswa Persiapan Seleksi Masuk PT PBNU-Baznas 2024? Berikut informasi lengkapnya seperti dilansir dari laman resmi NU.

Syarat Pendaftaran easiswa Persiapan Seleksi Masuk PT PBNU-Baznas 2024

1. Siswa/lulusan sekolah/madrasah yang berafiliasi dengan satuan pendidikan LP Ma’arif Nahdlatul Ulama
2. Kader Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU/IPPNU).
3. Mendapatkan surat rekomendasi dari kepala sekolah/madrasah atau LP Ma’arif NU setempat
4. Siswa lulusan tahun 2022, 2023, dan 2024
5. Peserta SNBT tahun 2023
6. Berkomitmen melanjutkan ke perguruan tinggi unggulan
7. Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
8. Memiliki akun SNPMB 2024

Data Pendaftaran

Saat mengisi formulir, pendaftar akan diminta untuk mengisikan data sebagai berikut:

1. Nama lengkap
2. Tempat, tanggal lahir
3. Alamat sesuai KTP
4. NIK
5. Nomor Kartu Keluarga
6. Nomor WhatsApp aktif
7. Alamat email
8. Keterangan domisili
9. Kelas dan peminataan
10. Tahun lulus
11. NISN
12. Asal sekolah
13. NPSN
14. Asal Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU
15. Tiga kampus tujuan
16. Tiga jurusan pilihan (D3/D4/S1)

17. Nama orang tua
18. Pekerjaan orang tua
19. Pendapatan rata-rata per bulan orang tua
20. Akun media sosial pribadi (Facebook, IG, atau X)

Pendaftar bisa langsung mendaftarkan diri dengan mengisi data pendaftaran DI SINI. Untuk informasi lengkap mengenai program beasiswa PBNU-Baznas RI, kamu bisa menghubungi narahubung Bukhori Zein 081283576003 atau Nurma Nengsi 081343670076.

Tertarik mendaftar, detikers?

(nir/nwk)



Sumber : www.detik.com

Cara Cek Status KJMU Dicabut atau Tidak, Mahasiswa Simak Ya!



Jakarta

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) sempat ramai dibahas lantaran terdapat beberapa mahasiswa yang dicabut status penerimanya. Dalam media sosial X, mereka mengaku KJMU-nya terblokir.

Atas cuitan beberapa mahasiswa tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan alasan pencabutan dikarenakan adanya ketidaksesuaian syarat. Sebanyak 624 orang dari 19.041 penerima dinyatakan tak sesuai dengan syarat yang berlaku.

“Temuan sementara berdasarkan pemadanan data kami sebanyak 624 orang perlu dicek kembali. Kami berupaya menyediakan basis data kependudukan yang akurat agar program-program Pemprov DKI Jakarta juga bisa tepat sasaran,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemprov DKI Jakarta, Budi Awaluddin, dilansir dari detikNews, Rabu (13/3/2024).


Dari data tersebut, Budi membeberkan data domisili dari 577 orang perlu diverifikasi kembali. Selain itu, ada 33 orang yang terbukti berpenghasilan tidak rendah karena orang tuanya bekerja sebagai PNS, dosen, dan pejabat tinggi lainnya.

“Bagi warga yang NIK-nya terdampak pada penataan administrasi kependudukan sesuai domisili ini, tidak perlu panik. Silahkan datang ke loket-loket layanan Disdukcapil terdekat untuk mendapatkan informasi terkait NIK-nya. Jika diketahui NIK tidak aktif, dapat diaktifkan kembali sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Budi

Lantas bagaimana cara melakukan cek apakah status KJMU dicabut atau tidak? Berikut langkahnya:

Cara Cek Status KJMU Dicabut atau Tidak

Untuk mengecek status KJMU, mahasiswa bisa mengakses layanan Sistem Informasi Distribusi Berbasis Website (SIDEWI). Mahasiswa cukup mempersiapkan nomor induk kependudukan (NIK).

Berikut langkah melakukan cek status KJMU:

  1. Buka website https://kjpdevelopment.jakarta.go.id/undangan/
  2. Pilih menu “Status Pencairan KJMU”
  3. Klik “Tahun”
  4. Kemudian pilih “Tahap”
  5. Masukkan NIK milik mahasiswa dan tekan “Submit”
  6. Sementara itu, untuk melihat status pencairan dana KJMU bisa memilih menu “Cek Status Pencairan Dana KJMU”
  7. Kemudian masukkan NIK dan klik “Submit”
  8. Laman akan menampilkan status pencairan dana

Besaran Dana KJMU

Penerima KJMU mendapatkan dana sebesar Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 9 juta per semester. Dana ini berlaku untuk pembiayaan uang semester dan biaya lainnya seperti kebutuhan hidup, transportasi, dan perlengkapan kuliah.

Sebagai informasi tambahan. program KJMU diperuntukkan bagi mahasiswa asal DKI Jakarta yang berasal dari keluarga tidak mampu. Bantuan KJMU berlaku bagi mahasiswa D3/D4/S1.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 110 perguruan tinggi negeri (PTN) yang bekerja sama dengan Pemprov DKI dalam menyalurkan bantuan ini. Selain PTN, bantuan KJMU ini juga berlaku bagi beberapa perguruan tinggi swasta (PTS).

(cyu/nah)



Sumber : www.detik.com

Mahasiswa Mau Teliti Orangutan? Cek Beasiswa Skripsi Semua Jurusan Ini



Jakarta

Beasiswa Orangutan Tapanuli Batch 2 dibuka untuk mahasiswa sampai 24 Maret 2024. Mahasiswa yang akan menjalani tugas akhir atau skripsi dengan IPK minimal 2,75 dari semua jurusan di perguruan tinggi Sumatera bisa mendaftar.

Beasiswa Orangutan Tapanuli adalah beasiswa dukungan materi dan pengetahuan dari Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) dan Yayasan KEHATI. Skripsi atau tugas akhir para penerima beasiswa harus berfokus pada orangutan Tapanuli di Ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara.

Dikutip dari akun Instagram @yosloic, mahasiswa pendaftar wajib punya komitmen dan peduli pada upaya konservasi alam serta pelestarian lingkungan, khususnya perlindungan dan penyelamatan orangutan Tapanuli dan habitatnya. Penerima beasiswa akan mendapat dana penelitian Rp 15 juta per orang.


Syarat Beasiswa Orangutan Tapanuli Batch 2

  1. Mahasiswa aktif dari semua jurusan yang ada di Pulau Sumatera
  2. Akan melakukan penelitian yang merupakan bagian dari tugas akhir atau skripsi, mendapat persetujuan dari dosen pembimbing
  3. Diutamakan bagi mahasiswa di luar fakultas biologi, kedokteran hewan, dan kehutanan
  4. Mengisi formulir pendaftaran di tautan https://bit.ly/PendaftaranBatch2BeasiswaOrangutanTapanuli
  5. Membaca formulir dengan saksama dan mengisi data yang sebenarnya
  6. Melampirkan CV, transkrip nilai sampai semester akhir, surat persetujuan dosen pembimbing, proposal penelitian, dan motivation letter maksimal 500 kata

Tahap Seleksi

  • Seleksi berkas dan proposal
  • Pengumuman peserta yang lolos berkas dan proposal
  • Seleksi presentasi dan interview

Pengumuman penerima Beasiswa Orangutan Tapanuli Batch 2 akan disampaikan poada pihak kampus melalui surat resmi. Mahasiswa juga dapat melihat pengumumannya dari grup WhatsApp Program Beasiswa Orangutan Tapanuli. Semoga berhasil, detikers!

(twu/nwk)



Sumber : www.detik.com

Ada Beasiswa Kuliah di Korea 2024 GKS-G buat S2, S3, dan Riset!



Jakarta

Beasiswa kuliah di Korea Selatan dibuka Pemerintah Korsel dalam 2024 Global Korea Scholarship for Graduate Degrees (GKS-G). Calon mahasiswa asal Indonesia dapat mendaftar di jenjang S2, S3, maupun program riset.

Beasiswa GKS-G 2024 terdiri dari 1 tahun belajar bahasa Korea dan 2 tahun kuliah S2/3 tahun kuliah S3. Khusus penerima beasiswa riset tidak menjalani 1 tahun belajar bahasa Korea, tetapi langsung menjalani program selama 6 bulan atau 1 tahun, seperti dikutip dari laman resminya.

Beasiswa ini dibuka untuk semua bidang studi di kampus mitra GKS 2024, mulai dari Sungkyunkwan University sampai Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST). Namun, pendaftar tidak bisa memilih kelas malam, program pendek, atau kelas jauh (PJJ).


Komponen Beasiswa GKS S2-S3 & Riset Korea Selatan 2024

  • Tiket pesawat pergi-pulang kelas ekonomi
  • Uang kuliah
  • Uang kursus bahasa Korea
  • Insentif 14,1 juta won (Rp 166,3 juta) per tahun untuk S2, 15,7 juta won (Rp 185,2 juta) per tahun untuk S3, dan 19,8 juta won (Rp 233,6 juta) per tahun untuk program riset
  • Sebagai informasi, uang insentif dalam beasiswa ini meliputi tunjangan kedatangan, uang saku bulanan, uang saku riset, uang hibah kecakapan bahasa Korea, uang pendaftaran TOPIK, uang hibah penyelesaian kuliah, asuransi kesehatan, dan biaya cetak publikasi.
  • Jika dari awal sudah melewati TOPIK level 5 atau 6, penerima beasiswa GKS 2024 akan otomatis mendapat uang hibah kecakapan bahasa Korea, kecuali awardee program Global Network, riset, dan pendaftar asal Jepang.

Syarat Umum Beasiswa Kuliah di Korea 2024 GKS

  1. Sudah lulus kuliah jenjang sebelumnya
  2. Jika akan lulus kuliah jenjang sebelumnya per 31 Juli 2024, sertakan certificate of expected graduation saat pendaftaran, kemudian transkrip akademik final dan sertifikat kelulusan paling lambat 31 Juli 2024
  3. IPK minimal 2,64 dari 4.00
  4. Usia di bawah 40 tahun atau lahir setelah 1 September 1984
  5. Dosen akademik berusia di bawah 45 tahun atau lahir setelah 1 September 1979 boleh mendaftar
  6. Sehat fisik dan mental untuk kuliah di Korea sampai program selesai

Informasi lebih lanjut tentang beasiswa ini bisa dicek di https://www.studyinkorea.go.kr atau klik di sini. Semoga berhasil, detikers!

(twu/faz)



Sumber : www.detik.com

11 Prodi Paling Diminati Mahasiswa Beasiswa Unggulan, Pendaftaran Tutup 14 Juli



Jakarta

Pendaftaran Beasiswa Unggulan (BU) 2024 ditutup Minggu, 14 Juli mendatang. Untuk itu, masih ada waktu empat hari dalam menyelesaikan proses pendaftaran melalui tautan https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/.

Seperti yang diketahui, Beasiswa Unggulan adalah bantuan pendidikan yang diberikan untuk masyarakat berprestasi baik umum ataupun disabilitas. Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).

Berbeda dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), BU mengutamakan perguruan tinggi dalam negeri baik negeri maupun swasta yang berada di bawah binaan Kemendikbudristek sebagai tujuan awardee. Sejak empat tahun terakhir, perguruan tinggi negeri (PTN) masih dijadikan tujuan utama dibanding perguruan tinggi swasta (PTS).


Hal ini terlihat dari data 10 besar penerima terbanyak mahasiswa BU adalah PTN. Di urutan pertama ada Universitas Indonesia (UI) dengan jumlah 530 orang diikuti Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Tidak hanya PTN favorit, tim BU juga membagikan data program studi (prodi) yang paling diminati mahasiswa BU lo. Berikut ini datanya dikutip dari Pedoman Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2024, Rabu (10/7/2024).

11 Prodi Paling Diminati Mahasiswa Beasiswa Unggulan

Diketahui BU sudah ada sejak tahun 2006, pada awal 2024 jumlah mahasiswa aktif penerima bantuan pendidikan ini berjumlah 4.259 orang, dengan perincian:

  • Jenjang S1/D-4 sebanyak 2.275 orang
  • Jenjang S2 sebanyak 1.715 orang
  • Jenjang S3 sebanyak 269 orang.

Mereka terdiri atas penerima beasiswa Masyarakat Berprestasi (Mapres) sebanyak 3.946 orang yang 3 orang di antaranya adalah mahasiswa penyandang disabilitas dan 77 orang mahasiswa penerima beasiswa Pegawai Kemendikbudristek.

Seluruhnya tersebar di 260 perguruan tinggi di dalam negeri yang terdiri atas 94 PTN dan 166 PTS. Dalam 4 tahun terakhir (2020-2023) data menunjukkan bila prodi Ilmu Hukum dan Manajemen adalah dua bidang studi terfavorit dan menjadi pilihan terbanyak yang diambil mahasiswa Beasiswa Unggulan. Berikut data lengkapnya:

  1. Ilmu Hukum: 331 mahasiswa
  2. Manajemen: 328 mahasiswa
  3. Ilmu Komunikasi: 155 mahasiswa
  4. Akuntansi: 125 mahasiswa
  5. Pendidikan Matematika: 118 mahasiswa
  6. Kedokteran: 86 mahasiswa
  7. Pendidikan Bahasa Inggris: 66 mahasiswa
  8. Pendidikan Dokter: 49 mahasiswa
  9. Ilmu Komputer: 46 mahasiswa
  10. Ilmu Keperawatan: 44 mahasiswa
  11. Psikologi: 44 mahasiswa

Syarat Pendaftaran Beasiswa Unggulan

Meski waktu penutupan pendaftaran semakin dekat, masih ada kesempatan untuk detikers mendaftar Beasiswa Unggulan. Yuk simak lagi berbagai syarat umumnya:

  1. Diutamakan mempunyai sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/non akademik tingkat nasional dan/atau internasional
  2. Memperoleh rekomendasi minimal dari guru BK sekolah asal untuk pendaftar S1 dan dari pimpinan kampus asal atau pembimbing akademik/skripsi/tesis untuk pendaftar S2/S3
  3. Tidak tengah mendaftar dan/atau menerima beasiswa dari pihak manapun, termasuk APBN atau APBD dengan komponen pembiayaan yang sama
  4. Belum pernah menempuh jenjang yang sama
  5. Diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang sudah terakreditasi minimal B atau baik sekali dan masuk dalam daftar perguruan tinggi tujuan Beasiswa Unggulan atau di perguruan tinggi di luar negeri yang diakui Ditjen Diktiristek
  6. Tidak berstatus sebagai dosen, guru, tenaga kependidikan, ataupun pelaku budaya
  7. Beasiswa hanya untuk kelas reguler dan tidak untuk kelas eksekutif, khusus, karyawan, jarak jauh, kelas internasional, dan kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi.
  8. Berkomitmen mempertahankan indeks prestasi semester minimal 3,00 pada program S1 atau IPS minimal 3,25 pada program S2 dan S3 selama menjadi penerima beasiswa.

Sekali lagi, pendaftaran Beasiswa Unggulan ditutup 14 Juli 2024 yuk segara kunjungi https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/ dan buruan daftar detikers!

(det/nwk)



Sumber : www.detik.com

Mau Kuliah Gratis di Universitas Terbuka? Coba Daftar 4 Beasiwa Ini



Jakarta

Pendaftaran calon mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) masih dibuka hingga 7 Agustus 2024. Selain punya banyak cabang kampus, UT juga memiliki beragam beasiswa bagi mahasiswa baru.

UT mempunyai jenis beasiswa baik dari pemerintah maupun non-pemerintah. Pada beberapa tahun sebelumnya, alumni UT juga turut memberikan beasiswa bagi adik-adik mahasiswa.

Tahun 2022, UT telah menyalurkan beragam beasiswa kepada 11.473 mahasiswa. Jumlah tersebut meningkat 16% karena pada 2021 jumlah penerima beasiswa hanya 9.825 orang.


Mengutip laman UT, berikut adalah beberapa jenis beasiswa yang disediakan UT bagi mahasiswa baru:

Jenis Beasiswa di UT bagi Mahasiswa Baru

1. KIP Kuliah

Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah) diberikan oleh pemerintah kepada mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi. KIP Kuliah tersedia di beberapa PTN juga PTS termasuk UT.

Dulu, nama lain dari bantuan ini adalah Bidikmisi. Dana yang diperoleh mahasiswa lewat beasiswa ini berupa pembebasan biaya uang kuliah tunggal (UKT) dan biaya hidup per bulan.

Pendaftaran KIP Kuliah untuk jalur mandiri PTS masih dibuka hingga 31 Oktober 2024. Bagi yang ingin mendapatkan KIP Kuliah di UT, maka bisa mendaftarkan diri pada saat registrasi kampus.

2. Beasiswa CSR

Beasiswa CSR atau Corporate Social Responsibility adalah bantuan yang berasal dari perusahaan bank mitra dari UT. Adapun beberapa bank mitra UT antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Penerima beasiswa ini akan memperoleh pembebasan UKT dan dana untuk bahan ajar atau modul. Untuk biaya hidup, beasiswa ini tidak meng-covernya.

Syarat bagi calon mahasiswa UT yang ingin dapat beasiswa CSR yakni masuk 10 besar kelas saat SMA/sederajat, mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan surat keterangan tidak mampu ekonomi dari pemerintah kelurahan/desa.

3. Beasiswa PPA

Jenis beasiswa lain di UT adalah beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Bantuan ini ditujukan kepada mahasiswa D3, D4, dan S1 yang disediakan oleh Kemendikbudristek.

Besaran beasiswa PPA ini Rp 400 ribu per bulan. Pemberian dana dilakukan per semester atau enam bulan sekali.

Sama seperti dua beasiswa sebelumnya, beasiswa PPA mensyaratkan mahasiswa penerima berasal dari keluarga kurang mampu. Beasiswa ini bisa dicoba bagi mahasiswa dengan kondisi demikian, tetapi memiliki IPK yang cukup bagus.

4. Bantuan UKT

Jika detikers punya prestasi nonakademik di bidang olahraga atau seni, bisa mencoba bantuan UKT ini. Mahasiswa yang baru menorehkan prestasi bidang tersebut di kancah nasional, bisa mengajukan bantuan UKT.

Bagi peraih juara 1 tingkat nasional, akan diberikan pembebasan UKT selama tiga semester. Kemudian untuk juara 2 selama dua semester, dan juara 1 selama satu semester.

Cara Daftar Beasiswa di Universitas Terbuka

  1. Cari tahu syarat lengkap beasiswa yang ingin dicoba pada laman https://www.ut.ac.id/ atau lewat postingan media sosial UT
  2. Siapkan berkas-berkas persyaratan yang diperlukan
  3. Bagi pendaftar KIP Kuliah, pendaftaran bisa dilakukan setelah mendaftarkan diri di jalur mandiri UT
  4. Ketentuan daftar beasiswa setiap cabang UT berbeda sehingga informasi lengkapnya harus ditanyakan langsung ke bagian kemahasiswaan UT daerah masing-masing
  5. Pendaftar KIP Kuliah akan diverifikasi oleh UT pusat, lalu akan disampaikan kepada UT daerah

Demikian informasi seputar beasiswa yang disediakan Universitas Terbuka bagi mahasiswa baru. Coba yuk!

(cyu/nah)



Sumber : www.detik.com

42% Alumni KIP Kuliah Raih IPK Cumlaude



Jakarta

Hasil tracer study kepada ribuan alumni Bidikmisi atau KIP Kuliah menunjukkan bahwa 42% alumni meraih IPK Cumlaude. Seperti apa sebarannya?

Seperti diketahui, Bidikmisi adalah program bantuan pendidikan dari pemerintah untuk siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Pada 2020, Bidikmisi bertransformasi menjadi KIP Kuliah dan pada 2021 kembali disempurnakan menjadi KIP Kuliah Merdeka.

Untuk melihat keluaran program Bidikmisi/KIP Kuliah, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek melakukan tracer study pada periode April hingga September 2023. Dari tracer study tersebut, banyak alumni yang meraih IPK Cumlaude.


42% Alumni KIP Kuliah Raih IPK Cumlaude

Dari 20.706 alumni Bidikmisi/KIP Kuliah yang mengisi kuesioner, 42 persen di antaranya mampu mencapai IPK antara 3.50 sampai 3.75 sehingga berhak berpredikat Cumlaude. Bahkan, sebanyak 28 persen alumni yang mengisi kuesioner mampu mencapai IPK 3,75 sampai 3,99.

Di Indonesia, lulusan yang memiliki IPK 3,8 hingga 3,9 berhak menyandang predikat Magna Cumlaude atau dengan kehormatan besar. Kemudian ada sebanyak 2,3 persen persen alumni di jenjang D2 yang mampu mencapai IPK 4,00.

Melanjutkan Pendidikan

Tingginya IPK ini berbanding lurus dengan keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ada sebanyak 2.884 orang jenjang S1 yang melanjutkan pendidikan ke pendidikan profesi, 3.118 orang sampai jenjang master dan ada 76 orang yang setelah lulus S1, lanjut magister dan kemudian ke jenjang doktor.

Data pada alumni penerima Bidikmisi/KIP Kuliah di jenjang D1, menemukan jika ada sebanyak 9 alumni penerima yang lanjut pendidikannya ke jenjang S1 hingga magister, bahkan ada yang melanjutkan ke jenjang doktoral.

(nir/faz)



Sumber : www.detik.com

Ada Beasiswa Universitas Al Azhar Mesir dari PBNU, Cek Syaratnya di Sini



Jakarta

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka pendaftaran beasiswa S1 ke Universitas Al-Azhar Mesir. Program beasiswa ini merupakan beasiswa fully funded atau pembiayaan pendidikan secara penuh hingga akhir masa studi.

Selain biaya pendidikan, beasiswa ini juga mencakup biaya transportasi dan biaya tempat tinggal. Adapun seluruh rangkaian pendaftaran beasiswa ke Mesir ini gratis alias tidak dipungut biaya apapun.

Penanggung jawab seleksi beasiswa Al-Azhar PBNU, Mukhlis Yusuf Arbi, mengatakan program beasiswa ini mengakomodasi baik ilmu keagamaan (Adabi) maupun jurusan non-ilmu keagamaan seperti kedokteran, psikologi, dan teknik.

“Ada dua penjurusan. Kuliah adabi untuk agama seperti ushuluddin, syariah, aqidah, dakwah dan lughah. Juga ada kuliah ilmu untuk jurusan umum seperti kedokteran, psikologi, kimia, fisika, teknik,” kata Arbi dalam NU Online, Kamis (4/7/2024).

“Seluruh proses pendaftaran adalah free,” ujar Wakil Ketua Badan Khusus Pengembangan Administrasi Keorganisasian dan Kader PBNU itu.

Tahapan Seleksi Beasiswa S1 Universitas Al Azhar Mesir dari PBNU

Seleksi beasiswa akan terbagi menjadi tiga tahap, yakni seleksi administrasi, tahap seleksi tertulis, dan tahap seleksi wawancara. Semua rangkaian mulai dari pendaftaran hingga seleksi akan dilaksanakan secara daring (online).

Kemudian rangkaian seleksi beasiswa akan dimulai pada tanggal 1 Juli 2024 sebagai masa sosialisasi. Barulah pendaftaran beasiswa dibuka pada Jumat, 5 Juli 2024.


Setelah pendaftaran ditutup, berkas pendaftaran akan melalui seleksi administrasi pada 8 Juli hingga 12 Juli 2024. Hasil seleksi berkas akan diumumkan pada tanggal 13 Juli 2024.

Peserta yang dinyatakan lolos pada tahap seleksi administrasi, akan diminta mengikuti seleksi tertulis yang akan dilakukan secara online pada tanggal 16 Juli 2024.

Selanjutnya, bagi peserta yang dinyatakan lolos tahap seleksi tertulis, akan mengikuti tahap ketiga yaitu wawancara pada tanggal 21 Juli 2024. Nama-nama 30 santri penerima beasiswa akan diumumkan pada 23 Juli 2024.

Syarat Beasiswa S1 Universitas Al Azhar Mesir dari PBNU

Peminat beasiswa wajib memenuhi ketentuan pendaftaran seleksi sebagai berikut:

1. Pendaftaran dilakukan oleh pesantren
2. Memiliki ijazah Madrasah Diniyah Ulya/Madrasah Aliyah/Pendidikan Diniyah Formal/Surat keterangan lulus. Umur ijazah maksimal 3 tahun (2022)
3. Berumur 18-25 tahun
4. Menandatangani surat pernyataan bersedia mengabdi kepada NU
5. Bersedia mengikuti tahapan seleksi dan segala ketentuan yang berlaku

Informasi lebih lengkap mengenai beasiswa S1 Universitas Al Azhar Mesir bisa dicek dalam laman NU Online.

(nir/pal)



Sumber : www.detik.com