Category Archives: Domestik

Pemandangannya Desa, Gunung dan Laut



Jakarta

Warloka adalah destinasi wisata baru dengan keindahan alam, suasana kampung tua, dan spot foto menarik. Nikmati pengalaman unik di sisi Labuan Bajo ini!

Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Selain Taman Nasional Komodo, wisatawan kini dapat mengunjungi Warloka, sebuah destinasi baru yang menawarkan keindahan alam dan suasana kampung tua.

Warloka terletak di Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Destinasi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit perjalanan darat dari Labuan Bajo, tepat di tepi ruas jalan Labuan Bajo-Golo Mori.


Warloka mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak awal tahun ini, terutama wisatawan domestik. Destinasi ini menawarkan panorama laut yang indah, berpadu dengan perbukitan serta suasana kampung tua yang khas.

“Warloka bagusnya ada tiga pilihan foto pemandangan. Ada pemandangan laut, ada yang gunung, ada juga yang pemukiman warga,” ujar Epy Wahab, salah satu wisatawan lokal yang mengunjungi Warloka, Minggu (23/2/2023).

Wisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTTWisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (dok. Istimewa)

Berbagai spot foto tersedia untuk mengabadikan keindahan alam Warloka. “Yang ke sana banyak pilihan spot fotonya. Di spot fotonya juga sudah disiapkan kursi, meja dari kayu. Jadi pengunjung bisa duduk santai sambil nikmati pemandangan,” terang Epy.

Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga bisa merasakan sensasi berjalan di tengah kampung Warloka dengan menyusuri gang-gang di pemukiman warga.

“Ketika mau ke spot foto juga kita mesti lewati jalan gang di pemukiman rumah-rumah warga, itu juga jadi punya sensasi yang beda buat pengunjung,” jelas Epy.

Wisatawan lainnya, Hamid, juga merasakan pengalaman berkesan saat mengunjungi Warloka. Menurutnya, pemandangan pantai, laut biru jernih, dan perbukitan di sekitar Warloka menjadi daya tarik utama.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Destinasi Unggulan Surabaya Kini Dilengkapi Huruf Braille



Jakarta

Destinasi di Surabaya kini semakin ramah dengan para traveler disabilitas. Karena, pengelola menginisiasi kelengkapannya dengan huruf Braille.

Destinasi wisata ikonik di Kota Surabaya yakni Museum 10 November dan Tugu Pahlawan kini dilengkapi narasi dengan huruf braille. Tujuannya untuk memudahkan pengunjung disabilitas tunanetra dalam mengakses informasi.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya Saidatul Ma’munah mengatakan, pemasangan narasi dengan huruf braille itu dilakukan oleh Pemkot Surabaya sebagai komitmen untuk mendukung inklusivitas terhadap kesetaraan dan keberagaman.


“Pemasangan narasi huruf braille ini diharapkan bisa mendukung Museum 10 November dan Tugu Pahlawan sebagai destinasi yang ramah bagi semua kalangan termasuk disabilitas, serta dapat memposisikan museum sebagai institusi progresif, inklusif dan berempati,” ujar Saidah, Minggu (23/2/2025).

Selain itu, pemasangan huruf braille ini juga dilakukan untuk mematuhi standar aksesibilitas sebuah museum. Dalam proses pemasangannya, Pemkot Surabaya juga menggandeng akademisi dari Universitas Negeri Surabaya.

Pemasangan huruf braille ini dilakukan secara bertahap, sementara dipasang pada koleksi tertentu di Museum 10 November dan Tugu Pahlawan Surabaya dan pada fasilitas umum, seperti keterangan arah pintu hingga toilet.

“Pemasangan narasi huruf braille akan dilakukan secara bertahap terhadap koleksi museum yang lain. Termasuk koleksi di dalam vitrin atau benda bersejarah yang tersimpan di kotak kaca juga bertahap,” jelas Saidah.

Selain itu, pemandu museum juga akan mendampingi para pengunjung disabilitas untuk memudahkan dalam kegiatan wisata edukasi.

“Guide akan mengarahkan, dan menunjukkan koleksi museum beserta narasi dengan huruf braillenya. Sehingga pengunjung akan lebih mudah mengerti dan memahami,” terangnya.

Ke depan, Pemkot Surabaya juga berencana memasang huruf braille di museum-museum lainnya. Sekaligus akan menambah fasilitas, seperti audio guide di area Museum 10 November Surabaya.

Baca artikel selengkapnya di detikJatim

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Menikmati Segarnya Tiga Curug di Kaki Gunung Halimun Salak



Bogor

Di kawasan kaki Gunung Halimun Salak, Bogor tersimpan salah satu destinasi yang bisa jadi pilihan masyarakat untuk menikmati ketenangan dan keindahan alam, yakni Curug Nangka.

Suasananya yang sepi tak seperti saat berkunjung ke kawasan Puncak. Jika berkunjung ke Curug Nangka, pengunjung tak hanya akan disajikan dengan satu curug saja. Ternyata di dalam area itu terdapat tiga curug yang bisa dikunjungi pengunjung.

Pada Sabtu (22/2/2025) detikTravel berkunjung ke curug tersebut yang beberapa waktu ke belakang sempat ramai karena harga tiket yang kurang lebih Rp 50 ribu. Dengan perjalanan yang kurang lebih menghabiskan waktu tiga jam dari Jakarta ini cukup membayar kesuntukan perjalanan.


Untuk bisa masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak detikTravel mengeluarkan kocek Rp 145 ribu untuk tiga orang dan termasuk kendaraan (mobil) belum termasuk biaya parkir. Untuk biaya parkir mobil seharga Rp 15 ribu. Sehingga kurang lebih untuk satu orang dikenakan biaya sekitar Rp 43 ribu.

Tapi setelah membayar semua itu, untungnya traveler sudah tidak perlu lagi bayar-membayar di lain areanya (pungli). Sesampainya di tempat parkiran, untuk bisa sampai ke curug traveler harus melakukan trekking kurang lebih sejauh 2 kilometer.

Dengan pepohonan yang rimbun dan udara yang segar, setidaknya tidak terlalu membuat perjalanan begitu melelahkan. Untuk trek pun tidak terlalu berbahaya, hanya saja tetap perlu fokus karena ada beberapa area bebatuan yang basah.

Curug Nangka di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, BogorMenyusuri bebatuan untuk menjangkau Curug Kaung. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Kurang lebih setengah jam berjalan, curug yang pertama ditemui adalah Curug Nangka yang. Tetapi Curug Nangka ini hanya terlihat dari atas saja, untuk bisa menikmati alirannya traveler perlu turun dari area yang berbeda dan trek yang sudah disediakan dan perlu menyusuri aliran untuk menikmati turunnya air.

Namun, jika ingin merasakan segarnya air di kawasannya ini ada beberapa titik kolam alami yang bisa dinikmati. Berjalan menyusuri lebih dalam, traveler harus melewati jalanan yang telah dicor dan bebatuan sungai.

Kala detikTravel berkunjung, debit air terlihat kecil sehingga sungainya sedikit kering. Di tengah perjalanan menyusuri lebih dalam, traveler akan menemukan curug kedua yakni Curug Daun.

Di Curug Daun ini traveler bisa bermain air seraya menikmati kesegaran air di sana, tentunya tetap harus berhati-hati. Kemudian jika ingin melihat air terjun lainnya, traveler harus kembali menyusuri bebatuan sungai.

Di sana traveler akan menemukan Curug Kaung, curug yang paling ujung di area tersebut. Karena debit air yang kecil sehingga tak terlalu basah jika dekat-dekat dengan area turunnya air. Pengunjung yang datang ke Curug Kaung pun banyak yang berendam dan bermain air.

Tak lupa pengunjung pun berfoto di atas bebatuan besar dengan latar belakang air terjun. Memang berkunjung ke kawasan ini lebih baik ketika cuaca cerah, karena jika kondisi mendung ataupun hujan sangat berbahaya untuk berkunjung ke tiga curug ini.

Traveler yang ingin merasakan ketenangan dan udara yang bersih, tamasya ke area Curug Nangka ini sungguh memberikan suasana yang menenangkan. Sedikit melepaskan diri dari hiruk-pikuk perkotaan.

Di kawasan itu pun banyak pedagang-pedagang yang, jadi sebelum traveler masuk untuk menjajal trek menuju ketiga curug itu traveler akan melewati deretan toko-toko makanan dan minuman. Mulai dari makanan ringan, makanan berat hingga menjual buah-buahan.

Kawasan Curug Nangka ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, selain bisa menikmati sejuknya alam dan segarnya air, traveler juga bisa menikmati bermalam di area ini. Dan yang perlu diperhatikan traveler jika berkunjung ke sini adalah kawanan monyet.

Jadi perlu berhati-hati jika membawa jinjingan atau totebag karena kawanan monyet ini tak akan segan untuk ‘menjambret’ bawaan traveler.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Hits di Boyolali, Bisa Berenang hingga Naik Wahana Seru!


Jakarta

Boyolali, Jawa Tengah punya sejumlah tempat wisata yang lagi hits dan ramai dikunjungi. Destinasi wisatanya bervariasi, traveler dapat menaiki berbagai wahana seru hingga berenang atau sekadar bermain air.

Boyolali sendiri memiliki panorama mempesona yang tak kalah dengan wilayah lain di Jawa Tengah. View Gunung Merapi dan Merbabu yang kehijauan dapat terlihat jelas saat cuacanya cerah. Udara sejuk dan alam yang asri pun bikin traveler betah berkunjung ke Boyolali. Simak tempat wisatanya di bawah ini.

Wisata Hits di Boyolali

Berikut sederet tempat wisata di Boyolali yang lagi hits dan patut didatangi, merangkum Google:


1. Cepogo Cheese Park

Lokasi: Dusun II, Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 08.00-18.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 20.000-65.000

Cepogo Cheese Park termasuk objek wisata ramah keluarga di bawah naungan Cimory Group. Di sana traveler dapat bisa melihat dan berinteraksi dengan hewan di Mini Zoo hingga menaiki wahana seru seperti Tractor Tour De Farm, Rainbow Slide, ATV, dan Gokart.

Panorama di tempat juga nggak kalah loh, pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu bisa terlihat saat cuacanya cerah. Suasana sejuknya pun bikin betah bermain-main seharian.

Kalau lapar, traveler dapat bersantap berbagai menu lezat di resto Cepogo Cheese Park. Bisa juga mampir ke toko oleh-olehnya untuk membeli buah tangan berupa aneka makanan dan aksesoris.

2. Merapi Garden Selo

Merapi Garden Selo, BoyolaliMerapi Garden Selo, Boyolali Foto: dok. Instagram @merapigardenselo

Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali
Jam Buka: Senin-Jumat (09.00-20.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-21.00 WIB)
Tiket Masuk: Rp 5.000

Berbagai bunga warna-warni bisa dijumpai di Merapi Garden Selo dan latar Gunung Merapinya mempercantik tempat ini. Ornamen seperti kincir angin hingga ayunan dapat dijadikan spot foto Instagramable.

Panorama menawan di sini bisa dinikmati lebih lama sambil menyeruput kopi di D’Garden Cafe. Ada juga hidangan enak lain yang dapat dipesan untuk mengisi perut. Boleh reservasi aktivitas menarik seperti paralayang, outbound, dan jeep wisata kafe ini.

3. Waduk Cengklik Park

Waduk Cengklik Park, Destinasi Baru Wisata di BoyolaliWaduk Cengklik Park Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Lokasi: Gunungparan, Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 08.00-18.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 20.000-75.000

Sesuai namanya, Waduk Cengklik Park berada dekat dengan Waduk Cengklik Boyolali. Traveler dapat menjajal sejumlah wahana seru seperti trampolin, rainbow slide, monorail, hingga bom bom car.

Anak-anak semakin betah karena di sini terdapat waterboom. Areanya yang dipenuhi miniatur tempat-tempat terkenal dunia juga bisa banget dijadikan spot foto estetik. Pesan tiket masuk bundling agar lebih hemat.

4. New Selo

Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali
Jam Buka: 24 Jam
Tarif Parkir: Rp 3.000-5.000

View Gunung Merbabu terlihat jelas di New Selo saat cuaca cerah. Puncak gunung hingga hutan lerengnya yang hijau sangat bagus dijadikan background foto.

Singgah di beberapa warungnya juga boleh untuk menikmati panorama mempesona sambil ditemani minuman dan makanan hangat.

5. Wisata Alam Panorama

Wisata Alam Panorama BoyolaliWisata Alam Panorama Boyolali Foto: dok. Instagram @panoramaboyolali.official

Lokasi: Desa Nepen Teras, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 08.00-17.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 10.000

Kunjungi Wisata Alam Panorama kalau ingin bermain air di kolam bebatuan jernih yang airnya mengalir dari mata air alami. Pengunjung semua usia bisa berenang di sini karena terdapat kolam dangkal hingga sedang. Bisa juga melakukan ban tubing atau menyusuri aliran air menggunakan ban karet.

Bosan bermain air dapat mencoba berkuda atau tangkap ikan. Ada juga paket outbound bersama rombongan. Jika tak ingin basah-basahan bisa bersantai di gazebonya. Tempatnya sejuk dan teduh lantaran berada di bawah pohon rindang.

6. Desa Wisata Samiran

Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali
Jam Buka: 24 Jam

Kegiatan seru meliputi berburu sunrise, soft dan hard tracking ke Gunung Merapi serta Merbabu, hingga outbound dan wisata edukasi bisa dicoba saat ke Desa Wisata Samiran atau dikenal Dewi Sambi.

Traveler juga dapat bermalam di sana lantaran terdapat banyak homestay dengan harga sewa terjangkau. Alam asri dan udara sejuknya cocok jadi tempat healing sejenak.

7. Wisata Kali Talang

Lokasi: Area Sawah Desa Nepen, Teras, Boyolali
Jam Buka: 24 Jam
Tiket Masuk: Gratis

Kalau mau wisata gratisan di Boyolali bisa datangi Wisata Kali Talang. Traveler bisa bermain air atau berenang di aliran airnya yang bersih, cukup jernih, dan agak deras. Kalinya dangkal sehingga aman untuk anak-anak.

Warga sekitar juga kerap memanfaatkan Kali Talang untuk tempat cuci baju hingga tikar. Jadi, jangan heran kalau berenang di sini sambil ditemani ibu dan bapak-bapak yang sedang mencuci.

8. Simpang Paku Buwono VI

Simpang PB VI di Selo, Boyolali.Simpang PB VI di Selo, Boyolali. Foto: Jarmaji/detikJateng

Lokasi: Jl. Blabak-Boyolali, Desa Samiran, Boyolali
Jam Buka: 24 Jam
Tiket Masuk: Gratis

Simpang Paku Buwono VI bukan sekadar area alun-alun biasa. Pengunjung bisa menikmati view Gunung Merapi dengan jelas ketika cuacanya cerah di sini.

Sepeda listrik, delman, dan kuda dapat disewa untuk berkeliling Alun-Alun Selo, Boyolali yang indah ini. Di sekelilingnya juga banyak penjual makanan yang menjajakan berbagai menu memanjakan lidah.

9. Taman Air Tlatar

Taman Air Tlatar di BoyolaliTaman Air Tlatar di Boyolali Foto: Brigida Emi Lilia/d’traveler

Lokasi: Jl. Pangeran Diponegoro, Dusun 2, Kebonbimo, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 09.00-17.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 7.000

Kunjungi Taman Air Tlatar kalau ingin berenang atau sekadar main air, melihat ikan, dan makan-makan. Kolam renang di sini ditujukan buat anak-anak. Sambil menyantap berbagai hidangan lezat di restonya, traveler bisa melihat ikan di kolam yang jernih. Ada juga taman hijau yang sejuk dan asri di sini.

10. Omah Kita Selo

Omah Kita SeloOmah Kita Selo Foto: dok. Instagram @omahkitaselo

Lokasi: Citakan, Desa Samiran, Selo, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 10.00-19.00 WIB

Panorama Selo, Boyolali amat disayangkan jika dinikmati hanya sehari. Traveler dapat bermalam di Omah Kita untuk pengalaman menginap yang terjangkau. Namun jangan salah, panorama yang disuguhkannya nggak murahan karena Gunung Merapi beserta lereng hijaunya terlihat jelas dari sini.

Di Omah Kita juga terdapat kafe asik untuk nongkrong. Menu ramen katsu hingga paket sukiyaki dan steamboat bisa dipesan untuk mengganjal perut keroncongan.

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi 7 Wisata Kuliner Dekat Stasiun Solo Balapan, Cukup Jalan Kaki



Jakarta

Temukan tempat makan enak dan terjangkau dekat Stasiun Solo Balapan. Dari selat hingga gudeg, nikmati kuliner khas Solo hanya beberapa menit berjalan kaki!

Di sekitar Solo Balapan, kita bisa menjumpai berbagai warung dan rumah makan yang menjual makanan khas Solo. Ada warung yang menjual selat, sate kambing, tahu kupat, hingga gudeg.

Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Solo Balapan

1. Selat Vien’s Pusat


Rekomendasi yang pertama adalah Selat Vien’s Pusat yang beralamat di Jalan Hasanudin Nomor 99, Punggawan, Banjarsari, Kota Solo. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJateng dari laman Google Maps, detikers bisa berjalan kaki 9 menit dari Stasiun Solo Balapan menuju lokasi Selat Vien’s Pusat.

2. Sate Kambing Pak H Kasdi

Selain selat, Solo juga punya makanan khas berupa sate kambing. Jika detikers ingin mencicipi kelezatan sate kambing khas Solo di sekitar Stasiun Solo Balapan, pilihannya adalah Sate Kambing Pak H Kasdi. Lokasinya sendiri berada tepat di seberang stasiun dan bisa ditempuh hanya dengan 1 menit berjalan kaki karena jaraknya tidak sampai 100 meter.

3. Rumah Makan Pak Die

Kalau tidak suka dengan kuliner berbahan dasar kambing, kita bisa mampir ke Rumah Makan Pak Die yang beralamat di Kestalan, Banjarsari, Kota Solo. Untuk sampai ke lokasi rumah makan tersebut, kamu cukup berjalan kaki sejauh 130 meter dari Stasiun Solo Balapan yang bisa ditempuh dengan 2 menit berjalan kaki.

4. Sate Ayam Ponorogo Pak Mangun

Di dekat Stasiun Balapan, ada juga kuliner berupa sate khas Ponorogo. Namanya adalah Sate Ayam Ponorogo Pak Mangun (P Har) yang beralamat di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 91, Kestalan, Banjarsari, Kota Solo. Lokasinya hanya berjarak 220 meter dari Stasiun Solo Balapan dan bisa ditempuh dengan 3 menit berjalan kaki.

5. Bakso Alex Gajah Mada

Nah, kalau traveler ingin menyantap bakso di dekat Stasiun Solo Balapan, pilihannya ada Bakso Alex Gajah Mada. Meski tidak sedekat tempat makan sebelumnya, jaraknya bisa terbilang belum terlalu jauh, yaitu 450 meter. Kita bisa menuju Bakso Alex dengan berjalan kaki selama kurang lebih 6 menit dari Solo Balapan. Mereka buka pukul 10 pagi hingga 9 malam.

6. Tahu Kupat Sido Mampir

Di dekat Stasiun Solo Balapan, kita juga bisa mencicipi makanan khas Solo yang bernama Tahu Kupat. Seperti namanya, hidangan ini memiliki komposisi utama berupa tahu dan ketupat yang disiram dengan kuah bawang dan gula cair. Untuk menuju ke sini, kita perlu berjalan kaki selama 9 menit dari Stasiun Solo Balapan dengan menempuh jarak 650 meter.

7. Gudeg Ayu Solo

Masih di Jalan Gajahmada, kita juga bisa mencicipi kuliner gudeg khas Solo. Nama tempat makannya adalah Gudeg Ayu Solo yang beralamat di Jalan Gajahmada Nomor 152 Ketelan, Banjarsari, Solo. Lokasinya sendiri hanya berjarak 300 meter dari Solo Balapan dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 4 menit.

Baca artikel selengkapnya di detikJateng

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Lori Era Kolonial yang Masih Eksis di Cirebon



Jakarta

Di tengah modernisasi industri gula, Pabrik Gula (PG) Rajawali Sindanglaut Cirebon tetap mempertahankan eksistensinya dengan mengandalkan teknologi peninggalan kolonial Belanda.

Salah satu ikon khas pabrik ini adalah penggunaan kereta lori yang masih beroperasi hingga saat ini untuk mengangkut tebu dari area pengumpulan menuju bangunan utama pengolahan.

General Manager PG Rajawali Sindanglaut, Roni Kurniawan, mengungkapkan bahwa penggunaan kereta lori tetap dipertahankan karena efektivitasnya dalam mengangkut ribuan batang tebu ke pabrik utama.


“Kereta lori ini dirancang sejak zaman kolonial Belanda untuk mempermudah aksesibilitas tebu ke pabrik. Hingga kini, sistem ini masih menjadi pilihan terbaik,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Meskipun mempertahankan desain lama, PG Rajawali Sindanglaut telah melakukan sejumlah pembaruan pada sistem penggeraknya.

Kereta lori di PG Rajawali SindanglautKereta lori di PG Rajawali Sindanglaut (Devteo Mahardika/detikJabar)

Awalnya, kereta lori ini menggunakan tenaga uap dari pembakaran kayu, namun kini telah beralih ke mesin berbahan bakar minyak yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Perubahan ini membuat operasional lebih mudah serta mengurangi dampak lingkungan,” tambah Roni.

Sekadar diketahui, PG Rajawali Sindanglaut ini kembali beroperasi pada 2022, setelah mengalami mati suri selama tiga tahun (2019-2021). Pabrik ini terus menunjukkan peningkatan produksi, dengan capaian 11 ribu ton gula pada 2024, meningkat 1.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, PG Rajawali Sindanglaut mengelola lahan tebu seluas 3.500 hektare, dengan 3.100 hektare yang telah produktif. Manajemen pabrik terus berupaya mengoptimalkan seluruh lahan hingga 2029 untuk meningkatkan efisiensi dan produksi.

Baca artikel selengkapnya di detikJabar

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Berkunjung ke 5 Masjid Terbesar di Indonesia



Jakarta

Ramadan hitungan hari. Traveler bisa nih merancang wisata religi dengan berkunjung ke 5 masjid terbesar di Indonesia.

detikcom telah merangkum, Senin (24/2/2025) lima masjid terbesar di Indonesia yang bisa dikunjungi saat Ramadan nanti.

1. Masjid Istiqlal


Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menyediakan 4.000 hingga 6.000 boks takjil gratis setiap hari. Masyarakat yang ingin mendapatkan takjil tersebut bisa mendatangi Masjid Istiqlal setiap hari saat berbuka puasa, Selasa (12/3/2024).Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat Foto: Pradita Utama

Masjid Istiqlal beralamat di Jl Taman Wijaya Kusuma, Ps Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat. Masjid ini sangat strategis karena berada di pusat kota. Letaknya berdampingan dengan Gereja Katedral di Kecamatan Sawah Besar untuk menunjukkan bentuk kerukunan beragama.

Masjid Istiqlal memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare dengan kapasitas jamaahnya sendiri mencapai sekitar 100.000 orang.

Biasanya, selama Ramadan, Masjid Istiqlal menjadi salah satu destinasi wisata religi untuk ngabuburit di Jakarta. Setelah melihat kemegahannya, kamu juga bisa ikut berbuka bersama gratis di masjid bersama jamaah lain.

2. Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS)

Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) menjadi masjid nomor 2 terbesar di Indonesia setelah Masjid Istiqlal. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 11,2 hektar serta mampu menampung hingga 60.000 jamaah.

Lokasinya berada di Jalan Masjid Al Akbar Timur Nomor 1, Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Bangunan masjid sangat mudah dikenali karena kubahnya yang besar dan megah berwarna kebiruan.

Daya tarik dari masjid ini terletak pada kubahnya yang berbentuk oval. Kubah besar dan megah ini berwarna kebiruan ditambah aksen diagonal yang saling menyilang berwarna hijau muda.

Selain kubah, adapun menara setinggi 99 meter yang merepresentasikan 99 Asmaul Husna. Sementara, bangunan mihrab memiliki motif batik pada bagian sisinya.

Selain sebagai tempat ibadah, MAS memiliki fasilitas yang lengkap. Di antaranya seperti taman, green house, urban farming, edu park, dan grand ballroom.

3. Masjid Islamic Centre

Masjid Islamic Center ini berada di Kecamatan Samarinda Ilir, Kalimantan Timur. Masjid yang diresmikan pada Juni 2008 ini memiliki luas sekitar 43.500 meter persegi.

Luasnya ini menjadikan Masjid Islamic Centre mampu masuk dalam jajaran masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dengan luasnya bangunan, masjid tersebut dapat menampung jemaah sekitar 40.000-45.000 orang.

Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda sangat detail. Terdapat tujuh buah menara yang terdiri atas satu menara utama dan enam anak menara lainnya. Induk menara memiliki tinggi 99 meter yang menyimbolkan Asmaul Husna. Selain itu, ketika memasuki bangunan utama masjid, jamaah akan melewati 33 anak tangga yang sama seperti jumlah biji tasbih.

4. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

Masjid Raya Baiturrahman di Banda AcehMasjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh Foto: (Syanti/detikcom)

Liburan ke negeri Serambi Mekkah saat Ramadan juga bisa jadi pilihan nih, Kamu bisa berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang menjadi kebanggaan orang Aceh ini, arsitekturnya bercorak eklektik dan mampu menampung sekitar 30.000 jemaah.

Masjid yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607-1636 itu menjadi saksi bisu pahit getirnya warga Aceh melawan Belanda, pergolakan pasca kemerdekaan, bencana gempa dan tsunami, hingga perjanjian damai GAM-RI. Masjid yang berdiri sekarang merupakan pengganti dari masjid raya yang telah Belanda bakar saat menaklukkan Aceh.

Kapten de Bruijn, Komandan Zeni Angkatan Darat Tentara Kerajaan Belanda merupakan arsitek masjid ini. Ia berkonsultasi dengan Snouck Hurgronje, orientalis kepercayaan pemerintah Belanda dan penghulu masjid Bandung, Jawa Barat.

Saat ini, dengan berlakunya syariat Islam, Masjid Baiturrahman dinyatakan sebagai kawasan terbatas. Hanya pengunjung yang menutup aurat, sesuai hukum syariat yang boleh masuk ke dalam masjid.

5. Masjid Al-Jabbar, Bandung

Suasana Masjid Raya Al Jabbar saat salat Idul AdhaSuasana Masjid Raya Al Jabbar Foto: Wisma Putra/detikJabar

Masjid Al-Jabbar, Bandung telah menjadi primadona di Jabar sejak diresmikan pada Desember 2022. Masjid Al Jabbar terletak di Jl. Cimincrang No.14, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat.

Masjid ini dibangun di tanah seluas 25 hektare dan mampu menampung 30.000 jemaah, dengan rincian 10.000 orang di area dalam (indoor) dan 20.000 orang di area plaza. Proses perancangan dimulai pada 2015 oleh Ridwan Kamil yang semasa itu menjabat sebagai Walikota Bandung.

Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar dirancang dari perpaduan arsitektur modern kontemporer dengan aksentuasi masjid Turki yang dihiasi seni dekoratif khas Jawa Barat. Bangunan utama masjid tidak memisahkan dinding, atap, dan kubah, melainkan hasil peleburan ketiganya menjadi satu bentuk setengah bola raksasa.

Ketiga sisi bangunan masjid dikelilingi sebuah danau besar yang ibarat cermin, merefleksikan masjid menjadi berbentuk bulat utuh. Keindahan danau memiliki fungsi penting lain, sebagai retensi banjir sekaligus penyimpan air.

Bangunan utama dirancang dengan luas lantai 99 x 99 m2 sesuai angka Asmaul Husna. Kelak, semua yang sudah terbangun di Masjid Raya Al Jabbar seperti museum, danau, plaza, dan taman-taman akan membuat masjid ini tidak hanya memiliki fungsi ibadah, tetapi juga fungsi edukasi dan berpotensi sebagai pusat wisata religi Jawa Barat.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi 7 Destinasi Wisata Religi yang Pas buat Ramadan



Jakarta

Traveling saat ramadan memang masih dilakukan oleh sebagian orang. Jika traveler melakukannya di dalam negeri maka destinasi-destinasi ini patut untuk diperhitungkan.

Dihimpun detikTravel, Senin (24/2/2025), destinasi wisata religi ini memang sangat kental dalam cerita peradaban perkembangan muslim di Indonesia. Traveler dapat menimba ilmu pengetahuan dan ketenangan ketika berada di sana.

Berikut rekomendasi aneka destinasi wisata religi untuk dikunjungi di bulan Ramadan nanti:


Menengok perkembangan pembangunan Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari (MINHA) di Jombang, Jawa TimurMenengok perkembangan pembangunan Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari (MINHA) di Jombang, Jawa Timur Foto: Enggran Eko Budianto/detikTravel

1. Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (Minha) di Jombang

Wisatawan disuguhi ratusan bukti sejarah masuknya Islam ke nusantara abad 11-19 masehi.
Minha terletak di kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang. Bangunan museum tiga lantai ini berdiri di lahan Pemkab Jombang seluas 4,9 hektare.

Asisten Edukator Minha Devan Firmansyah mengatakan, museum Islam ini dibuka gratis setiap hari pukul 08.30-15.30 WIB sejak 10 Juni 2022. Terdapat tim guide berjumlah 3 orang yang siap melayani para wisatawan.

Minha sendiri tidak jauh dari makam Presiden RI Keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan keluarganya di Ponpes Tebuireng. Oleh sebab itu, pengunjung Minha biasanya peziarah yang mampir setelah dari makam.

'Indonesian Islamic Art Museum' atau Museum Islam ini ada di WBL‘Indonesian Islamic Art Museum’ atau Museum Islam ini ada di WBL Foto: Eko Sudjarwo

2. Indonesian Islamic Art Museum Lamongan

Bagi traveler yang melakukan ziarah Walisongo terutama ke makam Sunan Drajat dan Sunan Bonang, jangan lupa untuk mampir ke Indonesian Islamic Art Museum.

Indonesian Islamic Art Museum merupakan wisata religi yang terletak di Wisata Bahari Lamongan, Jl. Raya Paciran (Ex. Tanjung Kodok) Lamongan. Museum yang baru dibuka pada 28 Desember 2017 ini menyajikan berbagai koleksi benda-benda bersejarah Islam terlengkap.

Indonesian Islamic Art ini menyajikan benda-benda bersejarah dari kerajaan Islam di Indonesia, seperti Samudra Pasai, Aceh, Mataram Islam, Gowa Talu, Demak dan masih banyak lainya.

Ada pula berbagai kitab-kitab kuno karangan Walisongo yang usianya sudah lebih dari seribu tahun. Tidak hanya itu, Indonesian Islamic Art Museum juga mendatangkan artifak islam dari berbagai kerajaan Islam dunia, seperti Ottoman Turki, Mughal India, dan kedinastian China.

Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Selasa (3/3/2024).Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Selasa. Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

3. Masjid Menara Kudus Al-Aqsa

Masjid Menara Kudus merupakan salah satu masjid bersejarah yang terletak di Kudus, Jawa Tengah. Masjid ini dibangun oleh Sunan Kudus, tokoh wali songo yang menyebarkan Islam di Jawa.

Masjid Menara Kudus ini bukan hanya memiliki banyak nilai sejarah, tapi juga terkenal dengan arsitekturnya yang unik. Berikut sejarah Masjid Menara Kudus dan keunikannya.

Dikutip dari buku Masjid yang ditulis oleh Teguh Purwantari, Masjid Menara Kudus, yang memiliki nama resmi Masjid Al-Aqsa Menara Kudus, terletak di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Masjid ini didirikan pada tahun 1549 M atau 956 H oleh salah satu anggota wali songo, yaitu Sunan Kudus (Raden Ja’far Shadiq).

Bayt Alquran dan Museum IstiqlalBayt Alquran dan Museum Istiqlal Foto: (Yetie Herawati/d’Traveler)

4. Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal Jakarta

Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) adalah dua museum yang terpadu sebagai satu kesatuan yang saling terkait. Bayt Al-Quran menggambarkan Al-Quran sebagai kitab suci dan sumber petunjuk bagi manusia, sedangkan Museum Istiqlal menggambarkan perwujudan pelaksanaan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan dan budaya umat Islam di Nusantara.

Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1997, kedua museum ini hadir dalam upaya meningkatkan kecintaan, pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an di masyarakat. BQMI ingin menampilkan makna dan citra ajaran Islam dan budaya bangsa Indonesia yang bersifat terbuka, dinamis dan toleran, yang memperkaya khazanah kebudayaan Islam dunia.

Bayt Al-Qur’an menyimpan dan menampilkan berbagai khazanah Al-Qur’an, mulai dari mushaf Al-Qur’an manuskrip (naskah tulisan tangan), mushaf Al-Qur’an cetakan, mushaf Al-Qur’an braille, Al-Qur’an isyarat, beragam terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa daerah dan bahasa asing, beragam manuskrip tafsir Al-Qur’an, dan khazanah budaya Qur’ani lainnya.

Masjid Cheng Ho, PasuruanMasjid Cheng Ho, Pasuruan Foto: Muhajir Arifin

5. Masjid Cheng Ho Pasuruan

Masjid Cheng Ho di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, merupakan salah satu masjid unik bergaya Tiongkok. Masjid ini didirikan sebagai penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah Muslim Tiongkok.

Masjid ini berlokasi di Jalan Raya Kasri No. 14, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan itu, sekitar 56 kilometer dari Kota Surabaya. Lokasinya sangat strategis karena terletak di jalur utama Surabaya-Malang yang ramai.

Lingkungan sekitar masjid dikelilingi oleh pepohonan rindang dan taman yang tertata rapi. Suasana tenang dan udara segar memberikan kenyamanan bagi para jamaah dan pengunjung.

Bangunan Masjid Cheng Ho mengadopsi arsitektur khas Tiongkok dengan dominasi warna merah dan hijau. Atap masjid berbentuk melengkung dengan ornamen naga yang menghiasi sudut-sudutnya.

Masjid ini dibangun pada tahun 2008 oleh masyarakat Tionghoa Muslim setempat. Pembangunan masjid ini terinspirasi oleh semangat toleransi dan persatuan yang dibawa Cheng Ho.

6. Makam Wali Songo

Wali Songo menjadi sosok yang berpengaruh menyebarkan agama Islam. Mereka berdakwah dari Cirebon, Demak, Kudus, Muria, Lamongan, Gresik hingga Surabaya.

Mengutip buku Sejarah Wali Songo yang ditulis Zulham Farobi, Walisongo merupakan nama dewan dakwah atau dewan mubaligh, pergi atau wafat maka akan diganti oleh wali lainnya.

Era Wali Songo adalah era berakhirnya dominasi budaya Hindu-Budha di Nusantara, lalu diganti dengan kebudayaan Islam.

Wali Songo juga disebut dengan simbol penyebaran Islam di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Peranan mereka sangat besar dalam mendirikan kerajaan Islam di Jawa juga pengaruhnya kepada kebudayaan masyarakat luas serta dakwah secara langsung.

masjid syaikhona kholil bangkalanMasjid Syaikhona Kholil Bangkalan Foto: Kamaluddin

7. Makam Syaikhona Kholil Bangkalan

Makam Syaikhona Kholil yang ada di Bangkalan, Madura. Makam ini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang tidak pernah sepi pengunjung.

Syaikhona Muhammad Kholil merupakan salah satu ulama besar yang berasal dari Bangkalan, Madura. Beliau lahir pada tanggal 25 Mei tahun 1835. Tanggal beliau lahir ini bertepatan dengan 9 Shafar 1252 Hijriah.

Syaikhona mendapatkan gelar ini karena beliau dianggap memiliki derajat ilmu yang tinggi. Syaikhona Kholil hingga saat ini sering disebut sebagai bapak pesantren Indonesia.

(msl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Viral di Kota Depok, Bisa Buat Ngabuburit Nih



Jakarta

Aktivitas ngabuburit selalu menjadi yang paling dinantikan selagi menunggu waktu berbuka puasa di bulan Ramadan. Yang tinggal di Depok, bisa ngabuburit ke sini.

Ngabuburit identik dengan kegiatan jalan-jalan santai yang dilakukan di sore hari menjelang buka puasa. Biasanya tempat yang dipilih adalah kawasan teduh dan nyaman yang bisa buat duduk-duduk atau sekadar foto-foto.

Enaknya lagi kalau dekat dengan kawasan wisata kuliner, jika saat berbuka tiba umat muslim dapat segera melepas dahaga dan lapar di sana.


Depok punya beberapa kawasan wisata yang viral sampai ikonik, cocok untuk ngabuburit.

Berikut 5 tempat wisata Depok untuk traveler:

1. Jusuf Kalla Library

Perpustakaan Jusuf Kalla, UII, Depok, JabarPerpustakaan Jusuf Kalla, UII, Depok, Jabar (Ari Saputra/detikcom)

Jusuf Kalla Library merupakan perpustakaan baru yang berlokasi di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat. Perpustakaan ini dikunjungi oleh ribuan orang setiap hari.

Tak hanya tempatnya yang nyaman, kawasan ini juga cocok untuk foto-foto. Perpustakaan ini buka hanya di hari kerja yaitu Senin-Jumat mulai pukul 09.00-21.00 WIB.

Lokasi: Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat

2. Masjid At Thohir

Pengunjung berswafoto dengan latar belakang video mapping yang ditampilkan saat acara Khazanah Fest di Masjid At-Thohir, Depok, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023). Masjid At-Thohir yang dibangun sejak tahun 2022 dengan gaya arsitektur klasik modern tersebut menampilkan pertunjukkan video mapping nuansa Ramadhan. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YUMasjid At-Thohir yang dibangun sejak tahun 2022 dengan gaya arsitektur klasik modern tersebut menampilkan pertunjukkan video mapping nuansa Ramadhan. (Asprilla Dwi Adha/Antara)

Masjid At Thohir diresmikan pada tanggal 9 Maret 2022 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran masjid ini menjadi manfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan keislaman.

Masjid At-Thohir yang dirancang dengan gaya arsitektur klasik modern dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektare. Masjid bernuansa putih ini memiliki kapasitas 1.976 orang di area dalam masjid dan 1.395 di fasilitas pendukung plaza serbaguna.

Lokasi: Jl. Mochamad Thohir, RT.01/RW.12, Tapos, Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat

3. Situ Rawa Kalong

Wisatawan melintas di jembatan apung Situ Rawa Kalong, Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2025).  Jembatan apung yang dibangun kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Depok tersebut menjadi daya tarik  bagi warga yang berkunjung memanfaatkan libur akhir pekan, serta libur panjang Isra Miraj Nabi Muhammad dan Tahun Baru Imlek. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt.Wisatawan melintas di jembatan apung Situ Rawa Kalong, Depok, Jawa Barat (Yulius Satria/Antara)

Situ Rawa Kalong beralamat di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Danau ini memiliki luas 8,25 hektare.

Dulunya kumuh dan jadi tempat pemancingan, Situ Rawa Kalong telah direvitalisasi dengan berbagai fasilitas seperti gedung aula, floating deck, vertical garden atau taman dinding, taman lansia, pedestrian, area UMKM, alun-alun kecil yang instagramable, dan catwalk terapung.

Kawasan ini memiliki fungsi ganda yaitu tempat konservasi dan wisata. Tempat ini viral karena diresmikan oleh Ridwan Kamil dan Bonge.

Lokasi: Jalan Rajabrana, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, atau berdekatan dengan Green Lake View Cimanggis.

4. Masjid Dian Al Mahri

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri di DepokMasjid Kubah Emas Dian Al Mahri di Depok (Afriyana/d’Traveler)

Masjid Dian Al Mahri atau Kubah Emas menjadi salah satu destinasi wisata religi di Depok. Tak jarang wisatawan dari luar kota berdatangan ke masjid ini.

Masjid ini memang mempunyai kubah yang berwarna emas. Sementara, arsitekturnya bergaya timur tengah. Wisatawan dapat melihat lima kubah di masjid yang terdiri dari empat kubah kecil dan satu kubah besar.

Lokasi: Jl. Meruyung Raya, Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok.

5. Taman Albar

Kota Depok disebut kota dengan jumlah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) terbanyak se-Indonesia. Salah satunya Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat (Albar) di Kecamatan Bojongsari (Devi P/detikcom)Kota Depok disebut kota dengan jumlah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) terbanyak se-Indonesia. Salah satunya Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat (Albar) di Kecamatan Bojongsari (Devi P/detikcom)

Taman Alun-alun dan Kota Depok Wilayah Barat (Taman Albar) diresmikan pada 19 September 2024, taman ini memiliki berbagai fasilitas penunjang untuk wisatawan. Taman Albar memiliki luas 2,1 hektar.

Yang bikin taman ini viral adalah fasilitas bermain, apalagi untuk anak-anak. Mulai dari jembatang gantung, jogging track, playground sampai area jajan lengkap disediakan.

Taman Albar dibuka setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB. Hari Senin, Taman Albar tutup untuk perawatan.

Lokasi: dekat Situ Tujuh Muara, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

6. Godong Ijo

Mengutip website resminya, Godong Ijo adalah tempat wisata dengan konsep hutan di tengah kota. Menariknya, Godong Ijo dinobatkan sebagai amazing garden se-Asia Tenggara.

Godong Ijo sudah berdiri cukup lama, yaitu sejak tahun 1998. Adapun fasilitas yang dimiliki yaitu kolam pemancingan, restoran sunda, function room, hingga vertical garden center.

Destinasi ini buka setiap Senin-Jumat mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Sementara pada Sabtu-Minggu mulai pukul 08.00-20.00 WIB. Harga tiket masuknya adalah Rp 30 ribu. Lalu biaya lainnya disesuaikan dengan aktivitas yang dipilih.

Lokasi: Jl. Cinangka Raya KM 10 No. 60 Serua-Bojongsari, Depok.

7. Studio Alam TVRI

Studio Alam TVRI cocok untuk menjadi tempat menenangkan diri sejenak dari hiruk pikuk dan kemacetan. Menurut website Pesona Indonesia, Studio Alam TVRI sebenarnya bukanlah tempat wisata, melainkan lokasi syuting untuk film-film kolosal Indonesia.

Ada berbagai pepohonan rindang, rumah-rumah tradisional dan danau buatan. Selain itu, ada banyak spot menarik untuk berfoto-foto.

Studio Alam TVRI buka setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WIB. Kawasan ini tidak dipungut biaya, namun untuk parkir motor adalah Rp 5.000 dan untuk parkir mobil Rp 10.000.

Lokasi: Jalan Raden Saleh No. 90, Sukmajaya, Depok.

8. Taman Rekreasi Wiladatika

Taman rekreasi wiladatika memiliki berbagai jenis taman. Dahulu, taman ini diperuntukkan untuk kegiatan pramuka saja, tapi sekarang terbuka untuk umum.

Tak hanya untuk bersantai menikmati keindahan taman, kawasan ini mempunyai berbagai wahana permainan seperti bom-bom car, gokart hingga kereta mini. Selain itu Taman Rekreasi Wiladatika juga menjadi tempat gathering, olahraga dan outbond.

Adapun tiket masuk untuk umum adalah Rp 10.000, dan untuk pramuka adalah Rp 5.000. Taman ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Lokasi: Jl. Jambore No.1, Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

9. Situ Pengasinan

Dengan luas mencapai 6 hektar, Situ Pengasinan adalah salah satu tempat wisata paling populer di Depok. Pengunjung bisa datang setiap saat, karena Situ Pengasinan buka setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB.

Namun jika ingin menikmati wahana permainan, pengunjung harus membayar tiket lebih dulu. Contoh wahana yang tersedia adalah perahu bebek. Pengunjung juga bisa menikmati jogging track, mancing, atau jajan di area tersebut.

Lokasi: Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok.

10. Taman Lembah Gurame

Lembah Gurame dapat dikunjungi untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarga. Selain itu, taman asri yang dipenuhi dengan pohon dan kolam ini juga bisa dijadikan sarana belajar untuk anak-anak agar lebih mengenal berbagai jenis tanaman.

Selain ada nama di setiap tanaman, ada pula informasi mengenai pentingnya sebatang pohon, lubang biopori dan cara mengelola sampah. Fasilitasnya berupa kolam ikan, lapangan futsal, jogging track hingga jalur khusus refleksi.

Taman ini buka setiap hari mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Wisatawan tidak dikenakan biaya jika ingin mengunjungi Taman Lembah Gurame.

Lokasi: Jalan Gurame Raya, Perumnas Depok 1, Pancoran Mas, Depok.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Viral di Bogor, Cocok Buat Healing Tipis-tipis



Bogor

Kota Hujan memang paling favorit sebagai tempat healing tipis-tipis di akhir pekan atau bahkan libur panjang. Berikut pilihannya!

Kawasan wisata Puncak menjadi primadona bagi traveler di sekitar Jabodetabek. Lokasinya yang strategis, suasananya beda dari kota dan memiliki segudang tempat wisata yang menarik.

Selain puncak, kawasan Bogor lainnya juga kerap menjadi tempat liburan pilihan. Buat kamu yang mau healing tipis-tipis bisa datang ke 10 tempat viral ini:


1. Hibisc Fantasy Puncak

Hibisc Fantasy Puncak, Bogor.Hibisc Fantasy Puncak, Bogor. (Pradita Utama/detikcom)

Hibisc Fantasy Puncak menawarkan taman rekreasi dengan banyaknya unsur warna dan bunga.

Berkunjung ke sana, traveler dapat melihat banyaknya taman bunga hingga berbagai bangunan estetik penuh warna. Bangunan tersebut merupakan bangunan permanen dengan mengambil konsep layaknya Benteng Kremlin Moskow, Rusia.

Wahana itu baru saja dibuka pada 11 Desember 2024. Meliputi 20 wahana seperti kora-kora, rainbow slide, rumah hantu, hingga taman kelinci. Namun, beberapa wahana wisata tersebut belum semuanya dapat beroperasi lantaran izin yang belum selesai.

Harga Tiket Masuk: Rp 40 ribu (weekday), Rp 50 ribu (weekend); Tiket terusan (gratis 15 wahana): Rp 90 ribu (weekday), Rp 100 ribu (weekend)

Jam buka: 8.00-17.00 WIB

Lokasi: Jl Raya Puncak-Gadog, Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

2. Papa Dino Puncak

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

Papa Dino Puncak adalah taman rekreasi bertema dinosaurus yang baru saja dibuka di Puncak, tepatnya pada Jumat (20/12/2024). Spot satu ini melantai di area yang dulu dikenal sebagai The Ranch, atau di Jalan Raya Puncak KM.77, Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Daya tarik wisata tersebut yakni dengan banyaknya animatronik dinosaurus yang berukuran besar. Animatronik tersebut tak hanya jadi pajangan, tetapi juga dapat bersuara, bergerak, hingga mengeluarkan air.

Selain itu, tempat tersebut menyimpan atraksi lain seperti berinteraksi dengan domba hingga sapi, menaiki kereta dino, dino dokar, sepeda gowes atau listrik, hingga flying fox.

Harga Tiket Masuk: Rp 35 ribu (weekday), Rp 40 ribu (weekend)

Jam buka: 09.00-18.00 WIB (weekday), 8.00-21.00 WIB (weekend)

Lokasi: Jl. Raya Puncak No.KM.77, Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

3. Goa Lalay

Goa Lalay di Klapanunggal, BogorGoa Lalay di Klapanunggal, Bogor Foto: Amalia Novia Putri/detikcom

Nama destinasi unik di kawasan ini adalah wisata alam Goa Lalay Klapanunggal. Lalay dalam bahasa Sunda yang berarti kelelawar. Tempat ini memiliki suasana alami yang menenangkan dan tebing kapur yang tinggi. Meskipun dulu merupakan bekas penggalian tambang ilegal, wisata alam Goa Lalay kini telah disulap menjadi destinasi menakjubkan dengan banyak spot menarik.

Wisata alam Goa Lalay menawarkan berbagai fasilitas menarik untuk memanjakan pengunjung, seperti kolam renang dan seluncuran yang cocok untuk merelaksasikan diri. Selain itu, tempat wisata ini juga memiliki sejumlah spot foto yang Instagramable, mulai dari rumah pohon, taman selfie, patung-patung kuda, hingga latar tebing kapur yang megah. Tak ketinggalan, pesona utama dari destinasi ini adalah Goa Lalay itu sendiri, yang menjadi daya tarik unik untuk diabadikan dalam foto.

Harga Tiket Masuk: Rp 20.000 per orang, biaya parkir Rp 5.000 untuk motor dan Rp 15.000 untuk mobil.

Jam buka: Senin hingga Minggu, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB

Lokasi: Jl. Raya Puncak No.KM.77, Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

4. Villa Khayangan

Rainbow Slide di Villa Khayangan BogorRainbow Slide di Villa Khayangan Bogor (dok. Instagram @villa_khayangan_bogor)

Villa Khayangan adalah penginapan yang dilengkapi wahana permainan antara lain rainbow slide, mini jeep, sepeda gantung, ayunan ekstrem, bioskop 3D, hingga VR. Traveler juga akan menemukan sederet spot foto cantik nan Instagramable di sini.

Tidak perlu khawatir kelaparan karena tersedia juga kantin, resto, dan kafe. Terdapat kolam renang kalau mau berenang atau sekadar main air. Serta ada mini zoo dengan hewan rusa, beragam burung, dan kambing,

Harga Tiket Masuk: Rp 25.000 per orang
Jam Buka: Senin-Minggu, 07.00-17.00 WIB
Lokasi: Jl. Puncak Dua, Wargajaya, Sukamakmur, Kabupaten Bogor

5. Fishing Valley Bogor

Kolam renang di Fishing Valley Bogor WaterPark.Kolam renang di Fishing Valley Bogor WaterPark. (dok. Instagram @fishingvalley)

Fishing Valley Bogor adalah tempat wisata keluarga di Bogor yang cocok dikunjungi saat momen liburan. Destinasi wisata ini menawarkan keseruan bermain air waterpark, kuliner, hingga pengalaman memancing di kolam pribadi.

Harga Tiket Masuk (HTM): Rp 30.000 per orang. Sementara, untuk anak di bawah 1 tahun tidak dikenakan biaya masuk.

Jam Operasional: Senin-Minggu, 08.00 – 18.00 WIB. Sementara, untuk area kolam pancing harian pada hari Selasa tutup.

Lokasi: Jl. Raya Pemda No.107, Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

6. HeHa Waterfall

HeHa WaterfallHeHa Waterfall (dok.Instagram @foodandfootofficial dan @hehawaterfall)

Wisata hits Bogor selanjutnya ada HeHa Waterfall, yang juga sempat viral di media sosial. Sebenarnya, HeHa Waterfall merupakan tempat makan yang mengusung konsep semi outdoor alias “Spot foto & Resto”.

Hal yang menarik dari tempat ini yaitu menyuguhkan air terjun buatan terbesar di Indonesia yang tercatat sebagai rekor MURI. Di sini, kamu bisa menghabiskan liburan dengan menyantap makanan lezat sambil menikmati live music, dan berfoto di air terjun buatan yang keren.

Selain itu, fasilitas umum dan yang akan tersedia juga cukup lengkap. Dikutip dari postingan Instagram @hehawaterfall, tersedia playground, musala, glamping, VIP dining, hingga meeting room.

Harga Tiket Masuk: Rp 30.000 hingga Rp 35.000.
Jam Operasional: Weekday mulai dari jam 09:00-20:00 WIB dan Weekend 08:00-21:00 WIB
Lokasi: Jalan Kapten Harun Kabir, Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

7. Nicole’s River Park

nicole's river park.Nicole’s River Park. (Instagram @nicolesriverpark)

Di Tempat wisata Puncak Bogor yang satu ini kamu akan disuguhkan dengan konsep one stop labyrinth. Mulai dari mencoba wahana permainan anak, naik kereta kuda, melihat satwa-satwa, berkuliner, hingga menemukan spot-spot yang instagramable dan keren.

Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 35.000 dan Weekend Rp 40.000
Jam Operasional: Setiap hari dari jam 08.00-18.00 WIB
Lokasi: Jl. Raya Puncak Gadog, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor

8. The Ranch Puncak

Wahana dan aktivitas seru untuk menghabiskan liburan juga bisa temukan di The Ranch Puncak. Pengunjung bisa bermain ATV, sepeda renteng, perahu goes, memberi makan hewan ataupun mengajak si kecil untuk menunggangi kuda poni lucu.

Biasanya travelers juga akan mendapatkan satu cup susu atau bisa memilih voucher diskon untuk belanja di restoran di sana.

Jam Operasional: Senin-Jumat buka mulai dari jam 09.00-21.00 WIB, dan jam 08.00-21.00 WIB di weekend.

Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp 25.000

Alamat: Jalan Raya Puncak Gadog KM 77, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

9. Taman Safari Indonesia

Panda di Taman Safari Indonesia.Panda di Taman Safari Indonesia. (detikcom)

Taman Safari Indonesia merupakan pusat konservasi kelas dunia. Wisata ini dinobatkan sebagai situs konservasi terbaik oleh Kementerian Kehutanan Indonesia.

Destinasi wisata ikonik menjadi yang paling diburu saat libur panjang tiba. Pengunjung bisa berkeliling menggunakan mobil dan melihat kehidupan satwa seperti di tempat aslinya.

Harga Tiket Masuk: Hari biasa (Weekday)
>6 Tahun: Rp 230.000

Akhir pekan dan liburan (weekend & holiday)
Domestik:
>6 Tahun: Rp 255.000

Jam Operasional: Senin-Minggu, 08.00-17.00 WIB
Lokasi: Taman Safari Indonesia Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

10. Taman Wisata Alam Gunung Pancar

Sunset di Gunung PancarSunset di Gunung Pancar (@amanrupiner/d’Traveler)

Objek wisata yang satu ini menawarkan suasana sejuk dan menenangkan. Hutan pinus yang masih asri menjadi nilai jual dari tempat ini.

Bagi kamu pemburu golden hour, ini tempat yang tepat karena pada suatu momen sinar matahari yang masuk lewat sela-sela pohon akan terlihat lebih indah.

Disini juga menyediakan beberapa pilihan, kalian bisa menginap dengan membuat tenda pribadi, atau jika tidak ingin ribet kamu bisa memesan paket glamping yang tersedia.

Harga Tiket masuk: Rp 5 ribu (weekdays) dan Rp 7 ribu (weekend)
Jam operasional: 24 jam
Lokasi: Kampung Ciburial, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com