Category Archives: Tokocrypto

Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

Kondisi aset kripto, seperti Bitcoin dan market secara keseluruhan terpantau tertekan sepanjang awal Mei 2022. Melansir CoinMarketCap pada Senin (9/5) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto utama terlihat masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) terjerembab 2,27% dalam 24 jam terakhir dan bertengger di $ 33.602,87 per keping. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) turun 3,27% ke $ 2.450,26 per keping di waktu yang sama.

Altcoin lainnya pun bernasib serupa. Nilai BNB merosot 3,14% dalam sehari belakangan. Sementara itu, nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Terra (LUNA) masing-masing anjlok 3,46%, 4,46% dan 3,72% di waktu yang sama.

Tren Turun Bitcoin

Nasib Bitcoin kini sedang mendung. BTC gagal menembus tren naik jangka pendek karena sinyal momentum berubah negatif. BTC menahan reli di level $ 40.000 selama beberapa bulan terakhir dan turun 47% dari level tertinggi sepanjang masa sekitar $ 69.000 yang dicapai pada November tahun lalu.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ada beberapa faktor fundamental yang membuat harga BTC tertekan. Mulai dari kebijakan bank sentral AS, the Fed, telah memberi dampak besar pada Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

“Jadi peningkatan volatilitas pasar dalam beberapa waktu terakhir ini dapat dikaitkan dengan kenaikan inflasi, krisis geopolitik dan kekhawatiran atas kebijakan moneter yang lebih ketat oleh The Fed. Nilai BTC terus terbebani oleh tekanan makroekonomi dan sentimen umum pasar yang belum pulih,” kata Afid pada Senin (9/5).

Lebih lanjut, Afid menambahkan fluktuasi harga Bitcoin baru-baru ini juga masih berhubungan dengan ketidakpastian yang berkelanjutan atas pandemi COVID-19 dan tindakan regulasi baru oleh pemerintah AS, termasuk perintah eksekutif Joe Biden.

Pergerakan Bitcoin dan altcoin, saat ini berkorelasi dengan aset sensitif risiko lainnya seperti saham, terutama saham teknologi, selama beberapa bulan terakhir. Saham-saham teknologi pun berguguran. Nilai saham Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta kompak terjerumus lebih dari 1%.

Secara lebih umum, dari data analisis on-chain sebagian besar investor jangka pendek telah menjual kepemilikan BTC mereka sebagai reaksi terhadap penurunan harga. Aksi jual mereka mungkin berkontribusi terhadap penurunan nilai Bitcoin. Nilai pasar BTC saat ini sekitar $ 662 miliar, setara dengan 39,4% dari ekonomi crypto senilai $ 1,68 triliun.

Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

Proyeksi Harga Bitcoin Awal Mei 2022

Afid mengatakan secara keseluruhan market kripto masih cenderung terus turun. Pada grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant, BTC berisiko menembus di bawah rata-rata pergerakan tembus sekitar $ 30.000. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjun ke area $ 25.000—$ 27.000 yang faktanya bakal sangat menyakitkan bagi banyak investor.

“Jika BTC tembus ke harga $ 27.000, berarti capai level terendah dari Juli 2021 lalu. Meski begitu, penurunan ini mungkin akan berlangsung lama dan pemulihan harga tampaknya lebih cepat,” ucapnya.

Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.
Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.

Dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di level support-nya $ 34.000. Jika harga terus menuju ke bawah level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000.

“Tapi mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000, selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan ke $ 30.000,” jelasnya.

Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

Dalam grafik CryptoQuant, Bitcoin masih menunggu konfirmasi, baik Short Squeeze maupun Long Squeeze. Jika garis ungu mengalami kejatuhan, berarti akan dampak likuidasi untuk posisi long, maka berkurangnya leverage membuat harga mengalami penurunan berkelanjutan atau Short Squeeze.

“Untuk Short Squeeze sebaliknya, tapi market lebih melihat ke arah Short Squeeze daripada Long Squeeze. Tidak ada penahanan lagi untuk mengalami kenaikan dan akhirnya market ambrol,” pungkasnya Afid.

Baca juga: Ini Skema Perhitungan Pajak Kripto di Tokocrypto Berlaku 1 Mei 2022



Sumber : news.tokocrypto.com

Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

iPhone 14 resmi diungkap oleh Apple di sebuah acara khusus pada Kamis (8/9) dini hari. Menariknya, pasca iPhone terbaru ini rilis, market kripto pun ikut bergerak naik, setelah mengalami hari yang sulit sebelumnya.

Apple telah secara resmi mengungkapkan iPhone 14. Ponsel terbaru akan dirilis akhir pertengahan September nanti. iPhone 14 hadir dalam empat model: iPhone 14, iPhone 14 Pro, iPhone 14 Pro Max, dan iPhone 14 Plus. Ini adalah pertama kalinya kita akan melihat iPhone Plus di jajaran smartphone Apple.

Fitur baru yang disugguhkan Apple termasuk lensa yang lebih besar untuk kamera belakang pada iPhone 14 pro dibandingkan dengan 13 Pro. Lompatan ukuran mencakup lompatan dari 12 menjadi 48 megapixel. Selain itu dari segi tampilan ada yang menarik terlihat dari perubahan ‘poni’ atau notch yang kini semakin ramping desainnya dinamakan “Dynamic Island.”

Ilustrasi Apple iPhone 14 dan iPhone 14 Plus yang baru rilis. Foto: Apple.
Ilustrasi Apple iPhone 14 dan iPhone 14 Plus yang baru rilis. Foto: Apple.

Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Selain itu, setiap iPhone baru mencakup masa pakai baterai dan ukuran layar yang ditingkatkan, serta fitur-fitur baru yang membantu melacak keselamatan pengguna, seperti Car Crash Detection.

Daftar Harga iPhone 14

Dari segi harga, sebenarnya tidak ada kenaikan dibanding dengan banderol yang sama ketika Apple meluncurkan iPhone generasi sebelumnya. Berikut adalah daftar harga iPhone 14:

  • iPhone 14 mulai US$ 799 (Rp 11,9 juta).
  • iPhone 14 Plus mulai US$ 899 ( Rp 13,4 juta).
  • iPhone 14 Pro mulai US$ 999 (Rp 14,8 juta).
  • iPhone 14 Pro Max mulai US$ 1099 (Rp 16,3 juta).

Preorder untuk iPhone dan iPhone Plus akan tersedia pada 9 September. iPhone 14 akan tersedia untuk dikirim pada 16 September, sedangkan iPhone 14 Plus akan tersedia pada 7 Oktober.

Pre-order untuk iPhone Pro dan Pro Max keduanya tersedia pada 9 September dan akan dikirimkan pada 16 September. Untuk di Indonesia sendiri, Apple belum mengungkap kapan waktu perilisan resminya, namun biasanya membutuhkan waktu satu atau dua bulan.

Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.
Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.

Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Di samping itu, Apple juga memperkenalkan Apple Watch Series 8 baru serta desain Apple Watch Ultra baru. Keduanya memiliki fitur, termasuk Always-on Display, Swim-proof, Crack Resistance, dan desain 2-sensor baru dengan pelacakan suhu. Seri 8 sekarang tersedia untuk dipesan seharga US$ 249 dan akan tersedia untuk dikirim pada 16 September.

Harga Kripto Ikut Naik

Ketika Apple meluncurkan iPhone 14, rupanya market kripto juga ikut menyambutnya dengan positif. Setelah mengalami kebakaran kemarin, aset kripto kembali masuk zona hijau di Kamis (8/9) pagi.

Melansir CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto big cap seluruhnya naik dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 3,21% dalam sehari terakhir di US$ 19.248. Sementara itu nilai Ethereum (ETH) melonjak 8,33% menuju US$ 1.625 di waktu yang sama.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Ketua MPR: Bursa Kripto Bantu Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

Altcoin lainnya tak kalah positifnya. Nilai Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) menanjak lebih dari 4% di saat bersamaan. Binance Coin (BNB) bahkan meroket dengan nilai pertumbuhan 6,28% dalam sehari.

Performa aset kripto baik ini salah satunya disebabkan oleh melemahnya indeks Dolar AS (DXY). Nilai indeks Dolar AS turun dari level 110 kemarin ke 109 pada dini hari tadi. Investor tentu akan melepas dolar AS dan kembali beralih ke aset kripto ketika daya tarik nilai sang aset greenback tersebut memudar.



Sumber : news.tokocrypto.com

BNB Chain dan Google Cloud Kolaborasi Dukung Web3

BNB Chain, sebuah blockchain yang terkait erat dengan exchange kripto, Binance, menjalin kerja sama dengan Google Cloud untuk mendukung pertumbuhan Web3 dan startup blockchain.

Kolaborasi strategis ini berencana untuk menawarkan infrastruktur dasar, dukungan komputasi awan, dan akselerasi ke beberapa startup Web3 dan blockchain.

Ada sekitar 150 proyek Web3 dan blockchain di bawah program akselerator yang berfokus pada token BNB juga akan mendapatkan akselerasi dan dukungan ke program startup Google Cloud.

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

“Google Cloud adalah pemain Web2 yang sangat bagus dan benar-benar telah melakukan banyak hal tentang Web3. Penting bagi kami untuk bekerja dengan pemain besar yang memiliki visi besar, dan kami memiliki DNA dan visi yang sama,” kata Gwendolyn Regina, Investment Director of BNB Chain.

Baca juga: Pengadilan Korsel Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Do Kwon

Google Masuk ke Dunia Web3

Kerja sama terbaru dengan BNB Chain ini mengikuti langkah percepatan Google ke dunia Web3. Awal tahun ini, Google Cloud menambahkan layanan deteksi ancaman malware penambangan kripto dan meluncurkan Tim Aset Digital khusus yang baru.

Prediksi Harga BNB-Tokocrypto
Ilustrasi aset kripto BNB.

Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

Program Google for Startups Cloud Program memberikan kredit Google Cloud setiap tahun hingga 2 tahun untuk membantu bisnis tahap awal membangun dan mengembangkan proyek mereka.

Pembuat Web3 akan dapat terhubung dengan anggota tim Google Cloud Startup Success dan pakar materi pelajaran teknis perusahaan di seluruh manajemen data, analisis data, kecerdasan buatan, machine learning, dan zero trust security. Lokakarya pengembang Web3, serta pelatihan dan sertifikasi Google Cloud, juga akan tersedia bagi peserta.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Merge Ethereum Selesai, Kenapa Malah Harga ETH Turun?

Menjelang akhir pekan, market aset kripto tampak kritis di zona merah. Kinerja market ternyata tak kunjung tampil kokoh, pasca peristiwa The Merge Ethereum yang sukses dilakukan pada Kamis (15/9) siang lali. Apakah The Merge tidak berpengaruh bangkitkan market?

Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (16/9) pukul 10.00, nilai Bitcoin akhirnya turun dari level psikologisnya ke zona merah, dengan harga US$ 19.752 atau turun 0,17% selama 24 jam terakhir, walaupun melonjak 1,81% dalam sepekan. 

Ethereum (ETH) bahkan harus turun lebih dalam pasca The Merge, anjlok 8,92% di harga US$ 1.467 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan lengser 10,62%. Altcoin lainnya pun kurang mentereng, seperti BNB, XRP, Solana (SOL) hingga Dogecoin (DOGE) semua kompak turun dan terjebak di zona merah dalam sehari terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market yang terus menurun pasca The Merge Ethereum disebebkan oleh beberapa faktor. Pertama, market secara keseluruhan masih tertekan sejak perilisan data inflasi AS yang terus meninggi pada Selasa (13/9) lalu.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

Kemudian Kamis (15/9) lalu, AS merilis data Initial Jobless Claims sebesar 213.000 angkatan kerja sepanjang pekan lalu alias di bawah konsensus analis 226.000. Kondisi pasar tenaga kerja yang mengetat plus kuatnya data manufaktur AS digadang akan membuat The Fed makin pede untuk meneruskan kenaikan suku bunga acuan. 

“Hal itu tentu akan menghantam kinerja market kripto. Di samping itu indeks dolar AS juga langsung menguat, sehingga investor mulai meninggalkan market kripto dan menghentikan akumulasi. Peristiwa The Merge pun tidak membuat mereka bergairah ke kripto,” kata Afid.

Banyak Investor Terkena FOMO The Merge

Menurut Afid, banyak investor yang mikir The Merge Ethereum akan membuat harga ETH naik. Kemudian, tidak sedikit yang berpikir migrasi Ethereum ke Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan bikin ETH dibanting karena sell on news.

Pada akhirnya, proyeksi kedua yang terjadi. Banyak investor yang terkena FOMO (fear of missing out) mengikuti tren untuk melakukan akumulasi ETH secara besar-besaran. Namun, pada saat The Merge sukses, para whales atau bandar mulai melakukan aksi jual beberapa jam setelah migrasi selesai dilakukan

“Penyebab penurunan ini dimulai saat ETH berhasil melakukan The Merge. Hal ini dikarenakan aksi dari market yang dikenal buy the rumor, sell the news yang artinya membeli saat rumor dan menjual saat sudah kejadian. Sama halnya dengan pasar saham, di market kripto juga digerakkan oleh para big money atau whales, para bandar besar ini biasanya berupa institusi yang bisa menggerakan market ketika memutuskan beli atau jual,” terang Afid. 

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: The Merge Ethereum Sukses, Market Kripto Bangkit?

Naik Harga Ethereum

Afid menjelaskan kenaikan harga ETH tidak bisa seketika akan terjadi. Kemungkinan besar akan butuh proses yang lama, meski fundamental ETH sudah sangat baik di konsensus PoS. Peristiwa migrasi jaringan Ethereum juga hanya mengubah keseluruhan algoritma konsensus dan tidak memperluas kapasitas jaringan.

“The Merge belum akan berpengaruh tinggi pada kenaikan harga ETH dan market secara keseluruhan. Sama halnya soal gas fees NFT di jaringan Ethereum tidak akan turun signifikan. Permasalahan utama dari kondisi bear market tetap pada kondisi makroekonomi yang tidak berpihak pada aset berisiko,” jelasnya.

Perlu di ingat bahwa pergerakan market diprediksi akan terus bearish atau sideways dalam beberapa hari ke depan menunggu rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan kenaikan suku bunga acuan pada tanggal 21 September mendatang.

Dari analisis teknikal, level resistance Ethereum tertinggi berada pada harga US$ 1.655 dan support kuat di harga US$ 1.428. Jika valid breakdown, kemungkinan harga ETH akan melanjutkan laju turun nya dengan target ke harga US$ 1.356.

Sementara, Bitcoin level support penting di US$ 19.156 yang dari bulan Juni lalu menjadi pertahanan kuatnya. Jika breakdown, maka akan melanjutkan penurunan hingga harga kisaran US$ 18.000.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Aset kripto Aptos (APT) berhasil mencapai harga tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) di awal tahun 2023. Menurut CoinGecko, tidak ada token kripto yang naik lebih banyak dalam satu hari atau seminggu terakhir daripada Aptos.

Token asli blockchain Aptos, APT, memiliki harga lebih dari dua kali lipat dalam tujuh hari terakhir dan naik 47%, menjadi US$ 18,46, dalam satu hari terakhir saja. Tercatat sejak awal tahun, Aptos melonjak 350%. Mengapa?

Sulit untuk menentukan alasan yang tepat, tetapi data menunjukkan bahwa sekitar setengah dari volume trading sebesar APT US$ 2 miliar dalam beberapa hari terakhir berasal dari pasangan perdagangan won Korea Selatan di bursa UpBit yang berbasis di Singapura, menurut CoinGecko. Pada saat penulisan, APT dihargai US$ 18,63 di UpBit.

Transaksi Perdagangan

Nilai APT di UpBit, hampir US$ 0,50 lebih banyak daripada yang dijual di Binance dan di sebagian besar bursa lainnya dan tanda bahwa setidaknya sebagian dari aktivitas berasal dari perdagangan arbitrase.

Grafik Harian APT/USD. Sumber: TradingView.
Grafik Harian APT/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Harga Kripto Fantom (FTM) Melonjak 20% Seminggu, Apa Penyebabnya?

Sederhananya, traders arbitrase mendapat untung dari perbedaan harga. Mereka membeli dengan harga terendah yang tersedia dan menjual dengan harga tertinggi yang bisa mereka dapatkan.

UpBit begitu sering mencantumkan aset kripto dengan harga lebih tinggi daripada pesaing mereka, sehingga sering dijuluki “Kimchi premium.” Baru tahun lalu, Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul membuka penyelidikan terhadap pengiriman uang ilegal senilai 2 miliar won Korea yang dihasilkan memanfaatkannya perpedagangan kripto arbitrase.

Perlu juga dicatat bahwa meskipun Aptos masih merupakan ekosistem DeFi terbesar ke-20, menurut DeFi Llama, Aptos telah tumbuh secara signifikan dalam sebulan terakhir. Volume DeFi di Aptos naik dari US$ 14 juta bulan lalu menjadi US$ 51 juta hingga bulan Januari 2023.

Dilaporkan Decrypt, sebesar 10% dari volume APT dalam beberapa hari terakhir berasal dari pasangan perdagangan APT dan Binance USD (BUSD) Binance. Binance, pertukaran crypto terbesar di dunia berdasarkan volume, juga baru-baru ini memperkenalkan dua kumpulan likuiditas APT, yang sekarang menyumbang 18% dari volume perdagangan APT.

Blockchain Aptos Labs.
Blockchain Aptos Labs. Foto: Aptos Labs.

Baca juga: Shiba Inu Kolaborasi dengan Bugatti Group & CoinGate, Nilai SHIB Naik?

Liquidity pools memicu perdagangan aset kripto peer-to-peer. Pengguna diberi insentif untuk “pool,” atau menyetor, token mereka sehingga dapat ditukar dengan pengguna lain. Bursa kripto terdesentralisasi, seperti Uniswap dan Curve telah melakukannya. Tetapi brusa terpusat seperti Binance juga memanfaatkannya.

Pada tanggal 20 Januari, platform Binance Liquid Swap meluncurkan Liquidity pools APT/Tether dan APT/Bitcoin. Platform memberi penghargaan kepada pengguna dengan BNB, token utilitas pertukaran, untuk menyetorkan dana ke dalam pools.

Binance menjanjikan hasil 92,42% pada APT/USDT dan hasil 99,49% pada deposit kumpulan likuiditas APT/BTC. Dari jumlah tersebut, pengguna akan menerima hadiah BNB masing-masing 0,71% dan 1,07%, yang dibayarkan setiap jam.

Kamu bisa melakukan trading kripto Aptos (APT) di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Membakar Koin BNB Senilai $ 740 Miliar, Harganya Bakal Naik?

Platform exchange kripto terbesar di dunia, Binance, menghapus lebih dari 1,8 juta koin BNB dari peredaran, menyelesaikan pembakaran atau burning periode triwulanan ke-19. CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa proses tersebut membuktikan sifat deflasi aset BNB.

Dilaporkan Crypto Potato, BNB Chain (BNB), koin kripto asli dari Binance mengalami pembakaran ke-19 pada 19 April lalu. Perusahaan mengirim 1.830.382 BNB yang bernilai lebih dari $ 741 juta (setara Rp 10 triliun) pada saat transaksi ke dompet yang hanya dapat menerima token tetapi tidak dapat mengirim apa pun.

Upaya pembakaran koin atau burning memang umum dilakukan oleh sejumlah pengembang kripto. Pasalnya, dengan cara mengurangi pasokan koin yang beredar, nilai koin bisa meningkat.

Baca juga: Mirip Plant vs Zombies, Begini Cara Main Game NFT Plant vs Undead

Harga BNB Bakal Naik?

Coindesk melaporkan pembakaran akan dilakukan harga rata-rata $ 403 per BNB. Koin BNB diluncurkan pertama kali pada tahun 2017. aset kripto tersebut telah memperkuat ekosistem BNB Chain dan BNB Smart Chain.

Untuk melenyapkan sejumlah BNB dari total pasokan saat ini, pihak Binance menggunakan sistem pembakaran otomatis. Mekanisme pembakaran otomatis menyesuaikan jumlah BNB yang akan dibakar berdasarkan harga BNB dan jumlah blok yang dihasilkan pada BNB Smart Chain (BSC) selama kuartal tersebut.

Ilustrasi aset kripto BNB.
Ilustrasi aset kripto BNB.

Sementara itu, data menunjukkan perkiraan 1,8 juta BNB berada di jalur yang akan dibakar pada kuartal berikutnya, diharapkan sekitar bulan Agustus mendatang. Pembakaran perusahaan sebelumnya terjadi pada bulan Januari lalu. Saat itu, Binance membersihkan BNB senilai hampir $ 800 juta dari peredaran.

Saat penulisan artikel pada Kamis (21/4) pukul 08.00 WIB harga BNB terpantau di situs CoinMarketCap diperdagangkan di level Rp 6.030.770. Performa harga BNB mengalami kenaikan sebesar 2,47 persen dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?





Sumber : news.tokocrypto.com

Tak Hanya Bitcoin, Harga BNB Mengalami Kenaikan di Awal 2021

Seiring dengan lonjakan permintaan bitcoin di tahun 2021 ini, binance coin yang merupakan salah satu altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar juga menunjukkan peningkatan harga yang tinggi. Harga binance coin (BNB) selama Januari hingga Februari 2021 mencapai Rp 4,8 juta. Menarik kan? Nah, jika Anda tertarik untuk melakukan investasi di BNB ini, yuk simak ulasan perjalanan harga BNB dari tahun ke tahun beserta prediksi harga BNB di 2021! 

Apa itu BNB?

BNB atau binance coin adalah aset kripto didirikan oleh Changpeng Zhao, pada tahun 2017. Nama binance sendiri merupakan gabungan dua yaitu kata biner, dan keuangan. Koin yang memiliki simbol BNB ini diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di atas jaringan ethereum. Sejak peluncurannya, binance memang digunakan pada platform pertukaran mata uang kripto Binance.

Pada dasarnya, binance memungkinkan Anda untuk mendapatkan diskon pada layanan platform pertukaran binance, yang kemudian dapat menjadi pertukaran aset-aset blockchain yang didesentralisasi. 

BNB dari Masa ke Masa

Dilansir dari Bitcoin Ethereum News, binance memasuki market untuk pertama kali pada 25 Juli 2017 dengan harga US$ 0. Pada akhir Agustus, barulah binance mencapai harga US$ 3. Setelah melewati fluktuasi tertentu, binance mengakhiri harganya di tahun 2017 dengan harga perdagangan US$ 8 per bnb. 

Pada Januari 2018, binance mencapai harga tertingginya. Ia mampu mencapai US$ 23.35 per bnb dan menjadikannya sebagai fase yang paling memukau bagi para investor binance. Sayangnya hal ini tidak berlangsung lama. Pada Februari, sebagian besar aset kripto mengalami tren harga turun dan tak terkecuali binance. Binance juga mengalami penurunan dan menyentuh harga di bawah US$ 6.12 pada awal Februari.

Tak membutuhkan waktu yang lama bagi binance untuk memperbaiki harganya. Sejak 6 Februari 2018, harga binance meningkat tajam hingga 200% dan menyentuh harga US$ 20. Pada akhir Juni 2018, harga binance menyentuh US$ 16.71. Kemudian mengalami roller coaster besar dan harga turun menjadi US$ 4.34 pada Desember 2018.

Di tahun 2019, harga binance terus maju kedepan dan akhirnya menembus diatas angka US$ 10. Nah, di tahun inilah yang menjadi kesempatan emas bagi para investor setelah mengalami breakdown di tahun 2018. 

Di Januari 2020, binance diperdagangkan dengan harga sekitar US$ 13 dan bertahap melonjak menjadi US$ 20 di akhir bulannya. Selanjutnya, di pertengahan Februari 2020, harga binance menyentuh US$ 25 dan terus berlari menuju harga US$ 30.   

Menjelang awal Maret 2020, harga binance jatuh secara drastis dan menyentuh di posisi terendah di bawah US$ 10 dan akhirnya diperdagangkan di harga US$ 8.9 di akhir Maret. Di bulan ini, binance mengakhiri kuartal pertama dengan kerugian sebesar 3%. Namun, di kuartal kedua tahun ini, harga binance mencapai US$ 18 pada akhir April. Kemudian pada akhir Agustus, harga binance mampu naik secara mantap dan menyentuh angka US$ 23.  

Harga binance turun menjadi US$ 19 pada awal September dan selanjutnya mengalami kenaikan menjadi US$ 31 pada pertengahan September 2020. Lalu seiring dengan adanya ekspansi reli harga bitcoin, binance naik menjadi US$ 32 di akhir November dan akhirnya menyentuh harga US$ 37 di akhir Desember 2020. 

Prediksi BNB di 2021

Nah, setelah Anda melihat harga binance dari tahun ke tahun, kini saatnya Anda untuk mengetahui harga dari binance yang sudah diprediksikan oleh beberapa pihak. 

Dilansir dari Bitcoin Ethereum News,  jika mengikuti tren bullish maka harga binance akan mencapai angka US$ 62 pada akhir Juni dan harga mungkin akan berayun lebih jauh lagi. Dengan fluktuasi tertentu, harga binance diprediksikan akan berada pada kisaran yang antara US$ 55 dan US$  57 di sepanjang tahun. Pada akhir 2021, binance diprediksikan akan menyentuh harga US$ 61.05.    

Sedangkan menurut Digital Coin Price, binance diprediksikan akan melonjak ke harga US$ 86.24 pada April 2021. Kemudian harga akan turun ke level terendah tahunan US$ 64.45 di bulan Juli. Namun, binance diprediksikan akan kembali lebih kuat dari bulan sebelumnya dengan mencapai harga US$ 88.35 di bulan September dan menyelesaikan tahun 2021 dengan harga US$ 79.12. 

Itulah ulasan mengenai perjalanan harga BNB dari tahun ke tahun beserta prediksi harga BNB di tahun 2021 ini. Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi di jenis aset kripto ini? Segera daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com dan temukan kemudahan investasi Anda!



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Lebih Percaya Simpan Kripto di Exchange Dibanding Wallet

Crypto exchange masih menjadi pilihan investor untuk menyimpan dan memperdagangkan aset kripto, pasca keruntuhan FTX. Sebuah riset yang dilakukan oleh platform crypto wallet, imToken, menemukan tingkat kepercayaan crypto exchange masih tinggi dibanding wallet self-custodian.

Survei imToken menemukan bahwa hampir dua pertiga (63%) pengguna atau investor menganggap perdagangan di bursa kripto lebih nyaman atau lebih murah daripada berdagang di platform wallet self-custodian. Layanan wallet seperti Metamask dan imToken menjanjikan keamanan serta akses mudah ke DeFi. Namun, pengguna masih lebih memilih centralized exchange (CEX).

Tingkat Keamanan

Ilustrasi perlindungan data pengguna.
Ilustrasi keamanan data pengguna.

Baca juga: Surabaya hingga Bekasi Masuk Daftar Kota Paling Siap untuk Bisnis Kripto

Lebih mengejutkan lagi, 38% pengguna menganggap wallet self-custodian kurang aman dibandingkan bursa. Keamanan menjadi salah satu pembeda utama yang mendukung crypto wallet tampak tidak meyakinkan pengguna.

Ada beberapa faktor yang membuat investor lebih memilih crypto exchange, mulai dari mereka takut diretas (29%) atau kehilangan kripto karena kesalahan mereka sendiri (18%). Lebih dari 40% pengguna yang diwawancarai akan membayar hingga US$ 100 untuk layanan crypto wallet untuk menyelesaikan semua masalah yang ada dengan platform yang mereka gunakan saat ini.

Sebagian besar investor percaya – lebih dari 25% – berpikir bahwa kebanyakan orang hanya akan mulai beralih ke platform wallet self-custodian dalam 5 tahun atau lebih. Dan sejumlah pengguna yang diwawancarai (25%) percaya bahwa mayoritas pengguna kripto akan tetap menggunakan crypto wallet, bahkan 10 tahun dari sekarang.

Prospek Crypto Wallet

Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.
Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.

Baca juga: Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

Untuk tahun 2023, crypto wallet sedang membangun solusi yang menjanjikan. Penelitian imToken menemukan bahwa smart wallet sebenarnya meningkatkan keamanan serta kenyamanan ke tingkat yang terlihat dengan solusi kustodian.

Untuk keamanan, smart wallet menawarkan pengendalian risiko dalam bentuk limit harian. Wallet baru juga berhenti dan mendapatkan kembali akses setelah kunci akses hilang atau dicuri adalah bagian dari set fitur. Dan sebagian besar peserta survei (51%) mengatakan kepada imToken bahwa mereka akan meningkatkan keamanan dalam bentuk otentikasi multi-faktor sebagai alasan untuk memilih wallet baru.

Pada saat yang sama, kita dapat melihat solusi muncul. PayPal merilis fitur wallet self-custodian, dan Reddit – situs web terpopuler ke-6 di dunia – menambahkan fungsionalitas wallet ke aplikasi mereka. Menariknya, Reddit menyebut fitur dompet mereka “vault”, menyembunyikan kerumitan yang dibuktikan oleh survei yang jelas tidak disukai pengguna kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Potensi Kenaikan Harga Bitcoin Jelang Laporan CPI Terbaru

Harga Bitcoin (BTC) memang tengah terpuruk, namun laporan data Consumer Price Index (CPI) alias Indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang diumumkan pada Selasa, 14 Februari 2023 malam WIB bisa menjadi sentimen pendorong kenaikan selanjutnya.

Pasar kripto memiliki periode bullish di awal tahun, tetapi risiko regulasi dan ketakutan The Fed masih akan menjadi hambatan, membatasi keuntungan jangka pendek. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini mengambil sikap keras terhadap bursa kripto, Kraken, menempatkan sektor aset kripto secara keseluruhan di bawah tekanan. Sebuah langkah yang menyebabkan kerugian dua digit untuk beberapa aset kripto.

Bitcoin turun di bawah US$ 22.000 untuk harga pertama dalam tiga minggu di tengah kabar suram ini, dan pangsa pasar kripto turun lebih dari US$ 40 miliar. Untuk menambah bahan bakar pendorong, pada 14 Februari nanti, data CPI atau inflasi AS bulan Januari diharapkan bisa menaikan harga Bitcoin dan altcoin lainnya.

Optimis Data Inflasi Positif

Baca juga: Menakar Peluang Token Kripto AI yang Hype, Potensi Bawa Cuan?

Alex Krüger, seorang ekonom dan investor mengklaim bahwa Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) mungkin memiliki potensi penurunan tambahan, tetapi reli kripto baru sudah dekat. Krüger mengklaim bahwa penurunan harga kripto adalah reaksi logis atas penutupan layanan staking Kraken oleh SEC. Tetapi menurut ramalannya, pasar kripto mungkin pulih segera setelah beberapa hari berikutnya.

“Pandangan pasar kripto cepat. Belum nambah size. Pikirkan bull run berikutnya dimulai dengan CPI atau akhir bulan. Bitcoin dan ETH masih memiliki level putaran di bawah untuk dilindas. Tidak stres tentang pasar juga. Lihat ini sebagai kemunduran yang sehat. Aktifkan sentimen bearish penuh hanya jika CPI mengalahkan 0,2%,” kata Krüger.

CPI adalah statistik yang sering diamati karena investor menginterpretasikan data baru sebagai tanda apa yang akan dilakukan The Fed selanjutnya untuk melawan inflasi. The Fed dapat memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga yang agresif sebagai tanggapan atas laporan CPI yang berada di bawah ekspektasi konsensus, yang biasanya ditafsirkan sebagai indikator bullish.

Analisis Teknikal

Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.
Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.

Baca juga: Ini Alasan Harga Kripto Gifto (GFT) Melonjak Tinggi Lebih dari 300%

Tim Riset Tokocrypto menjelaskan banyak analis berharap ada penurunan 0,4% dalam CPI untuk Januari menjadi 6,1% dari 6,5%. Data inflasi ini akan digunakan oleh The Fed untuk menetapkan suku bunga. Dengan begitu peluang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuannya bulan depan semakin terbuka lebar.

“Diharapkan apabila tingkat inflasi AS mengalami penurunan, Bitcoin kembali menghijau. Ini akan merangsang market kripto bergerak reli untuk menembus kerugian sebelumnya,” tulis analisisnya.

Dari segi analisis teknikal, candle weekly Bitcoin ditutup merah dengan penurunan sebesar 5,32%. Penutupan mingguan tersebut melihatkan tingginya aksi jual. Ini juga menjadi sinyal adanya penurunan kekuatan dari laju naik Bitcoin.

Relative strength index (RSI) masih bergerak sideways di area oversold, belum ada pergerakan agresif setelah penurunan tajam. BTC masih bersusah payah untuk kembal rebounce ke level US$ 22.000. Level support terdekat BTC pada level US$ 21.437, ini penting untuk menjaga sentimen bullish Bitcoin.

Proyeksi bila data inflasi AS sesuai prediksi hasilnya positif adanya penurunan, laju Bitcoin bisa kembali naik untuk tembus level US$ 22.000 atau sekitar Rp 335 juta. Kemudian kuat untuk menargetkan kenaikan capai level US$ 22.437.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Menakar Peluang Token Kripto AI yang Hype, Potensi Bawa Cuan?

Token kripto AI (artificial intelligence) melonjak harganya dalam beberapa pekan terakhir, tetapi potensi ke depannya masih sering dipertanyakan. Perlu diketahui, reli token kripto AI didorong oleh hype-nya ChatGPT hingga laporan JP Morgan yang mengatakan para investor mengalihkan perhatian mereka ke AI dan menjauh dari blockchain.

Dalam waktu singkat tercatat kripto AI telah mencapai kapitalisasi pasar US$ 4,27 miliar, naik 56% dari minggu lalu. Meskipun ini hanya 0,4% dari pasar aset kripto US$ 1,07 triliun, peningkatan pesat telah menarik perhatian pada peran AI dalam aset digital.

“Kenaikan harga kripto terkait AI tidak diragukan lagi dapat didorong oleh perkembangan nyata dalam industri AI dan blockchain,” kata Vasco Lopes, peneliti blockchain dan kecerdasan buatan di sekolah teknologi NOVA dekat Lisbon, Portugal.

“Namun, ini juga dipengaruhi oleh hype dan sentimen investor, karena meningkatnya popularitas AI dan produk terkait AI, seperti rilis model bahasa ChatGPT OpenAI, menghasilkan kegembiraan dan minat di sektor AI.”

Perlu Hati-hati

Ilustrasi ChatGPT yang diring token kripto AI meroket. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi ChatGPT yang diring token kripto AI meroket. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Konflik Kraken-SEC dan Rumor Staking Dilarang di US Bikin Kripto Turun

Noelle Acheson, mantan kepala penelitian di Genesis Trading, menjelaskan pasar kripto sering didorong oleh banyak tren yang perkembang di tengah masyarakat. Tanpa investasi yang tepat dan pengembangan ke dalam proyek, kripto AI berisiko dalam perkembangan industri yang telah didorong oleh hype.

“AI masih merupakan bidang yang baru, definisi masih dibentuk, dan utilitas sebenarnya dari token dalam aplikasi AI belum diuji,” kata Acheson dikutip Forbes. “Rasanya hype telah melampaui potensi pertumbuhan yang sebenarnya.”

Hype ini sebagian besar dipimpin oleh ledakan pertumbuhan ChatGPT, chatbot bertenaga AI, dan Dall-E, alat yang menghasilkan gambar dari deskripsi berbasis kata yang keduanya dibuat oleh OpenAI. “Ada manfaat untuk proyek-proyek AI blockchain, tetapi teknologi seperti ChatGPT pasti menciptakan sentimen minat dan FOMO [takut ketinggalan] tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan AI,” kata Juan Leon, peneliti kripto di Bitwise Investments.

Token Kripto AI Naik

Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Mengenal Kripto SingularityNET (AGIX) yang Naik 800% Sejak Awal 2023

Kenaikan kripto AI dipimpin oleh The Graph (GRT), naik 87% selama tujuh hari terakhir dan 150% dalam sebulan terakhir. Jaringan The Graph memfasilitasi kueri data blockchain tanpa melalui server. AGIX, token dari Singularity NET, yang membangun pasar untuk program AI, telah naik 116% dalam tujuh hari dan 327% yang mengejutkan di bulan lalu. Tiga kripto AI berkinerja terbaik dibulatkan oleh Fetch’s FET, naik 57% dalam tujuh hari terakhir dan 140% selama sebulan terakhir. Fetch bertujuan untuk menghubungkan berbagai jenis blockchain dan teknologi AI.

Industri teknologi secara keseluruhan juga tidak terhindar dari rayuan AI. teknologi kecerdasan buatan ini melampaui blockchain karena teknologi tersebut diperkirakan akan menjadi yang paling berpengaruh dalam tiga tahun ke depan, menurut laporan JP Morgan.

Studi tersebut menemukan bahwa 53% investor yang disurvei, naik dari 25% tahun lalu, mengatakan bahwa AI dan pembelajaran mesin akan menjadi teknologi yang paling berpengaruh bagi mereka. Blockchain, diikat dengan AI untuk teknologi paling berpengaruh pada tahun 2022, hanya mengumpulkan 12% suara tahun ini.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com