Category Archives: Tokocrypto

Mungkinkah Bitcoin Jadi Mata Uang Nasional AS?

Seperti yang ramai menjadi pemberitaan belakang ini, Microstrategy menginvestasikan cadangan kas mereka menjadi Bitcoin dalam jumlah yang tak tanggung-tanggung, total senilai $ 425 juta dalam BTC.

Langkah perusahaan yang berbasis di AS ini bertujuan untuk berlindung dari inflasi dan meyakini Bitcoin sebagai lindung nilai yang andal, bahkan lebih dari pada emas yang sudah menjadi favorit industri selama beberapa dekade terakhir.

Secara lebih dalam, keterlibatan cryptocurrency dengan ekonomi AS menggema sejak salah satu pendiri Morgan Creek Digital, Jason Williams, memposting pendapatnya di Twitter.

“Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang mengadopsi #Bitcoin sebagai mata uang nasionalnya,” tweet Jason Williams dilansir dari zycrypto.

Namun, hampir semua balasan tweet ini tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Baca Juga: Harga Bitcoin di Level Ini Harus Dijaga, Akankah Bears Menembusnya?

Lantas, mungkinkah Bitcoin menjadi mata uang nasional AS?

Sampai saat ini, tidak ada negara di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai mata uang nasional. Bahkan, AS pun masih dalam tahap awal memberlakukan pedoman peraturan.

Tapi, sudah ada jalur alternatif yang membuat Bitcoin jadi dominan dan menjadi mata uang negara, yaitu dengan cara adopsi eksternal dari investor institusi dan perusahaan teknologi tradisional terkemuka.

Investor tumbuh 2x lebih besar menjelang pergantian tahun 2019 ke tahun 2020, sehingga tahun 2020 ini membuktikan Bitcoin sebagai penyimpanan nilai yang lebih baik.

Investor berlomba mengunci aset mereka menjadi bentuk penyimpanan yang paling aman, sejak fase awal kekakuan politik antara AS dan pemerintah China – jauh sebelum pandemi melanda secara global.

Saat pemilihan presiden AS, USD berada di titik terlemahnya. Hal ini menjadi salah satu faktor alami yang mendorong investor memilih emas, perak, dan aset di pasar saham.

Selain itu, pencetakan dolar berulang untuk stimulus ekonomi juga membuat investor yang ingin memerangi inflasi dengan mengamankan aset keras dan nilai mata uang digital mulai menjadi tren pilihan.

Secara mengejutkan, kinerja Bitcoin sebagai mata uang kripto yang dominan memiliki kinerja YTD sebesar 64%, sementara emas mencapai puncaknya pada 28%, dan perak pada 49%.

Kemudian Microstrategy menjadi perusahaan yang merealisasikan cadangan Bitcoin yang besar tetapi bukan untuk dijual. Termasuk institusi yang berpusat pada kripto seperti Grayscale juga mengalami peningkatan investasi.

Kesimpulan

Untuk saat ini mungkin tidak karena negara tidak bisa mengontrol Bitcoin. Sebuah pemerintahan tidak suka dengan namanya terdesentralisasi, mereka harus mengontrol. Ini adalah sifat sebuah negara.

Bitcoin jadi mata uang nasional di negara mana pun di dunia adalah hal yang mungkin terjadi di masa depan. Tanpa adopsi nasional, Bitcoin masih berharga secara inheren.

Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Upgrade ke Tokocrypto 2.0



Sumber : news.tokocrypto.com

Suka NFT? Mari Berkenalan Dulu dengan ERC-721, Standar Pendukungnya

Anda pasti sudah sangat sering membaca dan mendengar tentang NFT (Non-Fungible Token) atau mungkin membelinya di toko NFT popular seperti OpenSea. Namun, Anda wajib memahami dasar teknologinya, yakni ERC-721.

OLEH: Dimaz Ankaa Wijaya, Ph.D
Peneliti Teknologi Blockchain di Universitas Deakin, Australia

Dunia aset kripto memang sudah berkembang sangat pesat dibandingkan dengan saat pertama kali saya terjun ke industri ini pada tahun 2015.

Saat itu, Bitcoin jadi topik yang paling banyak dibicarakan sebagai mata uang digital baru. Penggunaannya pun ya satu itu: sebagai alat bayar, yang memang jadi tujuan utama Satoshi menciptakan Bitcoin.

Bitcoin punya fitur pemrograman, meski sederhana. Tak banyak yang bisa diciptakan dengan menggunakan model pemrograman sesederhana itu, meskipun ada Colored Coin yang cukup fenomenal, dan ternyata memantik pemikiran Vitalik Buterin untuk menciptakan sebuah aset kripto baru dengan fitur pemrograman yang lebih fleksibel.

Beberapa tahun kemudian, Vitalik, Gavin Wood, dan beberapa orang lainnya meluncurkan Ethereum. Belakangan Gavin Wood menciptakan Polkadot yang juga tak kalah popular.

Ethereum dan Pemrograman Blockchain

Ethereum memberikan kebebasan bagi pemrogram blockchain untuk membuat banyak hal di atas blockchain. Tokenisasi memberikan kesempatan bagi pengembang perangkat lunak untuk menyusun sistem ekonomi baru di atas platform Ethereum.

Standardisasi memberikan angin segar, tidak hanya mempermudah penulisan kode kontrak pintar (smart contract), namun juga memastikan kompatibilitas antarkontrak.

Standar seperti ERC-20 diadopsi sangat luas, tidak hanya dalam lingkup Ethereum saja, melainkan juga platform blockchain berbasis kontrak pintar lain seperti Binance Smart Chain, Solana, NEAR, Polkadot, dan banyak lainnya, yang meski punya nama berbeda tetapi berorientasi pada desain ERC-20. ERC adalah singkatan dari Ethereum Request for Comments.

Baca jugaMengenal Rentible, Marketplace Pertama untuk Properti Metaverse

ERC-20 dan Fungible Token

ERC-20 punya era keemasan di sekitar tahun 2016-2017, saat banyak sekali Initial Coin Offering (ICO) diadakan demi mengumpulkan dana publik.

ERC-20, seperti koin Ether biasa, memiliki karakteristik seperti uang. Token ERC-20 dapat dipertukarkan tanpa kehilangan nilai token tersebut.

Sebuah token ERC-20 dapat ditukar dengan sebuah token ERC-20 lain. Itulah mengapa ERC-20 disebut dengan istilah fungible token (FT).

NFT dan ERC-721

Sementara itu, ada pula standar ERC lain yang karakteristiknya berkebalikan dengan ERC-20. Non-fungible Token atau NFT merupakan istilah yang diberikan pada standar token ERC-721.

Setiap token pada NFT merepresentasikan “benda” unik. Setiap token memiliki kode unik yang disebut tokenID.

TokenID ini dapat merepresentasikan apa saja, yang umumnya merupakan benda digital (meskipun tidak selalu demikian). Misalnya, gambar digital dan dokumen multimedia lain seperti gambar ataupun video.

FT dan NFT

FT dan NFT, keduanya merupakan token yang dapat berpindah kepemilikan. Catatan atas histori kepemilikan pun dapat dilacak di dalam blockchain, begitu juga informasi pemilik termutakhir.

Namun, FT lebih fokus pada informasi tentang jumlah token. Sementara itu, NFT lebih menitikberatkan pada manajemen tokenID yang unik di setiap token.

Operasi NFT sebenarnya tidak jauh berbeda dibandingkan FT. Fungsi-fungsi standar seperti transfer, approvemint dan burn, tersedia pada standar ERC-721.

Namun tentu saja, yang ditransaksikan adalah tokenID dan bukan jumlah token. Berikut adalah potongan kode ERC-721 yang diambil dari library milik 0xcert.

/**
* @notice Does NO checks.
* @dev Actually performs the transfer.
* @param _to Address of a new owner.
* @param _tokenId The NFT that is being transferred.
*/
function _transfer(address _to,uint256 _tokenId) internal {
address from = idToOwner[_tokenId];
_clearApproval(_tokenId);
_removeNFToken(from, _tokenId);
_addNFToken(_to, _tokenId);
emit Transfer(from, _to, _tokenId);
}

Fungsi _transfer di atas memindahkan kepemilikan _tokenId kepada pemilik baru yang alamatnya ada pada variabel _to.

Bandingkan misalnya, potongan kode ERC-20 di bawah yang diambil dari sini.

function transfer(address to, uint tokens) public returns (bool success) {
balances[msg.sender] = safeSub(balances[msg.sender], tokens);
balances[to] = safeAdd(balances[to], tokens);
emit Transfer(msg.sender, to, tokens);
return true;
}


Terlihat bagaimana fungsi di atas mentransaksikan sejumlah token (pada variabel tokens) kepada alamat yang teridentifikasi pada variabel to.

Baca jugaIni Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

Seperti sudah dibahas sebelumnya, kontrak pintar ERC-20 mengorganisasikan saldo (jumlah token) dalam setiap alamat pemiliknya.

Valuasi atas token tersebut umumnya didasarkan atas tokenomics atau utilitas yang ditawarkan oleh sistem eksternal yang menggunakan token tersebut.

Artinya, harus ada aplikasi terdesentralisasi (Decentralised Application atau dApp) berbasis token tersebut yang memberikan nilai tambah atas token dan menggerakkan pengguna untuk bertransaksi menggunakan token tersebut.

Sementara itu, ERC-721 yang lebih berfokus pada tokenisasi benda lain seperti gambar digital, memiliki satu fasilitas untuk menjaga konektivitas antara kode token dengan gambar digital tersebut, yakni tokenURI. Informasi di dalam tokenURI (URI merupakan Uniform Resource Identifier) bisa berupa tautan atau URL (Uniform Resource Locator), yang cara kerjanya identik dengan tautan pada sebuah laman situs web.

Seorang pengguna harus menuju tautan tersebut untuk mengetahui detail benda apa yang direpresentasikan oleh sebuah token ERC-721 tersebut.

Karena, pada dasarnya sebuah kontrak ERC-721 tidak punya fasilitas untuk menyimpan informasi lain atas gambar tersebut secara on-chain karena mahalnya ongkos penyimpanan di dalam blockchain.

Seorang pengembang NFT bisa menyimpan benda digital yang di-NFT-kan di dalam peladen (server) independen, ataupun menggunakan perangkat alternatif seperti IPFS (Inter-Planetary File System) dan memastikan aksesibilitasnya menggunakan layanan seperti Pinata.

Apabila valuasi FT bergantung pada valuasi terhadap tokenomics atau utilitas dApp, maka nilai atas NFT bergantung sepenuhnya pada persepsi orang terhadap benda digital yang di-NFT-kan.

Pasar NFT jadi tidak jauh berbeda dengan pasar seni tradisional. Semakin terkenal artis pembuatnya, semakin mahal pula harga barang seni tersebut di pasaran.

Pun, harga barang seni tidak dapat dijamin semakin naik apabila diperjual-belikan di pasar sekunder, karena selera pasar yang berubah-ubah.

Dalam industri NFT saat ini, kompetisi yang ketat dan masifnya jumlah barang di pasaran juga tak menjamin sustainability harga NFT dalam jangka panjang.

Banyak juga detail yang harus dipahami oleh pembeli NFT dari sisi teknologi. Token NFT berbasis ERC-721 memang bisa menjamin keunikan sebuah token.

Namun, hal ini sama sekali tidak menjamin keunikan benda digital yang direpresentasikan token tersebut.

Bisa jadi, sebuah tokenURI direpresentasikan oleh lebih dari satu token. Atau bahkan, sebuah tokenURI dipakai di banyak kontrak NFT.

Kalau sudah begini, pengguna bisa dirugikan apabila tidak ada jaminan nilai dan due-diligence dari pihak terpercaya.

Tulisan singkat ini mengulas sedikit tentang implementasi NFT yang menggunakan standar ERC-721, yang menjadi pondasi industri NFT di sistem blockchain seperti Ethereum.

Terlihat bagaimana standar ERC-721 sendirian tidak dapat menjamin bahwa sebuah benda digital hanya dapat ditokenisasi ke dalam satu token unik, yang tentu harus menjadi bahan pertimbangan sebelum berbelanja NFT.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Kita Siap Untuk Pialang Terdesentralisasi?

Tether secara langsung membekukan 13 juta USDT terkait dengan peretasan dan memblokir sementara alamat dengan 20 juta sebagai tindakan pencegahan.

Pertukaran lain berkomitmen untuk melacak dana, dan Silent Notary mengatakan mereka akan membakar semua token SNTR yang dirampok dan menggantinya dengan yang baru.

Secara tidak langsung, ini telah menunjukkan masih pentingnya memiliki tingkat sentralisasi tertentu dalam sebuah protokol, sesuatu yang sangat krusial bagi keamanan dana crypto.

Sentralisasi memang membawa risiko penyensoran, tetapi pengguna memiliki ketenangan pikiran bahwa suatu entitas akan menjaga kepentingannya. Padahal, jika terjadi masalah, dalam hal ini, korban bisa ke pengadilan untuk menuntut ganti rugi.

Sama halnya beberapa minggu lalu, dimana orang salah mentransfer BNB dan meminta bantuan ke CEO Binance untuk mengembalikan koin tersebut.

Jika benar-benar terdesentralisasi, orang atau investor yang menyimpan koin di Kucoin akan hilang, sama seperti orang yang mentransfer BNB. Dan, tidak ada orang yang mengurus hal ini.

Baca Juga: Singapura Memiliki Uang Digital, Indonesia Kapan?

Inilah sebabnya mengapa banyak yang menganggap persetujuan ETF Bitcoin dan pembuatan layanan bagi investor institusional menjadi penting untuk seluruh ekosistem crypto.

Bukan karena uang yang akan masuk, tetapi karena kepercayaan investor akan mengetahui bahwa uang mereka aman yang tentu saja menjadi alasan utama.

Apakah hal dalam crypto yang masih muda ini memang memerlukan sentralisasi untuk keamanan yang lebih baik, mengingat banyaknya peretasan yang sulit diselesaikan karena sifat desentralisasi? Bagaimana menurut Anda?

artikel ini dapat dibaca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ether (ETH) Senilai $400 Juta Telah di Burning oleh OpenSea

Mekanisme baru yang telah dimiliki crypto Ethereum, Ether (ETH), yaitu burning (pembakaran), terus melakukan pekerjaannya dengan baik, dimana sumber terbesar telah berasal dari satu situs saja, yakni marketplace NFT OpenSea.

Kendali OpenSea dalam tingkat burning tidak tersentuh sejak reli NFT yang dimulai pada bulan Agustus dengan puncaknya pada bulan September. Satu-satunya sumber pembakaran koin yang mendekati pasar Ethereum NFT adalah transaksi Ethereum yang dilakukan setiap hari.

Baca jugaIni Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

Secara keseluruhan, OpenSea telah membakar 100.854 ETH, yang setara dengan koin senilai sekitar $400 juta. Sebelum pembaruan, jumlah koin yang sama akan ditransfer ke penambang yang kemudian akan menjualnya di bursa.

Di antara burning koin tingkat atas juga terdapat router Uniswap, stablecoin Tether dan MetaMask. Burner yang lebih kecil biasanya merupakan router pertukaran, token dan protokol swap yang terdesentralisasi.

Penerbitan Ethereum saat ini tetap pada 5,4 juta Ethereum per tahun, yang sebelumnya telah berkurang hampir 50%. Tingkat pembakaran saat ini adalah 3,2 juta ETH per tahun. Menurut perhitungan sebelumnya, para ahli blockchain mengharapkan Ethereum menjadi aset deflasi pada tahun 2022.

Pada saat penulisan, Ethereum diperdagangkan pada $4.725 dengan 1,23% dari pertumbuhan harian. Sebelumnya, cryptocurrency terbesar kedua menelusuri kembali dari ATH sebesar 3,6%, yang diikuti oleh pesanan jual besar yang datang dari Ethereum Foundation.

Baca JugaAnalisa Teknikal 15 Nov DOT, ADA dan MANA

Di sisi lain, melihat bagaimana ekosistem Ethereum bekerja, ini tampaknya masih akan sulit untuk dikalahkan oleh para pesaingnya, seperti Cardano dan Solana.

Meski keduanya menawarkan sesuatu yang lebih baik dan menarik, tetapi faktanya tingkat popularitas Ethereum dan gurita bisnisnya (seperti NFT, game crypto dan lainnya) masih menopang kuat Ether dan jaringan. Blockchain Ethereum masih menjadi pilihan utama karena sudah sangat matang dan terkenal.

Untuk prospek harganya sendiri, Ether kemungkinan masih akan mampu membentuk ATH baru untuk menutup tahun 2021 ini, yang kurang dari satu setengah bulan lagi, yang tentu masih sangat dinanti dan dipercayai oleh para investornya. Kita lihat saja!

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

60% Pembeli Bitcoin Pindah ke Altcoin

Jelajahcoin.com – Cryptocurrency exchange utama, Coinbase, mengklaim bahwa meskipun sebagian besar penggunanya pada awalnya mendukung bitcoin (BTC). Sekarang sebagian besar telah berpindah untuk memperdagangkan altcoin dan aset digital lainnya. Dalam sebuah posting blog, Coinbase menulis:

“Di antara pelanggan dengan setidaknya lima pembelian, 60% mulai dengan bitcoin tetapi hanya 24% tetap eksklusif untuk BTC.”

Ini berarti bahwa 60% pembeli BTC pada Coinbase akhirnya berpindah ke altcoin. Secara total, ia mengklaim bahwa “lebih dari tiga perempat” pelanggannya “akhirnya membeli aset lain” yaitu altcoin. Lebih lanjut, Coinbase mengatakan para pelanggannya memperdagangkan aset non-Bitcoin dengan tingkat kira-kira 3% lebih tinggi daripada batas pasar relatif mereka.

Baca Juga: Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

coinbase-volume

Dominasi kapitalisasi pasar Bitcoin (hampir 67% hari ini) telah tidak tertandingi sejak awal. Tetapi klaim Coinbase tampaknya menunjukkan bahwa, bagi sebagian orang Bitcoin (BTC) adalah pintu gerbang untuk investasi lebih lanjut, dan membuat altcoin semakin populer.

Coinbase melihat tren bull market meningkat

Penulis blog menulis bahwa Coinbase melihat tren di mana bull market menunjukkan peningkatan daya tarik di antara aset alternatif. Coinbase bisa karena berbagai alasan. Penulis menjelaskan:

“Karena orang merasa senang dengan investasi awal kripto mereka (dalam bitcoin). Mereka bercabang untuk menemukan kemungkinan pemenang kategoris lainnya (seperti yang terlihat pada bull run 2017).”

Namun, bitcoin tetap menjadi jaring pengaman sebagian besar investor, menurut penulis, yang menambahkan, bahwa “kebalikannya juga mungkin terjadi, karena harga turun dan ketakutan mencengkeram pasar (2018–2019), penerbangan ke tempat crypto safety mendorong bitcoin kembali ke yang terdepan. ”

Strategi Bisnis

Coinbase mengakui bahwa “peningkatan dorongan” terhadap aset non-BTC ini “sebagian karena” strategi bisnisnya sendiri yang telah melibatkan “penambahan berkelanjutan” altcoin baru dan token lainnya. Namun, itu mengklaim bahwa “volatilitas harga secara signifikan mengayunkan perilaku konsumen terhadap aset non-BTC.”

Perpindahan dari BTC terjadi pada tahun 2017, dan “sekarang terbukti dalam paku besar”. Dengan drive awal 2020 menuju ethereum (ETH), tezos (XTZ) dan chainlink (LINK). Penulis mengakhiri dengan puitis, menulis:





Sumber : news.tokocrypto.com

Ini Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

Pada bulan Mei lalu, perusahaan antariksa SpaceX mengumumkan akan meluncurkan Satelit Dogecoin (DOGE) bernama DOGE-1 CubeSat ke orbit bumi. Satelit tersebut adalah misi riset kolaborasi dengan Geometric Energy Corporation (GEC).

Satelit DOGE 

Selain mengumpulkan data ruang angkasa melalui rangkaian sensor, CubeSat yang berbobot 40 kg tersebut dilengkapi dengan layar dan kamera untuk menyiarkan NFT yang akan dilelang selama misi berjalan.

DOGE-1 akan menjadi misi antariksa dalam sejarah yang sepenuhnya dibiayai dengan DOGE. DOGE menjadi alternatif yang cepat dan aman bagi keuangan tradisional dan dapat menjadi alat tukar bagi semua penjelajahan antariksa di antara SpaceX dan GEC.

Baca jugaGemini dan ChangeHero Dukung Shiba Inu (SHIB), Level US$$0,00006099 Jadi Penentu

Menanggapi kerjasama ini, CEO GEC Samuel Reid berkata GEC dan SpaceX telah mengukuhkan DOGE sebagai alat tukar bagi bisnis luar angkasa setelah melakukan transaksi dalam skala besar.

“Misi ini akan menunjukkan penerapan kripto di luar bumi dan menjadi landasan bagi perdagangan antar planet. Kami sangat senang meluncurkan DOGE-1 to the moon!” jelas Wakil Presiden Penjualan Komersial Space X, Tom Ochinero.

Demi membantu membangun dan menjalankan sisi kripto dari misi DOGE-1. GEC menyatukan keahlian dan layanan data satelit CubeSat dari anak perusahaan GEC dengan solusi likuiditas pertukaran kripto dari Unizen.

Misi ini memanfaatkan inkubator startup kripto ZenX yang membantu mempercepat penggarapan Protocol XI GEC dan menghubungkan infrastruktur antariksa dengan jaringan kripto.

Baca jugaToken Chiliz Naik 170% Setelah Luncurkan NFT

Berbicara soal gerakan ini. CEO Unizen, Sean Noga menjelaskan GEC adalah tim yang inovatif serta ambisius dengan visi yang memukau bagi masa depan dan keyakinan mendalam kepada kegunaan yang terus berkembang.

“XI Protocol adalah terobosan cara infrastruktur antariksa terhubung dengan teknologi distributed ledger. Awalnya, teknologi ini akan memungkinkan layar tampilan luar angkasa berbasis satelit yang didorong oleh klaim token,” jelas Noga.

Ia menambahkan, Unizen senang menjadi inkubator dan memperkenalkan XI Protocol GEC ke rekan-rekan strategis Unizen.

Inkubasi XI Protocol GEC di ZenX menjadi contoh pionir kolaborasi sains dan teknologi yang memanfaatkan kripto untuk memajukan bidang penjelajahan ruang angkasa.

Misi tersebut telah mendemonstrasikan kemampuan aset kripto seperti DOGE untuk mendanai proyek sebesar peluncuran kapal luar angkasa. Unizen dan GEC yakin kegunaan ini akan menjadi cetak biru besar bagi usaha berbasis kripto lainnya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Menghadirkan Cartesi – Membangun DApps yang Terukur Pada Sistem Operasi Linux

Tokocrypto baru saja resmi menghadirkan Cartesi Token (CTSI) pada platformnya, yang dapat diperdagangkan dengan Bitcoin (BTC) maupun USD Teether (USDT)

Sebagai sistem operasi untuk DApps, Cartesi menjembatani perangkat lunak open-source Linux dengan teknologi Blockchain. Cartesi memenuhi visinya untuk membuat DApps portabel dan secara signifikan lebih kuat serta lebih mudah untuk dikembangkan. Dengan melengkapi kebutuhan para developer, Cartesi mengantarkan era baru untuk adopsi dan integrasi DApps secara luas. 

Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 1) Oleh TK Harmanda

Apa yang Membuat Cartesi Unik?

Keterbatasan pengembangan pada platform blockchain dapat menggagalkan developer dan pengguna, menghalangi adopsi arus utama dan aksesibilitas dari blockchain. Cartesi memungkinkan para developer untuk membangun dengan perangkat lunak yang sudah familiar bagi mereka dan mengoperasikannya dalam lingkungan Linux. 

Beberapa keunikan lainnya, yaitu:

  • Skalabilitas: perhitungan intensif pada sebagian besar data dilakukan secara off-chain dengan jaminan keamanan yang sama yang ditawarkan oleh blockchain;
  • Dapat diprogram: Logika DApp beroperasi di Linux, dengan ribuan pilihan komponen perangkat lunak terbuka yang dapat di pasang-pasangkan;
  • Mudah diadopsi: Pengembang/ developer dapat bekerja di lingkungan yang familiar tanpa batasan buatan dan dengan akses ke seluruh perangkat favorit mereka;
  • Desentralisasi: Konsensus dicapai dengan aman tanpa harus menggunakan protokol reputasi, lingkungan eksekusi terpercaya dan server berpusat di cloud;
  • Kerahasiaan: Status DApp dapat dirahasiakan antar peserta aplikasi. 

Pada akhir Juni 2020, Cartesi mengumumkan peluncuran Portal Dokumentasi Pengembangan Perangkat Lunak Descartes atau Descartes SDK Documentation Portal, infrastruktur paling sederhana yang dapat digunakan DApps untuk menjalankan perhitungan yang tidak mungkin atau terlalu mahal untuk dijalankan secara on-chain. Dengan pengembangan perangkat lunak, DApps menjalankan komputasi secara off-chain, pada lingkungan Linux yang lengkap tanpa mengurangi desentralisasi. 

 

Apa Artinya?

  • User dapat mempelajari bagaimana mengembangkan DApp dan membuat user experience yang melampaui kondisi sebagian besar aplikasi blockchain saat ini. 
  • Menggunakan pustaka ‘Zero-Knowledge’ (ZK) yang dikompilasi untuk Linux guna meningkatkan kriptografi off-chain untuk privasi.
  • Memberikan smart access ke sistem file: baca, buka, modifikasi, proses, kompres dan dekompres file, dan lain lain. Semua terdesentralisasi diantara peserta DApp sembari tetap mempertahankan jaminan keamanan Ethereum
  • Memindahkan perhitungan kompleks off-chain dan menghemat biaya GAS.
  • Memproses sejumlah besar data yang disediakan oleh sumber data yang terpercaya dan memiliki reputasi, dengan cara yang sepenuhnya terdesentralisasi diantara para peserta DApp. 
  • Memberikan smart contract kemampuan untuk memverifikasi jika masalah komputasi yang rumit telah dipecahkan dengan tepat. User dapat mengevaluasi jaringan saraf, solusi untuk masalah NP-Complete dan sebagainya. 

Tentang Cartesi

Cartesi didirikan pada tahun 2018 oleh Erick de Moura, Augusto Teixeira, Diego Nehab dan Colin Steil yang saat ini sedang membangun sistem operasi DApps. Cartesi memungkinkan aplikasi terdesentralisasi untuk berjalan dalam lingkungan Linux. Proses yang complex dapat dijalankan off-chain, bebas dari batas komputasi blockchain dan biaya yang sesuai tanpa mengurangi desentralisasi. Cartesi telah menerima pendanaan dari investor terkemuka seperti SNZ, SOSV, Artesian Capital dan baru-baru ini menyelesaikan acara public-sale dengan Binance. Visi dari tim ini adalah untuk membuat pengembangan DApps yang mudah, terukur dan hemat biaya dengan menggabungkan alat yang sudah digunakan oleh para developer

Cartesi Ecosystem Links: 

Telegram – Indonesia       Website      Twitter      Telegram      Discord      GitHub

 

 





Sumber : news.tokocrypto.com

Solana dan Reddit akan Kembangkan Proyek Media Sosial Terdesentralisasi

Solana Ventures dan salah satu pendiri Reddit berinisiatif menggelontorkan dana investasi untuk membiayai proyek media sosial yang terintegrasi dengan blockchain. Total dana yang akan dikeluarkan sebesar $ 100 juta.

Hal tersebut diumumkan pada konferensi Solana Breakpoint tahun ini di Lisbon, Portugal, Selasa, 9 November 2021.

Pendiri Solana Raj Gokal mengatakan, inisiatif tersebut salah satunya didasari oleh dirinya yang sudah muak dengan media sosial tersentralisasi macam Facebook dan Twitter. Ditambah, saat ini Facebook tengah bertransformasi menjadi Meta yang mengadopsi konsep metaverse.

“Bantu saya melakukan itu. Bangun Twitter berikutnya, bangun Facebook berikutnya, bangun Instragam berikutnya. Saya punya hadiah khusus untuk siapa pun yang membantu saya turun dan menghapus akun saya dari layanan terpusat itu,” ujar Gokal.

Baca jugaApa yang Membuat CEO Apple Tertarik pada Cryptocurrency?

Pernyataan Gokal tersebut langsung disambut oleh pendiri Reddit Alexis Ohanian. Ohanian langsung menyatakan bahwa dirinya akan ikut berpartisipasi dalam inisiatif pengemabngan media sosial yang dicita-citakan Gokal.

Media Sosial Terdesentralisasi

Pengumuman ini muncul dalam beberapa minggu setelah perusahaan raksasa Facebook bertransformasi menjadi Meta. Namun, permasalahan utama media sosial tersentralisasi seperti Facebook masih menyisakan masalah, seperti kebocoran data, dan lainnya.

Banyak pihak yang merasa kecewa dengan Facebook meski perusahaan tersebut mencoba menjawab dengan transformasi menjadi Meta.

Baca jugaTwitter: Tim akan Fokus pada Crypto, dApps, NFT dan Teknologi Blockchain

Media sosial terdesentralisasi yang terhubung dengan blockchain melalui web3 memang bukan hal yang baru. Platform seperti Voice yang dbuat oleh perusahaan blockchain block.one sudah menunjukan bagaimana mereka berjalan.

Selain itu, ada lagi seperti Mastodon, Civic, dan lainnya. Meski belum gaung, masa depan media sosial banyak yang menilai akan berbentuk web 3 yang terhubung dengan blockchain dan cryptocurrency.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Penjualan Ripple (XRP) Turun Tajam

Jelajahcoin.com – Perusahaan fintech yang berafiliasi dengan XRP, Ripple, sekali lagi mengurangi penjualan dari kepemilikan besar-besaran token XRP mereka. Kali ini mencapai penjualan kuartalan terendah yang pernah ada.

Menurut laporan baru mereka, kuartal pertama tahun ini melihat penjualan XRP oleh Ripple sebesar $1,75 juta. Angka baru datang setelah perusahaan melaporkan token penjualan sebesar $13 juta pada kuartal keempat 2019. Yang merupakan pengurangan 80% dari kuartal sebelumnya.

Pada Q1 2020, “Ripple melanjutkan jeda penjualan terprogram, dengan hanya berfokus pada penjualan over-the-counter (OTC) untuk membangun utilitas XRP dan likuiditas di wilayah strategis termasuk [Eropa, Timur Tengah dan Afrika] dan Asia,” kata perusahaan.

Baca Juga: XRP Mendekati Posisi Level Terendah Selama 3 Tahun

Tidak jelas apakah penjualan OTC ini termasuk token XRP yang didiskontokan yang telah diakui perusahaan kepada beberapa klien institusi.

Seperti yang diberitakan, Ripple telah bekerja untuk mengurangi penjualan XRP mereka selama beberapa kuartal terakhir. Namun, mengingat pengakuan sebelumnya dari CEO Ripple Brad Garlinghouse bahwa perusahaannya “tidak akan menguntungkan” tanpa menjual XRP.

Baca Juga: Menakar Dominasi Bitcoin dan Menebak Tibanya Altseason

Mungkin ada batasan berapa banyak Ripple, yang memperoleh pendanaan USD 200 juta pada Desember lalu, mampu mengurangi penjualannya . Juga dalam laporan triwulanan, Ripple mengatakan bahwa penggunaan dunia nyata meningkat untuk layanan Likuiditas Berdasarkan Permintaan (ODL) yang menggunakan XRP untuk memfasilitasi transaksi lintas batas.

Menurut perusahaan, nilai dolar AS yang dirahasiakan bertransaksi dengan cara ini meningkat lebih dari 294% pada kuartal pertama dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sebagian berkat kemitraan baru dengan perusahaan pengiriman uang yang berbasis di Inggris Azimo.

Hari ini, XRP diperdagangkan sebagian besar sejalan dengan pasar crypto yang lebih luas. Naik 2% selama 24 jam terakhir ke harga USD 0,223 pada waktu pers. Ini dibandingkan dengan keuntungan 1% untuk bitcoin (BTC) dan 2% untuk ethereum (ETH) selama periode waktu yang sama.





Sumber : news.tokocrypto.com

Token Chiliz Naik 170% Setelah Luncurkan NFT

Peluncuran NFT dalam live game serta diimbangi dengan ekosistem yang tengah berkembang pesat, berhasil mendorong token Chiliz memamerkan harga memukau dengan kenaikan 170%.

Chiliz (CHZ) sendiri merupakan aset kripto popular yang dibuat khusus untuk olahraga dan dunia hiburan.

Menurut data yang dilansir oleh TradingView, sejak mencapai level terendah di harga $0,243 pada 29 September, harga CHZ berhasil keluar dari zona tersebut dan melonjak 170% ke level tertinggi harian dengan harga $0,527.

Pada saat penulisan, token CHZ telah bernilai $0.573

Grafik Harga Token Chiliz

Lantas, mengapa token Chiliz bisa alami perkembangan pesat dan menyelamatkannya dari zona harga yang rendah? Berikut faktor meningkatnya fundamental CHZ.

Meluncurkan NFT dalam Live Game

Inovasi yang mempengaruhi harga Chiliz paling signifikan, dan membuatnya memulai reli saat ini adalah peluncuran NFT dalam live game pertamanya.

NFT tersebut diluncurkan dalam platform yang berlangsung di pertandingan A.C. Milan melawan A.S. Roma.

Cara kerjanya adalah, NFT baru akan dicetak ketika momen-momen penting sedang terjadi dalam pertandingan.

Momen tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wallet dari fan token holders yang melakukan prediksi pertandingan dengan benar.

Setelah Chiliz mengumumkan bagaimana mereke mendistribusikan NFT dengan metode yang baru, pernyataan itu langsung disambut baik oleh pengguna.

Token CHZ langsung alami lonjakan permintaan token yang tak henti-hentinya meningkat, bahkan hingga saat ini.

Baca jugaBos Solana Labs Sebut Koin SOL bukan Ethereum Killer

CHZ Bersama Dukungannya

Alasan lain yang membantu momentum CHZ antara lain, penambahan daftar bursa baru bernama eToro, serta fan token yang berhasil dirilis untuk klub besar seperti São Paulo FC, AC Milan, hingga Manchester City.

Selain itu, Binance juga memungkinkan penggemar mendapatkan token dari tim favorit mereka. Dengan syarat, mereka harus mempertaruhkan Binance Coin (BNB), Binance USD (BUSD), atau bisa juga dengan CH.

Tak lama dari twet tersebut, OKEx mengumumkan bahwa mereka akan ikut mendukung token CHZ. OKEx tertarik dengan bursa eToro yang ada dalam ekosistem.

Baca jugaSolana dan Reddit akan Kembangkan Proyek Media Sosial Terdesentralisasi

Memperluas Ekosistem

Perluasan ekosistem adalah faktor lainnya yang memperkuat fundamental CHZ.

Belum lama ini, Chiliz bersama Socios juga meluncurkan kemitraan dengan Kraft Sports and Entertainment.

Nantinya, National Football League (NFL) New England Patriots and Major League Soccer (MLS), serta New England Revolution akan bergabung dengan ekosistem.

Kemitraan tersebut bertujuan agar protokol memiliki pandangan yang berbeda serta bisa mencakup semua liga olahraga utama.

Menurut data VORTECS™ yang dilansir dari Cointelegraph Markets Pro, Token CHZ mulai mendeteksi prospek bullish sejak 28 Oktober, sebelum kenaikan harga baru-baru ini.

Skor VORTECS™ tersebut sudah mencangkup perbandingan algoritma dari kondisi pasar historis, yang saat ini berasal dari kombinasi sentimen pasar, volume perdagangan, pergerakan harga terkini, serta aktivitas Twitter-nya.

Seperti yang terlihat pada grafik, Skor VORTECS™ untuk CHZ mulai meningkat pada 27 Oktober dan mencapai tertingginya pada 28 Oktober, ketika harganya alami peningkatan sebesar 125% selama dua minggu berikutnya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com