Category Archives: Tokocrypto

Zilliqa Aktifkan Hardfork Mainnet, Adakah Perubahan Harga?

Zilliqa resmi mengaktifkan upgrade hardfork di mainnet pada block 19.486.411, menandai salah satu pembaruan teknis paling signifikan dalam sejarah jaringan tersebut.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Jumat (6/2), upgrade ini menghadirkan kompatibilitas penuh dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) versi Cancun, sekaligus mengimplementasikan protokol jaringan berbasis QUIC untuk meningkatkan kecepatan dan stabilitas komunikasi antar node.

Langkah ini mempertegas ambisi Zilliqa untuk tetap relevan di tengah persaingan ketat blockchain layer-1 (L1), sekaligus memperluas daya tariknya bagi developer dan likuiditas dari ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Kripto Zilliqa Meroket, Ini Analisa Pergerakan Harga ZIL

Apa yang Berubah Lewat Hardfork Ini?

Upgrade hardfork Zilliqa kali ini membawa dua peningkatan utama.

Pertama adalah paritas penuh dengan EVM Cancun, yang memungkinkan smart contract berbasis Solidity berjalan di jaringan Zilliqa tanpa perlu modifikasi besar.

Kedua, adopsi QUIC (Quick UDP Internet Connections) sebagai protokol komunikasi jaringan, menggantikan pendekatan lama yang dinilai kurang optimal untuk kebutuhan blockchain modern.

Dengan EVM Cancun, Zilliqa kini sejajar dengan standar teknis terbaru Ethereum.

Artinya, developer dapat dengan mudah melakukan porting dApps, tooling, dan library yang sudah matang di Ethereum ke Zilliqa, tanpa menghadapi hambatan kompatibilitas.

Sementara itu, QUIC—yang juga digunakan dalam berbagai infrastruktur internet modern—dirancang untuk mengurangi latensi, meningkatkan throughput, dan menjaga stabilitas koneksi, terutama dalam kondisi jaringan yang tidak ideal.

Daya Tarik Baru bagi Developer dan Likuiditas

Pergerakan harga Ziliqa (ZIL/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ziliqa (ZIL/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tim Research Tokocrypto menilai upgrade ini sebagai langkah strategis krusial bagi masa depan Zilliqa.

“Paritas EVM adalah langkah strategis krusial bagi Zilliqa untuk menarik likuiditas dan developer Solidity dari ekosistem Ethereum. Upgrade ini memodernisasi infrastruktur Zilliqa agar tetap relevan dalam kompetisi L1 yang ketat,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Selama beberapa tahun terakhir, ekosistem kripto didominasi oleh blockchain yang EVM-compatible, seperti BNB Chain, Polygon, dan Avalanche.

Dengan masuknya Zilliqa ke kategori ini secara penuh, hambatan masuk bagi developer Ethereum menjadi jauh lebih rendah.

Hal ini membuka peluang munculnya protokol DeFi, NFT, hingga gaming berbasis Web3 di atas jaringan Zilliqa.

Dari sisi likuiditas, kompatibilitas EVM sering kali menjadi prasyarat utama sebelum investor dan proyek besar mempertimbangkan ekspansi ke sebuah chain baru.

QUIC: Fondasi Jaringan yang Lebih Modern

Selain EVM, implementasi QUIC menjadi aspek teknis yang tak kalah penting. Protokol ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan TCP tradisional, terutama dalam hal latency dan packet loss.

Dalam konteks blockchain, hal ini berarti sinkronisasi node yang lebih cepat, propagasi blok yang lebih efisien, serta pengalaman pengguna yang lebih stabil.

Bagi validator dan operator node, jaringan yang lebih responsif juga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko gangguan jaringan.

Dalam jangka panjang, fondasi jaringan yang kuat menjadi elemen penting untuk skalabilitas dan adopsi massal.

Posisi Zilliqa di Tengah Persaingan L1

Upgrade ini juga dapat dibaca sebagai upaya Zilliqa untuk rebranding teknologinya.

Dikenal sebagai pionir sharding sejak awal, Zilliqa sempat kehilangan momentum ketika ekosistem beralih ke EVM-centric development.

Dengan paritas EVM penuh, Zilliqa kini menggabungkan keunggulan arsitektur awalnya dengan standar industri terkini.

Namun, tantangan tetap ada. Keberhasilan upgrade ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada eksekusi ekosistem, seperti insentif developer, kemitraan strategis, dan likuiditas awal.

Baca Juga: Berteknologi Tinggi, Intip Serba-Serbi Zilliqa Coin

Outlook ke Depan

Aktivasi hardfork di mainnet membuka fase baru bagi Zilliqa.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar kemungkinan akan tertuju pada aktivitas developer, jumlah dApps baru, serta integrasi DeFi pasca-upgrade. Jika adopsi berjalan positif, Zilliqa berpotensi memperkuat posisinya sebagai alternatif L1 yang kompetitif dan developer-friendly.

Di tengah pasar kripto yang semakin selektif terhadap fundamental, langkah modernisasi ini bisa menjadi titik balik penting bagi Zilliqa untuk kembali masuk radar investor dan builder.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rainbow Wallet Resmi Luncurkan Token $RNBW, Apa Keunggulannya?

Platform dompet Web3 populer Rainbow Wallet resmi meluncurkan token utilitas dan tata kelola $RNBW melalui mekanisme Token Generation Event (TGE).

Peluncuran ini menandai fase baru dalam evolusi Rainbow, di mana kepemilikan dan arah pengembangan protokol mulai didesentralisasi kepada komunitas pengguna setianya.

Sebagai salah satu dompet non-kustodial paling dikenal di ekosistem Ethereum dan EVM, langkah Rainbow meluncurkan token governance langsung menarik perhatian pasar kripto.

TGE ini dipandang bukan sekadar peluncuran aset baru, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat keterlibatan komunitas dan keberlanjutan ekosistem.

Baca Juga: 3 Altcoin Binance Wallet IDO Ini Curi Perhatian Pasar Kripto

Apa Itu Token $RNBW?

Token $RNBW dirancang sebagai token utilitas sekaligus tata kelola (governance) dalam ekosistem Rainbow Wallet.

Dengan token ini, pengguna dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penting terkait pengembangan fitur, integrasi protokol, hingga arah strategis jangka panjang platform.

Selain fungsi governance, $RNBW juga diproyeksikan memiliki utilitas dalam ekosistem Rainbow, seperti insentif pengguna aktif, potensi diskon layanan tertentu, serta peran dalam program loyalitas berbasis Web3.

Meski detail utilitas lanjutan masih menunggu roadmap resmi, pasar melihat token ini sebagai fondasi ekonomi baru bagi Rainbow Wallet.

TGE dan Distribusi ke Komunitas

Menurut laporan Coinmarketcal pada Jumat (6/2), TGE $RNBW dilakukan dengan pendekatan yang menekankan distribusi kepada pengguna awal dan komunitas loyal, sejalan dengan semangat desentralisasi Web3.

Model ini bertujuan mengurangi dominasi kepemilikan oleh pihak internal atau investor institusional, sekaligus memperkuat sense of ownership di kalangan pengguna.

Namun, seperti yang lazim terjadi pada TGE proyek besar, fase awal perdagangan kerap diwarnai volatilitas tinggi. Tekanan jual dari penerima airdrop—terutama airdrop farmer—menjadi risiko jangka pendek yang perlu diperhatikan trader.

Tim Research Tokocrypto menilai dinamika ini sebagai sesuatu yang wajar.

“TGE dari produk blue-chip seperti Rainbow biasanya menarik volume spekulatif besar. Meskipun tekanan jual awal dari airdrop farmer wajar terjadi, fundamental Rainbow sebagai top-tier wallet memberikan nilai jangka panjang bagi tokennya,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Posisi Rainbow di Ekosistem Web3

Rainbow Wallet selama ini dikenal karena antarmuka ramah pengguna, fokus pada pengalaman mobile-first, serta integrasi mendalam dengan NFT dan DeFi berbasis Ethereum.

Dompet ini sering dianggap sebagai salah satu gateway utama bagi pengguna baru yang masuk ke dunia Web3.

Dengan jutaan unduhan dan reputasi sebagai dompet non-kustodial kelas atas, Rainbow masuk kategori produk blue-chip di sektor wallet.

Peluncuran token $RNBW memperluas peran Rainbow dari sekadar alat penyimpanan aset kripto menjadi sebuah protokol berbasis komunitas.

Dalam konteks industri, langkah ini mengikuti tren besar di mana infrastruktur Web3, seperti wallet, DEX, dan protokol DeFi, mulai mendesentralisasi kepemilikan melalui token governance.

Dampak terhadap Pasar dan Prospek Jangka Panjang

Dalam jangka pendek, $RNBW berpotensi mengalami volatilitas tinggi seiring proses price discovery pasca-TGE.

Volume perdagangan spekulatif biasanya memuncak pada fase awal, diikuti oleh koreksi ketika tekanan jual mereda.

Namun, dari sudut pandang jangka panjang, nilai $RNBW akan sangat bergantung pada:

  • Pertumbuhan pengguna aktif Rainbow Wallet
  • Kejelasan utilitas token dalam ekosistem
  • Partisipasi komunitas dalam governance
  • Kemampuan Rainbow mempertahankan posisinya di tengah persaingan wallet Web3

Jika Rainbow berhasil mengintegrasikan $RNBW secara nyata ke dalam produk dan layanannya, token ini berpotensi menjadi representasi nilai dari salah satu infrastruktur Web3 paling mapan saat ini.

Baca Juga: Apa Itu Bitcoin Rainbow Chart dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Peluncuran token $RNBW melalui TGE menandai langkah strategis Rainbow Wallet dalam mendesentralisasi kepemilikan protokol dan memperkuat keterlibatan komunitas.

Meski tekanan jual awal tidak dapat dihindari, fundamental Rainbow sebagai dompet Web3 papan atas memberikan dasar kuat bagi potensi jangka panjang token ini.

Bagi investor dan pengguna, $RNBW kini menjadi cerminan baru dari bagaimana sebuah wallet Web3 berevolusi menjadi protokol berbasis komunitas yang sepenuhnya terdesentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rungkad! Bitcoin Turun 9% ke $64.000

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali melemah tajam dan diperdagangkan di level $64.499,89 per BTC, mencatat penurunan -8,88% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih kuat, dengan sentimen pasar kripto global berada dalam fase risk-off.

Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Jumat (6/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1.289 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak ke $140,80 miliar, menandakan aktivitas jual-beli yang sangat intens.

Lonjakan volume ini sering kali mencerminkan kepanikan jangka pendek, sekaligus fase distribution setelah reli sebelumnya.

Baca Juga: Binance Mulai Borong Bitcoin Rp15 Triliun, Tahap Pertama Sudah Jalan!

Tekanan Harga BTC dalam Jangka Pendek

Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh level terendah $60.074,20 sebelum mencoba rebound tipis, dengan harga tertinggi harian di $71.802,46.

Fluktuasi lebar ini menegaskan bahwa volatilitas masih sangat tinggi, dan pelaku pasar cenderung berhati-hati.

Secara mingguan, Bitcoin tercatat turun -22,05%, sementara dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai -30,17%. Bahkan dalam horizon 90 hari, BTC sudah terkoreksi hampir -36,92% dari level sebelumnya.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan jual bukan sekadar koreksi teknikal ringan, melainkan bagian dari fase pelemahan tren yang lebih luas.

Faktor yang Membebani Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan tajam harga BTC hari ini tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor utama yang membebani pergerakan Bitcoin:

  1. Sentimen Makro Global
    Ketidakpastian kondisi makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dan arus modal ke aset aman, masih menjadi faktor utama. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
  2. Likuidasi Posisi Leverage
    Penurunan cepat memicu gelombang likuidasi posisi leverage di pasar derivatif. Hal ini mempercepat penurunan harga karena forced selling di bursa futures.
  3. Tekanan Teknis
    Secara teknikal, BTC telah menembus beberapa area support penting. Breakdown ini memicu aksi jual lanjutan dari trader jangka pendek yang mengandalkan level teknikal sebagai acuan.

Struktur Pasar dan Level Kunci BTC

Dari sisi struktur pasar, Bitcoin masih diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Jarak yang cukup dalam dari ATH ini menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi besar.

Level $60.000 kini menjadi area support psikologis yang sangat krusial.

Jika tekanan jual berlanjut dan BTC gagal bertahan di atas area ini, potensi penurunan lanjutan menuju zona support berikutnya terbuka lebar.

Di sisi lain, area $70.000–$72.000 berpotensi menjadi resistance awal.

Selama BTC belum mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, setiap kenaikan harga berisiko hanya menjadi dead cat bounce.

Aktivitas Pasar dan Fundamental Jangka Panjang

Meski harga melemah, pasokan beredar Bitcoin tetap berada di 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Kelangkaan struktural Bitcoin tetap tidak berubah, dan faktor ini masih menjadi pilar fundamental jangka panjang bagi aset ini.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,358 triliun, menegaskan dominasi BTC sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Namun, dalam jangka pendek, faktor fundamental tersebut belum cukup kuat untuk melawan tekanan sentimen dan teknikal.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 7%, Tekanan Jual Dominan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan kuat dengan volatilitas tinggi.

Penurunan hampir 9% dalam sehari menandakan dominasi penjual masih signifikan, meski muncul upaya rebound kecil dalam time frame sangat pendek.

Bagi trader, kondisi ini menuntut manajemen risiko yang ketat dan kewaspadaan terhadap pergerakan ekstrem.

Sementara bagi investor jangka panjang, fase koreksi dalam sering kali dipandang sebagai periode akumulasi bertahap, namun tetap perlu mempertimbangkan kondisi makro dan konfirmasi stabilisasi harga.

Selama Bitcoin belum membentuk struktur pemulihan yang solid, pasar diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan bearish dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Tertekan ke $0,142, Risk-Off Global Jadi Pemicu

Harga Pi Network (PI) kembali melemah signifikan dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Jumat (6/2), Token ini tercatat turun 8,83% ke level $0,142, sejalan dengan tekanan jual besar-besaran yang melanda pasar kripto dan aset keuangan global.

Pergerakan ini menegaskan bahwa penurunan PI bukan fenomena terisolasi, melainkan bagian dari gelombang risk-off yang dipicu faktor makroekonomi.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 7,89% menjadi $2,23 triliun, mencetak level terendah tahunan.

Tekanan ini juga tercermin di pasar tradisional, dengan S&P 500 turun 2,21% dan emas terkoreksi tajam hingga 6,57%, menunjukkan likuidasi lintas aset yang luas.

Baca Juga: Harga Pi Network Tertekan, Support $0,15 Jadi Penentu Arah

Sentimen Risk-Off Makro Membayangi Pasar

Pelemahan Pi Network kali ini sangat berkorelasi dengan kondisi makro global.

Indeks Fear & Greed Crypto Market berada di level 5 (Extreme Fear), menandakan dominasi sentimen ketakutan ekstrem di kalangan investor.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk altcoin.

Pi, sebagai aset yang masih berada dalam fase pengembangan ekosistem dan adopsi, ikut terseret arus likuidasi tersebut.

Korelasi kuat antara pergerakan PI dengan indeks saham dan emas menunjukkan bahwa tekanan saat ini bersifat sistemik, bukan karena kegagalan fundamental internal proyek.

Altcoin Melemah di Tengah Dominasi Bitcoin

Tekanan terhadap PI juga diperparah oleh dinamika rotasi pasar kripto.

Bitcoin dominance bertahan di sekitar 58,2%, sementara Altcoin Season Index berada di level 22, yang secara jelas menunjukkan pasar sedang berada dalam fase Bitcoin Season.

Dalam kondisi dominasi Bitcoin yang tinggi, likuiditas cenderung keluar dari altcoin menuju aset yang dianggap lebih defensif.

Akibatnya, altcoin berkapitalisasi menengah hingga kecil, termasuk Pi Network, mengalami tekanan jual yang lebih besar.

Data perdagangan mendukung hal ini. Volume transaksi PI melonjak 129% menjadi $33,1 juta dalam 24 jam, mengonfirmasi bahwa penurunan harga disertai aktivitas jual yang sangat intens.

Lonjakan volume di tengah penurunan harga biasanya menandakan fase distribusi atau bahkan capitulation, di mana investor melepas aset secara agresif.

Level Teknis Kritis: $0,14 Jadi Penentu Arah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dari sisi teknikal, area $0,14 kini menjadi support krusial bagi PI.

Selama harga mampu bertahan di atas level ini pada penutupan harian, peluang konsolidasi jangka pendek tetap terbuka, dengan potensi pergerakan sideways di rentang $0,14–$0,16.

Namun, jika tekanan pasar berlanjut dan PI menembus support $0,14, risiko penurunan lanjutan menuju level terendah tahunan di sekitar $0,13 semakin besar.

Skenario ini akan semakin mungkin terjadi jika dominasi Bitcoin terus meningkat dan sentimen pasar global belum menunjukkan tanda stabilisasi.

Sebaliknya, pemulihan jangka pendek atau relief bounce dapat terjadi apabila tekanan makro mereda.

Indikator oversold dan tingginya volume jual sering kali menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai mendekati titik kelelahan penjual.

Faktor yang Perlu Dipantau Investor

Dalam waktu dekat, pergerakan Pi Network akan sangat bergantung pada faktor eksternal. Investor disarankan untuk memantau:

  • Stabilisasi pasar tradisional, khususnya pergerakan indeks saham utama.
  • Perubahan Fear & Greed Index, terutama jika mulai keluar dari zona Extreme Fear.
  • Dominasi Bitcoin dan arus likuiditas ke altcoin, sebagai indikasi perubahan selera risiko investor.

Jika Bitcoin menemukan support yang kuat dan tekanan makro mereda, Pi berpeluang membentuk basis harga baru sebelum menentukan arah selanjutnya.

Baca Juga: Harga Pi Network Bangkit Tipis 1,3% Usai Sentuh All-Time Low

Penurunan harga Pi Network ke $0,142 mencerminkan tekanan makro dan sentimen pasar yang sangat negatif, bukan kegagalan fundamental proyek secara spesifik.

Lingkungan risk-off global, dominasi Bitcoin, serta lonjakan volume jual menjadi faktor utama di balik pelemahan ini.

Dalam jangka pendek, level $0,14 menjadi garis pertahanan penting.

Bertahannya harga di atas level tersebut dapat membuka peluang konsolidasi, sementara penembusan ke bawah berisiko membawa PI ke level terendah baru.

Bagi investor dan trader, kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi serta manajemen risiko yang disiplin di tengah volatilitas pasar yang ekstrem.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Bikin BTC Turun Lagi!

Pasar kripto hari ini, Kamis (5/2) mengalami tekanan kuat hari ini, ditandai anjloknya Bitcoin ke level $72.000, level terendah tahun ini, akibat memanasnya tensi geopolitik AS–Iran yang memicu likuidasi lebih dari $800 juta dalam 24 jam.

Meski pasar terkoreksi, sejumlah altcoin seperti KOM, JELLYJELLY, dan ZKP justru mencatat penguatan, menunjukkan adanya spekulasi selektif di tengah volatilitas tinggi. Di sisi lain, Dogecoin diperkirakan belum mendapat dampak signifikan dari wacana misi SpaceX dan masih berisiko melemah di bawah support utama. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Saat Koreksi Pasar Hari Ini

  • KOM melonjak 60% hari ini, capai level harga $0,000181.
  • JELLYJELLY catat kenaikan signifikan 13% sentuh $0,059884.
  • ZKP tumbuh positif 9%, harga kini di level $0,088.

Bitcoin Anjlok ke $72.000 Akibat Gagalnya Perundingan AS-Iran

  • Bitcoin menyentuh level terendah tahunan di angka $72.000.
  • Penurunan dipicu memanasnya tensi AS-Iran pasca negosiasi yang buntu.
  • Likuidasi pasar kripto tembus $800 juta dalam 24 jam.

Undang Teman Dapat Cuan Hadiah Rp50 Juta!

Prediksi Harga Dogecoin Pasca Misi SpaceX 2027

  • Misi SpaceX mungkin tak langsung dongkrak harga Dogecoin.
  • Support utama $0,10, potensi turun lebih lanjut.
  • Tren melemah seiring indikator teknis yang menurun.

Prediksi Ethereum ke $3.000 Usai Peringatan Vitalik Soal Layer-2

  • Harga Ethereum terus merosot pada Kamis (5/2) ini.
  • Vitalik Buterin menilai jaringan Layer-2 mulai usang.
  • Pola inverse head and shoulders sinyalkan pemulihan harga.

Baca juga: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

TAO Bittensor Rontok 13% Sehari! Harga Terjun ke US$160

Harga Bittensor (TAO) kembali mengalami tekanan jual kuat dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data perdagangan terbaru, TAO turun sekitar 12,60% dan kini diperdagangkan di kisaran US$160,73 per koin.

Penurunan tajam ini membuat TAO kembali berada jauh di bawah level psikologis US$200, memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

TAO Terkoreksi Tajam, Volume Perdagangan Tembus US$231 Juta

Meski harga melemah, aktivitas perdagangan TAO masih terpantau tinggi. Volume transaksi TAO dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai sekitar US$231,95 juta.

Sementara itu, kapitalisasi pasar TAO kini berada di kisaran US$1,71 miliar, dengan suplai beredar sekitar 10,65 juta TAO dari total maksimum suplai 21 juta TAO.

Dalam rentang pergerakan harian, TAO sempat menyentuh harga terendah US$158,35 dan tertinggi US$190,52.

TAO Terpuruk 60% dalam 3 Bulan, Jauh dari Rekor ATH

Pergerakan harga Bittensor (TAO/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bittensor (TAO/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Koreksi TAO tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Data historis menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa periode terakhir.

  • Dalam 30 hari terakhir, TAO turun sekitar 44,47%
  • Dalam 60 hari, turun 41,61%
  • Dalam 90 hari, TAO anjlok hingga 60,14%
  • Dalam 7 hari terakhir, harga melemah 26,96%

Penurunan ini membuat TAO semakin jauh dari rekor tertingginya (ATH) di level US$767,68.

Baca juga: TAO Tembus $269! Inilah 5 Token Robotik dengan Harga Tertinggi Hari Ini

TAO Masih Masuk Top 50 Kripto Dunia

Meski terkoreksi tajam, TAO masih berada di jajaran aset kripto besar. Saat ini Bittensor berada di peringkat #38 aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) TAO tercatat sekitar US$3,39 miliar, menandakan proyek ini masih memiliki perhatian besar dari pelaku pasar, khususnya di sektor AI dan decentralized compute.

Komunitas Bittensor Bersiap Bahas Subnet 64 Novelty Space

Di tengah pelemahan harga, Coinmarketcal melaporkan komunitas Bittensor dijadwalkan menggelar sesi diskusi terkait Subnet 64 Novelty Space pada 5 Februari 2026.

Agenda tersebut akan berlangsung melalui X Space dan Discord session pada pukul 22.00 UTC, dengan pembahasan yang mencakup berbagai topik penting seperti:

  • teknologi Chutes serverless AI
  • rencana rollout TEE (Trusted Execution Environment)
  • pengembangan infrastruktur CPU
  • perubahan skema insentif
  • pendapatan (revenue) dan pembaruan lainnya

Sesi ini menjadi perhatian karena isu AI dan decentralized compute masih menjadi narasi kuat di pasar kripto.

Potensi Volatilitas, Namun Belum Ada Kepastian Upgrade Besar

Menurut analisis berbasis AI, pembahasan mengenai serverless AI, TEE, serta infrastruktur CPU berpotensi memicu minat spekulatif terhadap TAO karena Bittensor dikenal sebagai aset dengan pergerakan harga yang agresif (high beta).

Meski demikian, agenda ini masih sebatas sesi diskusi komunitas, bukan pengumuman resmi upgrade protokol. Hingga saat ini belum ada konfirmasi terkait perubahan tokenomics, mekanisme revenue-sharing, maupun pembaruan struktural yang secara langsung meningkatkan nilai TAO.

Dampak terhadap harga TAO diperkirakan masih moderat, kecuali sesi tersebut menghadirkan informasi yang jelas dan bernilai besar bagi ekosistem utama, bukan hanya untuk operator Subnet 64.

Pasar juga berpotensi mengalami volatilitas jangka pendek, termasuk kemungkinan munculnya pola “sell-the-rumor” apabila pelaku pasar mengambil keuntungan setelah hype meningkat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, fitur serverless AI secara signifikan menurunkan hambatan masuk bagi pengembang yang ingin menggunakan jaringan Bittensor. Ini memperkuat narasi utilitas riil $TAO di sektor AI, bukan sekadar aset spekulatif.

Dengan kondisi harga yang sedang tertekan, investor kini menunggu apakah sesi Subnet 64 tersebut akan menjadi pemicu sentimen baru atau hanya memicu lonjakan sesaat di tengah tren turun TAO yang masih berlangsung.

Baca juga: Token Musik Teratas: Pasar Capai Rp3,01 Triliun, Rata-Rata Naik 5,06%


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

GMX Ambrol 9% dalam Sehari! Harga Nyungsep ke US$5,6

Harga token GMX tercatat melemah tajam dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data perdagangan terbaru, GMX turun sekitar 9,24% dan kini diperdagangkan di level US$5,65 per koin.

Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas komunitas GMX yang sedang melakukan voting program insentif untuk mendorong volume perdagangan.

Harga GMX Melemah, Volume Perdagangan Masih Tinggi

Saat ini, GMX memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$58,73 juta, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai US$9,46 juta. Total pasokan beredar tercatat sebesar 10,39 juta GMX, dari total maksimum suplai 13,25 juta GMX.

Dalam rentang 24 jam, GMX bergerak pada kisaran harga terendah US$5,61 dan tertinggi US$6,53.

Jika dibandingkan dengan rekor tertingginya, GMX masih jauh dari all time high (ATH) di level US$90,89.

GMX Ambles Lebih dari 40% dalam 90 Hari

Pergerakan harga GMX (GMX/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga GMX (GMX/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tekanan jual pada GMX tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Dalam periode yang lebih panjang, performa GMX menunjukkan tren pelemahan signifikan.

Berdasarkan data historis:

  • Dalam 30 hari terakhir, harga GMX turun sekitar 34,02%
  • Dalam 60 hari, turun 35,44%
  • Dalam 90 hari, turun hingga 42,09%
  • Dalam 7 hari terakhir, GMX melemah 18,98%

Sementara itu, dalam satu jam terakhir harga GMX juga masih tercatat turun sekitar 1,25%, mengindikasikan volatilitas yang masih tinggi.

Voting DAO GMX Digelar, Bahas Program Insentif Marketing dan Trader

Di sisi lain Coinmarketcal melaporkan komunitas GMX saat ini tengah menggelar voting melalui Snapshot terkait proposal Marketing & Trader Incentive Program. Voting tersebut berlangsung mulai 2 Februari hingga 5 Februari 2026.

Proposal ini merupakan agenda tata kelola (governance) yang bertujuan menghadirkan program insentif baru berupa reward trading bagi pengguna.

Menurut analisis berbasis AI, voting ini tidak termasuk pembaruan protokol besar (hard upgrade), namun dapat memengaruhi aktivitas ekosistem seperti volume perdagangan, pendapatan biaya (fees), hingga potensi yield staking apabila insentif berasal dari treasury atau mekanisme emisi token.

Namun demikian, dampak pasar masih bersifat spekulatif karena detail program dan hasil akhir voting belum dapat dipastikan.

Pelaku pasar diperkirakan akan menunggu keputusan final dan implementasi sebelum bereaksi lebih jauh. Meski begitu, insentif besar berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada harga GMX.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar biasanya merespons positif (“Bullish Vote”) terhadap inisiatif yang menjanjikan peningkatan aktivitas on-chain. Jika disetujui, insentif ini bisa memicu kenaikan fee protokol yang berdampak langsung pada yield staker GMX.

Dengan kondisi harga yang sedang tertekan, keputusan komunitas dalam voting ini dinilai bisa menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar GMX dalam waktu dekat.

Baca juga: Naik 32%, Ini Tiga Faktor Pemicu Lonjakan Harga GMX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XLM Jebol US$0,20! Tapi Data On-Chain Stellar Justru Melonjak

Harga Stellar (XLM) kembali melemah dan tercatat turun di bawah level US$0,20, menghapus seluruh pemulihan harga yang sempat terjadi sepanjang tahun lalu. Meski demikian, sejumlah indikator on-chain menunjukkan aktivitas ekosistem Stellar justru mengalami peningkatan signifikan.

Data terbaru mengindikasikan bahwa meskipun tekanan jual masih kuat, investor tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan jaringan Stellar.

XLM Terkunci di DeFi Stellar Tembus Rekor Baru

Berdasarkan data dari DefiLlama, jumlah XLM yang terkunci dalam protokol DeFi di jaringan Stellar mencapai rekor tertinggi baru pada awal Februari 2026, dengan angka melampaui 900 juta XLM.

Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan harga XLM yang terus bertahan di bawah level support utama tahunan US$0,20.

Meski total value locked (TVL) Stellar dalam denominasi dolar AS saat ini berada di kisaran US$163 juta, lonjakan jumlah XLM yang terkunci dianggap mencerminkan tingginya kepercayaan komunitas serta investor jangka panjang terhadap potensi adopsi Stellar.

Adapun protokol yang menjadi pendorong utama arus modal tersebut adalah Blend, protokol likuiditas yang memungkinkan pengguna menciptakan pasar pinjaman fleksibel, serta Aquarius Stellar, protokol AMM dan lapisan manajemen likuiditas di jaringan Stellar. Kedua protokol ini disebut menyumbang hampir 70% dari total TVL.

Pengguna Aktif Stabil di 60 Ribu Meski Harga Anjlok

Selain itu, data dari Artemis menunjukkan jumlah pengguna aktif mingguan dalam ekosistem Stellar tetap stabil di sekitar 60.000 pengguna dalam beberapa pekan terakhir.

Stabilnya aktivitas pengguna ini terjadi meski harga XLM mengalami penurunan tajam. Tidak terlihat adanya penurunan signifikan pada tingkat partisipasi pengguna.

Dalam catatan historis, kondisi serupa juga sempat terjadi pada akhir 2024 saat XLM jatuh di bawah US$0,10 sebelum kemudian naik hingga US$0,60. Pada periode tersebut, aktivitas pengguna tetap stabil bahkan menunjukkan tren peningkatan.

Namun, rendahnya pertumbuhan pengguna baru saat ini dinilai menjadi salah satu faktor mengapa harga XLM belum mampu pulih.

Baca juga: Stellar Lumens (XLM) Lompat 32%, Akhiri Tren Turun: Sinyal Bullish Baru?

Open Interest Turun, Volatilitas Berpotensi Mereda

Dari sisi pasar derivatif, data Coinglass menunjukkan open interest Stellar turun ke level terendah sejak November 2024. Penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya eksposur leverage di kalangan trader.

Kondisi ini mengindikasikan volatilitas tinggi mulai mereda dan XLM berpotensi memasuki fase pergerakan sideways atau konsolidasi. Dalam banyak kasus, situasi tersebut dapat membuka peluang terbentuknya zona akumulasi baru.

Meski demikian, analis menilai penentuan titik dasar harga dan waktu pemulihan masih sulit diprediksi di tengah tekanan pasar yang berlangsung.

RWA dan Stablecoin Diprediksi Jadi Katalis Utama XLM pada 2026

Sementara itu, potensi pertumbuhan Stellar pada 2026 disebut bisa didorong oleh tren real-world assets (RWA) dan adopsi stablecoin.

Sebuah laporan bulan lalu menyebut nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan Stellar, tidak termasuk stablecoin, telah mencapai US$1 miliar pada awal tahun ini.

Platform analitik kripto Santiment juga melaporkan Stellar masuk dalam empat besar proyek RWA berdasarkan aktivitas pengembangan GitHub sejak awal tahun.

Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penyedia dompet Stellar, Scopuly, menilai XLM bukan sekadar aset spekulatif karena memiliki fungsi fundamental dalam jaringan.

“XLM diperlukan untuk transaksi, operasi akun, dan aktivitas jaringan. Seiring volume RWA meningkat, penggunaan XLM ikut bertumbuh secara fundamental,” ujar Scopuly.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar stablecoin di Stellar masih tergolong kecil, yakni sekitar USDivergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik. Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek.$200 juta. Namun, MoneyGram, perusahaan global layanan remitansi internasional, baru-baru ini menegaskan stabilitas instrumen stablecoin berbasis dolar AS miliknya dan masih melanjutkan uji coba di jaringan Stellar.

Dengan perkembangan tersebut, permintaan terhadap tokenisasi RWA dan stablecoin diperkirakan dapat menjadi pendorong utama akumulasi XLM ke depan, terutama ketika harga sedang tertekan di area rendah saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik.

“Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek,” jelasnya.

Baca juga: Token Portal (PORTAL) Melonjak 23%, Siap Lanjutkan Reli?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Nyaris Koreksi 50%, Tapi Dana Stablecoin Masuk Gila-gilaan!

Arus masuk stablecoin ke bursa kripto tercatat meningkat tajam meski tekanan jual di pasar masih berlangsung kuat. Data terbaru menunjukkan inflow stablecoin kini hampir dua kali lipat, di tengah kondisi Bitcoin (BTC) yang perlahan mendekati potensi koreksi hingga 50% dari all time high (ATH) Oktober.

Kondisi ini memunculkan sinyal baru bahwa minat investor mulai kembali, meskipun pasar belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan data pergerakan inflow stablecoin, pada akhir Desember 2025 rata-rata mingguan arus masuk stablecoin ke exchange (menggunakan 7-day moving average) sempat turun ke level US$51 miliar. Angka tersebut dinilai mencerminkan lemahnya permintaan pasar yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Namun, situasi berubah dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini inflow stablecoin tercatat naik ke US$98 miliar, atau hampir dua kali lipat dibanding akhir Desember.

Level Modal Penting

Dilaporkan CryptoQuant, tidak hanya itu, angka tersebut juga telah menembus rata-rata 90 hari yang berada di level US$89 miliar, memperkuat indikasi bahwa modal baru mulai masuk kembali ke pasar kripto.

Analis menilai peningkatan inflow ini mengindikasikan percepatan penempatan modal (capital deployment) yang dibutuhkan pasar, terutama saat harga aset kripto mengalami tekanan.

Meski demikian, tekanan jual disebut masih terlalu besar untuk sepenuhnya diserap oleh arus dana masuk tersebut. Artinya, kenaikan inflow stablecoin belum cukup kuat untuk langsung membalikkan tren penurunan harga.

Walau begitu, peningkatan inflow tetap dipandang sebagai sinyal positif karena menunjukkan investor mulai tertarik kembali di level koreksi saat ini. Beberapa pelaku pasar bahkan disebut sudah mulai melakukan aksi beli, memanfaatkan momentum penurunan harga atau strategi buy the dip.

Pengamat menilai dinamika ini masih perlu menguat agar mampu mendorong pemulihan pasar secara lebih solid. Namun, peningkatan inflow stablecoin menjadi salah satu indikasi awal bahwa pasar mulai mendapatkan tambahan likuiditas di tengah tekanan koreksi yang berlanjut.

Sementara itu, menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan inflow stablecoin adalah indikator “smart money” yang sedang melakukan deployment modal (“buy the dip”). Ketersediaan likuiditas segar di bursa ini krusial untuk menyerap tekanan jual dan membentuk landasan harga (floor) yang solid.

Baca juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda-tanda kuat memasuki fase bear market. Indikasi ini terlihat dari salah satu metrik penting yang kerap digunakan untuk membaca tekanan pasar secara nyata, yakni Taker Buy/Sell Ratio di Binance.

Pengamat pasar menilai, metrik tersebut sangat relevan terutama saat tren turun, karena mencerminkan aksi langsung pelaku pasar, bukan sekadar ekspektasi.

Dilaporkan CryptoQuant, Binance disebut sebagai acuan utama karena memiliki likuiditas spot dan derivatif tertinggi, serta menjadi pusat aktivitas investor besar, institusi, dan whale. Dengan kondisi itu, banyak pergerakan harga besar Ethereum dinilai lebih sering dipicu dari transaksi di Binance dibanding bursa lain.

Sebaliknya, data taker ratio dari exchange kecil dinilai berpotensi menyesatkan karena volume transaksi yang lebih rendah.

Taker Ratio Ethereum Turun di Bawah 1, Tekanan Jual Dominan

Baca juga: Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

Berdasarkan grafik terbaru, Taker Buy/Sell Ratio Ethereum berada di bawah angka 1, tepatnya sekitar 0,94. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual lebih dominan dalam transaksi market order.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa penjual bertindak agresif dengan langsung mengeksekusi order, sementara pembeli cenderung menunggu di posisi limit order.

Dengan kata lain, aksi jual saat ini terjadi lebih cepat dan lebih kuat dibanding aksi beli.

SMA 30 dan SMA 50 Ikut Menguatkan Sinyal Bearish

Tidak hanya itu, indikator rata-rata bergerak SMA (30) dan SMA (50) untuk jangka pendek dan menengah juga tercatat berada di bawah angka 1.

Ketiadaan breakout tajam ke atas dari indikator tersebut memperkuat kesimpulan bahwa tekanan jual yang terjadi bukan bersifat sementara, melainkan struktural dan berkelanjutan.

Reli ETH Berisiko Jadi “Umpan Jual”

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan kondisi tersebut, analis menilai bahwa meskipun harga Ethereum sempat mengalami kenaikan, reli yang terjadi kemungkinan besar akan langsung dihadang aksi jual.

Hal ini menunjukkan adanya bias tren turun yang jelas, di mana penjualan berlangsung agresif sementara pembelian tetap pasif.

“Ethereum sedang mengalami bear season yang nyata. Setiap kenaikan harga kemungkinan akan menjadi peluang jual bagi pelaku pasar,” tulis pengamat dalam analisisnya.

Tekanan Bearish Diprediksi Bertahan

Melihat data yang ada, tekanan bearish pada Ethereum diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Struktur pasar yang lebih condong ke sisi jual dinilai membuat pemulihan harga ETH tidak akan mudah terjadi dalam waktu dekat.

Untuk memantau kondisi terbaru, investor disarankan memperhatikan grafik rasio taker Binance secara real-time sebagai indikator tekanan pasar yang paling relevan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar ETH menunjukkan karakteristik “bear season” sejati di mana pembeli bersikap pasif (menunggu di limit order) sementara penjual agresif menekan harga. Setiap reli kenaikan kemungkinan besar akan dijadikan momentum exit (sell into strength) hingga struktur pasar berubah.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com