Category Archives: Tokocrypto

Pharos Network Luncurkan Dana $10 Juta, Bidik Sektor DeFi dan RWA

Pharos Network resmi meluncurkan program inkubator bertajuk “Native to Pharos” dengan total pendanaan mencapai $10 juta.

Menurut laporan News.Bitcoin pada Kamis (5/2), program ini didukung oleh firma modal ventura ternama Hack VC dan ditujukan untuk mempercepat pengembangan aplikasi DeFi (Decentralized Finance) serta Real World Assets (RWA) di atas ekosistem blockchain Pharos.

Langkah ini menandai fase penting dalam strategi Pharos untuk membangun ekosistem on-chain yang berkelanjutan, dengan fokus pada utilitas nyata dan adopsi institusional.

Melalui program inkubator ini, Pharos menargetkan tim developer dan startup Web3 yang ingin membangun produk keuangan terdesentralisasi dengan pendekatan berbasis aset dunia nyata.

Baca Juga: XELIS Whitepaper v2.0, Transformasi Blockchain Layer-1 Programmable

Fokus Inkubator: DeFi dan Real World Assets

Program Native to Pharos dirancang sebagai inkubator end-to-end, tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga dukungan teknis, mentorship, hingga akses jaringan investor global.

Fokus utamanya adalah pada dua sektor yang saat ini menjadi narasi besar industri kripto: DeFi generasi baru dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

RWA sendiri tengah menjadi topik panas di pasar kripto karena menjanjikan jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain.

Dengan tokenisasi aset seperti obligasi, properti, atau instrumen keuangan lainnya, RWA dinilai mampu menarik partisipasi institusi yang selama ini menunggu kepastian struktur dan utilitas.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai strategi yang tepat.

“Injeksi modal ini bertujuan untuk bootstrap ekosistem DeFi di atas Pharos. Fokus pada RWA menempatkan Pharos dalam narasi institusional yang sedang tren,” papar Tim Research Tokocrypto.

Peran Hack VC dan Daya Tarik bagi Builder

Keterlibatan Hack VC sebagai mitra pendukung menjadi sinyal kuat bagi kredibilitas program ini. Hack VC dikenal aktif mendanai proyek-proyek blockchain tahap awal dengan pendekatan teknis mendalam dan fokus jangka panjang.

Bagi para builder, inkubator ini membuka peluang untuk mengembangkan aplikasi yang tidak hanya eksperimental, tetapi juga memiliki jalur komersialisasi yang jelas.

Pharos menargetkan proyek-proyek yang “native”, artinya dibangun sejak awal untuk memanfaatkan arsitektur dan karakteristik jaringan Pharos.

Pendekatan ini berbeda dari strategi porting aplikasi dari blockchain lain, karena mendorong inovasi yang benar-benar terintegrasi dengan ekosistem.

Pharos dan Ambisi Menjadi Hub RWA

Peluncuran inkubator ini mempertegas posisi Pharos sebagai blockchain yang ingin mengambil peran signifikan dalam pasar RWA on-chain.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai institusi keuangan global mulai mengeksplorasi tokenisasi aset, namun masih terbatas oleh isu skalabilitas, compliance, dan desain infrastruktur.

Dengan mengarahkan pendanaan ke sektor ini sejak dini, Pharos berupaya membangun “early moat” di tengah persaingan L1 dan L2 yang semakin ketat.

Jika berhasil melahirkan use case RWA yang relevan, Pharos berpotensi menarik likuiditas institusional dan mitra strategis dalam jangka menengah hingga panjang.

Dampak bagi Ekosistem dan Pasar

Dari sisi ekosistem, program inkubator ini berfungsi sebagai katalis awal untuk meningkatkan aktivitas developer, memperkaya aplikasi terdesentralisasi, serta memperluas basis pengguna Pharos.

Dalam konteks pasar, langkah ini juga memperkuat narasi fundamental proyek, terutama di tengah tren investor yang mulai lebih selektif terhadap utilitas nyata dibanding sekadar hype.

Namun, seperti program inkubator lainnya, efektivitas Native to Pharos akan sangat bergantung pada kualitas tim yang terpilih dan eksekusi roadmap ke depan.

Pasar akan mencermati proyek-proyek apa saja yang lahir dari program ini dan seberapa cepat mereka mencapai product-market fit.

Baca Juga: JPMorgan Tancap Gas di Blockchain, JPM Coin Siap Beroperasi

Peluncuran inkubator Native to Pharos senilai $10 juta menandai langkah strategis Pharos Network dalam membangun fondasi ekosistem DeFi dan RWA.

Dengan dukungan Hack VC dan fokus pada narasi institusional, Pharos memposisikan diri sebagai pemain yang serius dalam pengembangan keuangan on-chain berbasis aset dunia nyata.

Bagi investor dan pelaku industri, program ini menjadi sinyal awal bahwa Pharos tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ekosistem aplikasi yang berorientasi pada adopsi jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana

Token GHOST mencatatkan pergerakan harga yang kuat setelah muncul isyarat integrasi baru dengan ekosistem Solana, menyusul kolaborasi strategis dengan platform Moonshot.

Kabar ini dengan cepat memicu optimisme pasar, terutama di kalangan trader spekulatif yang memburu peluang dari token berkapitalisasi kecil dengan potensi ekspansi lintas rantai.

Dalam beberapa jam setelah sinyal tersebut beredar di media sosial kripto, aktivitas perdagangan GHOST meningkat tajam.

Dalam cuitan Whale Insider via X, lonjakan ini menegaskan kembali bagaimana narasi integrasi ke Solana kerap menjadi katalis likuiditas yang signifikan, meskipun detail teknis integrasi belum diumumkan secara resmi oleh tim proyek.

Baca Juga: Charles Hoskinson: Cardano Bukan Ghost Chain!

Kolaborasi Moonshot dan Sinyal Ekspansi Lintas Rantai

Isyarat integrasi GHOST ke Solana pertama kali mencuat setelah kolaborasi dengan Moonshot menjadi sorotan komunitas.

Meskipun belum ada pernyataan teknis mendalam mengenai bentuk integrasi, apakah berupa bridge, deployment token, atau integrasi aplikasi, pasar merespons dengan cepat melalui aksi beli agresif.

Solana saat ini dipandang sebagai salah satu ekosistem blockchain paling aktif, dengan volume transaksi tinggi, biaya rendah, serta komunitas trader yang sangat likuid.

Masuknya sebuah token ke ekosistem Solana sering kali membuka akses ke decentralized exchange (DEX) besar, peluang listing tambahan, serta eksposur ke basis pengguna yang jauh lebih luas.

Tetap Waspada

Tim Research Tokocrypto menilai pergerakan harga GHOST sebagai reaksi pasar yang wajar terhadap narasi ekspansi lintas rantai, namun mengingatkan agar pelaku pasar tidak mengabaikan faktor fundamental.

“Ekspansi lintas rantai ke Solana seringkali menjadi katalis likuiditas bagi token kapitalisasi kecil. Trader harus memantau detail teknis integrasi ini untuk memvalidasi keberlanjutan reli,” ujar tim research Tokocrypto.

Menurut mereka, reli berbasis sentimen seperti ini berpotensi berumur pendek apabila tidak diikuti dengan implementasi teknis yang jelas dan peningkatan utilitas nyata bagi ekosistem GHOST.

Mengapa Integrasi Solana Sangat Berpengaruh?

Solana telah menjelma menjadi pusat aktivitas DeFi, NFT, hingga memecoin, dengan ekosistem yang sangat ramah bagi trader aktif. Integrasi ke Solana sering kali berdampak pada:

  • Peningkatan likuiditas melalui DEX berbasis Solana
  • Volume perdagangan yang lebih besar akibat biaya transaksi rendah
  • Akses komunitas baru yang dikenal agresif secara spekulatif

Bagi token berkapitalisasi kecil seperti GHOST, faktor-faktor tersebut dapat mendorong lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat, terutama saat pasar sedang haus akan narasi baru.

Risiko “Buy the Rumor, Sell the News”

Meski sentimen saat ini cenderung positif, trader tetap perlu mewaspadai pola klasik “buy the rumor, sell the news.”

Tanpa konfirmasi resmi atau roadmap teknis yang jelas, reli harga berpotensi diikuti oleh aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Beberapa aspek penting yang perlu dipantau ke depan antara lain:

  1. Detail teknis integrasi dengan Solana
  2. Keberlanjutan volume perdagangan pasca euforia awal
  3. Perkembangan utilitas dan pengembangan produk GHOST

Apabila integrasi hanya bersifat simbolis atau pemasaran, pasar bisa dengan cepat membalikkan sentimen.

Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

Lonjakan harga token GHOST mencerminkan betapa kuatnya pengaruh narasi integrasi Solana terhadap token berkapitalisasi kecil.

Kolaborasi dengan Moonshot membuka peluang ekspansi lintas rantai yang berpotensi meningkatkan likuiditas dan eksposur pasar.

Namun, keberlanjutan reli ini sangat bergantung pada realisasi teknis dan kejelasan arah pengembangan proyek.

Bagi trader dan investor, fase ini lebih tepat dipandang sebagai momentum spekulatif yang perlu disertai manajemen risiko ketat, sambil menunggu konfirmasi fundamental yang lebih solid dari tim GHOST.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Masuk Pasar Aset Mewah, Berlian $280 Juta Ditokenisasi On-Chain

Adopsi real-world assets (RWA) di industri kripto kembali mencetak tonggak penting.

Ctrl Alt bersama Billiton Diamond resmi mentokenisasi berlian bersertifikat dengan nilai lebih dari $280 juta di Uni Emirat Arab (UAE), menjadikannya salah satu implementasi RWA bernilai tinggi terbesar di sektor aset mewah hingga saat ini.

Sebagaimana dilansir dari Cryptodotnews pada Kamis (4/2), seluruh aset tersebut diamankan menggunakan teknologi kustodi Ripple, menandai ekspansi strategis Ripple di luar use case pembayaran lintas negara.

Langkah ini memperkuat posisi blockchain sebagai infrastruktur baru untuk kepemilikan, pencatatan, dan pengelolaan aset fisik bernilai tinggi secara transparan dan efisien.

Baca Juga: Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

Tokenisasi Berlian: Dari Brankas Fisik ke Blockchain

Dalam skema ini, berlian bersertifikat yang sebelumnya disimpan secara konvensional kini direpresentasikan dalam bentuk token on-chain.

Setiap token mencerminkan kepemilikan atas aset fisik yang diverifikasi, dengan standar kepatuhan dan kustodi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor institusi dan high-net-worth individuals (HNWI).

UAE dipilih sebagai lokasi implementasi karena kerangka regulasinya yang progresif terhadap inovasi aset digital, khususnya di sektor komoditas dan aset mewah.

Negara ini memang tengah memposisikan diri sebagai hub global untuk tokenisasi aset dunia nyata, mulai dari properti hingga komoditas bernilai tinggi seperti emas dan berlian.

Peran Strategis Ripple Custody

Salah satu sorotan utama dari proyek ini adalah penggunaan Ripple Custody sebagai fondasi keamanan aset.

Selama ini, Ripple dikenal luas sebagai penyedia infrastruktur pembayaran berbasis blockchain melalui XRP Ledger (XRPL). Namun, kasus tokenisasi berlian ini menunjukkan ekspansi signifikan ke ranah kustodi aset digital bernilai tinggi.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai validasi penting atas teknologi Ripple.

“Kasus penggunaan RWA bernilai tinggi ini memvalidasi teknologi Ripple Custody di luar sektor pembayaran, memperluas utilitas XRPL ke pasar aset mewah,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dengan kebutuhan keamanan, auditabilitas, dan kepatuhan yang jauh lebih kompleks dibanding aset kripto biasa, keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa XRPL mampu menangani use case institusional di luar remitansi.

Mengapa Tokenisasi Aset Mewah Menarik?

Tokenisasi berlian membawa sejumlah keunggulan struktural yang sulit dicapai oleh sistem tradisional, antara lain:

  • Likuiditas meningkat: Aset yang biasanya sulit diperdagangkan kini bisa dipecah secara digital.
  • Transparansi kepemilikan: Catatan on-chain mengurangi risiko sengketa dan pemalsuan.
  • Efisiensi operasional: Proses settlement lebih cepat tanpa perantara berlapis.

Bagi investor institusional, tokenisasi membuka peluang diversifikasi ke aset alternatif dengan friksi yang jauh lebih rendah.

Dampak bagi Ekosistem XRPL dan RWA Global

Keberhasilan tokenisasi berlian senilai ratusan juta dolar ini memperkuat narasi bahwa RWA adalah fase adopsi kripto berikutnya.

Jika sebelumnya fokus berada pada obligasi, T-bills, atau properti, kini aset mewah mulai masuk radar.

Bagi Ripple dan XRPL, ini berpotensi membuka pasar baru yang bernilai triliunan dolar secara global.

Aset seperti berlian, jam mewah, karya seni, hingga koleksi langka memiliki karakteristik ideal untuk tokenisasi: bernilai tinggi, terbatas, dan membutuhkan verifikasi kuat.

Di sisi lain, keterlibatan Ripple Custody juga meningkatkan daya tarik XRPL bagi lembaga keuangan yang mencari alternatif blockchain selain Ethereum untuk kebutuhan RWA.

Tantangan dan Hal yang Perlu Dipantau

Meski prospeknya menjanjikan, tokenisasi aset mewah tetap menghadapi tantangan, termasuk regulasi lintas yurisdiksi, standar audit dan penilaian aset fisik, serta likuiditas pasar sekunder token RWA.

Keberlanjutan adopsi akan sangat bergantung pada kejelasan regulasi dan minat investor institusional terhadap instrumen baru ini.

Baca Juga: Resmi Kantongi Lisensi UE, Ripple Siap Tancap Gas Kuasai Pasar Eropa

Tokenisasi berlian bersertifikat senilai lebih dari $280 juta oleh Ctrl Alt dan Billiton Diamond menandai lompatan besar dalam adopsi RWA premium di blockchain.

Dengan dukungan Ripple Custody, proyek ini tidak hanya memperluas utilitas XRPL, tetapi juga mempertegas posisi blockchain sebagai fondasi masa depan pasar aset mewah global.

Jika tren ini berlanjut, tokenisasi RWA berpotensi menjadi jembatan utama antara keuangan tradisional dan ekonomi on-chain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Anjlok 7%, Tekanan Jual Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan yang kuat.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (4/2), BTC diperdagangkan di level $71.267, melemah sekitar 7,08% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi tajam ini memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, sekaligus menekan sentimen investor kripto secara luas.

Dengan kapitalisasi pasar turun ke $1,425 triliun dan volume perdagangan 24 jam mencapai $71,86 miliar, volatilitas tinggi menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase distribusi dan reaksi panik jangka pendek.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan penurunan harian sebesar $5.364 atau 7,01%, menjadikannya salah satu sesi koreksi terdalam dalam beberapa minggu terakhir.

Sepanjang sebulan terakhir, BTC telah terkoreksi 24,03%, sementara dalam 90 hari terakhir total penurunan mencapai 30,16% dari level sebelumnya.

Secara teknikal, Bitcoin bergerak di rentang terendah harian $71.163 dan tertinggi $76.730, mengindikasikan tekanan jual agresif yang muncul setiap kali harga mencoba rebound ke area resistensi.

Level Support Kritis di Area US$71 Ribu

Area $71.000–$72.000 kini menjadi support psikologis penting. Penembusan bersih ke bawah zona ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan menuju area $68.000–$65.000, yang secara historis menjadi zona konsolidasi sebelumnya.

Sebaliknya, untuk memulihkan momentum jangka pendek, Bitcoin perlu kembali bertahan di atas $76.000, yang kini berfungsi sebagai resistance utama pasca breakdown.

Tanpa volume beli yang kuat, reli jangka pendek berisiko hanya menjadi technical rebound sementara.

Tren Menengah Masih Bearish

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam perspektif mingguan, Bitcoin sudah terkoreksi 18,97% dalam 7 hari terakhir, menegaskan bahwa tekanan tidak hanya bersifat intraday, tetapi juga struktural.

Harga BTC saat ini berada jauh di bawah rekor tertingginya di $126.198, dengan koreksi lebih dari 40% dari puncak siklus.

Kondisi ini diperparah oleh melemahnya minat risiko di pasar global, di mana investor cenderung melakukan rotasi ke aset likuid dan defensif.

Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan distribusi aktif, bukan akumulasi agresif.

Data Fundamental Tetap Solid, Namun Sentimen Rapuh

Meski harga melemah, fundamental jaringan Bitcoin relatif stabil.

Sirkulasi pasokan mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total maksimum 21 juta BTC, menegaskan kelangkaan struktural yang menjadi nilai inti Bitcoin.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat di $1,495 triliun, menandakan bahwa valuasi jangka panjang BTC masih besar, meski saat ini pasar menghadapi tekanan siklikal.

Namun dalam jangka pendek, faktor sentimen dan likuiditas tetap menjadi penentu utama pergerakan harga, terutama di tengah ketidakpastian makro dan aksi ambil untung dari pelaku pasar besar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

Outlook Harga BTC: Waspada Volatilitas

Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih fluktuatif dengan bias bearish selama harga bertahan di bawah area resistensi utama.

Trader jangka pendek disarankan untuk mencermati reaksi harga di zona support $71 ribu, sementara investor jangka panjang cenderung menunggu stabilisasi sebelum kembali melakukan akumulasi.

Jika tekanan jual mulai mereda dan volume beli meningkat, peluang konsolidasi sehat bisa terbentuk. Namun tanpa katalis positif yang kuat, risiko penurunan lanjutan masih terbuka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Tertekan, Support $0,15 Jadi Penentu Arah

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir, mencerminkan tekanan spesifik aset di tengah kondisi pasar kripto yang masih bergejolak.

Dalam satu hari terakhir, Coinmarketcap mencatat PI turun 3,15%, meski koreksi ini relatif lebih kecil dibandingkan penurunan pasar kripto secara keseluruhan yang mencapai 5,68%.

Namun, pelemahan harian ini memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung lebih lama.

Dalam rentang 30 hari terakhir, harga PI telah anjlok sekitar 26,7%, menandakan tekanan struktural yang belum mereda.

Kombinasi faktor tokenomics, sentimen investor, dan kondisi teknikal kini menjadi beban utama bagi pergerakan harga PI.

Baca Juga: Harga Pi Network Bangkit Tipis 1,3% Usai Sentuh All-Time Low

Tekanan Utama: Unlock Token Februari 2026

Salah satu faktor paling dominan yang membayangi Pi Network adalah unlock token dalam jumlah besar yang dijadwalkan terjadi pada Februari 2026.

Berdasarkan data on-chain dan laporan pasar, lebih dari 193 juta token PI dengan nilai estimasi di atas $31 juta, akan dilepas ke pasar dalam satu bulan tersebut.

Puncak unlock diperkirakan terjadi pada 13 Februari, dengan hampir 24 juta PI masuk ke sirkulasi dalam satu hari.

Secara rata-rata, ini berarti lebih dari 7 juta PI per hari akan menjadi token yang dapat diperdagangkan.

Bagi pasar, kondisi ini menciptakan supply overhang yang signifikan.

Tanpa pertumbuhan permintaan yang sebanding, penambahan pasokan hampir selalu diterjemahkan sebagai tekanan jual.

Tak mengherankan jika pelaku pasar mulai melakukan aksi jual lebih awal untuk mengantisipasi potensi penurunan lanjutan saat unlock benar-benar terjadi.

Aktivitas Wallet Core Team Picu Kekhawatiran

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain isu unlock, perhatian investor juga tertuju pada aktivitas wallet internal Pi Network Core Team.

Data on-chain menunjukkan perpindahan sekitar 500 juta token PI senilai kurang lebih $80 juta antar wallet yang berlabel “PI Foundation”.

Meski tidak ada indikasi bahwa token tersebut langsung dikirim ke bursa, pergerakan dalam jumlah besar oleh pihak internal sering kali memicu kecemasan pasar.

Investor ritel cenderung berspekulasi bahwa token-token tersebut berpotensi dijual di kemudian hari, yang dapat meningkatkan tekanan suplai.

Secara psikologis, kondisi ini memperburuk sentimen yang sudah rapuh. Bahkan tanpa aksi jual nyata, ketidakpastian saja sudah cukup untuk mendorong holder jangka pendek memilih keluar dari posisi mereka.

Struktur Teknikal Masih Rapuh

Dari sisi teknikal, Pi Network masih berada dalam downtrend yang jelas. Harga PI saat ini diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama, termasuk SMA 30 hari di sekitar $0,187.

Ini menandakan bahwa tren menengah masih sepenuhnya dikuasai oleh penjual.

Indikator RSI di level 25,79 menunjukkan kondisi oversold ekstrem.

Namun, pengalaman pasar menunjukkan bahwa RSI rendah tidak otomatis berarti pembalikan arah.

Selama momentum masih negatif dan volume beli belum meningkat signifikan, oversold bisa bertahan lebih lama dari perkiraan.

Zona $0,15–$0,16 kini menjadi support krusial. Jika terjadi penutupan harian di bawah $0,15, risiko breakdown teknikal akan meningkat, membuka peluang penurunan lanjutan menuju area $0,14 atau lebih rendah.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Outlook: Volatilitas Tinggi Masih Mengintai

Secara keseluruhan, tekanan harga Pi Network saat ini berasal dari kombinasi tokenomics inflasioner, sentimen negatif akibat aktivitas internal, dan struktur teknikal yang lemah.

Meski potensi technical bounce selalu ada karena kondisi oversold, reli tanpa katalis fundamental berisiko bersifat sementara.

Bagi investor dan trader, periode menjelang 13 Februari akan menjadi fase krusial untuk memantau data inflow bursa, volume perdagangan, serta reaksi harga di level support utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri

Artikel ini dibuat oleh Tim Research Tokocrypto sebagai bagian dari kajian terhadap Openclaw sesuai dengan perkembangan teknologi AI agent yang mulai memasuki fase baru, tidak lagi sekadar menjadi alat bantu percakapan, tetapi juga mampu mengeksekusi tugas nyata secara mandiri.

Pendahuluan: Dari Chatbot Pasif ke AI Agent Aktif

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kecerdasan buatan didominasi oleh kemunculan chatbot yang mampu menjawab pertanyaan, merangkum informasi, hingga membantu analisis data. Meski terlihat canggih, sebagian besar AI tersebut masih bersifat pasif. AI hanya memberikan respons, sementara keputusan dan eksekusi tetap harus dilakukan secara manual oleh pengguna. OpenClaw hadir membawa pendekatan berbeda. Ia bukan hanya menjawab, tetapi bertindak. OpenClaw dirancang sebagai AI agent yang mampu menjalankan tugas nyata seperti mengelola jadwal, email, hingga aktivitas digital lainnya secara langsung tanpa perlu berpindah platform.

Apa Itu OpenClaw?

OpenClaw merupakan AI agent open-source yang dapat diakses langsung melalui aplikasi chat yang sudah digunakan sehari-hari, seperti WhatsApp dan Telegram. Pengguna tidak perlu mempelajari platform baru atau dashboard tambahan untuk mulai menggunakannya.

Mengapa OpenClaw Berbeda dari AI Asisten Lain

Berbeda dengan AI asisten berbasis SaaS, OpenClaw memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas infrastruktur, data, dan kunci akses. Seluruh proses dan percakapan tetap berada di bawah kendali pengguna, bukan disimpan di server pihak ketiga. Pendekatan ini menjadikan OpenClaw lebih unggul dari sisi privasi, transparansi, dan fleksibilitas penggunaan.

Sejarah Singkat Lahirnya OpenClaw

OpenClaw berawal dari eksperimen bernama Clawd pada November 2025. Nama ini merupakan gabungan dari “Claude” dan capit lobster, namun harus ditinggalkan karena pertimbangan legalitas. Nama Moltbot sempat muncul sebagai alternatif, terinspirasi dari proses pergantian cangkang lobster, tetapi dinilai kurang praktis untuk adopsi jangka panjang.

Seiring kematangan proyek dari sisi teknis dan merek, nama OpenClaw dipilih sebagai identitas final yang mencerminkan sifat open-source, kesiapan teknis, serta pengembangan berbasis komunitas.

Cara Kerja OpenClaw: AI di Cloud, Eksekusi di Tangan Pengguna

Secara arsitektur, OpenClaw menggunakan model AI sebagai “otak” yang berjalan di cloud, sementara seluruh eksekusi tugas dilakukan langsung di hardware milik pengguna. Antarmuka utamanya adalah aplikasi chat, sehingga interaksi terasa natural dan minim hambatan teknis.

OpenClaw juga memiliki memori permanen untuk menyimpan konteks dan preferensi pengguna, serta akses langsung ke sistem nyata seperti file, browser, dan perintah terminal. Dengan kemampuan ini, OpenClaw tidak hanya memberi rekomendasi, tetapi benar-benar melakukan tindakan.

OpenClaw dalam Aktivitas Sehari-hari

Dalam penggunaan praktis, OpenClaw dapat membantu penjadwalan, pengingat, dan riset secara mandiri. Ia mampu menjalankan perintah terminal, mengelola file, memantau proses sistem, serta mengotomasi tugas-tugas berulang. Bahkan, OpenClaw dapat menjalankan workflow berkelanjutan selama berhari-hari sambil memberikan update dan notifikasi saat dibutuhkan.

Instalasi dan Pengaturan OpenClaw

Untuk mulai menggunakan OpenClaw, pengguna cukup membuka terminal atau PowerShell di Windows dan menjalankan perintah instalasi. Proses ini bersifat otomatis dan menyesuaikan dengan sistem pengguna. Setelah terpasang, OpenClaw menyediakan panduan langkah demi langkah untuk memilih mode penggunaan, mengatur akses model AI, serta menghubungkan aplikasi chat seperti Telegram atau WhatsApp. Setelahnya, OpenClaw dapat dijalankan di latar belakang untuk berbagai use case.

OpenClaw untuk Trading dan Aktivitas Crypto

OpenClaw juga dapat dimanfaatkan dalam aktivitas trading dan pemantauan pasar crypto. AI agent ini mampu memantau harga, volume, dan data on-chain secara real-time, lalu mengirimkan alert langsung ke aplikasi chat. OpenClaw juga memungkinkan trading otomatis di DEX dan CEX berdasarkan aturan yang telah ditentukan, serta mendeteksi peluang arbitrase antar exchange atau protokol DeFi untuk dieksekusi secara mandiri.

Ekosistem OpenClaw di Dunia Web3

Dalam ekosistem crypto, OpenClaw mulai berperan sebagai agent otonom. Di sisi infrastruktur, OpenClaw dapat memiliki identitas finansial dan beroperasi langsung di blockchain seperti Bankr dan XMTP. Dalam aspek ekonomi agent, OpenClaw dapat bekerja, menawarkan jasa, dan memperoleh imbalan secara on-chain melalui konsep seperti OpenWork. Sementara di sisi trading dan strategi pasar, OpenClaw dapat berinteraksi langsung dengan protokol seperti DefinitiveFi dan ClawdX.

Kelebihan dan Tantangan Menggunakan OpenClaw

OpenClaw memiliki sejumlah kelebihan, antara lain eksekusi yang cepat dan otomatis, kontrol lokal dengan privasi yang lebih baik, serta fleksibilitas tinggi karena bersifat open-source. Namun, di sisi lain, OpenClaw relatif sulit digunakan oleh pengguna awam, minim antarmuka visual, dan memiliki risiko kesalahan teknis yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

Kesimpulan: OpenClaw dan Masa Depan AI Agent Otonom

Berdasarkan keseluruhan riset, OpenClaw merepresentasikan pergeseran penting dari AI chatbot pasif menuju AI agent aktif yang mampu mengeksekusi tugas nyata secara mandiri. Dengan pendekatan open-source, OpenClaw membuka peluang baru dalam produktivitas, otomasi sistem, hingga aktivitas crypto.

Meski demikian, fleksibilitas dan kekuatannya menuntut tingkat pemahaman teknis yang lebih tinggi. Untuk saat ini, OpenClaw lebih cocok digunakan oleh pengguna menengah hingga advanced yang siap mengelola risiko operasional dan keamanan secara mandiri. Secara keseluruhan, OpenClaw layak dipandang sebagai fondasi awal ekosistem AI agent otonom, khususnya di persimpangan antara AI, Web3, dan crypto.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Masuk Era Transparansi Kripto, DJP Gandeng 117 Negara

Indonesia resmi memperluas jaringan pertukaran data keuangan lintas negara. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan kini dapat bertukar informasi keuangan, termasuk data aset kripto, dengan 117 negara dan yurisdiksi melalui skema Automatic Exchange of Financial Account Information berbasis Common Reporting Standard (AEOI-CRS).

Perluasan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PENG-1/PJ/2026 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto pada 20 Januari 2026. Jumlah yurisdiksi partisipan ini meningkat dibandingkan awal 2025 yang masih berjumlah 115 negara.

“Dengan ini kami umumkan Daftar Yurisdiksi Partisipan AEOI-CRS dan Yurisdiksi Tujuan Pelaporan AEOI-CRS dalam rangka Pertukaran Informasi Rekening Keuangan Secara Otomatis,” demikian kutipan resmi pengumuman DJP.

Perbarui Daftar Pelaporan

Selain bertambahnya yurisdiksi partisipan, DJP juga memperbarui daftar yurisdiksi tujuan pelaporan AEOI-CRS dari sebelumnya 89 menjadi 92 negara dan wilayah. Yurisdiksi tujuan pelaporan merupakan negara yang menjadi rujukan penyampaian data rekening keuangan secara otomatis oleh otoritas pajak Indonesia berdasarkan kesepakatan teknis dan kesiapan sistem.

Dilaporkan Coinvestasi, skema AEOI-CRS merupakan kerangka kerja internasional yang memungkinkan otoritas pajak berbagai negara saling bertukar informasi rekening keuangan secara rutin. Data yang dipertukarkan mencakup saldo rekening, bunga, dividen, hingga hasil penjualan aset finansial milik wajib pajak.

Dengan meluasnya jaringan AEOI-CRS, DJP memiliki akses informasi lintas negara yang lebih komprehensif untuk menguji kepatuhan pelaporan harta dan penghasilan wajib pajak. Mekanisme ini juga bertujuan mempersempit ruang penghindaran pajak melalui penempatan dana dan aset keuangan di luar negeri.

Baca juga: Web3 University Tour 2025 Edukasi Mahasiswa di 8 Kota Indonesia

ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu laksanakan Workshop Perdagangan Aset Kripto, pada tanggal 24 Oktober 2022. Foto: ASPAKRINDO.
ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu laksanakan Workshop Perdagangan Aset Kripto, pada tanggal 24 Oktober 2022. Foto: ASPAKRINDO.

Di dalam negeri, data yang diperoleh melalui AEOI-CRS akan dicocokkan dengan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sebagai bagian dari pendekatan pengawasan berbasis data atau data-driven compliance.

Seiring berlakunya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 108 Tahun 2025, cakupan pertukaran informasi AEOI-CRS tidak lagi terbatas pada rekening perbankan konvensional. Skema ini kini juga mencakup aset kripto, menandai penguatan pengawasan perpajakan terhadap instrumen keuangan digital.

Upaya Pemerintah Sesuaikan Sistem Perpajakan

Langkah tersebut mencerminkan upaya pemerintah menyesuaikan sistem perpajakan dengan perkembangan ekonomi digital, sekaligus memastikan kepemilikan dan transaksi aset kripto berada dalam kerangka kepatuhan pajak yang setara dengan instrumen keuangan lainnya.

Dalam daftar 117 yurisdiksi partisipan AEOI-CRS tercatat sejumlah pusat keuangan global seperti Singapura, Swiss, Hong Kong, Inggris, Uni Emirat Arab, Jepang, Jerman, Prancis, Australia, dan Kanada. Negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam juga termasuk dalam jaringan pertukaran data tersebut.

Melalui perluasan jaringan AEOI-CRS ini, DJP berharap tingkat kepatuhan sukarela wajib pajak dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat basis penerimaan negara di tengah upaya menjaga kesinambungan fiskal dan stabilitas sistem perpajakan nasional.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ini mengakhiri era anonimitas aset kripto di luar negeri bagi wajib pajak Indonesia. Pengawasan kepatuhan pajak akan semakin ketat dan berbasis data lintas negara yang komprehensif.

Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave Resmi Tinggalkan Brand Avara, Fokus Kembali Garap DeFi

Aave Labs resmi menghentikan penggunaan brand payung Avara dan menutup produk Family wallet sebagai bagian dari langkah strategis untuk kembali memfokuskan bisnis pada sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keputusan ini diumumkan di tengah dinamika hubungan yang memanas antara Aave Labs dan Aave DAO terkait kendali atas protokol Aave.

Avara sebelumnya berfungsi sebagai brand induk bagi sejumlah proyek Web3 yang dikembangkan Aave Labs, termasuk protokol media sosial terdesentralisasi Lens dan dompet kripto Family. Namun, Aave Labs menyatakan seluruh produk saat ini dan ke depan — seperti Aave Mobile App, Aave Pro, dan Aave Kit — akan sepenuhnya berada di bawah nama Aave Labs.

“Perubahan ini menyederhanakan struktur brand kami dan memungkinkan fokus penuh pada pembangunan Aave serta pengenalan DeFi kepada jutaan pengguna di seluruh dunia,” tulis Avara melalui akun resmi di platform X.

Fokus AAVE

Baca juga: Aave Terima Otorisasi MiCA untuk Layanan Pembayaran Fiat

Langkah tersebut menandai pergeseran arah Aave Labs yang sebelumnya, melalui rebrand Avara pada 2023, ingin berekspansi ke berbagai vertikal Web3 di luar DeFi. Kini, perusahaan kembali memusatkan perhatian pada protokol pinjam-meminjam Aave, yang saat ini menjadi sistem kredit on-chain terbesar di jaringan Ethereum.

Keputusan ini juga muncul di tengah perdebatan berkepanjangan antara Aave Labs sebagai entitas pengembang awal dan Aave DAO yang dikelola oleh pemegang token AAVE. DAO selama ini mengendalikan kontrak pintar, parameter risiko, serta pendapatan protokol, sementara Aave Labs menguasai aspek off-chain seperti antarmuka resmi aave.com, merek dagang, domain, dan produk yang berhadapan langsung dengan pengguna.

Dilaporkan The Block, ketegangan meningkat pada Desember lalu ketika Aave Labs mengintegrasikan CoW Swap ke situs resmi Aave dan mengalihkan biaya swap yang sebelumnya masuk ke kas DAO ke dompet privat milik Aave Labs. Peristiwa tersebut memicu perdebatan soal siapa yang sebenarnya memiliki dan mengendalikan Aave.

Upaya komunitas DAO untuk mengambil alih kekayaan intelektual dan aset Aave Labs melalui proposal yang dikenal sebagai “poison pill” gagal disahkan dalam voting tata kelola. Meski demikian, pendiri Aave Stani Kulechov kemudian menyatakan keterbukaan untuk membagikan pendapatan non-protokol kepada pemegang token AAVE serta meninjau ulang isu kepemilikan IP dan brand.

Perjalanan Penting AAVE

Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Pada Januari lalu, Aave Labs juga mengumumkan penjualan protokol Lens dan rencana penghentian seluruh proyek terkait Family wallet. “Brand Avara tidak lagi dibutuhkan saat kami total membawa Aave ke masyarakat luas,” ujar Kulechov di X.

Sebelumnya, Aave memperkenalkan versi terbaru aplikasi Aave yang menawarkan produk tabungan dengan imbal hasil hingga 9% serta perlindungan simpanan hingga US$1 juta. Aave juga menyatakan ambisi jangka panjang untuk mendorong aktivitas keuangan on-chain hingga skala triliunan dolar, setelah berakhirnya investigasi regulator AS terhadap perusahaan tersebut.

Di sisi lain, laporan Bloomberg pada Selasa menyebut Kulechov membeli rumah mewah senilai £22 juta di kawasan Notting Hill, London, yang memicu kritik dari sebagian komunitas kripto.

Baca juga: Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Cardano Uji Level US$0,2775, Sinyal Awal Reli 360% ke US$1,35?

Harga Cardano (ADA) kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level teknikal penting yang dalam sejarahnya kerap menjadi titik awal reli besar. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto akibat salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam siklus saat ini.

Pekan lalu, pasar kripto mencatat peristiwa likuidasi terbesar ke-10 sepanjang sejarah, yang mendorong sebagian besar altcoin jatuh ke level terendah siklusnya. Cardano tidak luput dari tekanan tersebut, namun penurunan harga ini justru membawa ADA kembali menguji zona permintaan historis di sekitar US$0,2775, level yang telah bertahan sejak akhir 2023.

Data grafik harian menunjukkan bahwa area tersebut sebelumnya berfungsi sebagai fondasi bagi beberapa bull run utama Cardano. Retest terhadap level ini dinilai signifikan oleh pelaku pasar, terutama investor bermodal besar.

Minat Investor Ritel Kecil

Meski partisipasi investor ritel masih terlihat berhati-hati, data on-chain dan arus order menunjukkan aktivitas yang berbeda dari investor institusional dan whale. Pesanan berukuran besar terpantau terkonsentrasi di sekitar area penurunan harga, mengindikasikan akumulasi alih-alih aksi jual panik.

Dikutip Cryptonews, data CryptoQuant memperlihatkan rata-rata ukuran order spot Cardano meningkat selama periode penurunan, memperkuat dugaan bahwa investor besar memanfaatkan koreksi sebagai peluang beli. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa peristiwa likuidasi tersebut tidak serta-merta menandakan kegagalan struktur harga, melainkan berpotensi menjadi fase pembersihan pasar sebelum pembalikan arah.

Dari sisi teknikal jangka menengah hingga panjang, Cardano masih berada dalam fase konsolidasi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun, membentuk pola descending channel. Upaya breakout sebelumnya sempat gagal, namun akumulasi yang berlanjut menunjukkan bahwa pelaku pasar besar masih mempertahankan pandangan bullish terhadap struktur jangka panjang ADA.

Baca juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!

Pada grafik mingguan, indikator Relative Strength Index (RSI) telah menyentuh area oversold di level 30, yang secara historis sering menandai kelelahan tekanan jual. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan penyempitan momentum yang mengarah pada potensi golden cross, sinyal awal penguatan tren.

Fokus Pasar ADA

Fokus pasar kini tertuju pada level US$0,50, yang menjadi batas atas pola sekaligus bekas area support. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, analis menilai struktur harga Cardano dapat berubah menjadi bullish, membuka peluang kenaikan menuju area US$1,35, atau sekitar 360% dari level saat ini.

Dalam skenario jangka panjang, apabila kondisi makro membaik dan fundamental kembali mendukung, kenaikan tersebut dinilai baru tahap awal. Target lanjutan bahkan diproyeksikan dapat membawa harga ADA mendekati US$2, atau potensi kenaikan hingga 875%.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan bahwa aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dan pergerakan harga dapat berubah secara cepat mengikuti sentimen global dan kondisi likuiditas.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan pertahanan area $0.2775 sangat krusial. Akumulasi smart money di zona ini mengindikasikan keyakinan tinggi terhadap potensi pembalikan arah, menjadikannya area risk-reward menarik.

Baca juga: Pendiri Cardano Optimis! Selig Pimpin CFTC, Apakah Kripto Siap Naik?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Gagal Tembus $2,20, Risiko Turun ke $1,40 Kian Nyata

Aktivitas on-chain XRP menunjukkan pelemahan signifikan di tengah berkurangnya partisipasi investor ritel, memunculkan pertanyaan besar soal masa depan harga aset kripto tersebut. Kondisi ini terjadi meski produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis XRP masih mencatat aliran dana masuk sepanjang Januari.

Berdasarkan data terbaru, jumlah alamat aktif di jaringan XRP Ledger turun drastis ke level terendah sejak Februari tahun lalu. Sepanjang Januari, hanya tercatat sekitar 15.743 akun aktif, mengindikasikan merosotnya aktivitas pengguna ritel maupun permintaan on-chain secara keseluruhan.

Penurunan Kuat XRP

Dilaporkan Cryptonews, penurunan ini diperkuat oleh data velocity XRP yang menunjukkan pergerakan token cenderung fluktuatif tanpa tren kenaikan yang konsisten. Hal tersebut menandakan aktivitas jaringan lebih banyak didorong oleh perdagangan jangka pendek, bukan penggunaan berkelanjutan oleh basis pengguna yang berkembang.

Di sisi lain, data ETF XRP memperlihatkan kondisi yang kontras. Meski arus masuk dana terus terjadi, total arus keluar justru lebih besar sehingga menghasilkan netflow negatif sepanjang Januari. Situasi ini menambah tekanan terhadap sentimen pasar XRP.

Baca juga: XRP Turun di Bawah $1,60, Glassnode Peringatkan Pola Pasar Ini

Dari sisi harga, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran USD 1,60, yang menjadi level support krusial. Harga sebelumnya gagal menembus area resistensi di sekitar USD 2,20 dan kembali bergerak turun dalam pola descending channel yang masih terjaga. Jika level USD 1,60 gagal dipertahankan pada penutupan harian, potensi penurunan lanjutan menuju area USD 1,40 dinilai terbuka.

Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 28, menandakan kondisi oversold. Meski peluang rebound jangka pendek masih terbuka, analis menilai pergerakan tersebut kemungkinan hanya bersifat korektif selama harga belum mampu keluar dari tren turun dan menembus kembali resistensi utama.

Aktivitas On-chain XRP

Sementara itu, open interest XRP tercatat turun ke sekitar USD 2,9 miliar, level terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat dan kepercayaan trader terhadap pergerakan harga XRP dalam waktu dekat.

Hingga aktivitas on-chain kembali stabil dan harga mampu merebut kembali level resistensi yang hilang, penguatan XRP dinilai masih bersifat sementara. Kondisi pasar saat ini lebih mencerminkan fase kapitulasi dibandingkan awal dari pemulihan yang berkelanjutan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, hilangnya partisipasi ritel dan stagnasi on-chain activity adalah sinyal peringatan fundamental (red flag). Tanpa katalis penggunaan nyata, pergerakan harga XRP kemungkinan hanya akan didorong spekulasi jangka pendek.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com