Category Archives: Tokocrypto

Wow, Ternyata Inilah Penyebab NFT Semakin Booming!

Dianggap sebagai metode yang praktis untuk membeli serta menjual karya seni digital merupakan salah satu penyebab NFT booming. Ditambah dengan maraknya beberapa karya seni yang terjual dengan harga yang fantastis serta dengan jumlah yang sangat terbatas membuat NFT semakin ramai diperbincangkan di berbagai kalangan masyarakat.

Sebelum membahas hal yang menyebabkan NFT menjadi populer dan masa depan NFT. Alangkah baiknya untuk mengetahui kepopuleran NFT terlebih dahulu. Yuk, simak informasi lengkapnya di sini!

Kepopuleran NFT di Tahun 2021

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh The Block pada Maret 2021, volume pencarian ‘NFT’ di Google mencapai titik tertinggi sepanjang masa karena jumlah pengguna platform yang mendekati 400 ribu. Pada bulan Mei lalu, NFT kembali menggemparkan dunia. Sebuah karya seni piksel digital terjual seharga 1,7 juta USD, jika dikonversi menjadi rupiah jumlahnya kurang lebih seharga 25 miliar. 

Piksel digital tersebut diberi nama “The Pixel”. Karya seni tersebut hanya terdiri dari satu piksel digital berbentuk persegi. Piksel sendiri dikenal sebagai satuan terkecil dalam gambar digital. Karya seni The Pixel ini merupakan karya dari “Pak” dengan username Twitter @muratpak.

Eric Young, selaku pembeli karya seni yang juga merupakan kolektor barang seni NFT. Membeli karya seni milik “Pak” untuk mengindikasikan bagaimana dirinya ingin dikenang. 

Hal yang Menyebabkan NFT menjadi Semakin Populer

Sebelumnya, NFT pernah berjaya melalui Crypto Kitties pada tahun 2017 lalu. Namun, tahun 2021 adalah awal baru dari NFT yang kelak menjadi sektor bisnis yang besar. Pada tahun 2018 nilai NFT mencapai US $40,96 juta, kemudian menjadi US $338,04 juta pada tahun 2020.

Hal-hal yang menyebabkan NFT menjadi semakin populer di berbagai kalangan masyarakat, yaitu:

 

  • NFT sebagai Tempat Pelelangan Baru 

 

Di tengah pandemi seperti ini, sangat tidak memungkinkan bagi seniman untuk melakukan pelelangan karya di museum. Umumnya seniman mengandalkan galeri untuk menjual karya seninya, namun kehadiran NFT membuat seniman dapat menjualnya langsung ke konsumen, sehingga pelelangan karya seni tetap dapat dilakukan di tengah pandemi.

 

 

Kehadiran selebritis yang melek dengan NFT seperti Mike Shinoda, Lindsay Lohan, hingga kekasih Elon Musk, Grimes yang turut meramaikan acara lelang karya dengan NFT. Membuat animo masyarakat terhadap NFT menjadi semakin ramai.

 

  • Keberhasilan Penjualan Karya Beeple

 

NFT menjadi semakin populer setelah karya dari Beeple yang berjudul Everydays: The First 5000 Day yang dilelang selama dua minggu hingga akhirnya terjual dengan harga 69,3 juta USD pada bulan Maret lalu. Hal tersebut membuat publik terkejut, sehingga Beeple jadi buah bibir dan seni kripto jadi lebih populer lagi setelah itu.

 

  • Kehadiran NFT dalam Sektor Game

 

Belakangan ini, kehadiran game NFT banyak menarik perhatian dari  anak muda. Sebab, pemain tidak hanya menamatkan permainan, namun juga mendapatkan keuntungan melalui reward yang didapatkan dari game tersebut. Hal tersebut menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan gamers.

Kepopuleran NFT juga semakin tinggi setelah New York Stock Exchange pada bulan April lalu menerbitkan enam NFT sebagai penanda melantainya enam perusahaan di bursa saham terbesar dunia tersebut. Enam perusahaan tersebut, yaitu Spotify, Snowflake, Unity, DoorDash, Roblox, dan Coupang,

Masa Depan NFT

Konsep NFT sendiri, memungkinkan untuk melahirkan jenis transaksi baru di masa depan. Di mana pengguna tidak memiliki batasan pada pertukaran moneter, namun dapat menikmati pertukaran aset baik dalam bentuk digital maupun fisik. Secara sederhana, NFT dapat melahirkan generasi perdagangan baru, yaitu perdagangan terdesentralisasi atau D-Commerce.

Menggunakan NFT untuk menghilangkan perantara e-commerce, konsumen dapat menikmati era baru perdagangan peer-to-peer. Hal tersebut merupakan inovasi revolusioner yang dapat diaktifkan oleh NFT yang akan mengembalikan kekuasaan ke tangan konsumen.

Jadi, apakah Anda berminat untuk membeli NFT? sebagai sarana untuk investasi Anda. Atau justru Anda lebih memilih untuk investasi lain? memulai investasi dengan modal yang kecil untuk mendapatkan keuntungan. Anda dapat mulai investasi di Tokocrypto dengan nominal Rp 50.000, lho! Yuk, mulai investasi di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Penegasan Bank Sentral AS: Kami Mencetak Dolar AS Secara Digital

Jerome Powell, Kepala Bank Sentral AS alias The Fed mengatakan di program 60 Minutes, bahwa mereka secara kelembagaan mencetak dolar secara digital, demi menyelamatkan ekonomi AS yang terdampak COVID-19.

Sebenarnya pernyataan bank sentral itu adalah yang kesekian kalinya sejak Maret 2020. Hanya saja pernyataan Powell ini adalah penegasan dan memiliki kaitan erat dengan harapan kenaikan harga bentuk investasi lainnya, seperti emas dan Bitcoin.

“Sebagai bank sentral, kami memiliki kemampuan mencetak/menerbitkan uang dolar AS secara digital. Caranya adalah kami membeli surat utang negara (obligasi) dan sejumlah sekuritas (saham) yang dijamin oleh pemerintah. Dan itu benar-benar menambah jumlah uang dolar AS yang beredar. Kami juga mencetak uang dolar fisik dan mendistribusikannya,” kata Powell.

Disebut sebagai kebijakan moneter, bank sentral memang memiliki kemampuan seperti itu pada kondisi-kondisi mendesak. Dengan menambahkan uang ke dalam ekonomi, diharapkan bisa menstimulus gerak ekonomi yang padam akibat pandemi COVID-19.

Masalahnya adalah, jikalau uang baru itu tidak digunakan secara baik, maka berpotensi menimbulkan inflasi atau malah hiperinflasi.

Ini yang mengakibatkan kemerosotan ekonomi lebih lanjut dan membuat uang tidak memiliki nilai dan harga barang dan jasa menjadi tinggi.

Jika fiat money alias uang yang diterbitkan oleh negara menganut pelonggaran kuantitatif seperti itu, maka Bitcoin berlaku sebaliknya, yakni pengetatan kuantitatif.

Bitcoin secara baku dibuat menjadi langka setiap 210.000 block atau setara 4 tahun sekali, yang disebut Bitcoin Halving.

Sejak 12 Mei 2020 lalu sampai tahun 2024 adalah Bitcoin Halving III, di mana imbalan terhadap penambang berkurang separuh dari 12,5 BTC per block menjadi 6,25 BTC per block. Itu yang sekaligus memperlambat laju pasokan Bitcoin ke dalam pasar melalui penambang, yakni hanya 900 BTC baru setiap hari. Inflasi juga berkurang menjadi 1,8 persen per tahun.

Namun, apakah dalam jangka panjang Bitcoin bisa menjadi raja investasi luar biasa menghadapai uang fiat bahkan emas, tidak seorang pun tahu.

Lagipula Bitcoin belum sanggup kembali ke US$13.000 per BTC seperti pada 2019 lalu, bahkan belum juga pulih melebih US$19 ribu seperti pada Desember 2017. Dalam moment masuk ke Bitcoin Halving pada 12 Mei 2020 lalu saja, Bitcoin enggan masuk ke level US$10ribu.

Pulih Sangat Lama

Di kesempatan yang sama, Powell juga mengatakan bahwa ekonomi bisa pulih pada akhir tahun 201 atau ketika vaksin COVID-19 yang efektif sudah ditemukan.

Namun, Carmen Reinhart dan Kenneth Rogoff, ekonom dari Universitas Harvard mengatakan kepada Bloomberg, pemulihan tidak akan berlangsung secepat itu.

“Memang kita berharap pemulihan berbentuk grafik V, sehingga kehidupan menjadi normal sebelum ada pandemi. Namun, dalam pandangan kami tidak satu pun dari itu yang mungkin benar,” kata Reinhart.

Mengapa? Sebab COVID-19 telah menghancurkan rantai perdagangan dan pasokan produk secara global. Dan itu akan memakan waktu lama bagi perusahaan untuk berbenah, katanya Reinhart.

“Mungkin saja akan terjadi gesekan sosial yang fenomenal dari situasi ini. Pun secara grafik, pemulihan akan terjadi dalam bentuk huruf U, bukan V. Sulit mengatakan kapan AS bisa kembali ke PDB 2019 per kapita. Namun, melihat situasi terkini, kita akan pulih 5 tahun lagi, kata Rogoff. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Andreessen Horowitz: Crypto Adalah “Masa Depan Keuangan”

Adopsi pada kripto kembali hadir dari institusi yang memberikan sentimen positif tambahan untuk mengimbangi sentimen negatif yang terus berdatangan akibat pelarangan penambangan Bitcoin di China dan juga masalah USDT.

Belum lama ini, perusahaan modal ventura besar Andreessen Horowitz, mengumumkan peluncuran Venture Fund crypto baru senilai $ 2,2 miliar pada hari Kamis lalu.

Baca Juga: CEO Celsius: Elon Musk Hanya Turis Di Dunia Crypto

Chris Dixon, Katie Haun, dan Ali Yahya, mitra di tim crypto di Andreessen Horowitz, menjelaskan  produk Fund baru dalam postingan blog berjudul “Crypto Fund III.” Mereka menulis:

“Ukuran dana ini menunjukkan besarnya peluang yang ada di hadapan kita: crypto bukan hanya masa depan keuangan tetapi, seperti halnya internet di masa-masa awal, ini siap untuk mengubah semua aspek kehidupan kita.”

Mereka melanjutkan, “Fund ini memungkinkan kami untuk menemukan generasi berikutnya dari pendiri crypto visioner, dan berinvestasi di bidang crypto yang paling menarik.. Kami berinvestasi di semua tahap, mulai dari proyek tahap awal hingga jaringan tahap selanjutnya yang dikembangkan sepenuhnya.”

Haun mengatakan kepada CNBC bahwa Fund tersebut bukan Hedge Fund tetapi Venture Fund. Dia mengklarifikasi bahwa Fund tersebut akan diinvestasikan dalam token dan protokol serta bisnis.

Fund yang berfokus pada crypto pertama perusahaan diluncurkan tiga tahun lalu selama “Crypto Winter” ketika nilai Bitcoin anjlok sekitar 80% dari level tertinggi sepanjang masa di tahun 2017.

Para mitra merinci lebih lanjut:

“Kami percaya bahwa gelombang inovasi komputasi berikutnya akan didorong oleh crypto. Kami sangat optimis tentang potensi crypto untuk memulihkan kepercayaan dan memungkinkan jenis tata kelola baru di mana komunitas secara kolektif membuat keputusan penting tentang bagaimana jaringan berkembang, perilaku apa yang diizinkan, dan bagaimana manfaat ekonomi didistribusikan.”

Baca Juga: 5 Crypto dengan Kabar Potensial Saat Transisi Bulan Juni ke Bulan Juli

Mereka juga menekankan bahwa Itulah mengapa hari ini mereka dengan senang hati mengumumkan Fund baru senilai  $2,2 miliar untuk terus berinvestasi di jaringan crypto dan para pendiri serta tim pengembang di industri tersebut.

Tentu saja, pandangan dan langkah baru dari perusahaan sekelas Andreessen Horowitz akan menjadi pedoman positif tersendiri bagi masa depan crypto yang akan kita lihat mungkin dalam beberapa bulan, atau tahun kedepan. Kita tunggu saja!



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Crypto dengan Kabar Potensial Saat Transisi Bulan Juni ke Bulan Juli

Pada awal pekan ini nampaknya mayoritas crypto berusaha untuk bergerak naik, membuka harapan baru untuk awal Juli 2021.

Dengan mulai bergerak naiknya Bitcoin (BTC) kemungkinan besar mayoritas Altcoins akan mencoba mengikuti pergerakan tersebut.

Dalam artikel ini akan dituliskan lima crypto dengan kabar potensial yang kemungkinan dapat membawanya bergerak naik bersama dengan Bitcoin pada pekan ini.

1. Cardano (ADA)

Pertama adalah Cardano (ADA) yang pekan ini memiliki beberapa kabar positif yang dapat membawa harganya untuk naik.

Pada pekan ini, Cardano nampaknya akan kembali menjalankan proyek Afrikanya dengan kemungkinan publikasi kelanjutan pada acara Africa Blockchain Week.

Kemungkinan besar dalam acara tersebut, Cardano akan memberikan paparan mengenai rencana lanjutannya dalam membangun ekosistem keuangan terdesentralisasi di Afrika.

Selain kabar tersebut, terdapat kabar positif bahwa saat ini Cardano telah mencapai lebih dari 650.000 alamat dompet staking.

Dengan semakin bertambahnya pihak yang melakukan staking, kemungkinan besar jumlah ADA yang beredar akan semakin langka.

Jika permintaannya terus naik, kemungkinan besar harganya akan terus naik, terutama mengingat Cardano juga menggunakan sistem mekanisme Proof of Stake.

Dari sisi teknikal, saat ini ADA baru saja keluar dari pola segitiga simetris dan kemungkinan dapat membuka jalan untuk harganya bergerak naik lebih tinggi.

Grafik 4 Jam ADAUSD

Kemungkinan besar saat ini ADA akan bergerak turun untuk menguji kembali batas sebelumnya pada sekitar $1.3 atau Rp18.796.

Jika berhasil naik kemungkinan besar target selanjutnya beradap pada $1.4 atau Rp20.242 hingga $1.6 atau Rp23.134.

Namun, jika gagal menjaga batas pengaman pada $1.3 atau Rp18.796, kemungkinan besar ADA akan kembali turun menuju $1.2 atau Rp17.350.

2. Pancakeswap (CAKE)

Berikutnya adalah CAKE yang dikabarkan akan melakukan pembaruan sistem yang cukup signifikan pada pekan ini.

Terdapat kabar bahwa pekan ini akan terjadi migrasi versi Pancakeswap secara resmi dari versi 1 (V1) ke versi 2 (V2) yang membuat tidak lagi didukungnya versi sebelumnya.

Selain itu saat ini juga terdapat beberapa kabar adopsi dan pembaruan sistem yang akan didatangkan bersama banyaknya crypto baru yang masuk ke ekosistem Pancakeswap.

Oleh karena itu, kemungkinan besar akan ada beberapa sentimen positif pada pekan ini yang dapat membuat ketertarikan terhadap CAKE meningkat bersama harganya.

Dari sisi teknikal, saat ini pergerakan CAKE hampir mirip dengan pergerakan ADA karena mayoritas crypto sedang bergerak selaras.

Grafik 4 Jam CAKEUSD

Kemungkinan besar setelah koreksi menuju batas bawah pada $12.7 atau Rp183.627, jika kembali naik,tujuan berikutnya berada pada $13.6 atau Rp196.640 hingga $16 atau Rp231.341.

Namun, jika batas bawah tersebut gagal untuk dijaga dan CAKE terus bergerak turun, kemungkinan besar harganya akan turun menuju $12 atau Rp173.506 hingga $11 atau Rp159.047.

3. Theta Network (THETA)

THETA juga menjadi salah satu crypto yang berpotensi mengalami apresiasi akibat adanya kabar pembaruan jaringan pada akhir Juni 2021.

Dikabarkan bahwa Theta Network akan resmi migrasi ke versi 3.0 yang juga akan memulai proses staking untuk validator, mengingat konsensusnya menggunakan mekanisme Proof of Stake.

Saat ini Bursa Non Fungible Token atau NFT dari THETA yaitu ThetaDrop juga telah mulai beroperasi yang dapat membuat aktivitas transaksi pada Blockchain Theta lebih ramai.

Oleh karena itu, melihat adanya pembaruan jaringan ini dan ekosistemnya yang terus berkembang, kemungkinan besar THETA akan mendapatkan sentimen positif.

Baca Juga: Mengenal TFUEL, Komponen Penting Di Theta Network

Sentimen positif ini juga dapat dirasakan oleh Theta Fuel (TFUEL) yang merupakan crypto utama selain THETA, pada ekosistem Theta Network.

Dari sisi teknikal, dapat dilihat bahwa pergerakannya juga masih terlihat sama dengan crypto yang sebelumnya di analisis.

Grafik 4 Jam THETAUSD

Kemungkinan besar, jika batas bawah pada $6.7 atau Rp96.874 terus terjaga, THETA dapat terus naik menuju $7.3 atau Rp105.549 hingga $8.7 atau Rp125.791.

Namun, jika batas bawah tersebut berhasil di lewati, kemungkinan besar THETA akan terus turun menuju $6.18 atau Rp89.355.

4. Solana (SOL)

Solana menjadi salah satu crypto yang masih terlihat terus bergerak kuat walau terdapat koreksi pasar yang cukup signifikan beberapa hari terakhir.

Walaupun begitu, pergerakannya masih tetap mencerminkan mayoritas pergerakan crypto di pasar saat ini.

Tapi kemungkinan besar akan ada kabar baik yang dapat mendorong harganya untuk naik lebih tinggi dalam pekan ini.

Kabar tersebut adalah kabar mengenai ekosistemnya yang terus berkembang dalam kecepatan yang di atas rata-rata.

Perkembangan ekosistem ini membuat Solana menjadi salah satu blockchain dengan ekosistem terlengkap mulai dari proyek tersentralisasi hingga terdesentralisasi.

Selain itu, Solana juga baru saja menjalankan kerja sama bersama dengan salah satu perusahaan pengelola aset digital.

Kerja sama tersebut bertujuan untuk menerbitkan saham yang telah ditokenisasi dengan sistem free floating atau terbuka untuk diperdagangkan oleh siapa pun.

Oleh karena kabar tersebut, kemungkinan besar Solana dapat naik bersama dengan mayoritas crypto yang sedang berusaha naik.

Dari sisi teknikal saat ini Solana sedang berusaha keluar dari zona segitiga simetris sama seperti beberapa crypto sebelumnya.

Grafik 4 Jam SOLUSD

Saat ini kemungkinan besar jika batas bawah pada $31 atau Rp448.224  terus terjaga, harga dapat terus naik menuju $32.9 atau Rp475.696 hingga $37.5 atau Rp542.206.

Tapi jika batas bawah berhasil dilewati, kemungkinan besar tujuan berikutnya akan berada pada $28.8 atau Rp416.414 hingga $26.7 atau Rp386.051.

Baca Juga: Tertarik Investasi? Inilah Rekomendasi Aset Coin Kripto di 2021!

5. Polygon (MATIC)

Terakhir adalah MATIC yang pekan ini akan mendapat beberapa crypto baru dalam ekosistemnya yang kemungkinan dapat mendorong harganya naik.

Semakin banyak crypto yang masuk ke dalam ekosistemnya, berarto semakin besar volume transaksi yang terjadi pada ekosistemnya.

Beberapa crypto yang dikabarkan akan mulai masuk ke ekosistem MATIC pada pekan ini adalah Auto (AUTO), Xend Finance (XEND), Vox Finance (VOX), dan PhoenixDAO (PHNX).

Selain itu, saat ini Polygon sedang dalam proses untuk meningkatkan efisiensi dalam solusi lapisan keduanya untuk beberapa blockchain termasuk Ethereum.

Dengan beberapa kabar ini, terutama peningkatan efisiensi pada solusi lapisan kedua, kemungkinan besar MATIC akan kembali mendapat ketertarikan yang naik.

Dari sisi teknikal, saat ini MATIC baru saja keluar dari zona descending triangle yang kemungkinan dapat memulai apresiasi baru.

Grafik 4 Jam MATICUSD

Jika batas bawah pada $1.07 atau Rp15.470 terus terjaga, kemungkinan besar MATIC dapat terus naik menuju $1.12 atau Rp16.193 hingga $1.21 atau Rp17.495.

Namun, jika gagal menjaga batas bawahnya saat ini, kemungkinan besar MATIC dapat terus turun menuju $1 atau Rp14.458.

*Disclaimer

Perlu diingat bahwa artikel ini hanya merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan ajakan atau saran untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Bitcoin Cs Memang Bergejolak, Tetapi Tumbuh Baik

Perusahaan modal ventura, Andreessen Horowitz melihat memandang pasar Bitcoin Cs (aset kripto) memang bergejolak, tetapi tumbuh baik dan konsisten dalam beberapa tahun terakhir, berdasarkan empat ukuran utama.

Empat ukuran itu adalah pertumbuhan wacana di masa lalu di media sosial, pengembang (developer) platform blockchain dan aplikasinya, harga dan perusahaan rintisan (startup company). Inilah yang disebut perusahaan sebaga siklus kripto, yang menguntungkan bagi investor di masa depan.

Pernyataan itu dituangkan dalam satu laporan pada 15 Mei 2020 lalu, bahwa siklus aset kripto, memuncak pada 2010, 2013 dan 2017.

Kata mereka, tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) dari 2010 hingga saat ini menunjukkan adanya “ombak”, namun tumbuh konsisten dalam semua ukuran utama itu.

Baca Juga: Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

“Siklus tahun 2017 melahirkan puluhan proyek menarik di berbagai bidang termasuk pembayaran, keuangan, game, infrastruktur dan aplikasi web,” sebut perusahaan.

Andreessen Horowitz mencatat bahwa ide-ide inovatif yang didorong dalam siklus terbaru memiliki potensi untuk menciptakan “siklus kripto keempat”, yang, jika konsisten, dapat melihat peningkatan yang sebanding dalam media sosial, pengembang dan aktivitas startup dan mendorong kenaikan harga Bitcoin.

Baca Juga: Harga Bitcoin dan Emas Melonjak, Setelah The Fed Yakin Ekonomi AS Masih Loyo

“Walapun siklus itu terkesan kacau, namun dalam jangka panjang mereka telah menghasilkan pertumbuhan yang stabil, mulai dari ide-ide baru, coding, proyek dan startup, sebagai penggerak dasar inovasi perangkat lunak. Teknologi dan pengusaha akan terus mendorong aset kripto menjadi lebih baik pada di tahun-tahun mendatang. Kami senang melihat apa yang mereka bangun,” jelas perusahaan.

Andreessen Horowitz memang getol berinvestasi di sejumlah perusahaan terkait teknologi blockchain dan aset kripto. Di antaranya adalah sebagai anggota pendiri Libra Association, yang menggalang proyek blockchain dan aset kripto Libra, yang dikomandoi oleh Facebook.

Selain itu mereka berinvestasi di bursa aset kripto Coinbase, Dapper, Maker dan lain sebagainya. Sejumlah portofolio Andreessen Horowitz lainnya banyak dibeli oleh perusahaan lain, di antara Skype (Micorosoft), Facebook, Github (Microsoft), Instagram (Facebook) dan lain-lain. [Cointelegraph/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Likuiditas Kunci Bagi Kemajuan Pasar Crypto

Dalam dunia cryptocurrency, likuiditas memiliki peranan penting tetapi terkait bagaimana cara mengukur tingkat likuiditas tersebut masih sangat bervariasi.

Di mana, ketika perekonomian sedang dalam keadaan tidak baik, banyak investor dan perusahaan yang telah melakukan evaluasi untuk menimbang-nimbang dampak yang akan ditimbulkan dalam jangka pendek – jangka panjang saat terjadinya ketidakpastiaan ekonomi seperti saat ini.

Sehingga, faktor likuditas sangat penting untuk saat ini di mana banyak investor atau perusahaan sedang membutuhkan sebuah aset yang mudah untuk diperdagangkan untuk memperoleh tambahan dana dalam bentuk uang tunai.

Oleh karena itu, tak jarang banyak investor yang lebih memilih berinvestasi ke jenis intrumen investasi yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, salah satu produk investasi tersebut adalah emas.

Baca Juga: 9 Negara ini Menunjukkan Peningkatan Minat yang Besar pada Cryptocurrency

Hal ini juga menjadi tantangan bagi pasar crypto, karena adanya anggapan bahwa pasar crypto hanya dikuasai oleh segelintir investor saja. Sehingga, tingkat likuditas dalam perdagangan aset crypto menjadi dipertanyakan yang membuat pasar crypto tersebut menjadi tidak sehat.

Hal ini disebabkan hanya volume perdagangannya saja yang tinggi, namun kecepatan transaksi perdagangan untuk jual-beli masih dianggap masih kurang. Hal ini dikarenakan belum seimbangnya antara tingkat permintaan dan penawaran yang terjadi di sebuah cryptocurrency exchange.

Jadi, salah satu faktor yang menjadikan sebuah cryptocurrency exchange itu bisa dianggap sehat adalah ketika pasar crypto tersebut sangat likuid. Di mana, ada banyak penjual dan pembeli yang saling bertransaksi. Hal ini membuat pihak investor mendapatkan hasil keuntungan yang lebih maksimal dengan biaya transaksi yang rendah pula.

Baca Juga: Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

Namun, bila pasar crypto tersebut tidak likuid, pihak investor akan sulit untuk mencetak keuntungan dari transaksi jual-beli aset crypto mereka. Apalagi, biaya transaksi yang dibebankan kepada investor juga terbilang tinggi dibanding pasar crypto yang likuid.

Belum lagi, ada sejumlah cryptocurrency exchange yang tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, yaitu kustodian. Hal ini juga membuat pihak investor yang berasal institusi enggan atau ragu untuk berinvestasi di sana. Karena, mereka harus bertanggung jawab atas dana yang diinvestasikan tersebut.

Sehingga, mereka tahu bahwa uang yang diinvestasikan tersebut memang benar-benar ada. Pasar crypto yang tidak bekerja sama dengan kustodian sulit untuk menciptakan pasar yang likuid, berbeda halnya dengan pasar crypto yang menjalin kerjsama dengan kustodian lebih memiliki tingkat likuiditas yang lebih tinggi.

Walaupun saat ini sudah banyak bermunculan layanan crypto non kustodian, namun tetap saja belum memberikan dampak besar dari sisi peningkatan likuiditas dalam pasar crypto.

Blockchain sebagai teknologi masa depan bagi keuangan di dunia, seperti diketahui mampu mengubah mekanisme perdagangan bursa saham Australia dengan perdagangan yang bisa dilakukan secara real-time bisa menjadi kuncinya.

Namun, hal-hal lain pun perlu juga diperhatikan seperti masalah keamanan bagi pihak investor dan lain sebagainya seperti tidak  mengkesampingkan layanan pihak ketiga (kustodian) untuk menjamin aset investor secara aman.

Sehingga, cryptocurrency exchange mampu menciptakan pasar crypto yang sehat bagi penjual dan pembeli crypto. Tak menutup kemungkinan, di masa depan bursa crypto bisa sebesar bursa-bursa perdagangan aset-aset lainnya seperti forex dan saham.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendiri Penasihat Keuangan: Bitcoin Memiliki Peluang Investasi Tinggi

Ditengah keterpurukan harganya saat ini, Bitcoin (BTC) rupanya masih mendapatkan pandangan positif dari pelaku pasar di industr keuangan dan investasi.

Penasihat keuangan Ric Edelman, pendiri Edelman Financial Engines, belum lama ini telah berbicara tentang investasi Bitcoin dan cryptocurrency dalam sebuah wawancara dengan Yahoo Finance.

Pada saat pers, harga BTC berada di $33.000-an menurut Tradingview.

Baca Juga: Cardano Integrasi dengan Orion, Ini Tujuannya

Edelman menjelaskan bahwa “sebagian besar profesional keuangan,” yang telah lama berkecimpung dalam bisnis dan “sangat sukses, sangat berbakat, dan berpengalaman,” yang kehilangan peluang dari kelas aset baru karena mereka tidak memiliki pemahaman yang baik tentang cryptocurrency, seperti Bitcoin.

“Semakin banyak bakat yang Anda miliki, semakin banyak sebutan profesional, semakin banyak gelar sarjana di bidang ini, semakin sulit untuk memahami Bitcoin.”

Memperhatikan bahwa ia menggunakan “Bitcoin sebagai proxy untuk semua aset digital,” ia juga menekankan betapa pentingnya untuk menyadari bahwa ini adalah kelas aset yang benar-benar baru dan berbeda yang tidak memiliki kesamaan dengan hal lain yang kita kenal seperti saham, obligasi, real estate, minyak, emas, komoditas. Lebih lanjut dia berpendapat:

“Ini benar-benar baru dan berbeda dan ini adalah kelas aset yang benar-benar baru pertama dalam sekitar 150 tahun … Ini memiliki peluang investasi yang luar biasa.”

Mengenai bagaimana seseorang harus berinvestasi dalam Bitcoin, Edelman berkata, “Sudah waktunya untuk turun dari nol.” Dia menekankan: “Kita perlu menyadari bahwa Bitcoin dan aset digital adalah aset yang tidak berkorelasi” dengan investasi tradisional, seperti saham dan obligasi, menjadikannya “tambahan ideal untuk portofolio yang terdiversifikasi … Anda menurunkan risiko sambil memberi diri Anda kesempatan untuk meningkatkan kembali.”

Baca Juga: Bear Atau Bull? Ini Menurut CEO CryptoQuant

Edelman mengakui bahwa harga Bitcoin sangat fluktuatif dan tidak dapat diprediksi.

Mike Novogratz, CEO dari Galaxy Investment Partners, mengatakan bahwa dia tidak takut jika BTC turun ke $25.000.

Bagaimana ia memandang tentu kita tidak sedang membicarakan crypto dan Bitcoin dalam beberapa minggu kedepan, tetapi dalam beberapa bulan bahkan tahun kedepan, karena pandangan jangka panjang dari seorang ahli di bidangnya tentu saja menjadi salah satu tanda bahwa BTC memang memiliki nilai berarti di mata para profesional dan institusi. Masih pusing dengan volatilitas BTC? HODL saja kawan!



Sumber : news.tokocrypto.com

Cardano Integrasi dengan Orion, Ini Tujuannya

Dikabarkan Cardano (ADA) dan Orion Protoccol (ORN) akan melakukan kerja sama untuk memberikan hal baru di dunia crypto.

Nantinya kerja sama ini akan membuat ekosistem Cardano menjadi semakin luas dan akan membuat Orion lebih dikenal di dunia crypto.

Kerja Sama Cardano dan Orion Protoccol

Orion, salah satu proyek Decentralized Finance (DeFi) bersama dengan salah satu Blockchain terbesar di dunia crypto, Cardano, dikabarkan akan melakukan kerja sama.

Pengumuman ini terjadi pada 23 Juni 2021 melalui Twitter resmi kedua belah pihak yang terlihat antusias mendekati kerja sama ini.

Kerja sama ini adalah integrasi terminal trading ke dalam Blockchain Cardano dengan tujuan meningkatkan efisiensi perdagangan crypto.

Orion terminal ini mempermudah pengguna untuk mengakses beberapa platform perdagangan crypto besar hanya melalui satu jalur, yaitu jalur Orion.

Tujuan penciptaan terminal ini adalah untuk menghindari proses pendaftaran yang panjang.

Selain itu tujuannya adalah untuk efisiensi dalam menemukan harga terbaik dari seluruh bursa yang ada.

Jadi Orion ini berperan sebagai aggregator untuk menemukan harga terbaik di seluruh bursa dan membuka banyak bursa namun hanya melalui satu jalur atau satu aplikasi.

Dengan integrasi ke Blockchain Cardano, Orion akan mendapatkan sistem operasional yang lebih efisien dan lebih ramah lingkungan.

Hal ini disebabkan mekanisme Proof of Stake Cardano yang bergerak lebih efisien dan menghabiskan energi listrik yang lebih sedikit.

Baca Juga: Ini Dampak Orion Protocol Perluas Jaringan Crypto ke Avalanche

Kerja sama ini juga akan menguntungkan Blockchain Cardano, akibat akan meningkatkan volume transaksi pada blockchainnya.

Pihak Cardano percaya bahwa kerja sama ini akan membuka jalan untuk perkembangan ekosistem Cardano dan crypto secara menyeluruh kepada masyarakat.

Selain itu, kerja sama ini dianggap sebagai salah satu cara untuk membuktikan bagaimana efisiennya dunia crypto bekerja sehingga dapat menjadi salah satu bukti kemajuan teknologi crypto.

Tujuan Jangka Panjang

Melalui kerja sama ini, Orion memiliki tujuan jangka panjang untuk menggabungkan akses kepada jasa keuangan tradisional dan pasar Non Fungible Token (NFT).

Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan blockchain yang kuat serta efisien dan Cardano menjadi Blockchain yang tepat.

Baca Juga: Apa Itu Burning Coin dan Apa Tujuannya?

Pihak Orion mengatakan bahwa salah satu faktor yang penting dari sebuah Blockchain adalah kemampuan skalabilitas. Dikatakan bahwa,,

“Skalabiltias adalah salah satu aspek yang penting untuk Orion untuk mencapai adopsi yang tinggi, untuk menjadi gerbang utama ke pasar digital. Untuk itu, kami membutuhkan infrastruktur blockchain yang efektif dan efisien. Kami rasa Cardano adalah salah satu blockchain yang memiliki kapasitas sesuai kebutuhan kami, oleh karena itu kerja sama ini menjadi kerja sama yang cocok.”

Jika semua berjalan dengan lancar kerja sama ini dikabarkan akan resmi terjadi pada akhir Tahun 2021.

Kerja sama ini juga akan mendorong nama kedua pihak lebih tinggi, terutama dengan semakin banyaknya transaksi crypto.

Orion akan memberikan solusi yang baik untuk perdagangan crypto yang lebih efisien dan Cardano akan terus maju dalam ekosistemnya sebagai salah satu pesaing kuat Ethereum.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin dan Emas Melonjak, Setelah The Fed Yakin Ekonomi AS Masih Loyo

Bitcoin bergerak mendekati US$10.000, sementara emas mencapai harga tertinggi tujuh tahun setelah Jerome Powell, Kepala Bank Sentral AS (The Fed), mengatakan ekonomi AS masih loyo akibat pandemi COVID-19.

Powell berharap ekonomi bisa pulih pada akhir tahun depan atau setidaknya ketika vaksin yang efektif sudah ditemukan. Sementara itu sejumlah analis mengungkapkan Bitcoin bisa kian popular di kala krisis ekonomi global saat ini.

Bitcoin dan emas naik lebih tinggi pada Senin, setelah Jerome Powell memperingatkan bahwa AS dapat mengalami lebih banyak kesulitan karena pandemi COVID-19.

“Aktivitas ekonomi sangat bergantung pada pertemuan sosial yang lebih besar, termasuk perjalanan dan hiburan. Sektor itu adalah yang paling menderita,” kata Powell dalam wawancara di program 60 Minutes di CBS, Minggu (17 Mei 2020). Program 60 Minutes adalah program televisi popular dan berpengaruh di dunia.

Berita Terkait: PricewaterhouseCoopers (PwC) Terima Pembayaran Pakai Bitcoin

Dia juga menegaskan, bahwa akan sulit bagi masyarakat untuk menjadi konsumen aktif, kecuali jika para peneliti berhasil menemukan dan mengembangkan vaksin yang tepat. Menanti masa itu, maka ekonomi AS akan terus mengalami perlambatan setidaknya hingga akhir 2021.

Tak disangka tak lama setelah wawancara itu, harga Bitcoin mendekati US$10 ribu dari US$9500 menjadi US$9937 per BTC. Pada saat yang sama, harga emas di pasar spot menguat 0,9 persen menjadi US$1.760,14 per troy ons, tertinggi sejak Oktober 2012. Bitcoin belum sempat naik ke US$10 ribu sejak Bitcoin Halving III dimulai pada 12 Mei 2020.

Travis Kling, mantan manajer hedge fund yang sekarang mengelola perusahaan Ikigai berproduk Bitcoin mengatakan, bahwa The Fed sedang melakukan “semua pekerjaan keras” untuk pasar Bitcoin.

“Bitcoin adalah alat mengamankan kekayaan akibat stimulus oleh bank sentral,” katanya di Twitter.

Sementara itu pagi ini, Nemo Qin Analis Senior eToro menyoroti soal tanggapan Elon Musk yang mengomentari pertanyaan JK Rowling, mengapa Bitcoin terlihat solid dibandingkan dolar AS.

“Musk kemudian juga mengungkapkan bahwa ia memiliki 0,25 BTC. Kami hanya bisa berharap untuk melihat lebih banyak pemimpin teknologi dan selebritas masuk ke pasar Bitcoin,” kata Qin.

Qin juga tak memungkiri ada sentimen positif terhadap Bitcoin setelah Bank Sentral pada Minggu, 17 Mei mengatakan ekonomi AS masih lama akan pulih.

“Pada Bitcoin Halving III ini, inflasi Bitcoin turun menjadi 1,8 persen. Maka, potensi lindung nilai Bitcoin terhadap inflasi uang fiat sangatlah besar. Dalam beberapa minggu ke depan, kita mengharapkan Bitcoin untuk menguji lagi resistensi psikologis US$10.000 dan terus bergerak ke samping,” tegas Qin. [Bitcoinist/red]





Sumber : news.tokocrypto.com

Awal halving day, harga bitcoin masih bergerak wajar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Memasuki periode awal halving day, pergerakan harga bitcoin diyakini masih akan stabil pada rentang US$ 8.500 per btc hingga US$ 10.000 per btc. Kondisi tersebut di perkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2020.

Sebagai informasi, halving day merupakan momentum pembatasan pasokan bitcoin yang terjadi setiap empat tahun sekali. Tahun ini, momentum tersebut jatuh di bulan Mei. Pada masa ini, supply bitcoin akan berkurang hingga 50% dan berpotensi mendongkrak harga naik.

Banker dan Dosen Bina Nusantara (Binus) Hugo Prasetyo W mengungkapkan, pergerakan harga bitcoin sepanjang Mei 2020 masih bergerak wajar dan masih dalam tren kenaikan. Hal ini tercermin dari kenaikan harga bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Belum melonjak signifikan di awal halving day, Bitcoin bisa diburu mulai sekarang

Sepanjang Mei 2020 harga bitcoin diketahui sudah menanjak sebanyak 10,02% dari level US$ 8.624 per btc pada 30 April menjadi US$ 9.488 per btc. Sedangkan dalam sepekan terakhir, kenaikan harga bitcoin tercatat sebanyak10,31% dari level 11 Mei yakni US$ 8.601 per btc.

Hugo menjelaskan, sepanjang halving harga bertahan di atas US$ 8.000 per btc. Angka tersebut sudah memenuhi biaya untuk menambang satu bitcoin, sehingga para penambang tidak merugi dan harga bitcoin diharapkan terus di atas itu.

“Ini bukan berarti harganya lesu, karena harga sudah naik dari level US$ 7.000 per btc, dan sekarang stabil di US$ 8.500 per btc hingga US$ 10.000 per btc,” kata Hugo kepada Kontan, Minggu (17/5).

Baca Juga: Tembus US$ 9.000, Pergerakan Bitcoin Sulit Diprediksi Jelang Halving Day

Dengan tren harga tersebut, Hugo memperkirakan pergerakan bitcoin hingga akhir tahun bakal berada di kisaran US$ 14.000 per btc. Hanya saja, potensi tersebut sangat bergantung pada pasokan dan permintaan bitcoin ke depan. “Umumnya, butuh waktu 1 -1,5 tahun setelah halving day, harga bitcoin melonjak tinggi,” ujarnya.

Adapun sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga bitcoin yakni langkah China yang mulai menerapkan yuan digital berbasis crypto. Selain itu, upaya Libra (mata uang crypto) melanjutkan proyeknya untuk penetrasi crypto.

Untuk itu, Hugo menilai belum terlambat bagi investor yang ingin berburu bitcoin saat ini. Adapun level support terkuat berada di US$ 8.500 per btc dan resistance kuat secara harian di US$ 10.000 per btc dan secara mingguan di level US$ 10.500 per btc.

“Jika harga sudah menembus level resistance, maka level resistance selanjutnya bakal menuju level US$ 12.000 per btc,” tandasnya.



Sumber : news.tokocrypto.com