Category Archives: Tokocrypto

Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

Proyek Layer 2 Bitcoin berbasis teknologi Zero-Knowledge (ZK), Citrea, kini secara resmi telah meluncurkan mainnet-nya.

Peluncuran ini sekaligus menandai tonggak penting dalam perkembangan teknologi scaling dan smart contract di jaringan Bitcoin.

Menurut laporan The Block pada Rabu (28/1), pengumuman ini menghadirkan optimisme baru di komunitas kripto karena membawa kemampuan eksekusi aplikasi kompleks, termasuk potensi DeFi, ke Bitcoin tanpa mengorbankan keamanan on-chain yang sudah menjadi fondasi kuat jaringan ini.

Baca Juga: Altcoin Season Melemah, DeFi Muncul Sebagai Penyelamat Harga

Apa Itu Citrea dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Citrea merupakan solusi Layer 2 yang dibangun di atas Bitcoin dengan memanfaatkan teknologi Zero-Knowledge Rollups (ZK-Rollup).

Secara teknis, Citrea memproses transaksi dan smart contract di luar jaringan Bitcoin (off-chain) menggunakan mesin virtual zkEVM, kemudian menghasilkan bukti kriptografis yang disimpan ke chain Bitcoin.

Proses ini memungkinkan throughput transaksi yang jauh lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan tetap mengandalkan keamanan jaringan Bitcoin sebagai anchor terakhir.

Dibandingkan dengan beberapa solusi lain yang bergantung pada mekanisme eksternal atau multi-signature tradisional, Citrea menggunakan Bitcoin secara langsung untuk settlement dan data availability, yang berarti setiap aktivitas Layer 2 dapat diverifikasi melalui data yang tersedia di blockchain Bitcoin.

ctUSD: Stablecoin yang Memperkuat Ekosistem

Bersamaan dengan peluncuran mainnet, Citrea memperkenalkan stablecoin native bernama ctUSD.

Stablecoin ini diterbitkan oleh MoonPay dan didukung infrastruktur oleh M0, dengan cadangan penuh berupa short-term U.S. Treasury bills dan kas.

Keberadaan ctUSD ini berfungsi sebagai jembatan finansial antara aktivitas DeFi di Citrea dan sistem fiat di luar jaringan, memberikan likuiditas yang stabil tanpa harus bergantung pada BTC yang volatile untuk setiap transaksi.

Dengan ctUSD, pengguna dapat melakukan lending, borrowing, maupun fungsi pasar modal lainnya dengan denominasi yang lebih stabil—suatu kebutuhan penting untuk adopsi DeFi yang lebih luas.

Mendukung Aktivitas Finansial Lanjutan di Bitcoin

Tim Research Tokocrypto menjelaskan, peluncuran mainnet Citrea membuka jalan bagi berbagai aplikasi Bitcoin-native seperti BTC-backed lending, structured products, dan aplikasi DeFi lain yang umumnya hanya tersedia di ekosistem lain seperti Ethereum.

Ratusan bitcoin capital yang selama ini “tidur” karena keterbatasan jaringan dasar Bitcoin kini berpeluang dialirkan ke aplikasi produktif di atas Layer 2.

“Peluncuran ini memperkuat narasi BTCFi (Bitcoin DeFi) yang sedang tren. Dengan membawa programabilitas (ZK-Rollup) ke Bitcoin, Citrea membuka jalan bagi aplikasi DeFi kompleks untuk dibangun di atas likuiditas aset terbesar di dunia (BTC), berpotensi menyaingi ekosistem L2 Ethereum,” papar Tim Research Tokocrypto.

Selain itu, Citrea sudah bermitra dengan sejumlah pelaku DeFi dan pasar modal, termasuk Morpho, UltraYield, dan Keyrock, yang mengembangkan infrastruktur bagi produk-produk finansial canggih yang berjalan langsung di atas Bitcoin.

Para pendukung juga melihat peluncuran Citrea sebagai penguat narasi BTCFi (Bitcoin DeFi), di mana Bitcoin tidak hanya berfungsi sebagai store of value (SOV) tetapi juga sebagai jaringan tempat modal dapat dikelola, dipinjamkan, dan diperdagangkan secara on-chain.

Tantangan & Potensi Adopsi

Meski potensi Citrea sangat besar, adopsi nyata masih menghadapi sejumlah tantangan.

Pertama, kehati-hatian developer dan pengguna terhadap keamanan serta pengalaman pengguna sangat penting karena teknologi ZK masih relatif baru di jaringan Bitcoin.

Sertifikasi dan audit sangat diperlukan agar jembatan seperti Clementine bridge serta sistem bukti ZK dapat beroperasi secara aman.

Kedua, meskipun strukturalnya kuat, ekosistem DeFi yang hidup dan dinamis memerlukan network effect.

Artinya, developer perlu terdorong untuk membangun aplikasi, dan pengguna harus merasa nyaman menggunakan sistem baru ini.

Kebijakan jembatan likuiditas dan integrasi dengan dompet serta bursa juga memainkan peran penting dalam adopsi jangka panjang.

Dengan peluncuran mainnet Citrea, Bitcoin mendapatkan momentum baru yang bergerak dari sekadar aset digital untuk disimpan, menuju sistem keuangan programmable yang dapat mendukung aplikasi kompleks secara native.

Hal ini menjadikan Bitcoin bukan hanya digital gold tetapi juga programmable financial infrastructure, yang dapat bersaing di ruang DeFi yang sebelumnya didominasi oleh jaringan lain.

Baca Juga: White Paper ⁠Bitcoin Mejeng di Bursa Efek New York

Peluncuran mainnet Citrea merupakan milestone besar dalam evolusi teknologi Bitcoin.

Dengan menghadirkan ZK-Rollup dan smart contract, serta stablecoin ctUSD, Citrea membuka jalan bagi era baru Bitcoin DeFi yang lebih fungsional dan terprogram tanpa meninggalkan keamanan jaringannya.

Meski masih banyak tantangan, langkah ini menjadi bagian penting menuju masa depan di mana Bitcoin berperan lebih luas dalam sistem keuangan terdesentralisasi global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

DAR Melonjak 8% di Tengah Kabar Delisting Dex-Trade

Bursa kripto Dex-Trade secara resmi mengumumkan akan melakukan delisting token DAR Open Network (D).

Keputusan ini berarti seluruh aktivitas perdagangan untuk token tersebut akan dihentikan di platform Dex-Trade.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Rabu (28/1), Pihak bursa juga menetapkan batas waktu penarikan (withdraw) hingga 28 Januari 2026, sebelum akses terhadap aset ditutup sepenuhnya.

Pengumuman ini langsung menjadi perhatian komunitas kripto, khususnya para holder DAR Open Network, karena delisting bukan hanya sekadar penghapusan pasangan perdagangan, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap likuiditas, aksesibilitas aset, dan persepsi pasar terhadap keberlangsungan proyek.

Baca Juga: ARDR Melonjak 14% Meski Terancam Delisting Binance

Apa Arti Delisting dari Dex-Trade?

Delisting terjadi ketika sebuah bursa memutuskan untuk menghentikan dukungan terhadap suatu aset kripto.

Alasan di balik keputusan ini bisa beragam, mulai dari rendahnya volume perdagangan, minimnya likuiditas, hingga isu kepatuhan, keamanan, atau kelangsungan pengembangan proyek.

Meskipun Dex-Trade tergolong sebagai CEX sekunder, langkah delisting tetap memiliki implikasi penting.

Pergerakan harga Dar Open Network (D/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dar Open Network (D/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Setiap pengurangan jumlah exchange yang mendukung suatu token akan mempersempit akses pasar, mengurangi volume perdagangan, dan berpotensi meningkatkan volatilitas harga.

Terkait pengumuman ini, tim Research Tokocrypto menilai keputusan tersebut sebagai sinyal yang tidak bisa diabaikan oleh investor.

“Delisting dari CEX sekunder seperti Dex-Trade adalah sinyal negatif kuat terkait likuiditas atau kepatuhan proyek. Holder harus segera memindahkan aset ke wallet pribadi atau exchange lain untuk menghindari kehilangan dana permanen,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa risiko terbesar bukan hanya pada pergerakan harga, tetapi pada kehilangan akses terhadap aset jika batas waktu penarikan terlewat.

Krusial bagi Holder

Dex-Trade memberikan waktu hingga 28 Januari 2026 bagi seluruh pengguna untuk menarik token DAR mereka.

Setelah tanggal tersebut, akses terhadap aset di akun Dex-Trade berpotensi ditutup sepenuhnya.

Dalam banyak kasus delisting, aset yang tidak ditarik tepat waktu bisa menjadi sulit atau bahkan mustahil untuk dipulihkan.

Karena itu, holder DAR yang masih menyimpan token di Dex-Trade disarankan untuk segera melakukan langkah mitigasi, antara lain:

  1. Menarik token ke wallet pribadi (non-custodial wallet) untuk memastikan kontrol penuh atas aset.
  2. Memindahkan aset ke exchange lain yang masih mendukung perdagangan DAR Open Network.
  3. Memantau pengumuman lanjutan dari Dex-Trade maupun tim DAR terkait perubahan kebijakan atau dukungan platform lain.

Menunda penarikan di tengah situasi delisting meningkatkan risiko teknis dan administratif yang dapat merugikan pengguna.

Dampak terhadap Likuiditas dan Kepercayaan Pasar

Delisting hampir selalu diikuti oleh penurunan likuiditas.

Ketika satu platform menghapus token, jumlah order book dan jalur keluar-masuk pasar menjadi lebih sempit.

Ini dapat menyebabkan spread harga melebar, volatilitas meningkat, dan kesulitan bagi holder untuk menjual atau menukar aset mereka dengan harga yang wajar.

Selain itu, secara psikologis, delisting sering dipersepsikan pasar sebagai indikator masalah internal proyek, meskipun tidak selalu demikian.

Bagi investor baru, pengurangan jumlah exchange yang mendukung sebuah token dapat menurunkan tingkat kepercayaan dan minat.

Jika delisting berlanjut di platform lain, tekanan terhadap harga dan adopsi token berpotensi semakin besar.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Selanjutnya?

Bagi holder DAR Open Network, fase ini seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali eksposur risiko. Investor disarankan untuk:

  • Mengikuti komunikasi resmi tim DAR Open Network, untuk mengetahui apakah ada klarifikasi, rencana restrukturisasi, atau upaya relisting di exchange lain.
  • Memantau likuiditas global DAR, bukan hanya di satu bursa.
  • Menilai ulang fundamental proyek, termasuk aktivitas pengembangan, kemitraan, dan roadmap.

Delisting tidak selalu berarti proyek akan gagal, tetapi dalam banyak kasus, ini adalah peringatan dini bahwa ekosistem token sedang menghadapi tantangan signifikan.

Baca Juga:Pi Network Resmi Luncurkan Open Network

Keputusan Dex-Trade untuk mendelisting DAR Open Network (D) merupakan sinyal penting bagi pasar. Dengan tenggat waktu penarikan hingga 28 Januari 2026, langkah paling rasional bagi holder adalah segera mengamankan aset mereka.

Di tengah industri kripto yang bergerak cepat, respons cepat terhadap pengumuman seperti ini dapat menjadi pembeda antara perlindungan aset dan potensi kerugian permanen.

Bagi investor, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa manajemen risiko tidak hanya soal harga, tetapi juga soal akses, likuiditas, dan keberlanjutan infrastruktur tempat aset disimpan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Relatif Stabil di $0,1734: Tenang di Permukaan?

Harga Pi Network (PI) kembali menjadi sorotan di pasar kripto.

Berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap pada Rabu (28/1), harga PI hari ini tercatat di level $0,1734, mengalami kenaikan tipis 0,23% dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa PI masih berada dalam fase konsolidasi, dengan minat pasar yang relatif stabil di tengah kondisi industri kripto yang dinamis.

Meski belum menunjukkan lonjakan tajam, sejumlah indikator penting, mulai dari kapitalisasi pasar hingga rasio volume perdagangan untuk memberikan gambaran menarik tentang posisi Pi Network saat ini di ekosistem aset digital.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis 0,33%, Market Cap Tembus $1,45 Miliar

Market Cap $1,45 Miliar: PI Masih Relevan di Peta Kripto

Saat ini, kapitalisasi pasar Pi Network mencapai $1,45 miliar, naik sekitar 0,19%.

Angka ini menempatkan PI dalam jajaran proyek kripto menengah yang sudah memiliki basis komunitas besar dan ekosistem yang terus berkembang.

Market cap di atas $1 miliar umumnya mencerminkan dua hal: pertama, aset tersebut memiliki likuiditas yang cukup untuk diperdagangkan; kedua, ada tingkat kepercayaan pasar yang relatif terjaga.

Bagi investor, kapitalisasi pasar ini menunjukkan bahwa PI bukan lagi sekadar proyek eksperimental, melainkan sudah menjadi aset kripto yang secara serius dipantau pergerakannya.

Volume Perdagangan $10,55 Juta: Aktivitas Pasar Masih Hidup

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan PI tercatat sebesar $10,55 juta, melonjak 17,83%. Kenaikan volume ini penting, karena sering kali menjadi sinyal awal meningkatnya atensi trader.

Rasio Volume terhadap Market Cap (Vol/Mkt Cap) sebesar 0,7276% mengindikasikan tingkat perputaran yang masih tergolong moderat. Artinya, meskipun PI aktif diperdagangkan, belum terjadi euforia besar-besaran.

Kondisi seperti ini biasanya mencerminkan fase “wait and see”, di mana pelaku pasar menunggu katalis berikutnya, baik dari sisi pengembangan jaringan, adopsi aplikasi, maupun keputusan strategis dari ekosistem Pi Network.

FDV $17,34 Miliar dan Isu Tokenomics

Salah satu data paling krusial adalah Fully Diluted Valuation (FDV) PI yang mencapai $17,34 miliar.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan market cap saat ini, karena total supply PI mencapai 100 miliar koin, sementara jumlah yang beredar baru sekitar 8,38 miliar PI.

Perbedaan besar antara market cap dan FDV menunjukkan bahwa masih ada pasokan token dalam jumlah signifikan yang berpotensi masuk ke pasar di masa depan.

Bagi investor, ini adalah faktor penting yang perlu diperhatikan, karena pelepasan token baru dapat memengaruhi harga jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan utilitas dan permintaan.

Dengan kata lain, masa depan harga PI sangat bergantung pada bagaimana Pi Network mengelola distribusi token, mendorong adopsi, dan memperluas use case di dunia nyata.

Harga di level $0,1734 dengan suplai beredar 8,38% dari total maksimum mencerminkan bahwa PI masih berada pada fase awal siklus ekonominya.

Jika ekosistem berkembang pesat, misalnya melalui peningkatan jumlah aplikasi, integrasi pembayaran, atau ekspansi komunitas global, maka permintaan berpotensi meningkat dan membantu menyerap suplai baru.

Namun, investor juga perlu mencermati risiko. FDV yang tinggi berarti ekspektasi pasar terhadap masa depan PI juga besar.

Tanpa pertumbuhan fundamental yang sepadan, tekanan suplai bisa menjadi tantangan jangka menengah.

Prospek Pi Network

Pi Network dikenal sebagai proyek yang mengusung konsep mining berbasis mobile dan komunitas masif. Keunggulan ini membuat PI memiliki basis pengguna yang unik dibanding banyak kripto lain.

Jika jaringan mampu mengonversi komunitas tersebut menjadi ekosistem ekonomi aktif dengan transaksi riil dan utilitas yang jelas, maka valuasi saat ini bisa menjadi pijakan penting menuju fase pertumbuhan berikutnya.

Untuk saat ini, pergerakan harga yang relatif stabil, disertai kenaikan volume, menunjukkan bahwa PI masih berada dalam radar pasar.

Investor dan pengamat kripto disarankan untuk tidak hanya memantau grafik harga, tetapi juga perkembangan fundamental, kebijakan token, dan ekspansi use case Pi Network.

Baca Juga: Pi Network (PI) Ambles 3,35% Hari Ini, Jutaan Token Baru Tekan Harga

Dengan harga $0,1734, market cap $1,45 miliar, dan volume harian $10,55 juta, Pi Network berada pada fase krusial.

Stabilitas jangka pendek berpadu dengan potensi jangka panjang, namun juga disertai tantangan besar dari sisi suplai.

Bagi pasar, PI saat ini adalah aset yang layak dipantau secara serius, terutama menjelang perkembangan berikutnya dari ekosistemnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan $88.000, Pasar Cari Arah

Pergerakan Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan fase konsolidasi yang cukup jelas.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin tercatat di level $88.944,46 per BTC, menguat tipis sekitar +0,46% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan minor ini memberi napas sementara bagi pasar setelah periode volatilitas tinggi, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan tren jangka menengah yang masih cenderung melemah.

Dalam beberapa jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang yang relatif lebar, dengan level terendah di $87.228 dan tertinggi di $89.427.

Rentang ini menegaskan bahwa minat transaksi masih tinggi, tetapi kekuatan beli dan jual terlihat seimbang.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

Kapitalisasi Pasar Tetap Dominan, Aktivitas Perdagangan Masih Tinggi

Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi Bitcoin kini berada di kisaran $1,77 triliun hingga $1,78 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dunia.

Dengan suplai beredar sekitar 19,98 juta BTC, atau 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, kelangkaan struktural Bitcoin terus menjadi salah satu faktor utama yang menopang valuasinya.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar $38,27 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap padat.

Volume yang besar di tengah pergerakan harga yang sempit sering diartikan sebagai fase akumulasi atau distribusi, di mana pelaku pasar besar mulai memposisikan diri sambil menunggu arah yang lebih tegas.

Kinerja Historis: Sideways Jangka Pendek, Koreksi Masih Terasa

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat kinerja dalam beberapa horizon waktu:

  • 24 jam: +0,46%
  • 7 hari: -0,33%
  • 30 hari: -1,12%
  • 60 hari: -1,84%
  • 90 hari: -19,54%

Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam fase sideways.

Pergerakan jangka pendek relatif datar, namun secara 90 hari, BTC masih mencatat koreksi hampir -20%, menandakan tekanan jangka menengah belum sepenuhnya pulih.

Kondisi seperti ini sering mencerminkan periode transisi pasar, ketika euforia mulai mereda dan pelaku pasar beralih ke pendekatan yang lebih selektif, baik untuk akumulasi jangka panjang maupun trading berbasis volatilitas.

Area Teknis Penting: Support dan Resistance

Secara naratif teknikal, zona $87.000–$88.000 kini menjadi area support jangka pendek yang krusial. Selama harga mampu bertahan di atas wilayah ini, peluang konsolidasi sehat masih terbuka.

Penembusan ke bawah berpotensi memicu tekanan lanjutan, terutama jika disertai lonjakan volume jual.

Di sisi atas, area $89.500 hingga $90.000 menjadi resistance terdekat. Level ini bukan hanya batas teknis, tetapi juga psikologis.

Keberhasilan BTC bertahan di atas $90.000 akan menjadi sinyal penting bahwa pasar mulai membangun momentum baru.

Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

Bitcoin saat ini masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198.

Jarak yang signifikan ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase penyesuaian pasca volatilitas ekstrem.

Bagi investor jangka panjang, kondisi seperti ini kerap dianggap sebagai fase pembentukan ulang tren.

Namun bagi trader jangka pendek, situasi ini berarti pergerakan harga masih rawan berubah cepat mengikuti sentimen.

Sentimen Pasar: Menunggu Katalis

Secara umum, pergerakan Bitcoin hari ini mencerminkan pasar yang masih menunggu katalis.

Kenaikan tipis tidak diikuti dengan lonjakan impulsif, menandakan bahwa pelaku pasar cenderung menahan diri.

Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin sering berperan sebagai indikator utama kesehatan pasar kripto secara keseluruhan.

Apabila BTC mampu membangun support yang kuat dan volume mulai meningkat pada fase kenaikan, hal itu berpotensi membuka jalan bagi reli lanjutan di pasar kripto.

Sebaliknya, jika tekanan kembali meningkat dan support jebol, fase konsolidasi bisa berubah menjadi koreksi lanjutan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi ke $88.944 Akibat Tekanan Menengah

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih bertahan di area $88.000 dengan pergerakan terbatas.

Kenaikan tipis 24 jam memberi sinyal stabilisasi, namun data historis memperlihatkan bahwa tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

Zona $87.000–$90.000 akan menjadi medan krusial dalam menentukan arah Bitcoin berikutnya.

Selama harga bergerak di kisaran ini, pasar kemungkinan tetap berada dalam mode menunggu, sambil mencari kepastian apakah Bitcoin siap membangun momentum baru atau masih perlu waktu untuk konsolidasi lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 28 Januari 2026: Trader Tunggu Hasil FOMC

Menjelang keputusan FOMC The Fed, pasar kripto hari ini, Rabu (28/1) bergerak selektif dengan sejumlah altcoin seperti ENSO, 0G, dan FRAX memimpin penguatan harian, mencerminkan meningkatnya spekulasi jangka pendek.

Di sisi lain, aktivitas whale mulai terlihat menjelang Februari 2026, dengan akumulasi pada ASTER dan CHZ, sementara lonjakan tajam AXS memicu kewaspadaan potensi aksi ambil untung. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Jelang Keputusan FOMC The Fed

  • ENSO melonjak 45% hari ini, capai level harga $1,37.
  • 0G catat kenaikan signifikan 25% sentuh $0,841.
  • FRAX tumbuh positif 21%, harga kini di level $0,97721.

3 Altcoin yang Dibeli oleh Whale Kripto untuk Februari 2026

  • Whales akumulasi ASTER, targetkan pemulihan ke $1,00.
  • Borongan paus dongkrak CHZ 30%, incar target $0,066.
  • AXS melonjak 213% berkat whales, namun rawan aksi untung.

Deposit & Trade $AT! Rebut Total Hadiah Rp100 JUTA

Trader Prediksi The Fed Tahan Bunga hingga Juni

  • Polymarket: Peluang 70% pangkas bunga di Juni.
  • Jelang FOMC besok, suku bunga diprediksi tetap.
  • Trader kripto prediksi tiga kali pangkas bunga tahun ini.

Sinyal Bullish ‘Paling Akurat’ Beri Kode Pembalikan BTC

  • BTC melonjak 600% pada 2021 usai konfirmasi sinyal serupa.
  • Tekanan jual onchain hambat kecepatan pemulihan BTC.
  • Pasar kian defensif di tengah kenaikan tekanan jual.

Baca juga: Riset Kripto 19-23 Jan 2026: Bitcoin Kembali Anjlok! Kapan Usai?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Skill 70 Manusia vs 30 AI Diuji di AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

Aster DEX, platform decentralized perpetual exchange (perp DEX) generasi baru yang didukung oleh YZi Labs, kembali menyita perhatian dengan meluncurkan Season 2 dari Human vs AI Trading Showdown atau yang dikenal sebagai AI Trading Battle.

Kompetisi ini berlangsung di Aster Chain testnet selama 7 hari penuh (22–29 Januari 2026), mempertemukan 70 trader manusia melawan 30 agen AI dalam arena trading on-chain yang transparan.

Total prize pool mencapai $150.000 dan menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat.

AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

Kompetisi Human vs AI Season 2 diluncurkan untuk menguji jaringan Aster Chain Testnet, sekaligus menguji strategi, intuisi, dan disiplin antara manusia dan AI.

Setiap peserta, baik 70 trader manusia maupun 30 agen AI akan diberi modal virtual 10,000 USDT + 10,000 $ASTER untuk diperdagangkan pada pair populer seperti BTC/USDT, ETH/USDT, SOL/USDT, XRP/USDT, dan ASTER/USDT.

Dalam pertandingan ini, AI yang bertanding merupakan agen canggih yang dibekali dengan situation awareness real-time, diperkuat model terbaru seperti GPT-5, Gemini, DeepSeek, dan Grok. Sementara itu, trader manusia dipilih ketat berdasarkan performa 60 hari terakhir, termasuk mereka yang dikenal agresif dalam memanfaatkan momentum pasar.

Di Season 1 kemarin, manusia mendominasi leaderboard individu dengan PNL spektakuler dan rotasi cepat ke aset spekulatif seperti ENA, XPL, atau PUMP. Namun secara keseluruhan, AI menang telak dengan ROI lebih stabil dengan AI -4.48% dan manusia -32.22%, zero liquidation dibanding dengan 43% pada manusia, dan preservasi modal jauh lebih baik.

Baca juga: DeepSeek Buat Porto Naik 2x di Alpha Arena, Trader Manual Tumbang di Hadapan AI?!

Detail Hadiah AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

Total prize pool kompetisi ini mencapai $150.000 dan akan meningkat menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat. 

Hadiahnya sendiri dibagi dalam beberapa kategori: Top Human PnL Champion berhak atas $30.000, sementara tim dengan ROI tertinggi akan berbagi $50.000, atau $100.000 jika kemenangan diraih oleh manusia. 

Sementara tim yang kalah tetap memperoleh $20.000 sebagai bentuk apresiasi partisipasi. Distribusi hadiah dilakukan secara proporsional sesuai kontribusi PnL positif masing-masing peserta, sehingga setiap trader yang mencetak keuntungan akan mendapatkan bagian sesuai performanya.

Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

Update Klasemen

Hingga tanggal 28 Januari, sehari sebelum penutupan dari pertandingan ini, baik Manusia maupun AI secara total mengalami kerugian, dengan detail sebagai berikut:

  • Manusia mencatat ROI -22.02% dengan total kerugian sekitar -$250K.
  • AI lebih stabil dengan ROI -10.25% dan kerugian jauh lebih kecil, sekitar -$49K.

Meskipun secara keseluruhan kedua kubu Maunusia dan AI mengalami kerugian, beberapa di antaranya berhasil meraih keuntungan:

  • Trader manusia seperti @coupon_ichigo, @Crypto_He, dan @SkylineETH berhasil mencetak total PNL positif di kisaran $16K–$18K.
  • Dari sisi AI, @nofA_ai dan @MoneyLord menonjol dengan PNL positif $15K–$15.5K.

Selain digunakan untuk mencoba Aster Chain testnet, dan lihainya Manusia vs Ai dalam melakukan trading, ternyata pertandingan ini juga semakin interaktif dan accessible bagi komunitas luas dengan dukungan seperti:

  • Prediction markets: terbuka di Polymarket, Opinion Labs, dan 0xProbable, para spkulator bisa bisa bertaruh siapa pemenangnya.
  • Copy-trading AI: via Hyperbot, SOON SVM, Echosync, dan SIANEXX, trader biasa bisa melakukan mirror strategi AI yang tengah bertanding, sehingga membuka peluang bagi pemula untuk mencoba memanfaatkan AI.
  • Leaderboard real-time dan replay trade tersedia di situs resmi Aster DEX testnet, memberikan transparansi penuh.

Baca juga: Bagaimana Volatilitas Crypto Mempengaruhi Performa AI Trading?

Penutup

Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sejauh ini ujicoba dari testnet Aster DEX melalui AI Trading Showdown Season 2 dianggap sukses karena mampu berjalan lancar, menghadirkan engagement baru, dan menyediakan data nyata untuk riset lanjutan di ekosistem DeFi. Bersamaan dengan itu, harga Aster juga naik sekitar 15% dalam 7 hari terakhir.

Bagi kamu yang ingin mencoba berinteraksi langsung dengan ekosistem Aster, tokennya juga sudah tersedia di berbagai platform exchange lokal seperti Tokocrypto, dapatkan potongan biaya trading 20% untuk setiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

Dengan tinggal beberapa hari tersisa, kira-kira apakah manusia bisa comeback ataukah AI kembali membuktikan superioritasnya di market? Pantau terus update terbarunya di Tokonews atau kunjungi langsung Aster DEX testnet untuk update terbaru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Warga Korea Selatan Kini Boleh Investasi Aset Kripto Luar Negeri

Bank of Korea (BoK) secara resmi mengizinkan warga Korea Selatan untuk berinvestasi pada aset virtual yang diterbitkan di luar negeri. Kebijakan baru ini diumumkan langsung oleh Gubernur Bank of Korea, Lee Ju-yeol, dalam ajang Asian Financial Forum di Hong Kong, Selasa (27/1).

Dilaporkan Coincu, langkah tersebut menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Korea Selatan terhadap aset virtual, seiring upaya pemerintah meningkatkan daya saing global sektor keuangan sekaligus mengantisipasi risiko arus modal dan stabilitas pasar domestik.

Penerbitan Aset Virtual di Dalam Negeri

Dalam pernyataannya, Lee menyebut Bank of Korea juga tengah mengkaji kemungkinan penerbitan aset virtual di dalam negeri melalui sistem registrasi baru bagi institusi keuangan lokal. Kajian ini mencakup potensi penerbitan stablecoin berbasis won Korea serta pengembangan tokenized deposits untuk mendukung sistem pembayaran.

“Korean won-denominated stablecoins akan difokuskan terutama untuk transaksi lintas negara, sementara tokenized deposits dapat dimanfaatkan untuk pembayaran domestik,” ujar Lee.

Namun demikian, Bank of Korea menyoroti potensi risiko dari dominasi stablecoin berbasis dolar AS, seperti Tether (USDT), yang dinilai dapat memengaruhi efektivitas kebijakan pengendalian modal Korea Selatan. Berdasarkan data CoinMarketCap, USDT saat ini mempertahankan harga di kisaran USD 1,00 dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 186,33 miliar, meski volume perdagangan 24 jam terakhir tercatat menurun.

Baca juga: Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

Kebijakan Pembukaan Investasi Aset Virtual

Grafik harian Tether USDT (USDT), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 07:09 UTC tanggal 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Grafik harian Tether USDT (USDT), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 07:09 UTC tanggal 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Penelitian Coincu menunjukkan bahwa kebijakan pembukaan investasi aset virtual luar negeri berpotensi mengubah struktur pasar keuangan domestik. Secara historis, regulasi strategis di sektor ini dapat memperkuat sistem keuangan nasional, namun juga membawa risiko ketidakstabilan jika tidak dikelola secara hati-hati.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah progresif ini menandakan “lampu hijau” dari regulator ketat Asia, berpotensi memicu arus modal masuk (capital inflow) baru dari investor ritel & institusi Korsel ke pasar crypto global.

“Ini juga membuka jalan bagi integrasi stablecoin dalam sistem pembayaran nasional mereka.”

Bank of Korea menegaskan akan terus memantau dampak kebijakan ini terhadap arus modal, stabilitas moneter, dan perkembangan pasar aset virtual di Korea Selatan.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH

Ethereum (ETH) kembali berada di bawah tekanan setelah menembus level support penting di $2.800. Aset kripto terbesar kedua ini sempat turun hingga $2.787 sebelum pembeli masuk mempertahankan area tersebut. Hingga penulisan artikel ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.863, melemah 2,63% secara harian dan melanjutkan tren bearish selama sepekan terakhir.

Di tengah pelemahan harga tersebut, pergerakan investor besar justru menunjukkan arah yang berbeda. Whale dan institusi tercatat agresif mengakumulasi ETH, sementara sebagian pelaku pasar lain memilih menjual karena panik.

Whale dan institusi borong ETH saat harga turun

Penurunan ETH di bawah $2.8K membuka peluang beli baru bagi investor besar. Data Onchain Lens mencatat sebuah wallet baru membeli 61.000 ETH senilai $171,15 juta dari Binance.

Sementara itu, Lookonchain melaporkan whale lain membeli 20.000 ETH melalui transaksi OTC senilai $56,13 juta. Dalam lima hari terakhir, whale tersebut telah mengakumulasi 70.013 ETH senilai $203,6 juta, sehingga total kepemilikannya kini mencapai 100.130 ETH atau sekitar $283,79 juta.

Tak hanya itu, World Liberty Financial (WLFI) juga melakukan rotasi aset dari Bitcoin ke Ethereum. Tim WLFI menukar 93,77 WBTC senilai $8,08 juta menjadi 2.868 ETH, memanfaatkan harga Ethereum yang dinilai semakin terjangkau.

Secara keseluruhan, para whale tersebut tercatat mengakumulasi 83.868 ETH dengan total nilai mencapai $235,41 juta.

Baca juga: Di Balik Harga yang Stabil, Whale Ethereum Mulai Bergerak

Arus keluar bursa perkuat sinyal akumulasi

Dilaporkan AMBCrypto, aktivitas di bursa turut mencerminkan fase akumulasi ini. Data CoinGlass menunjukkan Ethereum mencatat netflow negatif selama tiga hari berturut-turut, dengan total $2,69 miliar ETH keluar dari bursa.

Pada waktu penulisan, netflow ETH berada di angka -$68,9 juta, turun dari -$224 juta sehari sebelumnya. Arus keluar yang berkelanjutan ini mengindikasikan peningkatan akumulasi spot, seiring investor memindahkan aset ke wallet pribadi.

Penjualan panik masih membayangi pasar

Meski akumulasi whale meningkat, tekanan jual masih kuat. Lookonchain melaporkan satu whale menjual 5.500 ETH senilai $16,02 juta di harga $2.912, meski sebelumnya membeli di level lebih tinggi.

Selain itu, whale dorman yang tidak aktif selama sembilan tahun kembali muncul dan menyetorkan 50.000 ETH senilai $145,25 juta ke bursa. Pergerakan ini menambah tekanan jual di tengah tren turun yang masih berlangsung.

Tekanan bearish masih dominan

Dari sisi teknikal, momentum penurunan Ethereum belum mereda. Indikator MACD tercatat turun ke -51, semakin dalam di zona bearish dan menunjukkan dominasi penjual.

Sementara itu, Relative Vigor Index (RVGI) juga berada di wilayah negatif di -0,3, mengonfirmasi kekuatan tren turun. Kondisi ini membuka peluang ETH kembali melemah di bawah $2.800 menuju area $2.633.

Namun demikian, akumulasi whale sejauh ini berhasil menjaga area $2.8K tetap bertahan. Jika permintaan dari investor besar berlanjut, ETH berpotensi kembali menguji level $3.070.

Kesimpulan

Ethereum sempat turun ke area $2.7K sebelum kembali diperdagangkan di kisaran $2.8K. Di tengah tekanan bearish yang kuat, whale dan institusi tercatat membeli 83.868 ETH senilai $235,41 juta, menunjukkan kontras tajam antara akumulasi jangka panjang dan aksi jual panik di pasar.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi ini mengungkapkan psikologi pasar yang sangat bullish dari sisi “Smart Money”. Ketika whale terus menambah muatan di level harga yang tidak jauh berbeda dari biaya basis (cost basis) mereka, ini mengindikasikan bahwa mereka tidak berniat mengambil keuntungan jangka pendek (scalping), melainkan sedang membangun benteng pertahanan harga (floor) untuk target jangka panjang.

“Kedekatan harga pasar dengan realized price ini secara efektif meminimalisir risiko penurunan (downside risk), karena whale memiliki insentif finansial besar untuk mempertahankan level ini agar portofolio mereka tidak jatuh ke posisi merugi (underwater).”

Baca juga: ETH Terseret Tekanan Pasar, Harga Ethereum Turun ke $2.900-an


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Terancam Koreksi Tajam ke Level US$97, Ini Bocoran Analis

Harga Solana (SOL) kembali memantul dari level support krusial di US$120 di tengah lonjakan volume perdagangan yang sangat signifikan. Namun, analis memperingatkan bahwa pergerakan sedikit saja di bawah level ini berpotensi memicu aksi jual cepat dalam jangka pendek.

Pada sesi perdagangan Asia, SOL sempat mengalami tekanan jual tajam sebelum akhirnya rebound di area US$120. Pantulan ini menunjukkan bahwa pembeli masih berupaya mempertahankan level penting tersebut, meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Volume Perdagangan Harian Solana Melonjak

Dilaporkan Cryptonews, data menunjukkan volume perdagangan harian Solana melonjak hingga 278% menjadi US$6,3 miliar, setara dengan sekitar 9% dari total kapitalisasi pasar token tersebut. Lonjakan volume ini menegaskan bahwa level harga US$120 memiliki relevansi teknikal yang kuat.

Dari sisi institusional, minat Wall Street terhadap Solana masih terjaga. Sepanjang Senin hingga Kamis pekan lalu, produk ETF Solana mencatatkan arus masuk dana sebesar US$10 juta, sehingga total aset yang dikelola mencapai US$1,1 miliar.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Solana Ambruk 16%, Akankah Support $126 Bertahan?

Meski pantulan harga dari support utama berpotensi menjadi pemicu kenaikan lanjutan, risiko koreksi tajam tetap membayangi jika area US$120 gagal dipertahankan.

Berdasarkan grafik harian, tekanan jual kembali meningkat ketika harga SOL menyentuh area resistance di US$145. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan pelemahan momentum setelah turun di bawah rata-rata pergerakan 14 hari, mengindikasikan dominasi penjual masih cukup kuat.

Level Support Penting

Jika support US$120 jebol, zona permintaan berikutnya berada di batas bawah kanal harga menurun. Kegagalan bertahan di area tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam menuju level US$97, yang terakhir kali tercapai pada April tahun lalu.

Di tengah pelemahan harga altcoin utama, sejumlah proyek prapenjualan kripto di ekosistem Solana masih menarik perhatian investor. Salah satunya adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), proyek yang menggabungkan kecepatan tinggi, biaya rendah, dan dukungan smart contract Solana ke dalam jaringan Bitcoin.

Menurut Tim Reserach Tokocrypto, lonjakan volume hampir 300% yang terjadi tepat di garis support adalah indikasi klasik dari “pertempuran likuiditas” berisiko tinggi, di mana “Smart Money” yang masuk melalui ETF kemungkinan sedang menyerap pasokan dari tangan ritel yang panik.

“Level $120 kini menjadi line in the sand; jika level ini ditembus, pasar akan menghadapi efek domino dari eksekusi stop-loss massal, namun jika berhasil bertahan, tingginya volume transaksi ini justru memvalidasi kekuatan lantai harga (price floor) tersebut sebagai pijakan kuat untuk pemulihan tren naik berikutnya.”

Sejak prapenjualan dimulai, proyek tersebut telah mengumpulkan dana sebesar US$30 juta untuk mengembangkan solusi scaling, menjelang peluncuran resminya ke pasar kripto.

Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tiga Koin Asal AS Ini Diam-Diam Siap Tentukan Arah Pasar

Menjelang berakhirnya Januari 2026, pasar kripto mulai menunjukkan pergerakan yang lebih selektif. Di tengah tren pasar yang cenderung sideways, sejumlah aset kripto berlabel made in USA justru memperlihatkan sinyal teknikal dan on-chain yang berpotensi memicu pergerakan harga signifikan dalam waktu dekat.

Berdasarkan analisis terbaru, tiga koin yang menjadi sorotan pada pekan terakhir Januari adalah Chainlink (LINK), World Liberty Financial (WLFI), dan Render (RENDER). Ketiganya menampilkan karakter pergerakan yang berbeda, mulai dari indikasi pelemahan tekanan jual hingga potensi akumulasi ulang oleh investor.

Chainlink (LINK) Mulai Tunjukkan Tanda Kelelahan Tekanan Jual

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan BeInCrypto, Chainlink tercatat mengalami koreksi sekitar 7,5% dalam tujuh hari terakhir dan melemah sekitar 3,6% secara bulanan. Meski tren harga masih terlihat lemah, data on-chain menunjukkan sinyal awal pembalikan arah.

LINK saat ini diperdagangkan dengan rasio 30-day MVRV negatif, yang mengindikasikan sebagian besar pemegang token berada dalam posisi rugi. Secara historis, kondisi ini cenderung menurunkan tekanan jual karena minimnya insentif ambil untung.

Dari sisi teknikal, muncul bullish divergence antara harga dan indikator RSI, di mana harga mencetak lower low sementara RSI membentuk higher low. Level krusial yang perlu direbut kembali adalah $12,51. Jika berhasil ditembus, target lanjutan berada di area $14,39 hingga $15,01. Namun, kegagalan bertahan di atas $11,35 berpotensi menunda skenario pemulihan.

Baca juga: Top Gainers! 3 Altcoin Binance Wallet IDO Catat Lonjakan Dua Digit

WLFI Bergejolak, Arah Harga Masih Penuh Ketidakpastian

Pergerakan harga World Liberty Financial (WLFI/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga World Liberty Financial (WLFI/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berbeda dengan LINK, World Liberty Financial (WLFI) justru mencatat kenaikan sekitar 12% dalam 30 hari terakhir. Namun, data kepemilikan menunjukkan ketimpangan yang cukup tajam antara investor besar dan pelaku pasar aktif.

Dalam periode yang sama, whales memangkas kepemilikan WLFI hingga 75%, sementara dompet smart money justru menambah eksposur hampir 95%. Divergensi ini mencerminkan ketidakstabilan arah pasar.

Secara teknikal, WLFI membentuk pola head and shoulders dengan neckline menurun, yang mengindikasikan risiko penurunan lanjutan. Jika harga turun menembus $0,136, potensi koreksi menuju $0,112 semakin terbuka. Sebaliknya, pemulihan di atas $0,181–$0,191 dapat membatalkan skenario bearish.

RENDER Jadi Sorotan, Tekanan Jual Mereda dan Akumulasi Mulai Terlihat

Pergerakan harga Render (RENDER/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Render (RENDER/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Render (RENDER) menjadi koin yang paling menarik perhatian, terutama karena didukung oleh data arus bursa (exchange flow). Meski sempat terkoreksi sekitar 4% dalam 24 jam terakhir, RENDER masih mencatat kenaikan lebih dari 50% dalam 30 hari terakhir.

Data menunjukkan perubahan signifikan pada aliran token ke bursa. Jika pada akhir Desember terjadi lonjakan inflow hingga sekitar 469 ribu token, kini kondisi tersebut berbalik menjadi arus keluar bersih.

Tim Research Tokocrypto menilai perubahan ini sebagai sinyal penting bagi pergerakan harga RENDER ke depan.

“Perubahan drastis dalam aliran dana bursa dari tekanan jual masif menjadi arus keluar bersih mengonfirmasi bahwa pasokan token di pasar sekunder mulai menipis karena investor beralih dari aksi ambil untung ke fase akumulasi ulang. Kondisi ini memberikan dasar fundamental yang kokoh bagi RENDER untuk mematahkan tren konsolidasi saat ini, terutama dengan dukungan narasi kecerdasan buatan (AI) yang terus mendominasi sentimen pasar global. Selama harga mampu bertahan di atas zona pertahanan $1,88, penembusan level teknikal $2,03 tampaknya hanya tinggal menunggu waktu sebelum memicu gelombang kenaikan harga berikutnya,” tulis Tim Research Tokocrypto.

Secara teknikal, RENDER masih bergerak dalam kanal turun pasca reli kuat sebelumnya. Level $2,03 menjadi kunci untuk mengonfirmasi perubahan struktur menjadi netral hingga bullish, dengan potensi target lanjutan di area $2,37 hingga $2,71. Sementara itu, $1,88 berfungsi sebagai zona pertahanan utama dalam jangka pendek.

Kesimpulan

Di tengah pasar yang masih mencari arah, ketiga koin made in USA ini menunjukkan dinamika yang patut dicermati. LINK mengisyaratkan potensi pemulihan teknikal, WLFI menghadirkan volatilitas tinggi dengan risiko dua arah, sementara RENDER tampil paling solid berkat meredanya tekanan jual dan dukungan narasi AI yang masih kuat.

Dengan memasuki akhir Januari, pergerakan ketiga aset ini berpotensi menjadi penentu sentimen pasar kripto menjelang Februari 2026.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com