Category Archives: Tokocrypto

Dari Narasi Baru Web3 hingga Keruntuhan Akibat Algoritma

Artikel ini disusun oleh Tim Riset Tokocrypto sebagai bagian dari kajian mendalam terhadap tren baru di industri kripto dan Web3, khususnya fenomena Information Finance (InfoFi) yang sempat mengalami pertumbuhan eksplosif sebelum akhirnya runtuh akibat perubahan algoritma platform terpusat.

Awal Mula InfoFi: Ketika Informasi Menjadi Aset Finansial

InfoFi, sebuah konsep monetisasi informasi yang pertama kali diperkenalkan oleh Vitalik Buterin, muncul di tengah perubahan cara manusia memandang perhatian, pengetahuan, dan interaksi digital. Dalam InfoFi, informasi tidak lagi sekadar konsumsi pasif, melainkan diperlakukan sebagai aset finansial yang dapat menghasilkan nilai ekonomi melalui insentif kripto dan distribusi algoritmik, terutama di platform seperti X.

Namun, pertumbuhan pesat ini menyimpan kerentanan. Ketika algoritma berubah dan akses dibatasi, ekosistem InfoFi runtuh dalam waktu singkat. Kejadian ini membuka satu pertanyaan besar: sebenarnya apa itu InfoFi, dan sejauh mana model ini dapat bertahan?

Apa Itu InfoFi?

InfoFi atau Information Finance adalah konsep yang menggabungkan teknologi AI dan blockchain untuk mengubah informasi menjadi sumber pendapatan. Dalam praktiknya, InfoFi berdiri di atas tiga pilar utama:

  1. Info as a Service
    Data dan preferensi pengguna diolah menjadi informasi bernilai yang dapat diakses pihak lain, dengan imbalan langsung bagi pemilik data tersebut.
  2. Info as a Platform
    Informasi menjadi fondasi platform digital yang menghubungkan pengguna, kontributor, dan konsumen data dalam satu ekosistem insentif.
  3. Info as an Asset
    Informasi diperlakukan sebagai aset yang dapat diperdagangkan, dinilai, dan dispekulasikan layaknya instrumen finansial lainnya.

Dari kerangka ini, InfoFi kemudian berkembang ke berbagai sektor dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Sektor-Sektor dalam Ekosistem InfoFi

Beberapa sektor utama yang membentuk ekosistem InfoFi antara lain:

  • Yap-to-Earn
    Model yang memberi insentif kepada pengguna untuk membuat dan membagikan konten berkualitas. Proyek populer di sektor ini meliputi Kaito, Galxe, dan Cookie3.
  • Prediction Market
    Platform yang memperdagangkan prediksi atas hasil peristiwa di masa depan, seperti Polymarket dan Kalshi.
  • Reputation Market
    Ekosistem yang mengubah reputasi dan kontribusi pengguna menjadi aset yang dapat dinilai dan diperdagangkan, contohnya GiveRep dan Ethos.
  • Data & Analytics
    Platform yang mengumpulkan serta menganalisis data on-chain dan off-chain untuk menghasilkan insight, seperti Dexu AI dan Elfa AI.
  • Attention Market
    Model yang menjadikan perhatian dan interaksi pengguna sebagai aset yang terukur dan dapat dimonetisasi, diwakili oleh Loudio dan Noise.

Euforia Monetisasi InfoFi

InfoFi mulai mendapat sorotan besar setelah Crypto Winter 2022, ketika pasar kripto kehilangan momentum dan membutuhkan narasi baru yang lebih berkelanjutan. Sejak 2023, meningkatnya kebutuhan akan model keterlibatan pengguna yang konsisten—serta pesatnya perkembangan AI—membuat InfoFi terasa relevan dan menjanjikan.

Media sosial seperti X pun berubah menjadi pusat riset informal. Postingan, diskusi, hingga insight individual dapat langsung dikonversi menjadi pendapatan. Bagi banyak pengguna, InfoFi menawarkan jalan pintas: berbagi informasi, lalu dibayar.

TL;DR 🕵️
InfoFi berkembang pesat sebagai cara baru memonetisasi informasi melalui insentif kripto.

Baca juga: Digital Assets Treasury: Paradigma Baru Cadangan Strategis Perusahaan

Proyek-Proyek InfoFi yang Mendominasi

Beberapa nama besar sempat mendominasi narasi InfoFi:

  • Kaito
    Mempopulerkan model Yap-to-Earn dan mencatat Total Value Distributed (TVD) lebih dari $116 juta, menjadikannya ekosistem terbesar di sektor ini.
  • Cookie DAO
    Berfokus pada infrastruktur data dan insentif partisipasi melalui sistem Snaps, meskipun pada akhirnya insentif langsung ke InfoFi dihentikan.
  • Galxe
    Berevolusi dari platform questing menjadi infrastruktur pertumbuhan Web3 melalui Starboard, dengan lebih dari 150 ribu posting dan 230 juta views.

Awal Mula Perubahan Algoritma

Ketergantungan InfoFi terhadap satu platform utama—X—menjadi titik lemah yang krusial. Distribusi konten, arus pengguna, hingga sistem insentif seluruhnya terpusat di satu ekosistem.

Ketika X mencabut akses API untuk aplikasi yang memberi imbalan atas posting, dengan alasan maraknya spam dan konten AI, fondasi InfoFi pun goyah. Model insentif yang dibangun di atas platform terpusat runtuh hampir seketika.

Keruntuhan InfoFi Pasca Perubahan Algoritma

Dampaknya terjadi dengan cepat dan masif. Harga token InfoFi seperti Cookie dan Kaito anjlok, nilai NFT terkait merosot, dan minat ritel menghilang dalam waktu singkat.

Peristiwa ini menegaskan bahwa InfoFi versi awal tidak memiliki keberlanjutan jangka panjang. Kejatuhan ini bukan sekadar koreksi pasar, melainkan penutupan satu siklus penuh dari sebuah eksperimen ekonomi digital.

Bagaimana Nasib InfoFi Selanjutnya?

Meski banyak token InfoFi mengalami penurunan signifikan dalam kurun satu tahun, hal ini tidak serta-merta menandakan kematian InfoFi. Justru, fase ini dapat menjadi titik refleksi.

Ke depan, InfoFi berpotensi berevolusi ke model yang lebih matang—dengan penekanan pada kualitas informasi, sistem reputasi pengguna, dan kontribusi bernilai jangka panjang. Kunci keberlanjutannya terletak pada satu hal penting: mengurangi ketergantungan pada platform terpusat seperti X.

Kesimpulan

InfoFi membuktikan bahwa monetisasi informasi dapat tumbuh sangat cepat melalui insentif kripto. Namun, tanpa desain ekonomi yang matang dan kemandirian dari platform terpusat, model tersebut rapuh dan mudah runtuh.

Bagi industri Web3, kisah InfoFi adalah pelajaran berharga: bukan hanya soal memberi insentif, tetapi membangun fondasi yang berkelanjutan.

Baca juga: Mengenal APRO: Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Koreksi di Bawah $90.000

Pasar kripto hari ini, Rabu (21/1) mengalami koreksi tajam dengan Bitcoin sempat turun di bawah $90.000, dipicu ketidakpastian global akibat penundaan putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Trump.

Meski tekanan pasar meningkat, sejumlah altcoin seperti AXS, D, dan TLM masih mencatatkan kenaikan, menunjukkan adanya selektivitas investor di tengah koreksi. Di sisi lain, Solana melemah ke bawah $130, namun data on-chain justru mengindikasikan sentimen bullish melalui akumulasi whale, penurunan pasokan di bursa, serta pulihnya aktivitas jaringan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

1. Daftar Altcoin Potensial Saat Pasar Koreksi

  • AXSmelonjak 21% hari ini, capai level harga $2,11.
  • D catat kenaikan signifikan 14% sentuh $0,01412.
  • TLM tumbuh positif 9%, harga kini di level $0,002435.

Bitcoin Turun di Bawah $90.000, Penundaan Putusan Tarif Trump

  • Bitcoin jatuh ke bawah $90.000 untuk pertama kalinya tahun ini.
  • Koreksi dipicu penundaan putusan Mahkamah Agung soal tarif Trump.
  • BTC kehilangan mayoritas profitnya, kini naik sekitar 2% tahun ini.

Ikut Absen Aplikasi Tokocrypto Dapat Hadiah Total Rp25 Juta*

Solana di Bawah $130, namun Data Onchain Tetap Bullish

  • SOL turun ke $130, akumulasi whale tunjukkan kepercayaan investor.
  • Stok SOL di bursa terendah dalam dua tahun, tekanan jual berkurang.
  • Aktivitas jaringan yang pulih memicu lonjakan permintaan SOL.

Tarif Trump: AS Ancam Prancis 200% Terkait Sengketa Greenland

  • Trump ancam Tarif 200% pada anggur Prancis.
  • Konflik Greenland, Gaza, dan AS-UE picu ancaman Tarif.
  • Sentimen Tarif Trump tekan Bitcoin dari level tertinggi 2026.

Baca juga: Riset Kripto 12-16 Jan 2026: Bitcoin Bullish! Target Harga Berikutnya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

Pendiri Binance Changpeng “CZ” Zhao menilai rencana New York Stock Exchange (NYSE) untuk meluncurkan platform sekuritas ter-tokenisasi sebagai kabar yang sangat bullish bagi industri kripto dan bursa aset digital. Pernyataan ini disampaikan menyusul pengumuman resmi NYSE terkait pengembangan platform perdagangan saham berbasis blockchain.

Dalam unggahan di platform X, CZ menyebut bahwa langkah NYSE tersebut akan membawa dampak positif bagi ekosistem kripto secara keseluruhan, termasuk bagi crypto exchange. NYSE sebelumnya mengumumkan tengah membangun platform untuk perdagangan dan penyelesaian (settlement) sekuritas yang ditokenisasi secara on-chain, dengan tetap menunggu persetujuan regulator.

Baca juga: Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

NYSE Tokenisasi Saham

Berdasarkan siaran pers NYSE, platform ini dirancang untuk memungkinkan perdagangan saham dan exchange-traded funds (ETF) selama 24 jam penuh, tujuh hari seminggu, dengan penyelesaian instan. Saham-saham terkait kripto, seperti Circle (CRCL), juga akan tersedia di platform tersebut. Selain itu, pendanaan berbasis stablecoin akan diintegrasikan sehingga investor dapat bertransaksi menggunakan stablecoin.

Dilaporkan Coingape, NYSE juga membuka peluang kolaborasi multi-chain. Sistem pasca-perdagangan berbasis blockchain yang dikembangkan diklaim akan mendukung berbagai jaringan blockchain untuk kebutuhan settlement dan kustodi. Pengumuman ini muncul beberapa bulan setelah terungkap bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mempertimbangkan untuk mengizinkan perdagangan saham on-chain berdampingan dengan aset kripto.

Sebelumnya, pada Desember lalu, SEC juga dikabarkan telah memajukan proses yang memungkinkan peluncuran perdagangan sekuritas ter-tokenisasi di Nasdaq. Langkah Nasdaq tersebut berpotensi menghadirkan perdagangan 24 jam untuk saham-saham kripto seperti Coinbase (COIN), Strategy (MSTR), dan Robinhood (HOOD).

Selain CZ, analis pasar Adam Livingston turut menyebut pengumuman NYSE ini sebagai sentimen bullish. Ia menyatakan bahwa pembelian Bitcoin berpotensi meningkat secara signifikan sebagai dampak dari adopsi tokenisasi sekuritas oleh bursa tradisional.

Langkah Positif Buat Pasar Kripto

Dari sisi industri, eksekutif Ripple Reece Merrick menyebut rencana tokenisasi NYSE sebagai langkah “besar”. Ia menyoroti kemampuan platform tersebut dalam menghadirkan perdagangan saham dan ETF 24/7, perdagangan saham fraksional, serta penyelesaian instan melalui modal yang ditokenisasi.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, yang menyebut langkah NYSE sebagai tahap penting bagi tokenisasi saham. Menurutnya, nilai utama tokenisasi terletak pada self-custody, penyelesaian berbasis blockchain, transfer peer-to-peer, serta akses langsung ke ekosistem decentralized finance (DeFi).

Thorn menambahkan bahwa keterlibatan lembaga kliring dan bursa dalam interaksi dengan saham ter-tokenisasi merupakan bentuk “penutupan siklus” yang krusial bagi industri keuangan digital. Sejumlah bursa kripto besar, termasuk Coinbase, juga diketahui tengah mengembangkan layanan sekuritas ter-tokenisasi.

Sementara itu, CEO Robinhood Vlad Tenev menyinggung bahwa token saham saat ini sudah tersedia bagi pengguna Robinhood di Uni Eropa, namun belum di Amerika Serikat. Ia pun menegaskan bahwa sudah saatnya AS memimpin dalam kebijakan kripto global.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin CMC Labs Ini Mendadak Naik, Ada yang Tumbuh Hampir 31%

Pasar kripto kembali menunjukkan pergerakan menarik dari kategori CMC Labs Tokens. Sejumlah altcoin dalam ekosistem ini mencatatkan performa positif berdasarkan data kapitalisasi pasar dan pergerakan harga dalam 7 hari terakhir.

Berikut rangkuman 3 top altcoin CMC Labs Tokens yang saat ini menempati posisi teratas berdasarkan market capitalization dikutip CoinMarketCap.

1. THORWallet (TITN)

THORWallet (TITN) menjadi token CMC Labs dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Berdasarkan data terbaru, harga TITN berada di level $0.3387 dengan kapitalisasi pasar mencapai $14,398,771.

Dalam periode 7 hari, TITN mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 30.96%, menjadikannya salah satu token dengan performa terbaik di kategori ini. Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $3,567,817, dengan suplai beredar sebanyak 10.53 juta TITN. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat pasar terhadap proyek THORWallet.

Baca juga: 3 Altcoin Perp DEX Ini Nomor 1 Naik 55% dalam 7 Hari

2. Sogni AI (SOGNI)

Di posisi kedua terdapat Sogni AI (SOGNI) dengan kapitalisasi pasar sebesar $3,863,333. Harga SOGNI saat ini berada di kisaran $0.003186.

Token ini mencatatkan pertumbuhan 1.25% dalam 7 hari terakhir, dengan volume perdagangan harian mencapai $425,207. Total suplai beredar SOGNI tercatat sebanyak 133.42 juta token. Stabilitas pergerakan harga SOGNI menunjukkan konsistensi minat investor meski tanpa lonjakan ekstrem.

3. Superp (SUP)

Posisi ketiga ditempati oleh Superp (SUP) dengan kapitalisasi pasar sebesar $3,429,941. Harga SUP tercatat di level $0.01673.

Dalam kurun 7 hari, SUP mengalami kenaikan harga sebesar 29.40%, mendekati performa mingguan TITN. Volume perdagangan 24 jam mencapai $1,157,022, dengan suplai beredar sebanyak 69.11 juta SUP. Kenaikan tajam ini menempatkan SUP sebagai salah satu token CMC Labs yang paling diperhatikan dalam sepekan terakhir.

Kesimpulan

Data terbaru menunjukkan bahwa sektor CMC Labs Tokens masih menyimpan potensi pergerakan harga yang menarik. THORWallet (TITN) memimpin dari sisi kapitalisasi pasar dan pertumbuhan mingguan, disusul Sogni AI (SOGNI) dan Superp (SUP) yang juga mencatatkan kinerja positif.

Pergerakan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar untuk terus memantau perkembangan altcoin di kategori CMC Labs.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Terjebak di Level Kritis $0,13, Sinyal Bahaya atau Peluang?

Dogecoin (DOGE) masih berada dalam tekanan koreksi setelah kembali gagal mempertahankan momentum pemulihan. Pada 20 Januari, harga DOGE bergerak terbatas di kisaran $0,126–$0,129, menjaga posisinya dekat level terendah siklus terbaru. Kondisi pasar menunjukkan sikap defensif, dengan penjual tetap menguasai arah pergerakan harga.

Dilaporkan Trader Union, sejumlah upaya rebound yang terjadi dalam beberapa hari terakhir terus tertahan, mengindikasikan bahwa tekanan jual masih dominan sejak terjadinya breakdown tajam pekan lalu. Hingga kini, belum terlihat tanda kepanikan ekstrem, namun minat beli juga belum cukup kuat untuk mengubah arah tren.

Harga DOGE Masih di Bawah Tekanan Tren Turun

Pada grafik harian, Dogecoin tetap diperdagangkan di bawah seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama, menegaskan struktur bearish yang masih utuh. EMA 20 hari di sekitar $0,136 dan EMA 50 hari di kisaran $0,141 terus menurun dan berfungsi sebagai area resistensi terdekat.

Setiap kenaikan harga yang mendekati zona tersebut langsung mendapat tekanan jual, memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih memanfaatkan penguatan harga untuk melepas posisi. Sementara itu, EMA 100 hari di $0,156 dan EMA 200 hari di $0,176 menegaskan besarnya kerusakan teknikal sejak puncak harga pada Oktober lalu.

Indikator momentum juga belum memberi sinyal pemulihan. Relative Strength Index (RSI) harian bergerak di area 30 akhir hingga 40 awal, gagal menembus level netral 50. Hal ini mencerminkan tekanan turun yang masih berlangsung serta minimnya minat beli di area rendah.

Baca juga: Dogecoin Anjlok di Bawah US$0,13, Ancaman ke US$0,10 Makin Nyata

Tekanan Penjual Dominan di Timeframe Pendek

Dari sisi pergerakan intraday, struktur pasar belum menunjukkan perbaikan berarti. Pada grafik 30 menit, DOGE tetap berada di bawah indikator Supertrend dan Parabolic SAR, yang keduanya masih berpihak pada tren turun.

Harga kini bergerak dalam fase konsolidasi sempit, namun tanpa pembentukan higher high. Setiap kenaikan menuju area $0,13 kembali ditolak, memperlihatkan bahwa konsolidasi ini lebih mencerminkan proses penyerapan kerugian, bukan akumulasi.

Data Aliran Dana dan Derivatif Perkuat Sinyal Bearish

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data aliran dana spot menunjukkan arus keluar bersih yang konsisten, menandakan distribusi masih berlangsung. Bahkan saat harga sempat menguat secara intraday, arus masuk tidak mengalami peningkatan signifikan.

Di pasar derivatif, open interest terus menurun seiring turunnya harga, mengindikasikan pelepasan posisi dan pengurangan risiko, bukan pembukaan posisi agresif baru. Likuidasi posisi long juga masih mendominasi, memperlihatkan bahwa setiap percobaan kenaikan harga masih berisiko ditekan kembali.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara keseluruhan, Dogecoin masih berada dalam kondisi teknikal yang rapuh. Selama harga bertahan di bawah zona resistensi $0,136–$0,142, setiap kenaikan diperkirakan bersifat sementara. Penutupan harian yang solid di atas area tersebut baru dapat menjadi sinyal awal meredanya tekanan jual, dengan potensi menuju $0,155.

Di sisi bawah, $0,12 menjadi level support kunci. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, DOGE berisiko melanjutkan penurunan ke area $0,11 rendah, yang menjadi zona permintaan berikutnya.

Sejalan dengan analisis sebelumnya, pergerakan harga terbaru menegaskan bahwa Dogecoin masih berada dalam fase konsolidasi pasca-penurunan, bukan pembalikan tren. Untuk saat ini, pasar DOGE lebih mencerminkan strategi sell on rally ketimbang buy on dip, hingga muncul konfirmasi teknikal yang lebih kuat.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kolaborasi DRX dan Tokocrypto: Mengulik Adopsi Web3 di Yogyakarta

Perkembangan Web3 kini bergerak ke tahap yang lebih matang. Jika sebelumnya identik dengan aktivitas jual-beli aset kripto, kini Web3 mulai memperlihatkan peluang adopsi yang lebih nyata lewat ekosistem yang dekat dengan keseharian, termasuk sport-tech dan gaming.

Hal tersebut menjadi topik utama dalam diskusi panel offline bertajuk “Web3 Game On: Real Adoption Through Sport-Tech & Community Ecosystem” yang berlangsung di Baki Restaurant, Yogyakarta. Forum ini mempertemukan perspektif dari pelaku proyek Web3, komunitas, dan exchange untuk membahas peran masing-masing dalam mempercepat adopsi Web3 di Indonesia.

Diskusi dipandu oleh Cryptosiast dan menghadirkan tiga narasumber dari DRX Token, Tokocrypto, serta komunitas Cryptosiast. Para panelis menekankan bahwa adopsi Web3 seharusnya tidak berhenti pada spekulasi atau euforia pasar, melainkan hadir sebagai teknologi yang dipakai secara konsisten dalam aktivitas pengguna.

Para pembicara juga sepakat bahwa ukuran adopsi yang sesungguhnya bukan semata volume trading atau hype, tetapi relevansi penggunaan dan nilai nyata yang dirasakan pengguna secara berulang. Pengalaman yang berguna dan terus dipakai dinilai sebagai fondasi terpenting untuk pertumbuhan jangka panjang.

Web3 Marketing Manager DRX Token, Bariq Hasnan, menjelaskan bahwa DRX Token tidak menempatkan dirinya hanya sebagai token, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sport-tech yang menghubungkan olahraga, mini game, dan komunitas dalam satu pengalaman yang saling terintegrasi. DRX menerapkan pendekatan community-driven dan gamification agar pengguna tetap terlibat, bahkan ketika kondisi pasar kripto sedang tidak bergairah.

Tokocrypto Dukung Edukasi Web3

Sementara itu, dari sisi exchange, Indriana selaku Business Development & Research Tokocrypto menyoroti tantangan besar untuk menggeser orientasi pengguna dari sekadar trading menuju pemahaman Web3 yang lebih luas. Hambatan utama masih datang dari kompleksitas teknis, mulai dari penggunaan wallet, pengelolaan private key, gas fee, hingga risiko salah jaringan, penipuan (scam), dan interaksi dengan smart contract berbahaya—yang sering kali menyulitkan pengguna baru.

Indriana menambahkan bahwa pola pikir sebagian pengguna masih bertumpu pada profit jangka pendek, padahal Web3 menekankan partisipasi aktif, pemanfaatan utility, serta konsep kepemilikan aset digital. Dalam konteks ini, peran exchange menjadi krusial sebagai pintu masuk yang lebih aman sekaligus penyedia edukasi dasar mengenai Web3 serta risiko-risikonya.

Sebagai pedagang aset kripto, Tokocrypto menjalankan fungsi penghubung pengguna dari fiat ke kripto, membantu proyek Web3 menjangkau audiens yang lebih luas, dan membangun kepercayaan melalui proses kurasi serta transparansi. Tokocrypto juga menyatakan terus mendorong literasi Web3 lewat kegiatan komunitas dan rangkaian event offline.

Perspektif Komunitas Web3

Dari perspektif komunitas, Fandi Achmad dari Cryptosiast Community menekankan bahwa keberlanjutan proyek Web3 sangat bergantung pada kualitas pengalaman pengguna dan keterlibatan komunitas. Ia menilai aktivitas seperti gaming, event, dan sport engagement lebih efektif membangun loyalitas dibanding sekadar mengandalkan insentif token.

Menutup diskusi, para panelis menyepakati bahwa agar Web3 gaming dan sport-tech benar-benar masuk arus utama, fokus utama harus berada pada pengalaman yang relevan dan mulus (seamless), tanpa membebani pengguna dengan kerumitan teknis Web3. Nilai utama tetap harus bertumpu pada gameplay, fan experience, dan manfaat yang dapat dirasakan langsung.

Dalam kesempatan yang sama, Tokocrypto kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak edukasi dan adopsi Web3 di Indonesia dengan menjunjung prinsip kehati-hatian dan transparansi, serta mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset mandiri (DYOR). Seluruh materi diskusi yang disampaikan dalam acara ini bukan merupakan saran investasi maupun rekomendasi finansial (NFA).

Baca juga: Auto Cuan! Harga DRX Token Meroket Hingga 148% Dalam Sehari


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tertekan Lagi! Harga Tertahan di US$133, Sinyal Bearish Kuat?

Harga Solana (SOL) kembali bergerak lemah dan bertahan di kisaran US$131–US$133 pada perdagangan 20 Januari, setelah upaya pemulihan harga kembali gagal menembus resistance penting. Penolakan terbaru ini menegaskan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.

Meski pergerakan harga relatif terbatas, pesan yang disampaikan pasar cukup jelas. Struktur teknikal Solana masih berada dalam fase korektif, dengan momentum yang terus melemah dan minat beli yang belum menunjukkan tanda pemulihan berarti.

Analisis Teknikal Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Solana Tertekan di US$130, Sentimen Pasar Memburuk

Secara teknikal, SOL masih diperdagangkan di bawah seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama. EMA 20 hari di sekitar US$136,8 dan EMA 50 hari di US$137,7 terus menahan setiap upaya rebound dalam dua pekan terakhir. Di level yang lebih tinggi, EMA 100 hari di US$147,9 dan EMA 200 hari di US$159,2 mencerminkan kerusakan struktur harga sejak puncak Oktober lalu.

Dilaporkan Traders Union, kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tren Solana masih bersifat koreksi, bukan fase akumulasi. Setiap reli justru dimanfaatkan pelaku pasar untuk melepas posisi, bukan membangun eksposur baru. Selama harga masih berada di bawah zona US$136–US$140, potensi kenaikan dinilai belum terkonfirmasi.

Indikator momentum turut menguatkan sentimen negatif. Relative Strength Index (RSI) harian kembali turun ke area rendah 40-an setelah gagal bertahan di atas level netral 50. Tidak adanya divergensi bullish menunjukkan risiko penurunan masih terbuka jika support kembali ditembus.

Potensi Harga SOL

Pada timeframe intraday, tekanan jual juga terlihat dominan. Di grafik 30 menit, harga masih berada di bawah indikator Supertrend dan Parabolic SAR, dengan pola lower high yang konsisten. Pergerakan ini mengindikasikan fase distribusi, di mana reli jangka pendek dimanfaatkan untuk keluar dari pasar.

Dari sisi aliran dana, data spot menunjukkan outflow yang berkelanjutan, menandakan distribusi oleh pelaku besar masih berlangsung. Sementara itu, pasar derivatif mencatat penurunan open interest seiring harga melemah, mengindikasikan pengurangan risiko, bukan penambahan posisi agresif. Likuidasi posisi long juga masih mendominasi, mencerminkan rapuhnya kepercayaan pelaku pasar bullish.

Ke depan, level US$130 menjadi support jangka pendek yang krusial. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area US$120-an. Sebaliknya, penutupan harian di atas US$140 dibutuhkan untuk memberi sinyal awal meredanya tekanan jual dan membuka peluang pemulihan ke arah US$148.

Untuk saat ini, Solana masih berada dalam kondisi sell on rally. Struktur harga yang lemah, momentum negatif, serta arus dana yang belum mendukung membuat dominasi bearish tetap terjaga, dengan beban pembuktian masih berada di pihak pembeli.

Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Masih Lesu di Bawah US$2,24, Analis Bidik Target US$2,52

Harga aset kripto XRP tengah berada di fase penentuan setelah mencatatkan kinerja lemah dalam sepekan terakhir. Dalam tujuh hari, harga XRP terkoreksi sekitar 6%, menjadikannya salah satu altcoin berkapitalisasi besar dengan performa terburuk minggu ini.

Meski demikian, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah, dengan catatan XRP mampu mengulangi pergerakan yang terjadi sekitar empat bulan lalu. Kunci utamanya terletak pada kemampuan harga merebut kembali exponential moving average (EMA) 100 hari di kisaran US$2,24. Jika level ini berhasil ditembus, XRP berpeluang memicu reli hingga 33%.

Pola Grafik Ulang, EMA Jadi Penentu

Berdasarkan grafik harian, XRP saat ini membentuk struktur inverse head-and-shoulders, sebuah pola teknikal yang umumnya mengindikasikan potensi pembalikan tren ke arah naik. Garis neckline dari pola ini berada di sekitar US$2,52, atau sekitar 28% di atas harga saat ini.

Namun, pola tersebut baru akan valid jika XRP mampu bertahan di atas EMA 100 hari. Secara historis, level ini kerap menjadi titik krusial bagi XRP. Pada September lalu, keberhasilan menembus EMA 100 hari mendorong kenaikan harga masing-masing sekitar 12% dan 16% dalam dua fase berbeda.

Saat ini, XRP masih tertahan di bawah EMA jangka pendek 20 hari dan 50 hari, serta sempat ditolak di EMA 100 hari pada 14 Januari. Kendati begitu, munculnya ekor bawah panjang pada candle harian menandakan adanya aksi beli yang cepat menyerap tekanan jual.

Whale dan Holder Jangka Panjang Mulai Akumulasi

Dilaporkan BeInCrypto, di balik pelemahan harga, data on-chain menunjukkan aktivitas akumulasi oleh investor besar. Whale dengan kepemilikan 10–100 juta XRP tercatat menambah saldo dari sekitar 11,14 miliar menjadi 11,17 miliar XRP, setara hampir US$60 juta.

Sementara itu, whale yang lebih kecil dengan kepemilikan 1–10 juta XRP bahkan lebih agresif. Total kepemilikan kelompok ini naik dari 3,54 miliar menjadi 3,59 miliar XRP, atau hampir US$100 juta. Akumulasi ini mulai terlihat sejak 14 Januari, meski sempat terjadi pelepasan sebagian pada 15 Januari saat harga terkoreksi.

Aksi whale kemudian diikuti oleh holder jangka panjang. Data Glassnode menunjukkan, sejak 16 Januari, dompet yang menyimpan XRP selama lebih dari 155 hari mencatat kenaikan kepemilikan dari 223,2 juta menjadi 234,9 juta XRP dalam dua hari, atau naik sekitar 5,2%.

Baca juga: XRP Ambruk Lebih dari 4%, Ini Biang Kerok Kejatuhan Crypto Hari Ini

Pasar Derivatif Didominasi Short

Faktor lain yang berpotensi menjadi katalis adalah kondisi pasar derivatif. Data Coinglass menunjukkan posisi short mendominasi lebih dari 95% di pasar perpetual XRP. Nilai leverage likuidasi short tercatat mendekati US$520 juta, jauh di atas posisi long yang hanya sekitar US$22 juta.

Ketimpangan ini membuka peluang terjadinya short squeeze, di mana kenaikan harga yang relatif moderat dapat memaksa penutupan posisi short secara massal dan mendorong harga naik lebih cepat.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Untuk mengonfirmasi skenario bullish, XRP perlu menutup perdagangan di atas US$2,24 guna merebut kembali EMA 100 hari. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak ke zona US$2,48–US$2,52, yang menjadi pemicu aktivasi pola teknikal dan membuka ruang reli hingga 33%.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$1,84 akan melemahkan setup, sementara penembusan ke bawah US$1,77 berpotensi membatalkan skenario bullish sepenuhnya.

Saat ini, XRP masih berada di fase konsolidasi. Namun, jika pergerakan harga mampu meniru momentum yang terjadi pada September lalu, reli yang telah lama dinantikan pasar bisa kembali terwujud.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga ARPA Hari Ini Melejit 47%, Volume Tembus $342 Juta

Harga ARPA Network (ARPA) hari ini mencatat lonjakan tajam dengan kenaikan +47,73% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level $0,017731 per ARPA/USD.

Kenaikan signifikan ini langsung menarik perhatian pelaku pasar kripto, terutama karena disertai lonjakan volume perdagangan yang sangat tinggi, mencapai $342,94 juta dalam 24 jam.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $27,24 juta, ARPA saat ini berada di peringkat ke-631 aset kripto global, seperti yang terlihat di Tokocrypto pada Selasa (20/1).

Namun, volume perdagangan yang jauh melampaui nilai kapitalisasi pasarnya menjadi sinyal kuat adanya aktivitas spekulatif dan minat pasar yang meningkat secara drastis.

Baca Juga: Harga ARPA Naik Hampir 20% Setelah Kolaborasi Strategis dengan GAIB

Lonjakan Harga ARPA dalam 24 Jam

Dalam satu hari terakhir, ARPA mencatat kenaikan harga sekitar $0,005791, atau hampir setengah dari nilainya sebelumnya.

Performa ini menjadikan ARPA sebagai salah satu altcoin dengan kenaikan tertinggi hari ini. Perubahan harga ARPA dalam beberapa timeframe menunjukkan tren yang sangat agresif:

  • 1 jam: +0,4%
  • 24 jam: +47,73%
  • 7 hari: +39,81%

Lonjakan mingguan yang hampir 40% mengindikasikan bahwa pergerakan ini bukan hanya spike sesaat, tetapi bagian dari reli jangka pendek yang sedang berlangsung.

Performa ARPA dalam 30 hingga 90 Hari

Pergerakan harga ARPA Network (ARPA/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga ARPA Network (ARPA/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, performa ARPA Network terlihat semakin menarik. Dalam 30 hari terakhir, harga ARPA naik +46,49%, hampir sejalan dengan lonjakan harian saat ini.

Dalam 60 hari, kenaikan tercatat sebesar +15,99%, menandakan adanya akselerasi momentum dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, secara 90 hari, ARPA masih mencatat penurunan -6,13%, yang menunjukkan bahwa reli saat ini terjadi setelah fase tekanan harga sebelumnya.

Pola seperti ini sering kali mencerminkan reversal jangka pendek setelah periode akumulasi atau konsolidasi.

Volume Perdagangan Jadi Sorotan Utama

Salah satu aspek paling menonjol dari pergerakan ARPA hari ini adalah rasio volume terhadap kapitalisasi pasar yang sangat tinggi.

Dengan volume lebih dari $342 juta dan market cap di kisaran $27 juta, rasio ini mengindikasikan perputaran token yang sangat cepat.

Kondisi seperti ini biasanya terjadi saat munculnya katalis spekulatif, aksi trading jangka pendek yang intens, atau masuknya trader momentum dan scalper.

Meski berpotensi menghasilkan keuntungan cepat, kondisi ini juga meningkatkan risiko volatilitas ekstrem dan potensi koreksi tajam dalam waktu singkat.

Pasokan dan Struktur Pasar ARPA

Saat ini, jumlah pasokan ARPA yang beredar mencapai 1,52 miliar token, tanpa batas maksimum suplai yang ditentukan.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) tercatat sekitar $35,85 juta, relatif dekat dengan kapitalisasi pasar saat ini.

Struktur suplai seperti ini membuat harga ARPA sangat sensitif terhadap perubahan permintaan.

Ketika minat beli meningkat, harga dapat melonjak cepat, namun sebaliknya juga rentan mengalami tekanan jual besar ketika sentimen berubah.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Dengan kenaikan hampir 50% dalam satu hari, investor dan trader perlu mencermati beberapa faktor penting:

  • Apakah volume tinggi ini dapat dipertahankan
  • Potensi aksi ambil untung (profit taking) dalam jangka pendek
  • Kemampuan harga ARPA bertahan di atas level psikologis $0,017–$0,018

Tanpa konsolidasi yang sehat, reli tajam seperti ini sering diikuti oleh koreksi cepat.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 20 Januari 2026: kembali Tunjukkan Tanda Rebound

Harga ARPA hari ini mencatat lonjakan luar biasa dengan kenaikan +47% dalam 24 jam, didorong oleh volume perdagangan yang sangat besar.

Secara teknikal, momentum jangka pendek terlihat kuat, namun risiko volatilitas juga meningkat signifikan.

Bagi trader agresif, ARPA menawarkan peluang menarik dalam jangka pendek. Sementara itu, investor perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi, mengingat reli cepat sering kali diikuti oleh fase penyesuaian harga.

Seperti biasa, manajemen risiko menjadi kunci utama dalam menghadapi pergerakan ekstrem seperti ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Turun ke $3.185, Terseret Arus Konsolidasi Pasar

Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat berada di level $3.185,08 per ETH/USD, mengalami penurunan sekitar -0,67% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung bergerak sideways, dengan investor masih bersikap hati-hati menunggu arah tren berikutnya.

Meski melemah secara harian, Tokocrypto mencatat Ethereum tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasarnya, dengan nilai mencapai $384,44 miliar.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $20,20–$20,44 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih relatif aktif.

Baca Juga: Harga Ethereum Turun ke $3.205, Sentimen Pasar Melemah

Pergerakan Harga ETH Hari Ini

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam 24 jam terakhir, harga ETH bergerak dalam rentang yang cukup sempit. Ethereum sempat menyentuh harga terendah di $3.166,02 dan harga tertinggi di $3.232,98.

Pola ini mengindikasikan bahwa ETH saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana tekanan jual dan beli relatif seimbang.

Perubahan harga Ethereum dalam beberapa timeframe penting menunjukkan gambaran yang beragam:

  • 1 jam: -0,05%
  • 24 jam: -0,67%
  • 7 hari: +2,29%

Kenaikan mingguan ini menjadi sinyal bahwa tren jangka pendek ETH masih cenderung positif, meskipun koreksi minor terjadi dalam perdagangan harian.

Kinerja Ethereum dalam 30 hingga 90 Hari

Jika ditarik ke perspektif yang lebih luas, performa Ethereum menunjukkan kekuatan yang cukup solid.

Dalam 30 hari terakhir, harga ETH naik sebesar $209,52 atau +7,04%. Bahkan dalam 60 hari, kenaikan mencapai +13,74%, mencerminkan minat beli yang cukup konsisten.

Namun, dalam rentang 90 hari, Ethereum masih mengalami koreksi sebesar -17,67%, turun sekitar $683,61.

Penurunan ini menunjukkan bahwa ETH masih dalam fase pemulihan dari tekanan besar sebelumnya, meskipun tren jangka menengah mulai menunjukkan perbaikan.

Kapitalisasi Pasar dan Pasokan ETH

Saat ini, jumlah pasokan Ethereum yang beredar mencapai 120,69 juta ETH.

Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum tidak memiliki batas maksimum suplai, sehingga faktor permintaan dan aktivitas jaringan menjadi kunci utama dalam menentukan pergerakan harga jangka panjang.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) sebesar $384,44 miliar, nilai Ethereum sepenuhnya mencerminkan suplai yang sudah beredar saat ini.

Hal ini membuat pergerakan harga ETH relatif lebih responsif terhadap perubahan sentimen pasar dan perkembangan ekosistem.

Jarak dari Rekor Tertinggi Ethereum

Ethereum pernah mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4.953,73. Dibandingkan dengan harga saat ini, ETH masih berada sekitar 35% di bawah level tertingginya.

Bagi sebagian investor, kondisi ini dipandang sebagai peluang akumulasi jangka panjang, terutama jika kepercayaan terhadap ekosistem Ethereum tetap kuat.

Faktor fundamental seperti dominasi Ethereum di sektor DeFi, NFT, dan smart contract, serta perkembangan layer-2 dan efisiensi jaringan, terus menjadi pendorong utama minat investor terhadap ETH.

Prospek ETH ke Depan

Dalam jangka pendek, level $3.150–$3.200 menjadi area support penting yang perlu dipertahankan.

Jika tekanan jual meningkat dan level ini ditembus, ETH berpotensi mengalami koreksi lanjutan.

Sebaliknya, apabila mampu kembali menembus area $3.250–$3.300, peluang penguatan menuju resistance berikutnya akan terbuka.

Secara keseluruhan, Ethereum masih menunjukkan struktur pasar yang relatif sehat.

Selama tren mingguan tetap positif dan volume perdagangan stabil, koreksi harian seperti saat ini dapat dianggap sebagai bagian normal dari pergerakan pasar.

Baca Juga: Koreksi Ringan, Harga Ethereum (ETH) Turun Tipis ke $3.288

Harga ETH hari ini yang turun ke $3.185 mencerminkan koreksi ringan di tengah tren pemulihan jangka menengah.

Dengan kapitalisasi pasar besar, volume perdagangan yang stabil, dan peran sentral dalam ekosistem kripto, Ethereum tetap menjadi salah satu aset digital paling diperhatikan oleh investor. .Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh sentimen pasar global dan kemampuan ETH bertahan di atas level support kunci.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com