Tag Archives: aset kripto

LINK Berpotensi Meledak di April Usai Koreksi 6 Bulan

Setelah enam bulan berturut-turut mencatatkan penurunan, Chainlink (LINK) akhirnya menunjukkan tanda pemulihan dengan munculnya candle hijau bulanan. Meski demikian, harga LINK masih bergerak di bawah level psikologis US$10, dengan pergerakan sideways sepanjang Maret yang dinilai investor sebagai fase akumulasi.

Sejumlah data on-chain terbaru mengindikasikan adanya sentimen positif yang berpotensi mendorong pemulihan harga LINK pada April mendatang.

Akumulasi Whale Meningkat Tajam

Dilaporkan BeInCrypto, aktivitas pembelian oleh investor besar (whale) menjadi salah satu sinyal utama. Data Arkham Intelligence mencatat beberapa transaksi besar dalam sepekan terakhir, termasuk pembelian 217.000 LINK senilai sekitar US$2 juta melalui transaksi over-the-counter (OTC), serta 83.000 LINK senilai US$800.000 di Binance.

Selain itu, satu alamat besar juga tercatat membeli 384.000 LINK atau sekitar US$3,49 juta dari B2C2 Group dan Galaxy Digital.

Kenaikan aktivitas ini diperkuat oleh data Santiment yang menunjukkan jumlah wallet yang memegang minimal 1.000 LINK meningkat menjadi 25.420 — level tertinggi sejak Desember 2025.

Tren ini mengindikasikan bahwa investor menengah hingga besar cenderung menambah kepemilikan, bukan melakukan aksi jual.

Baca juga: Chainlink Aktifkan Transfer cbBTC ke Monad

Arus Dana Institusional Terus Mengalir

Minat institusi terhadap Chainlink juga terlihat dari produk keuangan tradisional. Pada Maret 2026, total aset bersih ETF spot LINK di Amerika Serikat mencapai rekor baru sebesar US$93,74 juta.

Data menunjukkan arus masuk dana (inflow) terjadi secara konsisten setiap minggu tanpa adanya arus keluar. Hal ini mencerminkan permintaan institusional yang tetap kuat terhadap eksposur LINK.

Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur on-chain LINK sekarang jauh lebih sehat daripada kelihatannya dari harga yang masih lesu.

“Saat whale beli agresif, wallet besar bertambah, ETF terus menyerap, dan exchange reserve turun bersamaan, pasar sebenarnya sedang membangun tekanan beli tersembunyi yang biasanya jadi fondasi recovery yang lebih serius,” jelasnya.

Pasokan di Bursa Menyusut

Di sisi lain, data CryptoQuant menunjukkan cadangan LINK di bursa terus menurun dan kini berada di angka 127,3 juta token.

Penurunan suplai di exchange biasanya menandakan berkurangnya tekanan jual. Jika dikombinasikan dengan akumulasi investor besar, kondisi ini dapat menciptakan tekanan beli yang mendorong harga naik.

Level Support Kritis Jadi Penentu

Secara teknikal, LINK saat ini berada di zona support penting yang telah bertahan sejak 2019. Analis menilai bahwa jika level ini mampu dipertahankan, maka struktur harga berpotensi berbalik arah menjadi bullish.

Zona support jangka panjang secara historis sering menjadi titik awal pemulihan harga yang signifikan.

Risiko Tetap Mengintai

Meski indikator terlihat positif, pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian makroekonomi. Laporan terbaru menunjukkan volume perdagangan altcoin turun hingga 85%, seiring pergeseran minat investor ke Bitcoin.

Kondisi ini berpotensi membatasi kenaikan harga LINK, meskipun skenario pemulihan terjadi pada April.

Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

McLaren Ekspansi Blockchain, Bagikan Aset Digital Gratis

McLaren Racing resmi bergabung dengan Hedera Council, sebuah langkah yang menandai ekspansi serius tim balap legendaris ini ke dunia blockchain.

Dilaporkan Coin Turk, keputusan ini menempatkan McLaren sebagai bagian dari pengambil keputusan dalam pengembangan jaringan Hedera, sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar global lainnya. Dengan basis penggemar yang tersebar di lebih dari 180 negara, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa industri motorsport mulai mengarah ke integrasi teknologi Web3.

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, McLaren langsung meluncurkan program digital collectibles yang bisa diklaim secara gratis oleh penggemar. Koleksi ini akan dirilis sepanjang musim balap 2026 dan terhubung langsung dengan event besar seperti Formula 1 dan IndyCar.

Dimulai dari Grand Prix Australia, dilanjutkan China dan Jepang, setiap collectibles dirancang untuk memperkuat pengalaman fans dengan pendekatan yang lebih interaktif. Menariknya, akses dibuat lebih mudah karena pengguna bisa mengklaim tanpa harus memiliki wallet crypto, cukup melalui login biasa berbasis web.

Baca Juga: Alpine F1 Token (ALPINE) Bikin Kaget, Naik 180%! Siap Jadi Sultan?

Koleksi Digital Gratis Jadi Strategi Baru Gaet Fans Global

Program ini bukan sekadar gimmick, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun komunitas digital. Pemilik collectibles akan mendapatkan akses ke konten eksklusif serta aktivitas komunitas berbasis blockchain, terutama melalui Discord.

McLaren melihat ini sebagai cara baru untuk menciptakan keterlibatan yang lebih dalam antara tim dan penggemar, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain ke audiens yang lebih luas.

Tim Research Tokocrypto mengatakan ini jelas adopsi, bukan gimik logo tempel. Saat brand sebesar McLaren masuk sampai level governance dan loyalty program on-chain, blockchain mulai dipakai sebagai rel hubungan pelanggan global, bukan sekadar alat spekulasi aset digital.

Dampak Lebih Luas, Web3 Masuk ke Dunia Olahraga Elite

Kolaborasi antara McLaren dan Hedera juga mencerminkan tren yang lebih besar di industri olahraga, di mana teknologi blockchain mulai digunakan untuk membangun loyalty program, aset digital, hingga sistem interaksi baru dengan fans.

Hedera sendiri menargetkan posisinya sebagai jaringan blockchain yang efisien dan siap digunakan oleh perusahaan besar. Kehadiran McLaren memperkuat posisi tersebut, sekaligus membuka peluang baru bagi inovasi di sektor olahraga.

Ke depan, McLaren juga akan terlibat dalam berbagai aktivitas blockchain lainnya, termasuk partisipasi dalam HederaCon di Miami yang bertepatan dengan Formula 1 Miami Grand Prix 2026. Langkah ini semakin menegaskan bahwa masa depan interaksi fans tidak lagi hanya di tribun atau layar TV, tetapi juga di dunia digital yang terdesentralisasi.

Baca Juga: Fans Token Alpine F1 Ngebut, Apa Rahasianya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Retail Bitcoin Masih Reaktif, Pangsa Pasar Cenderung Stabil

Aktivitas investor retail pada jaringan Bitcoin menunjukkan dinamika yang berbeda antara volume transaksi dan kontribusinya terhadap keseluruhan aktivitas pasar.

Dilaporkan Crypto Quant, data terbaru memperlihatkan bahwa volume transaksi kecil dengan nilai antara 0 hingga 1.000 dolar AS masih mengalami lonjakan aktivitas, dengan rata-rata 30 hari berada di kisaran 95 juta dolar AS. Kondisi ini mencerminkan perilaku investor retail yang cenderung reaktif terhadap pergerakan harga dan volatilitas pasar.

Di sisi lain, pangsa aktivitas retail dengan rentang transaksi 0 hingga 10.000 dolar AS sempat mengalami kenaikan sejak pertengahan 2022 hingga awal 2023. Namun setelah itu, tren tersebut berbalik menurun dan kini memasuki fase stabilisasi.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan artinya retail belum hilang, tapi mereka sekarang lebih mirip penumpang reaktif daripada mesin penggerak pasar.

“Selama partisipasinya cuma meledak saat harga bergerak tanpa memperbesar market share secara berkelanjutan, fondasi rally Bitcoin tetap lebih bergantung pada pemain besar daripada keterlibatan organik retail,” tuturnya.

Kontribusi Retail Bitcoin

Baca juga: Misteri Bitcoin: Retail Jual Rugi, Institusi Terus Akumulasi

Saat ini, kontribusi retail terhadap total aktivitas jaringan Bitcoin bertahan di sekitar 0,7 persen, menunjukkan bahwa pertumbuhan peran retail dalam struktur pasar tidak lagi mengalami ekspansi.

Perbedaan antara lonjakan volume transaksi dan stagnasi pangsa pasar ini menegaskan bahwa aktivitas retail lebih didorong oleh momentum jangka pendek dibandingkan partisipasi yang berkelanjutan.

Dengan demikian, meskipun investor retail masih aktif dalam arus transaksi, perannya dalam membentuk struktur pasar Bitcoin secara keseluruhan cenderung tidak mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SOON Tutup soonBase L3, Alihkan Fokus ke AI Capital Market

Proyek kripto SOON resmi mengumumkan penghentian jaringan soonBase L3 yang akan berlaku mulai 26 Maret.

Keputusan ini menjadi langkah strategis yang cukup signifikan, mengingat pengguna diminta untuk segera menarik aset mereka sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan.

Setelah tanggal tersebut, jaringan tidak lagi akan dipelihara secara aktif, dan proses penarikan aset hanya dapat dilakukan secara manual, sebuah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko operasional bagi pengguna yang terlambat melakukan migrasi.

Baca Juga: Token SoonVerse (SOON) Meroket 57%: Market Cap Tembus $720 Juta

Pengguna Diminta Segera Tarik Aset

Dalam pengumuman resminya, tim SOON menegaskan bahwa seluruh pengguna harus menarik aset mereka melalui bridge resmi sebelum jaringan ditutup sepenuhnya.

Coinmarketcal menyebut, terdapat beberapa poin penting dari proses ini, termasuk penarikan yang hanya dapat dilakukan secara otomatis sebelum tenggat.

Kemudian setelah shutdown, proses akan menjadi manual sehingga risiko keterlambatan dan kompleksitas meningkat pasca-penutupan.

Langkah ini menunjukkan bahwa penghentian soonBase L3 bukan sekadar pengurangan aktivitas, melainkan benar-benar penghentian operasional.

Mainnet Tetap Aman, Ekosistem Tidak Sepenuhnya Mati

Meski penutupan L3 bisa memicu kekhawatiran, tim SOON memastikan bahwa SOON Mainnet tetap berjalan normal.

Selain itu, svmBNB tidak terdampak karena infrastruktur inti proyek masih aktif. Artinya, shutdown ini bersifat selektif dan tidak mencerminkan kegagalan total proyek.

Sebaliknya, langkah ini lebih mengarah pada konsolidasi sumber daya dan fokus pengembangan.

Pergeseran Strategi ke AI Capital Market

Di saat yang sama dengan pengumuman shutdown, SOON juga mengungkapkan bahwa mereka akan mengalihkan fokus ke pengembangan AI Capital Market, sebuah narasi yang saat ini sedang naik daun di industri kripto dan teknologi.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa proyek tidak berhenti, melainkan mengubah arah pengembangan dan mengalokasikan ulang sumber daya sambil mengikuti tren pasar yang lebih relevan.

Integrasi AI dalam sektor keuangan kripto menjadi salah satu tema besar yang mulai menarik perhatian investor global.

Dampak ke Sentimen Pasar

Penutupan jaringan seperti soonBase L3 biasanya memiliki dampak ganda terhadap pasar:

Dampak Negatif:

  • Kekhawatiran terhadap stabilitas proyek
  • Persepsi kegagalan eksperimen teknologi
  • Tekanan jual jangka pendek

Dampak Positif:

  • Fokus yang lebih jelas pada pengembangan inti
  • Efisiensi penggunaan sumber daya
  • Potensi narasi baru yang lebih kuat (AI)

Dengan kata lain, pasar kemungkinan akan bereaksi secara campuran terhadap berita ini.

Reset Strategi, Bukan Kematian Proyek

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini lebih tepat dilihat sebagai penyesuaian strategi daripada sinyal negatif permanen.

“Ini event yang campur aduk: penutupan L3 jelas bisa memicu kekhawatiran soal eksperimen yang gagal dan bikin volatilitas sentimen jangka pendek, apalagi user dipaksa keluar dari jaringan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Tapi karena mainnet inti tetap hidup dan tim justru mengonsolidasikan sumber daya ke narasi AI yang lagi panas, efek akhirnya lebih cocok dibaca sebagai reset strategi daripada kematian ekosistem total.

Pandangan ini menekankan bahwa konteks keseluruhan proyek harus diperhatikan sebelum menarik kesimpulan.

Tren Lebih Luas: Konsolidasi di Industri Kripto

Langkah SOON mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana banyak proyek mulai menghentikan produk yang kurang efisien.

Sebagian besar proyek kini mengalihkan fokus ke sektor dengan pertumbuhan tinggi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

AI, tokenisasi, dan real-world assets (RWA) kini menjadi area utama yang menarik perhatian.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski memiliki potensi positif, beberapa risiko tetap ada, yaitu:

  • Ketidakpercayaan dari pengguna lama
  • Tantangan dalam eksekusi strategi baru
  • Ketergantungan pada narasi AI yang masih berkembang

Keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada implementasi nyata, bukan hanya perubahan arah.

Baca Juga: SOON Melejit 41%, Dorong Token ke Rekor Tertinggi Baru

Penutupan soonBase L3 oleh SOON merupakan langkah strategis yang menandai pergeseran fokus proyek menuju sektor AI Capital Market.

Meski berpotensi memicu volatilitas jangka pendek, langkah ini tidak berarti akhir dari ekosistem SOON.

Dengan mainnet tetap berjalan dan arah baru yang lebih relevan dengan tren industri, keputusan ini lebih tepat dilihat sebagai upaya reset strategi.

Bagi investor dan pengguna, periode ini menjadi momen penting untuk memantau bagaimana SOON mengeksekusi visinya di sektor AI, apakah mampu menjadi katalis pertumbuhan baru, atau justru menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Coinbase Tolak RUU Kripto AS Terkait Yield Stablecoin

Perusahaan exchange kripto raksasa, Coinbase, dilaporkan menolak kompromi terbaru dalam pembahasan RUU struktur pasar kripto di Senat Amerika Serikat.

Penolakan ini berfokus pada klausul yang berpotensi melarang pihak ketiga (termasuk exchange) untuk menawarkan atau membayar yield dari stablecoin kepada pengguna.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa proses legislasi kripto di AS masih jauh dari kata selesai, dengan konflik kepentingan antara industri kripto dan sektor perbankan semakin mengemuka.

Baca Juga: Coinbase Resmi Luncurkan Futures Kripto di 26 Negara Eropa

Inti Masalah: Yield Stablecoin

Salah satu isu paling krusial dalam RUU ini adalah regulasi terkait yield stablecoin. Dalam draf terbaru, terdapat bahasa yang dianggap dapat membatasi.

Sebut saja exchange dalam memberikan insentif bunga atau yield, model bisnis berbasis stablecoin di platform kripto, hingga distribusi hasil dari produk berbasis likuiditas.

Padahal bagi industri kripto, yield stablecoin merupakan salah satu fitur penting yang dapat menarik pengguna baru, meningkatkan likuiditas, dan menjadi sumber pendapatan utama.

Namun bagi perbankan tradisional, fitur ini dipandang sebagai ancaman langsung terhadap sistem deposito.

Konflik Kripto vs Perbankan

Perdebatan ini mencerminkan konflik yang lebih luas antara dua sektor.

Dari sudut pandang industri kripto, tentu saja ingin mempertahankan fleksibilitas produk untuk mendorong inovasi keuangan berbasis blockchain dan mengembangkan ekosistem DeFi dan CeFi.

Tapi dari perbankan tradisional, mayoritas khawatir terhadap deposit flight (perpindahan dana nasabah) sehingga mendesak regulator untuk membatasi kompetisi, sekaligus meminta perlindungan terhadap sistem keuangan konvensional.

Menurut laporan Cointelegraph, tarik-menarik kepentingan inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa kompromi sulit dicapai.

Senator Alsobrooks, yang difoto pada sebuah acara perbankan di awal Maret, mengatakan bahwa RUU kompromi tersebut mungkin akan membuat baik dunia kripto maupun bank-bank tidak senang. Sumber: American Bankers Association.
Senator Alsobrooks, yang difoto pada sebuah acara perbankan di awal Maret, mengatakan bahwa RUU kompromi tersebut mungkin akan membuat baik dunia kripto maupun bank-bank tidak senang. Sumber: American Bankers Association.

Peran Gedung Putih

Pemerintah AS melalui Gedung Putih dilaporkan telah beberapa kali mempertemukan kedua kubu untuk mencari titik tengah.

Namun hingga saat ini, belum ada kesepakatan final yang dapat diterima semua pihak. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi kripto semakin menjadi isu politik strategis.

Maka dari itu, pemerintah berusaha menyeimbangkan inovasi dan stabilitas. Namun sebagai ganjarannya, proses legislasi akan memakan waktu lebih panjang.

Dampak bagi Industri Kripto

Penolakan dari Coinbase membawa beberapa implikasi penting:

1. Ketidakpastian Regulasi

Pasar masih belum memiliki kejelasan terkait aturan stablecoin di AS.

2. Potensi Regulasi Lebih Ketat

Jika kompromi condong ke arah perbankan, aturan bisa menjadi lebih restriktif.

3. Pengaruh Global

Sebagai pasar terbesar, regulasi AS akan berdampak pada kebijakan di negara lain.

Pertarungan Masih Jauh dari Selesai

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, sikap Coinbase menunjukkan bahwa konflik inti dalam RUU ini belum terselesaikan.

“Kalau bahkan Coinbase masih menahan dukungan, berarti pertarungan inti RUU ini belum selesai dan isu stablecoin yield tetap jadi ranjau politik utama. Bagi pasar, ini sinyal bahwa jalur legislasi kripto AS masih hidup, tapi bentuk akhirnya bisa lahir jauh lebih keras dan lebih bank-friendly dari yang diinginkan industri,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa hasil akhir regulasi bisa berbeda jauh dari ekspektasi awal industri kripto.

Apa Artinya bagi Stablecoin?

Stablecoin merupakan salah satu pilar utama ekosistem kripto, digunakan untuk perdagangan aset digital, penyimpanan nilai, dan transfer lintas batas.

Jika yield stablecoin dibatasi, dampaknya bisa meluas seiring berkurangnya daya tarik bagi pengguna, penurunan likuiditas di exchange, dan perubahan model bisnis platform kripto.

Melihat situasi saat ini, arah regulasi kripto di AS masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian.

Artinya, pelaku pasar harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari regulasi yang mendukung hingga pembatasan yang lebih ketat.

Baca Juga: Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain

Penolakan Coinbase terhadap kompromi terbaru dalam RUU kripto AS menegaskan bahwa perdebatan seputar regulasi stablecoin masih jauh dari kata selesai. Isu yield menjadi titik konflik utama antara industri kripto dan perbankan tradisional.

Meski jalur legislasi tetap berjalan, bentuk akhir regulasi kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik dan stabilitas sistem keuangan.

Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa regulasi tetap menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah masa depan kripto—tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga secara global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pejabat AS Dilarang Main Pasar Prediksi

Gelombang regulasi terhadap industri prediction market semakin menguat setelah rancangan undang-undang bipartisan bertajuk PREDICT Act resmi diajukan di Amerika Serikat.

RUU ini menargetkan pembatasan langsung terhadap pejabat tinggi negara, termasuk anggota Kongres, presiden, dan wakil presiden, untuk tidak terlibat dalam aktivitas taruhan berbasis peristiwa politik di platform prediction market.

Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam pendekatan regulator terhadap sektor yang selama ini berada di wilayah abu-abu antara perdagangan derivatif dan taruhan digital.

Baca Juga: Coinbase Tolak Kompromi RUU Kripto AS, Isu Yield Stablecoin Jadi Titik Panas

Isi Utama RUU PREDICT Act

RUU ini secara tegas melarang sejumlah pihak untuk berpartisipasi dalam prediction market, termasuk Anggota Kongres AS; Presiden dan Wakil Presiden; pejabat politik federal; serta pasangan dan tanggungan mereka.

Sebagaimana dilaporkan Cointelegraph, larangan ini mencakup taruhan atas berbagai jenis peristiwa, seperti hasil pemilu, keputusan kebijakan publik, dan tindakan pemerintah.

Selain larangan, RUU ini juga menetapkan sanksi yang cukup berat, yaitu denda sebesar 10% dari nilai kontrak dan penyitaan seluruh keuntungan ke kas negara (US Treasury).

Fokus pada Risiko Insider Trading Politik

Alasan utama di balik RUU ini adalah kekhawatiran bahwa pejabat publik memiliki akses terhadap informasi non-publik yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi melalui prediction market.

Dalam konteks ini, prediction market mulai dipandang tidak hanya sebagai alat spekulasi atau hedging, tetapi juga sebagai potensi celah insider trading berbasis politik.

Platform seperti Kalshi dan Polymarket kini berada di bawah sorotan karena menyediakan pasar berbasis outcome yang bisa diperdagangkan secara real-time.

Tekanan Regulasi yang Semakin Luas

RUU PREDICT Act tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan terhadap prediction market datang dari berbagai arah, seperti regulator federal di AS, pemerintah negara bagian, dan otoritas pengawas derivatif.

Hal ini menunjukkan bahwa sektor prediction market sedang memasuki fase pengawasan yang lebih ketat, terutama karena pertumbuhan pengguna yang pesat; integrasi dengan platform kripto dan DeFi; serta potensi dampak terhadap integritas sistem politik.

Dampak bagi Industri Kripto

Prediction market merupakan salah satu sektor yang berkembang cepat dalam ekosistem kripto, dengan menawarkan cara baru untuk:

  • Mengukur probabilitas peristiwa dunia nyata
  • Menggabungkan informasi pasar secara kolektif
  • Menciptakan instrumen trading berbasis outcome

Namun dengan meningkatnya tekanan regulasi, beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

1. Penyempitan Ruang Operasi

Platform harus menyesuaikan model bisnis agar sesuai dengan aturan baru.

2. Peningkatan Kepatuhan

KYC, verifikasi identitas, dan pembatasan pengguna kemungkinan akan diperketat.

3. Risiko Fragmentasi Pasar

Platform global mungkin menghadapi pembatasan akses di wilayah tertentu.

Regulasi Masuk Fase Baru

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, pengajuan RUU ini merupakan sinyal jelas bahwa regulator mulai melihat prediction market sebagai isu serius, bukan sekadar eksperimen teknologi.

“Ini jelas eskalasi regulasi, bukan sekadar omelan etika. Kalau prediction market mulai diposisikan sebagai celah insider trading politik, tekanan hukum ke sektor ini bakal makin keras dan ruang abu-abunya bakal menyusut cepat,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan regulator kini lebih agresif dan berorientasi pada enforcement.

Apa Selanjutnya untuk Prediction Market?

Jika RUU PREDICT Act disahkan, implikasinya bisa meluas. Standar global terhadap prediction market bisa ikut berubah.

Selain itu, platform akan terdorong untuk lebih transparan dan teregulasi. Kemudian, inovasi mungkin bergeser ke yurisdiksi yang lebih ramah.

Di sisi lain, regulasi ini juga bisa memberikan legitimasi jangka panjang jika sektor mampu beradaptasi.

Baca Juga: Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

RUU PREDICT Act menandai babak baru dalam regulasi prediction market di Amerika Serikat.

Dengan melarang pejabat publik terlibat dalam taruhan berbasis peristiwa politik, pemerintah berupaya menutup celah potensi insider trading dan menjaga integritas sistem politik.

Namun, langkah ini juga membawa konsekuensi besar bagi industri kripto yang mulai mengadopsi model prediction market sebagai bagian dari inovasi finansial.

Ke depan, keseimbangan antara regulasi dan inovasi akan menjadi kunci utama dalam menentukan masa depan sektor ini, apakah akan berkembang sebagai instrumen keuangan sah, atau justru tertekan oleh pembatasan hukum yang semakin ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 3,10% ke $0,183, Tertekan Sentimen Makro

Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, turun 3,10% ke level $0,183, menurut catatan Coinmarketcap pada Jumat (27/3).

Pelemahan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang sedang lesu, dipicu oleh faktor makro global seperti kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Pergerakan Pi terlihat sejalan dengan pelemahan Bitcoin yang turun sekitar 2,4%, menandakan bahwa aset ini masih sangat bergantung pada sentimen pasar secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 0,88% di Tengah Pasar Flat, Likuiditas Jadi Faktor

Tekanan Makro Jadi Pemicu Utama

Penurunan harga Pi tidak terjadi secara terisolasi. Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun sekitar 2,6% dalam periode yang sama, mencerminkan tekanan luas pada aset berisiko.

Beberapa faktor utama yang mendorong kondisi risk-off ini antara lain:

  • Lonjakan harga minyak dunia yang menembus $94 per barel
  • Ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait negosiasi AS–Iran yang mandek
  • Kekhawatiran inflasi global yang kembali meningkat

Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung menarik dana dari aset berisiko seperti kripto dan beralih ke instrumen yang lebih aman.

Artinya, Pi bertindak sebagai aset high beta, yang cenderung bergerak searah dengan pasar, tetapi dengan volatilitas lebih tinggi saat tekanan meningkat.

Tekanan Teknikal dan Likuiditas Tipis

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor makro, tekanan juga datang dari sisi teknikal. Harga Pi saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan (moving average) jangka menengah, yang mengindikasikan momentum bearish dalam jangka pendek.

Di sisi lain, struktur pasar Pi yang relatif tipis turut memperbesar dampak penurunan harga. Dengan rasio turnover yang rendah, likuiditas di pasar ini tergolong minim.

Akibatnya, order jual dalam jumlah kecil bisa mendorong harga turun lebih dalam sehingga tidak ada cukup tekanan beli untuk menahan penurunan. Volatilitas pun menjadi lebih tinggi dibanding aset besar.

Ini berarti, tanpa katalis positif, Pi sangat rentan terhadap tekanan eksternal dan pergerakan pasar global.

Tidak Ada Katalis Internal

Berbeda dengan beberapa fase sebelumnya, tidak ada berita, pengumuman, atau perkembangan signifikan dari ekosistem Pi yang dapat mendukung harga dalam jangka pendek.

Ketiadaan katalis ini membuat pergerakan harga Pi sepenuhnya bergantung pada sentimen pasar kripto, pergerakan Bitcoin, hingga arus modal global.

Tanpa dorongan internal, Pi hanya mengikuti arus pasar dan lebih mudah terdampak sentimen negatif.

Outlook Jangka Pendek: Waspadai Level Kunci

Dalam jangka pendek, pergerakan Pi diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish.

Level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support: $0,175
  • Resistance: $0,19

Jika harga mampu bertahan di atas $0,175, maka potensi konsolidasi sideways masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, Pi berisiko turun lebih dalam menuju area $0,17.

Di sisi lain, pemulihan akan sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas level krusial $69.000.

Arah pasar masih sangat ditentukan oleh pergerakan Bitcoin sebagai pemimpin pasar.

Faktor yang Perlu Dipantau

Beberapa indikator penting yang dapat memengaruhi pergerakan Pi ke depan meliputi:

  • Stabilitas harga Bitcoin di area $69.000–$70.000
  • Perkembangan geopolitik global
  • Data inflasi AS (PCE)
  • Perubahan volume perdagangan Pi

Lonjakan volume dapat menjadi sinyal awal perubahan momentum, baik ke arah bullish maupun bearish.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 1,17% di Tengah Pasar Stabil, Minim Katalis

Penurunan harga Pi Network sebesar 3,10% mencerminkan tekanan luas di pasar kripto akibat sentimen makro yang negatif.

Tanpa adanya katalis internal, Pi bergerak sebagai aset high beta yang sangat sensitif terhadap pergerakan pasar global.

Dalam kondisi saat ini, risiko penurunan masih terbuka, terutama jika Bitcoin gagal mempertahankan level support utamanya. Namun, jika pasar global mulai stabil, Pi berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi.

Apakah Bitcoin mampu kembali menembus $70.000, atau justru turun di bawah $69.000 yang dapat memperpanjang tekanan pada altcoin seperti Pi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun $68.926, Tekanan Pendek

Harga Bitcoin hari ini mengalami pelemahan signifikan, turun 2,7% dalam 24 jam terakhir ke level $68.926.

Penurunan ini menandai meningkatnya tekanan jangka pendek di pasar kripto, setelah sebelumnya BTC sempat bertahan di atas level psikologis $70.000.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,37 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $38,87 miliar, Bitcoin masih menjadi aset kripto dominan.

Namun, pergerakan harga terbaru menunjukkan bahwa sentimen pasar sedang berada dalam fase hati-hati.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Sideways di Level $70.813

Bitcoin Gagal Bertahan di Atas $70.000

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di $70.945 sebelum akhirnya turun ke titik terendah di $68.118.

Kegagalan mempertahankan area $70.000 menjadi sinyal teknikal penting yang memicu aksi jual lanjutan. Level $70.000 selama ini berperan sebagai:

  • Area resistance psikologis
  • Zona distribusi bagi trader jangka pendek
  • Penentu arah momentum pasar

Ketika level ini gagal dipertahankan, tekanan jual cenderung meningkat karena banyak trader memilih mengamankan profit.

Koreksi Jangka Pendek di Tengah Tren Campuran

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski mengalami penurunan harian, performa Bitcoin dalam jangka menengah masih menunjukkan ketahanan relatif:

  • 30 hari: naik 4,33%
  • 60 hari: turun 21,42%
  • 90 hari: turun 21,25%

Data ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan parsial setelah koreksi besar sebelumnya.

Namun, Tokocrypto mencatat volatilitas sang raja kripto tetap tinggi dan arah tren belum sepenuhnya stabil.

Artinya, kenaikan jangka pendek masih rentan terhadap koreksi jika tidak didukung volume dan sentimen positif.

Volume Tetap Tinggi, Tapi Sentimen Melemah

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai hampir $39 miliar, menandakan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi.

Namun, tingginya volume ini lebih didominasi oleh tekanan jual dibanding akumulasi beli. Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen saat ini antara lain:

  • Ketidakpastian makroekonomi global
  • Pergerakan pasar saham dan komoditas
  • Aksi profit-taking setelah kenaikan sebelumnya

Ini berarti, meski likuiditas tinggi, arah pasar masih cenderung defensif.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam kondisi saat ini, pergerakan Bitcoin sangat bergantung pada level teknikal penting berikut:

Support:

  • $68.000 (area psikologis terdekat)
  • $67.000 (support lanjutan)

Resistance:

  • $70.000 (level kunci yang harus direbut kembali)
  • $71.000–$72.000 (zona breakout berikutnya)

Jika BTC mampu kembali menembus $70.000 dengan volume kuat, potensi rebound akan terbuka. Sebaliknya, jika tekanan berlanjut dan harga turun di bawah $68.000, risiko koreksi lebih dalam akan meningkat.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjut Turun?

Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias bearish ringan. Pasar saat ini sedang mencari keseimbangan setelah volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

  • Bullish: BTC kembali ke atas $70.000 dan menguji $72.000
  • Sideways: bergerak di kisaran $68.000–$70.000
  • Bearish: turun ke bawah $68.000 dan menguji $67.000

Ini berarti, arah pasar masih belum pasti dan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal.

Baca Juga: Misteri Bitcoin: Retail Jual Rugi, Institusi Terus Akumulasi

Penurunan harga Bitcoin sebesar 2,7% ke level $68.926 menunjukkan bahwa pasar kripto masih menghadapi tekanan jangka pendek, terutama setelah gagal mempertahankan level kunci $70.000.

Meski demikian, struktur pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya bearish, dengan peluang rebound tetap terbuka jika BTC mampu merebut kembali resistance penting.

Dengan kondisi tersebut, Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan turun, namun belum menunjukkan tanda breakdown besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 27 Maret 2026: Tekanan Kembali Bikin Koreksi

Pasar kripto hari ini, Jumat (27/3) kembali berada dalam tekanan setelah munculnya sentimen negatif dari perkembangan geopolitik. Bitcoin turun di bawah level $69.000, melemah lebih dari 3% setelah Donald Trump menyatakan keraguannya terhadap kemungkinan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Bahkan, ancaman eskalasi konflik kembali mencuat setelah Iran menolak gencatan senjata, yang langsung memicu kekhawatiran investor dan mendorong aksi jual di pasar kripto.

Meski pasar secara umum terkoreksi, beberapa altcoin justru menunjukkan performa yang cukup kuat. STG mencatat kenaikan 26% ke level Rp4.117,15, diikuti STO yang naik 25% ke Rp1.725,35. Sementara itu, PARTI juga menguat 13% dan diperdagangkan di kisaran Rp1.696,36. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Tengah Koreksi Pasar

  • STG melesat tajam 26% dan kini berada di level Rp4.117,15.
  • STO menguat signifikan sebesar 25% ke posisi harga Rp1.725,35.
  • PARTI naik 13% dan saat ini diperdagangkan di angka Rp1.696,36.

Bitcoin Anjlok: Trump Ragukan Kesepakatan Damai Iran

  • Trump sangsi AS bersedia berdamai dengan Iran.
  • Trump ancam eskalasi konflik usai Iran tolak gencatan senjata.
  • Bitcoin anjlok di bawah $69.000, turun lebih dari 3%.

Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

XAU₮ Rilis di BNB Chain, Pasar Emas Tokenisasi Tembus $4 Miliar

  • Token XAU₮ hadir di BNB Chain, perluas jangkauan ke 12 blockchain.
  • Pasar stablecoin emas capai $4 miliar; XAU₮ kuasai 60% pasokan.
  • BNB Chain semakin memperkuat investasinya pada aset dunia nyata.

ETF XRP Melesat di Tengah Lesunya Pasar

  • Arus masuk ETF XRP capai $1,4 miliar meski harga jatuh.
  • ETF emas dan perak anjlok tertekan suku bunga & dolar.
  • JPMorgan: BTC lebih tangguh dibanding emas dalam lindung nilai.

Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Open Interest Kontraksi 20%, Trader Mulai Wait and See

Pasar derivatif XRP di Binance menunjukkan perubahan signifikan setelah terjadi penurunan tajam pada tingkat leverage dan open interest. Kondisi ini menandakan adanya “reset” besar dalam struktur pasar, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga ke depan.

Dilaporkan Crypto Quant, data terbaru menunjukkan bahwa tekanan spekulatif yang sebelumnya mendominasi kini mulai mereda, membuka peluang bagi terbentuknya tren yang lebih stabil.

Leverage Turun Tajam, Risiko Likuidasi Menyusut

Estimated Leverage Ratio (ELR) XRP di Binance turun drastis dari sekitar 0,59 pada pertengahan Juli 2025 menjadi hanya 0,13 saat ini. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya penggunaan leverage oleh trader, yang sebelumnya menjadi salah satu pemicu volatilitas tinggi.

Dengan leverage yang lebih rendah, risiko terjadinya likuidasi besar secara tiba-tiba juga ikut menurun. Hal ini membuat pergerakan harga menjadi lebih “bersih” dari tekanan spekulatif jangka pendek.

Baca juga: XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

Open Interest Ikut Menyusut

Selain leverage, open interest XRP di Binance juga mengalami penurunan signifikan hingga berada di kisaran 375 juta dolar AS, jauh di bawah level tertinggi sebelumnya.

Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak posisi derivatif telah ditutup, baik oleh trader yang keluar dari pasar maupun yang terkena likuidasi di fase sebelumnya.

Kombinasi penurunan leverage dan open interest ini menandakan bahwa pasar kini tidak lagi “overcrowded”.

Pasar Masuk Fase Reset

Kondisi ini sering disebut sebagai fase reset, di mana pasar membersihkan posisi spekulatif berlebihan sebelum membentuk tren baru.

Dengan berkurangnya tekanan dari posisi leverage tinggi, pergerakan harga ke depan cenderung lebih dipengaruhi oleh permintaan riil dibandingkan aktivitas derivatif.

Situasi ini juga dapat mengurangi volatilitas ekstrem yang biasanya dipicu oleh likuidasi berantai.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penurunan leverage dan open interest pada XRP merupakan perkembangan yang positif dari sisi struktur pasar.

Menurut mereka, pasar yang lebih “ringan” dari leverage berlebihan cenderung lebih sehat dan tidak mudah terguncang oleh pergerakan mendadak.

Namun, mereka juga menekankan bahwa kondisi ini bukan berarti harga akan langsung naik. Justru, fase reset sering kali menjadi periode konsolidasi sebelum arah tren yang lebih jelas terbentuk.

Tim Research Tokocrypto menambahkan bahwa pelaku pasar perlu memperhatikan apakah arus dana baru mulai masuk setelah fase ini, karena hal tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

Menunggu Arah Baru XRP

Dengan kondisi pasar derivatif yang kini lebih stabil, XRP berada dalam fase krusial untuk menentukan langkah selanjutnya.

Pergerakan harga ke depan akan sangat bergantung pada munculnya katalis baru, baik dari sisi fundamental maupun sentimen pasar, yang dapat mendorong permintaan dan membentuk tren baru.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com