Tag Archives: aset kripto

3 Alasan Harga Axie Infinity Meroket 50%

Game play-to-earn (P2E) adalah salah satu sektor terpanas di pasar crypto sepanjang tahun 2021. Berdasarkan langkah terbaru dari Yuga Labs dan Bored Ape Yacht Club, industri game dapat terus menjadi pemenang pada 2022.

Sementara Axie Infinity, merupakan game pertama yang benar-benar menarik perhatian luas investor dan menyoroti kemungkinan yang ditawarkan P2E.

Game yang berbasis di blockchain Ethereum itu juga terus memimpin di tahun ini, saat protokol bersiap untuk meluncurkan upgrade besar dalam jaringan.

Menurut data yang dilansir TradingView, harga Axie Infinity meningkat 56,5% selama sepuluh hari terakhir karena TVL dalam jaringan mencatat peningkatan selama 24 jam.

Fenomena ini berhasil mengangkat AXS ke level tertinggi harian di rentan $69,82 pada 24 Maret kemarin.

Pergerakan Harga Axie Infinity. Sumber: TradingView

Prediksi harga Axie Infinity jika ditinjau dari skor VORTECS™ juga mulai mendeteksi prospek bullish untuk AXS sejak 14 Maret.

Skor VORTECS™ (hijau) vs. harga AXS. Sumber: Cointelegraph Markets Pro

Seperti yang terlihat pada grafik diatas, Skor VORTECS™ untuk AXS naik ke zona hijau pada 14 Maret dan mencapai tertinggi di skor 78 sekitar 24 jam.

Sementara itu, skor VORTECS™ sendiri adalah perbandingan algoritma dari kondisi pasar historis yang saat ini diperoleh dari kombinasi titik data termasuk sentimen pasar, volume perdagangan, pergerakan harga terkini, dan aktivitas Twitter.

Lantas, mengapa Harga Axie Infinity tiba-tiba meroket dengan peningkatan diatas 50%? Berikut adalah 3 kemungkinan yang terjadi dalam jaringan.

Peluncuran Axie Infinity: Origin

Perkembangan paling signifikan yang sedang berlangsung dalam jaringan dan diprediksi mendorong harga Axie Infinity lebih tinggi lagi adalah peluncuran Axie Infinity: Origin yang akan datang, yang rencananya akan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang.

Menurut laporan baru-baru ini dari Delphi Digital, Origin adalah “versi yang sepenuhnya dirancang ulang dari game Axie Battles populer yang semua orang kenal.”

Origin akan menyertakan mekanisme permainan baru yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pemain secara menyeluruh pada Axie Infinity.

Sebut saja pengalaman Axies starter gratis untuk membantu menarik new players ke dalam permainan, storyline dalam game juga akan dirancang ulang.

Pembaruan juga akan memperkenalkan item baru seperti rune and charm, yang akan bertindak sebagai power-up untuk Axies dan mengharuskan pemain untuk membakar token SLP asli platform.

Baca Juga: Pasokan Token Smooth Love Potion Dikurangi, Harga SLP Naik 40%

Pengguna Aktif AXS Juga Naik

Kenaikan harga AXS juga didorong oleh basis pengguna Axie Infinity yang terus meningkat. Kini, jumlah users active dalam Axies mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dengan total 207.209 pengguna, menurut data dari Dune Analytics.

Non-gamer juga telah diberi insentif untuk memegang AXS dengan hadiah taruhan saat ini sebesar 73% yang ditawarkan melalui platform Axie Infinity.

Banyak AXS yang di Staking Mendorong Harga Axie Infinity

Seperti yang ditunjukkan pada grafik di atas, hampir sepertiga dari pasokan AXS yang beredar saat ini di staking pada protokol yang menghasilkan total hadiah harian 50.516 AXS.

Baca Juga: Ketahui Pengertian FOMO Adalah di Dunia NFT Selengkapnya di Sini

Pertumbuhan Stabil di Jaringan Ronin

Faktor ketiga yang membawa momentum tambahan ke Axie Infinity adalah pertumbuhan yang terjadi di jaringan Ronin, sidechain Ethereum yang dibuat untuk menjadi solusi penskalaan NFT default crypto gaming.

Axie Infinity saat ini adalah satu-satunya game yang berjalan di Ronin, tetapi itu tidak menghentikan jaringan dari peringkat 3 teratas secara konsisten dalam hal TVL dibandingkan dengan jembatan Ethereum lainnya, dengan nilai hampir $3,4 miliar saat ini terkunci di Ronin.

Karena Ronin merupakan pengembang pihak ketiga yang mencakup lebih dari 1.000 aplikasi dari tim yang ingin membangun Ronin, ini berpotensi masuknya new users ke ekosistem Ronin yang juga dapat menguntungkan Axie Infinity saat pengguna baru memeriksa proyek berkinerja terbaik di jaringan.

Sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Kripto Sebagai Alat Transaksi

International Monetary Fund (IMF), sebuah lembaga keuangan internasional yang membantu 190 negara mencapai stabilitas keuangan, telah membuat pernyataan baru terkait kripto. 

Walau sebelumnya terlihat menolak dan menentang ide inovasi kripto, saat ini IMF terlihat mendukung penggunaan kripto sebagai alat transaksi di dunia. 

IMF Dukung Crypto sebagai Alat Transaksi

IMF baru saja membuat publikasi dalam berbentuk artikel di situs resminya yang menyatakan dukungannya terhadap kripto. 

Dalam artikel tersebut, IMF menyatakan bahwa beberapa kripto dan mata uang digital bank sentral atau CBDC dapat bermanfaat untuk menggantikan sistem keuangan tradisional saat ini. 

IMF mengambil sudut pandang efisiensi penggunaan energi, di mana beberapa kripto dan CBDC dianggap sebagai alternatif yang baik untuk sistem keuangan saat ini karena menggunakan lebih sedikit energi listrik. 

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Crypto Sebagai Alat Transaksi!
Data Perbandingan Konsumsi Energi berdasarkan Sistem Jaringan

Artikel tersebut membuat sebuah perbandingan antara konsumsi atau penggunaan energi alat pembayaran tradisional, yaitu kartu kredit, dengan aset kripto yang memiliki mekanisme berbeda. 

Dalam perbandingan tersebut, IMF membuat sebuah diagram perbandingan dimana intinya, menurut banyaknya publikasi yang ada, konsumsi energi kartu kredit masih lebih rendah dari kripto berbasis blockchain Proof of Work

Tapi konsumsi energi kartu kredit yang mewakilkan sistem keuangan tradisional, masih lebih tinggi dibanding kripto berbasis blockchain selain Proof of Work dan jauh lebih tinggi dari kripto dengan sistem blockchain tersentralisasi.   

IMF kemudian melengkapi perbandingan tersebut dengan memberi contoh sistem blockchain tersentralisasi yang kemudian merujuk pada sistem mata uang digital bank sentral atau CBDC. 

“Bergantung pada sistemnya, CBDC dan beberapa jenis crypto dapat menjadi alternatif sistem pembayaran yang lebih hemat energi dibanding sistem saat ini, termasuk kartu kredit dan debit mayoritas bank.

International Monetary Fund (IMF)

Selanjutnya, IMF juga memberi informasi bahwa beberapa bank sentral sedang mempertimbangkan memiliki CBDC tersedia dalam sistem kartu layaknya kartu kredit dan debit. 

IMF merasa ini adalah langkah yang bagus tidak hanya untuk CBDC namun juga untuk kripto. Sebab, dengan adanya integrasi antara kartu debit dan kredit dengan kripto dan CBDC, maka adopsi kripto akan semakin besar dan konsumsi energi sistem pembayaran dunia akan semakin kecil. 

Semua Demi Menyelamatkan Bumi

Dukungan dari IMF terhadap kripto dan CBDC ini adalah sebuah hal yang mengejutkan untuk pasar kripto. 

Sebab, sebelumnya, IMF terkenal tidak mendukung bahkan menghujat kripto sebagai skema penipuan dan inovasi yang berbahaya. 

Salah satu bukti nyatanya adalah saat IMF melarang beberapa negara di Amerika Selatan untuk mengadopsi kripto sebagai alat pembayaran. 

Contoh negara yang mengalami perdebatan panjang dengan IMF adalah El Salvador yang saat ini masih terus menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran. 

Perlu diketahui bahwa walau ada artikel dukungan tersebut, IMF masih belum mendukung secara penuh adopsi kripto dan menganggap masa depan uang masih belum pasti. 

Tapi institusi tersebut sangat mendorong pemangku kebijakan di negara-negara dunia untuk mempertimbangkan faktor energi jika ingin mengadopsi kripto dan CBDC.  

Maksudnya adalah, walau memiliki konsumsi energi yang rendah, IMF meminta negara untuk menyediakan sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga saat diadopsi, tidak ada permasalahan signifikan. 

IMF juga menekankan bahwa kedepannya faktor energi akan menjadi hal yang penting dalam menentukan kebijakan terutama terkait sektor keuangan, mengingat pencemaran lingkungan terus meningkat akibat energi tidak ramah lingkungan.

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Crypto Sebagai Alat Transaksi!
Data Sumber Emisi Gas Pencemaran Lingkungan

Terakhir institusi tersebut juga menegaskan bahwa adopsi kripto yang baik adalah kripto generasi ketiga dengan konsumsi energi yang lebih rendah dan bukan generasi lama seperti Bitcoin yang konsumsi energinya masih tinggi. 

Untuk saat ini masih belum ada negara yang menanggapi pernyataan dalam artikel ini secara rinci karena nampaknya masih fokus untuk membuat regulasi yang baik terkait kripto dan CBDC. 

IMF juga telah memberikan kerangka panduang regulasi yang lengkap untuk negara-negara di dunia jika ingin mengadopsi kripto. 

Kepala ekonom dari IMF, Gita Gopinath juga menekankan bahwa IMF saat ini tidak akan menerapkan pelarangan kripto secara halus, karena sudah menggali lebih dalam dan menemukan banyaknya manfaat dalam inovasi ini.

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Crypto Sebagai Alat Transaksi!



Sumber : news.tokocrypto.com

Game GTA VI Bakal Pakai Sistem Rewards Kripto?

Siapa yang sedang menantikan lanjutan dari game terpopuler sejagat Grand Theft Auto (GTA) VI? Rumor baru yang beredar GTA VI akan menggunakan sistem rewards atau hadiah dengan aset kripto di dalamnya.

Dikutip dari laporan Watcher.Guru, GTA VI dapat memperkenalkan aset kripto dalam gameplay-nya. Kebocoran baru-baru ini mengklaim GTA VI akan memiliki kripto dalam game untuk pemain untuk mendapatkan uang dan berdagang item di plaform.

Rumor tersebut banyak diyakini oleh para gamers, pasalnya seri game Grand Theft Auto selalu lebih maju dari masanya. Contohnya, GTA San Andreas yang dirilis pada tahun 2004 masih dianggap inovatif dan futuristik, sampai bahkan dua dekade kemudian. Game tersebut menampilkan flying jetpack dan berbagai elemen lainnya yang berteknologi maju bahkan hingga saat ini.

Tidak hanya itu, Rockstar Games memperkenalkan pasar saham di Grand Theft Auto IV pada tahun 2008, bernama The Liberty City Stock Exchange (LCSE). LCSE terletak di area ‘The Exchange, Algonquin’, tetapi bangunan itu tidak dapat diakses oleh pemain. Gedung LCSE tidak memiliki peran dalam alur cerita, tetapi hanya ada di peta dengan pergerakan harga ticker.

Ilustrasi game Grand Theft Auto (GTA) VI.
Ilustrasi game Grand Theft Auto (GTA) VI.

Baca juga: Klub Bola, PSS Sleman Rilis Koleksi NFT Sembodoverse Jalan Masuk ke Metaverse

Namun, hal-hal berubah setelah GTA V dirilis pada tahun 2013, karena Rockstar Games memungkinkan pemain masuk ke dunia pasar saham. Pemain dapat mengakses BAWSAQ dan LCN Exchange melalui koneksi internet di smartphone mereka, dan pengguna dapat membeli dan menjual saham sesuai keinginan mereka dan memiliki gameplay yang melibatkan pasar saham.

Gamer bisa menghasilkan uang dalam sebuah misi yang dinamakan ‘Stock Market Assassination Missions’ yang dikeluarkan oleh Lester. Beberapa yang beruntung bahkan menghasilkan US$ 2 miliar dalam permainan dengan memanipulasi pasar saham.

Sekarang, selain saham, Rockstar Games perlu bersiap dan memperkenalkan Aset kripto di GTA VI mendatang.

Alasan GTA VI harus Bawa Kripto ke dalam Game

Rockstar Games mendominasi pasar game dari tahun 90-an hingga 2022. Namun, persaingan di sektor game sepuluh kali lipat dan mengancam GTA dari posisi teratas. Mirip dengan betapa futuristiknya mereka di tahun 90-an, permainannya harus lebih futuristik untuk 20 tahun ke depan.

Ilustrasi game Grand Theft Auto (GTA) VI.
Ilustrasi game Grand Theft Auto (GTA) VI.

Baca juga: Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

Masa depan dunia keuangan bisa menjadi milik aset kripto, dan memperkenalkannya di GTA VI bisa menjadi gamechanger. Misalnya: Dalam misi di Grand Theft Auto V, Franklin membantu Lester untuk memanipulasi pasar saham. Grand Theft Auto VI dapat melakukan hal yang sama, tetapi kali ini dengan aset kripto.

Kripto dapat ditambahkan sebagai elemen cerita dalam plot permainan yang membuat pemain mendapatkan berbagai bentuk pendapatan. Karakter yang merupakan miliarder kripto dapat memberikan misi yang akan dibayar dengan kripto. Dua puluh tahun kemudian (setelah dirilis), GTA VI akan dipuji sebagai futuristik karena menghadirkan gameplay dengan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR) adalah dua dari ribuan aset kripto yang memiliki project menarik di dunia Decentralized Finance (DeFi). Keduanya masih tergolong baru perilisannya, namun mampu mencuri perhatian dengan cepat.

Secara singkat, Wing adalah platform DeFi berbasis kredit yang didedikasikan untuk pasar pinjaman aset digital, mendukung aset lintas rantai dan interaksi protokol. Sementara, AS Roma Fan Token sudah pasti project kripto yang berhubungan dengan klub sepak bola populer asal Italia, AS Roma.

Menarik untuk mengenal lebih dekat Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR) yang kini sudah tersedia perdagangannya di platform Tokocrypto.

Wing Finance (WING)

Apa Itu Wing Finance (WING)?

Wing adalah platform terdesentralisasi berbasis kredit yang dirancang untuk pinjaman aset kripto dan komunikasi lintas rantai antara proyek DeFi. Proyek ini bertujuan untuk membuat layanan pinjaman kripto lebih inklusif melalui modul evaluasi kredit yang menghilangkan kebutuhan akan agunan besar.

Wing disebut juga sebagai platform DeFi lintas-rantai berbasis kredit yang dikembangkan dan dioperasikan oleh tim Ontologi. Platform ini memiliki konsep decentralized autonomous organization (DAO) yang memungkinkan pengguna untuk mengambil bagian dalam pengambilan keputusan, desain produk dan operasi.

Salah satu tujuan Wing DAO adalah untuk memecahkan masalah kolateralisasi berlebihan yang mengganggu industri DeFi. Wing menggunakan tata kelola terdesentralisasi ditambah dengan mekanisme pengendalian risiko untuk meningkatkan hubungan antara kreditur, peminjam dan penjamin. Ini telah menghasilkan peningkatan dalam jumlah dan aksesibilitas ke proyek DeFi yang menggunakan platform.

Ilustrasi Wing Finance (WING)
Ilustrasi Wing Finance (WING).

Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Platform ini memungkinkan pembuatan proyek blockchain baru dan memfokuskan upayanya pada komunitas pemerintahan yang terdesentralisasi dan otonom. Menanggapi masalah yang dihadapi oleh proyek DeFi lainnya, Wing DAO telah membangun protokol DeFi berbasis kredit yang berjalan di blockchain Ontology (ONT). Protokol sepenuhnya dikendalikan oleh pengguna dan tidak memerlukan pihak ketiga untuk mengonfirmasi transaksi.

Apa yang Membuat Wing Finance (WING) Unik?

Salah satu fitur unik Wing adalah memungkinkan pengguna untuk membuat proposal DAO atau menjadi investor di platform, bahkan tanpa pengetahuan atau interaksi sebelumnya dengan jaringan blockchain tersebut. Wing menawarkan pengembang proyek kesempatan untuk menerima crowdfunding, ketika mereka mengajukan proposal.

Investor memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan dan sebagai imbalannya mendapatkan bagian dari keuntungan masa depan melalui smart contract.

Kemudian, Wing dibangun di atas blockchain Ontology karena kemampuannya untuk membuat kumpulan jaminan di berbagai blockchain. Ontologi memungkinkan digitalisasi aset baru dan yang sudah ada.

Blockchain juga memiliki fitur yang disebut OScore, yang merupakan sistem penilaian kredit. OScore mengevaluasi riwayat peminjaman/peminjaman dan informasi aset digital pengguna.

Ilustrasi Wing Finance (WING).
Ilustrasi Wing Finance (WING).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Pengguna di platform memiliki kontrol penuh atas akun mereka dan dapat mengakses OScore mereka dengan aman untuk memastikan privasi data. Selain itu, karena peminjam harus mengandalkan data OScore mereka untuk pinjaman, agunan yang diperlukan untuk memberikan pinjaman di platform berkurang.

Wing juga dapat pengguna diberi insentif untuk mempertahankan skor kredit yang baik. Pengguna yang membayar kembali pinjaman mereka tepat waktu dapat menikmati penurunan suku bunga pinjaman mereka. Beberapa platform DeFi yang mirip dengan Wing termasuk Uniswap dan AAVE.

Peringkat WING di situs CoinMarketCap pada Selasa (5/7) jam 08.00 WIB adalah #655, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 13.804.191. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.647.027 koin WING dan maksimal pasokan 5.000.000 koin WING.

AS Roma Fan Token (ASR)

Apa Itu AS Roma Fan Token (ASR)?

AS Roma Fan Token (ASR) adalah salah satu dari 40 lebih Fan Token dari berbagai klub sepak bola internasional di bawah Socios. Project kripto ini memungkinkan penggemar memiliki kepentingan dalam pengambilan keputusan klub, mendapatkan hadiah VIP dan membuka akses ke promosi eksklusif, games, chatting serta mendapatkan kesempatan untuk diakui sebagai superfan.

ASR adalah token utilitas di Chiliz Chain (dibangun oleh Chiliz —sebuah perusahaan blockchain fintech) yang dibangun di atas Ethereum. Seperti token penggemar lainnya, fan token ASR memberi kesempatan penggemar AS Roma memiliki pengaruh dalam cara tim beroperasi, dengan memberikan suara pada jajak pendapat yang harus dipertimbangkan oleh tim.

Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).
Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Utilitas atau kegunaan dari token ASR ini adalah perubahan yang dapat dilakukan oleh pemegangnya termasuk memilih desain jersey, memberi nama tempat pelatihan, dan memilih acara penggemar berikutnya.

ASR bisa bertindak sebagai pintu gerbang ke setiap kesempatan penggemar AS Roma untuk menunjukkan kesetiaan dan dukungan mereka kepada tim dengan mendapatkan poin hadiah, mendapatkan pengalaman VIP dan membeli merchandise klub. Seperti banyak platform kripto lainnya, semakin besar jumlah token yang dimiliki, maka memiliki tingkat pengaruh yang lebih tinggi di tokenbase.

Apa yang Membuat AS Roma Fan Token (ASR) Unik?

AS Roma Fan Token (ASR) unik karena menghubungkan pemain sepak bola yang merupakan seorang figur publik dengan penggemar biasa. Token membawa dukungan penggemar ke tingkat berikutnya dan memungkinkan mereka kesempatan untuk lebih dekat dan intim dengan tim dan pemain favorit mereka, melalui hadiah seperti undangan VIP, temu sapa dan merchandise yang ditandatangani.

Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).
Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).

Baca juga: Kenal Lebih Kripto Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS)

ASR membuka jalan dengan menghubungkan dua arena yang sangat berbeda: Olahraga dan aset kripto, aktivitas yang tampaknya terpisah dari dua dunia ini, namun dapat saling menguntungkan melalui aplikasi berbasis token. Penggemar sekarang dapat berperan dalam kehidupan pemain dan organisasi olahraga dapat terhubung dengan penggemar mereka tidak seperti sebelumnya.

Peringkat ASR di situs CoinMarketCap pada Senin (5/7) jam 08.00 WIB adalah #851, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 6.377.764. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.163.854 koin ASR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR).

Trading WING/BTC, WING/USDT, WING/BUSD, ASR/BUSD, ASR/USDT dan ASR/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 01 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran WING dan ASR di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

El Salvador Kembali Beli Bitcoin, Saat Bear Market

El Salvador kembali membeli Bitcoin sebanyak 80, masing-masing seharga US$ 19.000. Pembelian ini diumumkan langsung oleh Presiden Nayib Bukele, Kamis (30/6/2022).

“Bitcoin adalah masa depan. Terima kasih telah menjual murah,” kata Bukele di Twitter.

Ia juga mengunggah tangkapan layar dari pembelian BTC yang dilakukan pada Kamis lalu, dengan total US$ 1,52 juta.

El Salvador terakhir membeli Bitcoin pada Mei lalu. Bukele mengatakan, saat itu negara Amerika Tengah tersebut membeli 500 BTC seharga total US$ 15,3 juta, dengan harga koin US$ 30,744.

Menurut data CoinDesk, cadangan BTC Salvador mengalami penurunan nilai hingga 55,03%. Dari penurunan tersebut, negara di Amerika Tengah ini mengalami kerugian hingga US$ 60 juta dari total modal pembelian US$ 105 juta.

Baca juga: 5 Aset Kripto yang Paling Diminati Investor Indonesia

El Salvador mulai mengadopsi BTC sejak September 2021. Hingga saat ini negara yang dipimpin oleh Bukele tersebut masih terus melakukan pembelian BTC. Negara ini ingin menjadikan BTC sebagai cadangan nasional di samping dijadikan alat pembayaran yang sah.

Meski mengalami kerugian, Menteri Keuangan El Salvador, Alejandro Zelaya, mengatakan jumlah Bitcoin yang dimiliki negaranya hanya bernilai 0,5% dari anggaran tahunannya. Ia menegaskan, kejatuhan nilai bitcoin tidak mengancam kondisi fiskal negara.

“Ketika mereka memberi tahu saya bahwa risiko fiskal untuk El Salvador karena Bitcoin sangat tinggi, satu-satunya hal yang dapat saya lakukan adalah tersenyum. Risiko fiskal sangat minim,” ujar Zelaya.

Baca juga: Banyak Investor Muda, Edukasi Jadi Kunci Dorong Investasi Kripto

Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul El Salvador Kembali Beli Bitcoin, Meski Sedang Amsyong.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Bitcoin Masih Berjuang di Harga US$ 19.000

Pergerakan market aset kripto pada hari Senin pertama di bulan Juli 2022, tidak cukup memuaskan. Selama akhir pekan lalu, sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu mempertahankan gerakannya ke zona hijau.

Melansir situs CoinMarketCap pada hari Senin (4/7) pukul 09.00 WIB, ada 7 aset kripto big cap kompak naik sedikit ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Ethereum (ETH) naik 1,21% ke level US$ 1.070. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan XRP mengalami kenaikan masing-masing 1,70%, 2,99% dan 3,32%.

Sementara, Bitcoin (BTC) turun 0,67% ke US$ 19.191 per keping dalam sehari terakhir. BTC masih berjuang untuk tetap mempertahankan posisinya di level support ini agar tidak terus turun.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini memang terllihat kurang bergairah. Bitcoin bahkan sedang kritis untuk berjuang tidak turun lebih lanjut di bawah level support-nya.

Market kripto sedang tidak bergairah selama akhir pekan lalu. Senin pagi ini sebagian besar kripto naik tipis. Investor masih ragu-ragu untuk melakukan aksi beli, sehingga secara keseluruhan market tetap lemah, dengan beberapa volatilitas cenderung datar,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

Menurut Afid, Bitcoin akan mengalami kelanjutan penurunan harga. Sebelumnya, Bitcoin sempat turun di bawah US$ 19.000 pada satu titik pada hari Kamis (30/6) setelah penolakan Securities and Exchange (SEC) AS terhadap dua ETF Bitcoin spot, teguran untuk Three Arrows Capital, karena dana lindung nilai kripto yang bermasalah dan pukulan baru dari indikator ekonomi yang mengecewakan.

Sejumlah analis percaya Bitcoin akan menembus harga di bawah dukungan sekitar US$ 18.000-US$ 21.000 yang juga terjadi sepanjang Juni. Investor mungkin akan berjuang keras untuk menghindari BTC turun lebih dalam dan menimbulkan kerugian yang lebih tinggi.

illustrasi tampilan bitcoin
Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.

“Penerobosan dari kisaran ini dapat membuat perdagangan Bitcoin ke posisi antara US$ 13.000 hingga US$ 15.000 dan dapat mengirim market kripto ke dalam spiral yang mungkin memerlukan periode waktu yang lebih lama untuk pemulihan,” jelas Afid.

BTC turun hampir 38% pada bulan Juni untuk mencatat kerugian bulanan terbesar kedua sejak debutnya pada tahun 2009. Menurut Data CoinGecko, Bitcoin diperdagangkan lebih dari US$ 31.000 pada tanggal 1 Juni dan turun ke level US$ 17.700 pada pertengahan bulan, sebelum pulih dan mengakhiri bulan pada US$ 19.209.

Baca juga: Analis: Waspadai Penjualan Bitcoin Secara Besar-besaran Lagi



Sumber : news.tokocrypto.com

Shibarium Dinilai Spesial, Ini Penjelasannya

Penggabungan, yang melibatkan perusahaan pengembangan Shibarium mengungkapkan bahwa ‘Public Beta TestNet’ akan diluncurkan pada kuartal ketiga tahun ini. 

Komunitas Shiba Inu menyambut bahagia dengan adanya pembaruan tersebut, dan Shibarium menjadi trending di Twitter selama dua hari berturut-turut. Investor percaya bahwa Shibarium bisa menjadi satu-satunya pendorong bagi aset SHIB untuk mencapai jalur US$ 0,01 yang gemilang.

Pada dasarnya, Solusi Shibarium layer-2 bertujuan untuk menyediakan transaksi yang lebih cepat dan lebih terukur diandingkan blockchain L1 saat ini. Jaringan L2, yang dibangun di atas blockchain Ethereum masih akan terdesentralisasi dan menjaga keamanan penggunanya.

Baca juga: Riset: Industri NFT Bakal Tetap Tumbuh, Meski Bear Market

Melansir dari website watcher.guru, Shibarium juga diperkirakan probabilitasnya untuk inovasi. Pasalnya, sejumlah besar pengembang dapat membangun produk di blockchain L2. Karena itulah, aplikasi baru akan segera keluar dari Shibarium dan menyediakan layanan di bidang kripto.

Shibarium L2 yang akan datang juga bertujuan untuk mengurangi biaya gas secara drastis, serta membuat pengguna berinvestasi lebih banyak di SHIB. Semua perkembangan ini menjadikan Shibarium sebagai raja dari semua rilis yang akan datang di ekosistem Shiba Inu.

Hal terpenting yang membuat Shibarium istimewa, yakni ‘mekanisme pembakaran’ bawaannya. Seorang investor rata-rata tidak senang dengan semua perkembangan yang disebutkan di atas yang dapat dilakukan Shibarium. Rata-rata investor malah tertarik untuk melihat token SHIB ‘dibakar’ dan dikeluarkan dari peredaran sehingga harga melesat naik. 

Satu-satunya sistem yang mereka kira dapat mencapai tujuan ‘membakar’ token SHIB tanpa henti selama bertahun-tahun adalah Shibarium.

Baca juga: Dampak Peringatan ECB yang Bikin Bitcoin Bertahan di US20 Ribu, Berikut Penjelasannya

Laporan menyatakan bahwa Shibarium dapat memiliki ‘alat pembakaran’ bawaan sebagai biaya kecil untuk bertransaksi di jaringan, yang kemudian akan digunakan untuk ‘membakar’ SHIB. Ini akan membuat Shibarium menjadi pabrik ‘pembakaran’ 24 jam dan membantu SHIB untuk meningkatkan harga secara berkelanjutan.

Kendati begitu, semakin banyak token yang terbakar, semakin banyak harganya yang mungkin naik. Pun demikian ketika harganya melonjak, lebih banyak investor dapat bergabung dalam kasus klasik fear of missing out (FOMO). Oleh karena itu, volume perdagangan SHIB juga dapat melonjak secara bersamaan menjadikan Shibarium sebagai pusat dari semua aksi.

Pada waktu pers, Shiba Inu diperdagangkan pada US$ 0,000010107dan turun 5,5% dalam perdagangan hari 24 jam. Token ini juga turun 88,2% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 0,000086158837 yang dicapainya pada Oktober tahun lalu. (Im)

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “Shibarium Dinilai Spesial, Ini Penjelasannya“.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Aset Kripto yang Paling Diminati Investor Indonesia

Industri aset kripto terus mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah investor kripto dan nilai transaksi dari waktu ke waktu. Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai lembaga yang mengawasi dan mengatur perdagangan aset kripto mengeluarkan data transaksi terbaru dari industri yang baru tumbuh ini.

Dari data yang dirilis Kemendag, disebutkan jumlah nasabah aset kripto telah mencapai 14,1 juta pada Mei lalu. Sementara itu, investor saham tercatat hanya 8,86 juta.

Selain itu, aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa. Per 2020, nilai transaksi aset kripto sebesar Rp 64,9 triliun. Satu tahun kemudian, per Desember 2021, angkanya melonjak sangat signifikan menjadi Rp 859,4 triliun. Selama periode Januari hingga Mei 2022, tercatat sudah mencapai Rp 192 triliun.

Ada hal menarik yang disebut dari data tersebut, bahwa ada lima jenis aset kripto teratas yang memiliki nilai transaksi tertinggi, yaitu Tether (Rp42,3 triliun), Bitcoin (Rp 18,5 triliun), Ethereum (Rp14,2 triliun), Dogecoin (Rp 6,8 triliun), dan Terra (Rp 6 triliun).

Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.
Ilustrasi Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.

Baca juga: Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

Tether (USDT) sendiri adalah aset kripto stablecoin yang dipatok ke dolar AS. Itu dibuat untuk menstabilkan nilai tukar dalam transaksi aset digital. Sejak kemunculannya, stablecoin telah memainkan peran yang sangat penting di pasar. 

Tidak seperti aset kripto tradisional seperti Bitcoin dan Ethereum, yang nilai moneternya dapat berfluktuasi secara luas, stablecoin USDT dirancang untuk mempertahankan harga konstan US$ 1 dan didukung oleh cadangan dana yang besar atau rekayasa keuangan lainnya.

Alasan Stablecoin Jadi Pilihan saat Bear Market

VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, mengatakan laporan yang dikeluarkan oleh Kemendag sejalan dengan transaksi yang terjadi di Tokocrypto. Ia mengungkap bahwa tiga jenis aset kripto teratas yang ditransaksinya di platfrom Tokocrypto adalah USDT, ETH dan BTC.

“Laporan transaksi aset kripto yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan untuk bulan Mei 2022, sejalan dengan situasi di Tokocrypto. Di platform kami tiga jenis aset kripto yang paling banyak di-trading adalah USDT, Ethereum dan Bitcoin. Untuk volume trading masing-masing belum bisa kami ungkap,” kata Cenmi.

Menurut CoinGecko, USD Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) adalah dua stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar sejauh ini, masing-masing mencapai US$ 66 miliar dan US$ 55 miliar, pada 1 Juli 2022. Cenmi sedikit mengungkap kenapa volume trading Tether mengalami lonjakan ketika kripto sedang bear market

Ilustrasi stablecoin.
Ilustrasi stablecoin. Foto: David Sandron/Shutterstock.com.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Menurut Cenmi, secara teori, nilai Tether seharusnya lebih konsisten daripada aset lainnya dan disukai oleh investor yang waspada terhadap volatilitas ekstrim dari koin lain. Selama pasar naik, Bitcoin biasanya akan jauh mengungguli stablecoin. Namun, selama tekanan pasar, stablecoin menawarkan perlindungan dari volatilitas.

“Aset kripto tradisional berada di bear market, karena meningkatnya inflasi dan ancaman kenaikan suku bunga dari The Fed. Akibatnya, sulit untuk menemukan peluang untuk menghasilkan hasil keuntungan. Stablecoin mewakili satu-satunya tempat berlindung yang tersisa yang menawarkan pengembalian yang mengalahkan inflasi,” jelasnya.

Meski begitu, Cenmi mengingatkan stablecoin adalah aset volatilitas yang lebih rendah, tetapi bukan tanpa risiko. Waspadai hal ini dan jangan mengalokasikan investasi yang berlebihan dan selalu melakukan riset serta selalu menggunakan uang dingin, bukan dana darurat.

Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

Di samping itu, Bappebti mencatat lima calon pedagang fisik aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi pada Januari-Mei 2022, yaitu Tokocrypto, Indodax, Pintu, Rekeningku dan Zipmex. Cenmi mengatakan Tokocrypto masih memiliki daily trading volume yang terus tumbuh walaupun saat bear market.

“Dalam situasi bear market saat ini, daily trading volume harus diakui terjadi penurunan dari segi daily trading volume dari sebelumnya pada saat normal bisa mencapai US$ 50-70 juta (Rp 747 miliar-1 Triliun), kini jadi US$ 15-20 juta (RP 224 miliar-298 miliar),” pungkas Cenmi.

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin



Sumber : news.tokocrypto.com

Banyak Investor Muda, Edukasi Jadi Kunci Dorong Investasi Kripto

Kementerian Perdagang (Kemendag) merilis laporan terbaru soal demografi investor aset kripto di Indonesia. Menariknya, usia muda mendominasi jumlah investor dari total 14,1 juta pelanggan per Mei 2022.

Dalam laporan Kemendag, demografi investor kripto didominasi kelompok usia 18–24 tahun (32%); Kelompok 25–30 tahun (30%); Dan kelompok 31–35 tahun (16%).

Adapun berdasarkan kelompok profesi, persentasi karyawan swasta mendominasi sebesar 28%, wiraswasta 23% dan pelajar/mahasiswa 18%.

Menyikapi pertumbuhan investor muda yang mendominasi di instrumen aset kripto, butuh edukasi yang tepat untuk mendapatkan kualitas dan pertumbuhan industri yang sehat. VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, generasi muda lebih cenderung menjadi investor kripto dan investasi paling populer di kalangan milenium (usia 26-41 tahun).

Investor kripto muda
Ilustrasi investor kripto muda.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Adytia melihat dibandingkan dengan yang lain, investor yang lebih muda berpikir bahwa aset kripto akan memberikan pengembalian investasi terbaik selama dekade berikutnya. Maka, dari itu diperlukan memahami aset kripto secara menyeluruh sebelum berinvestasi.

“Investor Milenial, Gen X dan Gen Z kemungkinan besar memiliki aset kripto. Namun, melihat secara umum mereka yang berusia muda masih sekadar ikuti-ikutan atau termakan FOMO untuk berinvestasi aset kripto. Jadi ada sebagian dari mereka yang kurang nyaman dengan volatilitas kripto. Sementara, sebagian besar lain bersikap optimis dan lebih agresif berinvestasi dalam aset berisiko daripada rekan-rekan mereka,” kata Adytia.

Edukasi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Melihat pola perilaku investor muda di aset kripto tersebut, Adytia menekankan perlu edukasi yang inklusif dan berkelanjutan untuk memberikan gambaran luas terkait investasi aset berisiko ini. Padahal, memiliki pengetahuan yang baik bisa membuat perencanaan investasi yang jelas dan terukur.

“Bagi investor muda, pahami profil risiko mereka dahulu. Pastikan hanya berinvestasi sebanyak yang mereka mampu dan tidak berharap dapat keuntungan yang cepat dengan mudah. Untuk membatasi risiko, tidak boleh menginvestasikan semua tabungan dalam kepemilikan kripto, sebagai gantinya, harus mendiversifikasi portofolio investasi,” jelasnya.

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

Kemudian, tidak disarankan untuk menginvestasikan semua dana hanya dalam satu jenis aset kripto. Investor muda memiliki lebih banyak waktu untuk mencoba aset baru dan mendapatkan pengalaman dalam berinvestasi. Kripto dapat membuat investasi alternatif untuk generasi muda dalam jangka panjang, karena cenderung tetap kuat dan melewati setiap krisis keuangan yang mungkin terjadi di masa depan.

“Investasi aset kripto dinilai masih potensial meski sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, edukasi kepada investor secara luas menjadi kunci guna menjaga kesinambungan industri kripto ke depannya,” pungkas Adytia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Investor Tetap Tenang Bear Market Masih berlanjut

Sepanjang pekan terakhir bulan Juni 2022, pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin cukup mengejutkan. Bitcoin sempat gagal mempertahankan posisi level psikologisnya di US$ 20.000 dan membuat khawatir investor akan turun lebih jauh.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap bergerak sideways atau datar. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, Jumat (1/7) jam 12.00 WIB, nilai Bitcoin masih berada di harga US$ 20.289 atau turun 4,17% dalam 7 hari terakhir.

Altcoin lainnya pun bernasib sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut turun 5,33% ke US$ 1.091 sepekan terakhir. Solana (SOL) dan XRP bahkan anjlok lebih dari 10%. Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) turun lebih dari 5%. Hanya Dogecoin (DOGE) yang tumbuh 2,93% seminggu terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan perdagangan market kripto secara keseluruhan masih datar dan tidak bergairah selama sepekan terakhir. Namun, menarik melihat pergerakan Bitcoin yang sempat anjlok ke US$ 18.729, kemudian naik lagi ke level US$ 20.000. Itu setara dengan penurunan sekitar 70 persen dari nilai puncaknya dicapai November lalu. Penurunan triwulanan sekitar 59 persen adalah yang terburuk sejak 2011.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Wacana Pemilu Berbasis Blockchain Kembali Dibahas di Indonesia

“Sentimen negatif berasal dari kabar perusahaan hedge fund kripto, Three Arrows Capital yang akan dipaksa untuk melikuidasi asetnya, serta komentar baru dari para bankir sentral yang menyarankan lebih banyak kenaikan suku bunga akan datang, membuat industri kripto menjadi gelap. Itu membuat harga BTC anjlok dari level psikologisnya,” kata Afid.

Afid menjelaskan penguatan tipis aset kripto pada hari Jumat ini, disebabkan oleh rebound teknikal yang sudah diprediksi sebelumnya. Di masa-masa saat ini, investor tengah kompak menjaga nilai aset kripto di atas level support-nya. Khusus Bitcoin, akan ada gerakan untuk menahan harganya di atas level psikologis US$ 20.000.

Di sisi lain, adanya data on-chain Glassnode yang menunjukkan investor kripto kelas kakap atau whales telah menarik 8.755 keping BTC atau setara US$ 181,67 juta dari platform exchange ke wallet-nya masing-masing antara 26 Juni hingga 30 Juni 2022. Aktivitas itu juga diduga mendorong harga aset kripto bergerak ke zona hijau.

Kekhawatiran Resesi 

Ada beberapa pandangan analis yang melihat bahwa dorongan bearish masih belum usai. Itu juga masuk dalam pertimbangan adanya kekhawatiran resesi yang masih membayangi investor.

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Riset: Industri NFT Bakal Tetap Tumbuh, Meski Bear Market

Sejatinya, market kripto masih diliputi sentimen risk-off investor menyusul performa indeks saham AS yang masih susah bangkit. Secara teori, resesi akan terjadi dan membawa nilai dari dolar AS lebih rendah. Ini akan mengangkat nilai dari aset yang dianggap sebagai lindung nilai.

“Pergerakan market kripto masih berada dalam fase bear market. Sehingga, penguatan ini diramal tak akan berlangsung lama. Bitcoin bisa saja jatuh kembali ke area di bawah US$ 20.000 atau bahkan bisa semakin dalam, mengingat kondisi pasar yang memang sangat rapuh,” jelas Afid.

Jika harga Bitcoin kembali menembus di bawah US$ 19.000, bisa berisiko jatuh ke level support penting di $17.000. Ini adalah level penting yang harus diwaspadai karena penembusan dan penutupan di bawahnya dapat memulai tren turun berikutnya ke US$ 15.000.



Sumber : news.tokocrypto.com