Tag Archives: aset kripto

Dua Bocah Ini Bisa Cuan Rp 430 Juta per Bulan dari Tambang Kripto

Aset kripto bisa mendatangkan keuntungan bagi siapa saja yang mau berusaha. Salah satu contohnya dua kakak beradik berusia muda, Ishaan Thakur (14) dan saudara perempuannya Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto.

Dilaporkan CNBC, dua Thakur bersaudara ini bisa menghasilkan pendapatan dari menambang sejumlah aset kripto sampai $ 30.000 (setara Rp 430 juta). Bagi dua bocah ini untuk menambang kripto, bukanlah hal yang mudah dan tentu memerlukan biaya modal yang tak sedikit.

Ishaan dan Aanya yang tinggal di Frisco, Texas, AS pertama kali belajar cara menambang dengan menonton video di YouTube dan mempelajari segala hal teknisnya di internet. Ini tidak hanya sulit, tetapi bisa sangat mahal, karena membutuhkan banyak alat komputer dan sumber daya listrik yang besar.

Ishaan Thakur (14) dan Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto. Foto: Dok. Manish Raj.
Ishaan Thakur (14) dan Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto. Foto: Dok. Manish Raj.

Mulai Tambang Kripto dari PC Gaming

Ishaan bercerita mereka memulai menambang aset kripto sejak April 2021. Musim panas mereka kala itu dimanfaatkan untuk membangun bisnis penambangan kripto yang menguntungkan

Setelah menonton video di YouTube dan mencari hal tekni menambang kripto di internet, Ishaan mengubah PC gaming, Acer Alienware miliknya, menjadi rig penambangan Ethereum pada saat itu. Dia melakukan ini dengan menggunakan kartu grafis, yang dapat melakukan perhitungan volume tinggi untuk penambangan.

“Kami bisa menghabiskan seluruh musim panas bermain video game, tetapi kami menggunakan waktu luang kami untuk belajar tentang teknologi,” kata Ishaan dikutip CNBC Make It.

Pada penambangan hari pertama, mereka hanya menghasilkan $ 3 (Rp 43 ribu). Namun, dalam tujuh bulan terakhir, operasi mereka telah tumbuh secara substansial. Pada bulan Oktober 2021 saja, Ishaan dan Aanya menghasilkan $ 64.000 (Rp 919 juta).

Baca juga: Tokocrypto dan FEB UGM Kolaborasi Dirikan BlockSpace, Tempat Belajar Ekosistem Blockchain

Tambang Ethereum dan Bitcoin

Setelah berbulan-bulan sejak pertama kali menambang, dua saudara kandung ini sudah menghasilkan alat yang dapat memproses 15 hingga 16 miliar algoritma Ethereum per detik. Dan ini sudah menjadi bisnis yang menguntungkan, sehingga mendirikan perusahaan sendiri bernama Flifer Technologies.

Ishaan Thakur (14) dan Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto. Foto: Dok. Manish Raj.
Ishaan Thakur (14) dan Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto. Foto: Dok. Manish Raj.

“Kami telah mengonfigurasi komputer kami untuk terus memindai koin yang paling menguntungkan dan beralih ke koin itu secara otomatis,” kata Ishaan. “Eter adalah koin dominan yang kami tambang, dengan Bitcoin dan Ravencoin menjadi yang kedua dan ketiga.”

Bitcoin adalah aset kripto terbesar berdasarkan nilai pasar. Ether adalah yang terbesar kedua dan asli dari blockchain Ethereum. Sementara, Ravencoin adalah altcoin yang masuk daftar 100 teratas kripto berkapitalisasi besar.

Baca juga: Alasan Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Kripto Tertinggi di Dunia

Uang Menambang Kripto untuk Ditabung dan Biaya Kuliah

Setelah melihat potensi bisnis yang besar, ayah mereka, Manish Raj, mantan bankir investasi, membantu mendanai dengan mengambil pinjaman. Raj menolak untuk mengungkapkan jumlah pinjaman yang tepat, tetapi kekurangan chip komputer di seluruh dunia membuat pencarian peralatan jauh lebih sulit dan menetapkan harga yang sangat mahal.

Kini, Ishaan dan Aanya memiliki sekitar 100 unit Nvidia RTX 3090, 50 unit Nvidia RTX 3070Ti, campuran prosesor Nvidia 30-series dan 24 unit mesin penambangan Bitcoin khusus. Kartu grafis Nvidia RTX 3090, misalnya, masing-masing dapat berharga sekitar $ 2.500 hingga $ 3.000.

Meskipun operasi penambangan awalnya dari garasi rumah, saat ini mereka telah pindah ke pusat data di Dallas, Texas. Biaya operasionalnya lebih dari $ 5.000 per bulan untuk tagihan listrik dan sekitar $ 4.000 per bulan untuk teknisi memantau rig.

“Meskipun kami sekarang menghasilkan banyak uang, kami sama bangganya seperti ketika kami hanya menghasilkan $ 3 per hari, karena hadiah utama kami bukanlah uangnya,” kata Ishaan.

“Bagian favorit saya tentang pengalaman kami adalah bahwa kami belajar tentang teknologi baru.”

Ishaan Thakur

Ishaan dan Aanya berharap untuk terus berinvestasi kembali dalam bisnis mereka, tetapi juga menggunakan pendapatan untuk menabung untuk kuliah. Bagi mereka, menambang adalah permulaan. Mereka berencana untuk meluncurkan aset kripto sendiri yang disebut Flifercoin.

Baca juga: Bitcoin akan Diterima di McDonalds dan Walmart



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto dan FEB UGM Kolaborasi Dirikan BlockSpace

Tokocrypto bersama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) meluncurkan BlockSpace. Fasilitas ini untuk mempelajari lebih jauh penggunaan teknologi dan ekosistem blockchain, diharapkan bisa melahirkan inovasi dan meningkatkan literasi masyarakat di lingkungan kampus dan publik luas.

BlockSpace merupakan innovation center kedua yang didirikan oleh Tokocrypto berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Sebelumnya, bersama Telkom University mendirikan Pojok Kripto sebagai upaya memberikan kontribusi positif untuk Indonesia melalui pemanfaatan teknologi blockchain. 

Teguh Kurniawan Harmanda, Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, mengatakan salah satu tujuan utama dengan adanya innovation center ini, Tokocrypto ingin mendorong generasi muda untuk #SiapLebih pintar mengenal dan berinovasi teknologi blockchain yang memiliki dampak dan memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Tokocrypto dengan bangga mengumumkan kolaborasi dengan FEB FEB UGM untuk menghadirkan BlockSpace. Tokocrypto menjadi startup pelopor yang mendirikan pusat inovasi untuk riset dan pengembangan ekosistem blockchain bagi dosen dan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Tantangan bagi kami saat ini adalah bagaimana mencari talenta terbaik di bidang blockchain yang dapat berkontribusi untuk Indonesia,” kata Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Alasan Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Kripto Tertinggi di Dunia

Tokocrypto Dorong Riset Blockchain

Lahirnya pusat inovasi ini merupakan bentuk komitmen Tokocrypto melalui inisiatif TokoScholar untuk mengenalkan ekosistem blockchain kepada masyarakat luas. Terlebih blockchain memiliki banyak kegunaan dan keunggulan dari sisi keamanan, transparan dan kecepatan transaksi. Di masa depan, blockchain bisa memainkan peran penting di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan akan menciptakan potensi yang besar.

Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA, memberikan apresiasi atas dibukanya BlockSpace di lingkungan kampus FEB UGM. 

“Kami menyambut baik dukungan yang diberikan Tokocrypto dengan mendirikan BlockSpace dalam rangka membantu meningkatkan literasi dan menstimulus riset terkait teknologi dan ekosistem blockchain. Dengan kerja sama ini, juga bisa diharapkan menjadi salah satu jalan mempersiapkan generasi muda FEB UGM yang memiliki kemampuan dan kompetensi untuk pengelolaan teknologi digital, khususnya blockchain,” tutur Didi.

Tokocrypto kolaborasi dengan FEB UGM bangun BlockSpace, tempat belajar ekosistem blockchain.
Tokocrypto kolaborasi dengan FEB UGM bangun BlockSpace, tempat belajar ekosistem blockchain.

Baca juga: Pajak Kripto Perlu Pembahasan Mendalam dan Untungkan Semua Pihak

Belajar Blockchain di BlockSpace FEB UGM

BlockSpace yang berlokasi di FEB UGM menjadi ruang bagi para dosen dan mahasiswa untuk dapat belajar dan mengambil kelas khusus untuk memahami teknologi blockchain, NFT, DeFi, GameFi dan lainnya. Adapun edukasi terkait investasi aset digital, peluang, tantangan serta mitigasi risiko.

Tokocrypto juga akan mendukung penuh segala bentuk penelitian berkaitan dengan blockchain untuk dosen dan mahasiswa FEB UGM. Hal ini diharapkan dapat memperdalam dan memperluas penetrasi teknologi blockchain ke seluruh penjuru Indonesia.

Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan. Sementara, Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi 5G, Internet of Things (IoT), blockchain, kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

Baca juga: Bitcoin Cenderung Sideways, Market Kripto Masuk Altseason?



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin akan Diterima di McDonalds dan Walmart

Langkah adopsi Bitcoin tampak akan kian semakin luas berkat dompet Lightning Network, Strike, yang telah bermitra dengan Shopify, NCR dan Blackhawk Network.

Jack Mallers, sosok di balik wallet Strike, mengatakan bahwa semua situs yang menggunakan transaksi kartu online Shopify, akan bisa memproses pembayaran menggunakan Bitcoin melalui Lightning Network.

Tentu saja, ini adalah dasar adopsi yang lebih luas bagi crypto utama, yang akan mengakar pada fundamental yang lebih kuat.

Mallers pun mengatakan:

“Setiap pedagang online yang menggunakan Shopify dapat menerima pembayaran tanpa jaringan boomer 1949, menerimanya secara instan, pembayaran tunai, tanpa perantara, tanpa biaya 3%.”

Selain itu, ada sajian yang mengungkapkan bahwa Bitcoin juga akan merambah perusahaan ritel besar seperti Walmart, McDonalds dan Best Buy.

Baca juga: Bitcoin Cenderung Sideways, Market Kripto Masuk Altseason?

Dan juga, NCR dan Blackhawk juga melayani Starbucks, Staples dan masih banyak lagi ritel besar di AS.

Meski secara rinci belum ada penjelasan mengenai bagaimana dan kapan Bitcoin akan hadir sebagai opsi pembayaran di perusahaan ritel tersebut, tetapi Mallers mengatakan bahwa sudah ada lebih dari 40.000 bisnis yang siap menerima BTC melalui Lightning Network.

Memang, mengadopsi jaringan layer-2 Lightning Network akan lebih baik lagi untuk menggunakan Bitcoin sebagai opsi pembayaran.

Mengapa? Itu karena jaringan ini mampu mempercepat proses transaksi sekaligus menekan biaya gas.

Ini mampu mendukung upaya Bitcoin untuk menjadi mata uang digital, sehingga tidak ada lagi keluhan terkait biaya dan kecepatan, meski sebenarnya BTC sendiri sudah jauh lebih cepat dibandingkan pengiriman uang tradisional, terlebih jika untuk pengiriman lintas negara.

Baca juga: Michael Saylor dan Cathie Wood: Bitcoin akan Mencapai $1 Juta

Mallers meyakini pula bahwa Lightning Network bisa menjadi solusi pembayaran sehari-hari, yang telah mendapatkan dukungan kuat dari pemuja Bitcoin, Jack Dorsey, CEO dari Twitter dan Block.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pajak Kripto Perlu Pembahasan Mendalam dan Untungkan Semua Pihak

Pemerintah Indonesia akhirnya menerbitkan aturan pengenaan pajak atas transaksi perdagangan aset kripto. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani pada 30 Maret 2022 dan diundangan pada hari yang sama.

Perdagangan aset kripto di Indonesia akan mulai dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN dan Pajak Penghasilan atau PPh yang akan berlaku mulai 1 Mei 2022. Adapun tarif PPN yang dikenakan ialah 0,11 persen dari nilai transaksi kripto. Sementara itu, para penjual aset kripto atau exchanger dikenai PPh 22 final dengan tarif 0,1 persen dari nilai transaksi.

Untuk pedagang yang tak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), maka tarif pajak yang dipungut berbeda. Yakni, dua kali lipat dari pedagang yang berlisensi atau berarti 0,22 persen untuk PPN dan 0,2 persen sebagai Pajak Penghasilan (PPh).

Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%
Ilustrasi pajak aset kripto.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut baik rencana pemberlakuan pajak terhadap transaksi aset kripto di Indonesia. Pengenaan pajak terhadap aset kripto sangat memungkinkan dan memberi dampak positif pada industri yang sudah berjalan baik saat ini.

“Kami yakin peraturan pajak ini dibuat dengan niat dan tujuan yang baik oleh pemerintah. Ini juga merupakan langkah yang baik untuk mendukung berkembangnya industri aset kripto yang dipadang memiliki legitimasi yang kuat,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Adanya beleid yang baru tersebut, ekosistem industri aset kripto dapat berkontribusi terhadap pemasukan negara. Sebagaimana yang telah kita ketahui perdagangan aset kripto dalam negeri saat ini tumbuh begitu pesat dalam 2 tahun terakhir. Namun, pemberlakuan pajak tersebut masih perlu pembahasan yang mendalam dengan unsur hati-hatian.

Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

Aturan Pajak Perlu Untungkan Semua Pihak

Lebih lanjut, Manda mengungkap saat inip pihaknya bersama para anggota di Aspakrindo masih melakukan pengkajian terhadap PMK Nomor 68/PMK.03/2022. Pada dasarnya, asosiasi dan para calon pedagang aset kripto yang berada di bawah Bappebti, tentu selalu menerapkan Good Corporate Governance yang akan patuh dan tunduk pada peraturan dan perundang-undangan di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Di sisi lain, asosiasi akan tetap terus melakukan komunikasi kepada pemerintah untuk memberikan aturan yang didasarkan atas kepentingan bersama. Dikhawatirkan pengenaan pajak ini bisa memberatkan investor dan pedagang sehingga kondisi industri aset kripto akan mengalami kemunduran.

“Kami selaku pelaku industri aset kripto senantiasa ingin berkomunikasi bersama dengan pemerintah termasuk pelaksanaan aturan perpajakan ini agar bisa berasaskan keadilan. Kami sebenarnya tidak pernah menolak, tapi berharap seharusnya semua pelaku industri dilibatkan. Jadi hasilnya bisa fair untuk semuanya,” kata Manda.

Baca juga: TokoCare Gandeng BeKind dan WeCare.id, Hadirkan “Kado Lebaran” di Bulan Ramadan

Tarif Pajak Kripto yang Ideal

Sebelumnya, Aspakrindo telah mengajukan skema PPh Final sebesar 0,05 persen. Pada dasarnya bukan melihat dari sisi berapa besar nilai yang harus dikenakan pajak, tapi bagaimana agar regulasi ini bisa berkembang sehingga nilainya akan mengikuti perkembangan itu sendiri.

Ilustrasi pajak aset kripto.
Ilustrasi pajak aset kripto.

Manda berharap pemerintah bisa melakukan peninjauan ulang terkait ketentuan perpajakan bagi transaksi perdagangan aset kripto. Dengan adanya peninjauan ulang ini, akan ada ruang dan waktu bagi industri serta kementerian guna mengkaji solusi yang terbaik terkait pajak aset kripto.

“Tentunya kami mengapresiasi sekali  bahwa pemerintah akan selalu mendengarkan saran dan masukan dari pemain industri dan sebenarnya ini bisa dilakukan dengan koordinasi yang baik. Peninjauan ulang ini juga baik untuk mengkaji penegakan pajak kripto yang terbaik itu seperti apa,” jelasnya.

Diharapkan pemerintah melalui kebijakan peraturan pajak aset kripto yang berasaskan keadilan dan mendukung inovasi mampu mendorong daya saing industri aset kripto di Indonesia.

Baca juga: NFT Solana Resmi Terdaftar di OpenSea



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Cenderung Sideways, Market Kripto Masuk Altseason?

Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan pertama April 2022 ini. Bitcoin masih dalam kondisi sideways, sehingga market cenderung masuk altcoin season atau altseason.

Kondisi market langsung mendadak “sakit” ini merupakan imbas dari Bank Sentral Amerika atau The Fed yang menegaskan kembali sikap hawkish di risalah rapat yang dirilis Rabu (6/4) waktu setempat.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sikap The Fed yang semakin agresif menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto. Kenaikan suku bunga The Fed akan mengurangi likuiditas di pasar keuangan dan membuat arus modal masuk ke aset kripto semakin berkurang, karena investor mengurangi minat ke aset tersebut.

“Perilisan risalah rapat The Fed itu cukup disayangkan mengingat aset kripto seharusnya bisa melaju kencang seiring akumulasi yang dilakukan investor sejak beberapa pekan lalu. Terlebih saat ini sudah memasuki periode awal kuartal yang menjadi sentimen positif untuk masuk ke investasi kripto,” kata Afid.

jenis altcoin yang menarik perhatian
Ilustrasi aset kripto altcoin.

Baca juga: Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas Proyek Kripto Lokal

Sentimen positif yang seharusnya bisa membuat market kripto reli pada pekan lalu, datang dari Microstrategy yang mengumumkan telah menambah lagi dana kelolaan Bitcoin sebanyak 4.100 BTC atau senilai $ 190 juta. kemudian, Luna Foundation Guard (LFG) juga ikutan memborong BTC senilai $ 230 juta. Namun, dua kabar ini tak berpengaruh signifikan ke market.

Bulan April Jadi Altcoin Season?

Afid melihat saat ini market kripto sudah memasuki musim altcoin atau altcoin season. Periode ini terjadi di mana koin-koin kripto alternatif, selain Bitcoin mengalami kenaikan performa karena harga dan volume perdagangannya meningkat.

“Sebenarnya kita lihat ini sudah masuk altcoin season. Karena lihat sudah banyak altcoin-altcoin yang digilir nih pumping bergantian. Seperti Biswap (BSW) yang pekan ini mengalami kenaikan hampir 100%. Kita lihat Bitcoin sedang mengalami stagnan dan altcoin pumping,” ungkap Afid.

investor crypto memegang bitcoin
Ilustrasi aset kripto altcoin.

Baca juga: Perusahaan Induk Facebook, Meta Ingin Rilis Aset Kripto “Zuck Bucks”?

Lebih lanjut, Afid menerangkan jika dilihat dari data Bitcoin dominance chart di laman CoinMarketCap, BTC hanya menguasai 40%. Artinya dari total market cap yang ada sekitar 60% masuk ke altcoin.

Saat ini nampak para investor membeli altcoin dengan sebagian dari keuntungan yang mereka dapatkan melalui penjualan BTC, yang secara alami dapat menyebabkan harga berbagai altcoin naik. Faktor pendorong lainnya di balik altcoin season adalah tingginya minat pada sejumlah altcoin yang memiliki fundamental yang baik, seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Solana (SOL), Cardano (ADA), Kava (KAVA) dan NEAR Protocol (NEAR).



Sumber : news.tokocrypto.com

Mike Novogratz Prediksi Bitcoin Bernilai $500,000

Mike Novogratz sekali lagi menegaskan dukungannya atas prediksi masa depan senilai $500.000 untuk Bitcoin

CEO Galaxy Digital yang baru-baru ini menghadiri konferensi Bitcoin 2022 di Miami tersebut bahkan memberikan prediksinya disana, namun tentu saja ini bukan pertama kalinya ia mengungkapkan itu.

Mike Novogratz Yakin BTC Bernilai $500,000

Mike Novogratz telah menempatkan prediksi Bitcoin senilai $500.000 dalam setengah dekade. Di tahun 2022 ini, miliarder tersebut akhirnya berbagi pemikiran di balik prediksi itu. 

“Menurutnya, salah satunya faktor yang akan secara konsisten mendorong harga Bitcoin di masa depan adalah permasalahan ekonomi dan tingkat inflasi yang terus meningkat.

Seperti yang kebanyakan orang tahu, Federal Reserve telah bekerja tanpa henti untuk meningkatkan suku bunga dan hal-hal lain, tetapi miliarder itu mencatat bahwa begitu The Fed mulai mengambil jeda dari semua ini, maka aset digital akan melanjutkan pergerakannya ke atas.

Baca Juga: TokoMall Bakal Hadir di Indo NFT Festiverse, Festival NFT Terbesar di Indonesia

Inilah yang diharapkan Novogratz akan mendorong harga Bitcoin setinggi prediksi $500.000-nya.

Pergerakan Harga Bitcoin

Meski target tersebut masih jauh dari harga Bitcoin saat ini yang masih diperdagangkan pada rentan $43.000, sang CEO bahkan tidak menghentikan angannya pada $500.000 aja.

Pendukung dan maksimalis Bitcoin juga menjelaskan bahwa ia mengharapkan mata uang crypto raksasa tersebut pada akhirnya mencapai 1 juta Dollar.

Baca Juga: Shiba Inu Masuk Daftar Listing Operator ATM Bitcoin of America

Sementara itu, meski terobsesi pada Bitcoin, nyatanya aset tersebut bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian Novogratz selama konferensi Miami. 

Ia juga menyinggung Dollar Amerika Serikat dan mengutarakan harapan bahwa mata uang fiat itu akan terus menguat dengan pengelolaan yang baik dari ekonom negara setempat.

“Saya terus berdia dan mengharapkan para pengelola ekonomi AS tidak mengacaukannya.”

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

25% Milenial Berinvestasi di Crypto untuk Mendanai Masa Depannya

Generasi milenial tampaknya telah lebih melek soal kehidupan di hari tua, ataupun masa depan mereka, dengan berinvestasi jangka panjang, di antaranya adalah di aset kripto.

Investopedia telah melakukan sebuah survei yang melibatkan beberapa generasi, yakni Gen Z, Milenial, Gen X dan Boomer.

Menariknya, ada perubahaan sudut pandang yang drastis untuk menangani masa pensiun dari para generasi muda.

Survei yang disebut “ Literasi Keuangan Investopedia 2022” itu melibatkan 4.000 orang sebagai peserta, dengan masing-masing generasi adalah 1.000 orang.

Pertanyaan-pertanyaan dalam survei tersebut meliputi pengetahuan keuangan, kebiasaan, hal-hal yang membuat mereka khawatir dan rencana pensiun.

Yang menarik perhatian adalah, generasi muda rupayanya berpegang pada aset berisiko untuk mendanai masa tua mereka kelak.

Baca jugaMicroStrategy Kembali Memborong Bitcoin Sebanyak 4.197 Koin, Harga BTC Malah Turun

Dalam satu survei, didapatkan informasi bahwa 38% milenial memiliki kemungkinan yang sama untuk diinvestasikan dalam mata uang cryto seperti halnya di pasar saham.

25 persen dari itu mengatakan bahwa mereka mengandalkan crypto untuk membantu mendanai rencana pensiun mereka.

Dan bagi generasi muda, sumber informasi terkait keuangan, justru banyak didapatkan dari Youtube dan TikTok, yang sebenarnya adalah aplikasi hiburan dan tayangan.

Para generasi muda ini pun menyadari bahwa skor kredit adalah sangat penting, sehingga ini adalah fakta baru yang menarik karena di masa lalu, jumlah untuk pemaham skor kredit masihlah rendah.

Caleb Silver, Pemimpin Redaksi Investopedia mengatakan bahwa, hubungan generasi muda dan di atasnya dengan uang, investasi dan perencanaan keuangan telah berubah drastis hanya dalam beberapa tahun ke belakang ini.

Kelas aset baru seperti crypto dan NFT juga telah muncul tepat ketika jutaan orang mengambil langkah pertama mereka untuk berinvestasi.

Baca juga: Harga Coin WAVES Anjlok 18% Adanya Isu Manipulasi Market

Baginya, perubahan ini memerlukan pendekatan yang uptodate untuk pendidikan keuangan, serta segala tentang produk dan layanan keuangan baru yang bisa dipahami semua orang di berbagai lingkup usia, karena crypto benar-benar sedang berkembang.

Caleb pun merasa bertanggungjawab untuk  urusan literasi ini karena Investopedia memang ada untuk mendidik siapa saja yang tertarik dengan kelas aset investasi, termasuk crypto.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

TokoCare Gandeng BeKind dan WeCare.id, Hadirkan “Kado Lebaran”

Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang selalu dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Salah satu tradisi yang dilaksanakan adalah berbagi kebaikan kepada pihak – pihak yang membutuhkan. Mengambil momen ini, TokoCare kembali menggandeng BeKind dan WeCare.id untuk berkolaborasi dan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.

TokoCare bersama BeKind dan WeCare.id menghadirkan program “Kado Lebaran” yang menargetkan pengumpulan donasi untuk dibagikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Pengumpulan donasi akan dibuka di beberapa channel seperti laman donasi BeKind Hub, laman donasi WeCare.id, juga melalui NFT Charity di laman TokoMall.

Nanda Ivens, Chief Marketing Officer Tokocrypto, menjelaskan bahwa kerja sama dengan BeKind dan WeCare.id, sejalan dengan nilai kolaborasi sekaligus ingin memperkenalkan program CSR berbasis blockchain kepada masyarakat.

“Donasi dengan memanfaatkan blockchain masih sangat baru, karena itu kami perlu edukasi bersama dan memberikan beberapa pilihan bagi masyarakat baik berdonasi melalui koleksi karya NFT di TokoMall atau melalui crypto wallet lewat BeKind. Pengalaman BeKind di bidang sosial menjadikannya partner tepat dalam menjalankan program ini,” kata Nanda.

Ilustrasi berbagi terhadao sesama. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi berbagi terhadao sesama. Foto: Shutterstock.

“Sementara itu, kami melihat masih banyak masyarakat yang mungkin ingin berpartisipasi tapi awam dengan NFT atau aset kripto, sehingga donasi melalui rekening bank atau e-wallet akan didukung penuh oleh WeCare.id. Termasuk bersama-sama memberikan rekomendasi pihak di lapangan yang membutuhkan bantuan ini.”

Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

Cara Donasi Untuk Program Kado Lebaran

Kolaborasi ini membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berdonasi melalui laman yang sudah tersedia. Melalui program Kado Lebaran ini diharapkan dapat berbagi kebahagiaan kepada sesama kepada mereka yang membutuhkan. Donasi bisa dilakukan dengan cara:

NFT Charity TKO Original di laman TokoMall 

Para pengguna TokoMall yang membeli karya NFT di koleksi TKO Original akan secara langsung mendonasikannya ke TokoCare. Sejumlah NFT yang hadir di TKO Original ini merupakan karya eksklusif dari Tokocrypto. Selengkapnya silakan kunjungi situs TokoMall.

Donasi Melalui BeKind Hub 

Donasi melalui BeKind Hub merupakan pilihan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program ini dan melakukan donasi melalui crypto wallet. Selengkapnya silakan kunjungi situs BeKind.

Fajar Jasmin, CEO BeKind, mengatakan, “BeKind berharap bisa menjadi partner strategis TokoCare untuk memberikan kontribusi nyata yang membantu anak-anak spesial di momen Ramadan, sekaligus mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan blockchain dan aset kripto untuk program sosial.”

Donasi Melalui WeCare.id

Donasi program Kado Lebaran juga dapat dilakukan melalui WeCare.id sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui rekening bank atau e-wallet. Selengkapnya silakan kunjungi situs WeCare.id.

Gigih Septianto, Co-Founder & CEO WeCare.id, mengatakan, “Kolaborasi bersama ini akan kami alokasikan dalam bentuk paket kesehatan dan sekolah anak-anak dengan kebutuhan khusus yang berada di Yayasan Biruku Indonesia. Semoga program ini menjadi bentuk kehadiran kita untuk anak-anak Indonesia.”

Program donasi ini akan dimulai dari April 2022 dan donasi akan didistribusikan mulai dari 29 April 2022. Hasil donasi nantinya akan digunakan untuk anak-anak kurang mampu dengan kebutuhan khusus dan/atau kondisi medis khusus di area Pulau Jawa. Untuk informasi lanjut terkait program ini, bisa mengunjungi website TokoCare di care.tokoverse.io.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia



Sumber : news.tokocrypto.com

Perusahaan Induk Facebook, Meta Ingin Rilis Aset Kripto “Zuck Bucks”?

Meta Platforms Inc., Perusahaan induk Facebook dilaporkan akan kembali fokus mengembangkan mata uang digital, setelah sebelumnya gagal mengembangkan Libra yang kemudian berganti nama jadi Diem.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, sedang mencari cara untuk mengembangkan koin virtual yang dijuluki “Zuck bucks”. Koin untuk pengguna Facebook dan Instagram ini merupakan bagian dari rangkaian produk yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan platform pada pendapatan iklan di Metaverse.

Meta sedang mengembangkan berbagai produk virtual, termasuk token digital dan “koin kreator” untuk mendiversifikasi pendapatan dan merevitalisasi basis penggunanya yang semakin beralih ke pesaing baru, seperti TikTok.

Ilustrasi koin virtual "Zuck Bucks". Foto: Susan Walsh/AP.
Ilustrasi koin virtual “Zuck Bucks”. Foto: Susan Walsh/AP.

Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

Zuck Bucks” itu Aset Kripto atau Bukan?

Dalam laporan Financial Times, Zuck Bucks yang tampaknya dinamai sendiri oleh Mark Zuckerberg, dikabarkan tidak mungkin menjadi aset kripto. Koin virtual itu akan berkonsep seperti token dalam permainan, namun tidak dapat diperdagangkan seperti layaknya aset kripto.

“Sebaliknya, Meta cenderung memperkenalkan token dalam aplikasi yang akan dikontrol secara terpusat oleh perusahaan, mirip dengan yang digunakan dalam aplikasi game seperti mata uang Robux di game anak-anak populer Roblox,” menurut laporan tersebut.

Meta belum sepenuhnya menjauhkan diri dari produk blockchain, karena perusahaan juga sedang mencari cara untuk mem-posting dan berbagi NFT di platform Facebook dan Instagram.

Seperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter
NFT akan datang ke platform Facebook dan Instagram.

Baca juga: Mark Zuckerberg Berambisi Bawa NFT ke Instagram, Kapan?

Kemungkinan besar fitur baru itu akan diuji coba pada pertengahan Mei mendatang. Meta akan menguji keanggotaan grup Facebook berdasarkan kepemilikan NFT dan satu lagi untuk mencetak atau minting NFT.

Juru Bicara Meta, Lauren Dickson, dalam sebuah pernyataan kepada The Verge, belum bisa memberikan kabar terbaru soal kedatangan NFT di platform Facebook dan Instagram.

“Kami terus mempertimbangkan inovasi produk baru untuk orang, bisnis, dan kreator. Sebagai perusahaan, kami fokus membangun metaverse dan itu mencakup seperti apa pembayaran dan layanan keuangan.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas

Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia begitu pesat dalam 1-2 tahun belakangan ini. Tidak hanya berkembang dari sisi jumlah investor dan transaksi saja, tetapi juga meningkatnya berbagai proyek kripto lokal.

Salah satu proyek kripto lokal yang berhasil mencuri perhatian adalah TKO (Toko Token) dari Tokocrypto. TKO genap memasuki usia satu tahun, sebuah pencapaian berharga untuk proyek kripto lokal Indonesia pertama yang menyediakan model token hybrid unik Centralized Finance (CeFi) dan decentralized finance (DeFi).

Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto, mengatakan melihat ke belakang, telah banyak hal yang dilalui oleh TKO dalam menghadirkan utilitas yang bermanfaat. Semuanya diawali dari mimpi Tokocrypto untuk menciptakan proyek kripto yang menjembatani CeFi dan DeFi, serta menciptakan layanan keuangan inklusif yang mudah diakses oleh semua kalangan.

“Sejalan dengan tren perkembangan ekonomi melalui digitalisasi, TKO akan memelopori pemanfaatan aset kripto lokal dalam mendorong perekonomian digital Indonesia. Tidak hanya itu TKO ini telah menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem blockchain dari Tokocrypto bernama TokoVerse,” kata Kai.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto No. 1 Crypto Exchange in Indonesia

TKO Pecahkan Rekor Penjualan Perdana

Tepat di usia pertama ini, TKO telah meraih berbagai pencapaian. Berawal dari pemecahan rekor penjualan perdana di Binance Launchpad pada 7 April 2021 lalu, dengan mengumpulkan 10,5 juta BNB (setara Rp 60 triliun). Kemudian, awal listing di platform Tokocrypto, harga TKO yang mulanya sebesar $ 0,1naik 3.000% ke $ 3 dalam waktu 30 menit. 

Tidak hanya di Indonesia, TKO juga punya semangat membangun komunitas secara global. Saat ini sudah ada lebih dari 600.000 anggota yang tergabung di dalamnya. 

Untuk menjaga nilai kelangkaan token, Tokocrypto melakukan TKO burn setiap kuartal. Tokocrypto menyisihkan 10% dari revenue generated berdasarkan trading volume crypto-to-crypto platform untuk burn token TKO sebanyak 10% dari total token suplai. Sampai kuartal I 2022, sudah burn 812.360 TKO senilai $ 769.242.

Adapula fitur TKO Lock yang menguntungkan bagi para pemegang token atau holders TKO. Dengan “mengunci” TKO selama pilihan periode waktu 30, 60 dan 90 hari, pengguna bisa mendapatkan reward sampai dengan 0,065 TKO per hari. Ini bisa jadi salah satu cara mendapatkan passive income dari investasi aset kripto.

Tokocrypto juga telah menjalankan program bertajuk #1TKOfor1Indonesia yang diadakan sepanjang Agustus 2021 lalu. Program yang dikhususkan merangkul masyarakat Indonesia agar dapat berperan aktif dalam ekosistem aset kripto ini membagikan total Rp 1,5 miliar dalam bentuk aset kripto TKO Token.

Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

Fitur Baru TKO Trading Fees

Tokocrypto selalu mengembangkan fitur untuk membuat TKO terus berkembang. Salah satunya yang hadir di momen TKOVersary tahun ini adalah TKO Trading Fees.  yang merupakan fitur diskon hingga 20% untuk membayar fee trading aset kripto dengan TKO di platform Tokocrypto. Diskon fee trading kini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

Dengan fitur TKO Trading Fees, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya fee trading, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

“Rencana kami untuk TKO adalah untuk menopang fundamentalnya melalui pengembangan berkelanjutan dari penggunaan fungsional baru. Strateginya adalah memanfaatkan potensi teknologi blockchain untuk membangun ekosistem mulai dari GameFi, Game-ducation, DeFi dan NFT ke startup blockchain,” tutur Kai.

Ilustrasi TKO, proyek kripto dari Tokocrypto.
Ilustrasi TKO, proyek kripto dari Tokocrypto.

Baca juga: 3 Alasan Harus Beli Koleksi NFT AZNVerse

Masa Depan Token TKO

Lebih lanjut Kai, menjelaskan TKO akan berfungsi sebagai utilitas benang pemersatu yang menjalin berbagai komponen ekosistem di TokoVerse. Mulai dari TokoMall (NFT marketplace), TKO sebagai alat redeem NFT. Aplikasi learn & earn, Kriptoversity, belajar blockchain dan aset kripto bisa dapet TKO yang didapatkan bisa di klaim ke wallet kripto Tokocrypto atau bisa didonasikan via TokoCare. 

Kemudian, yang akan datang T-Launchpad adalah platform IDO multi-chain yang terdesentralisasi. Melalui T-Launchpad, berbagai proyek blockchain dapat meluncurkan tokennya ke investor di seluruh dunia dengan metode aman dan terpercaya. TKO Hodlers bisa mendapatkan keuntungan untuk mengikuti rangkaian IDO dari project-project yang ada di T-Launchpad.

Untuk lebih lengkap mengenai proyek kripto dan whitepaper TKO bisa kunjungi website tkotoken.com. Download aplikasi Tokocrypto di Google Play Store dan Apple Store Apps.



Sumber : news.tokocrypto.com