CEO dari platform perdagangan saham dan crypto asal AS, Robinhood, Vladimir Tenev, telah membagikan pandangannya mengenai bagaimana Dogecoin (DOGE) agar bisa menjadi mata uang internet.
Pandangan tersebut ia bagikan melalui serangan cuitan di Twitter, yang membahas tentang langkah-langkah apa saja yang perlu dijalankan untuk menjadikan token meme ini mata uang digital yang bisa dipergunakan sebagai pembayaran transaksi harian di internet.
Pada permulaan, Tenev memfokuskan pada biaya transaksi DOGE yang rendah, sekitar $0,003 per transaksi. Tentu saja, ini sudah bisa dianggap layak menjadi alasan penggunaan DOGE sebagai alat pembayaran internet.
Namun, ia mengoreksi soal ukuran dan waktu blok dari DOGE, yang menurutnya masih perlu perbaikan agar dapat diadopsi lebih luas.
Saat ini, Dogecoin memiliki ukuran blok 1 MB dan waktu blok 1 menit. Itu artinya, TPS (transaksi per detik) yang bisa dicapai oleh jaringannya adalah 40 TPS.
Dan untuk menjadi mata uang internet utama, DOGE harus bisa mengungguli TPS dari Visa, raksasa pembayaran kartu, yang berkemampuan 65.000 TPS.
Meski terpaut jauh, Tenev masih yakin ini mudah untuk diatasi hanya dengan meningkatkan ukuran blok menjadi 1GB, yang berlanjut hingga nantinya ke 10GB. Baginya, batas ukuran blok adalah segalanya untuk menuju adopsi impian di di dunia nyata.
Bagaimana ini akan mampu terwujud akan bergantung pada para pengembang, apakah akan mengambil langkah untuk itu atau belum.
Memang, secara ekosistem, DOGE tidaklah memiliki visi yang luas, hanya berfokus sebagai alat pembayaran saja setelah menyandang nama token meme sejak kelahirannya.
Terlebih lagi, backingan DOGE terbesar adalah Elon Musk dan Milyuner Mark Cuban. Jika DOGE mempunyai struktur yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran, bukan mimpi. Apalagi, Elon Musk mempunyai saham terbesar di Twitter, apakah Dia akan mengintegrasikan DOGE dengan Twitter?
Dibandingkan Shiba Inu, yang merambah ke metaverse, NFT, blockchain layer-2 dan sebagainya, DOGE tidak begitu. Maka dari itu, fokus sebagai alat pembayaran yang lebih luas adalah satu-satunya jalan untuk berkembang. Kita lihat saja!
Kepopuleran altcoin semakin merajalela di kalangan trader dan juga investor aset kripto, salah satunya adalah ANKR coindari protokol Ankr. Aset yang satu ini berhasil menarik banyak pembeli akibat sebuah tweet dan juga kerja sama Ankr dengan DEX, yang membuat harganya melambung tinggi. Yuk, ketahui lebih lengkapnya berikut ini!
Apa itu ANKR Coin?
Seperti halnya Ethereum dengan aset kriptonya yaitu ETH, protokol Ankr juga memiliki native token tersendiri yang dikenal dengan ANKR coin. Kegunaan dari ANKR tentunya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dari protokol Ankr, utamanya untuk membayar sumber daya dari aktivitas cloud computing antar platform.
Selain itu, ANKR juga banyak digunakan oleh para investor sebagai aset kripto yang diinvestasikan. Tidak hanya karena harganya yang cenderung murah, ANKR juga dianggap berpengaruh dalam perubahan teknologi. Hal ini dikarenakan protokol yang menaungi ANKR, yaitu protokol Ankr, bergerak menggunakan sistem Web3. Oleh karena itu, ANKR merupakan aset yang berperan penting dalam inovasi yang diciptakan dalam penggunaan internet di masa depan.
Nah, agar bisa lebih memahami ANKR, alangkah baiknya untuk kita berkenalan dengan protokol yang menaunginya yaitu Ankr, yuk!
Serba-Serbi Protokol Ankr
Ankr merupakan sebuah protokol yang memungkinkan penggunanya untuk mewadahi peluncuran nodedalam blockchaindengan biaya yang cenderung rendah.Kehadiran Ankr mempermudah para developer yang ingin membangun sebuah proyek kripto, khususnya dalam penyediaan data dan kode yang diperlukan. Developer hanya perlu memilih rantai mana yang mereka inginkan dan dapat langsung mengolahnya.
Protokol Ankr menggunakan sistem Web3 yang memaksimalkan kinerja internet untuk memindahkan suatu web ke dalam blockchain, sehingga membuat data dan jaringan menjadi tersedia dan terbuka. Sistem Web3 ini selaras dengan tujuan dari Ankr sendiri, yaitu untuk mendesentralisasikan web.
Dengan Ankr, memungkinkan para pengguna untuk menyebarkan node di lebih dari 40 blockchain Proof of Stake (PoS), melakukan staking, dan mengakses aplikasi DeFi. Hal inilah yang membuat membuat partisipasi pengguna dalam pengembangan blockchain menjadi lebih mudah.
Hingga kini, sudah ada beberapa proyek kripto yang mengadopsi protokol Ankr tersebut dan memungkinkan node-nya tersedia di Ankr. Di antaranya adalah Eth2, Binance, Polkadot, Avalanche, hingga Tezos. Selain itu, sudah terdapat lebih dari 8.000 nodes yang diluncurkan berkat teknologi yang dimiliki Ankr.
Mengapa Harga ANKR Coin Naik Baru-Baru Ini?
Keputusan Facebook untuk rebranding menjadi Meta ternyata memberikan pengaruh besar dalam segala bidang, salah satunya adalah aset kripto. Hal ini terbukti dengan harga ANKR coin yang mengalami kenaikan pesat setelah sang founder, Chandler Song,membagikan tweet yang berbunyi, “Crypto needs its own meta.” pada 30 Oktober 2021 lalu.
Tentunya, founder dari Ankr ini mengacu pada rebranding yang dilakukan oleh Facebook beserta metaverseyang akan diluncurkannya. Chandler Song mengimplikasikan bahwa peristiwa tersebut bisa dimanfaatkan oleh blockchain dengan menciptakan sebuah inovasi berupa produk baru, yang mungkin akan dilakukan oleh Ankr. Hal inilah yang membuat banyak investormelirik Ankr dan mulai membelanjakan native token-nya, yaitu ANKR.
Seusai tweet tersebut tersebar luas, harga ANKR langsung naik sebesar 82 persen. Di tanggal 31 Oktober, harganya berhasil menyentuh angka 0.1586 USD dengan volume perdagangan mencapai 2.74 miliar USD. Hal tersebut juga mendorong aset kripto satu ini hingga menjadi buah bibir di kalangan crypto geek.
Selain karena sebuah tweet, harga ANKR juga mengalami apresiasi berkat kerjasama yang dijalin antara protokol Ankr dan Portal, sebuah DEX yang memungkinkan pertukaran antara BTC dan aset lainnya secara cepat, terlindungi, dan privat. Tujuan dari kemitraan ini adalah tentunya untuk meningkatkan adopsi DeFi. Tercatat pada 2 November 2021 lalu, ANKR menyentuh 0.1514 USD.
Bagaimana Perkembangan ANKR Coin Saat Ini?
Selain untuk biaya antar platform, banyak partisipan yang hold ANKR dalam walletkripto miliknya sebagai investasi. Terbukti dengan apresiasi harga yang dialaminya hingga 700% pada awal tahun 2021. ANKR juga berhasil mencatat harga tertinggi sepanjang masa pada Maret 2021 di angka 0.2252 USD, disebabkan karena keberhasilannya sebagai top validator di Binance Smart Chain.
Setelah sempat koreksi, harga ANKR kembali melonjak dengan kenaikan sebesar 82% dengan volume mencapai lebih dari 2 miliar USD yang disebabkan oleh cuitan milik sang founder, Chandler Song, pada 31 Oktober lalu seperti yang telah dibahas sebelumnya. Diikuti dengan kenaikan harga selanjutnya pada 2 November yang disebabkan oleh kemitraan antara Ankr dan Portal.
ANKR memiliki maksimal supply sebanyak 10 miliar ANKR coin, dan saat ini sudah terdapat lebih dari 8.1 miliar ANKR yang tersebar di pasaran. Dilansir dari CoinMarketCap per tanggal 11 November 2021, harga ANKR sedang menurun dan berada di angka 0.1194 USD dengan volume sebesar 168,129,672 USD.
Lalu, Bagaimana Potensi ANKR Coin di Masa Depan?
Tidak bisa dipungkiri, ANKR disebut sebagai altcoin yang punya potensi jangka panjang, lho, meskipun kini harganya memang masih fluktuatif. Dikutip dari InvestorPlace, hal ini disebabkan oleh platform Ankr yang memanfaatkan konsep DeFi yang masih akan terus mengalami perkembangan sebagai alternatif dari bank konvensional.
Masih berhubungan dengan teknologi pada platform yang menaungi ANKR, sistem Web3 milik Ankr juga diprediksi bisa membawa perubahan besar dalam penggunaan internet di masa depan, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, ANKR dianggap bermanfaat sebagai aset untuk investasi jangka panjang dan cocok bagi para investor yang ingin berpartisipasi dalam inovasi yang tercipta dalam blockchain juga internet. Ditambah lagi dengan harganya yang kini masih cenderung terjangkau.
Para trader pemula bisa, nih, menjadikan ANKR coin menjadi pilihan untuk di-hold dalam wallet mengingat harganya yang masih rendah, tetapi punya masa depan yang amat cerah.
Yuk, daftar, tuntaskan KYC Anda dan langsung investasi ANKR di Tokocrypto. Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung dengan Group Telegram Tokocrypto! Kamu juga bisa dapat informasi paling update hingga edukasi mengenai dunia kripto lainnya di website Tokonews.
Mining atau menambang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan aset kripto. Metode mining sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu personal mining, pool mining, dan terakhir cloud mining.
Hingga saat ini, cloud mining dianggap sebagai metode mining aset kripto yang paling efisien. Sebab, metode ini memungkinkan Anda melakukan penambangan tanpa harus membeli alat yang mahal.
Untuk memahami tentang cloud mining dan keuntungannya, simak ulasan berikut ini. Di bagian akhir, Anda juga bisa menemukan rekomendasi beberapa situs cloud mining, lho! Terpercaya.
Seperti yang sudah disebutkan pada bagian pembuka, cloud mining merupakan salah satu metode mining atau menambang aset kripto.
Bagaimana cara kerja cloud mining ini?
Ketika memilih metode cloud mining untuk mendapatkan aset kripto, Anda tidak perlu membeli alat atau membangun mining rig berharga mahal untuk bisa mulai menambang.
Sebagai gantinya, metode ini memungkinkan Anda untuk terhubung dengan penyedia hash power. Dengan hash power tersebut, Anda bisa tetap menambang tanpa harus memiliki alat sendiri. Anda pun cukup membuat sebuah akun untuk mulai menambang. Selain itu, cloud mining juga mendukung penambangan jarak jauh.
Apa itu hash power?
Untuk perolehan aset, penyedia hashpower memiliki ketentuan pembagiannya masing-masing. Semakin besar hash power yang Anda pilih, maka semakin besar pula potensi keuntungan yang akan didapat.
Keuntungan Menambang dengan Cloud Mining
Lalu, apa keuntungan cloud mining jika dibandingkan dengan metode mining lainnya? Mari kita bahas satu persatu:
1. Efisien
Keuntungan utama dari metode cloud mining tentu terletak pada efisiensinya. Dengan memilih metode ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membangun mining rig yang harganya cukup mahal.
2. Praktis
Selain itu, cloud mining juga mudah dioperasikan dan praktis. Ini karena seluruh peralatan untuk menambang, baik hardware maupun software, sudah disediakan oleh pihak penyedia hash power. Proses penambangannya pun bisa dikontrol dari jarak jauh. Maka, tidak mengherankan lagi jika metode ini cocok bagi pemula.
3. Lebih Hemat Listrik
Penggunaan listrik menjadi concern Anda saat melakukan mining? Tidak perlu khawatir, di cloud mining, daya listrik pun telah disediakan oleh penyedia hash power. Jadi, konsumsi listrik di tempat Anda tidak akan terganggu selama proses mining. Bukan hanya itu, Anda juga tidak perlu bingung dengan urusan perawatan hardware. Sebab, proses perawatan telah dilakukan oleh penyedia layanan.
Situs Cloud Mining Terpercaya
Masih bingung menentukan situs cloud mining terpercaya? Untuk membantu Anda memilih, berikut daftar situs cloud mining terpercaya yang bisa dipertimbangkan.
1. Bitcoin Pool
Bitcoin Pool merupakan layanan cloud mining yang disediakan oleh Bitcoin.com. Jika dibandingkan dengan situs lain, Bitcoin Pool memang memberikan penawaran yang paling kompetitif. Untuk PPS (Pay per Share), mereka berani memberikan gift block sebesar kurang lebih 98%.
Bitcoin Pool menawarkan dua opsi cloud mining, yaitu BCH (Bitcoin Cash) dan BTC (Bitcoin Core). Selain itu, situs ini juga menyediakan fitur monitoring yang memudahkan Anda untuk mengamati proses mining. Fitur tersebut bahkan bisa diakses melalui gadget Android atau iOS.
2. Bitcoinrain
Berikutnya ada Bitcoinrain. Di situs ini, Anda bisa menemukan beberapa layanan yang berhubungan dengan aset kripto, termasuk opsi cloud mining. Jika dilihat dari kontrak yang ditawarkan, Bitcoinrain memang tergolong lama. Durasi kontraknya yang paling singkat adalah satu tahun. Meski begitu, untuk setoran awalnya, mereka menyediakan opsi pembayaran yang ringan.
Untuk masalah profit, Bitcoinrain menawarkan profitability rate sebesar kurang lebih 0,5%. Bukan hanya itu, situs ini juga membebaskan Anda untuk menggunakan hash power sesuai keinginan.
3. Hashnet
Hashnet merupakan pionir penyedia layanan cloud mining tepercaya. Sebagai pionir, jumlah penggunanya merupakan salah satu yang terbanyak di dunia. Hingga saat ini, situs tersebut sudah memiliki lebih dari 400.000 pengguna yang tersebar di seluruh dunia.
Kelebihan Hashnet terletak pada durasi kontrak. Hashnet menawarkan kontrak seumur hidup yang berlaku selama pasar aset kripto masih ada. Selain itu, Anda juga bisa menambang beberapa jenis mata uang kripto seperti Bitcoin, Dash, hingga Litecoin.
4. Genesis Mining
Genesis Mining dikenal karena kemudahannya dalam melakukan penyetoran dan penarikan saat menambang Bitcoin atau cryptocurrency lainnya. Apalagi sekarang cloud mining satu ini mendukung penambangan Bitcoin, Ethereum, Dash, Litecoin, dan lebih dari 7 cryptocurrency lainnya untuk ditambang di 6 algoritme penambangan utama.
Keuntungan menggunakan cloud mining satu ini adalah penawaran dari berbagai kapasitas penambangan cryptocurrency, membuatnya cocok untuk semua jenis penambang — baik itu pendatang baru, penambang rumah, atau investor skala besar dan dengan cepat menjadikan salah satu pilihan situs cloud mining terpercaya dan legal.
5. Mine Dollars
MineDollars adalah cloud mining untuk smartphone anda yang memungkinkan siapa saja untuk menambang Bitcoin dari kenyamanan rumah mereka sendiri.
Mine Dollars sendiri sudah memiliki lebih dari 320.000 pengguna dan lebih dari 1 juta transaksi sejak didirikan. Maka dari itu dengan cepat menjadi pilihan populer para cloud miners.
Keuntungan dari Minedollars adalah Cloud mining ini menggunakan teknologi cloud mining yang sangat canggih dan dapat memberikan cloud miners biaya yang sangat kompetitif.
Itulah beberapa rekomendasi situs cloud mining terpercaya yang bisa Anda pertimbangkan. Perlu diingat, selain mining, Anda juga bisa mendapatkan aset kripto melalui cara lain, salah satunya adalah trading mata uang kripto.
Kini, Anda bisa trading mata uang kripto melalui Tokocrypto, platform jual beli aset kripto teregulasi pertama di Indonesia. Dengan fitur stop-limit, Anda bisa mendapatkan atau menjual aset kripto dalam harga yang paling menguntungkan. Jadi, Anda bisa trade mata uang yang didapat dari situs cloud mining terpercaya dan menjualnya di Tokocrypto. Daftar sekarang juga di sini!
Tokocrypto pun terus berupaya untuk menghadirkan solusi yang relevan untuk mengedukasi masyarakat terkait aset kripto dan ekosistem blockchain. Pada tahun 2020, Tokocrypto berinovasi menghadirkan aplikasi Kriptoversity yang dapat membantu masyarakat memahami kripto, blockchain, NFT, DeFi hingga literasi manajemen keuangan.
Aplikasi Kriptoversity ini menarik dan unik. Kriptoversity menjadi aplikasi edukasi pertama di Indonesia yang mengusung konsep learn & earn dengan rewards aset kripto.
Pengguna yang belajar dan menyelesaikan misi di dalam aplikasi berhak mendapatkan aset kripto, berupa token TKO yang bisa disimpan dalam wallet mereka atau didonasikan melalui TokoCare, platform CSR dari Tokocrypto.
“Pengguna Kriptoversity diberi insentif untuk menyelesaikan kursus dan kuis berupa token TKO yang dapat disimpan dan ditransfer ke wallet akun Tokocrypto mereka atau didonasikan melalui TokoCare. Solusi menarik dan sederhana ini secara efektif mendorong masyarakat memahami apa yang pelajari dalam aplikasi,” ungkap Nanda Ivens, Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto.
Aplikasi Kriptoversity yang kini bisa diunduh gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store memiliki sejumlah topik pembelajaran. Pengguna dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, project blockchain, aset kripto, NFT hingga literasi crypto finance. Aplikasi ini juga dibalut dengan UI (user interface) yang apik untuk memudahkan proses pembelajaran.
Aplikasi Kriptoversity akan terus mengalami perkembangan dan berinovasi untuk membuat pengguna semakin nyaman belajar. Tim riset Tokocrypto akan mengembangkan topik, dan kurikulum yang sesuai dengan minat dan perkembangan aset kripto dan ekosistem blockchain agar tetap relevan.
Simak review aplikasi Kriptoversity di video berikut ini!
Kemunculan aset kripto dan blockchain telah menciptakan banyak orang kaya baru di dunia saat ini. Terlebih dunia kripto yang tengah booming dalam beberapa tahun ini, membuat arus pendapatan deras bagi sejumlah yang orang aktif di industri aset digital.
Forbes membuat daftar orang terkaya berkat kripto dan blockchain di dunia pada awal tahun 2022. Beberapa orang yang masuk daftar tersebut di antaranya Changpeng Zhao, Sam Bankman-Fried, dan Brian Armstrong.
Masuknya sejumlah miliarder tersebut dirasa wajar karena uang yang bisa mereka dihasilkan pada ekonomi kripto senilai $ 2 triliun. Setidaknya, dalam satu tahun terakhir pergerakan kripto disebabkan oleh booming-nya investasi aset kripto, inovasi Web3, non-fungible token (NFT) hingga pergerakan liar di Bitcoin.
Menurut data Forbes, terdapat 19 miliarder kripto dan blockchain yang masuk daftar orang terkaya di dunia 2022, atau lebih banyak 7 orang dari tahun sebelumnya. Sebagian besar dari mereka masuk daftar karena menghasilkan uang dari bisnis yang berhubungan dengan kripto dan teknologi blockchain.
Berikut daftar orang terkaya di dunia berkat kripto dan blockchain:
Changpeng Zhao
Kekayaan bersih: $ 65 miliar
Sumber kekayaan: Binance
Kewarganegaraan: Kanada
Changpeng Zhao, CEO Binance. Foto: Getty Images.
Changpeng Zhao atau yang akrab disapa “CZ” adalah pendiri dan CEO Binance dan merupakan orang terkaya ke-19 di dunia. Forbes memperkirakan bahwa ia memiliki setidaknya 70% dari Binance, platform global terkemuka untuk perdagangan aset kripto.
Tahun 2021 lalu, Binance dilaporkan memfasilitasi sekitar dua pertiga dari semua volume perdagangan kripto, menghasilkan perkiraan pendapatan sekitar $ 16 miliar.
Pria berusia 44 tahun itu juga memegang sebagian kecil Bitcoin dan sejumlah BNB yang dirahasiakan, token asli Binance. Berdasarkan perkiraan tersebut, Forbes telah menaikkan evaluasi kekayaan CZ dari $ 1,9 miliar tahun lalu.
Sam Bankman-Fried merupakan CEO FTX, perusahaan exchange aset kripto. Ia pindah dari Hong Kong ke Bahama yang lebih ramah kripto pada akhir 2021 bersama perusahaannya FTX dan mampu mengumpulkan $ 400 juta pada Januari lalu dengan penilaian $ 32 miliar.
Operasi FTX di AS juga baru-baru ini dinilai oleh investor memiliki rata-rata volume trading sebesar $ 8 miliar. Dia memiliki sekitar setengah kepemilikan dari FTX dan FTT, token asli platform senilai lebih dari $ 7 miliar.
Brian Armstrong
Kekayaan bersih: $ 6,6 miliar
Sumber kekayaan: Coinbase
Kewarganegaraan: AS
Brian Armstrong, CEO Coinbase. Foto: Techcrunch.
Brian Armstrong adalah CEO dan pendiri Coinbase. Ia berhasil membawa Coinbasi melakukan IPO pada April 2021 dengan penilaian $ 100 miliar. Kapitalisasi pasarnya sekitar setengah dari angka tersebut, masih cukup bagus untuk menjadikan Armstrong –dengan 19% sahamnya– orang terkaya ketiga di crypto.
Gary Wang
Kekayaan bersih: $ 5,9 miliar
Sumber kekayaan: FTX
Kewarganegaraan: AS
Gary Wang merupakan salah satu pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) FTX. Wang yang pemalu meluncurkan platform pertukaran crypto dengan Bankman-Fried pada tahun 2019. Wang memegang 16% saham dalam bisnis global FTX dan FTT senilai lebih dari $600 juta, token asli FTX.
Sebelum masuk ke crypto, Wang adalah seorang insinyur perangkat lunak di Google, di mana ia membantu membangun platform pemesanan online Google Flights. Dia belajar matematika dan ilmu komputer di MIT.
Chris Larsen
Kekayaan bersih: $ 4,3 miliar
Sumber kekayaan: Ripple
Kewarganegaraan: AS
Chris Larsen, Executive Chairman Ripple. Foto: Ripple.
Chris Larsen adalah salah satu pendiri dan Executive Chairman Ripple, yang token XRP-nya saat ini merupakan aset kripto terbesar ke-8.
Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss. Foto: Getty Images.
The Wingklevii, panggilan akrab dua bersaudara kembar identik ini menjalankan usaha perdagangan uang kripto dengan nama Gemini. selain perusahaan pertukaran uang kripto dan modal ventura, The Wingklevii ini pun memiliki Nifty Gateway sebuah platform lelang seni.
Ketika bitcoin meroket menjadi $ 58 ribu per koin pada Maret 2021 lalu, si kembar pun melesat menjadi miliarder. Kekayaan bersih mereka berdua jika digabungkan menjadi $ 6 miliar. Kini, kekayaan The Wingklevii diperkirakan Forbes sebesar $ 4 miliar.
Song Chi-hyung
Kekayaan bersih: $ 3,7 miliar
Sumber kekayaan: Upbit
Kewarganegaraan: Korea Selatan
Song Chi-hyung, pendiri Upbit. Foto: Upbit.
Song Chi-hyung adalah pendiri exchange crypto terkemuka Korea Selatan, Upbit. Chi-hyung telah menguangkan pasar crypto Korea Selatan yang sedang booming senilai $ 46 miliar. Dia diperkirakan memiliki sekitar seperempat kepemilikan dari perusahaan induk Upbit, Dunamu, yang bernilai $ 17 miliar pada November 2021 lalu.
Barry Silbert
Kekayaan bersih: $ 3,2 miliar
Sumber kekayaan: Digital Currency Group
Kewarganegaraan: AS
Barry Silbert. Foto: CNBC.
Barry Silbert adalah pendiri grup Digital Currency Group. Silbert telah membangun konglomerat kripto yang terdiversifikasi. Perusahaan investasinya mengendalikan Grayscale, yang mengelola sekitar $ 28 miliar aset kripto, serta CoinDesk, perusahaan berita dan acara kripto populer.
Melalui banyak anak perusahaan, DCG Silbert telah berinvestasi di lebih dari 200 startup kripto. Sebelum crypto, Silbert adalah seorang bankir investasi dan pengusaha yang menjual platform perdagangan saham, Second Market ke Nasdaq pada tahun 2015 dengan jumlah yang tidak diungkapkan.
Jed McCaleb
Kekayaan bersih: $ 2,5 miliar
Sumber kekayaan: Ripple, Stellar
Kewarganegaraan: AS
Jed McCaleb. Foto: Getty Images.
McCaleb menghasilkan sebagian besar kekayaannya dari Ripple Labs dan XRP, proyek aet kripto yang berfokus pada pembayaran yang ia dirikan pada tahun 2012. McCaleb meninggalkan proyek pada 2013 setelah berselisih dengan Larsen dan anggota tim lainnya.
Sejak itu, McCaleb telah menjual sebagian besar XRP-nya secara bertahap, mengikuti perjanjian pemisahan tahun 2014 yang dia buat dengan Ripple Labs. Dia adalah pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) Stellar.
Mastercard menambah daftar panjang perusahaan yang siap mengeksplorasi bisnis untuk beroperasi di Metaverse dan ranah NFT. Mastercard bergabung dengan Visa dan American Express untuk “pindah” ke Metaverse, karena berupaya meningkatkan aliran pendapatan dan tetap kompetitif dalam ekonomi virtual.
Menurut laporan Cointelegraph, ada 15 aplikasi hak panten yang diajukan oleh Mastercard, meliputi presentasi produk, marketplace, menyelenggarakan acara live streaming, kartu kredit dan debit, serta membuat komunitas terkait NFT di Metaverse.
Paten tersebut diajukan ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO). Informasi ini diketahui dari sebuah cuitan Twitter seorang pengacara perizinan merek bernama Mike Kondoudis.
“Mastercard telah mengajukan 15 aplikasi merek dagang untuk Mastercard, Priceless, Circle Logo miliknya. Mengindikasikan rencana untuk media yang didukung NFT, pemrosesan pembayaran di Metaverse, marketplace untuk barang digital + NFT, transaksi e-commerce di Metaverse,” tulis Kondoudis.
Mastercard has filed 15 trademark applications for ▶️MASTERCARD ▶️PRICELESS ▶️Its Circles Logo
Indicating plans for ✅NFT backed media ✅Payment processing in the Metaverse ✅Marketplaces for digital goods + NFTs ✅E-commerce transactions in the Metaverse#NFT#Metaverse#Web3pic.twitter.com/IlamOZ6OLZ
Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Cointelegraph, Mastercard menambahkan 500 karyawan baru pada bulan Februari untuk berkonsultasi dengan bank dan pedagang tentang mengadopsi teknologi dan NFT yang mendukung aset kripto.
Mastercard bukan satu-satunya perusahaan fintech besar yang mengajukan merek dagang NFT atau Metaverse. Visa dan American Express telah mengajukan pengajuan USPTO terkait kripto mereka sendiri.
Kembali pada tahun 2020, Visa pertama kali mengajukan aplikasi paten untuk membuat mata uang digital yang sedang dalam pengembangan di jaringan kartunya. Beincrypto melaporkan, Coinbase akan menerima pembayaran NFT melalui Mastercard. Tujuannya agar mempermudah orang-orang yang masih awam terhadap aset kripto.
Dalam kasus American Express, ada tujuh aplikasi yang terkait dengan branding kartu pembayaran virtual, layanan concierge di Metaverse dan menggunakan kartu kredit dan debit mereka di pasar NFT.
Selain itu, perusahaan kartu kredit ini telah mengambil beberapa inisiatif untuk tetap kompetitif dalam ekonomi virtual. Sementara, Mastercard membuat program tiga bulan, yang disebut Start Path Crypto, untuk membantu blockchain dan startup crypto meningkatkan skala bisnis mereka, Visa juga meluncurkan Creator Program, untuk membimbing pengusaha tentang NFT untuk mengembangkan bisnis kecil mereka.
Pergerakan market kripto pada pekan kedua April ini, perlahan tapi pasti nyaman mendarat di zona merah. Situasi ini membuat pelaku pasar banyak yang mengambil sikap wait and see untuk terus memantau pergerakan ke depan.
Melansir Coinmarketcap, Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big semua dalam posisi nyaman berada zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) sempat anjlok di bawah $ 39.000 dan sejumlah altcoin pun juga bernasib sama.
Namun, berkah ada pada bintang utama, Shiba Inu (SHIB) yang sempat meroket 35% dalam sehari terakhir. Nilai SHIB meroket berkat dampak dari listing di platform investasi AS, Robinhood.
“Selain itu sentimen SHIB juga datang dari Unification Foundation, perusahaan solusi blockchain yang mengumumkan akan melakukan testnet Shibarium, yakni jaringan blockchain layer-2 Shiba Inu,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono pada Rabu (13/4).
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan overall market masih kuat untuk bearish pada minggu ini. Pergerakan market kripto mungkin akan sedikit alami pullback untuk melanjutkan penuruan.
“Secara umum, pasar kripto hari ini masih tertekan berkat aksi jual besar-besaran setelah pelaku pasar. Kuat dugaan, aksi jual ini dilakukan karena pelaku pasar mengantisipasi data inflasi AS pada Maret lalu dan arah kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat,” jelasnya.
Namun di sisi baiknya, banyak investor kawakan mungkin akan melakukan akumulasi aset kripto, karena harganya sedang murah atau melakukan strategi buy the dip, sehingga tekanan aksi beli tersebut lebih kuat dibanding aksi jualnya. Hal tersebut bisa jadi sedikit banyak akan mempengaruhi penguatan pasar kripto sepekan ke depan.
Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensibullishdan bearish di pekan kedua bulan April ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Reserve Rights (RSR)
Ilustrasi analisis teknikal Reserve Rights (RSR).
Reserve Rights adalah platform stablecointoken ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV).
Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $1,00 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan RSR akan menuju fase bullish pada pekan ini. Hal tersebut dampak dari kabar Mainnet Launch yang akan dilaksanakan pada 30 April dan bisa lebih cepat.
“Para RSR holders akan menahan token mereka sebelum Mainnet diluncurkan untuk dapat keuntungan. Dari analisis teknikalnya, RSR sudah membentuk pola cup and handle yang sering dianggap sebagai sinyal bullish, dengan pola sisi kanan biasanya mengalami trading volume yang lebih rendah. Peningkatan harga kemungkinan bisa capai 23%,” kata Afid.
Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar $ 193.407.005. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.
2. Mines of Dalarnia (DAR)
Ilustrasi analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).
Token kripto DAR masih kemungkinan akan kembali bullish pada pekan ini. Peningkatan nilai DAR masih berdampak dari kabar peluncuran Mines of Dalarnia Mainnet pada 26 April mendatang. Kemudian, dibukanya penjualan tanah virtual Mines of Dalarnia Land membuat harga DAR melonjak.
“Mines of Dalarnia akhirnya resmi mengumumkan peluncuran Mainnet pada 26 April mendatang. Analisis teknikal melihat akan ada peningkatan 12% dari harga sekarang di kisaran $ 1,05,” ungkap Afid.
Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.
Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #263, dengan kapitalisasi pasar $ 196.313.041. Jumlah koin yang beredar 123.200.000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.
3. Secret (SCRT)
Ilustrasi analisis teknikal Secret (SCRT).
Secret Network adalah jaringan blockchain pertama dengan smart contract yang menjaga privasi. Secret Network memiliki native coin bernama Secret (SCRT). Ini seperti Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), yang bisa disimpan di wallet dan membelanjakannya saat ingin menggunakan jaringan Secret Network.
Afid mengungkap peningkatan Mainnet pada jaringan Secret Network membuat nilai token SCRT melonjak. Dalam pengumumannya, upgrade Mainnet ini bisa meningkatkan kinerja jaringan 500 kali lipat lebih besar.
“Secret Network akan upgrade Mainnet Shockwave Alpha pada 27 April mendatang. Kabar ini membuat harga SCRT langsung naik. Dari analisis teknikalnya, SCRT berpotensi naik hingga 9% sampai harga kisaran $ 5,9,” katanya.
Peringkat SCRT di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #93, dengan kapitalisasi pasar $ 801.834.568. Jumlah koin yang beredar 163.295.557 koin SCRT yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Kyber adalah protokol likuiditas on-chain yang dapat diimplementasikan pada semua blockchain smart contract. Protokol ini memungkinkan pertukaran token yang didesentralisasi dan dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi apa pun, dan berjalan dengan mulus antara semua pihak dalam suatu ekosistem.
Token dari Kyber Network ini yaitu KNC akan digunakan sebagai bagian dari transaksi untuk memfasilitasi operasi sistem yang sedang berlangsung pada network.
Menurut Afid, KNC akan berpotensi bullish. Posisi harga KNC naik lebih dari 50% setelah memperluas akses ke sepuluh jaringan blockchain dan integrasi dengan Uniswap v3.
“Kyber Network kemungkinan akan mengalami bullish pada pekan ini. pada tanggal 8 April saja, KNC udah naik 55,4%. Dari teknik analisisnya, pekan ini KNC rata-rata akan mengalami kenaikan 17%,” tutur Afid.
Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #100, dengan kapitalisasi pasar $ 674.734.856. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
5. NEAR Protocol (NEAR)
Ilustrasi analisis teknikal NEAR Protocol (NEAR).
NEAR Protocol (NEAR) bisa menjadi salah satu aset kripto yang bersinar dalam beberapa pekan terakhir. Pasalnya, pekan ini NEAR kembali masuk dalam kripto potensi bullish. Ini ketiga kali berturut-turut NEAR masuk ke dalam daftar.
“NEAR berpeluang mengalami bullish dengan peningkatan nilai mencapai 14 persen. harga NEAR diprediksi akan naik hingga $ 17,8. Penyebabnya masih dampak dari pengumuman peluncuran Unchainfund, kemitraan mereka dengan SialGP, dan pemenang MetaBUILD 2,” kata Afid.
Peringkat NEAR di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #18, dengan kapitalisasi pasar $ 10.986.886.660. Jumlah koin yang beredar 667.451.644 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. Bitcoin (BTC)
Ilustrasi analisis teknikal Bitcoin (BTC).
Pekan ini memang menjadi waktu yang sulit bagi Bitcoin (BTC). Harga BTC sempat jatuh kembali di bawah $ 40.000. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat ini dampak karena metrik on-chain menunjukkan kurangnya permintaan dari investor baru dan institusi yang sebagian besar mendominasi pasar.
“Bitcoin sempat reli di atas $ 40.000 dan menabrak dinding resistensi di $ 40.650, namun akhirnya harga BTC jatuh kembali di bawah $ 39.600. Secara keseluruhan, Bitcoin masih sideways dengan pasar menunggu momentum baru dan arus masuk dana baru ke pasar kripto,” kata Afid.
Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar $ 761.068.274.689. Jumlah koin yang beredar 19.010.225 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.
2. Ethereum (ETH)
Ilustrasi analisis teknikal Ethereum (ETH).
Tidak jauh beda nasibnya dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan harga. Sepanjang Selasa (12/4), ETH mengalami penurunan nilai hingga 4,4%. Namun, Rabu (13/4) harganya terpantau bergerak naik, tapi Afid melihat ini tidak akan lama.
“ETH kemungkinan besar akan bearish. Dari analisis teknikalnya, ETH mungkin akan turun hingga 9% mencapai harga bawah di kisaran $ 2.800. Ini masih berdampak dari market yang tertekan dan pergerakan BTC yang turun,” jelasnya.
Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar $ 367.141.139.995. Jumlah koin yang beredar 120.355.434 koin ETH dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
Bitcoin UP (BTCUP) juga berdampak dari pergerakan Bitcoin. Seperti dietahui pergerakan BTCUP mengikuti Bitcoin, apabila BTC naik, maka token ini akan menghasilkan keuntungan berkali lipat. Jumlah keuntungan yang kelipatannya ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.
“BTCUP belum bisa keluar dari masa bearish-nya. BTCUP ini kan menggunakan leverage dan benar-benar memakai harga spot, jadi sangat berpengaruh dengan harga BTC yang pekan ini sedang turun. Penurunannya bisa capai 17% hingga harga bawah $ 31,” ungkap Afid.
Peringkat BTCUP di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #2957, dengan kapitalisasi pasar $ 3.768.583. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
4. Cocos-BCX (COCOS)
Ilustrasi analisis teknikal Cocos-BCX (COCOS).
COCOS adalah aset kripto dari blockchain Cocos-BCX dan digunakan untuk membayar biaya transaksi dan gas fee, tetapi juga dapat dipertaruhkan untuk berpartisipasi dalam konsensus DPoS dan tata kelola blockchain yang mendasarinya.
“COCOS terlihat jelas dalam analisis teknikalnya akan masuk bearish. Terlihat ada pola reverse cup and handle sebagai tanda-tanda penurunan. Nilai COCOS kemungkinan besar turun hingga 10% hingga harga bawah $ 1,3,” jelas Afid.
Peringkat COCOS di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #477, dengan kapitalisasi pasar $ 65.247.168. Jumlah koin yang beredar 42.015.868 koin COCOS dan maksimal pasokan 100.000.000 koin COCOS.
5. Coin98 (C98)
Ilustrasi analisis teknikal Coin98 (C98).
Coin98 (C98) adalah aset kripto asli dari protokol blockchain Coin98 Finance. Protokol Coin98 Finance adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalamstaking, pertukaran lintas-rantai, dan pertanian hasil. Ini diluncurkan di Binance Smart Chain (BSC) pada Juli 2021.
“Sama seperti COCOS, C98 juga sudah menunjukan pola reverse cup and handle. Pekan ini akan menjadi berat untuk C98 bisa bergerak naik. C98 juga sudah overbought sehingga akan terkoreksi hingga 10%,” kata Afid.
Peringkat C98 di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #169, dengan kapitalisasi pasar $ 286.892.706. Jumlah koin yang beredar 185.000.000 koin C98 dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin C98.
Disclaimer:
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Industri kripto di India sedang mengalami gejolak pasca berlakunya kebijakan pajak yang baru tentang aset digital tersebut. India mulai menjalankan aturan pajak aset kripto sebesar 30% atas keuntungan dari transaksi mulai 1 April 2022.
Dilaporkan Coindesk, data yang dikumpulkan oleh Crebaco, perusahaan riset aset kripto, melihat ada penurunan volume perdagangan pada empat exchange di India. Data mengungkapkan penurunan 72% di WazirX, 59% di ZebPay, 52% di CoinDCX dan 41% di BitBns. Volume perdagangan diukur dalam dolar AS.
India sekarang memiliki pajak 30% atas keuntungan dari transaksi kripto dan tidak mengizinkan mengimbangi keuntungan dengan kerugian dari transaksi lainnya. Ketentuan paling kontroversial, adanya kewajiban pajak 1% yang dipotong pada sumber penghasilan akan berlaku 1 Juli mendatang.
Pajak Kripto Baru Turunkan Jumlah Volume Trading
Laporan ini juga mengungkap penurunan volume perdagangan cenderng dampak dari undang-undang pajak baru. Namun, kondisi penurunan volume di exchange India sebagian besar juga sejalan dengan tren global yang mengalami marketbearish.
Ilustrasi industri aset kripto di India. Foto: Shutterstock.
“1, 2, dan 3 April adalah hari libur. Sejak itu, volume terus turun. Saya tidak berpikir ini akan kembali,” kata CEO Crebaco, Sidharth Sogani.
“Ini telah menciptakan tolok ukur baru. Bisa turun lebih jauh atau melebar, tetapi tidak mungkin naik kembali. Jelas bahwa pajak baru berdampak negatif pada pasar. Pemerintah harus melihat ini, dan karena tidak ada cara untuk menghentikan ini,” tambahnya.
Exchange ZebPay menolak berkomentar, sementara pelaku usaha lainnya tidak segera membalas permintaan komentar.
Sathvik Vishwanath, salah satu pendiri dan CEO Unocoin, salah satu exchange di India lainnya, mengatakan undang-undang pajak baru mempengaruhi pasar.
“Orang yang berpenghasilan kurang dari 1.000.000 Rupee India per tahun dipengaruhi oleh pajak penghasilan tetap 30% untuk kripto. 1% pajak penghasilan mempengaruhi pelaku pasar dan penyedia likuiditas. Keduanya diperlukan untuk ekosistem kripto yang lebih baik di India,” tulis Vishwanath di akun Twitter resminya.
Investor Pemula Jadi Tak Minat Investasi Kripto
Anton Gulin, direktur regional pertukaran crypto, AAX, mengatakan penurunan volume merupakan dampak jangka pendek. “Saya percaya bahwa tarif pajak dapat direvisi untuk menarik lebih banyak pembayar pajak, karena ini adalah tujuan akhir bagi pemerintah mana pun,” kata Gulin.
Sementara, Johnny Lyu, CEO KuCoin, platform perdagangan lain, mengatakan bahwa beberapa investor pemula kurang bersedia untuk berinvestasi di instrumen kripto dalam jangka pendek.
“KuCoin belum melihat penurunan, menurut data internal. Ini dapat dijelaskan dengan tingkat transaksi kripto yang lebih tinggi di antara pengguna kami,” katanya. “Undang-undang baru akan memengaruhi kondisi dan perilaku pasar jangka pendek, tetapi akan sulit untuk memblokir adopsi kripto dalam jangka panjang.”
Indonesia Bakal Terapkan Pajak Kripto
Perdagangan aset kripto di Indonesia akan mulai dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN dan Pajak Penghasilan atau PPh yang akan berlaku mulai 1 Mei 2022. Adapun tarif PPN yang dikenakan ialah 0,11 persen dari nilai transaksi kripto. Sementara itu, para penjual aset kripto atau exchanger dikenai PPh 22 final dengan tarif 0,1 persen dari nilai transaksi.
Untuk pedagang yang tak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), maka tarif pajak yang dipungut berbeda. Yakni, dua kali lipat dari pedagang yang berlisensi atau berarti 0,22 persen untuk PPN dan 0,2 persen sebagai Pajak Penghasilan (PPh).
Ilustrasi pajak aset kripto di Indonesia. Foto: Finance In Bold.
Penetapan tarif pajak kripto tersebut dinilai memberatkan investor dalam negeri, karena terlalu tinggi. Aturan pajak seharus mengikuti perkembangan industri yang masih tergolong baru di Indonesia. Dikhawatirkan, beleid pajak ini akan membuat investor lebih memilih transaksi di luar negeri, sehingga volume perdagangan turun seperti India.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut baik rencana pemberlakuan pajak terhadap transaksi aset kripto di Indonesia. Pengenaan pajak terhadap aset kripto sangat memungkinkan dan memberi dampak positif pada industri yang sudah berjalan baik saat ini.
“Kami yakin peraturan pajak ini dibuat dengan niat dan tujuan yang baik oleh pemerintah. Ini juga merupakan langkah yang baik untuk mendukung berkembangnya industri aset kripto yang dipadang memiliki legitimasi yang kuat,” kata pria yang akrab disapa Manda.
Pendiri PayPal, Peter Thiel beberkan alasan Bitcoin gagal tembus $ 100.000 yang menurutnya disebabkan oleh beberapa ‘musuh’. Thiel menyebut-nyebut Warren Buffet, Larry Fink, dan Jamie Dimon sebagai orang-orang yang menghambat pertumbuhan aset digital nomor satu ini.
Thiel diketahui marah-marah kepada ketiga orang tersebut di Konferensi Bitcoin yang diselenggarakan di Miami. Thiel bahkan menyebut Warren Buffet sebagai ‘musuh nomor satu’ dan dengan berani serta secara terang-terangan menuliskan kata-kata ‘racun tikus’ pada layar tampilan saat sedang berpidato dalam acara tersebut.
Lebih parahnya lagi, ketika suasana semakin panas, Thiel bahkan menyebut Buffet sebagai ‘kakek sosiopat dari Omaha’. Aksi Thiel ini disebabkan oleh komentar Buffet yang menurutnya merugikan pertumbuhan Bitcoin, lantaran komentar tersebut dinilai Thiel telah menimbulkan kekhawatiran pada calon investor.
“Saya tidak memiliki apa pun dan tidak akan pernah,” komentar Buffet tentang Bitcoin dalam sebuah wawancara. Buffet juga menyebutkan bahwa Bitcoin tidak punya nilai intrinsik dan bukan alat pertukaran yang tahan lama. Sementara salah satu mitranya, Chalie Munger, menyebut Bitcoin sebagai ‘penyakit kelamin’.
Selain Buffet, CEO JPMorgan, Jamie Dimon juga tak lepas dari caci maki Thiel. Dimon disebut Thiel sebagai ‘bias banker New York’. Sementara ketua BlackRock, Larry Fink disebut-sebut juga oleh Thiel karena dianggap sudah menyimpan sentiment anti-Bitcoin.
Baru-baru ini, surat pemegang saham justru menunjukkan bahwa Fink meningkatkan penggunaan Bitcoin dan crypto setelah gejolak geopolitik Russia – Ukraina pecah.
Dalam pidatonya, Thiel berpendapat bahwa kritikus yang dia sebutkan itu menjadi alasan utama kenapa Bitcoin gagal mencapai $100K. “Mengapa Bitcoin belum naik menjadi $100K hingga satu juta dolar? Mengapa tidak menyatu dengan emas atau bahkan dengan pasar ekuitas secara lebih luar?” tanya Thiel dalam acara tersebut.
Selama acara berlangsung, Thiel cenderung memberikan pidato politis dan merenungkan apakah ‘gerakan musuh akan berhasil’ dalam menghentikan pertumbuhan Bitcoin ke $100K.
Akhir pidatonya, Thiel menyeret-nyeret Fed dan ketua SEC, Gary Gensler karena telah memilih untuk bersikap tidak peduli sehingga mereka harus membayar konsekuensinya di tahun-tahun mendatang.
Ada sejumlah titik penting bagi Bitcoin agar bisa menguat lagi, terkait erat dengan kebijakan The Fed, jika bank sentral AS itu gagal mengendalikan inflasi dan ekonomi menuju resesi.
Ketika artikel ini ditulis, Senin (11/4/2022) malam, nilai pasar aset kripto terdepak menjadi $ 1,8 triliun. Harga Bitcoin (BTC) sendiri tersengal-sengal gagal naik lebih tinggi daripada $ 43.000 per BTC. Senin malam kemarin, harga BTC bahkan ambrol hingga $ 40.800 per BTC. Kripto 20 besar lainnya setali tiga uang terhempas karena aksi jual massal.
Untuk memetakan penyebabnya, sejatinya cukup sederhana, yakni penguatan dolar AS. Pangkalnya adalah kebijakan Bank Sentral AS alias The Fed yang diprediksi akan jauh lebih agresif untuk menjual asetnya dan menaikkan lebih besar lagi suku bunga acuan.
Mari kita uraikan satu per satu, berdasarkan struktur fundamental yang umum. Pertama, relasi nilai dolar AS dan Bitcoin. Nilai Bitcoin tetap berpatokan pada nilai dolar AS, mengingat mata uang ini masih menjadi idaman banyak negara dan masih digunakan dalam perdagangan internasional, walaupun selama dua dekade banyak negara yang mulai membuang mata uang itu dari cadangan devisanya, seperti Rusia dan Tiongkok dan beberapa negara di Afrika. Pelemahan dolar sejak 1982 adalah fakta yang sulit dibantah.
Dinamika dolar AS ini dapat dengan mudah diukur dari indeks dolar AS (DXY). Artinya, jika indeks dolar melemah secara signifikan, maka itu akan menguatkan pasar kripto, termasuk Bitcoin. Dan sebaliknya, jika indeks DXY menunjukkan penguatan, maka pasar kripto tertekan. Relasi ini terjadi lebih sering daripada tidak, secara historis.
Rumusan sederhana ini dapat diterapkan pula pada pasar saham dan pasar jenis lainnya, termasuk emas.
Relasi seperti ini sudah terjadi, setidaknya antara Desember 2016 dan Desember 2017 silam. Pada 16 Desember 2016 indeks dolar mencapai kisaran 103,829, setelah melaju dari kisaran 71,211 pada 17 Maret 2008. Ini adalah capaian yang luar bisa bagi dolar, setelah melalui krisis ekonomi global kala itu.
Nilai 103,829 adalah resisten yang amat kuat yang sulit ditembus (termasuk ketika menguat pada medio Maret 2020), hingga akhirnya rontok di 88,727 pada 14 Februari 2018.
Apa yang terjadi pada Bitcoin kala itu adalah ledakan harga, menjulang dari kisaran US$708,50 per BTC menjelang akhir 2016, lalu memuncak di 20.000 per BTC pada 17 Desember 2017. Pada tanggal itu indeks dolar berada di kisaran 94, menjelang dolar AS menemui support level, yakni 88,601 pada 16 Februari 2018, lalu menguat.
Dan faktanya sejak awal tahun 2018 itu harga pasar kripto dan Bitcoin memanglah rontok karena green back sedang mengambil alih. Pada 15 Desember 2018 saja harga Bitcoin menemui kisaran US$3.288.
Nah, sejauh ini Anda bisa menemukan pola dari relasi Bitcoin dan dolar AS ini, dalam konteks narasi Bitcoin adalah “a new gold in a digital form“: langka, berseberangan dengan dolar AS sebagai akibat dari kebijakan The Fed.
Kedua, pasokan dan dinamika nilai dolar. Melemahnya dolar berpangkal dari banyaknya jumlah pasokan mata uang itu di dalam ekonomi. Ekonomi pasar bebas mengambil alih kendalinya, bahwa dolar yang banyak itu harus dialihkan ke aset yang lebih menguntungkan.
Perhatikan bahwa tahun 2008 masa di mana bank sentral AS menggelontorkan banyak dolar ke pasar demi menyelamatkan ekonomi. Itulah alasan lahirnya Bitcoin dari tangan Satoshi Nakamoto.
Jadilah pasokan dolar yang tak terkendali, menjurus kepada inflasi yang besar-besaran, ditambah datangnya pandemi pada Maret 2020, dolar rontok dan Bitcoin mulai dilirik lagi. Pandemi itu juga yang memaksa AS menggelontorkan dolar lagi ke ekonomi dengan menambah aset ke neraca keuangannya.
Hingga Desember 2021 The Fed sebenarnya sudah tidak bisa lagi menahan untuk mengendalikan situasi. Pasalnya inflasi di AS sudah mencapai lebih dari 7 persen secara year-on-year. Itu yang tertinggi sejak tahun 1982 di periode serupa. Parah! Para ahli pun menyudutkan The Fed, bahwa lembaga moneter raksasa itu sangat terlambat untuk mengatasinya, terlena dengan kebijakan pelonggarakan kuantitatif dan suku bunga acuan hampir nol persen.
Nah, tindakan The Fed apa? Seperti biasa yakni menarik dolar AS itu dari ekonomi dengan cara menjual aset keluar dari neraca keuangannya serta meningkatkan suku bunga acuan. Nah, karena pasokan dolar jauh lebih langka daripada sebelumnya, maka nilai dolar terdongkrak naik.
Ilustrasi Bitcoin.
Pada November 2021 misalnya, indeks dolar masuk wilayah 93,985 melampaui resisten Maret 2020, yakni 93. Dan pada 8 April 2022 naik terus hingga di kisaran 100, mencoba membidik penguatan 20 Maret 2020, yakni 103.
Ingat, bahwa pada Januari 2021, walaupun indeks dolar masuk di wilayah support 90 dan mencoba menaik ke atas, Bitcoin malah ikut serta. Dalam hal ini belum ada sinyal dari kuat The Fed untuk mengantisipasi keadaan ekonomi dan dolar masih membanjiri pasar.
Lantas pada harapan pasar kripto di situasi yang belum terjadi sebelumnya seperti ini? Bahwa jika dolar terus menguat dan pasar kripto rontok, di titik mana ia akan berbalik arah?
Catatan awal untuk menjawab ini adalah dikembalikan lagi apakah kebijakan The Fed dalam relasi dengan harga Bitcoin ini, apakah akan sukses mengendalikan inflasi atau sebaliknya? Pasalnya, jikalau terlalu lambat ataupun agresif untuk menaikkan suku bunga misalnya, justru yang terjadi ada resesi gila-gilaan.
Ingatlah, dampak pandemi saja belum usai, ditambahkan parah oleh aksi militer Rusia ke Ukraina. Ini berdampak buruk pada naiknya harga energi di negara-negara barat. Inflasi parah! The Fed sejatinya dalam posisi dilematis dan terus terpojok.
Sejauh ini, sejumlah pengamat memperkirakan The Fed akan lebih agresif lagi untuk menaikkan suku bunga acuan dibandingkan di awal yang dimulai pada Maret 2022 lalu.
Jajak pendapat Reuters, 4-8 April 2022 lalu mengungkapkan, bahwa lebih dari 100 ekonom memperkirakan dua kenaikan setengah poin suku bunga tahun ini. Ini adalah langkah pertama sejak 1994 menjadi 1,25 persen-1,50 persen. Ini bisa terjadi pada Juni 2022.
Dari jajak pendapat yang sama, 85 dari 102 ekonom memperkirakan kenaikan sebesar 50 basis poin pada Mei 2022, dan mayoritas 56 yang masih solid mengatakan The Fed akan menindaklanjuti dengan 50 basis poin juga pada Juni. Singkat kata kebijakan ini sangat monumental dari sisi sejarah dalam konteks dan kondisi berbeda.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.
Dari fakta itulah, para ekonom yakin jika kenaikan suku bunga sebesar itu benar-benar terjadi demi mengatasi inflasi yang tak terkendali, maka kemungkinan akan terjadi resesi, karena komponen pasar dipaksa untuk menghemat pengeluaran dalam investasi alias tidak ada ekspansi.
Potensi itu pun ditegaskan oleh Bank of America beberapa hari yang lalu. Bagi mereka, jika resesi terjadi, maka pasar valas, obligasi termasuk Bitcoin menjadi lirikan sejumlah besar pihak. Saham diperkirakan akan rontok besar. Artinya, arus modal keluar dari pasar saham dan akan masuk ke pasar kripto, karena The Fed gagal.
Hal senada disampaikan pula oleh Mohamed El-Erian Ekonom di Allianz beberapa hari lalu. Menurutnya kebijakan menaikkan suku bunga secara agresif kemungkinan akan menjadi kesalahan kebijakan yang lebih besar daripada salah menilai inflasi. The Fed berisiko mendorong ekonomi ke dalam resesi.
Benang merah inilah yang diuntai oleh pendukung pasar kripto, setidaknya oleh Mike Novogratz Pendiri Galaxy Digital. Asal tahu saja, perusahaan ini banyak menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan investasi papan atas dalam menciptakan sejumlah produk investasi bernilai kripto.
Novogratz bilang begini, seperti yang dikutip dari Kitco: “Meskipun pasar bersiap untuk kebijakan The Fed yang agresif di paruh pertama tahun ini, bank sentral AS kemungkinan harus berhenti sejenak setelah ekonomi AS justru melambat. Inilah saatnya bagi Bitcoin menguat.” Kalimat itu ia gaungkan di acara konferensi akbar Bitcoin 2022 di Miami.
Mudah ditafsirkan, bahwa Novogratz justru sangat mengharapkan kenaikan suku bunga 50 basis poin itu terjadi pada tahun ini, karena ia percaya itu justru membawa dampak buruk pada ekonomi, yakni resesi. Tafsiran seperti ini cukup tercerminkan dari menguat tipisnya harga Bitcoin selama 3 pekan terakhir.
Situasi ini yang mungkin akan membuat The Fed banting setir, enggan melanjutkan kebijakannya menaikkan suku bunga dan berlanjut pada pelonggaran kuantitatif lagi alias menambah dolar AS ke pasar.
Hal ini selaras dengan anjuran El-Erian, bahwa The Fed jangan terpaku pada pasar keuangan yang membuatnya bertindak sangat agresif. Ia menyarankan The Fed untuk memulihkan sektor rill. Nah, secara teoritis ini adalah arah pelonggaran kuantitatif itu dan akan mengarahkan pasar masuk ke pasar kripto. Ini semakin menegaskan relasi antara kebijakan The Fed dan harga Bitcoin.
Namun jika skenarionya adalah kebijakan agresif sepanjang tahun ini, maka dampak positif seperti yang diharapkan The Fed, setidaknya baru bisa dirasakan pada tahun 2023. Ini adalah pola historisnya. Jika ini terjadi, maka dolar akan semakin menguat, melemahkan pasar saham dan kripto. Pun jika terjadi sebaliknya, maka skenario yang di pikiran Novogratz adalah yang terjadi: Bitcoin menuju ke utara.
Jadi, kita masih menantikan di awal Mei dan Juni 2022 ketika hasil rapat para petinggi The Fed diumumkan apakah sangat agresif sehingga berdampak negatif terhadap harga Bitcoin. Di antara hari-hari itu, kita hanya bisa menanti dan memantau.