Tag Archives: aset kripto

Ketahui Apa itu Peer to Peer dan Penerapannya dalam Kripto

Apakah Anda sering mendengar istilah ‘peer to peer’ (P2P)? Istilah ini memang sangat populer digunakan terutama dalam industri fintech. Namun, beberapa waktu belakangan istilah ini juga banyak terdengar di dunia kripto, lho! Yuk, ketahui pengertiannya serta penerapannya di dalam dunia kripto!

Apa itu peer to peer? Peer to peer memiliki pengertian yang berbeda tergantung konteksnya

Pengertian P2P secara umum menurut Merriam-Webster

Kata ini merujuk pada sesuatu yang terjadi secara langsung antara manusia, antar teman, orang-orang yang serupa dalam usia, kelas, atau status. Sebagai contoh P2P mentoring artinya pendamping sejawat/dalam pekerjaan yang sama.

Pengertian P2P dalam dunia komputer

Peer to peer (P2P) adalah kumpulan dari beberapa perangkat komputer yang saling terhubung dan membuat sebuah jaringan, yang juga dikenal dengan sebutan P2P network. Lewat jaringan tersebut, tiap komputer memiliki tingkatan yang sama dan bisa saling bertukar data juga informasi, tanpa adanya satu perangkat komputer sebagai pusat.

Ada 3 jenis peer to peer network :

  1. P2P tidak terstruktur

Sesuai namanya, jenis P2P network yang satu ini terbentuk berkat node yang saling terhubung satu sama lain dengan tidak beraturan. Maka dari itu, biasanya P2P tidak terstruktur banyak digunakan untuk membangun platform di mana para penggunanya bisa bebas keluar dan masuk jaringan karena kuat dalam menahan churn

Meski begitu, sistem pencarian pada jenis P2P network ini cenderung kurang efisien karena harus mencari secara acak dalam jaringan untuk menemukan sejumlah perangkat yang saling bertukar data tersebut. 

  1. P2P terstruktur

Sementara itu, P2P terstruktur berarti jenis P2P network yang diatur oleh node yang diprogram untuk melakukan pencarian secara efisien. Umumnya, P2P network yang terstruktur berjalan dibantu dengan Distributed Hash Table (DHT) sehingga memudahkan untuk identifikasi nodes. Akan tetapi, jenis P2P network ini kurang kuat dalam menahan churn, dikarenakan setiap node harus terlebih dulu memiliki daftar yang sesuai kriteria.

  1. P2P hybrid 

P2P hybrid adalah jenis P2P network hasil gabungan antara P2P dan client-server, alias jaringan yang terpusat. Oleh karena itu, P2P hybrid sangat berguna apabila diterapkan dalam sebuah jaringan yang membutuhkan server pusat tetapi dikelola secara P2P.

Jenis P2P network yang satu ini juga dianggap paling efisien jika dibandingkan dengan dua jenis lainnya terutama dalam hal pencarian. Sebab, cara kerjanya dilakukan secara terpusat sambil memanfaatkan jaringan P2P tidak terstruktur.

Pengertian P2P dalam dunia keuangan

Konsep P2P banyak digunakan dalam industri keuangan dan teknologi, atau yang biasa disebut fintech. P2P dalam fintech mengacu kepada kegiatan pertukaran sejumlah uang, di mana seseorang (borrower) bisa memperoleh pinjaman uang secara online dari pemilik dana (borrower) tanpa harus melalui bank. Kegiatan inilah yang disebut sebagai P2P lending

Pengertian P2P dalam blockchain dan dunia kripto

Tak hanya di industri fintech saja, konsep P2P juga mulai marak diterapkan pada blockchain dan dunia aset kripto, di mana P2P diberlakukan dalam exchange kripto atau bursa pertukaran aset kripto.

P2P exchange atau bursa kripto peer to peer merupakan jenis bursa kripto yang menggunakan konsep ini, di mana konsep ini memungkinkan para penggunanya untuk bertukar aset kripto langsung secara pribadi tanpa harus melalui pihak ketiga, seperti misalnya bank.

Untuk lebih memahami P2P exchange mari kita lihat dulu konsep ini dalam blockchain.

Konsep Peer to Peer dalam Blockchain

ilustrasi peer to peer di teknologi blockchain

Penerapan konsep ini memungkinkan pertukaran dilakukan secara tidak terbatas, dikarenakan tidak ada server pusat yang mengatur pertukaran tersebut alias sudah terdesentralisasi. 

Hal inilah yang membuat siapa saja pengguna blockchain bisa berpartisipasi dalam validasi transaksi aset kripto yang terjadi dan pembuatan blok di dalam blockchain, mengutip CoinMarketCap.

Pada blockchain, terdapat banyak data transaksi yang dicatat dan dilengkapi oleh waktu, pengirim, dan penerima, sehingga informasi mengenai transaksi terbuka secara publik dan tidak bisa dipalsukan. 

Nah, keberadaan P2P dalam blockchain ini bisa lebih meningkatkan keakuratan data transaksi, yaitu dengan cara menghubungkan beberapa perangkat komputer yang juga memiliki salinan buku besar tersebut. 

Konsep P2P blockchain ini menciptakan sebuah bursa pertukaran aset kripto atau exchange. Tentunya, P2P exchange berbeda dengan exchange aset kripto biasanya yang masih tersentralisasi dan mengikuti aturan wilayah atau transaksi yang berlaku. Dengan P2P exchange, para penggunanya bahkan memungkinkan untuk bertransaksi aset kripto secara tunai, lho!

Lantas, bagaimana cara kerja P2P exchange?

Cara Kerja P2P Exchange

ilustrasi mekanisme peer to peer

Sederhananya, dengan P2P exchange, registrasi akun bisa langsung dilakukan tanpa harus melewati tahap verifikasi identitas terlebih dulu. Setelah berhasil mendaftar, pengguna pun bisa langsung memilih penawaran yang terdapat di dalam exchange

Jika telah memilih salah satu penawaran, pembeli bisa menghubungi penjual dan melakukan pembelian sesuai dengan harga, biaya tambahan, hingga metode pembayaran yang telah disepakati bersama.

Selain tanpa adanya kehadiran pihak ketiga yang menjadi jembatan antara pembeli dan penjual aset kripto, terdapat beberapa hal lain yang membedakan P2P exchange dengan exchange biasa, yaitu pembelian aset kripto di P2P exchange bisa dilakukan dengan menggunakan uang tunai atau metode pembayaran lain yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara, di exchange kripto biasa mengharuskan pembelian dilakukan dengan sesama aset kripto.

Beberapa P2P exchange yang populer dan banyak digunakan secara global antara lain Binance P2P, Bybit, Paxful, LocalBitcoins, Huobi, dan HODL HODL.

Setelah mengenal secara umum mengenai P2P exchange, apakah Anda tertarik mencobanya? Sebelum itu, ketahui dulu kelebihan serta kelemahan dari P2P exchange berikut ini agar tidak salah langkah, ya!

Kelebihan P2P exchange

  1. Transaksi dilakukan secara langsung

Kelebihan pertama dari P2P exchange adalah tentu dari transaksi yang dilakukan secara langsung tanpa melalui perantara. Hal ini memudahkan para pembeli untuk memilih penawaran milik penjual mana yang sesuai dengan kriterianya masing-masing. 

Selain itu, metode pembayaran yang digunakan pun sifatnya lebih fleksibel dan aman karena bisa disesuaikan langsung dengan kedua belah pihak. Alhasil, biaya yang dikenakan juga lebih murah apabila dibandingkan dengan exchange biasa.

  1. Privasi lebih terjaga

Dengan menggunakan P2P exchange, privasi para pengguna pun cenderung lebih terjaga. Kok bisa? Hal ini dikarenakan P2P exchange tidak melibatkan Know Your Customer (KYC) seperti halnya exchange biasa. 

Umumnya, pengguna hanya perlu mengisi email dan password saja dan menggunakan sistem pembayaran escrow untuk tetap menjaga keamanan transaksi. Jadi, kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan data pribadi.

Baca juga: Berikut Ini 3 Manfaat Penerapan KYC dalam Dunia Kripto!

  1. Mudah diakses

Terakhir, dikarenakan menganut konsep peer to peer dan tidak ada pihak pusat yang mengatur berjalannya exchange, P2P exchange sangat mudah diakses. Pengguna hanya memerlukan perangkat dan sambungan internet saja. Bahkan, rekening bank sekalipun tidak diperlukan, lho.

Kelemahan P2P exchange

  1. Proses lebih lama

Meski transaksi bisa dilakukan dengan cepat, proses pertukaran aset kripto cenderung lebih lama. Hal ini dikarenakan tidak ada pihak ketiga yang bisa menjembatani pembayaran antar kedua belah pihak.

  1. Rawan disalahgunakan

Dikarenakan proses pertukaran aset kripto ini dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli, besar kemungkinan transaksi ini sulit terlacak. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan akan ada pihak-pihak tertentu yang menyalahgunakan hal tersebut untuk aktivitas ilegal seperti pencucian uang.

  1. Tidak lagi bersifat anonim

Jika anonimitas dijunjung tinggi pada setiap transaksi yang dilakukan di blockchain, dengan menggunakan P2P exchange maka Anda harus siap untuk kehilangan privilege tersebut. Sebab, tidak jarang sistem pembayaran yang dilakukan adalah tunai sehingga sang pembeli dan penjual saling mengetahui identitas masing-masing. Selain itu, beberapa P2P exchange juga mencatat transaksi aset kripto pada profil pengguna secara terbuka.

Itu dia penjelasan mengenai peer to peer secara umum dan penerapannya dalam dunia aset kripto untuk jual-beli aset. Sebelum mulai bertransaksi aset kripto, pastikan Anda telah melakukan riset yang mendalam dan menetapkan tujuan agar tidak salah kaprah, ya. Kunjungi Tokonews untuk informasi dan edukasi lainnya seputar aset kripto dan jangan lupa untuk gabung di komunitas Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Misterius Akumulasi $ 117.000.000 dalam Bitcoin

Whale misterius yang menjadi pemborong Bitcoin terbesar ketiga di dunia telah memasuki ‘mode akumulasi’ atau serok menyerok aset dengan pembelian BTC dalam jumlah sangat besar.

Menurut data yang dilansir BitInfoCharts, whale dengan entitats non-exchange tersebut telah menyerok 2.822 Bitcoin dalam tujuh hari terakhir.

Penyerokan ini diduga karena harga Bitcoin yang tengah ambles di minggu kemarin dengan diperdagangkan di bawah $ 40 ribu . Namun untungnya, BTC alami sedikit pemulihan minggu ini dan pada penulisan sudah bernilai $ 41.381.

Dengan penambahan 2.822 Bitcoin baru atau setara dengan $117.144.042, menandakan whale raksasa tersebut telah mengakumulasi $5.202.214.689 dalam BTC yang tersimpan pada walletnya.

Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

Bagaimana Tanggapan Analis Mengenai Akumulasi Ini?

Salah satu analis crypto terkemuka bernama Benjamin Cowen, menunjukkan bahwa akumulasi yang dilakukan whale misterius itu tidak seperti kebanyakkan entitas teratas lainnya yang befokus untuk menimbun aset.

Menurut Cowen, whale yang satu itu tampaknya telah memperdagangkan kisaran dalam aksi harga Bitcoin, membeli penurunan dan menjual harga tertinggi lokal.

Sederhananya, ia hanya fokus pada keuntungan jangka pendek.

Karena biasanya, strategi perdagangan whale yang relatif aktif menurut Cowen adalah, mayoritas Bitcoin wallet terkaya cenderung membeli hanya sesekali ketika fase-fase koreksi besar, bukan koreksi sedikit. 

Sumber

Baca juga: Tahilalats Rilis Koleksi NFT Mindblowon Universe, Apa Keunikannya?



Sumber : news.tokocrypto.com

Rusia Rampungkan RUU Kripto Sebagai Alat Pembayaran

Sebelumnya, pemerintah Rusia dan bank sentral mengerjakan RUU yang akan mendefinisikan kripto sebagai aset digital yang melengkapi mata uang resmi, rencana diluncurkan pada 18 Februari 2022 lalu.

Cointelegraph melansir, pada 8 April 2022, Kementerian Keuangan Rusia mengumumkan amandemen dan finalisasi RUU kripto. RUU itu memberikan kejelasan regulasi terkait peredaran, penerbitan, perdagangan, penambangan dan aktivitas lain dalam pasar aset kripto.

Laporan tidak terkonfirmasi soal Rusia yang melegalkan aset kripto mulai muncul pada 16 April lalu. Komunitas kripto di Twitter menyambut laporan tersebut dengan tangan terbuka.

CEO Binance Changpeng Zhao termasuk salah satu sosok yang mengomentari laporan tersebut, mengingat beragam sanksi telah dikenakan kepada Rusia.

Tetapi setelah informasi semakin jelas, komunitas kripto menyadari laporan itu belum tentu benar. CZ dan sejumlah sosok lainnya menghapus cuitan terkait status legal di Rusia tersebut.

Baca juga: CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

Rumor soal legalisasi kripto di Rusia dimulai oleh laporan dari surat kabar lokal Rusia Kommersant yang mengklaim mendapat versi final otentik RUU tersebut.

Menurut Kommersant, RUU itu menyarankan penerimaan uang digital sebagai alat pembayaran yang bukan merupakan unit moneter Federasi Rusia.

Kementerian Keuangan Rusia merampungkan dan membagikan RUU tersebut dengan pemerintah Rusia, tetapi belum ada pengumuman resmi soal penerimaan RUU itu beserta jadwal terkait.

Laporan Kommersant juga menyoroti bahwa RUU kripto Rusia menyarankan pembuatan kerangka regulasi bagi aktivitas terkait kripto dan menyampaikannya ke operator terdaftar.

Baca juga: Menakar Keunggulan Metaverse Zilliqa (ZIL), Metapolis

Pada 14 April 2022, Sergei Katyrin, Presiden Kamar Dagang dan Industri Rusia, menyarankan kolaborasi dengan negara-negara Afrika untuk melaksanakan penyelesaian transaksi antar negara memakai kripto dan uang digital bank sentral (CBDC).

Dalam pengumuman terkait RUU final, Kementerian Keuangan menyatakan telah memiliki regulasi kripto jelas yang mempertimbangkan sudut pandang semua departemen pemerintah Rusia.

Sebagai usaha melawan sanksi internasional dan inflasi yang terjadi, Presiden Kelompok Gas Rusia Pavel Zavalny menandakan pihaknya dapat menerima Bitcoin (BTC) sebagai pembayaran bagi ekspor minyak dan gas.

Zavalny menyarankan untuk menerima rubel, yuan, lira dan bahkan BTC dari negara bersahabat. Tetapi, negara tidak bersahabat harus membayar minyak memakai rubel atau emas. [ed]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 20 April 2022: Pasar Merangkak Naik

Aset kripto Bitcoin dan altcoin utama lainnya diperdagangkan stabil pada hari Rabu (20/4). Secara keseluruhan market tampaknya mulai merangkak naik dan menuju zona hijau selama pekan ketiga bulan April ini.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan secara umum, kinerja aset kripto yang mulai cerah pada pekan ini disebabkan oleh aksi borong trader di market, seiring niatan mereka untuk melakukan price actions. Aktivitas trader di pasar kripto juga sangat tergantung dengan sentimen kabar mengenai suku bunga acuan AS.

“Pelaku pasar yang jenuh dengan kondisi market kripto yang sideways ini dimanfaatkan oleh trader untuk inisiatif mengambil strategi melakukan price actions dengan menimbun aset kripto. Trading price action adalah salah satu metode terpopuler dan sering digunakan trader, karena mudah dan akurat dalam memprediksi pergerakan harga pasar,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Afid menambahkan market secara keseluruhan masih akan mengalami penurunan yang signifikan yang dimulai sejak awal April. Bitcoin masih menjadi patok untuk pergerakan koin lainnya. Saat ini BTC, sedang mencoba untuk pullback setelah harga mengalami titik jenuh. 

“Pada pekan ini, harga BTC masih tertahan di area support kuatnya, yaitu kisaran $ 39.000-$ 40.000. Kalo area ini mengalami breakdown skenario terburuknya harga BTC bisa terus anjlok menyentuh ke $ 38.000-$ 37.000. Sementara, skenario bullish BTC harus bisa menembus resistensi harga di $ 43.000-$ 44.000,” jelas Afid.

Menurut laporan Be[In]Crypto Research, minat investor pada Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama tahun 2022. Volume perdagangan BTC pada kuartal pertama tahun 2022 masih di bawah dua setengah kali kuartal pertama tahun 2021. 

Baca juga: Tahilalats Rilis Koleksi NFT Mindblowon Universe, Apa Keunikannya?

Tren bearish di pasar crypto secara keseluruhan menyebabkan penurunan volume perdagangan harian dan terutama dapat dikaitkan dengan penurunan minat investor terhadap Bitcoin. 

Saat ini, kapitalisasi pasar kripto global diperdagangkan lebih tinggi pada angka $ 1,89 triliun, melonjak sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir. Total volume perdagangan aset kripto meningkat sekitar 60 persen menjadi $ 96,13 miliar.

Di sisi lain, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan April ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Kava (KAVA)

Ilustrasi analisis teknikal Kava (KAVA).

Kava adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya. KAVA sebagai token utilitas dan native token governance yang diciptakan oleh ekosistem DeFi Kava, yang terkenal dengan kapasitas pinjamannya. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan harga KAVA bisa bullish akibat peluncuran Kava Foundation yang dipercepat ke akhir April dan bersamaan dengan itu akan ada Mint Token Launch.

“Kava Network meluncurkan Kava Foundation yang kemungkinan besar terjadi pada tanggal 30 April mendatang. Bersamaan dengan itu akan ada Mint Token Launch yang dinantikan pada holders KAVA. Kabar ini membuat pergerakan KAVA naik pada pekan ini dan para investor sudah bersiap untuk masuk menaikan harga KAVA,” kata Afid.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #96, dengan kapitalisasi pasar $ 771.386.381. Pasokan yang beredar 176.497.770 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Terra (LUNA)

Ilustrasi analisis teknikal Terra (LUNA).

Terra adalah sebuah blockchain yang dibangun dengan tujuan menciptakan ekosistem pembayaran digital yang terdesentralisasi menggunakan aset kripto stablecoin, LUNA. 

Menurut Afid, LUNA mendapatkan sentimen positif dari pemberitaan bahwa koin kripto tersebut sekarang menjadi stablecoin terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar. LUNA baru-baru ini mengalahkan BUSD untuk mengeklaim tempat di tiga besar.

Stablecoin Terra telah bergerak dalam tren naik sejak November 2021. LUNA kini juga telah menjadi stablecoin terbesar ketiga kripto pada hari Senin (18/4) setelah pemompaan besar-besaran selama 6 bulan lalu. Investor senang dengan kabar ini sehingga membuat aksi beli lebih banyak,” jelas Afid.

Peringkat LUNA di CoinMarketCap pada Rabu (20/3) pukul 10.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar $ 33.227.565.199. Pasokan yang beredar 353.958.856 koin LUNA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Reserve Rights (RSR)

Ilustrasi analisis teknikal Reserve Rights (RSR).

Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV). 

Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $ 1 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.

Afid melihat pergerakan RSR masih akan bullish pada pekan ini. Hal tersebut dampak dari kabar Mainnet Launch yang akan dilaksanakan pada 30 April mendatang.

“RSR masih akan bullish pada pekan ini karena sentimen positif dari Mainnet Launch yang digelar 30 April mendatang tetap terasa efeknya. Para holders RSR sudah tidak sabar untuk dapat keuntungan,” kata Afid.

Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #259, dengan kapitalisasi pasar $ 206.791.981. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?

4. Mines of Dalarnia (DAR)

Ilustrasi analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).

Selain RSR, token kripto DAR juga kemungkinan besar akan kembali bullish pada pekan ini. Peningkatan nilai DAR masih berdampak dari kabar peluncuran Mines of Dalarnia Mainnet dan dibukanya penjualan tanah virtual Mines of Dalarnia Land.

“Mines of Dalarnia masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari peluncuran Mainnet pada 26 April mendatang. Analisis teknikal melihat akan ada peningkatan 15% dari harga sekarang di kisaran $ 1,2,” ungkap Afid.

Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #252, dengan kapitalisasi pasar $ 219.234.954. Jumlah koin yang beredar 185.566.667 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

5. Kyber Network Crystal v2 (KNC)

Ilustrasi analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).

Kyber adalah protokol likuiditas on-chain yang dapat diimplementasikan pada semua blockchain smart contract. Protokol ini memungkinkan pertukaran token yang didesentralisasi dan dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi apa pun, dan berjalan dengan mulus antara semua pihak dalam suatu ekosistem.

Token dari Kyber Network ini yaitu KNC akan digunakan sebagai bagian dari transaksi untuk memfasilitasi operasi sistem yang sedang berlangsung pada network. Menurut Afid, KNC akan berpotensi bullish. Faktor utama dalam kenaikan harga KNC yang tajam adalah penguatan pusat perdagangan dan likuiditas, Kyber.

“Jaringan Kyber telah reli selama beberapa bulan terakhir karena memperkuat pusat perdagangan dan likuiditasnya. Proyek ini baru-baru ini mengumumkan integrasi dukungan untuk sepuluh jaringan blockchain yang terpisah. Dari teknik analisisnya, pekan ini KNC rata-rata akan mengalami kenaikan 15%,” tutur Afid.

Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #97, dengan kapitalisasi pasar $ 758.652.418. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. JasmyCoin (JASMY)

Ilustrasi analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).

JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.

JasmyCoin didasarkan pada standar ERC 20. Token juga dapat digunakan oleh sejumlah individu dan bisnis yang tidak ditentukan untuk mentransfer token menggunakan perangkat digital sebagai bukti pertukaran nilai atau pembayaran untuk layanan. Dengan tidak membatasi kegunaannya, token dapat memiliki berbagai tujuan.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY sudah membentuk pola reverse cup and handle. Penurunan terjadi sekitar 28% dengan nilai terendah sampai $0,02.”

Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #372, dengan kapitalisasi pasar $ 108.617.783. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin JASMY.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

2. Origin Protocol (OGN)

Ilustrasi analisis teknikal Origin Protocol (OGN).

Origin Protocol (OGN) adalah token Ethereum yang mendukung platform Origin, yang bertujuan untuk memperkuat pasar yang terdesentralisasi dan peer-to-peer. OGN dapat digunakan untuk mempertaruhkan, mengatur dan beriklan di platform Origin.

Menurut Afid, OGN bisa tersungkur ke fase bearish pada pekan ini. “Nilai OGN diperkirakan akan turun pada pekan ini. Namun, akan terkoreksi naik sedikit, tapi tetap akan terus anjlok.”

Peringkat OGN di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #186, dengan kapitalisasi pasar $ 256.778.472. Pasokan yang beredar 388.570.733 koin OGN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin OGN.

3. Frax Share (FXS)

Ilustrasi analisis teknikal Frax Share (FXS).

Frax Protocol adalah sistem stablecoin algoritma pecahan pertama di jaringan blockchain. Frax memiliki sifat open-source, mudah digunakan, dan sepenuhnya on-chain yang saat ini diimplementasikan di Ethereum.

Frax Shares (FXS) adalah token tata kelola yang menghasilkan biaya, pendapatan seigniorage, dan nilai agunan berlebih. Token FXS adalah token tata kelola yang menghasilkan semua nilai FRAX baru yang dicetak, biaya, dan agunan berlebih. FXS adalah aset investasi dan tata kelola sementara FRAX adalah token mata uang.

Afid melihat dari analisis teknikal FXS kemungkinan masuk fase bearish pada pekan ini. Terlihat FXS akan mengalami peningkatan sedikit atau koreksi, namun akan terus tersungkur hingga 16%. 

Peringkat FXS di situs CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #120, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 563.320.876. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 16.209.405 koin FXS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. Astar (ASTR)

Ilustrasi analisis teknikal Astar (ASTR).

Astar Network adalah hub dApp multi-rantai di Polkadot. Platform ini menawarkan kepada pengguna berbagai fitur yang mencakup staking dApps, solusi L2, dan X-VM (Cross Virtual Machine) yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM).

ASTR adalah token utilitas dan tata kelola Astar, digunakan untuk kasus penggunaan biaya transaksi, tata kelola, network staking, dApp staking dan implementasi layer-2. ASTR kemungkinan besar masuk ke fase bearish. Afid menerangkan ASTR akan mengalami penurunan sekitar 15%, meski akan terkoreksi dalam waktu singkat.

Peringkat ASTR di situs CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #218, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 673.152.756. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 3.086.033.508 koin ASTR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Inilah 5 Deretan NFT Marketplace Buatan Indonesia!

5. Uniswap (UNI)

Ilustrasi analisis teknikal Uniswap (UNI).

Uniswap adalah perdagang terdesentralisasi (DEX) terbesar yang beroperasi di blockchain Ethereum. Ini memungkinkan pengguna di mana saja di dunia untuk berdagang kripto tanpa perantara. UNI, token tata kelola yang memungkinkan pengguna untuk memberikan suara pada perubahan protokol utama.

Uniswap (UNI) adalah token Ethereum yang mendukung Uniswap, penyedia likuiditas otomatis yang dirancang untuk memudahkan pertukaran token Ethereum (ERC-20). Tidak ada buku pesanan atau fasilitator pusat di Uniswap. Sebagai gantinya, token ditukar melalui kumpulan likuiditas yang ditentukan oleh smart contract.

Afid menjelaskan UNI bisa masuk ke fase bearish pada pekan ini dilihat dari analisis teknikal akan terjadi penurunan hingga 7%. Pergerakan UNI juga sudah membentuk pola reverse cup and handle yang berarti kemungkinan besar akan masuk zona bearish. 

Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #24, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 6.527.235.661. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 690.496.925 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenalan Sama Onde NFT, Hold NFT-nya Langsung Dapet Passive Income

Seiring dengan bertumbuhnya industri NFT secara global maupun nasional, semakin banyak juga proyek-proyek NFT yang bermunculan dan menjadi sorotan dari komunitas. Salah satu yang ditunggu adalah OnDecentralized Finance atau yang disebut Onde NFT.

Onde NFT merupakan sebuah proyek yang menghadirkan inovasi di kancah NFT, dengan menawarkan rewards dalam bentuk kripto kepada seluruh holders atau pemegang koleksi Onde. Inovasi ini membuat seluruh holders berkesempatan untuk mendapat passive income cukup dengan memiliki koleksi Onde NFT.

Lalu, apa sih yang membuat Onde NFT berbeda?

  • Onde NFT mengedepankan kemudahan bagi holders untuk mendapatkan rewards dalam bentuk kripto. Para holders tidak perlu report karena proses rewards tersebut diatur oleh Onde.
  • Onde NFT menawarkan nilai lebih bagi para holders yang fokus bagi keuntungan mereka. Dengan misi untuk menjembatani CeFi dan DeFi bagi pemula, Onde NFT menawarkan item collectibles sekaligus membantu mengatur manajemen aset kripto bagi para holders yang mungkin masih awam atas keduanya.
  • Koleksi NFT memiliki risiko volatilitas yang lebih rendah dibandingkan aset kripto, sehingga nilai investasi yang dimiliki cenderung lebih stabil.
  • Onde NFT pun hadir di BNB Chain dengan tujuan menghadirkan biaya transaksi dan operasional yang lebih terjangkau.

Baca juga: TokoMall Bakal Hadir di Indo NFT Festiverse, Festival NFT Terbesar di Indonesia

Makin penasaran kan? Terlebih lagi infonya rilis pertama ini akan terbatas hanya 1,500 koleksi saja, lho! Onde NFT ini akan dibagi ke beberapa kategori seperti Bronze, Silver, Gold, dan Platinum dimana menawarkan benefit yang berbeda dan kamu bisa mendapatkan rewards aset kripto dengan APY hingga 25%!!

Jika berbicara mengenai utilitas, Onde NFT memiliki deretan utilitas yang akan hadir di ekosistemnya. Fokus saat ini memang pada rewards dalam bentuk aset kripto tapi kedepannya dihadirkan akses ke Game-Fi, Lending & Borrowing, Web2 Connectivity, dan lainnya.

Gimana, udah bikin mau hold Onde NFT belum? Jangan ketinggalan campaign Whitelist (WL) mereka cuma sampai 8 April 2022 aja! Adapun private sales akan dimulai pada 13 – 14 April 2022 dan Public Sales di 15 – 18 April 2022. Yuk langsung intip detail dan join WL nya sekarang di sini!



Sumber : news.tokocrypto.com

Co-Founder Glassnode: Bitcoin (BTC) Sedang di Mata Badai

Co-founder dari perusahaan analitik Glassnode mengatakan bahwa aksi jual terbaru pada Bitcoin (BTC) masih bisa terjadi karena kondisi ekonomi global.

Menurut laporan Glassnode, Jan Happel dan Yann Allemann mengatakan bahwa crypto utama sebagai aset berisiko masihlah tinggi di mata investor. Itu artinya, jika pasar saham AS terkoreksi, maka begitu pula dengan BTC. Buletin tersebut pun mengungkapkan:

“Analisa dari kami menunjukkan bahwa kepekaan baru terhadap risiko pasar dan kemungkinan penarikan yang lebih kuat ini bukan karena kurangnya kepercayaan kepada BTC melainkan karena lingkungan ekonomi makro yang dibebankan.”

Itu artinya, meski secara fundamental Bitcoin masih bagus dan dipercaya, namun keadaan ekonomi yang luas bisa saja memaksa banyak uang untuk lari darinya dan beralih ke aset yang lebih aman dan menyesuaikan selera risiko yang menyusut.

Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

Salah satu pendiri Glassnode pun melihat bahwa lanskap ekonomi makro terlihat goyah setelah bank sentral AS, the Fed, mengumumkan pengurangan neraca menjadi $ 95 miliar per bulan untuk “melawan inflasi.”

Mereka juga menyebutkan risiko yang mengancam bahwa agresi militer Rusia dapat meluas dan menargetkan wilayah Uni Eropa.

Buletin tersebut juga mengungkapkan bahwa telah ada lebih dari $ 100 juta yang keluar dari Bitcoin, dan ini tampaknya belum berakhir.

“Memperbesar ke ruang crypto, minggu lalu melihat arus keluar dana $ 134 juta, menandai arus keluar mingguan tertinggi kedua pada tahun 2022. Solana menerima arus masuk $ 3,7 juta, dan Altcoin mencatat arus masuk $ 5 juta, sementara $ 131 juta mengalir keluar dari Bitcoin.”

Baca juga: CEO Amazon: Platform Bisa Menjual NFT di Masa Depan

Namun, jika mengabaikan faktor ekonomi global, Glassnode memandang bahwa BTC telah secara konsisten menunjukkan kekuatan on-chain.

Saat investor memilih menarik BTC mereka dari pertukaran ke dompet pribadi, ini bisa menjadi tanda bahwa Bottom akan segera terlihat di grafik harganya.

Secara jelas, fundamental Bitcoin tidaklah buruk, justru bagus dan positif. Kita hanya tinggal menunggu kondisi ekonomi global mereda, atau pun membaik, baru akan melihat kembali pertumbuhan yang semestinya terjadi di aset crypto ini. Kita lihat saja!

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kementerian Rusia Ajukan Kripto sebagai Alat Pembayaran yang Sah

Portalkripto.com — Kementerian Keuangan Rusia selesai merevisi Rancangan Undang-Undang “On Digital Currency” yang merekomendasikan penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah.

RUU yang memberikan kejelasan peraturan terkait sirkulasi, penerbitan, perdagangan, penambangan, dan aktivitas lain di pasar kripto kini menunggu persetujuan pemerintah untuk disahkan menjadi undang-undang.

“Kementerian Keuangan Rusia menyelesaikan rancangan undang-undang federal “Tentang Mata Uang Digital”, dengan mempertimbangkan posisi departemen yang diterima sebelumnya dan mengirimkannya ke Pemerintah Federasi Rusia,” tulis sebuah siaran pers di website resmi Kementrian Keuangan Rusia, 18 April 2022.

Desas-desus Rusia yang akan melegalkan aset kripto itu menyebar luas setelah surat kabar harian lokal Rusia Kommersant mengangkatnya menjadi berita.

Baca juga: CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

Kommersant disebut mendapatkan versi final otentik dari rancangan undang-undang tersebut. Seperti disebutkan sebelumnya, RUU tersebut merekomendasikan untuk menerima mata uang digital sebagai alat pembayaran yang bukan bagian dari unit moneter Federasi Rusia.

Laporan Kommersant juga menyoroti bahwa RUU tersebut merekomendasikan untuk membuat regulasi terkait semua aktivitas mata uang kripto sembari menyiapkan operator terdaftar.

Pada 14 April, Presiden Kamar Dagang dan Industri Rusia, Sergei Katyrin mengusulkan berkolaborasi dengan negara-negara Afrika untuk melakukan kerja sama dalam mata uang digital kripto dan bank sentral (CBDC). Sejumlah negara di Afrika yang mengalami perkembangan industri mata uang digital antara lain Kenya, Afrika Selatan, dan Ghana.

Baca juga: Portugal Berikan Lisensi pada Bison Bank untuk Kelola Aset Kripto

Rusia menilai kebutuhan utnuk menggunakan mata uang kripto sudah mendesak. Salah satunya adalah untuk melawan sanksi internasional akibat invasi ke Ukraina.

Kepala Energi Federasi Rusia Pavel Zavalny mengisyaratkan kemungkinan menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk mengekspor minyak dan gas.

Zavalny merekomendasikan menerima pembayaran dalam Rubel Rusia, Yuan Tiongkok, Lira Turki, atau bahkan Bitcoin dari negara-negara sahabat. Namun bagi negara yang tidak sejalan dengan kebijakan Rusia, dapat membayar minyak mereka dalam Rubel atau emas.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

Dunia aset kripto dan NFT ternyata menarik perhatian CEO Amazon, Andy Jassy. Bos baru Amazon yang menggantikan Jeff Bezos itu optimis tentang prospek bisnis industri aset digital di masa depan.

Dikutip Cointelegraph, Jassy mengatakan bahwa meskipun dia tidak memiliki aset kripto atau NFT, dia optimis tentang prospek industrinya. Dia pun mengakui sejauh ini belum mau menambahkan mekanisme pembayaran menggunakan kripto dalam waktu dekat.

“Kami tidak mungkin dalam waktu dekat menambahkan kripto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritel kami, tetapi saya percaya seiring waktu bahwa Anda akan melihat crypto menjadi lebih besar. Saya berharap NFT akan terus tumbuh sangat signifikan,” ungkap Jassy selama wawancara dengan CNBC.

Ilustrasi e-commerce, Amazon.
Ilustrasi e-commerce, Amazon. Foto: Pixabay.

Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

Amazon Cari Talenta Ahli Kripto dan Blockchain

Secara khusus, mengenai penjualan NFT oleh Amazon, Jassy mengisyaratkan mungkin ada kesempatan besar mengenai hal tersebut. Pada November lalu, Cointelegraph melaporkan bahwa Amazon mempekerjakan tenaga ahli yang memahami ekosistem kripto dan aset digital secara keseluruhan.

Kemudian, lowongan pekerjaan yang sama juga baru-baru ini di-posting Amazon. Tanggung jawab pekerjaan tersebut dituntut mampu menentukan pesan khusus industri dan jaminan yang secara efektif mengomunikasikan proposisi nilai AWS (Amazon Web Service) untuk solusi aset digital dalam layanan keuangan.

Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bakal Ekspansi ke Indonesia?

Kapan Belanja di Amazon Pakai Kripto?

Terlepas dari optimisme Jassy mengenai dunia kripto dan NFT, ia menegaskan kembali sikap perusahaan dari Juli tahun lalu bahwa Amazon mungkin tidak akan menambahkan crypto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritelnya.

Sejauh ini Amazon belum memberikan lampu hijau mengenai pembayaran menggunakan aset kripto atau membuka platform untuk marketplace NFT. Di antara perusahaan teknologi e-commerce besar, Shopify telah menjadi yang terdepan dalam adopsi kripto.

Shopify mengumumkan awal bulan April 2022 ini bahwa mereka akan menerima Bitcoin (BTC) sebagai pembayaran di platform melalui The Lightning Network dan Strike. Namun, langkah tersebut juga memicu skeptisisme dari pengguna, dengan beberapa menunjukkan konsekuensi pelanggaran hukum yang tidak melalui proses KYC (Know Your Costumer).

Baca juga: Review Aplikasi Kriptoversity, Belajar Kripto dan Blockchain Bisa Dapat Cuan



Sumber : news.tokocrypto.com

Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun

Market kripto tampaknya mengalami tren bearish yang berkepanjangan sejak akhir Desember 2021. Salah satu bukti indikator tren tersebut ditunjukan dari volume perdagangan Bitcoin terus turun.

Menurut laporan Be[In]Crypto Research, minat investor pada Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama tahun 2022. Volume perdagangan BTC pada kuartal pertama tahun 2022 masih di bawah dua setengah kali kuartal pertama tahun 2021.

Volume perdagangan yang dicatat untuk Bitcoin selama kuartal pertama tahun ini adalah sekitar $ 2,42 triliun. Ini adalah penurunan 60% dalam volume perdagangan yang tercatat antara Januari dan Maret 2021 sekitar $ 6,02 triliun.

Minat Investor Terhadap Bitcoin Turun

Be[In]Crypto melaporkan tren bearish di pasar crypto secara keseluruhan menyebabkan penurunan volume perdagangan harian dan terutama dapat dikaitkan dengan penurunan minat investor terhadap Bitcoin.

Ilustrasi market kripto anjlok.
Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

Pada Januari 2021, volume perdagangan Bitcoin adalah $ 2,15 triliun dan mencapai angka tertinggi satu hari sekitar $ 123 miliar. Sementara, Januari 2022 setelah tren bearish Desember 2021, volume Bitcoin menyusut. Pada Januari 2022, volume perdagangan BTC adalah $ 923 miliar dengan tertinggi satu hari di angka $ 84 miliar.

Selanjutnya, pada Februari 2021, volume perdagangan BTC adalah $ 2,26 triliun dengan tertinggi satu hari sekitar $ 350 miliar. Sentimen pasar crypto negatif berlanjut dan diperburuk oleh invasi Rusia ke Ukraina. Selama waktu ini, volume Bitcoin turun menjadi $ 671 miliar dengan tertinggi satu hari sebesar $ 46 miliar.

Pada Maret 2021, volume perdagangan Bitcoin adalah $ 1,61 triliun dengan tertinggi satu hari di wilayah $ 70 miliar. Meskipun, harga sebagian besar aset digital utama pulih dalam dua minggu terakhir kuartal ini, volume perdagangan BTC akhirnya turun pada bulan ketiga tahun ini. Pada Maret 2022, volume perdagangan $ 830 miliar dengan tertinggi satu hari sekitar $ 39 miliar.

Baca juga: MicroStrategy Pastikan Akan Terus Beli Bitcoin (BTC)



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

Awal pekan ini dimulai dengan pergerakan koreksi yang cukup signifikan dini hari yang terjadi pada mayoritas crypto secara dadakan. 

Kabar baiknya, setelah koreksi tersebut saat ini mayoritas crypto sedang bergerak menyamping atau dalam konsolidasi yang memberi harapan baru. 

Walau pasar crypto masih belum memiliki arah yang jelas, terdapat beberapa crypto dengan sentimen positif yang dapat mendorong harganya naik. 

Dalam artikel ini akan diberikan lima crypto potensial yang memiliki sentimen positif sehingga dapat mendorong harganya naik. 

Ripple (XRP)

Pertama adalah XRP yang sedang mendapat sentimen positif dari kelanjutan kasus sidang dengan Securities and Exchange Commission atau SEC. 

Dikabarkan bahwa menuju yang diprediksi sebagai sidang terakhir, Ripple masih terlihat unggul. 

Setelah masa perbincangan sebelum sidang, dimana Ripple dan SEC berbagi data yang kemungkinan akan dijadikan bahan penuntutan atau masa “discovery”, terlihat bahwa Ripple masih unggul. 

Hal ini disebabkan belum adanya bukti terbaru untuk menjegal Ripple dan SEC kehabisan bahan untuk menuntut sehingga kemungkinan sidang akan berhenti.

Kabar ini menjadi sentimen positif karena membawa Ripple kemungkinan keluar dari kasus ini yang telah berjalan sejak Tahun 2020.

Jika benar selesai maka XRP akan kembali naik karena kembali legal dan kemungkinan bisa kembali masuk terdaftar di beberapa exchange. 

Saat ini satu hambatan adalah terkait testimoni dari mantan kepala SEC yang masih diperdebatkan. Jika perdebatan itu sudah selesai maka kemungkinan XRP akan kembali legal. 

Dari sisi teknikal, saat ini XRP masih terlihat bergerak naik dalam zona apresiasinya sejak beberapa hari yang lalu. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian XRPUSD

Selama batas bawah pada $0.70 masih terjaga, kemungkinan besar XRP dapat naik menuju $0.99 dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga: CEO Robinhood: Bagaimana Dogecoin Bisa Menjadi Mata Uang Internet

Binance Coin (BNB)

Kedua adalah BNB yang akan memiliki sentimen positif setelah peluncuran fitur terbaru. Fitur ini adalah Binance Bridge 2.0 dimana Binance meluncurkan bridge atau jembatan antar blockchain

Dengan fitur ini, Binance telah meluncurkan bridge yang dapat menyambungkannya dengan beberapa blockchain lain. 

Saat ini yang sudah tersambung adalah Blockchain Ethereum dan kedepannya akan lebih banyak blockchain lain. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY

Bridge ini juga akan menyambungkan seluruh aplikasi yang tersentralisasi dan terdesentralisasi antar blockchain. 

Caranya adalah dengan penciptaan BTokens dimana BTokens ini adalah token yang akan berpindah dalam bridge antar blockchain. 

Nantinya BTokens bisa ditukarkan dengan token atau koin apa pun yang diinginkan di masing-masing blockchain dengan rasio satu banding satu. 

Jadi sebuah koin atau token akan berubah menjadi BTokens di bridge dan berubah kembali menjadi token atau koin aslinya saat sudah sampai di aplikasi blockchain lain. 

Inovasi ini mempermudah perpindahan crypto seperti BNB dari Binance Smart Chain dan mempermudah penerimaan crypto lain kepada Binance Smart Chain. 

Bersama inovasi ini, kemungkinan besar volume transaksi pada Binance Smart Chain akan meningkat yang dapat menjadi sentimen positif untuk BNB. 

Dari sisi teknikal, BNB masih terlihat bergerak dalam pergerakan apresiasinya. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian BNBUSD

Selama batas bawah pada $405 kemungkinan besar BNB dapat bergerak naik menuju $458 dalam beberapa hari ke depan. 

Eos (EOS)

Ketiga adalah Blockchain EOS yang akan meluncurkan EVM atau Ethereum Virtual Machine agar token dari Ethereum dapat diterbitkan di EOS. h

Dikabarkan bahwa pada 19 April 2022 EOS akan meluncurkan versi uji coba dari fitur ini. Peluncurannya dilaksanakan pada jaringan uji coba EOS bernama jungle testnet. 

Dengan adanya fitur ini, kemungkinan besar volume transaksi pada EOS dapat meningkat.

Adanya EVM di ekosistem EOS akan membuat lebih banyak token dari Ethereum bergerak di EOS sehingga akan lebih banyak pergerakan di dalam Blockchain EOS.

Dari sisi teknikal, saat ini EOS masih terjebak dalam pola segitiga simetris dan belum memiliki arah yang jelas. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian EOSUSD

Jika berhasil melewati $2.5 kemungkinan besar EOS dapat bergerak naik menuju $3.3 dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bisa Ekspansi ke Indonesia?

Synapse Network (SNP)

Keempat adalah Synapse Network yang saat ini sedang ambisius untuk menjadi salah satu proyek DeFi terbesar di dunia crypto. 

Synapse Network ingin menjadi platform DeFi yang dapat menjadi tempat investasi untuk proyek baru layaknya launchpad. 

Selain itu ia juga memiliki fitur cross chain jadi platformnya tersedia di beberapa blockchain.  

Saat ini sentimen positif yang akan datang adalah integrasi terbarunya yaitu dengan Solana pada 19 April 2022. 

Dengan semakin banyaknya blockchain yang ditempati oleh Synapse Network maka volume transaksinya kemungkinan akan terus meningkat. 

Dari sisi teknikal, saat ini SNP masih bergerak dalam kondisi apresiasi dan kemungkinan masih akan terjaga. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian SNPUSD

Selama batas bawah pada $39,7 masih terjaga, kemungkinan besar SNP dapat bergerak naik menuju $50,5 dalam beberapa hari ke depan. 

Oxygen (OXY)

Kelima adalah Oxygen yang merupakan sebuah protokol DeFi yang bergerak untuk memberi pinjaman untuk para trader yang trading secara terdesentralisasi. 

Oxygen menggantikan peran broker pada bursa terdesentralisasi atau DeX, sehingga trader masih dapat menggunakan leverage walau tidak ada broker atau pihak ketiga. 

Saat ini OXY akan mengadakan program staking terbaru dimana biasanya saat ada program ini akan banyak OXY yang dikunci.

Semakin banyak OXY yang dikunci maka kemungkinan besar jumlahnya akan semakin langka. 

Jika semakin langka dan permintaannya bergerak naik, maka kemungkinan besar harganya juga akan bergerak naik. 

Dari sisi teknikal, saat ini OXY masih bergerak dalam pergerakan segitiga menurun atau descending triangle

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian OXYUSD

Jika OXY dapat bergerak melewati $0.32 kemungkinan besar harga akan bergerak naik menuju $0.4 hingga $0.5 dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga: Penting! Gunakan Uang Dingin Ketika Berinvestasi Aset Kripto

Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com