Tag Archives: aset kripto

Bitcoin Berpeluang Capai Rekor Tertinggi Baru di 2025, Analis Optimis

Harga Bitcoin (BTC) diprediksi memiliki peluang 75% untuk mencapai titik tertinggi baru dalam sembilan bulan ke depan. Hal ini disampaikan oleh ekonom jaringan Bitcoin, Timothy Peterson, dalam analisisnya yang diposting di platform X pada 25 Maret 2025.

Peterson menyoroti bahwa posisi BTC saat ini berada di batas bawah kisaran historisnya. Ia menyatakan bahwa Bitcoin kini berada dalam ambang batas 25% terendah, yang secara historis menunjukkan kemungkinan besar untuk reli positif.

Potensi Kenaikan di April dan Oktober

Lebih lanjut, Peterson mengungkapkan bahwa ada peluang 50% bagi BTC untuk mencatatkan kenaikan lebih dari 50% dalam waktu dekat. Pernyataan ini didukung oleh studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung mengalami lonjakan harga tertinggi pada bulan April dan Oktober, masing-masing dengan kenaikan rata-rata 12,98% dan 21,98% dalam dekade terakhir.

Grafik musiman Bitcoin 10 tahun. Sumber: X.com.
Grafik musiman Bitcoin 10 tahun. Sumber: X.com.

Zona Likuiditas Kritis

Sementara itu, analis dari CryptoQuant dengan nama samaran Crazzyblockk mengidentifikasi level harga yang harus diperhatikan investor. Menurutnya, harga yang terealisasi untuk paus jangka pendek adalah sekitar $91.000, sedangkan sebagian besar alamat yang sangat aktif memiliki basis biaya di kisaran $84.000 hingga $85.000.

Penurunan harga di bawah kisaran ini berpotensi memicu aksi jual, menjadikan area tersebut sebagai zona likuiditas yang penting.

“Zona biaya onchain ini menjadi titik keputusan utama yang bisa memengaruhi psikologi pasar. Investor dan trader harus memantau pergerakan harga di area ini untuk mengukur kekuatan tren dan potensi pembalikan,” ujar Crazzyblockk.

Prediksi ini semakin menguatkan optimisme pasar terhadap pergerakan harga Bitcoin menjelang tahun 2025. Investor kini menanti perkembangan lebih lanjut, terutama dalam beberapa bulan ke depan yang berpotensi membawa momentum bullish bagi aset kripto terbesar ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BlackRock Suntikkan Dana Miliaran, Harga Solana Naik Jadi Rp 2,4 Juta

Solana (SOL) kembali mencuri perhatian setelah laporan mengungkapkan bahwa BlackRock, manajer aset digital terbesar di dunia, membawa dana pasar uang berbasis blockchain miliknya ke jaringan Solana.

Dailyhodl melaporkan pada Selasa (26/3) bahwa langkah ini semakin memperkuat posisi Solana sebagai pesaing utama Ethereum dalam ekosistem blockchain.

BlackRock dan Integrasi BUIDL ke Solana

Menurut laporan Fortune, BlackRock telah menambahkan dana BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL) senilai $1,7 miliar ke jaringan Solana.

BUIDL merupakan dana pasar uang berbasis blockchain yang memungkinkan investor menyimpan dana dalam jangka pendek sambil tetap memperoleh imbal hasil.

Sebelumnya, BUIDL diluncurkan di jaringan Ethereum dan kini Solana menjadi blockchain ketujuh yang kompatibel dengan dana tokenisasi tersebut.

Integrasi ini menandai kepercayaan BlackRock terhadap Solana, yang dikenal dengan kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah dibandingkan Ethereum.

Dengan dukungan dari Securitize, mitra teknologi BlackRock, dana ini diproyeksikan akan melampaui $2 miliar dalam bentuk tunai dan obligasi Treasury AS pada awal April 2025.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Solana Naik 19% dalam Seminggu

Seiring dengan tersebarnya kabar BlackRock yang menyuntikkan dana hingga miliaran, harga Solana mengalami lonjakan signifikan.

Saat artikel ini ditulis, harga SOL diperdagangkan $145 (Rp 2,4 juta), naik hampir 19% dalam seminggu terakhir.

Pergerakan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap peningkatan adopsi Solana dalam sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan tokenisasi aset.

Keunggulan Solana dalam Keuangan On-Chain

Menurut Lily Liu, Presiden Solana Foundation, aset keuangan berbasis blockchain memiliki keunggulan dibandingkan sistem tradisional karena memberikan fleksibilitas lebih bagi investor.

Salah satu keunggulan utama BUIDL adalah kemampuannya untuk diperdagangkan 24/7, berbeda dengan pasar uang tradisional yang memiliki keterbatasan waktu transaksi.

Michael Sonnenshein, COO Securitize, menambahkan bahwa inovasi ini membuat pasar uang lebih menarik dan mengatasi beberapa kekurangan yang ada dalam format tradisionalnya.

Dengan begitu, Solana berpotensi menjadi platform utama untuk tokenisasi aset keuangan di masa depan.

Masa Depan Tokenisasi Aset Keuangan

Langkah BlackRock ini sejalan dengan visi jangka panjang CEO BlackRock, Larry Fink, yang menyatakan bahwa masa depan keuangan akan melibatkan tokenisasi semua jenis aset keuangan.

Tokenisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi perdagangan, tetapi juga memperluas akses terhadap instrumen investasi bagi lebih banyak orang di seluruh dunia.

Dengan semakin banyak institusi keuangan yang mengadopsi teknologi blockchain, Solana memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam transformasi keuangan digital.

Apakah ini akan menjadi awal dari dominasi Solana di sektor keuangan on-chain? Jawabannya klasik: hanya waktu yang akan menjawab.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Menang Lawan SEC, Harga XRP Bakal Melonjak?

Perselisihan panjang antara SEC vs Ripple akhirnya mencapai babak akhir dengan kesepakatan penyelesaian senilai $50 juta (Rp 828 juta).

Cryptobriefing melaporkan pada Selasa (26/3) bahwa kasus yang telah berlangsung sejak 2020 ini, melibatkan tuduhan bahwa Ripple melakukan penawaran sekuritas tanpa registrasi melalui penjualan XRP.

Dengan penyelesaian ini, Ripple dapat kembali fokus pada pengembangan ekosistemnya tanpa tekanan hukum yang menghambat.

Penurunan Denda dan Penghapusan Pembatasan

Denda yang disepakati dalam penyelesaian ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan hukuman awal yang mencapai $125 juta (Rp 2 triliun).

Selain itu, SEC akan meminta hakim Analisa Torres untuk mencabut perintah yang sebelumnya mewajibkan Ripple untuk mendaftarkan setiap penjualan sekuritas di masa depan.

Langkah ini memberikan fleksibilitas lebih bagi Ripple dalam menjalankan operasional bisnisnya tanpa intervensi ketat dari regulator.

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak bagi XRP dan Potensi ETF

Dengan berakhirnya kasus ini, harga XRP diprediksi bakal meroket. Apalagi, potensi peluncuran ETF berbasis XRP semakin terbuka lebar.

Beberapa penerbit ETF telah mengajukan aplikasi dalam beberapa bulan terakhir, mengindikasikan kepercayaan pasar terhadap aset digital ini.

Keputusan SEC untuk menyelesaikan kasus ini juga sejalan dengan tren terbaru di mana badan regulator tersebut cenderung lebih fleksibel terhadap perusahaan kripto.

Kesepakatan antara SEC dan Ripple menandai berakhirnya salah satu kasus hukum terbesar di industri kripto.

Dengan denda yang lebih ringan dan penghapusan pembatasan regulasi, Ripple kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menarik lebih banyak investor.

Selain itu, hasil ini juga membuka kemungkinan regulasi yang lebih jelas di pasar aset digital di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

GameStop Tambah Bitcoin sebagai Aset Cadangan, Saham Naik 6%

GameStop telah mengumumkan rencananya untuk membeli Bitcoin sebagai bagian dari aset cadangannya tanpa batasan jumlah pembelian seperti dilaporkan oleh Cryptopolitan pada Selasa (26/3).

Keputusan ini disetujui secara bulat oleh dewan direksi, mengikuti jejak MicroStrategy yang telah lama mengadopsi strategi serupa.

Langkah ini diambil GameSpot dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan finansial perusahaan.

Reaksi Pasar dan Dampak terhadap Saham GameStop

Setelah pengumuman ini, saham GameStop melonjak lebih dari 6% dalam perdagangan setelah jam kerja.

Perusahaan saat ini memiliki cadangan kas sekitar $4,8 miliar, yang akan digunakan untuk membeli Bitcoin.

GameStop juga menyatakan bahwa mereka dapat menggunakan dana dari utang atau penerbitan saham di masa depan untuk investasi ini.

Strategi CEO Ryan Cohen untuk Transformasi Bisnis

CEO GameStop, Ryan Cohen, terus berusaha mengubah GameStop dari sekadar jaringan toko fisik menjadi perusahaan yang lebih ramping dan berbasis keuangan yang kuat.

Sejak bergabung dengan komite dewan pada 2021, Cohen telah memangkas pengeluaran dan menyederhanakan operasi demi mencapai profitabilitas.

Keuntungan Finansial GameStop dalam Beberapa Tahun Terakhir

Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa GameStop mencatat laba bersih sebesar $131,3 juta pada kuartal keempat, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan cadangan kas lebih dari $4,6 miliar pada akhir 2023, GameStop memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi dalam aset digital.

Sejarah Keterlibatan GameStop dengan Kripto

GameStop bukan pemain baru di dunia crypto. Mengingat pada tahun 2022, perusahaan meluncurkan dompet kripto untuk mengelola aset digital dan NFT.

Namun layanan ini dihentikan pada 2023 karena ketidakpastian regulasi. Keputusan untuk membeli Bitcoin menunjukkan bahwa perusahaan masih melihat potensi besar dalam aset digital.

Kebijakan Investasi Baru dan Dampaknya ke Depan

Pada Desember 2023, GameStop mengadopsi kebijakan investasi baru yang memberi wewenang kepada Ryan Cohen dan dua direktur independen untuk mengelola portofolio investasi perusahaan.

Keputusan untuk membeli Bitcoin melewati persetujuan penuh dari dewan, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengadopsi strategi baru.

Dengan langkah ini, GameStop semakin serius dalam memperkuat posisi keuangannya melalui investasi di aset digital.

Meskipun belum ada jadwal pasti kapan pembelian Bitcoin akan dimulai, keputusan ini menunjukkan bahwa perusahaan siap untuk merombak strategi keuangannya demi masa depan yang lebih stabil.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rekor Baru! ETF Bitcoin AS Serap 8.775 BTC dengan Inflow Rp 12 Triliun

Lonjakan minat institusional terhadap Bitcoin kembali mencatatkan rekor baru yang bakal sulit dilewati.

Berdasarkan laporan The Defiant pada Selasa (25/3), ETF Bitcoin AS mencatat inflow sebesar $744 juta (sekitar Rp 12 triliun) dalam sepekan terakhir, setara dengan 8.775 BTC yang diserap dari pasar.

Aksi akumulasi masif ini terjadi di tengah sorotan pada Ethereum terkait potensi ETF dan upgrade jaringan.

ETF Bitcoin: Fakta dan Angka Terkini

Hingga berita ini tayang, total aset kelolaan (AUM) ETF Spot Bitcoin AS mencapai lebih dari $55 miliar yang dipimpin oleh BlackRock (IBIT) dan Fidelity (FBTC).

Inflow harian tertinggi berhasil dicatatkan pada 24 Juni 2024 dengan inflow bersih mencapai $217 juta yang merupakan level tertinggi sejak Maret 2024.

90% inflow berasal dari investor institusional, termasuk dana pensiun dan perusahaan asuransi.

Faktor Pemicu

Lonjakan inflow ETF Bitcoin dipicu ketidakpastian regulasi Ethereum. Penundaan keputusan SEC tentang ETF Ethereum membuat investor beralih ke Bitcoin sebagai “safe haven”.

“Inflow ETF Bitcoin mencerminkan kepercayaan institusi yang semakin dalam. Mereka tak sekadar spekulasi, tapi melihat BTC sebagai lindung nilai inflasi jangka panjang,” kata Eric Balchunas, analis dari Bloomberg.

Dalam beberapa hari terakhir, harga Bitcoin menembus $67.000 setelah sentimen positif dari Fed tentang potensi penurunan suku bunga, sehingga para investor kembali aktif berinvestasi di Bitcoin.

Investor institusi juga mulai mengakumulasi BTC jelang pengurangan pasokan untuk mengantisipasi halving April 2025.

Ethereum di Tengah Bayang-Bayang Bitcoin

Meski ETF Bitcoin merajai, Ethereum nyatanya tak sepenuhnya kehilangan sorotan di kalangan investor.

Berkat rencana Upgrade Pectra, peningkatan jaringan Ethereum pada Q4 2024 ini diyakini bakal meningkatkan utilitas ETH.

Analis Bloomberg memperkirakan 35% kemungkinan ETF Ethereum disetujui SEC pada 2025.

Selain itu, total nilai terkunci (TVL) di protokol Ethereum naik 12% dalam sebulan, yang didorong oleh tren restaking.

Apakah Momentum Akan Berlanjut?

Rekor inflow ETF Bitcoin menegaskan bahwa aset kripto semakin tak terhindarkan dalam portofolio modern.

Bitcoin akan terus jadi primadona institusi berkat likuiditas tinggi dan status “digital gold”.

Pasalnya, ETH memiliki potensi rally lebih besar jika ETF disetujui, tapi risiko regulasi lebih tinggi.

Pada dasarnya, investor akan tetap memantau pergerakan BTC dan ETH, melakukan riset, sebelum akhirnya berinvestasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Waspada! Validator Solana Raup $1,3 Juta Karena Sandwich Attack

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di jaringan Solana. Seorang validator yang tidak bertanggung jawab dilaporkan berhasil meraup $1,3 juta (sekitar Rp 20 miliar) dalam satu bulan dengan memanfaatkan teknik serangan sandwich, sebuah eksploitasi canggih yang merugikan pengguna DeFi.

Lantas, bagaimana hal ini bisa terjadi, dan apa dampaknya bagi keamanan ekosistem Solana?

Apa Itu Sandwich Attack?

Serangan sandwich adalah bentuk front-running di bursa terdesentralisasi (DEX), di mana pelaku mengeksploitasi urutan transaksi untuk mengambil keuntungan ilegal.

Mekanismenya dimulai dengan mendeteksi transaksi pengguna. Pelaku memantau transaksi besar yang akan dieksekusi, misalnya pembelian token.

Jika tahap pertama berjalan mulus, pelaku melanjutkannya pada fase Place Order, baik sebelum dan sesudah transaksi.

Pelaku membeli token tersebut sebelum transaksi pengguna yang mendorong harga naik, lalu menjualnya setelah transaksi pengguna selesai (harga turun akibat likuiditas tersedot).

Ladang cuan haram pelaku datang berkat profit dari selisih harga. Keuntungan diambil dari selisih harga yang dimanipulasi, sementara pengguna mengalami slippage tinggi atau kerugian tak terduga.

Modus Oknum Validator

Menurut laporan Finbold pada Selasa (25/3), validator ini memanfaatkan posisinya dalam jaringan Solana untuk memonitor transaksi pengguna.

Sebagai validator, ia memiliki akses ke mempool (antrian transaksi) dan mengidentifikasi transaksi besar yang rentan.

Dengan MEV (Miner Extractable Value), ia mengatur ulang urutan transaksi untuk mengeksekusi serangan sandwich.

Kemudian dalam 30 hari, serangan ini ditaksir menghasilkan $1,3 juta dari ratusan korban, terutama pengguna DEX seperti Raydium dan Orca.

Dampak pada Pengguna dan Jaringan Solana

Akibat ulah oknum tersebut, kerugian pengguna ditaksir mencapai 15–20% per transaksi akibat slippage dan harga yang dimanipulasi.

Insiden ini juga mencoreng reputasi dan kredibilitas Solana sebagai jaringan DeFi yang cepat dan murah.

Dengan sistem Solana saat ini, risiko terjadinya MEV semakin meningkat. Validator nakal semakin kreatif mengeksploitasi kelemahan protokol, terutama di jaringan dengan throughput tinggi seperti Solana.

Untuk menghindari kejadian serupa, investor diharapkan untuk membatasi Ukuran transaksi. Hindari transaksi besar di DEX untuk mengurangi risiko jadi target.

Gunakan juga Limit Order. Pasalnya, fitur ini membantu membatasi slippage meski harga berfluktuasi.

Tak kalah penting, pilih platform terpercaya yang mengutamakan DEX dengan sistem proteksi MEV seperti 1inch atau CowSwap.

Masa Depan DeFi: Bisakah Serangan Dicegah?

Insiden ini membuktikan bahwa MEV masih jadi ancaman serius di DeFi. Meski Solana dikenal dengan kecepatan dan biaya rendah, keamanan tetap menjadi tantangan.

Langkah kolaboratif antara pengembang, validator, dan komunitas diperlukan untuk meningkatkan Audit Smart Contract; menerapkan standar kode Etik untuk validator; dan edukasi pengguna tentang Risiko MEV.

Meski DeFi menawarkan kebebasan finansial, risiko eksploitasi seperti serangan sandwich selalu mengintai. Selalu lakukan riset sebelum bertransaksi, dan pantau update keamanan dari platform yang digunakan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trump Uji Coba Transfer Stablecoin World Liberty (WLFI)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang dunia kripto. Proyek terbarunya, World Liberty (WLFI), resmi meluncurkan stablecoin bernilai $1 dengan di jaringan BNB Chain.

Uji coba transfer pertama telah dilakukan, memicu spekulasi tentang potensi kolaborasi politik dan dampaknya pada ekosistem Binance.

Fakta Menarik Stablecoin WLFI

Saat pertama kali uji coba, harga stablecoin WLFI pegging 1:1 dengan USD. Artinya, nilai 1 koin WLFI sama dengan $1. Didukung cadangan penuh (fully collateralized) dalam bentuk dolar AS dan aset likuid lainnya, WLFI menjanjikan stabilitas nilai di tengah volatilitas pasar kripto.

Di sisi lain, pemilihan BNB Chain sebagai infrastruktur utama menunjukkan kepercayaan Trump terhadap skalabilitas dan keamanan jaringan Binance.

Konon, proyek ini disebut sebagai bagian dari realisasi strategi kampanye Trump untuk Pemilu 2024 lalu, yang menargetkan dukungan dari generasi muda dan pemilik aset digital.

Uji Coba Transfer Pertama: Bagaimana Mekanismenya?

Menurut laporan The Defiant pada Selasa (25/3), tim pengembang WLFI telah melakukan uji coba transfer pertama antara dompet kripto di BNB Chain.

Beberapa poin penting yang dicermati antara lain transparansi cadangan. WLFI mengadopsi sistem audit terbuka untuk memastikan cadangan 1:1, mirip dengan USDC namun dengan tambahan aset fisik seperti emas.

Selain itu, WLFI diklaim memiliki mekanisme burn-and-mint untuk menjaga stabilitas, di mana koin baru hanya dicetak saat ada permintaan yang divalidasi.

Berkat BNB Chain, biaya transaksi WLFI hanya sekitar $0.01-0.05, jauh lebih murah dibandingkan dengan jaringan Ethereum.

Dampak pada BNB Chain

Peluncuran WLFI di BNB Chain memicu optimisme pasar terhadap Binance Coin (BNB).

Adopsi WLFI berpotensi meningkatkan volume transaksi di BNB Chain, yang secara langsung mendongkrak permintaan BNB untuk membayar gas fee.

Kolaborasi dengan figur kontroversial seperti Trump bisa menarik perhatian investor retail dan institusional ke ekosistem Binance.

Seolah menimbulkan efek instan, harga BNB telah naik 18% dalam seminggu terakhir, mendekati level psikologis $650. Analis memprediksi BNB bisa mencapai $700 jika WLFI sukses di pasaran.

Tantangan yang Harus Diwaspadai

Meski menjanjikan, proyek WLFI menghadapi sejumlah risiko, terutama regulasi ketat di Negeri Paman Sam.

Pasalnya, SEC berpotensi menyelidiki status hukum WLFI, terutama terkait kaitannya dengan kampanye politik Trump.

Selain itu, WLFI juga harus bersaing dengan USDT (kapitalisasi $110 miliar) dan USDC ($28 miliar) yang telah mendominasi pasar hingga saat ini.

Jangan lupakan pula isu kredibilitas. Reputasi Trump yang polarisasi bisa memengaruhi kepercayaan publik terhadap stabilitas WLFI.

Respons Komunitas Kripto

Peluncuran WLFI menuai reaksi beragam. Komunitas pro-Trump menyambut positif inisiatif ini sebagai “revolusi finansial berbasis kebebasan”.

Sementara itu, banyak pakar bersikap skeptis dan meragukan transparansi cadangan WLFI, mengingat sejarah proyek kripto Trump sebelumnya yang kerap diwarnai kontroversi.

“Jika WLFI berhasil menarik 1% pangsa pasar stablecoin, BNB Chain bisa menjadi jaringan utama untuk aset digital berbasis USD,” ujar Mati Greenspan, CEO Quantum Economics.

Apa Selanjutnya untuk WLFI dan BNB?

Ke depannya, tim WLFI berencana mengintegrasikan stablecoin ini ke platform DeFi terkemuka seperti PancakeSwap dan Venus Protocol.

Selain itu, Binance dikabarkan akan memasukkan WLFI ke dalam daftar perdagangan pasar kripto untuk memperluas likuiditasnya.

Namun dibalik upaya ini, Trump disebut akan menggunakan WLFI untuk donasi kampanye, sebuah terobosan yang bisa mengubah cara pendanaan politik di AS.

WLFI: Inovasi atau Gimmick Politik?

WLFI bukan sekadar stablecoin, melainkan percobaan ambisius menggabungkan keuangan digital dengan strategi politik.

Keberhasilannya tergantung pada adopsi massal, regulasi, dan kepercayaan pasar. Bagi BNB, kolaborasi ini bisa menjadi katalis menuju rekor harga baru, tetapi investor harus tetap kritis terhadap risikonya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dekati $90.000 di Tengah Sentimen Pasar yang Bullish

Bitcoin (BTC) terus menunjukkan performa positif dengan melonjak mendekati angka $90.000 setelah mencapai level $88.147,25.

Lonjakan ini mencerminkan kenaikan 3,56% dalam 24 jam terakhir dan peningkatan 5,73% dalam sepekan. Sepanjang hari, BTC diperdagangkan dalam kisaran $84.832,16 hingga $88.758,73, mengindikasikan momentum bullish yang kuat.

Indikator Pasar Bitcoin

  • Volume perdagangan 24 jam: $27,65 miliar, naik 154,27% dibandingkan hari sebelumnya.
  • Kapitalisasi pasar: $1,74 triliun, mengalami peningkatan 3,51% dalam sehari.
  • Dominasi BTC: 61,70%, sedikit turun 0,07% dalam 24 jam terakhir.
  • Minat terbuka berjangka BTC: $58,44 miliar, naik 8,92%, menunjukkan meningkatnya minat investor.
  • Likuidasi Bitcoin: $106,78 juta, dengan $13,55 juta likuidasi panjang dan $93,23 juta likuidasi pendek akibat kenaikan harga BTC.

Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Geoffrey Kendrick, Kepala Penelitian Aset Digital di Standard Chartered, menilai bahwa Bitcoin memiliki peran ganda sebagai lindung nilai terhadap risiko keuangan tradisional (TradFi) dan sebagai proxy saham teknologi karena korelasinya dengan Nasdaq.

“Kami melihat Bitcoin melampaui $90.000 minggu ini. Dalam jangka menengah, BTC berfungsi sebagai lindung nilai terhadap permasalahan TradFi, tetapi dalam jangka pendek, harganya bergerak sejalan dengan Nasdaq,” kata Kendrick.

Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada optimisme pasar antara lain:

  • Redanya kekhawatiran tarif: Pemerintah AS mempersempit kebijakan tarif baru yang dijadwalkan diumumkan pada 2 April, mengurangi dampak negatif terhadap pasar.
  • Potensi pemulihan Nasdaq: Setelah kuartal pertama 2024 menjadi yang terburuk sejak Q2 2022, investor diperkirakan akan menyeimbangkan kembali portofolio dengan meningkatkan alokasi ke saham teknologi, yang dapat mendukung pergerakan Bitcoin.

Prospek Harga Bitcoin

Analisis teknikal menunjukkan bahwa tren jangka pendek Bitcoin mulai berbalik ke arah bullish. Jika momentum ini berlanjut, BTC dapat menargetkan level resistance berikutnya di $92.920. Penembusan di atas level ini berpotensi membawa harga Bitcoin ke $96.484, bahkan menuju $99.472. Jika momentum tetap kuat, BTC berpeluang menembus $100.000 untuk pertama kalinya sejak Februari 2024.

Namun, jika tekanan beli melemah, Bitcoin dapat menguji ulang level support di $85.124. Penurunan lebih lanjut bisa membawa harga ke $81.187, bahkan kembali ke bawah $80.000. Dalam skenario bearish ekstrem, BTC dapat mencapai $76.642.

Dengan volatilitas yang tinggi, investor terus memantau pergerakan Bitcoin untuk menentukan arah selanjutnya di pasar kripto yang dinamis ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta

Pendiri dan co-founder Strategy, Michael Saylor, kembali memberi sinyal kuat terkait pembelian Bitcoin (BTC) baru setelah perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar $711 juta (Rp 11,7 triliun) melalui penjualan saham terbaru.

Mengacu pada laporan terbaru Cryptopolitan yang dikutip pada Senin (23/3), dengan akuisisi terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy telah mencapai 499.226 BTC.

Menurut data dari SaylorTracker, pada 17 Maret 2025, Strategy membeli 130 BTC senilai $10,7 juta.

Meski jumlah ini termasuk salah satu pembelian terkecil yang dilakukan perusahaan, langkah tersebut tetap menunjukkan komitmen Strategy dalam mengakumulasi Bitcoin di tengah fluktuasi harga pasar.

Saylor, yang merupakan pendukung kuat Bitcoin, terus mempromosikan aset digital ini sebagai penyimpan nilai terbaik.

Dalam salah satu unggahan di X (sebelumnya Twitter), ia mengisyaratkan rencana pembelian Bitcoin lebih lanjut dengan pernyataan singkat, “Needs more Orange.”

Apakah Pembelian Baru Akan Mendorong Reli Harga Bitcoin?

Seiring dengan strategi akumulasi Bitcoin yang terus dilakukan oleh Strategy, banyak analis pasar yang berspekulasi mengenai dampaknya terhadap pergerakan harga Bitcoin.

Dalam satu jam terakhir, harga BTC bergerak dalam kisaran $84.968 hingga $85.168 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,68 triliun.

Historisnya, setiap kali Strategy melakukan pembelian besar, hal ini sering kali dikaitkan dengan kenaikan harga Bitcoin.

Namun, beberapa analis masih terbagi dalam opini mereka. Sebagian meyakini bahwa pembelian selanjutnya dapat mendorong reli harga baru.

Sementara sebagian lainnya memperingatkan kemungkinan koreksi pasar sebelum pergerakan bullish berlanjut.

Meskipun pasar mengalami volatilitas, Strategy tetap mencatat keuntungan signifikan dari investasinya di Bitcoin.

Hingga saat ini, perusahaan telah memperoleh keuntungan lebih dari 28% dengan total keuntungan yang belum direalisasi mencapai $9,3 miliar.

Saylor Dorong Pemerintah AS untuk Adopsi Bitcoin

Selain memimpin akuisisi Bitcoin di sektor korporasi, Michael Saylor juga secara aktif mendorong pemerintah AS untuk meningkatkan kepemilikan aset digital ini.

Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah memiliki setidaknya 25% dari total suplai Bitcoin pada tahun 2035, ketika 99% BTC sudah ditambang.

Dalam proposalnya yang berjudul “A Digital Assets Strategy to Dominate the 21st Century Global Economy,” Saylor menekankan pentingnya regulasi yang mendukung pertumbuhan ekosistem digital.

Ia juga menyoroti Bitcoin sebagai satu-satunya komoditas yang mampu memberikan imbal hasil lebih baik dibandingkan indeks S&P 500 dan emas.

Michael Saylor terus menunjukkan keyakinannya terhadap Bitcoin dengan strategi akumulasi yang agresif.

Dengan tambahan dana sebesar $711 juta dari penjualan saham, kemungkinan besar Strategy akan segera melakukan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar.

Hal ini berpotensi memberikan dampak signifikan pada harga BTC dalam jangka pendek.

Namun, dengan kondisi pasar yang masih bergejolak, investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.

Apakah langkah Strategy akan kembali memicu reli harga atau justru koreksi lebih lanjut? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investasi Kripto: Peluang 100x Lipat dengan BNB, LINK, TON, dan ADA

Berinvestasi dalam aset kripto selalu menjadi topik menarik, terutama bagi mereka yang mencari keuntungan besar dari modal kecil.

Beberapa aset digital telah menunjukkan pertumbuhan eksponensial dalam beberapa tahun terakhir, dan para investor terus mencari peluang untuk menemukan token yang dapat memberikan pengembalian hingga 100 kali lipat.

Dalam artikel ini dikutip Cryptodaily, kita akan menganalisis beberapa kripto populer—BNB, LINK, TON, ADA—dan pendatang baru, Remittix (RTX), untuk melihat mana yang memiliki potensi pertumbuhan terbesar.’

BNB: Menargetkan Kenaikan di Atas $644

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

BNB saat ini diperdagangkan di sekitar $633,71 setelah menembus Simple Moving Average (SMA) 50 hari di $618. Investor tengah mengawasi Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di $602 sebagai level support utama.

Jika harga BNB bertahan dan melonjak di atas $644, token ini berpotensi mencapai $686. Namun, penurunan di bawah EMA 20 hari dapat mendorong harga menuju $550. Dengan kapitalisasi pasar yang besar, kenaikan 100 kali lipat bagi BNB tampaknya sulit tercapai dalam waktu singkat.

LINK: Potensi Pergerakan di Antara $12 dan $19,25

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Chainlink (LINK) saat ini berada di $13,97 dan mendekati EMA 20 hari di $14,66. Jika gagal menembus level tersebut, harga bisa turun ke bawah $12 dan berisiko mencapai titik terendah $10.

Sebaliknya, penutupan kuat di atas EMA 20 hari dapat membawa harga LINK ke $19,25. Meskipun Chainlink memiliki peran besar dalam DeFi, lonjakan harga 100x masih diragukan tanpa perubahan besar dalam ekosistemnya.

TON: Tren Bullish Bertahan di SMA 50 Hari

Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Toncoin (TON) saat ini berada di $3,53 dan menghadapi resistensi di $3,56. Jika berhasil menembus level ini, harga berpotensi naik ke $4,50 atau bahkan $5.

Namun, jika harga TON turun di bawah EMA 20 hari di $3,26, kemungkinan akan terjadi penurunan ke $3. Adopsi Toncoin dalam ekosistem Telegram menjadi faktor utama dalam pergerakan harga di masa depan.

ADA: Menunggu Terobosan Signifikan

Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Cardano (ADA) saat ini berada di $0,7069 dan bergerak dalam kisaran sempit antara level support dan moving average.

Jika menembus ke atas, harga ADA dapat naik ke $1,02, tetapi jika turun di bawah garis tren, harga bisa jatuh ke $0,50. Meskipun jangka panjangnya menjanjikan, peluang kenaikan 100x dalam waktu dekat tampak kecil.

Mana yang Berpotensi Menghasilkan 100x?

BNB dan LINK memiliki fundamental kuat, tetapi kemungkinan kenaikan 100x dalam waktu singkat sangat kecil. TON dan ADA masih memiliki peluang jika ada adopsi massal. Namun, Remittix dengan kasus penggunaan praktis dan momentum pasar saat ini, memiliki potensi tertinggi untuk menghasilkan keuntungan signifikan bagi investor awal.

Pasar kripto tetap dinamis dan berisiko tinggi. Meskipun peluang keuntungan besar ada, investor disarankan untuk melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com