Georgia tengah mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait Cadangan Bitcoin Strategis (Strategic Bitcoin Reserve/SBR), yang saat ini telah diserahkan kepada pihak Senat di negara bagian AS tersebut.
Langkah itu merupakan upaya legislatif (SB 228) yang diperkenalkan oleh Partai Demokrat. RUU ini muncul sebagai pesaing partisan terhadap RUU SBR yang diajukan oleh Partai Republik (SB 178), sepuluh hari sebelumnya.
Perlu dicatat, RUU yang diajukan oleh Partai Demokrat tidak memiliki batasan investasi. Sebagai perbandingan, RUU yang bersaing memiliki batasan 5%. Secara keseluruhan, lebih dari 20 RUU SBR tingkat negara bagian kini telah diperkenalkan di AS.
Undang-undang Cadangan Bitcoin
Sementara itu, RUU SBR (HB 429) baru-baru ini gagal lolos pembacaan kedua di DPR Montana, yang berarti RUU tersebut secara efektif tidak akan disahkan.
RUU tersebut dinyatakan gagal karena banyak anggota Partai Republik yang menentang inisiatif tersebut.
Teraktual, UT saat ini memimpin dalam pemilihan SBR. Minggu lalu, RUU HB230-nya disahkan oleh Komite Pendapatan dan Perpajakan Senat.
Senat kini akan mengadakan pembacaan kedua, yang akan diikuti oleh pembacaan ketiga. Langkah terakhir adalah gubernur menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang.
Seperti dilansir U.Today pada Selasa (25/2), RUU SBR serupa juga telah diperkenalkan di negara bagian lainnya, seperti North Carolina dan Kentucky.
Alasan Pengajuan
Sekadar informasi, Georgia menjadi salah satu negara bagian AS yang masyarakatnya cukup aktif bertransaksi di dunia aset digital, termasuk pasar kripto.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Georgia aktif mendorong pengembangan inovasi teknologi, termasuk blockchain dan cryptocurrency.
Sejak 2019, negara ini telah memberlakukan kebijakan pajak yang menguntungkan bagi perusahaan cryptocurrency dan penambangan Bitcoin, menarik investasi asing dan menciptakan ekosistem teknologi yang dinamis.
Selain untuk menjadi penantang kebijakan yang diajukan Partai Republik, langkah pengajuan RUU SBR ini juga tidak terlepas dari dua faktor utama.
Pertama, geopolitik. Georgia berada di persimpangan Eropa dan Asia, dengan ketegangan politik yang masih ada dengan Rusia.
Diversifikasi ekonomi melalui aset digital diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang tradisional (USD, EUR) dan meningkatkan ketahanan finansial.
Kedua, ambisi teknologi. Partai Demokrat ingin memposisikan Georgia sebagai “hub blockchain” global guna menyaingi negara-negara seperti Swiss dan Singapura.
Dalam pengajuannya, RUU SBR mengusulkan tiga langkah utama, antara lain:
Alokasi Cadangan Devisa ke Bitcoin
Pemerintah akan mengalokasikan sebagian dari cadangan devisa negara ke Bitcoin. Persentase pastinya masih dalam diskusi, tetapi diperkirakan antara 1-5% dari total cadangan (sekitar $200 juta hingga $1 miliar).
Georgia akan membangun fasilitas penambangan Bitcoin (mining) yang didukung energi terbarukan, seperti PLTA dan tenaga surya. Ini sejalan dengan komitmen negara tersebut terhadap keberlanjutan lingkungan.
Bitcoin akan diakui sebagai alat pembayaran sukarela untuk layanan publik dan pajak, layaknya mata uang konvensional.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin mengalami penurunan tajam sebesar 3,9% pada hari ini, mencapai level terendah dalam tiga minggu setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif baru atas impor dari Kanada dan Meksiko.
Menurut laporan Crypto Briefing, keputusan ini memperdalam aksi jual di pasar kripto, yang menghapus nilai lebih dari $110 miliar dalam kapitalisasi pasar.
Bitcoin dan Aset Kripto Tertekan
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $92.400, level terendah sejak 2 Februari. Penurunan ini semakin cepat setelah Trump mengonfirmasi bahwa tarif impor dari Meksiko dan Kanada “akan terus berlanjut.”
Trump menandatangani perintah eksekutif pada 1 Februari yang mengenakan tarif sebesar 25% terhadap semua produk impor dari Kanada dan Meksiko, serta tarif 10% untuk sumber daya energi Kanada. Pemerintah AS menyebutkan “keadaan darurat nasional” terkait imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba, termasuk fentanil, sebagai alasan utama kebijakan tersebut. Tarif ini dijadwalkan mulai berlaku pada 4 Maret 2025.
Tak hanya Bitcoin, pasar kripto secara keseluruhan ikut merasakan dampak kebijakan ini. Solana merosot hingga 14%, XRP dan Ethereum masing-masing turun sekitar 10%, sementara BNB mengalami penurunan yang lebih moderat sebesar 5,5%.
Likuidasi Besar-Besaran di Pasar Kripto
Likuidasi besar-besaran pasar kripto pada Selasa (25/2).
Gelombang aksi jual ini menyebabkan likuidasi besar-besaran dengan total $110 miliar, menjadikannya salah satu penurunan volume dolar terbesar dalam sejarah pasar kripto.
Sentimen pasar juga memburuk drastis dalam 24 jam terakhir, yang tercermin dalam Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto yang turun ke skor 25 pada 25 Februari, menandakan “Ketakutan Ekstrem.” Sehari sebelumnya, indeks ini masih berada di angka 49, yang menunjukkan pasar dalam kondisi “Netral.”
Penurunan ini terjadi setelah Trump, dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 24 Februari, menegaskan bahwa tarif terhadap Kanada dan Meksiko “akan berjalan sesuai jadwal.” Trump pertama kali mengumumkan kebijakan ini pada 1 Februari, yang mencakup pajak 25% terhadap impor dari kedua negara—dengan pengecualian untuk energi Kanada, yang dikenakan tarif 10%.
Dampak Tarif Trump terhadap Pasar Global
Beberapa hari setelah pengumuman tarif tersebut, Bitcoin jatuh dari sekitar $105.000 menjadi sekitar $92.900. Selain itu, lebih dari $2,2 miliar dalam bentuk Ether dilikuidasi akibat ketakutan pedagang terhadap eskalasi perang dagang, terutama setelah Kanada dan Meksiko berjanji akan membalas dengan tarif serupa terhadap AS.
Pada 3 Februari, Trump sempat setuju untuk menunda tarif selama 30 hari setelah Kanada dan Meksiko menyepakati peningkatan perlindungan perbatasan. Namun, kini dia memastikan bahwa tarif akan kembali berlaku sesuai jadwal setelah penghentian sementara dicabut awal Maret.
Donald Trump di acara Bitcoin Conference 2024.
Selain itu, kebijakan tarif Trump lainnya juga telah mengguncang pasar kripto. Bitcoin sebelumnya anjlok pada 9 Februari setelah Trump mengumumkan tarif 25% untuk impor aluminium dan baja, dan kembali jatuh pada 13 Februari saat dia menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan tarif timbal balik yang lebih luas.
Terakhir kali Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto mencapai “Ketakutan Ekstrem” adalah pada 7 September, ketika Bitcoin turun ke sekitar $54.000 setelah mengalami koreksi 7% dalam dua hari sebelumnya.
Prospek Pasar Kripto ke Depan
Saat ini, Bitcoin telah turun 4,5% dalam 24 jam terakhir ke bawah $92.000, level terendah sejak akhir November, menurut CoinGecko. Pasar kripto yang lebih luas juga mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir, dengan total kapitalisasi pasar turun hampir 8% dari lebih dari $3,31 triliun menjadi sekitar $3,09 triliun.
Bursa saham AS juga tidak luput dari tekanan. S&P 500 turun 2,3% dalam lima hari perdagangan terakhir, sementara Nasdaq Composite mengalami penurunan 4% dalam periode yang sama.
Ke depan, investor akan mencermati bagaimana pasar kripto merespons kebijakan tarif Trump serta potensi tindakan balasan dari Kanada dan Meksiko. Dengan ketidakpastian yang meningkat, volatilitas pasar kripto kemungkinan akan tetap tinggi dalam beberapa minggu mendatang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Senin (2/6) diramaikan dengan likuiditas kuat dorong BTC berpeluang kembali ke $109K, bahkan bisa tembus $115K jika tren berlanjut.
Akumulasi besar-besaran dan inflasi melandai jadi sinyal positif! Ethereum juga makin solid, arus masuk ETF capai puncak tahun ini, target ETH tembus $3.890! Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Likuidasi Bitcoin: Harga Dapat Kembali ke $109.000
Bitcoin berpotensi bangkit ke $109.000, didukung likuiditas kuat.
Tingkat pendanaan positif tunjukkan permintaan beli berkelanjutan.
Pulih dari $103.952, target berikutnya $106.307 dan $109.000.
Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Juni?
Akumulasi 66.975 BTC ($7,2 M) ditarik dari Bursa, tanda kepercayaan.
Inflasi turun & likuiditas global naik dukung aset berisiko.
BTC berpotensi $115.000 di Juni, jika tembus $110.000.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Swing trading memang dapat menjadi peluang menarik untuk mendapatkan keuntungan, namun tentunya swing trading tidak sepenuhnya selalu memberikan keuntungan—karena adanya dinamika pasar dan risiko di dalam setiap posisi trade swing.
Maka dari itu, akan sangat penting bagi pemula yang ingin melakukan swing trading untuk menggunakan manajemen risiko yang tepat supaya dapat terhindar dari risiko kerugian yang lebih besar dari potensi keuntungan yang bisa didapat dan menjaga stabilitas portofolio.
Berikut pembahasan mengenai manajemen risiko saat melakukan swing trading yang bisa kamu jadikan pembelajaran.
Manajemen risiko adalah cara kamu mengontrol kemungkinan kerugian agar tetap dalam batas yang bisa ditoleransi. Dalam konteks swing trading—di mana kamu memegang posisi selama beberapa hari hingga minggu—manajemen risiko adalah fondasi utama agar portofolio yang kamu miliki tetap aman meskipun dalam perjalanannya kamu memiliki satu dua posisi swing trading yang mengalami kerugian.
Tujuan utama dari manajemen risiko bukan sekadar membatasi kerugian, tapi juga menciptakan strategi trading yang konsisten dan berkelanjutan. Ini termasuk mengatur berapa besar posisi yang diambil, di mana meletakkan stop-loss, dan seberapa besar keuntungan yang ditargetkan dibanding risiko.
Mengapa Manajemen Risiko Krusial untuk Swing Trader?
Swing trader menghadapi berbagai risiko yang unik, seperti volatilitas harga yang cukup tinggi, gap harga ( untuk aset kripto dengan likuiditas kecil), dan stabilitas emosi saat posisi berjalan selama beberapa hari.
Tanpa manajemen risiko yang baik, satu kesalahan saja mungkin bisa memakan 10% atau lebih dari modal yang kamu miliki—dan tentunya hal ini bisa berdampak pada emosi kamu saat melakukan trading yang akhirnya mempengaruhi pengambilan keputusan berikutnya.
Selain itu, manajemen risiko juga bisa memberimu ruang untuk gagal. Tanpa dipungkiri, melakukan kesalahan dan gagal itu normal dalam dunia trading—sebagai bagian dari pembelajaran. Dengan menggunakan risiko per trade 1-2% misalnya, kamu bisa ambil kerugian 1-2% lalu move on dan fokus ke posisi trade berikutnya yang lebih potensial.
Sebelum kamu melakukan swing trading, pastikan untuk gunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di Bappebti, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.
Berikut tiga contoh manajemen risiko yang bisa kamu gunakan saat melakukan swing trading:
Position sizing — Menentukan ukuran posisi yang tepat agar tidak terlalu besar terhadap modal.
Stop-loss — Titik keluar otomatis jika harga bergerak melawan prediksi.
Risk-reward ratio — Perbandingan antara potensi kerugian dan potensi keuntungan.
Tiga contoh manajemen risiko di atas tadi bisa kamu kombinasikan untuk menciptakan strategi swing trading yang sesuai dengan profil risiko.
Position Sizing
Position sizing merupakan manajemen strategi dengan menentukan nilai total posisi swing trading berdasarkan nilai total portofolio dan toleransi risiko.
Prinsip dasar yang sering dipakai: Biasanya para trader profesional meresikokan maksimal 1–2% dari total modal di setiap trade.
Jika seorang kamu memiliki modal $1.000, maka kamu hanya akan mengambil risiko $10 – $20 per trade (1-2%)
Dengan cara ini, meskipun harga menyentuh stop-loss yang kamu tentukan, maka kamu bisa terhindar dari kerugian besar yang bisa berdampak pada portofolio secara keseluruhan.
Stop-Loss
Stop-loss berfungsi sebagai indikator untuk membantu swing trader keluar dari posisi ketika harga bergerak berlawanan dengan analisis yang telah dibuat.
Trader profesional tentu tidak akan menempatkan stop-loss di sembarang level harga, tetapi memilih level harga sesuai dengan analisis teknikal yang bisa membatalkan prediksi pergerakan harga—misalnya, di bawah level support utama yang jika support tersebut ditembus, harga bisa semakin turun.
Metode penempatan stop-loss:
Support/resistance: Tempatkan stop sedikit di bawah support atau di atas resistance.
ATR (Average True Range): Menghitung volatilitas untuk menentukan jarak aman.
Struktur harga: Mengacu pada pola seperti higher low atau lower high untuk level validasi.
Dalam menempatkan stop-loss perlu analisis teknikal yang mendalam, karena jika kamu menempatkan harga stop-loss terlalu sempit dari harga entry dapat menyebabkan posisi keluar terlalu cepat, sementara penempatan stop-loss yang terlalu lebar meningkatkan potensi kerugian.
Gunakan fitur stop-loss dan take profit dengan fitur limit-order dan OCO di Tokocrypto agar strategi swing trading kamu berjalan sesuai rencana bahkan saat tidak sedang memantau pasar. Mulai deposit dari Rp20.000 aja lho! Download di sini.
Risk-reward ratio adalah salah satu prinsip paling penting dalam trading. Simpelnya, kamu membandingkan seberapa besar potensi rugi dibanding potensi keuntungan.
Trader profesional biasanya menetapkan rasio minimal 1:2, artinya mereka hanya mengambil posisi jika potensi keuntungan setidaknya dua kali lipat dari risiko yang siap ditanggung.
1:2 artinya kamu siap rugi $50 demi potensi untung $100.
1:3 artinya kamu siap rugi $50 demi potensi untung $150.
Dan seterusnya, ini berarti semakin besar risiko:keuntungan, maka semakin bagus.
Misalnya, jika kamu melakukan swing trading dengan modal sebesar $100 dan menetapkan stop-loss di $90 maka jika kamu menggunakan Risk-Reward Ratio 1:2 kamu bisa menempatkan target profit $110 atau lebih.
Dengan pendekatan ini, kamu dapat membuka posisi swing trading berdasarkan peluang trading yang memiliki kemungkinan untung lebih tinggi dibanding dengan risiko.
Manajemen risiko bukan sekadar pelengkap, tapi menjadi salah satu pondasi utama untuk bertahan dan berkembang jika kamu ingin menjadi seorang swing swing trader.
Dengan menerapkan strategi seperti position sizing, stop-loss, dan risk-reward ratio yang tepat, kamu bisa tetap tenang meskipun pasar bergerak fluktuatif.
Selalu ingat, tugas utama trader bukan mencari profit besar setiap hari, tapi bertahan dalam ‘permainan’ beli di bawah dan jual di atas selama mungkin.
Masih bingung? Yuk, tanya–tanya langsung di komunitas Telegram Tokocrypto bareng ribuan trader lainnya! Klik di sini untuk join GRATIS: https://t.me/TokocryptoOfficial
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sumber:
Abovethegreenline. 2025. “Swing Trading Risk Management: Tips To Safeguard Your Profits“.
Bookmap. 2024. “How to Safeguard Your Profits: Risk Management in Swing Trading“.
Solv Protocol (SOLV), proyek terdepan dalam ekosistem Bitcoin Finance (BTCFi), kini resmi terdaftar di Tokocrypto, salah satu bursa kripto terbesar di Indonesia.
Langkah ini membuka akses lebih luas bagi investor lokal untuk berpartisipasi dalam inovasi keuangan terdesentralisasi yang menggabungkan Bitcoin dengan peluang yield di dunia nyata.
Apa Itu Solv Protocol?
Solv Protocol adalah platform DeFi yang bertujuan mengoptimalkan potensi Bitcoin melalui tokenisasi dan integrasi dengan aset dunia nyata (RWA).
Melalui produk unggulannya, SolvBTC, pengguna dapat mengakses berbagai strategi keuangan seperti staking, restaking, dan perdagangan, dengan dukungan aset seperti US Treasuries dan kredit swasta dari institusi ternama.
Per 1 Juni 2025, harga SOLV berada di kisaran $0.043, dengan volume perdagangan harian mencapai $145 juta.
Token ini mengalami peningkatan harga sebesar 15% dalam 24 jam terakhir, menunjukkan minat pasar yang tinggi.
Dengan suplai beredar sekitar 1,5 miliar SOLV dari total maksimum 9,7 miliar, kapitalisasi pasar SOLV mencapai sekitar $64 juta.
Pergerakan harga Solv Protocol (SOLV/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Listing di Tokocrypto
Tokocrypto mengumumkan listing SOLV pada 16 April 2025, dengan pasangan perdagangan SOLV/USDT dan SOLV/BNB.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Tokocrypto untuk menyediakan lebih banyak aset kripto inovatif bagi penggunanya.
Dukungan dan Keamanan
Lebih lanjut, Solv Protocol didukung oleh investor ternama seperti Binance Labs dan Blockchain Capital.
Protokol ini juga telah menjalani audit keamanan dari perusahaan terkemuka seperti Quantstamp dan Certik, memastikan tingkat keamanan yang tinggi bagi penggunanya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pada 30 Mei 2025 lalu, pasar kripto diguncang oleh koreksi tajam harga Bitcoin (BTC) yang menyebabkan likuidasi posisi long senilai $202 juta di bursa Binance.
Peristiwa ini menjadi salah satu dari tiga likuidasi terbesar sepanjang Mei, setelah terjadi likuidasi sebesar $277 juta pada 23 Mei dan $211 juta pada 12 Mei.
Penyebab Likuidasi Massal
Penurunan harga BTC dari sekitar $111.000 ke $104.600 memicu gelombang likuidasi posisi long yang didorong oleh penggunaan leverage tinggi oleh para trader.
Analis dari CryptoQuant, Burakkesmeci, mencatat bahwa pembersihan posisi overleveraged ini dapat memberikan “ruang bernapas” bagi pasar untuk membangun tren naik yang lebih berkelanjutan.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Selain Bitcoin, Coindoo melaporkan pada Minggu (1/6) bahwa aset kripto utama lainnya juga mengalami tekanan.
Ethereum (ETH) mengalami likuidasi sebesar $122 juta, Solana (SOL) sebesar $33 juta, XRP sebesar $30 juta, dan Dogecoin (DOGE) sebesar $22 juta.
Secara keseluruhan, lebih dari $600 juta posisi long dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, menandai kerugian terbesar sejak Februari.
Analisis dan Prospek Ke Depan
Meskipun koreksi ini menyebabkan kerugian signifikan, beberapa analis melihatnya sebagai fase konsolidasi yang sehat.
Data on-chain menunjukkan bahwa indikator Net UTXO Supply Ratio mengeluarkan empat sinyal jual berturut-turut pada akhir Mei, mengindikasikan potensi distribusi oleh investor yang ingin merealisasikan keuntungan.
Analis Adler mengidentifikasi dua skenario utama untuk pergerakan harga BTC dalam waktu dekat:
Konsolidasi Sampingan: BTC diperkirakan akan berfluktuasi antara $95.000 dan $105.000, memungkinkan waktu bagi metrik on-chain untuk menormalkan.
Koreksi Lebih Dalam: Kemungkinan penurunan menuju zona $92.000–$96.000 untuk menguji rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar $94.700 atau memasuki kluster order beli di $92.000.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pada akhir Mei 2025, pasar kripto global mengalami tekanan signifikan, dengan kapitalisasi pasar turun 4,3% menjadi $3,414 triliun.
Sentimen “risk-off” mendominasi, mendorong investor menjauh dari aset berisiko tinggi seperti raja mata uang kripto, Bitcoin.
Kinerja Bitcoin Menurun
Sebagai mata uang kripto teratas, Bitcoin menunjukkan penurunan harga yang mencolok.
Harga Bitcoin(BTC) turun 2,3% menjadi sekitar $103.694, mendekati level dukungan psikologis $100.000.
Nasib Serupa
Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan 4,3% ke $2.518,83, mencerminkan tekanan jual yang kuat.
Sementara itu, harga XRPturun 2,7% ke $2,14, menunjukkan kelemahan dalam momentum harga.
Sedangkan Dogecoin (DOGE) terpaksa merosot 7,8% ke $0,1898, mencerminkan volatilitas tinggi di pasar altcoin.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan
Beberapa faktor utama berkontribusi terhadap penurunan ini:
Ketidakpastian Makroekonomi: Ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter global yang ketat meningkatkan ketidakpastian, mendorong investor untuk menghindari aset berisiko.
Tekanan Regulasi: Perkembangan regulasi yang tidak pasti di berbagai yurisdiksi menciptakan ketidakpastian tambahan bagi investor kripto.
Sentimen Pasar Negatif: Penurunan harga yang tajam memicu ketakutan akan penurunan lebih lanjut, mempercepat aksi jual.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Secara teknikal, Bitcoin menghadapi level dukungan kritis di sekitar $100.000. Jika harga menembus di bawah level ini, kemungkinan akan terjadi penurunan lebih lanjut.
Ethereum dan altcoin lainnya menunjukkan pola penurunan yang serupa, menandakan potensi kelanjutan tren bearish.
Strategi Investor di Tengah Volatilitas
Dalam kondisi pasar yang tidak menentu ini, investor disarankan untuk:
Diversifikasi Portofolio: Menyebarkan investasi ke berbagai aset untuk mengurangi risiko.
Manajemen Risiko: Menetapkan batas kerugian dan target keuntungan yang realistis.
Pemantauan Pasar: Mengikuti perkembangan berita dan analisis pasar untuk membuat keputusan investasi yang tepat.
Pasar kripto saat ini berada dalam fase koreksi yang signifikan. Investor perlu berhati-hati dan mempertimbangkan strategi investasi yang bijaksana untuk menghadapi volatilitas yang tinggi.
Meskipun jangka pendek menunjukkan tekanan, prospek jangka panjang tetap bergantung pada perkembangan teknologi dan adopsi kripto secara global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju dalam wawancara di Thecoinrepublic, mengklaim bahwa musim Altcoin telah dimulai sejak 21 Februari 2025.
Klaim ini didasarkan pada volume perdagangan Altcoin yang mencapai 2,7 kali lipat dari Bitcoin di bursa terpusat. Menurut Ju, volume perdagangan kini menjadi indikator utama dalam menentukan musim Altcoin, bukan dominasi pasar Bitcoin.
Meskipun Ki Young Ju meyakini musim Altcoin telah tiba, namun data Indeks Musim Altcoin justru menunjukkan angka 29 pada 21 Februari 2025, dan turun dari 61 pada 31 Januari.
Sebagai catatan, musim Altcoin biasanya dikonfirmasi jika indeks ini mencapai angka di atas 75. Dengan kata lain, hanya beberapa Altcoin saja yang menunjukkan performa lebih baik daripada Bitcoin.
Dominasi Bitcoin Masih Tinggi
Sementara itu, analis crypto lainnya, Benjamin Cowen, justru memiliki pandangan berbeda. Pada 19 Februari 2025, Cowen menegaskan bahwa dominasi Bitcoin dan rasio ETH/BTC tetap menjadi faktor utama dalam menentukan musim Altcoin.
Saat ini, dominasi Bitcoin mencapai 61%, yang masih menunjukkan kekuatan besar dibandingkan dengan Altcoin. Lantas, apakah volume perdagangan turut memiliki andil dalam penguasaan pasar kripto?
Ju berargumen bahwa aliran Stablecoin ke altcoin adalah faktor utama dalam lonjakan volume ini. Beberapa Altcoin menunjukkan kenaikan signifikan, seperti Story (IP) yang melonjak 55% dalam 24 jam, serta Sonic (S) dan Maker (MKR) yang naik 18%.
Sejarah dan Tren Altcoin
Sebelumnya, pada 9 Januari 2025 dan November 2024, Ju juga menyatakan bahwa modal baru jarang mengalir ke Altcoin, kecuali proyek dengan utilitas atau hype yang kuat.
Kali ini, ia kembali menegaskan bahwa volume perdagangan adalah indikator kunci. Meskipun ada peningkatan volume altcoin, data lainnya masih menunjukkan sebaliknya.
Indeks Altcoin berada di level rendah, dominasi Bitcoin masih kuat, dan rasio ETH/BTC belum menunjukkan tren naik yang jelas.
Dengan faktor-faktor ini, banyak analis masih ragu untuk menyatakan bahwa Altcoin season benar-benar telah dimulai.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dogecoin (DOGE) saat ini masih bergerak sideways dan belum mampu menembus level harga di atas $0.25 (Rp 4 ribu).
Namun, seorang analis kripto, seperti dikabarkan oleh Finbold pada Minggu (23/2), mengungkapkan adanya kemungkinan kenaikan besar hingga 1.500% yang bisa membawa DOGE ke $4 (Rp 65 ribu). Berikut adalah analisis lengkapnya.
Menurut analis Ali Martinez, Dogecoin telah bergerak dalam pola ascending channel sejak 2014. Dalam pola ini, harga terus bergerak antara garis support dan resistance. Jika tren ini bertahan, DOGE berpotensi melonjak ke $4 (Rp 65 ribu).
Martinez juga menyebut, level support sangat krusial untuk DOGE. Dogecoin baru-baru ini memantul dari garis support di sekitar $0.19 (Rp 3 ribu).
Jika harga Dogecoin tetap bertahan di atas level ini, DOGE berpeluang naik menuju garis resistance di sekitar $4 (Rp 65 ribu). Tapi sebaliknya, jika harga turun di bawah support, tren ini bisa batal.
Potensi Kapitalisasi Pasar DOGE
Jika Dogecoin benar-benar mencapai $4 (Rp 65 ribu), kapitalisasi pasarnya bisa menyentuh $603 miliar atau setara p 9,8 kuadriliun.
Ini menunjukkan bahwa DOGE berpotensi menjadi aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, dengan catatan Ethereum tidak mengalami lonjakan signifikan.
Selain target $4 (Rp 65 ribu), Martinez juga mengungkapkan bahwa DOGE memiliki level support kuat di antara $0.16 (Rp 2,6 ribu) hingga $0.19 (Rp 3 ribu).
Jika zona ini bertahan, DOGE dapat lebih dulu naik ke $3 (Rp 48 ribu) sebelum mencapai target utama.
Faktor Teknis Pendukung
Di sisi lain, analisis teknikal menunjukkan bahwa zona support DOGE bertepatan dengan level Fibonacci retracement 0.382.
Dalam sejarah pergerakannya, DOGE sering memantul dari area ini. Selain itu, target $3 $3 (Rp 48 ribu) juga sesuai dengan Fibonacci extension 1.618.
Memang, pasar kripto secara umum belum menunjukkan breakout besar, termasuk Dogecoin. Namun, perkembangan regulasi dapat menjadi pemicu utama kenaikan harga.
Saat ini, ada spekulasi mengenai kemungkinan Dogecoin mendapatkan Exchange-Traded Fund (ETF). Jika SEC menyetujui ETF Dogecoin, permintaan investor bisa meningkat tajam dan mendorong harga lebih tinggi.
Analisis Harga Dogecoin
Saat artikel ini ditulis, Dogecoin diperdagangkan di harga $0.24 (Rp 3,9 ribu), turun lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir dan turun sekitar 4.5% dalam seminggu.
Dari segi teknikal, harga DOGE saat ini berada di bawah SMA 50 hari ($0.3219), menandakan tren bearish jangka pendek.
DOGE sedikit berada di atas SMA 200 hari ($0.2395), yang bisa menjadi support kuat.RSI DOGE berada di 37.03, mendekati kondisi oversold, yang bisa menandakan potensi pembalikan harga jika ada tekanan beli yang meningkat.
Dogecoin memiliki potensi kenaikan signifikan hingga $4 jika tetap bertahan dalam pola ascending channel. Level support utama berada di $0.19, sementara resistance jangka pendek ada di $0.3219.
Perkembangan regulasi seperti ETF bisa menjadi katalis positif untuk DOGE. Namun, investor tetap perlu berhati-hati dengan volatilitas pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Solana kembali menarik perhatian dunia kripto dengan kedatangan DOG, salah satu meme coin terbesar di jaringan Bitcoin.
Decrypt mengbarkan pada Minggu (23/2) bahwa keputusan DOG untuk melakukan ekspansi ke Solana melalui bridge dua arah dari Mine Labs menunjukkan pengaruh besar Bitcoin dalam dunia kripto, bukan tanda kemunduran ekosistem meme coin di Bitcoin.
DOG, yang dikenal dengan nama lengkap DOG GO TO THE MOON, kini bisa diperdagangkan di Solana dalam bentuk token wrapped.
Hal ini memungkinkan pengguna Solana untuk membeli dan menjual DOG tanpa harus berinteraksi langsung dengan jaringan Bitcoin.
Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan adopsi DOG di pasar yang lebih luas.
Menurut pencipta DOG yang dikenal dengan nama samaran Leonidas, keputusan ini bukan bentuk menyerah terhadap ekosistem Bitcoin, melainkan cara untuk membawa produk berbasis Bitcoin ke pusat perhatian pasar.
Dengan adopsi aplikasi DeFi di Solana yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, DOG melihat peluang besar untuk menarik lebih banyak pengguna.
Momentum ini juga datang di tengah gejolak dunia meme coin di Solana, termasuk insiden Libra yang mengalami kenaikan dan penurunan tajam dalam waktu singkat.
Dengan semakin banyaknya diskusi tentang pentingnya peluncuran token yang adil, DOG ingin menunjukkan transparansi dan distribusi yang merata tanpa tim inti atau alokasi khusus untuk pencipta.
Sekadar informasi, DOG pernah mencapai kapitalisasi pasar hampir $1 miliar (Rp 16,3 triliun) pada Desember lalu, tetapi kini turun menjadi sekitar $300 juta (Rp 4,8 triliun).
Meski begitu, DOG tetap mempertahankan prinsip desentralisasi khas Bitcoin dan menolak membayar biaya listing yang mahal di bursa terpusat besar seperti Coinbase atau Binance.
Ekspansi DOG ke Solana menjadi langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak investor tanpa harus bergantung pada platform sentral.
Langkah ini sejalan dengan visi Bitcoin untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih terbuka dan tanpa izin.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.