Tag Archives: blockchain

Regulasi DeFi: Kongres AS Batalkan Aturan IRS, Tapi Dilema Tetap Ada

Sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) meraih kemenangan di Amerika Serikat setelah Kongres membatalkan peraturan yang mewajibkan platform DeFi melaporkan hasil penjualan aset kripto ke Internal Revenue Service (IRS).

Namun, meskipun aturan ini dihentikan, tantangan regulasi DeFi masih menjadi perdebatan.

Kongres AS Batalkan Aturan IRS tentang DeFi

Berdasarkan laporan dari Cryptonomist, pada 12 Maret 2024, Dewan Perwakilan Rakyat AS memilih untuk mencabut aturan IRS yang diterbitkan pada Desember 2024 dan dijadwalkan berlaku pada 2027.

Regulasi ini mengharuskan platform DeFi melacak dan melaporkan semua transaksi aset digital, termasuk NFT dan stablecoin.

Keputusan ini mendapat dukungan luas dari komunitas kripto. Marta Belcher, Presiden Filecoin Foundation, menekankan pentingnya menjaga privasi pengguna dalam transaksi terdesentralisasi.

Menurutnya, aturan IRS dapat merusak prinsip dasar DeFi dengan memaksa platform mengumpulkan dan membagikan data pribadi pengguna.

Organisasi seperti Blockchain Association juga mengkritik aturan ini sebagai pelanggaran privasi yang tidak beralasan.

Mereka berpendapat bahwa regulasi semacam ini dapat mendorong industri kripto untuk pindah ke luar negeri guna menghindari pembatasan di AS.

Dilema Regulasi di Keuangan Terdesentralisasi

Salah satu tantangan terbesar dalam regulasi DeFi adalah siapa yang dianggap bertanggung jawab dalam ekosistem yang tidak memiliki entitas pusat.

Berbeda dengan bank atau bursa terpusat, protokol DeFi beroperasi secara mandiri melalui smart contract di blockchain.

CEO Etherealize, Vivek Raman, menjelaskan bahwa karena tidak dikendalikan oleh satu entitas tertentu, DeFi tidak dapat memenuhi kewajiban pajak seperti penerbitan formulir 1099 untuk melaporkan pendapatan kena pajak.

Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa platform DeFi bisa bekerja sama secara sukarela dengan pemerintah, seperti yang terjadi setelah serangan senilai $285 juta terhadap KuCoin, di mana beberapa protokol membekukan dana yang dicuri.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah penerapan teknologi zero-knowledge proofs (ZKP), yang memungkinkan pengguna membuktikan identitas mereka tanpa harus mengungkapkan informasi pribadi secara penuh.

Dengan cara ini, privasi tetap terjaga tanpa melanggar regulasi.

Masa Depan Regulasi Kripto di Amerika Serikat

Pemerintahan Trump menunjukkan dukungan terhadap industri kripto dengan menciptakan cadangan strategis Bitcoin untuk AS dan mengurangi tekanan regulasi terhadap perusahaan kripto.

Selain itu, dua rancangan undang-undang utama sedang dibahas di Kongres: GENIUS Act, yang mengatur stablecoin dan telah disetujui oleh Komite Perbankan Senat pada 13 Maret 2024.

FIT 21, regulasi yang lebih luas tentang kripto, yang sebelumnya ditolak tetapi dapat disetujui dengan beberapa perubahan.

Jika FIT 21 lolos, DeFi akan dikecualikan dari pengawasan langsung SEC dan CFTC, dengan studi lebih lanjut untuk memahami dampaknya.Pembatalan aturan IRS menjadi kemenangan penting bagi privasi pengguna DeFi.

Namun, AS masih perlu menemukan keseimbangan antara transparansi, keamanan, dan kebebasan finansial tanpa menghambat inovasi di sektor blockchain.

Teknologi seperti ZKP dapat menjadi solusi bagi regulasi yang tetap menghormati prinsip desentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hindari Konflik Kepentingan, David Sacks Jual Aset Kripto $200 Juta

David Sacks dan perusahaan modal venturanya, Craft Ventures, telah menjual lebih dari $200 juta dalam bentuk aset kripto dan saham terkait sebelum memulai perannya sebagai pejabat di Gedung Putih.

Cointelegraph menyebutkan pada Sabtu (15/3) bahwa langkah ini diambil untuk menghindari potensi konflik kepentingan dalam perannya sebagai pengawas kebijakan AI dan kripto di pemerintahan Donald Trump.

Penjualan Aset Kripto untuk Mencegah Konflik Kepentingan

Dalam sebuah memorandum Gedung Putih yang diterbitkan pada 5 Maret, dijelaskan bahwa Sacks telah menjual seluruh kepemilikan kriptonya, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL), sebelum Trump resmi dilantik sebagai presiden AS pada 20 Januari.

Selain itu, Craft Ventures juga melepas sahamnya di perusahaan terkait kripto, seperti Coinbase (COIN) dan Robinhood (HOOD).

Dampak Terhadap Pasar Kripto

Setelah pelantikan Trump, pasar kripto mengalami penurunan signifikan, yang sebagian besar disebabkan oleh ketidakpastian kebijakan ekonomi, termasuk usulan tarif baru.

Bitcoin, yang sempat mencapai rekor tertinggi $109.000 sebelum pelantikan, turun drastis ke bawah $80.000 pada akhir Februari.

Tuntutan Transparansi dari Elizabeth Warren

Sehari setelah memorandum tersebut dirilis, Senator Elizabeth Warren meminta Sacks untuk membuktikan bahwa ia benar-benar telah melepas semua kepemilikan aset digitalnya.

Dalam surat tertanggal 6 Maret, Warren mempertanyakan transparansi Sacks terkait kapan tepatnya ia dan Craft Ventures menjual aset kripto mereka.

Sikap Sacks terhadap Kebijakan Kripto

Sejak menjabat, Sacks aktif menyuarakan berbagai kebijakan terkait kripto, termasuk mendukung pembentukan Cadangan Strategis Bitcoin dan menolak pajak transaksi kripto.

Dalam podcast All In, ia menentang usulan pajak transaksi kripto sebesar 0,01%, dengan menyebut bahwa pajak yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi beban besar bagi masyarakat.

Dengan latar belakangnya sebagai investor besar di industri kripto, keputusan Sacks untuk menjual asetnya sebelum bergabung dengan pemerintahan menunjukkan upaya untuk memastikan transparansi dan menghindari konflik kepentingan dalam perannya yang baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

SEC Sebut XRP sebagai Aset Strategis untuk AS, Ini Dampaknya!

Pada Kamis, 13 Maret 2025, situs resmi Securities and Exchange Commission (SEC) seperti dilaporkan oleh Finbold mempublikasikan dokumen berjudul Comprehensive Proposal: XRP as a Strategic Financial Asset for the U.S.

Dokumen ini langsung memicu spekulasi di kalangan komunitas kripto dan investor.

XRP sebagai Aset Strategis: Mengapa Penting?

Dalam dokumen setebal lima halaman tersebut, SEC mengusulkan adopsi XRP di tingkat pemerintahan guna meningkatkan efisiensi sistem keuangan AS.

Salah satu poin utama adalah potensi pembebasan hingga 30% dari total US$5 triliun akun Nostro global, setara dengan US$1,5 triliun, yang dapat menghemat biaya transaksi tahunan sebesar US$7,5 miliar.

Meskipun berfokus pada XRP, dokumen tersebut juga mengakui Bitcoin (BTC) sebagai aset cadangan strategis.

Disebutkan bahwa penghematan yang dihasilkan dari penggunaan XRP bisa dialihkan untuk membeli hingga 25 juta BTC dengan asumsi harga rata-rata US$60.000 per koin.

Strategi Implementasi XRP

Untuk mewujudkan rencana ini, SEC mengusulkan agar XRP dikategorikan sebagai jaringan pembayaran, bukan sekuritas.

Selain itu, Departemen Kehakiman (DoJ) diharapkan mencabut larangan bank terhadap XRP.

Seandainya upaya ini gagal, dokumen tersebut menyebutkan kemungkinan penyelesaian paksa demi kepentingan ekonomi nasional.

SEC menekankan bahwa adopsi XRP akan mempercepat transaksi keuangan negara, sekaligus memperjelas status regulasinya guna meningkatkan kepercayaan investor.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jadwal Implementasi

Dokumen ini menguraikan dua skenario implementasi, yaitu standar dan dipercepat. Opsi pertama memakan waktu 12-24 bulan, sedangkan pilihan kedua dapat terealisasi dalam 6-12 bulan.

Meskipun terdapat rincian langkah eksekusi, dokumen ini tidak memberikan analisis mendalam mengenai mekanisme implementasi dan potensi dampak pasar secara keseluruhan.

Posisi Donald Trump dalam Rencana

Dokumen SEC juga menyinggung pernyataan Donald Trump terkait cadangan aset kripto strategis AS.

Trump sebelumnya mendukung BTC sebagai cadangan nasional dan berspekulasi tentang aset digital berbasis AS.

Namun, proposal ini mencoba merinci peran spesifik setiap aset digital, di mana BTC menjadi aset cadangan nasional, sedangkan XRP digunakan untuk transaksi negara.

Solana (SOL) mendukung aplikasi blockchain cepat, seperti basis data pemerintah dan pemungutan suara digital.

Cardano (ADA) digunakan untuk manajemen infrastruktur, sertifikasi akademik, dan kontrak pintar layanan pemerintah.

Meskipun SOL dan ADA memiliki peran penting dalam infrastruktur digital AS, keduanya tidak dimasukkan dalam strategi cadangan nasional.

Langkah Berikutnya

Segmen terakhir dokumen merinci langkah-langkah awal yang perlu diambil untuk mengimplementasikan strategi XRP, meskipun beberapa poin hanya mengulang bagian sebelumnya.

Salah satu hal menarik adalah struktur dokumen yang menyerupai hasil diskusi dengan AI, mengingat formatnya yang penuh tabel, subjudul, dan tanda centang sebagai poin-poin utama.

Hingga saat ini, masih belum jelas sejauh mana peran AI dalam penyusunan dokumen ini dan siapa sebenarnya penulisnya.

Nama Maximilian Staudinger tercantum sebagai penulis, namun identitasnya masih menjadi misteri.

Dokumen ini menunjukkan bahwa SEC mulai mempertimbangkan XRP sebagai bagian penting dari strategi keuangan AS.

Namun, apakah rencana ini benar-benar akan terealisasi masih menjadi tanda tanya besar bagi komunitas kripto dan regulator keuangan dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga SEI Jatuh ke $0,18, Apakah Rebound Akan Terjadi?

SEI mengalami tren penurunan yang berkepanjangan dan pada Selasa lalu mencapai titik terendah sejak November 2023 di sekitar $0,18.

Berdasarkan laporan dari CCN pada Jumat (14/3), level ini bertepatan dengan zona permintaan utama yang dapat menjadi titik balik untuk pemulihan harga.

Potensi Breakout dari Tren Turun

Harga SEI masih bergerak dalam pola turun yang jelas, membentuk saluran menurun sejak mencapai puncak di sekitar $0,73.

Namun, indikator teknikal seperti RSI menunjukkan kondisi oversold, yang dapat menandakan kelelahan penjualan dan potensi pembalikan arah.

Koreksi Mendekati Akhir?

Analisis Elliott Wave menunjukkan bahwa struktur korektif mungkin telah selesai dalam pola W-X-Y-Z, dengan gelombang Z sebagai titik terendah.

Jika hal ini benar-benar terjadi, SEI bisa memasuki fase pemulihan dengan target awal di kisaran $0,22-$0,24.

Pergerakan harga Sei (SEI/USDT) pada Jumat, 14 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Sei (SEI/USDT) pada Jumat, 14 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Level Kunci untuk Rebound

Beberapa level penting yang perlu diperhatikan dalam pergerakan harga SEI antara lain:

  • Resistensi Terdekat: $0,2035
  • Resistensi Utama: $0,22
  • Target Resistensi Jangka Pendek: $0,25
  • Support Kuat: $0,175
  • Batas Invalidation: $0,15

Jika harga berhasil menembus zona $0,22 dan bertahan di atasnya, ini bisa menjadi sinyal awal pemulihan yang lebih signifikan.

Namun, jika SEI gagal menembus area tersebut, maka harga bisa kembali turun ke $0,15 atau lebih rendah.

Prediksi Harga SEI

Dalam jangka pendek, pergerakan harga SEI dapat mengikuti pola gelombang lima yang mengindikasikan awal dari impuls bullish.

Jika harga menembus pola segitiga turun dan mengonfirmasi pergerakan naik, target selanjutnya berada di sekitar $0,24-$0,25.

Namun, jika gagal menembus level ini, konsolidasi lebih lanjut mungkin terjadi sebelum ada tren yang lebih jelas.

SEI saat ini berada di titik kritis, dan pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada apakah harga mampu menembus resistensi utama atau justru kembali melemah ke level support yang lebih rendah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Eropa Tolak Euro Digital: Apakah Perjuangan ECB Sia-Sia?

Bank Sentral Eropa (ECB) menghadapi tantangan besar dalam meyakinkan masyarakat Eropa untuk mengadopsi euro digital.

Berdasarkan studi terbaru yang dilaporkan oleh Cryptopolitan yang melibatkan 19.000 responden di 11 negara zona euro, ditemukan bahwa masyarakat masih sangat skeptis terhadap penggunaan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Ketika diminta untuk mendistribusikan €10.000 (USD 10.844 / Rp 177 juta) secara hipotetis di berbagai aset, sebagian besar responden lebih memilih uang tunai, rekening bank, dan tabungan dibandingkan euro digital.

Kurangnya daya tarik euro digital menunjukkan bahwa ECB perlu mengembangkan strategi distribusi yang kuat untuk meningkatkan adopsi.

Studi ini juga menyoroti bahwa kesadaran masyarakat terhadap euro digital masih rendah.

ECB menyatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana meyakinkan masyarakat akan nilai tambah dari euro digital.

Tawarkan Solusi untuk Masalah yang Tidak Ada

ECB berargumen bahwa euro digital diperlukan untuk mendigitalkan infrastruktur keuangan Eropa dan memastikan kedaulatan moneter. Namun, masyarakat Eropa tampaknya tidak merasakan urgensi ini.

Berbeda dengan Tiongkok, di mana pembayaran digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, atau negara-negara dengan ketidakstabilan keuangan yang tinggi, sistem pembayaran di zona euro sudah berjalan dengan baik melalui kombinasi uang tunai dan metode digital.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika masyarakat diberikan informasi lebih lanjut mengenai euro digital melalui video edukatif, respons mereka cenderung lebih positif.

Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan: jika euro digital benar-benar memberikan manfaat lebih, mengapa adopsinya tidak terjadi secara alami?

Meningkatnya Penolakan terhadap CBDC

Skeptisisme terhadap euro digital mencerminkan tren global dalam menolak CBDC. Di Amerika Serikat (AS), penolakan terhadap mata uang digital bank sentral semakin meningkat.

Anggota Kongres AS, Tom Emmer, menyebut CBDC sebagai ancaman terhadap kebebasan finansial karena dapat membuka peluang bagi pengawasan pemerintah yang berlebihan.

Bahkan, AS telah memperkenalkan Undang-Undang Anti-Surveilans CBDC yang bertujuan untuk melarang pemerintah menerbitkan mata uang digital.

Gelombang skeptisisme ini berpotensi mempengaruhi sentimen masyarakat Eropa, yang semakin ragu dengan inisiatif ECB.

Apakah Argumen untuk Euro Digital Semakin Melemah?

Meskipun mendapat banyak penolakan, beberapa pejabat keuangan tetap mendukung euro digital.

Stephan Leithner, CEO Deutsche Börse, menyatakan bahwa euro digital diperlukan untuk memperkuat otonomi ekonomi Eropa di masa depan.

Namun, argumen ini lebih menarik bagi pembuat kebijakan dibandingkan masyarakat umum.

Tanpa insentif nyata bagi konsumen, sulit bagi ECB untuk mengubah preferensi masyarakat yang sudah nyaman dengan sistem pembayaran yang ada saat ini.

Bisakah ECB Membalikkan Keadaan?

Indikasi saat ini menunjukkan bahwa masyarakat Eropa masih enggan mengadopsi euro digital.

Dengan meningkatnya penolakan terhadap CBDC secara global, ECB menghadapi dilema besar.

Jika ECB ingin menghindari kegagalan, mereka harus lebih dulu menjawab pertanyaan mendasar: apakah Eropa benar-benar membutuhkan euro digital?

Tanpa jawaban yang meyakinkan, euro digital bisa saja menjadi inovasi yang gagal karena tidak memiliki solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum: Profit Besar di Tengah Risiko Leverage di DeFi

Seorang trader di platform desentralisasi Hyperliquid seperti dilaporkan oleh News Bitcoin, berhasil mengantongi keuntungan sebesar $1,8 juta dari perdagangan Ethereum (ETH) berleverage tinggi.

Dengan modal $4,3 juta dalam USDC, trader ini membuka posisi long 50x leverage senilai lebih dari $200 juta.

Harga Ethereum (ETH) saat ini berada di $1,862.72 atau sekitar Rp30,602,179.83, mengalami perubahan -0.42% (-$7.89) dalam 24 jam terakhir. Selama periode ini, ETH mencapai harga tertinggi $1,960.00 dan terendah $1,829.72. Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar 743,971.39 ETH.

Hyperliquid Alami Kerugian $4 Juta

Meskipun trader tersebut meraih profit besar, Hyperliquid mengalami kerugian sebesar $4 juta akibat likuidasi yang terjadi.

Likuiditas platform ini harus menutup posisi dengan harga lebih rendah dari yang diharapkan, menyebabkan defisit dalam vault komunitas mereka.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 13 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 13 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penyesuaian Leverage di Hyperliquid

Sebagai respons terhadap kejadian ini, Hyperliquid mengumumkan penurunan batas leverage untuk Bitcoin menjadi 40x dan Ethereum menjadi 25x.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko margin call dan menjaga stabilitas ekosistem.

Risiko Perdagangan Leverage Tinggi di DeFi

Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), terutama dalam perdagangan dengan leverage tinggi.

Berbeda dengan bursa terpusat yang dapat menutupi defisit dengan cadangan internal, Hyperliquid mengandalkan likuiditas komunitas untuk menyerap kerugian.

Dampak pada Token HYPE

Setelah kejadian ini, token asli Hyperliquid, HYPE, sempat mengalami penurunan dari $14 menjadi di bawah $13 sebelum kembali stabil di atas $13.

Ini mencerminkan reaksi pasar terhadap risiko yang ada dalam mekanisme likuiditas DeFi.

Ethereum Tetap Menjadi Primadona

Meskipun insiden ini terjadi, Ethereum tetap menjadi salah satu aset kripto utama dengan kapitalisasi besar.

Perdagangan leverage di DeFi terus berkembang dengan tantangan baru yang perlu diatasi.

Penyesuaian leverage di Hyperliquid bisa menjadi langkah awal dalam membentuk regulasi mandiri yang lebih ketat untuk mencegah risiko besar di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Sentral Rusia Pertimbangkan Pembelian Kripto

Bank Sentral Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan pembelian aset kripto bagi sekelompok investor terkualifikasi dalam kerangka hukum eksperimental.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi pasar sekaligus mengelola risiko yang melekat pada aset digital.

Hanya untuk Investor Terkualifikasi

Menurut laporan Cryptobriefing pada Kamis (13/3), hanya investor yang memenuhi kriteria tertentu yang dapat berpartisipasi dalam program ini.

Individu dengan lebih dari 100 juta rubel dalam sekuritas dan deposito atau pendapatan tahunan lebih dari 50 juta rubel akan memenuhi syarat.

Selain itu, investor korporasi dan institusi keuangan yang terkualifikasi juga dapat berpartisipasi.

Eksperimen Regulasi Selama Tiga Tahun

Kerangka hukum eksperimental ini akan berlangsung selama tiga tahun sebagai langkah uji coba.

Bank Sentral Rusia akan mengawasi dan mengelola regulasi ini guna memastikan bahwa investasi kripto tetap berada dalam batas yang aman dan transparan bagi para investor.

Standarisasi Layanan dan Pengelolaan Risiko

Sebagai bagian dari regulasi ini, institusi keuangan yang ingin berinvestasi dalam kripto harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan tingkat risikonya.

Bank Sentral Rusia juga berupaya menetapkan standar layanan yang lebih baik untuk melindungi investor.

Kripto Tetap Bukan Alat Pembayaran Resmi

Meskipun regulasi investasi kripto sedang dikembangkan, Bank Sentral Rusia tetap mempertahankan posisinya bahwa kripto tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran sah di dalam negeri.

Namun, Rusia telah melegalkan penggunaan mata uang kripto untuk transaksi lintas negara guna menghindari sanksi dari Barat.

Dengan kebijakan ini, Rusia berupaya memperluas peluang investasi sambil tetap mempertahankan kendali terhadap risiko yang ditimbulkan oleh aset digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mt. Gox Pindahkan Rp 14,8 Triliun Bitcoin! Sinyal Jual Besar-besaran?

Mt. Gox, bursa Bitcoin yang kini bangkrut, baru saja melakukan transfer 11.833,6 BTC senilai sekitar $931 juta ke alamat baru seperti dilaporkan oleh Newsbtc pada Rabu (12/3).

Menurut Arkham Intelligence, transfer ini terdiri dari dua transaksi utama yaitu 11.501,58 BTC senilai sekitar $905 juta (Rp 14,8 triliun) dikirim ke dompet kripto yang tidak dikenal.

Sementara 332 BTC senilai sekitar $26,1 juta masuk ke dompet panas.

Latar Belakang dan Konteks

Ini bukan pertama kalinya Mt. Gox melakukan pergerakan besar Bitcoin. Sebelumnya, pada 6 Maret lalu, bursa ini telah mentransfer lebih dari $1 miliar dalam Bitcoin ke dompet dengan kode “1Mo1n.”

Dompet ini kini diakui sebagai alamat resmi Mt. Gox, dengan kepemilikan Bitcoin saat ini sekitar 35.915 BTC senilai $2,85 miliar.

Dampak pada Pasar

Sejarah menunjukkan bahwa pergerakan besar Bitcoin oleh Mt. Gox sering kali menimbulkan kekhawatiran investor tentang potensi aksi jual besar-besaran yang dapat menekan harga Bitcoin.

Namun, reaksi pasar terhadap transfer terbaru ini masih relatif tenang, menunjukkan bahwa pasar mungkin telah mengantisipasi peristiwa ini atau bahwa Bitcoin tersebut belum benar-benar dijual.

Sejarah Singkat Mt. Gox

Sekadar pengingat, Mt. Gox pernah menjadi bursa Bitcoin terbesar di dunia, menangani hingga 80% transaksi Bitcoin global.

Namun, pada tentang antara tahun 2011 dan 2014, bursa ini mengalami peretasan besar yang mengakibatkan hilangnya sekitar 850.000 Bitcoin, senilai $500 juta pada saat itu.

Akibatnya, Mt. Gox mengajukan kebangkrutan, meninggalkan ribuan kreditur dalam ketidakpastian finansial.

Rehabilitasi dan Pengaruhnya terhadap Pasar

Dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya untuk mengembalikan dana kepada para kreditur Mt. Gox. Bitcoin yang baru saja dipindahkan kemungkinan merupakan bagian dari proses ini.

Komunitas kripto terus mengawasi perkembangan pembayaran ini karena dapat memengaruhi dinamika pasar, terutama jika Bitcoin dalam jumlah besar mulai dijual.

Pelajaran dari Mt. Gox

Insiden Mt. Gox menjadi pengingat tentang risiko dan kompleksitas dunia aset digital. Meskipun transfer terbaru ini tampaknya belum memberikan dampak signifikan pada harga Bitcoin, peristiwa ini tetap menunjukkan betapa pentingnya keamanan dalam industri kripto.

Dengan adanya riwayat peretasan dan skandal di berbagai bursa, investor harus selalu waspada terhadap potensi risiko di pasar aset digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Anjlok di Bawah $80K, Akankah Bangkit ke $90K?

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada 10 Maret 2025, turun di bawah $82.000 setelah munculnya sinyal bearish baru.

Koreksi ini memperpanjang pelemahan Bitcoin hingga 25% dari level tertinggi sepanjang masa, memicu kekhawatiran akan potensi penurunan lebih lanjut.

Pola Double-Top Picu Sentimen Negatif

Dalam wawancara dengan Thecoinrepublic, Analis veteran, Peter Brandt, menyoroti pola double-top yang telah dikonfirmasi sejak Desember lalu.

Pola ini menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam tren penurunan yang kuat. Menurutnya, untuk mengubah momentum menjadi positif kembali, BTC harus berhasil menembus level $90.000.

Akumulasi Whale Bisa Jadi Sinyal Pemulihan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun harga Bitcoin melemah, data on-chain menunjukkan adanya akumulasi dari investor besar (whale).

Laporan Santiment mengungkapkan bahwa dompet dengan lebih dari 10 BTC telah menambah sekitar 5.000 BTC sejak 3 Maret. Akumulasi ini berpotensi menjadi katalis pemulihan harga pada pertengahan Maret.

$90K Jadi Level Kunci Pemulihan Bitcoin

Menurut analis teknikal Captain Faibik, Bitcoin berpeluang menguji kembali level $90.000 dalam beberapa hari mendatang.

Namun, ketidakpastian makroekonomi, termasuk kebijakan tarif Donald Trump dan ketegangan geopolitik, masih menjadi faktor penghambat reli.

Jika BTC gagal menembus $90.000, Arthur Hayes, pendiri BitMEX, memperkirakan harga akan kembali ke $78.000, dengan support kritis berikutnya di $75.000.

Apakah Bitcoin Bisa Jatuh ke $70K?

Saat ini, Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah turun di bawah $80.000. Sempat pulih ke $82.228, namun tekanan jual tetap mendominasi pasar.

Data dari Deribit menunjukkan bahwa minat terbuka (open interest) pada level $70.000 hingga $80.000 mencapai ratusan juta dolar, yang bisa menyebabkan volatilitas tinggi.

Firma riset 10x Research menyebut penurunan ini sebagai “koreksi textbook,” di mana sekitar 70% aksi jual berasal dari pemegang jangka pendek yang panik.

Hal ini mengindikasikan bahwa kepanikan investor menjadi faktor utama pelemahan harga Bitcoin.

Dengan Fear & Greed Index turun ke 20, sentimen pasar masih dalam kondisi “ketakutan ekstrem.” Bitcoin harus bertahan di atas support $75.000 dan kembali menembus $90.000 untuk mengembalikan momentum bullish.

Apakah akumulasi whale bisa membalikkan tren bearish? Pasar akan menentukan dalam beberapa hari mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendapatan Solana Anjlok 90% dari Puncak Januari

Pendapatan jaringan Solana mengalami penurunan drastis hingga 90% dari puncaknya pada Januari, kembali ke level yang tidak terlihat sejak September seperti dilaporkan oleh Thedefiant pada Selasa (11/3)

Hal ini terjadi akibat meredanya siklus memecoin yang sebelumnya mendorong aktivitas transaksi di jaringan ini.

Dampak Anjloknya Pasar Memecoin

Selama dua minggu terakhir, pendapatan jaringan Solana rata-rata hanya mencapai $4 juta per minggu. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode 13 hingga 27 Januari.

Kala itu, Solana menghasilkan $38,5 juta per minggu akibat lonjakan popularitas memecoin seperti TRUMP.

Penurunan ini berkaitan langsung dengan berkurangnya biaya transaksi yang dikumpulkan oleh jaringan.

Dalam dua minggu terakhir, total biaya transaksi hanya mencapai $8 juta, menjadi periode terendah sejak September.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penyebab Utama Penurunan Pendapatan

Meredanya pasar memecoin disebabkan oleh kejatuhan beberapa proyek besar yang sebelumnya mendominasi, seperti TRUMP, serta beberapa skema penipuan seperti LIBRA, MELANIA, dan ENRON.

Awalnya, memecoin menarik banyak likuiditas dan mendorong aktivitas perdagangan, tetapi setelah runtuhnya proyek-proyek tersebut, kepercayaan terhadap pasar memecoin menghilang sepenuhnya.

Selain itu, volatilitas pasar kripto secara umum turut berkontribusi terhadap penurunan ini.

Harga Bitcoin (BTC) saat ini turun menjadi $78.000, atau hampir 30% lebih rendah dari rekor tertingginya di $109.000.

Solana Masih Lebih Baik Dibandingkan Musim Panas 2024

Meskipun terjadi penurunan drastis, pendapatan Solana saat ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan akhir musim panas 2024.

Pada periode 19 Agustus hingga 16 September, jaringan ini hanya menghasilkan kurang dari $2 juta per minggu.

Harga SOL Juga Turun

Tidak hanya pendapatan, harga token SOL juga mengalami penurunan signifikan. Dari puncaknya di $295 pada 19 Januari, harga SOL kini turun 60% menjadi $117.

Faktor utama yang mendorong penurunan ini adalah aksi jual besar-besaran di pasar kripto serta pembukaan token investor yang dimulai pada 1 Maret.

Sementara itu, memecoin di jaringan Solana mengalami penurunan yang lebih parah. Beberapa memecoin yang sempat mendominasi pasar seperti FARTCOIN, GOAT, dan ARC kini telah anjlok antara 85% hingga 95% dari puncaknya di kuartal keempat 2024.

Seorang kontributor MegaEth dengan nama 0xBreadGuy mengomentari situasi ini di media sosial X.

Menurutnya, euforia keuntungan besar dari memecoin membuat banyak investor mengabaikan risiko pasar.

Namun, dengan hancurnya proyek seperti MELANIA dan LIBRA, selera risiko di pasar memecoin juga ikut menghilang.

Penurunan tajam ini menunjukkan bagaimana siklus spekulatif dapat mempengaruhi pendapatan jaringan blockchain.

Kini, komunitas Solana harus mencari narasi baru untuk menghidupkan kembali ekosistemnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com