Tag Archives: blockchain

Volume Polygon Dekati $100 Miliar (Rp 1,6 Triliun), Apa Penyebabnya?

Polygon (POL) semakin mendekati pencapaian besar dengan volume transaksi sepanjang masa hampir menyentuh $100 miliar (Rp 1,6 triliun) di Uniswap (UNI) Protocol.

Berdasarkan pantauan dari Ambcrypto pada Senin (10/3), pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam adopsi Polygon di dunia kripto.

Namun, apakah momentum ini dapat terus berlanjut? Berikut faktor-faktor yang dapat membantu POL.

Level Support Kunci dan Potensi Rebound

Saat ini, POL diperdagangkan di harga $0.2422 dengan kenaikan 0,46% dalam 24 jam terakhir.

Harga Polygon baru saja menembus level support utama dan berkonsolidasi dalam pola segitiga simetris menurun. Zona support $0.2294 menjadi area penting untuk diperhatikan.

Jika bertahan, harga POL berpotensi rebound menuju level resistance $0.3051. Selain itu, Relative Strength Index (RSI) di angka 34,33 menunjukkan bahwa POL berada dalam zona oversold, yang bisa menjadi sinyal potensi pembalikan arah.

Pergerakan harga Polygon (DOT/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Polygon (DOT/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Aktivitas Jaringan yang Menurun

Data statistik menunjukkan penurunan aktivitas di jaringan Polygon. Jumlah alamat baru turun sebesar 13,43%. Sementara alamat aktif berkurang 8,74% dalam seminggu terakhir.

Tren ini mencerminkan penurunan keterlibatan pengguna baru dan aktivitas keseluruhan di ekosistem Polygon.

Meskipun jaringan masih menunjukkan pergerakan saat volatilitas pasar meningkat, tren menurun ini bisa menjadi tanda perlambatan adopsi yang perlu diperhatikan.

Penurunan Volume Transaksi

Di sisi lain, data transaksi on-chain juga menunjukkan perlambatan aktivitas di jaringan Polygon.

Volume transaksi dalam kisaran $0,00 hingga $1,00 turun sebesar 12,63%. Sedangkan transaksi dalam rentang $1,00 hingga $10,00 mengalami penurunan 31,33%.

Bahkan, transaksi kecil yang umumnya mencerminkan keterlibatan pengguna harian terpantau semakin berkurang.

Namun, transaksi bernilai besar mengalami penurunan yang lebih moderat, menandakan masih adanya partisipasi dari investor institusional atau whale.

Cadangan Bursa yang Menurun

Cadangan POL di bursa turun sebesar 1,05% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya tekanan jual karena semakin sedikit koin yang tersedia untuk dijual di bursa.

Jika tren ini berlanjut, kemungkinan pemegang POL lebih memilih menyimpan aset mereka dengan harapan harga akan kembali naik, yang dapat menciptakan stabilitas pasar.

Apakah Polygon Akan Breakout atau Konsolidasi?

Dengan Polygon yang semakin mendekati volume transaksi $100 miliar (Rp 1,6 triliun), indikator pasar menunjukkan sinyal campuran.

Penurunan aktivitas alamat, volume transaksi, serta tren cadangan bursa yang menurun mengarah pada kemungkinan konsolidasi harga lebih lanjut.

Namun, jika Polygon berhasil mempertahankan level support dan sentimen pasar membaik, potensi breakout masih terbuka lebar.

Jika tren ini terus berlanjut, harga POL bisa mengalami kenaikan signifikan dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BNB Chain Umumkan Pascal Hardfork, Ada Perubahan Apa Saja?

BNB Chain akan segera meluncurkan pembaruan besar bernama Pascal Hardfork, yang dijadwalkan pada 20 Maret 2025.

Pembaruan ini membawa peningkatan signifikan dalam kompatibilitas Ethereum Virtual Machine (EVM), dompet kontrak pintar, serta fleksibilitas bagi pengembang.

Apa Itu Pascal Hardfork?

Pascal Hardfork merupakan salah satu langkah penting bagi BNB Chain dalam meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna di jaringan Binance Smart Chain (BSC).

Laporan BeInCrypto, pembaruan ini akan menghadirkan EIP-7702 (Ethereum Improvement Proposal 7702), yang memungkinkan dompet berfungsi sebagai kontrak pintar. Dengan fitur ini, transaksi dapat dilakukan tanpa biaya gas, memberikan aksesibilitas lebih luas kepada pengguna.

Selain itu, Pascal Hardfork akan memungkinkan persetujuan dan pertukaran batch, di mana transaksi dapat dikelompokkan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dalam ekosistem DeFi (Decentralized Finance).

Dampak Bagi Pengguna dan Pengembang

Dengan hadirnya Pascal Hardfork, pengguna akan merasakan manfaat berikut:

  • Transaksi tanpa gas – mempermudah pengguna baru dan mengurangi hambatan adopsi.
  • Peningkatan pengalaman Web3 – proses pendaftaran dan interaksi lebih mudah bagi mereka yang baru mengenal kripto.
  • Efisiensi DeFi – pengelompokan transaksi dapat menghemat biaya dan waktu.

Sementara itu, bagi pengembang, pembaruan ini memberikan fleksibilitas lebih besar dalam membangun aplikasi di jaringan BNB Chain.

Roadmap BNB Chain: Lorentz dan Maxwell Hardfork

BNB Chain tidak berhenti di Pascal Hardfork. Mereka juga telah mengumumkan dua pembaruan besar lainnya:

  1. Lorentz Hardfork (April 2025) – akan meningkatkan kecepatan transaksi hingga 1,5 detik per blok.
  2. Maxwell Hardfork (Juni 2025) – lebih cepat lagi dengan kecepatan transaksi 0,75 detik per blok.

Beberapa pengguna membandingkan kecepatan ini dengan Solana, yang saat ini memiliki kecepatan 0,4 detik per blok. Namun, roadmap BNB Chain menunjukkan evolusi luar biasa dalam meningkatkan kecepatan dan efisiensi jaringan.

Persaingan dengan Ethereum dan Dampak pada Harga BNB

Pengumuman Pascal Hardfork datang hanya beberapa hari setelah Ethereum Sepolia Testnet menerapkan peningkatan Pectra, yang juga meningkatkan fungsionalitas EVM dan kontrak pintar Ethereum. Hal ini menandakan semakin ketatnya persaingan antar jaringan blockchain dalam menawarkan performa terbaik.

Meskipun pembaruan ini membawa dampak positif, harga BNB masih belum mengalami lonjakan signifikan. Namun, dibandingkan dengan aset kripto utama lainnya seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana, yang mengalami penurunan dua digit, BNB tetap lebih stabil dengan kenaikan 2% dalam sebulan terakhir.

Dengan roadmap ambisius ini, BNB Chain semakin memperkuat posisinya di dunia blockchain dan berpotensi menjadi salah satu jaringan paling efisien di masa depan. Kini, semua mata tertuju pada Pascal Hardfork dan bagaimana pembaruan ini akan mengubah lanskap ekosistem Binance Smart Chain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bank AS Kini Dapat Menangani Kripto dan Stablecoin Secara Legal

Regulator perbankan di Amerika Serikat, Office of the Comptroller of Currency (OCC), telah memberikan izin bagi bank untuk menangani aset kripto dan stablecoin.

Keputusan ini memungkinkan bank AS untuk menawarkan layanan kustodian aset digital, pemrosesan pembayaran stablecoin, serta menjalankan node blockchain.

Dampak Besar Bagi Sektor Keuangan

Ambcrypto melaporkan pada Minggu (9/3) bahwa banyak pengamat pasar percaya bahwa keputusan ini merupakan angin segar bagi industri keuangan digital.

Dengan keterlibatan bank dalam kripto, adopsi blockchain dalam sistem keuangan tradisional semakin luas.

Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aset digital, terutama di tengah peralihan pemerintahan yang semakin pro-kripto.

OCC Menghapus Larangan Sebelumnya

Sebelumnya, regulator keuangan sempat memberlakukan kebijakan yang membatasi keterlibatan bank dalam aset kripto, yang dikenal sebagai ‘Operation ChokePoint 2.0’.

Namun, dengan dicabutnya kebijakan tersebut, bank kini memiliki kebebasan lebih besar untuk berpartisipasi dalam sektor kripto tanpa menghadapi kendala regulasi yang ketat.

Respons Pelaku Pasar

Jeremy Allaire, pendiri Circle (penerbit stablecoin USDC), menyambut baik keputusan ini dan mengatakan bahwa bank segera akan mulai menggunakan USDC dalam transaksi blockchain.

Selain itu, Alexander Grieve dari Paradigm menekankan bahwa kebijakan baru ini menandai akhir dari pembatasan bank terhadap aset kripto.

Potensi Persaingan di Pasar Kustodian Kripto

Keputusan ini juga membuka peluang baru bagi bank-bank besar seperti JPMorgan, Goldman Sachs, dan BNY Mellon untuk menawarkan layanan kustodian kripto, termasuk penyimpanan ETF Bitcoin.

Hal ini berpotensi menciptakan persaingan langsung dengan platform kripto seperti Coinbase, yang selama ini mendominasi layanan tersebut.

Masa Depan Kripto dalam Sistem Perbankan

Dengan regulasi yang lebih terbuka, blockchain dan stablecoin semakin mendapat tempat dalam sistem keuangan tradisional.

Langkah ini tidak hanya mempercepat inovasi di sektor keuangan, tetapi juga memperkuat legitimasi aset digital dalam dunia perbankan.

Ke depan, perkembangan ini berpotensi mengubah lanskap keuangan global dengan lebih banyak integrasi antara teknologi blockchain dan sistem perbankan konvensional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

FIFA Umumkan Proyek ‘FIFA Coin’ di White House Crypto Summit

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan rencana peluncuran mata uang kripto bernama FIFA Coin di ajang White House Crypto Summit yang digelar pada Jumat.

Bitcoin News mengabarkan pada Minggu (9/3) bahwa pengumuman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump, meminta Presiden FIFA untuk berbicara di awal acara tersebut.

Infantino menekankan bahwa FIFA ingin memanfaatkan kekuatan mereknya yang mendunia, industri sepak bola yang bernilai sekitar 170 miliar dolar AS, serta basis penggemar yang mencapai 5 miliar orang.

“Bayangkan potensi yang ada di seluruh dunia, hanya dalam dunia sepak bola, jika kita mengembangkannya,” ujar Infantino.

Pengembangan FIFA Coin

Ia juga mengungkapkan bahwa FIFA sangat tertarik untuk mengembangkan FIFA Coin di bawah kepemimpinannya, dengan pusat pengembangannya berbasis di Amerika Serikat.

Dalam pidatonya, Infantino mengundang para peserta yang hadir untuk berkolaborasi dalam proyek ini. “Saya bukan ahli di bidang ini,” katanya.

“Jika ada yang tertarik, bekerjasamalah dengan FIFA. Kita berada di Amerika Serikat, dan kita akan menaklukkan dunia sepak bola dengan FIFA Coin.”

Peluncuran FIFA Coin diharapkan dapat menjadi inovasi baru dalam industri sepak bola, menghadirkan peluang baru dalam transaksi digital terkait tiket, merchandise, serta berbagai layanan lainnya.

Proyek Ambisi FIFA

Meskipun detail teknis proyek ini belum diumumkan, keterlibatan FIFA dalam dunia kripto menunjukkan tren adopsi teknologi blockchain di sektor olahraga global.

Pengumuman ini menuai beragam reaksi dari komunitas kripto dan sepak bola. Beberapa pihak menyambutnya sebagai langkah maju dalam digitalisasi olahraga.

Sementara yang lain menunggu detail lebih lanjut mengenai regulasi dan implementasinya.

Dengan pengaruh besar FIFA dalam dunia sepak bola, FIFA Coin berpotensi menjadi mata uang digital yang berdampak luas bagi industri olahraga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Charles Hoskinson Kritik Trump, Tak Diundang KTT Kripto

Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengungkapkan keterkejutannya atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump, yang memasukkan ADA dalam cadangan kripto nasional tanpa konsultasi terlebih dahulu seperti dikabarkan oleh Ecoinimist.

Pada 2 Maret 2025 lalu, ia menerima banyak pesan ucapan selamat namun tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

Charles menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menghubungi dirinya atau timnya mengenai keputusan tersebut sebelumnya.

Cadangan Kripto Trump Picu Perdebatan

Trump mengusulkan penciptaan cadangan kripto nasional AS dengan memasukkan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sebagai aset utama.

Namun, komunitas kripto terkejut saat melihat aset lain seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) juga masuk dalam daftar.

Pasca pengumuman, harga ADA melonjak 76% dalam hitungan jam sebelum mengalami penurunan tajam sebesar 30% pada hari berikutnya.

Hal ini memicu perdebatan tentang arah kebijakan kripto di AS, terutama terkait dengan dominasi Bitcoin dalam diskusi institusional.

Hoskinson Kecewa Tidak Diundang ke KTT Kripto Gedung Putih

Selain itu, Hoskinson juga menyuarakan kekecewaannya karena tidak diundang ke KTT Kripto Gedung Putih yang dijadwalkan pada 7 Maret.

Dalam unggahan di media sosial, ia menyatakan bahwa banyak orang di timnya memiliki koneksi dengan pihak Gedung Putih, tetapi mereka tidak menerima undangan.

Ia pun mempertanyakan efektivitas pertemuan tersebut dalam menentukan arah kebijakan kripto jangka panjang.

Perdebatan Legislasi Masih Berlanjut

Sementara itu, pada 5 Maret, beberapa legislator AS, termasuk Senator Tom Emmer dan Perwakilan Bryan Steil, mengadakan acara ‘Crypto Power Lunch’ untuk membahas kebijakan aset digital.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi perdagangan kripto, seperti Blockchain Association dan Digital Chamber, serta eksekutif dari perusahaan besar seperti Coinbase dan Consensys.

Ini menunjukkan bahwa diskusi mengenai regulasi kripto masih terus berlangsung di tingkat legislatif.

Dengan semakin berkembangnya industri kripto, keterlibatan semua pemangku kepentingan, termasuk pengembang blockchain seperti Hoskinson, menjadi penting dalam merumuskan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Mengalami Volatilitas Tinggi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi AS

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan volatilitas ekstrem, dengan data dari TradingView dan Glassnode mencatat lonjakan fluktuasi harga mendekati rekor tertinggi dalam siklus ini.

Mengutip laman Cointelegraph dan Thedefiant pada Kamis (6/3), ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang dagang dan rencana cadangan kripto nasional semakin memperburuk kondisi pasar.

Faktor Pemicu Lonjakan Volatilitas

Berdasarkan laporan Glassnode, volatilitas Bitcoin dalam periode satu dan dua minggu telah melampaui 80%.

Sementara itu, rata-rata true range (ATR), indikator volatilitas lainnya, mencapai lebih dari 4.900 dibandingkan sekitar 3.000 pada akhir Februari.

Dampak Penurunan Harga Bitcoin

Sejak mencapai harga tertinggi sepanjang masa sekitar $109.000 pada Desember lalu, harga Bitcoin telah turun hampir 30% hingga 5 Maret.

Penurunan ini juga berdampak pada altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), yang masing-masing turun lebih dari 50% dari puncaknya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pengaruh Tarif dan Cadangan Kripto AS

Pada 4 Maret, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, yang memicu ketidakpastian pasar.

Sebelumnya, optimisme sempat meningkat ketika Trump mengumumkan rencana cadangan kripto AS yang mencakup BTC, ETH, XRP, dan Cardano (ADA) pada 2 Maret.

Namun, reaksi pasar menunjukkan bahwa faktor makroekonomi lebih dominan dibandingkan sentimen positif dalam industri kripto.

Penurunan Tajam dan Likuidasi Besar-Besaran

Setelah menyentuh $93.000 pada 3 Maret, harga Bitcoin anjlok ke $82.000 akibat sentimen negatif dari kebijakan tarif.

Data menunjukkan bahwa lebih dari $1 miliar likuidasi terjadi di pasar derivatif kripto akibat fluktuasi harga yang ekstrem, dengan Bitcoin menyumbang sekitar $126 juta dan Ethereum $52 juta.

Pemulihan Harga Pasca Relaksasi Tarif

Pasar kripto mulai bangkit kembali setelah Presiden Trump melonggarkan tarif impor otomotif dari Kanada dan Meksiko, memberikan kelegaan bagi para investor.

Bitcoin kembali naik di atas $90.000, sementara Ethereum naik 3% ke $2.200 dan SOL menguat 2,5%.

Kapitalisasi pasar kripto pun meningkat 1,7% dalam 24 jam terakhir, menembus angka $3,05 triliun.

Kinerja Altcoin dan Indikator Sentimen Pasar

Di tengah reli pasar, beberapa altcoin mencatat kinerja yang luar biasa. Bitcoin Cash (BCH) melonjak 24%, sementara Jito (JTO) dan ONDO masing-masing naik 16%.

Namun, beberapa aset digital seperti Celestia (TIA) dan Toncoin (TON) mengalami penurunan sekitar 3%.

Indikator Sentimen Pasar: Extreme Fear

Indeks Ketakutan dan Keserakahan Bitcoin naik menjadi 20 setelah pemulihan harga, namun masih berada dalam kategori ‘Extreme Fear’.

Grafik ini mencerminkan ketidakpastian yang masih tinggi di kalangan investor, meskipun ada pemulihan harga.

Lonjakan volatilitas Bitcoin mencerminkan dampak besar faktor makroekonomi terhadap pasar kripto.

Kebijakan tarif AS dan rencana cadangan kripto menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga.

Investor perlu tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi yang dapat terus mempengaruhi pasar dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Regulasi Baru: Perdagangan Kripto di Rusia Menuju Adopsi Institusional

Pemerintah Rusia, melalui Kementerian Keuangan dan Bank Sentral, tengah mengembangkan skema Experimental Legal Regime (EPR) untuk perdagangan kripto di dalam negeri seperti dikabarkan oleh Coincu pada Kamis (6/3).

Langkah ini akan membatasi partisipasi perdagangan kripto hanya untuk investor yang sangat terampil atau super-qualified investors.

Meski begitu, kriteria pasti mengenai klasifikasi investor ini masih dalam tahap pengembangan.

Hanya Investor Super-qualified yang Bisa Berdagang Kripto

Alexey Yakovlev, Direktur Departemen Kebijakan Keuangan di Kementerian Keuangan Rusia, menegaskan bahwa perdagangan mata uang digital bukan sekadar wacana, melainkan sedang dalam proses realisasi.

Investor yang memenuhi syarat diharapkan berasal dari bank, pelaku pasar profesional, serta individu tertentu yang memiliki kualifikasi keuangan tinggi.

Saat ini, batasan kekayaan bagi investor berkualifikasi di Rusia adalah 12 juta rubel dan akan meningkat menjadi 24 juta rubel pada 1 Januari 2026.

Fokus Regulasi: Keamanan dan Perlindungan Investor

kripto untuk investasi jangka panjang
Ilustrasi kripto.

Yakovlev menekankan bahwa keberhasilan regulasi ini bergantung pada tiga faktor utama, yaitu pembentukan kerangka EPR, seleksi ketat bagi investor berkualifikasi, serta mitigasi risiko perdagangan.

Hingga kini, diskusi antara Kementerian Keuangan, Bank Sentral, dan pelaku pasar masih berada pada tahap awal, dengan fokus utama pada keamanan dan perlindungan hak investor.

Rusia Izinkan Kripto untuk Transaksi Internasional

Sejak 1 September 2024, Bank Sentral Rusia telah mengizinkan penggunaan kripto dalam aktivitas ekonomi luar negeri berdasarkan kerangka hukum khusus.

Regulasi ini memungkinkan bank menentukan aturan perdagangan serta membentuk operator penyelesaian transaksi berbasis mata uang digital di bawah Sistem Pembayaran Nasional.

Meski begitu, penggunaan kripto untuk pembayaran domestik tetap dilarang oleh pemerintah Rusia.

Adopsi Kripto Sebagai Alternatif Sistem Pembayaran Global

Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan Rusia telah menggunakan Bitcoin dan mata uang digital lainnya untuk transaksi internasional.

Langkah ini menjadi bagian dari respons Rusia terhadap sanksi ekonomi Barat pasca-invasi ke Ukraina.

Salah satu dampak terbesar dari sanksi tersebut adalah dikeluarkannya bank-bank Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT, yang menyulitkan transaksi lintas negara.

Putin dan Strategi Kripto untuk Menghindari Sanksi Barat

Presiden Rusia Vladimir Putin menilai bahwa dominasi dolar dalam sistem keuangan global telah dimanfaatkan oleh Amerika Serikat sebagai alat politik.

Oleh karena itu, Rusia berupaya mengembangkan alternatif pembayaran yang tidak bergantung pada sistem keuangan Barat, salah satunya dengan mengadopsi mata uang digital.

Meski begitu, strategi ini memicu perdebatan karena bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang menjadi dasar utama mata uang kripto seperti Bitcoin.

Langkah Rusia dalam mengatur perdagangan kripto menandai perubahan signifikan dalam kebijakan keuangan negara tersebut.

Dengan memperkenalkan sistem EPR dan membatasi perdagangan hanya bagi investor berkualifikasi tinggi, Rusia berusaha menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan ekonomi.

Di sisi lain, penggunaan kripto untuk transaksi internasional menunjukkan bagaimana negara ini semakin bergantung pada aset digital sebagai respons terhadap tekanan geopolitik global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin: Roadmap Pemulihan Menuju Rp 2,4 Miliar Setelah Crash

Bitcoin (BTC) kembali mengalami gejolak harga setelah mengalami crash yang membuatnya turun di bawah $85.000 (Rp 1,3 miliar).

Namun, para analis kripto melihat potensi pemulihan yang bisa membawa Bitcoin hingga mencapai $150.000 atau setara Rp 2,4 miliar.

Lantas, bagaimana proyeksi ini terjadi? Berikut analisisnya.

Pola Pergerakan Bitcoin Mirip Tahun 2020

Seorang analis kripto bernama Jelle membagikan grafik harga Bitcoin yang menunjukkan pola pergerakan harga mirip dengan tahun 2020.

Pada pola tersebut, Bitcoin mengalami kenaikan, diikuti oleh fase konsolidasi, sebelum akhirnya breakout dan mencapai puncak harga baru.

Kemudian, terjadi crash menuju level support sebelumnya sebelum kembali melonjak signifikan.

Prediksi Kenaikan dari Level Support

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 5 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 5 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan analisis historis, Bitcoin diperkirakan bisa mengalami pemantulan harga dari kisaran $68.000 hingga mencapai $74.000.

Seandainya skenario ini terjadi, Bitcoin berpotensi naik lebih dari dua kali lipat hingga menyentuh $150.000.

Namun, perlu dicatat bahwa pergerakan harga tidak selalu berjalan sesuai pola yang ada.

Keputusan Investasi: Haruskah Membeli Bitcoin Sekarang?

Sementara itu, Finbold menyebutkan bahwa para analis menekankan bahwa meskipun pola historis dapat menjadi acuan, tidak ada jaminan bahwa skenario tahun 2020 akan terulang di 2025.

Kenaikan sebelumnya hanya mencapai 33%, sementara prediksi saat ini menyebutkan potensi lonjakan lebih dari 100%.

Oleh karena itu, keputusan untuk membeli harus dilakukan dengan pertimbangan matang dan strategi yang tepat.

Kritik terhadap Analisis Fraktal Bitcoin

Tidak semua orang setuju dengan prediksi berbasis pola historis ini. Beberapa analis mengkritik pendekatan ini sebagai pencarian pola acak yang belum tentu valid.

Bahkan, Jelle sendiri mengakui bahwa ia hanya mengamati pergerakan harga tanpa kepastian mutlak mengenai pergerakan selanjutnya.

Risiko dan Volatilitas Pasar

Saat ini, pasar kripto sedang mengalami volatilitas ekstrem, sehingga tidak disarankan untuk melakukan perdagangan tanpa strategi yang jelas.

Jelle sendiri mengaku terus mengurangi kepemilikan Bitcoin-nya secara bertahap untuk menghindari risiko lebih besar akibat ketidakpastian pasar.

Strategi Investasi Bitcoin

Membeli Bitcoin saat crash memang bisa menjadi peluang, tetapi juga memiliki risiko tinggi. Jika pola tahun 2020 benar-benar terulang, harga Bitcoin masih bisa turun lebih dalam sebelum kembali naik.

Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan strategi yang matang, melakukan riset menyeluruh, dan tidak mengambil keputusan impulsif hanya berdasarkan prediksi.

Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, apakah Bitcoin benar-benar akan mencapai $150.000 (Rp 2,4 miliar)? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

White House Crypto Summit: Apa yang Bisa Diharapkan?

White House Crypto Summit yang akan digelar pada Jumat (7/3) ini menjadi salah satu peristiwa yang paling dinantikan oleh para pelaku pasar aset kripto.

Meskipun ekspektasi terhadap hasil pertemuan ini terbilang rendah, banyak pihak yang tetap memantau perkembangannya untuk melihat potensi kebijakan yang bisa mempengaruhi pasar.

Tidak Ada Rencana Pembelian Kripto?

Banyak yang skeptis mengenai kemungkinan pemerintah AS mengumumkan rencana pembelian aset kripto dalam jumlah besar.

Sekali pun ada, nilai yang ditawarkan kemungkinan hanya ratusan juta dolar, sehingga dampaknya terhadap pasar tidak akan terlalu signifikan.

Jika pemerintah AS benar-benar membeli aset kripto, investor kemungkinan akan mencoba mendahului langkah tersebut dengan membeli lebih dulu.

Potensi Penghapusan Pajak Keuntungan Kripto

Postingan DaanCrypto dalam sosial media X memprediksikan, salah satu kebijakan yang paling diantisipasi adalah kemungkinan pengecualian pajak keuntungan modal (capital gains tax) untuk keuntungan dari investasi kripto.

Seandainya hal ini benar-benar diumumkan, dampaknya bisa sangat positif bagi pasar. Namun, kebijakan ini tetap memerlukan persetujuan dari Kongres sebelum bisa diterapkan secara resmi.

Potensi Kenaikan Harga Kripto

Terlepas dari hasil pertemuan nanti, beberapa aset kripto yang berbasis di AS dan masuk dalam kategori cadangan strategis seperti Solana (SOL), XRP, dan Cardano (ADA) kemungkinan akan mengalami kenaikan harga.

Apalagi setelah penurunan besar dalam 36 jam terakhir, di mana mayoritas aset kripto mengalami penurunan di kisaran 20-40%, investor kemungkinan akan mulai melakukan alokasi ulang menjelang pertemuan.

Risiko Penurunan Lebih Lanjut

Jika pasar terus mengalami penurunan tanpa adanya berita baru menjelang pertemuan, bisa jadi ada faktor lain yang memengaruhi pergerakan harga.

Beberapa analis mencurigai adanya peran pihak dalam yang telah mengetahui informasi lebih awal dan melakukan transaksi besar-besaran, terutama di platform seperti Hyperliquid.

Fokus pada Investasi Jangka Panjang

Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas tinggi, dengan pergerakan harga 10-50% hanya dalam sehari karena satu berita tertentu. Hal ini membuat perdagangan jangka pendek menjadi sangat berisiko.

Oleh karena itu, banyak investor yang lebih memilih strategi investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko akibat fluktuasi harga yang ekstrem.

White House Crypto Summit menjadi momen penting bagi pasar kripto, meskipun ekspektasi terhadap hasilnya tidak terlalu tinggi.

Beberapa kebijakan potensial seperti penghapusan pajak keuntungan modal dapat memberikan dorongan positif, tetapi ketidakpastian tetap tinggi.

Dalam situasi seperti ini, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang guna menghadapi dinamika pasar yang sulit diprediksi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tarif Trump Picu Kepanikan, Pasar Kripto Rugi $300 Miliar

Kebijakan tarif baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap China, Meksiko, dan Kanada menyebabkan gejolak di pasar keuangan global.

Hal ini mengakibatkan pasar kripto mengalami kerugian besar, dengan total kapitalisasi pasar turun sebesar $300 miliar (Rp 4,9 kuadriliun).

CNBC menyebutkan pada Rabu (5/3) bahwa Bitcoin (BTC) jatuh hampir 10%, sementara altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP mengalami penurunan lebih dari 15%.

Ethereum, Solana, dan XRP Anjlok

Ethereum (ETH) mengalami penurunan sebesar 11%, Solana (SOL) jatuh hingga 15%, dan XRP turun 12%.

Cardano (ADA), yang sebelumnya menjadi top gainer pada hari Senin, mengalami penurunan paling drastis sebesar 20%, kini diperdagangkan di kisaran harga $0,80 (Rp 13 ribu).

Tarif Trump Guncang Pasar Global

Sentimen negatif ini dipicu oleh kebijakan tarif baru Trump, termasuk bea impor 25% terhadap barang dari Meksiko dan Kanada serta kenaikan tarif barang China menjadi 20%.

Hal ini membuat investor panik, menyebabkan aksi jual besar-besaran di pasar saham dan crypto.

Pasar Saham Ikut Terpuruk

Layaknya efek domino, tarif baru Trump menimbulkan dampak yang lebih luas. Tak hanya crypto, pasar saham AS juga terkena dampaknya.

Indeks S&P 500 turun 2%, sementara Dow Jones jatuh 650 poin menjelang penutupan perdagangan.

Sebagai respons terhadap kebijakan tersebut, China pun membalas dengan mengenakan tarif 10%-15% pada beberapa produk AS, memperburuk kekhawatiran akan perang dagang yang lebih luas.

Trump dan Dugaan Manipulasi Pasar Kripto

Sebelumnya, Trump mengumumkan inisiatif “US Crypto Strategic Reserves” yang memicu lonjakan harga Bitcoin hingga $94,000 (Rp 1,5 miliar).

Namun, hanya sehari setelahnya, pasar kripto anjlok drastis, sehingga memunculkan dugaan manipulasi pasar.

Beberapa ekonom bahkan menuding Trump telah menciptakan skema “pump-and-dump” terbesar dalam sejarah kripto.

Bitcoin Kehilangan Keuntungan Singkatnya

Bitcoin yang sempat melonjak akibat pengumuman Trump kini kembali ke level lebih rendah dari sebelum pengumuman tersebut.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pengumuman tersebut hanya taktik untuk meningkatkan harga sesaat sebelum jatuh.

Masa Depan Kripto di Tengah Ketidakpastian

Ketidakpastian seputar kebijakan Trump dan perang dagang global membuat masa depan kripto semakin sulit diprediksi.

Jika inisiatif US Crypto Strategic Reserves menghadapi hambatan regulasi, volatilitas di pasar kripto kemungkinan akan berlanjut. Investor pun kini lebih berhati-hati dalam menghadapi salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com