Tag Archives: blockchain

BlackRock: Staking Bisa Meningkatkan Performa ETF Ethereum

BlackRock, perusahaan investasi global, menyatakan bahwa penambahan fitur staking dapat meningkatkan performa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Ethereum.

Hal ini diungkapkan oleh Robert Mitchnick, kepala aset digital BlackRock, dalam Digital Asset Summit di New York seperti dilaporkan Yolowire pada Sabtu (23/3).

Staking: Solusi untuk Ethereum ETF yang Lesu

Sejak diluncurkan musim panas lalu, minat terhadap ETF Ethereum terbilang lemah. Menurut Mitchnick, salah satu faktor utama penyebabnya adalah ketidakmampuan dana tersebut untuk menghasilkan keuntungan dari staking.

Staking adalah metode bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil pasif dengan mengunci aset kripto mereka di jaringan blockchain untuk periode tertentu.

Dengan staking, investor bisa mendapatkan tambahan keuntungan tanpa harus menjual aset mereka.

Namun, saat ini fitur staking masih belum tersedia untuk ETF Ethereum dan Bitcoin di pasar kripto.

Mitchnick menegaskan bahwa staking memiliki peran penting dalam menghasilkan imbal hasil investasi di sektor ini.

Oleh karena itu, jika ETF Ethereum dapat menerapkan fitur staking, minat investor kemungkinan akan meningkat secara signifikan.

Tantangan Regulasi untuk Staking dalam ETF

Meskipun staking dapat memberikan keuntungan bagi investor, ada hambatan regulasi yang harus dihadapi.

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) hingga kini menganggap layanan staking sebagai potensi sekuritas yang tidak terdaftar berdasarkan Howey Test. Akibatnya, staking dalam ETF hingga saat ini masih belum bisa diterapkan.

Namun, Mitchnick tetap optimistis bahwa di bawah regulasi yang lebih ramah terhadap kripto, staking dapat diadopsi dalam ETF Ethereum.

Jika hal ini terjadi, ETF berbasis Ethereum dapat memiliki daya tarik yang lebih tinggi bagi investor.

Ethereum dalam Tren Penurunan

Saat ini, Ethereum mengalami masa sulit dengan penurunan nilai sekitar 40% sepanjang tahun ini.

Bahkan, mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini mencatat kinerja kuartal pertama terburuk sejak peluncurannya pada 2015.

BlackRock, yang menerbitkan iShares Ethereum Trust ETF (ETHA), juga mengalami dampak negatif dengan penurunan nilai hingga 43% sepanjang tahun ini.

Dengan kondisi ini, adopsi staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik dan performa aset tersebut di pasar.

BlackRock melihat staking sebagai solusi potensial untuk meningkatkan daya tarik ETF Ethereum yang saat ini masih lesu.

Namun, tantangan regulasi dari SEC bisa menjadi penghalang utama dalam penerapan fitur ini.

Jika regulasi ke depan lebih mendukung, staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan keuntungan bagi para investor.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Upbit Keluarkan Peringatan Investor untuk HiFi Finance (HIFI)

Platform perdagangan aset kripto asal Korea Selatan, Upbit, mengeluarkan peringatan resmi kepada investor terkait token HiFi Finance (HIFI) setelah terjadi peningkatan signifikan dalam pasokan token yang beredar.

Lonjakan ini dikhawatirkan akan mempengaruhi stabilitas harga dan likuiditas HIFI di pasar.

Alasan Mengeluarkan Peringatan

Sebelum mengeluarkan peringatan tersebut, Upbit merilis pemberitahuan yang menyoroti perubahan mendadak dalam pasokan token HIFI.

Menurut data on-chain, total pasokan HIFI yang beredar (circulating supply) meningkat drastis lebih dari 200% dalam kurun waktu 24 jam, dari sekitar 4 juta token menjadi lebih dari 12 juta token.

Perubahan ini diduga terkait aktivitas unlocking atau pelepasan token dari pihak pengembang atau pihak terkait proyek.

Upbit menegaskan bahwa lonjakan pasokan dapat menyebabkan volatilitas harga ekstrem dan berpotensi untuk memicu manipulasi pasar.

Peringatan ini bertujuan memberi kesadaran kepada investor untuk mengambil keputusan investasi dengan hati-hati.

Detail Lonjakan Pasokan HIFI

Menurut laporan Coinedition pada Kamis (20/3), penyebab lonjakan ini diduga berasal dari pelepasan token yang sebelumnya terkunci (vested tokens) oleh tim pengembang atau investor awal.

Imbasnya, harga HIFI anjlok 45% dalam 24 jam, dari puncak $2,50 ke level $1,38 setelah pasokan meningkat.

Selain itu, volume perdagangan HIFI di Upbit melonjak 300%, mencapai $28 juta dalam sehari, yang menunjukkan adanya aktivitas jual besar-besaran.

Tindakan Upbit

Sebagai langkah pencegahan, Upbit telah melakukan peningkatan pemantauan dan pengawasan terhadap perdagangan HIFI untuk mendeteksi manipulasi atau perdagangan tidak wajar.

Perusahaan asal Korea Selatan itu juga menambahkan label “peringatan investasi” pada halaman perdagangan HIFI di dalam platform.

Opsi terakhir, Upbit akan membekukan sementara deposit token HIFI hingga stabilitas pasar kembali pulih.

Respons Komunitas dan Pengembang

Menanggapi fenomena ini, Tim HiFi Finance telah mengklarifikasi bahwa pelepasan token adalah bagian dari jadwal vesting yang telah diumumkan sebelumnya, tetapi mengakui kurangnya komunikasi proaktif kepada komunitas.

Sedangkan dari kalangan investor, banyak pemegang HIFI mengkritik tim atas ketidaktransparanan, sementara sebagian lainnya memanfaatkan volatilitas untuk trading jangka pendek.

Analisis Pasar

Pakar aset kripto menilai insiden ini sebagai contoh risiko investasi dalam proyek dengan tokenomics tidak transparan.

Beberapa poin kritis, seperti jadwal pelepasan token yang tiba-tiba (Vesting Schedule) dapat menggoyahkan kepercayaan investor.

Dengan likuiditas yang terbatas, kapitalisasi pasar HIFI yang relatif kecil ($16 juta) membuatnya rentan terhadap fluktuasi pasokan.

Dari sisi regulasi, para ahli menyoroti insiden ini sebagai memonetum untuk memperkuat argumen perlunya pengawasan ketat terhadap praktik pelepasan token oleh otoritas.

Rekomendasi untuk Investor

Bagi para investor, dianjurkan untuk melakukan Due Diligence. Selidiki jadwal vesting dan alokasi token sebelum berinvestasi.

Selain itu, hindari kebiasaan FOMO (Fear of Missing Out). Pasalnya, volatilitas tinggi sering kali dimanfaatkan pelaku pasar untuk menjebak investor kurang berpengalaman.

Terakhir, investor disarankan untuk terus mengikuti pengumuman terbaru dari tim proyek dan pertukaran untuk menghindari risiko informasi asimetris.

Secara keseluruhan, peringatan Upbit terhadap HIFI mengingatkan investor akan pentingnya memahami dinamika pasokan token dalam proyek kripto.

Meski aset kripto menawarkan potensi keuntungan tinggi, risiko seperti manipulasi pasokan dan volatilitas ekstrem tetap menjadi tantangan serius.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Tahan Suku Bunga: Sinyal Bullish Bagi Pasar Kripto

Federal Reserve (The Fed) kembali membuat keputusan penting yang menjadi sorotan dunia, yaitu mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Keputusan ini, yang mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 5,25% hingga 5,5%, mengirimkan sinyal kuat tentang kehati-hatian The Fed dalam menghadapi kompleksitas ekonomi global saat ini.

Mengapa The Fed Bertindak Hati-hati?

Keputusan ini tidak diambil secara tiba-tiba. Setelah serangkaian kenaikan suku bunga yang agresif untuk menjinakkan inflasi, The Fed kini berada di persimpangan jalan.

Mereka melihat adanya tanda-tanda positif yang dapat dilihat dari aktivitas ekonomi yang terus berkembang, pasar tenaga kerja yang stabil, dan inflasi yang mulai mereda.

Namun di sisi lain, mereka juga menyadari bahwa tantangan masih ada, yaitu tingkat inflasi yang masih tetap tinggi.

Meskipun inflasi telah turun dari puncaknya, angkanya masih jauh dari target 2% yang diinginkan The Fed.

Hal ini membuat mereka tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga di masa depan, sehingga berakhir dengan tidak menurunkan suku bunga.

Ketidakpastian Ekonomi Global

Faktor-faktor seperti konflik geopolitik, gangguan rantai pasokan, dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar menciptakan ketidakpastian yang signifikan.

Menurut laporan Cryptobriefing pada Kamis (20/3), The Fed ingin memastikan bahwa mereka tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk situasi.

Dampak pada Pasar Kripto

Keputusan The Fed ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pasar kripto, terutama Bitcoin.

Secara historis, suku bunga yang rendah cenderung menguntungkan aset berisiko seperti kripto. Akibat putusan The Fed ini, investor akan mencari imbal hasil yang lebih tinggi.

Dalam lingkungan suku bunga rendah, investor mencari peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh aset tradisional seperti obligasi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan minat pada kripto.

Karena The Fed urung menurunkan suku bunga, ini berarti biaya pinjaman akan menjadi lebih rendah.

Suku bunga yang rendah juga mengurangi biaya pinjaman, yang dapat mendorong investasi dalam aset berisiko. Hanya saja, pasar kripto juga sensitif terhadap sentimen investor.

Jika investor khawatir tentang prospek ekonomi, mereka mungkin menarik dana dari aset berisiko, termasuk kripto.

Apa yang Akan Selanjutnya Terjadi?

The Fed akan terus memantau data ekonomi dengan cermat dan siap untuk menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.

Fokus mereka adalah untuk mencapai keseimbangan antara mengendalikan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bagi para investor, keputusan The Fed ini mengingatkan akan pentingnya untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

Secara keseluruhan, keputusan The Fed untuk menahan suku bunga mencerminkan pendekatan yang seimbang dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

Meskipun ada tanda-tanda positif, The Fed tetap waspada terhadap risiko dan akan terus memantau situasi dengan cermat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gugatan Ripple vs SEC Berakhir: Apa Dampaknya ke Harga XRP?

Setelah hampir tiga tahun dalam pertarungan hukum, gugatan antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akhirnya mencapai resolusi signifikan.

Kasus ini, yang menjadi sorotan global, dianggap sebagai momen kritis bagi masa depan regulasi aset kripto di Amerika Serikat.

Latar Belakang Gugatan

Pada Desember 2020, SEC menggugat Ripple Labs dan dua eksekutifnya, yaitu Brad Garlinghouse dan Chris Larsen, atas tuduhan penjualan XRP sebagai “sekuritas tidak terdaftar” senilai $1,3 miliar.

SEC berargumen bahwa XRP memenuhi definisi Howey Test (kriteria untuk menentukan aset sebagai sekuritas) karena investor membelinya dengan harapan keuntungan dari upaya Ripple.

Meski begitu, Ripple membantah klaim tersebut dengan menegaskan bahwa XRP adalah aset kripto utilitas yang digunakan untuk transaksi lintas batas, bukan investasi.

Bahkan, perusahaan juga menuduh balik SEC karena gagal memberikan kejelasan dan batasan-batasan dari regulasi sebelumnya.

Putusan Pengadilan yang Mengguncang

Pada Juli 2023, Hakim Analisa Torres dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York mengeluarkan putusan summary judgment (keputusan tanpa persidangan lengkap) yang membagi kemenangan antara kedua belah pihak.

Poin pertama, penjualan XRP ke investor institusional diklasifikasikan sebagai penawaran sekuritas tidak terdaftar, sehingga Ripple melanggar hukum.

Poin kedua, penjualan XRP di bursa kripto tidak dianggap sebagai sekuritas karena pembeli ritel tidak berinvestasi langsung dalam Ripple.

Putusan ini dirayakan komunitas kripto sebagai preseden penting yang membedakan antara penjualan aset ke institusi vs publik.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak pada Ripple dan XRP

Setelah putusan tersebut diumumkan, harga XRP naik lebih dari 70% dalam 24 jam. Selain itu, Ripple kembali ke bursa AS.

Bahkan, platform seperti Coinbase dan Kraken kembali mencantumkan XRP setelah sebelumnya delisting.

Tak hanya dari bursa kripto, dukungan juga datang dari ekosistem di industri ini. Perusahaan seperti Coinbase dan Blockchain Association mendukung Ripple dalam pernyataan amicus brief.

Reaksi SEC

Di kubu lawan, SEC dikabarkan tidak puas dengan putusan tersebut dan berencana mengajukan banding.

Ketua SEC Gary Gensler menyatakan bahwa keputusan ini “mengecewakan” tetapi tidak mewakili kekalahan total.

Implikasi untuk Industri Kripto

Dari kasus gugatan Ripple vs SEC tersebut, terdapat beberapa hal yang memerlukan perhatian khusus, terutama masalah kejelasan regulasi.

Pasalnya, putusan ini memberi panduan terbatas tentang bagaimana aset kripto dinilai sebagai sekuritas atau komoditas.

Perseteruan tersebut juga memberikan tekanan pada kongres AS. Banyak pihak mendorong legislasi jelas untuk mengatur kripto agar mengurangi ketergantungan pada gugatan SEC.

Meski begitu, kasus Ripple vs SEC juga membuka peluang untuk perusahaan lain yang mengalami hal serupa dengan platform besutan Brad Garlinghouse tersebut.

Jadi, perusahaan dengan token utilitas bisa saja menggunakan argumen yang serupa dengan Ripple untuk membela diri.

Langkah Selanjutnya?

Meski hakim telah menjatuhkan putusan, baik SEC maupun Ripple sama-sama berpeluang mengajukan banding, yang bisa memperpanjang ketidakpastian.

Hanya saja, Brad Gingerhouse dalam wawancara kepada Bloomberg menegaskan bahwa Ripple akan fokus pada ekspansi di pasar seperti Eropa dan Asia, di mana regulasi lebih progresif.

Menariknya, meski kasus tersebut hanya mengikat pada Ripple, namun putusan ini mungkin akan mempercepat persetujuan ETF spot Bitcoin dan Ethereum di AS.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok ke Rp 661 Juta, Kapan Terjadi?

Bitcoin kembali menghadapi ancaman penurunan harga yang signifikan seperti dilaporkan oleh Newsbtc pada Rabu (19/3).

Seorang analis kripto mengungkap indikator pasar bearish yang menunjukkan potensi kejatuhan harga Bitcoin hingga $40.000 (Rp 661 juta).

Jika prediksi ini benar, maka para investor harus bersiap menghadapi tahun yang penuh tantangan.

Siklus Halving dan Pola Bear Market Bitcoin

Analis kripto di TradingView, Xanrox, mengungkap bahwa Bitcoin selalu mengikuti siklus pasar yang terkait dengan peristiwa halving setiap empat tahun.

Siklus ini terdiri dari pasar bullish, di mana harga melonjak, dan pasar bearish, di mana terjadi koreksi tajam.

Secara historis, bull market berlangsung antara 742 hingga 1.065 hari, sedangkan bear market sekitar 364 hingga 413 hari.

Prediksi Bitcoin Turun 65% ke $40.000

Dalam setiap siklus, harga Bitcoin selalu mengalami penurunan besar setelah bull market. Secara historis, penurunan ini berkisar antara 77% hingga 86%.

Namun, Xanrox memperkirakan kali ini koreksi hanya mencapai 65%, mengingat kapitalisasi pasar Bitcoin yang lebih besar dan meningkatnya adopsi institusional.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Bukti Historis dan Analisis Grafik

Xanrox membagikan grafik harga yang menampilkan pola halving dan dampaknya terhadap pergerakan harga Bitcoin sejak awal kemunculannya.

Berdasarkan analisis statistik, prediksi harga Bitcoin dengan metode ini telah terbukti akurat di masa lalu.

Oleh karena itu, kejatuhan Bitcoin ke $40.000 dipandang sebagai sesuatu yang tidak akan terelakkan.

Kapitalisasi Pasar dan Prediksi Harga Jangka Panjang

Dengan kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $1,63 triliun, analis menilai tidak realistis bagi BTC untuk mencapai harga ekstrem seperti $300.000 atau $1 juta dalam waktu dekat.

Sebaliknya, prediksi menunjukkan bahwa tahun 2025 kemungkinan akan menjadi tahun bearish. Sementara bull run baru diperkirakan dimulai pada 2026.

CEO CryptoQuant: Bull Cycle Bitcoin Telah Berakhir

Pendapat bearish ini juga didukung oleh CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, yang menyatakan bahwa siklus bull Bitcoin telah berakhir.

Ia memperkirakan pasar akan mengalami pergerakan harga yang tidak menentu selama 6-12 bulan ke depan. Hal ini mengonfirmasi bahwa fase bear market telah dimulai.

Indikator On-Chain Menunjukkan Tren Bearish

Selain itu, berbagai metrik on-chain Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pasar bearish, seperti berkurangnya likuiditas baru dan aksi jual besar-besaran oleh whale.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $82.549, turun lebih dari 20% dari harga tertinggi sepanjang masa yang melebihi $109.000.

Dengan berbagai indikator pasar yang mengarah ke tren bearish, investor disarankan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Meskipun Bitcoin masih memiliki potensi besar di masa depan, periode bearish bisa menjadi tantangan bagi investor yang tidak siap menghadapi volatilitas pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga EOS Melonjak 30%: Pendorong Rebranding Jadi Vaulta

Belakangan ini, pandangan para investor pasar kripto tertuju pada dua ‘primadona’ yang cukup menarik perhatian, yaitu EOS.

Untuk diketahui, EOS adalah platform blockchain yang dirancang untuk pengembangan aplikasi terdesentralisasi (DApps).

Dengan menawarkan skalabilitas tinggi dan biaya transaksi rendah, EOS menjadi pilihan menarik bagi pengembang yang ingin membangun DApps skala komersial.

Platform ini menyediakan berbagai layanan inti, seperti basis data, akun pengguna dengan izin yang dapat disesuaikan, serta komunikasi asinkron.

Perdagangan EOS/USDT di Tokocrypto

Kabar baiknya, Tokocrypto menyediakan pasangan perdagangan EOS/USDT bagi pengguna yang ingin memperdagangkan EOS terhadap stablecoin ini.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto, harga EOS terhadap USDT berada di angka $0.6265, dengan kenaikan sekitar 30% dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, volume perdagangan mencapai 10,78 juta EOS, dengan harga tertinggi 0,6304 dan harga terendah 0,4724.

Pergerakan harga Eos (EOS/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Eos (EOS/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Transformasi EOS Menjadi Vaulta

EOS baru-baru ini mengumumkan rebranding menjadi Vaulta, dengan tujuan menghubungkan keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Vaulta akan memperkenalkan token baru yang dapat ditukar dengan rasio 1:1 oleh pemegang EOS saat ini.

Peluncuran token ini dijadwalkan pada Mei 2025 mendatang, dengan integrasi Bitcoin dan aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA).

Tantangan Regulasi Vaulta

Sebagai bagian dari perbankan Web3, Vaulta menghadapi tantangan regulasi dalam menggabungkan TradFi dengan kerangka kerja terdesentralisasi.

Namun, proyek ini didukung oleh dewan penasihat yang terdiri dari individu dari Systemic Trust, ATB Financial, dan Tetra Trust, yang diharapkan dapat membantu Vaulta menavigasi tantangan ini.

Potensi Keuntungan Vaulta

Vaulta menawarkan imbal hasil tahunan (APY) variabel sebesar 17% bagi pengguna yang melakukan staking token baru. Aliansi strategis dengan perusahaan seperti Ceffu dan Spirit Blockchain diharapkan dapat memperkuat ekosistemnya.

Pemegang EOS akan dapat menukar token mereka melalui portal khusus mulai Mei 2025, dengan periode konversi berlangsung selama empat bulan.

Dengan adanya rebranding menjadi Vaulta, EOS menandai langkah besar dalam dunia keuangan terdesentralisasi.

Sementara itu, USDT tetap menjadi stablecoin pilihan bagi banyak investor yang ingin menghindari volatilitas pasar kripto.

Bagi pengguna yang ingin memperdagangkan EOS dan USDT, Tokocrypto menyediakan platform yang mudah digunakan dengan fitur tambahan seperti Wallet Connect Transfer untuk kemudahan transaksi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Heroes of Mavia (MAVIA) Bangkit dengan Fitur Baru

Heroes of Mavia (MAVIA) mengalami lonjakan harga tak terduga setelah memperkenalkan fitur-fitur baru dalam game mereka.

Cryptopolitan melaporkan pada Selasa (18/3) bahwa Token MAVIA melonjak hingga $0,56 setelah sebelumnya merosot ke $0,11 selama akhir pekan.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat terhadap game Web3 masih ada, meskipun sektor ini belum sepenuhnya pulih dari tren penurunan.

Kebangkitan Token MAVIA

MAVIA sempat dianggap sebagai proyek yang hampir terlupakan dalam industri game Web3.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, token ini menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah mengalami penurunan panjang.

Dengan peningkatan harga hingga 370%, MAVIA mencapai level tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Meskipun kenaikan ini memberikan harapan, para analis menilai bahwa lonjakan MAVIA sangat dipengaruhi oleh leverage yang tinggi.

Open interest token ini melonjak dari $430 ribu menjadi lebih dari $14 juta dalam satu hari, sehingga ada potensi pembalikan harga secara tiba-tiba.

Fitur Baru Heroes of Mavia

Sebagai game strategi berbasis Web3, Heroes of Mavia memungkinkan pemain untuk membangun dan mempertahankan markas mereka.

Salah satu keunggulan utama game ini adalah kepemilikan aset dalam game yang berbasis blockchain, memberikan kebebasan bagi pemain untuk memiliki dan mengelola item mereka secara on-chain.

Untuk meningkatkan pengalaman bermain, tim pengembang Heroes of Mavia telah mengumumkan berbagai pembaruan, termasuk perbaikan pada mekanisme permainan.

Sebelumnya, banyak pemain mengeluhkan kesulitan dalam menambang emas untuk melakukan serangan, sehingga pengembang kini berupaya memperbaiki aspek tersebut.

Web3 Gaming Masih Bertahan

Meskipun industri gaming berbasis blockchain belum kembali ke kejayaannya, beberapa proyek tetap berusaha bangkit.

Saat ini, sektor Web3 gaming memiliki valuasi sekitar $11,87 juta, dengan beberapa token lain seperti GALA, SAND, dan Axie Infinity (AXS) yang juga mencoba bangkit.

Maka dari itu, MAVIA menjadi contoh bahwa token lama masih berpotensi menarik perhatian investor.

Dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $127 juta, token ini membuktikan bahwa Web3 gaming masih memiliki peluang untuk berkembang di masa depan.

Kenaikan tajam MAVIA menunjukkan bahwa pasar gaming berbasis blockchain belum sepenuhnya mati.

Dengan adanya fitur baru dan perbaikan pada mekanisme game, Heroes of Mavia berusaha menarik kembali minat para pemain dan investor.

Namun, karena kenaikan harga yang sangat cepat dan berbasis leverage tinggi, investor tetap harus berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait token ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Migrasi DeFi $6 Miliar, Ethena Labs Pindah ke Converge Blockchain

Dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi) terus berkembang dengan inovasi baru. Ethena Labs baru saja mengumumkan rencana migrasi ekosistem DeFi senilai $6 miliar ke Converge Blockchain.

Langkah ini diprediksi akan membawa dampak besar bagi industri kripto, termasuk Bitcoin, karena semakin banyak institusi yang tertarik pada teknologi blockchain.

Converge Blockchain: Masa Depan DeFi Institusional

Laporan terbaru dari Coincu pada Selasa (18/3) menyebut bahwa Converge Blockchain dikembangkan bersama Securitize dan akan diluncurkan pada kuartal kedua 2025.

Blockchain ini akan menggabungkan aplikasi DeFi tanpa izin (permissionless) dengan solusi institusional berizin (permissioned).

Dengan integrasi Ethereum Virtual Machine (EVM) dan fitur Know Your Customer (KYC) bawaan, Converge bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi dari institusi besar.

Bitcoin dan Pengaruh Migrasi DeFi

Sebagai aset kripto utama, Bitcoin bisa mendapat manfaat dari meningkatnya adopsi blockchain institusional.

Kepercayaan yang lebih besar terhadap teknologi blockchain melalui Converge dapat mendorong kenaikan permintaan terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai dalam ekosistem yang lebih matang dan teregulasi.

Dukungan dari Tokoh Kripto

Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, menyambut baik migrasi ini. Ia menyebut bahwa pendekatan Converge dalam menggabungkan aplikasi DeFi bebas izin dan berizin bisa menjadi langkah besar dalam adopsi DeFi oleh institusi.

Menurutnya, hal ini bisa berdampak positif bagi pasar kripto secara keseluruhan, termasuk Bitcoin.

Sejarah Migrasi DeFi Terbesar

Migrasi senilai $6 miliar ini menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah blockchain.

Dibandingkan dengan migrasi sebelumnya, Converge memiliki skala lebih besar dan menarik perhatian banyak pelaku industri keuangan.

Hal ini menunjukkan semakin eratnya hubungan antara teknologi blockchain dan keuangan tradisional.

Dampak pada Harga Bitcoin dan Kripto Lainnya

Saat pengumuman ini dibuat, harga token ENA Ethena naik 5,7% menjadi $0,42, sementara Ethereum mengalami kenaikan 2,3% menjadi $3.245.

Bitcoin, sebagai aset utama dalam ekosistem kripto, berpotensi mendapatkan dorongan dari adopsi blockchain yang lebih luas dan meningkatnya investasi institusional.

Migrasi Ethena Labs ke Converge Blockchain menjadi momen penting dalam sejarah DeFi. Dengan semakin banyaknya institusi yang tertarik pada blockchain, Bitcoin bisa memperoleh manfaat dari kepercayaan yang lebih besar terhadap teknologi ini.

Masa depan kripto semakin cerah dengan inovasi yang terus berkembang dan memperkuat integrasi antara DeFi dan keuangan tradisional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun 22%, Koreksi Harga Hanya Guncangan Sementara?

Bitcoin baru saja mengalami penurunan harga sebesar 22% dari rekor tertingginya, membuat banyak investor khawatir akan berakhirnya siklus bullish.

Namun, para analis seperti diberitakan oleh Coinpaper pada Selasa (18/3) menegaskan bahwa ini hanyalah guncangan sementara dan bukan awal dari pasar bearish.

Penurunan ini merupakan bagian dari siklus empat tahunan Bitcoin yang kerap mengalami koreksi sebelum kembali menguat.

Koreksi Harga dalam Siklus Bullish Adalah Hal Biasa

Sejarah menunjukkan bahwa koreksi harga dalam siklus bullish Bitcoin adalah fenomena yang umum terjadi.

Penurunan harga dari $109.000 (Rp 1,7 miliar) menjadi sekitar $83.279 (Rp 1,3 miliar) telah memicu sentimen ketakutan di pasar kripto.

Namun, para analis dari Bitfinex mengingatkan bahwa koreksi ini adalah bagian dari mekanisme pasar yang menghapus investor lemah sebelum harga kembali naik.

Investor Institusional dan ETF Memperkuat Pasar

Salah satu faktor yang membuat Bitcoin tetap kuat adalah masuknya investor institusional melalui ETF Bitcoin spot.

Hingga saat ini, ETF tersebut telah mengumpulkan lebih dari $125 miliar aset, yang menunjukkan ketertarikan tinggi dari dunia keuangan tradisional.

Hal ini juga dapat mengubah pola siklus empat tahunan Bitcoin yang sebelumnya lebih dipengaruhi oleh halving dan faktor teknis lainnya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Hubungan Bitcoin dengan Pasar Keuangan Global

Bitcoin tidak hanya bergerak secara independen, tetapi juga memiliki korelasi dengan pasar keuangan tradisional, terutama S&P 500.

Kondisi ekonomi global, suku bunga, dan kebijakan moneter dapat mempengaruhi pergerakan harga BTC.

Oleh karena itu, stabilitas pasar ekuitas bisa menjadi indikator penting untuk menentukan arah harga Bitcoin ke depan.

Halving dan Dampaknya pada Harga Bitcoin

Meskipun faktor institusional semakin berpengaruh, siklus halving Bitcoin tetap menjadi elemen kunci dalam pergerakan harga jangka panjang.

Halving terakhir pada April 2024 mengurangi hadiah blok menjadi 3,125 BTC, yang historisnya selalu diikuti oleh lonjakan harga Bitcoin.

Sejak halving terakhir, harga Bitcoin telah naik 31%, memperkuat teori bahwa pengurangan pasokan mendorong kenaikan harga.

Bitcoin Tidak Akan Mudah Digantikan

Seiring dengan koreksi harga yang terjadi, perdebatan mengenai masa depan Bitcoin kembali mencuat.

Investor teknologi Jason Calacanis berpendapat bahwa Bitcoin akan digantikan oleh aset yang lebih unggul.

Namun, para pakar industri menolak klaim ini, menegaskan bahwa Bitcoin bukan sekadar teknologi, tetapi merupakan revolusi keuangan yang memiliki jaringan global yang semakin kuat.

Bitcoin Masih dalam Tren Bullish

Meskipun mengalami penurunan harga yang signifikan, fundamental Bitcoin tetap kuat. Adopsi institusional, pengaruh siklus halving, dan pertumbuhan jaringan menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tren bullish.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, banyak analis percaya bahwa penurunan saat ini hanyalah guncangan sementara sebelum Bitcoin kembali mencetak rekor baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Biaya Transaksi Ethereum Cuma $0,02, Mengapa Tetap Murah?

Ethereum terus mempertahankan biaya transaksi yang rendah, memberikan keuntungan bagi para pengguna dalam berbagai aktivitas onchain.

Data terbaru dari News Bitcoin pada Minggu (16/3), menunjukkan bahwa biaya transaksi Ethereum tetap berada di bawah 1 gwei.

Dengan kondisi ini, pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas seperti transfer aset, perdagangan di DEX, hingga transaksi NFT dengan biaya yang minimal.

Aktivitas Blockchain yang Hemat Biaya

Pada 15 Maret 2025, biaya transaksi Ethereum untuk kecepatan tinggi hanya sekitar 1,53 gwei atau setara dengan $0,05 saja.

Sementara itu, transaksi dengan kecepatan standar atau lebih lambat hanya memerlukan biaya antara 1,07 hingga 0,57 gwei ($0,03 hingga $0,02).

Ethereum tetap aktif dengan rata-rata 1 juta hingga 1,358 juta transaksi harian, mempertahankan stabilitas dalam ekosistemnya.

Swap Token dan NFT Lebih Terjangkau

Bagi pengguna yang sering melakukan swap token di jaringan Ethereum, biaya yang dikenakan sekitar $0,81 untuk transaksi prioritas.

Namun, dengan strategi yang tepat, pengguna dapat menekan biaya hingga $0,30 per transaksi.

Sementara itu, transaksi NFT yang memerlukan pemrosesan cepat bisa dikenakan biaya sekitar $1,38, tetapi opsi lebih hemat tersedia di kisaran $0,51.

Biaya Bridging dan Pinjaman Juga Rendah

Selain transaksi reguler, aktivitas seperti bridging aset dan pinjaman onchain juga mendapatkan keuntungan dari rendahnya biaya transaksi Ethereum.

Pengguna hanya perlu mengeluarkan sekitar $0,10 untuk melakukan bridging aset dan sekitar $0,69 untuk menggunakan protokol peminjaman berbasis blockchain.

Perbedaan Biaya Transfer dan Smart Contract

Transfer ETH secara langsung lebih murah dibandingkan dengan interaksi dengan smart contract.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan dalam sumber daya komputasi yang diperlukan untuk menjalankan transaksi di jaringan Ethereum.

Meskipun demikian, kondisi ini tetap menguntungkan pengguna yang melakukan transfer reguler maupun aktivitas DeFi lainnya.

Prospek Keberlanjutan Biaya Rendah Ethereum

Tren rendahnya biaya transaksi Ethereum ini mencerminkan permintaan yang stabil dan efisiensi jaringan yang optimal.

Dengan kondisi ini, pengguna dapat lebih leluasa melakukan transaksi, baik untuk perdagangan, investasi, maupun eksplorasi fitur DeFi dan NFT.

Apakah tren ini akan terus berlanjut? Semua bergantung pada dinamika pasar kripto dan tingkat kepadatan jaringan di masa mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com