Tag Archives: btc

Seberapa Jauh Bitcoin Bisa Turun Setelah Anjlok 20%?

Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan dan turun lebih dari 20% dari level tertinggi sepanjang masa (ATH) yang baru-baru ini dicapai.

Penurunan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Bitcoin masih akan terus turun, dan seberapa dalam koreksi ini bisa terjadi?

Bitcoin Turun 20%: Apakah Koreksi Belum Berakhir?

Dalam sebulan terakhir, harga Bitcoin telah mengalami penurunan hingga 16%, dengan pelemahan sebesar 11% hanya dalam seminggu terakhir. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $86.147, setelah menyentuh level terendah $82.131,90 dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan Coingape, selain faktor teknikal, tekanan jual juga diperparah oleh arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin Spot di AS. Pada 26 Februari, tercatat bahwa investor menarik dana hingga $754,6 juta dari ETF Bitcoin, menandakan melemahnya minat pasar terhadap aset digital ini.

Level Penting yang Harus Diperhatikan

Level penting yang harus diperhatikan olen investor BItcoin (BTC). SUmber: Sumber: Rekt Capital, X.
Level penting yang harus diperhatikan olen investor BItcoin (BTC). SUmber: Sumber: Rekt Capital, X.

Beberapa analis melihat penurunan ini sebagai koreksi sehat yang dapat menarik investor baru untuk masuk dengan harga lebih rendah. Michael van de Poppe, seorang analis pasar ternama, menyatakan bahwa Bitcoin harus bertahan di level $87.000 agar bisa pulih. Jika level ini gagal dipertahankan, ada kemungkinan aksi jual lebih lanjut yang dapat membawa harga BTC ke kisaran $70.000.

Analis lain, Ali Martinez, memperkirakan bahwa jika Bitcoin turun di bawah $93.198, level support berikutnya ada di sekitar $70.440. Dengan sentimen bearish yang masih dominan, skenario penurunan ke level $70.000 menjadi semakin memungkinkan.

Apakah Bitcoin Bisa Pulih?

Meskipun sedang mengalami tekanan, beberapa ahli tetap optimis terhadap pemulihan harga Bitcoin. Analis Rekt Capital mencatat bahwa Bitcoin hampir menutup “CME Gap” yang terbentuk di kisaran $78.000 – $80.700, yang bisa menjadi sinyal pembalikan harga. Selain itu, ada CME Gap baru di rentang $92.700 – $94.000, yang bisa mendorong Bitcoin kembali ke $93.500 dalam jangka pendek.

Grafik sinyal Bitcoin. Sumber: Rose Premium Signals, X.
Grafik sinyal Bitcoin. Sumber: Rose Premium Signals, X.

Beberapa prediksi jangka panjang bahkan lebih optimis. Rose Premium Signals memperkirakan bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai $130.000, terutama jika tren historis pengisian CME Gap terus berlanjut.

Penurunan harga Bitcoin saat ini memicu kekhawatiran, tetapi juga bisa menjadi peluang bagi investor untuk masuk dengan harga lebih rendah. Jika level support penting di $87.000 gagal dipertahankan, maka Bitcoin bisa turun ke $70.000. Namun, jika pemulihan terjadi, ada kemungkinan harga kembali ke atas $90.000 dan bahkan menembus level yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

Pasar kripto selalu dinamis dan volatil. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan mempertimbangkan strategi yang matang sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Grafik Sinyalkan Kenaikan 6% Lagi

Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil mempertahankan harga di atas level psikologis $105.000. Para analis teknikal kini mengamati formasi pola segitiga simetris yang mengindikasikan potensi breakout kuat dalam waktu dekat.

Kompresi Harga Menuju Breakout

Pada grafik 2 jam, pergerakan BTC membentuk pola segitiga simetris—ditandai oleh serangkaian lower highs dan higher lows. Pola ini menciptakan zona kompresi harga yang biasanya berakhir dengan lonjakan volatilitas ke satu arah. Pusat konvergensi garis tren saat ini berada di sekitar $105.500, menandai bahwa keputusan besar dari pasar kemungkinan akan terjadi dalam 24–48 jam ke depan.

3 Sinyal Teknikal Utama Dukung Aksi Bullish

Dilaporkan Cryptonews, sejumlah indikator teknikal utama menunjukkan bahwa pasar tengah condong ke arah bullish:

  1. Divergensi RSI: Indikator RSI mencetak higher lows meski harga sempat turun—tanda klasik melemahnya tekanan jual.
  2. MACD Positif: Histogram MACD berubah dari negatif (-8,218) ke positif (+218), sementara garis MACD biru melintasi garis sinyal—indikasi kuat peningkatan momentum beli.
  3. Support EMA 50: Rata-rata pergerakan 50-periode di $105.420 terus menahan koreksi harga, bertindak sebagai support dinamis yang solid.

Volume Menyusut, Penanda Akumulasi?

Selama fase konsolidasi ini, volume perdagangan terus menurun—persis seperti yang diharapkan dari pola segitiga sehat. Penurunan volume ini menunjukkan bahwa trader institusi dan ritel sedang mengakumulasi posisi, bukan mendistribusikannya.

Target Breakout: Menuju $109.000?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bitcoin, ETH, DOGE Stabil di Tengah Ketegangan Perdagangan AS-China

Prediksi harga BTC masih bersifat netral hingga breakout terjadi. Titik masuk ideal bagi trader adalah saat harga menembus dan bertahan di atas $106.767 dengan konfirmasi volume. Jika breakout ini terjadi, proyeksi target pola segitiga menunjukkan potensi kenaikan ke area $109.000.

Sebaliknya, stop loss yang aman biasanya ditempatkan sedikit di bawah swing low terakhir di $104.098, menjaga risiko tetap terkendali dalam kondisi volatilitas tinggi.

Faktor Fundamental Ikut Mendukung

Sentimen makro turut memperkuat potensi bullish ini. Perusahaan seperti Sberbank meluncurkan obligasi berbasis Bitcoin, sementara Strategy Inc. (dulu MicroStrategy) kembali membeli BTC senilai $250 juta. Ini menandakan bahwa institusi masih melihat nilai jangka panjang dalam Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Terkoreksi Tajam: Likuidasi $202 Juta dan Peluang Breakout Baru


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Bitcoin Maret 2025: Apakah Terus Turun atau Rebound?

Bitcoin (BTC) mengalami penurunan signifikan setelah sebagian besar Februari berada dalam kisaran harga yang stabil. Untuk pertama kalinya sejak November, BTC turun di bawah $90.000 dan saat ini diperdagangkan di angka $88.956.

Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran akan tekanan bearish yang dapat terus berlanjut hingga bulan Maret.

Apa Kata Para Ahli?

Beberapa analis memiliki pandangan yang berbeda tentang pergerakan harga BTC ke depan. Brian, analis utama di Santiment, mencatat bahwa whale Bitcoin tampaknya mulai mengurangi aktivitas perdagangan mereka, yang bisa menjadi indikasi potensi penurunan lebih lanjut.

“Whale Bitcoin tampaknya telah beristirahat sejenak dan tidak melakukan akumulasi saat ini (sebagian besar tetap stabil),” ungkap Brian dalam wawancara dengan BeInCrypto.

Data dari IntoTheBlock mendukung analisis ini, menunjukkan bahwa arus kas bersih pemegang Bitcoin dalam jumlah besar telah turun lebih dari 600% dalam 30 hari terakhir. Pemegang besar, yaitu alamat yang memiliki lebih dari 0,1% dari total pasokan BTC, tampaknya melakukan lebih banyak penjualan dibandingkan pembelian. Akibatnya, peningkatan pasokan di pasar dapat semakin menekan harga BTC ke bawah.

Sementara itu, John Glover, Kepala Investasi (CIO) di Ledn, memprediksi bahwa BTC akan tetap berada dalam kisaran harga antara $89.000 hingga $108.000 sepanjang Maret.

Netflow Pemegang Besar Bitcoin. Sumber: IntoTheBlock.
Netflow Pemegang Besar Bitcoin. Sumber: IntoTheBlock.

“Dari perspektif teknis, BTC mengikuti salah satu dari dua skenario: pertama, kemungkinan penurunan ke $89.000 atau bahkan $77.000 sebelum mengalami reli berikutnya. Kedua, kita mungkin sudah mencapai titik terendah, dan BTC akan bergerak naik menuju $130.000. Namun, sulit untuk memprediksi jalur mana yang akan diambil dalam jangka pendek,” jelas Glover.

Dampak Kebijakan AS terhadap Bitcoin

Sejumlah investor juga mempertimbangkan dampak kebijakan Presiden AS, Donald Trump, terhadap pasar kripto. Diketahui bahwa Trump memiliki sikap pro-kripto dan berencana menyederhanakan regulasi terkait aset digital. Namun, menurut Glover, efek dari kebijakan Trump sudah sebagian besar terjadi.

“Kita sudah tahu bahwa Trump mendukung aset digital dan telah mengambil langkah untuk menyederhanakan regulasi. Saya tidak menganggapnya sebagai faktor utama dalam pergerakan harga BTC dalam jangka pendek,” tambahnya.

Bitcoin Oversold, Akankah Rebound?

Indikator teknikal menunjukkan bahwa Bitcoin mendekati level oversold, yang berpotensi membuka peluang untuk pemulihan harga.

Relative Strength Index (RSI), indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kondisi overbought dan oversold suatu aset, saat ini berada di angka 31,16. Angka ini mendekati level 30, yang biasanya dianggap sebagai sinyal bahwa aset sudah mengalami tekanan jual berlebihan dan mungkin akan segera rebound.

Jika tekanan jual mereda, BTC berpotensi mengalami kenaikan kembali ke level $92.325. Namun, jika tekanan jual terus berlanjut, harga BTC bisa jatuh lebih dalam ke level $80.835.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

Maret 2025 menjadi bulan yang penuh ketidakpastian bagi Bitcoin. Skenario yang mungkin terjadi adalah BTC tetap terjebak dalam kisaran harga $89.000 hingga $108.000, dengan kemungkinan koreksi lebih dalam hingga $77.000 sebelum reli berikutnya.

Sementara itu, sentimen pasar masih dipengaruhi oleh aksi jual dari investor besar dan dinamika makroekonomi, termasuk kebijakan AS terhadap aset kripto. Bagi investor, memahami kondisi pasar saat ini sangat penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek mungkin sulit diprediksi, tetapi indikator teknikal seperti RSI menunjukkan bahwa ada peluang pemulihan jika tekanan jual berkurang. Apakah BTC akan kembali bullish dalam waktu dekat atau masih menghadapi tekanan bearish? Kita tunggu perkembangan selanjutnya!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tips Swing Trading untuk Pemula dengan Modal Kecil

Akvitas trading sering dianggap harus memiliki modal yang besar, padahal kamu bisa melakukannya hanya dengan modal awal Rp20.000 jika menggunakan aplikasi Tokocrypto lho!

Artikel ini akan membahas mengenai pengertian, hingga tips untuk swing trading bagi pemula dengan modal kecil.

Apa Itu Swing Trading?

Swing trading adalah strategi perdagangan yang memanfaatkan fluktuasi harga dalam jangka waktu pendek. Biasanya, seorang swing trader akan menahan posisi selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Tujuan utama dari swing trading adalah menangkap “ayunan harga” atau price swing, yaitu momentum saat harga naik atau turun secara signifikan.

Baca juga: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

Apakah Swing Trading Cocok untuk Modal Kecil?

Swing trading sangat cocok bagi trader pemula dengan modal kecil karena beberapa alasan. Pertama, strategi ini memungkinkan trader untuk tidak harus berada di depan layar setiap saat, sehingga bisa dilakukan paruh waktu sambil bekerja atau belajar. Dengan memilih posisi yang kuat secara teknikal, trader bisa membiarkan asetnya tumbuh selama beberapa hari.

Kedua, swing trading memberikan potensi keuntungan dalam waktu yang relatif singkat dibanding jika hanya melakukan investasi atau holding, bahkan dengan modal kecil. Jika dilakukan dengan konsisten, akumulasi profit kecil secara konsisten bisa memberikan dampak besar dalam pertumbuhan akun.

Ketiga, strategi ini menekan biaya transaksi karena tidak perlu melakukan banyak entry dan exit seperti scalping atau day trading. Supaya biaya seperti perdagangan tidak menggerus modal, kamu bisa menggunakan bursa seperti Tokocrypto yang punya potongan biaya perdagangan rendah hingga gratis biaya transaksi dengan fitur beli/jual instan.

Baca juga: Masuk ke Pasar Crypto Ternyata Bisa Tanpa Modal! Ini Caranya

Berapa Modal Minium untuk Swing Trading?

Tidak ada angka pasti untuk modal minimum swing trading, namun banyak orang yang menyarankan untuk mulai dari $100 sampai $1000 dan hanya menggunakan uang “dingin”. Sebenarnya, semakin besar semakin besar juga posisi yang kamu ambil, yang berarti potensi profit dan loss lebih tinggi per pergerakan harga.

Biasanya swing trader direkomendasikan untuk mengambil risiko tidak lebih dari 1-2% dari total modal per transaksi, sebagai salah satu bentuk manajemen risiko. 

Itu artinya, jika kamu memiliki $500, maka risiko per posisi sebaiknya hanya $5–$10. Jangan lupa juga gunakan stop loss untuk membatasi kerugian dan pastikan setiap posisi memiliki rasio risk-to-reward yang seimbang atau idealnya lebih dari 1:2.

Sebagai permulaan dan dalam rangka belajar, bahkan kamu bisa melakukan swing trading dengan modal awal minimal Rp20.000 melalui aplikasi Tokocrypto lho! Klik di sini untuk lihat detail lengkapnya!

Strategi Swing Trading untuk Akun Kecil

Pertama, pilih setup dengan potensi high-reward. Ini bisa berupa pola teknikal seperti double bottom, breakout resistance, atau continuation pattern seperti bull flag dan bull pennant.

Gunakan juga indikator teknikal yang sudah terbukti seperti RSI (Relative Strength Index) untuk mendeteksi overbought dan oversold, serta MACD untuk melihat momentum dan potensi pembalikan arah. 

Pastikan untuk memiliki rencana trading yang mencakup target profit dan level stop loss sebelum membuka posisi. Jangan terpancing untuk memperbesar posisi hanya karena perasaan atau intuisi sesaat.

Baca juga: 4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula 

Tips Swing Trading untuk Pemula dengan Modal Kecil

Mengelola modal kecil berarti kamu harus memastikan setiap rupiah bekerja secara maksimal.

Pertama, hindari membiarkan dana menganggur terlalu lama. Selama kondisi pasar mendukung, upayakan agar modal kamu berada dalam posisi aktif.

Kedua, selalu patuhi manajemen risiko. Jangan pernah tergoda untuk membuka posisi besar dengan harapan keuntungan cepat. Ingat: satu kesalahan bisa saja membuat seluruh keuntungan dari beberapa transaksi yang berhasil hilang.

Ketiga, hindari FOMO (fear of missing out). Trader modal kecil harus lebih sabar dalam menunggu peluang yang benar-benar valid. Jangan masuk pasar hanya karena “takut ketinggalan”. Disiplin menunggu sinyal dan setup berkualitas akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Untuk memperkuat validasi analisis yang kamu lakukan, kamu bisa bergabung dengan komunitas Tokocrypto di Telegram dan membuka diskusi mengenai setup yang kamu miliki bersama ribuan trader lainnya. Gabung di sini: https://t.me/TokocryptoOfficial

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan paling umum di kalangan trader bermodal kecil adalah tidak menggunakan stop loss, membuka terlalu banyak posisi sekaligus, dan mengejar profit tanpa strategi exit yang jelas.

Emosi juga menjadi musuh utama—trading berdasarkan rasa takut atau serakah sering kali menyebabkan keputusan impulsif. Untuk mengatasinya, selalu patuhi setup trading yang telah dibuat, dan gunakan pendekatan berbasis data, bukan perasaan.

Baca juga: 3 Kesalahan Fatal Harus Dihindari Saat Trading Altcoin di Pasar Bullish

Kesimpulan

Meskipun modal kecil bukanlah kondisi ideal untuk swing trading, bukan berarti pemula harus berkecil hati. Dengan strategi yang disiplin dan fokus pada eksekusi yang tepat, modal yang dimiliki dapat berkembang dan ber-compounding

Kunci utamanya adalah konsistensi dalam memilih trade yang sesuai dengan analisis, menjaga risk-reward ratio yang positif, serta menghindari keputusan impulsif yang dapat menggerus modal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber:

VectorVest. 2025. “Swing Trading With A Small Account: Best Practices”.



Sumber : news.tokocrypto.com

Waspada, Arus Keluar ETF Bitcoin Tembus $1,1 Miliar

Ketakutan pasar mendorong investor menjauh dari aset berisiko karena meningkatnya ketegangan perdagangan dan ketidakpastian ekonomi.

Imbasnya, ETF Bitcoin spot AS membukukan arus keluar bersih sekitar $1,1 miliar pada hari Selasa. Ini merupakan arus keluar harian terbesar sejak peluncurannya, menurut data dari Farside Investors.

Sejauh minggu ini, arus keluar bersih grup tersebut telah melonjak hingga lebih dari $1,6 miliar.

Penarikan besar-besaran berlanjut selama aksi jual tajam pasar kripto, dengan investor mundur dari aset berisiko dalam menghadapi meningkatnya kekhawatiran ekonomi makro setelah ancaman tarif Presiden Trump.

FBTC milik Fidelity memimpin eksodus dengan arus keluar sekitar $344 juta, diikuti oleh IBIT milik BlackRock dengan hampir $162 juta dalam penebusan, dan ARKB milik ARK Invest dengan $126 juta.

Sementara itu, BITB milik Bitwise dan BTC milik Grayscale masing-masing mencatat lebih dari $85 juta dalam arus keluar bersih.

Arus Keluar ETF Bitcoin

EZBC milik Franklin Templeton merugi $74 juta, sedangkan GBTC milik Grayscale dan BTCO milik Invesco masing-masing turun sebesar $66 juta dan $62 juta.

Dana pesaing yang dikelola oleh Valkyrie, WisdomTree, dan VanEck juga melaporkan arus keluar bersih.

Arus keluar yang intens melampaui rekor sebelumnya yang ditetapkan pada 19 Desember, ketika kelompok ETF Bitcoin spot melihat penarikan hampir $672 juta setelah Bitcoin turun di bawah $97.000.

Penarikan tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar $672 juta yang ditetapkan pada tanggal 19 Desember, menandai hari keenam berturut-turut arus keluar untuk kelompok ETF, yang melihat penarikan sebesar $539 juta pada hari Senin.

Bitcoin menyentuh $86.000 hari ini, level terendah sejak November, dan saat ini diperdagangkan pada $88.000, turun 7% selama seminggu terakhir, menurut TradingView.

Secara keseluruhan, total kapitalisasi pasar kripto telah turun 3,5% dalam waktu 24 jam terakhir.

Picu Likuidasi

Penurunan tajam di seluruh aset memicu likuidasi leverage senilai $1,6 miliar pada hari Senin, sebagaimana dilaporkan Crypto Briefing pada Kamis (27/2).

Mantan CEO BitMEX Arthur Hayes memperingatkan potensi penurunan pasar saat dana lindung nilai menghentikan perdagangan dasar mereka yang melibatkan ETF Bitcoin.

“Banyak pemegang $IBIT adalah dana lindung nilai yang melakukan long ETF short CME futures untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih besar daripada yang mereka lakukan, yaitu pendanaan jangka pendek US treasury,” kata Hayes.

Ia memperingatkan bahwa jika harga Bitcoin jatuh, “dana ini akan menjual $IBIT dan membeli kembali CME futures.”

Gejolak pasar menyusul pengaktifan kembali tarif oleh Presiden Trump atas barang-barang dari Meksiko dan Kanada, yang menyalakan kembali ketakutan terhadap inflasi dan mendorong investor menjauh dari aset-aset berisiko.

Bahkan Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto, ukuran sentimen pasar kripto, telah turun dari 25 ke 21, tetap berada dalam “zona ketakutan ekstrem.”


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sberbank Luncurkan Obligasi Bitcoin di Rusia

Sberbank, bank terbesar di Rusia, telah meluncurkan obligasi terstruktur yang dipatok pada harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

Langkah ini menandai komitmen Sberbank untuk memperluas eksposur Rusia terhadap aset kripto, meskipun negara tersebut memiliki regulasi yang ketat terhadap cryptocurrency.

Inovasi Keuangan di Tengah Regulasi Ketat

Meskipun Bank Rusia telah mengeluarkan kebijakan yang membatasi penggunaan cryptocurrency, Sberbank berhasil mengembangkan produk keuangan yang memungkinkan investor domestik mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa melanggar regulasi yang ada.

Obligasi ini dirancang sedemikian rupa sehingga tidak melibatkan transaksi langsung dengan cryptocurrency, tetapi tetap memberikan keuntungan yang terkait dengan fluktuasi harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 3 Juni 2025: Harga Bitcoin Perlahan Bangkit

Struktur Obligasi dan Mekanisme Pengembalian

Obligasi terstruktur ini menawarkan pengembalian yang bergantung pada dua faktor utama: harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

Investor yang membeli obligasi ini akan menerima pembayaran berdasarkan kinerja kedua faktor tersebut selama periode tertentu.

Namun, penting untuk dicatat bahwa produk ini tidak memberikan hak kepemilikan langsung atas Bitcoin, melainkan eksposur terhadap pergerakan harga aset kripto tersebut.

Peluang dan Risiko bagi Investor Rusia

Peluncuran obligasi berbasis Bitcoin ini memberikan peluang bagi investor Rusia untuk mendapatkan keuntungan dari potensi apresiasi harga Bitcoin tanpa harus terlibat langsung dalam pasar kripto yang masih dianggap berisiko tinggi oleh regulator.

Namun, produk ini juga membawa risiko, terutama terkait dengan volatilitas harga Bitcoin dan fluktuasi nilai tukar USD/RUB. Investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam obligasi terstruktur ini.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Langkah Sberbank Menuju Masa Depan Keuangan Digital

Peluncuran obligasi berbasis Bitcoin ini merupakan bagian dari strategi Sberbank untuk mengintegrasikan teknologi blockchain dan aset digital ke dalam layanan keuangan tradisional.

Sebelumnya, pada tahun 2021, Sberbank telah meluncurkan ETF berbasis blockchain pertama di Rusia, yang memberikan eksposur kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi blockchain dan cryptocurrency.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Sberbank untuk tetap berada di garis depan inovasi keuangan, meskipun menghadapi tantangan regulasi di pasar domestik.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 2 Juni 2025: Likuidasi Bitcoin Bisa Dorong Harga

Inovasi dalam Batasan Regulasi

Peluncuran obligasi berbasis Bitcoin oleh Sberbank mencerminkan upaya bank terbesar di Rusia untuk mengakomodasi minat masyarakat terhadap aset kripto, sambil tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

Meskipun produk ini tidak memberikan akses langsung ke cryptocurrency, ia menawarkan cara bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

Langkah ini dapat menjadi model bagi institusi keuangan lainnya yang ingin memasuki pasar aset digital tanpa melanggar batasan regulasi yang ada.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 3 Juni 2025: Harga Bitcoin Perlahan Bangkit!

Pasar kripto hari ini, Selasa (3/6) tetap semangat meski pergerakan Bitcoin masih tipis! BTC dekati $107K dengan sentimen bullish yang terus menguat. Data ekonomi AS pekan ini bakal jadi penentu arah pasar, terutama laporan tenaga kerja!

Sementara itu, Ethereum catat pasokan terendah di bursa dalam 7 tahun — sinyal altseason? Solana anjlok 15%, tapi whale justru akumulasi — peluang reli ke $195,55! Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Harga Bitcoin Naik Tipis, Sinyal Bullish Tetap Kuat

  • Bitcoin mendekati $107.000, menyeimbangkan optimisme bullish.
  • BTC naik di tengah penolakan Powell berkomentar soal ekonomi AS.
  • Level penting tembus resistensi $107.265 dapat meningkatkan BTC.

Indikator Ekonomi AS Pengaruhi Kripto Minggu Ini

  • Laporan JOLTS April (3 Juni): Lebih sedikit lowongan kerja dukung Bitcoin.
  • Data Ketenagakerjaan ADP Mei (4 Juni): Pertumbuhan pekerjaan swasta.
  • Klaim Pengangguran Awal & Non-Pertanian Mei (6 Juni): Konfirmasi tren pasar.

Ikut 𝗧𝗮𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝗻𝗴 𝗧𝗼𝗸𝗼𝗰𝗿𝘆𝗽𝘁𝗼 Raih Hadiah Rp200juta!

  • Cukup trading min. Rp20.000 dan kumpulin volume atau transaksi.
  • Raih total hadiah Rp200 juta buat para pemenang.
  • Cek ketentuannya di sini bit.ly/Scroll_TandingTrading

Penurunan 15% Solana: Pemicu Reli Potensial?

  • Solana anjlok 15% ke $153,53 di tengah kemunduran pasar kripto.
  • Aktivitas on-chain Solana menurun, mengindikasikan akumulasi whale.
  • Sentimen bullish & pendanaan positif dorong SOL ke $171,88 atau $195,55.

Guncangan Pasokan Ethereum: Akankah Altcoin Berjaya?

  • Pasokan Ethereum di bursa anjlok ke level terendah 7 tahun.
  • Permintaan Ethereum melonjak, paus beli 1,2 juta ETH dalam 2 minggu.
  • Bitcoin mendekati puncak, memicu potensi musim altcoin.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Harga Bitcoin Hari Ini (26/2/2025) Turun di Bawah $89.000

Dalam seminggu yang ditandai oleh fluktuasi pasar yang intens, harga BitcoinBTC ) telah jatuh ke titik terendah baru, sementara sentimen investor telah bergeser secara dramatis.

Indikator-indikator utama menunjukkan penurunan yang signifikan, dengan indeks ketakutan kripto sekarang berada di zona “ketakutan ekstrem”.

Akibatnya, harga Bitcoin turun dan telah jatuh di bawah $89.000 di tengah ketakutan ekstrem yang melanda di kalangan para investor.

Selain itu, arus keluar yang substansial dari ETF Bitcoin AS telah memperparah tekanan ke bawah pada harga Bitcoin.

Di tengah turbulensi ini, pasar kripto yang lebih luas telah melihat penurunan tajam pada Altcoin utama, seperti pada Solana dan XRP.

Sementara itu, perkembangan regulasi baru dan langkah-langkah strategis oleh para pemain industri utama terus membentuk lanskap.

Harga Bitcoin Anjlok di Tengah Arus Keluar ETF Bitcoin AS

Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam, turun di bawah angka $89.000 untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.

Penurunan ini merupakan bagian dari tren penurunan harga yang lebih luas di pasar kripto, yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Indeks keserakahan kripto, ukuran sentimen pasar, telah anjlok hingga 26, yang menandakan meningkatnya kegugupan investor.

Bersamaan dengan itu, ETF Bitcoin AS telah melaporkan arus keluar terbesar kedua tahun ini, dengan perdagangan dasar turun di bawah 5%.

Puncak dari faktor-faktor ini telah mengakibatkan kerugian $1,2 miliar dalam taruhan kripto yang bullish, karena pasar bergulat dengan meningkatnya likuidasi.

Hal yang menambah tekanan, pergerakan harga Bitcoin telah mencerminkan pergerakan pasar tradisional, yang telah mengalami volatilitasnya sendiri.

Kontrak berjangka Nasdaq telah merosot, dan kekhawatiran atas yen Jepang telah memicu perilaku menghindari risiko di kalangan investor.

Sebagaimana dilaporkan The Tokenist pada Rabu (26/2), Analis telah mencatat bahwa rentang perdagangan Bitcoin saat ini kurang momentum, yang menyebabkan periode kontraksi di pasar kripto.

Kontraksi ini semakin diperburuk oleh aksi jual pasar kripto, yang telah menyebabkan Solana dan XRP jatuh masing-masing sebesar 14% dan 8%.

Sentimen Industri

Tindakan regulasi dan inisiatif strategis terus memengaruhi ruang kripto. Dalam perkembangan yang signifikan, penegak hukum AS telah menyita $31 juta dalam bentuk kripto yang terkait dengan peretasan Uranium Finance, yang menggarisbawahi tantangan keamanan dan regulasi yang sedang berlangsung dalam industri blockchain.

Sementara itu, Ethena Labs telah mengintegrasikan oracle bukti cadangan milik Chaos Labs, yang bertujuan untuk memperkuat manajemen risiko dalam menghadapi ketidakstabilan pasar.

Di sisi korporat, Binance telah melihat peningkatan taruhan berjangka Bitcoin terbuka lebih dari $1 miliar, bahkan saat mata uang kripto tersebut menunjukkan pola candlestick bearish.

Pergerakan ini mencerminkan posisi strategis oleh para pedagang yang mengantisipasi penyesuaian harga lebih lanjut.

Selain itu, cuitan terbaru Sam Bankman-Fried telah meningkatkan minat terhadap FTT, yang menyoroti pengaruh angka-angka penting pada dinamika pasar.

Meskipun terjadi penurunan saat ini, beberapa investor memanfaatkan peluang di tengah kekacauan ini.

Khususnya, El Salvador dan Metaplanet telah meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka, dengan membeli pada harga masing-masing sekitar $94.050 dan $96.185.

Akuisisi strategis ini menunjukkan perspektif jangka panjang, karena entitas ini memposisikan diri untuk keuntungan di masa mendatang saat pasar stabil.

Seiring berjalannya minggu ini, para pelaku pasar tetap waspada, memantau perkembangan dengan saksama, dan menyesuaikan strategi mereka.

Dengan harga Bitcoin saat ini yang berkisar di $88.402,93, beberapa hari mendatang akan sangat penting dalam menentukan arah pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin, ETH, DOGE Stabil di Tengah Ketegangan Perdagangan AS-China

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali memanas, membawa dampak pada berbagai sektor ekonomi global, termasuk pasar kripto.

Meski demikian, tiga aset digital utama: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Dogecoin (DOGE), menunjukkan ketahanan yang mengesankan dalam menghadapi dinamika global ini.

Menurut laporan terbaru, harga Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin relatif stabil meskipun sentimen global sedang bergejolak.

Para analis pasar kripto melihat pergerakan ini sebagai sinyal positif bahwa aset digital mulai menjadi opsi lindung nilai (safe haven) alternatif, sama seperti emas atau obligasi pemerintah di masa-masa tidak pasti.

Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi Tajam: Likuidasi $202 Juta dan Peluang Breakout Baru

Ketegangan Perdagangan Kembali Memanas

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pemerintah AS dan China kembali terlibat dalam perang dagang terbuka yang mempengaruhi tarif impor dan ekspor kedua negara.

Situasi ini tentu saja memicu kekhawatiran pasar global tentang potensi perlambatan ekonomi.

Namun, pasar kripto menunjukkan reaksi yang berbeda. Alih-alih terpukul, beberapa aset kripto justru tetap kokoh.

Bitcoin, misalnya, masih bertahan di kisaran harga $68.000 – $70.000 dan menunjukkan pola konsolidasi yang kuat.

Ethereum tetap solid di atas level $3.700, sementara Dogecoin, meski lebih volatil, masih mempertahankan dukungan kuat di atas $0,15.

“Pesta Besar” Jika Bitcoin Tembus $106.000

Salah satu analis pasar kripto terkemuka, Kaleo, menyebut bahwa jika Bitcoin mampu menembus level psikologis penting di $106.000, pasar akan mengalami “big party” alias lonjakan besar-besaran.

Menurutnya, harga tersebut bisa menjadi pemicu masuknya likuiditas besar dari investor institusional maupun ritel, yang selama ini masih menunggu kepastian arah pasar.

“Level $106K bisa menjadi katalis utama untuk fase bullish berikutnya. Kita akan melihat peningkatan aktivitas perdagangan dan arus masuk yang signifikan,” jelas Kaleo melalui akun media sosial X.

Meskipun harga saat ini masih jauh dari target tersebut, sinyal teknikal menunjukkan tren naik yang perlahan namun pasti.

Koreksi minor dan konsolidasi yang terjadi justru dianggap sehat dan menjadi landasan kuat untuk pergerakan selanjutnya.

Ketahanan Pasar Kripto Semakin Diuji

Ketahanan Bitcoin dan kawan-kawan dalam situasi geopolitik seperti ini menjadi perhatian utama banyak pengamat pasar.

Di masa lalu, aset kripto seringkali dianggap terlalu volatil dan tidak stabil sebagai penyimpan nilai.

Namun, perkembangan tahun 2024 hingga 2025 menunjukkan perubahan signifikan dalam persepsi investor.

Penguatan adopsi institusional, peningkatan penggunaan stablecoin, serta regulasi yang mulai matang di berbagai negara menjadikan kripto lebih mapan.

Meskipun ketegangan global tetap menjadi ancaman, pasar kini jauh lebih resilien dibandingkan beberapa tahun lalu.

Ethereum dan Dogecoin Ikut Menarik Perhatian

Sementara Bitcoin menjadi pusat perhatian, Ethereum juga menunjukkan performa yang semakin kuat.

Dengan upgrade teknis berkelanjutan dan pertumbuhan ekosistem DeFi serta NFT yang stabil, Ethereum tetap menjadi aset favorit di luar Bitcoin.

Ditambah lagi, ETH mendapat dukungan dari peningkatan minat institusional dan pertumbuhan jaringan layer-2 seperti Arbitrum dan Optimism.

Di sisi lain, Dogecoin yang kerap dianggap sebagai memecoin, masih mampu mempertahankan nilainya di tengah ketidakpastian.

Didukung oleh komunitas aktif dan sentimen positif dari tokoh seperti Elon Musk, DOGE tetap menjadi bagian dari narasi pasar kripto saat ini.

Baca Juga: Tether Ungkap Kepemilikan Bitcoin $10 Miliar dan Cadangan Emas

Meskipun ketegangan antara AS dan China menciptakan ketidakpastian di pasar global, aset kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin justru menunjukkan kekuatan dan stabilitas.

Jika Bitcoin mampu menembus level $106.000, lonjakan besar bisa terjadi — menjadi momen bersejarah bagi pasar aset digital.

Dengan adopsi yang terus tumbuh dan perubahan sentimen publik serta institusional terhadap kripto, masa depan aset digital tampaknya semakin menjanjikan, bahkan di tengah badai geopolitik.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

HK Asia Holdings Tambah Investasi Bitcoin, Saham Naik Signifikan

HK Asia Holdings Limited, perusahaan investasi asal Hong Kong, kembali menambah kepemilikan Bitcoin setelah mengalami lonjakan harga saham yang signifikan.

Dalam pengumuman terbaru pada 23 Februari 2025 seperti dikutip dari Cointelegraph pada Selasa (25/2), perusahaan menyatakan bahwa dewan direksi telah menyetujui peningkatan investasi dalam Bitcoin.

Dongkrak Harga Saham

Pada 20 Februari, HK Asia membeli sekitar 7,88 BTC dengan total biaya sekitar $761.705. Dengan pembelian ini, total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai 8,88 BTC dengan harga rata-rata pembelian sebesar $97.021 per koin atau sekitar $861.500 secara keseluruhan.

Sebelumnya, pada 16 Februari, HK Asia pertama kali membeli 1 BTC. Langkah ini langsung berdampak positif pada harga saham perusahaan yang melonjak hampir 93% pada 17 Februari saat pasar dibuka kembali.

Tren kenaikan saham ini berlanjut setelah pembelian terbaru. Pada 24 Februari, saham HK Asia naik sekitar 5,7% di bursa saham Hong Kong dan diperdagangkan di angka 6,66 dolar Hong Kong (sekitar $0,86).

Jika harga saham ini bertahan, HK Asia berpotensi menutup perdagangan di atas rekor tertinggi Juni 2019, yaitu 6,50 dolar Hong Kong (sekitar $0,84). Sejauh tahun ini, harga saham perusahaan telah meningkat hingga 1.700%.

Langkah HK Asia dalam mengadopsi Bitcoin mencerminkan tren global di mana perusahaan publik mulai menginvestasikan aset mereka dalam cryptocurrency guna meningkatkan pendapatan.

Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dalam pengumuman sebelumnya, perusahaan menyatakan bahwa popularitas cryptocurrency yang meningkat di dunia bisnis menjadi salah satu alasan utama investasi ini.

Harga Bitcoin sendiri saat ini masih stabil dalam 24 jam terakhir, turun kurang dari 1% ke angka $95.537. Sejak 5 Februari, Bitcoin belum mampu menembus batas psikologis $100.000 dan turun 12% dari puncaknya pada 20 Januari yang mencapai $108.786.

Keputusan HK Asia untuk terus menambah kepemilikan Bitcoin menunjukkan bahwa minat institusional terhadap aset digital ini terus meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com