Tag Archives: eth

Analis: Ethereum Mungkin Bisa Beri Banyak Untung Daripada Bitcoin

Ethereum saat ini tetap menjadi kripto yang populer setelah Bitcoin. Namun, cara kerjanya di market sangat berbeda dengan BTC. Saat membandingkan keduanya, Bitcoin kehilangan nilainya lebih cepat daripada ETH, dan karena itu kami bertanya, apakah ETH akan mengalahkan BTC?

Kami akan sedikit memberikan gambaran terkait perkembangan Ethereum dan Bitcoin di artikel ini. 2021 adalah tahun yang baik untuk Bitcoin dan bahkan ETH, tetapi saat 2022 dimulai, segalanya berubah, yang pertama turun, dan yang terakhir tetap stabil untuk sementara waktu.

Kami telah melihat Bitcoin menyalip ETH saat bull run. Menjadi rumit untuk membayangkan bahwa kita dapat menemukan ETH untuk mengambil alih posisi sebagai Raja Kripto.

Ethereum Bisa Lebih Untung Dibanding Bitcoin

Dikutip U.Today, ahli ekonomi makro, Alex Kruger, menjelaskan Bitcoin menjadi aset makro sejak lama, dan pedagang kripto dapat menggunakannya untuk berdagang Ethereum, yang bergerak sejalan dengan BTC dengan volatilitas yang lebih besar.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Kruger juga menyarankan bahwa Ethereum adalah beta BTC yang tinggi, sehingga aset menunjukkan pergerakan yang sama di market, tetapi dengan volatilitas yang lebih besar.

“Selama bull run, lebih bermanfaat untuk memiliki eksposur ke ETH daripada BTC karena yang pertama menunjukkan pengembalian yang lebih besar dibandingkan dengan emas digital,” kata Kruger.

Ethereum Merge Menarik Investor Institusional

Menjelang The Merge yang sangat ditunggu-tunggu, arus masuk institusional ke dalam produk Ethereum telah meningkat. Waktu The Merge telah menjadi rebutan bagi ekosistem Ethereum.

Baca juga: Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

Pengembang mengharapkannya sekitar 19 September, meskipun waktunya tidak konkret. Namun, dengan rincian sebelum fase pengujian akhir dari acara tersebut terungkap, perdagangan derivatif telah berbalik naik.

Kepala Riset CoinShares, James Butterfill, percaya telah terjadi perubahan dalam sentimen investor. Ia menyoroti bahwa investor institusional menumpuk taruhan mereka pada produk investasi berdasarkan Ethereum.

“Faktanya, mereka menyaksikan arus masuk sebesar US$ 16 juta yang mengarah ke arus masuk tujuh minggu berturut-turut dengan total US$ 159 juta. Institusi membanjiri Ethereum karena sentimen di sekitar aset kripto terbesar kedua di dunia itu melihat pembalikan positif yang dapat memacu perilaku pembelian lebih lanjut,” jelas Butterfill dikutip CryptoPotato.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Era baru Ethereum 2.0 mungkin akan datang lebih cepat dari yang diharapkan. Peningkatan Ethereum yang telah lama ditunggu-tunggu — dikenal sebagai The Merge — telah diumumkan akan terjadi lebih cepat dari jadwal sebelumnya.

Dilaporkan Decrypt, pengembang Ethereum telah mengumumkan proses migrasi jaringan blockchan ETH yang Proof-of-Work (PoW) menjadi Proof-of-Stake (PoS) akan terjadi pada 15 atau 16 September mendatang.

Pembaruan yang akan menyelesaikan perpindahan Ethereum ke mekanisme konsensus bukti kepemilikan ini pada awalnya diharapkan terjadi pada atau sekitar 19 September 2022.

Anthony Sassano, seorang “Ethereum educator” independen, yang ikut mendirikan situs web penelitian Ethereum EthHub, mengatakan di Twitter: “Penggabungan mainnet Ethereum telah dijadwalkan untuk sementara sekitar 15/16 September.”

Baca juga: Analis: Ethereum Mungkin Bisa Beri Banyak Untung Daripada Bitcoin

Era Baru ETH 2.0 Semakin Dekat

Ada dua langkah tersisa sampai Ethereum menyelesaikan peningkatannya: dikenal sebagai “Bellatrix” dan “Paris.” Pengembang ETH mengatakan bahwa “Bellatrix” akan berlangsung pada 6 September.

Bagian terakhir dari peningkatan, yang dikenal sebagai “Paris,” akan terjadi ketika tingkat hash Ethereum (ukuran kekuatan komputasi jaringan) mencapai tingkat tertentu. Itu saat ini diperkirakan akan terjadi pada 15 September.

Tapi ini bisa berubah dalam beberapa hari dan minggu mendatang, karena tingkat hash jaringan tidak konstan dan dapat meningkat atau menurun seiring waktu.

Ethereum 2.0: Ramah Lingkungan dan Lebih Cepat

Upgrade Ethereum ke ETH 2.0 berarti bahwa alih-alih menjadi blockchain Proof-of-Work, Ethereum akan menjadi Proof-of-Stake. Ini akan menghilangkan kebutuhan akan penambang. Validator akan menggantikan mereka dan menjaga keamanan jaringan dengan mengunci kripto asli jaringan, ETH.

Perubahan yang telah lama ditunggu-tunggu dan dibicarakan ini diharapkan membuat blockchain smart contract terkemuka di dunia lebih cepat, lebih terukur, dan jauh lebih hemat energi. Pada Konferensi Komunitas Ethereum di Prancis pada bulan Juli lalu, salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mengatakan bahwa pembaruan jaringan berikut akan “bagus untuk desentralisasi”.

Perubahan ini juga diharapkan memiliki dampak deflasi pada ETH, karena mempertaruhkan kemungkinan akan memperlambat laju peningkatan pasokan ETH. Dan jika pertumbuhan pasokan melambat sementara permintaan meningkat, itu terbukti bermanfaat bagi investor Ethereum.

Ethereum 2.0: Gas Fees Murah

Buterin juga mengatakan biaya gas fees US$ 5 di Ethereum terlalu tinggi untuk beberapa negara. Ini adalah salah satu hal penting yang dapat diperbaiki oleh The Merge.

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin bicara soal ETH 2.0..
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin bicara soal ETH 2.0.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

“Hari ini, dengan rollup, kadang-kadang sudah 25 sen, kadang-kadang kurang dari 25 sen. Dan jika Anda menganalisis apa yang akan terjadi sebagai hasil dari perbaikan, maka kita berbicara tentang biaya potensial mungkin US$ 0,05 sen, atau mungkin bahkan sebagai serendah US$ 0,002,” kata Buterin dikutip Kitco.

“Transaksi yang jauh lebih murah ke titik di mana transaksi on-chain akan menjadi terjangkau bagi banyak orang yang saat ini tidak terjangkau?”





Sumber : news.tokocrypto.com

Kenali Perbedaan Ethereum dan Bitcoin

Selain bitcoin, salah satu mata uang kripto yang saat ini banyak diperbincangkan oleh investor dan trader adalah ethereum. Ethereum banyak dicari setelah harganya yang terus naik dalam satu tahun kebelakang. Dengan umurnya yang baru menginjak 6 tahun pada 2020 ini, nilai ethereum diprediksikan akan terus naik pada tahun-tahun berikutnya.

Ethereum sendiri mulai dikenalkan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014, berawal dari seorang penambang bitcoin. Buterin memandang bitcoin bisa digunakan untuk hal yang lebih modern dan lebih besar. Pada saat itu, Buterin dan teman-temannya mulai membuat rancangan Whitepaper tentang proyek tersebut. Buterin menyebutkan bahwa Ethereum dirilis untuk memenuhi kebutuhan transaksi Cross-Chain dan Cross-Platform dengan tujuan utamanya menghancurkan batas-batas transaksi finansial yang ada saat ini dan didominasi oleh perbankan.

Ethereum sendiri secara sederhana merupakan platform software untuk programmer membangun aplikasi yang menggunakan teknologi blockchain. Pada platform Ethereum, ada mata uang kripto  bernama Ether yang digunakan untuk bertransaksi pada jaringan tersebut. Jadi ethereum merupakan platform aplikasi, yang sebenarnya masuk ke dalam cryptocurrency adalah ether yang merupakan mata uang dari platform Ethereum.

Sementara itu, bitcoin lebih dahulu ditemukan oleh anonim yang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin juga menggunakan teknologi blockchain dalam sistemnya. Secara sederhana perbedaan dari dua mata uang kripto ini ada pada tujuan dan fungsinya. Bitcoin menawarkan sistem uang elektronik peer-to-peer untuk pembayaran atau transfer Bitcoin. Sementara Ethereum memfokuskan blockchain-nya untuk menjalankan program terdesentralisasi, termasuk salah satunya pembayaran atau transfer Ether. Untuk lebih lengkapnya mari kita bahas bersama.

Perbedaan Ethereum dengan Bitcoin

Hampir sama seperti Bitcoin, Ethereum merupakan sistem yang terdesentralisasi. Artinya, tidak ada seseorang ataupun perusahaan yang bisa mengontrol Ethereum. Namun, pada sistem Ethereum terdapat fitur yang paling  berbeda dari bitcoin. Fitur tersebut adalah Smart Contract.

Smart Contract secara sederhana  merupakan fitur untuk perjanjian antara dua orang dalam bentuk kode pada komputer. Smart contract berada di jaringan blockchain, sehingga data tersebut disimpan di database publik dan tidak dapat diubah.

Transaksi yang terjadi menggunakan smart contract akan diproses oleh blockchain, sehingga smart contract dapat dikirim secara otomatis tanpa pihak ketiga seperti bank, pemerintah, broker, dan lain sebagainya.  Transaksi hanya terjadi pada kondisi ketika perjanjian terpenuhi. Dengan tidak adanya pihak ketiga, maka tidak ada entitas yang perlu dipercayai dalam menjalankan smart contract tersebut.

Selain fitur smart contract ada beberapa yang berbeda dari dari kedua mata uang kripto yang sedang naik daun tersebut. Diantaranya adalah: 

  • Generasi Blok: di Ethereum, Generasi Blok pada sistem blockchain memiliki kecepatan 12 detik per blok. Sedangkan pada Bitcoin, Generasi Blok memiliki kecepatan yang jauh lebih lama 10 menit per blok.
  • Kecepatan Transaksi: Karena perbedaan Generasi Blok yang sudah dijelaskan di atas, kecepatan perpindahan blok pada Ethereum berbanding jauh dari Bitcoin, sehingga proses kecepatan transaksinya pun menjadi jauh lebih cepat.
  • Biaya Transaksi: Pada bitcoin, biaya yang dikenakan per transaksi adalah tetap, namun pada Ethereum biaya transaksi berbeda-beda. Tergantung pada daya komputasi yang ada pada saat itu.
  • Fitur transaksi: Pada Ethereum terdapat fasilitas seperti exchanger yang dapat digunakan oleh user untuk menukarkan Ethereum ke bitcoin atau ke mata uang kripto lainnya. Namun, pada Bitcoin hanya mendukung transaksi antar pengguna Bitcoin saja, sehingga penukaran bitcoin ke mata uang kripto lain atau ke mata uang konvensional membutuhkan exchanger seperti Tokocrypto. 
  • Fitur EVM: Pada fitur EVM dapat diaplikasikan dalam platform lainnya sebagai penyedia layanan transaksi berbasis Ether. Evm adalah sebuah proses pencatatan transaksi yang cepat aman dan mudah. Fitur ini juga dapat diimplementasikan pada sistem lainya. 

Nah itulah perbedaan-perbedan dari ethereum dengan bitcoin. Jika anda ingin memiliki kedua mata uang kripto tersebut anda bisa mengakses websites www.tokocrypto.com atau menghubungi kami lewat media sosial dengan username @Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Aset Kripto yang Paling Banyak Dipegang Orang Indonesia

Sepanjang 2021, investor kripto di Indonesia meraup keuntungan yang direalisasikan sebesar $ 731 juta atau setara Rp 10 triliun. Secara global, investor kripto di seluruh dunia sukses dapat cuan sebesar $ 162,7 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun 2020 hanya $ 32,5 miliar.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Chainalysis bertajuk “2021 Chainalysis Global Crypto Adoption Index“, Indonesia menempati peringkat 44 dari 50 negara yang dirisetnya dalam perolehan keuntungan investasi kripto paling besar sepanjang tahn 2021 lalu. Posisi Indonesia paling bawah dibanding negara di Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.

Laporan Chainalysis juga mengungkap aset kripto yang paling banyak dipegang oleh investor di Indonesia. Disebutkan token yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Bitcoin, Ethereum, dan koin/token lainnya. Namun tidak dijelaskan secara rinci berapa persen jumlah penggunaan ketiga token tersebut.

Sementara itu, data lainnya yang dipaparkan Finder mengungkap dari 2.502 pengguna internet di Indonesia yang memiliki kripto paling banyak menjawab memiliki Bitcoin (36,7%), Dogecoin (29,4%), Ethereum (89,1%), Solana (28%) dan Ripple (24%).

jenis altcoin yang menarik perhatian
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Riset Ungkap Cuan Investor Aset Kripto di Indonesia Selama 2021, Berapa?

Bitcoin dan Ethereum Primadona

Menurut Chainalysis, secara umum sepanjang 2021, Ethereum menjadi raja mengungguli Bitcoin dalam total keuntungan yang direalisasikan secara global. Ethereum meraih $ 76,3 miliar, sementara Bitcoin $ 74,7 miliar.

Hal tersebut mencerminkan peningkatan permintaan Ethereum akibat dari kenaikan perkembangan DeFi di tahun 2021. Kenaikan ini dipicu karena sebagian besar protokol DeFi dibangun di atas blockchain Ethereum dan menggunakan Ethereum sebagai mata uang utama mereka.

Meski, kenaikan Ethereum ini terjadi di sebagian besar negara, namun ada beberapa pengecualian. Misalnya di Jepang, Bitcoin mendapatkan keuntungan lebih tinggi sekitar $ 4 miliar, dibandingkan dengan Ethereum di angka $ 790 juta.

Dalam kesimpulannya, Chainalysis menyatakan masih ada risiko yang harus diatasi oleh pelaku industri kripto. Data tahun 2021 tidak hanya menunjukkan bahwa harga aset kripto tumbuh, tetapi juga menunjukkan bahwa aset digital tersebut menjadi sumber peluang ekonomi bagi pengguna di pasar negara berkembang, seperti Indonesia.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Ahli Prediksi BTC dan ETH akan Tembus Level Tertinggi di Tahun 2022

Survei: Kepemilikan Kripto di Indonesia Turun

Laporan “Finder Cryptocurrency Adoption Index” untuk April 2022 ini juga menemukan tingkat kepemilikan kripto di Indonesia adalah 18,7%, di atas Ghana (18,3%) dan Hong Kong (18,1%). Namun, angka ini lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 14,6%.

Di sisi lain, sebenarnya kepemilikan kripto telah surut di Indonesia, dengan 16,1% responden mengatakan mereka memiliki kripto pada November 2021, 22,4% pada 22 Januari dan sekarang 18,7% mengatakan hal yang sama dalam laporan April.

Dari laporan Finder yang terbaru ini menemukan kepemilikan kripto di Indonesia, 62,3% adalah pria dan 37,7% adalah perempuan. Artinya pria kira-kira 1,7 kali lebih mungkin memiliki kripto daripada perempuan. Ada kesenjangan yang lebar dalam adopsi kripto antara pria dan perempuan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Ethereum 2.0 dikabarkan akan meluncur di Bulan Agustus 2022 setelah adanya pernyataan dari developer utama Ethereum (ETH) di acara Permissionless. 

Tim developer Ethereum sedang mengejar waktu menuju Agustus karena dengan Ethereum 2.0, mereka harus mengurus mekanisme “difficulty bomb” atau peningkatan kesulitan menambang ETH yang juga harus diluncurkan di Agustus.

Ethereum 2.0 Diprediksi Meluncur Agustus 2022

Developer utama Ethereum, Preston Van Loon menyatakan bahwa Ethereum 2.0 akan diselesaikan dalam tiga bulan ke depan. 

Sejauh ini jika sesuai rencana, menurutnya Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada Bulan Agustus yang membuat urgensi difficulty bomb menjadi lebih besar. 

Difficulty bomb adalah mekanisme yang diciptakan oleh developer Ethereum pada Tahun 2016 dalam rangka untuk terus meningkatkan kesulitan penambangan Ethereum agar imbalan penambang terus berkurang sepanjang waktu. 

Mekanisme ini diterapkan pada blockchainnya saat ini yang menggunakan mekanisme Proof of Work

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Tapi, jika ETH 2.0 diluncurkan maka mekanisme ini tidak diimplementasikan di blockchain baru, karena blockchain barunya menggunakan mekanisme Proof of Stake

Justin Drake dari Ethereum Foundation juga menyetujui rencana ini dengan mendorong developer untuk meluncurkan Ethereum 2.0 bersama difficulty bomb di Agustus. 

Nantinya jika Ethereum 2.0 diluncurkan, akan terjadi penggabungan dalam sebuah kejadian yang dinamakan The Merge. 

The Merge mereferensikan kondisi dimana data dari blockchain Ethereum Proof of Work saat ini bergabung dengan blockchain Proof of Stake yang baru.   

Kejadian ini akan membuat para penambang atau miner berubah menjadi staker atau kegiatan melakukan staking. Sebab dalam blockchain Proof of Stake, untuk menjadi validator, seorang individu harus melakukan staking

Mekanisme mining atau penambangan masih bisa dilakukan pada jaringan yang lama, namun tergantung penggunanya. 

Apa bila tidak ada yang menggunakan jaringan lama untuk transaksi maka kegiatan penambangan akan berhenti karena tidak ada transaksi yang divalidasi. 

Baca juga: Investor Terra LUNA Korsel Mencapai 280 Ribu Orang, Total 70 Miliar LUNA

Mengapa Agustus?

Banyak investor yang bertanya mengapa tim Ethereum memilih Agustus sebagai waktu peluncuran Ethereum 2.0 tersebut. 

Jawabannya adalah karena adanya mekanisme difficulty bomb yang sebelumnya telah dikatakan. 

Mekanisme difficulty bomb jika dilihat secara luas hampir dapat disamakan dengan mekanisme halving yang berada pada blockchain Bitcoin

Intinya mekanisme tersebut akan membuat validasi transaksi lebih sulit dan imbalan menjadi lebih kecil. 

Agustus merupakan waktu dimana implementasi mekanisme ini akan dilakukan lagi dan dengan adanya mekanisme tersebut urgensi Ethereum 2.0 untuk selesai menjadi lebih besar. 

Alasannya adalah, developer Ethereum dapat meningkatkan difficulty bomb secara drastis sehingga penambangan jauh lebih sulit dan imbalan jauh lebih kecil dari saat ini. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Pengertian Difficulty Bomb

Bersama dengan peluncuran Ethereum 2.0, mekanisme tersebut akan mengurangi insentif untuk para validator yang menetap di blockchain lama agar pindah ke blockchain baru yaitu Blockchain Proof of Stake Ethereum 2.0. 

Jadinya developer Ethereum “mengejar target” untuk menyelesaikan Ethereum 2.0 di Agustus agar bisa “mengusir” para penambang di blockchain lama dan memberinya “tempat” baru untuk mendapat imbalan secara sekaligus. 

Hingga saat ini sangat banyak investor yang menunggu peluncuran Ethereum 2.0 karena beberapa alasan. 

Pertama adalah dengan blockchain baru maka Ethereum akan bergerak lebih efisien dengan biaya transaksi yang lebih rendah, konsumsi energi yang lebih rendah, dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi. 

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Kedua adalah dengan blockchain baru maka untuk menjadi validator di Ethereum menjadi lebih mudah dari sisi mekanisme, walau tetap butuh modal untuk staking sebesar minimal 32 ETH. 

Ketiga adalah akan munculnya kelangkaan terhadap persediaan ETH yang beredar di pasar. Hal ini disebabkan dengan ETH 2.0, jumlah ETH yang dikeluarkan akan berkurang hingga 90%. 

Jadi dengan mekanisme ini ETH akan lebih langka. Jika permintaan meningkat maka kemungkinan besar harga akan meningkat. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Penjelasan Mekanisme Sharding ETH 2.0

Keempat adalah dari sisi teknikal blockchain dimana akan adanya mekanisme sharding yang telah terbukti membuat peningkatan dalam efisiensi penyimpanan data dalam satu block yang berujung pada kecepatan transaksi yang meningkat. 

Hingga saat ini belum ada kabar terbaru lagi, tapi developer masih terus berusaha untuk mengejar target di Bulan Agustus 2022. 

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Gas Fee? Pelajari Pengertian dan Cara Kerjanya Disini!

Sudah bukan rahasia umum lagi jika kehadiran teknologi NFT dapat mendongkrak popularitas para kreator dan seniman. Kemudahan dalam memamerkan dan menjual karya pada marketplace menjadi salah satu daya tarik. Namun, kreator juga dihadapi dengan beberapa regulasi dalam NFT, salah satunya adalah Gas Fee yang kerap membuat para kreator pemula kebingungan.

Supaya nggak bingung lagi, yuk kita bahas serba-serbi Gas Fee!

Apa Itu Gas Fee?

Gas fee adalah biaya yang timbul saat pengguna melakukan transaksi atau membuat kontrak baru dalam blockchain. Biaya yang dibayarkan oleh pengguna tersebut akan diteruskan kepada developer sebagai kompensasi atas pemrosesan transaksi pada jaringan.

Gas fee memiliki satuan yang disebut sebagai Gwei. Pada blockchain Ethereum, satu gwei sama dengan 0,000000001 ETH. 

Nggak hanya pada blockchain Ethereum aja, gas fee juga terdapat di blockchain Binance Smart Chain (BSC). Secara umum konsep dasarnya masih sama dengan gas fee pada blockchain lain, namun yang membedakan adalah nilai Gwei-nya. Pada blockchain BSC, 1 Gwei sama dengan 0.000000001 BNB.

Apa Fungsi Gas Fee?

Gas fee berperan penting untuk melancarkan berbagai aktivitas dalam blockchain. Beberapa kegunaan gas fee di antaranya adalah sebagai biaya dalam pengiriman aset kripto kepada pengguna lain, menyimpan data pada blockchain, hingga berfungsi untuk meluncurkan Decentralized Applications atau DApps.

Lalu ketika kreator seni digital NFT ingin mengunggah karyanya dalam jaringan Ethereum dan BSC, maka kreator tersebut juga harus membayar sejumlah gas fee. 

Baca Juga: Wow, Ternyata Inilah Penyebab NFT Semakin Booming!

Bagaimana Cara Kerja Gas Fee?

Jika melihat pada penjelasan sebelumnya, bisa disimpulkan bahwasannya gas fee adalah biaya transaksi atau “bensin” dalam blockchain. Kemudian secara sederhana, cara kerja dari gas fee sendiri adalah kumpulan dari turunan biaya komputasi yang dikeluarkan oleh penambang pada blockchain yang dibebankan kepada pengguna. 

Apa Faktor Penentu Nominal Gas Fee?

Nah, salah satu faktor utama yang menentukan besaran gas fee adalah harga koin itu sendiri. Selain itu faktor lainnya adalah jumlah pengguna yang bertransaksi pada saat yang sama serta tingkat kesulitan transaksi. Nominal gas fee juga dapat dipengaruhi oleh seberapa banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi pada EVM (Ethereum Virtual Machine).

Kenapa Gas Fee Mahal?

Lalu, kenapa nominal Gas Fee tergolong mahal, ya?

Semuanya kembali kepada faktor utama yang menentukan besaran gas fee tersebut. Mari kita ambil contoh, bila dalam waktu yang bersamaan terdapat ribuan transaksi dalam jaringan blockchain, maka sumber daya yang diperlukan untuk memproses dan memvalidasi transaksi tersebut juga lebih banyak dan menyebabkan gas fee menjadi mahal. 

Tentu hal tersebut berlaku sebaliknya apabila dibandingkan dengan waktu saat tidak banyak pengguna yang melakukan transaksi, yang di mana nominal gas fee akan jauh lebih murah.

Sayangnya, bila gas fee semakin murah disaat pengguna banyak melakukan transaksi, maka kecepatan memproses serta memvalidasi transaksi menjadi lambat karena miners akan memprioritaskan transaksi yang biayanya lebih tinggi. Dengan memilih transaksi yang biayanya tinggi, miners akan mendapat imbalan yang lebih banyak.

Apa Itu Gas Limit?

Setelah mengenal gas fee, ada juga gas limit yang harus Anda ketahui.

Gas limit adalah jumlah maksimum gas yang dibayarkan oleh pengguna untuk suatu aktivitas seperti mengkonfirmasi transaksi dalam blockchain. Alasan pemberlakuan gas limit ini adalah untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam memproses dan memvalidasi transaksi serta berbagai aktivitas lainnya.

Itulah serba-serbi mengenai gas fee yang harus Anda ketahui. Meskipun harganya tergolong mahal, tetapi gas fee dapat mempermudah miners untuk memproses aktivitas Anda pada blockchain

Nah, bagi Anda para kreator dan seniman yang ingin memperlihatkan karya uniknya, yuk mulai gabung bersama TokoMall sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

Ahli Strategy Bloomberg, Mike McGlone, mengatakan bahwa aset crypto utama Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), akan menungguli pasar saham, karena nantinya volatilitas pada keduanya akan menyusut.

Dalam wawancaranya dengan Yahoo Finance, Mike telah meyakini bahwa Bitcoin akan mendapatkan pembelian responsif yang lebih banyak di bawah pasar. 

Menurutnya, BTC yang dalam jangka panjang akan bergerak naik, setelah the Fed mengalami kekalahan, yang tentu saja akibat dari perbuatan mereka sendiri.

Menyoroti hilangnya pasark dari USDT setelah masalah LUNA dan UST, Mike menggarisbawahi bahwa setiap terjadi hantaman pada Tether USD, ini biasanya akan menjadi semacam tanda Bear dalam jangka pendek di pasar dan Bottom untuk Bitcoin.

Baca juga: Elon Musk Prediksi Adopsi Besar untuk Kripto Dogecoin (DOGE)

Baginya, crash saat ini yang melanda pasar crypto adalah cara untuk “membersihkan” aset-aset spekulatif, salah satunya seperti UST dari Terra, sedangkan Bitcoin sedang mempersiapkan langkah untuk menjadi jaminan digital sosial.

Dari sudut pandangnya, meningkatnya sentimen risk-off membuat pasar crypto dan saham jatuh, karena aset crypto adalah investasi yang berisiko.

“Ketika the Fed menaikkan suku bunga, pembersihan terhadap aset spekulatif mulai terjadi, itu termasuk pada token seperti Dogecoin dan Shiba Inu.”

Baca jugaApakah Bitcoin Sudah Bottom? Berapa Target Harga Menurut Cryptoharian?

Secara teknis, Mike melihat bahwa titik support yang baik adalah $ 30.000 untuk BTC dan $ 2.000 untuk ETH. Ia menambahkan:

“Pasar saham akan tetap turun karena Fed mau pasar saham turun untuk mengurangi inflasi, Bitcoin dan Ethereum akan turun juga, tetapi mereka tidak turun separah saham.”

The Fed sudah bertekat untuk menaikan suku bunga hingga pasar netral. Mereka memiliki berbeda pendapat dengan kata Netral. Menurut Alex Kruger, netral berada di 2%-3%. Harga pasar berjangka berada di 3,25% di bulan Desember.

Namun, menurut analis Rekt Capital, Bitcoin telah kehilangan Kijun sebagai support. Kehilangan ini, support sudah menjadi resistensi dan secara historis Bitcoin akan turun lebih dalam.

Volatilitas pasar crypto Bitcoin dan Ethereum pun terlihat telah menurun, yang pada akhirnya ini akan membawanya menjadi aset yang benar-benar jangka panjang dan dapat mengungguli emas, serta saham, secara luas.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat

Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan kedua Mei 2022 ini. Kondisi market langsung mendadak ‘sakit’ mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti.

Meski begitu market mulai stabil dengan beberapa aset kripto mengalami lonjakan. Melansir CoinMarketCap pukul 14.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sudah mengalami peningkatan dan masuk zona hijau.

Contoh Bitcoin (BTC) yang nilainya naik 14,05% dalam sehari terakhir dan kini berada di $ 30.383,75. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) ikutan naik 17,26% ke $2.091,36 di waktu yang sama.

Ilustrasi market kripto anjlok.
Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Beberapa nilai altcoin lainnya pun tak lagi terjun bebas. Nilai BNB dan XRP masing-masing naik 35,09% dan 23,07%. Sementara itu, nilai USD Coin (USDC) dan Binance USD (BUSD) kompak melemah lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.

“Sentimen negatif dampak dari drama stablecoin TerraUSD (UST) membuat pelaku pasar khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin dan pasar kripto pada umumnya yang terlalu volatil untuk saat ini. Ketakutan ini pun semakin bertambah setelah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dan The Fed kompak mengatakan bahwa stablecoin adalah risiko besar yang mengancam sektor keuangan,” jelas Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Namun, secara keseluruhan investor masih kompak melakukan aksi jual dan melepas aset berisiko mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti. Kondisi inflasi Amerika Serikat masih akan terus menggentayangi ekonomi Negeri Paman Sam itu, sehingga mereka pun hijrah dari aset-aset volatil aman ke aset aman seperti Dolar AS.

“Laju inflasi yang melebihi proyeksi menyebabkan investor untuk melepas aset berisikonya. Hal ini ikut menghantam pasar aset kripto,” ungkap Afid.

Kondisi pasar kripto juga selaras dengan saham, pelaku pasar tampak kompak melepas saham sektor teknologi lantaran khawatir bahwa bank sentral AS, The Fed, bakal kembali mengetatkan kebijakan moneternya dengan agresif.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Kondisi market aset kripto mulai merangkak naik, meski sulit untuk bangkit. Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil naik sedikit dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, naik 1,24% ke $ 31.410 dalam sehari terakhir. Begitu juga dengan Ethereum (ETH) tumbuh 2,01% ke $ 2.368 per keping. Di saat yang sama, altcoin lain seperti BNB, Solana (SOL) dan XRP membukukan pertumbuhan di atas 2%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan fenomena pasar kripto yang mulai naik disebabkan oleh aksi buy the dip investor untuk mengakumulasi keuntungan lebih. Namun, overall market masih berpotensi terus mengalami penurunan, mungkin akan ada sedikit pullback di market, khususnya BTC.

“Para investor ini mulai terpengaruh saran untuk melakukan aksi buy the dip, sehingga merasa bahwa beberapa aset kripto sudah bisa kembali diakumulasi. Sebagian kripto sudah mengalami fase jenuh jual atau oversold, jika dikaji menggunakan analisis teknikal,” kata Afid.

Meski begitu, investor masih malu, belum secara all out untuk melakukan aksi beli di pasar kripto, setelah khawatir mengenai risiko yang terjadi pada stablecoin. Kecemasan tersebut berhulu dari drama stablecoin milik Terra Labs, UST, yang ternyata tidak bisa menjaga nilai tukarnya di level $ 1 untuk 1 UST.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Anjloknya nilai BTC dan terjadinya reserve asset dari UST, membuat sentimen negatif terhadap stablecoin. Tanda-tanda kelemahan dalam stablecoin, sebagai aset kripto yang lebih aman, tapi tidak terbukti semakin menakuti investor,” imbuh Afid.

Menurut laporan CoinMarketCap, total nilai pasar kripto saat ini mencapai $ 1,4 triliun pada 10 Mei 2022, jauh dari puncaknya sepanjang masa sebesar $ 2,9 triliun pada awal November 2021. Harga aset kripto yang merosot, mencerminkan penurunan ekuitas di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif di seluruh dunia untuk mencegah inflasi yang tinggi. 

Di sisi lain, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. eCash (XEC)

Analisis teknikal eCash (XEC).

eCash (XEC) membuka daftar aset kripto yang berpotensi bullish pada pekan kedua Mei 2022. XEC adalah aset kripto yang dikembangkan setelah hard fork dari blockchain Bitcoin Cash ABC.

XEC juga merupakan rebranding dari Bitcoin Cash ABC (BCHA) dan memiliki teknologi dan fitur yang lebih baik. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan XEC berpotensi bullish karena pengumuman upgrade jaringan yang akan digelar.

“Jaringan eCash ditingkatkan setiap tahun pada tanggal 15 Mei & 15 November. Artinya terdekat 15 Mei. Upgrade ini membuat investor mulai buy dan hold token untuk mendakat keuntungan, sehingga permintaan naik,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, XEC sedang mengalami koreksi yang signifikan beberapa hari terakhir, namun perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar XEC dapat terus bergerak menuju harga $ 0.00006474 atau naik sekitar 27% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat XEC di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #62, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 1.129.584.592. Pasokan yang beredar 19.056.104.673.313 koin XEC dan maksimal pasokan 21.000.000.000.000 koin XEC.

Baca juga: Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extreme Fear

2. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Pergerakan KAVA masih akan reli pada pekan ini. KAVA setidaknya sudah duduk nyaman dalam daftar aset kripto bullish selama beberapa pekan terakhir di Tokocrypto Market Signal.

Afid mengatakan potensi kenaikan harga KAVA akibat peluncuran mainnet Kava Network 1.0 yang kemungkinan besar akan dilakukan pada 10 Mei mendatang. Mainnet ini sudah ditunggu investor karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos.

“Kava masih mencuri panggung untuk aset kripto yang potensi bullish. Sekarang sentimen positif datang dari peluncuran mainnet Kava Network yang kemungkinan besar terjadi pada tanggal 10 Mei mendatang. Ini sudah ditunggu pelaku pasar,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 2,43 masih terjaga, KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,22 atau naik 30% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #96, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 511.629.440. Pasokan yang beredar 189.555.5555 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Secret Network (SCRT)

Analisis teknikal Secret Network (SCRT).

Secret Network berpotensi mengalami kenaikan harga, setelah terkoreksi dalam selama beberapa hari terakhir. Afid mengungkap Pembaruan mainnet besar-besaran pada jaringan Secret Network bisa membuat nilai token SCRT melonjak. 

Dalam pengumumannya, upgrade mainnet ini bisa meningkatkan kinerja jaringan 500 kali lipat lebih besar dan membantu memperkuat posisi Secret sebagai pusat privasi data Web3. Upgrade jaringan SCRT akan terjadi pada 11 Mei.

“Secret Network akan upgrade mainnet besar-besaran pada 27 April mendatang. Kabar ini membuat harga SCRT langsung naik. Dari analisis teknikalnya, SCRT berpotensi naik hingga 40% sampai harga kisaran $ 3,50 dari batas bawas $ 2,44,” katanya.

Secret Network adalah jaringan blockchain pertama dengan smart contract yang menjaga privasi. Secret Network memiliki native coin bernama Secret (SCRT). Ini seperti Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), yang bisa disimpan di wallet dan membelanjakannya saat ingin menggunakan jaringan Secret Network.

Peringkat SCRT di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 438.467.107. Jumlah koin yang beredar 163.295.557 koin SCRT yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. EOS (EOS)

Analisis teknikal EOS (EOS).

EOS adalah kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO. Sementara, EOS.IO beroperasi sebagai platform smart contract dan pengembang aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

Afid menjelaskan EOS berpotensi bullish pada pekan ini karena akan melakukan hard fork pada jaringan blockchainnya bernama Mandel. Hard fork kemungkinan besar akan dilaksanakan pada 19 Mei mendatang.

Hard fork ini dikabarkan akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi. Alhasil EOS dapat sentimen positif yang membawa harganya naik lebih tinggi,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik, setelah sebelumnya mengalami koreksi yang signifikan beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga $ 1,99 atau naik sekitar 28% dari $ 1,54 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 1.698.007.806. Pasokan yang beredar 989.139.050 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Proyeksi Analis: Harga Bitcoin Menguat Pasca $ 25 Ribu, November 2022

5. Bitcoin DOWN (BTCDOWN)

Analisis teknikal Bitcoin DOWN (BTCDOWN).

Bitcoin DOWN (BTCDOWN) sedang mengalami peningkatan pada pekan ini. Menurut Afid, kondisi market kripto sekarang yang secara keseluruhan sedang tertekan dan menurun turut berpengaruh positif pada BTCDOWN.

“Pergerakan BTCDOWN sudah perlahan bergerak naik signifikan. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bullish yang mengindikasikan tren peningkatan harga. Harga BTCDOWN bisa naik capai $ 0,02866 dari $ 0,02319,” kata Afid.

BTCDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Sedangkan BTCUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

Peringkat BTCDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #2878, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

Bitcoin kemungkinan besar akan terus terpuruk pada pekan kedua Mei 2022. BTC melompat kembali setelah sempat menyentuh level $ 29.370 pada tanggal 10 Mei lalu. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan titik support terkuat BTC saat ini berada di $ 30.500.

“Analisis teknikal BTC sedang perlahan kembali turun, setelah sempat rebound naik sedikit. Belum ada sentimen positif yang bisa menggerakan harga untuk terus naik,” kata Afid.

Kemungkinan besar pola pergerakan BTC akan naik terlebih dahulu ke harga $ 32.000. Kemudian, dapat lanjut turun menuju ke harga $ 29.000-$ 28.000 atau turun sekitar 9% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 597.637.296.279. Jumlah koin yang beredar 19.036.600 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum pun bernasib sama seperti Bitcoin. Afid melihat dari segi analisis teknikalnya ETH dapat terjerembab lebih dalam.

“ETH kemungkinan besar akan melanjutkan tren bearish di pekan ini. Dari sisi teknikal saat ini ETH sedang bergerak turun, setelah mengalami koreksi melihat harganya yang sudah berada di batas atas pergerakan harga,” ungkapnya.

Kemungkinan besar ETH masih dapat bergerak turun menuju sekitar $ 2.001 atau anjlok 11% dari harga $ 2.289 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 286.148.671.899. Jumlah koin yang beredar 120.729.130 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

3. Terra (LUNA)

Analisis teknikal Terra (LUNA).

Terra (LUNA) mengalami penurunan tajam sejak awal Mei 2022. LUNA benar-benar menukik tajam dalam harga dan kapitalisasi pasar sejak aksi jual besar-besaran.

Menurut Afid, saat ini sedang ada turbulensi di seluruh ekosistem Terra sehingga tidak bisa mempertahankan nilainya terhadap dolar, sehingga turun ke level $ 0,67 pada Selasa (10/5). 

“Nilai LUNA telah anjlok bergerak turun tajam. LUNA kini seimbang dengan nilai dolar AS. Sehingga menyebabkan likuidasi besar-besaran pada posisi leverage dan menurunkan kapitalisasi pasarnya. Investor menjadi panik mengakibatkan aksi jual lebih banyak,” jelas Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, LUNA sedang terus bergerak turun, setelah sebelumnya sempat mencoba rebound. Kemungkinan besar LUNA dapat terus bergerak menuju harga $ 10,67 atau turun sekitar 44% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat LUNA di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 5.402.913.692. Pasokan yang beredar 397.570.628 koin LUNA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. BarnBridge (BOND)

Analisis teknikal BarnBridge (BOND).

BarnBridge (BOND) adalah token ERC-20 utilitas asli yang digunakan untuk pengintaian dan tata kelola pada platform BarnBridge. Sebagai mekanisme tata kelola, pemegang obligasi yang dapat memberikan suara pada pembaruan platform BarnBridge.

Menurut Afid, berdasarkan analisis teknikalnya, BOND sedang terus bergerak turun, setelah sebelumnya sempat mencoba rebound. Kemungkinan besar BOND dapat terus bergerak menuju harga $ 4,09 atau turun sekitar 13% dari harga $ 4,76 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat BOND di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #567, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 31.833.269. Pasokan yang beredar 6.697.847 koin BOND dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

5. JasmyCoin (JASMY)

Analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).

JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.

Afid menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY bisa terus turun hingga harga $ 0.01075 dalam beberapa hari ke depan. Walaupun sempat rebound, JASMY bleum mendapatkan sentimen positif yang membuatnya naik.”

Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #370, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $70.067.207. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50,000,000,000 koin JASMY.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022

Bitcoin dan Ethereum membawa mayoritas kripto koreksi signifikan dalam beberapa hari terakhir, mengikuti kenaikan suku bunga dari Bank Sentral Amerika. 

Koreksi ini melanjutkan pergerakan sejak Maret 2022 yang membawa Ethereum dan Bitcoin untuk turun cukup signifikan hampir mencapai 50% dari harga tertingginya. 

Walau begitu, terdapat beberapa analisis data onchain yang menyatakan bahwa ada kemungkinan pasar kripto akan pulih di pekan depan yang mendorong apresiasi baru untuk mayoritas kripto. 

Transaksi Bitcoin dan Ethereum Meningkat

Sejak koreksi di awal Maret 2022, whale atau investor besar terlihat berhasil mendapatkan keuntungan dalam pergerakan apresiasi dalam koreksi besar. 

Keuntungan tersebut disebabkan oleh adanya pembelian saat mayoritas aset bergerak turun, dan kemudian menjualnya secara perlahan saat mulai naik. 

Banyak analisis yang memprediksi bahwa saat ini pergerakan yang sama kemungkinan besar akan terjadi, melanjutkan konsolidasi atau pergerakan harga menyamping sejak Januari 2022. 

Analisis ini didukung oleh laporan dari Santiment perusahaan yang memberikan analisis serta data mengenai transaksi langsung dari blockchain

Pada akhir pekan lalu, tercatat bahwa Santiment melaporkan pembelian Ethereum (ETH) dalam jumlah terbesar pada akhir pekan dibandingkan tiga tahun terakhir. 

“Dalam jaringan Ethereum terdapat 3,4 kali peningkatan transaksi saat mayoritas investor berada dalam kerugian (saat harga ETH di bawah Rp45 Juta) dibandingkan dalam keuntungan (saat harga ETH di atas Rp45 Juta). Ini adalah transaksi tertinggi sejak 18 November 2018.”

Santiment

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
Data Transaksi Ethereum dari Santiment

Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

Pada hari Jumat, 6 Mei 2022, Santiment menyatakan bahwa transaksi beli Bitcoin juga mengalami apresiasi, satu hari setelah mayoritas kripto koreksi. 

Tertulis bahwa Bitcoin mengalami transaksi sebanyak 1,17 Juta kali transaksi beli yaitu angka tertinggi sejak 2 Desember 2021. 

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
Data Transaksi Bitcoin dan Santiment

Transaksi ini memberikan asumsi bahwa banyak investor besar atau whale yang melakukan pembelian saat harga koreksi signifikan di Kamis 5 Mei 2022 setelah pernyataan dari Bank Sentral Amerika. 

Data ini juga didukung oleh laporan dari Glassnode yang menyatakan bahwa jumlah stablecoin yang masuk ke exchange menuju 5 Mei 2022 terlihat meningkat. 

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
Data Transaksi Stablecoin USDT dari Glassnode

Baca juga: Instagram Siap Integrasi dengan NFT dari Ethereum, Polygon, Solana, Flow

Meningkatnya stablecoin yang masuk ke bursa atau exchange umumnya menjadi pertanda mulainya whale membeli saat harga koreksi. 

Dapat dilihat dari grafik di atas pada 4 Mei 2022 hingga 5 Mei 2022 pergerakan stablecoin yang masuk mengalami apresiasi yang terjadi bersama transaksi terbesar, menurut Santiment

Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan terjadi dorongan beli yang tinggi secara perlahan, menandakan ada kemungkinan pemulihan secara perlahan jika tidak ada sentimen negatif lainnya. 

Pertanda Positif Lainnya

Sejak Januari 2022, mayoritas whale terlihat melakukan pembelian lebih sering terhadap Bitcoin dan Ethereum yang menjadi pertanda positif untuk kedua kripto tersebut. 

Zycrypto melaporkan bahwa akibat strategi pembelian tersebut, telah membuat peningkatan dalam jumlah investor yang masuk ke kategori whale

Hal ini berarti membuat bukti jelas bahwa investor yang mengikuti whale akan mendapatkan kesempatan menjadi whale. Saat ini angka investor jangka panjang juga terlihat meningkat walau dalam keadaan rugi. 

Selain itu, likuidasi di pasar derivatif seperti futures dan options juga menjadi pertanda potensi pemulihan kembali. 

Melihat likuidasi yang mencapai $ 100 Miliar pada 5 Mei 2022 hingga 6 Mei 2022 ada kemungkinan pergerakan yang sama akan terjadi. 

Dari sisi makroekonomi, terlihat bahwa pada pekan depan, yaitu 16 Mei 2022 hingga 22 Mei 2022 tidak ada publikasi data yang penting yang bisa mempengaruhi dolar AS atau kripto. 

Melihat kondisi ini terdapat kemungkinan bahwa pemulihan di akhir pekan ini atau awal pekan depan menjadi suatu hal yang mungkin. 

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
Pergerakan Harian Bitcoin dan Ethereum

Baca juga: Michael Saylor: Bitcoin adalah Aset yang Paling Tidak Berisiko dalam Portofolio Pensiun

Dapat dilihat bahwa untuk saat ini Ethereum dan bitcoin masih memiliki pergerakan yang sama bahkan sejak awal 2022. Terlihat bahwa sejak awal 2022, Ethereum telah turun 33,58% dan Bitcoin turun 27,82%. 

Jadi jika salah satu naik kemungkinan mayoritas pasar crypto juga akan naik melihat keduanya adalah crypto terbesar saat ini. 

Untuk Bitcoin, batas bawah yang harus dijaga berada pada Rp 466,2 Juta hingga Rp 407,9 Juta dan untuk Ethereum adalah Rp 33,5 Juta hingga Rp 29,1 Juta. Jika kedua batas tersebut ditembus kemungkinan besar akan terjadi koreksi berlanjut signifikan.  

Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com