Tag Archives: ethereum

Ethereum Loyo, Apa Jadinya Jika DCA dari 2021?

Ethereum (ETH) menunjukan performa yang kurang memuaskan setelah menembus harga tertingginya di tahun 2021 kemarin. Meskipun Bitcoin mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan mampu menembus all time high baru, Ethereum bahkan masih belum bisa kembali ke harga tertingginya di 2021 kemarin.

Lalu apa jadinya jika kamu membeli Ethereum di top cycle 2021, dan melakukan Dollar Cost Averaging sampai Maret 2025? 

Apakah bisa untung, Break-Even Point (BEP), atau malah rugi? Simak simulasi dan analisisnya pada pemaparan di bawah ini yuk!

Simulasi Dollar Cost Averaging Ethereum dari 2021

Pada awal tahun 2021, Ethereum masih berada di harga $1,100-1,300. Jika kamu melakukan pembelian secara berkala dari awal tahun 2021, maka kamu akan mengalami floating loss sebesar -6.83% per 17 Maret 2025.

Sumber Data: Simulasi DCA dari laman costavg.

Jika dilihat dari grafik investasi di atas, salah satu penyebab dari floating loss ini adalah performa Ethereum di tahun 2025 yang bisa dibilang tidak memuaskan.

Meskipun pada 17 Maret 2025 mengalami floating loss, penggunaan metode DCA juga sempat memberikan return hingga 90% pada saat Ethereum berada di harga  $3834 di bulan Desember tahun 2024.

Rata-rata harga Ethereum yang kamu dapatkan jika melakukan pembelian dengan metode dollar cost averaging secara konsisten per tanggal 1 dari awal 2021 hingga Maret 2025 adalah sebesar $2,038 per ETH.

Dengan harga rata-rata tersebut, bukan tidak mungkin untuk bisa kembali profit jika Ethereum kembali pada harga tertinggi mereka.

Apa Terjadi Setiap Tahunnya Saat Kamu Dollar Cost Averaging Ethereum dari 2021?

Tahun Total Investasi Hasil Investasi Keuntungan ($)* Keuntungan (%)*
2021 $390 $759.12 $369.12 94.65 %
2022 $750 $492.96 -$257.04 -34.27 %
2023 $1,110 $1,336.36 $226.36 20.39 %
2024 $1,470 $2,795.52 $1,325.52 90.17 %
2025 (17 Maret) $1,560 $1,457.56 -$102.44 -6.57 %
*Perhitungan keuntungan merupakan perhitungan keuntungan di akhir tahun.

Jika di lihat dari tabel data di atas, keuntungan dari investasi dengan menggunakan metode dollar cost averaging setiap tahunnya, pada akhir tahun kamu bisa mendapatkan keuntungan sampai dengan 94%.

Pada tahun pertama, mendapatkan keuntungan paling tinggi karena dapat berinvestasi di harga yang cenderung rendah yakni $759.12 dan menghasilkan keuntungan 94% karena seperti yang kita ketahui, pada 2021 ada masa kejayaan Ethereum.

Tahun kedua, menjadi salah satu tahun paling berat karena tahun ini merupakan bear market hingga floating loss mencapai -34%. Meskipun begitu, momen seperti bear market ini merupakan momen paling tepat jika kamu ingin melakukan DCA.

Tahun 2023, saat market menunjukan recovery keuntungan yang bisa dikantongi mencapai 20%.

Tahun ke empat, 2024 menjadi salah satu tahun yang cukup memuaskan dan bisa memberikan keuntungan hingga 90% pada akhir tahun.

Tahun 2025, menjadi tahun yang cukup menantang bagi para holders ETH selain karena sentimen pasar, performa ETH yang loyo dibanding Bitcoin, Solana, dan alt coin lain jadi alasannya.

Meskipun mengalami pada saat artikel ini ditulis total investasi DCA mengalami floating loss -6%, jika kamu menargetkan investasi untuk jangka panjang, momen ini merupakan momen yang sangat tepat untuk melakukan DCA, sambil mempertimbangkan mengambil profit di harga yang ditargetkan.

Ringkasan Data Dollar Cost Averaging Ethereum dari 2021

Berikut ringkasan data jika kamu melakukan dollar cost averaging Ethereum dari 2021

Keterangan Detail
Rentang bulan 01/01/2021 – 03/17/2025
Total investasi $1,560 (52x Investasi)
Total Ethereum yang dibeli 0.76517009
Harga Ethereum sekarang $1,455.04
Nilai Rugi/Untung Per 17 Maret 2025 -$104.96
ROI -6.73%
Harga rata-rata beli per Ethereum $2,038.76
Harga Ethereum per 17 Maret 2025 $1,901.59
Puncak total keuntungan $1,325.52 pada Desember 2025 (90.17%)

Kesimpulan

Metode Dollar Cost Averaging (DCA) merupakan strategi investasi di mana investor secara konsisten membeli aset dalam jumlah yang sama pada interval waktu tertentu.

Keunggulan utama dari DCA adalah kemampuan untuk mengurangi dampak volatilitas pasar. Dengan membeli secara berkala, investor dapat memperoleh harga rata-rata yang lebih stabil, menghindari risiko membeli seluruh aset pada harga puncak. 

Dari data dollar cost averaging Ethereum di atas, meskipun ada floating loss (-6.73%) pada Maret 2025 ini, strategi ini sempat memberikan return yang signifikan ketika harga mencapai puncaknya pada Desember 2024 (+90.17%).

Salah satu tantangan dari strategi ini adalah perlunya kesabaran dan disiplin, terutama ketika pasar sedang lesu. Selain itu, penting bagi investor untuk memiliki strategi keluar yang jelas. Mengambil keuntungan saat harga mencapai titik tinggi menjadi salah satu langkah bijak untuk mengamankan profit.

Secara keseluruhan, DCA adalah strategi yang baik untuk investasi jangka panjang, tetapi investor harus tetap fleksibel dan siap untuk mengambil keuntungan ketika ada peluang, guna memaksimalkan hasil investasi mereka.

Bagaimana Cara Melakukan Dollar Cost Averaging (DCA) Ethereum?

Cara untuk melakukan pembelian Ethereum dengan Dollar Cost Averaging (DCA) cukup mudah.

  1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Standard Chartered Pangkas Target Harga Ethereum 2025 Jadi $4.000

Standard Chartered baru saja memangkas target harga Ethereum (ETH) untuk tahun 2025 dari $10.000 (Rp 164 juta) menjadi $4.000 (Rp 65 juta).

Penyebab utama penurunan ini berasal dari dominasi Layer 2, khususnya Base, yang semakin menguasai ekosistem Ethereum.

Menurut Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital global di Standard Chartered, melaui Theblock, Base telah menghilangkan sekitar $50 miliar dari kapitalisasi pasar Ethereum.

Dampak Dominasi Layer 2 terhadap Ethereum

Berkat kebijakan tersebut, Ethereum telah menciptakan ekosistem Layer 2 yang membuatnya semakin terkomoditisasi.

Transaksi yang dulunya terjadi di Layer 1 kini lebih banyak berpindah ke Layer 2, mengurangi pendapatan langsung untuk Ethereum.

Kendrick menyoroti bahwa konsep Layer 2 telah memberikan keuntungan besar bagi platform seperti Base, yang dimiliki oleh Coinbase, sementara Ethereum kehilangan pendapatan dari biaya transaksi.

Perubahan dalam Ekosistem Ethereum

Tapi di sisi lain, beberapa perubahan besar dalam Ethereum juga dianggap merugikan nilai jaringan ini.

The Merge, yang menghilangkan status unik Ethereum sebagai blockchain proof-of-work, serta Dencun, yang semakin memperkuat posisi Layer 2, disebut sebagai faktor utama yang mengurangi nilai ekosistem Ethereum.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Solusi yang Diusulkan

Kendrick menyarankan bahwa salah satu solusi potensial adalah mengenakan pajak atas keuntungan besar yang dihasilkan oleh Layer 2, mirip dengan pajak keuntungan berlebih pada perusahaan tambang asing.

Namun, ia menilai bahwa penerapan kebijakan ini sangat kecil kemungkinannya terjadi dalam waktu dekat.

Peluang untuk Pemulihan Harga ETH

Meskipun menghadapi tantangan, Ethereum masih mendominasi beberapa sektor utama, seperti DeFi, stablecoin, dan aset tokenisasi dunia nyata (RWA).

Pengembangan lebih lanjut dalam tokenisasi aset nyata dan pembaruan teknis seperti Pectra pada 2025 berpotensi meningkatkan skalabilitas dan efisiensi biaya Ethereum, yang bisa mendorong kenaikan harga ETH.

Prospek Jangka Panjang ETH

Walaupun target harga untuk 2025 dipangkas, Standard Chartered tetap optimistis terhadap apresiasi harga ETH dalam jangka panjang. Mereka memperkirakan harga ETH dapat mencapai $7.500 pada 2028-2029.

Namun, tanpa perubahan fundamental dalam struktur biaya Ethereum, ETH kemungkinan besar akan terus tertinggal dari Bitcoin, dengan rasio ETH/BTC diprediksi turun hingga 0,015 pada 2027, level terendah sejak awal 2017.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Laris Manis, Whale Borong Ethereum Senilai $815 Juta Dalam 5 Hari!

Ethereum (ETH) kembali menjadi pusat perhatian setelah para investor besar atau whale melakukan akumulasi dalam jumlah besar di tengah koreksi pasar aset digital.

Menurut analis kripto Ali Martinez seperti dikutip dari Dailyhodl pada Senin (17/3), para whale telah membeli lebih dari 420.000 Ethereum dalam waktu kurang dari seminggu, dengan total nilai mencapai $815.514.345 (Rp 13,3 triliun).

Akumulasi Besar-Besaran Ethereum oleh Whale

Dalam unggahan di platform media sosial X, Martinez mengungkapkan bahwa para whale semakin agresif dalam mengumpulkan ETH meskipun harga mengalami volatilitas.

Hal ini menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap masa depan Ethereum sebagai platform layer-1 teratas di industri kripto.

Data on-chain juga mengonfirmasi tren ini, di mana Ethereum saat ini diperdagangkan dalam rentang sempit antara zona support dan resistance utama.

Martinez menyebutkan bahwa level $1.870 (Rp 30,6 juta) menjadi titik support terkuat, sementara $2.050 (Rp 33,5 juta) menjadi batas resistance yang perlu ditembus untuk melanjutkan tren bullish.

Potensi Pergerakan Harga Ethereum

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pada saat artikel ini ditulis, harga Ethereum masih berada di kisaran $1.941 atau sekitar Rp 31,7 juta.

Dengan adanya akumulasi besar-besaran dari whale, ada kemungkinan besar ETH akan segera menguji level resistance di $2.050 (Rp 33,5 juta).

Jika berhasil menembusnya, Ethereum berpotensi mengalami lonjakan harga yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Selain itu, Martinez juga menyoroti metrik In/Out of the Money Around Price (IOMAP) untuk menentukan posisi investor yang saat ini sedang untung, impas, atau mengalami kerugian.

Dengan mayoritas investor masih berada dalam posisi yang menguntungkan, ini dapat menjadi sinyal positif untuk pergerakan harga ETH di masa depan.

Tren Kripto Secara Keseluruhan

Tidak hanya Ethereum, Bitcoin (BTC) juga menunjukkan potensi kenaikan setelah berhasil menembus resistance horizontal dari pola segitiga naik.

Martinez memprediksi bahwa selama support di $84.000 (Rp 1,3 miliar) bertahan, BTC memiliki peluang untuk mencapai target harga $90.000 (Rp 1,4 miliar) dalam beberapa waktu mendatang.

Di sisi lain, pesaing Ethereum, Cardano (ADA), juga berpotensi mengalami reli jika mampu menembus resistance diagonal di kisaran $0,75.

Jika berhasil, ADA bisa mengalami kenaikan harga hingga 15%. Dengan adanya akumulasi besar oleh whale dan analisis teknikal yang mendukung, Ethereum tampaknya berada dalam jalur bullish.

Para investor yang mengikuti perkembangan ini dapat mempertimbangkan strategi mereka berdasarkan level support dan resistance yang telah disebutkan.

Namun, tetap penting untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi di pasar kripto yang volatil.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Valuasi Pasar Total, XRP Salip Ethereum

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, XRP telah melampaui Ethereum (ETH) dalam hal Full Diluted Valuation (FDV) atau valuasi pasar total.

Menurut laporan dari Coinpaper pada Minggu (16/3), FDV XRP kini mencapai lebih dari $240 miliar, sementara FDV Ethereum hanya mencapai $231,5 miliar.

Meskipun begitu, dalam hal kapitalisasi pasar, Ethereum masih unggul dibandingkan XRP. Saat ini, kapitalisasi pasar XRP berada di angka $140 miliar.

Sedangkan Ethereum mencapai sekitar $231 miliar. Namun, pertumbuhan XRP yang pesat mencerminkan adanya perubahan signifikan dalam dinamika pasar kripto.

Faktor yang Mendorong Kenaikan XRP

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan valuasi XRP adalah meningkatnya minat dari investor institusional serta lingkungan regulasi yang lebih menguntungkan di Amerika Serikat.

Sejak Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) , harga XRP melonjak lebih dari 300%, mencapai puncak di angka $3,38 pada Januari.

Pernyataan Trump yang menyebut XRP sebagai salah satu aset utama dalam cadangan kripto AS semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap koin ini.

Selain itu, XRP Ledger (XPRL) semakin banyak diadopsi oleh institusi keuangan besar seperti Societe Generale.

Peningkatan adopsi ini menambah validitas XRP sebagai aset digital yang memiliki potensi besar di pasar keuangan global.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Problematika Ethereum

Di sisi lain, Ethereum mengalami beberapa tantangan yang menyebabkan penurunan nilainya dalam beberapa bulan terakhir.

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan ini meliputi masalah manajemen di Ethereum Foundation serta implementasi yang kurang sukses dari pembaruan Pectra.

Pada awalnya, hardfork Pectra dijadwalkan akan diluncurkan pada akhir Maret. Namun, karena kegagalan dalam jaringan uji coba seperti Sepolia dan Holesky, peluncurannya harus ditunda hingga April.

Akibatnya, keterlambatan ini semakin menurunkan kepercayaan investor untuk berinvestasi Ethereum.

XRP dan ETF: Langkah Baru dalam Adopsi

Dengan pertumbuhan XRP yang signifikan, semakin banyak manajer aset besar yang mengajukan permohonan untuk meluncurkan Exchange-Traded Funds (ETF) berbasis XRP.

Saat ini, komunitas kripto tengah ramai membahas rumor bahwa BlackRock, salah satu perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, berencana untuk meluncurkan ETF berbasis XRP dan Solana.

Nate Geraci, presiden ETF Store, memprediksi bahwa BlackRock akan segera mengumumkan ETF untuk Solana dan XRP.

Namun, pengumuman mengenai XRP kemungkinan akan dilakukan setelah konflik hukum dengan SEC berakhir.

Dampak Positif Regulasi pada XRP

Dalam perkembangan terbaru, Securities and Exchange Commission (SEC) dikabarkan berencana untuk menutup kasus hukumnya terhadap Ripple, perusahaan di balik XRP.

Jika hal ini terjadi, XRP berpotensi diakui sebagai komoditas daripada sekuritas. Status ini akan memberikan dampak positif yang besar terhadap dinamika pasar XRP, menjadikannya lebih menarik bagi investor institusional dan meningkatkan likuiditasnya di pasar.

Dengan meningkatnya adopsi, dukungan regulasi yang lebih jelas, serta minat dari manajer aset besar, XRP tampaknya berada dalam posisi yang kuat untuk terus tumbuh dan mendominasi pasar kripto dalam beberapa waktu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Biaya Transaksi Ethereum Cuma $0,02, Mengapa Tetap Murah?

Ethereum terus mempertahankan biaya transaksi yang rendah, memberikan keuntungan bagi para pengguna dalam berbagai aktivitas onchain.

Data terbaru dari News Bitcoin pada Minggu (16/3), menunjukkan bahwa biaya transaksi Ethereum tetap berada di bawah 1 gwei.

Dengan kondisi ini, pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas seperti transfer aset, perdagangan di DEX, hingga transaksi NFT dengan biaya yang minimal.

Aktivitas Blockchain yang Hemat Biaya

Pada 15 Maret 2025, biaya transaksi Ethereum untuk kecepatan tinggi hanya sekitar 1,53 gwei atau setara dengan $0,05 saja.

Sementara itu, transaksi dengan kecepatan standar atau lebih lambat hanya memerlukan biaya antara 1,07 hingga 0,57 gwei ($0,03 hingga $0,02).

Ethereum tetap aktif dengan rata-rata 1 juta hingga 1,358 juta transaksi harian, mempertahankan stabilitas dalam ekosistemnya.

Swap Token dan NFT Lebih Terjangkau

Bagi pengguna yang sering melakukan swap token di jaringan Ethereum, biaya yang dikenakan sekitar $0,81 untuk transaksi prioritas.

Namun, dengan strategi yang tepat, pengguna dapat menekan biaya hingga $0,30 per transaksi.

Sementara itu, transaksi NFT yang memerlukan pemrosesan cepat bisa dikenakan biaya sekitar $1,38, tetapi opsi lebih hemat tersedia di kisaran $0,51.

Biaya Bridging dan Pinjaman Juga Rendah

Selain transaksi reguler, aktivitas seperti bridging aset dan pinjaman onchain juga mendapatkan keuntungan dari rendahnya biaya transaksi Ethereum.

Pengguna hanya perlu mengeluarkan sekitar $0,10 untuk melakukan bridging aset dan sekitar $0,69 untuk menggunakan protokol peminjaman berbasis blockchain.

Perbedaan Biaya Transfer dan Smart Contract

Transfer ETH secara langsung lebih murah dibandingkan dengan interaksi dengan smart contract.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan dalam sumber daya komputasi yang diperlukan untuk menjalankan transaksi di jaringan Ethereum.

Meskipun demikian, kondisi ini tetap menguntungkan pengguna yang melakukan transfer reguler maupun aktivitas DeFi lainnya.

Prospek Keberlanjutan Biaya Rendah Ethereum

Tren rendahnya biaya transaksi Ethereum ini mencerminkan permintaan yang stabil dan efisiensi jaringan yang optimal.

Dengan kondisi ini, pengguna dapat lebih leluasa melakukan transaksi, baik untuk perdagangan, investasi, maupun eksplorasi fitur DeFi dan NFT.

Apakah tren ini akan terus berlanjut? Semua bergantung pada dinamika pasar kripto dan tingkat kepadatan jaringan di masa mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rekomendasi Koin Kripto Terbaik untuk Dibeli Sekarang!

Pembaruan Ethereum Pectra mengalami penundaan hingga akhir April seperti diberitakan oleh Cryptonomist pada Minggu (16/3).

Sementara pengembang telah meluncurkan testnet ketiga yang disebut Hoodi, pengumuman ini memicu lonjakan minat dalam pasar kripto, membuat banyak investor mencari aset terbaik untuk dibeli sekarang.

Kali ini Tokonews akan membahas beberapa rekomendasi koin kripto terbaik saat ini yang patut diperhatikan sebelum dibeli.

Solaxy

Solaxy hadir sebagai solusi bagi Solana untuk meningkatkan efisiensinya dengan konsep layer 2 berbasis rollup.

Solaxy mengelompokkan transaksi menjadi batch sebelum memprosesnya di blockchain utama, menjadikannya lebih cepat dan efisien.

Dengan fokus utama membangun ekosistem meme coin dalam jaringan Solana, token SOLX dari Solaxy berpotensi menjadi pilihan investasi yang menjanjikan.

BTC Bull

Seiring dengan kenaikan harga Bitcoin yang melampaui $84.000, BTC Bull muncul sebagai meme coin berbasis ERC-20 yang bertujuan membangun komunitas investor Bitcoin.

BTC Bull menerapkan strategi token burn dan airdrop Bitcoin setiap kali harga BTC meningkat $25.000 setelah melewati $100.000.

Selain itu, model ini menciptakan kelangkaan token dan menarik perhatian lebih banyak investor.

Catslap

Catslap membawa inovasi dalam kategori token bertema kucing dengan ekosistem interaktif.

Pengguna dapat berpartisipasi dalam fitur unik “slap” yang memungkinkan mereka mendapatkan reward berbasis aktivitas.

Diluncurkan saat tren meme coin bertema kucing sedang naik, Catslap pernah melonjak 8000% dan masih menunjukkan potensi keuntungan bagi investor awal.

Menggabungkan meme coin dengan kecerdasan buatan, Mind of Pepe dikembangkan oleh Elvora Labs sebagai agen AI otonom yang memberikan wawasan pasar kripto dan analisis proyek ICO terbaru.

Dengan dana yang telah terkumpul lebih dari $7,3 juta, Mind of Pepe berpotensi menjadi proyek AI-based meme coin yang mampu menciptakan komunitas investor yang lebih kuat.

Meskipun pembaruan Ethereum Pectra mengalami penundaan, sentimen pasar tetap positif.

Investor harus bijak dalam memilih aset yang berpotensi tinggi, terutama dari daftar yang telah disebutkan di atas.

Dengan strategi yang tepat, peluang keuntungan dari investasi kripto masih sangat terbuka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Harga Bitcoin Menuju $105.000 (Rp 1,7 Miliar)?

Harga Bitcoin mengalami kenaikan 8% sejak 11 Maret, didorong oleh aksi beli besar-besaran dari para investor besar alias whale.

Thecoinrepublic menyebutkan pada Minggu (16/3) bahwa pemegang jangka panjang telah menambahkan 131.000 BTC ke dalam dompet mereka dalam sebulan terakhir, menunjukkan akumulasi yang kuat di level saat ini.

Posisi Long Margin Bitfinex Meningkat Tajam

Trader margin di Bitfinex telah meningkatkan posisi long mereka hingga $5,7 miliar, tertinggi sejak November 2024.

Lonjakan ini menunjukkan kepercayaan kuat terhadap pergerakan harga yang lebih tinggi, meskipun masih ada ketidakpastian ekonomi global.

Korelasi dengan Likuiditas Global

Menurut pakar pasar, harga Bitcoin memiliki korelasi 82% dengan pasokan uang global (M2).

Jika bank sentral terus menambah likuiditas untuk menghadapi risiko resesi, Bitcoin bisa mendapatkan dorongan tambahan untuk naik lebih tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sejarah Pergerakan Bitcoin dan Posisi Long Margin

Dalam siklus sebelumnya, peningkatan margin longs di Bitfinex sering kali diikuti oleh kenaikan harga Bitcoin.

Pada September 2024, trader menambahkan 7.840 BTC saat harga di bawah $50.000 (Rp 817 juta), dan dua bulan kemudian, harga melonjak melewati $75.000 (Rp 1,23 miliar).

Faktor Eksternal yang Mendukung Kenaikan Harga

Kemenangan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat pada November 2024 lalu diyakini telah berkontribusi pada lonjakan harga Bitcoin, karena kebijakan yang lebih ramah terhadap industri kripto.

Selain itu, Michael Saylor dikabarkan menggalang dana $21 miliar untuk membeli lebih banyak Bitcoin, menambah dorongan institusional ke pasar.

Tantangan Ethereum dengan Upgrade Pectra

Di sisi lain, Ethereum menghadapi penundaan dalam upgrade Pectra hingga akhir April.

Pengembang mengalami kendala dalam uji coba jaringan, meskipun target peluncuran mainnet tetap pada jalurnya.

Upgrade Pectra diharapkan meningkatkan fungsi dompet dan skalabilitas jaringan Ethereum.

Kunci Pergerakan Bitcoin: Support di $74.000

Meskipun tren bullish sedang berlangsung, Bitcoin harus mempertahankan level support kritis di $74.000 (Rp 1,22 miliar) agar tidak mengalami koreksi lebih lanjut.

Data dari Santiment menunjukkan tekanan jual dari pemegang BTC berukuran menengah, yang dapat memperlambat momentum kenaikan.

Mampukah Bitcoin Mencapai $105.000?

Jika akumulasi whale terus berlanjut dan aliran investasi institusional meningkat, Bitcoin memiliki peluang untuk menembus $105.000 (Rp 1,7 miliar).

Namun, kegagalan mempertahankan $74.000 (Rp 1,2 miliar) bisa berisiko membalikkan tren bullish saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Siap Gebrak Pasar, Upgrade Pectra Hadirkan Fitur Revolusioner

Ethereum kembali bersiap untuk peningkatan besar melalui upgrade Pectra seperti dikabarkan oleh Bankless pada Sabtu (15/3).

Setelah menghadapi tantangan pada dua testnet sebelumnya, tim pengembang Ethereum kini meluncurkan testnet terbaru bernama Hoodi.

Upgrade ini dijadwalkan untuk diterapkan di mainnet pada 25 April 2025, jika pengujian berjalan lancar.

Apa Itu Upgrade Pectra?

Upgrade Pectra adalah pembaruan signifikan dalam ekosistem Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas, memperbesar kapasitas staking, serta memberikan fleksibilitas pembayaran biaya transaksi menggunakan berbagai token.

Dengan adanya Hoodi, para pengembang berupaya memastikan upgrade ini berjalan optimal sebelum diterapkan secara resmi.

Mengatasi Tantangan Sebelumnya

Sebelumnya, Ethereum telah meluncurkan testnet Holesky dan Sepolia untuk menguji Pectra, namun keduanya mengalami kendala teknis.

Masalah tersebut mendorong tim pengembang untuk memperkenalkan Hoodi sebagai solusi.

Testnet ini diharapkan dapat memberikan lingkungan pengujian yang lebih stabil guna memastikan implementasi Pectra berjalan tanpa hambatan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Upgrade Pectra bagi Pengguna Ethereum

Dengan adanya peningkatan ini, pengguna Ethereum dapat menikmati transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah.

Selain itu, fleksibilitas dalam pembayaran gas fee menggunakan berbagai token akan memberikan kenyamanan lebih bagi komunitas Ethereum.

Para validator dan staker juga akan mendapatkan manfaat dari peningkatan kapasitas staking, yang dapat meningkatkan efisiensi jaringan secara keseluruhan.

Ethereum terus berkembang dengan meluncurkan testnet Hoodi sebagai persiapan untuk upgrade Pectra.

Dengan target implementasi pada April 2025, pembaruan ini diharapkan membawa peningkatan signifikan dalam efisiensi dan fleksibilitas jaringan Ethereum.

Jika pengujian pada Hoodi sukses, Pectra dapat menjadi tonggak baru dalam evolusi Ethereum yang lebih andal dan hemat biaya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Regulasi DeFi: Kongres AS Batalkan Aturan IRS, Tapi Dilema Tetap Ada

Sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) meraih kemenangan di Amerika Serikat setelah Kongres membatalkan peraturan yang mewajibkan platform DeFi melaporkan hasil penjualan aset kripto ke Internal Revenue Service (IRS).

Namun, meskipun aturan ini dihentikan, tantangan regulasi DeFi masih menjadi perdebatan.

Kongres AS Batalkan Aturan IRS tentang DeFi

Berdasarkan laporan dari Cryptonomist, pada 12 Maret 2024, Dewan Perwakilan Rakyat AS memilih untuk mencabut aturan IRS yang diterbitkan pada Desember 2024 dan dijadwalkan berlaku pada 2027.

Regulasi ini mengharuskan platform DeFi melacak dan melaporkan semua transaksi aset digital, termasuk NFT dan stablecoin.

Keputusan ini mendapat dukungan luas dari komunitas kripto. Marta Belcher, Presiden Filecoin Foundation, menekankan pentingnya menjaga privasi pengguna dalam transaksi terdesentralisasi.

Menurutnya, aturan IRS dapat merusak prinsip dasar DeFi dengan memaksa platform mengumpulkan dan membagikan data pribadi pengguna.

Organisasi seperti Blockchain Association juga mengkritik aturan ini sebagai pelanggaran privasi yang tidak beralasan.

Mereka berpendapat bahwa regulasi semacam ini dapat mendorong industri kripto untuk pindah ke luar negeri guna menghindari pembatasan di AS.

Dilema Regulasi di Keuangan Terdesentralisasi

Salah satu tantangan terbesar dalam regulasi DeFi adalah siapa yang dianggap bertanggung jawab dalam ekosistem yang tidak memiliki entitas pusat.

Berbeda dengan bank atau bursa terpusat, protokol DeFi beroperasi secara mandiri melalui smart contract di blockchain.

CEO Etherealize, Vivek Raman, menjelaskan bahwa karena tidak dikendalikan oleh satu entitas tertentu, DeFi tidak dapat memenuhi kewajiban pajak seperti penerbitan formulir 1099 untuk melaporkan pendapatan kena pajak.

Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa platform DeFi bisa bekerja sama secara sukarela dengan pemerintah, seperti yang terjadi setelah serangan senilai $285 juta terhadap KuCoin, di mana beberapa protokol membekukan dana yang dicuri.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah penerapan teknologi zero-knowledge proofs (ZKP), yang memungkinkan pengguna membuktikan identitas mereka tanpa harus mengungkapkan informasi pribadi secara penuh.

Dengan cara ini, privasi tetap terjaga tanpa melanggar regulasi.

Masa Depan Regulasi Kripto di Amerika Serikat

Pemerintahan Trump menunjukkan dukungan terhadap industri kripto dengan menciptakan cadangan strategis Bitcoin untuk AS dan mengurangi tekanan regulasi terhadap perusahaan kripto.

Selain itu, dua rancangan undang-undang utama sedang dibahas di Kongres: GENIUS Act, yang mengatur stablecoin dan telah disetujui oleh Komite Perbankan Senat pada 13 Maret 2024.

FIT 21, regulasi yang lebih luas tentang kripto, yang sebelumnya ditolak tetapi dapat disetujui dengan beberapa perubahan.

Jika FIT 21 lolos, DeFi akan dikecualikan dari pengawasan langsung SEC dan CFTC, dengan studi lebih lanjut untuk memahami dampaknya.Pembatalan aturan IRS menjadi kemenangan penting bagi privasi pengguna DeFi.

Namun, AS masih perlu menemukan keseimbangan antara transparansi, keamanan, dan kebebasan finansial tanpa menghambat inovasi di sektor blockchain.

Teknologi seperti ZKP dapat menjadi solusi bagi regulasi yang tetap menghormati prinsip desentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin dan Altcoin: Mengapa Korelasi Ini Bisa Jadi Sinyal Volatilitas?

Altcoin kembali bergerak seirama dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), menunjukkan korelasi pasar yang tinggi.

Meski tampak stabil, sejarah menunjukkan bahwa keselarasan ini sering kali menjadi tanda volatilitas tinggi atau puncak pasar lokal.

Oleh karena itu, penting untuk memahami fase pergerakan harga sebelum mengambil keputusan investasi.

Korelasi Kembali Menguat

Laporan terbaru dari Ambcrypto pada Sabtu (15/3), menunjukkan bahwa sebagian besar altcoin mengikuti pergerakan Bitcoin, mencerminkan dominasi tren makro.

Korelasi tinggi ini menandakan bahwa sentimen pasar secara keseluruhan lebih mempengaruhi harga dibandingkan narasi unik setiap altcoin.

Secara historis, korelasi rendah justru menjadi indikasi bahwa pasar akan mengalami volatilitas besar atau mencapai puncak sebelum koreksi.

Tiga Fase Pergerakan Harga Altcoin

Pergerakan harga altcoin umumnya terbagi dalam tiga fase utama. Pertama ada downtrend yang ditandai dengan tekanan jual tinggi dan harga yang terus mencetak titik terendah baru.

Kedua, akumulasi. Fase ini terjadi ketika tekanan jual mulai mereda dan harga bergerak dalam kisaran tertentu tanpa tren yang jelas.

Ketiga, uptrend. Kenaikan harga terjadi setelah struktur pasar berubah menjadi bullish, sering kali ditandai dengan breakout di atas level resistensi.

Saat ini, sebagian besar altcoin masih berada dalam fase downtrend, sehingga masuk ke pasar terlalu dini bisa berisiko tinggi.

Menunggu tanda-tanda akumulasi yang jelas sebelum melakukan re-entry adalah strategi yang lebih bijak.

Memahami Range Lows untuk Momentum Re-Entry

Ketika altcoin mulai stabil, level terendah dalam suatu rentang harga menjadi titik perhatian utama.

Level ini sering kali menjadi area di mana tekanan jual melemah dan pembeli mulai masuk secara diam-diam.

Tanda-tanda seperti higher lows atau breakout yang kuat dapat menunjukkan awal dari pembalikan tren.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak pemulihan pasar terjadi ketika harga bertahan di level support utama dalam jangka waktu tertentu.

Meski tidak semua rentang harga menghasilkan reli, adanya support yang kuat menandakan kepercayaan pasar yang mulai tumbuh.

Bitcoin Sebagai Indikator Utama

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, Bitcoin dan Ethereum masih menjadi pemimpin pasar, dan pergerakan altcoin kemungkinan besar akan mengikuti tren keduanya.

Jika harga BTC dan ETH mengalami reli, barulah altcoin memiliki peluang untuk mengalami kenaikan signifikan.

Bagi para trader dan investor, memahami korelasi Bitcoin dengan altcoin dapat membantu dalam menentukan strategi yang lebih tepat.

Dengan memperhatikan tanda-tanda akumulasi dan momentum pasar, peluang mendapatkan keuntungan dalam perdagangan aset kripto bisa lebih optimal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com