Tag Archives: ethereum

Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta

Pendiri dan co-founder Strategy, Michael Saylor, kembali memberi sinyal kuat terkait pembelian Bitcoin (BTC) baru setelah perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar $711 juta (Rp 11,7 triliun) melalui penjualan saham terbaru.

Mengacu pada laporan terbaru Cryptopolitan yang dikutip pada Senin (23/3), dengan akuisisi terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy telah mencapai 499.226 BTC.

Menurut data dari SaylorTracker, pada 17 Maret 2025, Strategy membeli 130 BTC senilai $10,7 juta.

Meski jumlah ini termasuk salah satu pembelian terkecil yang dilakukan perusahaan, langkah tersebut tetap menunjukkan komitmen Strategy dalam mengakumulasi Bitcoin di tengah fluktuasi harga pasar.

Saylor, yang merupakan pendukung kuat Bitcoin, terus mempromosikan aset digital ini sebagai penyimpan nilai terbaik.

Dalam salah satu unggahan di X (sebelumnya Twitter), ia mengisyaratkan rencana pembelian Bitcoin lebih lanjut dengan pernyataan singkat, “Needs more Orange.”

Apakah Pembelian Baru Akan Mendorong Reli Harga Bitcoin?

Seiring dengan strategi akumulasi Bitcoin yang terus dilakukan oleh Strategy, banyak analis pasar yang berspekulasi mengenai dampaknya terhadap pergerakan harga Bitcoin.

Dalam satu jam terakhir, harga BTC bergerak dalam kisaran $84.968 hingga $85.168 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,68 triliun.

Historisnya, setiap kali Strategy melakukan pembelian besar, hal ini sering kali dikaitkan dengan kenaikan harga Bitcoin.

Namun, beberapa analis masih terbagi dalam opini mereka. Sebagian meyakini bahwa pembelian selanjutnya dapat mendorong reli harga baru.

Sementara sebagian lainnya memperingatkan kemungkinan koreksi pasar sebelum pergerakan bullish berlanjut.

Meskipun pasar mengalami volatilitas, Strategy tetap mencatat keuntungan signifikan dari investasinya di Bitcoin.

Hingga saat ini, perusahaan telah memperoleh keuntungan lebih dari 28% dengan total keuntungan yang belum direalisasi mencapai $9,3 miliar.

Saylor Dorong Pemerintah AS untuk Adopsi Bitcoin

Selain memimpin akuisisi Bitcoin di sektor korporasi, Michael Saylor juga secara aktif mendorong pemerintah AS untuk meningkatkan kepemilikan aset digital ini.

Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah memiliki setidaknya 25% dari total suplai Bitcoin pada tahun 2035, ketika 99% BTC sudah ditambang.

Dalam proposalnya yang berjudul “A Digital Assets Strategy to Dominate the 21st Century Global Economy,” Saylor menekankan pentingnya regulasi yang mendukung pertumbuhan ekosistem digital.

Ia juga menyoroti Bitcoin sebagai satu-satunya komoditas yang mampu memberikan imbal hasil lebih baik dibandingkan indeks S&P 500 dan emas.

Michael Saylor terus menunjukkan keyakinannya terhadap Bitcoin dengan strategi akumulasi yang agresif.

Dengan tambahan dana sebesar $711 juta dari penjualan saham, kemungkinan besar Strategy akan segera melakukan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar.

Hal ini berpotensi memberikan dampak signifikan pada harga BTC dalam jangka pendek.

Namun, dengan kondisi pasar yang masih bergejolak, investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.

Apakah langkah Strategy akan kembali memicu reli harga atau justru koreksi lebih lanjut? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Berpotensi Kembali ke Kisaran $2.200 di Tengah Akumulasi Whale

Ethereum (ETH) berpotensi merebut kembali kisaran di atas $2.200 di tengah meningkatnya akumulasi oleh pemegang besar atau whale kripto.

Tren ini mengindikasikan optimisme di kalangan investor terhadap reli harga ETH dalam waktu dekat.

Akumulasi Whale dan Harapan Reli ETH

Dilaporkan Cointelegraph, sejak awal Maret, jumlah alamat dengan saldo ETH setidaknya $100.000 mengalami peningkatan signifikan.

Data Glassnode menunjukkan lonjakan dari lebih dari 70.000 alamat pada 10 Maret menjadi lebih dari 75.000 pada 22 Maret. Hal ini menunjukkan bahwa pemegang besar mulai meningkatkan kepemilikannya meskipun pasar kripto masih berada di bawah tekanan global.

Menurut analis Rekt Capital, untuk membalikkan tren turun, harga ETH perlu menembus kisaran makro di antara $2.196 hingga $3.900. Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar $2.000 setelah mengalami penurunan lebih dari 51% sejak mencapai puncak di atas $4.100 pada Desember 2024.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 24 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 24 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Lonjakan Minat Terbuka dan Optimisme Pasar

Minat terbuka (open interest) Ether juga mengalami lonjakan ke titik tertinggi sepanjang masa pada 21 Maret. Hal ini meningkatkan ekspektasi bahwa para pedagang besar sedang bersiap untuk reli ke atas $2.400.

Selain itu, meningkatnya kepercayaan institusional terhadap Ethereum turut memberikan dorongan positif. Dana BUIDL BlackRock kini memiliki lebih dari $1,145 miliar dalam ETH, naik dari sekitar $990 juta hanya dalam satu minggu.

Potensi Kenaikan 65% pada Juni 2025

Secara teknikal, ETH tengah menguji ulang zona support utama yang sebelumnya memicu reli besar. Jika pemantulan dari zona ini terjadi, ETH berpotensi naik hingga $3.400 pada Juni 2025, memberikan keuntungan sekitar 65% dari level saat ini.

Namun, jika harga ETH gagal bertahan di zona support, ada kemungkinan penurunan menuju level rata-rata pergerakan eksponensial 200-2W di sekitar $1.560.

Dampak Faktor Eksternal

Meskipun ETH menunjukkan potensi pemulihan, beberapa analis menilai bahwa tekanan ekonomi global, termasuk ketidakpastian terkait perang dagang, masih menjadi tantangan hingga awal April. Namun, secara keseluruhan, investor tetap optimis dengan proyeksi harga Ether yang diperkirakan mencapai puncak $6.000 pada akhir 2025.

Dengan meningkatnya akumulasi whale dan dukungan institusional yang terus menguat, pasar Ether tampaknya tengah bersiap untuk pergerakan bullish dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

SEC: PoW Bukan Sekuritas, Peralihan Ethereum ke PoS Diperdebatkan

Keputusan terbaru Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) yang menegaskan bahwa aktivitas penambangan Bitcoin dan kumpulan proof-of-work (PoW) bukanlah sekuritas telah memicu kembali perdebatan seputar transisi Ethereum ke proof-of-stake (PoS).

Dalam pernyataan resminya, Divisi Keuangan Korporasi SEC mengklarifikasi bahwa aktivitas penambangan di blockchain publik tanpa izin seperti Bitcoin bukan merupakan kontrak investasi. Dengan demikian, penambang yang mengandalkan daya komputasi, bukan entitas pusat, tidak termasuk dalam ketentuan hukum sekuritas AS.

Reaksi Keras terhadap Ethereum PoS

Dilaporkan AMBcrypto, keputusan ini disambut baik oleh komunitas kripto, tetapi juga memicu kritik terhadap transisi Ethereum ke PoS. Beberapa pihak menilai bahwa peralihan tersebut telah mengubah dinamika ekosistem Ethereum secara fundamental.

Tokoh industri Meltem Demirors menyatakan bahwa model PoS telah melemahkan nilai inti Ethereum dan mempermudah munculnya solusi Layer-2 (L2). Menurutnya, Ethereum bisa menjadi protokol bernilai triliunan dolar dengan ekonomi komputasi energinya sendiri jika tetap menggunakan PoW.

“Proof of Stake adalah sebuah kesalahan. Ethereum bisa saja menjadi protokol bernilai triliunan dolar dengan ekosistem komputasi energinya sendiri yang tangguh. Sebaliknya, MEV mengekstraksi nilai miliaran dolar dari pengguna dan aplikasi,” ujar Demirors.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Red Panda Mining melalui media sosial, yang menilai bahwa dengan adanya kejelasan regulasi terhadap PoW, Ethereum seharusnya mempertimbangkan kembali model konsensusnya.

Harga Ethereum Mengarah ke $2.000

Sementara itu, Ethereum menunjukkan pergerakan harga yang mengarah ke level $2.000. Pada 22 Maret, ETH ditutup pada $1.990 setelah mengalami kenaikan sebesar 1,32%. Beberapa indikator teknis, seperti MACD yang berbalik positif dan histogram yang mencetak batang hijau ketiga berturut-turut, mengindikasikan potensi momentum bullish.

Namun, Relative Strength Index (RSI) yang bertahan di angka 41,97 menunjukkan bahwa ETH masih berada di zona netral. Meski ada potensi kenaikan lebih lanjut jika berhasil menembus $2.000, volume perdagangan yang masih rendah membuat investor tetap berhati-hati.

Dengan keputusan SEC yang memberikan kejelasan regulasi terhadap PoW, perdebatan mengenai arsitektur Ethereum tampaknya akan terus berlanjut, sementara pasar tetap mencermati pergerakan harga ETH ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BlackRock dan NYSE Dorong Adopsi Staking ETF Ethereum

BlackRock dan NYSE Arca tengah mendorong adopsi produk ini untuk meningkatkan daya tarik bagi investor institusional melalui Staking ETF Ethereum.

Sebagaimana dikutip dari Ambcrypto para Minggu (23/3), Staking ETF Ethereum adalah produk investasi yang memungkinkan pemegang ETF mendapatkan imbal hasil tambahan dari staking Ethereum (ETH).

BlackRock dan Dukungannya terhadap Staking ETF Ethereum

BlackRock, salah satu manajer aset terbesar dunia, meyakini bahwa ETF Ethereum tanpa fitur staking masih kurang optimal.

Kepala Aset Digital BlackRock, Robbie Mitchnick, menegaskan bahwa staking dapat meningkatkan imbal hasil dan selaras dengan mekanisme proof-of-stake Ethereum.

Proposal NYSE Arca untuk ETF Staking

Bukan hanya BlackRock, NYSE Arca telah mengajukan proposal ke Securities and Exchange Commission (SEC) untuk memungkinkan staking pada Bitwise ETF Ethereum.

Jika disetujui, langkah ini akan merevolusi ETF berbasis Ethereum dengan menghadirkan pendapatan tambahan dari staking rewards.

Tren Staking Ethereum yang Terus Berkembang

Data terbaru dari Dune Analytics menunjukkan bahwa Kraken dan Blockdaemon memimpin pertumbuhan staking ETH.

Sementara Coinbase mengalami arus keluar besar. Platform seperti Lido, stakefish, dan Upbit tetap mempertahankan aliran staking yang stabil.

Potensi Dampak bagi Investor dan Pasar ETF

Jika staking ETF Ethereum mendapat persetujuan, investor dapat menikmati keuntungan ganda, eksposur harga Ethereum dan pendapatan pasif dari staking.

Produk ini dapat menarik lebih banyak investor institusional yang mencari instrumen investasi kripto dengan imbal hasil tambahan.

Tantangan Regulasi

Meski menjanjikan, regulasi masih menjadi hambatan utama. SEC selama ini cenderung berhati-hati terhadap produk investasi kripto, terutama yang melibatkan staking.

Persetujuan proposal NYSE Arca dapat menjadi preseden bagi pengembangan produk berbasis Ethereum lainnya.

Staked ETH ETF berpotensi menjadi terobosan besar dalam dunia investasi Ethereum.

Dengan dukungan BlackRock dan NYSE Arca, serta tren staking yang terus meningkat, produk ini bisa membuka peluang baru bagi investor. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan regulator.

_________________

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

MegaETH Testnet Publik, Solusi Skalabilitas Ethereum dengan 20.000 TPS

MegaETH, solusi scaling Ethereum yang didukung oleh investor ternama termasuk Vitalik Buterin, resmi meluncurkan testnet publiknya.

Theblock mengungkapkan pada Sabtu (22/3) bahwa peluncuran ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kapasitas Ethereum tanpa bergantung pada pendekatan rollup-centric.

Performa Tinggi dengan 20.000 TPS

MegaETH mengklaim mampu menangani 20.000 transaksi per detik (TPS) dengan waktu blok hanya 10 milidetik.

Sebagai perbandingan, Solana memiliki kapasitas teoritis hingga 65.000 TPS tetapi rata-rata throughput-nya hanya sekitar 1.500 TPS.

Dengan performa tinggi ini, MegaETH berpotensi menjadi solusi utama untuk meningkatkan efisiensi Ethereum.

Pendekatan Berbeda dari Rollup-centric

Berbeda dengan solusi Layer 2 berbasis rollup, MegaETH memilih pendekatan unik dalam skalabilitas.

Protokol ini tetap mengandalkan Ethereum untuk keamanan tetapi menggunakan solusi ketersediaan data alternatif seperti EigenDA dan sequencer khusus untuk memproses transaksi secara paralel.

Target Masa Depan: 100.000 TPS

MegaETH memiliki visi ambisius untuk mencapai 100.000 TPS dan latensi di bawah satu milidetik.

Ini menjadikannya salah satu proyek paling menarik dalam dunia blockchain yang terus berkembang.

Didukung oleh Investor Besar

Pada Juni 2024, MegaETH berhasil mengumpulkan dana sebesar $20 juta dalam putaran pendanaan awal dengan valuasi mencapai sembilan digit.

Selain itu, proyek ini juga menggalang tambahan $10 juta melalui platform Echo dan $13 juta dalam bentuk ETH dari penjualan NFT.

Adopsi Awal oleh Aplikasi Blockchain

Sejumlah aplikasi blockchain juga telah memulai untuk mengadopsi MegaETH di testnet publiknya.

Beberapa di antaranya adalah platform perdagangan seperti GTE dan Infinex, yang melihat potensi besar dalam kecepatan transaksi yang ditawarkan oleh MegaETH.

Dengan inovasi ini, MegaETH berpotensi menjadi solusi utama dalam meningkatkan kapasitas Ethereum tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi.

Peluncuran testnet publiknya menjadi langkah awal menuju masa depan blockchain yang lebih efisien dan scalable.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Cetak Rekor Open Interest, Harga ETH Bakal Menyusul?

Ethereum (ETH) mencatatkan rekor baru dalam open interest kontrak futures pada 21 Maret 2025 berdasarkan laporan terbaru dari Cointelegraph pada Sabtu (22/3).

Meskipun demikian, harga ETH justru mengalami penurunan, memicu pertanyaan apakah tren ini akan berlanjut ke kenaikan harga atau justru sebaliknya.

Open Interest Ethereum Mencapai Rekor Tertinggi

Open interest dalam kontrak futures Ethereum melonjak 15% dalam dua minggu terakhir, mencapai 10,23 juta ETH.

Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa Binance, Gate.io, dan Bitget menguasai 51% dari total pasar, sementara Chicago Mercantile Exchange (CME) memegang 9%.

Namun, tidak seperti Bitcoin, di mana CME menjadi pemain utama, Ethereum masih lebih banyak didominasi oleh bursa kripto lainnya.

Minat Terhadap Long Position ETH Menurun

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Biasanya, peningkatan open interest mencerminkan minat investor institusional, tetapi kali ini ada indikasi bahwa leverage di sisi pembelian (long) melemah.

Premi tahunan untuk futures ETH dua bulan turun di bawah 4% pada 21 Maret, dari sebelumnya 5%.

Hal ini menandakan bahwa trader tidak terlalu tertarik menggunakan strategi “cash and carry,” yang umumnya menguntungkan ketika ada premi yang lebih tinggi.

Faktor Makroekonomi dan Penurunan Biaya Jaringan Ethereum

Selain itu, tekanan terhadap harga ETH juga dipicu oleh beberapa faktor eksternal. Salah satunya adalah arus keluar dari ETF berbasis Ether di Amerika Serikat yang mencapai $307 juta dalam dua minggu terakhir.

Ketidakpastian makroekonomi, termasuk perang tarif global, inflasi, dan pengurangan anggaran pemerintah AS, turut memperburuk sentimen investor.

Di sisi lain, meskipun Ethereum telah berhasil beralih ke mekanisme proof-of-stake dan memperkenalkan fitur skalabilitas baru seperti blob space, hal ini justru menciptakan tantangan baru.

Biaya transaksi yang rendah di layer-2 membuat pendapatan validator berkurang. Sementara permintaan terhadap aplikasi terdesentralisasi (DApps) juga menurun.

Apakah Harga ETH Akan Mengikuti Tren Open Interest?

Meskipun open interest Ethereum berada di titik tertinggi, tidak ada indikasi bahwa ini terjadi karena sentimen bullish yang kuat.

Sebaliknya, data menunjukkan bahwa permintaan untuk posisi long masih lemah. Dengan berbagai tantangan dari sisi makroekonomi hingga ekosistem Ethereum itu sendiri, investor masih bersikap hati-hati terhadap pergerakan harga ETH dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BlackRock Dukung Staking untuk ETF Ethereum

BlackRock, salah satu manajer aset terbesar di dunia, menunjukkan minat kuat terhadap mekanisme staking untuk ETF Ethereum.

Robert Mitchnick, Kepala Aset Digital BlackRock dalam wawancara dengan Theblock, menyatakan bahwa staking dapat menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya tarik Ethereum ETF di pasar.

Menurut Mitchnick, semua ETF Ethereum yang diluncurkan sebelumnya tidak memiliki fitur staking.

Padahal, staking dapat meningkatkan potensi keuntungan bagi investor melalui yield tambahan.

Jika mekanisme ini disetujui, diharapkan lebih banyak investor tertarik untuk berinvestasi di produk ETF Ethereum.

NYSE Arca Ajukan Perubahan Aturan

Bersamaan dengan optimisme BlackRock, NYSE Arca mengajukan perubahan aturan yang memungkinkan Bitwise Ethereum ETF untuk melakukan staking.

Langkah ini diikuti oleh beberapa pemain besar lainnya, seperti Grayscale, 21Shares, dan Fidelity, yang juga mengajukan proposal serupa.

Dengan adanya pengajuan ini, diharapkan regulator seperti SEC dapat memberikan izin bagi ETF Ethereum untuk memperoleh keuntungan tambahan dari staking.

Saat ini, SEC di bawah kepemimpinan baru tampak lebih terbuka terhadap inovasi di sektor aset kripto.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Potensi Keuntungan bagi Investor

Jika SEC menyetujui mekanisme staking untuk ETF Ethereum, para penerbit dana dapat memperoleh pendapatan tambahan dari hasil staking tanpa harus menjual aset utama mereka.

Hal ini akan meningkatkan daya tarik ETF Ethereum sebagai instrumen investasi yang lebih menguntungkan.

Meski demikian, masih terdapat tantangan teknis dan regulasi yang harus diselesaikan sebelum mekanisme ini dapat diterapkan sepenuhnya.

Namun, jika berhasil, langkah ini dapat menjadi perubahan besar dalam ekosistem investasi kripto.

Perbandingan dengan ETF Bitcoin

Meskipun ETF Ethereum telah menarik investasi miliaran dolar, pencapaiannya masih jauh di bawah ETF Bitcoin.

Sebagai contoh, ETF Ethereum milik BlackRock memiliki aset kelolaan sekitar $2,3 miliar, sedangkan ETF Bitcoin milik perusahaan yang sama mencapai hampir $48 miliar.

Dengan diperbolehkannya staking, ETF Ethereum berpotensi mendapatkan momentum baru untuk mengejar ketertinggalan dari ETF Bitcoin dan menarik lebih banyak investor institusional maupun ritel.

Adanya dorongan dari BlackRock dan langkah proaktif dari NYSE Arca menunjukkan bahwa pasar ETF Ethereum sedang menuju perubahan besar.

Jika staking diperbolehkan, ETF Ethereum dapat menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan bagi investor.

Keputusan SEC dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor penentu bagi masa depan ETF Ethereum di pasar keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Harga Bitcoin Naik 7%

Harga aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, dan Dogecoin (DOGE) mengalami penguatan signifikan menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan AS dalam kisaran 5,25%-5,50%.

Kebijakan ini memicu optimisme pasar terkait likuiditas dan risiko investasi, mendorong aliran modal ke aset berisiko tinggi seperti kripto.

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Sinyal “Higher for Longer”

Pada pertemuan untuk menentukan kebijakan pada 20 Maret 2025, The Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

Jerome Powell, Ketua The Fed, menegaskan bahwa inflasi AS masih di atas target 2% (3,2% per Februari 2025), sehingga perlu menjaga suku bunga tinggi hingga ada kepastian inflasi terkendali.

Namun, The Fed juga memproyeksikan tiga pemotongan suku bunga pada 2025, yang memicu respons positif di pasar keuangan.

Harga Bitcoin Terkatrol

Pasca putusan The Fed, harga Bitcoin (BTC) melonjak 7% dalam 24 jam, menembus level $67.000 atau yang tertinggi sejak November 2021.

Kenaikan didorong oleh arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot dan antisipasi halving pada April 2025 mendatang.

Bahkan, analis Standard Chartered memprediksi BTC bisa mencapai harga hingga $100.000 pada akhir tahun, jika tidak kehilangan momentum.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Efek Domino

Bukan hanya Bitcoin saja yang terkatrol kebijakan The Fed tersebut, aset lainnya seperti Ethereum (ETH) turut menguat 9% ke level $3.500.

Hasil positif ini juga didukung ekspektasi persetujuan ETF Ethereum oleh SEC pada Mei mendatang. Selain itu, aktivitas jaringan meningkat seiring persiapan upgrade “Dencun” untuk mengurangi biaya transaksi.

Di sisi lain, harga XRP naik 12% ke level $0,65, setelah Ripple mengumumkan kerja sama dengan lembaga keuangan di Asia untuk penggunaan teknologi CBDC. Sentimen pasar mulai membaik menyusul perkembangan positif gugatan Ripple vs SEC.

Pun begitu dengan harga Dogecoin (DOGE) yang melesat ke level 18% senilai $0,16 karena lonjakan volume perdagangan dan rumor integrasi dengan platform pembayaran global.

Harga Dogecoin juga meningkat setelah Elon Musk kembali memicu spekulasi dengan postingan misterius di X (Twitter).

Faktor Penggerak Rally Kripto

Pasca putusan The Fed, likuiditas terhadap aset digital tetap terjaga. Suku bunga tinggi yang stabil mengurangi kekhawatiran resesi, mendorong investor mengambil risiko. –

Inflows ke ETF Kripto juga cukup tinggi. Contohnya, ETF Bitcoin AS mencatat aliran dana masuk $1,2 miliar dalam sepekan terakhir.

Dari sisi teknologi dan regulasi, upgrade jaringan (seperti Ethereum Dencun) dan kejelasan regulasi meningkatkan kepercayaan investor.

Peringatan dari Analis

Meski rally kripto cukup menggiurkan, para ahli mengingatkan potensi koreksi jangka pendek karena beberapa alasan.

Pertama, Profit-Taking. Trader mungkin mengambil untung di level resisten kritis, misalnya BTC di $70.000.

Kedua, dari aspek geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah dan fluktuasi pasar energi bisa picu volatilitas.

Ketiga, kebijakan The Fed. Pemotongan suku bunga yang tertunda bisa menekan sentimen pasar.

Prospek ke Depan

Berbagai kemungkinan akan tetap ada di masa depan, misalnya Bitcoin Halving pada April 2024 nanti. Peristiwa ini secara historis memicu kenaikan harga dalam jangka panjang.

Di sisi lain, keputusan SEC untuk ETH Ethereum pada Mei nanti bisa saja menjadi katalis potensial untuk ETH lainnya.

Selain itu, jika kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga bisa menekan inflasi AS turun ke 2,5%, aliran modal ke kripto bisa semakin deras.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Dominasi Stablecoin: Volume $850 Miliar!

Ethereum terus mengukuhkan posisinya sebagai blockchain utama untuk aktivitas stablecoin, dengan USDC senilai $35 miliar dan USDT sebesar $67 miliar yang beredar di ekosistemnya.

Theblock menyebutkan bahwa keunggulan ini menunjukkan bahwa meskipun banyak blockchain baru bermunculan, Ethereum tetap menjadi lapisan penyelesaian utama untuk transaksi digital berbasis dolar.

Lonjakan Volume Transaksi Stablecoin

Selama empat bulan terakhir, volume transaksi stablecoin di Ethereum tetap stabil dengan rata-rata $800 miliar per bulan.

Pada Februari 2025, total transaksi stablecoin mencapai $850 miliar, dengan USDC dan USDT menyumbang $740 miliar dari angka tersebut.

Selain itu, jumlah alamat yang mentransfer stablecoin juga terus meningkat, mencapai 600.000 dalam satu minggu terakhir.

Keunggulan Stablecoin dalam Ekosistem Kripto

Stablecoin telah menjadi salah satu solusi finansial paling stabil dalam industri kripto. Beberapa keunggulan utamanya meliputi:

  • Penyelesaian transaksi 24/7 tanpa batasan jam operasional bank.
  • Biaya lebih rendah untuk transaksi lintas negara dibandingkan sistem keuangan tradisional.
  • Dapat diprogram melalui smart contract untuk otomatisasi keuangan.
  • Meningkatkan akses keuangan bagi populasi yang belum terjangkau layanan perbankan.

Regulasi Semakin Jelas, Masa Depan Stablecoin Cerah

Pemerintah AS tengah mengajukan undang-undang stablecoin yang bertujuan untuk memberikan kerangka kerja regulasi bagi penerbit stablecoin seperti Circle (USDC), Paxos (USDP), dan PayPal (PYUSD). Regulasi yang lebih jelas ini dapat semakin memperkuat posisi stablecoin dalam sistem keuangan global.

Ethereum dan Stablecoin: Fondasi Masa Depan Keuangan Digital

Dengan volume transaksi yang tetap tinggi di tengah volatilitas pasar kripto, stablecoin di Ethereum menunjukkan bahwa sektor ini semakin matang.

Keunggulan dalam efisiensi, biaya rendah, dan fleksibilitas menjadikan stablecoin sebagai pilar utama adopsi keuangan digital di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Anjlok Hingga Rp36 Juta, Bagaimana Caranya Bangkit?

Harga Ethereum (ETH) kembali anjlok dengan penurunan yang cukup signifikan setelah jatuh di bawah $2.200 (Rp 36 juta) pada 9 Maret.

Berdasarkan pantauan dari Cointelegraph pada Rabu (19/3), Altcoin ini turun 14% sepanjang bulan, jauh lebih buruk dibandingkan dengan penurunan pasar kripto yang hanya 4%.

Salah satu faktor utama di balik pelemahan ini adalah penurunan volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) berbasis Ethereum.

Penurunan Aktivitas DEX Ethereum

Dalam tujuh hari terakhir, volume perdagangan DEX di jaringan Ethereum turun sebesar 34%.

Penurunan ini juga berdampak pada solusi layer-2 Ethereum seperti Base, Arbitrum, dan Polygon.

Meskipun beberapa blockchain lain seperti Solana dan SUI juga mengalami penurunan, jaringan BNB Chain justru mengalami lonjakan volume sebesar 27%, sementara Canto melonjak 445%.

Ethereum mengalami penurunan signifikan dalam beberapa platform, termasuk Maverick Protocol yang turun 85% dan DODO yang turun 46%.

Selain itu, PancakeSwap di jaringan BNB Chain mencatatkan pendapatan lebih tinggi dibandingkan Uniswap, yang merupakan DEX utama di ekosistem Ethereum.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Total Value Locked (TVL) Masih Dominan, Tapi Mulai Menyusut

Ethereum masih memimpin dalam total nilai terkunci (TVL) dengan $47,2 miliar. Namun, TVL Ethereum mengalami penurunan sebesar 9% dalam satu minggu.

Sementara BNB Chain justru mengalami peningkatan 6%. Beberapa proyek besar di Ethereum juga mengalami penurunan signifikan, seperti Stargate Finance yang turun 11%, Maker yang turun 9%, dan Spark yang turun 6%.

Minat Institusional Menurun

Selain penurunan aktivitas di DEX dan TVL, Ethereum juga menghadapi penurunan minat dari investor institusional.

Premi tahunan untuk kontrak berjangka Ethereum turun di bawah 5%, menandakan lemahnya permintaan dari trader bullish.

Selain itu, sejak 5 Maret, ETF Ethereum mengalami arus keluar bersih sebesar $293 juta, yang semakin memperlihatkan menurunnya kepercayaan investor besar.

Persaingan Ketat dari Solana, Tron, dan Hyperliquid

Ethereum kini menghadapi persaingan ketat dari jaringan lain seperti Solana dan Tron. Kedua jaringan ini telah mengumpulkan stablecoin senilai $75 miliar berkat biaya transaksi yang lebih rendah.

Selain itu, Solana semakin menguat di sektor memecoin setelah peluncuran token TRUMP. Di sisi lain, Hyperliquid memperkenalkan blockchain mereka sendiri untuk pasar perpetual futures, semakin menekan dominasi Ethereum.

Pentingnya Upgrade ‘Pectra’ bagi Ethereum

Untuk kembali menarik minat investor dan trader, Ethereum harus membuktikan keunggulannya dibandingkan kompetitor.

Salah satu langkah yang dapat membantu adalah upgrade ‘Pectra’ yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan adopsi pengguna.

Jika tidak ada keunggulan kompetitif yang jelas, Ethereum mungkin akan terus kehilangan pangsa pasar terhadap rival-rivalnya yang semakin agresif.

Ethereum saat ini menghadapi tantangan besar dengan penurunan harga ETH, volume DEX, dan minat institusional.

Meskipun masih mendominasi dalam hal total value locked, persaingan ketat dari Solana, Tron, dan Hyperliquid membuat masa depan Ethereum tidak pasti.

Upgrade ‘Pectra’ bisa menjadi peluang untuk mengembalikan daya saing Ethereum, tetapi tanpa adopsi yang kuat, Ethereum berisiko tertinggal di pasar kripto yang semakin dinamis.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com