Tag Archives: featured

Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis

Aset kripto, Bitcoin mengalami gejolak kembali di akhir Juni 2022. Di awal pekan ke-4 Juni, aset kripto terbesar tersebut turun mencapai nilai terendah.

Nilai tersebut setara dengan angka tertinggi yang pernah tercatat pada 2017 lalu, tepatnya pada angka US$ 19.500 per keping.

Menyikapi situasi tersebut, pengamat aset kripto, Gareth Soloway justru menggambarkan optimismenya. Ia bahkan memperkirakan nilai Bitcoin akan menembus angka US$ 25.000 hingga US$ 28.000 secara analisis teknis.

Gareth menjabarkan bahwa terdapat beberapa alasan bahwa situasi terkini merupakan kondisi penurunan jangka pendek. Ia menerangkan bahwa Bitcoin telah mencapai yang lebih rendah dari nilai tertingginya di tahun 2017.

Pemegang aset kripto saat ini mulai melakukan banyak pembelian dengan asumsi menahan aset. Hal tersebut menunjukkan banyak orang telah cukup banyak kembali mengambil risiko. Gareth berpendapat bahwa hal tersebut akhirnya akan menjadi serangan bunuh diri.

Baca juga: Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Kripto Sebagai Alat Transaksi

“Penting untuk memperhatikan dan mengetahui orang-orang berinvestasi pada aset tersebut. Sehingga investor strategis dapat memahami bahwa telah mengikuti arus mayoritas,” ujarnya membuka analisa lanjutan.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi menarik, sebab mayoritas investor saat ini berada dalam posisi merugi. Sehingga keputusan tersebut juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang terlalu berisiko.

“Bitcoin pada tahun 2009 hanya berharga beberapa pennies. Perbandingan nilainya saat ini tentu sangat menakjubkan,” ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang pada aset kripto terkait. Namun Gareth tidak menganggap hal serupa berlaku dalam jangka pendek.

“Jika dibandingkan dengan momen penurunan Terra LUNA, maka Bitcoin telah kehilangan US$ 14.000 dari nilai sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga: El Salvador Kembali Beli Bitcoin, Saat Bear Market

Ia menjelaskan bahwa dalam dunia trading, hal tersebut dikenal dengan waktu untuk pendekatan terukur. Situasi tersebut berkaitan dengan penurunan jangka pendek.

“Sebab durasi tersebut juga akan menjadi perkiraan yang sepadan dengan peningkatan kembali sebuah aset,” ujarnya.

Ia memperkirakan bahwa Bitcoin akan mengalami peningkatan kembali hingga titik US$ 25.000 sebagai target terdekat. Nilai tersebut berpotensi menjadi nilai stabil untuk beberapa waktu menurutnya.

“Lalu tren tersebut akan berlanjut dengan gelombang naik-turun berikutnya sebelum penurunan lain yang lebih besar,” ujar Gareth. [Im]

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis.“



Sumber : news.tokocrypto.com

League of Ancients, Game NFT MOBA Mirip DOTA 2 dan Mobile Legends!

MOBA bisa dibilang genre game paling favorit di dunia, termasuk di Indonesia. Sejak DOTA meraih banyak pemain di berbagai belahan dunia, akhirnya membuat banyak game serupa yang hadir, mulai League of Legends hingga yang paling populer di Indonesia kini, Mobile Legends. Hal ini yang menjadi alasan mengapa game MOBA hingga hari ini masih sangat populer. 

Penyelenggara kompetisi game atau e-sport tidak ragu menghadirkan pertandingan game MOBA, mulai dari platform PC hingga platform mobile. Melihat ceruk game MOBA yang hingga kini masih digandrungi yang dibarengi dengan mencuatnya kripto dan juga NFT, muncullah sebuah NFT game dengan aliran serupa.

Lantas, apa yang membedakan game MOBA tradisional seperti DOTA 2, League of Legends, ataupun Mobile Legends? Yuk, kita simak pembahasan game NFT MOBA League of Ancients.

League of Ancients: Game NFT yang Terinspirasi dari DOTA 2

Kemiripan gameplay yang ditawarkan oleh League of Ancients dengan DOTA 2, tak bisa dipungkiri karena terinspirasinya sang kreator game tersebut dengan DOTA 2. Game MOBA yang dikembangkan dengan sistem blockchain ini digarap oleh sebuah studio bernama Mithotech Ltd. yang berbasiskan di Malaysia. 

Sang developer ingin menawarkan ide baru dalam dunia game, terutama dunia e-sport, yakni game kompetitif yang dapat dimainkan di Binance Smart Chain. Selain itu, karena menggunakan sistem blockchain ini, game MOBA besutan negeri Jiran ini memungkinkan para pemainnya untuk menjual atau membeli skin-nya melalui marketplace League of Ancients.

Baca Juga: Mengenal Game NFT Thetan Arena

Kerja Sama Developer League of Ancients dengan Studio Dalam Negeri Anantarupa Studio

Tak hanya gamers saja yang antusias dengan kedatangan game moba nft satu ini, namun juga sebuah studio pengembang game dalam negeri, Anantarupa Studio. Studio asal Ibu Kota yang telah menelurkan banyak game ini, memutuskan untuk bermitra dengan Mithotech Ltd., sebuah perusahaan game asal Malaysia yang menggarap game MOBA NFT ini.

Dari kolaborasi ini, Mithotech dan juga Anantarupa berharap agar League of Ancients ini bisa menjadi game MOBA yang lolos ke kategori esport mobile di tahun 2022. Hal ini akan membuka kesempatan bagi dunia kripto dan blockchain bisa hadir di industri gaming

Selain itu, dengan menggunakan sistem blockchain, kedua studio yang berkolaborasi tersebut juga menginginkan dunia gaming kompetitif yang lebih sehat dengan menawarkan fitur play-to-earn yang memungkinkan upaya dan waktu pemain, salah satunya ketika membeli skin NFT. 

Fitur-Fitur Game League of Ancients

Ada beberapa fitur League of Ancients yang tentu sangat menarik untuk disimak. Apa sajakah itu?

MOBA 5v5

Sebagai game MOBA, tentu hal yang pertama yang ditawarkan adalah gameplay-nya, yakni MOBA 5v5. Seperti game MOBA lainnya yang sudah populer, League of Ancients bisa dimainkan oleh 10 pemain yang dibagi ke dalam 2 faksi yang berlawanan. Dalam mode ini, Anda bisa mendapatkan token LOA.

Play-to-Earn

Bagi Anda yang ingin meraih token LOA lebih banyak, Anda bisa memanfaatkan salah satu fitur yang disediakan yaitu Anda bisa melakukan jual-beli skin NFT melalui marketplace League of Ancients.

Free-to-Play

Apakah game ini gratis? Tentu saja! Seperti game MOBA tradisional lain yang untuk memainkannya pemain hanya butuh mengunduh aplikasinya, League of Ancients pun juga seperti itu. Namun, game ini tak hanya menawarkan fitur tersebut, di sini adalah tempat yang tepat untuk Anda yang ingin bermain sambil investasi NFT.

Baca juga: Splinterlands Game NFT yang Populer, Yuk Kenali Lebih Lanjut

Cara Mendaftar dan Memainkan League of Ancients

Bagi Anda yang penasaran memainkan game League of Ancients, ada beberapa langkah-langkah yang bisa Anda ikuti. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka situs https://www.leagueofancients.com/ dan klik public sale.
cara daftar league of ancient

Source Official Website League of Ancients

Asset Image Google Drive

  1. Klik Connect Wallet pada bagian kanan atas
nft sale di game league of ancient

Source Official Website League of Ancients

Asset Image Google Drive

  1. Setelah  terhubung dengan dompet kripto Anda, ubah jaringan menjadi Binance Smart Chain (BSC)
  2. Setelah masuk ke laman login wallet, klik connect

Apakah Sudah Bisa Memainkan League of Ancient

Melihat pasar game MOBA di dunia atau bahkan di Indonesia yang sangat ramai, League of Ancients cukup ditunggu-tunggu oleh para gamers. Ide revolusioner yang dibawakan di mana game ala DOTA 2, League of Legends, atau Mobile Legends dipadukan dengan sistem blockchain membuat banyak pihak tertarik. Perpaduan tersebut menjanjikan sebuah dunia game MOBA yang mampu menuai pundi-pundi bagi pemainnya. 

Tapi, sayangnya Anda belum bisa memainkan game ini sekarang-sekarang ini, karena League of Ancient baru meluncurkan versi beta-nya di kuartal 3 tahun 2022 ini.
Sambil menunggu perilisan game ini, Anda bisa bersiap-siap dengan mempelajari seluk-beluk NFT. Selain itu, Anda juga bisa menjual hasil karya NFT Anda di marketplace NFT terpercaya seperti TokoMall. Daftarkan diri Anda sebagai Official Partner di TokoMall dan gabung di komunitas TokoMall Discord dan juga Telegram.



Sumber : news.tokocrypto.com

Si Juki, Berawal dari Webtoon hingga ke NFT

Bagi Anda pencinta komik atau karya visual, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kartun asli asal Indonesia bernama Si Juki. Karakter kartun ini mulai terkenal pada 2012. Berkat popularitasnya yang terus meningkat, karakternya pun terus berkembang dan banyak muncul di media atau platform lain. Contohnya kehadiran karya visual satu ini dalam bentuk film dan web series, serta yang baru-baru ini ramai adalah dalam bentuk NFT. 

Memangnya, siapakah kreator di balik karakter yang populer ini? Lalu, bagaimana kartun Indonesia ini berhasil menjadi NFT? Simak penjelasannya di bawah ini!

Beberapa dari Anda mungkin sudah mengenal tokoh kartun satu ini. Tokoh Si Juki merupakan seorang anak laki-laki yang terlihat cuek, usil, menyebalkan, tidak tahu malu, namun anehnya ia selalu dipenuhi keberuntungan. Bahkan, itulah asal mula namanya. Juki merupakan singkatan dari Juru Hoki. Maka, tidak salah jika karakter utama dari kartun ini sering beruntung.

Karakter yang seronok ini muncul pertama kali dalam komik online berjudul DKV4 pada akhir 2011. Kemudian, penerbit Bukune menerbitkannya dalam judul ‘Ngampus! Buka-bukaan Aib Mahasiswa’. Sebelum komik Si Juki naik cetak, sang kreatornya terlebih dahulu memanfaatkan media online. Komik yangi muncul melalui media sosial pada 2012. Bahkan sejak komik ini semakin terkenal di dunia online, sang kreatornya pun akhirnya membuka website serta menjual merchandise Si Juki.

Hingga 2021, sudah ada tujuh buku di mana Si Juki menjadi karakter utama dalam komik. Seri komiknya pun terdiri dari tiga macam. Seri pertama bercerita tentang kehidupan Juki sebagai mahasiswa, yang kedua bercerita saat Juki menjadi anak kelas tiga SMA, dan yang terakhir bercerita tentang Juki yang mencari kerja.

Dengan followers Instagram yang sudah mencapai 796 ribu, tak hanya muncul sebagai karakter komik, Karakter satu ini juga sudah muncul dalam sebuah film berjudul ‘Si Juki the Movie’ dan web series berjudul ‘Si Juki Anak Kosan’. Ketenarannya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dalam dunia kartun Indonesia.

Saat ini, webtoon ini sudah mulai merambah dalam membagikan karya seninya di dunia NFT. Selain dengan menjalankan proyek NFT ‘Jukiverse NFT’, Si Juki juga aktif minting karya seni NFT di marketplace NFT dalam negeri yaitu TokoMall.

Sebelum membahas kiprah Si Juki di dunia NFT lebih dalam, kenalan dulu dengan orang di balik tokoh ini, yuk!

Sosok di Balik Kesuksesan Webtoon Ini

Bila berbicara tentang kesuksesan komik Si Juki, tak lengkap rasanya bila tidak mengetahui sosok di balik karakter tersebut. Kreator dari komik ternama ini dikenal dengan panggilan Faza Meonk. Faza adalah seorang desainer grafis yang lahir dengan nama asli Faza Ibnu Ubaidillah Salman.

Pria kelahiran 23 Agustus 1991 ini sudah bercita-cita menjadi komikus sejak SMP. Pasalnya, saat ia masih duduk di bangku SMP, Faza sangat senang membaca komik. Akhirnya, ia pun mengejar cita-citanya tersebut dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan SMK di jurusan animasi. Setelah itu, ia mengambil jurusan DKV – Animasi di Universitas Bina Nusantara atau BINUS.

Pada saat ia berkuliah, banyak teman-temannya yang menyukai hasil karya yang Faza buat. Bagi mereka, komik buatan Faza sangat kreatif dan juga memiliki pesan yang menyentil pembaca. 

Saat ini, Faza sudah memiliki toko komiknya sendiri yang berdiri di kawasan komplek M Bloc Space, Melawai, Jakarta Selatan. Harga komiknya dibanderol dengan harga mulai dari Rp40.000.

Kartun Si Juki Merambah ke Dunia NFT

nft glass box

Sukses muncul sebagai komik, film dan juga web series, kini karakter Juki tampil dalam bentuk NFT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, awal mula Si Juki terjun di dunia NFT adalah dengan mengadakan rangkaian pameran Jukiverse NFT. 

Sebelum mengadakan pameran NFT yang terdiri dari ragam koleksi ‘Lost in Jukiverse’, Si Juki mengawalinya dengan koleksi yang diberi nama ‘Jukiverse X’. Koleksi ini terdiri dari 34 keping NFT yang masing-masing memiliki ciri khas berbeda. Sebab, setiap kepingnya dibuat oleh seniman dalam negeri yang diajak untuk berkolaborasi. 

koleksi nft si juki

Source: OpenSea – #17 Owange Monkibot – Kong Andri

Sejumlah koleksi tersebut diperjualbelikan melalui marketplace NFT OpenSea dengan harga yang beragam. Keping NFT dari koleksi ‘Jukiverse X’ yang mencatat harga tertinggi saat ini adalah ‘#17 Owange Monkibot – Kong Andri’. NFT tersebut dibanderol harga senilai 9 ETH atau senilai lebih dari Rp150 juta, lho!

Dalam pameran Jukiverse NFT yang digelar pada 3-12 Juni 2022 lalu di Sarinah, Faza merilis sebanyak 3456 koleksi NFT berjudul ‘Lost in Jukiverse’. Hebatnya, koleksi tersebut habis terjual dalam hitungan menit saja. Luar biasa, bukan? Pameran Jukiverse NFT sendiri merupakan pameran NFT hybrid pertama di Indonesia. Artinya, pameran ini diselenggarakan offline dan di metaverse secara bersamaan.

Source: Jukiverse

Pameran ini merupakan upaya memperkenalkan karakter karya anak bangsa ke dunia internasional. Faza berharap keberadaan karakter buatannya semakin dikenal ke pasar yang lebih luas. Sang kreator juga mengungkapkan bahwa komunitas Jukiverse NFT sendiri sudah berkembang sangat pesat. Kini, pengikutnya di Twitter mencapai 90.000. Komunitas tersebut tentunya diisi oleh orang-orang dari berbagai negara seperti Amerika, Italia, Filipina, India, dan China.

Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

Popularitas dan kualitas karya anak bangsa tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Sekarang, media atau platform untuk memperkenalkan karya sudah semakin banyak dan mudah untuk dicapai, salah satunya lewat marketplace NFT seperti TokoMall. 

Bagi para Creator (Kolektor) dan Official Partner (Kreator) yang ingin membeli, mengoleksi atau memamerkan karya seni NFT seperti Si Juki, Anda dapat melakukannya melalui TokoMall. Gabung juga di komunitas TokoMall pada Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar dunia NFT!



Sumber : news.tokocrypto.com

Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

Pembahasan mengenai gagasan “Greater Fool Theory” terhadap investasi aset kripto dan NFT ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Pemicunya Bill Gates dalam interview dengan TechCrunch, mengatakan bahwa NFT dan kripto adalah “100 persen didasarkan pada greater fool theory.” 

Tidak hanya Gates, Warren Buffett pada tahun 2020, menyebutkan “aset kripto pada dasarnya tidak memiliki nilai. Anda tidak dapat melakukan apa pun dengannya kecuali menjualnya kepada orang lain.” Poin yang dibuat Gates dan Buffett adalah bahwa kripto tidak menawarkan nilai “dunia nyata”. 

Dengan dua pandangan tokoh tersebut, seberapa adil analisis mereka dalam memandang aset digital, seperti kripto dan NFT ini?

ilustrasi bentuk fisik non fungible token
ilustrasi bentuk fisik non fungible token atau NFT.

Apa Itu Greater Fool Theory?

VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, mencoba menjelaskan aset kripto dan NFT dari sudut pandang yang berbeda. Ia mengakui saat ini meskipun benar bahwa hanya ada sedikit aplikasi kripto dan NFT di kehidupan nyata, masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apakah Bitcoin atau aset kripto lainnya praktis tidak berguna. 

“Sebelumnya kita pahami dulu “Greater Fool Theory” dalam literatur keuangan adalah Anda tidak boleh berinvestasi dalam sesuatu, jika nilainya hanya bergantung pada penjualannya kepada orang lain dengan harga lebih tinggi. Kripto dan NFT kini hanya dipandang hanya sebatas permukaan dari potensi besar Bitcoin dan teknologi blockchain,” kata Cenmi.

Cenmi menganalogikan Bitcoin seperti komoditas minyak bumi pada tahun awal penemuannya, di mana kegunaannya hanya sebatas menjadi penerangan, tetapi belum bisa digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat, dan lainnya. Sama seperti Bitcoin, minyak bumi adalah adalah komoditas yang terbatas, tetapi penggunaan di dunia nyata bermakna. 

ilustrasi token bitcoin
ilustrasi token Bitcoin.

Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan

“Bitcoin saat ini penggunaannya masih terbatas, hanya untuk menyimpan tabungan di luar sistem mata uang fiat, transfer uang melintasi perbatasan dan untuk menyelesaikan transaksi besar dengan cepat dan tidak dapat diubah. Di negara-negara tertentu, ini merupakan terobosan yang dinantikan untuk revolusi layanan keuangan sentralisasi,” terangnya.

Adopsi Kripto Masih Dipermukaan

Investor yang membeli Bitcoin hari ini bertaruh akan ada penggunaan masa depan yang dibangun di atas kemampuan yang sekarang dengan bantuan teknologi blockchain dan bisa berdampak lebih besar daripada kapitalisasi pasarnya saat ini. 

Bitcoin dan minyak bumi sama-sama terbatas atau langka. Logika di balik nilai Bitcoin bagi investor saat ini, bukan hanya tentang berharap untuk ‘orang bodoh’ membeli lebih besar, melainkan membeli aset yang langka sebelum permintaan berkembang sepenuhnya. 

Ilustrasi Bitcoin vs emas.
Ilustrasi Bitcoin vs emas.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

“Membeli Bitcoin hari ini seperti membeli minyak pada abad ke-18 setelah melihat kegunaan awalnya. Dan tidak seperti minyak, dengan Bitcoin, investor tidak terburu-buru, karena sebagai aset digital, dapat menyimpannya dengan murah selama bertahun-tahun sambil menunggu permintaan meningkat,” tutur Cenmi.

Perkembangan dunia digital tergolong skeptis pada awalnya. Orang tidak mengira media digital akan menggantikan surat kabar, tidak percaya bahwa iklan digital dapat bersaing dengan media cetak dan TV, dan sangat skeptis bahwa e-commerce bersaing dengan toko fisik. Bitcoin dan teknologi blockchain dalam jalan yang sama untuk adopsi yang lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat di berbagai sektor.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kompas Rilis Koleksi NFT Tampilkan Arsip Halaman Muka Koran

Harian Kompas mulai masuk ke industri blockchain dengan merilis koleksi non-fungible token (NFT). Kompas mengikuti jejak media Republika yang telah meluncurkan NFT terlebih dahulu di awal tahun 2022.

Kompas rilisan koleksi NFT yang menampilkan 57 arsip halaman muka koran dari setiap tahun sejak media tersebut berdiri sampai kini (1965–2022) yang dijual di NFT marketplace, OpenSea.

Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, mengatakan koleksi NFT yang dirilis Harian Kompas bernama Narasi Fakta Terkurasi untuk memperingati HUT ke-57 pada 28 Juni 2022. Sebagai rilisan perdana, NFT Kompas menghadirkan tema “Indonesia dalam 57 Peristiwa”.

Inisiatif ini menjadi langkah Harian Kompas untuk selalu bergerak selaras dengan perkembangan teknologi. Media nasional terbesar di Indonesia ini ingin mendistribusikan kekayaan arsip, yang menjadi kekuatan Harian Kompas, melalui jaringan blockchain dalam bentuk NFT.

“NFT Kompas disebut Narasi Fakta Terkurasi. Kata kuncinya pada terkurasi. NFT Kompas tidak menjadi banal, tetapi dikurasi oleh redaksi Kompas agar tetap sejalan dengan visi dan misi Kompas. NFT Kompas adalah karya seni berbasiskan arsip koran Kompas yang kemudian diolah dalam format NFT,” kata Budiman dikutip dari siaran persnya.

NFT Kompas
Ilustrasi NFT Kompas. Foto: Screenshot NFT.kompas.id.

Baca juga: Kenalan dengan Immutable X, Marketplace NFT yang Bebas Gas Fee

Budiman melanjutkan merekam arsip dalam bentuk NFT menjadi pilihan Harian Kompas untuk merawat sejarah, mengabadikan nilainya, dan membuat kekayaan sejarah ini bisa dirayakan serta dimiliki pula oleh publik yang lebih luas. Masuknya Kompas ke dunia NFT dan blockchain sesuai dengan falsafah perusahaan menjadi kawan dalam perubahan. “Ketika teknologi berubah, ketika platform berkembang, Kompas pun hadir mengikuti perubahan zaman.”

Koleksi NFT Kompas Muat Kisah Sejarah

Sebagai rilisan perdana NFT Kompas, “Indonesia dalam 57 Peristiwa” menampilkan beberapa rekam peristiwa menarik dalam rentang 1965-2022. Dalam setiap item NFT yang dirilis Harian Kompas akan diiringi dengan ekshibisi konten inklusif.

Beberapa item NFT di antaranya, yaitu tentang dimulainya penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) pada 1972, peluncuran Satelit Palapa pada 1976, perolehan emas pertama RI pada olimpiade 1992, mundurnya Soeharto sebagai presiden pada 1998, tsunami Aceh pada 2004, hingga musibah KRI Manggala pada 2021.

Semua koleksi NFT kompas bisa didapatkan OpenSea dan situs nft.kompas.id. Untuk minting NFT sendiri dilakukan di jaringan Ethereum (ETH). Rilisan perdana “Indonesia dalam 57 Peristiwa” yang hanya tersedia sebanyak 57 copy (1 copy untuk masing-masing arsip) akan dapat dimiliki secara eksklusif dengan 0,1 ETH.

NFT Kompas tersedia di jaringan blockchain Ethereum. Alasan utama pemilihan jaringan ini adalah data yang menunjukkan bahwa Ethereum merupakan jaringan paling populer di Indonesia.

“Selain itu, Ethereum juga serius untuk mengurangi dampak emisi karbon yang dihasilkan,” jelas Project Lead NFT Kompas, Helman Taofani.

NFT Kompas
Ilustrasi NFT Kompas. Foto: Screenshot NFT.kompas.id.

Baca juga: Digaet Binance, Cristiano Ronaldo Akan Luncurkan NFT Eksklusif

Utilitas NFT Kompas

Dijelaskan dalam whitepaper NFT Kompas punya karakteristik sebagai berikut: Berupa olahan arsip Kompas ke dalam format collectible items berbentuk NFT; Terbit berkala dengan tema tertentu (menyesuaikan momentum); Mempunyai nilai guna (utilitas) yang memberi manfaat bagi pemiliknya; Dan mempunyai nilai kembang (investasi) yang memiliki peran dalam rencana-rencana jangka panjang project.

Produk NFT Kompas hadir dengan nilai guna (utilitas) yang bisa dimanfaatkan oleh penggunanya. Saat ini, nilai guna produk NFT Kompas baru bisa dinikmati oleh pembeli pertama.

Nilai guna yang hadir bersama dengan produk antara lain:

  • Akses ke portal berita kompas.id selama 12 bulan untuk 5 pengguna (email address).
  • 1 (satu) buah kaos eksklusif bergambar edisi NFT yang dimiliki.
  • Diskon 30% untuk pembelian buku dan merchandise Kompas di gerai.kompas.id yang berlaku selama 12 bulan.
  • Gratis 1 (satu) kali kepesertaan di Kompas Institute dan diskon 30% untuk seluruh kepesertaan selama 12 bulan.

Benefit-benefit lainnya seperti tiket event, merchandise khusus, dan sebagainya, akan diumumkan berkala dalam kanal-kanal komunitas yang bisa diakses pemegang NFT Kompas pada saat itu (current holders).

Baca juga: Simak Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

Catatan redaksi: Artikel ini telah mengalami perubahan konten dan judul dari sebelumnya “Koran Kompas Jadi Media Pertama di Indonesia yang Rilis Koleksi NFT



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset: Industri NFT Bakal Tetap Tumbuh, Meski Bear Market

Industri NFT dikhawatirkan akan mengalami penurunan pertumbuhan di saat market aset kripto diketahui sedang lesu. Namun sebuah laporan riset terbaru, menyebutkan sektor NFT masih dapat tumbuh, meski industri kripto sedang bear market.

Laporan terbaru dari perusahaan akutan publik, Deloitte bersama Credit Suisse Research Insititute menjelaskan industri NFT masih akan terus tumbuh ke depannya, terlepas dari penurunan pasar yang terjadi saat ini. Namun, dari data saat ini, pasar NFT sedang mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan loncatan drastis yang terjadi di tahun 2021.

Total volume transaksi di kuartal pertama 2022 menurun menjadi hampir US$ 17 miliar, tapi masih jauh di atas volume pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah transaksi NFT juga turun cukup drastis sejak mencapai puncaknya di kuartal ketiga 2021.

Menurut laporan itu, ada banyak faktor yang memengaruhi fluktuasi pasar NFT. Salah satunya sentimen investor yang melemah akibat guncangan situasi geopolitik global yang sedang terjadi.

ilustrasi stok nft
Ilustrasi NFT.

Baca juga: Apa Itu Web3: Konsep Baru Internet di Masa Depan

Meski begitu, Deloitte memprediksi sektor NFT akan terus berkembang dalam hal popularitas dan keberagaman, dan yang lebih penting, di atas basis fundamental ketimbang sebatas pertumbuhan spekulatif seperti yang terjadi tahun lalu. Di sisi lain, ekosistem metaverse play-to-earn (P2E) menciptakan peluang bagi kripto asli untuk menghasilkan uang terlepas dari kondisi pasar.

Seperti yang telah kita lihat dari siklus pasar sebelumnya, ekosistem kripto selalu kembali. Mengikuti tren saat ini, NFT dan metaverse tampaknya menjadi DApps yang paling disukai di era ini. Tahun lalu, NFT mencatat penjualan lebih dari US$ 25 juta sementara penilaian metaverse meroket hingga lebih dari US$ 1 Miliar.

Kategori NFT

Laporan Deloitte membagi NFT menjadi lima kategori: Crypto art, Collectible, Gaming, Metaverse dan Utility. Pertama, NFT Collectible mengacu pada aset-aset NFT berupa avatar yang umumnya dikoleksi untuk membentuk suatu komunitas atau digunakan dalam video game dan olahraga merupakan salah satu segmen yang populer di kategori ini.

Di posisi kedua ada NFT Gaming dengan volume transaksi sebesar US$ 5,17 miliar. Contoh NFT yang masuk kategori ini adalah senjata atau equipment di game RPG, maupun skin eksklusif buat karakter. Kategori ketiga, NFT Crypto art, dengan proyek-proyek artistik yang terjual dengan harga fantastis, semisal NFT bikinan Beeple yang laku US$ 69 juta pada bulan Maret 2021.

ilustrasi nft marketplace
Ilustrasi NFT.

Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

Posisi keempat dan kelima ditempati oleh kategori NFT Metaverse dan Utility, masing-masing dengan volume transaksi di kisaran setengah miliar dolar AS. Kategori metaverse umumnya tak hanya mengacu aset NFT yang merepresentasikan lahan virtual, melainkan juga pakaian dan aksesori untuk mendandani avatar di dunia virtual.

Kategori NFT utility mengacu pada aset yang berfungsi sebagai nama domain, tiket konser, maupun kode akses ke konten eksklusif. Data dari NonFungible.com, tercatat kategori collectible adalah yang terbesar volume transaksinya, dengan angka mencapai US$ 8,47 miliar per akhir 2021 lalu.

Dari kelima kategori tersebut, NFT Gaming adalah yang paling likuid, jika ditinjau dari segi jumlah pemilik, wallet, dan jumlah transaksi. Harga rata-rata NFT Gaming berada di kisaran US$ 200, sementara harga rata-rata NFT Metaverse dan Crypto art bisa mahal menembus angka US$ 3.500.

Melihat fundamental ini, beberapa analis memperkirakan bahwa NFT dan metaverse tidak hanya akan bertahan di bear market, tetapi juga berkembang setelah pembalikan terjadi. Bagaimanapun, seni secara historis merupakan lindung nilai inflasi yang baik. Pergerakan crypto bull berikutnya kemungkinan akan didominasi oleh NFT dan dunia metaverse P2E yang menawarkan insentif yang besar.

Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan



Sumber : news.tokocrypto.com

Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

Tren metaverse yang semakin tinggi, tampaknya memberikan efek yang baik untuk perdagangan aset kripto. Sebuah laporan terbaru menemukan token kripto yang masuk dalam kategori metaverse terlihat mengalami peningkatan harga signifikan hanya dalam setahun terakhir. 

Laporan dari Kraken Intelligence mengungkap meski dalam kondisi market kripto yang negatif sejak awal tahun 2022, token kategori metaverse berhasil naik hampir 400% dibanding tahun lalu. Lalu, apa penyebabnya?

Pertumbuhan harga token kategori metaverse didorong oleh peningkatan minat investor dalam Non-fungible Token (NFT) dan dunia virtual metaverse. Dalam laporan Kraken, dua hal tersebut menjadi pengaruh terbesar mengapa harga mayoritas token metaverse naik, walau dalam bear market. 

Dalam laporan itu, token kripto metaverse yang terlihat memimpin pergerakan positif ini adalah Decentraland (MANA) sebesar 41%, Sandbox (SAND) 470%, Axie Infinity (AXS) 511% semua melonjak hanya dalam satu tahun terakhir. 

Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
Ilustrasi dunia metaverse.

Baca juga: Aset Kripto Cardano (ADA) Berkembang Berkat Ribuan Proyek Kripto Ini

Token Metaverse Didorong Pertumbuhan NFT

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander Agus, melihat kenaikan ini bukan hal yang mengejutkan. Token kategori metaverse memang sudah mulai naik secara signifikan sejak akhir tahun 2021 lalu, pasca tren metaverse marak diberitakan. Dengan banyaknya perusahaan dan pemerintah yang mulai mengembangkan metaversenya sendiri, kesadaran tentang keberadaan metaverse menjadi semakin luas di masyarakat umum.  

“Pertumbuhan NFT dan kejayaan proyek play-to-earn memang mendorong meningkatkan transaksi token kripto yang masuk dalam kategori metaverse. Potensi masih cukup besar, meski market sedang bearish dan akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan,” kata Nathan.

Lebih lanjut, Nathan menjelaskan metaverse diyakini memiliki prospek menjanjikan mengingat belakangan ini semakin banyak orang menghabiskan waktunya di dunia virtual, baik game atau media sosial.

“Namun, perlu diingat saat ini, kenaikan harga aset metaverse masih berbasis hype semata. Pasalnya, secara adopsi teknologi masih tidak begitu tinggi walaupun tingkat transaksi yang cukup besar telah terjadi,” jelasnya. 

Ilustrasi token kripto metaverse
Ilustrasi token kripto metaverse.

Baca juga: Bitcoin Akan Melonjak ke Titik Tertinggi, Jika Momen Ini Terjadi

Investor Harus Tetap Riset

Nathan menambahkan untuk investor alangkah lebih baik untuk berhati-hati atas hype yang telah dibangun mengingat aset berhubungan dengan metaverse saat ini. Investor sebaiknya lebih baik menunggu direalisasikan proyeknya, serta menunggu konsep tokenomics yang lebih jelas dahulu. 

Kenaikan token kripto metaverse memang seperti oase di tengah kategori aset kripto laing justru mengalami penurunan drastis. Laporan dari Kraken Intelligence meihat pada periode yang sama, nilai jual Bitcoin (BTC) anjlok hingga mencapai 13%, sementara Ethereum ambles 25% dan Token DeFi atau Decentralized Finance turun 72%, penurunan tersebut dialami ketiganya hanya dalam kurun waktu satu tahun.

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Baca juga: Potensi Aset Kripto dan NFT di Rumah Tangga hingga Industri Olahraga



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 22 Juni 2022: Pasar Kripto Belum Melaju Optimal

Kondisi market aset kripto sedikit kembali mengalami tekanan memasuki pertengahan pekan keempat Juni 2022. Walaupun, beberapa hari terakhir sebagian aset kripto kompak melaju ke zona positif dengan kenaikan yang sedikit menguntungkan

Melansir CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB, sejumlah aset kripto kompak mengalami sedikit penurunan dalam perdagangan 24 jam terakhir. Bitcoin (BTC) turun 1,26% menjadi $ 20.513, sementara Ethereum (ETH) berada di posisi $ 1.103 atau turun 2,93%.

Altcoin lainnya juga mengalami nasib yang sama, seperti Cardano (ADA), BNB, XRP yang masing-masing sedikit menurun sekitar 4%. Bahkan, Polkadot (DOT) anjlok dengan angka signifikan di atas 6%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan market kripto cenderung sideways atau datar ini sudah diprediksi sebelumnya. Kenaikan atau reli singkat pada awal pekan lalu, bukanlah pertanda reversals.

Banyak investor justru berpandangan bahwa bear market sejatinya belum usai, sehingga reli aset kripto kali ini kemungkinan berumur singkat. Investor  diprediksi akan melancarkan aksi jual, ketika sentimen buruk makroekonomi kembali meningkat.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Reli saat ini bisa jadi hanya bersifat jangka pendek. kenaikan kemarin mungkin terkait dengan investor besar atau whales yang membeli saat penurunan harga kripto akibat kebijakan The Fed, termasuk turbulensi ekonomi global dan tekanan resesi yang telah menjangkiti market kripto untuk masa depan,” kata Afid.

Situasi reli singkat ini dimanfaatkan oleh beberapa trader yang menganggap shorting aset kripto terlihat menggiurkan selama bear market kali ini. Sementara, investor jangka panjang cenderung takut masuk ke market, meskipun lonjakan terjadi sesekali. Mereka memilih mengambil posisi bertahan sampai bukti kuat muncul bahwa ekonomi telah kembali stabil.

“Banyak yang menyakini bear market tidak akan berakhir sampai resesi tiba. Maka dari itu, mungkin perjalanannya akan panjang untuk sampai ke sana, sehingga perdagangan kripto akan cenderung sideways,” jelas Afid.

Baca juga: Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

Bitcoin Masih Nyaman di Level US$ 20.000

Perdagangan Bitcoin (BTC) masih “melayang” di sekitar US$ 20.000, setelah sempat naik di level US$ 21.000. Aset kripto terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar itu kini nilainya 20% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi terendah 2022 sekitar $ 17.000 yang dicapai selama akhir pekan lalu.

Afid menjelaskan pergerakan ke bawah kali ini dipicu oleh likuidasi dan beberapa minners yang menjual BTC saat posisinya mencapai sekitar US$ 20.000 untuk masuk kembali dengan harga yang lebih rendah.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Level support BTC masih berada di US$ 19.000. Untuk bull run, Bitcoin harus menembus resistensi di US$ 23.000. Namun, melihat sentimen saat ini hal tersebut sulit dilakukan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Investor tampaknya lebih fokus menjaga harga aset kripto di atas titik support-nya sebelum badai lainnya benar-benar menghantam market. Di BTC, misalnya, kini fokus perdagangan adalah mempertahankan level di atas US$ 20.000 di jangka pendek.

Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Membuka daftar aset kripto yang bullish pada pekan ini adalah Cardano (ADA). Kripto Cardano ada kemungkinan akan bersinar dengan rumor Hard fork atau peningkatan baru pada jaringan mereka yang kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat sekitar Juni-Juli.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat Vasil hard fork adalah update besar lainnya dalam jaringan Cardano yang akan berdampak pada stabilitas dan konektivitas jaringan secara keseluruhan. Hal tersebut akan meningkatkan sentimen positif pada pergerakan ADA.

“Hard fork Vasil adalah pembaruan paling signifikan Cardano sejak hardfork Alonzo diluncurkan September tahun lalu. Peningkatan ini diharapkan akan memberikan peningkatan kinerja besar-besaran untuk Cardano dan platform smart contract-nya, Plutus,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,4655 masih terjaga, ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,5158 atau naik 15% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 15.813.271.656. Jumlah koin yang beredar 33.739.028.516 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

2. Axie Infinity (AXS)

Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

Aset kripto kategori metaverse, Axie Infinity (AXS) kembali masuk dalam daftar bullish pekan ini. Afid melihat nilai AXS memiliki peluang besar untuk bergerak naik. Hal ini disebabkan oleh hype terbaru tentang Lunacia Land Gameplay, yang akan segera diluncurkan oleh Axie Infinity.

Secara singkat, Land Gameplay baru dari Axie Infinity ini memungkinkan pemain untuk mengambil kepemilikan sebidang tanah dan menggunakannya guna mengembangkan sumber daya yang dapat ditingkatkan nanti dalam game. Sebenarnya, Gameplay Land ini direncanakan untuk meluncur pada akhir Juni 2022.

“Inisiasi Axie Infinity untuk Land Gameplay baru ini diantisipasi untuk memikat lebih banyak pemain ke dalam ekosistem. Ini menunjukkan betapa dapat dipercayanya Axie Infinity dalam mengembangkan ekosistemnya. Harga AXS pun berpeluang untuk naik,” jelas Afid.

Dari analisis teknikalnya, pergerakan AXS akan perlahan naik, namun nanti sedikit koreksi, lalu melonjak kembali. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 17,77 atau naik 23% dari US $ 14,34.

Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.177.667.722. Pasokan yang beredar 81.535.771 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

3. Harmony (ONE)

Analisis teknikal Harmony (ONE).

Harmony (ONE) berpotensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan sentimen positif ONE dampak dari kabar peluncuran Mainnet Release 4.3.10 pada akhir Juni mendatang. Mainnet ini akan memperbaiki bugs dan tracer crash untuk memperuat ekosistem Harmony.

“Mainnet Release 4.3.10 di jaringan Harmony sudah dinantikan untuk memperbaiki bugs yang muncul di ekosistem. Langkah pengembang Harmony ini memberikan sentimen positif untuk pergerakan harga ONE dalam beberapa hari mendatang,” tutur Afid.

Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.

Analisis teknikal menyebutkan harga ONE bisa mencapai US$ 0,03188 atau naik 26% dari US$ 0,02634. Sementara level support-nya ada di US$ 0,02283 dan level resistance di US$ 0,03610.

Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #91, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 325.655.709. Pasokan yang beredar 12.193.193.319 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Si Juki: Berawal Dari Webtoon Hingga Ke NFT

4. Solar (SXP)

Analisis teknikal Solar (SXP).

SXP adalah native crypto dari Solar network yang merupakan proyek blockchain berbasis komunitas terdesentralisasi yang berfokus pada penciptaan ekosistem.  SXP menjadi entitasnya sendiri ketika Binance mengakuisisi sisa saham Swipe yang beredar Desember 2021 lalu. SXP kemudian diganti namanya menjadi Solar, sebuah ekosistem dengan pengembang sumber terbuka dan keterlibatan komunitas.

Afid melihat nilai SXP bisa naik dengan sentimen dari event Wallet Update yang kemungkinan besar akan diselenggarakan pada akhir Juni mendatang. Dalam Wallet Update itu SXP akan merilis perkembang Mobile Wallet, NFT Marketplace Beta, Solar in Space, Deploy SLP on Mainnet, Solar Metaverse Alpha hingga Whitepaper Update.

“Sentimen SXP membaik menjelang akhir Juni ini karena akan ada event Wallet Update. Namun, pergerakan harga SXP akan sedikit koreksi terlebih dahulu, lalu bisa melonjak capai US$ 0,46 atau naik 25% dari US$ 0,370,” katanya.

Peringkat SXP di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #121, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 197.238.878. Pasokan yang beredar 488.376.083 koin SXP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. COTI (COTI)

Analisis teknikal COTI (COTI).

COTI kembali masuk dalam daftar aset kripto potensi bullish minggu ini. Afid menjelaskan COTI memiliki peluang untuk bergerak ke arah positif, karena peluncuran Djed Mainnet yang kemungkinan akan dilaksanakan pada akhir Juni nanti.

“Seperti yang kita ketahui Cardano dan COTI telah bekerja sama untuk merilis Djed pada akhir Q2. Bertepatan dengan peluncuran Djed, COTI juga akan merilis koin cadangan algoritmik Djed, yaitu Shen,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan, momen ini akan digunakan para investor untuk meningkatkan kepemilikan aset COTI. Harga COTI bisa naik 17% dari US$ 0,0999 ke US$ 0,0846.

Peringkat COTI di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #188, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 93.390.782. Pasokan yang beredar 1.048.141.495 koin COTI dan maksimal pasokan 2.000.000.000 koin COTI.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. TRON (TRX)

Analisis teknikal TRON (TRX).

TRON masih terjebak dalam fase bearish pada pekan ini. Afid melihat penurunan nilai TRX dampak dari  USDD, stablecoin algoritmik milik Tron yang masih di bawah rasio 1:1 dengan dolar AS. Menurut data CoinMarketCap, USDD mulai kehilangan pasaknya sejak 13 Juni 2022 lalu.

Menurut pendiri Tron, Justin Sun, USDD mengalami depegging karena para short seller banyak mengincar token asli Tron, TRX, di bursa kripto Binance. Meski, Sun telah berkomitmen untuk menggunakan US$ 2 miliar dari Tron DAO Reserve guna melawan para short seller, USDD tetap berada di bawah US$ 1.

“Dari analisis teknikal, penurunan TRX bisa mencapai 14% dari harga $ 0,06469 menuju $ 0,05447 dalam beberapa hari ke depan. Penurunan harga ini sudah tidak dihindarkan lagi, selama nilai USSD belum stabil,” ungkapnya.

Peringkat TRX di CoinMarketCap pada Rabu (15/4) pukul 12.00 WIB adalah #60, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 704.714.918. Pasokan yang beredar 723.321.765 koin TRX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Kenali Serba-Serbi Bitcoin Cash dan Perbedaannya dengan Bitcoin

2. Lido DAO (LDO)

Analisis teknikal Lido DAO (LDO).

Lido DAO adalah organisasi otonom terdesentralisasi (decentralized autonomous organization) yang diatur oleh pemegang LDO, token tata kelola DAO. Afid melihat penurunan nilai LDO dipicu oleh kekisruhan Lido yang mengusulkan skema ‘Tata Kelola Ganda’ untuk mengatasi ketakutan sentralisasi Ethereum.

Proposal yang diusulkan tersebut akan memperkenalkan mekanisme perselisihan dan penyelesaian untuk insentif yang tidak selaras antara pemangku kepentingan dan pemegang LDO. Pada akhirnya memicu kekhawatiran membuat token LDO hampir tidak berharga.

“Beberapa komentator di forum tata kelola dan Twitter menyuarakan keprihatinan nilai/fungsi LDO. Proposal yang baru tersebut akan membatasi kekuatan yang dimiliki pemegang LDO atas protokol,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai LDO bisa turun 25% ke harga US$ 0,416 dari US$ 0,515. Sementara level resistance-nya berada di angka US$ 0,947.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (15/4) pukul 12.00 WIB adalah #141, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 161.949.538. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.

3. Reserve Rights (RSR)

Analisis teknikal Reserve Rights (RSR).

Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV). 

Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $ 1 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.

Afid melihat pergerakan RSR akan bearish pada pekan ini. Hal tersebut terlihat dari analisis teknikalnya, RSR sudah overbought dan membentuk pola reserve cup and handle sebagai sinyal bearish. “Penurunan RSR bisa sampai $ 0,00650 atau sekitar 18% dari harga $ 0,00805.”

Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #156, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 120.138.384. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.

4. Synthetix (SNX)

Analisis teknikal Synthetix (SNX).

Synthetix adalah protokol likuiditas derivatif pada Ethereum yang memungkinkan penerbitan dan perdagangan aset synthetic. Afid mengatakan untuk tren pasar Synthetix, prospek pembeli berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan sejak awal tahun 2022.

“Permintaan harga untuk token Synthetix telah lama berada di bawah harga pasar. Potensi bearish terus mendorong harga lebih rendah. Nilai SNX diprediksi bisa anjlok menuju sekitar US$ 2,267 atau turun 27% dari harga US$ 3,243,” ungkapnya.

Peringkat SNX di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #80, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 382.552.078. Pasokan yang beredar 114.841.533 koin SNX dan maksimal pasokan 212.424.133 koin SNX.

Baca juga: Inilah Serba-Serbi Serta Keunikan dari Blockchain VeChain

5. Reef (REEF)

Analisis teknikal Reef (REEF).

Reef (REEF) merupakan platform DeFi berbasis Polkadot yang mempunyai tujuan untuk menawarkan perdagangan lintas blockchain. Menurut Afid, Reef akan berpotensi mengalami penurunan harga pada pekan ini.

“Dari analisis teknikalnya, Reef akan mengalami penurunan dengan grafik yang cukup tajam. Nilai REEF bisa anjlok dari $ 0,00380 atau turun 22% ke harga US$ 0,00297,” ungkap Afid.

Peringkat REEF di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #293, dengan kapitalisasi pasar US$ 67.630.911. Pasokan yang beredar 19.626.597.518 koin REEF dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 29 Juni 2022: Kripto Bergerak Stagnan

Pergerakan market aset kripto memasuki tengah pekan ini, masih terlihat stagnan, namun cenderung menurun. Sejak awal pekan, tidak banyak pergerakan market yang mengejutkan, baik naik maupun turun.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak turun sedikit ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) merosot 2,13% ke US$ 20.284 per keping dalam sehari terakhir. 

Sementara, nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) tidak jauh berbeda turun 3,05% ke US$ 1.145 di waktu yang sama. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) juga mengalami penurunan lebih dari 4%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, memprediksi pergerakan market kripto pada pekan ini masih terus bergerak sideways. Hal ini terjadi di bawah tekanan mengenai inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global ke depan. Di samping itu, volume trading market juga bergerak tipis sejak akhir pekan lalu. 

“Dari pergerakkan market kripto masih datar saja. Ini diperkirakan akan terus berlangsung lama. Salah satu penyebab market terus sideways di antaranya,  investor khawatir mengenai inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global ke depan,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Selera risiko investor kripto tengah lesu mengikuti kondisi yang terjadi di pasar saham. Sekarang dalam menentukan aksi jual-beli di market kripto, investor terkadang sering melihat kinerja indeks Wall Street sebagai acuan. Makanya, tak heran jika kini pergerakan pasar kripto berkorelasi dengan pasar saham AS.

Selain itu, pelaku pasar juga mencerna data-data ekonomi terbaru dan komentar dari petinggi The Fed. Terakhir, pemegang kebijakan The Fed pada Selasa (28/6) kemarin berjanji segera menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menekan inflasi, sembari mencegah kekhawatiran biaya pinjaman yang lebih tinggi yang akan memicu penurunan tajam.

“Investor bisa mencerna rentetan komentar pejabat The Fed tersebut sebagai sinyal bahwa The Fed masih bakal menaikkan suku bunga acuannya dengan agresif dan mengabaikan dampak negatifnya ke pasar saham dan kripto,” ungkap Afid.

Baca juga: Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

Belum Ada Momentum Bullish

Afid berkeyakinan dalam beberapa waktu ke depan belum ada momentum yang baik untuk market bergerak bullish. Apalagi ekonom Wall Street meramalkan bahwa resesi ekonomi bisa terjadi dalam kurung waktu 12 bulan mendatang. Ramalan ini memberikan sinyal antisipasi bagi pelaku pasar, mengantisipasi efek samping kebijakan moneter agresif The Fed.

Pergerakkan Bitcoin pun rupanya diramalkan belum bergerak bagus. Pasar kripto belum bisa menguat signifikan pekan ini, karena tidak ada momentum yang bisa mendorong BTC meninggalkan kisaran US$ 20.000 per keping.

“Bitcoin akan menuju test support berkali-kali, di mana harganya bisa jadi akan berada di level US$ 19.800 hingga US$ 17.000 dalam beberapa waktu ke depan. Dari analis teknikal, prospek bullish belum bisa terihat. Untuk bergerak bullish, BTC harus melewati level resistance di titik US$ 23.000,” jelas Afid.

Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Jika dilihat dari sisi teknikal, BTC sendiri memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya sampai ke area US$ 22.000 dalam waktu dekat ini. Tanda kekuatan pertama adalah penembusan dan penutupan di atas rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari di level US$ 22.890. Kenaikan harga kripto yang terjadi nantinya hanya bersifat prematur, karena belum ada sentimen positif yang kuat.

Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Axie Infinity (AXS)

Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

Axie Infinity (AXS) membuka daftar aset kripto potensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat nilai AXS masih memiliki peluang besar untuk bergerak naik. Hal ini disebabkan oleh dibukanya Ronin Bridge dan peluncuran Land Staking pada minggu ini, yang merupakan skema lain untuk membantu menghasilkan hadiah bagi pemain yang telah menginvestasikan uang dalam permainan.

Ronin Bridge, “jembatan” yang memungkinkan pengguna untuk mentransfer dana ke dan dari akun di game Axie Infinity, akhirnya telah dibuka kembali pada 28 Juni lalu, setelah insiden pencurian sebesar US$ 625 juta yang terjadi Maret lalu.

“Harga AXS masih berpotensi untuk naik pada pekan ini. Sentimen positif datang dari dibuka kembali transaksi Ronin Bridge. Sky Mavis, grup pengembang di belakang Axie Infinity tampaknya telah menepati janjinya untuk memberi kompensasi kepada pemain yang terkena dampak pencurian,” jelas Afid.

Dari analisis teknikalnya, pergerakan AXS akan perlahan naik, namun nanti sedikit koreksi, lalu melonjak kembali. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 17,77 atau naik 25% dari US $ 14,20.

Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.263.171.869. Pasokan yang beredar 82.118.077 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

2. MyNeighborAlice (ALICE)

Analisis teknikal MyNeighborAlice (ALICE).

MyNeighborAlice (ALICE) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto potensi bullish pada pekan ini. Pada dasarnya, My Neighbor Alice adalah salah satu game blockchain multipemain paling populer saat ini. Setiap pemain dapat membeli pulau virtual dan mulai bertani, mengumpulkan item dalam game dan bersosialisasi dengan pemain lain.

Untuk memperdagangkan item dalam game, pemain menggunakan token ALICE. Aset kripto ini dapat digunakan untuk staking, buyback, dan menggunakan produk DeFi. Afid melihat rumor perilisan konten terbaru Alpha Season 1 pada 30 Juni nanti menjadi sentimen positif untuk token ALICE.

“Mulai 30 Juni nanti, pemilik tanah virtual di My Neighbor Alice akhirnya dapat menikmati Alpha Season 1 yang telah lama dinanti-nantikan. Sebelum waktu peluncuran pengguna mungkin akan mengakumulasi ALICE, sehingga harganya bergerak naik,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ALICE masih dapat bergerak menuju harga sekitar US$ 3,263 atau naik 29% dari harga saat ini US$ 2,568 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ALICE di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #269, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 83.891.144. Jumlah koin yang beredar 30.600.000 koin ALICE dan maksimal pasokan 100.000.000 koin ALICE.

3. Binance Coin (BNB)

Analisis teknikal Binance Coin (BNB).

Selanjutnya, ada Binance Coin (BNB) yang merupakan aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi. 

Afid menjelaskan BNB berpotensi bullish dampak dari sentimen positif kerja sama eksklusif antara Binance dengan pesepak bola, Cristiano Ronaldo. Melalui kemitraan ini, Binance akan meluncurkan promosi global yang bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada penggemar Ronaldo ke Web3 dengan titik masuk yang menarik ke dunia NFT.

“Pergerakkan harga BNB seketika mengalami kenaikan pasca pengumuman kerja sama Binance dan Cristiano Ronaldo. Tampaknya investor mulai mengakumulasi BNB untuk menantikan koleksi NFT Cristiano Ronaldo akan tersedia secara eksklusif di Binance NFT. Namun, Binance harus menjaga momentum ini, jika terlalu lama perilisannya, maka harga BNB bisa berbalik arah,” jelas Afid.

Dari analisis teknikalnya, Afid menjelaskan BNB masih akan koreksi terlebih dahulu, lalu dapat bergerak menuju harga sekitar US$ 236,1 atau naik 11% dari harga saat ini US$ 211,3 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat BNB di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #4, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 37.348.668.947. Pasokan yang beredar 163.276.975 koin BNB dan maksimal pasokan 165.116.760 koin BNB.

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

4. Mines of Dalarnia (DAR)

Analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).

Selain BNB, token kripto DAR juga kemungkinan besar akan kembali bullish pada pekan ini. Peningkatan nilai DAR masih berdampak dari kabar peluncuran Player Tournament yang kemungkinan besar terjadi pada 30 Juni mendatang. Keunikan dari additional content tersebut adalah adanya gameplay tambahan dengan storyline baru dan fitur in-game chat.

“Mines of Dalarnia masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari rumor peluncuran Player Tournament pada 30 Juni mendatang. Analisis teknikal melihat akan ada peningkatan 13% dari harga sekarang di kisaran US$ 0,30571 ke US$ 0,34184,” ungkap Afid.

Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #309, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 63.882.600. Jumlah koin yang beredar 208.484.058 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

5. Mina (MINA)

Analisis teknikal Mina Protocol (MINA).

Mina Protocol (MINA) adalah salah satu platform yang paling canggih di blockchain, karena dibangun di atas pondas teknologi blockchain yang kuat dan cocok untuk investasi jangka panjang. MINA mirip dengan Bitcoin, selain dari cara menangani transaksi, karena berfungsi sebagai koin utilitas dan alat tukar.

Afid mengatakan kripto MINA berpotensi bullish pada pekan ini. Terhitung 25 Juni 2022, pergerakan nilai MINA sudah naik sekitar 19 persen. “Untuk MINA masih akan ada potensi kenaikan minggu ini ya, karena sentimen positif dari peluncuran Package crypto library yang dirilis 30 Juni nanti untuk meningkatkan kemampuan Mina Protocol,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, Afid mengatakan MINA masih akan koreksi terlebih dahulu, lalu dapat bergerak menuju harga sekitar US$ 0,600 atau naik 16% dari harga saat ini US$ 0,701 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat MINA di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #85, dengan kapitalisasi pasar US$ 372.163.161. Pasokan yang beredar 565.399.895 koin MINA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Harmony (ONE)

Analisis teknikal Harmony (ONE).

Pekan lalu, Harmony (ONE) masuk dalam daftar aset kripto potensi bullish, namun pada pekan ini tampaknya akan berbalik arah. Afid menjelaskan sentimen positif ONE sudah berakhir dampak dari kabar Horizon Bridge yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan, dengan nilai kerugian sekitar US$ 100 juta atau lebih dari Rp 1 triliun.

“Sentimen negatif yang menerpa Harmony Protocol membuat sebagian investor khawatir. Alhasil pergerakan harga ONE dalam beberapa hari mendatang kemungkinan besar akan terus turun, sehingga menimbulkan aksi jual yang lebih besar,” tutur Afid.

Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.

Analisis teknikal menyebutkan harga ONE bisa mencapai US$ 0,01765 atau turun 13% dari US$ 0,02042. Sementara, level resistance di US$ 0,02708.

Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #114, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 247.772.502. Pasokan yang beredar 12.201.111.376 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Lido DAO (LDO)

Analisis teknikal Lido DAO (LDO).

LDO, token tata kelola di jaringan Lido DAO masih “nyaman” duduk di dalam daftar aset kripto yang potensi bearish pekan ini. Penurunan nilai LDO kali ini masih dipicu oleh kekisruhan Lido yang mengusulkan skema tata kelola baru.

Setelah empat hari pemungutan suara, komunitas Lido tampaknya siap untuk menolak panggilan untuk membatasi pertumbuhannya sendiri. 99% suara yang diberikan mendukung Lido membatasi kepemilikannya di Ethereum. “Kekisruhan dalam penggunaan kripto LDO sebagai token tata kelola jaringan yang tak kunjung usai, membuat nilainya semakin anjlok,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai LDO bisa turun 39% ke harga US$ 0,416 dari US$ 0,680. Sementara, level resistance-nya berada di angka US$ 0,947.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #142, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 167.792.578. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.

Baca juga: Apa Itu Web3: Konsep Baru Internet di Masa Depan

3. SuperRare (RARE)

Analisis teknikal SuperRare (RARE).

SuperRare adalah platfrom NFT yang menghubungkan karya seni digital dengan sebuah token. Setelah NFT berada di SuperRare, karya digital itu dapat dibeli, dijual atau bahkan bisa digunakan sebagai investasi jangka panjang. Token RARE digunakan sebagai utilitas di platform SuperRare.

Afid melihat pergerakan RARE dari analisis teknikalnya kemungkinan besar akan mengalami penurunan harga pada pekan ini. “Analisis teknikal melihat akan ada penurunan 21% dari harga sekarang di kisaran US$ 0,240 ke US$ 0,189,” ungkap Afid.

Peringkat RARE di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #541, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 22.842.357. Pasokan yang beredar 101.756.228 koin RARE dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin RARE.

4. Hive (HIVE)

Analisis teknikal Hive (HIVE).

Sama seperti RARE, HIVE juga kembali masuk ke daftar bearish pekan ini. Afid melihat berpotensi masih terus turun. Bahkan melebih penurunan minggu lalu yang berada disekitar 10 persen.

“HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk pola reserve cup and handle sebagai sinyal bearish. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 35 persen ke harga US$ 0,4471 dari US$ 0,6718,” ungkap Afid.

Hive adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.

Peringkat HIVE di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #98, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 295.733.505. Pasokan yang beredar 445.435.787 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Stratis (STRAX)

Analisis teknikal Stratis (STRAX).

Stratis adalah platform blockchain-as-a-service yang menawarkan beberapa produk dan layanan untuk perusahaan, termasuk meluncurkan private sidechains, running full nodes, developing dan deploying smart contracts, platform penawaran koin awal, dan aplikasi bukti identitas. Perusahaan juga menyediakan dompet kripto dan layanan konsultasi blockchain.

STRAX menjadi token yang digunakan untuk membeli dan mengoperasikan layanan seperti mengeksekusi smart contracts, membayar sidechain dan lainnya. Afid menjelaskan nilai STRAX bisa mengalami penurunan hingga 28%. “STRAX akan konsolidasi dahulu ke harga US$ 1,190, lalu akan turun menuju US$ 0,850.”

Peringkat STRAX di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #153, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 144.417.008. Pasokan yang beredar 138.379.149 koin STRAX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Kripto Sebagai Alat Transaksi

International Monetary Fund (IMF), sebuah lembaga keuangan internasional yang membantu 190 negara mencapai stabilitas keuangan, telah membuat pernyataan baru terkait kripto. 

Walau sebelumnya terlihat menolak dan menentang ide inovasi kripto, saat ini IMF terlihat mendukung penggunaan kripto sebagai alat transaksi di dunia. 

IMF Dukung Crypto sebagai Alat Transaksi

IMF baru saja membuat publikasi dalam berbentuk artikel di situs resminya yang menyatakan dukungannya terhadap kripto. 

Dalam artikel tersebut, IMF menyatakan bahwa beberapa kripto dan mata uang digital bank sentral atau CBDC dapat bermanfaat untuk menggantikan sistem keuangan tradisional saat ini. 

IMF mengambil sudut pandang efisiensi penggunaan energi, di mana beberapa kripto dan CBDC dianggap sebagai alternatif yang baik untuk sistem keuangan saat ini karena menggunakan lebih sedikit energi listrik. 

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Crypto Sebagai Alat Transaksi!
Data Perbandingan Konsumsi Energi berdasarkan Sistem Jaringan

Artikel tersebut membuat sebuah perbandingan antara konsumsi atau penggunaan energi alat pembayaran tradisional, yaitu kartu kredit, dengan aset kripto yang memiliki mekanisme berbeda. 

Dalam perbandingan tersebut, IMF membuat sebuah diagram perbandingan dimana intinya, menurut banyaknya publikasi yang ada, konsumsi energi kartu kredit masih lebih rendah dari kripto berbasis blockchain Proof of Work

Tapi konsumsi energi kartu kredit yang mewakilkan sistem keuangan tradisional, masih lebih tinggi dibanding kripto berbasis blockchain selain Proof of Work dan jauh lebih tinggi dari kripto dengan sistem blockchain tersentralisasi.   

IMF kemudian melengkapi perbandingan tersebut dengan memberi contoh sistem blockchain tersentralisasi yang kemudian merujuk pada sistem mata uang digital bank sentral atau CBDC. 

“Bergantung pada sistemnya, CBDC dan beberapa jenis crypto dapat menjadi alternatif sistem pembayaran yang lebih hemat energi dibanding sistem saat ini, termasuk kartu kredit dan debit mayoritas bank.

International Monetary Fund (IMF)

Selanjutnya, IMF juga memberi informasi bahwa beberapa bank sentral sedang mempertimbangkan memiliki CBDC tersedia dalam sistem kartu layaknya kartu kredit dan debit. 

IMF merasa ini adalah langkah yang bagus tidak hanya untuk CBDC namun juga untuk kripto. Sebab, dengan adanya integrasi antara kartu debit dan kredit dengan kripto dan CBDC, maka adopsi kripto akan semakin besar dan konsumsi energi sistem pembayaran dunia akan semakin kecil. 

Semua Demi Menyelamatkan Bumi

Dukungan dari IMF terhadap kripto dan CBDC ini adalah sebuah hal yang mengejutkan untuk pasar kripto. 

Sebab, sebelumnya, IMF terkenal tidak mendukung bahkan menghujat kripto sebagai skema penipuan dan inovasi yang berbahaya. 

Salah satu bukti nyatanya adalah saat IMF melarang beberapa negara di Amerika Selatan untuk mengadopsi kripto sebagai alat pembayaran. 

Contoh negara yang mengalami perdebatan panjang dengan IMF adalah El Salvador yang saat ini masih terus menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran. 

Perlu diketahui bahwa walau ada artikel dukungan tersebut, IMF masih belum mendukung secara penuh adopsi kripto dan menganggap masa depan uang masih belum pasti. 

Tapi institusi tersebut sangat mendorong pemangku kebijakan di negara-negara dunia untuk mempertimbangkan faktor energi jika ingin mengadopsi kripto dan CBDC.  

Maksudnya adalah, walau memiliki konsumsi energi yang rendah, IMF meminta negara untuk menyediakan sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga saat diadopsi, tidak ada permasalahan signifikan. 

IMF juga menekankan bahwa kedepannya faktor energi akan menjadi hal yang penting dalam menentukan kebijakan terutama terkait sektor keuangan, mengingat pencemaran lingkungan terus meningkat akibat energi tidak ramah lingkungan.

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Crypto Sebagai Alat Transaksi!
Data Sumber Emisi Gas Pencemaran Lingkungan

Terakhir institusi tersebut juga menegaskan bahwa adopsi kripto yang baik adalah kripto generasi ketiga dengan konsumsi energi yang lebih rendah dan bukan generasi lama seperti Bitcoin yang konsumsi energinya masih tinggi. 

Untuk saat ini masih belum ada negara yang menanggapi pernyataan dalam artikel ini secara rinci karena nampaknya masih fokus untuk membuat regulasi yang baik terkait kripto dan CBDC. 

IMF juga telah memberikan kerangka panduang regulasi yang lengkap untuk negara-negara di dunia jika ingin mengadopsi kripto. 

Kepala ekonom dari IMF, Gita Gopinath juga menekankan bahwa IMF saat ini tidak akan menerapkan pelarangan kripto secara halus, karena sudah menggali lebih dalam dan menemukan banyaknya manfaat dalam inovasi ini.

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Crypto Sebagai Alat Transaksi!



Sumber : news.tokocrypto.com