Tag Archives: featured

Pasar NFT Diprediksi Tumbuh 35% ke Angka $ 13,6 Miliar pada 2027

Sebuah studi dari MarketsandMarkets memperkirakan pasar non-fungible token (NFT) akan meningkat hingga $ 13,6 miliar pada akhir 2027, atau naik dari $ 3 miliar pada tahun ini. Prakiraan ini didasarkan pada terus meningkatnya minat investor terhadap NFT.

Selama lima tahun ke depan, faktor utama yang mendorong pasar NFT masih tidak terlepas dari keterlibatan para influencer dan komunitas game, serta meningkatnya permintaan akan karya seni digital.

Perusahaan riset MarketsandMarkets juga menyebutkan faktor lain yang turut berkontribusi pada ledakan pertumbuhan NFT. Faktor tersebut yakni penggunaan NFT di dunia retail dan mode, perkembangan metaverse oleh raksasa media sosial seperti Meta, dan personalisasi NFT.

Global NFT market trends. Source: MarketsandMarkets
Global NFT market trends. Source: MarketsandMarkets.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Pada November 2021, Cointelegraph melaporkan adanya peningkatan minat investor dari Asia-Pasifik (APAC), karena penelusuran Google terkait NFT lokal melonjak di wilayah tersebut.

“Negara-negara APAC tengah menuju perkembangan konstan dan peluncuran marketplace di pasar tertentu bisa menciptakan peluang yang sama bagi kreator dan pembeli dalam ekosistem (NFT),” ungkap laporan MarketsandMarkets.

Salah satu alasan yang diduga menjadi pemicu meningkatnya pencarian terkait NFT di negara-negara seperti Hong Kong, Singapura, dan China adalah ketidakjelasan peraturan mengenai perdagangan atau penambangan kripto.

NFT marketplace, platform yang memungkinkan investor untuk membeli dan menjual NFT, saat ini diharapkan bisa memberikan kontribusi tinggi terhadap pertumbuhan ekosistem NFT.

Meski OpenSea masih menjadi marketplace terbesar, namun ada beberapa pemain baru yang siap meramaikan pasar, seperti Coinbase NFT, Binance dan TokoMall untuk pasar Indonesia.

Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Avarta dan Tokocrypto Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Avarta, startup berbasis teknologi blockchain asal Singapura, menjalin kerja sama strategis dengan Tokocrypto, salah satu pedagang aset kripto terbesar di Indonesia.

Sebagai mitra, Avarta dan Tokocrypto akan bekerja sama dalam serangkaian inisiatif pengembangan bisnis yang saling menguntungkan. Inisiatif tersebut, mulai dari pertukaran sumber daya, strategi pemasaran bersama untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis satu sama lain, serta membuat sektor industri aset kripto dan blockchain semakin maju di Indonesia.

Tokocrypto akan memberikan edukasi dalam pengenalan fitur Avarta kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Fitur tersebut adalah autentifikasi skor kepercayaan (Trust Score) dan wallet kripto berbasis sistem keamanan berbasis biometrik. 

Avarta akan menyesuaikan platformnya selaras dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Terlebih, Indonesia menjadi negara dengan perkembangan pasar kripto yang sangat pesat, di mana lebih dari 12,4 juta investor aset kripto per Februari 2022, melebihi jumlah investor pasar modal sebesar 7,3 juta.

“Sebagai platform crypto exchange pertama yang terdaftar resmi di Bappebti Kementerian Perdagangan RI, Tokocrypto selalu memprioritaskan keamanan. Maka dari itu sungguh luar biasa melihat bagaimana lanskap DeFi bisa menghasilkan inovasi penting, seperti apa yang dikembangkan oleh Avarta,” kata CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.

Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg
Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg

Baca juga: Game Duckie Land Tawarkan Cara Baru Bertani Virtual di Metaverse

Perluas Adopsi Blockchain di Indonesia

Kerja sama ini juga bertujuan untuk mengedukasi dan menyebarkan informasi yang lebih luas akan adopsi aset kripto ke seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, kerja sama ini juga akan mencakup pemasaran pada wallet kripto dan alat autentifikasi Avarta ke komunitas Web3 di Indonesia. 

Avarta sendiri mengadopsi teknologi autentifikasi canggih dan sistem skor kepercayaan (Trust Score) bagi pengguna blockchain dengan menyediakan lapisan pengenalan identitas yang tak tertandingi untuk mengakses aplikasi DeFi dan Web3.0. Teknologi ini memberikan keamanan tingkat tinggi kepada pengguna untuk melakukan transaksi digital dari perangkat seluler di manapun.

Avarta terpilih sebagai salah satu peserta pertama dalam program Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator, yang juga didukung oleh BRI Ventures. Sebelumnya, kedua perusahaan telah memperkuat aliansi mereka dengan Tokocrypto bertindak sebagai investor strategis di Avarta.

“Indonesia adalah salah satu pasar Web 3.0 dengan pertumbuhan tercepat secara global. Avarta sangat antusias dapat bermitra dengan Tokocrypto, salah satu nama crypto exchange terkemuka di Indonesia yang telah menumbuhkan ekosistem kripto,” kata Pangeran Brunei Brunei Darussalam & Chairman Avarta, Abdul Qawi.

platform yang dibuat Avarta
Ilustrasi platform yang dibuat Avarta. Foto: Avarta.

Baca juga: Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

Tokocrypto dan Avarta Kembangkan Bisnis Bersama

CEO Avarta, Matthew Ainscow, juga menyampaikan rasa senangnya dapat bekerja sama dengan penyedia ekosistem crypto terkemuka di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Melalui kerja sama ini, tujuan Avarta adalah untuk memastikan tingkat keamanan dan kepercayaan tertinggi di pasar.

Tokocrypto adalah mitra strategis untuk pengembangan bisnis dan teknologi Avarta. Sebelumnya, Tokocrypto juga sudah menjalin bekerja dengan beragam startup blockchain, seperti Avarik Saga, Nanovest, dan Play it Forward Dao di area GameFi dan DeFi. Bermitra dengan Avarta, membuat Tokocrypto pertama kalinya memperdalam keterlibatannya dalam sistem keamanan kripto.

Secara paralel, Avarta akan terdaftar sebagai proyek pertama di platform launhpad, bernama T-Launchpad yang dijadwalkan pada 24 Mei 2022 dan penjualan publik dengan metode IDO (Initial dex offering) pada 8 Juni 2022.

Baca juga: Tokocrypto & BRI Ventures Umumkan 13 Startup TSBA Angkatan Pertama

Penulis: Titi Husnul Khotimah



Sumber : news.tokocrypto.com

Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft

Divisi komputasi awan Google mengumumkan bahwa mereka sedang membangun unit baru untuk menjajal pengembangan Web3 dan bersiap menjadi rival AWS Amazon dan Microsoft Azure yang lebih dulu masuk ke internet generasi ketiga tersebut.

Google memutuskan masuk ke Web3 untuk mendukung pengembangan blockchain dan aplikasi berbasis blockchain yang semakin meningkat di industri kripto. Kebutuhan ini berkembang bersamaan dengan aktivitas dan adopsi Web3 dalam sektor ekonomi tradisional.

Wakil Presiden Google Cloud, Amit Zavery, dalam email-nya menjelaskan sementara sebagian besar dunia masih dalam tahap menjajaki Web 3.0, bagi Google ini adalah pasar dengan potensi ekonomi luar biasa. Zevery menyatakan banyak pengguna Google yang memintanya agar Google meningkatkan dukungan untuk teknologi Web3 terkait kripto.

Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)
Ilustrasi Google dan Bitcoin. FOto: Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Dengan membawa unit Web3 ke front line-nya, Google ingin menjadikan Google Cloud sebagai pilihan platform nomor satu bagi pengembangan blockchain. Google Cloud adalah rangkaian layanan komputasi awan mesin pencari. Semua proyek terkait Google berjalan di Google Cloud.

Zavery menambahkan bahwa Google akan menempatkan dirinya sebagai penyedia teknologi untuk aplikasi atau entitas berbasis blockchain secara keseluruhan. Sedangkan search engine-nya belum menjadi peserta langsung di bidang kripto.

Sementara CEO Google, Sundar Pichai, menyebut industri blockchain sebagai sesuatu yang “menarik dan kuat”. Google percaya bahwa aplikasi blockchain akan menemukan jalannya ke dalam layanan dan industri keuangan tradisional seperti yang dapat dilakukan Web3.

Baca juga: Tiga Alasan Kenapa Harga Aset kripto Turun di Awal Mei 2022

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Kondisi market aset kripto mulai merangkak naik, meski sulit untuk bangkit. Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil naik sedikit dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, naik 1,24% ke $ 31.410 dalam sehari terakhir. Begitu juga dengan Ethereum (ETH) tumbuh 2,01% ke $ 2.368 per keping. Di saat yang sama, altcoin lain seperti BNB, Solana (SOL) dan XRP membukukan pertumbuhan di atas 2%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan fenomena pasar kripto yang mulai naik disebabkan oleh aksi buy the dip investor untuk mengakumulasi keuntungan lebih. Namun, overall market masih berpotensi terus mengalami penurunan, mungkin akan ada sedikit pullback di market, khususnya BTC.

“Para investor ini mulai terpengaruh saran untuk melakukan aksi buy the dip, sehingga merasa bahwa beberapa aset kripto sudah bisa kembali diakumulasi. Sebagian kripto sudah mengalami fase jenuh jual atau oversold, jika dikaji menggunakan analisis teknikal,” kata Afid.

Meski begitu, investor masih malu, belum secara all out untuk melakukan aksi beli di pasar kripto, setelah khawatir mengenai risiko yang terjadi pada stablecoin. Kecemasan tersebut berhulu dari drama stablecoin milik Terra Labs, UST, yang ternyata tidak bisa menjaga nilai tukarnya di level $ 1 untuk 1 UST.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Anjloknya nilai BTC dan terjadinya reserve asset dari UST, membuat sentimen negatif terhadap stablecoin. Tanda-tanda kelemahan dalam stablecoin, sebagai aset kripto yang lebih aman, tapi tidak terbukti semakin menakuti investor,” imbuh Afid.

Menurut laporan CoinMarketCap, total nilai pasar kripto saat ini mencapai $ 1,4 triliun pada 10 Mei 2022, jauh dari puncaknya sepanjang masa sebesar $ 2,9 triliun pada awal November 2021. Harga aset kripto yang merosot, mencerminkan penurunan ekuitas di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif di seluruh dunia untuk mencegah inflasi yang tinggi. 

Di sisi lain, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. eCash (XEC)

Analisis teknikal eCash (XEC).

eCash (XEC) membuka daftar aset kripto yang berpotensi bullish pada pekan kedua Mei 2022. XEC adalah aset kripto yang dikembangkan setelah hard fork dari blockchain Bitcoin Cash ABC.

XEC juga merupakan rebranding dari Bitcoin Cash ABC (BCHA) dan memiliki teknologi dan fitur yang lebih baik. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan XEC berpotensi bullish karena pengumuman upgrade jaringan yang akan digelar.

“Jaringan eCash ditingkatkan setiap tahun pada tanggal 15 Mei & 15 November. Artinya terdekat 15 Mei. Upgrade ini membuat investor mulai buy dan hold token untuk mendakat keuntungan, sehingga permintaan naik,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, XEC sedang mengalami koreksi yang signifikan beberapa hari terakhir, namun perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar XEC dapat terus bergerak menuju harga $ 0.00006474 atau naik sekitar 27% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat XEC di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #62, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 1.129.584.592. Pasokan yang beredar 19.056.104.673.313 koin XEC dan maksimal pasokan 21.000.000.000.000 koin XEC.

Baca juga: Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extreme Fear

2. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Pergerakan KAVA masih akan reli pada pekan ini. KAVA setidaknya sudah duduk nyaman dalam daftar aset kripto bullish selama beberapa pekan terakhir di Tokocrypto Market Signal.

Afid mengatakan potensi kenaikan harga KAVA akibat peluncuran mainnet Kava Network 1.0 yang kemungkinan besar akan dilakukan pada 10 Mei mendatang. Mainnet ini sudah ditunggu investor karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos.

“Kava masih mencuri panggung untuk aset kripto yang potensi bullish. Sekarang sentimen positif datang dari peluncuran mainnet Kava Network yang kemungkinan besar terjadi pada tanggal 10 Mei mendatang. Ini sudah ditunggu pelaku pasar,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 2,43 masih terjaga, KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,22 atau naik 30% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #96, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 511.629.440. Pasokan yang beredar 189.555.5555 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Secret Network (SCRT)

Analisis teknikal Secret Network (SCRT).

Secret Network berpotensi mengalami kenaikan harga, setelah terkoreksi dalam selama beberapa hari terakhir. Afid mengungkap Pembaruan mainnet besar-besaran pada jaringan Secret Network bisa membuat nilai token SCRT melonjak. 

Dalam pengumumannya, upgrade mainnet ini bisa meningkatkan kinerja jaringan 500 kali lipat lebih besar dan membantu memperkuat posisi Secret sebagai pusat privasi data Web3. Upgrade jaringan SCRT akan terjadi pada 11 Mei.

“Secret Network akan upgrade mainnet besar-besaran pada 27 April mendatang. Kabar ini membuat harga SCRT langsung naik. Dari analisis teknikalnya, SCRT berpotensi naik hingga 40% sampai harga kisaran $ 3,50 dari batas bawas $ 2,44,” katanya.

Secret Network adalah jaringan blockchain pertama dengan smart contract yang menjaga privasi. Secret Network memiliki native coin bernama Secret (SCRT). Ini seperti Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), yang bisa disimpan di wallet dan membelanjakannya saat ingin menggunakan jaringan Secret Network.

Peringkat SCRT di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 438.467.107. Jumlah koin yang beredar 163.295.557 koin SCRT yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. EOS (EOS)

Analisis teknikal EOS (EOS).

EOS adalah kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO. Sementara, EOS.IO beroperasi sebagai platform smart contract dan pengembang aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

Afid menjelaskan EOS berpotensi bullish pada pekan ini karena akan melakukan hard fork pada jaringan blockchainnya bernama Mandel. Hard fork kemungkinan besar akan dilaksanakan pada 19 Mei mendatang.

Hard fork ini dikabarkan akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi. Alhasil EOS dapat sentimen positif yang membawa harganya naik lebih tinggi,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik, setelah sebelumnya mengalami koreksi yang signifikan beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga $ 1,99 atau naik sekitar 28% dari $ 1,54 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 1.698.007.806. Pasokan yang beredar 989.139.050 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Proyeksi Analis: Harga Bitcoin Menguat Pasca $ 25 Ribu, November 2022

5. Bitcoin DOWN (BTCDOWN)

Analisis teknikal Bitcoin DOWN (BTCDOWN).

Bitcoin DOWN (BTCDOWN) sedang mengalami peningkatan pada pekan ini. Menurut Afid, kondisi market kripto sekarang yang secara keseluruhan sedang tertekan dan menurun turut berpengaruh positif pada BTCDOWN.

“Pergerakan BTCDOWN sudah perlahan bergerak naik signifikan. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bullish yang mengindikasikan tren peningkatan harga. Harga BTCDOWN bisa naik capai $ 0,02866 dari $ 0,02319,” kata Afid.

BTCDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Sedangkan BTCUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

Peringkat BTCDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #2878, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

Bitcoin kemungkinan besar akan terus terpuruk pada pekan kedua Mei 2022. BTC melompat kembali setelah sempat menyentuh level $ 29.370 pada tanggal 10 Mei lalu. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan titik support terkuat BTC saat ini berada di $ 30.500.

“Analisis teknikal BTC sedang perlahan kembali turun, setelah sempat rebound naik sedikit. Belum ada sentimen positif yang bisa menggerakan harga untuk terus naik,” kata Afid.

Kemungkinan besar pola pergerakan BTC akan naik terlebih dahulu ke harga $ 32.000. Kemudian, dapat lanjut turun menuju ke harga $ 29.000-$ 28.000 atau turun sekitar 9% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 597.637.296.279. Jumlah koin yang beredar 19.036.600 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum pun bernasib sama seperti Bitcoin. Afid melihat dari segi analisis teknikalnya ETH dapat terjerembab lebih dalam.

“ETH kemungkinan besar akan melanjutkan tren bearish di pekan ini. Dari sisi teknikal saat ini ETH sedang bergerak turun, setelah mengalami koreksi melihat harganya yang sudah berada di batas atas pergerakan harga,” ungkapnya.

Kemungkinan besar ETH masih dapat bergerak turun menuju sekitar $ 2.001 atau anjlok 11% dari harga $ 2.289 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 286.148.671.899. Jumlah koin yang beredar 120.729.130 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

3. Terra (LUNA)

Analisis teknikal Terra (LUNA).

Terra (LUNA) mengalami penurunan tajam sejak awal Mei 2022. LUNA benar-benar menukik tajam dalam harga dan kapitalisasi pasar sejak aksi jual besar-besaran.

Menurut Afid, saat ini sedang ada turbulensi di seluruh ekosistem Terra sehingga tidak bisa mempertahankan nilainya terhadap dolar, sehingga turun ke level $ 0,67 pada Selasa (10/5). 

“Nilai LUNA telah anjlok bergerak turun tajam. LUNA kini seimbang dengan nilai dolar AS. Sehingga menyebabkan likuidasi besar-besaran pada posisi leverage dan menurunkan kapitalisasi pasarnya. Investor menjadi panik mengakibatkan aksi jual lebih banyak,” jelas Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, LUNA sedang terus bergerak turun, setelah sebelumnya sempat mencoba rebound. Kemungkinan besar LUNA dapat terus bergerak menuju harga $ 10,67 atau turun sekitar 44% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat LUNA di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 5.402.913.692. Pasokan yang beredar 397.570.628 koin LUNA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. BarnBridge (BOND)

Analisis teknikal BarnBridge (BOND).

BarnBridge (BOND) adalah token ERC-20 utilitas asli yang digunakan untuk pengintaian dan tata kelola pada platform BarnBridge. Sebagai mekanisme tata kelola, pemegang obligasi yang dapat memberikan suara pada pembaruan platform BarnBridge.

Menurut Afid, berdasarkan analisis teknikalnya, BOND sedang terus bergerak turun, setelah sebelumnya sempat mencoba rebound. Kemungkinan besar BOND dapat terus bergerak menuju harga $ 4,09 atau turun sekitar 13% dari harga $ 4,76 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat BOND di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #567, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 31.833.269. Pasokan yang beredar 6.697.847 koin BOND dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

5. JasmyCoin (JASMY)

Analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).

JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.

Afid menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY bisa terus turun hingga harga $ 0.01075 dalam beberapa hari ke depan. Walaupun sempat rebound, JASMY bleum mendapatkan sentimen positif yang membuatnya naik.”

Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #370, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $70.067.207. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50,000,000,000 koin JASMY.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tiga Alasan Kenapa Harga Aset kripto Turun di Awal Mei 2022

Harga Bitcoin mencapai $ 29.990 pada 10 Mei 2022, kenapa harga Bitcoin tiba-tiba turun?

1. Luna

BTC senilai $ 1,4 miliar dipindahkan dari sebuah dompet yang terikat dengan Luna Foundation Guard pada hari ini, bersamaan dengan runtuhnya harga Bitcoin.

Data dari blockchain bahwasannya LFG atau luna foundation ini mengahabiskan asset BTC nya sebesar 42.530 dari dompet LFG, dan belum diketahui tujuan dari LFG ini mengahabiskan asset BTC sebesar 42.530 ini.

Tetapi ada sebuah spekulasi bahwa dana tersebut dibagi menjadi 2 bagian dana, yang dimana 12.500 BTC dan 30.000 BTC melakukan pertukaran ke wallet cryptocurrency OKEX.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari satu hari.

Namun, sangat disayangkan bahwa UST hanya seharga 67 cents pada saat penulisan ini. Menurut beberapa riset, ada Whale yang menjual $ 285 juta UST pada 7 Mei, yang mengakibatkan UST menjadi $ 0 ,98. Harga Luna pun sudah turun 44.4%, menjadi $ 33,81.

Baca juga7 Cara Mendapatkan Uang dari Bitcoin, Dari Mining Hingga Airdrops

2. The Fed

Seperti yang diketahui FED atau biasa disebut dengan FederalReserve dari Bank sentral Amerika Serikat (AS) telah resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin atau 0,5 persen, yang diumumkan pada hari Rabu (4/5).

Kenaikan tersebut bisa dibilang merupakan kenaikan yang terbesar selama dua dekade itu dilakukan untuk mengatasi lonjakan inflasi harga yang merupakan tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

The Fed juga telah membeli saham obligasi untuk menjaga suku bunga rendah dan arus cash flow selama pandemi berlangsung, tetapi tetap saja lonjakan harga yang memaksa the fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat.

Maka sekarang bisa dikatakan untuk kenaikan suku bunga akan mendorong dana federal ke kisaran 0,75 persen sampai dengan 1 persen. Keputusan tersebut yang mengakibatkan kenaikan suku bunga.

Baca juga: Di Tengah Penurunan Pasar, El Salvador Borong 500 Bitcoin

3. Saham Amerika

Diketahui juga banyak saham tech yang anjlok akhir–akhir ini yang mengakibatkan penurun terhadap bitcoin juga. Itu berdasarkan selama ini orang–orang melakukan investasi untuk kripto karena lebih diunggulkan dan lebih terjamin tetapi itu merupakan sebuah hubungan yang dimana saham dengan sektor pengembangan teknologi dapat memengaruhi harga Bitcoin.

Dan tentunya kondisi ini bisa dikatakan gambling jika semuanya beralih ke kripto secara bersamaan. Karena disatu sisi pemilik saham harus memikirkan cara untuk menstabilkan harganya kembali agar terciptanya keseimbangan pasar di sektor teknologi.

Faktor utama yang mengakibatkan investor pindah haluan ke kripto ialah karena suku bunga The Fed atau bank sentral amerika mengalami kenaikan bunga menjadi 0,75 persen bahkan bisa sampai menjadi 1%.

Dalam analisa Cryptoharian, BTC sangat mungkin akan turun lebih dalam menjadi $ 29.000-an. Namun, $ 30.000 adalah support yang kuat dan jika bisa terpantul dari harga saat ini, $ 34.500 adalah target yang harus ditembus sebelum ke $ 37.000 dan $ 40.000.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022

Bitcoin dan Ethereum membawa mayoritas kripto koreksi signifikan dalam beberapa hari terakhir, mengikuti kenaikan suku bunga dari Bank Sentral Amerika. 

Koreksi ini melanjutkan pergerakan sejak Maret 2022 yang membawa Ethereum dan Bitcoin untuk turun cukup signifikan hampir mencapai 50% dari harga tertingginya. 

Walau begitu, terdapat beberapa analisis data onchain yang menyatakan bahwa ada kemungkinan pasar kripto akan pulih di pekan depan yang mendorong apresiasi baru untuk mayoritas kripto. 

Transaksi Bitcoin dan Ethereum Meningkat

Sejak koreksi di awal Maret 2022, whale atau investor besar terlihat berhasil mendapatkan keuntungan dalam pergerakan apresiasi dalam koreksi besar. 

Keuntungan tersebut disebabkan oleh adanya pembelian saat mayoritas aset bergerak turun, dan kemudian menjualnya secara perlahan saat mulai naik. 

Banyak analisis yang memprediksi bahwa saat ini pergerakan yang sama kemungkinan besar akan terjadi, melanjutkan konsolidasi atau pergerakan harga menyamping sejak Januari 2022. 

Analisis ini didukung oleh laporan dari Santiment perusahaan yang memberikan analisis serta data mengenai transaksi langsung dari blockchain

Pada akhir pekan lalu, tercatat bahwa Santiment melaporkan pembelian Ethereum (ETH) dalam jumlah terbesar pada akhir pekan dibandingkan tiga tahun terakhir. 

“Dalam jaringan Ethereum terdapat 3,4 kali peningkatan transaksi saat mayoritas investor berada dalam kerugian (saat harga ETH di bawah Rp45 Juta) dibandingkan dalam keuntungan (saat harga ETH di atas Rp45 Juta). Ini adalah transaksi tertinggi sejak 18 November 2018.”

Santiment

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
Data Transaksi Ethereum dari Santiment

Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

Pada hari Jumat, 6 Mei 2022, Santiment menyatakan bahwa transaksi beli Bitcoin juga mengalami apresiasi, satu hari setelah mayoritas kripto koreksi. 

Tertulis bahwa Bitcoin mengalami transaksi sebanyak 1,17 Juta kali transaksi beli yaitu angka tertinggi sejak 2 Desember 2021. 

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
Data Transaksi Bitcoin dan Santiment

Transaksi ini memberikan asumsi bahwa banyak investor besar atau whale yang melakukan pembelian saat harga koreksi signifikan di Kamis 5 Mei 2022 setelah pernyataan dari Bank Sentral Amerika. 

Data ini juga didukung oleh laporan dari Glassnode yang menyatakan bahwa jumlah stablecoin yang masuk ke exchange menuju 5 Mei 2022 terlihat meningkat. 

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
Data Transaksi Stablecoin USDT dari Glassnode

Baca juga: Instagram Siap Integrasi dengan NFT dari Ethereum, Polygon, Solana, Flow

Meningkatnya stablecoin yang masuk ke bursa atau exchange umumnya menjadi pertanda mulainya whale membeli saat harga koreksi. 

Dapat dilihat dari grafik di atas pada 4 Mei 2022 hingga 5 Mei 2022 pergerakan stablecoin yang masuk mengalami apresiasi yang terjadi bersama transaksi terbesar, menurut Santiment

Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan terjadi dorongan beli yang tinggi secara perlahan, menandakan ada kemungkinan pemulihan secara perlahan jika tidak ada sentimen negatif lainnya. 

Pertanda Positif Lainnya

Sejak Januari 2022, mayoritas whale terlihat melakukan pembelian lebih sering terhadap Bitcoin dan Ethereum yang menjadi pertanda positif untuk kedua kripto tersebut. 

Zycrypto melaporkan bahwa akibat strategi pembelian tersebut, telah membuat peningkatan dalam jumlah investor yang masuk ke kategori whale

Hal ini berarti membuat bukti jelas bahwa investor yang mengikuti whale akan mendapatkan kesempatan menjadi whale. Saat ini angka investor jangka panjang juga terlihat meningkat walau dalam keadaan rugi. 

Selain itu, likuidasi di pasar derivatif seperti futures dan options juga menjadi pertanda potensi pemulihan kembali. 

Melihat likuidasi yang mencapai $ 100 Miliar pada 5 Mei 2022 hingga 6 Mei 2022 ada kemungkinan pergerakan yang sama akan terjadi. 

Dari sisi makroekonomi, terlihat bahwa pada pekan depan, yaitu 16 Mei 2022 hingga 22 Mei 2022 tidak ada publikasi data yang penting yang bisa mempengaruhi dolar AS atau kripto. 

Melihat kondisi ini terdapat kemungkinan bahwa pemulihan di akhir pekan ini atau awal pekan depan menjadi suatu hal yang mungkin. 

Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
Pergerakan Harian Bitcoin dan Ethereum

Baca juga: Michael Saylor: Bitcoin adalah Aset yang Paling Tidak Berisiko dalam Portofolio Pensiun

Dapat dilihat bahwa untuk saat ini Ethereum dan bitcoin masih memiliki pergerakan yang sama bahkan sejak awal 2022. Terlihat bahwa sejak awal 2022, Ethereum telah turun 33,58% dan Bitcoin turun 27,82%. 

Jadi jika salah satu naik kemungkinan mayoritas pasar crypto juga akan naik melihat keduanya adalah crypto terbesar saat ini. 

Untuk Bitcoin, batas bawah yang harus dijaga berada pada Rp 466,2 Juta hingga Rp 407,9 Juta dan untuk Ethereum adalah Rp 33,5 Juta hingga Rp 29,1 Juta. Jika kedua batas tersebut ditembus kemungkinan besar akan terjadi koreksi berlanjut signifikan.  

Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

Bulan Mei membawa harapan yang cukup positif setelah koreksi dan pergerakan konsolidasi di bulan April 2022 ini. 

Potensi apresiasi ini datang bersama dolar AS yang kemungkinan akan mulai bergerak turun menormalisasi apresiasinya setelah beberapa bulan terakhir. 

Dengan melemahnya dolar AS, terdapat kemungkinan bahwa aset berisiko seperti kripto mulai bergerak naik. 

Dalam artikel ini, akan dijelaskan mengenai lima kripto potensial yang memiliki potensi apresiasi terutama dalam kondisi positif ini.

Kava (KAVA)

Pertama adalah KAVA yang merupakan sebuah blockchain yang berada di ekosistem Cosmos dan mengintegrasikan teknologi dari Ethereum

Kava memiliki empat sentimen positif di Bulan Mei 2022 yang kemungkinan dapat mendorong harganya naik. 

5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR, SCRT
Sentimen Positif KAVA

Pertama adalah peluncuran mainnet versi pertamanya yang dikabarkan akan mengintegrasikan kemampuan interoperabilitas Cosmos dengan kemampuan smart contract Ethereum namun dengan biaya yang lebih rendah. 

Dikabarkan bahwa pada 10 Mei 2022 mainnet ini akan diluncurkan dan mulai terbuka untuk developer membangun aplikasi atau proyek baru. 

Setelah itu KAVA akan memiliki tiga sentimen positif lagi yaitu peluncuran jembatan dengan Ethereum agar token dari ekosistem Ethereum dapat masuk ke Kava tanpa proses panjang. 

Kemudian KAVA juga akan meluncurkan program Liquid Staking dimana investor dapat mengunci KAVA untuk mendapatkan keuntungan namun masih bisa menggunakan KAVA tersebut. 

Terakhir adalah peluncuran dana baru untuk diinvestasikan ke developer yang ingin membangun proyek game atau NFT di ekosistem KAVA. 

Bersama empat sentimen positif ini kemungkinan besar KAVA dapat memiliki ketertarikan tinggi karena mulai berdiri keluar dari Cosmos (ATOM) dan menjadi jaringannya sendiri. 

Dari sisi teknikal, saat ini terlihat bahwa KAVA sendiri sedang bergerak naik dalam grafik mingguannya walau terdapat potensi koreksi kecil sebelum naik. 

5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR, SCRT
Grafik Mingguan KAVAUSD

Selama batas bawah pada $ 4,7 masih terjaga, kemungkinan besar KAVA dapat naik menuju $ 5,7 dalam beberapa pekan ke depan. 

Baca juga: Ini Skema Perhitungan Pajak Kripto di Tokocrypto Berlaku 1 Mei 2022

Eos (EOS)

Kedua adalah EOS yang merupakan sebuah blockchain yang sedang merombak seluruh ekosistem dan teknologinya sejak akhir 2021. 

Di awal 2022 ini, EOS sudah membuktikan bahwa rencananya akan dijalankan dengan peluncuran beberapa pembaruan terhadap jaringannya bernama Mandel. 

5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR, SCRT
Sentimen Positif EOS

Pada 19 Mei 2022 ini dikabarkan bahwa EOS akan meluncurkan Hard Fork resminya setelah beberapa kali melakukan pembaruan. 

Kemungkinan besar menuju peluncuran Hard Fork ini, EOS akan mengalami ketertarikan yang tinggi karena jaringannya adalah salah satu blockchain yang dipantau mayoritas analis beberapa bulan terakhir. 

Dari sisi teknikal, saat ini EOS sedang bergerak turun namun sedang menguji kembali zona koreksi sebelumnya. 

5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR, SCRT
Grafik Mingguan EOSUSD

Kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 2 masih terjaga, EOS masih dapat bergerak naik hingga $ 2,8 dalam beberapa pekan ke depan. 

Thorchain (RUNE)

Ketiga adalah RUNE salah satu blockchain yang dikembangkan oleh beberapa tokoh anonim atau tidak diketahui dan berhasil menarik banyak perhatian serta investor. 

Walau masih dalam tahap perkembangan untuk jaringan barunya, saat ini ketertarikan terhadapnya telah terlihat meningkat. 

5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR, SCRT
Sentimen Positif RUNE

Dikabarkan bahwa pada 31 Mei 2022 RUNE akan meluncurkan jaringan utama barunya. Namun, para developer-nya membuat publikasi bahwa tidak ada tanggal pasti. 

Thorchain adalah salah satu blockchain yang transparan walau pendiri dan developer-nya tidak sepenuhnya diketahui. Jadi publikasi ini diketahui dan dimaklumi oleh para investor terutama melihat sejarahnya yang sering tidak sesuai tanggal. 

Karena ada juga yang melakukan protes, maka developer-nya membuat publikasi bahwa RUNE tidak akan memberi tanggal pasti. Namun melihat uji cobanya yang sudah relatif sukses sejak April 2022, kemungkinan besar jaringan inni benar akan diluncurkan di Mei 2022 ini. 

Menuju peluncuran tersebut, kemungkinan besar RUNE dapat bergerak naik karena dianggap sebagai sentimen positif oleh para investornya. 

Dari sisi teknikal, RUNE sedang bergerak relatif sama dengan EOS dimana baru saja keluar dari zona depresiasinya dan berusaha menguji kembali zona tersebut sebelum lanjut naik. 

5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR, SCRT
Grafik Mingguan RUNEUSD

Kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 7 masih dapat terjaga, RUNE masih memiliki kesempatan untuk bergerak naik menuju $ 11,9 dalam beberapa pekan ke depan. 

Baca juga: Kenalkan Decentralized Music, Netra Segera Rilis Royalty-sharing Music NFT di TokoMall

Near Protocol (NEAR)

Keempat adalah NEAR yang sedang mengalami ketenaran tinggi setelah mendapatkan pendanaan besar dan publikasi tinggi sejak Tahun 2022 ini. 

Saat ini sentimen positif yang kemungkinan dapat membawa NEAR naik di Bulan Mei 2022 adalah peluncuran USN yaitu stablecoin cerminan dolar AS yang didasarkan oleh Near. 

Melihat dampak UST atau US Terra terhadap LUNA saat peluncurannya, kemungkinan besar hal yang sama akan terjadi pada NEAR melihat mekanismenya yang sama. 

Selain itu, saat ini NEAR dianggap sebagai salah satu blockchain terkuat di dunia dengan kemampuannya walau menggunakan mekanisme Delegated Proof of Stake yang tergolong tua. 

Dengan adanya mekanisme tambahan, saat ini Near Protocol dapat mencapai kecepatan 100 ribu hingga 500 ribu transaksi per detik dan tetap menjaga keamanannya. 

Banyak analis yang menyatakan bahwa Near Protocol dapat bersaing bahkan mengalahkan Binance Smart Chain sehingga banyak yang memprediksi harganya dapat naik setinggi BNB. 

Tapi NEAR masih membutuhkan banyak publikasi untuk mencapai harga tersebut sehingga butuh waktu yang cukup panjang. 

Walaupun begitu, kemungkinan besar saat ini NEAR sedang berada dalam kondisi yang relatif positif terutama jika pasar bergerak positif. 

Dari sisi teknikal, saat ini NEAR sedang bergerak dalam pola segitiga simetris yang belum memperlihatkan arah jelas. 

5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR, SCRT
Grafik Mingguan NEARUSD

Jika batas bawah pada $ 11,8 masih terjaga dan batas atas pada $ 14 dapat ditembus, kemungkinan besar NEAR dapat mencapai $ 17 hingga $ 20 dalam beberapa pekan ke depan. 

Secret Network (SCRT)

Kelima adalah Secret Network, salah satu blockchain yang ingin menjaga keamanan dari penggunanya sehingga memiliki tingkat kerahasiaan yang tinggi, layaknya Monero (XMR). 

Pada Bulan Mei 2022 dikabarkan bahwa SCRT akan mengalami pembaruan jaringan bernama Shockwave dengan versi Alpha. 

Dikabarkan bahwa SCRT melakukan pembaruan tersebut untuk meningkatkan kemampuan jaringannya hingga 500 kali lipat dari sisi efisiensi, kecepatan, dan keamanan. 

Pembaruan ini akan dilaksanakan pada 11 Mei 2022 yang kemungkinan dapat menjadi sentimen positif untuk SCRT. 

Dari sisi teknikal terlihat bahwa saat ini SCRT sedang bergerak dalam pola segitiga menurun yang jika berhasil dilewati, dapat memberi apresiasi yang signifikan. 

5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR, SCRT
Grafik Mingguan SCRTUSD

Kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 3,9 masih terjaga dan batas atas pada $ 5 dapat ditembus, SCRT dapat naik menuju $ 6,4 dalam beberapa pekan ke depan.

Disclaimer 

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing. 

Baca juga: Tanya Jawab Lengkap Aturan Pajak Aset Kripto yang Wajib Dipahami

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Instagram Integrasi dengan NFT dari Ethereum, Polygon, Solana, Flow

Non-fungible token (NFT) dari beberapa jaringan blockchain populer akan hadir di platform media sosial Instagram. Pengumuman uji coba itu dikabarkan akan disampaikan pada Senin ini.

Coindesk melaporkan, sosial media terkemuka milik Meta tersebut sedang merencanakan integrasi NFT dari Ethereum, Polygon, Solana dan Flow. Jaringan-jaringan itu dikenal sebagai induk dari sebagian besar perdagangan NFT.

Seperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter
NFT akan datang ke platform Facebook dan Instagram.

Baca juga: Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extream Fear

Instagram dilaporkan akan mengeluarkan pilot project yang menyasar komunitas kecil penggemar NFT di Amerika Serikat (AS). Belum diketahui apakah Instagram akan langsung terintegrasi dengan keempat jaringan itu.

Instagram juga dikabarkan akan didukung beberapa dompet kripto seperti MetaMask. Dengan mengintegrasikan wallet, pengguna bisa membuktikan kepemilikan NFT, menampilkannya di profil, dan menandai (tag) kreator yang membuatnya.

CoinDesk telah mengkonfirmasi, Instagram tidak akan membebankan biaya kepada pengguna untuk mem-posting dan berbagi NFT mereka.

CEO Meta, Mark Zuckerberg mau bawa NFT ke Instagram.
CEO Meta, Mark Zuckerberg mau bawa NFT ke Instagram.

Baca juga: Tertarik Bermain The Sandbox Game? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Instagram saat ini tercatat memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan. Banyak dari mereka yang menggunakan platform tersebut untuk mempromosikan dan memasarkan karya seni pribadi.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah membocorkan rencana integrasi ini, tetapi tidak memberikan penjelasan detail. The Financial Times juga telah melaporkan, Meta akan melakukan uji coba mint NFT di Instagram dan keanggotaan grup NFT di Facebook.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dukung Elon Musk, Binance Gelontorkan $ 500 Juta untuk Akuisisi Twitter

Binance, exchange kripto terbesar di dunia, siap menggelontorkan $ 500 juta untuk mendukung akuisisi Elon Musk terhadap Twitter. CEO Binance, Changpeng Zhao, menyebut dukungan ini sebagai sebuah kontribusi kecil.

Dalam pengajuan Schedule 13D, beberapa investor, seperti Sequoia Capital ($ 800 juta), Andreessen Horowitz ($ 400 juta), Qatar Holding ($ 375 juta), Fidelity ($ 316 juta), DFJ ($ 100 juta), dan investor-investor terkenal lainnya juga turut memberikan dana untuk rencana akuisisi ini. Larry Ellison memberikan investasi tertinggi sebesar $ 1 miliar.

Total dukungan para investor itu kira-kira mencapai $ 7,1 miliar. Schedule 13D harus diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) oleh entitas yang mengakuisisi lebih dari 5% perusahaan.

Namun, dalam daftar itu tidak ada nama miliarder Arab Saudi Al Waleed bin Talal Al Saud yang ikut mendukung akuisisi dalam bentuk saham Twitter. Ia memiliki 34.948.975 saham TWTR senilai $ 54,20.

Ilustrasi Elon Musk beli Twiiter
Ilustrasi Elon Musk beli Twiiter. Foto: Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Image.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Elon Musk, Twitter dan Kripto

Langkah akuisisi Twitter oleh CEO Tesla itu dimulai pada 4 April 2022, saat Musk pertama kali membeli 9,2% saham perusahaan media sosial tersebut. Tak lama setelah itu, ia masuk ke jajaran dewan direksi Twitter.

Musk kemudian mengajukan penawaran untuk membeli Twitter sepenuhnya dengan tawaran awal sebesar $ 43 miliar. Dan pada 25 April 2022, Twitter akhirnya menerima tawaran dengan nilai sedikit lebih tinggi yaitu $ 44 miliar.

“Twitter memiliki potensi luar biasa. Saya tidak sabar bekerja dengan perusahaan (ini) dan komunitas penggunanya,” ujar Musk saat itu.

Musk kemungkinan besar akan menambahkan lebih banyak koin kripto ke Twitter. Gagasan untuk mengintegrasikan lebih banyak komponen kripto sangat penting bagi pemegang Dogecoin, karena orang terkaya di dunia ini dikenal sebagai penggemar DOGE.

Baca juga: Kenalkan Decentralized Music, Netra Segera Rilis Royalty-sharing Music NFT di TokoMall

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Netra Segera Rilis Royalty-sharing Music NFT di TokoMall

Selain sebuah benda yang dianggap sebagian dari modern visual art, kini NFT mulai juga dikenal sebagai aset berharga bagi para musisi. Melalui tokenized music, NFT diharapkan dapat menjadi sumber revenue bagi musisi untuk mendapatkan full value atas jerih payah mereka dalam proses menciptakan musik. 

Pada tahun 2020, total pendapatan industri musik rekaman mencapai 23,1 miliar dolar AS. Streaming mencapai 56 persen dari angka ini, menghasilkan $11,9 miliar secara global (Statista, 2021) Salah satu contoh ekstrem adalah lagu Mariah Carey “All I Want For Christmas Is You” telah diputar lebih dari 1,2 miliar kali di Spotify. Menurut kalkulator royalti, lagu ini menghasilkan lebih dari $2,5 juta, tidak termasuk dengan layanan lain seperti Apple Music, Youtube, Tiktok, dll.

Tercatat bahwa industri musik bisa menghasilkan untung sebesar USD$42 miliar setiap tahunnya, namun hanya sekitar 12% dari nilai tersebut dapat benar – benar diterima dan dinikmati musisi dibalik hasil karya miliknya. Sejalan dengan misi untuk memberdayakan potensi kreator lokal Indonesia dalam berbagai bidang kreatif, Netra dan TokoMall bertujuan untuk menjadi solusi bagi masalah-masalah yang mengakar di industri musik hingga saat ini.

Baca juga: Ketahui Serba-Serbi CryptoKitties, Salah Satu Pionir Game NFT

Apa itu Netra?

Netra adalah platform web3 bagi artis untuk berbagi kepemilikan musik dan pembagian royalti menggunakan Non-Fungible Token (NFT). Netra adalah NFT musik berbagi royalti pertama di Asia. Dengan adanya Netra, fans bisa ikut memiliki lagu karya artis favorit. Selain itu, Netra juga menawarkan sistem royalty sharing atau “listen-to-earn”, dimana pemegang NFT akan dibayar setiap kali ada yang mendengarkan lagu tersebut.

Setiap NFT Netra, melambangkan bagian kepemilikan dari sebuah lagu karya musisi papan atas Tanah Air, seperti Titi DJ, Andra Ramadhan, Dewa Budjana, Indra Lesmana, dan masih banyak lagi. Setelah 3 bulan, pemilik NFT dapat mengklaim streaming royalty melalui dashboard di website Netra (https://netra.live/). Royalty tersebut akan dikumpulkan dari berbagai macam platform seperti Spotify, Apple Music, YouTube, dan lainnya.

Dengan menerapkan prinsip desentralisasi, keuntungan yang diperoleh melalui streaming musik akan langsung ditransfer ke musisi dan penggemar yang memiliki NFT sebagai pemangku kepentingan tanpa intervensi pihak ketiga. Kemudian, dengan memanfaatkan teknologi blockchain, keamanan dan keaslian setiap transaksi serta fasilitas yang dijanjikan akan terjamin.

Pembagian Royalti Musik Netra

Pembagian royalti akan dimulai 3 bulan setelah tanggal rilis awal untuk setiap NFT. Setelahnya, setiap bulan akan ada pembagian royalti dari pendapatan streaming yang tersedia untuk diklaim di dasbor Netra.

Nilai royalti yang dapat diklaim akan tergantung pada beberapa faktor:

  • Berapa kali lagu tersebut mendapatkan stream (didengarkan) dari layanan streaming seperti Spotify & Apple Music
  • Berapa nilai $ per stream lagu yang dibayarkan oleh layanan streaming kepada kami sebagai pemilik lagu.

Baca juga: Penting dan Tak Boleh Terlewat, Inilah Cara Riset Pasar bagi Para Creator

Simulasi Pembagian Royalti

50% royalti akan disediakan untuk artis yang membuat lagu, dan 50% lainnya akan dibagi di antara pemegang Netra NFT. Misalnya, jika NFT #1 mewakili 1% dari total bagian royalti dalam lagu tersebut dan total royalti yang dibayarkan dari streaming adalah $100.000 pada bulan itu, artinya:

Artis akan mendapatkan 50% = $50.000 Semua pemegang NFT akan mendapatkan total 50% = $50.000 Pemegang NFT #1 akan mendapatkan 1% x $100.000 = $1000

Netra akan bekerjasama dengan Tokocrypto untuk menghadirkan NFT royalty-sharing di TokoMall. Langkah ini dilakukan untuk memperluas revolusi Decentralized Music di Indonesia.

“Kami percaya teknologi web3 dan blockchain merupakan masa depan musik, masa depan yang lebih adil, masa depan yang lebih transparan. Teknologi ini memungkinkan suatu hal yang tadinya tidak mungkin, bagi publik untuk memiliki bagian dari legacy maestro musik Indonesia. Dengan bekerjasama dengan TokoMall, kami berharap dapat mempermudah akses dan memperluas gerakan revolusi decentralized music ini,” ujar team Netra.

Jika kamu penasaran dengan Netra Decentralized Music, bisa lihat update-nya di komunitas telegram Netra t.me/netramusic dan situs https://netra.live/



Sumber : news.tokocrypto.com