Tag Archives: featured

Trump Tangguhkan Kenaikan Tarif, Harga Bitcoin Naik

Harga Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan yang signifikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan penangguhan sementara tarif terhadap negara-negara yang tidak menerapkan tindakan balasan.

Kebijakan ini memicu sentimen positif di pasar kripto, dan mendorong para analis untuk kembali mengincar target harga $100.000.

Target $100.000 Realistis?

Pada 9 April 2025, harga BTC/USD naik sekitar 9%, pulih dari tekanan sebelumnya dalam minggu tersebut dan mendekati level $83.000.

Pergerakan ini mendekatkan Bitcoin pada konfirmasi pola “falling wedge” (pola segitiga menyempit menurun) yang telah terbentuk sejak Desember 2024 di grafik harian.

Dalam analisis teknikal, pola falling wedge umumnya dianggap sebagai sinyal bullish, yang menunjukkan potensi kenaikan harga jika berhasil menembus garis tren atas.

Jika skenario bullish ini terwujud, harga Bitcoin diprediksi bisa mencapai kisaran $100.000 pada bulan Juni.

Namun, jika gagal menembus resistensi tersebut, harga kemungkinan akan terkoreksi kembali ke sekitar $71.100.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data on-chain turut memperkuat optimisme ini, dengan mengidentifikasi zona support penting di kisaran $65.000 hingga $71.000.

Zona ini didasarkan pada metrik seperti “active realized price” dan “true market mean”, yang menggambarkan rata-rata harga pembelian oleh investor aktif.

Secara historis, Bitcoin sering diperdagangkan naik-turun dalam rentang ini, menjadikannya indikator penting dalam membaca arah pasar.

Namun demikian, jika harga Bitcoin jatuh di bawah zona $65.000–$71.000, peluang untuk mencapai target $100.000 dalam waktu dekat akan menurun drastis.

Penurunan ini juga bisa menyebabkan Bitcoin menembus di bawah rata-rata pergerakan eksponensial 50 minggu (50-week EMA), yang selama ini berfungsi sebagai support dinamis dalam tren bullish.

Jika level ini tidak mampu dipertahankan, harga BTC berpotensi turun lebih dalam hingga menyentuh rata-rata pergerakan 200 minggu (200-week EMA) di kisaran $50.000.

Tetap Waspada

Per 9 April 2025, harga Bitcoin tercatat di angka $82.419, mengalami kenaikan signifikan sebesar $6.228 (sekitar 8,17%) dibandingkan hari sebelumnya. Harga tertinggi harian mencapai $83.424, sementara level terendah berada di $75.101.

Kesimpulannya, keputusan Trump untuk menghentikan sementara tarif berhasil menghidupkan kembali semangat pasar kripto, khususnya Bitcoin.

Dengan dukungan analisis teknikal dan data on-chain, peluang menuju harga $100.000 kembali terbuka. Namun, para investor tetap perlu mewaspadai level-level support krusial dan faktor-faktor eksternal lain yang dapat memengaruhi pergerakan harga ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset Kripto: Efek Domino Tarif Trump, Tekanan Global, Aksi Jual Lokal

Pengenaan tarif besar-besaran oleh Presiden Trump terhadap negara-negara mitra dagang memicu sentimen global risk-off yang signifikan. Dampaknya menyebar dari koreksi tajam di Wall Street hingga pelemahan rupiah dan panic selling di IHSG.

Dalam riset yang dilakukan oleh Tim Research Tokocrypto, disoroti bahwa bagi pelaku pasar Indonesia, terutama di sektor kripto, penting untuk mengadopsi strategi defensif dan mengutamakan lindung nilai terhadap volatilitas eksternal.

1. Kebijakan Tarif Trump & Tujuannya

​Pada 2 April 2025, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang dikenal sebagai “Reciprocal Tariffs,” yang mencakup:

  • Tarif dasar 10% untuk semua barang impor ke AS.
  • Tarif tambahan spesifik untuk negara-negara dengan praktik dagang yang dianggap tidak adil: China (34%), Vietnam (46%), Indonesia (32%), Uni Eropa (20%), India (26%), dsb.

Sumber: bbc.com

Sebagai perkembangan terbaru, pada 8 April 2025, AS menaikkan tarif terhadap barang impor asal Tiongkok menjadi 104% sebagai bentuk pembalasan atas tarif 34% yang sebelumnya diberlakukan oleh Beijing terhadap produk-produk AS. 

Tujuan utama penerapan Tarif

  • Mengurangi defisit perdagangan AS.​
  • Mendorong produksi manufaktur dalam negeri.
  • ​Menanggapi praktik perdagangan yang dianggap tidak adil oleh mitra dagang.​

Kebijakan ini memicu reaksi keras dari berbagai negara, termasuk ancaman pembalasan tarif, yang meningkatkan ketegangan dalam perdagangan internasional.​

2. Respon Global

Kebijakan tarif Trump langsung memicu respons keras dari negara-negara mitra dagang utama:

  • Uni Eropa: Menyebut tarif ini sebagai “serangan terhadap prinsip perdagangan internasional”, dan berjanji akan mengambil langkah balasan terkoordinasi, termasuk kemungkinan tarif pembalasan dan tindakan hukum di WTO.
  • Jepang, Korea Selatan, India: Menyuarakan kekhawatiran atas ketegangan dagang dan mempertimbangkan untuk memperkuat aliansi dagang intra-Asia.
  • Kanada dan Meksiko: Mengindikasikan bahwa mereka akan menyesuaikan hubungan perdagangan mereka dengan AS, dan mempertimbangkan respon terukur terhadap tarif.
  • China: Sebagai respons awal atas tarif 34% dari AS, China menerapkan tarif balasan dengan persentase serupa terhadap produk Amerika, mencerminkan meningkatnya frustrasi Presiden Xi Jinping terhadap tekanan perdagangan dari Washington. Setelah AS menaikkan tarif menjadi 104% pada 8 April, China memperingatkan bahwa mereka akan “melawan sampai akhir” jika AS terus memaksakan kebijakan tersebut

3. Respon Indonesia & Dampak terhadap Market Domestik

Tarif 32% terhadap Indonesia memicu kekhawatiran dalam negeri:

  • Presiden Prabowo menyatakan komitmen terhadap hubungan dagang yang adil dan akan kirim delegasi negosiasi ke AS.
  • Rencana peningkatan impor dari AS (kapas, gandum, migas) sebagai langkah kompromi.
  • Rupiah
    • Spot (onshore): Melemah ke Rp16.864/USD (Bloomberg, 8 April), atau turun 4,43% YTD dari Rp16.132 pada akhir 2024.
    • NDF (offshore): Menyentuh Rp17.006/USD, mencerminkan pelemahan 11,15% dari level estimasi awal tahun (Rp15.300/USD), dan mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah rupiah.
    • Gap ini mencerminkan tekanan ekspektasi investor global terhadap stabilitas makro Indonesia.
  • IHSG anjlok hingga -17,21% dari ATH 2025 dan memicu trading halt pada 8 April 2025.
  • BI: Siapkan intervensi agresif untuk menstabilkan rupiah dan menjaga likuiditas

4. Dampak terhadap Market

Ketegangan global akibat tarif Trump dan pelemahan mata uang negara berkembang memicu aksi jual di berbagai kelas aset. Mayoritas indeks saham utama dunia dan Bitcoin mengalami koreksi signifikan dari level tertinggi tahun 2025.

Asset / Indeks ATH 2025 Posisi 8 Apr 2025 Penurunan (%)
S&P 500 $ 6,144.15 $ 5,062.25 -17.61%
NASDAQ $ 20,056.25 $ 15,603.26 -22.20%
Bitcoin (BTC) $ 106,788.72 $ 79,774.50 -25.30%
Gold Spot ($/Oz) $ 3,134.17 $ 3,001.24 -4.24%
Nikkei 225 ¥ 40,833.30 ¥32,836.54 -19.58%
FTSE 100 (UK) £ 8,634.80 £7,702.08 -10.80%
Hang Seng (HK) HK$ 24,771.14 HK$20,124.16 -18.76%
CSI 300 (China) ¥ 4,010.17 ¥3,611.34 -9.95%
IHSG (Jakarta) Rp 7,257.13 Rp6,008.48 -17.21%

Source:Bloomberg

Insight:

  • Koreksi terbesar terjadi di Bitcoin dan NASDAQ, mencerminkan pelarian modal dari aset-aset spekulatif.
  • Pasar Asia mengalami tekanan berat, terutama Hang Seng dan Nikkei, akibat ekspos besar terhadap perdagangan internasional.
  • IHSG terkena kombinasi tekanan global dan faktor domestik seperti pelemahan rupiah (offshore Rp17.000/USD).
  • Emas menguat sebagai pelindung nilai, menunjukkan rotasi investor ke aset defensif.

5. Next Potential Market Action

Dalam kondisi makro yang menantang dan depresiasi nilai tukar, pelaku pasar kripto secara global terlihat cenderung menghindari aset berisiko dan mengambil pendekatan defensif. Berikut adalah gambaran dinamika yang dapat dipertimbangkan oleh pelaku pasar kripto di Indonesia:

  1. Short-Term Pain: Volatilitas Tinggi Masih Berlanjut
  • Bitcoin terkoreksi lebih dari 25% dari ATH ($106.788 → $79.774)
  • Tekanan jual masih berlangsung, terutama jika support $75.000 tidak bertahan
  • Altcoin menunjukkan performa lemah, dengan volume perdagangan menurun

Strategi yang dapat di pertimbangkan:

  • Fokus sementara terhadap aset mayor seperti Bitcoin
  • Pendekatan DCA (Dollar Cost Averaging) dapat dipertimbangkan di level support
  • Eksposur terhadap altcoin spekulatif sebaiknya dihindari saat kondisi pasar belum stabil.
  1. Penguatan USD & Pelemahan Rupiah Tekan Aktivitas Lokal
  • USD/IDR spot naik ke Rp16.864 (+4,43% YTD), dan offshore sempat menyentuh Rp17.006
  • Hal ini berdampak pada penurunan daya beli investor domestik di pasar kripto.
  • Arus modal lokal menunjukkan kecenderungan menuju stablecoin

Strategi yang dapat di pertimbangkan:

  • Diversifikasi sebagian IDR ke USDT/USDC dapat berpotensi sebagai lindung nilai.
  • Eksplorasi produk staking melalui platform CEX terpercaya berpotensi membantu menjaga cash flow.
  • Penting untuk memperhatikan risiko nilai tukar sebelum menambah eksposur.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token RWA Tetap Lebih Aman daripada Bitcoin Selama Tarif AS Berlaku

Binance Research merilis laporan terbaru yang menyoroti dampak usulan tarif Presiden Donald Trump terhadap pasar kripto. Laporan tersebut menunjukkan bahwa token Real World Assets (RWA) dan aset kripto berbasis bursa memiliki risiko paling rendah dibandingkan aset lain, termasuk Bitcoin, selama kebijakan tarif diberlakukan.

Binance menyatakan bahwa aset dengan tingkat risiko tinggi, seperti koin meme dan token berbasis kecerdasan buatan (AI), mengalami dampak paling besar. Sejak pengumuman tarif, nilai koin meme dan token AI anjlok lebih dari 50%, sedangkan token RWA hanya turun 16% dan token bursa merosot 18%.

Peningkatan Risiko Bitcoin

Penelitian ini juga mencatat adanya peningkatan risiko yang dirasakan terhadap Bitcoin. Aset kripto terbesar tersebut kini menunjukkan korelasi yang lebih kuat dengan pasar saham, membuatnya kurang diminati investor sebagai aset lindung nilai dalam skenario perang dagang. Hanya 3% responden dalam survei FMS (Fund Manager Survey) yang memilih Bitcoin sebagai aset utama mereka saat terjadi ketegangan perdagangan.

“Faktor-faktor ekonomi makro — khususnya kebijakan perdagangan dan ekspektasi suku bunga — semakin mendorong perilaku pasar kripto, yang untuk sementara waktu melampaui dinamika permintaan yang mendasarinya,” tulis Binance Research dalam laporannya. “Apakah struktur korelasi ini bertahan akan menjadi kunci untuk memahami posisi jangka panjang dan nilai diversifikasi Bitcoin.”

Dampak Tarif pada Kripto. Sumber: Binance Research.
Dampak Tarif pada Kripto. Sumber: Binance Research.

Khawatir Stagnasi Global

Laporan juga menyebutkan bahwa tarif yang diusulkan Trump diperkirakan menjadi yang paling ketat sejak 1930-an, sehingga memicu kekhawatiran stagnasi ekonomi global. Dampaknya tidak hanya dirasakan pasar kripto, namun juga pasar saham AS, yang mencatatkan kerugian lebih dari USD 11 triliun selama 44 sesi perdagangan terakhir.

Direktur Pelaksana GoMining Institutional, Fakhul Miah, menyebut bahwa penghindaran risiko akibat kebijakan tarif membuat indeks S&P 500 kehilangan lebih dari USD 5 triliun hanya dalam dua hari perdagangan. Ia juga menambahkan bahwa JP Morgan kini menaikkan probabilitas resesi menjadi 60%.

Binance Research menutup laporan dengan menyatakan bahwa meskipun pasar tengah bergejolak, masih ada peluang untuk berinvestasi secara aman. Proyek blockchain yang berfokus pada utilitas dan pengembangan jangka panjang dinilai sebagai opsi paling stabil di tengah ketidakpastian saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Sinyal Harian: Peluang Pergerakan Kripto 9 April 2025

Selamat datang di Market Sinyal Harian Tokocrypto. Hari ini Rabu, 9 April 2025, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk tiga kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.

🗞️ Crypto News Highlights:

  • Bitwise CIO menyatakan bahwa Bitcoin akan mencetak rekor tertinggi baru jika volatilitas pasar stabil.
  • Deputy Attorney General AS rilis memo: regulasi lewat penuntutan akan diakhiri, mengakui aset digital penting untuk inovasi ekonomi.
  • Gedung Putih mengumumkan tarif impor 104% terhadap China akan berlaku mulai tengah malam.
  • Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah China sebagai kesalahan besar dan “tangan yang kalah.”
  • Ripple sepakat untuk mengakuisisi broker utama Hidden Road senilai $1.25 miliar.
  • Departemen Kehakiman AS membubarkan unit crypto, menandakan pengurangan regulasi di bawah pemerintahan Trump.
  • James Murphy, pengacara crypto, menggugat Homeland Security untuk mengungkap identitas pencipta Bitcoin (Satoshi Nakamoto).
  • ARK Invest membeli saham Coinbase senilai $13.3 juta dan menjual Bitcoin ETF senilai $12.4 juta.
  • Canary mengajukan permohonan ETF SUI ke CBOE.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

ZRX/USDT (🔼 4.55%)

  • Entry: $0.2072
  • Stop Loss: $0.2035
  • Take Profit: $0.2166

Harga ZRX/USDT saat ini berada di kisaran $0.2105 setelah rebound dari area support $0.2035 dan mencoba naik menuju resistance di $0.2166. RSI 1 jam menunjukkan pembacaan 49.02, masih berada di zona netral namun ada kecenderungan mengarah ke atas. Volume mulai meningkat, menandakan potensi momentum ke arah resistance atas.

Jika breakout di atas $0.2166 terjadi, maka bisa membuka ruang untuk reli lanjutan. Namun, waspadai juga kemungkinan penolakan di area resistance ini.0x Protocol baru saja mengadakan hackathon pertamanya bersama @monad_xyz dengan tantangan mengintegrasikan Ox Swap API ke aplikasi berbasis Monad.

Dengan lebih dari 80 peserta dan 11 proyek yang diajukan, proyek pemenang “KiSignal” menerima hadiah sebesar $5,000 karena kemampuannya mengubah sinyal Telegram menjadi perdagangan otomatis berbasis AI melalui eksekusi seamless dari 0x. Aktivitas komunitas dan inovasi ini menunjukkan bahwa 0x tidak hanya berkembang dari sisi teknologi, namun juga dari adopsi nyata developer. Ini bisa menjadi katalis jangka pendek yang mendukung pergerakan positif harga $ZRX.

PORTAL/USDT (🔼 7.48%)

  • Entry: $0.0651
  • Stop Loss: $0.0640
  • Take Profit: $0.0700

PORTAL/USDT saat ini memantul dari area support kuat di $0.0640 dan sedang mencoba menembus resistance minor di $0.0665. RSI 1 jam berada di 43.76 dengan sinyal bullish divergence yang muncul di area oversold sebelumnya.

Potensi target penguatan berada di resistance $0.0700 dengan proyeksi kenaikan sebesar 7.48%.Portal baru saja mengumumkan event Portal Community Huddle pertama mereka bersama GM @ezrastrauss pada 27 Maret.

Inisiatif ini menggarisbawahi pentingnya komunitas dalam roadmap Portal. Komunikasi langsung dengan tim inti dapat meningkatkan kepercayaan dan dukungan dari komunitas, yang berpotensi memberi dampak positif pada harga.

TKO/USDT (🔼 11.03%)

  • Entry: $0.1307
  • Stop Loss: $0.1251
  • Take Profit: $0.1451

Harga TKO/USDT berada di area $0.1336 dan berusaha pulih dari support $0.1307, dengan target resistance $0.1451 atau potensi kenaikan 11.03%. RSI menunjukkan pembacaan 43.78, mengindikasikan momentum mulai berbalik setelah fase konsolidasi. Kenaikan volume dapat menjadi sinyal awal reversal jangka pendek.

TKO Foundation menegaskan bahwa tidak ada penjualan token yang dilakukan oleh tim saat ini, menandakan bahwa pergerakan harga murni pasar. Roadmap tetap berjalan dengan fokus pada integrasi Web3 wallet, ekspansi ekosistem DeFi, dan peningkatan kemitraan strategis. Sentimen positif juga ditopang oleh komitmen regulasi dan fleksibilitas treasury untuk pertumbuhan jangka panjang.

Baca juga: Tren Bitcoin 7-11 April 2025: Bitcoin Jump! by Hoteliercrypto

Selalu perhatikan pergerakan pasar dan berita terbaru yang dapat mempengaruhi harga aset kripto di Market Sinyal Harian. Untuk terus mendapatkan market sinyal harian secara full 5 sinyal kripto segera join sebagai VIP Tokocrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Makin Gacor Melonjak 40%, Harga FORTH Naik ke Level $5,46

Pada 8 April 2025, Binance Futures mengumumkan peluncuran kontrak berjangka perpetual berbasis USDT untuk token Ampleforth Governance (FORTH).

Meski baru diperkenalkan, pengumuman ini memicu lonjakan harga FORTH hingga 15%, mencapai $2,58, mendekati puncak bulanannya di $2,60.

Sebagai perbandingan, dua hari sebelumnya, pada 6 April, FORTH mencapai titik terendah sepanjang masa di $1,89.

Kontrak Berjangka Perpetual Binance untuk FORTH

Kontrak berjangka perpetual memungkinkan trader untuk berspekulasi mengenai pergerakan harga aset tanpa memiliki aset dasar tersebut.

Dalam kasus ini, kontrak FORTHUSDT memungkinkan trader untuk mengambil posisi panjang atau pendek pada FORTH dengan margin USDT.

Fitur ini memberikan fleksibilitas lebih dalam strategi trading dan potensi keuntungan dari pergerakan harga FORTH.

Reaksi Pasar

Setelah pengumuman Binance, harga FORTH melonjak signifikan. Sebelum pengumuman, FORTH diperdagangkan pada $2,24.

Namun beberapa menit setelah pengumuman, harga FORTH naik menjadi $2,58, mencerminkan peningkatan minat dan aktivitas trading.

Hanya saja, volatilitas ini juga menunjukkan bahwa investor harus berhati-hati dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan fluktuasi harga yang tajam.

Performa FORTH dalam Konteks

Meskipun terjadi lonjakan harga baru-baru ini, FORTH telah mengalami tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ke $1,89 pada 6 April menandai titik terendah baru bagi token ini.

Oleh karena itu, pengumuman Binance memberikan dorongan positif yang signifikan, meskipun masih harus dilihat apakah momentum ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Implikasi bagi Trader dan Investor

Penambahan kontrak berjangka perpetual FORTH di Binance Futures memberikan peluang baru bagi trader yang ingin mengekspos diri mereka pada pergerakan harga FORTH dengan leverage.

Namun, penting untuk diingat bahwa trading dengan leverage membawa risiko tinggi, terutama dalam aset yang sudah volatil seperti cryptocurrency.

Maka dari itu, investor disarankan untuk melakukan analisis menyeluruh dan mempertimbangkan toleransi risiko mereka sebelum terlibat dalam trading semacam itu.

Secara keseluruhan, peluncuran kontrak berjangka perpetual FORTH oleh Binance Futures telah memberikan dampak signifikan pada harga token, menunjukkan bagaimana pengumuman platform utama dapat mempengaruhi pasar cryptocurrency.

Sementara ini menawarkan peluang bagi trader, penting untuk mendekati dengan hati-hati dan memahami risiko yang terlibat dalam trading aset digital yang volatil.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun 26,62%, Terburuk Dalam Siklus Bull Market

Kabar kurang menyenangkan datang dari Bitcoin yang tengah menghadapi penurunan terbesar dalam siklus Bull Market saat ini.

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan sebesar 26,62% dari puncaknya di $109.500, yang sekaligus menandai koreksi terdalam dalam siklus bull market.

Meskipun signifikan, penurunan ini masih lebih rendah dibandingkan dengan koreksi pada siklus sebelumnya, seperti penurunan 83% pada 2018 dan 73% pada 2022.

Analisis Korelasi dengan Nasdaq 100

Menurut analisis dari ‘ecoinometrics’, terdapat korelasi antara kinerja Bitcoin dan Nasdaq 100.

Ketika Nasdaq 100 berada di bawah rata-rata return tahunannya, pertumbuhan Bitcoin cenderung melambat dan berisiko mengalami koreksi lebih dalam.

Saat ini, Nasdaq 100 sedang menunjukkan performa datar secara year-on-year, yang berpotensi menghambat pemulihan harga Bitcoin.

Strategi Investasi Korporasi dan Dampaknya

Perusahaan seperti Strategy, yang dikenal karena investasi besar mereka dalam Bitcoin, menghadapi tantangan akibat penurunan harga ini.

Antara 31 Maret dan 6 April, Strategy tidak menambah kepemilikan BTC mereka. Data dari Strategytracker menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah menginvestasikan $35,65 miliar dalam Bitcoin, dengan return sekitar 17% selama lima tahun terakhir.

Level Support dan Indikator Teknis

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknis, Bitcoin menguji rata-rata pergerakan eksponensial 50-minggu (50-W EMA) untuk pertama kalinya sejak September 2024.

Penutupan mingguan di bawah indikator ini sebelumnya menandai awal dari pasar bearish. Level support penting saat ini berada di $74.000, dengan zona permintaan antara $65.000 dan $69.000, yang juga bertepatan dengan puncak harga pada 2021.

Indeks Kekuatan Relatif (RSI) dan Prediksi Analis

Di sisi lain, RSI mingguan Bitcoin mencapai nilai terendah 43 sejak Januari 2023. Dalam beberapa kasus sebelumnya, RSI pada level ini memicu pemulihan harga. Namun, pada 2022, ketika RSI turun di bawah 40, pasar bearish mendominasi.

Analis anonim, Rekt Capital, memperkirakan bahwa harga Bitcoin mungkin mencapai titik terendah antara harga saat ini hingga sekitar $70.000 berdasarkan tren RSI harian.

Dengan demikian, penurunan harga Bitcoin saat ini mencerminkan tantangan dalam siklus bull market, dengan faktor eksternal seperti kinerja Nasdaq 100 dan strategi investasi korporasi memainkan peran penting.

Menghadapi situasi ini, investor disarankan untuk memantau indikator teknis dan level support utama guna membuat keputusan investasi yang tepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Solana Turun ke Level $101, Pump.Fun Jadi Juru Selamat?

Dalam beberapa hari terakhir, pasar mata uang kripto mengalami gejolak signifikan, dengan Solana (SOL) menjadi salah satu aset yang paling terdampak.

Harga Solana anjlok lebih dari 16%, turun di bawah level psikologis $100 untuk pertama kalinya sejak Februari 2024, dan saat ini diperdagangkan sekitar $101.

Penurunan ini langsung menyebabkan Solana turun ke posisi ketujuh dalam peringkat kapitalisasi pasar, dengan valuasi sekitar $52,17 miliar.

Faktor Penyebab Penurunan

Menurut laporan The Coin Republic pada Selasa (8/4), beberapa faktor turut berkontribusi terhadap penurunan harga Solana yang cukup signifikan, antara lain:

  1. Ketegangan Perdagangan Global: Pengumuman Presiden AS, Donald Trump, mengenai tarif baru telah memicu ketidakpastian di pasar keuangan global, yang berdampak negatif pada aset berisiko seperti mata uang kripto.
  2. Penurunan Aktivitas Pump.Fun: Pump.Fun, platform peluncuran memecoin di ekosistem Solana, mengalami penurunan pendapatan sebesar 92% sejak awal 2025.
  3. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya minat terhadap memecoin, yang sebelumnya menyumbang lebih dari 70% peluncuran token baru dan 56% transaksi jaringan Solana.
  4. Tekanan Pasar yang Lebih Luas: Pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, dengan Bitcoin dan Ethereum juga mencatat penurunan harga yang signifikan, mencerminkan sentimen bearish yang meluas di kalangan investor.

Potensi Pemulihan melalui Pump.Fun

Meskipun menghadapi tantangan, ada harapan bahwa pemulihan aktivitas di Pump.Fun dapat membantu memicu rebound harga SOL.

Pasalnya, platform ini baru saja meluncurkan kembali fitur livestream-nya setelah penangguhan selama lima bulan.

Peluncuran kembali Pump.Fun diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan komunitas dan menarik minat baru terhadap ekosistem Solana.

Analisis Teknis

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dari perspektif teknis, indikator menunjukkan adanya kondisi oversold untuk Solana.

Bollinger Bands pada grafik 4 jam menunjukkan ekspansi ke bawah dengan harga menyimpang di bawah band bawah, mengindikasikan volatilitas tinggi dan potensi pembalikan harga dalam jangka pendek.

Indikator RSI berada di sekitar level 30, yang biasanya menunjukkan kondisi oversold dan kemungkinan rebound jika minat beli kembali.

Meski demikian, indikator MACD masih menunjukkan crossover bearish yang lebar, untuk menegaskan tren penurunan yang terjadi saat ini.

Prospek Masa Depan

Meskipun situasi saat ini menantang, beberapa analis tetap optimis tentang potensi pemulihan harga SOL.

Faktor-faktor seperti peluncuran kembali fitur di Pump.Fun, peningkatan volume perdagangan, dan minat institusional melalui potensi ETF Solana dapat berkontribusi pada pemulihan harga.

Namun, penting bagi investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan mempertimbangkan faktor-faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga di masa depan.

Harapan Pemulihan

Penurunan harga Solana mencerminkan tantangan yang dihadapi pasar kripto secara keseluruhan.

Namun, inisiatif seperti peluncuran kembali fitur di Pump.Fun memberikan harapan untuk pemulihan.

Investor disarankan untuk memantau perkembangan ekosistem Solana dan indikator pasar lainnya sebelum membuat keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Dekati $81.000 Setelah Rumor Penghentian Tarif oleh Trump

Harga Bitcoin sempat melonjak tajam melewati level $81.000 pada Senin (7/4) malam waktu Indonesia, dipicu oleh laporan yang menyebutkan bahwa mantan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan penghentian tarif impor selama 90 hari untuk semua negara, kecuali China. Namun, laporan tersebut kemudian dibantah oleh Gedung Putih, menimbulkan volatilitas tinggi di pasar.

Menurut data dari crypto.news, Bitcoin mencatat lonjakan 1,74% hanya dalam lima menit, menembus level tertinggi harian di $81.203,39 setelah sebelumnya berada di kisaran $76.000 – $78.000. Kenaikan tajam ini juga tercermin di pasar saham AS, dengan indeks S&P 500 melonjak 7% dalam waktu singkat.

Meski sempat memicu euforia, laporan soal jeda tarif tersebut kemudian diragukan kebenarannya. CNBC melaporkan bahwa tidak ada pejabat Gedung Putih yang mengetahui rencana penghentian tarif selama 90 hari, yang memperkuat dugaan bahwa informasi tersebut adalah rumor atau berita palsu.

“Apakah tekanan jual sebelumnya benar-benar bisa dibalik hanya dalam hitungan detik? Menarik untuk diamati,” tulis seorang analis kripto di platform X menanggapi lonjakan harga yang dipicu rumor.

Pemulihan Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pemulihan harga Bitcoin ini terjadi tak lama setelah mata uang kripto tersebut sempat anjlok hingga $74.000 dalam 24 jam terakhir. Altcoin utama juga menunjukkan tren positif menyusul kenaikan Bitcoin. Ethereum naik 2,04% menjadi $1.567,92, XRP melonjak 4,88% ke $1,88, Solana naik 4,69% ke $106,84, dan Dogecoin mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,5%. Sementara itu, BNB hanya naik 1,49%, tertinggal dari altcoin lainnya.

Meski ada pemulihan jangka pendek, kekhawatiran makroekonomi tetap membayangi. Goldman Sachs merilis proyeksi terbaru yang menyebutkan potensi resesi masih tinggi, bahkan jika kebijakan tarif Trump dibatalkan. Perusahaan keuangan tersebut memperkirakan perlambatan ekonomi akibat pengetatan kondisi keuangan, penurunan konsumsi global, dan ketidakpastian kebijakan.

Kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun 5,64% dalam 24 jam terakhir. Di sisi lain, volume perdagangan justru melonjak lebih dari 400%, mencerminkan tingginya aktivitas di tengah volatilitas. Indeks Ketakutan & Keserakahan (Fear & Greed Index) kripto saat ini berada di level 23, menunjukkan kondisi “ketakutan ekstrem” di pasar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi lebih lanjut dari pihak Trump maupun Gedung Putih terkait rumor penghentian tarif tersebut.

Baca juga: Tren Bitcoin 24-28 Maret 2025: PCE adalah Kunci by Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Terjun Bebas di Bawah $77.000 Efek Tarif 104% ke China

Pada 8 April 2025, harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan, diperdagangkan di bawah $77.000.

Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan tarif sebesar 104% pada impor dari China, yang meningkatkan ketegangan perdagangan global.

Pengumuman tarif tersebut memicu volatilitas di berbagai aset berisiko. Indeks S&P 500 dan Nasdaq awalnya mencatat kenaikan intraday sekitar 4%, namun kemudian kehilangan sebagian besar keuntungan tersebut.

Menurut laporan Cryptobriefing pada Rabu (9/4), Bitcoin mengikuti pola serupa. Meski sempat melonjak di atas $80.000, namun pada akhirnya turun di bawah level $77.000.

Sebelum penerapan tarif, Presiden Trump mengadakan pembicaraan dengan sekutu seperti Korea Selatan dan Jepang, yang sempat memicu optimisme pasar.

Gedung Putih melaporkan bahwa hampir 70 negara telah menghubungi AS untuk mencari kesepakatan perdagangan. Namun, Trump menegaskan bahwa tarif 104% pada impor China akan tetap diberlakukan mulai 9 April.

China menanggapi dengan keras, berjanji untuk “berjuang hingga akhir” dan menolak apa yang mereka sebut sebagai “pemerasan AS,” menunjukkan kecilnya kemungkinan kompromi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Kebijakan Trump

Dalam skala yang lebih luas, dampak ekonomi dari eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.

Goldman Sachs meningkatkan probabilitas resesi AS menjadi 45%, mengutip kondisi keuangan yang semakin ketat dan ketidakpastian perdagangan yang meningkat.

Sementara itu, JPMorgan memperkirakan Federal Reserve akan memulai serangkaian pemotongan suku bunga mulai Juni 2025, dengan satu pemotongan pada setiap pertemuan dan tambahan pemotongan pada Januari, membawa batas atas suku bunga kebijakan menjadi lebih rendah.

Penurunan Bitcoin ini juga mempengaruhi saham terkait kripto. MicroStrategy, yang dikenal karena kepemilikan Bitcoinnya yang signifikan, mengalami penurunan saham hampir 5%.

Saham Coinbase Global, bursa kripto utama, turun sekitar 2%, sementara Mara Holdings, perusahaan penambangan Bitcoin, merosot lebih dari 4%.

Selain itu, pasar saham AS mengalami penurunan tajam karena ketidakpastian seputar langkah tarif Presiden Trump.

Indeks S&P 500 turun 1,6%, Dow Jones kehilangan 320 poin, dan Nasdaq jatuh 2,1%. Kanada memberlakukan tarif balasan 25% pada impor mobil AS, sementara negara lain seperti China, Thailand, Sri Lanka, dan Indonesia memulai pembicaraan perdagangan atau mengajukan keluhan.

Harga minyak global juga anjlok, dengan Brent crude turun 2,29% menjadi $62,74 dan minyak mentah AS jatuh ke $59,58 per barel.

Saham energi seperti Occidental Petroleum dan ExxonMobil mengalami penurunan signifikan. Sementara itu, emas mengalami rebound setelah penurunan sebelumnya.

Klaim Sepihak

Di tengah gejolak ini, Presiden Trump mengklaim bahwa tarif tersebut memperkaya AS sebesar $2 miliar per hari.

Namun, para pemimpin politik, termasuk perdana menteri Inggris dan Italia, mendesak negosiasi daripada memikirkan pembalasan untuk Trump.

Sentimen publik AS cenderung negatif terhadap tarif China, dan imbal hasil Treasury meningkat, mencerminkan kegelisahan pasar.

Potensi Pemulihan

Sementara itu, beberapa analis melihat potensi pemulihan di pasar kripto. Meskipun Bitcoin mengalami penurunan, kinerjanya masih lebih baik dibandingkan indeks saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite, yang masing-masing turun sekitar 11% sejak 2 April, sementara Bitcoin hanya turun 7% dari puncaknya sebelum pengumuman tarif.

Analis menyarankan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset signifikan yang responsif terhadap peristiwa ekonomi seperti halnya pasar tradisional.

Secara keseluruhan, pengumuman tarif baru oleh pemerintahan Trump telah memicu ketidakpastian signifikan di pasar keuangan global, mempengaruhi berbagai kelas aset termasuk saham, komoditas, dan mata uang kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Arthur Hayes: Investor China Mungkin Dorong Kenaikan Bitcoin

Salah satu pendiri platform perdagangan kripto BitMEX, Arthur Hayes, memprediksi bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi mengalami lonjakan harga akibat aksi lindung nilai dari investor China terhadap pelemahan mata uang yuan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang kembali memanas.

Dilaporkan Crypto News, Hayes mencatat bahwa yuan Tiongkok mencapai titik terendah sepanjang 2023 pada Selasa, 8 April 2025, dengan nilai tukar 7,31 per dolar AS. Penurunan ini disebut sebagai imbas dari tarif baru yang diberlakukan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang memicu ketidakpastian terhadap prospek ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Bitcoin Jadi Lindung Nilai

Menurut Hayes, kondisi tersebut bisa mendorong investor di China untuk mencari aset lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang, dengan Bitcoin sebagai salah satu pilihan utama. Ia merujuk pada peristiwa serupa di tahun 2013 dan 2015, ketika ketidakpastian terhadap yuan menyebabkan peningkatan minat terhadap BTC.

“Bitcoin telah digunakan sebagai lindung nilai terhadap depresiasi yuan sebelumnya. Kami bisa melihat tren serupa jika tekanan terhadap mata uang terus berlanjut,” kata Hayes.

Secara historis, Tiongkok memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga Bitcoin. Pada tahun 2013, kekhawatiran terhadap pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Rakyat Tiongkok mendorong lonjakan permintaan BTC. Begitu pula pada tahun 2015, ketika devaluasi yuan lebih dari 3% dalam satu hari mendorong harga Bitcoin naik lebih dari dua kali lipat dalam beberapa bulan.

BTC dan Emas

Meski demikian, Hayes mengakui bahwa Bitcoin bukan satu-satunya aset pelindung yang dilirik investor. Emas juga menunjukkan performa yang kuat sepanjang tahun, sementara hambatan regulasi dan pembatasan hukum di Tiongkok dapat menghalangi akses masyarakat luas terhadap kripto.

Sebelumnya, laporan dari Binance menyebutkan bahwa ketegangan perang dagang telah menghapus lebih dari US$1 triliun dari pasar kripto global sejak awal tahun, menandakan dampak besar kebijakan geopolitik terhadap aset digital seperti Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com