Tag Archives: featured

Analisa: Market Kripto Masih Lesu Jelang Akhir Oktober

Menjelang akhir Oktober 2022, performa market kripto masih tertunduk lesu di zona merah. Secara umum, nilai aset kripto mengalami penurunan yang tipis, sejak kenaikan harga pada pertengahan pekan lalu. Apa penyebabnya?

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap anjlok ke zona merah pada perdagangan Senin (31/10) pukul 10.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.500, turun 1,35% dalam 24 jam terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) juga anjlok 2,49% ke US$ 1.579 sehari terakhir. Altcoin lain, Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB) turun lebih dari 6%.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Twitter Mengizinkan Pengguna Transaksi NFT melalui Tweet

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sepanjang akhir pekan lalu, nilai aset kripto padahal terlihat alami kenaikan disebabkan aksi likuidasi besar dari transaksi short yang telah menghidupkan kembali suasana bullish di market jelang Oktober ini.

“Namun, di awal pekan ini, kinerja harga aset kripto kembali tersendat setelah investor kembali fokus ke beberapa peristiwa makroekonomi pekan ini, salah satunya adalah rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) The Fed pada 1-2 November nanti,” kata Afid.

Dampak FOMC The Fed

Banyak analis meyakini The Fed diperkirakan masih memiliki sentimen hawkish untuk terus menaikkan suku bunga untuk yang keenam kalinya di tahun ini. The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin dan tidak akan berlaku lebih agresif mengingat tingkat inflasi AS yang perlahan tapi pasti mulai melandai.

“Investor harus waspada, jika market terjadi bullish jelang keputusan rapat FOMC. Bisa saja itu bull trap. Beberapa saat sebelum pertemuan digelar, BTC dan ETH biasanya menunjukan sentimen positif dengan reli singkat, namun nanti akan jatuh kembali,” jelas Afid.

Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.
Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.

Baca juga: ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu Tingkatkan Penerimaan Pajak Kripto

Di sisi lain, jika melihat nilai indeks Dolar AS (DXY) pada hari Senin (31/10) pagi ini, sedang menguat. Investor mulai meninggalkan aset berisiko, seperti kripto. Terpantau DXY di level 110.89 pada pukul 09.00 WIB naik 0,13%.

Analisis Bitcoin

Dari analisis teknikal, laju bullish Bitcoin tertahan di level US$ 21.043, yang berakibat terjadi penurunan harga. Penurunan harga Bitcoin tidak mampu ditahan kembali ke level support di level US$ 20.576.

Breakdown terhadap tahanan terdekat tersebut memberi peluang untuk penurunan lebih lanjut. “Kemungkinan target turun selanjutnya di level US$ 20.295,” terang Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu Tingkatkan Penerimaan Pajak Kripto

Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) dan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) terus bersinergi dalam penguatan penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 tentang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto.

Dalam rangka meningkatkan sinergi untuk penguatan kebijakan, ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu melaksanakan kegiatan “Workshop Proses Bisnis Perdagangan Aset Kripto” yang digelar di Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing, Jakarta, pada Senin 24 Oktober 2022.

Kegiatan workshop dihadiri oleh Kepala Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Jasa DJP, Rusdi Yanis, beserta jajarannya dan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, serta perwakilan anggota: Pang Xue Kai, Albert Endi Hartanto, dan Reza Safira (Tokocrypto); Gerginto Pakpahan dan Fatih Alfali (Pintu); Robby (Reku); Duwi Sudarto Putra (DEX). Saat ini, jumlah anggota ASPAKRINDO sendiri berjumlah 21 pedagang yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) Kementerian Perdagangan.

ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu laksanakan Workshop Perdagangan Aset Kripto, pada tanggal 24 Oktober 2022. Foto: ASPAKRINDO.
ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu laksanakan Workshop Perdagangan Aset Kripto, pada tanggal 24 Oktober 2022. Foto: ASPAKRINDO.

Baca juga: Tokocrypto Dukung Pembentukan Ekosistem Kripto di Indonesia

Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda, menyampaikan bahwa kegiatan “Workshop Proses Bisnis Perdagangan Aset Kripto” yang diselenggarakan tersebut, merupakan salah satu upaya untuk melaksanakan sinergi antara pelaku usaha dengan regulator. 

“Harapannya hal ini dapat meningkatkan kerja sama dan sinergi dari asosiasi pedagang aset kripto dengan pihak DJP Kemenkeu. Pertumbuhan pesat aset kripto dalam waktu terakhir memang menarik perhatian. Oleh karena itu, kita ingin menjelaskan secara detail tentang industri blockchain dan kripto secara umum, hingga proses bisnis perdagangan aset kripto di Indonesia, serta prospek ke depannya,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Kebijakan Pajak Kripto

ASPAKRINDO selalu berupaya untuk selalu mendukung dalam penerapan kebijakan pajak kripto yang baik dan adil. Kebijakan ini akan membuat industri aset digital di Indonesia, bisa lebih terlegitimasi, karena dapat membantu menambah penerimaan negara dari sektor pajak.

“Kegiatan workshop ini dapat membentuk suatu pemahaman yang sama mengenai proses bisnis perdagangan aset kripto yang dijalankan oleh pelaku usaha. Transaksi perdagangan kripto memiliki beberapa karakteristik yang khusus dan berbeda dengan saham atau pasar modal, sehingga mengakibatkan implikasi pajak yang agak rumit dari kegiatan tersebut,” jelas Manda.

(ki-ka) Kepala Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Jasa DJP, Rusdi Yanis dan Goverment Manager Tokocrypto, Albert Endi Hartanto dalam Workshop Perdagangan Aset Kripto, pada tanggal 24 Oktober 2022. Foto: ASPAKRINDO.
(ki-ka) Kepala Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Jasa DJP, Rusdi Yanis dan Goverment Manager Tokocrypto, Albert Endi Hartanto dalam Workshop Perdagangan Aset Kripto, pada tanggal 24 Oktober 2022. Foto: ASPAKRINDO.

Baca juga: Indonesia Diproyeksikan Masuk Jajaran Market Kripto Teratas Global

ASPAKRINDO juga memberikan beberapa masukan atas regulasi perpajakan kripto di Indonesia, termasuk mendorong adanya fasilitas perpajakan yang lebih suportif bagi market maker dalam rangka membentuk likuiditas di Indonesia. Kemudian, penerapan tarif pajak yang lebih kompetitif dan kooperatif untuk mendorong peningkatan transaksi.

Penerimaan Pajak Kripto

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sendiri telah berhasil mengantongi penerimaan negara dari pajak kripto sebesar Rp 159,12 miliar per September 2022. Angka tersebut terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas transaksi aset kripto melalui Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) dalam negeri dan penyetoran sendiri senilai Rp 82,85 miliar. Kemudian, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri atas pemungutan oleh non bendaharawan Rp 76,27 miliar.

“Pajak merupakan salah satu penerimaan negara yang sangat penting bagi pelaksanaan dan pembangunan negara serta bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Hal yang positif tersebut akan selalu mendapat dukungan dari pelaku usaha di industri aset kripto di Indonesia,” pungkas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Twitter Mengizinkan Pengguna Transaksi NFT melalui Tweet

Twitter telah menjadi trending topic akhir-akhir ini karena berbagai alasan termasuk pengambilalihan Elon Musk. Perkembangan terakhir, bagaimanapun, dikaitkan dengan NFT. Tim pengembang Twitter untuk mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan empat NFT market terkemuka untuk menguji widget Tweet Tiles.

Baca juga: Binance berinvestasi sebesar $500 juta di Twitter!

Platformnya termasuk Solana-centric Magic Eden, Rarible berbasis Ethereum, pencipta Flow blockchain Dapper Labs, dan platform yang cenderung olahraga Jump.trade.

Akhir-akhir ini Twitter menjadi trending topic salah satunya karena Elon Musk resmi mengambil alih perusahaan dan sekarang platform tersebut mengumumkan bahwa mereka telah bekerja sama dengan 4 NFT Market untuk menguji widget Tweet Tiles.

NFT Market tersebut merupakan Solana-centric Magic Eden, Rarible berbasis Ethereum, pencipta Flow blockchain Dapper Labs, dan platform yang cenderung olahraga Jump.trade.

Tweet Tiles membagikan cara bagi pengguna untuk melampirkan format yang dapat disesuaikan ke Tweet. Tweet Tiles adalah posting Twitter dengan gambar yang lebih besar, font variabel, dan fitur yang lebih memudahkan para user untuk mempromosikan sesuatu. Ubin memungkinkan orientasi konten yang sangat visual dalam format yang enak dilihat.

Jadi sekarang, dengan menggunakan widget ini, Market NFT dapat langsung menampilkan NFT dalam tweet mereka. Melalui kerja sama tersebut, Jump.trade mentweet bahwa “ini adalah dorongan yang menyenangkan dan disambut baik untuk NFT.” Tweet itu juga menambahkan bahwa ini “akan menjadi tonggak utama bagi web3.”

Baca juga: Batman dan Superman Muncul di Koleksi NFT DC Comics



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa: Market Kripto Tiarap Kena Stabilitas Ekonomi AS

Menjelang akhir pekan, performa market kripto malah terkulai lemah, setelah dua hari berturut-turut terus reli kencang. Pergerakan sejumlah aset kripto teratas terjun ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Kenapa bisa begitu?

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap anjlok ke zona merah pada perdagangan Jumat (28/10) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.292, turun 2,24% dalam 24 jam terakhir, meskipun naik 6,44% sepekan terakhir.

Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut tenggelam minus 3,01% ke US$ 1.506 sehari terakhir dan naik 17,02% dalam sepekan. Cardano (ADA) dan Shiba Inu (SHIB) turun lebih dari 5%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Apakah Harga Bitcoin akan Naik Karena Halloween Effect?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sepekan terakhir market kripto memiliki volatilitas yang tinggi dan memang terlihat tampak belum mampu reli panjang. Hal ini disebabkan oleh laporan data ekonomi Amerika Serikat yang membaik.

“Jelang akhir pekan ini, market kripto berbalik arah. Investor tak sanggup melakukan akumulasi setelah adanya data terbaru soal perkembangan laju ekonomi AS. Aset kripto terkulai setelah investor mencerna hasil pertumbuhan ekonomi AS di kuartal III,” kata Afid.

Market Kripto Tertekan

Seperti diketahui, dari sisi makroekonomi, Biro Analisis Ekonomi AS kemarin Kamis (27/10) merilis pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2,6% pada kuartal III 2022, lebih baik dari ekspektasi analis 2,4%. Seharusnya, pertumbuhan ekonomi di atas ekspektasi seharusnya menjadi sentimen positif bagi aset berisiko. 

Namun di sisi lain, investor takut bahwa data makroekonomi AS yang cemerlang akan membuat bank sentral AS, The Fed, semakin percaya diri untuk mengetatkan suku bunga acuannya.

“Dengan situasi ekonomi AS yang membaik bisa membuat sinyal kepada The Fed untuk bisa menaikkan suku bunga acuannya. Mereka mengganggap ini merupakan waktu yang tepat untuk menggejot suku bunga guna menekan inflasi, tapi tidak berdampak buruk kepada ekonomi karena sudah mulai rebound,” terang Afid.

bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

Baca juga: Trader Yakin Bitcoin Bisa Capai Rp 466 Juta Sebelum Akhir 2022

Selain perkara makroekonomi, pelemahan aset kripto ini juga disebabkan oleh ketakutan investor terhadap amblesnya kinerja saham AS, di mana banyak perusahaan raksasa teknologi mengalami performa yang buruk. Hal ini dapat dimaklumi mengingat aset kripto dan saham teknologi berkategori growth stocks memiliki profil risiko yang mirip.

Jelang FOMC Meeting

Di samping itu, menjelang FOMC Meeting yang digelar The Fed pada 1-2 November 2022 menjadi sentimen negatif buat market kripto. Kemungkinan, market belum bisa rebound hingga keputusan sikap The Fed keluar.

Terlebih, The Fed diperkirakan masih memiliki sentimen hawkish untuk terus menaikkan suku bunga untuk yang keenam kalinya di tahun ini sebesar 75 basis poin dalam pertemuan mendatang.

Secara teknikal, penurunan harga BTC saat ini mungkin masih akan terus berlanjut dan dianggap valid karena sejalan dengan volume transaksi yang mulai menurun. Level support terdekat BTC saat ini ada di posisi harga US$ 20.050.

“BTC mungkin masih kuat untuk melakukan retest agar tidak turun terlalu jauh. Investor masih sedikit punya sikap bullish. Namun, bila breakdown, level support selanjutnya berada pada 50-day EMA di level US$ 19.860, yang berfungsi sebagai tahanan, apabila support terdekat tidak mampu menahan laju penurunan harga Bitcoin,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Laporan Penting Situasi Market Kripto Kuartal III 2022

Situasi market kripto di kuartal III 2022 menjadi hal penting untuk melihat tren ke depan di tengah crypto winter yang melanda. CoinGecko, agregator aset kripto independen terbesar di dunia, baru saja merilis Quarterly Cryptocurrency Report yang menjadi penting untuk trader, investor, dan pelaku usaha.

CoinGecko Quarterly Cryptocurrency Report telah mengumpulkan kinerja pasar kripto pada kuartal ketiga tahun 2022. Sebagian besar market dalam mode konsolidasi, pasar kripto relatif sepi, dengan total kapitalisasi pasar menutup kuartal di di bawah US$ 986 triliun.

Laporan Kuartal Market Kripto

Bobby Ong, COO dan salah satu pendiri CoinGecko, menjelaskan laporan dibuat untuk memeriksa lanskap pasar kripto secara keseluruhan, termasuk kinerja Bitcoin dan kripto versus kelas aset utama seperti ekuitas dan mata uang utama.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto.

Laporan juga membongkar keadaan Ethereum sebelum dan sesudah The Merge, bersama dengan pergerakan harganya, dan meninjau bagaimana Decentralized Finance (DeFi) yang bangkit, sementara volume perdagangan Non-Fungible Token (NFT) secara keseluruhan terus menurun dari Q2.

“Kuartal terakhir, kami melihat pasar kripto bergerak sideways di tengah gejolak makroekonomi. Meskipun, ada beberapa turbulensi regulasi, kami berharap ada kejelasan seputar peraturan yang bergerak maju,” kata Ong.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan sementara dalam jangka pendek akan tetap menantang, kami tetap bullish jangka panjang pada industri.”

1. Market Kripto Sedikit Lebih Tinggi

Market kripto sedikit lebih tinggi pada kuartal III 2022. Foto: CoinGecko
Market kripto sedikit lebih tinggi pada kuartal III 2022. Foto: CoinGecko.

Market cap atau kapitalisasi pasar kripto mencapai level terendah US$ 875 miliar pada 19 Juli, kemudian naik hingga US$ 1,2 triliun pada pertengahan Agustus, sebelum jatuh lagi untuk mengakhiri kuartal III pada US$ 986 miliar, meski begitu ada peningkatan 6,5% quarter-on-quarter (QoQ).

Setelah penurunan signifikan Q2 sebesar 50% QoQ, pasar tampaknya telah menemukan dukungan dan terutama dalam mode konsolidasi di Q3. Bagaimana di Q4?

Baca juga: Kenal Kripto Aptos (APT), Project Blockchain Pesaing Solana yang Viral

Market cap stablecoin. Foto: CoinGecko
Market cap stablecoin. Foto: CoinGecko.

Kapitalisasi pasar 15 stablecoin teratas tetap relatif mirip dengan kinerja Q2, kehilangan 3% QoQ, atau US$ 4,7 miliar secara absolut. Lima stablecoin teratas, yaitu Tether (USDT), USD Coin (USDC), Binance USD (BUSD), Dai (DAI) dan Frax (FRAX) juga telah mempertahankan posisinya.

Setelah US Office of Foreign Assets Control (OFAC) menyetujui Tornado Cash, kapitalisasi pasar USDC turun 16% atau US$ 9 miliar QoQ, karena penerbitnya yang berbasis di AS, Circle membekukan USDC di alamat Tornado Cash yang disetujui. BUSD membukukan keuntungan terbesar pada 18% atau US$ 3 miliar QoQ, dan USDT juga sedikit meningkat sebesar 2,5% atau US$ 1,7 miliar QoQ.

3. Bitcoin Ungguli Semua Aset Utama

Bitcoin ungguli semua aset utama. Foto: CoinGecko.
Bitcoin ungguli semua aset utama. Foto: CoinGecko.

Fluktuasi di Q3, nilai Bitcoin (BTC) turun 1% QoQ, dan mengungguli semua aset utama kecuali Indeks Dolar AS (DXY), yang naik 7% QoQ. Namun, secara year-to-date (YTD), BTC tetap menjadi aset dengan kinerja terburuk dengan kerugian terbesar sebesar 58%.

Apapun, mata uang fiat telah berkinerja buruk terhadap USD, dengan EUR dan GBP hampir mencapai paritas terhadap mitra AS mereka.

Baca juga: Terra Classic (LUNC) Bakal Upgrade Jaringan, Kapan?

4. Hambatan Makroekonomi Global dan The Merge Ethereum

Hambatan makroekonomi global dan The Merge Ethereum. Foto: CoinGecko.
Hambatan makroekonomi global dan The Merge Ethereum. Foto: CoinGecko.

Pada kuartal III, Ethereum mencapai babak baru dengan adanya, The Merge, peningkatan teknis yang berhasil diterapkan. Meskipun, diharapkan menjadi peristiwa paling bullish untuk Ethereum, kenaikannya singkat dan konsensus industri menjadikan The Merge sebagai peristiwa bersejarah yang berhasil.

Ethereum (ETH) reli di awal kuartal, memuncak pada US$ 1.982 pada pertengahan Agustus, sementara gagal menembus resistance US$ 2.000. ETH naik lagi dua minggu sebelum The Merge pada 15 September, tetapi lingkungan makroekonomi yang menantang dan pedagang ‘selling the news‘ menghasilkan aksi jual beberapa hari sebelumnya.

Pasca The Merge, emisi token Ethereum melambat secara signifikan, dengan penurunan 95% rata-rata emisi bersih harian YTD, dari 9.587 ETH menjadi 560 ETH. Sementara, ETH belum menjadi aset deflasi, ini memberikan kepercayaan pada antisipasi sebelumnya dari “triple-halving.”

Meskipun, reli harga anti-klimaks menjelang The MErge, ETH berhasil menutup kuartal dengan pengembalian harga positif 26% di US$ 1.329, tetapi secara keseluruhan tetap turun 64% YTD.

5. Market Cap DeFi Rebound

Market cap DeFi rebound. Foto: CoinGecko.
Market cap DeFi rebound. Foto: CoinGecko.

Industri DeFi rebound di Q3, dengan total kapitalisasi pasar meningkat 31% QoQ. Semua sektor DeFi berhasil membalikkan arus keluar likuiditas dan menumbuhkan kapitalisasi pasar, kecuali untuk manajemen aset.

Kapitalisasi pasar exchange terdesentralisasi (DEXs) tumbuh sebesar 37% QoQ mencapai US$ 10,9 miliar, memperkuat posisi DEXs sebagai sektor terbesar di DeFi, dengan pangsa pasar 45% berdasarkan kapitalisasi pasar di Q3.

Ini dapat dikaitkan dengan peningkatan volume perdagangan dan volatilitas untuk token tata kelola liquid staking protocols, sebagian besar didorong oleh narasi The Merge. Sektor pertaruhan likuid itu sendiri tumbuh 272% QoQ yang signifikan untuk mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,54 miliar di Q3, mewakili 6,3% dalam pangsa pasar DeFi.

Baca juga: Bank DBS: Bitcoin Masih Merupakan Peluang Besar

6. Musim Dingin NFT

Musim dingin NFT. Foto: CoinGecko.
Musim dingin NFT. Foto: CoinGecko.

Pasar NFT mencatat penurunan signifikan 71% dalam total volume perdagangan QoQ, di 5 pasar NFT Teratas OpenSea, Magic Eden, LooksRare, X2Y2 dan CryptoPunks. Berbeda dengan tren penurunan month-on-month (MoM) dalam volume perdagangan para pesaingnya, Magic Eden adalah satu-satunya pasar NFT yang tumbuh pada bulan September, menggandakan volume MoM dari US$ 0,07 miliar menjadi US$ 0,13 miliar.

Pangsa pasar Magic Eden berdasarkan volume perdagangan naik dari 9% di Q2 menjadi 22% di Q3, mendapatkan pangsa pasar OpenSea yang turun dari 90% di Q2 menjadi 60% di Q3.

Wash trading terus berlangsung di X2Y2 dan LooksRare. Menurut data September, sekitar 87% volume LooksRare dan 85% volume X2Y2 berpotensi berasal dari perdagangan pencucian. Jika volume perdagangan pencucian telah dimasukkan, X2Y2 akan melampaui OpenSea untuk mengambil posisi teratas.



Sumber : news.tokocrypto.com

Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp 159,12 Miliar hingga September 2022

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan peningkatan penerimaan pajak dari transaksi perdagangan aset kripto. Total perolehan pajak kripto hingga September 2022 sudah mencapai Rp 159,12 miliar yang berupa pajak penghasilan (PPh) maupun pajak pertambahan nilai (PPN).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, merinci PPN aset kripto telah terkumpul Rp 82,85 miliar pada bulan September 2022.

“Adapun Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas transaksi aset kripto melalui PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) dalam negeri telah terkumpul senilai Rp 76,27 miliar,” kata Sri Mulyani dikutip Antara, pada Jumat (27/10).

Berasal dari kedua pajak tersebut, jika dijumlahkan Rp 82,85 miliar dan Rp 76,27 miliar, maka telah menghasilkan penerimaan hingga setidaknya Rp 159,12 miliar. Nilai itu dikumpulkan sejak 1 Mei hingga 30 September 2022.

Ilustrasi aset kripto di Indonesia.
Ilustrasi aset kripto di Indonesia.

Baca juga: Interpol Luncurkan Polisi Metaverse Global Pertama

Tarif Pajak Kripto

Ketentuan PPh yang dipungut atas transaksi aset kripto adalah PPh Pasal 22 yang bersifat final. Bila perdagangan aset kripto dilakukan melalui platform yang terdaftar Bappebti, PPh Pasal 22 final yang dikenakan sebesar 0,1%.

Sementara, apabila perdagangan dilakukan melalui platform yang tidak terdaftar di Bappebti, tarif PPh Pasal 22 final yang berlaku atas transaksi tersebut adalah sebesar 0,2%.

Sedangkan untuk pengenaan PPN, penyerahan aset kripto melalui platform yang terdaftar Bappebti dikenai PPN sebesar 1% dari tarif umum atau sebesar 0,11%.

Penerapan Pajak Kripto

Di samping faktor makroekonomi, penerapan pengenaan pajak aset kripto juga berpengaruh pada penurunan transaksi aset kripto. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan telah berhasil mengantongi penerimaan negara ratusan miliar rupiah dari pajak kripto.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Trader Yakin Bitcoin Bisa Capai Rp 466 Juta Sebelum Akhir 2022

“Pada dasarnya, kami sebagai pelaku industri aset kripto di Indonesia, senang dengan adanya regulasi pajak kripto. Dengan begitu, industri kripto bisa lebih legitimate dan dapat membantu menambah penerimaan negara dari sektor pajak,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

Data internal ASPAKRINDO menemukan pajak menyebabkan efek yang berkepanjangan bagi pedagang atau exchange kripto lokal dibandingkan dengan global. Volume transaksi exchange lokal belum bisa rebound setelah pajak diberlakukan, berbeda dengan global.

Fee transaksi ditambah pajak yang diterapkan oleh exchange lokal kalah kompetitif dengan exchange global yang lebih jauh rendah dengan rata rata trading fee. Hal ini yang membuat nasabah beralih untuk mencari cost trading termurah.

“Kami terus mendorong penegakan penerapan pajak kepada exchange global dan tidak terdaftar, sehingga menghasilkan equal playing field. Berdasarkan Pasal 10 PMK 68, bahwa exchanger yang berkedudukan di luar Indonesia dapat ditunjuk sebagai pemungut PPN. Serta, memberikan fasilitas perpajakan yang lebih suportif bagi market maker dalam rangka membentuk likuiditas di Indonesia,” pungkas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Nokia Percaya Metaverse Bisa Gantikan Smartphone di Masa Depan

Nokia menjadi salah satu perusahaan teknologi yang percaya bahwa metaverse akan menyebabkan smartphone menjadi usang. Pengalaman metaverse ini akan didukung oleh penggunaan headset virtual reality (VR) dan kacamata augmented reality (AR) untuk berinteraksi dalam beberapa aktivitas.

Dikutip Bitcoin.com, Nokia telah memprediksi jatuhnya smartphone demi metaverse. Mereka percaya sementara ponsel masih ada, pengalaman metaverse akan menjadi bentuk komunikasi utama di paruh kedua dekade ini.

Sementara, perangkat AR masih dipercaya akan ada peningkatan minat yang akan mendorong dorongan metaverse ini. Chief Strategy and Technology Officer Nokia, Nishant Batra, mengatakan perangkat AR akan diambil alih oleh pengalaman metaverse di masa depan.

Ilustrasi metaverse
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Pencarian Web3 Tumbuh Pesat Kalahkan Bitcoin di Google

Kunci Masa Depan Digital Nokia

Di bidang konsumen, Nokia percaya bahwa kebangkitan dunia berbasis digital ini akan bergantung pada beberapa faktor penting, termasuk dorongan untuk mengembangkan metaverse sebagai tren.

“Adopsi teknologi secara luas dari Nokia akan sangat penting untuk benar-benar lepas landas, dan ini juga akan tergantung pada ketersediaan perangkat VR dan AR yang terjangkau dan ergonomis yang terhubung secara nirkabel,” Batra.

Dalam hal ini, harga headset metaverse populer telah meningkat akhir-akhir ini, karena Meta meningkatkan biaya headset dasarnya menjadi US$ 400 pada bulan Juli. Awal bulan ini, perusahaan juga memperkenalkan opsi premium, Quest Pro VR, yang dibanderol dengan harga US$ 1.500.

Ilustrasi metaverse.
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Analisa: Market Kripto Tetap Perkasa, DOGE Jadi Primadona

Namun, monetisasi metaverse akan menjadi hal yang sulit untuk dicapai, karena perusahaan percaya akan ada fragmentasi, dengan monetisasi tergantung pada pertumbuhan kasus penggunaan yang berbeda untuk pengalaman dan perangkat metaverse.

Adopsi industri akan lebih mudah dicapai, karena beberapa kasus penggunaan sudah dieksplorasi. Nokia memperkirakan bahwa semua konektivitas ini akan menciptakan celah keamanan, dan perusahaan juga bekerja untuk mengamankan pengguna di metaverse.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa: Market Kripto Tetap Perkasa, DOGE Jadi Primadona

Pergerakan market kripto pada Kamis (27/10) pagi masih melambung tinggi di zona hijau, terutama altcoin DOGE. Secara umum, nilai aset kripto masih menjulang lantaran investor sedang punya selera risiko tinggi.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap nyaman di zona hijau pada perdagangan Kamis (27/10) pukul 09.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.788, naik 2,81% dalam 24 jam terakhir.

Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut terbang 5,50% ke US$ 1.567 sehari terakhir. Di sisi lain, Dogecoin (DOGE) yang tumbuh mengesankan masing-masing 16,62% dalam 24 jam terakhir di market kripto.

“Nilai DOGE diketahui melonjak setelah CEO Tesla, Elon Musk, dikabarkan akan resmi mengambil alih perusahaan media sosial Twitter pada Jumat (28/10) mendatang. Investor yakin peristiwa itu bisa memperluas adopsi DOGE di platform tersebut,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.
Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 26 Oktober 2022: Kripto Kompak Hijau

Analisa Bitcoin

Sementara itu, pergerakan Bitcoin masih hijau naik sebesar 2,75% dalam 24 jam terakhir. Naiknya harga tersebut mengindikasikan adanya whale atau institusional yang melakukan aksi beli dengan jumlah tinggi. Hal tersebut terlihat dari kenaikan total kapitalisasi market kripto naik sebesar 4,49%, ditutup pada level US$ 1 triliun.

“Kondisi ini berhasil merubah sentimen market. Fear and greed index berhasil merangkak naik ke level 32 dengan kategori fear, yang sebelumnya konsisten berada pada kategori extreme fear,” jelas Afid.

Menurut Afid, BTC bisa bergerak lebih tinggi dan mendapatkan sentimen positif dari market. Level resistance terdekat di level US$ 21.488 menjadi target utama laju bullish Bitcoin saat ini.

Indeks Saham AS dan The Fed

Berbanding terbalik dengan market kripto, saat ini indeks saham AS terpantau berkinerja buruk pasca rentetan laporan keuangan perusahaan raksasa teknologi yang mengecewakan.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Investasi Kripto Jangan Kaya Halloween

“Hal ini terbilang anomali mengingat investor selalu mengaitkan kinerja aset kripto dengan performa saham teknologi lantaran keduanya punya profil risiko yang serupa,” tutur Afid.

Di sisi lain, jika melihat nilai Dolar AS (DXY) yang sedang melemah dalam beberapa hari terakhir, dimanfaatkan oleh investor untuk mengakumulasi aset kripto di market. DXY di level 109,66 pada pukul 09.00 WIB turun 0,25%.

Selera risiko investor juga semakin bertenaga setelah muncul peluang bahwa The Fed kemungkinan tidak akan terlalu agresif dalam mengetatkan kebijakan moneternya. “Hal itu, tentu saja, akan menjadi berkah bagi kinerja aset berisiko ke depan.”

Tanggal penting untuk mengawasi sentimen dari The Fed adalah 28 Oktober perilisan, Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) dan 1–2 November, rapat FOMC keputusan kenaikan suku bunga.



Sumber : news.tokocrypto.com

Batman dan Superman Muncul di Koleksi NFT DC Comics

DC Comics telah mengumumkan ekspansi baru ke dunia digital dengan menawarkan koleksi NFT yang disebut DC Collectibles Comics (DC3). Inisiatif baru akan memungkinkan penggemar untuk membeli komik NFT dengan karakter Batman hingga Superman yang dirilis setiap minggu.

Koleksi NFT ini juga dapat dibeli dengan karakter komink yang berbeda dan dengan varian tingkat langka. NFT tersebut dapat dibeli dan dijual kembali melalui situs marketplace NFT yang dibangun oleh DC, yaitu nft.dcuniverse.com.

Item NFT Superman #1 akan menjadi Komik Koleksi DC pertama yang dijual di blockchain pada 27 Oktober 2022, seharga US$ 9,99 atau sekitar Rp 155.000. Kolektor bisa mendapatkan koleksi ini dalam dua kategori, Legacy dan Modern. Komik Legacy mencakup rilis komik klasik yang mungkin sudah tidak dicetak selama bertahun-tahun. Sementara, Komik modern akan menyoroti pilihan rilisan terbaru dari jajaran komik DC yang masih ekstensif.

Ekspansi DC Comics

Batman dan Superman muncul di koleksi NFT DC Comics. Foto: DC Comics
Batman dan Superman muncul di koleksi NFT DC Comics. Foto: DC Comics

Baca juga: Warner Bros Jual NFT Lord of the Rings Edisi Terbatas, Berapa Harganya?

Ekspansi baru ini ditambahkan ke kolaborasi DC Comics dengan Palm NFT, yang mengklaim platform NFT berkelanjutan secara lingkungan dan hemat energi. Mereka juga mengklaim bahwa mereka lebih baik untuk lingkungan daripada NFT konvensional. Konon, NFT secara tradisional membutuhkan sejumlah besar listrik dan sumber daya.

“Kami ingin mengumpulkan komik yang disukai banyak pembaca kami selama bertahun-tahun dan memperluasnya ke komunitas digital baru,” kata Senior Vice President dan General Manager DC, Anne DePies.

“Kami ingin membangun aspek komunitas yang membuat semua orang bangga menjadi bagiannya, dalam ekosistem digital kami untuk membuat koleksi komik lebih tersedia dan dapat diakses daripada sebelumnya.”

Edisi DC Collectible Comics

Batman dan Superman muncul di koleksi NFT DC Comics. Foto: DC Comics
Batman dan Superman muncul di koleksi NFT DC Comics. Foto: DC Comics

Baca juga: Pencarian Web3 Tumbuh Pesat Kalahkan Bitcoin di Google

Salah satu buku komik paling berharga dalam semua koleksi adalah Superman #1 yang dibuat oleh Jerry Siegel dan Joe Shuster. Edisi pertama DC Collectible Comics akan memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk mengumpulkan secara digital salah satu komik yang paling dicari dan akan dibatasi hingga 3.000 edisi cetakan.

Batman: The Legacy Cowl #1, salah satu komik DC terbaru yang dibuat dengan bantuan komunitas DC Bat Cowl, akan dirilis secara eksklusif untuk pemegang NFT Bat Cowl. Selama beberapa bulan terakhir, pemegang Bat Cowl membantu membentuk bagaimana, apa, dan mengapa komik melalui serangkaian suara, untuk membantu membentuk kisah misteri terbaru Batman.



Sumber : news.tokocrypto.com

NGOBRAS Season 2: Investasi Kripto Jangan Kaya Halloween

Investasi aset kripto mungkin bagi sebagian orang bisa menakutkan. Banyak analis menyarankan investasi aset digital ini jangan dipandang sebagai layaknya halloween yang menakutkan atau creepy.

Berangkat dari hal tersebut, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan bersama Adriansa dari TokoScholar membahas menariknya investasi aset kripto yang menyenangkan di video NGOBRAS Season 2, episode 2 ini, biar enggak dibilang kayak halloween lagi.

Selain itu, mereka berdua juga bahas berita ter-update seputar dunia kripto dan blockchain. Kabar-kabar ini yang menjadi sentimen pendorong dari pergerakan market kripto selama sepekan belakang.

Baca juga: Tokocrypto Dukung Pembentukan Ekosistem Kripto di Indonesia

Tak lupa juga ada watch list token/koin yang bisa menjadi pegangan investor maupun trader yang diproyeksikan mendapatkan cuan. Namun, sekali lagi perlu riset mendalam juga tentang token atau koin yang disampaikan dalam video.

Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=4zxDa6K_MI8



Sumber : news.tokocrypto.com