Tag Archives: featured

Sinyal Bull Langka Terungkap oleh Data On Chain Bitcoin, Ini Analisanya

Bitcoin (BTC) telah mengalami pemulihan dalam ekosistem pasar kripto sejak awal bulan Juni. Aset kripto utama ini melampaui harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di atas US$ 31.000 untuk tahun ini, pada minggu lalu, setelah serangkaian tren naik yang konsisten didorong oleh peningkatan jumlah permintaan.

Kenaikan nilai Bitcoin yang luar biasa ini telah menarik perhatian investor dan analis pasar. Salah satu aspek yang menarik yang muncul dari lonjakan harga baru-baru ini adalah sinyal bullish langka yang terungkap melalui data on-chain. Sinyal ini, yang mengindikasikan potensi pergerakan naik lebih lanjut, memberikan dorongan tambahan terhadap antusiasme yang sudah tumbuh seputar Bitcoin.

Menurut Glassnode, pertumbuhan BTC dari harga US$ 25.000 hingga di atas level US$ 30.000 telah mengirimkan lebih dari 1,8 juta koin Pemegang Jangka Pendek (STH) menjadi keuntungan. Persentase alamat yang menguntungkan menyumbang 96,9% dari BTC dalam kategori pasokan jangka pendek ini.

Sinyal Tren Naik

Data on-chain, yang mencakup berbagai metrik dan indikator yang diperoleh dari blockchain Bitcoin, memberikan wawasan berharga tentang aktivitas dan dinamika jaringan. Dengan menganalisis metrik on-chain ini, para ahli dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sentimen pasar dan memprediksi pergerakan harga potensial.

Data on-chain terbaru untuk Bitcoin telah mengungkap pola yang khas yang jarang teramati dalam pasar bullish. Hal ini memberikan tingkat kepercayaan diri tambahan kepada investor, menandakan bahwa lonjakan harga yang sedang berlangsung mungkin masih memiliki ruang untuk tumbuh. Sinyal langka seperti ini sering dianggap sebagai indikator tren naik yang signifikan dan dapat mendorong partisipasi pasar yang lebih tinggi.

Ilustrasi Short-Term Holder (STH) Bitcoin. Sumber: Glassnode.
Ilustrasi Short-Term Holder (STH) Bitcoin. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Bitcoin Mencetak Rekor Baru di 3 Negara: Harga BTC Tembus $31K

Sinyal ini memiliki banyak nada yang menjanjikan yang patut disorot. Ada kecenderungan umum untuk melihat lebih banyak aliran masuk modal, ketika ketakutan seputar aset tertentu telah dihilangkan. Ini adalah kasus Bitcoin karena pemulihan harga baru-baru ini dan pengujian ulang titik resistensi terpenting dalam beberapa bulan, lebih banyak trader mungkin merasa lebih nyaman untuk masuk.

Menurut data on-chain, volume perdagangan Bitcoin belum mengejar sentimen bullish karena turun 42% pada saat penulisan. Jika volume pembelian harian mengejar momentum harga saat ini, kita dapat mengharapkan lompatan yang signifikan dalam waktu dekat.

Lonjakan Terbaru

Lonjakan terbaru dalam nilai Bitcoin dapat dikaitkan dengan beberapa faktor. Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya minat institusional terhadap industri kripto. Institusi keuangan besar dan perusahaan semakin menyadari potensi BTC sebagai sarana penyimpan nilai dan lindung nilai terhadap inflasi. Adopsi institusional ini tidak hanya memberikan validasi bagi Bitcoin, tetapi juga menarik aliran modal yang signifikan ke pasar.

Dari aplikasi untuk produk ETF Bitcoin spot oleh BlackRock, perusahaan manajemen aset terbesar di dunia dan pengelola uang lainnya hingga investasi dalam penambangan Bitcoin oleh Tether melakukan banyak hal untuk meningkatkan sentimen secara keseluruhan. Ini teknis mendukung tesis pertumbuhan yang diproyeksikan, ada fundamental yang menguntungkan untuk mendukung pertumbuhan BTC dalam waktu dekat.

BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

Baca juga: Bitcoin Siap Meledak! Ini 4 Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Selain itu, penerimaan dan integrasi Bitcoin dalam keuangan mainstream juga memainkan peran penting dalam meningkatkan nilai Bitcoin. Prosesor pembayaran besar dan perusahaan-perusahaan telah mulai menerima BTC sebagai bentuk pembayaran, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai medium pertukaran yang sah. Selain itu, pengembangan produk keuangan inovatif, seperti Bitcoin exchange-traded fund (ETF), telah memudahkan investor konvensional untuk mendapatkan eksposur terhadap kripto.

Optimis

Meskipun lonjakan harga BTC baru-baru ini luar biasa, penting untuk mendekati pasar dengan hati-hati. Aset kripto dikenal karena volatilitasnya, dan koreksi harga yang signifikan dapat terjadi secara tak terduga. Investor sebaiknya melakukan penelitian yang menyeluruh, mengevaluasi toleransi risiko, dan mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional keuangan sebelum memasuki pasar.

Sementara BTC terus membuat berita dengan pemulihannya yang mengesankan dan sinyal bullish langka melalui data on-chain, pasar kripto secara keseluruhan mengalami optimisme baru. Masa depan Bitcoin dan ekosistem mata uang digital secara luas tetap menarik, karena terus berkembang dan menarik minat dari berbagai sektor.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bappebti: Indonesia Negara Pengadopsi Pengaturan Kripto Tercepat

Tingkat adopsi aset kripto di Indoneisa menurut sejumlah organisasi diklaim cukup tinggi. Bappebti sebagai lembaga pengawas perdagangan kripto di Indonesia pun mengakui, bahwa pengaturan tentang aset digital tersebut salah satu tercepat di dunia.

Plt. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Didid Noordiatmoko, mengatakan Indonesia adalah salah satu negara yang mengadopsi pengaturan kripto tercepat.

Bappebti memandang bahwa pengaturan perdagangan kripto wajib dilakukan terkait perlindungan dana nasabah, kepastian hukum berusaha, dan memandang dinamika transaksi aset kripto sebagai sesuatu yang baik.

“Kementerian Perdagangan melalui Bappebti mengatur perdagangan aset kripto dalam sejumlah peraturan sebagai upaya memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian berusaha, meningkatkan investasi di dalam negeri atau mencegah capital outflow, meningkatkan penerimaan pajak bagi negara, mencegah kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta membuka lapangan kerja baru di bidang teknologi informasi,” kata Didid dalam keterangan resminya.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Market Awal Pekan: Investor Kripto Berharap ‘Uptober’ Terulang

Dukung Ekonomi Digital

Pemerintah selalu mendukung pertumbuhan perdagangan aset kripto di Indonesia yang merupakan bagian dari ekonomi digital yang sedang berkembang. Hal ini dibuktikan dengan data Gross Merchandise Value (GMV) yang menyebutkan, pada 2021, Indonesia merupakan negara teratas di ASEAN dengan nilai ekonomi digital sebesar US$ 70 miliar.

Di sisi lain, jumlah investor aset kripto terdaftar di Indonesia sampai dengan Agustus 2022 tercatat sebesar 16,1 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan sebesar 725 ribu pelanggan per bulan. Sedangkan, total nilai transaksi pada Januari—Agustus 2022 tercatat sebesar Rp 249,3 triliun atau turun 56,35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Diterpa Isu KDRT Rizky Billar, Koin Kripto Leslar Anjlok Tenggelam

Penurunan transaksi tersebut, menurut Didid merupakan hal yang wajar. Meski, begitu pertumbuhan jumlah investor terus terjadi dan akan diproyeksikan akan meningkat.

“Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk berinvestasi di perdagangan aset kripto terus meningkat. Sehingga, Beppebti menilai perlu adanya pengawasan yang baik untuk menjaga agar kondisi perdagangan aset kripto di Indonesia tetap kondusif,” ungkapnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Mencetak Rekor Baru di 3 Negara: Harga BTC Tembus $31K

Harga Bitcoin baru-baru ini mencetak rekor baru karena menembus level US$ 30.000 atau sekitar Rp 450 juta untuk pertama kali sejak April 2023. Menariknya, kenaikan Bitcoin ini juga membuat anomali volatilitas di tiga negara, Argentina, Venezuela, dan Lebanon. Ada apa?

Dikutip Cointelegraph, Bitcoin (BTC) mengetuk level US$ 31.000 atau sekitar Rp 465 juta untuk ketiga kalinya tahun ini pada tanggal 25 Juni lalu, karena penutupan mingguan menjanjikan volatilitas. Data TradingView menunjukkan pergerakan harga BTC yang berfokus pada level tertinggi tahunan.

Harga BTC tetap kuat selama akhir pekan karena perhatian terfokus pada peristiwa geopolitik di Rusia dan negara-negara sekitarnya. Dengan ketegangan yang berkurang pada hari itu, keingintahuan atas reaksi pasar pada pembukaan 26 Juni tetap ada, dengan penutupan lilin mingguan — yang sudah menjadi sumber volatilitas klasik — menjadi yang utama.

Raih Level Tertinggi Bitcoin

Harga Bitcoin Bisa Gagal Menjadi US$13 Ribu, Ini Syaratnya
Illustrasi Bitcoin.

Baca juga: Peluang Karir di Industri Blockchain dan Web3: Potensi di Indonesia

Dalam analisis terbaru, trader populer Rekt Capital menempatkan “skenario paling bullish” untuk penutupan mingguan di atas angka penting US$ 30.000.

“BTC pada pertengahan April ditolak dari resistensi $30.000. Mari kita lihat apakah $BTC dapat mengubah US$ 30.000 menjadi dukungan,” posting selanjutnya ditambahkan pada akhir pekan.

Analis kripto, Michaël van de Poppe mengatakan sedikit kurang percaya diri, pendiri dan CEO firma perdagangan Eight, mempertanyakan kemampuan bulls untuk mempertahankan momentum kenaikan.

“Bitcoin membuat harga tinggi yang bagus, di mana ia menyapu harga tertinggi tahunan,” katanya kepada para pengikut Twitter.

Anomali Harga Bitcoin

Grafik 1 hari BTC/TRY. Sumber: TradingView.
Grafik 1 hari BTC/TRY. Sumber: TradingView.

Baca juga: Deutsche Bank hingga Fidelity Bikin Bitcoin Bergairah, Optimis Naik Tinggi

Terlepas dari penurunan volatilitas terhadap dolar AS, Bitcoin berhasil mencetak rekor baru di tiga negara minggu ini.

Di Argentina, Venezuela, dan Lebanon, BTC mencapai level tertinggi yang pernah ada terhadap mata uang lokal. Bagi negara-negara tersebut, tren tersebut terus berlanjut sepanjang tahun 2023 karena inflasi dan pilihan kebijakan ekonomi makro dengan cepat mengikis daya beli.

Di Turki, di mana lira jatuh ke posisi terendah baru terhadap dolar, BTC/TRY mendekati area puncaknya sejak Desember 2021.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Investor Kripto Berharap ‘Uptober’ Terulang

Memasuki awal Oktober, pergerakan market kripto tak kunjung menguat. Padahal banyak investor berharap akan terulang kembali fenomena ‘uptober’, bulan yang baik untuk market kripto secara keseluruhan.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat market kripto terlihat masih belum kuat untuk melaju ke zona hijau pada Senin (3/10) pagi. Secara teknikal, penyebab market kripto turun berguguran disebabkan oleh Bitcoin yang gagal menembus level psikologis US$ 20.000 di akhir pekan.

“Hal tersebut mengindikasikan bahwa ada sebagian investor yang siap untuk melakukan aksi jual di kisaran level tersebut. Di samping itu, padahal bulan ini digadang-gadang menjadi periode terbaik untuk market bullish, sehingga ada istilah uptober,” kata Afid.

Sebelum akhir pekan lalu, market kripto memang sempat reli yang ditimbulkan oleh pelemahan indeks Dolar AS (DXY). Kemudian, investor juga mulai melakukan aksi borong di akhir September, demi mengoleksi portofolio mereka di akhir kuartal III tahun ini.

Investor sengaja melancarkan aksi akumulasi, karena yakin bulan ini akan kembali mengulangi fenomena tahunan yang disebut ‘uptober,’ yakni kondisi ketika harga aset kripto kompak reli kencang di Oktober, setelah terpukul di September lalu.

Menurut Bitcoin Monthly Retuns, harga BTC selalu naik di bulan Oktober dalam kurung waktu tiga tahun terakhir (2019-2021). Tertinggi nilai BTC sempat melonjak 39,93% pada tahun lalu dan itu mendorongnya untuk mencapai all-time high (ATH) pada November 2021 lalu.

Grafik Bitcoin Monthly Returns.
Grafik Bitcoin Monthly Returns.

Baca juga: Kasus Transfer 3.313 BTC Jadi Sorotan Pasca Do Kwon Mau Ditangkap

Kripto Belum Naik

Namun baru memasuki bulan Oktober, market kripto belum langsung panas, investor masih wait and see untuk terus melakukan akumulasi.

“Kuat dugaan, tingginya investor melakukan aksi jual di akhir pekan, disebabkan oleh pergerakan pasar saham AS yang juga berkinerja buruk. Alhasil investor kurang bergairah dan meninggalkan aset berisiko,” terang Afid.

Di samping itu, investor juga mempertimbangkan prospek makroekonomi yang kelabu, sebelum menentukan sikap di pasar kripto. Perlu diketahui Biro Analisis Ekonomi AS pada Kamis (30/9) melaporkan pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2022 sebesar -0,6% secara tahunan.

Artinya, ekonomi AS resmi melanjutkan kontraksi setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi -1,6% di kuartal I. Secara teori, AS sejatinya sudah masuk ke fase resesi ekonomi, karena pertumbuhan minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Ketua The Fed Jerome Powell: Serukan Peraturan Kripto yang Tepat

Sentimen Negatif

Di sisi lain, sentimen negatif dari ekosistem kripto juga mendorong investor kurang semangat seperti, Coinbase dan Solana yang mengalami gangguan sistem pada akhir pekan lalu. Serta kabar exchange, WazirX memberhentikan 40% karyawannya sebagai langkah efisiensi.

Pergerakan Bitcoin dari sisi teknikal, terlihat masih belum berhasil menembus downtrend line-nya di rentang waktu hariannya (daily time frame).

“Kondisi ini tercermin dari harga BTC yang kembali terpental kembali setelah memasuki level US$ 20.000. Melihat hal tersebut, BTC bisa melakukan retest kembali ke level US$ 20.000 dengan support terkuat di US$ 18.825,” jelas Afid.

Sementara itu, Ethereum terlihat sideways dan bergerak di bawah 20-day EMA setelah menemukan lantai penurunannya di level US$ 1.220. ETH bisa melakukan retest kembali ke level US$ 1.356 dengan support terkuat di US$ 1.180.



Sumber : news.tokocrypto.com

Peluang Karir di Industri Blockchain dan Web3: Potensi di Indonesia

Industri blockchain dan Web3 telah menjadi sorotan utama di dunia teknologi, dan potensi karir yang menarik di sektor ini semakin berkembang di Indonesia. Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri ini.

Perkembangan teknologi blockchain, yang merupakan dasar dari mata uang kripto dan aplikasi terdesentralisasi, telah membuka pintu bagi peluang karir yang menarik di berbagai bidang, termasuk pengembangan perangkat lunak, keamanan informasi, analisis data, manajemen proyek, dan lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan dan startup di Indonesia telah mulai mengadopsi teknologi blockchain dan Web3 untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan rantai pasokan, dan menciptakan solusi inovatif dalam berbagai sektor, termasuk keuangan, logistik, e-commerce, dan administrasi publik. Dengan adopsi yang semakin luas dan pertumbuhan ekosistem blockchain yang pesat, permintaan akan tenaga kerja yang memiliki pemahaman dan keterampilan di bidang ini juga meningkat.

Industri ini menciptakan banyak peluang karir baru. Faktanya, menurut laporan Hired 2021, permintaan untuk pengembang blockchain telah melonjak hingga 517% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Indonesia, seiring dengan semakin tingginya adopsi teknologi ini, peluang kerja di bidang blockchain dan Web3 juga semakin beragam.

1. Pengembang Blockchain/Web3

Pengembang adalah tulang punggung industri blockchain dan Web3. Mereka menciptakan dan mengoptimalkan protokol blockchain, merancang smart contracts, dan membangun aplikasi desentralisasi (dApps). Penguasaan terhadap bahasa pemrograman seperti Solidity dan pengetahuan mendalam tentang kriptografi adalah beberapa keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini.

2. Ahli Kriptografi

Kriptografi adalah inti dari keamanan dan privasi dalam blockchain. Seorang ahli kriptografi akan merancang algoritma dan sistem keamanan untuk melindungi data dan transaksi di blockchain dari serangan dan manipulasi.

3. Analis Blockchain

Analis blockchain bekerja untuk memahami dan menganalisis data blockchain. Mereka mencari tren dan pola, melakukan analisis pasar, dan memberikan wawasan yang berharga bagi perusahaan, investor, dan pengguna.

Ilustrasi teknologi blockchain. Sumber: Leewayhertz.
Ilustrasi teknologi blockchain. Sumber: Leewayhertz.

Baca juga: Ridwan Kamil Siapkan Beasiswa Pendidikan Teknologi Blockchain

4. Konsultan Blockchain

Konsultan blockchain membantu organisasi memahami bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam operasi mereka. Mereka juga membantu dalam mengimplementasikan solusi blockchain dalam praktek bisnis sehari-hari.

5. Ahli Hukum Teknologi Blockchain

Dengan munculnya teknologi baru, juga muncul tantangan hukum baru. Ahli hukum teknologi blockchain membantu perusahaan dan individu dalam navigasi melalui hukum dan regulasi yang berlaku.

Potensi di Indonesia

Menurut data dari Statista, pada tahun 2021, ada sekitar 11% pengguna internet di Indonesia yang memiliki kripto, sebuah angka yang menunjukkan minat yang cukup besar terhadap teknologi blockchain. Lebih jauh lagi, Pemerintah Indonesia telah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan industri ini. Pada tahun 2020, Indonesia meluncurkan “Indonesia Blockchain Hub”, bertujuan untuk menjadi pusat pengembangan dan inovasi blockchain di negara ini.

 CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, berbagi visi yang sama tentang potensi karir yang ditawarkan oleh industri Web3 dan blockchain. Yudho menggambarkan Web3 dan NFT sebagai peluang besar yang masih di tahap awal.

“Industri blockchain dan Web3 masih sangat early. Kesempatan untuk berpartisipasi masih sangat besar. Saya yakin blockchain dan Web3 yang dikombinasikan dengan AI dan machine learning adalah inovasi yang akan mengubah dunia dalam 5-10 tahun ke depan. Kita bisa berpartisipasi, baik itu sebagai player, user, atau karir.”

CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis di Web3 On Campus - Binus University pada hari Jumat, 16 Juni 2023. Sumber: IDNFT.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis di Web3 On Campus – Binus University pada hari Jumat, 16 Juni 2023. Sumber: IDNFT.

Baca juga: Menggali Potensi Metaverse dalam Transformasi Industri Jasa Keuangan

Dalam konteks ini, peluang karir di industri blockchain dan Web3 di Indonesia tampak sangat menjanjikan. Keterampilan yang berkaitan dengan blockchain dan Web3 semakin dicari oleh perusahaan lokal dan internasional yang beroperasi di Indonesia. Selain itu, seiring dengan perkembangan dan penerimaan yang semakin luas dari teknologi ini, peluang kerja akan terus bertambah dan beragam.

Dengan demikian, bagi mereka yang ingin mengejar karir di era digital, industri blockchain dan Web3 dapat menjadi pilihan yang sangat baik. Seiring dengan pertumbuhan industri ini, akan ada lebih banyak peluang untuk belajar, berinovasi, dan memajukan karir di bidang yang sangat menjanjikan ini.

“Seiring adopsi teknologi ini yang semakin meluas, permintaan akan tenaga kerja yang terampil dalam bidang ini diperkirakan akan terus meningkat. Menjelajahi karir di bidang blockchain dan Web3 dapat menjadi pilihan yang menarik,” pungkas Yudho.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Pergerakan Harga Aset Kripto Pekan Terakhir Juli 2023

Pekan ini, pasar aset kripto mengalami pergerakan harga yang cukup menarik dan dinamis. Berbagai koin dan token terkemuka mengalami fluktuasi signifikan, mencerminkan volatilitas yang melekat dalam pasar kripto. Bitcoin (BTC), sebagai mata uang kripto terbesar dan paling terkenal, mengalami pergerakan harga yang menarik perhatian banyak investor.

Menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, pada awal pekan, harga Bitcoin melanjutkan tren naiknya, mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Namun, pada pertengahan pekan, terjadi koreksi yang membuat harga BTC turun secara tajam. Selain Bitcoin, beberapa koin alternatif seperti Optimism (OP) dan Stacks (STX) juga mengalami pergerakan yang signifikan, menunjukkan tingkat volatilitas yang tinggi di pasar kripto.

“Analisis minggu ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti sentimen pasar global, pengumuman berita terkait regulasi kripto, dan aktivitas perdagangan spekulatif berkontribusi terhadap pergerakan harga yang cepat dan tidak stabil,” jelas Fyqieh.

Investor dan trader kripto harus memperhatikan berbagai faktor ini untuk memahami dinamika pasar dan membuat keputusan investasi yang cerdas. Meskipun fluktuasi harga dapat memberikan peluang bagi para trader yang cekatan, juga penting untuk diingat bahwa pasar kripto tetaplah berisiko tinggi, dan investasi harus dilakukan dengan hati-hati dan berdasarkan analisis yang cermat.

Bitcoin (BTC) Potensi Bullish Juli ke US$ 35.000

BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy. Sumber: TradingView.com.

Baca juga: Laju Pasar Kripto Sedikit Lambat, tapi Masih Potensi Bullish

Dalam seminggu terakhir, terjadi pergerakan bullish pada aset kripto Bitcoin, yang dipicu oleh narasi dari institusi aset manajemen yang mulai mengajukan proposal spot ETF Bitcoin. Hal ini menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan Bitcoin selama seminggu terakhir, dengan peningkatan harga lebih dari 20%. Kenaikan ini juga diikuti oleh altcoin lainnya seperti Ethereum dan Cardano.

Diprediksi bahwa Bitcoin akan terus mengalami tren bullish dalam waktu dekat, terutama di bulan Juli. Namun, kemungkinan akan terjadi koreksi kecil pada harga Bitcoin, dengan perkiraan turun ke sekitar US$ 28.650, sebelum mengalami tren bullish lanjutan. Area US$ 28.650 ini merupakan level support berdasarkan Fibonacci retracement.

“Setelah periode bullish yang terjadi pada akhir pekan ini, Bitcoin akan memerlukan dukungan untuk mencapai harga yang lebih tinggi, yaitu sekitar US$ 35.000. Diperkirakan bahwa kondisi bullish ini akan berlangsung pada bulan Juli atau awal semester dua tahun 2023,” analisis Fyqieh.

Optimism (OP) Potensi Bullish

Optimism (OP) adalah blockchain layer-dua yang berjalan di atas Ethereum. Optimism memanfaatkan keamanan dari jaringan utama Ethereum dan membantu meningkatkan skalabilitas ekosistem Ethereum dengan menggunakan optimistic rollups. Artinya, transaksi secara terpercaya dicatat di Optimism namun pada akhirnya diamankan di Ethereum.

Berdasarkan TokenUnlocks.app ada 26,9% supply OP yang belum terdistribusi ke pasar, token yang di lock ini hanya tersisa untuk Investor dan Core hingga 2027 yang artinya bahwa ada potensi penurunan untuk OP karena adanya distribusi aset ini ke pasar dalam waktu cukup panjang. Dalam jangka waktu yang dekat, tepat nya tanggal 30 Juni, Optimism akan membagikan sebesar 24.159,191 token OP senilai US$ 27 Juta dollar dengan total supply yang di edarkan sebanyak 0,562%. 

OP/USD TF 4H by Fyqieh Fachrur Rossy. Sumber: TradingView.com.

Pergerakan harga Optimism (OP) diprediksi akan mengalami tren bullish dalam waktu mendatang. Saat ini, diperlukan konfirmasi breakout dari pola bullish penant untuk OP, yang mungkin terjadi pada tanggal 23 Juni 2023.

“Jika OP berhasil breakout dari harga US$ 1,3776, diprediksi bahwa akan terjadi tren bullish menuju harga US$ 1,847, dengan perkiraan keuntungan sebesar 36.95%. Namun, untuk konfirmasi lebih lanjut bahwa OP akan mencapai harga US$ 1,847, diperlukan konfirmasi yang lebih lanjut, yaitu jika Optimism berhasil menembus harga di atas US$ 1,511 dan menutup candlestick harian di atas level tersebut,” terang Fyqieh.

Sebaliknya, jika OP mengalami breakdown di bawah US$ 1,31, diprediksi bahwa Optimism akan mengalami penurunan lanjutan dengan target penurunan menuju harga US$ 1,15, dengan estimasi kerugian sebesar 14.29%.

Stacks (STX) Potensi Bullish

STX/USD by Fyqieh Fachrur Rossy. Sumber: TradingView.com.

Baca juga: Apa Itu Proof of Stake (PoS)?

Stacks adalah sebuah lapisan untuk smart contracts pada Bitcoin yang memungkinkan penggunaan Bitcoin sebagai aset dan penyelesaian transaksi pada blockchain Bitcoin. Bitcoin merupakan aset terdesentralisasi terbesar, paling berharga, dan tahan lama. Lapisan Stacks membuka potensi nilai sebesar US$ 500 miliar dalam bentuk Bitcoin dengan menggunakan Bitcoin L1 sebagai penyelesaian untuk aplikasi terdesentralisasi. 

Semua transaksi pada lapisan Stacks secara otomatis di-hash dan ditetapkan pada Bitcoin L1. Blok-blok Stacks diamankan oleh 100% kekuatan hash Bitcoin. Untuk dapat mengubah urutan blok/buku transaksi Stacks, seorang penyerang harus melakukan reorganisasi (reorg) pada jaringan Bitcoin.

Pergerakan stack diprediksi akan bullish di bulan juli, hal ini atas dampak dari BRC-20 yang mulai menjadi tren untuk kripto antusias yang berdiri diatas jaringan blockchain Bitcoin.

“Untuk penutupan weekly candlestick STX berada diposisi merah dengan target koreksi di harga US$ 0,667 dan kembali bullish hingga target US$ 1,12 di bulan juli. Untuk saat ini STX sebenarnya sudah dikondisi breakout bullish dan diprediksi akan masih bullish dalam sebulan ke depan,” pungkas Fyqieh.

Jika menggunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Laju Pasar Kripto Sedikit Lambat, tapi Masih Potensi Bullish

Laju pergerakan pasar kripto dan Bitcoin (BTC) sedikit melambat dan cenderung sideways pada Jumat (23/6) pagi. Sebelumnya kenaikan signifikan terjadi pada Bitcoin hingga akhirnya menembus level US$ 30.000 atau sekitar Rp  449 juta untuk pertama kali sejak April lalu. Apa yang menyebabkan pasar kripto tertahan ini?

Menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, dari analisa fundamental, data makroekonomi terbaru sedikit menahan laju pasar. Data klaim pengangguran AS tetap stabil atau tidak berubah di angka 264.000 dengan ekspektasi pasar sebelumnya akan terjadi penurunan tipis menjadi 260.000.

“Data ini membuat pasar kembali melambat untuk menimbang kembali strategi ke depan dan memprediksi gerak kebijakan The Fed di masa mendatang,” kata Fyqieh.

Sentimen The Fed

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Bitcoin Diyakini Bakal Jadi Bisnis Terbaik Dalam 10 Tahun ke Depan

Di samping itu pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, dihadapan Komite Perbankan Senat AS pada Kamis (22/6) juga sedikit berdampak ke pasar. Dalam pidatonya, dia telah mengesampingkan kemungkinan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat, menyatakan bahwa inflasi dalam perekonomian secara konsisten lebih kuat dari yang diharapkan. 

The Fed kemungkinan besar tidak akan memangkas suku bunga setidaknya pada tahun 2023, sementara tanda-tanda penurunan inflasi yang konsisten dapat memacu penurunan suku bunga di akhir tahun 2024. Dia menyatakan kurangnya kepercayaan dalam mengambil keputusan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

“Pidato Powell menyebabkan beberapa ketidakpastian di pasar kripto karena harga Bitcoin melayang tepat di bawah angka US$ 30.000.  Padahal, pada hari Rabu (21/6), Powell mengatakan jeda suku bunga bersifat sementara, mengatakan inflasi tetap lebih tinggi. Hal ini menyebabkan pemulihan yang disambut baik di pasar kripto,” jelas Fyqieh.

Fed perlu menunggu sampai komite merasa yakin bahwa suku bunga turun menuju target. Data lebih lanjut tentang inflasi dapat menandakan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam pertemuan mendatang.  Menurut CME FedWatch Tool pada Jumat (23/6), kemungkinan kenaikan suku bunga Juli sebesar 25 basis poin mencapai 74,4%, naik dari 67% satu minggu sebelumnya.

Laju Pasar

Bitcoin Fear and Greed Index.

Baca juga: IMF Siapkan Platform CBDC untuk Fasilitasi Transaksi Antar Negara

Di luar kalender ekonomi AS, sentimen pasar terhadap pasar kripto terus membaik. Mulai dari banyak perusahaan layanan keuangan tradisional yang masuk ke industri kripto, seperti BlackRock yang mengajukan ETF Bitcoin terus mendorong harapan masuknya uang institusional ke pasar kripto.

Laporan IMF tentang Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) kemungkinan berkontribusi pada pengembalian BTC menjadi US$ 30.500. Sambil terus menyerukan regulasi kripto yang lebih besar, IMF mengatakan ini, “Sementara beberapa negara telah sepenuhnya melarang aset crypto karena risikonya, pendekatan ini mungkin tidak efektif dalam jangka panjang.”

Sentimen aset kripto berdasarkan indeks “Bitcoin Fear and Greed Index” saat ini berada pada level 65, yang menunjukkan adanya ketamakan atau serakah (Greed). Dalam 24 jam terakhir, pasar aset kripto telah menunjukkan tingkat serakah pada poin 65, yang mengindikasikan adanya kecenderungan FOMO (Fear of Missing Out) dan diprediksi akan mengalami koreksi di masa mendatang.

“Sebaliknya, data yang diberikan oleh Bitcoin Fear and Greed Index minggu lalu menunjukkan angka 47, yang menunjukkan adanya ketakutan (Fear) dalam pasar Bitcoin,” pungkas Fyqieh.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Diyakini Bakal Jadi Bisnis Terbaik Dalam 10 Tahun ke Depan

Cameron Winklevoss, salah satu pendiri dan presiden bursa kripto Gemini, meyakini bahwa Bitcoin akan menjadi bisnis aset perdagangan yang baik dalam dekade ini. Ia bahkan berpikir dalam 10 tahun terakhir nilai Bitcoin paling menjanjikan dibanding aset lainnya.

Dikutip Crypto Potato, Winklevoss berpikir bahwa “akumulasi besar Bitcoin telah dimulai.” Dia percaya bahwa aset tersebut akan mengalami peningkatan besar setelah ETF BTC spot disetujui di Amerika Serikat. Karena itu, dia menyebutnya “aset perdagangan paling jelas dan terbaik dekade ini”.

Seperti diketahui BlackRock tengah mengupayakan izin ETF Bitcoin dan benar-benar mengubah lanskap jangka pendek untuk bisnis BTC di masa depan. Manajer aset terbesar di dunia itu sudah mengajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan ETF BTC spot di Amerika Serikat.

Langkah tersebut memicu optimisme di ruang kripto dan tampaknya menjadi salah satu faktor utama reli Bitcoin yang berkelanjutan.

Akumulasi

Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss
Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss. Foto: Getty Images.

Baca juga: Memecoin PEPE Naik 40% di Tengah Kebangkitan Pasar Kripto

Aset digital utama, Bitcoin baru-baru ini melampaui level US$ 30.000 atau sekitar Rp 450 juta, mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Kapitalisasi pasarnya melebihi US$ 580 miliar (menurut data CoinGecko).

Menurut Presiden Gemini, Cameron Winklevoss, investor sudah mulai mengumpulkan sejumlah besar aset Bitcoin. Dia percaya bahwa mereka yang tertarik untuk bergabung dengan ekosistem harus melakukannya sebelum ETF BTC terungkap.

Beberapa perusahaan investasi, termasuk Invesco dan WisdomTree, telah mengikuti dan mengaktifkan kembali upaya mereka untuk menawarkan dana yang memungkinkan klien berinvestasi dalam nilai pasar sebenarnya dari Bitcoin tanpa harus memiliki (dan menyimpan) aset.

Dia kemudian menggambarkan melalui tweet-nya, Bitcoin sebagai “investasi terbaik dalam dekade terakhir” dan “perdagangan paling jelas dan terbaik” dalam sepuluh tahun ke depan.

Reli Bitcoin

koin bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Pasar Kripto Masih Sideways dan Belum Optimal Reli, Kenapa?

Bitcoin menyentuh level US$ 30.000 untuk kedua kalinya tahun ini setelah banyaknya pengajuan ETF di AS – yang mungkin telah mendukung prospek bullish di antara para trader. Ini kemungkinan memicu reli di antara token utama, dengan Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) membukukan kenaikan mingguan minimal 18%.

Meski begitu, harga Bitcoin dan Ethereum terhenti pada hari Jumat (23/6), dengan kedua aset masing-masing turun -0,63% dan -0,70% pada satu titik (ETH dan BTC baru-baru ini naik sedikit). Volume pada hari itu stabil. Investor Bitcoin dan eter mungkin berhenti sejenak untuk mengevaluasi lanskap yang berubah setelah pertumbuhan 18% dan 14% kedua aset sejak 15 Juni.

Dari poin data makroekonomi yang baru dirilis Kamis (22/6), klaim pengangguran awal memiliki potensi terbesar untuk dampak pasar, meskipun totalnya hanya sedikit di atas ekspektasi dan tidak cukup untuk menggerakkan harga. Dalam pekan yang berakhir 17 Juni, 264.000 orang Amerika mengajukan pengangguran, sedikit di atas perkiraan 260.000.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Diterpa Isu KDRT Rizky Billar, Koin Kripto Leslar Anjlok Tenggelam

Hubungan artis Rizky Billar dan Lesty Kejora yang diterpa isu KDRT, tampaknya cukup berpengaruh pada nilai kripto Leslar, LESLARVERSE (LLVERSE). Kedua pasangan suami-istri tersebut sebelumnya meluncurkan proyek kripto LLVERSE yang memiliki sejumlah utilitas.

Melansir data CoinMarketCap, harga token kripto milik pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora mengalami penurunan cukup drastis. Pada Jumat (30/9) pukul 12.00 WIB harga LLVERSE berada di level US$ 0,000001006 atau sekitar Rp 0,015 atau alami penurunan 12,64%.

Momen harga LLVERSE mengalami anjlok terjadi pada Kamis (29/9) malam pukul 19.07 WIB, dari level US$ 0.000001141 langsung terjun ke US$ 0.0000009086. Kemudian, berhasil merangkak naik, namun belum bisa kembali ke harga sebelum penurunan tajam.

Volume perdagangan token LESLARVERSE selama 24 jam terakhir hanya US$ 3.703 dan total market cap belum diketahui. Peringkat CoinMarketCap saat ini untuk LLVERSE adalah #5389, dengan maksimal pasokan 1.000.000.000.000 koin LLVERSE.

LESLARVERSE metaverse. Foto: LESLARVERSE.
LESLARVERSE metaverse. Foto: LESLARVERSE.

Baca juga: Ketakutan akan PHK, Meta Induk Facebook Setop Rekrut Karyawan

Apa Itu LESLARVERSE?

LESLARVERSE ditujukan untuk membangun ekosistem metaverse terbesar di Indonesia. Misi ekosistem tersebut adalah menjadi pintu gerbang bagi orang-orang untuk belajar, terhubung, dan menjelajahi dunia web3 yang imersif dengan menyediakan pendidikan (Watch-to-Earn) dan game (Play-to-Earn) dengan imbalan yang menjanjikan.

LESLARVERSE adalah jembatan yang menghubungkan berbagai platform kripto seperti Exchanger (contoh: Binance, PancakeSwap, Biswap), platform pasar NFT (contoh: OpenSea) dan lain-lain. Pengguna dapat mengakses beberapa platform kripto hanya dengan satu platform, LESLARVERSE.

Di LESLARVERSE juga akan ada fasilitas edukasi dan platform berita yang memudahkan pemula untuk belajar kripto dan blockchain dari bawah ke atas. LESLARVERSE memiliki visi untuk menjadi platform yang memperluas adopsi kripto mulai dari pasar lokal dan kemudian ke pasar global.

LESLARVERSE metaverse. Foto: LESLARVERSE.
LESLARVERSE metaverse. Foto: LESLARVERSE.

Baca juga: Kenalan Kang Jong Hyun, CEO Bithumb Kripto Dekat Park Min Young

Dibangun oleh Rizky Billar-Lesti Kejora

Pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora mulai jajaki bisnis investasi digital berupa koin kripto sejak awal tahun 2022 ini. Keduanya menggunakan nama $Leslar untuk bisnis terbaru mereka itu dan sudah mulai menggelar pre-sale.

Lesti dan Billar mengabarkan bahwa dalam pre-sale yang sudah dibuka, koin crypto mereka sudah ludes terjual habis dalam 30 detik. Di acara Private Sale, Leslar Metaverse sudah menyiapkan 555 BNB dan semuanya ludes terjual habis dengan cepat sehingga banyak orang yang tidak kebagian kuota saat Private Sale berlangsung.

Sebagai informasi, Rizky Billar dan Lesti Kejora tengah diterpa isu miring. Di mana Lesti melaporkan suaminya ke kepolisian atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).



Sumber : news.tokocrypto.com

NFT CryptoPunk Tetap Terjual Rp 68 Miliar saat Bear Market

Fenomena NFT CryptoPunk yang tetap laku terjual saat bear market berhasil mencuri perhatian. Biasanya dengan kondisi pasar yang masih berombak akhir-akhir ini, sepertinya rem untuk melakukan pembelian NFT telah diterapkan. Namun, itu salah.

Bear market kripto tidak menghentikan pengguna tertentu untuk membeli NFT CryptoPunk seharga 3.300 Ethereum (ETH) atau sekitar US$ 4,5 juta (Rp 68 miliar). Item yang terjual itu adalah CryptoPunk #2924 dan ternyata menjadi salah satu penjualan terbesar dalam sejarah NFT.

NFT CryptoPunk dijual oleh akun dengan username Seedphrase, yang merupakan seorang kolektor NFT. Data on-chain mengungkapkan bahwa NFT ini dijual kembali pada November 2020, sebelumnya seharga 150 ETH atau senilai US$ 71.403 pada waktu itu.

Ilustrasi NFT CryptoPunks. Sumber: Dia Dipasupil | Getty Images.
Ilustrasi NFT CryptoPunks. Sumber: Dia Dipasupil | Getty Images.

Baca juga: Kenalan dengan CryptoPunk, Salah Satu NFT Termahal yang Pernah Ada

Penjualan NFT CryptoPunk

NFT CryptoPunk termahal yang pernah dijual adalah punk #5822. Punk bergaya alien itu dijual kepada Deepak Thapliyal —CEO Chain— dengan harga sekitar US$ 23 juta pada Februari tahun ini.

Hal yang sama terjadi lebih dari dua kali lipat dari biaya punk terlaris berikutnya. Transaksi tersebut nyaris menjadi NFT dengan penjualan tertinggi pada saat penjualan, tetapi meleset dari sasaran hanya beberapa juta.

Secara keseluruhan penjualan CryptoPunk telah mencatat kenaikan sekitar 348% selama sehari terakhir. Akibatnya, itu adalah koleksi teratas berdasarkan volume penjualan pada waktu artikel ini ditulis.

NFT Bored Ape Yacht Club berdiri di belakangnya dan disusul oleh NFT Mutant Ape Yacht Club. Koleksi tersebut telah mencatat apresiasi penjualan harian masing-masing sekitar 13% dan 52%.

Ilustrasi NFT CryptoPunk.
Ilustrasi NFT CryptoPunk.

Baca juga: Unik! NFT CryptoPunk Akan Dipecah Kepemilikannya Jadi Ribuan, Siapa Mau?

Market NFT Keseluruhan

Meskipun penjualan mencatat pemulihan selama sehari terakhir, market NFT masih berada dalam fase penurunan. Menggunakan data dari Dune Analytics, artikel Bloomberg baru-baru ini mengungkapkan bahwa volume perdagangan NFT telah turun 97% jika dibandingkan dengan tertinggi yang tercatat pada Januari tahun ini.

“Mereka turun menjadi hanya US$ 466 juta pada bulan September dari $ 17 miliar pada awal tahun 2022.”



Sumber : news.tokocrypto.com