Tag Archives: featured

El Salvador Rilis UU Hapus Pajak Inovasi Teknologi, Bullish untuk Bitcoin?

Nayib Bukele, presiden El Salvador baru-baru ini menandatangani undang-undang yang menghapus pajak atas inovasi teknologi di negara tersebut. Kebijakannya diklaim bisa menjadi sentimen pendorong untuk bullish Bitcoin.

Bukele yang merupakan pendukung Bitcoin mengungkap Undang-undang Insentif Manufaktur Inovasi dan Teknologi (ITMI) bisa membuat spektrum yang luas dari sektor-sektor di mana penghapusan pajak sepenuhnya berlaku.

Sementara negara-negara seperti pemerintahan AS menginginkan pembayaran pajak yang tinggi untuk inovasi teknologi, seperti penambangan aset kripto, undang-undang baru ini dapat menarik banyak perusahaan yang berfokus pada inovasi, yang akan membawa pembangunan bagi negara.

El Salvador Dorong Inovasi Teknologi

Baca juga: Daftar Pemegang Aset Kripto Bitcoin Paling Banyak di Dunia

Nayib Bukele menggunakan akun Twitter resminya pada 4 Mei 2023, untuk mengatakan bahwa dia menandatangani undang-undang baru untuk memastikan bahwa pajak atas properti, pendapatan, keuntungan modal, tarif impor, perangkat lunak dan pemrograman aplikasi, AI, manufaktur perangkat keras komputer dan komunikasi adalah benar-benar dihapus maju.

Undang-undang yang ditandatangani ITMI telah dalam pengerjaan, sejak Maret 2023, ketika presiden El Salvador itu memperjelas niatnya untuk memperkenalkan undang-undang untuk melindungi kemajuan teknologi inovatif di negara tersebut.

Mengikuti niatnya, undang-undang diteruskan ke Kongres untuk menghapuskan pajak atas inovasi teknologi di negara tersebut.

Undang-undang yang baru ditandatangani ini hanyalah salah satu dari banyak upaya yang telah didorong oleh presiden El Salvador untuk pertumbuhan dan perkembangan teknologi di negara tersebut.

Regulasi Kripto

koin bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Pasar Kripto Berhasil Bangkit Setelah Gerak Liar Sepekan Terakhir

Pada Januari 2023, laporan Forbes India memuat berita yang menyatakan bahwa El Salvador telah menetapkan kerangka hukum dan proses untuk menerbitkan obligasi yang didukung Bitcoin, juga dikenal sebagai “Volcano Bonds.”

Obligasi yang didukung Bitcoin El Salvador didorong ke depan untuk pembayaran utang negara, mengembangkan infrastruktur penambangan Bitcoin dengan mendanai pembangunan proyek yang dijuluki Kota Bitcoin untuk meningkatkan upaya penambangan kripto yang berkelanjutan.

Undang-undang yang ditandatangani oleh Nayib Bukele hari ini dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan teknologi El Salvador sebagai sebuah negara dan untuk perusahaan manufaktur, teknologi, dan kripto yang beroperasi di negara tersebut. Sementara AS baru-baru ini mengusulkan pajak 30 persen untuk operasi penambangan kripto, El Salvador terus mempromosikan ekosistem inovasi teknologi yang berkembang pesat.





Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Pemegang Aset Kripto Bitcoin Paling Banyak di Dunia

Banyak orang yang ingin tahu siapa pemegang Bitcoin paling banyak yang beredar saat ini. Kripto BTC memang menjadi semakin populer belakangan ini dengan harga yang masih tertinggi dibanding aset lainnya.

Dikutip Watcher Guru, artikel ini akan mengeksplorasi individu, perusahaan, dan pemerintah yang memegang Bitcoin dalam jumlah besar. Kami juga akan membahas berapa banyak jutawan Bitcoin yang ada dan peran bursa kripto dalam kepemilikan aset digital.

Jadi, mari selami dunia yang menakjubkan ini dan mengungkap misteri siapa yang memiliki Bitcoin paling banyak.

Satoshi Nakamoto

Orang pertama yang terlintas dalam pikiran ketika membahas kepemilikan sebagian besar Bitcoin adalah Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin dengan nama samaran.

Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.
Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Pasar Kripto Naik Setelah Pengumuman The Fed, Kenapa Tidak Bull Run?

Perkiraan menunjukkan bahwa Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin, memiliki sekitar 1,1 juta BTC, menjadikannya pemegang aset kripto terbesar. Dipercaya secara luas bahwa koin-koin ini, yang ditambang pada masa-masa awal Bitcoin, belum pernah digunakan atau dipindahkan sejak saat itu.

Identitas Satoshi Nakamoto tetap menjadi misteri, dan ada beberapa teori tentang siapa dia sebenarnya. Beberapa percaya dia adalah seorang individu, sementara yang lain berspekulasi bahwa dia bisa menjadi sekelompok orang. Terlepas dari identitas aslinya, faktanya tetap bahwa 1,1 juta BTC membuat Satoshi merupakan bagian yang signifikan dari total Bitcoin yang beredar.

Kepemilikan Bitcoin oleh Satoshi sangat penting karena mewakili persentase yang signifikan dari total pasokan. Pada November 2021, sekitar 18,8 juta bitcoin telah ditambang dari maksimum 21 juta yang pernah ada. Dengan Satoshi memegang lebih dari 1,1 juta BTC, ini berarti dia memiliki sekitar 5,8 persen dari total pasokan Bitcoin. Jika harga Bitcoin terus naik, Satoshi berpotensi menjadi orang terkaya di dunia.

Pemerintah yang Memiliki Bitcoin Paling Banyak?

Pemerintah juga menaruh minat pada kepemilikan Bitcoin. Satu pertanyaan yang muncul adalah pemerintah mana yang memiliki Bitcoin paling banyak?

Dipercaya secara luas bahwa pemerintah Amerika Serikat memiliki sebagian besar Bitcoin, meskipun sulit untuk menentukan jumlah pastinya.

Pemerintah AS telah memperoleh Bitcoin melalui berbagai cara, seperti menyitanya dari penjahat atau mendapatkannya melalui proses hukum. Misalnya, pada tahun 2013, FBI menyita sekitar 144.000 bitcoin dari pasar gelap online Silk Road.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dukung kebijakan aset kripto. Foto: Wikimedia Commons.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dukung kebijakan aset kripto. Foto: Wikimedia Commons.

Pada saat itu, Bitcoin yang disita bernilai sekitar US$ 122 juta. Saat ini, dengan harga Bitcoin yang jauh lebih tinggi, simpanan pemerintah AS akan bernilai miliaran dolar AS. Pemerintah lain, seperti Bulgaria dan Ukraina, juga telah menyita Bitcoin dalam jumlah besar.

Namun, pemerintah AS diyakini memegang jumlah terbesar di antara pemerintah. Jumlah BTC yang dipegang oleh pemerintah AS masih belum diketahui, karena tidak ada neraca publik yang mencantumkan kepemilikannya.

Elon Musk hingga Michael Saylor

Sementara pemerintah AS mungkin memegang Bitcoin paling banyak di antara pemerintah, beberapa individu dan perusahaan terkenal telah mengumpulkan sejumlah besar mata uang digital. Beberapa tokoh paling menonjol di dunia crypto termasuk Elon Musk, Michael Saylor, dan si kembar Winklevoss.

Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, dikenal karena ketertarikannya pada aset kripto. Pada Februari 2021, Tesla mengumumkan bahwa mereka telah membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar dan akan mulai menerima aset digital sebagai pembayaran untuk produknya. Pada saat penulisan, investasi Bitcoin Tesla diperkirakan bernilai lebih dari US$ 2 miliar.

Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar
Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar.

Baca juga: Memecoin Pepe (PEPE) Tembus 100 Besar Aset Kripto Paling Berharga

Michael Saylor, CEO MicroStrategy, juga menjadi tokoh terkemuka di dunia Bitcoin. MicroStrategy, sebuah perusahaan analitik bisnis, telah membeli banyak Bitcoin sebagai bagian dari strategi Treasury Reserve.

Pada November 2021, perusahaan melaporkan memiliki lebih dari 114.000 BTC senilai miliaran dolar dengan harga pasar saat ini.

Cameron dan Tyler Winklevoss, pendiri bursa kripto, Gemini, juga dikenal karena kepemilikan Bitcoin mereka yang signifikan. Si kembar diyakini memiliki sekitar 70.000 BTC, yang mereka beli kembali pada tahun 2013 seharga US$ 11 juta.

Saat ini, investasi mereka bernilai lebih dari US$ 4 miliar, menjadikan mereka dua pemegang Bitcoin terkaya di dunia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Naik Setelah Pengumuman The Fed, Kenapa Tidak Bull Run?

Pergerakan aset kripto pada Kamis (4/5) meroket akibat adanya pengumuman The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen. Sebelumnya pada bulan April, Fed menurunkan suku bunga dari 6 persen menjadi 5 persen. Kenaikan suku bunga FED ini anggap sebagai berita baik, Bitcoin serta aset kripto lain meroket hingga lebih dari 3 persen dalam waktu 12 jam. Namun setelah 24 jam pengumuman ini BTC kembali bergerak ke arah penurunan. Hal ini didukung juga dengan adanya penyerangan Rusia oleh Ukraina dengan drone sehingga market kripto langsung jatuh sebesar 2 persen.

Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan berita yang tidak stabil ini membuat pasar keuangan terutama aset kripto mengalami roller coaster harga. Para trader masih mempertanyakan apakah pergerakan bullish ini masih bisa dipertahankan atau tidak akibat adanya berita FUD yang mulai bermunculan selama dua minggu terakhir. Keraguan ini juga menjadi efek domino ke pasar kripto yang membuat ketika breakout harga, maka trader melakukan exit investment dan harga kembali masuk ke base sideways atau bisa disebut fake breakout. 

Sentimen Negatif

Selain hubungan memanas Rusia-Ukraina, sentimen negatif yang menahan bull run pasar kripto adalah kebijakan Presiden AS, Joe Biden yang berencana untuk menaikan pajak sebesar 30 persen untuk penambang Bitcoin di negaranya. Pajak ini kemungkinan akan dibebankan pada biaya listrik yang digunakan oleh miner. Sebab pemerintah juga kesulitan untuk memberikan pajak hasil pendapatan bitcoin karena disimpan di dalam wallet milik miner.

“Setelah adanya isu pemotongan pajak listrik untuk miner membuat harga pasar kripto mengalami penurunan karena miners banyak yang mematikan mesin mereka dan membuat jaringan Bitcoin tersendat beberapa waktu,” jelas Fyqieh.

Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.
Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.

Baca juga: Token SUI: Sensasi Kripto Terbaru dan Kontroversinya

Indikator ekonomi AS memicu ketakutan resesi, membebani Bitcoin dan pasar kripto yang lebih luas. Indikator ekonomi mengirimkan sinyal bearish, mengirim BTC ke arah sebaliknya. Klaim pengangguran awal meningkat dari 229 ribu menjadi 242 ribu, dengan produktivitas nonpertanian turun 2,7 persen di Q1. Sementara pertumbuhan upah akan mempengaruhi sentimen terhadap prospek kebijakan moneter The Fed, angka nonfarm payroll yang lemah akan memicu kekhawatiran resesi dan berdampak ke pasar kripto.

Setelah adanya pengumuman The Fed, total marketcap aset kripto mengalami peningkatan sebesar 3 persen dengan total pertambahan US$ 35 miliar dalam waktu 12 jam saja. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi AS dan perbankan mengalami pelemahan dan banyak investor mulai mengalihkan dana mereka ke aset kripto. Tentu ini menjadi kabar baik bagi seluruh investor aset kripto terutama Bitcoin. 

Ketika Ketua The Fed, Jerome Powel menyebutkan bahwa keadaan perbankan di AS “sehat” saat FOMC kemarin, namun beberapa jam setelahnya saham bank regional, yaitu PacWest BanCorp turun sebesar -56 persen. Kemungkinan adanya perbankan yang bangkrut selanjutnya adalah bank PacWest. Dengan keruntuhan perbankan ini bisa menjadi berita baik untuk pasar aset kripto ke depannya. Namun secara resmi Pacwest belum dinyatakan bangkrut. 

Fear & Greed Bitcoin Index by alternative.me.

Sentimen tentang aset kripto mengalami penurunan dibanding dengan minggu lalu dan hari lalu. Kemarin sentimen Bitcoin berada pada poin 64 yang artinya bullish dan baik. Namun hari ini mengalami penurunan mengikuti sentimen makroekonomi yang tidak baik. hal ini didukung juga dengan penurunan harga Bitcoin yang membuat sentimen semakin buruk. Di prediksi ke depannya sentimen akan baik, namun jika sentimen Fear and Greed Index dibawah 50 persen, maka perlu mempersiapkan adanya koreksi.

Analisis Pergerakan Harga BTC, ADA, JASMY

Bitcoin (BTC) Mungkin Koreksi

BTC/USDT Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Menurut Fyqieh, secara pergerakan harga, Bitcoin memulai adanya tren bearish. hal ini dibuktikan dengan adanya kekuatan untuk menembus resisten semakin lemah. Walaupun didukung dengan berita-berita baik, namun nyatanya BTC masih belum bisa menembus US$ 30.000 setelah empat kali percobaan. Pada dasarnya jika resisten sering dites, namun tidak tertembus maka akan semakin melemah. Sesuai dengan chart, Bitcoin sedang berada di bawah garis resistennya dan kemungkinan akan terpantul ke bawah, namun ada support di harga US$ 28.700 yang menahan harga BTC. 

“Jika Bitcoin kembali menyentuh US$ 29.500 dan mampu menembus US$ 30.000, kemudian bertahan maka kemungkinan BTC akan melanjutkan bullish. Namun perlu catatan juga bisa saja whales atau institusi sedang mencari likuiditas dengan cara membuat fake breakout,” terang Fyqieh. 

Apabila benar terjadi penurunan untuk Bitcoin maka target selanjutnya di harga US$ 25.000. hal ini dimunculkan narasi China banned Bitcoin yang merupakan narasi lama, namun bisa dijadikan pertanda adanya bearish untuk aset kripto. Bitcoin memerlukan 1x crash lagi sebelum halving. ini biasa terjadi di setiap sebelum halving. Crash ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk dan investasi di Bitcoin.

Cardano (ADA) Potensi Koreksi

ADA/USD BINANCE by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: Investor Kripto Indonesia Capai 17,14 Juta hingga Q1 2023, Transaksi?

Cardano memiliki potensi untuk melanjutkan penurunan setelah relinya pada kuartal pertama. Potensi penurunan Cardano sebesar 16 persen di harga setelah break down. Untuk target penurunannya berada pada US$ 0,332. Walaupun Cardano memiliki TVL jumbo sebesar US$ 151 juta atau senilai Rp 2,2 triliun. namun tren TVL juga mengalami penurunan.

Total Value Lock di Cardano mengalami peningkatan yang sangat tinggi bahkan ter-cover 30 persen dari TVL pada harga tahun lalunya di bulan Januari 2022 dengan harga US$ 1,5, namun harga Cardano tidak meningkat secara signifikan. Ada efek bearish namun total Cardano yang di-lock mengalami peningkatan luar biasa dengan total sebesar 385 juta ADA dibanding tahun lalu sebesar 78 juta Cardano setelah smart contract untuk support pembuatan DeFi di blockchain Cardano berjalan. Ini artinya bahwa banyak investor yang percaya dan hold Cardano untuk jangka panjang

Jasmy Coin (Jasmy) Potensi Naik

Jasmy/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Pergerakan aset kripto jasmy memiliki potensi kenaikan setelah terkonfirmasi terbentuk handle and cup. Pola ini memiliki potensi untuk bullish dengan ditandainya telah breakout dari garis resistennya di harga US$ 0,0068 dan bergerak menuju US$ 0,0084 dengan potensi keuntungan sebesar 22 persen. Jika Jasmy kembali ke harga support-nya di area US$ 0,0066, maka kemungkinan jasmy akan mengalami lanjutan koreksi. 

Jika menggunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Kripto Indonesia Capai 17,14 Juta hingga Q1 2023, Transaksi?

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melaporkan perkembangan jumlah investor aset kripto di Indonesia yang terus tumbuh. Di samping itu, market kripto di Tanah Air mulai pulih berbarengan dengan situasi ekonomi global yang tengah bangkit.

Bappebti mencatat total investor kripto di Indonesia telah mencapai 17,14 juta orang hingga Maret 2023 atau kuartal I 2023. Jumlah tersebut bertambah 15.000 orang dibandingkan pada bulan Februari 2023. Jika dibandingkan setahun sebelumnya, total pelanggan terdaftar aset kripto telah bertambah sekitar 4,37 juta orang atau 34,2 persen.

Data ini menyebutkan terjadi pelambatan pertumbuhan. Alasan terbesarnya melihat kondisi saat ini tengah terjadi tren menurunnya nilai transaksi kripto di dalam negeri.

Transaksi Kripto

menampilkan illustrasi grafik harga aset kripto
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Kripto Bitcoin, Ethereum Naik

Bappebti melaporkan pada Maret 2023, nilai transaksi kripto di Indonesia sebesar Rp 12,54 triliun. Nilai tersebut menurun 9,13 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang sebesar Rp 13,8 triliun.

Jika dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar Rp 46,44 triliun pada kuartal I 2022, nilai transaksi kripto di dalam negeri juga merosot hingga 73 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan anjloknya harga sejumlah aset kripto di pasar global dalam setahun terakhir.

Banyak klaim bahwa pasar kripto dinilai mulai jenuh. Untuk itu Bappebti terus sosialisasi tersebut yakni agar masyarakat Indonesia lebih memahami bahwa aset kripto merupakan aset yang volatil dan berisiko.

Literasi Kripto

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

Baca juga: Aktivitas Trading Investor Kripto Meningkat Selama Ramadhan 1444 H

Bappebti telah meluncurkan inisiatif baru dalam bentuk program literasi kripto yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aset kripto. Melalui program ini, Bappebti berharap dapat mengurangi risiko penipuan dan praktik ilegal yang kerap terjadi dalam dunia kripto.

Bappebti mempromosikan slogan 2 L, yaitu Legal dan Logis. Dengan slogan itu, diharapkan masyarakat berpikir lebih legal dan logis saat berinvestasi.

“Kami perkuat literasi itu, jadi baik aset kripto maupun perdagangan berjangka komoditi, kami lakukan promosi sosialisasi yang sangat masif ke berbagai pelosok Indonesia,” kata Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko dalam keterangan resminya dikutip Jumat (21/4).

Didid mengakui pentingnya literasi kripto dalam menjaga kestabilan sektor keuangan dan melindungi konsumen. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mata uang kripto, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam berinvestasi serta mengurangi risiko yang mungkin timbul dari penggunaan teknologi ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Kripto Bitcoin, Ethereum Naik

Federal Reserve atau The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada hari Kamis (4/5) dinihari. Saat pengumuman itu rilis, market kripto kembali bergairah dan harga Bitcoin, Ethereum langsung melonjak tinggi.

Untuk mendinginkan ekonomi yang terlalu panas dan menjinakkan harga yang melonjak, The Fed kini telah mengirimkan rentetan 10 kenaikan suku bunga berturut-turut sejak Maret 2022. Hal itu membawa suku bunga dana federal ke kisaran 5 persen hingga 5,25 persen.

CME FedWatch Tools, peningkatan seperempat persen telah diprediksi secara luas, karena menunjukkan investor memberi peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan Mei ini 85 persen pasti terjadi.

“Inflasi agak moderat sejak pertengahan tahun lalu,” kata Ketua The FEd, Jerome Powell saat konferensi pers. “Meskipun demikian, tekanan inflasi terus tinggi, dan proses untuk menurunkan inflasi menjadi 2% masih jauh.”

Gerak Market Kripto

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed yang kembali menaikkan suku bunga. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Analis Peringatkan Proyeksi Resesi dan Lebih Banyak Kegagalan Bank

Aset kripto Bitcoin (BTC) sempat sedikit turun sebelum pengumuman The Fed, itu menyebabkan kembali kerugian dan berada di sekitar US$ 28.634, menurut CoinGecko. Ethereum berbalik arah juga, mendorong lebih tinggi di belakang pernyataan Fed menjadi US$ 1.886, naik 1,2 persaen dalam beberapa hari terakhir.

Bitcoin akhirnya kembali naik 1,25% menyusul kenaikan suku bunga The Fed dan mengakhiri hari di US$ 29.937. BTC mengakhiri hari itu dengan US$ 29.000 untuk pertama kalinya dalam tiga sesi. Selama periode yang sama, Nasdaq Composite telah meningkat sekitar 17%.

Sepanjang tahun ini, Bitcoin dan Ethereum telah membukukan keuntungan masing-masing sekitar 70 persen dan 50 persen, sebagian dengan anggapan bahwa The Fed dapat segera menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan memangkas suku bunga di akhir tahun. Itu karena pedagang cenderung menghindari aset “berisiko,” seperti BTC dan ETH, ketika mereka mengharapkan bank sentral AS melanjutkan kebijakan moneter agresifnya untuk mengendalikan inflasi.

Langkah The Fed

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell bicara soal kenaikan suku bunga. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: Drama First Republic Bank Sempat Bikin Sinyal Bullish Harga Bitcoin

Selama beberapa bulan, Powell telah mengatakan berulang kali bahwa “peningkatan berkelanjutan” akan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target Fed sebesar 2 persen. Inflasi melonjak menjadi 9,1 persen pada Juni 2022, tertinggi sejak 1981.

Namun, nada suara Powell mulai berubah pada bulan Maret setelah gejolak muncul di sektor perbankan AS yang menyebabkan jatuhnya pemberi pinjaman seperti Signature Bank dan Silicon Valley Bank.

Alih-alih mengatakan bahwa “peningkatan (suku bunga) yang sedang berlangsung” kemungkinan akan diperlukan, Powell mengatakan, “beberapa pengetatan kebijakan tambahan mungkin tepat” di Komite Pasar Terbuka Federal bank sentral AS sebelumnya.

Sekarang, Fed dihadapkan dengan potensi krisis plafon utang, di mana AS berisiko gagal bayar utangnya untuk pertama kalinya dalam sejarah. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen memperingatkan hal itu bisa terjadi paling cepat 1 Juni jika Kongres tidak dapat mencapai kesepakatan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis Peringatkan Proyeksi Resesi dan Lebih Banyak Kegagalan Bank

Para analis keuangan memperingatkan kemungkinan terjadinya kegagalan bank lebih lanjut, resesi potensial, dan dampak global akibat runtuhnya First Republic Bank baru-baru ini. Bank yang berbasis di California tersebut telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun sebelum tiba-tiba runtuh, membuat banyak nasabah dan investor terkejut.

Meskipun alasan pasti kegagalan bank tidak diungkap secara detail ke publik, beberapa analis percaya bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh investasi berat bank dalam aset dan pinjaman yang berisiko. Runtuhnya bank besar dan mapan seperti ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas sektor keuangan, baik di AS maupun secara global.

Para ahli memperingatkan bahwa ini bisa menjadi awal dari tren kegagalan bank yang lebih besar, mirip dengan yang terjadi selama krisis keuangan 2008. Ketika bank-bank berjuang dengan utang yang meningkat dan ketidakpastian ekonomi, ada risiko bahwa lebih banyak bank akan mengikuti jejak First Republic Bank.

Dampak Negatif

Ilustrasi market turun.
Ilustrasi market turun.

Baca juga: Investor Diminta Tetap Tenang di Tengah Penurunan Harga Bitcoin

Dampak dari kegagalan semacam itu bisa dirasakan jauh di luar sektor keuangan. Resesi bisa dipicu, dengan hilangnya lapangan kerja dan penurunan ekonomi yang mempengaruhi industri di seluruh sektor. Ekonomi global, yang sudah rapuh karena pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, juga bisa terpengaruh oleh kejadian semacam ini.

Lembaga keuangan dan pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah skenario semacam itu terjadi. Ini termasuk regulasi yang lebih ketat dan pengawasan bank, serta langkah-langkah untuk mendukung institusi yang berjuang dan mencegah kepanikan yang meluas di pasar keuangan.

Pada akhirnya, runtuhnya First Republic Bank merupakan peringatan bagi sektor keuangan dan ekonomi secara keseluruhan. Penting untuk mengambil tindakan untuk mencegah kegagalan bank lebih lanjut dan melindungi terhadap konsekuensi yang dapat sangat merusak yang dapat menyertainya.

Sikap The Fed

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: MicroStrategy Hasilkan Laba Kuartalan I dalam Dua Tahun dari Bitcoin

Beberapa analis percaya bahwa kegagalan bank ini ada hubungannya dengan kebijakan hawkish dari Federal Reserve AS, yang secara konsisten menaikkan suku bunga untuk menurunkan tingkat inflasi hingga 2% sejak tahun lalu. Tentang ini, Piskorski menjelaskan:

Dikutip Bitcoin.com, ada ratusan bank yang memiliki nilai pasar aset saat ini kurang dari nilai nominal utang, dan (krisis) terutama disebabkan oleh kenaikan suku bunga oleh Fed.

Hal ini mungkin menyebabkan pemerintah AS menghadapi dilema yang tak terpecahkan, menurut Gao Lingyun, dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok di Beijing. The Fed harus menaikkan suku bunga untuk menurunkan tingkat inflasi, tetapi mempengaruhi nilai pinjaman yang dibuat oleh bank ketika tingkat yang sama lebih rendah, meningkatkan risiko gagal bayar. Ini, pada gilirannya, dapat berkontribusi pada resesi di masa depan dan kegagalan bank lainnya di lebih banyak negara, Gao memperingatkan.



Sumber : news.tokocrypto.com

MicroStrategy Hasilkan Laba Kuartalan I dalam Dua Tahun dari Bitcoin

MicroStrategy, penyedia perangkat lunak intelijen bisnis terkemuka, melaporkan laba kuartalan pertama dalam dua tahun berkat taruhan berani perusahaan pada Bitcoin (BTC). Laporan keuangan baru-baru ini menunjukkan bahwa investasi strategis dalam aset kripto kripto populer ini telah memberikan hasil.

Pada Agustus 2020, MicroStrategy menjadi sorotan ketika mengumumkan pembelian 21.454 Bitcoin, senilai sekitar US$ 250 juta. Sejak saat itu, perusahaan terus berinvestasi dalam aset digital ini, pada akhirnya mengumpulkan lebih dari 90.000 Bitcoin. Seiring meningkatnya nilai Bitcoin, begitu pula nilai kepemilikan MicroStrategy.

Hasil keuangan kuartal pertama perusahaan menunjukkan pendapatan bersih sebesar US$ 31,4 juta, dibandingkan dengan kerugian sebesar US$ 30,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kembalinya laba ini sebagian besar dapat diatribusikan pada investasi Bitcoin, yang telah melampaui kinerja aset lain dalam portofolio MicroStrategy.

Laba MicroStrategy

ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Survei: Banyak Orang Yakin Investasi Aset Kripto Bisa untuk Dana Pensiun

Laba yang cukup besar ini telah menyebabkan kenaikan harga saham MicroStrategy, yang naik sekitar 5 persen setelah laporan keuangan dirilis. Analis pasar memuji langkah strategis perusahaan ke dalam Bitcoin, dengan beberapa mengatakan bahwa keputusan tersebut berpotensi mengubah cara pandang perusahaan lain terhadap investasi dalam aset digital.

Seiring semakin banyaknya investor yang tertarik pada Bitcoin, lebih banyak perusahaan mungkin akan mempertimbangkan mengikuti jejak MicroStrategy dan mengintegrasikan mata uang kripto ini ke dalam strategi investasi mereka.

Keberhasilan taruhan Bitcoin MicroStrategy menjadi bukti potensi aset digital untuk memberikan imbal hasil yang signifikan, bahkan ketika pasar tradisional menghadapi ketidakpastian yang berkelanjutan.

Akumulasi Bitcoin

microstrategy borong bitcoin
Ilustrasi MicroStrategy dan Bitcoin.

Baca juga: Visa Buka Banyak Lowongan Kerja Developer Kripto, Berapa Gajinya?

MicroStrategy memiliki fokus jangka panjang dan pendekatan yang dikelola risiko untuk strategi Bitcoinnya. Sejak tahun 2020 perusahaan terus membeli Bitcoin, dengan pembelian terbaru adalah 1045 Bitcoin awal bulan lalu.

Microstrategy saat ini memiliki 140.000 Bitcoin dengan biaya agregat US$ 4,2 miliar atau rata-rata sekitar US$ 29.800 per Bitcoin. Hal ini menjadikan MicroStrategy pemegang perusahaan Bitcoin terbesar yang diperdagangkan secara publik di dunia.

Keputusan MicroStrategy untuk berinvestasi besar-besaran dalam Bitcoin telah menjadi kontroversi, dengan beberapa investor menyatakan keprihatinan tentang volatilitas mata uang kripto.

Namun, Michael Saylor, sekarang Ketua Eksekutif perusahaan, tetap bullish pada Bitcoin, mengatakan itu “100% lebih baik daripada emas.” Dia juga berpendapat bahwa Bitcoin adalah lindung nilai terhadap inflasi dan aset safe-haven selama ketidakpastian ekonomi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Banyak Orang Yakin Investasi Aset Kripto Bisa untuk Dana Pensiun

Sebuah survei baru-baru ini mengungkap banyak orang yang menyakini investasi aset kripto bisa dijadikan prospek jangka panjang untuk menyiapkan dana pensiun. Nilai kripto yang diklaim akan terus berpotensi naik bisa menjadi keuntungan bagi investor.

Survei yang dilakukan oleh BitcoinIRA, menunjukan bahwa sentimen investor tetap bullish pada aset kripto, terlepas dari volatilitas dan tantangan pasar. Mayoritas responden melihat aset digital sebagai kelas aset yang sah dan perintis dan percaya bahwa regulasi yang meningkat membuat investasi kripto lebih menarik.

Survei menyoroti bahwa 72 persen peserta akan merekomendasikan keluarga atau teman untuk berinvestasi dalam aset kripto. Selain itu, 51 persen responden sedang mempertimbangkan untuk memasukkan kripto ke dalam portofolio pensiun mereka, sementara 27 persen sudah melakukannya.

Motivasi utama untuk berinvestasi dalam kripto termasuk spekulasi harga, diversifikasi portofolio, mengejar pensiun, dan lindung nilai inflasi.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Memecoin Pepe (PEPE) Tembus 100 Besar Aset Kripto Paling Berharga

Bitcoin (BTC) tetap menjadi pilihan utama bagi investor, dengan 69 persen responden memilihnya sebagai aset kripto pilihan mereka. Ethereum (ETH) mendapat peringkat sebagai altcoin yang paling banyak diminta untuk investasi kripto, mengumpulkan 18 persen suara.

Temuan survei menunjukkan bahwa meskipun terjadi gejolak pasar baru-baru ini, investor optimis tentang masa depan aset digital dan peran mereka dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

Singkatnya, survei menemukan bahwa sentimen investor tetap bullish pada aset digital meskipun aksi dan peristiwa pasar bergejolak. Investor kripto sebagian besar berspekulasi harga akan naik, dan terus mengandalkan kripto untuk melakukan lindung nilai terhadap inflasi dan meningkatkan masalah keamanan sosial.

Lindung Inflasi

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

Baca juga: Korelasi Bitcoin-Emas Mencapai Fase Tertinggi Sepanjang Masa

Lebih dari setengahnya melihat kripto sebagai kelas aset yang sah dan luar biasa, dan lebih dari setengahnya setuju bahwa regulasi kripto membuat investasi digital lebih menarik.

“Meskipun komunitas kripto telah diuji oleh peristiwa baru-baru ini, investor memiliki antusiasme baru untuk aset digital,” kata Chris Kline, Co-founder dan Chief Revenue Officer BitcoinIRA.

“Orang Amerika percaya bahwa memperkuat peraturan kripto akan menguntungkan kami. Investor kripto terus melihat aset digital sebagai instrumen utama dalam diversifikasi portofolio pensiunan, serta lindung nilai terhadap inflasi dan kekhawatiran yang meningkat tentang jaminan sosial. BitcoinIRA bersemangat untuk menjadi bagian dari solusi bagi orang Amerika yang mencari aset alternatif untuk tabungan mereka.”

Metodologi survei pandangan kripto dikirim pada Februari 2023 ke sekelompok individu secara acak. 445 responden berpartisipasi. Individu tidak menerima kompensasi atau juga untuk partisipasi mereka dalam survei.



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Kripto Altcoin yang Bisa Masuk Watchlist Bulan Mei 2023

Banyak aset kripto, terutama altcoin yang bisa diperhatikan atau masuk watchlist untuk bulan Mei 2023 ini. Beberapa di antara diprediksi akan mengalami kenaikan harga yang didorong oleh sentimen tertentu. Apa saja itu?

Istilah altcoin mengacu pada aset kripto selain Bitcoin (BTC). Menurut laporan Be[in]crypto, setidaknya ada lima altcoin yang layak masuk watchlist bulan Mei ini. Altcoin dalam daftar ini diproyeksikan memiliki perkembangan positif dianalisis untuk menilai potensinya.

Avalanche (AVAX)

Pengembangan aset kripto AVAX akan menyelenggarakan Avalanche Summit pada 3-5 Mei 2023. Ini akan menampilkan lebih dari 300 pembicara dan memiliki lebih dari 125 sesi panel dengan berbagai topik blockchain. Acara akbar ini dapat memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk harga AVAX , yang telah jatuh di bawah garis resistensi turun sejak awal Februari lalu.

Harga AVAX juga menyimpang di atas garis resistensi pada pertengahan April sebelum jatuh di bawahnya sesudahnya. Kini, harga altcoin diperdagangkan pada garis support menaik yang sudah ada sejak awal tahun.

Grafik Harian AVAX/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Harian AVAX/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Riset: Kuartal I Tahun 2023 Pasar Kripto Tumbuh Signifikan, Bitcoin Juara

Dikombinasikan dengan garis resistensi, ini menciptakan segitiga simetris, yang dianggap sebagai pola netral. Oleh karena itu, ini menunjukkan bahwa breakout dan breakdown mungkin terjadi. AVAX dapat bergerak ke area resistensi US$ 21,50 jika terjadi penembusan. Namun, jika kerusakan terjadi, penurunan menjadi US$ 15 dapat terjadi.

Gala (GAL)

Peluncuran GALA(v2) akan dilakukan pada tanggal 15 Mei mendatang. Pembaruan ini akan menghadirkan berbagai peningkatan baru, seperti mekanisme burning dan keamanan yang disempurnakan. Semua pemegang GALA(v1) akan menerima token baru dalam penurunan 1:1, setelah itu token GALA (v1) tidak lagi didukung.

Terlepas dari berita positif, pergerakan altcoin GAL stagnan dari garis support naik pada 25 April. Sebelumnya, garis tersebut sudah ada sejak awal tahun. Terobosan seperti itu biasanya berarti bahwa tren sebelumnya telah berakhir.

Grafik Harian GAL/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Harian GAL/USDT. Sumber: TradingView.

Jika penurunan berlanjut, area support terdekat akan berada di US$ 0,031. Di sisi lain, jika harga GALA merebut kembali garis support, maka bisa naik ke resistance berikutnya di US$ 0,049.

eCash (XEC)

Jaringan eCash akan menjalani pemutakhiran besar-besaran pada 15 Mei mendatang. Upgrade akan mencakup banyak fitur, seperti menghapus batas transaksi berantai dan memindahkan dana penambang keluar dari aturan konsensus.

Mirip dengan kripto altcoin AVAX, harga XEC diperdagangkan di dalam segitiga simetris yang dianggap sebagai pola netral. Jika tembus, support terdekat berikutnya akan berada di US$ 0,000026. Namun, jika penembusan terjadi, resistensi berikutnya akan berada di US$ 0,000033.

Grafik Harian XEC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Harian XEC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Pasar Kripto Berhasil Bangkit Setelah Gerak Liar Sepekan Terakhir

Lido DAO (LDO)

Lido DAO diperkirakan akan merilis upgrade mainnet barunya pada pertengahan Mei. Meskipun ini merupakan perkembangan positif, aksi harga menunjukkan tanda-tanda bearish. Harga LDO berjuang untuk memulai pemantulan di area support horizontal US$ 2. Selain itu, telah menciptakan kepala dan bahu, yang dianggap sebagai pola bearish.

Jika altcoin rusak dari area US$ 2, harganya bisa turun menjadi US$ 1,30. Prakiraan bearish ini tidak akan valid jika LDO malah memantul dan keluar dari garis resistensi turunnya. Dalam hal ini, harga dapat meningkat menjadi US$ 2,80.

Bagan Harian LDO/USDT. Sumber: TradingView.
Bagan Harian LDO/USDT. Sumber: TradingView.

Vechain (VET)

Pembaruan wallet seluler VechainThor akan berlangsung pada 4 Mei. Ini dapat memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk harga VET , yang berjuang untuk memulai reli dari area dukungan US$ 0,022. Selain menjadi area support horizontal, ini juga merupakan level support retracement Fib 0,618.

Jika berhasil, kenaikan menjadi US$ 0,027 bisa menyusul. Namun, penembusan darinya dapat menyebabkan penurunan menuju area dukungan US$ 0,020.

Grafik Harian VET/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Harian VET/USDT. Sumber: TradingView.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Berhasil Bangkit Setelah Gerak Liar Sepekan Terakhir

Pekan ini menjadi periode yang sibuk untuk pasar kripto. Hingga tengah pekan terakhir April ini, harga Bitcoin (BTC) sempat turun 10% dalam seminggu terakhir, padahal sebelumnya aset kripto ini mengalami kenaikan harga hingga US$ 31.000, namun beberapa hari kemudian terkoreksi hingga di level US$ 27.000.

Faktor utama pendorong BTC kembali mendapatkan sinyal bullish adalah kolapsnya saham First Republic Bank. Ketika itu Bitcoin telah mengklaim kembali level US$ 28.000 dari US$ 27.000. kenaikan US$ 1.000 adalah perkembangan penting, kemampuan Bitcoin untuk retest dan menahan garis support merupakan sesuatu yang krusial. Pasalnya, jika level ini bertahan maka hal tersebut dapat menanamkan kepercayaan pada bulls kripto untuk mendorong harga lebih tinggi. 

“Kenaikan harga yang tiba-tiba ini dapat mengarah pada prospek BTC yang sangat positif. Dalam beberapa bulan terakhir, bank tradisional telah sedang alami masalah likuiditas dan kebangkrutan. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan bagi kripto seperti Bitcoin secara signifikan. Investor beralih banyak yang beralih pada Bitcoin atau emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan sistem keuangan,” kata Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.

Naik-turun Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Aktivitas Trading Investor Kripto Meningkat Selama Ramadhan 1444 H

Namun, kebahagiaan tidak berlangsung lama. Harga Bitcoin (BTC) kembali beraksi layaknya roller coaster dengan penurunan drastis sekitar 7 persen dalam waktu satu jam saja, dari US$ 29.850 menjadi US$ 27.341 pada Kamis (27/4).

Penurunan tersebut dikaitkan oleh kesalahan perusahaan analitik blockchain, Arkham Intelligence yang mengirimkan peringatan yang salah kepada pengguna mereka bahwa wallet yang terkait dengan Mt. Gox dan pemerintah Amerika Serikat telah mulai memindahkan sejumlah besar Bitcoin. Setelah kabar itu dibantah Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan mulai bangkit dan kini bergerak sideways cenderung masih nyaman di zona hijau. 

Sinyal bullish masih kuat untuk pasar kripto dari indikator makroekonomi. Banyak faktor pendukungnya, seperti Ekonomi AS tumbuh dengan kenaikan PDB sebesar 1,1% di Q1. Klaim pengangguran turun dari 246 ribu menjadi 230 ribu, menghilangkan kekhawatiran langsung atas pasar tenaga kerja AS.

Sentimen Bullish

Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Riset: Kuartal I Tahun 2023 Pasar Kripto Tumbuh Signifikan, Bitcoin Juara

Di samping itu, laporan pendapatan perusahaan mendukung sesi bullish, dengan pasar merespons positif hasil dari Meta (META) dan Amazon.com (AMZN). Indeks saham AS pun positif NASDAQ naik 2,43%, dengan Dow dan S&P 500 mengakhiri hari masing-masing naik 1,96% dan 1,57%. 

“Sentimen bull juga semakin kuat terlihat dari Bitcoin Fear and Greed Index yang melonjak tinggi pada Jumat (28/4) berada di level 64, kategori Greed. Angka ini naik drastis dari hari sebelumnya yang berada angka 59. Kenaikan ini juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau terus melemah di level 101 (-0,04),” tutur Fyqieh.

BTC perlu melewati level US$ 29.888 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Pertama (R1) di US$ 30.113 yang akan menandakan sesi bullish diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 30.747. Level Resistensi Utama Ketiga (R3) berada di US$ 32.240.

Hal yang perlu diwaspadai oleh investor saat ini adalah rapat FOMC The Fed minggu depan. CME FedWatch Tool saat ini menunjukkan probabilitas 87% dari kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan kebijakan moneter The Fed nanti. Ini bisa menjadi sinyal bullish selanjutnya untuk Bitcoin dan pasar kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com