Tag Archives: kripto

Kapitalisasi Tokenized US Treasurys Naik Lebih dari $1 Miliar, Ada Apa?

Pasar tokenized US Treasurys mencatat lonjakan signifikan sejak awal 2026. Kapitalisasi pasar instrumen surat utang pemerintah AS yang ditokenisasi naik dari sekitar $8,9 miliar pada 1 Januari menjadi lebih dari $10,8 miliar, atau bertambah lebih dari $1 miliar dalam waktu kurang dari dua bulan, berdasarkan data RWA.xyz.

Tokenized US Treasurys merupakan surat utang pemerintah AS yang diterbitkan sebagai aset dunia nyata (real-world assets/RWA) dan direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain. Instrumen ini memungkinkan investor mengakses eksposur obligasi pemerintah melalui infrastruktur kripto.

Tumbuh 50 Kali Lipat Sejak 2024, Didukung Produk BlackRock

Pertumbuhan pasar ini disebut telah melonjak sekitar 50 kali lipat sejak 2024, menurut data Token Terminal. Salah satu pendorong utama adalah peluncuran USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL) oleh BlackRock pada Maret 2024.

Produk tersebut kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $1,2 miliar dan menjadi salah satu contoh integrasi institusi ke dalam ekosistem tokenisasi aset berbasis blockchain.

Menariknya, kenaikan pasar tokenized Treasurys terjadi di tengah tekanan luas di pasar kripto sejak Oktober 2025, meningkatnya utang pemerintah AS, serta ketidakpastian makroekonomi global. Indeks ketidakpastian global bahkan mencapai level tertinggi sepanjang masa pada 2025, berdasarkan data Federal Reserve Bank of St. Louis.

Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

DTCC Siap Luncurkan Layanan Tokenisasi Surat Utang

Momentum ini juga diperkuat oleh rencana Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) untuk meluncurkan layanan tokenisasi aset, dimulai dari US Treasurys. Pengumuman tersebut disampaikan pada Desember 2025.

DTCC, lembaga kliring terbesar di dunia yang menyelesaikan transaksi senilai $3,7 kuadriliun pada 2024, berencana memperluas layanan tersebut ke berbagai kelas aset lain, termasuk exchange-traded funds (ETF) dan saham.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa tokenisasi aset tradisional semakin diterima dalam infrastruktur keuangan global.

Surat Utang AS Jadi Fondasi, Blockchain Jadi Infrastruktur Baru

Dilaporkan Cointelegraph, US Treasurys selama ini dianggap sebagai tulang punggung sistem keuangan global karena likuiditasnya yang tinggi. Banyak korporasi dan institusi menggunakan obligasi jangka pendek—berdurasi satu tahun atau kurang—sebagai pengganti kas fisik.

Dengan tokenisasi, surat utang tersebut kini dapat diterbitkan dan diperdagangkan di jaringan blockchain. Pendukung teknologi ini menilai tren tersebut berpotensi membawa arus pendapatan baru bagi jaringan blockchain tempat aset tersebut diterbitkan.

Lonjakan kapitalisasi tokenized US Treasurys menunjukkan bahwa di tengah volatilitas kripto dan ketidakpastian ekonomi global, investor tetap mencari instrumen yang dianggap aman—namun kini melalui jalur digital berbasis blockchain.

Menurut Tim Research Tokocrypto, RWA (Real World Assets) membuktikan diri sebagai sektor yang tahan banting (resilient). Kenaikan M dalam dua bulan di tengah pasar yang volatil menunjukkan bahwa institusi lebih memilih keamanan Treasury AS yang efisien secara on-chain. Ini adalah fondasi bagi integrasi triliunan dolar aset tradisional ke ekosistem blockchain.

Baca juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga UNI Menguat, Pasar Merespons Voting Governance

Token Uniswap (UNI) naik sekitar 15% dalam 24 jam terakhir, mengungguli kenaikan bitcoin yang sekitar 4–5% dan ether yang sekitar 8% pada periode yang sama. Penguatan UNI terjadi seiring respons pasar terhadap voting governance Uniswap yang menargetkan perluasan mekanisme pengambilan fee protokol (fee switch) di sejumlah jaringan layer-2

Apa yang dibahas dalam proposal fee switch terbaru

Proposal governance tersebut, yang dibagi menjadi dua voting on-chain karena batas transaksi, berfokus pada aktivasi fee protokol lintas jaringan.

Jika disetujui, fee switch akan diperluas ke delapan chain tambahan dan menerapkan sistem fee v3 berbasis tier sebagai default untuk seluruh pool likuiditas, menggantikan skema sebelumnya yang mengaktifkan fee secara pool-by-pool.

Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Proposal juga dorong otomasi penarikan fee di v3

Selain perluasan chain, proposal memperkenalkan v3OpenFeeAdapter yang memungkinkan penerapan fee protokol secara seragam berdasarkan tier fee pool, tanpa perlu intervensi governance untuk mengaktifkan tiap pool satu per satu.

Coindesk melaporkan skema ini juga membuat pengambilan fee protokol otomatis untuk pool v3 baru, sehingga cakupan pengumpulan fee dapat meluas hingga pasangan perdagangan “long-tail” yang selama ini sulit dioptimalkan secara manual.

Sejumlah estimasi menilai perubahan ini berpotensi menambah sekitar US$27 juta pendapatan tahunan (annualized) di luar sekitar US$34 juta yang saat ini sudah dihasilkan dan digunakan untuk burn UNI. Sejak fase awal aktivasi fee switch pada akhir tahun lalu, Uniswap disebut telah melakukan burn lebih dari US$5,5 juta UNI, yang mengindikasikan laju tahunan sekitar US$34 juta pada level saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, transisi Uniswap menjadi protokol cross-chain yang menghasilkan pendapatan nyata adalah validasi besar bagi model bisnis DeFi.

“Dengan proyeksi pendapatan tambahan 7M, UNI bukan lagi sekadar token tata kelola tanpa fungsi, melainkan aset yang memiliki mekanisme ‘burn’ yang didorong oleh volume transaksi nyata di berbagai chain,” jelasnya.

Risiko dan perhatian pasar: daya saing likuiditas di layer-2

Meski potensi pendapatan protokol meningkat, dampak jangka panjang dinilai akan bergantung pada apakah peningkatan porsi fee yang “ditangkap” protokol akan memengaruhi daya saing Uniswap dalam menarik likuiditas—terutama di layer-2, tempat trader dan market maker sensitif terhadap biaya dan dapat berpindah ke platform lain.

Setelah bertahun-tahun mendorong volume tanpa arus pendapatan yang jelas bagi pemegang token, Uniswap kini mulai memperlihatkan kemampuan menahan pendapatan. Pada Q1 2026, Uniswap mencatat sekitar US$3,12 juta gross profit berdasarkan data DeFi Llama, dibandingkan periode sebelumnya yang disebut mendekati nol.

Jika voting lolos, langkah ini dipandang memperkuat transisi Uniswap menjadi protokol lintas-chain yang menghasilkan pendapatan, dengan burn UNI semakin terkait pada aktivitas trading agregat di luar Ethereum.

Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Keluar Rp1,3 Miliar, Ethereum Terancam Turun Lagi?

Harga Ethereum (ETH) kembali tertekan dan sempat turun ke kisaran $1.800 pada perdagangan sesi Asia, memperpanjang penurunan bulanan menjadi sekitar 38%. Tekanan ini terjadi di tengah sentimen risk-off global setelah kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump memperburuk kekhawatiran investor.

Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar $1.830–$2.030 dan kehilangan sejumlah level support penting dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan risiko penurunan lanjutan belum sepenuhnya mereda.

ETH Diperdagangkan di Bawah Realized Price

Salah satu sinyal bearish utama datang dari indikator realized price, yaitu rata-rata harga terakhir seluruh ETH berpindah tangan di jaringan. Saat ini, realized price Ethereum berada di sekitar $2.380, jauh di atas harga pasar.

Secara historis, ketika harga spot berada di bawah realized price, kondisi tersebut sering kali menandai fase lanjutan tren turun. Banyak pemegang aset berada dalam posisi rugi, yang dapat memicu tekanan jual tambahan akibat kepanikan.

Dilaporkan Cointelegraph, situasi serupa terjadi pada Juni 2022 setelah krisis Terra Luna, ketika ETH turun 45% setelah jatuh di bawah realized price. Pola yang hampir sama juga terlihat pada 2018 sebelum harga anjlok lebih dalam.

Pola Teknikal Masih Menguntungkan Bear

Dari sisi teknikal jangka panjang, ETH belum menunjukkan sinyal pembentukan dasar harga. Dalam siklus sebelumnya, titik terendah umumnya terjadi setelah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 minggu memotong ke bawah EMA 100 minggu.

Saat ini, EMA 50 minggu masih berada sedikit di atas EMA 100 minggu, yang mengindikasikan tren turun belum sepenuhnya matang.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Di grafik harian, analis juga mengidentifikasi pola bear flag setelah sejumlah support penting ditembus. Pola ini biasanya menandakan kelanjutan tren turun, dengan proyeksi teknikal mengarah ke area $1.400–$1.500. Beberapa skenario ekstrem bahkan membuka kemungkinan penurunan lebih dalam apabila tekanan jual meningkat.

Coinbase Premium Negatif, ETF Terus Catat Outflow

Indikator lain yang memperkuat tekanan datang dari Coinbase Premium Index, yang mengukur selisih harga ETH di Coinbase dan Binance. Nilainya kini berada di wilayah negatif terdalam sejak 2022, menunjukkan tekanan jual yang kuat dari investor berbasis AS.

Secara historis, premium negatif ekstrem sering kali muncul saat fase kapitulasi pasar, ketika investor menjual dengan diskon.

Di sisi institusional, arus dana juga belum menunjukkan pemulihan. ETF spot Ethereum di AS mencatat outflow selama lima pekan berturut-turut, periode terpanjang sejak April 2025. Dalam rentang tersebut, hampir $1,3 miliar ditarik dari produk investasi tersebut, termasuk $123 juta pada pekan terakhir.

Data global juga menunjukkan outflow sekitar $36,5 juta dari produk investasi berbasis Ethereum dalam sepekan terakhir.

Apa Selanjutnya untuk Ethereum?

Dengan harga berada di bawah realized price, tekanan dari ETF outflow, serta sinyal teknikal yang masih negatif, Ethereum menghadapi tantangan besar dalam jangka pendek.

Area $1.800 kini menjadi level psikologis penting. Jika gagal bertahan, pasar dapat menguji zona support berikutnya di kisaran $1.500 atau lebih rendah. Sebaliknya, pemulihan berkelanjutan baru akan lebih meyakinkan jika ETH mampu kembali di atas $2.000 dan menunjukkan perbaikan pada arus dana institusional.

Untuk saat ini, struktur pasar masih mencerminkan dominasi penjual, sementara pembentukan dasar harga tampaknya belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi pasar saat ini mencerminkan kapitulasi ritel dan institusional yang parah, mirip dengan masa suram tahun 2022.

“Penurunan di bawah realized price sering kali mendahului koreksi lebih dalam sebesar 40-70% berdasarkan siklus sejarah. Target teknikal berikutnya berada di kisaran .400 – .500, kecuali ada pembalikan signifikan pada Coinbase Premium dan penghentian arus keluar ETF,” analisanya.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Investor Bitcoin berbasis on-chain saat ini mengalami tekanan terberat sepanjang siklus koreksi berjalan. Data menunjukkan trader $BTC mencatat realisasi kerugian terbesar dalam fase penurunan kali ini, seiring harga yang terus melemah dalam beberapa pekan terakhir.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran $67.375 dengan penurunan sekitar 2,8% dalam 24 jam terakhir. Dalam 30 hari, harga telah terkoreksi hampir 25%, sementara dalam 90 hari terakhir turun lebih dari 26%. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di sekitar $1,34 triliun, dengan volume perdagangan harian mendekati $48 miliar.

Tekanan ini mendorong banyak investor ritel keluar dari pasar setelah mengalami kerugian signifikan.

Ritel Menyerah, Whale Justru Agresif Akumulasi

Di tengah meningkatnya kerugian, data menunjukkan investor ritel mulai meninggalkan pasar. Fenomena ini biasanya ditandai dengan menurunnya partisipasi alamat kecil serta meningkatnya realisasi kerugian jangka pendek.

Namun, kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan perilaku whale. Pemegang besar Bitcoin dilaporkan terus meningkatkan akumulasi, bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan fase sebelumnya.

Perbedaan perilaku ini memperlihatkan kontras antara kepanikan ritel dan strategi jangka panjang investor besar yang memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi.

Koreksi, Bukan Bear Market?

Dilaporkan Crypto Quant, sejumlah analis menilai kondisi saat ini lebih mencerminkan fase koreksi dibandingkan awal bear market baru. Tingkat kerugian on-chain yang terjadi disebut-sebut mirip dengan situasi November 2019.

Pada periode tersebut, Bitcoin mengalami tekanan signifikan sebelum akhirnya memulai fase kenaikan besar pada tahun berikutnya. Pola historis ini menjadi dasar optimisme sebagian pelaku pasar bahwa fase saat ini bisa menjadi fondasi untuk pergerakan lebih tinggi.

Apa Selanjutnya untuk BTC?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta, struktur fundamental Bitcoin tetap relatif terbatas. Namun dalam jangka pendek, volatilitas masih berpotensi berlanjut, terutama jika tekanan jual dari investor jangka pendek belum mereda sepenuhnya.

Jika pola historis terulang, fase kapitulasi ritel dan akumulasi whale dapat menjadi titik transisi menuju siklus pemulihan berikutnya. Meski demikian, arah harga selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas sentimen pasar global dan arus likuiditas yang masuk kembali ke aset berisiko seperti kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan Bear Market, tapi koreksi sehat yang ekstrem. Kapitulasi retail adalah bahan bakar buat kenaikan berikutnya.

“Whales yang terus akumulasi di tengah kerugian retail menunjukkan adanya perpindahan aset dari ‘tangan lemah’ ke ‘tangan kuat’. G-Protocol Filter: Retail nangis, paus kenyang. Sejarah 2019 bakal terulang kalau paus nggak berhenti makan,” jelasnya.

Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Zebec Network Rilis SuperApp Desktop, Perluas Akses Pembayaran Kripto

Zebec Network resmi meluncurkan versi desktop dari SuperApp mereka, memperluas akses ekosistem pembayaran kripto ke perangkat komputer.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat utilitas platform, terutama bagi pengguna profesional dan korporasi yang membutuhkan manajemen keuangan lebih komprehensif.

SuperApp desktop tersebut mengintegrasikan seluruh layanan utama Zebec dalam satu antarmuka terpadu, mulai dari kartu debit kripto Silver dan Carbon, fitur streaming payroll berbasis blockchain, hingga staking token ZBCN.

Baca Juga: 3 Altcoin RWA yang Siap Bikin Kejutan Besar September Ini!

Integrasi Ekosistem dalam Satu Platform

Dengan hadirnya versi desktop, pengguna kini dapat mengakses seluruh fitur Zebec secara lebih efisien.

Sebelumnya, Coinmarketcal melaporkan bahwa sebagian besar layanan lebih terfokus pada pengalaman mobile.

Versi desktop memberikan fleksibilitas tambahan, khususnya bagi bisnis dan tim keuangan yang mengelola pembayaran rutin dalam skala besar.

Beberapa fitur utama yang terintegrasi dalam SuperApp desktop meliputi:

  • Kartu debit Silver dan Carbon, yang memungkinkan pengguna membelanjakan aset kripto untuk transaksi sehari-hari.
  • Streaming payroll di jaringan Solana, yang memungkinkan pembayaran gaji dilakukan secara real-time dan terprogram.
  • Staking ZBCN, memberikan peluang imbal hasil bagi pemegang token dalam satu dashboard terpadu.

Fitur streaming payroll yang berjalan di atas jaringan Solana menjadi salah satu pembeda utama Zebec dibandingkan platform pembayaran kripto lainnya.

Sistem ini memungkinkan pembayaran dilakukan per detik atau per interval tertentu, menghadirkan fleksibilitas dalam manajemen arus kas perusahaan.

Perkuat Posisi di Sektor Pembayaran Real-World

Integrasi kartu fisik dengan sistem payroll berbasis blockchain menunjukkan fokus Zebec pada sektor real-world payments.

Dengan menghadirkan kartu debit kripto yang dapat digunakan di jaringan pembayaran global, Zebec menjembatani aset digital dengan ekonomi konvensional.

Langkah ini dinilai memperkuat posisi Zebec sebagai pemain infrastruktur pembayaran berbasis blockchain yang tidak hanya berorientasi pada DeFi, tetapi juga pada penggunaan praktis sehari-hari.

Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ini membawa dampak strategis terhadap utilitas platform.

“Peluncuran SuperApp versi desktop meningkatkan utilitas dan kemudahan akses bagi pengguna profesional. Integrasi fitur payroll dan kartu fisik dalam satu platform memperkuat posisi Zebec di sektor pembayaran real-world. Waspadai volatilitas jangka pendek pasca-rilis (sell the news),” kata Tim Research Tokocrypto.

Dampak terhadap Token ZBCN

Dari sisi pasar, peluncuran produk baru sering kali memicu peningkatan minat spekulatif terhadap token terkait.

Dalam hal ini, token Zebec Protocol (ZBCN) berpotensi mengalami lonjakan volume perdagangan dalam jangka pendek.

Namun, fenomena buy the rumor, sell the news juga menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Setelah pengumuman resmi dirilis, trader jangka pendek kerap merealisasikan keuntungan, yang bisa memicu volatilitas harga.

Secara fundamental, peningkatan utilitas aplikasi dan konsolidasi fitur dalam satu platform dapat memperkuat nilai jangka panjang token, terutama jika adopsi meningkat di kalangan bisnis dan profesional.

Tren SuperApp di Industri Kripto

Konsep SuperApp sendiri semakin populer di industri blockchain.

Platform yang mampu menggabungkan berbagai layanan: mulai dari pembayaran, staking, hingga kartu debit dalam satu ekosistem dinilai lebih kompetitif dalam menarik dan mempertahankan pengguna.

Dengan pendekatan ini, Zebec tidak hanya membangun protokol, tetapi juga ekosistem aplikasi yang siap digunakan secara luas.

Fokus pada kemudahan akses dan integrasi layanan menjadi strategi penting di tengah persaingan ketat sektor fintech berbasis kripto.

Prospek ke Depan

Keberhasilan SuperApp desktop akan sangat bergantung pada tingkat adopsi dan pengalaman pengguna.

Jika Zebec mampu menghadirkan performa stabil, keamanan tinggi, dan integrasi pembayaran yang lancar, platform ini berpotensi memperluas pangsa pasar di sektor payroll kripto global.

Selain itu, sinergi antara staking, kartu debit, dan sistem pembayaran real-time menciptakan ekosistem yang saling mendukung.

Pengguna tidak hanya menyimpan dan membelanjakan kripto, tetapi juga dapat mengoptimalkan aset mereka melalui staking dalam satu aplikasi.

Baca Juga: 3 Altcoin ISO 20022 Ini Diam-Diam Naik, Market Cap Tembus $142 Miliar

Peluncuran SuperApp desktop oleh Zebec Network menjadi tonggak penting dalam evolusi platform pembayaran berbasis blockchain.

Dengan mengintegrasikan payroll streaming di Solana, kartu debit fisik, serta staking ZBCN dalam satu antarmuka, Zebec memperkuat posisinya di sektor pembayaran real-world.

Meski potensi volatilitas jangka pendek tetap ada, terutama karena dinamika pasar pasca-rilis, secara jangka panjang langkah ini meningkatkan utilitas dan daya saing ekosistem Zebec.

Bagi investor dan pengguna, fase ini menjadi momentum penting untuk memantau arah perkembangan platform dan adopsinya di pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Casper Network Gelar Vote #008, Tokenomics CSPR Berubah?

Casper Network (CSPR) tengah menjalankan pemungutan suara on-chain bertajuk Vote #008, sebuah proposal penting yang berpotensi mengubah struktur tokenomics jaringan.

Agenda utama dalam voting ini mencakup pembaruan pada skema emisi validator serta pengenalan mekanisme one-time issuance atau penerbitan token satu kali.

Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi pendanaan pertumbuhan ekosistem jangka panjang dan memperluas integrasi Casper ke pasar yang lebih luas.

Namun di sisi lain, perubahan ini juga memunculkan pertanyaan terkait potensi inflasi dan dampaknya terhadap nilai token Casper (CSPR).

Isi Proposal Vote #008

Merujuk pada laporan Coinmarketcal pada Kamis (26/2), proposal Vote #008 berfokus pada dua aspek utama, yaitu:

  1. Penyesuaian Emisi Validator
    Skema imbal hasil bagi validator berpotensi diperbarui, yang secara langsung memengaruhi tingkat inflasi tahunan jaringan dan return staking.
  2. One-Time Issuance Token
    Casper berencana melakukan penerbitan token satu kali untuk mendanai pertumbuhan ekosistem, termasuk pengembangan infrastruktur, kemitraan strategis, dan integrasi pasar utama.

Secara teoritis, langkah ini dapat memperkuat daya saing jaringan dalam jangka panjang.

Namun, setiap penerbitan token tambahan selalu membawa konsekuensi terhadap suplai beredar dan potensi dilusi bagi pemegang token saat ini.

Dampak terhadap Inflasi dan Staking

Perubahan pada emisi validator berarti adanya kemungkinan penyesuaian reward staking.

Jika tingkat emisi meningkat, maka inflasi token juga dapat bertambah. Sebaliknya, jika dilakukan optimalisasi distribusi, reward bisa menjadi lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, Tim Research Tokocrypto menilai hasil voting ini akan sangat menentukan arah jangka panjang CSPR.

“Ini adalah perubahan fundamental pada tokenomics CSPR yang dapat mempengaruhi inflasi dan imbal hasil staking. Hasil voting ini sangat krusial bagi valuasi jangka panjang; investor akan memantau apakah emisi tambahan ini dianggap sebagai dilusi atau investasi produktif bagi jaringan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Analisa tersebut menyoroti dilema klasik dalam ekonomi kripto: apakah penerbitan token baru akan menciptakan nilai melalui pertumbuhan ekosistem, atau justru menekan harga akibat bertambahnya suplai?

Dilusi atau Investasi Produktif?

Dalam konteks blockchain Layer-1, pendanaan ekosistem sering kali menjadi kunci untuk menarik developer, membangun aplikasi, dan memperluas adopsi.

Jika dana dari one-time issuance digunakan secara efektif: misalnya untuk hibah developer, integrasi institusional, atau ekspansi global, maka langkah ini bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang.

Namun, pasar kripto sangat sensitif terhadap isu inflasi. Investor cenderung bereaksi negatif jika menilai tambahan suplai sebagai bentuk dilusi tanpa proyeksi utilitas yang jelas.

Reaksi harga CSPR dalam jangka pendek kemungkinan akan sangat bergantung pada persepsi pasar terhadap proposal ini.

Jika komunitas melihatnya sebagai strategi ekspansi yang agresif namun terukur, sentimen bisa berubah positif. Sebaliknya, kekhawatiran inflasi dapat memicu tekanan jual.

Pentingnya Partisipasi Komunitas

Sebagai jaringan berbasis tata kelola on-chain, keputusan akhir berada di tangan komunitas dan validator.

Partisipasi aktif dalam voting menjadi indikator tingkat desentralisasi dan kepercayaan terhadap arah strategis jaringan.

Vote #008 juga mencerminkan kedewasaan ekosistem Casper dalam mengelola perubahan fundamental melalui mekanisme governance yang transparan.

Proses ini memberikan kesempatan bagi pemegang CSPR untuk menentukan masa depan ekonomi jaringan secara kolektif.

Prospek Jangka Panjang CSPR

Dalam jangka panjang, keberhasilan proposal ini akan sangat bergantung pada implementasi dan transparansi penggunaan dana.

Investor akan memantau beberapa faktor kunci, mulai dari tingkat inflasi pasca perubahan emisi, dampak terhadap reward staking, realisasi program pendanaan ekosistem, hingga respons pasar terhadap peningkatan suplai.

Jika strategi ini berhasil meningkatkan aktivitas jaringan dan adopsi, maka potensi apresiasi nilai jangka panjang tetap terbuka.

Namun volatilitas jangka pendek hampir tak terhindarkan, terutama selama periode voting dan pengumuman hasil.

Baca Juga: Pengenalan Konsep Ethereum Casper

Pemungutan suara on-chain Vote #008 di Casper Network menjadi momen krusial bagi masa depan tokenomics CSPR.

Proposal yang mencakup penyesuaian emisi validator dan penerbitan token satu kali berpotensi mengubah dinamika inflasi serta imbal hasil staking.

Investor kini menanti hasil voting untuk menentukan apakah langkah ini akan menjadi fondasi pertumbuhan baru atau memicu kekhawatiran dilusi.

Dalam dunia kripto yang bergerak cepat, keputusan governance seperti ini kerap menjadi penentu arah valuasi jangka panjang sebuah proyek blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

Harga BTC hari ini menunjukkan lonjakan signifikan setelah Bitcoin (BTC) menguat 4,28% dalam 24 jam terakhir ke level $68.206,06 per koin.

Kenaikan ini mempertegas momentum bullish jangka pendek, sekaligus membawa harga semakin dekat ke area psikologis $70.000.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,36 triliun dan volume perdagangan harian menyentuh $51,43 miliar, minat beli terlihat meningkat tajam dibandingkan sesi sebelumnya.

Lonjakan volume ini mengindikasikan partisipasi pasar yang kuat, baik dari trader ritel maupun institusional.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Masuki Zona Hijau, Bitcoin Naik ke $65.408

Pergerakan Harga 24 Jam: Volatil tapi Bullish

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga terendah $64.767,21 dan tertinggi di level $69.953,53.

Harga sempat hampir menembus $70.000 sebelum mengalami sedikit koreksi tipis (-0,06% dalam 1 jam terakhir). Meski demikian, struktur pergerakan tetap menunjukkan dominasi buyer.

Kenaikan harian sebesar $2.983,33 (+4,57%) menjadi salah satu reli intraday terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam 7 hari terakhir, BTC juga masih mencatatkan kenaikan +1,8%, mengindikasikan adanya pemulihan bertahap.

Namun, Tekanan Bulanan Masih Terasa

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski reli jangka pendek cukup agresif, performa dalam 30 hingga 90 hari terakhir masih mencerminkan fase koreksi:

  • 30 Hari: -23,05%
  • 60 Hari: -22,19%
  • 90 Hari: -25,15%

Artinya, meskipun saat ini BTC bangkit, tren menengah masih dalam proses pemulihan dari tekanan signifikan.

Kenaikan ke atas $68.000 bisa menjadi sinyal awal pembalikan tren, tetapi konfirmasi lebih lanjut masih dibutuhkan.

Posisi Terhadap Rekor Tertinggi

Bitcoin masih berada jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07.

Dengan suplai beredar mencapai 19,99 juta BTC atau sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC, aspek kelangkaan tetap menjadi narasi fundamental jangka panjang.

Fully Diluted Valuation (FDV) kini berada di kisaran $1,43 triliun, mendekati kapitalisasi pasar saat ini.

Struktur suplai yang hampir maksimal ini membuat setiap lonjakan permintaan berpotensi berdampak signifikan pada harga.

Analisa Teknikal: Uji Area Psikologis $70.000

Dari sisi teknikal, Tokocrypto mencatat adanya beberapa level penting yang perlu diperhatikan oleh para investor:

  • Support terdekat: $65.000
  • Support kuat: $64.700
  • Resistance utama: $70.000
  • Resistance lanjutan: $72.000

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan volume tinggi, potensi rally lanjutan menuju $72.000–$75.000 semakin terbuka.

Sebaliknya, jika terjadi penolakan kuat di area $69.900–$70.000, koreksi sehat menuju $65.000 bisa terjadi sebelum melanjutkan tren.

Lonjakan volume di atas $50 miliar menunjukkan bahwa pergerakan ini bukan sekadar pantulan teknikal kecil.

Namun, trader tetap perlu mengantisipasi volatilitas tinggi menjelang breakout area psikologis.

Faktor Sentimen Pasar

Sebagai aset kripto dengan peringkat pertama dan dominasi pasar terbesar, pergerakan Bitcoin sering menjadi penentu arah altcoin.

Reli kuat BTC biasanya diikuti arus dana masuk ke pasar kripto secara keseluruhan. Dengan kapitalisasi pasar menembus $1,36 triliun, sentimen global terhadap kripto tampak membaik.

Namun, faktor makro seperti kebijakan suku bunga, arus ETF, dan kondisi ekonomi global tetap menjadi katalis penting yang bisa mempercepat atau menghambat momentum ini.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, momentum berada di sisi bullish. Breakout valid di atas $70.000 akan menjadi konfirmasi teknikal penting bagi kelanjutan tren naik.

Namun, mengingat koreksi 3 bulan terakhir masih cukup dalam (-25%), sebagian analis melihat reli ini sebagai fase pemulihan awal, bukan euforia penuh.

Manajemen risiko tetap menjadi kunci, terutama bagi trader leverage yang rentan terhadap likuidasi saat volatilitas meningkat.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin ke $63.647, Masukin Fase Uji Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan kekuatan signifikan dengan kenaikan 4,28% ke $68.206. Volume tinggi dan struktur harga yang mendekati $70.000 memberikan sinyal positif bagi kelanjutan tren.

Area $70.000 kini menjadi level krusial yang akan menentukan arah selanjutnya: apakah Bitcoin siap melanjutkan reli menuju $75.000, atau justru mengalami koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan kenaikan?

Investor dan trader disarankan untuk memantau volume, sentimen pasar global, serta respons harga di area resistance psikologis tersebut dalam beberapa hari ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 3,32% ke $0,170, Masih Tertinggal dari Reli Pasar

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan 3,32% dalam 24 jam terakhir ke level $0,170, menunjukkan rebound moderat di tengah sentimen positif pasar kripto secara keseluruhan.

Namun, catatan Coinmarketcap menunjukkan bahwa kenaikan ini masih tertinggal dibandingkan reli total kapitalisasi pasar kripto yang melonjak 4,58% ke $2,35 triliun.

Artinya, meskipun PI ikut terdorong naik, performanya belum menunjukkan kekuatan independen yang signifikan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 0,91% ke $0,164, Ikuti Reli Bitcoin

Kenaikan Dipicu Sentimen Pasar Global

Pergerakan harga PI saat ini dinilai lebih bersifat beta-driven, yakni mengikuti arus kenaikan pasar kripto secara umum.

Ketika aset utama seperti Bitcoin (BTC) menguat dan kapitalisasi pasar meningkat, sebagian besar altcoin cenderung ikut terdorong naik.

Namun, dengan kenaikan 3,32% yang masih di bawah rata-rata pasar 4,58%, PI terlihat hanya mendapat dorongan moderat tanpa aliran modal besar yang masuk secara spesifik.

Ini menunjukkan bahwa token bergerak reaktif terhadap sentimen global, bukan karena adanya katalis internal seperti pembaruan jaringan, pengumuman strategis, atau lonjakan aktivitas on-chain.

Volume Naik, Tapi Belum Signifikan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Volume perdagangan PI tercatat naik 26% menjadi $17,16 juta.

Kenaikan volume ini memang mencerminkan peningkatan aktivitas pasar, tetapi belum tergolong lonjakan ekstrem yang biasanya mengindikasikan akumulasi besar atau perubahan tren kuat.

Tanpa adanya berita khusus atau sentimen viral yang mengangkat proyek, pergerakan harga PI saat ini lebih tepat dibaca sebagai rebound teknikal kecil di tengah tren menurun jangka menengah.

Dalam 7 hari terakhir, PI masih mencatatkan pelemahan sekitar -10,32%, menandakan tekanan jual sebelumnya belum sepenuhnya hilang.

Area Kritis: $0,170 Jadi Titik Uji

Secara teknikal, level $0,170 kini menjadi area penting yang harus dipertahankan oleh buyer.

Jika PI mampu bertahan di atas zona ini dan minat beli berlanjut, maka potensi pengujian resistance berikutnya di kisaran $0,175–$0,180 terbuka.

Namun, jika harga gagal bertahan dan turun di bawah $0,165, risiko retest ke level terendah sebelumnya semakin besar.

Mengingat dalam 90 hari terakhir PI masih terkoreksi sekitar -36,10%, tekanan struktural jangka menengah masih membayangi.

Dengan kata lain, PI berada di titik infleksi teknikal yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Peran Bitcoin Tetap Dominan

Arah PI dalam jangka pendek juga sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin.

Jika BTC mampu mempertahankan momentum dan bertahan di atas area psikologis pentingnya (sekitar $57.000 sesuai konteks data), maka altcoin berpotensi mendapatkan dukungan lanjutan.

Sebaliknya, jika pasar kripto kembali terkoreksi, PI yang belum menunjukkan kekuatan independen berisiko kembali terseret turun lebih dalam.

Korelasi tinggi dengan pasar utama menegaskan bahwa PI saat ini belum mampu decouple atau bergerak berlawanan arah secara signifikan.

Outlook Jangka Pendek: Netral Cenderung Hati-hati

Melihat kombinasi kenaikan moderat, volume yang meningkat namun belum eksplosif, serta tren 7 hari yang masih negatif, outlook PI berada pada kategori netral cenderung hati-hati.

Untuk mengonfirmasi momentum bullish jangka pendek, pasar perlu melihat breakout tegas di atas $0,175, volume yang terus meningkat, dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan.

Tanpa konfirmasi tersebut, kenaikan saat ini berpotensi hanya menjadi pantulan sementara dalam tren turun yang lebih besar.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan kenaikan 3,32% ke $0,170, didorong oleh reli pasar kripto secara luas.

Namun, performa yang masih tertinggal dibandingkan kenaikan total pasar menandakan lemahnya momentum independen.

Level $0,170 menjadi area krusial yang harus dipertahankan untuk membuka peluang menuju $0,180. Jika gagal, risiko kembali ke area bawah $0,165 tetap terbuka.

Dalam kondisi seperti ini, investor dan trader disarankan untuk mencermati volume perdagangan, sentimen Bitcoin, serta potensi breakout teknikal sebelum mengambil keputusan.

Pasar saat ini memberi peluang, tetapi tetap menuntut kewaspadaan tinggi terhadap volatilitas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRPL Catat Lonjakan Aktivitas, XRP Tertahan di Bawah $1,40

XRP Ledger (XRPL) mencatat sejumlah rekor penting sepanjang Februari, meski harga XRP masih tertekan dan berada di bawah US$1,40 pada pekan terakhir bulan ini. Aktivitas jaringan melonjak signifikan setelah sejumlah pembaruan teknis diaktifkan.

Namun, lonjakan fundamental tersebut belum mampu mendorong pemulihan harga, yang masih turun sekitar 45% dari puncak awal tahun.

Transaksi Tembus Level Tertinggi 12 Bulan

Dilaporkan BeInCrypto, data dari XRPScan menunjukkan jumlah successful payments di XRP Ledger meningkat tajam dalam sebulan terakhir. Dari sekitar 1 juta transaksi pada akhir Desember, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 2,7 juta transaksi pada Februari — level tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

Successful payment di XRPL merujuk pada transaksi yang telah divalidasi dan dicatat di buku besar terdistribusi. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan penggunaan jaringan untuk pembayaran, transfer, maupun aktivitas DeFi.

Selain itu, jaringan mencatat sekitar 2 juta transaksi per hari dan sekitar 40.000 alamat aktif, menandakan konsistensi aktivitas on-chain di tengah pelemahan harga.

Baca juga: XRP Turun 9%, Tapi Whale Borong 170 Juta Token, Sinyal Bottom Dekat?

AMM dan Permissioned DEX Dorong Likuiditas

Aktivitas Automated Market Maker (AMM) di XRPL DEX juga mencetak rekor baru dengan lebih dari 14.000 deposit. Ini menjadi level tertinggi sejak fitur tersebut diperkenalkan.

Lonjakan ini terjadi setelah pembaruan Permissioned Domains diaktifkan pada awal Februari, disusul peluncuran Permissioned DEX dua pekan kemudian.

Fitur ini dirancang untuk memungkinkan bank, penyedia pembayaran, dan institusi keuangan bertransaksi dalam lingkungan likuiditas terkontrol di atas XRP Ledger. Harapannya, infrastruktur ini dapat menarik partisipasi institusional lebih luas.

Harga Masih Tertekan, Level $1,47 Jadi Kunci

Meski aktivitas jaringan meningkat, harga XRP tetap melemah. Token ini kini diperdagangkan di sekitar US$1,33 dan mencatat bulan kelima berturut-turut dalam tren turun.

Data terbaru menunjukkan inflow whale ke bursa meningkat, menciptakan tekanan jual tambahan. Kerugian terealisasi juga mencapai level tertinggi sejak 2022.

Namun secara historis, fase sentimen negatif ekstrem sering kali mendahului pembentukan dasar harga dan pemulihan tajam.

Untuk mengonfirmasi potensi pembalikan tren, XRP perlu menembus resistance di US$1,47. Breakout di atas level tersebut akan menjadi sinyal teknikal penting bahwa momentum pemulihan mulai terbentuk.

Saat ini, XRP menghadapi kontras tajam antara fundamental jaringan yang menguat dan harga yang masih tertekan, dengan level US$1,47 menjadi penentu arah berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Lonjakan rekor pada XRPL menunjukkan pertumbuhan utilitas jaringan yang nyata dan bukan sekadar spekulasi naratif. Aktivasi Permissioned DEX membuka jalan bagi adopsi institusional yang lebih luas dalam lingkungan likuiditas yang terkontrol.

“Meskipun saat ini harga XRP mengalami penurunan 45% dari puncaknya, anomali antara rekor aktivitas on-chain dan harga yang stagnan biasanya merupakan indikasi fase akumulasi besar sebelum pemulihan harga (rebound) menuju target ,47,” jelasnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Meta Siap Comeback Stablecoin, Zuckerberg Bidik Peluncuran di 2026

Meta, perusahaan induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram yang dipimpin Mark Zuckerberg, dilaporkan tengah merencanakan kembali masuk ke pasar stablecoin pada paruh kedua tahun ini. Langkah ini menandai upaya kedua raksasa teknologi tersebut setelah proyek Libra/Diem gagal diluncurkan beberapa tahun lalu akibat tekanan regulator.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut, Meta telah mengirimkan request for product (RFP) kepada beberapa perusahaan pihak ketiga untuk membantu mengelola pembayaran berbasis stablecoin serta mengimplementasikan dompet digital baru.

Gandeng Pihak Ketiga, Stripe Disebut Kandidat Kuat

Dilaporkan Coindesk, salah satu sumber menyebut Stripe sebagai kandidat potensial untuk menguji coba integrasi stablecoin Meta. Stripe diketahui mengakuisisi perusahaan stablecoin Bridge tahun lalu dan memiliki hubungan lama dengan Meta. CEO Stripe, Patrick Collison, juga telah bergabung dengan dewan direksi Meta sejak April 2025.

Model yang dipertimbangkan Meta kali ini melibatkan vendor eksternal untuk mengelola pembayaran berbasis stablecoin yang dipatok ke dolar AS. Pendekatan ini berbeda dengan upaya sebelumnya, di mana Meta mencoba mengembangkan dan menerbitkan stablecoin sendiri.

Sumber menyebut Meta ingin menjalankan proyek ini “at arm’s length” atau menjaga jarak secara operasional, guna meminimalkan risiko regulasi dan reputasi.

Baca juga: Tim Trump Bahas Stablecoin Dolar untuk Gaza, Solusi Ekonomi?

Buka Jalur Pembayaran untuk 3 Miliar Pengguna

Jika terealisasi, integrasi stablecoin akan membuka jalur pembayaran digital langsung bagi lebih dari 3 miliar pengguna platform Meta. Skema ini berpotensi memangkas biaya transaksi perbankan tradisional dan memperkuat posisi Meta dalam sektor social commerce dan remitansi lintas negara.

Langkah ini juga akan menempatkan Meta dalam persaingan langsung dengan platform seperti X milik Elon Musk dan Telegram, yang sama-sama mengembangkan fitur pembayaran internal untuk menjadi “super app”.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kembalinya Meta ke ekosistem stablecoin dengan pendekatan ‘arm’s length’ (menggunakan pihak ketiga) menunjukkan kedewasaan strategi perusahaan dalam menghadapi regulasi AS yang baru (GENIUS Act).

“Dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran Stripe, Meta dapat secara instan mengubah WhatsApp dan Instagram menjadi raksasa perdagangan sosial global. Ini adalah ancaman serius bagi dominasi super-app lain, karena Meta memiliki basis pengguna terbesar untuk memicu adopsi massal pembayaran berbasis blockchain secara global,” jelasnya.

Regulasi Lebih Ramah Dibanding Era Libra

Pada 2019, Meta meluncurkan proyek Libra yang kemudian berganti nama menjadi Diem. Namun proyek tersebut menghadapi penolakan keras dari regulator AS dan akhirnya dibubarkan pada awal 2022.

Kini, lanskap regulasi di AS dinilai lebih terbuka terhadap stablecoin. Pemerintahan Presiden Donald Trump melalui GENIUS Act telah membentuk dasar hukum bagi penerbit stablecoin di AS, meskipun aturan teknisnya masih dalam tahap penyusunan.

Perubahan iklim regulasi ini dinilai membuka peluang baru bagi Meta untuk kembali mencoba, kali ini dengan pendekatan yang lebih hati-hati dan melibatkan mitra eksternal.

Hingga saat ini, Meta, Stripe, dan Bridge belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Jika integrasi berjalan sesuai rencana, Meta berpotensi kembali menjadi pemain besar dalam infrastruktur pembayaran digital global, setelah kegagalan ambisi stablecoin sebelumnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com