Tag Archives: kripto

Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan besar setelah koreksi tajam menyeret harga turun hingga menguji kembali area psikologis $2.100. Di tengah pelemahan ini, data on-chain terbaru menunjukkan adanya perubahan sentimen pasar yang cukup signifikan, terutama dari investor Amerika Serikat.

Dilaporkan Crypto Quant, salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah Ethereum Coinbase Premium Index, yang kini dilaporkan turun ke level terendah sejak Juli 2022. Penurunan tajam pada indikator ini memunculkan spekulasi bahwa tekanan jual ETH saat ini banyak berasal dari pihak institusional AS, bukan semata aksi jual investor ritel global.

Baca juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Coinbase Premium ETH Anjlok, Sinyal Tekanan Jual Datang dari AS

Dalam analisis terbaru, Coinbase Premium Index Ethereum (30-day Moving Average) tercatat jatuh ke level paling rendah sejak periode bear market 2022. Indikator ini mengukur selisih harga antara pasangan ETH/USD di Coinbase Pro yang sering dijadikan proxy aktivitas institusi AS, dibandingkan ETH/USDT di Binance yang lebih merepresentasikan pasar ritel global.

Ketika indeks ini berada pada level negatif, artinya ETH diperdagangkan lebih murah di Coinbase dibanding Binance. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan jual lebih besar terjadi di pasar AS, karena pelaku pasar di Coinbase cenderung menjual ETH pada harga diskon dibandingkan pasar global.

Data ini memperkuat indikasi bahwa investor institusional Amerika Serikat saat ini sedang melakukan aksi “de-risking” atau mengurangi eksposur secara agresif. Di sisi lain, investor ritel global dinilai masih cenderung bertahan atau bahkan mulai melakukan pembelian saat koreksi.

Terendah Sejak 2022, Bisa Jadi Bearish Lanjutan atau Sinyal Kapitulasi

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Situasi ini memunculkan dua kemungkinan utama. Pertama, kondisi tersebut bisa memperpanjang momentum bearish karena permintaan dari investor AS yang biasanya menjadi pendorong utama reli kripto kini dinilai menghilang. Jika tekanan jual dari institusi terus berlanjut, maka peluang pemulihan harga ETH dalam waktu dekat dapat tertahan.

Namun, di sisi lain, penurunan ekstrem pada Coinbase Premium juga bisa menjadi sinyal kontrarian. Secara historis, level premium yang sangat negatif sering muncul pada fase “capitulation”, yakni ketika tekanan jual mencapai titik ekstrem dan pelaku pasar besar mulai kehabisan suplai untuk dijual. Dalam beberapa kasus, kondisi ini justru menjadi pertanda terbentuknya bottom lokal sebelum harga kembali pulih.

Level $2.100 Jadi Kunci, Pemulihan Butuh Premium Kembali Normal

Area $2.100 kini dianggap sebagai level support penting secara teknikal sekaligus psikologis. Meski begitu, analis menilai bahwa pembalikan tren yang berkelanjutan hanya bisa terjadi jika Coinbase Premium mulai kembali normal atau berbalik positif.

Selama investor AS masih menjual ETH dengan harga lebih murah dibandingkan pasar global, potensi kenaikan harga dinilai akan tetap terbatas. Dengan kata lain, pemulihan ETH masih akan sulit terjadi jika tekanan jual dari institusi Amerika Serikat belum mereda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, premi negatif ekstrem sering menjadi penanda fase kapitulasi akhir (“contrarian buy signal”).

“Namun, untuk pemulihan berkelanjutan, permintaan institusi AS harus kembali positif. Selama premi tetap negatif, momentum kenaikan harga akan sangat terbatas,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inflow Stablecoin Meledak, Investor Kripto Mulai Balik?

Arus masuk stablecoin ke bursa kripto dilaporkan meningkat tajam meski tekanan jual di pasar masih berlangsung kuat. Data terbaru menunjukkan bahwa ketika Bitcoin (BTC) perlahan mendekati koreksi sekitar 50% dari rekor tertinggi (all time high/ATH) pada Oktober, aktivitas stablecoin justru mulai mengalami lonjakan yang signifikan.

Dilaporkan Crypto Quant, kondisi ini menjadi sorotan karena stablecoin umumnya digunakan sebagai “amunisi” untuk membeli aset kripto. Kenaikan inflow stablecoin ke exchange sering dianggap sebagai indikasi bahwa investor mulai menyiapkan modal untuk masuk kembali ke pasar, terutama saat harga mengalami penurunan besar.

Inflow Stablecoin Sempat Anjlok ke $51 Miliar di Desember 2025

Pada akhir Desember 2025, rata-rata mingguan inflow stablecoin (7-day moving average) tercatat turun hingga $51 miliar. Angka tersebut disebut mencerminkan lemahnya permintaan pasar yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir, seiring investor cenderung menahan diri dan pasar bergerak dalam tekanan bearish.

Penurunan inflow stablecoin pada periode tersebut juga menandakan minimnya modal baru yang masuk ke bursa, sehingga memperkuat kondisi lesu dan rendahnya minat beli di pasar kripto secara keseluruhan.

Kini Melonjak ke $98 Miliar, Melewati Rata-rata 90 Hari

Namun, tren tersebut mulai berubah. Data terbaru menunjukkan bahwa inflow stablecoin ke exchange kini melonjak ke $98 miliar. Angka tersebut berarti inflow stablecoin telah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan level akhir Desember 2025.

Selain itu, inflow stablecoin saat ini juga telah bergerak melampaui rata-rata 90 hari yang berada di angka $89 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa laju penempatan modal (capital deployment) mulai meningkat dalam beberapa minggu terakhir, di tengah kondisi pasar yang masih tertekan.

Lonjakan ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai menerima pasokan likuiditas baru, yang dinilai sangat dibutuhkan untuk menahan tekanan penurunan harga lebih lanjut.

Tekanan Jual Masih Tinggi, Tapi Investor Mulai Masuk Bertahap

Meski inflow stablecoin meningkat, laporan menyebut bahwa tekanan jual di pasar masih terlalu kuat untuk sepenuhnya diserap oleh modal yang masuk. Artinya, kenaikan inflow belum cukup untuk langsung membalikkan tren, karena aksi jual masih mendominasi pergerakan pasar.

Namun, kondisi tersebut tetap dianggap sebagai sinyal positif karena menunjukkan bahwa minat investor mulai kembali muncul di level koreksi saat ini. Lonjakan inflow stablecoin mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi beli bertahap atau “buy the dip”, meskipun tren pemulihan masih memerlukan penguatan lebih lanjut.

Dengan meningkatnya aliran stablecoin, pasar kini dipantau untuk melihat apakah momentum pembelian bisa bertambah kuat dan mampu mengimbangi tekanan jual yang masih tinggi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan inflow stablecoin adalah indikator “smart money” yang sedang melakukan deployment modal (“buy the dip”). Ketersediaan likuiditas segar di bursa ini krusial untuk menyerap tekanan jual dan membentuk landasan harga (floor) yang solid.

Baca juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alarm Bear Market? Long-Term Holder Bitcoin Kembali Masuk Fase Loss

Bitcoin kembali memunculkan sinyal tekanan pasar yang dinilai cukup serius setelah data terbaru menunjukkan Long-Term Holders (LTH) atau pemegang jangka panjang mulai memasuki zona kerugian untuk pertama kalinya sejak 2022. Kondisi ini menjadi perhatian karena dalam siklus sebelumnya, pergeseran LTH ke fase rugi sering kali memicu percepatan penurunan harga dan meningkatkan tekanan jual di pasar.

Dilaporkan Crypto Quant, sata tersebut ditunjukkan melalui dua grafik utama yang membandingkan pola pergerakan LTH pada siklus sebelumnya dengan kondisi saat ini. Dalam analisis historis, fase rugi bagi investor jangka panjang dianggap sebagai salah satu indikator penting yang dapat mengubah sentimen pasar dari bertahan menjadi panik.

Pola 2021: Saat LTH Rugi, Tekanan Jual Bitcoin Makin Dalam

Grafik pertama memperlihatkan bahwa pada siklus 2021, ketika LTH memasuki zona rugi, momentum penurunan Bitcoin justru meningkat tajam. Kondisi tersebut menjadi awal dari tekanan jual yang lebih agresif, di mana investor yang sebelumnya cenderung bertahan mulai kehilangan keyakinan terhadap tren harga.

Pada periode itu, masuknya LTH ke zona rugi menandakan bahwa bahkan investor yang telah memegang Bitcoin dalam jangka panjang mulai terdampak koreksi harga. Hal tersebut memicu efek psikologis yang kuat, karena LTH biasanya dianggap sebagai kelompok yang paling tahan terhadap volatilitas pasar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

Kondisi Saat Ini: LTH Kembali Masuk Fase Loss

Grafik kedua menunjukkan bahwa situasi serupa kini kembali terjadi. Data terbaru mencatat bahwa per hari ini, Long-Term Holders kembali memasuki fase kerugian. Ini menjadi momen penting karena menandakan perubahan besar dalam struktur pasar, di mana tekanan harga sudah cukup dalam hingga menekan rata-rata biaya beli investor jangka panjang.

Masuknya LTH ke fase rugi juga sering dikaitkan dengan potensi munculnya panic selling, terutama jika tekanan turun terus berlanjut. Jika investor jangka panjang mulai melepas aset, maka tekanan jual dapat meningkat lebih cepat dibanding fase koreksi biasa.

Analis Ingatkan Risiko Bearish, Trader Diminta Tidak Terburu-buru Ambil Posisi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kesimpulan dari pola historis 2021 menunjukkan bahwa masuknya LTH ke zona rugi sering kali menjadi awal transisi pasar menuju fase bearish yang lebih panjang. Kondisi tersebut biasanya memicu gelombang aksi jual berbasis kepanikan, bukan sekadar koreksi teknikal.

Karena itu, analis menilai bahwa mengambil posisi terlalu cepat tanpa adanya konfirmasi tren yang jelas dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam pada level harga saat ini. Dengan sinyal ini, pelaku pasar disarankan untuk lebih berhati-hati dan menunggu validasi arah tren sebelum melakukan positioning agresif.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kapitulasi LTH adalah pedang bermata dua: di satu sisi memicu volatilitas downside ekstrem jangka pendek, namun di sisi lain diperlukan untuk membersihkan sisa supply overhang sebelum pasar bisa membentuk bottom yang valid.

Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

DEX Perpetual DipCoin Luncurkan Program Insentif Horizon Season 1

Platform DEX perpetual DipCoin resmi meluncurkan program insentif terbarunya bertajuk “Horizon” Season 1.

Menurut laporan Cryptodaily, Horizon Season 1 merupakan sebuah skema berbasis poin yang dirancang untuk memberikan reward kepada trader dan penyedia likuiditas (liquidity provider/LP).

Program ini menjadi langkah strategis DipCoin dalam mempercepat pertumbuhan volume transaksi sekaligus memperluas basis pengguna di tengah persaingan ketat sektor DeFi perpetual.

Peluncuran Horizon Season 1 menandai adopsi penuh DipCoin terhadap tren Points Meta, sebuah pendekatan insentif yang kini menjadi standar industri dalam fase bootstrap liquidity bagi protokol DeFi generasi baru.

Baca Juga: Teknologi Meteora di Solana: DEX, Dynamic Liquidity, dan Likuiditas

Apa Itu Horizon Season 1 DipCoin?

Horizon Season 1 memperkenalkan sistem poin yang diberikan kepada pengguna berdasarkan aktivitas mereka di platform, seperti:

  • Aktivitas trading perpetual
  • Penyediaan likuiditas
  • Partisipasi dalam sistem referral

Poin yang dikumpulkan selama musim berlangsung berpotensi dikonversi menjadi reward di masa depan, termasuk kemungkinan airdrop token, insentif ekosistem, atau hak partisipasi dalam tata kelola protokol.

Model ini bertujuan menciptakan insentif jangka pendek yang agresif untuk menarik likuiditas dan meningkatkan user engagement, terutama dari kalangan trader aktif dan yield hunter.

Points Meta: Standar Baru di DeFi

Menurut tim research Tokocrypto, pendekatan ini bukanlah hal baru di industri kripto.

“Program insentif berbasis poin telah menjadi standar baku untuk bootstrap likuiditas di DeFi (Points Meta). Ini peluang bagi airdrop hunter, namun tantangan sebenarnya bagi DipCoin adalah mempertahankan likuiditas tersebut setelah musim insentif berakhir,” jelas tim research Tokocrypto.

Dalam dua tahun terakhir, berbagai protokol besar seperti DEX, Layer-2, hingga platform perpetual futures menggunakan sistem poin sebagai pre-token incentive.

Strategi ini terbukti efektif menciptakan lonjakan volume dalam waktu singkat, namun sering kali menghadapi penurunan aktivitas setelah program berakhir.

Strategi Pertumbuhan DipCoin di Pasar Perpetual DEX

Sektor perpetual DEX merupakan salah satu segmen paling kompetitif di DeFi, dengan dominasi platform besar yang telah memiliki likuiditas dan basis pengguna kuat. Bagi DipCoin, Horizon Season 1 berfungsi sebagai:

  1. Alat Akuisisi Pengguna Cepat
    Sistem poin menarik trader oportunistik dan komunitas airdrop hunter yang siap memindahkan likuiditas dalam waktu singkat.
  2. Peningkatan Volume Perdagangan
    Volume menjadi metrik kunci untuk membangun reputasi DEX perpetual, terutama dalam menarik market maker dan trader profesional.
  3. Pengujian Ketahanan Infrastruktur
    Lonjakan aktivitas selama musim insentif juga menjadi ajang stress test bagi sistem trading DipCoin.

Namun demikian, keberhasilan jangka panjang DipCoin tidak hanya ditentukan oleh besarnya insentif, melainkan oleh kualitas produk inti.

Tantangan Pasca-Insentif: Retensi Likuiditas

Sejarah DeFi menunjukkan bahwa banyak protokol mengalami liquidity cliff setelah program insentif berakhir.

Likuiditas dan volume yang bersifat “sementara” akan menguap jika tidak diikuti oleh UI/UX trading yang kompetitif, biaya transaksi yang efisien, likuiditas order book yang stabil, serta keamanan dan transparansi protokol.

Bagi DipCoin, Horizon Season 1 hanyalah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah mengonversi pengguna berbasis insentif menjadi pengguna loyal.

Peluang bagi Trader dan Airdrop Hunter

Dari sisi pengguna, Horizon Season 1 menawarkan peluang menarik, terutama bagi trader aktif dan penyedia likuiditas yang terbiasa mengikuti ekosistem points-based incentive.

Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas pasar perpetual, biaya dan slippage, serta keberlanjutan reward jangka panjang.

Partisipasi dalam program insentif sebaiknya disertai manajemen risiko yang matang, bukan semata berburu poin.

Baca Juga: Cara Mengetahui Narasi Pasar Kripto dengan Dexu.ai, Wajib Coba!

Peluncuran Horizon Season 1 menegaskan ambisi DipCoin untuk bersaing di arena DEX perpetual melalui strategi insentif modern berbasis poin.

Dalam jangka pendek, program ini berpotensi mendorong lonjakan volume dan aktivitas pengguna secara signifikan.

Namun, keberhasilan jangka panjang DipCoin akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan likuiditas setelah musim insentif berakhir—sebuah ujian klasik bagi hampir semua protokol DeFi yang mengadopsi Points Meta.

Bagi pasar, Horizon Season 1 menjadi indikator penting untuk menilai apakah DipCoin mampu berkembang dari sekadar “DEX musiman” menjadi platform perpetual yang berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Meteora Rilis DAMM V2, Siapkan Pool 50.000 USDC

Protokol DeFi Meteora resmi meluncurkan fitur terbaru mereka, DAMM V2 Farm Pools, yang memungkinkan pengguna memperoleh reward token tambahan di luar imbal hasil standar dari aktivitas penyediaan likuiditas (liquidity provider/LP).

Peluncuran ini menandai langkah lanjutan Meteora dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia infrastruktur likuiditas penting di jaringan Solana.

Sebagai bagian dari kampanye awal, Meteora menyiapkan insentif likuiditas sebesar 50.000 USDC untuk pool MET/SOL yang akan didistribusikan selama 28 hari ke depan.

Dalam akun X (dulu Twitter) resminya, Meteora mendesain skema ini untuk mendorong peningkatan total value locked (TVL) sekaligus aktivitas perdagangan di protokol.

Mengenal DAMM V2 Farm Pools

DAMM V2 (Dynamic Automated Market Maker Version 2) Farm Pools merupakan pengembangan dari model AMM sebelumnya yang digunakan Meteora.

Dengan versi terbaru ini, penyedia likuiditas tidak hanya mendapatkan fee trading, tetapi juga reward tambahan melalui mekanisme farming.

Model ini menggabungkan dua sumber pendapatan utama, yakni Fee dari transaksi DEX dan reward farming dari insentif protokol.

Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi modal dan memberikan daya tarik lebih besar bagi LP, khususnya di tengah kompetisi ketat antar DEX di jaringan Solana.

Insentif 50.000 USDC untuk Pool MET/SOL

Pergerakan harga Meteora (MET/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Meteora (MET/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sebagai daya tarik utama peluncuran DAMM V2, Meteora mengalokasikan 50.000 USDC sebagai insentif likuiditas untuk pool MET/SOL. Insentif ini akan dibagikan secara proporsional kepada LP selama periode 28 hari.

Strategi ini lazim digunakan oleh protokol DeFi untuk menarik likuiditas awal dalam jumlah besar, meningkatkan kedalaman pool, menekan slippage bagi trader, hingga mendorong volume transaksi organik.

Dengan likuiditas yang lebih dalam, pengalaman trading di Meteora diharapkan menjadi lebih kompetitif dibandingkan DEX lain di Solana.

Perspektif Research: Dampak bagi Meteora dan Solana

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa peluncuran DAMM V2 Farm Pools memiliki dampak strategis, tidak hanya bagi Meteora tetapi juga bagi ekosistem Solana secara keseluruhan.

“Peluncuran V2 dan insentif likuiditas ini bertujuan untuk menarik lebih banyak TVL dan aktivitas ke protokol Meteora di jaringan Solana. Bagi yield farmer, ini adalah peluang earning baru, sementara bagi ekosistem Solana, ini menambah kedalaman likuiditas DEX,” tutur tim Research Tokocrypto.

Pendalaman likuiditas merupakan faktor krusial dalam menjaga daya saing Solana sebagai blockchain DeFi berbiaya rendah dan berkecepatan tinggi, terutama di tengah bangkitnya kembali aktivitas DeFi lintas jaringan.

Peluang bagi Yield Farmer dan Liquidity Provider

Bagi yield farmer, DAMM V2 Farm Pools menawarkan peluang menarik karena:

  • Reward tidak hanya berasal dari fee trading
  • Adanya insentif USDC yang relatif stabil nilainya
  • Potensi APY yang lebih kompetitif selama periode insentif

Namun demikian, pengguna tetap perlu memperhitungkan risiko impermanent loss, terutama pada pasangan token volatil seperti MET/SOL.

Insentif tinggi dapat meningkatkan return, tetapi fluktuasi harga tetap menjadi faktor utama dalam strategi LP.

Posisi Meteora di Lanskap DeFi Solana

Meteora secara konsisten memposisikan diri sebagai protokol yang fokus pada optimalisasi likuiditas.

Dengan DAMM V2, Meteora berupaya meningkatkan efisiensi penggunaan modal, menarik likuiditas jangka menengah, dan membangun ekosistem LP yang lebih berkelanjutan.

Di tengah persaingan DEX Solana yang semakin ramai, inovasi dan insentif seperti ini menjadi kunci untuk mempertahankan relevansi dan pertumbuhan TVL.

Baca Juga: Teknologi Meteora di Solana: DEX, Dynamic Liquidity, dan Likuiditas

Peluncuran DAMM V2 Farm Pools menegaskan komitmen Meteora dalam mengembangkan solusi likuiditas yang lebih menarik dan kompetitif di jaringan Solana.

Dengan insentif 50.000 USDC untuk pool MET/SOL, Meteora berpotensi menarik lonjakan likuiditas dan aktivitas dalam jangka pendek.

Bagi yield farmer, ini merupakan peluang earning baru yang patut diperhitungkan. Sementara bagi ekosistem Solana, kehadiran DAMM V2 berkontribusi memperdalam likuiditas DEX dan memperkuat fondasi DeFi jaringan tersebut.

Ke depan, pasar akan menilai apakah peningkatan TVL ini dapat dipertahankan setelah periode insentif berakhir—sebuah tantangan klasik namun krusial bagi protokol DeFi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stable Mainnet Upgrade, Gunakan USDTO sebagai Gas Fee Native

Blockchain Stable Mainnet resmi mengaktifkan upgrade jaringan v1.2.0, sebuah pembaruan infrastruktur penting yang mentransisikan pembayaran gas fee native ke USDTO, stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS.

Langkah ini menjadi terobosan signifikan dalam meningkatkan pengalaman pengguna (user experience/UX) sekaligus menurunkan hambatan adopsi bagi pengguna baru di ekosistem blockchain.

Dengan upgrade ini, pengguna tidak lagi perlu melakukan proses wrap dan unwrap token untuk membayar biaya transaksi.

Selain itu, Coinmarketcal menyebut bahwa Stable Mainnet juga menghadirkan peningkatan pada aspek observabilitas staking, memungkinkan pemantauan aktivitas staking yang lebih transparan dan informatif.

Baca Juga: Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

USDTO sebagai Gas Fee Native: Apa Artinya?

Pada sebagian besar blockchain, gas fee biasanya dibayarkan menggunakan token native jaringan yang harganya volatil.

Kondisi ini sering kali menjadi sumber kebingungan, terutama bagi pengguna baru yang harus membeli token native terlebih dahulu, mengelola fluktuasi harga token, dan melakukan konversi atau wrapping token.

Dengan menjadikan USDTO sebagai gas fee native, Stable Mainnet menyederhanakan proses tersebut secara drastis.

Pengguna kini dapat membayar biaya transaksi langsung menggunakan stablecoin dengan nilai yang stabil, tanpa perlu memahami mekanisme teknis tambahan.

Pendekatan ini selaras dengan tren baru dalam desain blockchain yang semakin menitikberatkan pada kesederhanaan UX dan adopsi mainstream.

Menghilangkan Friksi Wrap/Unwrap Token

Salah satu poin utama dari upgrade v1.2.0 adalah penghapusan friksi wrap/unwrap token.

Dalam praktik sebelumnya, pengguna kerap dihadapkan pada langkah tambahan untuk mengonversi aset tertentu agar bisa digunakan sebagai gas fee.

Friksi semacam ini terbukti menjadi penghambat adopsi, terutama bagi pengguna non-teknis, pengembang aplikasi yang menargetkan pasar massal, dan proyek Web2 yang ingin masuk ke Web3.

Dengan model baru ini, Stable Mainnet menghadirkan pengalaman yang lebih mendekati aplikasi keuangan tradisional, namun tetap mempertahankan sifat desentralisasi blockchain.

Peningkatan Observabilitas Staking

Selain perubahan pada sistem gas fee, upgrade v1.2.0 juga membawa peningkatan pada observabilitas staking.

Fitur ini memungkinkan pengguna dan validator untuk memantau performa staking secara real-time, mendapatkan visibilitas yang lebih jelas terhadap reward, dan mengidentifikasi potensi risiko atau anomali.

Transparansi staking menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan pengguna, khususnya di jaringan yang menargetkan pertumbuhan jangka panjang dan partisipasi komunitas yang luas.

Perspektif Research: Dampak terhadap Adopsi

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keputusan menggunakan stablecoin sebagai gas fee native merupakan langkah strategis yang berdampak langsung pada adopsi.

“Penggunaan stablecoin sebagai gas native meningkatkan UX secara signifikan, menurunkan barrier to entry bagi pengguna mainstream. Ini adalah upgrade infrastruktur yang krusial untuk adopsi,” jelas tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, kompleksitas teknis sering menjadi alasan utama pengguna ritel enggan menggunakan aplikasi blockchain.

Dengan menyederhanakan mekanisme biaya transaksi, Stable Mainnet membuka peluang integrasi yang lebih luas dengan aplikasi konsumen, fintech, hingga layanan berbasis Web2.

Implikasi bagi Developer dan Ekosistem

Bagi developer, model gas fee berbasis USDTO menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari prediktabilitas biaya transaksi; pengalaman onboarding pengguna yang lebih mulus; hingga pengurangan kebutuhan edukasi teknis terkait token native.

Hal ini berpotensi mendorong lahirnya lebih banyak dApp yang berfokus pada use case nyata seperti pembayaran, remittance, dan aplikasi keuangan sehari-hari.

Di sisi ekosistem, Stable Mainnet memposisikan diri sebagai jaringan yang ramah pengguna dan siap bersaing dalam lanskap blockchain yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

Upgrade Stable Mainnet v1.2.0 menandai langkah penting dalam evolusi desain blockchain yang berorientasi pada pengguna.

Dengan mentransisikan gas fee native ke USDTO, jaringan ini berhasil menghilangkan friksi teknis yang selama ini menghambat adopsi, sekaligus meningkatkan transparansi staking.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi blockchain tidak selalu harus berfokus pada kecepatan atau skalabilitas semata, tetapi juga pada kesederhanaan dan kenyamanan pengguna.

Jika diimplementasikan secara konsisten, strategi ini berpotensi menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekosistem Stable Mainnet dalam jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

Harga Bitcoin (BTC) hari ini di Tokocrypto tercatat berada di level $69.263,12 per BTC, mengalami koreksi 1,95% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto yang masih berlanjut, dengan sentimen investor cenderung berhati-hati setelah volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,384 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $57,03 miliar, mencerminkan aktivitas transaksi yang masih cukup aktif meski tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

Pergerakan Harga BTC Hari Ini

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $67.364 hingga $71.135.

Area ini menunjukkan adanya pertarungan antara pembeli yang mencoba mempertahankan support dan penjual yang masih mendominasi sentimen jangka pendek.

Secara harian, BTC mengalami penurunan sekitar $1.549 atau 2,19%, menambah daftar koreksi yang cukup dalam pada beberapa horizon waktu:

  • 7 hari: turun 12,08%
  • 30 hari: turun 23,92%
  • 60 hari: turun 25,23%
  • 90 hari: turun 34,87%

Kondisi ini menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan sebelumnya.

Tekanan Jangka Menengah Masih Terasa

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski harga Bitcoin saat ini masih jauh di atas level psikologis $60.000, tren jangka menengah menunjukkan tekanan yang cukup signifikan.

Dalam 90 hari terakhir, BTC telah terkoreksi lebih dari $37.000 dari level harga sebelumnya, meskipun masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198.

Penurunan ini mencerminkan kombinasi beberapa faktor, termasuk:

  • Realisasi profit oleh investor besar
  • Berkurangnya minat risiko (risk-off sentiment) di pasar global
  • Ketidakpastian makroekonomi yang memengaruhi aset berisiko

Namun demikian, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar masih tetap kuat, ditopang oleh pasokan maksimum terbatas 21 juta BTC dan tingkat adopsi yang terus berkembang.

Volume Perdagangan dan Struktur Pasar

Volume perdagangan harian BTC yang berada di kisaran $56–57 miliar menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih terjaga.

Ini mengindikasikan bahwa meskipun harga melemah, pasar belum kehilangan minat sepenuhnya.

Dengan pasokan beredar sebesar 19,99 juta BTC atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum, tekanan inflasi Bitcoin relatif minimal dibandingkan aset kripto lainnya.

Faktor ini sering menjadi alasan mengapa koreksi harga BTC cenderung menarik minat akumulasi dari investor jangka panjang.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sudut pandang teknikal, beberapa level penting yang patut diperhatikan investor dan trader antara lain:

  • Support utama: $67.000 – $65.000
  • Resistance terdekat: $71.000 – $72.000
  • Resistance lanjutan: $75.000

Selama BTC masih bergerak di bawah area resistance $71.000, potensi tekanan lanjutan masih terbuka.

Namun, jika Bitcoin mampu bertahan di atas support $67.000, peluang konsolidasi atau pantulan teknikal (relief rally) tetap ada.

Outlook Harga Bitcoin

Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih cenderung sideways hingga bearish, mengikuti dinamika sentimen pasar global dan pergerakan aset berisiko lainnya.

Menghadapi situasi ini, investor disarankan untuk tetap mencermati perubahan volume perdagangan, reaksi harga di area support kunci, hingga sentimen makro dan aliran dana institusional.

Untuk jangka panjang, banyak analis masih memandang Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan, meskipun volatilitas tetap menjadi karakter utama.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Rungkad! Bitcoin Turun 9% ke $64.000

Harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi, dengan tekanan jangka pendek yang belum sepenuhnya mereda.

Meski demikian, struktur fundamental Bitcoin tetap solid, dan level harga saat ini berpotensi menjadi area akumulasi bagi investor dengan horizon jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Koreksi ke $0,144, Tekanan Masih Jadi Beban

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Minggu (8/2), Token ini tercatat turun 2,14% ke level $0,144, mencatatkan performa yang lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang juga bergerak melemah.

Koreksi ini memperpanjang tren bearish PI, yang dalam beberapa pekan terakhir terus berada di bawah tekanan kuat dari sisi fundamental dan sentimen pasar.

Penurunan harga PI kali ini tidak berdiri sendiri. Pasar kripto global sedang berada dalam fase risk-off, ditandai dengan melemahnya total kapitalisasi pasar dan indeks sentimen yang masih berada di zona Extreme Fear.

Namun, berbeda dengan aset kripto utama seperti Bitcoin, tekanan pada Pi Network dinilai jauh lebih struktural.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 5%, Dipicu Sentimen Makro

Unlock Token Jadi Sumber Tekanan Utama

Faktor paling dominan yang menekan harga PI adalah jadwal unlock token yang agresif.

Data menunjukkan lebih dari 193 juta token PI, dengan nilai melebihi $31 juta, dijadwalkan terbuka sepanjang Februari 2026.

Puncak unlock diperkirakan terjadi pada 13 Februari, dengan hampir 24 juta PI dilepas ke pasar dalam satu hari.

Arus pasokan baru yang terus mengalir ini menciptakan supply overhang, terutama karena permintaan pasar belum menunjukkan pemulihan signifikan.

Dalam kondisi pasar yang lemah, tambahan suplai ini cenderung langsung berujung pada tekanan jual, baik dari holder lama maupun peserta yang baru memperoleh akses token.

Situasi ini diperparah oleh aktivitas on-chain yang menunjukkan perpindahan internal token dalam jumlah besar oleh wallet yang terafiliasi dengan Core Team.

Meski tidak ada bukti penjualan langsung ke bursa, pergerakan ratusan juta token ini memicu kekhawatiran investor terkait potensi distribusi di masa depan.

Sentimen Pasar Masih Risk-Off

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Di sisi eksternal, kondisi pasar kripto juga belum mendukung pemulihan PI.

Dalam 24 jam terakhir, total market cap kripto turun sekitar 1,54%, sementara CMC Fear & Greed Index berada di level 8, yang menandakan ketakutan ekstrem di kalangan investor.

Indikator lain, Altcoin Season Index, berada di kisaran 25, mengonfirmasi bahwa pasar masih berada dalam fase Bitcoin Season.

Artinya, aliran modal cenderung terkonsentrasi di aset berisiko lebih rendah seperti Bitcoin, sementara altcoin berkapitalisasi kecil hingga menengah, termasuk PI, mengalami tekanan lebih besar.

Dalam lingkungan seperti ini, proyek yang tidak memiliki katalis positif jangka pendek akan sulit menarik minat beli baru, terlepas dari komunitas besar yang dimilikinya.

Analisis Teknikal: Area Kritis $0,14

Dari perspektif teknikal, harga PI saat ini berada di area support krusial $0,14–$0,145. Level ini menjadi batas psikologis penting yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Jika tekanan jual dari unlock token harian terus berlanjut dan harga gagal bertahan di atas $0,14, maka risiko penurunan lanjutan menuju level psikologis $0,10 semakin terbuka.

Sebaliknya, untuk memberikan sinyal stabilisasi, PI perlu merebut kembali area $0,1533 dan mampu bertahan di atas level tersebut dengan volume yang meningkat.

Namun, tanpa perubahan signifikan pada dinamika suplai atau munculnya katalis fundamental baru, skenario pemulihan dalam waktu dekat masih tergolong menantang.

Outlook Jangka Pendek Pi Network

Dalam jangka pendek, narasi utama Pi Network masih didominasi oleh inflasi suplai token.

Selama unlock harian terus berlangsung dan sentimen pasar kripto tetap defensif, tekanan pada harga PI diperkirakan belum akan mereda.

Perhatian investor kini tertuju pada dua hal utama:

  1. Reaksi pasar pasca unlock besar pada 13 Februari
  2. Kemampuan harga bertahan di atas support $0,14

Jika tekanan jual mulai berkurang setelah fase unlock puncak berlalu, peluang konsolidasi terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan level support berisiko memicu penurunan lanjutan.

Baca Juga: Harga Pi Network Tertekan ke $0,142, Risk-Off Global Jadi Pemicu

Harga Pi Network saat ini berada dalam fase bearish yang dipicu oleh faktor struktural, bukan sekadar fluktuasi pasar jangka pendek.

Kombinasi antara unlock token besar-besaran dan sentimen risk-off membuat PI sulit menemukan pijakan yang kuat.

Bagi investor, periode ini menuntut kehati-hatian ekstra. Selama suplai baru masih mendominasi narasi, pergerakan harga PI cenderung tetap berada di bawah tekanan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sandiaga Uno: Blockchain Adalah Kunci Ekonomi 2026

Industri kripto dan blockchain Indonesia mulai memasuki fase baru. Jika sebelumnya kripto kerap dipersepsikan sebatas aset digital dan instrumen investasi, kini fokusnya bergeser ke peran yang lebih strategis dalam mendukung efisiensi ekonomi nasional. Arah perubahan ini disampaikan langsung oleh Sandiaga Uno dalam pemaparan Indonesia Crypto Outlook 2026.

Dalam pembukaan penyampaiannya, Sandiaga menempatkan kripto dalam konteks besar dinamika pasar keuangan global yang sedang bergejolak. Ia menyinggung koreksi pasar saham hingga ketidakpastian global sebagai tantangan yang tidak bisa dihindari oleh seluruh instrumen keuangan.

“Ini adalah tantangan yang selalu dihadapi di pasar keuangan, baik itu produknya saham maupun juga produk-produk lainnya,” ujar Sandiaga, menegaskan bahwa kripto pun tidak terlepas dari dinamika tersebut.

Basis Investor Kripto Jadi Modal Strategis

Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Sandiaga kemudian menyoroti kekuatan utama ekosistem kripto Indonesia, yaitu basis penggunanya. Hingga 2025, jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai sekitar 19 juta orang, angka yang dinilainya sangat meningkat signifikan jika dibandingkan dengan instrumen keuangan konvensional, menimbang pasar kripto yang masih baru dan hampir bisa menyalip total investor pasar modal.

“Jumlah investor di kripto di Indonesia ini sudah mencapai 19 juta orang. Sementara produk-produk lain yang lebih konvensional ini memakan waktu yang begitu lama untuk mencapai angka seperti yang dicapai oleh kripto,” jelasnya.

Menurut Sandiaga, capaian ini menunjukkan tingginya daya tarik kripto di masyarakat yang tercermin dari nilai transaksi kripto nasional yang telah mendekati Rp500 triliun sepanjang 2025. Namun, besarnya basis investor juga berarti ekosistem kripto harus dikelola dengan lebih bertanggung jawab agar pertumbuhan tersebut tidak rapuh.

“Total nilai transaksi kripto yang sudah mencapai hampir 500 triliun rupiah ini harus bisa terjaga, dan kuncinya adalah kepercayaan pasar,” lanjut Sandiaga.

Baca juga: Ternyata Ini Sektor Kripto yang Paling Mendominasi Percakapan Warganet di 2025

Regulasi sebagai Penopang Trust, Bukan Penghambat

Menurut pandangan Sandiaga Uno, regulasi memegang peran sentral dalam menjaga kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa regulasi tidak boleh menjadi faktor yang justru melemahkan industri; “Regulasi harus bisa memfasilitasi. Jangan sampai regulasi ini justru menggoyang pondasi untuk membangun trust, membangun governance, dan keberlanjutan industri,” ujarnya.

Sandiaga juga menjelaskan bahwa regulasi kripto bukan sekadar respons terhadap munculnya instrumen investasi baru, melainkan bagian dari strategi besar untuk memposisikan aset digital sebagai pendukung pembangunan ekonomi digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Kripto Menuju Quality Growth di 2026

Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Memasuki pembahasan outlook 2026, Sandiaga menyampaikan perlu adanya pergeseran fokus industri kripto, dimana pertumbuhan tetap penting, tetapi tidak lagi cukup jika berdiri sendiri.

“Di 2026 ini kita bergeser dari hanya growth, for the sake of growth, menuju ke quality growth,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa quality growth berarti kripto harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian. “Crypto ini harus menghadirkan jobs, harus menghadirkan literasi, harus menghadirkan juga solusi-solusi yang dibutuhkan oleh ekonomi kita.”

Penjelasan ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan kripto ke depan tidak lagi sebatas volume transaksi, tetapi kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, Sandiaga juga menegaskan perubahan cara pandang terhadap teknologi blockchain dan menolak pendekatan yang melihat blockchain hanya sebagai fondasi aset kripto, tapi juga sebagai pendukung efisiensi lintas sektor.

Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Ia kemudian memberi contoh konkret melalui isu affordability, yaitu bagaimana teknologi dapat membantu menurunkan biaya dan membuat layanan lebih terjangkau.

How to make a product more affordable. How to create a system that service is become more affordable,” ujar Sandiaga yang terinspirasi setelah bertemu tim ekonom Zohran Mamdani di New York.

Penjelasan ini memperlihatkan bahwa blockchain diposisikan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi sistem ekonomi, bukan sekadar teknologi finansial. Namun, efisiensi tidak akan berarti tanpa adopsi yang merata, maka dari itu Sandiaga menekankan pentingnya inklusivitas.

“Kunci adopsinya adalah inclusivity. Tidak ada yang boleh tertinggal. Semuanya harus menjadi bagian daripada kemajuan tersebut.” Ujar sandiaga sembari menegaskan bahwa arah pertumbuhan kripto Indonesia harus bersifat adil dan bukan hanya quality growth, tapi growth with equity.

Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Transformasi digital melalui kripto harus membuka peluang seluas mungkin, bukan menciptakan kesenjangan baru, dan visi besar ini hanya bisa tercapai melalui kolaborasi lintas sektor. Sandiaga percaya bahwa peran penting misalnya seperti regulator, tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatkan pelaku industri, serta harus juga melibatkan komunitas guna mencapai visi besar tersebut.

Selain insight dari Sandiaga Uno, dalam rangkaian acara Indonesia’s Crypto Outlook 2026 juga memuat beragam insight lain dari para pelaku industri kripto dan ahli lain, termasuk ke mana arah pasar kripto Indonesia di 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional.

Kalau kamu ingin melihat riset dan insight kripto Indonesia yang lebih lengkap dan mendalam, kamu bisa dapatkan materi riset resminya secara gratis di sini: Riset & Materi Indonesia Crypto Outlook 2026 – Tokocrypto

Baca juga: Ternyata Ini 3 Hal Paling Dicari Investor Kripto Indonesia!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Naik ke $2.092, Vitalik Tegaskan L2 Bukan Sekadar Solusi Scaling

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menyampaikan pandangan terbaru mengenai arah pengembangan Layer-2 (L2) di ekosistem Ethereum. Vitalik menilai bahwa visi awal L2 sebagai “branded shards” atau pecahan Ethereum dengan identitas masing-masing sudah tidak lagi relevan, terutama karena Layer-1 (L1) Ethereum kini semakin berkembang dan terus meningkatkan kapasitas skalabilitasnya.

Menurut Vitalik, peningkatan skala pada Ethereum L1 membuat fungsi utama L2 sebagai solusi skalabilitas menjadi kurang tepat jika hanya berfokus pada mempercepat transaksi atau menekan biaya. Ia menegaskan bahwa L2 harus mulai memikirkan peran yang lebih besar dan menghadirkan nilai tambah yang tidak bisa diberikan langsung oleh jaringan utama Ethereum.

Vitalik Dorong L2 Fokus ke “Value Add”, Bukan Sekadar Skalabilitas

Dalam pernyataannya, Vitalik mengusulkan agar proyek-proyek L2 ke depan lebih menekankan pada fitur atau keunggulan unik di luar sekadar scaling. Ia menilai L2 seharusnya memiliki diferensiasi yang jelas, seperti inovasi pada sistem keamanan, privasi, pengalaman pengguna, atau fitur khusus yang tidak tersedia di jaringan utama.

Selain itu, Vitalik juga menekankan pentingnya interoperabilitas maksimum dengan Ethereum. Artinya, L2 perlu memastikan integrasi yang kuat dan koneksi yang seamless dengan ekosistem Ethereum agar pengguna dapat berpindah jaringan dengan mudah tanpa hambatan.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa arah ekosistem L2 Ethereum bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan, seiring Ethereum L1 semakin mampu menangani kebutuhan skalabilitas secara langsung.

Baca juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Harga Ethereum Menguat ke $2.092, Meski Tren Jangka Panjang Masih Melemah

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah kabar tersebut, harga Ethereum (ETH) tercatat berada di kisaran $2.092,72 atau menguat sekitar 1,3%. Data pasar menunjukkan kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di level $251,98 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $40,80 miliar.

Meski mengalami kenaikan harian, ETH masih mencatat koreksi tajam dalam beberapa periode terakhir. Dalam 30 hari terakhir, harga ETH turun sekitar 32,81%, kemudian melemah 37,27% dalam 60 hari, dan anjlok hingga 41,52% dalam 90 hari terakhir. ETH juga tercatat bergerak dalam rentang harian antara $1.995,92 hingga $2.115,82.

Pernyataan Vitalik terkait perubahan arah L2 ini muncul di tengah situasi pasar yang masih fluktuatif. Namun, wacana tersebut memperkuat spekulasi bahwa Ethereum akan terus mendorong evolusi ekosistemnya, bukan hanya lewat scaling L1, tetapi juga dengan mengubah peran L2 agar lebih inovatif dan saling terhubung secara maksimal.

Menurut Tim Research Tokocrypto, perubahan narasi ini menuntut L2 untuk berinovasi lebih dari sekadar transaksi murah. L2 yang sukses ke depan adalah yang memiliki spesialisasi (Privacy/RWA), bukan sekadar fork generik.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com