Tag Archives: xrp

Harga XRP Anjlok Hingga $1,78, Dogecoin dan Ethereum Senasib

Pasar mata uang kripto mengalami gejolak signifikan baru-baru ini, dengan beberapa aset utama seperti XRP, Ethereum (ETH), dan Dogecoin (DOGE) mencatat penurunan harga yang tajam.

Secara umum, penurunan harga XRP, ETH, dan Dogecoin dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi dan sentimen pasar yang terus berubah-ubah.

XRP: Potensi Kembali ke Level $2

XRP, mata uang kripto yang digunakan dalam jaringan pembayaran Ripple, mengalami penurunan harga sekitar 14% menjadi $1,78 pada 7 April 2025.

Meskipun penurunan ini cukup signifikan, beberapa analis percaya bahwa kembalinya harga XRP ke level $2 bukanlah hal yang mustahil, terutama jika sentimen pasar membaik dan adopsi teknologi Ripple terus berkembang.

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Selasa, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum: Risiko Turun di Bawah $1.000

Berbeda dengan XRP yang masih dipenuhi dengan harapan, Ethereum, platform blockchain terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, juga mengalami penurunan harga yang tajam, turun sekitar 14% menjadi $1.507.

Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran berlanjut di kalangan investor mengenai potensi harga ETH jatuh di bawah level psikologis $1.000.

Faktor-faktor seperti peningkatan persaingan dari platform kontrak pintar lainnya dan ketidakpastian regulasi dapat mempengaruhi pergerakan harga Ethereum di masa depan.

Dogecoin: Penurunan 20% dan Prospek Masa Depan

Sementara itu, Dogecoin, yang awalnya dimulai sebagai lelucon namun kini menjadi salah satu mata uang kripto populer, mengalami penurunan harga sekitar 20% dalam beberapa hari terakhir.

Meskipun demikian, beberapa analis dan komunitas kripto percaya bahwa DOGE masih memiliki potensi untuk mencapai level harga yang lebih tinggi di masa depan, terutama jika adopsi dan dukungan komunitas terus berkembang.

Faktor Penyebab Penurunan Pasar

Menurut laporan U.Today pada Selasa (8/4), beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan harga aset kripto baru-baru ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan tarif perdagangan.

Pengenaan tarif baru oleh pemerintahan AS telah memicu ketidakpastian di pasar global, yang berdampak pada aset berisiko seperti mata uang kripto.

Hal ini diperparah dengan penurunan tajam di pasar saham Asia, dengan indeks turun antara 7% hingga 13%, yang mencerminkan sentimen risiko yang meningkat di kalangan investor.

Terakhir, penurunan ini dipengaruhi likuidasi posisi leverage. Penurunan harga yang tajam memicu likuidasi posisi leverage dalam jumlah besar, memperparah penurunan harga aset kripto.

Tunggu Momentum

Pasar mata uang kripto saat ini berada dalam fase volatilitas tinggi dengan penurunan signifikan pada aset-aset utama seperti XRP, Ethereum, dan Dogecoin.

Meskipun demikian, potensi pemulihan tetap ada, terutama jika faktor-faktor eksternal membaik dan adopsi teknologi blockchain terus berkembang.

Sembari menunggu momentum pemulihan, investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan risiko sebelum membuat keputusan investasi di pasar yang terus bergejolak ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Interactive Brokers Tambah SOL, XRP, ADA, DOGE ke Opsi Perdagangan Kripto

Interactive Brokers, salah satu perusahaan pialang terbesar di dunia, memperluas layanan perdagangan mata uang kripto dengan menambahkan empat aset digital baru: Solana (SOL), Cardano (ADA), Ripple (XRP), dan Dogecoin (DOGE). Langkah ini mencerminkan tren adopsi aset digital yang semakin meluas di kalangan lembaga keuangan.

Menurut laporan Cryptonews, dengan penambahan ini, Interactive Brokers kini menawarkan perdagangan delapan aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan Bitcoin Cash (BCH).

Menurut siaran pers perusahaan pada 26 Maret, klien Interactive Brokers LLC dan Interactive Brokers (UK) Limited yang memenuhi syarat dapat memperdagangkan aset digital tersebut bersama instrumen keuangan tradisional seperti saham, opsi, futures, dan obligasi dalam satu platform.

Diversifikasi Portofolio dengan Aset Digital

Steve Sanders, Wakil Presiden Eksekutif Pemasaran dan Pengembangan Produk di Interactive Brokers, mengatakan bahwa ekspansi ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas lebih kepada investor dalam mendiversifikasi portofolio mereka.

“Penambahan token baru ini memberi klien kami fleksibilitas lebih untuk mendiversifikasi portofolio mereka dan memanfaatkan peluang di seluruh aset digital,” ujar Sanders.

Interactive Brokers memungkinkan klien untuk mengelola investasi kripto mereka bersamaan dengan aset tradisional. Investor dapat menetapkan posisi mata uang kripto spot, menggunakan instrumen derivatif seperti futures dan opsi, serta mengakses dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) untuk mengelola risiko eksposur mereka.

Selain itu, klien juga dapat menyimpan dolar AS dan kripto dalam akun perdagangan mereka, memperdagangkan aset digital 24/7, menempatkan limit order untuk kontrol lebih besar, serta menarik aset mereka ke dompet eksternal.

Biaya Kompetitif dan Kepatuhan Regulasi

Interactive Brokers menawarkan beberapa biaya perdagangan kripto terendah di industri, dengan komisi antara 0,12% hingga 0,18% dari nilai perdagangan, dengan minimum $1,75 per pesanan. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak mengenakan biaya spread, markup, atau biaya kustodian tambahan.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, Interactive Brokers bekerja sama dengan Zero Hash LLC dan Paxos Trust Company. Zero Hash merupakan entitas yang terdaftar di FinCEN dengan lisensi di berbagai yurisdiksi AS, termasuk BitLicense di New York, sementara Paxos Trust Company diawasi oleh Departemen Layanan Keuangan New York.

TradFi Semakin Masuk ke Dunia Kripto

Langkah Interactive Brokers ini menjadi bagian dari perubahan besar dalam dunia keuangan tradisional (TradFi) yang semakin terbuka terhadap aset digital. Sebelumnya, Emirates NBD, grup perbankan terbesar di Dubai, mengumumkan rencana menawarkan layanan perdagangan kripto melalui kemitraan dengan Aquanow dan Zodia Custody.

Di Jerman, Boerse Stuttgart Digital telah memfasilitasi DekaBank untuk masuk ke perdagangan kripto bagi klien institusional. Sementara itu, Taurus, yang didukung Deutsche Bank, meluncurkan platform kustodian dan tokenisasi berbasis Solana untuk mendukung penerbitan dan manajemen aset digital oleh bank.

Ekspansi ini menunjukkan bahwa industri keuangan tradisional semakin mengadopsi aset digital, membuka peluang lebih luas bagi investor ritel dan institusional di pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Bergejolak, Harga XRP Naik ke $3

Pasar kripto kembali bergejolak dengan pergerakan harga yang menarik perhatian para investor.

Harga XRP, Ethereum (ETH), dan Shiba Inu (SHIB) menjadi sorotan utama dalam beberapa hari terakhir.

XRP: Siap Terbang Tinggi?

XRP menunjukkan sinyal teknikal yang kuat, sehingga memicu optimisme di kalangan investor.

Indikator Exponential Moving Average dalam 50 hari memberikan dukungan kuat, mengisyaratkan potensi lonjakan harga.

Banyak analis memprediksi bahwa harga XRP siap untuk menguji level $3, yang akan menjadi sebuah pencapaian dan tonggak penting bagi aset digital ini.

Sentimen positif ini didorong oleh perkembangan terbaru dalam kasus hukum Ripple, yang terus memberikan harapan bagi para pemegang XRP.

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Kamis, 27 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Kamis, 27 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum di Persimpangan Jalan

Berbeda dengan XRP yang bergerak ke arah positif, Ethereum kembali menguji level $2,000, sebuah titik krusial yang menentukan arah pasar selanjutnya.

Pertarungan antara bullish dan bearish semakin intens, dengan kedua belah pihak berusaha untuk mengendalikan pergerakan harga.

Relative Strength Index (RSI) menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut, tetapi volatilitas pasar dapat dengan cepat mengubah arah.

Para trader dan investor mengawasi dengan cermat, menunggu sinyal yang jelas tentang arah pergerakan harga Ethereum.

Whale SHIB Picu Lonjakan Harga Signifikan

Sementara itu, Shiba Inu (SHIB) mengalami lonjakan harga yang mengejutkan setelah sebuah whale wallet memindahkan 1,5 triliun SHIB.

Pergerakan besar ini langsung memicu spekulasi dan kegembiraan di kalangan komunitas SHIB.

Namun, penting untuk dicatat bahwa volume perdagangan belum menunjukkan partisipasi pasar yang luas, mengisyaratkan bahwa lonjakan ini mungkin lebih didorong oleh spekulasi daripada permintaan organik.

Meskipun demikian, lonjakan ini menunjukkan kekuatan komunitas SHIB dan potensi aset digital ini untuk pergerakan harga yang dramatis.

Pasar Kripto Kian Penuh Tantangan

Meski banyak sentimen yang beredar, secara keseluruhan, pasar kripto masih menunjukkan volatilitas yang tinggi.

Pergerakan harga yang cepat dan tidak terduga adalah hal yang biasa, dan para investor harus selalu berhati-hati.

Penting untuk melakukan riset sendiri dan memahami risiko yang terkait dengan investasi di aset digital.

Pergerakan harga XRP, Ethereum, dan Shiba Inu memberikan gambaran menarik tentang dinamika pasar kripto.

Dengan potensi keuntungan yang besar, tetapi juga risiko yang signifikan, para investor harus tetap waspada dan membuat keputusan yang bijak.

Pasar kripto terus berkembang, dan peluang baru akan terus muncul bagi mereka yang siap untuk mengambil risiko.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga BTC, ETH, XRP Jelang Liberation Day Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan akan menggelar acara bertajuk “Liberation Day” (Hari Pembebasan) yang disebut-sebut berpengaruh besar pada pasar aset digital.

Bagaimana prospek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP menjelang momen ini? Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Tentang Liberation Day

Meski detailnya masih simpang-siur, Liberation Day diklaim sebagai agenda Trump untuk mengumumkan kebijakan ekonomi dan kebebasan finansial yang pro-kripto.

Spekulasi beredar bahwa acara ini mungkin terkait dengan deregulasi kripto yang digadang bakal melucuti aturan SEC terhadap aset digital.

Agenda ini juga dikaitkan dengan penerbitan stablecoin pemerintah, sebagai buntut lanjutan dari proyek World Liberty (WLFI) yang diuji di BNB Chain.

Selain itu, Liberation Day disebut-sebut sebagai bagian dari eksekusi strategi politik Trump saat pemilu 2024 lalu guna menarik pemilih muda dan pemilik aset kripto.

Prediksi Harga Bitcoin (BTC): Akankah Tembus $75K?

Bitcoin saat ini bergerak di kisaran $67.000–$69.000, dengan sentimen bullish yang didorong oleh beberapa faktor.

Salah satunya, ETF Approval Effect yang berimbas pada aliran masuk dana ke ETF Bitcoin mencapai $15 miliar sejak Januari 2024.

Faktor yang mempengaruhi harga BTC lainnya adalah Halving Effect. Imbas pengurangan pasokan pasca-halving April 2024 yang mulai terasa.

Sedangkan Liberation Day yang merupakan kebijakan pro-kripto Trump bisa memicu kenaikan likuiditas institusional.

Untuk analisis teknisnya, resistance utama mencapai level psikologis $70.000. Namun jika Breakout, estimasinya berada di rentang $75.000–$80.000, dengan support kritis di level $65.000.

“BTC berpotensi rally 15–20% jika Trump mengonfirmasi dukungan regulasi positif,” ujar Michaël van de Poppe sebagaimana dikutip dari Coingape pada Selasa (25/3).

Prospek Ethereum (ETH)

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sementara itu, harga Ethereum saat ini bertahan di kisaran $3.400–$3.600, dengan beberapa katalis, termasuk spot ETF Ethereum yang dijadwalkan SEC dijadwalkan pada Mei mendatang.

Fluktuasi harga ETH turut dipengaruhi penurunan biaya gas fee yang meningkatkan adopsi Layer 2.

Meski begitu, DeFi dsan NFT Revival mendorong aktivitas di Uniswap dan OpenSea meningkat 30% sejak Maret.

“ETH siap menyalip BTC dalam hal ROI jika ETF mendapat lampu hijau. Ethereum 2.0 akan fokus pada skalabilitas, membuat ETH lebih menarik sebagai aset produktif,” ungkap

XRP: Akankah Sentimen Ripple vs. SEC Picu Pump?

Berbeda dengan dua aset kripto sebelumnya, harga XRP masih terjebak di $0.50–$0.55 akibat ketidakpastian hukum Ripple vs. SEC.

Namun, momen Liberation Day bisa jadi katalis asalkan Trump mendorong regulasi pro-kripto dan kasus Ripple menemui titik terang.

Selain itu, rumor kolaborasi Ripple dengan bank sentral negara berkembang turut memicu ketidakpastian pasar.

Meski demikian, momen ini bisa dijadikan ajang untuk memulihkan kepercayaan publik pasca berseteru dengan SEC, dengan estimasi volume perdagangan XRP akan naik 25% pada minggu ini.

“XRP berpotensi rebound 40% jika Ripple menang banding vs. SEC. Kami optimistis kasus ini selesai secepatnya, sekaligus membuka jalan adopsi masif,” ujar Brad Garlinghouse, CEO Ripple.

Risiko dan Faktor Penghambat

Jika tidak berjalan dengan mulus, kebijakan Trump mungkin justru memicu perang dagang AS dengan negara lain.

Situasi ini juga bisa dimanfaatkan investor besar (whale) untuk memanipulasi pasar dengan cara buy the rumor, sell the news.

Dari aspek makro, inflasi AS dan kebijakan suku bunga The Fed masih jadi ancaman di kalangan investor.

Peluang atau Jebakan?

Liberation Day ala Trump berpotensi jadi katalis jangka pendek untuk BTC, ETH, dan XRP. Namun, investor harus waspada terhadap volatilitas pasca-pengumuman. .

Investor disarankan untuk memantau pernyataan Trump tentang regulasi kripto, amati perubahan volume perdagangan BTC di Binance dan Coinbase, serta update terus kasus Ripple vs SEC.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Menang Lawan SEC, Harga XRP Bakal Melonjak?

Perselisihan panjang antara SEC vs Ripple akhirnya mencapai babak akhir dengan kesepakatan penyelesaian senilai $50 juta (Rp 828 juta).

Cryptobriefing melaporkan pada Selasa (26/3) bahwa kasus yang telah berlangsung sejak 2020 ini, melibatkan tuduhan bahwa Ripple melakukan penawaran sekuritas tanpa registrasi melalui penjualan XRP.

Dengan penyelesaian ini, Ripple dapat kembali fokus pada pengembangan ekosistemnya tanpa tekanan hukum yang menghambat.

Penurunan Denda dan Penghapusan Pembatasan

Denda yang disepakati dalam penyelesaian ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan hukuman awal yang mencapai $125 juta (Rp 2 triliun).

Selain itu, SEC akan meminta hakim Analisa Torres untuk mencabut perintah yang sebelumnya mewajibkan Ripple untuk mendaftarkan setiap penjualan sekuritas di masa depan.

Langkah ini memberikan fleksibilitas lebih bagi Ripple dalam menjalankan operasional bisnisnya tanpa intervensi ketat dari regulator.

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak bagi XRP dan Potensi ETF

Dengan berakhirnya kasus ini, harga XRP diprediksi bakal meroket. Apalagi, potensi peluncuran ETF berbasis XRP semakin terbuka lebar.

Beberapa penerbit ETF telah mengajukan aplikasi dalam beberapa bulan terakhir, mengindikasikan kepercayaan pasar terhadap aset digital ini.

Keputusan SEC untuk menyelesaikan kasus ini juga sejalan dengan tren terbaru di mana badan regulator tersebut cenderung lebih fleksibel terhadap perusahaan kripto.

Kesepakatan antara SEC dan Ripple menandai berakhirnya salah satu kasus hukum terbesar di industri kripto.

Dengan denda yang lebih ringan dan penghapusan pembatasan regulasi, Ripple kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menarik lebih banyak investor.

Selain itu, hasil ini juga membuka kemungkinan regulasi yang lebih jelas di pasar aset digital di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP, SOL, DOGE Kini Diterima oleh Perusahaan Real Estat Besar Jepang

Open House Group, salah satu perusahaan real estat terbesar di Jepang yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo, kini menerima XRP, Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) sebagai alat pembayaran. Dengan langkah ini, Open House menambah daftar mata uang kripto yang diterima setelah sebelumnya hanya mendukung Bitcoin dan Ethereum.

Dilaporkan U Today, keputusan ini diumumkan melalui siaran pers perusahaan dan dikonfirmasi oleh Emi Yoshikawa, mantan Wakil Presiden Ripple, dalam unggahan di media sosial. Ia menyoroti bahwa langkah ini merupakan pencapaian besar bagi industri kripto, terutama dalam sektor transaksi bernilai tinggi.

Dalam upaya mempermudah pembelian properti bagi pelanggan global, Open House Global—situs portal perusahaan—kini menyediakan informasi pembayaran kripto serta dukungan multibahasa untuk pertanyaan pelanggan. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi investor internasional dalam kepemilikan properti di Jepang.

Mendorong Adopsi Kripto dalam Transaksi Besar

Dengan keputusan ini, Open House menetapkan preseden baru bagi penggunaan kripto dalam transaksi bernilai tinggi di Jepang. Langkah ini juga berpotensi mendorong lebih banyak perusahaan untuk mengadopsi mata uang digital sebagai opsi pembayaran yang sah.

XRP saat ini merupakan mata uang kripto terbesar keempat dengan kapitalisasi pasar mencapai $138,42 miliar dan harga $2,38. Sementara itu, Solana (SOL) menempati posisi keenam dengan kapitalisasi pasar $66,1 miliar dan harga $130, serta Dogecoin (DOGE) berada di peringkat kedelapan dengan kapitalisasi pasar $24,9 miliar dan harga $0,168.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menerima mata uang kripto sebagai alat pembayaran, industri ini terus menunjukkan pertumbuhan dan relevansinya dalam ekosistem keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin, XRP, dan Shiba Inu (SHIB) Berpotensi Alami Pergerakan Besar

Tiga aset kripto populer, Dogecoin (DOGE), XRP, dan Shiba Inu (SHIB), berada di titik kritis yang berpotensi mengalami pergerakan signifikan dalam waktu dekat. Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda kebangkitan meskipun masih berada dalam kondisi netral.

Dogecoin (DOGE) Hadapi Tantangan Resistensi

Dilaporkan U Today, Dogecoin saat ini mengalami kesulitan menembus level resistensi utama. Harga DOGE telah beberapa kali mencoba naik namun terus mengalami penolakan, mengindikasikan dominasi penjual di pasar.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analis mencatat beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan DOGE, termasuk resistensi kuat yang terus menghambat kenaikan harga, volume perdagangan yang lemah, serta kemungkinan persilangan bearish antara Exponential Moving Average (EMA) 100 hari dan EMA 200 hari.

Jika DOGE tidak berhasil menembus resistensi, harga berpotensi turun ke zona support yang lebih rendah. Sebaliknya, lonjakan volume dapat mendorong DOGE mengalami reli harga.

XRP di Persimpangan Tren

Harga XRP berada di bawah tekanan EMA 50 hari, menjadikannya berada di momen krusial. Jika XRP berhasil menembus level EMA 50 dan bertahan di atas US$2,50, aset ini berpotensi melanjutkan reli ke US$2,70 atau bahkan US$3,00. Sebaliknya, jika gagal menembus resistensi, harga diperkirakan akan turun ke level support US$2,30 atau lebih rendah.

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan menjadi indikator utama yang menentukan pergerakan XRP ke depan. Para trader disarankan untuk mencermati level harga kunci guna menentukan langkah strategis dalam perdagangan.

Shiba Inu (SHIB) Berpotensi Alami Lonjakan Volatilitas

Shiba Inu saat ini berada dalam pola segitiga menurun yang menandakan kemungkinan volatilitas besar.

Jika SHIB berhasil menembus garis resistensi atas pola segitiga dengan volume tinggi, harga diperkirakan akan melonjak hingga US$0,0000140, dengan target berikutnya di US$0,0000169. Sebaliknya, jika SHIB turun di bawah zona support, harga bisa jatuh ke US$0,0000112 atau lebih rendah.

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, volume perdagangan SHIB masih rendah, menunjukkan bahwa investor menunggu katalis yang dapat memicu pergerakan besar.

Ketiga aset kripto ini berada dalam kondisi yang dapat menentukan tren harga selanjutnya. DOGE menghadapi tantangan resistensi, XRP berada di persimpangan tren, dan SHIB bersiap menghadapi volatilitas tinggi. Trader dan investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Melonjak ke Rp 41 Ribu: Mampukah Tembus Rp 43 Ribu?

Harga XRP berhasil menembus level resistensi $2,50 (Rp 41 ribu) setelah mengalami kenaikan +14%.

Berdasarkan laporan terbaru dari Ambcrypto pada Jumat (21/3), lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap XRP, yang didukung oleh akumulasi strategis dari investor besar serta meningkatnya aktivitas jaringan XRP Ledger.

Peningkatan Aktivitas di Jaringan XRP Ledger

Pertumbuhan harga XRP rupanya sejalan dengan peningkatan jumlah alamat aktif di jaringan.

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif pada Maret 2025 mencapai 70.000, meningkat enam kali lipat dibandingkan dengan dua bulan pertama tahun ini.

Investor Besar Terus Menambah Kepemilikan XRP

Data dari Santiment menunjukkan bahwa pemegang besar XRP dengan lebih dari 1 juta token telah meningkatkan kepemilikannya sebesar 6,5% dalam dua bulan terakhir, mencapai total 46,4 miliar token.

Tren ini menegaskan bahwa kepercayaan investor institusional terhadap XRP semakin kuat.

Breakout Mengindikasikan Kenaikan Menuju $3 (Rp 43 ribu)

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Selama 12 hari, XRP berulang kali mencoba menembus resistensi di $2,50 (Rp 41 ribu), tetapi gagal.

Namun, dengan akhirnya berhasil menutup di atas level ini, XRP memulai siklus kenaikan baru yang berpotensi membawa harga menuju level resistensi berikutnya di $3,00 (Rp 43 ribu).

XRP Makin Mandiri dari Pasar Altcoin

Berbeda dengan kebanyakan altcoin, XRP menunjukkan pergerakan harga yang lebih independen.

Dengan lonjakan dari $0,60 di awal 2024 ke $2,50 pada Maret 2025, XRP semakin menjauh dari pola pergerakan pasar altcoin lainnya, menunjukkan daya tariknya sebagai aset investasi jangka panjang.

SEC Hentikan Gugatan, Regulasi XRP Semakin Jelas

Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga XRP adalah keputusan SEC untuk menghentikan banding terhadap Ripple.

Dengan demikian, keputusan Juli 2023 yang menyatakan bahwa XRP bukanlah sekuritas dalam perdagangan sekunder tetap berlaku, menghilangkan hambatan regulasi yang sebelumnya membayangi aset ini.

Dampak Positif Regulasi Terhadap Harga XRP

Kejelasan regulasi ini memberikan sentimen positif bagi investor ritel maupun institusi, mendorong lebih banyak partisipasi di pasar XRP.

Dengan aturan yang lebih jelas, XRP kini dapat fokus pada pengembangan bisnis, terutama dalam sektor pembayaran lintas batas.

Prospek XRP ke Depan

Dengan meningkatnya aktivitas jaringan, partisipasi investor besar, dan kejelasan regulasi, XRP berpeluang besar untuk terus menguat.

Jika momentum ini berlanjut, XRP bisa mencapai dan menembus level psikologis $3 dalam waktu dekat.

Posisi XRP Semakin Kuat di Pasar Kripto

Lonjakan XRP ke $2,50 menandai kepercayaan pasar yang semakin besar terhadap aset ini.

Dengan fundamental yang kuat dan prospek regulasi yang lebih baik, XRP kini berada di jalur yang tepat untuk mencapai harga yang lebih tinggi, menjadikannya salah satu aset kripto yang patut diperhitungkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Harga Bitcoin Naik 7%

Harga aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, dan Dogecoin (DOGE) mengalami penguatan signifikan menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan AS dalam kisaran 5,25%-5,50%.

Kebijakan ini memicu optimisme pasar terkait likuiditas dan risiko investasi, mendorong aliran modal ke aset berisiko tinggi seperti kripto.

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Sinyal “Higher for Longer”

Pada pertemuan untuk menentukan kebijakan pada 20 Maret 2025, The Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

Jerome Powell, Ketua The Fed, menegaskan bahwa inflasi AS masih di atas target 2% (3,2% per Februari 2025), sehingga perlu menjaga suku bunga tinggi hingga ada kepastian inflasi terkendali.

Namun, The Fed juga memproyeksikan tiga pemotongan suku bunga pada 2025, yang memicu respons positif di pasar keuangan.

Harga Bitcoin Terkatrol

Pasca putusan The Fed, harga Bitcoin (BTC) melonjak 7% dalam 24 jam, menembus level $67.000 atau yang tertinggi sejak November 2021.

Kenaikan didorong oleh arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot dan antisipasi halving pada April 2025 mendatang.

Bahkan, analis Standard Chartered memprediksi BTC bisa mencapai harga hingga $100.000 pada akhir tahun, jika tidak kehilangan momentum.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Efek Domino

Bukan hanya Bitcoin saja yang terkatrol kebijakan The Fed tersebut, aset lainnya seperti Ethereum (ETH) turut menguat 9% ke level $3.500.

Hasil positif ini juga didukung ekspektasi persetujuan ETF Ethereum oleh SEC pada Mei mendatang. Selain itu, aktivitas jaringan meningkat seiring persiapan upgrade “Dencun” untuk mengurangi biaya transaksi.

Di sisi lain, harga XRP naik 12% ke level $0,65, setelah Ripple mengumumkan kerja sama dengan lembaga keuangan di Asia untuk penggunaan teknologi CBDC. Sentimen pasar mulai membaik menyusul perkembangan positif gugatan Ripple vs SEC.

Pun begitu dengan harga Dogecoin (DOGE) yang melesat ke level 18% senilai $0,16 karena lonjakan volume perdagangan dan rumor integrasi dengan platform pembayaran global.

Harga Dogecoin juga meningkat setelah Elon Musk kembali memicu spekulasi dengan postingan misterius di X (Twitter).

Faktor Penggerak Rally Kripto

Pasca putusan The Fed, likuiditas terhadap aset digital tetap terjaga. Suku bunga tinggi yang stabil mengurangi kekhawatiran resesi, mendorong investor mengambil risiko. –

Inflows ke ETF Kripto juga cukup tinggi. Contohnya, ETF Bitcoin AS mencatat aliran dana masuk $1,2 miliar dalam sepekan terakhir.

Dari sisi teknologi dan regulasi, upgrade jaringan (seperti Ethereum Dencun) dan kejelasan regulasi meningkatkan kepercayaan investor.

Peringatan dari Analis

Meski rally kripto cukup menggiurkan, para ahli mengingatkan potensi koreksi jangka pendek karena beberapa alasan.

Pertama, Profit-Taking. Trader mungkin mengambil untung di level resisten kritis, misalnya BTC di $70.000.

Kedua, dari aspek geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah dan fluktuasi pasar energi bisa picu volatilitas.

Ketiga, kebijakan The Fed. Pemotongan suku bunga yang tertunda bisa menekan sentimen pasar.

Prospek ke Depan

Berbagai kemungkinan akan tetap ada di masa depan, misalnya Bitcoin Halving pada April 2024 nanti. Peristiwa ini secara historis memicu kenaikan harga dalam jangka panjang.

Di sisi lain, keputusan SEC untuk ETH Ethereum pada Mei nanti bisa saja menjadi katalis potensial untuk ETH lainnya.

Selain itu, jika kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga bisa menekan inflasi AS turun ke 2,5%, aliran modal ke kripto bisa semakin deras.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Ripple Tuntut Balik SEC, Harga XRP Melambung 11 Persen

Securities and Exchange Commission (SEC) membatalkan bandingnya terhadap Ripple yang selama empat tahun terakhir tak kunjung usai.

Sementara SEC tidak lagi melanjutkan kasusnya terhadap perusahaan tersebut, Ripple masih mengajukan banding atas denda sebesar $125 juta dan putusan yang mengharuskannya untuk mendaftarkan penjualan XRP institusional sebagai sekuritas.

Putusan Hakim Analisa Torres pada bulan Agustus 2023: yang memutuskan bahwa XRP bukanlah sekuritas saat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi penjualan XRP institusional kepada investor terakreditasi diklasifikasikan sebagai sekuritas, masih berlaku.

Imbasnya, harga XRP melonjak hampir 11% menjadi $2,52 setelah berita tersebut meluas, menurut data dari CoinGecko.

Alasan Tuntut Balik

Setelah bertahun-tahun berproses hukum, SEC akhirnya menarik diri, akan tetapi Ripple belum menganggap kasus tersebut selesai.

CEO Ripple Brad Garlinghouse berbincang dengan Bloomberg pada hari Rabu (19/3) dan menjelaskan mengapa perusahaan tersebut tetap mengajukan banding.

“SEC telah membatalkan banding mereka. Itu berarti kami berubah dari tergugat menjadi penggugat,” kata Brad dalam wawancara tersebut.

Brad juga membahas berapa banyak biaya hukum yang telah dikeluarkan Ripple sejak kasus ini dimulai pada Desember 2020.

“Kami telah menghabiskan lebih dari $150 juta untuk membela kasus ini, bukan hanya untuk kami, tetapi untuk seluruh industri kripto,” katanya.

Ia menyebut strategi SEC di bawah pimpinan Gary Gensler sebagai upaya untuk menggertak industri kripto melalui tindakan hukum.

“SEC ingin memaksakan kekuasaannya atas kripto melalui tuntutan hukum. Itu sudah berakhir sekarang,” tambahnya.

Dalam wawancara tersebut, Brad mengakui bahwa mencabut banding adalah sebuah pilihan.

Akan tetapi karena denda tersebut berasal dari penjualan XRP pada tahun 2015 dan 2016, di mana SEC belum menerapkan regulasi seperti dalam tuduhan, dinilai Brad sebagai transaksi yang tidak merugikan investor mana pun.

“Tidak ada kerugian bagi investor, tidak ada uang yang hilang, jadi mengapa kita ada di sini?” tanyanya.

Keputusan SEC untuk membatalkan banding menandakan adanya perubahan dalam pendekatannya terhadap penegakan hukum kripto.

Brad mengatakan bahwa pemerintahan baru Donald Trump dan perubahan dalam kepemimpinan SEC telah berperan dalam hal ini.

“Saya pikir jika Anda bertanya kepada Paul Atkins dan David Sacks, mereka akan setuju bahwa kasus ini seharusnya tidak pernah diajukan,” kata Brad.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

IPO bukan prioritas Ripple

Pada kesempatan yang sama, Brad menepis spekulasi bahwa Ripple akan go public, dengan mengatakan bahwa IPO bukanlah prioritas saat ini.

“Go public adalah sesuatu yang dapat kami pertimbangkan, tetapi kami tidak perlu melakukannya untuk saat ini,” papat Brad.

Tidak seperti kebanyakan perusahaan yang go public untuk mengumpulkan modal, Ripple mampu tumbuh secara organik tanpa pendanaan dari luar.

Rencana Akuisisi

Alih-alih tidak menggelar IPO, Ripple sebenarnya justru tengah mempertimbangkan akuisisi.

Brad mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut tengah aktif mencari cara untuk membeli perusahaan infrastruktur blockchain.

“Waktu tepatnya belum pasti. Tapi, akan ada konsolidasi tahun ini, dan kami akan menjadi bagian darinya,” sambung Brad.

Lembaga keuangan juga mulai memikirkan kembali pendekatan mereka terhadap kripto, seperti yang ditunjukkan Brad, bank-bank besar AS yang sebelumnya tidak ingin berurusan dengan kripto, kini berubah pikiran.

Dua bidang utama yang diminati bank adalah penyimpanan dan pembayaran kripto. Seiring dengan semakin populernya stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata, lembaga keuangan tengah menjajaki cara untuk mengintegrasikan layanan kripto.

“Bank perlu menyimpan aset kripto dengan aman dan infrastruktur pembayaran sudah ketinggalan zaman,” kata Brad.

Selain akuisis, Ripple telah memperluas bisnis stablecoinnya, meluncurkan RL USD tahun lalu.

Sasaran perusahaan adalah menjadikannya salah satu dari lima stablecoin teratas pada akhir tahun.

“Sasarannya adalah pada akhir tahun RLUSD menjadi salah satu dari lima teratas di pasar pada akhir tahun. Dan saya pikir seluruh pasar akan tumbuh secara dramatis tahun ini,” lanjut Brad optimis.

Untuk diketahui, pasar stablecoin saat ini bernilai $230 miliar, dan beberapa analis percaya pasar ini dapat tumbuh 10x selama lima tahun ke depan.

Maka dari itu, Brad berambisi bahwa Ripple ingin memanfaatkan momen tersebut semaksimal mungkin.

Tetap Transparan

Ketika ditanya tentang manajemen pasokan XRP, Brad menepis kekhawatiran bahwa kepemilikan Ripple atas 42% pasokan token memberinya keuntungan yang tidak adil.

“Kami telah transparan tentang kepemilikan XRP kami selama bertahun-tahun. Tidak ada yang berubah,” katanya.

Selaras dengan pernyataan Brad, perusahaan selalu menerbitkan Laporan Pasar XRP secara berkala, untuk merinci berapa banyak yang dijual perusahaan ke pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com